Home
Login.
Artikelilmiahs
41586
Update
HANIFA AULIA RAHMA
NIM
Judul Artikel
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN PROGRAM JAKLINGKO (Studi Kasus tentang Pengelolaan Transportasi Publik di DKI Jakarta)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul Collaborative Governance dalam Pengelolaan Program JakLingko (Studi Kasus tentang Pengelolaan Transportasi Publik di DKI Jakarta). Kepadatan penduduk dan mobilitas tinggi di DKI Jakarta memicu kemcetan yang terus berlangsung. Dampaknya tak hanya pada waktu dan biaya, melainkan juga pada kualitas udara yang memburuk. Upaya pemerintah dalam menyediakan alternatif transportasi publik belum sepenuhnya efektif, lantaran masih rendahnya minat masyarakat akibat fasilitas yang tak memadai serta akses yang terbatas. Solusinya terlihat dalam Program JakLingko, sebuh inisiatif yang mengintegrasikan sistem transportasi publik. Dalam upaya memastikan kesuksesan program ini, Dinas Perhubungan DKI Jakarta berkolaborasi dengan moda transportasi publik dan badan usaha terkait. Melalui sinergi ini, diharapkan minat masyarkat terhadap transportasi publik akan meningkat, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, sehingga dapat meredakan masalah kemacetan serta memperbaiki kualitas udara di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan model collaborative governance yang dikemukakan oleh Ansell and Gash dengan empat dimensi, yakni kondisi awal, desain institusional, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaborasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance dalam pengelolaan Program JakLingko di DKI Jakarta sudah cukup optimal, namun belum sepenuhnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is entitled "Collaborative Governance in the Management of the JakLingko Program (A Case Study of Public Transportation Management in Jakarta)." High population density and mobility in Jakarta have triggered persistent traffic congestion. The impacts are not only on time and cost but also on deteriorating air quality. Government efforts to provide alternative public transportation have not been fully effective, due to low public interest caused by inadequate facilities and limited accessibility. The solution is evident in the JakLingko Program, an initiative that integrates the public transportation system. To ensure the success of this program, the Jakarta Transportation Agency collaborates with public transportation modes and relevant businesses. Through this synergy, it is expected that public interest in using public transportation will increase, reducing the use of private vehicles, thereby alleviating traffic congestion and improving air quality in Jakarta. This research employs the collaborative governance model proposed by Ansell and Gash, encompassing four dimensions: initial conditions, institutional design, facilitative leadership, and collaboration processes. The research methodology is qualitative-descriptive. The research results indicate that collaborative governance in managing the JakLingko Program in Jakarta is fairly optimal, but not yet fully so.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save