Artikelilmiahs

Menampilkan 38.481-38.500 dari 48.947 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3848141113A1F019008Pengaruh Penambahan Maltodekstrin dan Tween 80 Pada Pembuatan Serbuk Ekstrak Serai Wangi dnegan Metode Foam Mat DryingSerai wangi merupakan salah satu tanaman rempah yang mengandung berbagai senyawa aktif. Dalam memanfaatkan senyawa pada tanaman serai wangi perlu dilakukan ekstraksi menggunakan metode MAE dengan pelarut etanol 70%, hingga hasil akhirnya didapatkan ekstrak cair serai wangi. Kelemahan ekstrak cair karena stabilitas yang buruk membuat ekstrak mudah dikontaminasi oleh mikroba dan sulit dalam penyimpanan, sehingga pembuatan ekstrak dalam bentuk serbuk menjadi harapan dapat memperpanjang masa simpan dan memudahkan penyimpanan. Pembuatan serbuk ekstrak serai wangi dilakukan menggunakan metode Foam mat drying dengan bahan pengisi berupa maltodekstrin dan bahan pembusa tween 80. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) Faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi maltodekstrin (5%, 10%, 15%), dan konsentrasi tween 80 (0,5%, 1%. 1,5%). Hasil penelitian menunjukan semakin tinggi maltodekstrin yang ditambahkan akan meningkatkan rendemen dan nilai pH, sementara akan menurunkan kadar air, total fenol dan aktivitas antioksidan pada serbuk ekstrak serai wangi. Semakin tinggi konsentrasi tween 80 yang ditambahkan akan menurunkan aktivitas antioksidan pada serbuk ekstrak serai wangi. Lemongrass (Cymbopogon winterianus J.) is one of the spice plants that contains various active compounds. Utilizing the compounds in lemongrass involves extraction using the MAE method with 70% ethanol solvent, resulting in lemongrass liquid extract. The drawback of the liquid extract due to its poor stability makes it susceptible to microbial contamination and challenging for storage. Therefore, creating the extract in powder form is hoped to extend its shelf life and facilitate storage. The production of lemongrass extract powder is carried out using the Foam Mat Drying method, employing maltodextrin as the filling material and Tween 80 as the foaming agent. This research was conducted at Agricultural Technology Laboratory, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. The method used in this research was experimental method with a Factorial Randomized Block Design. The factors tested in this study were the concentration of maltodextrin (5%, 10%, 15%), and the concentration of Tween 80 (0.5%, 1%, 1.5%). The research results indicate that increasing the added maltodextrin concentration enhances the yield and pH value, while decreasing the moisture content, total phenol, and antioxidant activity in lemongrass extract powder. Elevating the concentration of added Tween 80 reduces the antioxidant activity in lemongrass extract powder.
3848241114A1F019015Analisis Antioksidan, Sifat Sensoris, dan Analisis Proksimat Minuman Sereal dengan Variasi Penambahan Bubuk Bunga KecombrangPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji penambahan bubuk bunga kecombrang terhadap aktivitas antioksidan, sifat kimia dan sensoris minuman sereal serta mengetahui konsentrasi bubuk bunga kecombrang yang terbaik terhadap aktivitas antioksdan, sifat sensori dan sifat kimia minuman sereal. Materi yang digunakan adalah bubuk bunga kecombrang serta bahan untuk membuat minuman sereal. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Formulasi yang dianalisis pada penelitian ini dibagi menjadi 6 perlakuan berupa pemberian bubuk bunga kecombrang dengan konsentrasi 2%, 4%,6%, 8%, 10%, 12%. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis of Varian (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa minuman sereal dengan penambahan bubuk bunga kecombrang memberi pengaruh nyata (p<0,05) terhadap aktivitas antioksidan, lemak, protein, karbohidrat, warna, aroma, dan rasa asam. Perlakuan dengan penambahan bubuk bunga kecombrang 12% merupakan perlakuan terbaik untuk parameter aktivitas antioksidan dan sifat sensoris minuman sereal.This research was to examine the addition of kecombrang flower powder to the antioxidant activity, chemical and sensory properties of cereal drinks and determine the best concentration of kecombrang flower powder on antioxidant, sensori properties and chemical properties of cereal drinks. The material used is kecombrang flower powder and ingredients to make cereal drinks. The experimental design used was Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments with 4 repeats. The experimental design used in this study was a Complete Randomized Design (RAL) with 6 treatments and 3 repeats. The formulation analyzed in this study was divided into 6 treatments in the form of giving combrang flower powder with a concentration of 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, 12%. The data analysis used was Analysis of Variance (ANOVA) at a significance level of 5%. The results showed that cereal drinks with the addition of combrang flower powder exerted a noticeable effect (p<0.05) on antioxidant activity, fat, protein, carbohydrates, color, aroma, and sour taste. Treatment with the addition of 12% kecombrang flower powder is the best treatment for the parameters of antioxidant activity and sensory properties of cereal drinks.
3848344351I1B020004HUBUNGAN POLA ASUH GRANDPARENTING DENGAN PERILAKU KESEHATAN CENDERUNG BERISIKO PADA REMAJA ABSTRAK

HUBUNGAN POLA ASUH GRANDPARENTING DENGAN PERILAKU KESEHATAN
CENDERUNG BERISIKO PADA REMAJA

Siska Apriani1, Eva Rahayu2, Asep Iskandar3


Latar belakang : Perilaku kesehatan cenderung berisiko merupakan perilaku yang dapat membahayakan kesehatan remaja seperti merokok, konsumsi alkohol, dan seks bebas. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku kesehatan cenderung berisiko pada remaja yaitu pola asuh orang tua yang dialihkan kepada kakek nenek (grandparenting).
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh grandparenting dengan perilaku kesehatan cenderung berisiko pada remaja di Desa Lambur Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan.
Metode : Desain penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Pengambilan data menggunakan teknik total sampling pada 42 responden. Pengambilan data dilakukan di Desa Lambur. Instrumen penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan Uji Chi-Square.
Hasil penelitian : Remaja yang diasuh dengan pola asuh demokratis dan permisif menunjukan tingkat perilaku kesehatan cenderung berisiko ringan. Sedangkan remaja yang diasuh dengan pola asuh otoriter menunjukan tingkat perilaku kesehatan cenderung berat dengan nilai p value 0,048.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh grandparenting dengan perilaku kesehatan cenderung berisiko.

Kata Kunci : Pola asuh grandparenting, perilaku berisiko, remaja.

1Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman.
2Laboratorium Keperawatan Komunitas, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman.

ABSTRACT
The Relationship between Grandparenting and Health Behaviors that Tend to be Risk in Adolescent

Siska Apriani1, Eva Rahayu2, Asep Iskandar3
Nursing Department, Faculty of Health Science
Jenderal Soedirman University
Purwokerto, Indonesia
Jl. Dr. Soeparno, Karangwangkal, Purwokerto Utara 53123 Tel (0281)642838
E-mail: siskaapriyanis31@gmail.com

Background : Health behaviors that tend to be risky are behavior that can endanger adolescent health, such as smoking, alcohol consumption, and premarital sex. One of the factors that influence health behavior that tends to be risky in adolescents is the parenting style of parents who are transferred to grandparents (grandparenting).
Purpose : This research aims to determine the relationship between grandparenting style and risk health behavior among adolescents in Lambur Villager, Kandangserang Distric, Pekalongan Regency.
Method : This research design uses a cross sectional method. Data collection used total sampling technique on 42 respondents. Data collection was carried out in Lambur Village. This research instrument uses a questionnaire. Data were analyzed using univariate analysis and bivariate analysis using the Chi-Square test.
Research Result : Adolescents who were raised with a democratic and permissive parenting style showed a level of health behavior that tended to be at low risk. On the other hand, adolescents who are raised with an authoritarian parenting style tend to have serious risk behavior, with a p value 0,048.
Conclusion : There is a significant relationship between grandparenting styles and risky behavior in adolescents.

Keywords : Grandparenting style, risk behavior, adolescents.



1Nursing Departtment, Faculty of Health Science, University Jenderal Soedirman.
2Community Nursing Laboratory, Faculty of Health Science, University Jenderal Soedirman.
3848444353I1J020006DESCRIPTION OF LEARNING MOTIVATION OF INTERNATIONAL CLASS NURSING STUDENTS BACHELOR OF SCIENCE IN NURSING LEADING TO THE PROFESSIONAL NURSING PROGRAMME FACULTY OF HEALTH SCIENCES JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITYLatar belakang: Mahasiswa pada tahap perkembangannya sering kali mengambil keputusan yang kurang matang, terutama dalam menentukan minatnya dalam memilih program studi. Motivasi belajar mahasiswa dapat mendorong mahasiswa untuk berperilaku aktif dan berprestasi di kelas. Namun, kurangnya motivasi belajar dapat merugikan efektivitas upaya belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat motivasi belajar mahasiswa keperawatan kelas internasional berdasarkan karakteristik dan indikatornya.
Metode :Penelitian deskriptif kuantitatif melibatkan 64 responden, dan menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan mengisi kuesioner skala motivasi belajar yang telah diisi lengkap melalui Google form, dan diolah dengan analisis univariat.
Hasil penelitian: Mayoritas peserta berusia 20 tahun (31,1%) dan mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 57 peserta (89,1%). Jalur masuk didominasi oleh SPMB UTBK sebanyak 34 peserta (53,1%) dan pilihan masuk keperawatan didominasi oleh 34 peserta (53,1%) yang bukan merupakan pilihan pertama. Tahun angkatan peserta didominasi oleh angkatan 2022 sebanyak 31 peserta (48,4%). mempunyai kategori motivasi belajar tinggi sebesar 50%
Kesimpulan: Peserta merupakan mahasiswa keperawatan internasional mempunyai kategori motivasi belajar tinggi, mahasiswa keperawatan internasional mempunyai motivasi ekstrinsik tinggi. Mahasiswa dapat memahami indicator motivasi belajar dan menyusun rencana strategi belajar.
Kata kunci: Keperawatan, Mahasiswa, Motivasi Belajar

1Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
2Dosen Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
Background: Students at this stage of their development often need to make more mature decisions, especially when determining their interest in choosing a study program. Student learning motivation can encourage students to behave actively and excel in class. However, a lack of motivation to learn can hurt the effectiveness of student learning efforts. This Research aims to measure the learning motivation level of international nursing students based on their characteristics and indicators.
Method: Quantitative descriptive Research involved 64 respondents, and purposive sampling techniques were used. Data was obtained by completing a learning motivation scale questionnaire via Google Forms and processing it with univariate analysis.
Research Result: The majority of participants were 20 years old (31.1%), and the majority were female, with 57 participants (89.1%). The entry route was dominated by SPMB UTBK, with as many as 34 participants (53.1%), and the choice of entering nursing was dominated by 34 participants (53.1%) who were not the first choice. The class year of participants was dominated by the class of 2022, with 31 participants (48.4%). Has a high learning motivation category of 50%
Conclusion: Participants totalling 64 international nursing students had a high learning motivation category, and international nursing students had high extrinsic motivation. Students can understand indicators of learning motivation and develop study strategy plans.
Keyword : Learning motivations, Nursing, Student

1Student of Nursing Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
2Lecturer of Nursing, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
3848544354E1A020025TANGGUNG GUGAT PEJABAT TATA USAHA NEGARA DALAM PEMBATALAN PEMBERIAN IZIN PENYELENGGARAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 104/PK/TUN/2019)Sengketa hukum bisa timbul dari berbagai situasi atau bidang, salah satunya sengketa tata usaha negara yang timbul antara warga masyarakat dengan aparat pemerintah. Menurut Pasal 1 ayat (10) UU Nomor 51 Tahun 2009 tentang PTUN bahwa sengketa TUN yaitu sengketa yang timbul dalam bidang tata usaha negara antara orang atau badan hukum perdata dengan badan atau pejabat tata usaha negara, baik di pusat maupun di daerah, sebagai akibat dikeluarkannya keputusan tata usaha negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implikasi dan pertanggungjawaban pejabat Tata Usaha Negara terhadap pembatalan Keputusan Tata Usaha Negara pada Kasus Putusan Mahkamah Agung No. 104 PK/TUN/2019.
Metode pendekatan yang digunakan pada penelitian yaitu yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dan metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, kemudian data yang diperoleh diolah dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis data yang digunakan yaitu normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implikasi pembatalan Keputusan Tata Usaha Negara melalui Putusan MA no. 104 PK/TUN/2019, dinyatakan batal dan tidak berlaku lagi karena secara prosedural dan subtansi dari penerbitan objek sengketa telah bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pertanggungjawaban hukum Pejabat Tata Usaha Negara yaitu mewajibkan untuk melaksanakan isi dari putusan pengadilan dengan sukarela.
Legal disputes can arise from various situations or fields, one of which is the creation of state administration which arises between citizens and government officials. According to Article 1 paragraph (10) of Law Number 51 of 2009 concerning PTUN, TUN disputes are disputes that arise in the field of state administration between individuals or civil legal entities and state administration bodies or officials, both at the center and in the regions, as a result of the issuance of state administrative decisions. This research aims to find out how coercive and accountable State Administrative officials are regarding permits for State Administrative Decisions in the Supreme Court Decision Case No. 104 PK/TUN/2019.
The approach method used in the research is normative juridical with descriptive analytical research specifications. The data source used is secondary data and the data collection method is carried out using library research, then the data obtained is processed in the form of narrative text with the data analysis method used, namely normative qualitative.
Based on the research results, it can be concluded that the implications of canceling State Administrative Decisions through Supreme Court Decision no. 104 PK/TUN/2019, was declared null and void because procedurally and in substance the issuance of the object of dispute was in conflict with the applicable laws and regulations. The legal responsibility of State Administrative Officials requires them to carry out the contents of court decisions voluntarily.
3848641116L1B019005POTENSI REPRODUKSI RAJUNGAN (Portunus pelagicus, LINNAEUS 1758) BERDASARKAN HUBUNGAN PANJANG
BERAT DI DESA PACIRAN, KABUPATEN LAMONGAN, JAWA
TIMUR
Rajungan (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) merupakan komoditas perikanan
Indonesia dengan nilai ekonomis tinggi. Pengelolaan perikanan rajungan yang
berkelanjutan diperlukan informasi biologis maupun data hasil tangkapan yang
presisi di setiap wilayah penangkapan. Hubungan panjang- berat dan tingkat
kematangan gonad rajungan betina merupakan informasi biologis untuk
mengetahui potensi reproduksi dan musim pemijahan rajungan di alam. Desa
Paciran merupakan salah satu daerah penghasil rajungan di Kabupaten
Lamongan, Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi
reproduksi rajungan berdasarkan hubungan panjang berat dan tingkat
kematangan gonad rajungan betina di Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Penelitian dilakukan dari bulan Agustus- Oktober
2022 di Desa Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Sampel yang diidentifikasi
sejumlah 100 sampel setiap bulannya. Identifikasi yang dilakukan meliputi
panjang karapas dan berat rajungan serta tingkat kematangan gonad rajungan
betina. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dan data hasil
sampling dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan
hubungan panjang berat rajungan pada bulan Agustus - Oktober 2022 bersifat
alometrik negatif. Penurunan kualitas perairan dan faktor genetik rajungan
adalah penyebab pertumbuhan berat rajungan di Perairan Desa Paciran
menjadi lebih lambat. Tingkat kematangan gonad rajungan betina pada fase
akhir tertinggi adalah pada bulan Oktober (41,07%). Hal tersebut
mengindikasikan bahwa pada bulan Oktober merupakan waktu potensial bagi
rajungan di Perairan sekitar Desa Paciran untuk memijah
Rajungan (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) is an Indonesian fishery commodity
with high economic value. Sustainable blue swimming crab (BSC) fisheries
management requires biological information and precise catch data in each fishing area. The relationship between length-weight and maturity level of female crab gonads is
biological information to determine the reproductive potential and spawning season of
crabs in nature. Paciran Village is one of the BSC producing areas in Lamongan
Regency, East Java. This study was conducted to determine the reproductive potential
of BSC based on the relationship between weight length and gonad maturity level of
female BSC in Paciran Village, Paciran District, Lamongan, East Java. The study was
conducted from August-October 2022 in Paciran Village, Lamongan, East Java. A total
of 100 samples are identified each month. The identification includes carapace length
and weight of the BSC as well as the degree of gonad maturity of the female. Sampling
is done purposively and the sampling data is analyzed descriptively. The results showed
that the length of BSC weight in August-October was negative allometric. The decline
in water quality in Lamongan Water which af ects the abundance of food for BSC and
genetic of BSC in Paciran Water causes the growth of crab weight to be slower. The
highest level of gonadal maturity of female BSC in the late phase was in October
(41.07%). This indicates that October is a potential time for rajungan in Paciran
Village to spawn.
3848741056J1D019017Tindak Tutur Ekspresif pada Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di SMKN 1 PurwokertoBerdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 63 tahun 2014 yang menjelaskan bahwa ekstrakurikuler pramuka wajib diikuti oleh peserta didik SMP dan SMA, menyebabkan terbaginya tipe-tipe peserta didik diantaranya: peserta didik yang memang menyukai pramuka, peserta didik yang mengikuti pramuka hanya sekadar untuk memenuhi kewajiban, dan peserta didik yang tidak senang mengikuti pramuka. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk meneliti bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber datanya berupa semua orang yang terlibat pada kegiatan ekstrakurikuler pramuka seperti dewan ambalan, pembina, dan para peserta didik. Data yang diolah berupa konteks dan tuturan ekspresif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak. Teknik yang digunakan adalah teknik SLBC (simak bebas libat cakap). Data kemudian dianalisis dengan metode padan.

Hasil penelitian menunjukkan munculnya beberapa tindak tutur ekspresif pada kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SMK Negeri 1 Purwokerto, diantaranya: 4 (empat) bentuk berterima kasih, 3 (tiga) bentuk memberi selamat, 5 (lima) bentuk meminta maaf, 1 (satu) bentuk menyesal, 3 (tiga) bentuk menyambut. Selain itu, ditemukan pula 16 (enam belas) fungsi tindak tutur ekspresif, diantaranya: 4 (empat) fungsi meminta maaf, 5 (lima) fungsi memuji, 4 (empat) fungsi berterima kasih), 3 (tiga) fungsi mengucapkan selamat.

Tuturan ekspresif yang dihasilkan berdampak pada tingkat antusias keikutsertaan peserta didik pada ekstrakurikuler pramuka. Sebagai contoh, seorang penutur adalah ketua ambalan, ia menciptakan situasi yang nyaman serta hangat dalam suatu organisasi pramuka, maka timbul tindak tutur ekspresif yang positif dari para anggota yang membuat para peserta didik tertarik dan senang untuk mengikuti pramuka.
Regulation of Minister of Education and Culture (Permendikbud) number 63 of 2014 explained that junior and senior high school students are obliged to join scouts extracurriculars. From this explanation, there are differences in expressive speech acts shown by students in Scout activities. It happened because students who participate in scout activities are divided into several types: students who basically like scouts, students who joined just to fulfill their obligations, and students who are unhappy to joined scouts. This research examined the form and function of expressive speech acts in scout extracurricular which used qualitative methods. The data source is everyone involved in scout extracurricular, such as the council, coaches, and students. The data processed is context and expressive speech in scout extracurricular at SMK Negeri 1 Purwokerto. Data collection was carried out by observation method with non-involved conversational observation. Furthermore, the data were analyzed using identity method.

The research found that several expressive speech acts appear in scout extracurricular at SMK Negeri 1 Purwokerto, as follows: 4 (four) forms of thanking, 3 (three) forms of congratulating, 5 (five) forms of apologizing, 1 (one) form of regret, 3 (three) forms of welcoming. furthermore, 16 (sixteen) expressive speech act functions also found, including 4 (four) functions of apologizing, 5 (five) functions of praise, 4 (four) functions of thanking), and 3 (three) functions of congratulating.

The expressive utterances produced have an impact on the enthusiasm of students participating in scout extracurricular. For example, if the speaker is a Scout leader, and he/she creates a friendly situation, there will be positive expressive speech acts from students who make them interested to join.
3848841117C1A019099Pengaruh Investasi Dan Good Governance Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka Dan Pertumbuhan Ekonomi Di 34 Provinsi Di IndonesiaSustainable Development Goals (SDGs) menjadi salah satu perhatian dan tujuan utama yang hendak dicapai oleh pemerintah di tahun 2030, di mana salah satunya adalah tujuan kedelapan yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi dalam hal ini diwakilkan oleh tingkat pengangguran terbuka dan pertumbuhan ekonomi. Sebagai sebuah target capaian yang harus dicapai pada tahun 2030 tingkat pengangguran terbuka dan pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya dalam rentang 2016-2021 belum menunjukkan perbaikan yang berarti walaupun telah didukung oleh realisasi investasi yang meningkat dan tata kelola pemerintah yang bertambah baik setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh investasi dan good governance terhadap tingkat pengangguran terbuka dan pertumbuhan ekonomi.

Lokasi yang menjadi objek penelitian ini adalah 34 provinsi di Indonesia dengan rentang data penelitian pada tahun 2016-2021. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang dikumpulkan melalui media perantara atau diperoleh dan dicatat oleh pihak lain. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis data panel simultan dengan Two Stage Least Squares (2SLS).

Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa penanaman modal asing, indeks demokrasi Indonesia tidak berpengaruh terhadap tingkat pengangguran terbuka dan belanja modal berpengaruh negatif signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka. Sedangkan penanaman modal dalam negeri, indeks demokrasi Indonesia tidak berpengaruh signifikan namun indeks pembangunan manusia memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Dan pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka dan sebaliknya tingkat pengangguran terbuka memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Implikasi dari penelitian ini pemerintah perlu membuat kebijakan atau arahan untuk mengarahkan investasi yang masuk baik dari penanaman modal asing dan dalam negeri serta penggunaan belanja modal kepada sektor-sektor yang dapat menyerap banyak tenaga kerja dan menciptakan multiplier effect serta mendorong pemerintah daerah untuk untuk menjalakan peran birokrasinya secara maksimal dan menyeluruh sehingga dampaknya akan dirasakan masyarakat seperti membuat berbagai program pelatihan, pembukaan lapangan kerja atau pendampingan usaha sehingga naiknya pertumbuhan ekonomi diimbangi dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat baik dari pendapatan, kesehatan dan pendidikan yang merata sehingga tingkat pengangguran terbuka berkurang.
Sustainable Development Goals (SDGs) are one of the main concerns and objectives to be achieved by the government in 2030, with one of them being the eighth goal, which is decent work and economic growth represented by the open unemployment rate and economic growth. As a target to be achieved by 2030, the open unemployment rate and economic growth have not shown significant improvements annually in the period of 2016-2021, despite being supported by increasing investment realization and improved government governance each year. The purpose of this research is to analyze the influence of investment and good governance on the open unemployment rate and economic growth.

The location that serves as the object of this research is the 34 provinces in Indonesia, with the research data spanning from 2016 to 2021. The type of data used in this research is secondary data collected through intermediaries or obtained and recorded by other parties. The analysis method used is simultaneous panel data analysis with Two Stage Least Squares (2SLS).

The results of this research indicate that foreign direct investment and Indonesia's democracy index do not have an effect on the open unemployment rate, while capital expenditure has a significant negative effect on the open unemployment rate. On the other hand, domestic investment and Indonesia's democracy index do not have a significant effect, but the Human Development Index has a significant negative effect on economic growth. Economic growth has a significant negative effect on the open unemployment rate, and conversely, the open unemployment rate has a significant negative effect on economic growth. The implications of this research are that the government needs to create policies or guidelines to direct both foreign and domestic investment and the use of capital expenditure towards sectors that can generate employment and create a multiplier effect. It should also encourage local governments to maximize and improve their bureaucratic role, so that the impact will be felt by the community, such as implementing various training programs, job creation, or business mentoring, to ensure that the increase in economic growth is accompanied by an improvement in the quality of life for the people in terms of income, health, and education, thereby reducing the open unemployment rate.
3848941115I1C019059Karakterisasi Amilum Sagu (Metroxylon spp.) Sebagai Bahan Pengikat Dalam Sediaan TabletLatar Belakang: Amilum merupakan polisakarida terdiri atas amilosa dan amilopektin. Adanya amilopektin dalam amilum ini, membuat amilum dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengikat dalam sediaan tablet. Tanaman sagu merupakan penghasil amilum dengan potensi ekonomi yang tinggi, termasuk dalam bidang farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik amilum, granul, dan tablet ketika menggunakan amilum sagu sebagai bahan pengikat dalam sediaan tablet.
Metodologi: Karakterisasi awal dengan identifikasi serta pengujian secara fisik, kimia, dan fungsional terhadap amilum sagu alami. Dilanjutkan, preparasi tablet natrium diklofenak dengan 3 variasi bahan pengikat (amilum sagu, amilum singkong, dan HPMC). Kemudian dilakukan karakterisasi granul dan tablet pada ketiga formula tersebut.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan ketika amilum sagu digunakan sebagai bahan pengikat pada konsentrasi 3%, memiliki karakteristik yang mirip dengan amilum singkong dan HPMC. Hasil dari karakterisasi granul dan tablet dengan penggunaan pengikat amilum sagu, memiliki sifat alir bagus; indeks kompresibilitas bagus; moisture content 2,14-2,43%; distribusi ukuran partikel >1000 µm; kekerasan 6,91 kg; kerapuhan 0,31%; ukuran antar formula seragam; keseragaman kandungan kadar 104%; waktu hancur 46,49 menit; terdisolusi >99% pada menit ke 45.
Kesimpulan : Amilum sagu berpotensi digunakan sebagai alternatif bahan pengikat dalam formulasi tablet. Penggunaan amilum sagu ini menghasilkan granul dan tablet yang memenuhi syarat sesuai dalam kompendium sedian tablet.
Background: Starch is a polysaccharide consisting of amylose and amylopectin. The presence of amylopectin makes amylum can be used as a binder in tablet preparations. Sago plants are amylum producers with high economic potential, including in the pharmaceutical sector. This study aims to determine the characteristics of starch, granule, and tablet when using sago starch as a binder in tablet preparations.
Methods: Initial testing to identify and characterize (physical, chemical, and functional) of sago starch. Followed by the preparation of diclofenac sodium tablets with 3 variations of binders (sago starch, cassava starch, and HPMC). Then the characterization of granules and tablets in these formulas was carried out.
Results: The study results showed when sago starch was used as a binder at 3% concentration, it had similar characteristics to cassava starch and HPMC. The results of the characterization of granules and tablets with the use of sago starch binder, had good flow properties; good compressibility index; moisture content between 2.14-2.43%; particle size distribution at >1000 µm; hardness at 6.91 kg; friability at 0.31%; uniform size between formulas; uniformity of content at 104%; disintegration time in 46.49 minutes; dissolved (>99%) at minute 45.
Conclusion: Sago starch has the potential to be used as an alternative binder in tablet formulation. The use of sago starch produces granules and tablets that meet the requirements in the tablet preparation compendium.
3849044355L1A020002Musim Penangkapan Ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) yang didaratkan di TPI Karangsong Kabupaten IndramayuPenelitian ini berjudul ”Musim Penangkapan Ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) yang didaratkan di TPI Karangsong Kabupaten Indramayu”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tren produksi ikan tenggiri (S. commerson) yang didaratkan di TPI Karangsong Kabupaten Indramayu pada tahun 2016-2022 dan untuk mengetahui musim penangkapan ikan tenggiri (S. commerson) di TPI Karangsong Kabupaten Indramayu berdasarkan data produksi tahun 2016-2022. Metode ini adalah metode observasi berbasis data sekunder berupa produksi ikan tenggiri (S. commerson) yang didaratkan di TPI Karangsong Kabupaten Indramayu pada tahun 2016-2022. Hasil dari penelitian ini yaitu tren produksi pada 3 tahun terakhir (2020-2022) umumnya cenderung stabil, tapi terdapat bulan-bulan tertentu yang berbeda cukup drastis. Musim penangkapan ikan tenggiri di TPI Karangsong terjadi pada bulan Januari dan Februari.This research is entitled "Fishing Seasons for the narrow-barred Spanish Mackerel (Scomberomorus commerson) landed at TPI Karangsong, Indramayu Regency". The aims of this research were to determined the production trend of the narrow-barred Spanish mackerel (S. commerson) landed at TPI Karangsong, Indramayu Regency in 2016-2022 and to determined the fishing seasons for the narrow-barred Spanish mackerel (S. commerson) landed at TPI Karangsong, Indramayu Regency based on production data for 2016-2022. This method was an observation method based on secondary data in the form of the narrow-barred Spanish mackerel (S. commerson) production landed at TPI Karangsong, Indramayu Regency in 2016-2022. The results of this research were that production trends in the last 3 years (2020-2022) generally tend to be stable, but there were certain months that differ quite drastically. The narrow-barred Spanish mackerel fishing season at TPI Karangsong occurred in January and February.
3849141119L1B019030AKTIVITAS BAKTERI AMILOLITIK YANG DIISOLASI DARI AIR KOLAM MINA PADI DI DESA PANEMBANGAN KECAMATAN CILONGOK BANYUMAS, JAWA TENGAHSistem budidaya mina padi memiliki banyak bahan organik seperti amilum. Bakteri amilolitik merupakan bakteri yang sangat dibutuhkan dalam perairan, bakteri ini dapat menguraikan amilum menjadi senyawa yang lebih sederhana seperti glukosa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proporsi dan indek aktivitas bakteri amilolitik pada air sistem budidaya mina padi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel air yang diambil berasal dari blok A dan blok E dengan masing – masing blok diambil bagian inlet, tengah dan outlet. Bakteri amilolitik yang didapatkan pada blok A dan blok E memiliki proporsi secara berturut – turut yaitu 16% dan 34,67%. Blok A indeks aktivitas bakteri amilolitik memiliki rentang 0.3 – 3.2. Sementara pada blok E memiliki rentang indeks aktivitas bakteri amilolitik sebesar 0.1 – 2.43. Mina paddy cultivation system has a lot of organic matter such as amylum. Amylolytic bacteria are bacteria that are needed in water, these bacteria can decompose amylum into simpler compounds such as glucose. The purpose of this study was to determine the proportion and index of amylolytic bacteria activity in mina padi cultivation system water. The method used in this study is the method of observation by purposive sampling sampling technique. Water samples were taken from Block A and Block E with each block taken inlet, middle and outlet. Amylolytic bacteria obtained in Block A and Block E have a proportion of 16% and 34.67% respectively. Block a the activity index of amylolytic bacteria has a range of 0.3-3.2. While the E Block has a range of amylolytic bacterial activity index of 0.1-2.43.
3849241120J1E019001The Effect of Dynamic Assessment towards Students’ Vocabulary Mastery in Podcast Final ProjectFokus utama dari penelitian ini adalah pengaruh Penilaian Dinamis (PD) terhadap penguasaan kosa kata siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PD terhadap penguasaan kosakata siswa dalam tugas akhir podcast, pengaruh signifikan PD, implementasi PD terhadap penguasaan kosakata siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan eksperimen semu. Partisipan yang mengikuti penelitian ini adalah mahasiswa semester 2 Program Studi D3 Budidaya Ternak. Digunakan dua kelas dimana kelas F sebagai kelas eksperimen dan kelas G sebagai kelas kontrol. Peneliti menggunakan tes, angket, dan observasi untuk memperoleh data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PD berpengaruh terhadap penguasaan kosa kata siswa. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikan independent sample t-test sebesar 0,000 dan lebih kecil dari 0,05. Dapat dikatakan bahwa PD berpengaruh signifikan terhadap penguasaan kosa kata siswa. Siswa merasa pembelajaran melalui mediasi dengan PD meningkatkan minat belajar mereka. Selain itu, kosa kata siswa meningkat setelah diberi perlakuan. Peneliti juga memberikan mediasi interaktif dengan komunikasi dua arah. Hal ini bertujuan untuk memancing siswa berbicara dan mengungkapkan pemahamannya. Kesimpulannya, PD memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penguasaan kosa kata siswa. Penerapan PD menghasilkan dampak positif terhadap penguasaan kosa kata siswa. Implementasi di kelas dimana peneliti memberikan mediasi interaktif selama pembelajaran menjadi penyebab dampak positif yang muncul akibat adanya perlakuan tersebut. Selain itu, motivasi yang tumbuh serta kondisi kelas yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi tanpa harus merasa segan juga berpengaruh terhadap peningkatan penguasaan kosa kata siswa. Siswa menyatakan secara tidak langsung melalui antusiasme mereka dalam merasa senang dan bersemangat dalam belajar bahasa Inggris. Mereka menjadi lebih percaya diri dalam mengungkapkan pertanyaan dan pemahamannya di depan kelas.The main concern of this research is the effect of Dynamic Assessment (DA) on students' vocabulary mastery. This research aims to find out the effect of DA on students’ vocabulary mastery in podcast final project, the significant effect of DA, the implementation of DA towards students' vocabulary mastery. The research used a quantitative method with a quasi-experimental. The participants who took part in this study were second semester students at D3 Budidaya Ternak Study Program. Two classes were used where class F as the experimental class and class G as the control class. The researcher used tests, questionnaire, and observation to gain the data. The results of this research show that DA affects students' vocabulary mastery. It can be seen from the significant value of independent sample t-test that was 0.000 and lower than 0.05. It can be said that DA has a significant effect on students' vocabulary mastery. The students felt that learning through mediation with DA increased their learning interest. Moreover, students' vocabulary got increased after being treatment. The researcher also provided interactive mediation with two-way communication. It aimed to provoke students to speak and express their understanding. In conclusion, DA has a significant impact on students' vocabulary mastery. The application of DA produces a positive impact on students' vocabulary mastery. Implementation in the classroom where the researcher provided an interactive mediation during the lesson was the cause of the positive impact that arises as a result of the treatment. In addition, the growing motivations as well as classroom conditions that provide opportunities for students to interact without having to feel reluctant also affect the increase in students' vocabulary mastery. Students stated indirectly through their enthusiasm in feeling happy and excited in learning English. They became more confident in expressing their questions and understanding in front of the class.
3849341121F1A016109Gaya Hidup dan Alienasi Pengunjung Kedai Kopi Siklus PurwokertoKebutuhan sekunder yang saat ini berkembang di masyarakat modern terkait pemenuhan gaya hidup yaitu dengan berkunjung ke kedai kopi. Kedai kopi selain dipandang sebagai salah satu gaya hidup bagi generasi muda, kedai kopi juga dianggap sebagai tempat pengasingan diri yang nyaman untuk melepaskan penat dari rutinitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya hidup dan alienasi pengunjung Kedai Kopi Siklus Purwokerto. Penelitian ini dilakukan di Kedai Kopi Siklus Purwokerto dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sasaran dalam penelitian ini adalah para pengunjung kedai kopi yang membeli, menikmati, dan minum kopi secara langsung di Kedai Kopi Siklus Purwokerto dengan jumlah populasi 937. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 pengunjung dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan metode analisis data distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan gaya hidup pengunjung Kedai Kopi Siklus Purwokerto masuk kategori sedang artinya gaya hidup hedonisme sudah dirasakan pengunjung. Salah satu indikator yang menggambarkan gaya hidup adalah ketertarikan dan pilihan terhadap gaya hidup, responden senang menjadi pusat perhatian, menyukai barang bermerk, mengikuti trend, dan boros dalam membelanjakan uang. Alienasi pengunjung Kedai Kopi Siklus Purwokerto masuk kategori sedang artinya pengunjung sudah merasa teralienasi. Salah satu indikator yang menggambarkan alienasi adalah social estrangement, responden memiliki tingkat perasaan terasing secara emosional atau merasa tidak memiliki koneksi dengan lingkungan sosial mereka dan kehilangan rasa keterikatan dengan lingkungan sosialnya, maka dari itu diharapkan pengunjung kedai kopi tidak terlalu membatasi diri dengan lingkungan sosial, lebih bersikap terbuka pada pengalaman hidup dan dapat memaknai setiap aktivitas yang dilakukannya.Secondary needs that are currently developing in modern society related to lifestyle fulfillment are visiting coffee shop. Besides being seen as one of the lifestyles for the younger generation, coffee shop are also considered as a comfortable place of seclusion to release fatigue from daily routines. This study aims to describe the lifestyle and alienation of visitors to Siklus Purwokerto Coffee Shop. This research was conducted at Siklus Purwokerto Coffee Shop with descriptive quantitative approach. The targets in this study were coffee shop visitors who bought, enjoyed, and drank coffee directly at Siklus Purwokerto Coffee Shop with a total population of 937. The sample in this study amounted to 90 visitors with simple random sampling technique. Data collection using a questionnaire with frequency distribution data analysis method. The results showed that the lifestyle of visitors to Siklus Purwokerto Coffee Shop was in the medium category, meaning that the hedonism lifestyle had been felt by visitors. One of the indicators that describe lifestyle is the interest and choice of lifestyle, respondents like to be the center of attention, like branded goods, follow trends, and wasteful in spending money. Alienation of visitors to Siklus Purwokerto Coffee Shop is in the medium category, meaning that visitors already feel alienated. One indicator that describes alienation is social estrangement, respondents have a level of feeling emotionally alienated or feel they have no connection with their social environment and lose a sense of attachment to their social environment, therefore it is hoped that coffee shop visitors will not limit themselves too much to the social environment, be more open to life experiences and be able to interpret every activity they do.
3849441131I1D019038HUBUNGAN KUALITAS DIET, POLA KONSUMSI SUGAR SWEETENED BEVERAGES, DAN STRES TERHADAP KADAR KOLESTEROL DARAH (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman)
Latar Belakang: Prevalensi hiperkolesterolemia usia >15 tahun di Indonesia mencapai 28,8%. Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti stroke, hipertensi, dan penyakit jantung koroner. Tingginya kadar kolesterol darah dipengaruhi oleh berbagai faktor, beberapa diantaranya adalah kualitas diet, pola konsumsi sugar sweetened beverages (SSB), dan stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas diet, pola konsumsi SSB, dan stres terhadap kadar kolesterol darah.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel berjumlah 87 mahasiswa FIKes Unsoed berusia 19-22 tahun ditentukan menggunakan purposive sampling. Data kualitas diet diperoleh melalui food recall 2x weekdays dan 1x weekend dan diukur menggunakan instrument Alternate Healthy Eating Index modifikasi Indonesia. Data pola konsumsi SSB diperoleh melalui food frequency questionnaire. Data stres diperoleh melalui kuesiones Depression, Anxiety, Stress Scale 42 (DASS 42). Analisis data menggunakan uji korelasi pearson product moment dan uji rank spearman.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara kualitas diet (p-value = 0,698) dan stres (p-value = 0,788) dengan kadar kolesterol darah, sedangkan pola konsumsi SSB (p-value = 0,002) berhubungan dengan kadar kolesterol darah.
Kesimpulan: Kadar kolesterol darah dipengaruhi oleh pola konsumsi SSB dan tidak dipengaruhi oleh kualitas diet dan stres.

Background: The prevalence of hypercholesterolemia aged >15 years in Indonesia reaches 28.8%. High cholesterol levels can cause health problems such as stroke, hypertension and coronary heart disease. High blood cholesterol levels are influenced by various factors, such as diet quality, consumption patterns of sugar sweetened beverages (SSB), and stress. This study aims to determine the relationship between diet quality, SSB consumption patterns, and stress on blood cholesterol levels..
Methods: This study used a cross sectional design. Purposive sampling was used to identify the sample of 87 students aged 19-22 years. Diet quality were collected using food recall 2x weekdays and 1x weekend and measured using the modified Indonesian AHEI. Consumption pattern of SSB were collected using FFQ. Stress data were collected using the DASS 42 questionnaire. Data analysis using Pearson product moment and Spearman rank test.
Results: The results showed that there was no relationship between diet quality (p-value = 0.698) and stress (p-value = 0.788) with blood cholesterol levels, while there was correlation between consumption patterns of SSB with blood cholesterol levels (p-value = 0.002).
Conclusion: SSB consumption patterns were associated with blood cholesterol levels.

3849541122D1A019185KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN DAUN DAN PRODUKSI SEGAR FASE VEGETATIF TANAMAN SORGUM YANG DITANAM PADA TANAH KAPUR DENGAN PENAMBAHAN KOMBINASI MIKORIZA-FOSFATPenelitian dengan judul karakteristik pertumbuhan daun dan produksi segar fase vegetative tanaman sorgum yang ditanam pada tanah kapur dengan penambahan kombinasi mikoriza-fosfat. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah tanaman sorgum dengan varietas numbu, fungi mikoriza, tanah pascatambang kapur. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 4x4 dengan 5 kali ulangan. Faktor pertama berupa pemberian mikoriza (M) 0, 10, 20, 30 g/polybag. Faktor kedua yaitu berupa pemberian pupuk triple super fosfat (TSP) (P) 0; 1,33; 2,66 dan 3,99 g/polybag. Variabel yang diukur adalah lebar daun, jumlah daun, dan produksi segar tanaman sorgum. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian kombinasi perlakuan mikoriza-fosfat berpengaruh nyata (P> 0,05) terhadap lebar daun dan produksi segar tanaman sorgum, serta hasil tidak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah daun tanaman sorgum. Hasil uji lanjut DMRT menghasilkan pemberian mikoriza 20 g/polybag dan fosfat 2,66 g/polybag efisien untuk pertumbuhan lebar daun dan produksi segar tanaman sorgum. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian pupuk TSP 2,66-3,99 g/polybag dan mikoriza 20-30 g/polybag dapat meningkatkan lebar daun dan produksi segar tanaman sorgum.Research with the title characteristics of leaf growth and fresh production of the vegetative phase of sorghum plants grown on lime soil with the addition of mycorrhizal-phosphate combination. The materials used in the study were sorghum with the variety of Numbu, mycorrhizal fungi, lime post-mining soil. The method used in this study was an experimental method with a completely randomized design (CRD) 4x4 factorial pattern with 5 replications. The first factor was giving mycorrhiza (M) 0, 10, 20, 30 g/polybag. The second factor was the provision of triple super phosphate (TSP) (P) 0 fertilizer; 1.33; 2.66 and 3.99 g/polybag. The variables measured were leaf width, number of leaves, and fresh production of sorghum plants. The results of the analysis showed that the administration of the mycorrhizal-phosphate treatment combination had a significant effect (P> 0.05) on leaf width and fresh production of sorghum plants, and yields had no significant effect (P<0.05) on the number of leaves of sorghum plants. DMRT further test results resulted in the administration of mycorrhiza 20 g/polybag and phosphate 2.66 g/polybag efficient for the growth of leaf width and fresh production of sorghum plants. The conclusion of this study is that the application of TSP fertilizer 2.66-3.99 g/polybag and mycorrhiza 20-30 g/polybag can increase leaf width and fresh production of sorghum plants.
3849641123D1A019084Tingkat Kepuasan Peternakan Terhadap Program 1000 Desa Sapi Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Kabupaten Lombok TengahPenelitian berjudul “Tingkat Kepuasan Peternak Terhadap Program 1000 Desa Sapi Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Kabupaten Lombok Tengah telah dilaksanakan di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah pada tanggal 14 Juni sampai 3 Juli 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dan lama beternak dengan tingkat kepuasan peternak penerima Program 1000 Desa Sapi Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survei. Sasaran penelitian ini adalah peternak penerima Program 1000 Desa Sapi di Kabupaten Lombok Tengah. Penentuan lokasi berdasarkan purposive sampling atau secara sengaja. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin dengan margin of error 10% dan jumlah responden sebanyak 75 orang peternak. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan Analisis Korelasi Rank Spearman. Sebagian besar peternak berjenis kelamin laki-laki (76%) dan berumur 17-55 tahun (94,67%). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa pendidikan sebagian besar peternak adalah rendah yakni tidak sekolah (20%), tidak tamat Sekolah Dasar (21,33%) dan tamat Sekolah Dasar (14,67%) serta beternak selama kurang dari 14 tahun (50,67%). Tingkat kepuasan peternak terhadap Program 1000 Desa Sapi di Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan dalam kategori rendah (42,70%) sampai sedang (50,70%). Hasil analisis data Korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang nyata namun lemah (0,306) antara tingkat pendidikan dengan tingkat kepuasan peternak penerima Program 1000 Desa Sapi di Kabupaten Lombok Tengah, serta terdapat hubungan yang nyata namun sangat lemah (0,039) antara lama beternak dengan tingkat kepuasan peternak penerima Program 1000 Desa Sapi di Kabupaten Lombok Tengah.

The research entitled "Level of Satisfaction of Farmers with the 1000 Village Cattle Program of the Ministry of Agriculture of the Republic of Indonesia in Central Lombok Regency was conducted in Pujut District, Central Lombok Regency on June 14 to July 3, 2023. This study aims to analyze the relationship between education level and length of farming with the level of satisfaction of farmers receiving the 1000 Cow Village Program of the Ministry of Agriculture of the Republic of Indonesia in Central Lombok Regency. This study used the survey method. The targets of this study were farmers who received the 1000 Cow Village Program in Central Lombok Regency. Location determination was based on purposive sampling. Determination of the number of samples using the Slovin formula with a margin of error of 10% and the number of respondents was 75 farmers. Data analysis used descriptive analysis and Spearman Rank Correlation Analysis. Most farmers were male (76%) and aged 17-55 years (94.67%). The results of descriptive analysis showed that the education of most farmers was low, namely not going to school (20%), not finishing elementary school (21.33%) and finishing elementary school (14.67%) and farming for less than 14 years (50.67%). The level of satisfaction of farmers with the 1000 Cow Village Program in Central Lombok District shows that it is in the low (42.70%) to medium (50.70%) category. The results of the Spearman Rank Correlation data analysis show that there is a significant relationship between the level of satisfaction and the program.

3849741124L1A019047Kandungan Nutrien dan Klorofil-a di Waduk Penjalin : Studi Penentuan Tingkat Eutrofikasi PerairanBerbagai aktivitas yang terdapat di Waduk Penjalin seperti pertanian, peternakan, area
kuliner, dan keramba jaring tancap memungkinkan bahan organik dapat masuk ke
perairan sehingga meningkatkan kandungan nutrien (N dan P) di waduk dan dapat
menyebabkan eutrofikasi. Eceng gondok dan Hydrilla sp. yang terdapat di Waduk
Penjalin menjadi indikasi bahwa telah terjadi eutrofikasi. Tujuan penelitian ini adalah
mengetahui kandungan nutrien N-total, P-total, dan klorofil-a serta status trofik di
Waduk Penjalin. Metode yang digunakan adalah purposive random sampling dengan 9
stasiun penelitian yang didasarkan adanya aktivitas warga. Pengambilan sampel
dilakukan pada Desember 2022. Sampel air untuk analisis nitrat, fosfat, dan klorofil-a
dianalisis menggunakan metode spektrofotometri. Hasil penelitian diperoleh
kandungan N-total di Waduk Penjalin berkisar 0,8 – 2,3 mg/L ; P-total berkisar 0,03 –
0,08 mg/L dan klorofil-a berkisar 5,82 – 13,35 µg/L. Tingkat kesuburan perairan di
Waduk Penjalin dengan metode TRIX sebesar 5,43 (Mesotrofik menuju Eutrofik), TSI
sebesar 54,47 – 60,88 (Eutrofik), TLI sebesar 4,83 – 5,44 (Eutrofik - Hypereutrofik), dan
Metode Delphi 31,04 – 43,26 (Mesotrofik - Eutrofik).
Various activities in Penjalin Reservoir such as agriculture, animal husbandry, culinary areas,
and fishponds allow organic matter to enter the waters, increasing the nutrient content (N and P)
in the reservoir and causing eutrophication. Water hyacinth and Hydrilla sp. found in Penjalin
Reservoir are indications that eutrophication has occurred. This study aimed to determine the
nutrient content of N-total, P-total, and chlorophyll-a and trophic status in Penjalin Reservoir.
The method used was purposive random sampling with 9 research stations based on the activities
of residents. Sampling was conducted in December 2022. Water samples for nitrate, phosphate,
and chlorophyll-a analysis were analyzed using the spectrophotometric method. The results
showed that the N-total content in Penjalin Reservoir ranged from 0.8 - 2.3 mg/L; P-total ranged
from 0.03 - 0.08 mg/L and chlorophyll-a ranged from 5.82 - 13.35 µg/L. The level of water fertility
in Penjalin Reservoir with TRIX method is 5.43 (Mesotrophic to Eutrophic), TSI is 54.47 - 60.88
(Eutrophic), TLI is 4.83 - 5.44 (Eutrophic - Hypereutrophic), and Delphi Method is 31.04 - 43.26
(Mesotrophic - Eutrophic).
3849841126E1A016167PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BERDASARKAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS
DI PT. ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY TBK
KABUPATEN BOGOR
Perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha mempunyai kewajiban yang diatur Pemerintah untuk menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang telah diatur dalam Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Pasal ini memberikan kewajiban kepada Perusahaan dalam hal ini Perseroan Terbatas untuk turut berperan memberikan kontribusi kepada masyarakat maupun lingkungan.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode yuridis normatif dengan analisis secara normatif kualitatif. Spesifikasi penelitian menggunakan penelitian deskriptif analitis, metode pengumpulan data dengan menggunakan data sekunder melalui studi kepustakaan dan data primer melalui wawancara di PT. Argha Karya Prima Industry Tbk Kabupaten Bogor, dengan menggunakan metode penyajian data dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa PT. Argha Karya Prima Industry Tbk Kabupaten Bogor telah melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan berdasarkan ketentuan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
In order to carry out a business, a company have a mandatory that regulated by the government to implementary Corporate Social Responsibility which regulated in Article 74 Law Number 40 of 2007 on Limited-Liability Company. This Article ruled a company to participate contributing to society and the environment.
This research was conducted using a normative juridical method with a qualitative normative analysis. The research spesification uses descriptive analytical research, data collection methods using secondary data acquired through library research and primary data acquired through interviews at PT. Argha Karya Prima Industry Tbk Bogor, with the data assessment method in the form of narrative text and arranged systematically.
Based on the research result, it can be concluded that PT. Argha Karya Prima Industry Tbk Bogor had carry out Corporate Social Responsibility in accordance to Article 74 Law Number 40 of 2007 on Limited-Liability Company.
3849941132L1C016004Kondisi Komunitas Mangrove dan Potensi Regenerasi Alami Vegetasi Mangrove di Kawasan Ekosistem Esensial Muara Kali Ijo, KebumenKelestarian ekosistem mangrove dapat digambarkan dari kelimpahan semaian dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan anakan dan pohon yang mengindikasikan terdapatnya potensi regenerasi alami pada mangrove. Penelitian tentang kondisi komunitas mangrove dan potensi regenerasi alami vegetasi mangrove di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Muara Kali Ijo, Kebumen memuliki tujuan yaitu mengetahui status kondisi komunitas serta potensi regenerasi alami vegetasi mangrove, serta hubungannya dengan karakter ekologi mangrove dalam kawasannya. Area penelitian dibagi menjadi tiga stasiun dipilih secara purposive sampling method, dimana penentuan lokasi dipilih berdasarkan perbedaan agen pendegradasi. Data vegetasi mangrove diambil dari tiap transek menggunakan metode transek kuadrat berukuran 10x10 m2 (kategori pohon), 5x5 m2 (kategori anakan), dan 1x1 m2 (kategori semai) dan data parameter lingkungan diambil secara insitu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi komunitas mangrove memiliki penutupan dan kerapatan yang baik kategori sangat padat, dimana jenis Rhizophora mucronata merupakan jenis yang memiliki peran penting di dalam ekosistem, karena memiliki nilai INP paling tinggi untuk semua tingkat pertumbuhannya pada semua stasiun pengamatan. Status regenerasi mangrove di kawasan ini termasuk kategori cukup baik. Kondisi perairan dan tipe substrat termasuk dalam kondisi baik dan masih sesuai dengan baku mutu untuk kehidupan mangrove, kecuali parameter oksigen terlarut (DO) yang tergolong tercemar.
The sustainability of the mangrove ecosystem can be described from the abundance of seedlings compared to the growth rate of saplings and trees which indicates the potential for natural regeneration in mangroves. Research on the condition of mangrove communities and the potential for natural regeneration of mangrove vegetation in the Essential Ecosystem Area (EEA) of Muara Kali Ijo, Kebumen has the aim of knowing the status of community conditions and the potential for natural regeneration of mangrove vegetation, and its relationship with the ecological characteristics of mangroves in the area. The research area was divided into three stations selected by purposive sampling method, where the location was chosen based on differences in degrading agents. Mangrove vegetation data was taken from each transect using the quadratic transect method measuring 10x10 m (tree category), 5x5 m (sapling category), and 1x1 (sapling category) and environmental parameter data were taken in situ. The results showed that the condition of the mangrove community had good closure and density, which was a very dense category, where the Rhizophora mucronata species had an important role in the ecosystem, because it had the highest important value index (IVI) value for all growth stages at all observation stations. The status of mangrove regeneration in this area is quite good. Water conditions and substrate types are in good condition and are still in accordance with the quality standards for mangrove life, except for the dissolved oxygen (DO) parameter which is classified as polluted.
3850041125C1C018060PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA), PENGENDALIAN INTERNAL, DAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN UMKM DI PURWOKERTOPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem informasi akuntansi (SIA), pengendalian internal, dan kualitas sumber daya manusia (SDM) terhadap kualitas laporan keuangan UMKM di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan data primer dengan cara perolehan data menggunakan kuesioner. Populasi penelitian ini yaitu para pelaku UMKM sektor perdagangan di Purwokerto yang setelah digunakan rumus slovin maka didapat hasil sebesar 100 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa (1) Sistem informasi akuntansi (SIA) berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan UMKM; (2) Pengendalian internal berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan UMKM; (3) Kualitas sumber daya manusia (SDM) berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan UMKM.
Implikasi pada penelitian ini secara teoritis yaitu penelitian ini mampu memperkuat penelitian sebelumnya yang menggunakan teori Stewardship dalam pembahasan kualitas laporan keuangan UMKM dan agar dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya. Penelitian ini juga menambah kajian empiris atas teori stewardship dalam konteks pembahasan kualitas laporan keuangan UMKM.
This study aims to determine the effect of the accounting information system (AIS), internal control, and the quality of human resources (HR) on the quality of MSME financial reports in Purwokerto. This study uses primary data by collecting data using a questionnaire. The population of this study is the SMEs in the trading sector in Purwokerto, who, after using the slovin formula, obtained a result of 100 respondents. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis.
The results of this study state that (1) the accounting information system (SIA) has a positive effect on the quality of MSME financial reports; (2) Internal control has a positive effect on the quality of MSME financial reports; (3) The quality of human resources (HR) has a positive effect on the quality of MSME financial reports.
The theoretical implication of this research is that this research is able to strengthen previous research using Stewardship theory in discussing the quality of MSME financial reports and so that it can be used as a reference for further research. This research also adds to the empirical study of stewardship theory in the context of discussing the quality of MSME financial reports.