Artikelilmiahs

Menampilkan 38.441-38.460 dari 48.948 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3844144349A1D019191Pengaruh Aplikasi Kasgot terhadap Karakter Fisiologi dan Kandungan Karotenoid Tanaman Bayam Merah (Amaranthus gangeticus)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi kasgot terhadap karakter fisiologi dan kandungan karotenoid tanaman bayam merah, serta mendapatkan dosis kasgot yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah. Penelitian dilaksankan dari bulan Desember 2022 hingga Maret 2023 di Desa Tambaksari Kidul, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, dengan persiapan dan analisis di Laboratorium Agronomi & Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis 5 ton/ha Kasgot + ¾ dosis anjuran N, P, K (D) memberikan hasil rerata yang efisien pada pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah. Dosis 5 ton/ha Kasgot + ¾ dosis anjuran N, P, K (D) meningkatkan tinggi tanaman umur 2 MST, bobot kering tanaman umur 2 dan 3 MST, bobot kering akar tanaman umur 2 MST, laju asimilasi bersih, dan laju pertumbuhan tanaman, sehingga dosis tersebut adalah dosis yang tepat dalam mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah. Dosis tersebut efisien karena menghasilkan output (hasil produksi bayam) atau hasil nilai yang tinggi tetapi memiliki input (pengeluran untuk pupuk) yang rendah.This research aims to determine the optimal dosage of kasgot to improve the growth and yield of red spinach and understand its effects on physiological characteristics and carotenoid content in red spinach. The research was conducted from from December 2022 to March 2023 at the Tambaksari Kidul, Kembaran, Banyumas, with preparation and analysis conducted in the Agronomy & Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman. This study employed a a non-factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with 7 treatments and 4 replications. The results showed that gave a dose of 5 tons/ha of maggot frass + ¾ recommended doses of N, P, K (D) provides an efficient average yield in the growth and yield of red spinach plants. This dosage enhances plant height at 2 weeks after transplanting (WAT), dry weight of plants at 2 and 3 WAT, root dry weight at 2 WAT, net assimilation rate, and plant growth rate, making it the appropriate dosage to support the growth and yield of red spinach plants. This dosage is efficient as it yields high output (spinach production) or value but has low input (expenditure for fertilizer).
3844241081D1A016175ANALISIS FUNGSI PRODUKSI SUSU PADA USAHA TERNAK SAPI PERAH
DI KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini dilaksanakan pada periode 14 September hingga 31 Januari 2020 di Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Tujuannya adalah untuk 1). Mengukur secara kuantitatif faktor-faktor produksi yang digunakan dan produksi susu sapi perah di Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas; 2) Mengkaji pengaruh faktor-faktor produksi terhadap produksi susu sapi perah di Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei sebagai metode utama. Untuk menentukan sampel wilayah, digunakan metode Purposive Sampling dengan memilih Kecamatan Pekuncen sebagai daerah fokus. Hal ini dikarenakan Kecamatan Pekuncen merupakan pusat peternakan sapi perah dan produsen susu sapi untuk Kabupaten Banyumas dan sekitarnya. Untuk pengambilan sampel, dilakukan dengan menggunakan metode sensus terhadap total 55 ekor sapi perah dalam periode laktasi. Besarnya faktor produksi dan produksi dianalisis secara deskriptif menggunakan statistik sederhana seperti nilai, jumlah, dan rata-rata. Pengaruh faktor produksi terhadap produksi dianalisis dengan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah pakan hijauan yang diberikan adalah 34,54 k, pakan konsentrat yang diberikan adalah 6,60 kg, usia peternak 15 tahun, dengan periode laktasi rata-rata 2 periode, serta menggunakan kandang dengan luas rata-rata 0,886 m2/ST. Hasil produksi susu mencapai 10,8 liter/ekor/hari. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi susu sapi perah di Kecamatan Pekuncen adalah pakan konsentrat dan luas kandang. Peternak dapat meningkatkan produksi susu dengan cara meningkatkan kualitas pakan kosentrat yang diberikan dan kapasitas kendang di perluas lagi.This research was conducted on January 14th to January 31st, 2019 in Pekuncen District, Banyumas Regency. The aim of this study is: 1). To determine the quantitative measurements of the production factors utilized and the products used in the Pekuncen District, Banyumas Regency; and 2). To ascertain the impact of production factors on milk production in the Pekuncen District, Banyumas Regency. This study utilized a survey methodology to evaluate the dairy cattle in Pekuncen Subdistrict, Banyumas Regency. The sample area was determined using purposive sampling technique. The sample consisted of 55 lactating animals in Pekuncen District, Banyumas Regency. Descriptive analysis was conducted to analyze production factors, including the use of simple statistics such as values, quantities, and averages, as well as the analysis of production functions using the Cobb-Douglas analysis method. The findings revealed that the mean quantity of forage feed provided was 34.54 kg, the average amount of concentrate feed supplied was 6.60 kg, the average duration of breeding was 15 years, the average length of lactation was 2 years, the typical area of the cage was 48.76 m2, and the milk yield amounted to 10.8 liters. The production factors that significantly affected milk production in dairy cows in Pekuncen District were feed concentrate and cage area. Farmers can enhance milk production by enhancing the quality of feed.
3844341082I1A019040HUBUNGAN USIA, MASA KERJA, DAN PENGGUNAAN MASKER DENGAN GEJALA RINITIS ALERGI AKIBAT KERJA PADA PEKERJA PABRIK TEPUNG TERIGU Latar Belakang : Salah satu potensi bahaya pada pabrik tepung adalah debu gandum dan debu tepung yang merupakan alergen sehingga dapat memicu gejala rinitis akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, masa kerja, dan penggunaan masker dengan gejala rinitis alergi akibat kerja pada pekerja pabrik tepung terigu.
Metode : : Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 138 orang dengan sampel sebanyak 103 orang. Uji Chi-Square dan regresi logistik ganda digunakan dalam penelitian ini.
Hasil Penelitian : Variabel usia (p-value=0,026), masa kerja (p-value=0,006), dan
penggunaan masker (p-value=0,005) memiliki hubungan dengan gejala rinitis alergi akibat kerja pada pekerja pabrik tepung terigu.
Kesimpulan : Faktor yang paling berhubungan dengan gejala rinitis alergi akibat kerja adalah usia dengan nilai Odds Ratio (OR) 4,933 sehingga pekerja dengan usia < 40 tahun memiliki peluang mengalami gejala rinitis alergi 4,933 kali lebih besar dibandingkan pekerja berusia ≥ 40 tahun.
Saran : Edukasi pencegahan gejala rinitis alergi akibat kerja terutama bagi pekerja yang berusia <40 tahun dan masa kerja ≥ 5 tahun, monitoring penggunaan masker, penambahan exhaust fan, dan konsumsi makanan sehat dan bergizi.
Background : One of the potential hazards in a wheat mill is wheat dust and flour dust which are allergens that can trigger symptoms of work-related rhinitis. This study aims to determine the relationship between age, length of service, and use of masks with symptoms of work-related allergic rhinitis in wheat flour factory workers.
Methods : The type of research used is quantitative with a cross-sectional study design. The population of this study was 138 people with a sample of 103 people. Chi-Square test and multiple logistic regression were used in this study.
Results : The variables age (p-value=0.026), years of service (p-value=0.006), and use of masks (p-value=0.005) have a relationship with symptoms of work-related allergic rhinitis in wheat flour factory workers.
Conclusion : The factor that is most related to the symptoms of occupational allergic rhinitis is age with an Odds Ratio (OR) value of 4.933 so that workers aged <40 years have a chance of experiencing symptoms of allergic rhinitis 4.933 times greater than workers aged ≥ 40 years.
Suggestion : Education on prevention of symptoms of work-related allergic rhinitis,
especially for workers aged <40 years and working period ≥ 5 years, monitoring the use of masks, adding exhaust fans, and consuming healthy and nutritious food.
3844441080F1B016086EVALUASI DAMPAK PROGRAM REHABILITASI SOSIAL RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RS-RTLH) TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA KALIORI, KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul Evaluasi Dampak Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) Terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Desa Kaliori, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Adapun narasumber penelitian ini yaitu pemerintah desa sebagai pelaksana program, masyarakat penerima program RS-RTLH. Teknik pengumpulan data yang di gunakan yaitu kuisioner, dokumentasi, observasi, serta wawancara. Hasil penelitian menunjukan Program Rehabilitasi Sosial- Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) yang dilaksanakan oleh Dinas Pemukiman Kabupaten Banyumas sudah cukup berhasil. Dan menunjukan bahwa adanya perbedaan kondisi rumah dan setelah menerima program RS-RTLH desa kaliori dengan sebelum menerima bantuan program RS-RTLH. Dan yang terakhir menunjukkan bahwa adanya perbedaan kesejahteraan masyarakat setelah menerima program RS-RTLH desa kaliori dengan sebelum menerima. This research is entitled Evaluation of the Impact of the Uninhabitable House Social Rehabilitation Program (RS-RTLH) on increasing community Kaliori Village, Banyumas. The research method used is descriptive with a quantitative approach. The sources for this research are the village government as program implementer, the recipient community of the RS-RTLH program. Data collection techniques used are questionnaires, documentation, observation, and interviews. The results showed that the Social Rehabilitation Program for Uninhabitable Houses (RS-RTLH) implemented by the Banyumas Regency Settlement Service was quite successful. As well as showing that there are differences in the condition of the house and after receiving the Kaliori village RS-RTLH program and before receiving the RS-RTLH program assistance. And the last one shows that there are differences in people's welfare after receiving the Kaliori village RS-RTLH program and before receiving it.
3844544350L1C019054Pengaruh Upwelling di Perairan Selatan Jawa Terhadap Produksi Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis Linnaeus, 1758) yang Didaratkan di PPS CilacapDinamika parameter oseanografi perairan selatan Jawa dipengaruhi oleh sirkulasi perairan Samudra Hindia dan perairan sekitarnya yang dapat memicu kejadian upwelling. Upwelling merupakan peristiwa naiknya massa air dari lapisan bawah bertemperatur rendah ke permukaan perairan. Berdasarkan siklus rantai makanan di perairan laut, lokasi upwelling merupakan daerah yang potensial untuk penangkapan ikan cakalang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian upwelling di perairan selatan Jawa dari tahun 2016 – 2020, mengetahui produksi ikan cakalang, dan mengetahui hubungan antara upwelling terhadap produksi ikan cakalang. Temperatur permukaan air pada saat terjadinya upwelling antara 26 - 27,5 ⁰C. Metode analisis deskriptif kuantitatif dengan data temperatur diunduh dari website Copernicus Marine Environmental Monitoring Service (CMEMS) dan diolah dengan software Ocean Data View (ODV). Hasil penelitian diperoleh 20 kali upwelling selama periode tahun 2016 – 2020. Kejadian upwelling tahunan dominan pada bulan Juli hingga Oktober. Produksi ikan cakalang terendah terjadi pada bulan Agustus tahun 2016 yaitu 2.478 kg Sedangkan produksi tertinggi terjadi pada bulan Juli tahun 2020 yaitu 1.087.685 kg. Hubungan kejadian upwelling terhadap produksi ikan cakalang berkorelasi positif, namun koefisien korelasi diperoleh rendah, yaitu jika temperatur perairan meningkat maka produksi ikan cakalang cenderung meningkat. Hubungan kejadian upwelling terhadap kelimpahan ikan cakalang masih dipengaruhi oleh faktor yang lainnya.The dynamics of oceanographic parameters of southern Java sea are influenced by the circulation of the Indian Ocean and environs, which can trigger upwelling. Upwelling is a process in which deep, cold water rises toward the surface. The location of upwelling is a potential fishing ground for skipjack tuna. Based on the food chain cycle, upwelling locations are potential areas for skipjack fishing. This study aimed to determine the occurrence of upwelling phenomenon, determine of the skipjack production, and determine the relationship between upwelling and skipjack catch. SST (Sea Surface Temperature) during upwelling ranges from 26 - 27.5 ⁰C. A quantitative-descriptive analysis was employed. Temperature data obtained from the Copernicus Marine Environmental Monitoring Service (CMEMS) website, were processed using the Ocean Data View (ODV) software. The results indicated a total of 20 upwelling events during 2016-2020. Upwelling occurs mostly from July to October. The lowest skipjack tuna production in August 2016 at 2,478 kg, while the highest production in July 2020 reaching 1,087,685 kg. Upwelling and production of skipjack tuna are positively correlated, with a low correlation coefficient. Indicating when the SST values increases, production of skipjack tuna tends to increase. The relationship between upwelling and skipjack abundance is also influenced by other factors.
3844641083F1B016075IMPLEMENTASI PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN HIV/AIDS PADA KOMISI PENANGGULANGAN AIDS (KPA) DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul Implementasi Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS pada Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Adapun narasumber penelitian ini yaitu pengelola program HIV/AIDS di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas serta sub koordinator bidang pencegahan dan pengendalian penyakit menular Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Teknik pengumpulan data yang di gunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam implementasi program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Banyumas belum berjalan secara optimal. Faktor- faktor yang mempengaruhi yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Banyumas dan Dinas Kesehatan diantaranya keterbatasan kecakapan pada anggota komunitas, keterlibatan OPD lain yang belum maksimal, serta anggaran yang terbatas.This research is entitled Implementation of the HIV/AIDS Prevention and Control Program at the AIDS Commission (KPA) in Banyumas Regency. The research method used is descriptive qualitative. The sources for this research were the HIV/AIDS program manager at the AIDS Commission (KPA) and the Banyumas District Health Office and the sub-coordinator for the prevention and control of infectious diseases at the Banyumas District Health Office. Data collection techniques used are interviews, observation and documentation. The results showed that the implementation of HIV/AIDS prevention and control programs in Banyumas Regency had not run optimally. The influencing factors are communication, resources, disposition and bureaucratic structure. There are several obstacles faced by the Banyumas Aids Commission (KPA) and the Health Office, including limited skills of community members, the involvement of other OPDs that has not been maximized, and a limited budget.
3844741084J1B017064ISTILAH-ISTILAH DALAM REGISTER KOMUNITAS FORTOGRAFI KAMERA ANLOGPenelitian ini mengkaji penggunaan istilah-istilah dalam aktivitas fotografi kamera analog. Penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah penggunaan bahasa di komunitas pecinta kamera analog di Analogkerto dan di media sosial Instagram. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode padan. Penelitian ini berdasarkan pada teori sosiolinguistik yang berfokus pada penggunaan bahasa pada sebuah komunitas.
Hasil penelitian ini adalah deskripsi istilah-istilah fotografi kamera analog. Istilah-istilah tersebut berbentuk satuan lingual berupa kata, gabungan kata, bentuk singkat berupa kombinasi angka dan singkatan, dan istilah berbentuk hibrida. Istilah-istilah dalam fotografi kamera analog memiliki makna untuk menyatakan aktivitas, benda, proses dan sifat. Istilah-istilah fotografi kamera analog memiliki ranah fungsi beragam karena konteks aktivitasnya. Istilah-istilah tersebut dominan terbentuk menggunakan Bahasa Inggris karena dunia fotografi kamera analog terhubung dalam jaring komunitas internasional.
This study examines the use of terms in analog camera photography activities. The research was conducted in a qualitative descriptive manner. The data source of this research is the use of language in the analog camera lover community in Analogkerto and on Instagram social media. The data analysis method used in this study is the identity method. This research is based on sociolinguistic theory which focuses on the use of language in a community.
The result of this research is a description of analog camera photography terms. These terms are in the form of lingual units in the form of words, combinations of words, short forms in the form of combinations of numbers and abbreviations, and hybrid terms. The terms in analog photography camera have meanings to express activities, objects, process and charactheristic. The terms analog camera photography have various functional areas due to the context of their activities. These terms are dominantly formed using English, the world of analog camera photography is connected in the net of the international community.
3844840540I1A017082FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN AKSEPTOR METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI MASA PANDEMI COVID-19 WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARMANGU 1 KABUPATEN BANJARNEGARALatar Belakang: Merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia berpengaruh pada pelayanan
program KB antara lain terhambatnya layanan kontrasepsi di Puskesmas Banjarmangu 1.
Data BKKBN bulan Maret 2020 menyebutkan terdapat penurunan KB IUD pada Februari
2020 dari 36.155 menjadi 23.383, sedangkan implan dari 81.062 menjadi 51.536.
Berdasarkan data di Puskesmas Banjarmangu 1 Kabupaten Banjarnegara Tahun 2019
jumlah PUS 4.704 akseptor KB. Sedangkan tahun 2020 pada masa pandemi Covid-19
Bulan Maret mengalami penurunan pemakaian metode kontrasepsi dari tahun 2019
dengan peserta KB aktif jenis kontrasepsi jangka panjang yaitu IUD (5,38%), Implan
(4,04%). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan
akseptor MKJP di masa pandemi Covid-19 wilayah kerja Puskesmas Banjarmangu 1
Kabupaten Banjarnegara.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain
cross sectional. Sampel sejumlah 70 akseptor KB yang diambil dengan teknik
simple random sampling.
Hasil Penelitian: Hasil uji chi square pada α 5% (p<0,005) menunjukkan ada hubungan
yang signifikan antara kepercayaan (p = 0,006), sikap (p = 0,003), keterpaparan terhadap
informasi MKJP (p = 0,007), dukungan suami (p = 0,002) dengan akseptor MKJP.
Sedangkan usia (p = 0,075), pendidikan (p = 0,407), pengetahuan (p = 0,837), paritas (p =
0,794), keterampilan terkait kontrasepsi (p = 0,149), dukungan tenaga kesehatan (p =
0,128) tidak ada hubungan yang signifikan dengan akseptor MKJP.
Kesimpulan: Terdapat empat variabel yang berhubungan yaitu kepercayaan, sikap,
keterpaparan terhadap informasi MKJP, dan dukungan suami dengan akseptor MKJP.
Background: The outbreak of the Covid-19 in Indonesia has affected family planning
program services, including delays in contraceptive services at the Banjarmangu Health
Center 1. BKKBN data for March 2020 stated that there was a decrease in IUD birth
control in February 2020 from 36.155 to 23.383, while implants were from 81.062 to
51.536. Based on data at the Banjarmangu 1 Community Health Center, Banjarnegara
Regency, in 2019 the number of PUS was 4.704 acceptors of family planning. Whereas in
2020 during the Covid-19 pandemic in March there was a decrease in the use of
contraceptive methods from 2019 with active family planning participants using longterm contraceptive types namely IUD (5,38%), Implants (4,04%). The aim of the research
was to find out the factors related to MKJP acceptors during the Covid-19 pandemic in
the working area of the Banjarmangu 1 Public Health Center, Banjarnegara Regency.
Methods: This study used a quantitative approach with a cross sectional design. A sample
of 70 family planning acceptors was taken by simple random sampling technique.
Results: Chi square test results at α 5% (p <0,005) showed that there was a significant
relationship between trust (p = 0,006), attitude (p = 0,003), exposure to MKJP
information (p = 0,007), husband's support (p = 0,002) with MKJP acceptors. While age
(p = 0,075), education (p = 0,407), knowledge (p = 0,837), parity (p = 0,794), skills
related to contraception (p = 0,149), health worker support (p = 0,128) there is no
significant relationship significantly with MKJP acceptors.
Conclusion: There are four related variables, namely trust, attitude, exposure to MKJP
information, and husband's support for MKJP acceptors.
3844941085J1D019008PENGEMBANGAN MODUL INTERAKTIF BERBASIS FLIPBOOK PADA KETERAMPILAN MEMBACA PESERTA DIDIK KELAS X SMA/MAKhasanah, Nur Ajizah. 2023. “Pengembangan Modul Interaktif Berbasis Flipbook Pada Keterampilan Membaca Peserta Didik Kelas X SMA/MA”. Skripsi. Purwokerto: Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik kelas X SMA/MA. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini karena kurangnya variasi media pembelajaran interaktif. Bentuk penelitian ini adalah desain and development (D&D). Data dalam penelitian ini berupa data analisis kebutuhan dan data hasil uji validasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan angket. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan mix methode (kualitatif dan kuantitatif).
Hasil dari penelitian ini sebagai berikut: (1) pengembangan perangkat pembelajaran berbasis flipbook menggunakan berbantuan aplikasi Canva dan Heyzine sebagai alternatif pembelajaran yang menarik; (2)tingkat kevalidan perangkat pembelajaran menghasilkan produk yang teruji valid dan efektif dengan perolehan kumulatif 2,85-3,8 yang tergolong dalam kategori sangat baik. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis flipbook yang dikembangkan dalam penelitian ini layak untuk digunakan pada kegiatan belajar mengajar Bahasa Indonesia kelas X SMA/MA.
Kata Kunci: media pembelajaran, flipbook, keterampilan membaca.
Khasanah, Nur Ajizah. 2023. "Development of Interactive Module Based on Flipbook on Reading Skills of Class X SMA / MA Students". Skripsi. Purwokerto: Faculty of Humanities, Jenderal Soedirman University.
This research aims to develop learning tools that suit the needs of grade X high school / MA students. The problem behind this study is due to the lack of variety of interactive learning media. This form of research is design and development (D&D). The data in this study is in the form of needs analysis data and validation test result data. Data collection techniques in this study used observation, interview, and questionnaire techniques. Data analysis in this study used a mix of methods (qualitative and quantitative).
The results of this study are as follows: (1) development of flipbook-based learning tools using Canva and Heyzine applications as interesting learning alternatives; (2) The validity level of learning tools produces products that are tested valid and effective with cumulative gains of 2.85-3.8 which are classified as very good. Based on this description, it can be concluded that the flipbook-based learning tools developed in this study are suitable for use in teaching and learning activities Indonesian class X SMA / MA.
Keywords: learning media, flipbook, reading skills
3845041087F1A019111Sekolah Alam Yang Membebaskan (Studi Kasus Di SD Alam Hayuba Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas)Pendidikan harus menjadi prioritas bagi setiap negara, tak terkecuali Indonesia. Sayangnya kualitas pendidikan di Indonesia belum memuaskan, antara lain disebabkan sistem pendidikan yang masih konvensional yang berfokus pada guru sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang sekolah alternatif yang menerapkan konsep pendidikan yang membebaskan. Penelitian ini dilakukan di SD Alam Hayuba yang berlokasi di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Alam Hayuba telah mampu menjadi salah satu sekolah alternatif yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk ikut aktif dan kreatif mencari pengetahuan. Berbeda dari sistem pendidikan konvensional yang bersifat satu arah dan guru menjadi sumber pengetahuan, proses pembelajaran di SD ini bersifat dua arah: ada dialog antara guru dan peserta didik. Selain dari guru dan buku-buku, para siswa memperoleh pengetahuan melalui pengamatan langsung di alam dan praktik berbagai kegiatan. SD Alam Hayuba sangat concern terhadap pendidikan karakter dan pendidikan lingkungan hidup. Hal sejalan dengan konsep pendidikan humanis yang membebaskan sebagaimana digagas oleh Paulo Freire dan Ivan Illich. Sekolah yang menggratiskan seluruh biaya pendidikan ini merupakan sekolah milik yayasan pribadi. Kendala yang dihadapi terkait keterbatasan dana sehingga belum dapat menyediakan tenaga pendidik yang berkualitas dan tenaga pendidik yang khusus menangani anak berkebutuhan khusus, serta menyediakan fasilitas sekolah yang memadai.Education must be a priority for every country, including Indonesia. Unfortunately, the quality of education in Indonesia has not been satisfactory, partly due to the conventional education system that focuses on teachers as a source of learning. This study aims to examine alternative schools that apply the concept of liberating education. This research was conducted at SD Alam Hayuba located in Wlahar Wetan Village, Kalibagor District, Banyumas Regency. This research uses qualitative methods with a case study approach. The results showed that Alam Hayuba Elementary School has been able to become one of the alternative schools that provides space for students to actively and creatively seek knowledge. Different from the conventional education system which is one-way and the teacher is the source of knowledge, the learning process in this elementary school is two-way: there is a dialogue between teachers and students. Aside from teachers and books, the students acquire knowledge through direct observation in nature and the practice of various activities. Alam Hayuba Elementary School is very concerned about character education and environmental education. This is in line with the concept of liberating humanist education as initiated by Paulo Freire and Ivan Illich. The school that provides free all tuition fees is a school owned by a private foundation. The obstacles faced are related to limited funds so that they have not been able to provide qualified educators and educators who specialize in handling children with special needs, as well as providing adequate school facilities.
3845141038A1D019152POTENSI BAKTERI ENDOFIT Pseudomonas spp. KELOMPOK PENDAR UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT BULAI PADA TANAMAN JAGUNG MANISPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi bakteri endofit Pseudomonas spp. kelompok pendar terhadap perkembangan penyakit bulai dan pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan di Screen house dan Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan September-Desember 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini, yaitu kontrol, fungisida metalaksil, dan 3 isolat bakteri endofit Pseudomonas spp. kelompok pendar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga isolat Pseudomonas spp. kelompok pendar belum efektif untuk mengendalikan penyakit bulai pada tanaman jagung manis. Namun, Pseudomonas spp. pendar PPD A1 memberikan pengaruh terbaik dalam mengendalikan penyakit bulai jagung dengan menunda masa inkubasi sebesar 73,73%, menekan intensitas penyakit sebesar 45%, menekan nilai AUDPC sebesar 53,5%, dan memiliki nilai efektivitas sebesar 40,98%. Pseudomonas spp. pendar PK B4 dan P. putida PPD B5 mampu menginduksi ketahanan tanaman jagung manis dengan meningkatnya kandungan fenol (saponin). P. putida PPD B5 mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung dengan meningkatkan tinggi tanaman sebesar 31,3%, jumlah daun sebesar 16,17%, panjang akar sebesar 35,33%, bobot segar akar sebesar 37,8%, bobot segar tanaman sebesar 27,61%, dan volume akar sebesar 18%. The purpose of this study was to determine the effect of the application of endophytic bacteria fluorescent Pseudomonas spp. on the development of downy mildew disease and the growth of maize plants. The study was conducted at the Screen House and Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University in September-December 2022. This study used a Randomized Block Design (RBD) with 5 treatments and 5 replications. The treatments in this study were control, metalaxyl fungicide, and 3 isolates of the endophytic bacteria fluorescent Pseudomonas spp.. The results showed that fluorescent Pseudomonas spp. has not been effective in controlling downy mildew in sweet corn. However, Pseudomonas spp. PPD A1 had the best effect on controlling downy mildew by delaying the incubation period b 73,73%y, reducing the intensity of the disease by 45%, reducing the AUDPC value by 53.5%, and having an effectiveness value of 40.98%. fluorescent Pseudomonas spp. PK B4 and P. putida PPD B5 were able to induce resistance in sweet corn plants by increasing the phenolic content (saponins). P. putida PPD B5 was able to increase the growth of corn plants by increasing plant height by 31.36%, root length by 35.33%, number of leaves by 16.17%, root fresh weight by 37.8%, plant fresh weight by 27.61%, and root volume by 18%..
3845241089J1D019009KESALAHAN EJAAN DALAM KOLOM OPINI SURAT KABAR RADAR BANYUMAS EDISI OKTOBER DAN NOVEMBER 2022
Penelitian ini yang bertujuan mendeskripsikan kesalahan ejaan dalam kolom opini surat kabar Radar Banyumas edisi Oktober dan November 2022. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa metode simak. Selanjutnya, menggunakan teknik sadap yang diikuti dengan teknik simak bebas libas cakap dan teknik catat. Pada analisis data menggunakan metode padan dengan teknik pilah unsur penentu (PUP), yang dilanjutkan dengan teknik hubung banding menyamakan (HBS). Adapun hasil analisi data disajikan dengan metode informal. Kesalahan ejaan yang diperoleh, yaitu kesalahan penggunaan huruf kapital dan huruf miring, kesalahan penulisan kata depan dan pemenggala kata, kesalahan penggunaan tanda baca titik (.) dan tanda baca koma (,). Berdasarkan penelitian diperoleh 177 kasus kesalahan. Kesalahan ejaan yang ditemukan disebabkan karena kurangnya paham penggunaan ejaan yang benar serta kurangnya ketelitian dan proses penyuntingan yang kurang maksimal oleh editor menyebabkan kolom opini yang diterbitkan tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan berita. This study aims to describe spelling errors in newspaper opinion columnsBanyumas radar October and November 2022 editions. This study used a data collection method in the form of the see method. Next, using tapping techniques followed by free-for-all listening techniques and note-taking techniques. The data were collected by using observation method with univolved conversation observation technique and writing technique. At the data analysis stage, the researcher used the identity method with a technique in the form of a determining element sorting technique (PUP), while the advanced technique was in the form of an equalizing comparison technique (HBS). The results of data analysis are presented using an informal method.Spelling errors obtained, namely errors in the use of capital letters and italics, errors in writing prepositions and word phrasing, errors in the use of dot (.) and comma (,) punctuation. Based on the research obtained 177 cases of errors. Spelling errors found were caused by a lack of understanding of the use of correct spelling as well as a lack of accuracy and a less than optimal editing process by the editor causing the opinion column published to be not in accordance with the language rules of the news.
3845341090J1D019028PENGGUNAAN KONJUNGSI ANTARKALIMAT DALAM TEKS EKSPLANASI KARYA SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 PATIKRAJA TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan konjungsi antarkalimat dalam teks eksplanasi karya siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Patikraja tahun pelajaran 2022/2023. Penelitian ini berbentuk penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa metode simak, teknik dasar sadap, dan teknik lanjutan berupa teknik catat. Tahap analisis data peneliti menggunakan metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung (BUL) yang diikuti dengan teknik lanjutan, yaitu teknik lesap. Adapun hasil analisis data disajikan dengan metode formal dan informal. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh 149 data, yaitu konjungsi pertentangan 37 data, konjungsi penyimpulan 37 data, konjungsi penambahan 28 data, konjungsi pengurutan 25 data, konjungsi pengakibatan 13 data, konjungsi penguatan 5 data, konjungsi kesewaktuan 3 data, dan konjungsi keadaan 1 data. Konjungsi pertentangan dan konjungsi penyimpulan lebih sering digunakan karena struktur teks eksplanasi terdiri dari deratan penjelas dan ulasan. Selain itu, penggunaan konjungsi antarkalimat sangat memengaruhi kohesi dan koherensi dalam sebuah wacana.This study aims to describe the use of inter-sentence conjunctions in explanatory texts by class XI students at Patikraja 1 Public High School in the 2022/2023 academic year. This research is in the form of qualitative research. This research is in the form of qualitative research. The data were collected by using observation method and writing technique. Then they were analyzed by means of distributional method. The distributional methods used are segmenting immediate constituents technique and deletion technique. The results of data analysis are presented using formal and informal methods. The results of data analysis are presented using formal and informal methods. Based on the research that has been done, 149 data are obtained, namely oppositional conjunctions 37 data, 37 data inferential conjunctions, 28 data addition conjunctions, 25 data ordering conjunctions, 13 data causal conjunctions, 5 data reinforcement conjunctions, 3 data temporal conjunctions, and 1 data conditional conjunctions . Contrasting conjunctions and concluding conjunctions are used more often because the structure of an explanatory text consists of explanatory and commentary steps. In addition, the use of conjunctions between sentences greatly influences cohesion and coherence in a discourse.
3845444343A1D020008MUTU BERAS GENOTIPE PADI GREEN SUPER RICE (GSR) UNSOED DAN CIHERANG PADA PERLAKUAN PUPUK NITROGENPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu beras genotipe padi Green Super Rice (GSR) Unsoed dan Ciherang yang diberi perlakuan pupuk nitrogen serta mengetahui hubungan antara pupuk nitrogen dengan mutu beras genotipe padi Green Super Rice (GSR) Unsoed dan Ciherang. Penelitian dilaksanakan di Kebun Benih Tanaman Pangan Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Wilayah Banyumas mulai Juli 2023 hingga Januari 2024. Perlakuan yang diberikan pada penelitian adalah dosis pupuk nitrogen (N1=150 kg N/ha, N2=112,5 kg N/ha, N3=75 kg N/ha) dan genotipe padi (V1=Green Super Rice (GSR) Unsoed, V2=Ciherang). Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5%. Hasil analisis yang berpengaruh nyata dilakukan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Selain itu, dilakukan analisis korelasi untuk mengetahui hubungan antar perlakuan yang diujikan dengan variabel penelitian.Variabel yang diukur yaitu, rendemen beras giling, butir kepala, butir patah, butir menir, panjang beras, lebar beras, bentuk beras, berat 1.000 butir, dan butir mengapur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan dosis pupuk nitrogen meningkatkan mutu beras GSR Unsoed dan menurunkan mutu beras Ciherang. Penurunan dosis pupuk memiliki hubungan searah dengan butir mengapur, sehingga penurunan dosis pupuk nitrogen akan menurunkan jumlah butir mengapur. This research aims to determine the rice quality of Green Super Rice (GSR) Unsoed and Ciherang rice genotypes treated with nitrogen fertilizer and to determine the relationship between nitrogen fertilizer and rice quality of Green Super Rice (GSR) Unsoed and Ciherang rice genotypes. The research was conducted at the Food Plant Seed Garden of the Food Plant and Horticulture Seed Center of Banyumas Region from July 2023 to January 2024. The treatments were nitrogen fertilizer dose (N1=N optimum (150 kg N/ha), N2=75% N optimum (112.5 kg N/ha), N3=50% N optimum (75 kg N/ha)) and rice genotype (V1=Green Super Rice (GSR) Unsoed, V2=Ciherang). The research design used a divided plot design with the basic design of a Randomized Completely Block Design (RCBD). Data were analyzed using ANOVA at the 5% level. Analysis results that significantly influenced were subjected to DMRT further test at the 5% level. The variables measured were milled rice yield, head grains, broken grains, groats, rice length, rice width, rice shape, 1,000-grain weight, and calcified grains. The results showed that decreasing the dose of nitrogen fertiliser increased rice quality of GSR Unsoed and decreased rice quality of Ciherang. A decrease in fertiliser dose has a unidirectional correlation with calcareous grains, so a decrease in nitrogen fertiliser dose will decrease the number of calcareous grains.
3845544907L1B020077LAJU PERTUMBUHAN DAN SURVIVAL RATE PADA BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN PEMBERIAN DOSIS PROBIOTIK YANG BERBEDATeknologi bioflok merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam mengendalikan dan memperbaiki kualitas air sebagai media budidaya perikanan. Teknologi tersebut menggunakan bantuan berupa bakteri yang terdapat pada probiotik. Penggunaan probiotik dalam budidaya bermanfaat untuk menjaga kualitas air budidaya, menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen dan memungkinkan sistem budidaya yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan survival rate pada Ikan Nila dengan pemberian dosis probiotik yang berbeda. Parameter yang diamati adalah Spesific Growth Rate (SGR) dan Survival rate (SR). Metode yang digunakan berupa eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan tersebut yaitu dosis probiotik 0 g (K); mendapatkan hasil nilai SGR yaitu 7,08%/hari dan SR 80%, perlakuan (A) 7,5 g; mendapatkan hasil SGR yaitu 7,11%/hari dan SR 85,67%, perlakuan (B) 22,5 g; mendapatkan hasil SGR 7,19%/hari dan SR 91,67% dan perlakuan (C) 37,5; mendapatkan hasil SGR 7,31%/hari dan SR 96%. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis probiotik yang berbeda pada ikan Nila menghasilkan Spesific Growth Rate (SGR) dan Survival rate (SR) yang berbeda tidak nyata (P>0,05).Biofloc technology is one of the alternatives that can be used in controlling and improving water quality as a medium for aquaculture. The technology uses the help of bacteria found in probiotics. The use of probiotics in aquaculture is beneficial for maintaining the quality of aquaculture water, inhibiting the growth of pathogenic microorganisms and enabling a sustainable aquaculture system. This study aims to determine the growth rate and survival rate in Tilapia with different doses of probiotics. The parameters observed were Specific Growth Rate (SGR) and Survival rate (SR). The method used was in the form of an experiment with a Complete Random Design (RAL) with 4 treatments and 3 replicates. The treatment is a dose of probiotics 0 g (K); obtained the results of SGR values of 7.08%/day and SR 80%, treatment (A) 7.5 g; obtained SGR results of 7.11%/day and SR 85.67%, treatment (B) 22.5 g; obtained SGR results of 7.19%/day and SR 91.67% and treatment (C) 37.5; obtained an SGR of 7.31%/day and an SR of 96%. The results of the study showed that different doses of probiotics in tilapia produced different Specific Growth Rate (SGR) and Survival rate (SR) that were not real (P>0.05).
3845641091A1F019075Pengaruh Proporsi Penambahan Sari rempah Wedang Uwuh terhadap Aktivitas Antioksidan dan Kualitas Yoghurt DrinkTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proporsi penambahan sari rempah wedang uwuh terhadap aktivitas antioksidan dan kualitas mutu yoghurt drink. Metode penelitian yang digunakan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Penelitian dilakukan dengan penambahan sari rempah pada taraf 2%, 5%, 8%, 11%, dan 14% terhadap yoghurt drink. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) one way dan dilakukan uji lanjut menggunakan DMRT pada taraf α=5%. Penambahan sari rempah wedang uwuh berpengaruh nyata terhadap pH, viskositas, sineresis, warna, dan antioksidan. Penambahan sari rempah wedang uwuh 14% merupakan formulasi terbaik yang memiliki nilai rata-rata warna tertinggi yaitu pada sebesar lightness (L*) 79,05, redness (a*) sebesar 0.45, yellowness (b*) sebesar 17.05, nilai pH sebesar 4.9, dan nilai antioksidan tertinggi sebesar 42.67%.This study aimed to determine the effect of the proportion of the addition of wedang uwuh spice extract on antioxidant activity and the quality of yogurt drink quality. The research method used a completely randomized design (CRD) non-factorial. This research was conducted with levels of 2%, 5%, 8%, 11%, and 14%. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), and further tests were carried out using the DMRT test at α = 5%. The addition of wedang uwuh spice extract significantly affected pH, viscosity, syneresis, color, and antioxidants. The addition of 14% wedang uwuh spice extract is the best formulation that has the highest average color value in brightness value (L*) of 79.05, redness (a*) of 0.45, yellowness (b*) of 17.05, pH value of 4.9, and the highest antioxidant value of 42.67%.
3845741092F1D018049KLIENTELISME DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA DI DESA SIDAMULIH KECAMATAN RAWALO TAHUN 2019Penelitian ini berusaha untuk menunjukan mengenai strategi pemenangan kandidat SL dalam kontestasi pemilihan kepala desa tahun 2019 yang dilaksanakan di Desa Sidamulih. Pemilihan kepala desa dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2019 yang terbagi atas tujuh TPS di Desa Sidamulih. Penelitian ini melihat bagaimana metode kampanye berbeda yang dilakukan oleh kepala desa terpilih bersama tim sukses untuk mendapatkan kemenangan. Serta strategi yang digunakan dalam memenangkan pemilihan kepala desa yang ada di Desa Sidamulih. Kemudian dengan melihat proses klientalisme yang dibangun berdasarkan polarisasi yang ada hadir secara kultural maupun material. Pemilihan kepala desa atau kepala daerarh khususnya di Jawa Tengah memiliki istilah khusus yang digunakan dalam pemilihan yaitu wuwur atau wuwuran. Istilah tersebut sama diartikannya seperti money politics dengan memberikan sejumlah material kepada masyarakat sebagai usaha dukungannya dalam pemilihan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif studi kasus yang berusaha untuk menjelaskan dan mendeskripsikan sebuah fenomena yang terjadi melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan dari penelitian ini adalah penggunaan metode kampanye yang berbeda dari kandidat yang berhasil memenangkan kontestasi walaupun tidak memaksimalkan waktu kampanye dari panitia. Strategi yang dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasi lebih awal kepada masyarakat berdasarkan dusun yang sudah di klasifikasi. Suara yang masuk kepada kandidat terpilih juga memiliki dasar dari adanya kegiatan wuwur yang memang terjadi. Fenomena wuwur tersebut dibenarkan oleh ketua panitia penyelenggara tetapi tidak dapat memberikan sanksi karena berada diluar proses menjadi kepala desa. Hubungan yang dibangun secara material dan kultural juga terlihat ketika kandidat yang berhasil memenangkan kontestasi menaikan ketua tim suksesnya sebagai ketua dari BPD di Desa Sidamulih. This research seeks to show the winning strategy for SL candidates in the 2019 village head election contest which was held in Sidamulih Village. The village head election was held on July 23 2019 which was divided into seven polling stations in Sidamulih Village. This research looks at how different campaign methods are used by the elected village head with the successful team to get victory. As well as the strategy used in winning the village head election in Sidamulih Village. Then by looking at the process of clientelism which is built based on existing polarization present both culturally and materially. The election of village heads or regional heads, especially in Central Java, has a special term used in elections, namely wuwur or wuwuran. This term has the same meaning as money politics by providing a number of materials to the public as an effort to support them in elections. The method used in this study is a qualitative case study method that seeks to explain and describe a phenomenon that occurs through interviews, observation, and documentation. The findings of this study are the use of different campaign methods for candidates who have won the contest even though they did not maximize campaign time from the committee. The strategy undertaken is to carry out early socialization to the community based on the classified hamlets. The votes that went to the elected candidate also had a basis from the wuwur activities that did occur. The wuwur phenomenon was justified by the chairman of the organizing committee but could not impose sanctions because he was outside the process of becoming a village head. The relationship that was built materially and culturally was also seen when the candidate who won the contest appointed the head of his success team as chairman of the BPD in Sidamulih Village.
3845841061I1C017028UJI KUALITATIF BAHAN KIMIA OBAT DEKSAMETHASON DAN PREDNISON DALAM JAMU PEGAL LINU YANG BEREDAR DI KOTA PURWOKERTOIndonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan memanfaatkan tanaman sebagai obat tradisional. Prevalensi penduduk Indonesia diatas 15 tahun yang mengkonsumsi obat tradisional sebanyak 59,12%. Jamu adalah obat tradisional berbahan alami yang telah digunakan secara turun-temurun untuk kesehatan. Menurut peraturan permenkes RI No. 007 Tahun 2012 Tentang Registrasi Obat Tradisional Pasal 7, obat tradisional dilarang menggunakan bahan kimia hasil isolasi yang sering disebut bahan kiia obat (BKO) untuk menjamin keselamatan konsumen. Berdasarkan pengawasan yang dilakukan oleh BPOM jamu pegal linu seringkali dicemari dengan adanya bahan kimia obat seperti deksamethason dan prednison. Hal ini memicu peneliti untuk melakukan pengujian BKO pada jamu pegal linu kemasan yang beredar di Kota Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya bahan kimia obat deksamethason dan prednison dalam jamu pegal linu yang beredar di Kota Purwokerto. Metode penelitian yang dilakukan dengan cara pengambilan sampel secara purposive sampling serta melakukan uji bahan kimia obat menggunakan Uji KLT dan Pereaksi warna. Analisis kualitatif Uji KLT pada Deksamethason menggunakan fase gerak kloroform methanol (9:1) sedangkan untuk Uji KLT pada Prednison menggunakan fase gerak etil asetat:Kloroform (9:1). Analisis menggunakan Uji Pereaksi Warna dengan penambahan asam asetat anhidrat dan asam sulfat yang berikatan dengan senyawa steroid.Hasil penelitian yang didapatkan menunjukan tidak terdeteksi adanya bahan kimia obat Deksamethason dan Prednison dalam jamu pegal linu yang beredar di Kota Purwokerto.Indonesia has abundant natural resources and utilizes plants as traditional medicine. The prevalence of the Indonesian population over 15 years of age consuming traditional medicine is 59.12%. Jamu is a traditional medicine with natural ingredients that has been used for generations for health. According to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 007 of 2012 concerning Registration of Traditional Medicines Article 7, traditional medicines are prohibited from using isolated chemicals which are often called chemical drug substances (BKO) to ensure consumer safety. Based on supervision carried out by the BPOM, herbal medicine for aches and pains is often contaminated with the presence of medicinal chemicals such as dexamethasone and prednisone. This prompted researchers to conduct BKO testing on packaged rheumatic herbal medicines circulating in Purwokerto City. This study aims to determine the presence or absence of the chemical drugs dexamethasone and prednisone in the aching rheumatic herbs circulating in Purwokerto City. The research method was carried out by taking samples by purposive sampling and testing medicinal chemicals using TLC Tests and color reagents. Qualitative analysis The TLC test on Dexamethasone used chloroform methanol (9:1) as the mobile phase, while the TLC test on Prednisone used ethyl acetate:Chloroform (9:1) as the mobile phase. Analysis using the Color Reagent Test with the addition of anhydrous acetic acid and sulfuric acid which binds to steroid compounds. The results of the study showed that there were no detectable chemicals such as Dexamethasone and Prednisone in the aching rheumatic herbs circulating in Purwokerto City.
3845941093C1C019099Pengaruh Herding Behaviour, Overconfidence, Regret Aversion dan Loss Aversion Terhadap Keputusan Investasi Mahasiswa Generasi Z Di PurwokertoPenelitian yang berjudul “Pengaruh Heding Behaviour, Overconfidence, Regret Aversion dan Loss Aversion Terhadap Keputusan Investasi Pada Mahasiswa Generasi Z di Purwokerto” merupkan penelitian kuantitatif dengan motode kuesioner sebagai teknik pengumpulan data. Keputusan Investasi adalah Keputusan investasi adalah suatu keputusan yang diambil dalam penanaman modal pada satu aset atau lebih untuk menghasilkan return yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Heding Behaviour, Overconfidence, Regret Aversion dan Loss Aversion Terhadap Keputusan Investasi Pada Mahasiswa Generasi Z di Purwokerto.
Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa generasi Z di Purwokerto. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 106 responden. Metode penentuan sampel dengan purposive sampling.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan SPSS 29 menunjukkan bahwa: (1) herding behaviour berpengaruh terhadap keputusan investasi mahasiswa generasi Z di Purwokerto; (2) overconfidence tidak berpengaruh terhadap keputusan investasi mahasiswa generasi Z di Purwokerto; (3) Loss Aversion tidak berpengaruh terhadap keputusan investasi mahasiswa generasi Z di Purwokerto; (4) Regret Aversion berpengaruh terhadap keputusan investasi mahasiswa generasi Z di Purwokerto.
The study entitled "The Influence of Heding Behavior, Overconfidence, Regret Aversion and Loss Aversion on Investment Decisions in Generation Z Students in Purwokerto" is a quantitative study using the questionnaire method as a data collection technique. Investment decision is an investment decision is a decision taken in investing in one or more assets to generate a high return. The purpose of this study was to determine the effect of Heding Behavior, Overconfidence, Regret Aversion and Loss Aversion on Investment Decisions in Generation Z Students in Purwokerto.
The population in this research is Generation Z students in Purwokerto. The number of samples in this study were 106 respondents. The method of determining the sample by purposive sampling.
Based on the results of research and data analysis using SPSS 29, it shows that: (1) herding behavior influences the investment decisions of Generation Z students in Purwokerto; (2) overconfidence has no effect on the investment decisions of generation Z students in Purwokerto; (3) Loss Aversion has no effect on the investment decisions of generation Z students in Purwokerto; (4) Regret Aversion influences the investment decisions of Generation Z students in Purwokerto.

3846041094J1D019037Realitas Sosial Penderita HIV/AIDS dalam Film Rio The Survivor Karya Yudie Oktav Berdasarkan Pendekatan Mimetik (Kajian Sosiologi Sastra)Realitas sosial merupakan peristiwa atau fenomena sosial yang terjadi dalam kehidupan manusia dan juga dijumpai dalam karya sastra. Akan tetapi, terkadang diabaikan begitu saja karena dianggap karangan pengarang semata. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui realitas sosial penderita HIV/AIDS di dalam film Rio The Survivor dan mengetahui perbandingan realitas sosial penderita HIV/AIDS di dalam film dengan kehidupan nyata. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan subjek berupa film Rio The Survivor dan data dalam bentuk dialog serta gambar dari film. Peneliti menggunakan teknik konten analisis dan uji keabsahan yang digunakan, yaitu triangulasi teori. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa karya sastra merupakan tiruan atau cerminan dari alam semesta. Kemudian, data yang ditemukan berupa realitas sosial matrial di dalam film, yaitu penggunaan teknologi, transportasi, obat-obatan, dan gaya arsitektur. Realitas sosial non matrial penderita HIV/AIDS yang dominan terlihat dalam film, yaitu diskriminasi.Social reality is an event or social phenomenon that occurs in human life and is also found in literary works. However, sometimes it is simply ignored because it is considered to be the work of the author alone. This study aims to determine the social reality of HIV/AIDS sufferers in the film Rio The Survivor and to find out the comparison between the social reality of HIV/AIDS sufferers in the film with real life. This research is qualitative research with the subject of the film Rio The Survivor and data in the form of dialogues and pictures from the film. Researchers used content analysis techniques and validity tests, namely theoretical triangulation. Based on the research that had been conducted, it can be concluded that literary works are imitations or reflections of the universe. The data found is in the form of material social reality as the use of technology, transportation, medicine, and architectural styles. The dominant non-material social reality of HIV/AIDS sufferers can also be seen in the film as discrimination.