Artikelilmiahs

Menampilkan 38.461-38.480 dari 48.948 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3846140304I1C019030Analisis Kandungan Lemak Babi dalam Bakso Menggunakan Kombinasi Metode Spektrofotometri UV-Vis
dan Kemometrik PCA (Principal Component Analysis)
Latar Belakang: Telah dilaporkan terdapat pemalsuan lemak babi dalam produk makanan seperti
bakso. Identifikasi kandungan lemak babi dalam pangan menjadi perhatian utama. Metode spektrofotometri UV-Vis dikombinasikan dengan kemometrik dikembangkan untuk mengklasifikasikan anatara lemak babi dengan lemak lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kombinasi metode spektrofotometri UV-Vis dengan kemometrik Principal
Component Analysis (PCA) dalam mengidentifikasi kandungan lemak babi dalam produk bakso.
Metodologi: Sampel bakso di ekstrak secara sokletasi dengan pelarut n-heksana. Spektrum Uv-Vis
sampel diukur pada rentang 225-360 nm. Data spektrum UV-Vis dianalisis lebih lanjut menggunakan PCA untuk mengklasifikasikan sampel.
Hasil Penelitian: Model PCA yang telah dibuat tidak cukup baik dalam mengkarakterisasi dan mengelompokkan sampel. Namun hasil analisis PCA memiliki kecenderungan dalam
mengelompokkan masing-masing sampel. Sebaran variasi data dijelaskan dengan nilai 86,3% dan
9,4% untuk Principal Component 1 dan Principal Component 2.
Kesimpulan: Kombinasi metode spektrofotometri UV-Vis dan kemometrik PCA belum dapat digunakan dalam mengidentifikasi adanya kandungan lemak babi dalam bakso, meskipun memiliki
kecenderungan pengelompokkan.
Kata Kunci: Lemak Babi, Spektrofotometri UV-Vis, Principal Component Analysis
Background: It has been reported adulteration of lard in food products such as meatballs.
Identification of lard in food is a crucial task. The UV-Vis spectrophotometry methods combined
with chemometric was developed to classify between lard and other fats. This study aims to determine the ability of the UV-Vis spectrophotometry combined with Principal Component
Analysis (PCA) chemometric to identify lard content in meatballs.
Methods: Meatball samples were extracted by soxhletation with n-hexane solvent. UV-Vis spectra
of samples measured in the interval of 225-360 nm. UV-Vis spectra data was further analyzed using
PCA to classify the samples.
Result: The PCA model is not good enough in characterizing and classifying samples. However,
the results of PCA analysis have a tendency to classify sample. The distribution of data variations is
explained by the values of 86,3% and 9,4% for Principal Component 1 and Principal Component 2.
Conclusion: The UV-Vis spectrophotometry combined with PCA cannot be used to identify the presence of lard in meatballs, although it has a tendency to cluster.
Keywords: Lard, UV-Vis Spectrophotometry, Principal Component Analysis
3846241095L1B019044Pemberian Tepug Spirulina platensis Pada Pakan Dengan Persentase Berbeda Terhadap Pertumbuhan Ikan Guppy (Poecilia reticulata)Penelitian tentang “Pemberian Tepung Spirulina Platensis Pada Pakan Dengan Persentase Berbeda Terhadap Pertumbuhan Ikan Guppy (Poecilia reticulata) bertujuan mengetahui pengaruh penambahan tepung Spirulina platensis terhadap pertumbuhan benih ikan Guppy. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimental dan rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu P1 (kontrol), P2 (penambahan tepung Spirulina platensis 0.9%), P3 (penambahan tepung Spirulina platensis 1.2%) dan P4 (penambahan tepung Spirulina platensis 1.5%). Hasil penelitian dari parameter pertumbuhan berupa pertumbuhan berat, panjang, SGR, dan SR berturut-turut P1 (0.037±0.01a; 0.39±0.15; 0.215±0.055%; 100%) P2 (0.048±0,01a; 0.46±0,13ab; 0,2525±0.063% g; 90%) P3(0.065±0,02a; 0,52±0,09ab; 0.287±0.065%; 100%) dan P4(0.086±0,02b; 0,70±0,09b; 0.385±0.062%; 95%). Research on "Giving Spirulina Platensis Flour to Feed with Different Percentages on the Growth of Guppy Fish (Poecilia reticulata) aims to determine the effect of adding Spirulina platensis flour on the growth of Guppy fish seeds. The research method used was experimental method and the design used was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 4 replications. The treatments used were P1 (control), P2 (addition of 0.9% Spirulina platensis flour), P3 (addition of 1.2% Spirulina platensis flour) and P4 (addition of 1.5% Spirulina platensis flour). The results of the study of the growth parameters in the form of growth in weight, length, SGR, and SR respectively P1 (0.037 ± 0.01a; 0.39 ± 0.15; 0.215 ± 0.055%; 100%) P2 (0.048 ± 0.01a; 0.46 ± 0.13ab ; 0.2525±0.063% g; 90%) P3(0.065±0.02a; 0.52±0.09ab; 0.287±0.065%; 100%) and P4(0.086±0.02b; 0.70±0 ,09b; 0.385 ± 0.062%; 95%).
3846341096F1C019035KOMUNIKASI KELOMPOK LEMBAGA BANTUAN HUKUM (LBH) YOGYAKARTA DENGAN MASYARAKAT DESA WADAS DALAM KONFLIK PENAMBANGAN BATU ANDESIT DI BENDUNGAN BENER KABUPATEN PURWOREJOPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui komunikasi kelompok Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta dengan masyarakat Desa Wadas. Dengan tujuan unutuk menganalisa komunikasi LBH Yogyakarta dalam membantu masyarakat Desa Wadas dalam konflik penambangan batu andesit serta persepsi masyarakat terkait pesan yang diberikan. Penelitian ini menggunakan landasan teori stakeholder serta teori spiral keheningan dengan metode penelitian jenis pendekatan kualitatif. Penilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan melalui 4 tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Untuk menguji keabsahan data pada penelitian ini yaitu menggunakan metode triangulasi sumber data.
Hasil penelitian menunjukan warga yang dulunya lebih banyak diam sekarang sudah mau berbicara dan lebih berani menyampaikan aspirasi mereka. Selain itu, melalui pendidikan hukum kritis yang diberikan LBH Yogyakarta menambah pengetahuan serta pemahaman warga Wadas mengenai hukum, yang sebelumnya warga buta hukum tidak memahami proses gugatan ke pengadilan sekarang bisa melakukan gugatan sampai ke kasasi ke MA. Pemahamannya juga bisa diketahui dari keterlibatan warga Wadas di setiap forum-forum diskusi, audiensi dengan pertemuan instansi atau lembaga pemerintahan.

This research was conducted to determine the communication between the Yogyakarta Legal Aid Institute (LBH) group and the people of Wadas Village. With the aim of analyzing the communication of LBH Yogyakarta in helping the people of Wadas Village in the conflict of andesite stone mining and community perception regarding the message given. This research uses the foundation of stakeholder theory and the spiral theory of silence with qualitative approach type research methods. The selection of informants in this study used purposive sampling techniques. The data analysis method used goes through 4 stages, namely data collection, data reduction, data presentation and verification. To test the validity of the data in this study, namely using the triangulation method of data sources.
The results showed that people who used to be more silent are now willing to speak up and are more courageous to express their aspirations. In addition, through critical legal education provided by LBH Yogyakarta, increasing the knowledge and understanding of Wadas residents about the law, who previously were legally illiterate did not understand the process of a lawsuit to the court, can now file a lawsuit up to cassation to the Supreme Court. His understanding can also be known from the involvement of Wadas residents in every discussion forum, audience with meetings of government agencies or institutions.

3846441097L1B019007FLUKTUASI ALGA HIJAU DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI CV. CEMARASEWU SUMBER REJEKI, KABUPATEN CILACAPAlga merupakan organisme yang memiliki klorofil dan bersifat eukariotik. Alga hijau mengandung klorofil sehingga mampu berfotosintesis secara langsung dan menjadi penyumbang makanan alami pada perairan tambak udang. Penelitian ini berjudul Fluktuasi Alga Hijau dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di CV. Cemarasewu Sumber Rejeki, Cilacap. Tujuan penelitian untuk mengetahui fluktuasi alga hijau dan laju pertumbuhan udang Vaname yang dibudidayakan di CV. Cemarasewu Sumber Rejeki. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa alga hijau mengalami fluktuasi selama masa budidaya udang Vaname. Keberadaan alga hijau mampu memberikan pengaruh baik terhadap laju pertumbuhan udang Vaname. Laju pertumbuhan udang Vaname pada tambak penelitian tergolong baik. Hasil yang diperoleh ADG pada petak B13 0,39 %, B14 0,45 % dan B15 0,38%. MBW pada petak B13 30,75 g, B14 31,68 dan B15 32,05 g. FCR pada petak B13 1,42, B14 1,45 dan B15 1,39 dan SR pada petak B13 66,7 %, B14 71,5% dan B15 70,7%.Algae are organisms that have chlorophyll and are eukaryotic. Green algae contain chlorophyll so they can photosynthesize directly and become a natural food contributor in shrimp pond waters. This study entitled Green Algae Fluctuation and Its Influence on the Growth of Vaname Shrimp (Litopenaeus vannamei) at CV. Cemarasewu Source of Fortune, Cilacap. The aim of the study was to determine the fluctuation of green algae and the growth rate of Vaname shrimp cultivated at CV. Cemarasewu Source of Fortune. The research method used is observation. The results showed that green algae experienced fluctuations during the Vaname shrimp cultivation period. The presence of mamou green algae has a good effect on the growth rate of Vaname shrimp. The growth rate of Vaname shrimp in research ponds is quite good. The results obtained by ADG in plots B13 were 0.39%, B14 0.45% and B15 0.38%. MBW in plots B13 30.75 g, B14 31.68 and B15 32.05 g. FCR in plots B13 1.42 , B14 1.45 and B15 1.39 and SR in plots B13 66.7%, B14 71.5% and B15 70.7%.
3846541098E1A018248TANGGUNG JAWAB PERLAKU USAHA TERHADAP PERDAGANGAN MINUMAN KERAS TIDAK BERLABEL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
(Studi Kasus Putusan Nomor 44/Pid.Sus/2022/PN. Tng)
Pemberian label merupakan suatu hal yang wajib dilakukan oleh pelaku usaha dalam memproduksi barang dan/atau jasa. Dengan adanya label, konsumen akan memperoleh informasi yang benar dan jelas, baik mengenai kuantitas, isi serta kualitas mengenai barang dan/atau jasa yang beredar. Tujuan penelitian ini berdasarkan permasalahan yang ada yaitu untuk mengetahui bagaimana tanggung jawab pelaku usaha dalam Putusan Nomor 44/Pid.Sus/2022/Pn. Tng.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian adalah deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalh data sekuder berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dan metode analisis data yang digunakan adalah normatif kualitatif.
Hasil penelitian ini dalam Putusan Nomor 44/Pid.Sus/2022/Pn. Tng adalah majelis hakim menyatakan bahwa Bong A Fu sebagai pelaku usaha telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana memperdagangkan dan/atau memproduksi barang yang tidak memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh ketentuan perundang-undangan, serta tidak memasang label kemasan sebagaimana diatur dalam Pasal 8 ayat (1) huruf a dan i Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Menjatuhkan pidana kepada pelaku usaha oleh karena itu dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan, serta barang bukti berupa 24 (dua puluh empat) dus minuman beralkohol tanpa merek jenis ciu dirampas untuk dimusnahkan.
Labelling is something that must be done by business actors in producing goods and/or services. With the label, consumers will obtain correct and clear information, both regarding the quantity, content and quality of goods and / or services in circulation. The purpose of this research based on the existing problems is to find out how the responsibility of business actors in Decision Number 44/Pid.Sus/2022/Pn. Tng.
The method used in this research is normative juridical, the research specification is descriptive. The data used in this research is secondary data in the form of primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. The data collection method used is literature study and the data analysis method used is normative qualitative.
The result of this research in Decision Number 44/Pid.Sus/2022/Pn. Tng is that the panel of judges stated that Bong A Fu as a business actor has been proven legally and convincingly guilty of committing the crime of trading and/or producing goods that do not meet the standards required by statutory provisions, as well as not installing packaging labels as regulated in Article 8 paragraph (1) letters a and i of Law Number 8 Year 1999 concerning Consumer Protection. Sentenced the perpetrator to 6 (six) months imprisonment, and the evidence in the form of 24 (twenty four) boxes of unbranded alcoholic beverages of ciu type were confiscated for destruction.
3846641099E1A019297PERLINDUNGAN HUKUM MEREK VANS BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 1850 K/Pdt.Sus-HKI/2022Merek sebagai salah satu bentuk karya intelektual memiliki peranan penting dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. Pada praktiknya merek terkenal sering kali dimanfaatkan tanpa izin oleh pihak lain sehingga berpotensi menimbulkan kerugian terhadap pemilik merek yang sah. Dengan demikian, merek terkenal harus mendapatkan perlindungan hukum dari negara agar terhindar dari pelanggaran merek yang dapat merugikan berbagai pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap merek VANS Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis dalam Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor:1850 K/Pdt.Sus-HKI/2022 dan akibat hukum pembatalan Merek OTTOVANSCLASSIC dalam Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor:1850 K/Pdt.Sus-HKI/2022
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sckunder, dan tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, kemudian data yang diperoleh disajikan dalam bentuk teks naratif dengan menggunakan metode analisis data yang digunakan yaitu metode normatif kualitatif.
Berdasarkan data hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Majelis Hakim telah memberikan perlindungan hukum Merek terkenal VANS milik Penggugat dengan melakukan pembatalan Merek OTTOVANSCLASSIC milik tergugat dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 1850 K/Pdt.Sus-HKI/2022 sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 21 ayat (1) huruf a, b dan (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis. Akibat Hukum yang timbul dari pembatalan Merek OTTOVANSCLASSIC milik tergugat yaitu merek tersebut dicoret dari Daftar Umum Merek yang diumumkan dalam Berita Resmi Merek oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.
Brand as a form of intellectual work has an important role in trading activities of goods or services. In practice, well-known brands are often used without the permission of other parties, so that they have the potential to cause harm to the legitimate brand owner. Therefore, well-known brands must receive legal protection from the state in order to avoid trademark violations that can be detrimental to various parties. This study aims to find out how the legal protection of the VANS mark is based on Law Number 20 of 2016 concerning Marks and Geographical Indications in the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number: 1850 K/Pdt.Sus-HKI/2022 and the legal consequences of canceling the OTTOVANSCLASSIC mark in the Decision of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number: 1850 K/Pdt.Sus-HKI/2022.
This reserach uses a normative juridical approach method with analytical descriptive research specifications. The data source used is secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials. The data collection method is carried out by literature study, then data obtanied is presented in the form of narrative text using the data analysis method use, namely the qualitative nromative method.
Based on the research and discussion data, it shows that the Panel of Judges has provided legal protection for the Plaintiff's VANS Mark, by canceling the OTTOVANSCLASSIC Mark in the Supreme Court Decision Number 1850 K/Pdt.Sus-HKI/2022 in accordance with the provisions stipulated in Article 21 paragraph (1) letters a, b and (3) of Law Number 20 of 2016 concerning Marks and Geographical Indications. Legal Consequences arising from the cancellation of the OTTOVANSCLASSIC Mark, belonging to the defendant, namely the mark being crossed out from the General Register of Marks as announced in the Official Mark Gazette by the Directorate General of Intellectual Property.
3846741100F1C019046Dinamika dalam Implementasi Budaya Kerja 2I&3K pada Karyawan PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk Cabang CilacapPT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk Cabang Cilacap menjadi salah satu cabang perusahaan Alfamart yang saat ini sedang gencar melakukan internalisasi Budaya Kerja 2I&3K melalui media sosial @alfamartgemabudaya_cilacap. Dengan adanya peningkatan angka engagement di setiap bulannya menunjukkan bahwa proses internalisasi yang dilakukan telah berjalan dengan baik dan mampu menjangkau banyak orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis budaya organisasi yang ada di PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk, mengetahui bentuk implementasi dari Budaya Kerja 2I&3K oleh karyawan PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk, Cabang Cilacap, serta mengetahui hambatan dalam proses implementasi budaya kerja tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk memiliki beragam bentuk budaya organisasi, meliputi Budaya Kerja 2I&3K yang didukung dengan budaya artefak seperti logo perusahaan, slogan, maskot, dan standar penampilan karyawan, serta asumsi dasar perusahaan. 2) Budaya Kerja 2I&3K senantiasa diimplementasikan oleh karyawan PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk Cabang Cilacap dengan cara berusaha memberikan pelayanan yang baik dan professional kepada para konsumen. 3) Implementasi Budaya Kerja 2I&3K yang dilakukan oleh karyawan PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk Cabang Cilacap belum berjalan dengan maksimal disebabkan karena masih adanya salah satu nilai yang belum diimplementasikan dengan baik yaitu nilai “Kerjasama Tim”.
PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk Cilacap Branch is one of the branches of the Alfamart company which is currently intensively internalizing the 2I & 3K Work Culture through social media @alfamartgema Budaya_cilacap. With an increase in engagement rates every month, it shows that the internalization process has been going well and is able to reach many people. The purpose of this study is to analyze the organizational culture that exists at PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk, to find out the form of implementation of the 2I&3K Work Culture by employees of PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk, Cilacap Branch, and to find out the obstacles in the process of implementing this work culture. This research is a qualitative descriptive study with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation.
The results of this study indicate that 1) PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk has various forms of organizational culture, including 2I&3K Work Culture which is supported by cultural artifacts such as company logos, slogans, mascots, and employee performance standards, as well as the company's basic assumptions. 2) The 2I&3K Work Culture is always implemented by employees of PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk Cilacap Branch by trying to provide good and professional service to consumers. 3) The implementation of the 2I&3K Work Culture carried out by employees of PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk Cilacap Branch has not run optimally because there is still one of the values that has not been implemented properly, namely the value of "Teamwork".
3846841101H1D019021PENGEMBANGAN APLIKASI PERMAINAN “HAPPI” MENGGUNAKAN UNITY UNTUK ANAK USIA DINIIndonesia memiliki demografi yang sangat menguntungkan terhadap produktivitas negeri. Potensi anak dapat dikembangkan dengan berbagai metode, salah satunya adalah dengan melatih kemampuan logika anak. Kemampuan logika anak dapat dilatih dengan bermain game edukasi untuk menyimulasikan dan memecahkan masalah sehari-hari. Rata-rata anak Indonesia menghabiskan waktunya menggunakan gawai dan memiliki risiko kecanduan, maka orang tua dapat memanfaatkan waktu penggunaan gawai tersebut untuk hal yang lebih positif seperti memainkan game edukasi bersama anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah game edukasi yang dapat membantu perkembangan anak usia dini dalam bidang pendidikan. Pengembangan game “Happi” menggunakan metode GDLC yang memiliki empat tahap, yaitu pre-production, production, testing, dan post-production. Pada tahap ¬pre-production dibuat desain awal. Pada tahap production dibuat aset dan desain akhir. Pada tahap testing dilakukan pengujian terhadap game. Pada tahap post-production dilakukan perilisan game. Game dikembangkan dengan Unity untuk platform mobile demi memudahkan akses terhadap game tersebut di mana saja. Dalam “Happi” terdapat beberapa permainan seperti ping pong, teka-teki laser, permainan menghafal pola, dan permainan mengurutkan gambar. Hasil black box testing menunjukan hasil valid yang menunjukkan bahwa aplikasi sudah sesuai dengan desain pengembang aplikasi. Hasil UAT didapatkan nilai 93,5% yang termasuk kategori “sangat baik”. Hasil validasi ahli didapatkan nilai 79,17% yang termasuk kategori “sangat baik”. Menurut hasil tes kompatibilitas, aplikasi dapat berjalan dengan lancar pada sistem Android dengan level API 23 ke atas. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa game “Happi” dapat digunakan sebagai media pembelajaran homeschooling dengan baik.Indonesia has a very advantageous demography suited for increased national productivity. Children’s potential may be developed through various methods, one of which is to train their logic. A child’s logical ability can be trained with educational games designed to simulate and solve daily problems. The average Indonesian child spends their time using gadgets and risks getting addicted, parents may use this to their advantage by investing in comparatively positive activities such as playing educational games along with their child This research aims to develop an educational game that can aid in the educational development of young children. The game “Happi” is developed using the GDLC method, which includes steps such as pre-production, production, testing, and post-production. An early design is produced during pre-production. Production includes creating assets and final designs. Testing is conducted to verify the game’s validity. Post-production is when the game gets released. The game is made with Unity for the mobile platform to facilitate ease of access. “Happi” includes several mini-games, which are ping pong, laser puzzles, a simon says game, and a picture ordering game. Black box testing shows all functions are valid, which shows that the resulting app has satisfied the developer’s design. UAT results in a grade of 93,5% which is categorized as “very good”. Expert validation results in a grade of 79,17% which is categorized as “very good”. Compatibility testing shows that the app runs well on Android versions with API level 23 and up. This research shows that “Happi” game is a suitable educational media for homeschooling.
3846940796I1C019001Formulasi Nanopartikel Ekstrak Etanolik Kulit Batang Lindur (Bruguiera gymnorrhiza) Dengan Polimer Carboxymethyl ChitosanKulit batang Lindur (Bruguiera gymnorrhiza) memiliki beberapa metabolit sekunder yang berpotensi digunakan sebagai antioksidan dan antibakteri. Upaya untuk mengatasi kelarutan dan absorbsi yang rendah dalam tubuh adalah dengan memformulasikan dalam bentuk nanopartikel dengan polimer carboxymethylchitosan (CMCS). Nanopartikel ekstrak etanolik kulit batang B. gymnorrhiza diformulasikan dengan 3 variasi konsentrasi CMCS FI, FII, FIII (200mg, 300mg, 400mg) dan CaCl2 sebagai cross-linker dengan metode gelasi-ionik. Nanopartikel dikarakterisasi : ukuran partikel, distribusi ukuran partikel, dan zeta potensial untuk mengetahui formula terpilih yang selanjutnya dikarakterisasi morfologi, FTIR, dan DSC. Hasil karakterisasi ukuran partikel, distribusi ukuran partikel dan zeta potensial nanopartikel berurutan dengan konsentrasi CMCS FI (167,2±18,04 nm; 0,33±0,16; 24,43 ± 17,71 mV), FII (255,5±42,51 nm; 0,2±0,05; 26,37 ± 12,08 mV), FIII (307±26,51 nm; 0,39±0,17; 22,3 ± 3,66 mV). Hasil karakterisasi FT-IR dan DSC dengan formula terpilih (300mg) menunjukkan bahwa terdapat pergeseran panjang gelombang serta kesamaan gugus fungsi O-H, C=O, dan C-H dan adanya perubahan puncak endotermik dan eksotermik antara ekstrak kulit batang B. gymnorrhiza dengan nanopartikel ekstrak etanolik kulit batang B. gymnorrhizaThe Lindur (Bruguiera gymnorrhiza) bark has several secondary metabolites that have the potential to be used as antioxidants and antibacterials. An effort to overcome low solubility and absorption in the body is to formulate in the form of nanoparticles with carboxymethylchitosan (CMCS) polymer. Nanoparticles of ethanolic extract of B. gymnorrhiza bark were formulated with 3 variations of CMCS concentrations FI, FII, FIII (200mg, 300mg, 400mg) and CaCl2 as cross-linker by ionic gelation method. Nanoparticles were characterized : particle size, particle size distribution, and zeta potential to determine the selected formula which was further characterized by morphology, FTIR, and DSC. The results of particle size characterization, particle size distribution and zeta potential of nanoparticles sequentially with CMCS concentration FI (167.2±18.04 nm; 0.33±0.16; 24.43±17.71 mV), FII (255.5±42.51 nm; 0.2±0.05; 26.37±12.08 mV), FIII (307±26.51 nm; 0.39±0.17; 22.3 ± 3.66 mV). FT-IR and DSC results with the selected formula (300mg) showed that there was a shift in wavelength and similarity of O-H, C=O, and C-H functional groups and changes in endothermic, exothermic peaks between B. gymnorrhiza bark extract and B. gymnorrhiza bark extract nanoparticles.
3847041102F1B016089Collaborative Governance Dalam Penanggulangan Pengendalian Penyakit Virus Corona (COVID-19) Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui secara jelas mengenai Collaborative Governance dalam penanggulangan pengendalian penyakit virus corona (COVID-19) Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Untuk mengetahui faktor penghambat dalam proses Collaborative Governance yang dihadapi dalam penanggulangan pengendalian penyakit Virus Corona (COVID-19) Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan yang menghasilkan data deskriptif. Fokus penelitian ini menggunakan Teori milik Ansell dan Gash. Teknik analisis data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan data. Hasil penelitian ini pada proses Collaborative Governance berjalan baik melalui proses dialog tatap muka, negosasi yang dilakukan berjalan baik antar stakeholder menghasilkan berbagai kegiatan di kawasan purwokerto timur, kegiatan yang dilakukan seperti penertiban, pembagian masker, pembagian bantuan sembako, dan sosialisasi terkait covid-19. Proses komunikasi dalam kegiatan kolaborasi terdapat sosialisasi secara langsung maupun tidak langsung. Pada aspek berbagi pemahaman para stakeholder melakukan musyawarah dalam rapat koordinasi dalam proses musyawarah kegiatan yang disepakati bersama. Komitmen terhadap proses disimpulkan komitmen antar lini terlaksana dengan baik terceminnya kekompakan, dan kepercayaan serta kerja sama yang baik. Aspek kajian terakhir meliputi hasil sementara, para stakeholder memiliki harapan kegiatan kolaborasi yang disusun sebaik-baiknya, komunikasi kerjasama dan kepercayaan yang terjalin dipertahankan demi kelangsungan kegiatan/program penanggulangan covid-19.This study aims to find out clearly about Collaborative Governance in overcoming the control of corona virus disease (COVID-19) in East Purwokerto District, Banyumas Regency, To find out the inhibiting factors in the Collaborative Governance process faced in overcoming the control of Corona Virus disease (COVID-19) ) East Purwokerto District, Banyumas Regency. The research method used is descriptive qualitative using an approach that produces descriptive data. The focus of this research uses Ansell and Gash's theory. Data analysis techniques, data reduction, data presentation, and data collection. The results of this study on the Collaborative Governance process went well through a face-to-face dialogue process, negotiations that were carried out well between stakeholders resulted in various activities in the East Purwokerto area, activities carried out such as controlling, distribution of masks, distribution of basic food assistance, and outreach related to Covid-19. The communication process in collaborative activities includes direct and indirect socialization. In the aspect of sharing understanding, stakeholders hold deliberations in coordination meetings in the process of deliberation on mutually agreed activities. Commitment to the process concluded that commitment between lines is carried out well, reflected in cohesiveness, and trust and good cooperation. The aspect of the latest study includes interim results, stakeholders have hopes that collaborative activities will be arranged as well as possible, communication of cooperation and trust that is maintained is maintained for the continuity of activities/programs for handling Covid-19.
3847141103G1A019055KORELASI KAPASITAS VITAL PARU DENGAN HEART RATE VARIABILITY MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Latar Belakang: Prevalensi penyakit sistem kardiovaskular di Jawa Tengah termasuk tinggi. Heart rate variability (HRV) di kalangan mahasiswa kedokteran tergolong rendah. Heart rate variability merupakan marka non-invasif yang menggambarkan keseimbangan sistem saraf otonom pada sistem kardiovaskular. Heart rate variability dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang mempengaruhi HRV adalah fungsi paru. Terdapat sinkronisasi antara sistem respiratori dan kardiovaskular tetapi belum terdapat penjelasan spesifik mengenai korelasi kapasitas vital paru dengan HRV

Tujuan: Untuk mengetahui korelasi kapasitas vital paru dengan heart rate variability pada mahasiswi FK Unsoed.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah subjek penelitian ini sebanyak 31 mahasiswi yang ditentukan dengan metode consecutive sampling. Pengukuran kapasitas vital paru dilakukan dengan pengukuran FVC menggunakan spirometer. Pengukuran HRV menggunakan POLAR M400 heart rate monitor yang dihubungkan dengan aplikasi Welltory dengan mengukur parameter HRV berupa SDNN (standard deviation of normal to normal). Analisis bivariat menggunakan uji parametrik korelatif Pearson.

Hasil: Hasil uji korelasi Pearson FVC dengan SDNN menunjukkan nilai r = 0.282 dan p = 0.124 sehingga tidak terdapat korelasi antara FVC dan SDNN.

Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi antara kapasitas vital paru dengan HRV pada mahasiswi FK Unsoed
Background: The prevalence of cardiovascular disease in Central Java is high and the heart rate variability (HRV) among medical students is low. Heart rate variability is a non-invasive marker that describes the balance of the autonomic nervous system in the cardiovascular system. Heart rate variabilityis influenced by several factors. One of the factors that affect HRV is lung function. There is synchronization between the respiratory and cardiovascular systems. However, there is not much of explanation about the correlation between vital lung capacity and HRV.

Aim: To determine the correlation of lung vital capacity and heart rate variability in female students of FK Unsoed.

Methods: This research is an analytic observational study with cross sectional approach. The number of subjects in this study were 31 female students who were determined by the consecutive sampling method. Lung vital capacity was measured by measuring FVC using a spirometer. Heart rate variability measurement was done using a POLAR M400 heart rate monitor connected to the Welltory application by measuring the HRV parameter in the form of SDNN (standard deviation of normal to normal). Bivariate analysis used Pearson's correlative parametric test.

Results: The results of the Pearson correlation test between FVC and SDNN showed a value of r = 0.282 and p = 0.124.

Conclusion: There is no correlation between heart rate variability and vital lung capacity
3847240936L1C019006PENGARUH INTENSITAS CAHAYA BERBEDA TERHADAP KANDUNGAN KLOROFIL a,b DAN LAJU PERTUMBUHAN FITOPLANKTON Spirulina platensis
Spirulina platensis adalah fitoplankton paling banyak dikultur untuk bahan aktif pangan fungsional, sebagian besar tubuhnya merupakan klorofil. Klorofil pada S. platensis dimanfaatkan dalam berbagai bidang, kemudian diupayakan dengan kultur skala laboratoris dengan intensitas cahaya untuk peningkatan stok agar tidak bergantung pada alam. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kepadatan, laju pertumbuhan, dan mengetahui pengaruh intensitas cahaya berbeda terhadap kepadatan sel dan kandungan klorofil a,b pada S. platensis. Metode yang digunakan adalah ekperimental dengan kultur 3 perlakuan intensitas cahaya berbeda yaitu: (A) 500 Lux; (B) 1029 Lux; (C) 2000 Lux untuk pengukuran klorofil menggunakan spektrofotometer uv-vis pada 630, 664, dan 667 nm. Analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif, analisis ANOVA, dan dilanjut dengan uji tukey. Hasil penelitian kepadatan dan laju pertumbuhan S.platensis terjadi pada hari ke-7 yaitu 69.043±1.028 sel/ml pada perlakuan 2000 Lux. Hasil kandungan klorofil a diperoleh sebesar 0.339±0.050 mg/m³ dan klorofil b sebesar 0.230±0.044 mg/m³ pada perlakuan 2000 Lux. Intensitas cahaya berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kepadatan sel, dan kandungan klorofil a,b pada S. platensis. Respon S. platensis bervariasi dan 2000 lux merupakan intensitas cahaya optimal untuk mendapatkan kepadatan sel, laju pertumbuhan, dan kandungan klorofil a,b yang tinggi. Spirulina platensis is the most widely cultured phytoplankton for functional food active ingredients, most of its body is chlorophyll. Chlorophyll in S. platensis is used in various fields, then attempted with laboratory-scale culture with light intensity to increase stock so that it is not dependent on nature. The purpose of this study was to determine the density, growth rate, and determine the effect of different light intensities on cell density and chlorophyll a,b content in S. platensis. The method used was experimental with 3 different light intensity treatments, namely: (A) 500 Lux; (B) 1029 Lux; (C) 2000 Lux for chlorophyll measurement using a uv-vis spectrophotometer at 630, 664, and 667 nm. Data analysis used descriptive comparative method, ANOVA analysis, and continued with the tukey test. The results of the study of the density and growth rate of S.platensis occurred on the 7th day, namely 69,043 ± 1,028 cells/ml in the 2000 Lux treatment. The results of chlorophyll a content were obtained at 0.339 ± 0.050 mg/m³ and chlorophyll b at 0.230 ± 0.044 mg/m³ at 2000 Lux treatment. Light intensity had a very significant effect (P<0.01) on cell density and chlorophyll a,b content in S. platensis. The response of S. platensis varies and 2000 lux is the optimal light intensity to obtain high cell density, growth rate, and chlorophyll a,b content.
3847341104F1B016022IMPLEMENTASI PROGRAM KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) DI KELURAHAN GRENDENG KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul implementasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kelurahan Grendeng Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Program KOTAKU di Kelurahan Grendeng dalam meningkatkan akses insfratruktur dan pelayanan dasar pada daerah kumuh di perkotaan menggunakan teori perspektif what’s happening milik Ripley dan Franklin. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pemilihan informannya menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif secara interaktif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan implementasi Program KOTAKU di Kelurahan Grendeng belum terlaksana dengan baik. Berikut adalah hasil penelitian menggunakan perspektif what’s happening milik Ripley dan Franklin : 1) Aktor yang terlibat, aktor yang terlibat sudah memahami peran dan tupoksinya masing-masing, hanya saja masih ada kendala dilapangan terkait beberapa anggota BKM dan KSM yang perannya kurang optimal, 2) Kejelasan tujuan, Program KOTAKU sudah memiliki tujuan yang jelas dan terarah, aktor pelaksana program telah memahami tujuan program dengan baik, 3) Perkembangan dan kerumitan program, untuk koordinasi dan komunikasi antara aktor yang terlibat sudah berjalan dengan baik karena komunikasi dijalankan secara intens selama program kegiatan berlangsung, pedoman aturan sudah tertera dengan jelas hanya saja aktor dari lembaga KSM kurang mengetahuinya karena mereka lebih diarahkan pada kegiatan teknis program, 4) Partisipasi terhadap program, Program KOTAKU di Kelurahan Grendeng diterima dengan baik oleh masyarakat, mereka ikut andil dalam pelaksanaan program kegiatan dilapangan, 5) faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi, sempit dan padatnya bangunan di Kelurahan Grendeng membuat kesulitan aktor untuk mencari lahan sebagai sarana pembangunan insfratruktur, selain itu sebagian masyarakat masih memilik pandangan bahwa aktor pelaksana program dilapangan mendapatkan keuntungan lebih untuk dirinya sendiri dari adanya program.This research is have title implementation of the Cities Without Slums Program (KOTAKU) in the Grendeng village, Banyumas Regency. This study aims to determine the implementation of the KOTAKU Program in Grendeng Village in increasing access to basic infrastructure and services in urban slums using a theoretical perspective.what’s happening belonging to Ripley and Franklin theori. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out by means of interviews, observation, and documentation. The technique of selecting informants uses techniques purposive sampling. The data analysis method used is interactive qualitative data analysis. The results of this study indicate that the implementation of the KOTAKU Program in Grendeng Village has not been implemented properly. The following are the results of research using perspective what’s happening theory owned by Ripley and Franklin: 1) The actors involved, the actors involved already understand their respective roles and duties, but there are still obstacles in the scope related to several BKM and KSM members whose roles are not optimal, 2) Conspicuousness of goals, the KOTAKU Program already has goals directed goals, program implementing actors have understood the program purpose well, 3) Program Development and Complexity, for coordination and communication between the actors involved has been going well because communication is carried out intensely during program activities, guidelines for rules are clearly stated it's just that actors from KSM don't know about the guidlines because they are more directed at technical program activities, 4) Participation in the program, the KOTAKU Program in Grendeng Village is well received by the community, they take part in implementing program activities in the scope, 5) factors that influence implementation, the narrowness and density of buildings in Grendeng Village makes it difficult for actors to find a land for infrastructure development, some people still seen program activities as full of elements of profit for program implementing actors.
3847432692I1A019052Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Jamban Sehat di Wilayah Kerja Puskesmas Ajibarang IILatar Belakang: Puskesmas Ajibarang II menempati urutan terendah keluarga dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak (jamban sehat) se-Kabupaten Banyumas yaitu hanya sebesar 65%. Rendahnya akses terhadap fasilitas jamban sehat tentunya dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan jamban sehat di Wilayah Kerja Puskesmas Ajibarang II.

Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang meneliti variabel bebas berupa pendidikan, pendapatan keluarga, pengetahuan mengenai jamban sehat, sikap, keberadaan jamban sehat, ketersediaan air bersih, dukungan tokoh agama, dan dukungan pemerintah terhadap variabel terikatnya yaitu penggunaan jamban sehat. Jumlah sampel penelitian ini yaitu 89 responden yang diperoleh dari 3 Desa dengan cakupan akses ke sanitasi jamban terendah yaitu Desa Jingkang, Pancasan, dan Sawangan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan uji univariat, bivariat, dan multivariat.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 6 variabel yang berhubungan dengan penggunaan jamban sehat yaitu pendidikan (p-value = 0,005), pendapatan keluarga (p-value = 0,022), pengetahuan, sikap, keberadaan jamban sehat, dan dukungan pemerintah (p-value =0,000). Variabel yang paling berpengaruh terhadap penggunaan jamban sehat yaitu sikap dengan p-value = 0,012 dan nilai OR = 4,716.
Kesimpulan : Faktor yang memiliki hubungan paling signifikan dengan penggunaan jamban sehat di Wilayah Kerja Puskesmas Ajibarang II yaitu sikap.
Kata kunci : Jamban Sehat, Puskesmas
Background: The Ajibarang II Health Center is in the lowest rank for families with access to proper sanitation facilities (healthy latrines) throughout Banyumas Regency, namely only 65%. The low access to healthy latrines can of course be caused by several factors. This study aims to determine the factors that influence the use of healthy latrines in the Work Area of the Ajibarang II Health Center.
Methodology: This study uses a quantitative method with a cross-sectional approach that examines the independent variables such as education, family income, knowledge about healthy latrines, attitudes, existence of healthy latrines, availability of clean water, support from religious leaders, and government support for the dependent variable, namely the use of healthy latrines. The number of samples in this study were 89 respondents obtained from 3 villages with the lowest coverage of access to latrine sanitation, namely Jingkang, Pancasan and Sawangan Villages using the proportionate stratified random sampling technique. Data were analyzed by univariate, bivariate and multivariate.
Results: The results showed that there were 6 variables related to the use of healthy latrines, namely education (p-value = 0.005), family income (p-value = 0.022), knowledge, attitudes, existence of healthy latrines, and government support (p- value = 0.000). The variable that has the most influence on the use of healthy latrines is attitude with p-value = 0.012 and OR = 4.716.
Conclusion: The factor that has the most significant relationship with the use of healthy latrines in the Ajibarang II Health Center Work Area is attitude.
Keywords: Healthy Latrines, Health Center
PENDAHULUAN
3847541105H1A016046ANALISIS PERFORMANSI LAYANAN VIDEO STREAMING FACEBOOK DENGAN PARAMETER QUALITY OF SERVICE PADA JARINGAN WI-FITelekomunikasi merupakan teknik pengiriman atau penyampaian informasi dari satu tempat ke tempat yang lain. Sekarang ini kebutuhan informasi yang semakin meningkat mengharuskan informasi tersebut dapat diketahui secara real time atau pada saat itu juga. Facebook merupakan salah satu platform yang dapat mendistribusikan informasi berupa video dan dengan layanan yang dimiliki berupa live streaming.Quality of Service merupakan metode pengukuran yang digunakan untuk menentukan kemampuan sebuah jaringan seperti; aplikasi jaringan, host atau router dengan tujuan memberikan network service yang lebih baik dan terencana sehingga dapat memenuhi kebutuhan suatu layanan. Perhitungan atau pengolahan data untuk menguji jaringan yang digunakan dengan mengamati parameter-parameter seperti delay, throughput, jitter, packet loss, dan frame rate. Aplikasi yang digunakan untuk melakukan pengambilan dan pengolahan data adalah wireshark.Nilai rata-rata parameter delay yang didapatkan dengan mengggunakan jaringan Wi-Fi dari gedung F Teknik Unsoed sebesar 44.90268078 ms dan jaringan Wifian Solution sebesar 32.98295792 ms keduanya mendapatkan kategori sangat bagus, parameter jitter jaringan Wi-Fi dari gedung F Teknik Unsoed sebesar 4.531130511 ms dan jaringan Wifian Solution sebesar 3.329512817 ms keduanya mendapatkan kategori bagus, parameter packet loss jaringan Wi-Fi dari gedung F Teknik Unsoed sebesar 0.0383% dan jaringan Wifian Solution sebesar 0.0149% keduanya mendapatkan kategori sangat bagus, parameter throughput jaringanWi-Fi dari gedung F Teknik Unsoed sebesar 48% dan jaringan Wifian Solution sebesar 49% keduanya mendapatkan kategori kurang dan untuk parameter frame rate jaringanWi-Fi dari gedung F Teknik Unsoed sebesar 12.07742534 dan jaringan Wifian Solution sebesar 6.47809293 keduanya mendapatkan kategori kurang.Telecommunications is a technique for sending or delivering information from one place to another. Currently, the increasing need for information requires that this information can be known in real time or at that time. Facebook is a platform that can distribute information in the form of video and with its services in the form of live streaming. Quality of Service is a measurement method used to determine the capabilities of a network such as; network application, host or router with the aim of providing a better and planned network service so that it can meet the needs of a service. Calculation or data processing to test the network used by observing parameters such as delay, throughput, jitter, packet loss, and frame rate. The application used to retrieve and process data is wireshark. The average value of the delay parameter obtained by using the Wi-Fi network from the Unsoed Engineering F building is 44.90268078 ms and the Wifian Solution network is 32.98295792 ms both get very good categories, network jitter parameters Wi-Fi from building F Teknik Unsoed is 4.531130511 ms and Wifian Solution network is 3.329512817 ms both get good category, Wi-Fi network packet loss parameter from building F Teknik Unsoed is 0.0383% and Wifian Solution network is 0.0149% both get very good category , the Wi-Fi network throughput parameter from the F Teknik Unsoed building is 48% and the Wifian Solution network is 49%, both of them get the less category and for the Wi-Fi network frame rate parameter from the F Teknik Unsoed building is 12.07742534 and the Wifian Solution network is 6.47809293 both get the less category.
3847641106H1A016079ANALISIS PERFORMANSI LAYANAN VIDEO STREAMING APLIKASI TWITCH DENGAN PARAMETER QUALITY OF SERVICE PADA JARINGAN WI-FI DAN OPERATOR SELULERPada saat ini sistem telekomunikasi di Indonesia sangat berkembang pesat, berkat kemudahan pengaksesan internet saat ini informasi menjadi lebih cepat diketahui. Akibat dari kemudahan dalam mengakses informasi yang diperoleh dari internet ini maka kebutuhan untuk bandwidth lebih besar dan pengaksesan internet dengan kecepatan tinggi sangat dibutuhkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan melakukan pengambilan data pada aplikasi video streaming Twitch dengan menggunakan jaringan Wi-Fi dan juga beberapa jaringan operator seluler yang selanjutnya akan dianalisa dengan menggunakan parameter Quality of Service (QoS) standar TIPHON untuk mengetahui seberapa besar nilai indeks performasinya. Adapun software yang akan digunakan untuk melakukan pengambilan data pada saat menggunakan layanan video streaming yaitu Wireshark. Pada parameter perhitungan delay jaringan Wi-Fi pada setiap gedung Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman memiliki nilai terkecil berdasarkan standar TIPHON. Pada parameter perhitungan delay jaringan Wi-Fi pada setiap gedung Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman memiliki nilai terkecil, dengan nilai terkecil terdapat pada gedung Wi-Fi gedung B dengan nilai 34.0953256 ms dengan nilai indeksnya 4 atau sangat bagus. Pada jitter jaringan Wi-Fi pada setiap gedung Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman memiliki nilai terkecil, dengan nilai terkecil terdapat pada gedung Wi-Fi gedung B dengan nilai 3.438 ms dengan nilai indeksnya 3 atau bagus. Pada packet loss untuk jaringan Wi-Fi pada setiap gedung jumlah paket loss yang diterima sebanyak 0%, lalu untuk jaringan operator seluler hanya gedung B saja yang mendapatkan nilai rata-rata paket loss sebanyak 1% dan sisanya baik gedung A, C, D, E, dan F nilai yang diterima sebanyak 0%. Pada throughput jaringan Wi-Fi pada setiap gedung Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman memiliki nilai terbesar, dengan nilai terbesar terdapat pada gedung Wi-Fi gedung B dengan nilai 164.23% dengan nilai indeksnya 4 atau sangat bagus. Pada frame rate jaringan Wi-Fi pada setiap gedung Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman nilai terbesar, dengan nilai terbesar terdapat pada gedung Wi-Fi gedung B dengan nilai 16.570526578 fps dengan nilai indeksnya 3 atau cukup.At this time the telecommunications system in Indonesia is growing rapidly, thanks to the ease of accessing the internet, information is now known more quickly. As a result of the ease in accessing information obtained from the internet, the need for greater bandwidth and high-speed internet access is urgently needed. The method used in this study is to collect data on the Twitch video streaming application using Wi-Fi networks and also several cellular operator networks which will then be analyzed using the TIPHON standard Quality of Service (QoS) parameters to find out how much the performance index value is. . The software that will be used to retrieve data when using a video streaming service is Wireshark. The parameter for calculating the delay for the Wi-Fi network in each building of the Faculty of Engineering, Jenderal Soedirman University has the smallest value based on the TIPHON standard. The parameter for calculating the delay for the Wi-Fi network in each building of the Faculty of Engineering, Jenderal Soedirman University has the smallest value, with the smallest value in the Wi-Fi building B with a value of 34.0953256 ms with an index value of 4 or very good. The Wi-Fi network jitter in each building of the Faculty of Engineering, Jenderal Soedirman University has the smallest value, with the smallest value found in the Wi-Fi building B with a value of 3,438 ms with an index value of 3 or good. In packet loss for Wi-Fi networks in each building the number of packet loss received is 0%, then for cellular operator networks only building B gets an average packet loss value of 1% and the rest are both buildings A, C, D, E, and F values accepted as much as 0%. The throughput of the Wi-Fi network in each building of the Faculty of Engineering, Jenderal Soedirman University has the greatest value, with the largest value being in the Wi-Fi building B with a value of 164.23% with an index value of 4 or very good. In the Wi-Fi network frame rate in each building of the Faculty of Engineering, Jenderal Soedirman University, the highest value is found, with the largest value in the Wi-Fi building B with a value of 16.570526578 fps with an index value of 3 or sufficient.
3847741107H1A016049ANALISIS PERFORMANSI VIDEO CALL APLIKASI TELEGRAM MENGGUNAKAN JARINGAN WI-FI DAN OPERATOR SELULER DENGAN PARAMETER QUALITY OF SERVICE DI PURBALINGGAAplikasi penyedia layanan komunikasi seperti Telegram memiliki performansi yang berbeda antar aplikasi. Penelititan perlu dilakukan terhadap fitur video call Telegram untuk menganalisis kualitas layanan video call, membandingkan parameter QoS (Quality of Service) dalam jaringan Wi-Fi dan beberapa jaringan operator seluler, serta memberikan informasi hasil analisis perbandingan layanan video call pada aplikasi Telegram menggunakan beberapa jaringan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data yang diamati melalui perangkat lunak Wireshark. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak Excel 2016 sehingga yang didapatkan dari pengolahan data berupa grafik. Parameter QoS yang diamati memakai lima parameter, yaitu delay, jitter, packet loss, throughput, dan frame rate, serta menggunakan 4 macam jaringan, yaitu Wi-Fi dan 3 jaringan seluler. Standar yang digunakan untuk menganalisis QoS mengikuti standar yang ditetapkan oleh TIPHON. Hasil pengamatan didapatkan performansi layanan video call pada aplikasi Telegram berdasarkan standar TIPHON. Dalam pengujian dan pengukuran yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa semakin besar persentase throughput dan frame rate, maka parameter delay, jitter, dan packet loss yang dihasilkan semakin rendah. Pada perhitungan parameter delay, jaringan Wi-Fi mendapatkan nilai rata-rata terkecil sebesar 45,25042353 ms. Pada jitter, jaringan Wi-Fi mendpatkan nilai rata-rata terkecil sebesar 8,15891013 ms. Pada packet loss, jaringan Indosat mendapatkan nilai rata-rata terkecil sebesar 0.00015767%. Pada throughput, jaringan Wi-Fi mendapatkan nilai rata-rata terbesar senilai 39,65%. Pada frame rate, jaringan Wi-Fi mendapatkan nilai rata-rata terbesar senilai 22,9572049 fps.Communication service provider applications such as Telegram have different performance between applications. Research needs to be conducted on the Telegram video call feature to analyze the quality of video call services, compare QoS (Quality of Service) parameters in Wi-Fi networks and several cellular operator networks, as well as provide information on the results of a comparative analysis of video call services on the Telegram application using several networks. The method used in this study uses the data analysis method that is observed through the Wireshark software. The analysis was carried out using Excel 2016 software so that what is obtained from data processing is in the form of graphics. The observed QoS parameters use five parameters, namely delay, jitter, packet loss, throughput, and frame rate, and use 4 types of networks, namely Wi-Fi and 3 cellular networks. The standards used to analyze QoS follow the standards set by TIPHON. The observation results show that the performance of the video call service on the Telegram application is based on the TIPHON standard. In the tests and measurements carried out, it can be concluded that the greater the percentage of throughput and frame rate, the lower the resulting delay, jitter, and packet loss parameters. In calculating the delay parameter, the Wi-Fi network gets the smallest average value of 45.25042353 ms. In jitter, the Wi-Fi network gets the smallest average value of 8.15891013 ms. In packet loss, Indosat's network gets the smallest average value of 0.00015767%. In terms of throughput, the Wi-Fi network gets the largest average value of 39.65%. At the frame rate, the Wi-Fi network gets the largest average value of 22.9572049 fps.
3847844352E1A020223PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI BANK SAMPAH DI DESA KUTASARI, KECAMATAN BATURRADENSampah menjadi masalah masyarakat karena banyaknya sampah di tempat umum, merugikan kesehatan dan lingkungan. Penanganan serius diperlukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, lingkungan, dan memanfaatkan sampah. Kegiatan pengurangan sampah, seperti Reduce, Reuse, Recycle (3R), ditekankan. Pemerintah mengatur pengelolaan sampah dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2021, menempatkan Bank Sampah sebagai pengelola utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji bagaimana pengelolaan sampah melalui bank sampah yang ada di desa Kutasari serta untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengelolaan sampah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif. Pendekatan hukum yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statue approach). Penelitian dilakukan di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, KSM ASRI dan Bank Sampah Inyong Desa Kutasari, Kecamatan Baturraden. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pengelolaan Sampah melalui Bank Sampah di Desa Kutasari, Baturraden, telah dilakukan dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Bank sampah berhasil mengurangi volume sampah dengan inovasi, mengedukasi masyarakat. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengelolaan sampah melalui bank sampah di Desa Kutasari yaitu kebijakan, peran pemerintah dan sumber daya manusia. Untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan pengelolaan sampah melalui Bank Sampah di Desa Kutasari, Baturraden, disarankan untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat tentang prinsip 3R, terutama dengan melibatkan lebih banyak program dan kegiatan sosialisasi. Evaluasi regulasi yang ada diperlukan untuk memastikan konsistensi dan kesesuaian dengan kebutuhan lokal. Pemerintah desa harus meningkatkan dukungan terhadap bank sampah dengan menyediakan fasilitas dan dukungan finansial. Untuk mengatasi kendala sumber daya manusia, program pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi anggota bank sampah dapat diimplementasikan.Waste has become a public problem due to the large amount of waste in public places, detrimental to health and the environment. Serious measures are needed to improve public health, the environment, and utilize waste. Waste reduction activities, such as Reduce, Reuse, Recycle (3R), are emphasized. The government regulates waste management with the Minister of Environment and Forestry Regulation Number 14 of 2021, placing Waste Bank as the main manager. This research aims to find out and examine how waste management through waste banks in Kutasari village and to find out the obstacles faced in the implementation of waste management. The approach method used in this paper is the normative juridical approach method. The legal approach used is the statutory approach (statue approach). The research was conducted at the Banyumas Regency Environmental Service, KSM ASRI and Inyong Waste Bank in Kutasari Village, Baturraden District. From the results of the research it can be concluded that Waste Management through the Waste Bank in Kutasari Village, Baturraden, has been carried out with the 3R principle (Reduce, Reuse, Recycle). The waste bank succeeded in reducing the volume of waste with innovation, educating the community. The obstacles faced in the implementation of waste management through waste banks in Kutasari Village are policies, the role of government and human resources. To improve the effectiveness and sustainability of waste management through the Waste Bank in Kutasari Village, Baturraden, it is recommended to expand the reach of education to the community about the 3R principles, especially by involving more socialization programs and activities. Evaluation of existing regulations is needed to ensure consistency and suitability to local needs. Village governments should increase support for waste banks by providing facilities and financial support. To address human resource constraints, training and skills development programs for waste bank members can be implemented.
3847941109L1B019003Penambahan Tepung Spirulina platensis Pada Pakan Dengan Persentase Berbeda Terhadap Warna Ikan Guppy (Poecilia reticulata)Ikan Guppy (Poecilia reticulate) merupakan salah satu komoditas ikan air tawar hidup bebas di perairan. Ikan Guppy banyak dibudidayakan karena performa keindahan warnanya. Perubahan intensitas warna pada ikan dapat terjadi karena terdapat penurunan kandungan pigmen dalam pakan. Penambahan sumber peningkat warna dalam pakan akan mendorong bertambahnya pigmen warna pada tubuh ikan. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung Spirulina platensis pada pakan terhadap warna Ikan Guppy dan pemberian dosis terbaik terhadap warna Ikan Guppy. Penelitian menggunakan metode eksperimen rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan serta dianalisis menggunakan uji BNT. Perlakuan yang dicobakan dalam penelitian adalah penambahan tepung S. platensis pada pakan buatan, sebagai berikut: P0 (Kontrol), P1 (0,9% tepung S. platensis), P2: (1,2% tepung S. platensis), dan P3: (1,5% tepung S. platensis). Hasil menunjukan intensitas warna berkisar 38,48-71,21% dengan nilai peningkatan berkisar 16,06-32,55%. Penambahan tepung S. platensis pada pakan dengan dosis 1,5% menghasilkan tingkat perubahan warna yang paling baik. Kualitas air meliputi suhu berkisar 29,6 - 33,5°C, pH berkisar 7,9 - 8,9, dan DO berkisar 4 - 4,8 ppm. Hasil pengukuran suhu, pH, dan DO masih dalam batas toleransi Ikan Guppy dapat bertahan hidup.Guppy fish (Poecilia reticulata) is one of the freshwater fish commodities living freely in waters. Guppy fish are widely cultivated because of their beautiful color performance. Changes in color intensity in fish can occur because there is a decrease in pigment content in the feed. The addition of color enhancing sources in the feed will encourage the increase of color pigments in the fish body. The purpose of the study was to determine the effect of the addition of Spirulina platensis flour in feed on the color of Guppy Fish and the best dose on the color of Guppy Fish. The study used a complete randomized design (CRD) experimental method with 4 treatments and 4 replicates and analyzed using the BNT test. The treatment tried in the study was the addition of S. platensis flour to artificial feed, as follows: P0 (Control), P1 (0.9% S. platensis flour), P2: (1.2% S. platensis flour), and P3: (1.5% S. platensis flour). The results showed that the color intensity ranged from 38.48-71.21% with an increase value ranging from 16.06-32.55%. The addition of S. platensis flour to feed at a dose of 1.5% produced the best level of color change. Water quality includes temperature ranging from 29.6 - 33.5°C, pH ranging from 7.9 - 8.9, and DO ranging from 4 - 4.8 ppm. The results of temperature, pH, and DO measurements are still within the tolerance limits of Guppy Fish can survive.
3848041110H1D017045Rancang Bangun Sistem Computer Based Test (CBT) Dalam Proses Seleksi Penerimaan Prajurit Tahap Akademik Di Tni Angkatan UdaraDalam tes seleksi TNI AU masih menggunakan cara konvensional. Model paper-based test yang digunakan pelaksanaan ujian seleksi prajurit TNI AU masih memiliki beberapa kekurangan, salah satunya instrumen ujian seleksi yang masih bersifat konvensional. Maka dari itu didalam penelitian ini diharapkan memberikan solusi sebagai sarana seleksi prajurit TNI AU dibidang akademis dengan menggunakan sistem Computer Based Test agar dapat membantu dalam pelaksanaan seleksi prajurit TNI AU ditahap akademis. Pengembangan sistem CBT ini mengguanakan metode Waterfall, bahasa pemograman PHP dan MySQL. Hasil penelitian ini yaitu adanya sistem CBT yang dapat digunakan untuk melakukan seleksi prajurit TNI AU secara elektronik. Sistem CBT juga sudah dapat melakukan pengacakan soal dan mengurutkan hasil seleksi dari jawaban benar, salah dan jawaban yang kosong. Sistem CBT ini juga sudah menggunakan Safe Exam Browser (SEB) untuk mengurangi kecurangan dalam ujian seleksi..
In the selection test, the Air Force still uses conventional methods. The paper-based test model used to carry out the selection examination for Air Force soldiers still has several shortcomings, one of which is the conventional selection examination instrument. Therefore, this study is expected to provide a solution as a means of selecting Air Force soldiers in the academic field by using a Computer Based Test system in order to assist in the implementation of Air Force soldier selection at the academic stage. The development of this CBT system uses the Waterfall method, PHP and MySQL programming languages. The result of this research is the existence of a CBT system that can be used to select Air Force soldiers electronically. The CBT system has also been able to randomize questions and sort the selection results from true, false and empty answers. This CBT system has also used Safe Exam Browser (SEB) to reduce cheating in selection exams.

Keywords: Computer Based Test (CBT), Information System, TNI AU, Waterfall.