Artikelilmiahs

Menampilkan 38.541-38.560 dari 48.949 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3854141178H1C018006Geologi dan Biostratigrafi Formasi Rambatan, Daerah Cikadu dan Sekitarnya, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.Wilayah studi yang kedalam Formasi Rambatan terletak di kawasan Cikadu dan sekitarnya, Kec. Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Metode studi yang digunakan berupa pemetaan geologi yang meliputi penarikan satuan geomorfologi, unit stratigrafi, analisis petrografi, struktur geologi, dan biostratigrafi dengan obyek kajian Planktonik dan Bentonik. Lanskap geomorfologi yang diperoleh dari klasifikasi BMB (2006) meliputi Bentang Alam Lipatan, Bentang Alam Gunung Api dan Bentang Alam Sungai. Dengan hasil pemetaan geologi diperoleh satuan stratigrafi dari yang tertua sampai yang termuda yaitu Satuan Batulempung, Satuan Intrusi Diorit, Satuan Batupasir dan Satuan Lava Andesit. Aktivitas tektonik sangat mempengaruhi proses deformasi di wilayah studi, sehingga membentuk struktur geologi seperti Lipatan Antiklin, Sesar Naik, Sesar Turun dan Sesar Mendatar Kiri yang tersebar di wilayah studi. Berdasarkan hasil kajian Biostratigrafi Formasi Rambatan, disimpulkan bahwa paleobatimetri terletak di lingkungan Batial hingga Neritik dengan umur batuan menurut zonasi Blow (1969) N5-N14, yaitu dari Miosen Awal hingga Miosen Tengah. Terjadinya aktivitas tektonik juga mempengaruhi pola pengendapan di Formasi Rambaran akibat proses transgresi dan regresi. The research area which is included in the Rambatan Formation is located in the Cikadu area and its surroundings, Watukumpul Sub-district, Pemalang Regency, Central Java. The research method used by researchers is in the form of geological mapping which includes the withdrawal of geomorphological units, stratigraphic units, petrographic and geological structure analysis, and Biostratigraphy with Planktonic and Bentonic study objects. The geomorphological landscape obtained from the BMB classification (2006) includes Folded Landscapes, Volcanic Landscapes and River Landscapes. The geological mapping results obtained from the oldest to the youngest stratigraphic units, namely the Claystone Unit, Diorite Intrusion Unit, Sandstone Unit and Andesitic Lava Unit. Tectonic activity greatly influences the deformation process in the study area, thus forming geological structures such as Anticlinal Folds, Reverse Fault, Normal Faults and Strike Slip Fault which are scattered in the study area. Based on the results of the biostratigraphic study of the Rambatan Formation, it was concluded that the paleobathymetry is located in the Batial to Neritic environment with the age of the rocks according to the Blow (1969) N5-N14 zoning, namely from Early Miocene to Middle Miocene. The occurrence of tectonic activity also affects the depositional patterns in the Rambatan Formation due to transgression and regression processes.
3854241159A1F019053PENGARUH JENIS KEMASAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP SIFAT KIMIA DAN SENSORIS PRODUK PERMEN SUSU LUNAK
RASA DURIAN
Salah satu alternatif pengembangan produk olahan durian adalah permen susu lunak. Kemasan berperan penting dalam mempertahankan mutu permen susu lunak durian. Belum terdapat penelitian mengenai kemasan yang terbaik yang dapat mempertahankan mutu dari permen susu durian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan dan lama penyimpanan terhadap sifat kimia dan sensori permen susu lunak durian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif (eksperimen) menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor, yaitu jenis kemasan dan lama penyimpanan. Faktor jenis kemasan terdiri dari kemasan aluminium foil, kemasan plastik, dan kemasan kertas. Faktor lama penyimpanan terdiri dari yaitu penyimpanan 0 hari, 14 hari, 28 hari, dan 42 hari. Variabel yang diamati adalah variabel kimia (kadar air dan gula reduksi) dan variabel sensori (warna, tesktur, aroma durian, rasa durian, dan tingkat kemanisan). Data hasil variabel kimia dianalisis secara statistik menggunakan sidik ragam dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Data hasil uji sensori dianalisis menggunakan uji Friedman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kemasan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air dan kadar gula reduksi, sedangkan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap kadar air dan kadar gula reduksi permen susu lunak durian. Kombinasi perlakuan berpengaruh nyata terhadap warna, tekstur, dan rasa durian pada permen susu durian. Kemasan aluminium foil dengan lama penyimpanan 14 hari memiliki kemampuan mempertahankan mutu permen susu durian dengan hasil kadar air 16,73%; kadar gula reduksi 1,79%; warna cokelat karamel (3,88); tekstur yang agak keras (3,24); aroma durian yang agak kuat (3,2); rasa durian yang kuat (4,2) dan tingkat kemanisan yang manis (4,32).One alternative for the development of processed durian products is soft milk candy. Packaging plays an important role in maintaining the quality of durian soft milk candy. There is no research on the best packaging that can maintain the quality of durian milk candy. This study aims to determine the effect of the type of packaging and storage time on the chemical and sensory properties of durian soft milk candy. This research is a quantitative study (experimental) using a Randomized Block Design (RBD) with 2 factors, namely the type of packaging and storage time. The type of packaging factor consists of aluminum foil packaging, plastic packaging, and paper packaging. The long storage factor consisted of 0 days, 14 days, 28 days, and 42 days of storage. The variables observed were chemical variables (moisture content and reducing sugar) and sensory variables (color, texture, durian aroma, durian taste, and level of sweetness). Data on the results of chemical variables were statistically analyzed using variance and Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Sensory test results data were analyzed using the Friedman test. The results showed that the type of packaging had no significant effect on water content and reducing sugar content, while storage time had a significant effect on water content and reducing sugar content of durian soft milk candy. The combination of treatments had a significant effect on the color, texture, and taste of durian in durian milk candy. Aluminum foil packaging with a storage time of 14 days has the ability to maintain the quality of durian milk candy with a water content of 16.73%; reducing sugar content 1.79%; caramel brown color (3.88); slightly hard texture (3.24); rather strong durian aroma (3,2); strong durian taste (4.2) and a sweet level of sweetness (4.32).
3854341161I1A019020Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas Tahun 2023Cakupan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Purwokerto Barat masih memiliki cakupan vaksinasi terendah, dilihat dari jumlah penduduk Purwokerto Barat sebanyak 53.393 jiwa. Pada tahun 2022 sebanyak 27,4% masyarakat tidak berminat dalam mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19. Hal ini Puskesmas Purwokerto Barat terus menggencarkan kegiatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Purwokerto Barat dari sisi input (man, material-mechine, money, method, dan, market) proses (perencanaan dan koordinasi, prioritas dan penargetan cakupan vaksinasi Covid-19, strategi komunikasi dan model promosi), dan output (laporan cakupan vaksinasi Covid-19, diseminasi, dan terkait ada atau tidaknya kenaikan angka kasus positif Covid-19. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian terdapat informan utama (petugas kesehatan yang melaksanakan vaksinasi Covid-19),
informan kunci (Kepala Puskesmas Purwokerto Barat dan Pemegang Program Pelaksanaan vaksinasi Covid-19), dan informan pendukung (masyarakat yang sudah divaksin di Puskesmas Purwokerto Barat) dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada informan, studi dokumen, dan observasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan metode, dan dilakukan analisis data dengan tahap wawanacara mendalam yang lalu dimasukkan ke dalam transkrip dan dilakukan pengkodingan.dan memberikan label pada kata/frasa yang mewakili tema dengan menggunakan aplikasi maxqda. Hasil penelitian: Hasil input menunjukkan jumlah SDM sudah mencukupi namun masih ada penambahan jam kerja pada petugas, dana dan sarana prasarana, alat dan bahan sudah mencukupi dan sesuai standar regulasi, metode sudah memiliki SOP yang berlaku, dan target informasi sudah sesuai. Proses tersebut menunjukkan bahwa perencanaan vaksinasi Covid-19, pendataan, strategi komunikasi dan model promosi, upaya mengatasi hambatan pelaksanaan, pihak yang berkolaborasi, prioritas dan target cakupan, serta pencatatan dan pelaporan sudah sesuai rencana, namun masih terdapat kekurangan dalam pengumpulan data. Serta output yang dihasilkan menunjukkan bahwa cakupan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Purwokerto Barat mengalami peningkatan cakupan vaksinasi dan dilakukan monitoring dan evaluasi secara terus menerus pada akhir pelaksanaan dan akhir bulan.
Kesimpulan: Secara keseluruhan evaluasi pelaksanaan kegiatan vaksinasi di Puskesmas Purwokerto Barat sudah cukup baik, tetapi masih adanya kendala dan hambatan yang terjadi dalam
pelaksanaan kegiatan vaksinasi Covid-19. Jadi, masih perlu adanya peningkatan evaluasi terutama dalam pengumpulan data.
Background: Covid-19 vaccination coverage at the West Purwokerto Health Center still has the
lowest vaccination coverage, seen from the total population of West Purwokerto of 53,393 people.
In 2022 as many as 27.4% of the public are not interested in participating in the Covid-19 vaccination
activity. This means that the West Purwokerto Health Center continues to intensify activities for
implementing the Covid-19 vaccination. This study aims to evaluate the implementation of Covid-
19 vaccination activities at the West Purwokerto Health Center in terms of input (man, material-
machine, money, method, and, market) process (planning and coordination, priority and targeting
of Covid-19 vaccination coverage, communication strategy and promotion model), and output
(report on Covid-19 vaccination coverage, dissemination, and related to whether or not there is an
increase in the number of positive cases of Covid-19)
Method: This research includes qualitative research with a phenomenological approach. A total of
8 research informants, namely 3 main informants, 2 key informants, and 3 supporting informants
were taken using a purposive sampling technique. The components evaluated are input, process, and
output. Data collection was carried out by in-depth interviews with informants, document study, and
observation. The validity of the data was tested by triangulation of sources and methods, and data
analysis was carried out by means of in-depth interviews which were then included in the transcript
and coding.
Research result: The input results show that the number of human resources is sufficient but there
are still additional working hours for officers, funds and infrastructure, tools and materials are
sufficient and according to regulatory standards, the method already has an applicable SOP, and the
target information is appropriate. This process shows that the planning for the Covid-19 vaccination,
data collection, communication strategies and promotion models, efforts to overcome obstacles to
implementation, collaborating parties, priorities and coverage targets, as well as recording and
reporting are according to plan, but there are still deficiencies in data collection. As well as the
resulting output shows that the coverage of Covid-19 vaccination at the West Purwokerto Health
Center has increased vaccination coverage and continuous monitoring and evaluation is carried out
at the end of implementation and the end of the month.
Conclusion: Overall the evaluation of the implementation of vaccination activities at the West
Purwokerto Health Center has been quite good, but there are still many obstacles and obstacles that
occur in the implementation of Covid-19 vaccination activities. So, there is still a need for
improvement in evaluation, especially in data collection.
3854441182K1B019050PENERAPAN METODE k-NEAREST NEIGHBOR
DENGAN PENGUKURAN JARAK EUCLIDEAN YANG DIBOBOTKAN UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT TUBERKULOSIS DI PURWOKERTO
Angka kematian akibat tuberkulosis (TB) di Indonesia mencapai 93 ribu kasus pada tahun 2020 dan naik sebesar 60% pada tahun 2021 menjadi 150 ribu kasus kematian. Pendiagnosisan sedini mungkin terhadap TB dapat membantu meningkatkan tingkat kelangsungan hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk membantu pendiagnosisan sedini mungkin terhadap data pesien TB dengan cara menentukan klasifikasinya secara tepat. Hal itu dapat dilakukan dengan menerapkan metode k-NN dengan pengukuran jarak euclidean yang dibobotkan. Penerapan metode ini dengan menggunakan nilai k = 3 pada data TB di Puskesmas Purwokerto Timur 2 menghasilkan tingkat akurasi yang tinggi, yaitu sebesar 92%. Nilai precision sebesar 100% menunjukkan bahwa semua pasien yang diprediksi sebagai pasien TB benar-benar merupakan pasien TB. Namun, tingkat kemampuan metode dalam mengenali pasien TB masih cukup rendah ditunjukkan dengan nilai recall yang hanya sebesar 25%.The number of deaths due to tuberculosis (TB) in Indonesia reached 93 thousand cases in 2020 and increased by 60% in 2021 to 150 thousand cases of death. Early diagnosis of TB can help improve the survival rate of patients. This research aims to assist in the early diagnosis of TB patients data by accurately determining their classification. This can be achieved by applying the k-NN method with weighted euclidean distance measurement. The implementation of this method using k = 3 on TB data at Puskesmas Purwokerto Timur 2 resulted in a high level of accuracy, reaching 92%. A precision value of 100% indicates that all patients predicted as TB patients are indeed TB patients. However, the method's ability to recognize TB patients is still relatively low, as indicated by a recall value of only 25%.
3854541185A1A019070Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Adopsi Tanaman Kapulaga Pada Agroforestri Di Kecamatan Gumelar Kabupaten BanyumasKapulaga merupakan salah satu jenis tanaman rempah dan biofarmaka yang menjadi komoditas perkebunan unggulan di Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas. Petani kapulaga di wilayah Kecamatan Gumelar berdasarkan kepemilikan lahan terdiri dari petani dengan lahan sendiri dan petani lahan Perhutani. Adanya penurunan harga jual kapulaga tahun 2020-2022 menjadi permasalahan untuk budidaya kapulaga di Kecamatan Gumelar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) proses pengambilan keputusan petani dalam adopsi tanaman kapulaga pada agroforestri di lahan Perhutani. 2) menganalisis pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap proses pengambilan keputusan petani dalam adopsi tanaman kapulaga pada agroforestri di lahan Perhutani. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive). Penentuan sampel dalam penelitian dilakukan secara purposive sampling. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 45 orang. Metode analisis data yaitu dengan analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan 1) proses pengambilan keputusan petani dalam adopsi tanaman kapulaga terdiri tahap pengenalan berada pada kategori sangat tinggi, tahap persuasi berada pada kategori sangat tinggi, tahap keputusan berada pada kategori sangat tinggi, dantahap konfirmasi berada pada kategori sangat tinggi, 2) jumlah pohon, penerimaan, umur, pengalaman berusahatani, anggota keluarga, lama pendidikan, peran pemerintah, dan kemudahan pemasaran secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi proses pengambilan keputusan petani. Peran pemerintah dan kemudahan pemasaran secara parsial mempengaruhi proses pengambilan keputusan petani dalam adopsi tanaman kapulaga pada agroforestri di lahan Perhutani.Cardamom is one type of spice and biopharmaceutical plants that is a leading plantation commodity in Gumelar District, Banyumas Regency. Cardamom farmers in Gumelar sub-district based on land ownership consist of farmers with their own land and Perhutani land farmers. The decline in cardamom selling prices in 2020-2022 is a problem for cardamom cultivation in Gumelar District. This study aims to determine 1) the decision-making process of farmers in the adoption of cardamom plants in agroforestry on Perhutani land. 2) analyze the influence of internal and external factors on the decision-making process of farmers in the adoption of cardamom plants in agroforestry on Perhutani land. Site selection is done intentionally (purposive). Sample determination in the study was carried out by purposive sampling. The samples taken in this study were 45 people. The method of data analysis is descriptive analysis and multiple linear regression analysis. The results showed 1) the decision-making process of farmers in cardamom adoption consists of the introduction stage is in the very high category, the persuasion stage is in the very high category, the decision stage is in the very high category, and the confirmation stage is in the very high category, 2) the number of trees, income, age, farming experience, family members, length of education, government role, and ease of marketing jointly or simultaneously influence the farmer's decision-making process. The role of the government and ease of marketing partially influence the decision-making process of farmers in adopting cardamom plants in agroforestry on Perhutani land.
3854641162K1C019034Interaksi Anisol dengan Permukaan NiMoS2 Tipe Ni-bare dan Mo-bare Berbasis Density
Functional Theory
Anisol merupakan salah satu senyawa hasil dari proses pirolisis yang berpotensi sebagai bahan bakar, namun masih belum dapat digunakan sebagai biofuel dikarenakan masih memiliki atom oksigen pada senyawanya maka dari itu membutuhkan proses untuk mereduksi atom oksigen yaitu dengan proses HDO (Hidrodioksigenasi) yang menggunakan NiMoS2 sebagai katalisnya. Oleh karena itu, membutuhkan pengetahuan awal apa yang terjadi ketika anisol berinteraksi dengan permukaan NiMoS2 yaitu dengan mencari konfigurasi paling stabil sebagai geometri yang paling mungkin terjadi ketika anisol berinteraksi dengan NiMoS2 dan memahami mekanisme yang terjadi pada saat anisol berinteraksi dengan permukaan NiMoS2 terutama untuk tipe Ni-bare dan Mo-bare. Dengan demikian interaksi antara anisol dengan permukaan NiMoS2 tipe Ni-bare dan Mo-bare akan dimodelkan menggunakan metode DFT (Density Functional Theory) dengan memperhitungkan interaksi van der waals. Konfigurasi paling stabil untuk interaksi antara anisol dengan masing-masing permukan ialah vertikal untuk permukaan Mo-bare, dan planar untuk permukaan Ni-bare. Mekanisme yang terjadi ialah adanya pemakaian bersama muatan antara atom O dan metal (Ni/Mo), dan terakhir dapat dilihat dengan perubahan keadaan kerapatan muatan pada orbital px dan py di atom O yang ditandakan dengan adanya pelebaran puncak yang berarti adanya hibridisasi antara atom O dengan metal (Ni/Mo) yang berinteraksi.Anisol is one of the compounds resulting from the pyrolysis process that has potential as a fuel, but it still cannot be used as a biofuel because it still has oxygen atoms in the compound, therefore it requires a process to reduce oxygen atoms, namely the HDO (Hydrodeoxygenation) process using NiMoS2 as a catalyst. Therefore, it requires preliminary knowledge of what happens when anisole interacts with the NiMoS2 surface, namely by finding the most stable configuration as the most likely geometry when anisole interacts with NiMoS2 and understanding the mechanism that occurs when anisole interacts with the NiMoS2 surface, especially for Ni-bare and Mo-bare types. Thus, the interaction between anisole and NiMoS2 surface of Ni-bare and Mo-bare type will be modeled using DFT (Density Functional Theory) method by taking van der waals interaction into account. The most stable configuration for the interaction between anisole and each surface is vertical for Mo-bare surface, and planar for Ni-bare surface. The mechanism that occurs is the joint use of charge between O atoms and metal (Ni/Mo), and finally can be seen by changes in the state of charge density on the px and py orbitals in O atoms indicated by the widening of the peak which means the existence of hybridization between O atoms and metal (Ni/Mo) that interact.
3854741163K1C019030Studi Density Functional Theory pada Interaksi Antara Anisol dan Permukaan Katalis MoS2Lignoselulosa adalah sumber energi alternatif terbarukan berbasis tumbuhan yang berasal dari sampah pertanian yang memiliki potensi sebagai bahan baku untuk produksi biofuel generasi kedua. Agar dapat digunakan sebagai bahan bakar, lignoselulosa perlu menjalani proses pirolisis dahulu menjadi bio-oil dan dilanjutkan dengan proses hidrodeoksigenasi (HDO) untuk konversi bio-oil menjadi biofuel. Anisol merupakan salah satu model senyawa aromatik penyusun lignoselulosa yang memilki gugus fungsi metoksi (-OCH3). Penelitian ini adalah studi pendahuluan untuk memahami tahap awal proses HDO pada anisol ketika berinteraksi dengan katalis MoS2 menggunakan metode Density Functional Theory (DFT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konfigurasi dan mekanisme interaksi anisol dengan permukaan katalis MoS2 khususnya bagian basal MoS2, tepi Mo yang tertutupi oleh 50% sulfur (Mo-S50) dan tepi Mo dengan kekosongan sulfur (Mo-S50 CUS). Anisol paling stabil ketika berinteraksi dengan Mo-S50 CUS membentuk ikatan Mo-O antara atom O pada anisol dengan atom Mo pada situs CUS. Sebagai akibat pembentukan ikatan tersebut terjadi perubahan pada Density of States atom O pada anisol terutama pada orbital O-px dan O-py. Sedangkan pada basal MoS2 dan tepi Mo-S50 terjadi interaksi lemah yaitu interaksi van der Waals ditandai dengan energi adsorpsinya yang rendah yaitu -0,70 eV (basal) dan -0,38 eV (Mo-S50).Lignocellulose is a plant-based renewable alternative energy source derived from agricultural waste that has potential as a feedstock for the production of second-generation biofuels. In order to be used as fuel, lignocellulose needs to undergo a pyrolysis process first into bio-oil and followed by a hydrodeoxygenation (HDO) process for the conversion of bio-oil into biofuel. Anisole is one of the model aromatic compounds that make up lignocellulose which has a methoxy functional group (-OCH3). This research is a preliminary study to understand the initial stage of HDO process in anisole when interacting with MoS2 catalyst using Density Functional Theory (DFT) method. This study aims to determine the configuration and interaction mechanism of anisole with MoS2 catalyst surface, especially the basal part of MoS2, Mo edge covered by 50% sulfur (Mo-S50) and Mo edge with sulfur vacancy (Mo-S50 CUS). Anisole is most stable when it interacts with Mo-S50 CUS forming a Mo-O bond between the O atom on the anisole and the Mo atom on the CUS site. As a result of the bond formation, there is a change in the Density of States of the O atoms in anisole, especially in the O-px and O-py orbitals. While at the MoS2 basal and Mo-S50 edges there is a weak interaction, namely van der Waals interaction characterized by low adsorption energy of -0.70 eV (basal) and -0.38 eV (Mo-S50).
3854841164A1D019105POTENSI APLIKASI BIO P60 DAN BIO T10 TUNGGAL ATAU GABUNGAN TERHADAP PENYAKIT VIRUS KUNING PADA TANAMAN CABAI RAWITPenelitian ini bertujuan untuk mengertahui potensi aplikasi Bio P60 dan Bio T10 tunggal atau gabungan dalam menekan perkembangan penyakit virus kuning dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di lahan cabai ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut, suhu 20-30 °C, dan curah hujan sekitar 2.000 mm/tahun dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Rancangan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicoba yaitu kontrol, insektisida kimia (b.a. imidakloprid), Bio P60, Bio T10, dan Gabungan Bio P60 dan Bio T10 (1:1). Variabel pengamatan terdiri atas masa inkubasi, insidensi penyakit, intensitas penyakit, area under disease progress curve (AUDPC), laju infeksi, dan efektivitas pengendalian, tinggi tanaman, jumlah daun, dan uji senyawa fenol secara kualitatif. Data dianalisis dengan anova pada taraf kepercayaan 95%, jika hasil yang didapat menunjukkan pengaruh nyata, maka dilanjutkan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi Bio T10 merupakan perlakuan terbaik yang ditunjukkan dengan menghambat masa inkubasi sebesar 8,37%, menekan intensitas penyakit sebesar 77,78%, menurunkan nilai AUDPC sebesar 85,63%, menekan laju infeksi sebesar 31,42% dan meningkatkan nilai efektivitas pengendalian sebesar 82% dibandingkan kontrol. Sementara perlakuan gabungan merupakan perlakuan terbaik dalam menghambat insidensi penyakit sebesar 77,78%, meningkatkan tinggi tanaman sebesar 4,39% dan jumlah daun sebesar 12,52% dibandingkan kontrol. Perlakuan Bio P60 belum mampu memberikan pengaruh signifikan. Aplikasi Bio P60, Bio T10 dan gabungan mampu meningkatkan senyawa fenol (saponin, tanin, dan glikosida) secara kualitatif pada tanaman cabai rawit.
This study aimed to determine the potenty of Bio P60 and Bio T10 application singly and in combination to suppress the development of yellow virus disease and its effect on the growth of chili pepper plants. The research was carried out in chili fields at the altitude of 1,200 m above sea level, with temperature of 20-30 °C and rainfall of 2,000 mm year-1, and in the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Rrandomized block design with five treatments and five replicates was used. The treatments were control, chemical insecticide (a.i. imidacloprid), Bio P60, Bio T10, and a combination of Bio P60 and Bio T10 (1:1). Observed variables consisted of incubation period, disease incidence, disease intensity, area under disease progress curve (AUDPC), infection rate, control effectiveness, plant height, number of leaves, and phenolic compound test qualitatively. Data were analyzed with ANOVA at the 95% confidence level followed by Duncan’s Multiple Range Test at an error level of 5% when a significant effect was found. Results showed that the Bio T10 was the best treatment indicated by inhibiting the incubation period by 8.37%, reducing disease intensity by 77.78%, reducing the AUDPC value by 85.63%, reducing the infection rate by 31.42%, and increasing the value of control effectiveness by 82% compared to the control. The combined treatment was the best treatment in inhibiting disease incidence by 77.78%, increasing plant height by 4.39% and number of leaves by 12.52% compared to the control treatment. The Bio P60 has not been able to provide a significant effect. Bio P60, Bio T10 and combined applications able to increase phenolic compounds (saponins, tannins, and glycosides) qualitatively in chili pepper plants.
3854941150J1A019051Semiotic Analysis on Representation of Friendship in Turning Red (2022) MoviePenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tanda-tanda yang ditemukan dalam film Turning Red dan menjelaskan jenis-jenis isu pertemanan yang digambarkan oleh tanda-tanda tersebut. Bidang penelitian ini adalah semiotika yang merupakan kajian tentang sistem tanda untuk mengetahui bagaimana tanda-tanda berhubungan satu sama lain dalam merepresentasikan makna tertentu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data yang terdiri dari 13 adegan dalam film Turning Red yang menggambarkan persahabatan. Peneliti menggunakan teori semiotika Barthes sebagai landasan untuk mengkaji konotasi, denotasi dan mitos yang disampaikan melalui interaksi persahabatan antar tokoh. Dengan mengangkat beberapa isu yang berkaitan dengan persahabatan dalam film Turning Red, peneliti juga menggunakan teori persahabatan oleh Wood (2013) sebagai pelengkap yang terbagi menjadi empat elemen: keintiman, penerimaan, dukungan, dan kepercayaan. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, setiap adegan mengandung denotasi, konotasi dan mitos yang berkaitan dengan isu persahabatan. Kedua, terdapat 8 adegan yang merepresentasikan persahabatan dalam data verbal dan 5 adegan dalam data nonverbal. Pada data verbal 3 dari 4 karakteristik pertemanan berdasarkan teori Wood (2013) yaitu keintiman, penerimaan, dan dukungan dapat ditemukan melalui dialog antar karakter di samping adegan kepercayaan, karena tidak ada ucapan yang mengarah pada kepercayaan. Isu persahabatan yang paling banyak ditemukan pada data verbal adalah dukungan dan keintiman karena keduanya memiliki jumlah data yang sama yaitu 3 adegan yang merepresentasikan persahabatan. Dari segi data nonverbal, semua unsur persahabatan yaitu kepercayaan, keintiman, penerimaan, dan dukungan digambarkan dalam film Turning Red. Isu pertemanan yang paling banyak ditunjukkan dalam data nonverbal adalah penerimaan. Penerimaan berkembang melalui interaksi antara masing-masing karakter.This research is aimed at identifying the sign found in Turning Red movie and explaining kinds of friendship issue reflected by those signs. The field of this research is semiotics which is the study of sign system to know how the signs are related each other in discovering certain meaning. This research uses descriptive qualitative method to analyze the data which are 13 scenes represented friendship in Turning Red movie. The researcher employs Barthes' semiotics theory as a foundation for the connotation, denotation and myth conveyed through the friendship scene among the characters. Since Turning Red movie raises several issues related to friendship, the researcher also employs Wood's friendship theory (2013) as a complementary which divided into four elements: intimacy, acceptance, support, and trust. The result of this research is first, each scene contains denotation, connotation and myth related to the friendship issue. Second, the scene in Turning Red movie exposes 8 scenes representing friendship in verbal data and 5 scenes in nonverbal data. In verbal data 3 out of 4 friendship characteristics based on Wood’s theory (2013) which is intimacy, acceptance, and support can be found through the dialogue between each character beside the trust scene, since there are no utterances leads to trust. The most of friendship issue found in verbal data are support and intimacy since both of them have the same amount of data which is 3 scenes represent friendship. In terms of nonverbal data, all of the friendship elements which is trust, intimacy, acceptance, and support are depicted in Turning Red movie. The friendship issue that is mostly shown in nonverbal data is acceptance. Acceptance develops through the interaction between each character.
3855044361F1C020013Peran Sound engineer Dalam Sebuah Iklan Layanan Masyarakat "Cerdas Memilih Pinjaman Online: Ketahui Risiko dan Manfaat"Sound engineer merupakan seseorang yang mengatur dan mengoperasikan sistem audio dalam sebuah karya. Sound engineer berperan penting dalam penciptaan karya iklan layanan masyarakat untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal dan dapat memenuhi tujuan dari iklan layanan masyarkat. Iklan layanan masyakat adalah Iklan layanan masyarakat adalah iklan yang bermanfaat untuk menggerakkan solidaritas masyarakat ketika menghadapi suatu masalah sosial dengan menyajikan pesan-pesan sosial yang dimaksudkan untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap sejumlah masalah yang harus mereka hadapi, yakni kondisi yang bisa mengancam keselarasan dan kehidupan umum. Fenomena pinjaman online ilegal beberapa tahun terakhir cukup memberikan dampak buruk kepada masyarakat, selain kebutuhan masyarakat, pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pinjaman online masih kurang, oleh karena itu perlu adanya kampanye sosial, salah satu bentuk kampanye sosial yang paling efektif adalah melalui iklan layanan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran sound engineer dalam penciptaan karya iklan layanan masyarakat. penelitian ini dilakukan di perpustakaan-perpustakaan dan internet. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan dan terlibat langsung dalam penciptaan karya iklan layanan masyarakat “Cerdas Memilih Pinjaman Online: Ketahui Risiko dan Manfaat”. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa peran sound engineer dalam penciptaan karya iklan layanan masyarakat sangat penting, audiens dapat merasakan atmosphere emosi video yang disajikan, sehingga dapat mempengaruhi kesadaran audiens tentang pesan-pesan yang disampaikan.A sound engineer is someone who sets up and operates audio systems in a work. Sound engineers play a crucial role in creating public service advertising works to achieve maximum results and meet the goals of public service advertising. Public service advertising is beneficial to mobilize community solidarity when facing social problems by presenting social messages intended to raise public awareness of a number of issues they must face, namely conditions that can threaten harmony and public life. The phenomenon of illegal online lending in recent years has had a significant negative impact on society, besides the needs of society, society's knowledge and awareness of online lending are still lacking, therefore there needs to be social campaigns, one of the most effective forms of social campaigns is through public service advertising. The purpose of this research is to determine the role of sound engineers in creating public service advertising works. This research was conducted in libraries and on the internet. Data collection was carried out by means of literature studies and direct involvement in the creation of public service advertising works "Smartly Choosing Online Loans: Know the Risks and Benefits." The results of this study show that the role of sound engineers in creating public service advertising works is very important, the audience can feel the emotional atmosphere of the presented video, thereby influencing the audience's awareness of the messages conveyed.
3855141165I1D019057PERBEDAAN TRANSPORTASI UNTUK SEKOLAH, AKTIVITAS FISIK DAN STATUS GIZI PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI PERDESAAN DAN PERKOTAAN KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang: Lingkungan daerah perdesaan dan perkotaan menjadi salah satu penyebab perbedaan status gizi, tingkat aktivitas fisik dan pemilihan jenis transportasi untuk sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan status gizi, aktivitas fisik dan jenis transportasi ke sekolah pada anak sekolah dasar di perdesaan dan perkotaan Kabupaten Banyumas.

Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional pada 387 anak sekolah dasar kelas 4-6 di perdesaan dan perkotaan Kabupaten Banyumas, menggunakan teknik cluster dan proposional sampling. Penelitian ini dilakukan secara langsung ke sekolah dasar menggunakan instrument kuesioner CPAQ untuk aktivitas fisik dan mengukur berat badan juga tinggi badan. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square.

Hasil Penelitian: Terdapat perbedaan signifikan pada status gizi (p= 0,000) dan jenis transportasi ke sekolah (p=0,000), namun tidak ada perbedaan signifikan pada aktivitas fisik anak sekolah dasar perdesaan dan perkotaan di Kabupaten Banyumas (p=0,306).

Kesimpulan: Terdapat perbedaan pada status gizi dan jenis transportsi ke sekolah serta tidak terdapat perbedaan aktivitas fisik anak sekolah dasar di perdesaan dan perkotaan Kabupaten Banyumas.
Background: The environment in rural and urban areas is one of the causes of differences in nutritional status, level of physical activity and the choice of school transportation. The purpose of this study was to determine differences in nutritional status, physical activity and types of transportation to school among elementary school children in rural and urban areas in Banyumas Regency.

Methodology: Quantitative research with cross sectional study design on 387 elementary school children grades 4-6 in rural and urban areas in Banyumas Regency, using cluster techniques and proportional sampling. This research was conducted directly and the instrument used was the CPAQ for physical activity and measured body weight and height. Data analysis using the Chi-Square test.

Results: There were significant differences in nutritional status (p=0.000) and the type of transportation to school (p=0.000), but there was no significant differences in the physical activity of rural and urban elementary school children in Banyumas District (p=0.306).

Conclusion: There were differences in nutritional status and types of transportation to school and there was no differences in the physical activity of elementary school children in rural and urban areas in Banyumas Regency.
3855244098K1B020036Homomorfisma pada (R,S)-ModulDiberikan M dan M^' masing-masing merupakan (R,S)-modul dengan R dan S merupakan sembarang ring. Struktur (R,S)-modul merupakan perumuman dari struktur (R,S)-bimodul. Struktur (R,S)-bimodul sendiri merupakan pengembangan dari struktur R-modul. Jadi, beberapa sifat yang berlaku pada R-modul dapat dikembangkan pada (R,S)-modul. Pada skripsi ini, dibahas mengenai homomorfisma (R,S)-modul, sifat-sifat homomorfisma (R,S)-modul, dan (R,S)-modul faktor. Pembahasan dilakukan dengan mengadopsi konsep homomorfisma R-modul, sifat-sifat homomorfisma R-modul, dan R-modul faktor yang selanjutnya digunakan untuk menjelaskan konsep homomorfisma (R,S)-modul, sifat-sifat homomorfisma (R,S)-modul, dan (R,S)-modul faktor. Hasil yang diperoleh adalah konsep homomorfisma (R,S)-modul merupakan perumuman dari homomorfisma R-modul dan sifat-sifat homomorfisma (R,S)-modul merupakan perumuman dari sifat-sifat homomorfisma R-modul. Begitu pula dengan (R,S)-modul faktor yang merupakan perumuman dari R-modul faktor. Dengan demikian, homomorfisma R-modul dapat dipandang sebagai suatu kejadian khusus dari homomorfisma (R,S)-modul, sifat-sifat homomorfisma R-modul dapat dipandang sebagai suatu kejadian khusus dari sifat-sifat homomorfisma (R,S)-modul, dan R-modul faktor juga dapat dipandang sebagai suatu kejadian khusus dari (R,S)-modul faktor.Let M and M' be (R,S)-modules, where R and S are respectively arbitrary rings. The (R,S)-module structure is a generalization of the (R,S)-bimodule structure. The (R,S)-bimodule structure itself is an expansion of the R-module structure. Therefore, some properties that apply to the R-module can be developed on the (R,S)-module. In this thesis, homomorphisms of (R,S)-module, the properties of homomorphisms of (R,S)-module, and the quotient of (R,S)-module are discussed. The discussion is done by adopting the concepts of R-module homomorphisms, the properties of R-module homomorphisms, and the quotient R-module, which are then used to explain the concepts of (R,S)-module homomorphisms, the properties of (R,S)-module homomorphisms, and the quotient (R,S)-module. The result is that the concept of (R,S)-module homomorphisms is a generalization of R-module homomorphisms, and the properties of (R,S)-module homomorphisms are a generalization of the properties of R-module homomorphisms. Similarly, the quotient (R,S)-module is a generalization of the quotient R-module. Thus, R-module homomorphisms can be seen as a special case of (R,S)-module homomorphisms, the properties of R-module homomorphisms can be seen as a special case of the properties of (R,S)-module homomorphisms and the quotient R-module can also be seen as a special case of the quotient (R,S)-module.
3855341167A1G019003STRATEGI PEMASARAN BUAH DURIAN SECARA ONLINE DI DESA ALASMALANG DAN DESA BOGANGINDesa Alasmalang Kecamatan Kemranjen dan Desa Bogangin Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas mencoba inovasi tersebut karena melihat peluang yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui aspek kekuatan dan kelemahan yang tercakup dalam faktor internal, 2) mengetahui aspek peluang dan ancaman yang tercakup dalam faktor eksternal, 3) mengetahui pemosisian strategi pemasaran secara online yang tepat, 4) mengetahui alternatif strategi pemasaran secara online yang tepat, 5) mengetahui penentuan prioritas strategi pemasaran secara online yang tepat. Metode yang digunakan adalah metode survei. Penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data pokok yang dilakukan di Desa Alasmalang dan Desa Bogangin.
Hasil penelitian menunjukkan buah durian diunggah setiap hari agar dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan proses pelayanan serta transaksi dapat dilakukan secara online tanpa harus ke lokasi langsung dan semakin modern dengan bobot 0,10. Aspek kelemahan utama adalah belum ada target pasar yang jelas dengan bobot 0,09. Pemasaran dilakukan semakin modern dengan bobot 0,14. Aspek ancaman utama adalah kecenderungan konsumen mencicipi sebelum membeli dengan skor 0,15. Total skor matriks IFE yang diperoleh untuk adalah 2,89. Total skor matriks EFE yang diperoleh adalah 2,27. Alternatif strategi pengembangan produk mendapatkan skor 7,36, lebih tinggi daripada strategi penetrasi pasar yang mendapatkan skor 7,25.
Alasmalang Village, Kemranjen District and Bogangin Village, Sumpiuh District, Banyumas Regency tried this innovation because they saw the opportunities that existed. This study aims to 1) determine the strengths and weaknesses aspects included in the internal factors, 2) determine the opportunities and threats aspects included in the external factors, 3) determine the proper positioning of online marketing strategies, 4) find out alternative online marketing strategies that right, 5) knowing the right online marketing strategy prioritization. The method used is survey method. Survey research is research that takes a sample from a population and uses a questionnaire as a primary data collection tool that was conducted in Alasmalang Village and Bogangin Village.
The results of the study show that durians are uploaded every day in order to increase consumer confidence and service processes and transactions can be carried out online without having to go to a direct location and are more modern with a weight of 0.10. The main weakness aspect is that there is no clear target market with a weight of 0.09. Marketing is done more modern with a weight of 0.14. The main threat aspect is the tendency of consumers to taste before buying with a score of 0.15. The total IFE matrix score obtained for is 2.89. The total EFE matrix score obtained is 2.27. The alternative product development strategy gets a score of 7.36, higher than the market penetration strategy which gets a score of 7.25.
3855441168K1B019028Simulasi Numerik Aliran Air Tanah Vertikal Dua Dimensi dengan Metode Beda HinggaPersamaan aliran air tanah vertikal dua dimensi merupakan persamaan non linear dan non homogen. Persamaan aliran air tanah pada kasus non homogen dapat diselesaikan dengan menggunakan simulasi numerik. Metode numerik yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode beda hingga dengan pendekatan beda terpusat terhadap ruang dan waktu. Penyelesaian numerik ini dilakukan terhadap tiga model yaitu model aliran air tanah, model kecepatan potensial, dan model dispersi pencemaran air tanah. Langkah awal akan dilakukan diskritisasi pada persamaan ketiga model tersebut, kemudian akan diperoleh hasil solusi numerik. Berdasarkan grafik dari simulasi numerik diperoleh penjelasan mengenai pergerakan aliran air tanah yang akan terus bergerak mengikuti waktu yang akan ditentukan. Polutan bergerak dari aliran yang memiliki konsentrasi pencemar tinggi ke aliran dengan konsentrasi pencemar rendah.The two dimensional vertical groundwater flow equation is a non linear and non homogeneous equation. Groundwater flow equations in non homogeneous cases can be solved using numerical simulations. The numerical method used in this study is the finite difference method with a centered difference approach to space and time. This numerical solution is carried out on three models, namely the groundwater flow model, the potential velocity model, and the groundwater pollution dispersion model. The initial step will be discretization of the equations of the three models, then the results of numerical solutions will be obtained. Based on the graph from the numerical simulation, an explanation is obtained regarding the movement of groundwater flow which will continue to move according to the time to be determined. Pollutants move from streams with high pollutant concentrations to streams with low pollutant concentrations.
3855541169K1C019052Interaksi H2O Dengan Permukaan Hematit (a-Fe2O3) Menggunakan Metode Density Functional TheoryTelah dilakukan penelitian mengenai interaksi H2O dengan permukaan a-Fe2O3 dengan metode density funtional theory (DFT). Proses adsorpsi merupakan langkah awal dalam memahami reaksi-reaksi kimia yang terjadi antara H2O dengan permukaan a- Fe2O3 dalam berbagai proses teknologi. Penelitian ini berfokus pada adsorpsi molekuler H2O pada permukaan a-Fe2O3. Untuk menjamin akurasi perhitungan akibat dari adanya pertukaran elektron dan korelasi digunakan fungsional Perdew-Burke-Ernzerhof (PBE) dari pendekatan (Generalized Gradient Approximation) GGA. Lebih jauh lagi, kondisi Hubbard U untuk sistem terkorelasi kuat karena orbital d dan f yang terlokalisasi juga dilakukan (DFT+U). Kemudian pada hasil perhitungan digunakan dalam menentukan mekanisme adsorpsi yang dibahas dengan analisis transfer muatan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa situs adsorpsi yang paling stabil yang diperoleh pada penelitian ini adalah situs Top Fe Konfigurasi Kedua Atom H Diatas Atom O. Berdasarkan hasil analisis transfer muatan menunjukkan semakin besar transfer muatan yang terjadi, maka interaksi antar molekul dengan permukaan akan semakin kuat. Kemudian pada hasil analisis DOS menunjukkan orbital p dalam atom H2O adalah orbital yang bertanggung jawab terhadap mekanimse reaksi adsorpsi. Pada akhirnya, dapat disarankan untuk dilakukan pemisahan molekul H2O pada permukaan a- Fe2O3.A research about the interaction of H2O with the surface of α-Fe2O3 has been carried out using the density functional theory (DFT) method. The adsorption process is the first step in understanding the chemical reaction that occurs between H2O and the surface of α-Fe2O3 in various technological processes. This research focuses on the adsorption of H2O molecules on the surface of α-Fe2O3. To ensure the accuracy of the calculations due to the use of electrons and correlation, the Perdew-Burke-Ernzerhof (PBE) function from Generalized Gradient Approximation (GGA) was used. Next, condition the Hubbard U for a strongly correlated system because the localized d and f orbitals are also carried out (DFT+U). Then the calculation results are used to determine the adsorption mechanism which is discussed by charge transfer analysis. The calculation results show that the most stable adsorption site obtained in this study is the Top Fe site in the Upright Configuration. Based on the results of the charge analysis, it shows that the greater the charge that occurs, the stronger the interaction between the molecule and the surface. Then the results of the DOS analysis show that the p orbital on the H2O atom is the orbital responsible for the mechanism of the adsorption reaction. In the end it can be suggested to purify the H2O molecule on the surface of α-Fe2O3.
3855641170I1D019050Hubungan Antara Durasi Penggunaan Media Sosial Terkait Gizi dengan Kebiasaan Makan pada Siswa SMA Negeri 1 Purwokerto
Latar Belakang: Remaja berada dalam masa rentan melakukan konsumsi makan yang buruk karena hanya makan seadanya tanpa mempertimbangkan kebutuhan zat gizi terhadap kesehatan. Informasi gizi pada remaja dapat memberikan pandangan mengenai pola konsumsi untuk memenuhi kebutuhan zat gizi. Penggunaan media sosial secara tidak langsung memberikan pengaruh terhadap kebiasaan makan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan media sosial terkait gizi dengan kebiasaan makan pada siswa SMA Negeri 1 Purwokerto.
Metodologi: Desain penelitian cross sectional dengan responden sebanyak 44 remaja di SMA Negeri 1 Purwokerto, variabel durasi penggunaan media sosial terkait gizi diukur menggunakan kuesioner media sosial dan variabel kebiasaan makan diukur menggunakan kuesioner eating behaviour questionnaire. Analisis data dilakukan uji chi-square.
Hasil Penelitian: Sebanyak 52,3% remaja termasuk ke dalam kategori cukup pada durasi frekuensi penggunaan media sosial terkait gizi, terdapat 54,5% remaja dengan kebiasaan makan kurang. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara durasi penggunaan media sosial terkait gizi dengan kebiasaan makan remaja di SMA Negeri 1 Purwokerto ditunjukkan dengan nilai p = 0,0 (p<0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara durasi penggunaan media sosial terkait gizi dengan kebiasaan makan remaja di SMA Negeri 1 Purwokerto.
Kata Kunci: Durasi Penggunaan Media Sosial Terkait Gizi, Kebiasaan Makan, Remaja
Background: Adolescents are in a period of vulnerability to poor food consumption because they only eat potluck without considering the nutritional needs for health. Nutritional information for adolescents can provide insight into consumption patterns to meet nutritional needs. The use of social media indirectly influences eating habits. The purpose of this study was to determine the relationship between the duration of social media use related to nutrition and eating habits in SMA Negeri 1 Purwokerto students.
Methods: The research design was cross sectional with 44 teenagers in SMA Negeri 1 Purwokerto as respondents. The variable duration of social media use related to nutrition was measured using a social media questionnaire and eating habits variable was measured using an eating behavior questionnaire. Data analysis was carried out by the chi-square test.
Results: As many as 52.3% of adolescents fall into the moderate category in the duration of the frequency of social media use related to nutrition, there are 54.5% of adolescents with poor eating habits. The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between the duration of social media use related to nutrition and the eating habits of adolescents at SMA Negeri 1 Purwokerto indicated by a value of p = 0.0 (p <0.05).
Conclusion: There are an association between the duration of social media use related to nutrition with eating habits of adolescents at SMA Negeri 1 Purwokerto.
Keywords: Duration of Social Media Use Related to Nutrition, Eating Habits, Adolescents
3855741171H1E019038ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA AKTIVITAS SUPPLY CHAIN CV MUARA KAYOE MENGGUNAKAN METODE SUPPLY CHAIN OPERATION REFFERENCE (SCOR) DAN HOUSE OF RISK (HOR) CV Muara Kayoe merupakan perusahaan dalam bidang manufaktur yang memproduksi veneer dan plywood. Berdasarkan hasil observasi, perusahaan tersebut memiliki potensi risiko dan belum adanya aktivitas manajemen risiko pada perusahaan sehingga perusahaan belum mengetahui terkait risiko prioritas dan rancangan mitigasi yang efektif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi risiko pada aktivitas supply chain pada perusahaan dan merancang prioritas mitigasi risikonya. Oleh karena itu, dibutuhkan analisis mengenai manajemen risiko pada rantai pasok. Metode yang digunakan yaitu Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan House of Risk (HOR). Berdasarkan hasil penelitian HOR tahap 1 diperoleh 31 risk event dan 27 risk agent. Setelah itu dilakukan perhitungan Agregate Risk Potential (ARP) dan diperoleh 3 risk agent dengan nilai ARP tertinggi yaitu manajemen gudang yang kurang baik, penundaan proses produksi, dan human error. Kemudian masuk pada HOR tahap 2 dilakukan perancangan aksi mitigasi dan diperoleh 11 aksi mitigasi. Dari 11 aksi dipilih prioritas aksi mitigasi yaitu pengawasan operator dalam melakukan pekerjaan, menjaga kerja sama yang baik antar tim atau individu, melakukan crosscheck baik pada pasar maupun ke supplier secara berkala, memonitor kesiapan bahan, mesin produksi atau alat, pemberian reward, punishment dan motivasi kepada pekerja, dan tata letak fasilitas warehouse yang strategis.CV Muara Kayoe is a manufacturing company that produces veneers and plywood and has implicit pitfalls so that doesn't yet know the threat precedences and effective countermeasures plans. The purpose of this exploration is to identify the pitfalls in the force chain conditioning in the company and set precedences for handling the pitfalls. Thus, an analysis is demanded regarding the operation of force chain threat used are the Supply Chain Operation Reference (SCOR) and the House of Risk (HOR). Grounded on the results of stage 1 HOR exploration, 31 threat events and 27 threat agents were attained. After that, the computation of the Aggregate Risk Potential (ARP) was carried out and 3 threat agents with the loftiest ARP values were attained, videlicet poor storehouse operation, delayed product processes, and mortal error. HOR stage 2, the design of mitigation conduct was carried out and 11 mitigation conduct were attained. Of the 11conduct named, the precedence for countermeasures is supervising drivers in carrying out work, maintaining good cooperation between brigades or individualities, regularlycross-checking both the request and suppliers, covering payments for accoutrements, product machines or tools, furnishing prices, corrections and provocation to workers, and a strategic layout of storehouse installations.
3855841172E1B019042MARRIAGE CANCELLATION DUE TO THERE ARE ELEMENTS OF
FRAUD AND COMPULSION (JURIDICAL REVIEW OF THE ENREKANG RELIGIOUS COURT NUMBER : 293/Pdt.G/2022/PA Ek)
Pembatalan perkawinan adalah tindakan pengadilan berupa putusan yang
menyatakan bahwa perkawinan yang dilakukan itu dinyatakan tidak sah, sehingga
perkawinan tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum atau dianggap tidak pernah
ada. pembatalan perkawinan dapat dilakukan jika perkawinan tidak memenuhi
syarat sahnya perkawinan sebagaimana yang telah diatur di dalam UU No. 1
Tahun 1974 dan KHI. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti tertarik untuk
melakukan penelitian tentang pembatalan perkawinan karena adanya unsur
penipuan dan keterpaksaan (Studi Putusan Pengadilan Agama Enrekang Nomor:
293/Pdt.G/2022/PA.Ek)
Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hakim
dalam memutus perkara pembatalan perkawinan pada Putusan Pengadilan Agama
Enrekang Nomor: 293/Pdt.G/2022/PA.Ek dan akibat hukum dari pembatalan
perkawinan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif
dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan
adalah data sekunder dengan pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan
yang disajikan dengan teks naratif dan metode analisis data yang digunakan
adalah normatif kualitatif.
Hasil Penelitian dan Pembahasan menunjukan bahwa majelis hakim dalam
mengabulkan permohonan pembatalan pada Perkara Nomor:
293/Pdt.G/2022/PA.Ek mendasarkan pada Pasal 27 ayat (2) UU No. 1 Tahun 1974
Jo. Pasal 72 ayat (2) KHI. Pertimbangan hakim yang mendasarkan Pasal 27 ayat
(2) UU No. 1 Tahun 1974 menjelaskan mengenai salah sangka, sedangkan dalam
putusan ini karena sebelum berlangsungnya perkawinan, Termohon dengan
sengaja menipu Pemohon bahwa anak yang sedang dikandung hasil dari akibat
perbuatan Pemohon. Menurut peneliti, hakim mengesampingkan ketentuan Pasal
6 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 Jo. Pasal 27 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 Jo.
Pasal 72 ayat (1) KHI, karena adanya ancaman yang dialami oleh Pemohon.
Akibat hukum bagi Suami Istri terhadap pembatalan perkawinan di Pengadilan
Agama Enrekang hanya perkawinan tersebut menjadi tidak sah karena perkawinan
tersebut tidak memiliki kekuatan hukum atau dianggap tidak pernah ada dan status
para pihak kembali ke status semula.
An annulment of a marriage is a court action in the form of a decision
declaring that the marriage being carried out is declared invalid, so that the marriage
has no legal force or is deemed to have never existed. Marriage annulment can be
done if the marriage does not meet the requirements for a valid marriage as
stipulated in Law no. 1 of 1974 and KHI. Based on this description, the researcher
is interested in conducting research on the annulment of marriages due to elements
of fraud and compulsion (Study of Enrekang Religious Court Decision Number:
293/Pdt.G/2022/PA.Ek)
The formulation of the research problem is how the judge considers in
deciding cases of marriage annulment in the Enrekang Religious Court Decision
Number: 293/Pdt.G/2022/PA.Ek and the legal consequences of annulment of
marriage. The method used in this research is normative juridical with analytical
descriptive research specifications. The data source used is secondary data by
collecting data using literature studies presented in narrative text and the data
analysis method used is normative qualitative.
The results of the research and discussion show that the panel of judges in
granting the cancellation request for Case Number: 293/Pdt.G/2022/PA.Ek based
on Article 27 paragraph (2) of Law No. 1 of 1974 Jo. Article 72 paragraph (2) KHI.
The judge's considerations based on Article 27 paragraph (2) of Law no. 1 of 1974
explains the misunderstanding, while in this decision because before the marriage
took place, the Respondent deliberately deceived the Petitioner that the child he was
carrying was the result of the actions of the Petitioner. According to the researcher,
the judge ruled out the provisions of Article 6 paragraph (1) of Law no. 1 of 1974
Jo. Article 27 paragraph (1) Law no. 1 of 1974 Jo. Article 72 paragraph (1) KHI,
because of the threat experienced by the Petitioner. The legal consequences for the
husband and wife for the cancellation of a marriage at the Enrekang Religious Court
are only that the marriage becomes invalid because the marriage has no legal force
or is deemed to have never existed and the status of the parties returns to its original
status.
3855941184C1L019027PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT
TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP SIKAP SOSIAL
DAN HASIL BELAJAR EKONOMI (STUDI KASUS PADA PESERTA DIDIK KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 3 PURWOKERTO)
Abstrak
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan metode eksperimen semu pada peserta didik kelas XI IPS di SMA Negeri 3 Purwokerto. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan soal pilihan ganda. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS SMA Negeri 3 Purwokerto tahun pelajaran 2022/2023 yang terdiri dari 5 kelas dan berjumlah 176 peserta didik. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 kelas dengan jumlah 72 peserta didik dan teknik penentuan sampelnya menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji tingkat kesukaran soal, uji daya pembeda soal, uji normalitas, uji homogenitas, uji independent sample t-test, dan regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan sikap sosial antara peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achieviement Divisions (STAD) dengan peserta didik yang menggunakan metode pembelajaran konvensional; (2) Terdapat perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achieviement Divisions (STAD) dengan peserta didik yang menggunakan metode pembelajaran konvensional; (3) Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achieviement Divisions (STAD) berpengaruh terhadap sikap sosial; (4) Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achieviement Divisions (STAD) berpengaruh terhadap hasil belajar.
This research is an experimental research using quasi-experimental methods on students of class XI IPS at SMA Negeri 3 Purwokerto. Collecting data in this study using questionnaires and multiple choice questions. The population in this study were students of class XI IPS at SMA Negeri 3 Purwokerto for the 2022/2023 school year, which consisted of 5 classes and a total of 176 students. Meanwhile the samples used in this study were 2 classes with a total of 72 students and the sampling technique used was purposive sampling. Data analysis techniques used in this study were validity test, reliability test, item difficulty level test, item discrimination test, normality test, homogeneity test, independent sample t-test, and simple linier regression. Based on the research results and data analysis, it shows that: (1) there are differences in social attitudes between students who use the cooperative learning model of the Student Teams Achievement Divisions (STAD) type and students who use conventional learning methods; (2) There are differences in learning outcomes between students who use cooperative learning models of the Student Teams Achievement Divisions (STAD) type and students who use conventional learning methods; (3) the cooperative learning model type Student Teams Achievement Divisions (STAD) has a effect on social attitudes; (4) The cooperative learning model type Student Teams Achievement Divisions (STAD) has a effect on learning outcomes.
3856041201F1A019075Tingkat Antusias Masyarakat Pada Rangkaian Vaksinasi Covid-19 Di Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap Tingkat antusias merupakan perasaan positif berupa bentuk sikap ketertarikan atau sepenuhnya terlibat dalam suatu kegiatan karena menyadari pentingnya atau bernilainya kegiatan tersebut. Tingkat antusias akan sangat diperlukan untuk kelancaran suatu kegiatan tertentu, seperti pada pelaksanaan program vaksinasi covid-19. Walaupun pada saat ini terdapat kebijakan status pandemi covid-19 yang sudah berakhir, namun program vaksinasi covid-19 harus tetap berjalan, sehingga sangat dibutuhkan antusias masyarakat dalam melakukan rangkaian vaksinasi covid-19 agar terciptanya suatu keteraturan dan keseimbangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat antusias masyarakat pada rangkaian vaksinasi covid-19 di Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik survei. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik proportional random sampling dengan jumlah sampel 100 responden. Teknik pengumpulan datanya menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat antusias masyarakat pada dosis 1 masuk pada kategori rendah sebanyak 55,3% dan kategori sedang 44,7%. Pada dosis 2 tingkat antusias masuk pada kategori sedang sebanyak 71,8%, kategori tinggi 7,7% dan kategori rendah sebanyak 20,5%. Pada dosis 3 tingkat antusias masuk pada kategori sedang sebanyak 71,4%, kategori tinggi 21,4% dan kategori rendah sebanyak 7,1%. Walaupun pandemi covid-19 saat ini sudah berakhir, namun tidak dengan virusnya, sehingga vaksinasi covid19 masih tetap dibutuhkan oleh masyarakat untuk menjaga kekebalan tubuh masingmasing.
The level of enthusiasm is a positive feeling in the form of an attitude of interest or fully involved in an activity because it realizes the importance or value of the activity. The level of enthusiasm will be needed for the smooth running of certain activities, such as the implementation of the covid-19 vaccination program. Although at this time there is a covid19 pandemic status policy that has ended, the covid-19 vaccination program is still running, so much enthusiasm is needed by the community in carrying out a series of covid-19 vaccinations in order to create a regularity and balance. The purpose of this study was to determine the level of public enthusiasm for the covid-19 vaccination series in Dayeuhluhur District, Cilacap. This study uses descriptive quantitative research methods with survey techniques. Sampling technique using proportional random sampling technique with a sample of 100 respondents. Data collection techniques using questionnaires. The results showed that the level of public enthusiasm at dose 1 was in the low category of 55.3% and the medium category of 44.7%. In dose 2, enthusiasm level was 71.8% in the medium category, 7.7% in the high category and 20.5% in the low category. At dose 3, enthusiasm level was 71.4% in the medium category, 21.4% in the high category and 7.1% in the low category. Although the covid-19 pandemic is currently over, but not with the virus, so covid19 vaccination is still needed by the community to maintain their respective immunity.