Home
Login.
Artikelilmiahs
41578
Update
FARRAS NUZILA MAHFI
NIM
Judul Artikel
RANCANG BANGUN MINIHIDROPONIK SISTEM DEEP FLOW TECHNIQUE (DFT) BERENERGI SURYA DENGAN KENDALI MANUAL PADA SELADA (Lactuca sativa L.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Lahan pertanian di Indonesia kerap mengalami degradasi di setiap tahunnya akibat pengalihan fungsi menjadi lahan non-pertanian terutama di daerah perkotaan. Hidroponik merupakan salah satu solusi modern untuk masalah degradasi lahan di daerah perkotaan dan dapat menjadi alternatif teknologi bertani tanpa menggunakan tanah. Hidroponik ada banyak jenisnya, namun hidroponik sistem DFT menjadi jenis hidroponik yang praktis karena tanaman masih bisa hidup meski airnya tidak mengalir selama 24 jam. Pada minihidroponik sistem DFT ini memerlukan sumber listrik untuk menggerakan pompa. Pemanfaatan energi terbarukan seperti energi matahari (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dapat menjadi solusi yang visioner. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Sistem dan Energi Terbarukan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dari bulan Maret 2023 sampai Juni 2023. Variabel yang diukur yaitu tegangan, arus, daya, konsumsi daya, intensitas cahaya, dan efisiensi panel surya. Pengujian pada penelitian ini berupa analisis struktural, uji performansi dan analisis kelayakan finansial. Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur dan fungsi dari rancang bangun dapat bekerja dengan baik. Pengujian performansi alat menghasilka tegangan berkisar antara 12,57–15,13 V, arus listrik berkisar antara 0,29–3,03 A, daya berkisar antara 3,73–45,00 W, dan konsumsi daya sebesar 104 Wh setiap harinya pada pengujian pukul 08.00–14.00 WIB. Intensitas cahaya matahari yang dihasilkan panel surya berkisar antara 8108–83720 lux dan efisiensi berkisar antara 9,74–1 13,86% dengan rata-rata sebesar 11,2%. Analisis kelayakan finansial yang dilakukan pada penelitian menghasilkan Nilai NPV yang diperoleh sebesar Rp461.593,73 pada suku bunga 5,75%, nilai IRR sebesar 22,8%, Nilai B/C ratio sebesar 1,33, dan Discounted Payback Period (DPP) dari investasi yang sudah dikeluarkan di awal adalah 2 tahun 2 bulan 16 hari.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Indonesian agricultural land is often degraded annually as a result of resigning non-agricultural land especially in urban areas. Hydroponics is one of the modern solutions to land degradation problems in urban areas and can be an alternative to farming technology without using land. Hydroponics come in many types, but the hydroponics of the DFT system become a practical type of hydroponics because plants can still alive, though the water does not run for 24 hours. On the minihydroponics of this DFT system requires a power source to power the pump. Renewable energy use such as solar (solar power) can be a visionary solution. This research was conducted at the Renewable Energy and Systems Engineering Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from March 2023 to June 2023. The variables measured were voltage, current, power, power consumption, light intensity, and solar panel efficiency. The testing of this study consisted of structural analysis, performation tests and financial feasibility analysis. Research has shown that the structure and function of engineering works properly. Perfomancy test of the tool resulted in a Vage ranging from 12.57 –15.13 V, an electric current ranging from 0.29–3.03 A, a power ranging from 3.73 –45.00 W, and a power consumption of 104 Wh every day during the test at 08:00–14:00 WIB. The intensity of sunlight absorbed by solar panels ranges from 8108– 83720 lux and the efficiencies ranging from 9.74-13.86% with an average of 11.2%. The financial feasibility analysis carried out in the study resulted in an NPV value of IDR 461.593,73 at an interest rate of 5.75%, an IRR value of 22.8%, a B/C ratio value of 1.33, and the Discounted Payback Period (DPP) of the initial investment is 2 year 2 months 16 days.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save