Artikelilmiahs
Menampilkan 38.521-38.540 dari 48.946 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 38521 | 41146 | I1B019017 | GAMBARAN AKTIVITAS OLAHRAGA MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Olahraga yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 150 menit per minggu atau minimal 75 menit per minggunya. Namun faktanya, kesadaran berolahraga masyarakat Indonesia menurun setiap tahunnya. Data yang dilaporkan oleh National Sport Development Index (SDI) 2021 yang dikeluarkan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga menyatakan bahwa kebugaran masyarakat Indonesia sangat rendah. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran aktivitas olahraga mahasiswa keperawatan Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan aktivitas olahraga 1 jam perminggu dengan nilai median preferensi, value, dan hambatan masing masing adalah 17,12,dan19. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka ditarik kesimpulan aktivitas olahraga responden kombinasi dari frekuensi dan durasi termausk rendah. Hal tersebut berkebalikan dengan hasil preferensi dan value yang mayoritas baik. Kata Kunci: minat olahraga, aktivitas olahraga, mahasiswa | Background: The recommended exercise for adults is 150 minutes per week or at least 75 minutes per week. But in fact, the awareness of exercising in Indonesian society is decreasing every year. Data reported by the 2021 National Sport Development Index (SDI) issued by the Ministry of Youth and Sports states that the fitness of Indonesian people is very low. Purpose: The purpose of this study was to describe the sports activities of nursing students at Jenderal Soedirman University. Methodology: This research is a quantitative research with descriptive method. This study used a sampling technique that is simple random sampling. Data analysis was performed by univariate analysis. Research Results: The results showed that the median preference value was 17, the frequency was 1, the duration was 1 hour, the value was 12, and the barrier was 19. Conclusion: Based on the research that has been done, it can be concluded that the respondents' sports activities are a combination of frequency and duration, including low. This is in contrast to the preference and value results, which are mostly good. Keywords: interest in sports, sports activities, students | |
| 38522 | 46170 | K1A017051 | POTENSI PENGGUNAAN TUMBUHAN SEBAGAI PEWARNA ALAMI UNTUK PEWARNAAN KERTAS DAUR ULANG | Sampah kertas merupakan bahan bekas dengan jumlah dan potensi yang besar. Potensi ini dapat meningkat dengan penambahan pewarna. penelitian ini menggunakan pewarna alami untuk meningkatkan nilai kertas daur ulang tanpa menimbulkan cemaran terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan kertas daur ulang dari kertas bekas jenis HVS, folio bergaris dan buram, aplikasi pewarna alami daun rengat, kayu secang, daun ketapang, an kayu tegeran pada kertas daur ulang, dan karakterisasi kertas daur ulang menggunakan Munsell Color Chart. Pembuatan kertas daur ulang berwarna dibuat dengan variasi volume pewarna alami 0,25,50,75,100 mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pewarna daun rengat mengandung kapiton menghasilkan warna merah dengan berat jenis 0.9998 g/mL, pewarna kayu secang mengandung brazilin menghasilkan warna merah dengan berat jenis 0,9988 g/mL, pewarna daun ketapang mengandung tanin menghasilkan warna kuning kecoklatan dengan berat jenis 1,0013 g/mL, dan pewarna kayu tegeran mengandung tanin dan morin menghasilkan warna merah-kuning kecoklatan dengan berat jenis 0,9978 g/mL. Karakterisasi menggunakan MCC dilakukan dengan mencocokan warna dan diidentifikasi notasi warna dan nilai RGB lalu dideskripsikan. Variasi volume pewarna memberikan perbedaan warna pada masing-masing jenis kertas namun tidak signifikan. Warna paling tajam dihasilkan pada keras daur ulang dari jenis buram karena memiliki daya serap yang lebih tinggi. | Paper waste is a waste material with a large amount and potential. This potential can be increased with the addition of dyes. This research uses natural dyes to increase the value of recycled paper without causing pollution to the environment. The purpose of this study is to determine the process of making recycled paper from HVS type waste paper, striped and opaque folio, the application of natural dyes of rengat leaves, secang wood, ketapang leaves, an tegeran wood on recycled paper, and the characterization of recycled paper using Munsell Color Chart. The manufacture of colored recycled paper is made with a variation in the volume of natural dye 0.25,50,75,100 mL. The results showed that rengat leaf dye containing capiton produced a red color with a specific gravity of 0.9998 g/mL, secang wood dye containing brazilin produced a red color with a specific gravity of 0.9988 g/mL, ketapang leaf dye containing tannins produced a brownish-yellow color with a specific gravity of 1.0013 g/mL, and tegeran wood dye containing tannins and morin produced a brownish-red-yellow color with a specific gravity of 0.9978 g/mL. Characterization using MCC is carried out by matching colors and identifying color notation and RGB values and then describing them. The variation in the volume of dye gives a color difference in each type of paper but is not significant. The sharpest colors are produced on the recycled hard of the opaque type because it has higher absorbency. | |
| 38523 | 41148 | E1A019158 | PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PIHAK YANG BERHAK DAN TIDAK SEPAKAT TERHADAP PENETAPAN GANTI KERUGIAN DALAM PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM (Studi Putusan Nomor 34/Pdt.G/2020/PN Psb) | Proses penentuan ganti kerugian pengadaan tanah seringkali menjadi hal yang rumit salah satu persoalan yang terjadi mengenai harga yang ditawarkan tidak sesuai dengan nilai pasar harga tanah atau adanya perbedaan besaran ganti rugi antar bidang tanah sehingga tidak tercapai kesepakatan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui bentuk perlindungan hukum bagi pihak yang berhak dan tidak sepakat terhadap penetapan ganti kerugian dalam pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum; dan (2) menganalisis dasar pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan penetapan ganti kerugian terhadap Putusan Nomor 34/Pdt.G/2020/Pn Psb. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan kasus (case approaches). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk perlindungan hukum bagi pihak yang berhak dan tidak sepakat terhadap penetapan ganti kerugian dapat mengajukan permohonan keberatan sesuai dengan ketentuan Pasal 38 UU No. 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum, sementara dasar pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan penetapan ganti kerugian adalah bahwa harga ganti kerugian tanah yang ditetapkan oleh Para Termohon Keberatan berdasarkan penilaian dari Tim Penilai masih jauh dari harga pasar pada obyek pengadaan tanah sehingga, belum memberikan keadilan yang mensejahterakan bagi Pemohon, karenanya layak dan patut harga ganti kerugian tanah tersebut dinaikkan. | The process of determining compensation for land acquisition often becomes a complicated, one of the problems that occurs is that the price offered not in accordance with the market value of land prices or the difference in the amount of compensation between land parcels so that an agreement can’t be reached. This study aims to : (1) determine the form of legal protection for land rights holders and disagree in the determination process of compensation in land acquisition for development in the public interest; and (2) analyze the basis for the judge's legal considerations in granting the request for determination of compensation against the West Pasaman District Court Decision Number 34/Pdt.G/2020/Pn Psb. This is a normative juridical research with statute approach and case approaches. Based on the results of this study, the form of legal protection for land rights holders and disagrees with the determination of compensation is land rights holders can apply for an objection to the local District Court based on Article 38 of Law No. 2 of 2012 concerning Land Acquisition for Development for Public Interest, while the basis of the judge's consideration in granting the request for determination of compensation is that the price of land compensation determined by the Objecting Respondents based on the assessment of the Appraisal Team is still far from the market price on the object of land acquisition so, it has not provided welfare justice for the Applicant, therefore it is feasible and appropriate for the price of land compensation to be increased. | |
| 38524 | 46187 | B1B017027 | MACROBENTHICS COMMUNITY IN THE BANJARAN RIVER, BANYUMAS, CENTRAL JAVA | Sungai Banjaran dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk menggerakkan turbin, budidaya ikan, irigasi lahan pertanian, dan kebutuhan jamban. Selain untuk memenuhi kebutuhan manusia, Sungai Banjaran juga menjadi tempat hidup berbagai organisme, salah satunya makrobenthos. Meningkatnya aktivitas domestik, pertanian, dan industri mempengaruhi dan merusak kondisi kualitas air sungai. Penurunan kualitas air sungai dapat diikuti dengan perubahan kondisi fisik, kimia, dan biologi sungai. Dari segi parameter fisik yaitu suhu, tingkat kecerahan, tingkat kekeruhan, dan tingkat kedalaman, parameter kimia yaitu pH, O2 terlarut, dan CO2, sedangkan dari segi biologi yaitu makrobenthos. Benthos cenderung hidup menetap di suatu daerah dan memiliki kepekaan terhadap perubahan lingkungan yang dapat mempengaruhi komposisi atau kelimpahannya. Makrobenthos sangat peka terhadap perubahan yang terjadi pada kualitas air tempat hewan tersebut hidup, perubahan kualitas mempengaruhi komposisi dan pelaporan komunitas. Komunitas makrobentos di Sungai Banjaran terdiri dari 18 famili (Palaemonidae, Chironomidae, Tabanidae, Culicidae, Elmidae, Dytiscidae, Dryopidae, LeptopHlebiidae, Baetidae, Caenidae, HydropHiidae, LimnepHilidae, Perlodidae, Coenagrinoidae, Tubificidae, Viviparidae, Pachycilidae, dan Planariidae) dan 18 spesies (Macrobrahium sp., Chiron omous sp., Tabanidae sp., Culex sp., Stenelmis sp., Cybister lateralimarginalis, Dryops sp., Leptophlebia sp., Pseudocloen sp., Caenis sp., Hydropsyche sp., LimnepHilus ademus, Isoperla sp., Argia sp., Tubifex sp., Filopaludina javanica, Brotia herculea, dan Euplanaria sp.). Terdapat tiga spesies Stenelmis sp., Leptophlebia sp., dan Hydropsyche sp. yang paling umum di Sungai Banjaran. Empat spesies Tabanidae, Culex sp., Euplanaria sp. dan argia sp. jarang ditemukan. Indeks keanekaragaman (H') makroinvertebrata dalam penelitian ini berkisar antara 1,06 sampai 1,67. Bagian hulu secara umum memiliki indeks keanekaragaman lebih tinggi daripada bagian tengah dan hilir. Pada stasiun 5, bagian tengah sungai H' < 1 adalah 0,86 dengan status keanekaragaman rendah karena daerah padat penduduk, sekitar sungai, dimanfaatkan untuk kebun, perumahan, limbah, dan pembuangan sampah. Sungai Banjaran diperoleh pada kisaran E = 0,26 sampai E = 0,60. Indeks dominansi tertinggi terdapat pada stasiun 5 yaitu 0,57, dan terendah pada stasiun 1 yaitu 0,25. Kesamaan tertinggi adalah 0,58 antara bagian tengah dan hilir. Dan terendah adalah 0,31 antara hulu dan tengah. Indeks kesamaan tertinggi pada stasiun 6 dan 7 adalah 0,89. Yang terendah adalah stasiun 1 dan 2 yaitu 0,37 yang berarti kedua stasiun tersebut memiliki kesamaan atau kedekatan dalam sifat fisik dan kimia air. Dari hasil analisis statistik PCA diperoleh bahwa nilai eigen dari kedua komponen utama tersebut mewakili 40,22%, 20,28% dari total varians. Bila diakumulasikan, kedua komponen utama tersebut mewakili 60,50% dari total varians. | The Banjaran River is wasd by the local community to drive turbines, fish cultivation, irrigation of agricultural land, and toilet needs. Apart from meeting human needs, the Banjaran River is also a place where various organisms live, one of which is macrobenthic. Increased domestic, agricultural, and industrial activities affect and hurt river water quality conditions. The decline in river water quality be followed by changes in the physical, chemical, and biological conditions of the river. In terms of physical parameters, namely temperature, brightness level, turbidity level, and depth level, the chemical parameters are pH, dissolved O2, and CO2, while in terms of biology, it is macrobenthic. Benthic tend to live sedentary in an area and have a sensitivity to environmental changes that can affect their composition or abundance. Macrobenthic is very sensitive to changes that occur in the water quality where these animals live, changes in quality influence the composition and reporting of the community. The macrobenthic community in the Banjaran River consists of 18 families (Palaemonidae, Chironomidae, Tabanidae, Culicidae, Elmidae, Dytiscidae, Dryopidae, LeptopHlebiidae, Baetidae, Caenidae, HydropHiidae, LimnepHilidae, Perlodidae, Coenagrinoidae, Tubificidae, Viviparidae, Pachycilidae, and Planariidae) and 18 species (Macrobrahium sp., Chironomous sp., Tabanidae sp., Culex sp., Stenelmis sp., Cybister lateralimarginalis, Dryops sp., Leptophlebia sp., Pseudocloen sp., Caenis sp., Hydropsyche sp., LimnepHilus ademus, Isoperla sp., Argia sp., Tubifex sp., Filopaludina javanica, Brotia herculea, and Euplanaria sp.). There are three species Stenelmis sp., Leptophlebia sp., and Hydropsyche sp. were most commont in The Banjaran River. The four species Tabanidae, Culex sp., Euplanaria sp. and argia sp. were rare. The diversity index (H') of macroinvertebrates in this study ranged from 1.06 to 1.67. The upstream part generally has a higher diversity index than the middle and downstream parts. At station 5, the middle part of the river H' < 1 is 0.86 with low diversity status because densely populated areas, around rivers, are utilized for gardens, housing, waste, and garbage disposal. The Banjaran River were obtained in the range of E=0.26 to E=0.60. Thehighest dominance index is at station 5 is 0.57, and the lowest at station 1 is 0.25. The highest similarity is 0.58 between the middle and downstream. And the lowest is 0.31 between upstream and midstream. The high similarity index at stations 6 and 7 is 0.89. the lowest are stations 1 and 2 is 0.37 which means the two Stations have similarities or proximity in the physical and chemical properties of water. From the results of the PCA statistical analysis, it was obtained that the Eigenvalue of the two main components represented 40.22 %, 20,28% of the total variance. When accumulated, the two main components represent 60.50% of the total variance | |
| 38525 | 41151 | A1A116003 | PREFERENSI KONSUMEN RUMAH TANGGA TERHADAP TEH CELUP DI KECAMATAN SLAWI, KABUPATEN TEGAL | Produk teh celup yang beraneka ragam membuat konsumen lebih jeli dalam memilih teh celup yang akan dikonsumsi sesuai dengan selera, sehingga produsen perlu memahami preferensi konsumen terhadap produk teh celup. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui karateristik umum konsumen teh celup di Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal; (2) Mengidentifikasi peringkat kepentingan konsumen teh celup di Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal berdasarkan atribut yang menjadi pertimbangan dalam mengonsumsi teh celup; dan (3) Mengetahui preferensi konsumen terhadap atribut teh celup di Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal pada tempat perbelanjaan Mutiara Cahaya Slawi, Tiara Swalayan Slawi Wetan, dan Toserba Yogya Slawi pada bulan Maret hingga April 2023. Rancangan pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling dan sampel yang terpilih berjumlah 100 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cochran Q Test dan Conjoint. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakteristik konsumen teh celup di Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal persentase konsumen berjenis kelamin perempuan adalah 71%, rata – rata berusia 44 - 53 tahun dengan persentase 35%, 42% berstatus sebagai ibu rumah tangga, dengan tingkat pendidikan terakhir S1 sebesar 54%, rata – rata memiliki jumlah anggota keluarga 4 dengan persentase 40%, dan rata – rata tingkat pendapatan keluarga sebesar Rp2.500.000 – Rp3.500.000 per bulan dengan persentase 46%; (2) Peringkat kepentingan atribut yang menjadi bahan pertimbangan dalam keputusan pembelian teh celup adalah rasa, merek, kepuasan konsumen dan kemasan produk; (3) Preferensi konsumen terhadap atribut teh celup di Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal adalah konsumen puas dengan rasa teh celup yang sesuai dengan kesukaan konsumen, yaitu merek Tong Tji yang memiliki rasa kurang sepet dengan kemasan boks isi 15 kantong. | Various teabag products make consumers more observant in choosing teabags to be consumed according to taste, so producers need to understand consumer preferences for cellular products. The aims of this research were (1) to find out the characteristics of the general consumers of teabags in Slawi District, Tegal Regency; (2) Disgraceful ranking of the interests of cellular consumers in Slawi District, Tegal Regency based on the attributes considered in consuming cellular; and (3) Knowledge of consumer preferences for teabag attributes in Slawi District, Tegal Regency. This research was conducted in Slawi District, Tegal Regency at the Mutiara Cahaya Slawi shopping area, Tiara Swalayan Slawi Wetan, and Yogya Slawi Department Store from March to April 2023. The sampling design uses Accidental Sampling and the selected sample was 100 respondents. The analysis used in this research is the Cochran Q Test and Conjoint. The sampling design uses Accidental Sampling and the selected sample was 100 respondents. The analysis used in this research is the Cochran Q Test and Conjoint. The results showed that: (1) The characteristics of teabag consumers in Slawi District, Tegal Regency, the percentage of female consumers was 71%, the average age was 44 - 53 years with a percentage of 35%, 42% were housewives, with a level of Bachelor's degree education is 54%, the average number of family members is 4 with a percentage of 40%, and the average family income level is IDR 2,500,000 – IDR 3,500,000 per month with a percentage of 46%; (2) The ranking of the importance of the attributes that are taken into consideration in purchasing decisions for teabags are taste, brand, consumer satisfaction and product packaging; (3) Consumer preference for teabag attributes in Slawi District, Tegal Regency is that consumers are satisfied with the taste of teabags that match consumer preferences, namely the Tong Tji brand which has a less tart taste with a box containing 15 bags. | |
| 38526 | 42827 | C1B020011 | PERAN ORGANIZATIONAL AGILITY SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DALAM HUBUNGAN ANTARA ADOPTION DIGITAL MARKETING TERHADAP KINERJA PEMASARAN | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran organizational agility sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara adoption digital marketing terhadap kinerja pemasaran. Pada penelitian ini, sampel yang digunakan sebanyak 120 responden yang merupakan para pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas pada industri makanan dan sudah menggunakan digital marketing minimal selama satu tahun. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif dan metode pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Model (SEM) yang diolah dengan software SmartPLS 3.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) adoption digital marketing tidak berpengaruh terhadap kinerja pemasaran, (2) adoption digital marketing berpengaruh positif terhadap organizational agility, (3) organizational agility berpengaruh positif terhadap inovasi produk, (4) inovasi produk tidak berpengaruh terhadap kinerja pemasaran, (5) organizational agility berpengaruh positif terhadap kinerja pemasaran, (6) organizational agility tidak memediasi hubungan antara adoption digital marketing terhadap kinerja pemasaran. | This study aims to analysis the effect of organizational agilty as a mediation relationship between adoption digital marketing to marketing performance. In this study, the sample used was 120 respondents who are MSME actors in Banyumas Regency in the food industry and have used digital marketing for at least one year. This research is a type of survey research with a quantitative approach and using non-probability sampling methods with purposive sampling technique. Based on the results of research conducted using Structural Equation Model (SEM) analysis with software SmartPLS 3.0. The results of this study indicate that (1) adoption digital marketing has no effect to market performance, (2) adoption digital marketing has positive effect to organizational agility, (3) organizational agility has positive effect to innovation product, (4) innovation product has no effect to market performance, (5) organizational agility has positive effect to market performance, (6) organizational agility do not mediates relationship beetween adoption digital marketing on market performance. | |
| 38527 | 40871 | I1C019095 | KOMBINASI SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS DAN KEMOMETRIK PCA (PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS) UNTUK MEMBEDAKAN LEMAK BABI DAN LEMAK SAPI DALAM SOSIS | Latar Belakang: Lemak babi merupakan turunan babi dikhawatirkan terdapat dalam sosis. Spektrofotometri UV-Vis masih jarang digunakan untuk analisis lemak babi dalam produk makanan. Namun, hasil dari analisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis dapat berupa spektrum yang kompleks sehingga digabungkan dengan analisis multivariat menggunakan PCA (Principal Component Analysis). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kombinasi spektrofotometri UV-Vis dengan kemometrik untuk membedakan lemak babi dan lemak sapi dalam sosis. Metodologi: Model sosis simulasi dibuat menggunakan Central Composite Design (CCD). Sampel sosis diekstrak menggunakan soklet dengan pelarut n-heksana. Analisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis dilakukan dengan software UV Probe untuk mendapatkan hasil absorbansi pada panjang gelombang 200-400 nm. Data spektrum UV-Vis dianalisis lebih lanjut dengan kemometrik PCA menggunakan minitab pada rentang panjang gelombang 250-290 nm. Hasil: Analisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan spektrum yang kompleks dan sulit jika hanya diamati secara visual. Analisis PCA menunjukkan bahwa klasifikasi dan pengelompokkan yang belum baik. PC1 dan PC2 telah memenuhi keseragaman data sebesar 97,9%. Kesimpulan: Kombinasi spektrofotometri UV-Vis dan PCA belum dapat digunakan untuk membedakan lemak babi dan lemak sapi yang terdapat dalam sosis karena terdapat komponen matriks lain yang mempengaruhi hasil analisis. | Background: Lard is a pork derivative found mainly in sausages. UV-Vis spectrophotometry is rarely used for the analysis of lard in food products. However, the results of UV-Vis spectrophotometry can be in the form of complex spectra, so it is combined with multivariate analysis using PCA (Principal Component Analysis). The aim of this study is to develop a combination of UV-Vis spectrophotometry and chemometrics to distinguish lard from beef tallow in sausages. Methodology: The simulation sausage model was created using Central Composite Design (CCD). Sausage samples were extracted using the Soklet method with n-hexane. UV-Vis spectrophotometry analysis was performed using UV Probe software to obtain absorbance results at a wavelength of 200-400 nm. The UV-Vis spectrum data were further analyzed by PCA chemometrics using Minitab in a wavelength range of 250-290 nm. Results: Analysis using UV-Vis spectrophotometry showed a complex spectrum that was difficult to detect visually. PCA analysis shows that the classification and grouping is not good. PC1 and PC2 met the data uniformity of 97,9%. Conclusion: The combination of UV-Vis and PCA spectrophotometry cannot be used to distinguish lard from beef fat in sausages because other matrix components affect the analytical result. | |
| 38528 | 42826 | C1B020058 | ANALISIS KELAYAKAN EKSPOR KOMUNITAS PENGRAJIN “ROEMAH PEMBERDAYAAN MASYARAKAT” | Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi kelayakan ekspor pada Komunitas Pengrajin "Roemah Pemberdayaan Masyarakat," dengan memfokuskan analisis pada aspek hukum, operasional, dan pasar pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Dalam aspek hukum, penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis regulasi hukum terkait ekspor barang hasil kerajinan dari Indonesia, serta mengevaluasi kepatuhan Roemah Pemberdayaan Masyarakat terhadap regulasi tersebut. Aspek operasional melibatkan evaluasi kapasitas produksi, infrastruktur, teknologi, dan ketersediaan bahan baku untuk mendukung kegiatan ekspor jangka panjang. Dalam aspek pasar pemasaran, penelitian ini menargetkan identifikasi pasar ekspor potensial, analisis tren pasar global dan lokal, serta penilaian strategi pemasaran dan distribusi yang sesuai. Dalam penelitian ini, metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis SWOT dan analisis Focus Group Discussion dengan ahli praktisi ekspor. Kesimpulan penelitian ini mencakup ringkasan temuan dari masing-masing aspek, diikuti oleh rekomendasi untuk memaksimalkan potensi ekspor dengan memperhatikan temuan hukum, operasional, dan pemasaran. Penelitian ini diharapkan memberikan pandangan komprehensif bagi komunitas pengrajin “Roemah Pemberdayaan Masyarakat” untuk membuat keputusan yang tepat dalam mengembangkan strategi ekspor mereka. | This research aims to conduct an export feasibility study on the Craftsman Community "Roemah Pemberdayaan Masyarakat," by focusing analysis on legal, operational and marketing market aspects. This research uses a qualitative approach method. In the legal aspect, this research identifies and analyzes legal regulations related to the export of handicraft products from Indonesia, as well as evaluating Roemah Pemberdayaan Masyarakat's compliance with these regulations. The operational aspect involves evaluating production capacity, infrastructure, technology and availability of raw materials to support long-term export activities. In the marketing market aspect, this research targets the identification of potential export markets, analysis of global and local market trends, as well as assessment of appropriate marketing and distribution strategies. In this research, the data analysis method used in this research is SWOT analysis and Focus Group Discussion analysis with export practitioner experts. The conclusion of this research includes a summary of the findings from each aspect, followed by recommendations for maximizing export potential by taking into account legal, operational and marketing findings. This research is expected to provide a comprehensive view for the "Roemah Community Empowerment" craftsman community to make the right decisions in developing their export strategy. | |
| 38529 | 41108 | L1A018020 | Efek Kekuatan Aerasi Terhadap Jumlah Produksi Byssus Juvenil Kerang Hijau (Perna viridis) Pada Substrat Yang Berbeda | Kerang hijau merupakan komoditas perikanan yang banyak dibudidaya di Indonesia. Budidaya kerang hijau di Indonesia banyak yang menggunakan metode bagan tancap yang menggunakan tali sebagai substratnya. Pada Penelitian yang berjudul” Efek kekuatan aerasi terhadap jumlah produksi byssus juvenil kerang hijau (Perna viridis) pada substrat yang berbeda” bertujuan untuk mengetahui jumlah benih kerang hijau yang menempel dan jumlah byssus yang diproduksi juvenil kerang hijau pada substrat dan kekuatan aerasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan empat jenis kelompok tali yaitu tali kelapa (A), tali nilon (B), tali kelapa jaring (C), dan tali nilon+jaring (D), menggunakan dua perlakuan kecepatan aerasi yaitu aerasi sedang 33 ml/s dan aerasi kuat 125 ml/s dengan pengamatan selama 24 jam dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan tingkat penempelan dan jumlah produksi byssus juvenil kerang hijau pada waktu pengamatan 24 jam dan 48 jam terhadap empat jenis substrat tali. Penempelan juvenil kerang hijau terbaik pada waktu pengamatan 24 jam dan 48 jam terdapat pada tali kelapa (A) sebesar 44,16 ± 0,144% pada 24 jam dan 45 ± 0,52% pada perlakuan 48 jam. Pengamatan jumlah produksi byssus tertinggi pada waktu pengamatan 24 jam sebesar 27±9,05 byssus terdapat pada tali kelapa+jaring (C) dan pada pengamatan 48 jam jumlah produksi byssus tertinggi pada tali nilon+jaring (D) sebesar 28±10,61 byssus. Perlakuan aerasi pada penempelan menunjukan hasil perbedaan yang signifikan pada pengamatan 24 jam dan tidak signifikan pada pengamatan 48 jam. Perlakuan aerasi pada pengamatan produksi byssus 24 dan 48 jam menunjukan tidak ada perbedaan. | Green mussels are a fishery commodity that is widely cultivated in Indonesia. Many green mussel cultivations in Indonesia use the bagan tancap method which uses ropes as a substrate. The study entitled "The effect of aeration strength on the amount of byssus production of green mussel juveniles (Perna viridis) on different substrates" aims to determine the number of green mussel seeds attached and the amount of byssus produced by green mussel juveniles on different substrates and aeration strengths. This study used four types of rope groups namely coconut rope (A), nylon rope (B), coconut rope net (C), and nylon rope + net (D), using two aeration speed treatments namely moderate aeration 33 ml / s and strong aeration 125 ml / s with observations for 24 hours and 48 hours. The results showed that there were differences in the level of attachment and the amount of byssus production of green mussel juveniles at 24 hours and 48 hours of observation of the four types of rope substrates. The best attachment of green mussel juveniles at the observation time of 24 hours and 48 hours was on coconut rope (A) of 44.16 ± 0.144% at 24 hours and 45 ± 0.52% at 48 hours treatment. Observation of the highest number of byssus production at 24 hours observation time of 27 ± 9.05 byssus is found in coconut rope + net (C) and at 48 hours observation of the highest number of byssus production in nylon rope + net (D) of 28 ± 10.61 byssus. | |
| 38530 | 41152 | L1A016046 | Pola Distribusi dan Nilai Margin Pemasaran Lobster (Panulirus sp.) di Kabupaten Kebumen. | Penelitian ini berjudul Pola Distribusi dan Nilai Margin Pemasaran Lobster (Panulirus sp.) di Kabupaten Kebumen. Perairan Kabupaten Kebumen merupakan salah satu wilayah penyebaran lobster yang cukup potensial di perairan selatan Jawa Tengah. Lobster yang diperdagangkan di Kebumen merupakan hasil tangkapan dari nelayan-nelayan tradisional dengan produksi yang bersifat musiman. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahu lobster jenis apa saja yang ditemukan di Kabupaten Kebumen serta menganalisis pola distribusi dan nilai margin pemasaran Lobster (Panulirus sp.) di Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis saluran pemasaran, analisis margin pemasaran dan efisiensi pemasaran. Dalam penelitian ini wawancara yang dilakukan terhadap 10 responden yang terdiri dari nelayan, pengepul/agen, pedagang kecil /bakul. Hasil penelitian ini menunjukan ada 4 Lobster yang ditemukan di TPI Karangduwur yaitu lobster pasir (Panulirus homarus), lobster mutiara (Panulirus ornatus), lobster bambu (Panulirus versicolor) dan Lobster batu (Panulirus panucillatus). Pola distribusi Lobster hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Kebumen dalam pendistribusiannya melibatkan beberapa pelaku pemasaran yaitu nelayan, pedagang pengepul/agen dan pedagang kecil/bakul dan terdapat 3 saluran pemasaran. Kisaran nilai margin dari saluran I sampai saluran III adalah sebesar Rp. 15.000 – Rp. 116.000 per/Kg. Nilai efisiensi pemasaran saluran I - III <5% yang berarti semua saluran yang ada sudah efisien. | This research is entitled Distribution Pattern and Marketing Margin Value of Lobster (Panulirus sp.) in Kebumen Regency. The waters of Kebumen Regency are one of the potential lobster distribution areas in the southern waters of Central Java. Lobsters sold in Kebumen are caught by traditional fishermen with seasonal production. The purpose of this study was to find out what types of lobster are found in Kebumen Regency and to analyze the distribution pattern and marketing margin value of Lobster (Panulirus sp) in Kebumen Regency. The method used is descriptive method. The sampling technique used was purposive random sampling. The data analysis used is marketing channel analysis, marketing margin analysis and marketing efficiency. In this study interviews were conducted with 10 respondents consisting of fishermen, collectors/agents, small traders/baskets. The results of this study showed that there were 4 lobsters found in TPI Karangduwur, namely sand lobster (Panulirus homarus), pearl lobster (Panulirus ornatus), bamboo lobster (Panulirus versicolor) and rock lobster (Panulirus panucillatus). The distribution pattern of the results of fishermen's lobster catch in Kebumen Regency in its distribution involves several marketing actors, namely fishermen, wholesalers/agents and small traders/baskets and there are 3 marketing channels. The range of margin values from channel I to channel III is Rp. 15,000 – Rp. 116,000 per/Kg. The marketing efficiency value of channels I - III is <5%, which means that all existing channels are efficient. | |
| 38531 | 41153 | I1D019020 | HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG LABEL GIZI DAN POLA KONSUMSI MAKANAN KEMASAN DENGAN STATUS GIZI REMAJA | Latar belakang: Pengetahuan tentang label informasi nilai gizi dapat membantu dalam pemilihan makanan kemasan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan tentang label informasi nilai gizi dan pola konsumsi makanan kemasan dengan status gizi remaja di Desa Datar Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Metode: Desain penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 49 diambil secara accidental sampling. Tingkat pengetahuan membaca label informasi nilai gizi diukur dengan kuesioner dan pola konsumsi makanan kemasan dengan metode Food Frequency Questionaire. Analisis data menggunakan uji Likelihood Ratio. Hasil penelitian: sebanyak 67,3% responden berjenis kelamin perempuan, 30,6% berusia 18 tahun, sebanyak 81,6 berstatus gizi normal. 83,7% responden memiliki pengetahuan tentang label informasi nilai gizi baik dan sebanyak 51% memiliki pola konsumsi makanan kemasan sering. Hasil uji Likelihood Ratio menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang label informasi nilai gizi (p=0,729) dan pola konsumsi makanan kemasan (p=0,011) dengan status gizi. Kesimpulan: tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang label informasi nilai gizi dengan status gizi dan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang label informasi nilai gizi dengan status gizi | Background: Knowledge of nutrition information labels can help in choosing packaged foods. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge about nutrition information labels and consumption patterns of packaged food with the nutritional status of adolescents in Datar Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency. Methods: This research design is observational with a cross sectional approach. The sample size of 49 taken by accidental sampling. The level of knowledge reading nutritional value information labels was measured by questionnaire and consumption patterns of packaged food by Food Frequency Questionaire. Data analysis using Likelihood Ratio test. Results: 67.3% respondents were female, 30.6% were 18 years old, 81.6% had normal nutritional status. 83.7% of respondents had good knowledge about nutritional value information labeling and 51% had a frequent consumption pattern packaged food. The results of the Likelihood Ratio test showed that was no relationship between the level of knowledge about nutritional value information labeling (p=0.729) and packaged food consumption patterns (p=0.011) with nutritional status. Conclusion: there is no relationship between the level of knowledge nutritional value information labeling and nutritional status and there is a relationship between knowledge about nutritional value information labeling and nutritional status. | |
| 38532 | 41154 | F1F019019 | Strategi Transnasionalisasi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk di Arab Saudi, Mesir, dan Turki | Penetrasi global telah menjadi tonggak penting dalam dinamika bisnis modern, mendorong perusahaan-perusahaan untuk mengadopsi strategi transnasionalisasi yang kompleks guna mengoptimalkan ekspansi lintas batas. Dalam konteks ini, penelitian ini membedah strategi transnasionalisasi yang dilakukan oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, perusahaan fast-moving consumer goods (FMCG) terkemuka di Indonesia, dalam mengelola dan memanfaatkan peluang di pasar yang internasional dan dinamis di Arab Saudi, Mesir, dan Turki. Melalui pendekatan metodologi yang berfokus pada analisis kualitatif, penelitian ini menguraikan kerangka analitis yang mencakup dimensi budaya, regulasi, serta lingkungan bisnis dalam memahami interaksi antara perusahaan dan lingkungan operasionalnya di tiap negara target. Dengan merinci langkah-langkah strategis yang diambil, termasuk penyesuaian produk, komunikasi pemasaran, dan aliansi strategis lokal, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui strategi transnasionalisasi yang dilakukan dan menilai kesuksesannya dengan sumber yang diperoleh secara sekunder, dengan teori transnasionalisasi oleh Joseph Nye & Robert Keohane. Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya kombinasi adaptasi dan standarisasi dalam pendekatan strategis perusahaan, menandai upaya perusahaan untuk mencapai keselarasan antara kebutuhan pasar setempat dan keunggulan kompetitif global. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika strategis perusahaan dalam konteks yang variatif, menghasilkan gambaran komprehensif tentang bagaimana PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk mengukuhkan posisinya sebagai pelaku kunci dalam peta bisnis global dengan menavigasi dengan cermat ekosistem yang unik di Arab Saudi, Mesir, dan Turki. | Global penetration has become an important milestone in modern business dynamics, prompting companies to adopt complex transnationalization strategies to optimize crossborder expansion. In this context, this study examines the transnationalization strategy adopted by PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, a leading fast-moving consumer goods (FMCG) company in Indonesia, in managing and capitalizing on opportunities in the international and dynamic markets of Saudi Arabia, Egypt, and Turkey. Through a methodological approach that focuses on qualitative analysis, this research outlines an analytical framework that includes cultural, regulatory, and business environment dimensions to understand the interaction between the company and its operating environment in each target country. By detailing the strategic steps taken, including product adjustments, marketing communications, and local strategic alliances, this study identifies how the research aims to determine the transnationalization strategy undertaken and assess its success with secondary sources, using the theory of transnationalization by Joseph Nye & Robert Keohane. The results revealed a combination of adaptation and standardization in the company's strategic approach, marking the company's efforts to achieve alignment between local market needs and global competitive advantage. As such, the research provides in-depth insights into the company's strategic dynamics in varied contexts, resulting in a comprehensive picture of how PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk cemented its position as a key player in the global business map by carefully navigating the unique ecosystems in Saudi Arabia, Egypt, and Turkey | |
| 38533 | 44302 | I1E020062 | Pengaruh Latihan Senam Aerobik Terhadap Penurunan Berat Badan, Persentase Lemak Tubuh dan Peningkatan Massa Otot Member Syifa Studio | Latar Belakang: Tidak sedikit wanita memiliki berat badan berlebih, sehingga membutuhkan olahraga yang menarik dan menyenangkan. Senam aerobik adalah latihan yang dilakukan untuk membakar lemak sambil memperbaiki kekencangan otot dengan diiringi musik. Penelitian ini akan memberikan wawasan yang relevan tentang cara senam aerobik mempengaruhi permasalahan yang mereka miliki mengenai kelebihan berat badan, peningkatan lemak tubuh, dan penurunan massa otot. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan Pretest Postest Design. Penentuan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan SPSS versi 26 dengan Teknik analisis uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan uji paired sample t test dengan jumlah sampel sebanyak 30 member Syifa Studio. Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis data menggunakan uji paired sample t test. Terdapat perbedaan yang signifikan antara latihan senam aerobik terhadap penurunan berat badan dengan nilai signifikan sebesar 0.035 dan nilai t hitung sebesar -2.213, pada persentase lemak tubuh memiliki perbedaan yang signifikan terhadap penurunan persentase lemak tubuh sebesar 0.030 dan nilai t hitung sebesar -2.282, sedangkan pada persentase massa otot terdapat perbedaan yang signifikan terhadap peningkatan persentase massa otot dengan nilai signifikan sebesar 0.023 dan nilai t hitung sebesar 2.401. Kesimpulan: Terdapat pengaruh latihan senam aerobik terhadap penurunan berat badan, persentase lemak tubuh dan peningkatan massa otot member Syifa Studio. Terdapat perbedaan pengaruh antara kelompok yang diberikan perlakuan menggunakan metode senam aerobik dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan senam aerobik. | Background: Many women have excess weight and need engaging and enjoyable exercises. Aerobic exercise is a workout aimed at burning fat while improving muscle tone, accompanied by music. This study will provide relevant insights into how aerobic exercise affects their issues regarding overweight, body fat increase, and muscle mass reduction. Methodology: This study used a quasi-experimental method with a Pretest-Posttest Design. Sample determination used Purposive Sampling technique. Testing in this study used SPSS version 26 with analysis techniques for normality test, homogeneity test, and hypothesis testing using a paired sample t-test with a sample size of 30 Syifa Studio members. Results: Based on data analysis using a paired sample t-test, there was a significant difference in aerobic exercise towards weight loss with a significance value of 0.035 and a t-value of -2.213. Body fat percentage showed a significant difference towards a decrease in body fat percentage with a significance value of 0.030 and a t-value of -2.282, while muscle mass percentage showed a significant difference towards an increase in muscle mass percentage with a significance value of 0.023 and a t-value of 2.401. Conclusion: There is an influence of aerobic exercise on weight loss, body fat percentage, and muscle mass improvement of Syifa Studio members. There is a difference in influence between the group treated with aerobic exercise compared to the control group not treated with aerobic exercise. | |
| 38534 | 41155 | A1D019201 | PENGARUH WAKTU APLIKASI DAN KONSENTRASI PUPUK KALSIUM (Ca) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KUALITAS BUAH PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) | Cabai rawit merupakan komoditas unggulan nasional yang permintaannya terus meningkat. Salah satu upaya yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan cabai rawit adalah menggunakan pupuk kalsium dengan waktu apliksi dan konsentrasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pemupukan Ca yang optimal untuk pertumbuhan dan kualitas buah cabai rawit, mengetahui waktu aplikasi Ca terbaik untuk pertumbuhan dan kualitas buah cabai rawit, mengetahui kombinasi konsentrasi dan waktu aplikasi Ca terbaik untuk menghasilkan pertumbuhan dan kualitas buah optimal pada cabai rawit. Penelitian ini berupa penelitian polybag yang dilaksanakan di Desa Kenoyojayan, Ambal, Kebumen, Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Laboratorium Riset Unsoed. Penelitian ini dilaksanakan dari November 2022 sampai April 2023. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah waktu aplikasi kalsium yaitu 5 Minggu Setelah Tanam (MST), 7 Minggu Setelah Tanam (MST), dan 9 Minggu Setelah Tanam (MST). Faktor kedua yaitu konsentrasi kalsium yaitu 0 g/L, 3 g/L, 5 g/L, dan 7 g/L. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, kandungan klorofil, jumlah buah, panjang buah, bobot buah, produksi per tanaman, persentase kerontokan buah, fruit set, persentase susut bobot buah dan perubahan kerusakan biologis. Waktu aplikasi 7 dan 9 MST berpengaruh nyata terhadap semua variabel kecuali jumlah daun, bobot buah, dan perubahan kerusakan biologis. Konsentrasi kalsium 5 g/l berpengaruh nyata terhadap bobot buah dan persentase kerontokan buah. Kombinasi konsentrasi dan waktu aplikasi Ca 7 MST dengan 5g/l mampu meningkatkan persentase fruit set sebanyak 94,43%. | Cayenne pepper is a national superior horticultural commodity whose demand continues to increase. One of the efforts made to meet the needs of cayenne pepper is to use calcium fertiliser with the right application time and concentration. This study aims to determine the optimal concentration of Ca fertiliser for the growth and quality of cayenne pepper fruit, determine the best Ca application time for the growth and quality of cayenne pepper fruit, determine the best combination of Ca concentration and application time to produce optimal growth and fruit quality in cayenne pepper. This research was in the form of polybag research conducted in Kenoyojayan Village, Ambal, Kebumen, Plant Breeding Laboratory and Unsoed Research Laboratory. This research was conducted from November 2022 to April 2023. The data obtained were analysed with the F test. The design used in this study was a Randomised complete block design (RCBD) consisting of two factors. The first factor was calcium application time, namely 5 weeks after planting (WAP), 7 weeks after planting (WAP), and 9 weeks after planting (WAP). The second factor is calcium concentration which is 0 g/L, 3 g/L, 5 g/L, and 7 g/L. The variables observed were plant height, number of leaves, number of branches, chlorophyll content, number of fruits, fruit length, fruit weight, production per plant, percentage of fruit loss, fruit set, percentage of fruit weight loss and changes in biological damage. Application time of 7 and 9 weeks after planting had a significant effect on all variables except the number of leaves, fruit weight, and changes in biological damage. Calcium concentration of 5 g/l significantly affected fruit weight and percentage of fruit loss. The combination of Ca concentration and application time 7 MST with 5g/l was able to increase the percentage of fruit set by 94.43%. | |
| 38535 | 41156 | H1E018024 | USULAN FRAMEWORK SUPPLIER RELATIONSHIP MANAGEMENT DENGAN METODE ROC-MOORA DAN K-MEANS CLUSTERING (STUDI KASUS UMKM KNALPOT JMR PURBALINGGA) | UMKM JMR Exhaust merupakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang bergerak diindustri pembuatan knalpot di Kabupaten Purbalingga. UMKM JMR Exhaust melakukan hubungan kerja sama dengan 6 supplier dalam penyediaan bahan plat stainless steel Plat SS201. Akan tetapi dalam kerja sama tersebut, terdapat beberapa kendala yang diakibatkan oleh komunikasi yang kurang baik. UMKM JMR Exhaust belum memiliki metode khusus dalam memilih supplierserta supplier yang ada masih sering membatalkan pesanan sepihak akibat jarak yang terlalu jauh. Perlu adanya management hubungan kerja sama yang baik antar kedua belah pihak. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengimplementasikan beberapa aktivitas Supplier Relationship Management yang sesuai dan mengintegrasikannya menjadi sebuah framework. Aktivitas SRM berupa evaluasi supplier, pengelompokan supplier, dan pengembangan supplier. Data yang digunakan berupa hasil penilaian setiap supplier berdasarkan 12 kriteria menggunakan skala 1-5. Data tersebut kemudian diolah dengan metode ROC dalam pembobotan 12 kriteria yang digunakan dan MOORA dalam pengolahan nilai akhir dan perankingan. Hasil evaluasi menunjukan kriteria terpenting adalah harga dengan bobot sebesar 0,259, dengan hasil penilaian (Nilai Yi) tertinggi adalah A3 Mulya Tegal sebesar 0,4474. Untuk pengelompokannya dihasilkan 2 kelompok dengan pembagian kelompok pertama berisikan PT Jindal Stainless Indonesia, Pelangi Jaya Steel Surabaya, dan PT Cemerlang Surabaya. Sedangkan kelompok kedua terdiri dari PT. Cilegon Steel Indonesia, A3 Mulya Tegal, dan PT Abadi Metal Utama Surabaya. Selanjutnya kedua kelompok tersebut diberikan saran pengembangan sesuai dengan karakteristik kelompoknya dan terakhir melakukan perancangan framework aktivitas SRM secara keseluruhan | JMR Exhaust MSMEs is a Micro, Small and Medium Enterprise engaged in the exhaust manufacturing industry in Purbalingga Regency. JMR Exhaust MSMEs cooperates with 6 suppliers in providing SS201 stainless steel plate material. However, in this cooperation, there are several obstacles caused by poor communication JMR Exhaust MSMEs does not yet have a specific method for selecting suppliers and suppliers who still often cancel unilateral orders due to distances that are too far away. There needs to be good cooperative relationship management between the two parties. Therefore this research was conducted with the aim of implementing several appropriate Supplier Relationship Management activities and integrating them into a framework. SRM activities include supplier evaluation, supplier grouping, and supplier development. The data used is in the form of the results of each supplier's assessment based on 12 criteria using a scale of 1-5. The data is then processed using the ROC method in weighing the 12 criteria used and MOORA in processing the final score and ranking. The evaluation results show that the most important criterion is price with a weight of 0.259, with the highest Yi value (Yi Value) being A3 Mulya Tegal of 0.4474. For the grouping, 2 groups were produced with the division of the first group consisting of PT Jindal Stainless Indonesia, Pelangi Jaya Steel Surabaya, and PT Cemerlang Surabaya. While the second group consists of PT. Cilegon Steel Indonesia, A3 Mulya Tegal, and PT Abadi Metal Utama Surabaya. Furthermore, the two groups provide development suggestions according to the characteristics of the group and finally design the overall SRM framework activity. | |
| 38536 | 41157 | L1A019036 | Analisis Bioekonomi Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) Di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap Jawa Tengah | Sumberdaya perikanan yang didaratkan di PPS Cilacap banyak terdiri dari jenis ikan pelagis dan demersal. Jenis ikan pelagis yang paling banyak didaratkan di PPS Cilacap salah satunya adalah Ikan Tuna Sirip Kuning (T. albacares). Tingginya permintaan kebutuhan pasar berdampak pada keberlanjutan perikanan tuna tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk Bagaimana potensi lestari (MSY) dan bagaimana hasil ekonomi maksimum (MEY) tuna sirip kuning (T. albacares) yang didaratkan di PPS Cilacap. Lokasi penelitian dilakukan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan model bioekonomi Gordon-Schaefer didapatkan Potensi lestari (MSY) T. albacares yang didaratkan di PPS Cilacap berdasarkan hasil tangkapan dari tahun 2012-2021 didapatkan hasil tangkapan maksimum sebesar 610.559 kg/tahun dan upaya penangkapan maksimum 6493 trip/tahun. Tingkat pemanfaatan ikan tuna sirip (T. albacares) yang didaratkan di PPS Cilacap masih belum optimal. Hasil ekonomi maksimum (MEY) T. albacares yang didaratkan di PPS Cilacap didapatkan hasil tangkapan dalam kondisi maksimum sebesar 526.112,809 kg atau dalam bentuk nilai Rupiah setara dengan 23.727.302.000,00, dan kondisi tangkapan nelayan dengan upaya penangkapan optimum 22.521 trip. | Many of the fishery resources landed at Cilacap PPS consist of pelagic and demersal fish species. One of the most common types of pelagic fish landed at Cilacap PPS is the Yellowfin Tuna (T. albacares). The high demand for market needs has an impact on the sustainability of the tuna fishery. This study aims to determine the maximum sustainable yield (MSY) and maximum economic yield (MEY) of yellowfin tuna (T. albacares) landed in Cilacap PPS. The location of the research was carried out at the Cilacap Ocean Fishing Port (PPS), Central Java. The research method used was a survey method. The results of the study were analyzed using the Gordon-Scahefer bioeconomic model and found that the sustainable potential (MSY) of T. albacares landed at PPS Cilacap based on catches from 2012-2021 obtained a maximum catch of 610,559 kg/year and a maximum catch effort of 6493 trips/year. The level of utilization of fin tuna (T. albacares) landed at PPS Cilacap is still not optimal. The maximum economic yield (MEY) of T. albacares landed at Cilacap PPS obtained catches in maximum conditions of 526,112.809 kg or in the form of a Rupiah value equivalent to 23,727,302,000.00, and fishermen catch conditions with optimum fishing effort of 22,521 trips | |
| 38537 | 41160 | A1F019014 | PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK SERAI WANGI TERHADAP KARAKTERISTIK BIOPLASTIK BERBAHAN DASAR PATI SINGKONG DENGAN PLASTICIZER SORBITOL | Plastik merupakan salah satu bahan pengemas yang banyak digunakan karena bersifat kuat, ringan, elastis, dan harganya terjangkau. Namun, disamping kelebihan yang dimiliki terdapat kekurangan yaitu sulit terurai secara alami, sehingga dapat mencemari lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan solusi alternatif untuk menangani permasalahan tersebut, yaitu beralih dengan menggunakan bioplastik. Bahan organik penyusun bioplastik dapat menjadi nutrisi pertumbuhan mikroba, sehingga dapat menyebabkan kerusakan dan mengkontaminasi produk pangan, maka diperlukan bahan tambahan yang bersifat antimikroba, salah satunya adalah serai wangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis ekstrak terhadap karakteristik fisikokimia dan antimikroba bioplastik, mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak terhadap karakteristik fisikokimia dan antimikroba bioplastik, mengetahui kombinasi perlakuan terpilih antara perlakuan jenis ekstrak dengan konsentrasi ekstrak. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah jenis ekstrak (S): ekstrak cair (S1) dan ekstrak serbuk (S2). Faktor kedua adalah konsentrasi ekstrak serai wangi (S): 5% (S1), 10% (S2), 15% (S3), dan 20% (S4). Hasil penelitian menunjukkan jenis ekstrak meningkatkan nilai ketebalan, biodegradabilitas, zona hambat terhadap pertumbuhan bakteri dan menurunkan nilai kecerahan (L*); semakin tinggi konsentrasi ekstrak dapat meningkatkan nilai ketebalan dan menurunkan nilai kecerahan (L*) dan biodegradabilitas. Perlakuan terpilih yaitu kombinasi antara jenis ekstrak dan konsentrasi ekstrak adalah sampel S1T4 yaitu perlakuan jenis ekstrak cair dengan konsentrasi 20%. | Plastic is one of the most widely used packaging materials because it is strong, light, elastic, and affordable. However, besides its advantages, there are disadvantages, which is difficult to decompose naturally so it can pollute the environment. Therefore, an alternative solution is needed to deal with this problem, namely switching to using bioplastic. The organic materials that makeup bioplastics can become nutrients for microbial growth, so they can cause damage and contaminate food products, so additional antimicrobial properties are needed, one of which is citronella. This study aims to determine the effect of the type of extract on the physicochemical and antimicrobial characteristics of bioplastics, to determine the effect of extract concentrations on bioplastics physicochemical and antimicrobial characteristics, to determine the best treatment combination between extract types and extract concentrations. The method used was a factorial randomized block design (RBD). The first factor is the type of extract (S): liquid extract (S1) and powder extract (S2). The second factor was the concentration of citronella extract (S): 5% (S1), 10% (S2), 15% (S3), and 20% (S4). The results showed that the type of extract increased the thickness, biodegradability, inhibition zone against bacterial growth and decreased the brightness value (L*); the higher the concentration of the extract can increase the value of thickness and decrease the value of brightness (L*) and biodegradability. The selected treatment, namely the combination of the type of extract and the concentration of the extract, was sample S1T4, namely the type of liquid extract with a concentration of 20%. | |
| 38538 | 41178 | H1C018006 | Geologi dan Biostratigrafi Formasi Rambatan, Daerah Cikadu dan Sekitarnya, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. | Wilayah studi yang kedalam Formasi Rambatan terletak di kawasan Cikadu dan sekitarnya, Kec. Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Metode studi yang digunakan berupa pemetaan geologi yang meliputi penarikan satuan geomorfologi, unit stratigrafi, analisis petrografi, struktur geologi, dan biostratigrafi dengan obyek kajian Planktonik dan Bentonik. Lanskap geomorfologi yang diperoleh dari klasifikasi BMB (2006) meliputi Bentang Alam Lipatan, Bentang Alam Gunung Api dan Bentang Alam Sungai. Dengan hasil pemetaan geologi diperoleh satuan stratigrafi dari yang tertua sampai yang termuda yaitu Satuan Batulempung, Satuan Intrusi Diorit, Satuan Batupasir dan Satuan Lava Andesit. Aktivitas tektonik sangat mempengaruhi proses deformasi di wilayah studi, sehingga membentuk struktur geologi seperti Lipatan Antiklin, Sesar Naik, Sesar Turun dan Sesar Mendatar Kiri yang tersebar di wilayah studi. Berdasarkan hasil kajian Biostratigrafi Formasi Rambatan, disimpulkan bahwa paleobatimetri terletak di lingkungan Batial hingga Neritik dengan umur batuan menurut zonasi Blow (1969) N5-N14, yaitu dari Miosen Awal hingga Miosen Tengah. Terjadinya aktivitas tektonik juga mempengaruhi pola pengendapan di Formasi Rambaran akibat proses transgresi dan regresi. | The research area which is included in the Rambatan Formation is located in the Cikadu area and its surroundings, Watukumpul Sub-district, Pemalang Regency, Central Java. The research method used by researchers is in the form of geological mapping which includes the withdrawal of geomorphological units, stratigraphic units, petrographic and geological structure analysis, and Biostratigraphy with Planktonic and Bentonic study objects. The geomorphological landscape obtained from the BMB classification (2006) includes Folded Landscapes, Volcanic Landscapes and River Landscapes. The geological mapping results obtained from the oldest to the youngest stratigraphic units, namely the Claystone Unit, Diorite Intrusion Unit, Sandstone Unit and Andesitic Lava Unit. Tectonic activity greatly influences the deformation process in the study area, thus forming geological structures such as Anticlinal Folds, Reverse Fault, Normal Faults and Strike Slip Fault which are scattered in the study area. Based on the results of the biostratigraphic study of the Rambatan Formation, it was concluded that the paleobathymetry is located in the Batial to Neritic environment with the age of the rocks according to the Blow (1969) N5-N14 zoning, namely from Early Miocene to Middle Miocene. The occurrence of tectonic activity also affects the depositional patterns in the Rambatan Formation due to transgression and regression processes. | |
| 38539 | 41159 | A1F019053 | PENGARUH JENIS KEMASAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP SIFAT KIMIA DAN SENSORIS PRODUK PERMEN SUSU LUNAK RASA DURIAN | Salah satu alternatif pengembangan produk olahan durian adalah permen susu lunak. Kemasan berperan penting dalam mempertahankan mutu permen susu lunak durian. Belum terdapat penelitian mengenai kemasan yang terbaik yang dapat mempertahankan mutu dari permen susu durian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan dan lama penyimpanan terhadap sifat kimia dan sensori permen susu lunak durian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif (eksperimen) menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor, yaitu jenis kemasan dan lama penyimpanan. Faktor jenis kemasan terdiri dari kemasan aluminium foil, kemasan plastik, dan kemasan kertas. Faktor lama penyimpanan terdiri dari yaitu penyimpanan 0 hari, 14 hari, 28 hari, dan 42 hari. Variabel yang diamati adalah variabel kimia (kadar air dan gula reduksi) dan variabel sensori (warna, tesktur, aroma durian, rasa durian, dan tingkat kemanisan). Data hasil variabel kimia dianalisis secara statistik menggunakan sidik ragam dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Data hasil uji sensori dianalisis menggunakan uji Friedman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kemasan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air dan kadar gula reduksi, sedangkan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap kadar air dan kadar gula reduksi permen susu lunak durian. Kombinasi perlakuan berpengaruh nyata terhadap warna, tekstur, dan rasa durian pada permen susu durian. Kemasan aluminium foil dengan lama penyimpanan 14 hari memiliki kemampuan mempertahankan mutu permen susu durian dengan hasil kadar air 16,73%; kadar gula reduksi 1,79%; warna cokelat karamel (3,88); tekstur yang agak keras (3,24); aroma durian yang agak kuat (3,2); rasa durian yang kuat (4,2) dan tingkat kemanisan yang manis (4,32). | One alternative for the development of processed durian products is soft milk candy. Packaging plays an important role in maintaining the quality of durian soft milk candy. There is no research on the best packaging that can maintain the quality of durian milk candy. This study aims to determine the effect of the type of packaging and storage time on the chemical and sensory properties of durian soft milk candy. This research is a quantitative study (experimental) using a Randomized Block Design (RBD) with 2 factors, namely the type of packaging and storage time. The type of packaging factor consists of aluminum foil packaging, plastic packaging, and paper packaging. The long storage factor consisted of 0 days, 14 days, 28 days, and 42 days of storage. The variables observed were chemical variables (moisture content and reducing sugar) and sensory variables (color, texture, durian aroma, durian taste, and level of sweetness). Data on the results of chemical variables were statistically analyzed using variance and Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Sensory test results data were analyzed using the Friedman test. The results showed that the type of packaging had no significant effect on water content and reducing sugar content, while storage time had a significant effect on water content and reducing sugar content of durian soft milk candy. The combination of treatments had a significant effect on the color, texture, and taste of durian in durian milk candy. Aluminum foil packaging with a storage time of 14 days has the ability to maintain the quality of durian milk candy with a water content of 16.73%; reducing sugar content 1.79%; caramel brown color (3.88); slightly hard texture (3.24); rather strong durian aroma (3,2); strong durian taste (4.2) and a sweet level of sweetness (4.32). | |
| 38540 | 41161 | I1A019020 | Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas Tahun 2023 | Cakupan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Purwokerto Barat masih memiliki cakupan vaksinasi terendah, dilihat dari jumlah penduduk Purwokerto Barat sebanyak 53.393 jiwa. Pada tahun 2022 sebanyak 27,4% masyarakat tidak berminat dalam mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19. Hal ini Puskesmas Purwokerto Barat terus menggencarkan kegiatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Purwokerto Barat dari sisi input (man, material-mechine, money, method, dan, market) proses (perencanaan dan koordinasi, prioritas dan penargetan cakupan vaksinasi Covid-19, strategi komunikasi dan model promosi), dan output (laporan cakupan vaksinasi Covid-19, diseminasi, dan terkait ada atau tidaknya kenaikan angka kasus positif Covid-19. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian terdapat informan utama (petugas kesehatan yang melaksanakan vaksinasi Covid-19), informan kunci (Kepala Puskesmas Purwokerto Barat dan Pemegang Program Pelaksanaan vaksinasi Covid-19), dan informan pendukung (masyarakat yang sudah divaksin di Puskesmas Purwokerto Barat) dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada informan, studi dokumen, dan observasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan metode, dan dilakukan analisis data dengan tahap wawanacara mendalam yang lalu dimasukkan ke dalam transkrip dan dilakukan pengkodingan.dan memberikan label pada kata/frasa yang mewakili tema dengan menggunakan aplikasi maxqda. Hasil penelitian: Hasil input menunjukkan jumlah SDM sudah mencukupi namun masih ada penambahan jam kerja pada petugas, dana dan sarana prasarana, alat dan bahan sudah mencukupi dan sesuai standar regulasi, metode sudah memiliki SOP yang berlaku, dan target informasi sudah sesuai. Proses tersebut menunjukkan bahwa perencanaan vaksinasi Covid-19, pendataan, strategi komunikasi dan model promosi, upaya mengatasi hambatan pelaksanaan, pihak yang berkolaborasi, prioritas dan target cakupan, serta pencatatan dan pelaporan sudah sesuai rencana, namun masih terdapat kekurangan dalam pengumpulan data. Serta output yang dihasilkan menunjukkan bahwa cakupan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Purwokerto Barat mengalami peningkatan cakupan vaksinasi dan dilakukan monitoring dan evaluasi secara terus menerus pada akhir pelaksanaan dan akhir bulan. Kesimpulan: Secara keseluruhan evaluasi pelaksanaan kegiatan vaksinasi di Puskesmas Purwokerto Barat sudah cukup baik, tetapi masih adanya kendala dan hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi Covid-19. Jadi, masih perlu adanya peningkatan evaluasi terutama dalam pengumpulan data. | Background: Covid-19 vaccination coverage at the West Purwokerto Health Center still has the lowest vaccination coverage, seen from the total population of West Purwokerto of 53,393 people. In 2022 as many as 27.4% of the public are not interested in participating in the Covid-19 vaccination activity. This means that the West Purwokerto Health Center continues to intensify activities for implementing the Covid-19 vaccination. This study aims to evaluate the implementation of Covid- 19 vaccination activities at the West Purwokerto Health Center in terms of input (man, material- machine, money, method, and, market) process (planning and coordination, priority and targeting of Covid-19 vaccination coverage, communication strategy and promotion model), and output (report on Covid-19 vaccination coverage, dissemination, and related to whether or not there is an increase in the number of positive cases of Covid-19) Method: This research includes qualitative research with a phenomenological approach. A total of 8 research informants, namely 3 main informants, 2 key informants, and 3 supporting informants were taken using a purposive sampling technique. The components evaluated are input, process, and output. Data collection was carried out by in-depth interviews with informants, document study, and observation. The validity of the data was tested by triangulation of sources and methods, and data analysis was carried out by means of in-depth interviews which were then included in the transcript and coding. Research result: The input results show that the number of human resources is sufficient but there are still additional working hours for officers, funds and infrastructure, tools and materials are sufficient and according to regulatory standards, the method already has an applicable SOP, and the target information is appropriate. This process shows that the planning for the Covid-19 vaccination, data collection, communication strategies and promotion models, efforts to overcome obstacles to implementation, collaborating parties, priorities and coverage targets, as well as recording and reporting are according to plan, but there are still deficiencies in data collection. As well as the resulting output shows that the coverage of Covid-19 vaccination at the West Purwokerto Health Center has increased vaccination coverage and continuous monitoring and evaluation is carried out at the end of implementation and the end of the month. Conclusion: Overall the evaluation of the implementation of vaccination activities at the West Purwokerto Health Center has been quite good, but there are still many obstacles and obstacles that occur in the implementation of Covid-19 vaccination activities. So, there is still a need for improvement in evaluation, especially in data collection. |