Home
Login.
Artikelilmiahs
41357
Update
FIDA LA'ALIA AZZAHRA
NIM
Judul Artikel
PENGARUH FERMENTASI TERHADAP KADAR FENOLIK DAN FLAVONOID SERTA AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI BUAH KUPA (Syzygium polycephalum) TERHADAP Escherichia coli
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Fermentasi asam laktat telah banyak dilakukan untuk meningkatkan nilai gizi, kandungan fungsional, dan daya simpan produk makanan. Kupa (Syzygium polycephalum) merupakan salah satu buah yang banyak terdapat di Indonesia. Mempertimbangkan sifat buah kupa yang mudah rusak maka perlu dilakukan pengolahan dengan proses fermentasi untuk meningkatkan daya simpan buah kupa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh fermentasi terhadap kadar fitokimia dan aktivitas biologis buah kupa. Uji kadar fitokimia yang dilakukan meliputi total fenolik menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan total flavonoid menggunakan metode alumunium klorida (AlCl3). Uji aktivitas biologis meliputi aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikril-hidrazil) dan ABTS (2,2’-azino-bis (3- etilbenzotiazolin)-6-asam sulfonat), serta aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli menggunakan metode mikrodilusi. Jus buah kupa yang difermentasi dengan Lactobacillus acidophilus dan Lactiplantibacillus plantarum menunjukkan kadar fitokimia dan aktivitas biologis yang menguntungkan dibandingkan dengan buah yang tidak difermentasi, meskipun terjadi penurunan antioksidan. Fermentasi buah kupa menggunakan Lactobacillus acidophilus dan Lactiplantibacillus plantarum meningkatkan aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli secara signifikan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya potensi untuk mengembangkan minuman probiotik fermentasi buah kupa.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Lactic acid fermentation has been widely used to increase the nutritional value, functional content, and shelf-life of food products. Kupa fruit (Syzygium polycephalum) is one of the fruits that are widely available in Indonesia. Considering the perishable nature of kupa fruit, a fermentation process is carried out to increase shelf-life of kupa fruit. The purpose of this study is to determine the effect of fermentation of phytochemical contents and biological activities of kupa fruit. Determining the phytochemical contents included total phenolics is measured by Folin-Ciocalteu method and total flavonoids using the aluminium chloride (AlCl3) method. Determining the biological activities included antioxidant activities was measured by DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil) and ABTS (2,2’- azino-bis (3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)) method, and antibacterial activity againist Eschericia coli using microdilution assay. Fermented kupa fruit juice with Lactobacillus acidophilus and Lactplantibacillus plantarum enhanced phytocemical contents and biological activity compared to unfermented fruit, despite a decrease in antioxidant activities. Fermentation kupa fruit with Lactobacillus acidophilus and Lactiplantibacillus plantarum siginificantly increased antibacterial activity againist Eschericia coli. The results of this study indicate a high potential for developing fermented kupa fruit to develop probiotic beverage.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save