Artikelilmiahs

Menampilkan 38.301-38.320 dari 48.952 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3830140962F1D019040PENGARUH POPULARITAS CALON KEPALA DAERAH TERHADAP PERILAKU MEMILIH DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH KOTA BLITAR TAHUN 2020Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh popularitas calon kepala daerah terhadap perilaku memilih dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Blitar tahun 2020. Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena kekalahan pasangan nomor urut 01 Henry Pradipta Anwar dan Yasin Hermanto di Kecamatan Sukorejo yang merupakan basis massa pendukung dari paslon 01. Hal tersebut memperlihatkan gap dari teori perilaku memilih dengan pendekatan psikologis oleh Angus Campbell dkk yaitu perilaku memilih seseorang dapat dipengaruhi popularitas calon kandidat. Teori utama yang digunakan adalah teori perilaku memilih yang lebih utama yaitu pendekatan psikologis dan teori popularitas. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jumlah populasi 39.554 jiwa dan 100 sampel pada tingkat margin of error 10%. Teknik pengambilan sampling yang digunakan yaitu simple random sampling. Secara keseluruhan penelitian ini membuktikan bahwa popularitas calon kandidat merupakan faktor yang berpengaruh terhadap perilaku memilih seseorang. Namun pengaruhnya tergolong rendah dengan 28,8% sedangkan 71,2% dipengaruh oleh variabel lain di luar penelitian ini yaitu variabel identifikasi partai, orientasi isu/tema, latar belakang demografi, karakteristik tempat tinggal, sosial ekonomi, kelas, pendidikan, pendapatan, pekerjaan, agama dan pilihan rasional.This study aims to determine the influence of the popularity of regional head candidates on voting behavior in the 2020 Blitar City Regional Head Election. This research was motivated by the phenomenon of the defeat of the number 01 couple, Henry Pradipta Anwar and Yasin Hermanto in Sukorejo District, which is the mass base of supporters of paslon 01. This shows a gap from the theory of voting behavior with a psychological approach by Angus Campbell et al, namely that someone's voting behavior can be influenced by the popularity of prospective candidates. The main theory used is the theory of choosing behavior, which is more main, namely the psychological approach and popularity theory. The research method used was quantitative with a population of 39,554 people and 100 samples at a margin of error of 10%. The sampling technique used is simple random sampling. Overall, this study proves that the popularity of prospective candidates is an influential factor in someone's voting behavior. However, the influence was relatively low with 28.8% while 71.2% was influenced by other variables outside this study, namely party identification variables, issue / theme orientation, demographic background, residence characteristics, socioeconomic, class, education, income, occupation, religion and rational choice.
3830240966E1A019067TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA TERHADAP PENJUALAN PRODUK MINUMAN ARAK YANG TIDAK MENCANTUMKAN TANGGAL KEDALUWARSA DITINJAU DARI UU NO. 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN 166/PID.SUS/2022/PN TLG (PENGADILAN NEGERI TULUNGAGUNG)Pencantuman tanggal, bulan dan tahun kedaluwarsa pada produk minuman merupakan salah satu bentuk informasi pangan yang wajib disertakan pada setiap produk yang akan dipasarkan agar konsumen tidak mempunyai gambaran yang keliru atas produk, disampaikan dengan berbagai cara salah satunya dengan mencantumkan label pada kemasan tetapi masih banyak pelaku usaha yang melakukan kecurangan dengan cara mengecer minuman arak dan tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab pelaku usaha terhadap penjualan produk minuman arak yang tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa dalam Putusan Nomor 166/Pid.Sus/2022/PN Tlg.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan ialah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan metode analisis data normatif kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks naratif yang disusun secara sistematis, logis, dan rasional
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa Pelaku Usaha sudah bertanggung jawab, sebagaimana diatur pada Pasal 62 ayat (1) Jo. Pasal 8 huruf g dan i Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 dengan dijatuhi sanksi pidana berupa pidana penjara selama 3 (tiga) bulan dan perampasan barang bukti berupa minuman arak.
The inclusion of the expiration date, month and year on beverage products is a form of food information that must be included in every product that will be marketed so that consumers do not have the wrong picture of the product, delivered in various ways, one of which is by putting a label on the packaging, but there are still many business actors who commit fraud by distributing wine drinks by not including the expiration date. This study aims to analyze the responsibility of business actors for the sale of wine products that do not include the expiration date in Decision Number 166/Pid.Sus/2022/PN Tlg.
The method used in this research is Normative Juridical with analytical descriptive research specifications. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. The data obtained will be analyzed using qualitative normative data analysis methods and presented in the form of narrative text arranged systematically, logically and rationally.
Based on the research results, it is found that Business Actors are responsible as regulated in Article 62 paragraph (1) Jo. Article 8 letters g and i of Law Number 8 Year 1999 with criminal sanctions in the form of imprisonment for 3 (three) months and confiscation of evidence in the form of alcoholic beverages.
3830340968D1A019013PERFORMA AYAM BROILER FASE STARTER PADA KANDANG TIPE C DAN CLOSED MODERN PROGRAM BERTANI UNTUK NEGERIvPerforma ayam broiler mempengaruhi hasil pendapatan usaha peternakan bagi peternak rakyat di Indonesia. Terdapat tidaknya perbedaan performa ayam broiler fase starter pada dua tipe kandang yang berbeda yaitu pada kandang tipe C dengan kapasitas 8000 ekor dan closed house modern dengan kapasitas 12000 ekor merupakan tujuan dari penelitian ini. Variabel yang diukur adalah Pertambahan Bobot Badan (PBB), Mortalitas atau kematian, Feed Intake (FI) dan Feed Convertion Ratio (FCR). Pengambilan data dilakukan selama dua minggu pada dua periode pemeliharaan dengan 8 data yang diambil per variabel. Metode yang digunakan adalah survei langsung di lapangan yang diambil selama program Bertani Untuk Negeri di Jawa Timur, Nganjuk, Kecamatan Brebek, desa Salamrojo dan data dikumpulkan melalui pengamatan secara langsung (observasi) kemudian data dianalisis menggunakan uji T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rataan untuk Pertambahan Bobot Badan (PBB), Mortalitas atau kematian, Feed Intake (FI) dan Feed Convertion Ratio (FCR) pada kandang tipe C berturut-turut adalah 213 gr, 0,35 %, 306,43 gr/ekor, dan 1,258, sedangkan pada kandang closed house modern adalah 234,93 gr, 0,525 %, 327,87 gr/ekor, dan 1,268. Hasil analisis menggunakan uji T-Test menunjukkan bahwa performa ayam broiler PBB, Mortalitas, FI, dan FCR dari dua tipe kandang (tipe C dan closed house modern) tidak berbeda nyata (P > 0,05). Data performa ayam broiler menunjukkan tidak terdapat perbedaan pada kedua kandang secara nyata.The performance of broiler chickens affects the results of livestock business income for smallholder farmers in Indonesia. Whether there is a difference in the performance of broiler chickens in the starter phase in two different types of cages, namely the type C cage with a capacity of 8000 birds and a modern closed house with a capacity of 12000 birds is the aim of this study. The variables measured are body weight gain (PBB), mortality or death, feed intake (FI) and feed conversion ratio (FCR). Data collection was carried out for two weeks in two maintenance periods with 8 data taken per variable. The method used was a direct survey in the field taken during the Farming for the Country program in East Java, Nganjuk, Brebek District, Salamrojo village and data was collected through direct observation (observation) then the data was analyzed using the T-Test. The results showed that the average body weight gain (PBB), mortality or death, feed intake (FI) and feed conversion ratio (FCR) in type C cages were 213 gr, 0.35%, 306.43 gr/head respectively. , and 1.258, whereas in modern closed house cages it is 234.93 gr, 0.525%, 327.87 gr/head, and 1.268. The results of the analysis using the T-test showed that the performance of the broiler's PBB, Mortality, FI, and FCR of the two types of cages (type C and modern closed house) was not significantly different (P > 0.05). Data on the performance of broiler chickens showed that there was no significant difference in the two cages.
3830441021D1A019168PENGARUH KEPADATAN KANDANG TERHADAP BOBOT BADAN DAN MORTALITAS AYAM BROILER Pengaturan kepadatan kandang adalah indikator dalam menentukan jumlah ayam yang akan dipelihara dalam kandang dengan luas tertentu untuk memperoleh performan yang bagus. Kegiatan magang dilakukan untuk mengetahui kepadatan kandang open house berpengaruh terhadap bobot badan dan mortalitas. Pengamatan kepadatan kandang ayam broiler dilakukan selama satu periode pemeliharaan pada dua kandang yang berbeda. Pengamatan dilakukan di PT. Berkat Unggas Sehat Sejahtera dengan materi ayam broiler strain cobb pada dua kandang (5D dan 6D) sistem open house dengan luas kandang dan populasi yang sama yaitu 486 m2 dan 5.047 ekor. Pakan yang diberikan saat masa produksi adalah B-11 A untuk fase starter dan B-12 A untuk fase finisher. Alat yang digunakan berupa galon manual, tempat minum ayam otomatis dan tempat pakan menggunakan baby chick feeder, dan hanging feeder. Kepadatan kandang diukur dengan melakukan pelebaran kandang dengan memperhatikan bobot badan yang meningkat dan kondisi cuaca lingkungan. Pencatatan perlebaran kandang dilakukan setiap satu minggu sekali pada satiap kandang dengan kepadatan kandang yang berbeda. Metode yang digunakan metode observasi secara langsung selama pemeliharaan 32 hari (1 periode). Metode analisis menggunakan analisis deskriptif. Variabel yang diamati yaitu bobot badan dan mortalitas. Hasil kegiatan magang ini yaitu tingkat kepadatan kandang 5D sebesar 7,74 ekor/m2 dan kandang 6D sebesar 8,40 ekor/m2. Bobot badan kandang 5D sebesar 1.564 gram sedangkan kandang 6D sebesar 1.480 gram. Angka mortalitas kandang 5D dengan sebesar 4,02% sedangkan kandang 6D sebesar 4,61%. Kepadatan kandang ayam broiler di PT. Berkat Unggas Sehat Sejahtera menghasilkan bobot badan sedikit lebih tinggi pada kandang 5D dan mortalitas kandang 6D lebih tinggi 0,5% dari kandang 5D. Setting stocking density is an indicator in determining the number of chickens that will be kept in a cage with a certain area to obtain good performance. The internship was conducted to determine the stocking density of open house affecting body weight and mortality. Observations of broiler stocking density were made during one rearing period in two different cages. Observations were made at PT Berkat Unggas Sehat Sejahtera with cobb strain broiler material in two cages (5D and 6D) open house system with the same cage area and population of 486 m2 and 5,047 birds. The feed given during the production period was B-11 A for the starter phase and B-12 A for the finisher phase. The tools used are manual gallons, automatic chicken drinkers and feeders using baby chick feeders, and hanging feeders. Stocking density was measured by widening the cage by taking into account the increasing body weight and environmental weather conditions. The recording of cage expansion was carried out once a week in each cage with different stocking densities. The method used was direct observation method during the maintenance of 32 days (1 period). The analysis method used descriptive analysis. The variables observed were body weight and mortality. The results of this internship activity are the stocking density level of 5D of 7.74 chickens/m2 and cage 6D of 8.40 chickens/m2. The body weight of cage 5D was 1,564 grams while cage 6D was 1,480 grams. Mortality rate of cage 5D was 4.02% while cage 6D was 4.61%. Broiler stocking density at PT Berkat Unggas Sehat Sejahtera resulted in slightly higher body weights in 5D cages and mortality in 6D cages was 0.5% higher than 5D cages.
3830544328I1E020023Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Hologram Pada Materi PJOK Sekolah DasarPembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan materi olahraga
permainan masih menggunakan metode konvensional dengan mengandalkan buku dan alat bantu
lainnya. Penerapan media interaktif berbasis teknologi belum diterapakan sebagai pembelajaran
interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembalajaran interaktif berbasis
hologram yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa.
Penelitian ini menggunakan metode Research and Development model pengembangan
Sugiyono. Penelitian ini menggunakan sampel siswa kelas 5 dari SD Negeri 3 Jambu, SD N 1
Banteran, dan SD Negeri 1 Tinggarwangi. Instrumen penelitian untuk media menggunakan angket
validasi, penilaian siswa dan guru. Instrumen penelitian aspek kognitif menggunakan soal yang
sebelumnya melewati tahap validitas. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif.
Berdasarkan hasil penilaian dari ahli media, ahli materi, ahli bahasa, guru dan
siswa menyatakan bahwa media pembelajaran interaktif yang dihasilkan menunjukan kategori
sangat layak untuk proses pembelajaran. Berdasarkan hasil uji efektivitas menyatakan media
pembelajaran interaktif efektif dalam meningkatan aspek pengetahuan siswa.
Media pembelajaran interaktif olahraga permainan bola besar dan kecil sangat layak
digunakan sebagai media pembelajaran siswa SD/ Sederajat.
Learning physical education sports and health material sports games still use
conventional methods by relying on books and other tools. The application of technology-based
interactive media has not been applied as interactive learning. This study aims to produce hologram-
based interactive learning media that is effective in increasing student knowledge.
This study used the Research and Development method of Sugiyono’s development
model. This study usd a sample of 5th grade students from SD Negeri 3 Jambu, SD Negeri 1
Banteran, dan SD Negeri 1 Tinggarwangi. Research instruments for media use validation
questionnaires, student and teacher assesments. Cognitive aspect research instruments use questions
that previously passed the validity stage. Data analysis techniques using quantitative descriptive. Based on the assessment results from media experts, material experts, linguists,
teachers and students stated that the interactive learning media produced showed a very feasible
category for the learning process. Based on the results of the effectiveness test, the interactive
learning media is effective in increasing students knowledge aspects.
Interactive learning media for sports of large and small ball games are veri feasible to
use as learning media for elementary/ equivalent student.
3830644331A1F020035Pengaruh Pemberian Cookies Temulawak terhadap Kadar Gula Darah, Malondialdehid, Hemoglobin, dan Berat Badan Tikus Diabetes Melitus Tipe 2Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit metabolik dengan karakteristik kondisi hiperglikemi atau kadar gula darah tinggi akibat konsumsi pangan tinggi gula saat tubuh memiliki gangguan respon metabolik terhadap kerja insulin (resistensi insulin). Salah satu upaya pencegahan terjadinya keadaan hiperglikemi adalah dengan konsumsi makanan yang dapat mengendalikan gula darah dan tinggi antioksidan. Makanan camilan yang dapat dimodifikasi menjadi pangan fungsional dengan menambahkan bahan tinggi antioksidan dari bahan alami temulawak adalah cookies.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia cookies dan pengaruh pemberian cookies yang ditambah mikrokapsul temulawak dari ekstrak temulawak 20% dan ekstrak temulawak 10% terhadap kadar gula darah, malondialdehid, hemoglobin, dan berat badan pada tikus dengan diabetes melitus tipe 2. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen dengan perlakuan yang diteliti yaitu cookies ditambah mikrokapsul temulawak dari ekstrak temulawak 20% sebanyak 6% dari total berat bahan cookies, cookies ditambah mikrokapsul temulawak dari ekstrak temulawak 10% sebanyak 12% dari total berat bahan cookies, serta cookies dengan bahan baku terigu tanpa penambahan mikrokapsul temulawak. Perlakuan dianalisis dalam dua tahap yaitu tahap invitro melalui analisis kimia kemudian tahap invivo melalui pengujian pengaruh pemberian cookies pada tikus diabetik.
Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan kombinasi temulawak pada ekstrak dan kadar mikrokapsul dalam total bahan cookies tidak berpengaruh terhadap total fenol. Namun, berpengaruh terhadap kadar kurkumin, kapasitas penangkapan DPPH, kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, serta kadar karbohidrat. Cookies temulawak pada tahap invivo berpengaruh terhadap gula darah, malondialdehid, hemoglobin, dan berat badan tikus.
Type 2 diabetes mellitus is a metabolic disease characterized by hyperglycemia or high blood sugar levels due to high sugar food consumption when the body has a metabolic response disorder to insulin work (insulin resistance). One way to prevent hyperglycemia is to consume foods that can control blood sugar and are high in antioxidants. Snack foods that can be modified into functional foods by adding high antioxidant ingredients from temulawak natural ingredients are cookies.
This study aims to determine the chemical properties of cookies and the effect of giving cookies added with temulawak microcapsules from 20% temulawak extract and 10% temulawak extract on blood sugar levels, malondialdehyde, hemoglobin, and body weight in rats with type 2 diabetes mellitus. The method used in the study was an experimental method with the treatments studied, namely cookies added temulawak microcapsules from 20% temulawak extract as much as 6% of the total weight of cookie ingredients, cookies added temulawak microcapsules from 10% temulawak extract as much as 12% of the total weight of cookie ingredients, and cookies with wheat raw materials without the addition of temulawak microcapsules. The treatments were analyzed in two stages, namely the invitro stage through chemical analysis and then the invivo stage through testing the effect of giving cookies to diabetic rats.
The results showed that the combination of curcuma extract and microcapsule content in the total cookie ingredients did not significantly affect the total phenol content. However, it has a significant effect on curcumin content, DPPH capture capacity, water content, ash content, fat content, protein content, and carbohydrate content. Temulawak cookies at the invivo stage had a significant effect on blood sugar, malondialdehyde, hemoglobin, and body weight of rats.
3830740964I1A019002FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN PROLANIS PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS CILONGOK ILatar Belakang : Diabetes Melitus (DM) merupakan intoleransi karbohidrat yang ditandai dengan resistensi insulin, defisiensi relatif insulin, kelebihan produksi glukosa oleh hepar dan hiperglikemia. Puseksmas Cilongok I menempati urutan pertama dengan jumlah penderita DM terverifikasi 1.869 orang (8%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemanfaatan prolanis di Puskesmas Cilongok I

Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner kepada 110 responden. Sampel dipilih menggunakan metode total sampling dengan populasi peserta prolanis DM Puskesmas Cilongok I. Analisis data yang dilakukan adalah univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan pemanfaatan prolanis yaitu pengetahuan (0,000),sikap (0,000), ketersediaan informasi (0,002), dukungan keluarga (0,000). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah akses terhadap prolanis (0,393), persepsi kebutuhan (0,485), dan lama menderita DM (0,878). Faktor yang mempengaruhi pemanfaatan prolanis adalah dukungan keluarga (p=0,002; OR-6,661) dan sikap (p=0,014;OR=3,673)

Kesimpulan : Faktor yang mempengaruhi pemanfaatan prolanis di Puskesmas Cilongok I adalah sikap dan dukungan keluarga.


Kata Kunci : Diabetes Melitus Tipe 2, Prolanis, Pengaruh
Background: Diabetes Mellitus (DM) is carbohydrate intolerance characterized by insulin resistance, relative insulin deficiency, excess glucose production by the liver and hyperglycemia. The Cilongok I Public Health Center ranks first with the number of verified DM sufferers of 1,869 people (8%). The purpose of this study was to determine the factors that influence the use of prolanis at the Cilongok I Health Center

Methods: The method used in this research is a quantitative method with a cross-sectional design which was conducted by interviewing using a questionnaire to 110 respondents. The sample was selected using the total sampling method with the population of DM prolanis participants at Cilongok I Health Center. Data analysis was performed using univariate, bivariate with chi-square test, and multivariate with logistic regression test.

Results: The results showed that the variables related to the utilization of prolanis were knowledge (0,000), attitude (0,000), availability of information (0,002), family support (0,000). While those that are not related are access to prolanis (0,393), perception of needs (0.485), and duration of suffering from DM (0,878). Factors that influence the use of prolanis are family support (p=0,002; OR=6,661) and attitude (p=0,014;OR=3,673)

Conclusion: Factors that influence the use of prolanis at the Cilongok I Health Center are attitude and family support.


Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus, Prolanis, Influence
3830840813L1B019013PENAPISAN BAKTERI PROTEOLITIK AIR KOLAM BUDIDAYA MINA PADI DI DESA PANEMBANGAN, KECAMATAN CILONGOK, KABUPATEN BANYUMASBudidaya mina padi merupakan salah satu pengembangan teknologi budidaya perikanan yang dapat meningkatkan nilai perekonomian masyarakat. Namun aktivitas budidaya ikan yang dilakukan pada kolam mina padi akan menghasilkan limbah organik dari sisa metabolisme dan pakan yang tidak termakan. Limbah organik tersebut dimanfaatkan oleh bakteri diperairan untuk tumbuh dan berkembangbiak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah bakteri dan indeks aktivitas bakteri proteolitik pada air kolam budidaya mina padi. Metode sampling yang digunakan adalah metode purposive sampling, yaitu dengan mengambil sampel air disetiap kolam budidaya mina padi pada titik yang sudah ditentukan dan mewakili populasi. Isolasi bakteri dilakukan pada media umum bakteri dan media agar skim milk. Kemudian dilakukan pengujian Gram, katalase, oksidase dan perhitungan indeks aktivitas proteolitik. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini berupa jumlah bakteri berkisar antara 0,18-0,8 x 10 CFU/mL. Indeks aktivitas bakteri proteolitik Kolam A pada titik inlet sebesar 0,22, tengah 1, dan outlet 0,54. Hasil indeks aktivitas proteolitik Kolam E pada titik inlet sebesar 0,84, tengah 1,2 dan outlet 0,84. Selain itu, rata-rata indeks aktivitas proteolitik pada Kolam A sebesar 0,5 dan pada Kolam E rata-rata indeks aktivitas proteolitiknya sebesar 0,9.Mina padi cultivation is one of the developments in fishery cultivation technology that can increase the economic value of the community. However, fish farming activities carried out in the Mina Padi pond will produce organic waste from metabolic waste and inedible feed. The organic waste is used by bacteria in the waters to grow and reproduce. The purpose of this study was to determine the number of bacteria and activity index of proteolytic bacteria in the pond water of mina padi. The sampling method used is purposive sampling method, namely by taking water samples in each mina padi cultivation pond at a predetermined point and representing the population. Bacterial isolation was carried out on bacterial media and skim milk agar media. Then testing for Gram, catalase, oxidase and calculation of the index of proteolytic activity. The results obtained from this study were the number of bacteria ranging from 0.18-0.8 x 10 CFU/mL. The activity index of Pond A proteolytic bacteria at the inlet point was 0.22, the middle was 1, and the outlet was 0.54. The results of the Pond E proteolytic activity index at the inlet point were 0.84, the middle was 1.2 and the outlet was 0.84. In addition, the average proteolytic activity index in Pond A was 0.5 and in Pond E the average proteolytic activity index was 0.9.
3830940969E1A019312PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS OBAT TRADISIONAL ILEGAL YANG BELUM MEMILIKI IZIN EDAR BERDASARKAN DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Putusan Nomor 1485/Pid.Sus/2021/PN Mdn)Pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya diharuskan mematuhi
peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagaimana yang tercantum dalam
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, namun
tidak jarang dijumpai pelaku usaha yang melanggar peraturan tersebut salah
satunya terkait izin edar sehingga dalam hal ini hak-hak konsumen dilanggar.
Penelitian ini mengkaji tentang perlindungan hukum terhadap konsumen atas obat
tradisional ilegal yang belum memiliki izin edar dan akibat hukum pelaku usaha
yang memperjualbelikan obat tradisional tersebut dalam Putusan Nomor
1485/Pid.Sus/2021/PN Mdn.
Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif, metode
pendekatan undang-undang, spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang
digunakan adalah data sekunder dengan pengumpulan data menggunakan studi
kepustakaan yang disajikan melalui uraian secara sistematis dan logis dengan teks
naratif, dan dianalisis secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, konsumen mendapat
perlindungan berdasarkan Pasal 62 ayat (1) jo. Pasal 13 ayat (2) Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Putusan
ini memberikan upaya perlindungan hukum terhadap konsumen obat tradisional
atas hak konsumen yang terdapat dalam Pasal 4 huruf a dan c Undang-Undang
Perlindungan Konsumen, terhadap tanggung jawab pelaku usaha telah terpenuhi
dengan dijatuhkannya pidana penjara.
Business actors in carrying out their business activities are required to
comply with applicable laws and regulations as stated in Law Number 8 of 1999
concerning Consumer Protection, but it is not uncommon to find business actors
violating these regulations, one of which is related to distribution permits so that
in this case the rights of consumer rights are violated. This research examines legal
protection for consumers of illegal traditional medicines that do not yet have a
distribution permit and the legal consequences of business actors trading these
traditional medicines in Decision Number 1485/Pid.Sus/2021/PN Mdn.
This study uses a normative juridical research type, statutory approach
method, descriptive analytical research specifications. The data used is secondary
data by collecting data using literature study which is presented through systematic
and logical descriptions with narrative text, and analyzed normatively qualitatively.
Based on the results of research and data analysis, consumers receive
protection under Article 62 paragraph (1) jo. Article 13 paragraph (2) letter a Law
of the Republic of Indonesia Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
This decision provides legal protection efforts for consumers of traditional
medicines for consumer rights contained in Article 4 letters a and c of the Consumer
Protection Act, the responsibilities of business actors have been fulfilled by
imposing prison sentences.
3831040970H1A019027PENGUJIAN DAN ANALISIS OPERASI PARALEL INVERTER SATU FASE UNTUK PLTS ON-GRID TANPA BATERAIPembangkit listrik tenaga surya (PLTS) merupakan pembangkit listrik yang bersumber dari sinar matahari. Penggunaan PLTS semakin berkembang, terutama pada PLTS rooftop mandiri yang dipasang di atap rumah. Salah satunya adalah PLTS on-grid satu fase atau pembangkit listrik tenaga surya yang terhubung dengan jaringan listrik yang menjadi ketertarikan bagi pelanggan listrik karena dapat menghemat pembelian listrik. Selain itu permintaan pemasangan kapasitas daya tinggi pada PLTS juga meningkat. Dari modul PV yang masih menghasilkan listrik DC, maka diperlukan alat pengubah daya listrik berupa inverter dengan jenis on-grid untuk mengubah energi listrik DC menjadi listrik AC yang terhubung ke jaringan listrik. Konsumen membutuhkan hasil keluaran inverter yang efisien, optimal, stabil dan berkapasitas daya besar untuk mensuplai listrik dirumahnya. Oleh karena itu, dilakukan pengujian dan analisis dua buah inverter on-grid satu fase dengan kapasitas berbeda yaitu 1000 Wp dan 600 Wp yang dioperasikan secara paralel untuk diamati karakteristik arus, tegangan, nilai THD dan spektrum harmonisa yang dihasilkan pada simulasi PSIM dan pengujian alat fisik. Dari hasil pengujian dan analisis diketahui bahwa sistem MPPT dapat mempertahankan daya maksimum yang dihasilkan panel surya dan juga diperoleh nilai THD (%) arus inverter (Iinv) dan arus beban (Iload) yang kecil ketika mengalami perubahan beban dan faktor daya. Nilai THD (%) arus yang dihasilkan pada sistem paralel berada dibawah batas toleransi 5% yang diizinkan untuk sistem panel surya. Pada pengujian efisiensi daya rangkaian simulasi pada software PSIM diperoleh nilai 51.95% dengan kualitas gelombang daya yang baik, sedangkan pada pengujian fisik diperoleh nilai 97.51%. Hal ini membuktikan operasi paralel inverter on-grid dapat diaplikasikan dan menghasilkan keluaran yang efisien dan optimal untuk suplai kelistrikan diperumahan.Solar Power Plant (PLTS) is an electricity generation system sourced from solar energy. The use of PLTS is continuously growing, especially in independent rooftop PLTS installed on residential roofs. One of them is the single-phase on-grid PLTS, a solar power generation system connected to the electrical grid, which attracts electricity customers as it can save on electricity purchases. Moreover, there is an increasing demand for high-capacity installations in PLTS. From PV modules that still produce DC electricity, a power conversion device in the form of an on-grid inverter is required to convert DC electrical energy into AC electricity connected to the power grid. Consumers need an inverter with efficient, optimal, stable, and high-capacity power output to supply electricity to their homes. Therefore, testing and analysis of two single-phase on-grid inverters with different capacities, 1000 Wp and 600 Wp, were conducted in parallel to observe the characteristics of current, voltage, THD values, and harmonic spectrum generated through PSIM simulations and physical equipment testing. The results of the testing and analysis showed that the Maximum Power Point Tracking (MPPT) system can maintain the maximum power output from the solar panels, and the THD (%) values of the inverter current (Iinv) and load current (Iload) were low when experiencing load and power factor changes. The THD (%) value of the current generated in the parallel system was below the 5% tolerance limit allowed for solar panel systems. During the power efficiency testing using PSIM software, an efficiency value of 51.95% was obtained with good power waveform quality. In the physical testing, an efficiency value of 97.51% was achieved. This proves that the parallel operation of on-grid inverters can be applied and produce efficient and optimal outputs for residential electricity supply.
3831144329I1E020025Evaluasi Pelaksanaan Ekstrakurikuler Futsal di SMA N 3 PurwokertoABSTRAK
EVALUASI PELAKSANAAN EKSTRAKURIKULER FUTSAL
DI SMA N 3 PURWOKERTO
Chusni Asfar1, Arfin Deri Listiandi2, Ayu Rizky Febriani2

Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program ektrakurikuler futsal di SMA N 3 Purwokerto dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) dengan pendekatan kualitatif yang meliputi (1) Context yaitu visi & misi dan tujuan program, (2) Input yaitu sumber daya manusia pemain dan pelatih, (3) Process yaitu pelaksanaan program latihan, penyediaan serta penggunaan sarana & prasarana, monitoring serta pendanaan dalam pelaksanaan ekstrakurikuler futsal SMA N 3 purwokerto, (4) Product yaitu hasil atau sejauh mana prestasi yang telah dicapai.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-evaluatif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah pelatih dan atlet futsal SMA N 3 Purwokerto, serta cara penentuan informan dengan menggunakan teknik purposive sumpling. Responden dalam penelitian ini yaitu terdiri dari 2 pelatih futsal dan 10 pemain futsal putra SMA N 3 Purwokerto yang masih aktif latihan. Instrumen dalam penelitian ini adalah dadalah dengan menggunakan pengamatan (observasi), wawancara (interview), dan dokumentasi. Dalam hal ini, kriteria keberhasilan digunakan untuk melakukan evaluasi dari masing-masing variabel CIPP dengan tiga kategori: baik, cukup dan kurang.
Analisis Data: Penelitian ini menggunakan analisis data triangulasi yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Langkah-langkah yang diambil dalam analisis data ini antara lain pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian dari evaluasi ini adalah (1) Context meliputi visi & misi dan tujuan pelaksanaan termasuk dalam kategori “baik” (2) Input yang meliputi perekrutan pemain dan pelatih termasuk dalam kategori “baik” (3) Process meliputi pelaksanaan program latihan, pennyediaan sarana & prasrana, monitoring serta pendanaan dalam kategori “cukup” (4) Product meliputi kesesuaian tujuan prestasi yang di capai dalam kategori “baik”.
Kesimpulan: Secara keseluruhan pelaksanaan ekstrakurikuler futsal di SMA N 3 Purwokerto sudah baik, hal ini dapat dilihat dari prestasi-prestasi yang didapatkan oleh SMA N 3 purwokerto di tingkat Kabupaten sampai dengan nasional.

Kata Kunci: Evaluasi, CIPP, Ekstrakurikuler, Futsal

1Mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani Universitas Jenderal Soedirman
2Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedriman
ABSTRACT
Evaluation of the Implementation of Extracurricular Futsal
At State High School 3 Purwokerto
Chusni Asfar1, Arfin Deri Listiandi2, Ayu Rizky Febriani2


Background: This research aims to evaluate the implementation of the futsal extracurricular program at SMA N 3 Purwokerto using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model with a qualitative approach which includes (1) Context, namely the vision & mission and program objectives, (2) ) Input, namely human resources for players and coaches, (3) Process, namely implementation of training programs, provision and use of facilities & infrastructure, monitoring and funding in the implementation of extracurricular futsal at SMA N 3 Purwokerto, (4) Product, namely results or the extent of achievements that have been achieved. achieved.
Methodology: This research uses a descriptive-evaluative method with a qualitative approach. The subjects of this research were futsal coaches and athletes at SMA N 3 Purwokerto, and the method for determining informants was using the purposive sumpling technique. The respondents in this study consisted of 2 futsal coaches and 10 male futsal players from SMA N 3 Purwokerto who were still actively training. The instrument in this research is dadalah using observation, interviews and documentation. In this case, success criteria are used to evaluate each CIPP variable with three categories: good, sufficient and poor.
Data Analysis: This research uses triangulated data analysis obtained from interviews, observation and documentation. The steps taken in this data analysis include data collection, data reduction, and data presentation.
Research Results: The research results from this evaluation are (1) Context includes the vision & mission and implementation objectives are included in the "good" category (2) Inputs which include the recruitment of players and coaches are included in the "good" category (3) Process includes the implementation of training programs , provision of facilities & infrastructure, monitoring and funding in the "sufficient" category (4) Product includes suitability of achievement goals achieved in the "good" category.
Conclusion: Overall, the implementation of extracurricular futsal at SMA N 3 Purwokerto is good, this can be seen from the achievements obtained by SMA N 3 Purwokerto at the district to national level.

Keyword: Evaluation, CIPP, Extracurricular, Futsal

1Student of Physical Education Department, Jenderal Soedirman University
2Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedriman University
3831240972L1C017041Hubungan Kedalaman Dengan Keanekaragaman Kelimpahan Dan Kepadatan Spesies Udang (Penaidae sp.) Di Perairan Kabupaten Bekasi

Perairan Kabupaten Bekasi terletak di bagian timur Teluk Jakarta adalah muara dari Sungai Citarum dan sungai tersebut mensuplai nutrisi yang penting bagi sumberdaya perikanan dan mendukung kelimpahan, keanekaragaman dan kepadatan spesies ikan khususnya udang. Perairan tersebut adalah fishing ground udang bagi nelayan jaring arad. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies udang yang hidup di perairan Kabupaten Bekasi, menganalisis keanekaragaman, kelimpahan dan kepadatan spesies udang di perairan Kabupaten Bekasi dan menganalisis hubungan antara kedalaman perairan dengan keanekaragaman, kelimpahan dan kepadatan spesies udang. Penelitian metode observasi ini mengkoleksi spesies udang menggunakan jaring arad. Analisis keanekaragamaan dengan berdasarkan Shannon dan Wiener, kelimpahan berdasarkan Odum dan kepadatan berdasarkan Brower and Zar. Keanekaragaman rata-rata, kelimpahan relatif dan kepadatan spesies udang yang hidup di perairan Kabupaten Bekasi berturut-turut diperoleh 0,082 (keanekaragaman rendah), 16,667 % (kelimpahan sedang) dan 5 ind.10 m-2 (kepadatan rendah). Hubungan antara kedalaman perairan terhadap keanekaragaman dan kelimpahan relatif spesies udang krosok diperoleh sangat kuat, udang rempa dan jerebung diperoleh hubungan yang kuat. Hubungan kedalaman terhadap keanekaragaman dan kelimpahan udang peci dan putih diperoleh hubungan sangat rendah. Hubungan yang sangat rendah juga diperoleh antara kedalaman dengan kepadatan udang jerebung dan udang putih. Perairan yang semakin dalam merupakan fishing ground udang yang lebih sesuai untuk pengoperasian jaring arad guna mendapatkan hasil tangkapan yang maksimal. Bekasi Regency waters as the Eastern of Jakarta Bay and as the estuary of Citarum river. The river supplies essential nutrients that important for fishery resources. The nutriens supports the abundance, diversity and density of the fish, especially to the shrimp. The waters is shrimp fishing grounds for arad fishery. The purpose of this study was to determine the shrimp species inhabit in Bekasi Regency waters, to analyze the diversity, abundance and density of shrimp species. Futhermore, to analyze the relationship between depth and the diversity, abundance and density of each shrimp species. This observational research method was collect shrimp species using arad nets. Diversity analysis based on Shannon and Wiener, abundance based on Odum and density based on Brower and Zar. The average diversity, relative abundance and density of shrimp species inhabit in Bekasi Regency waters were obtained respectively 0.082 (low diversity), 16.667 % (medium abundance) and 5 ind.10 m-2 (low density). The relationship between depth to species diversity and relative abundance of green tiger shrimp (krosok) species were found very strong, witch prawns (rempa) and banana prawn (jerebung) were obtained strong relationship. The relationship of depth to diversity and abundance of white prawn (peci) and white shrimp (putih) were obtained very low relationship. A very low relationship was also found between depth to density of banana shrip (jerebung) and white shrimp (putih). A deeper waters is more suitable of shrimp fishing ground and to operate arad nets in order to get maximum catches.
3831340973L1B019043HUBUNGAN PANJANG-BERAT DAN FAKTOR KONDISI KERWNG HOTATE (Patinopecten yessoensis) YANG DIBUDIDAYAKAN DI TELUK FUNKA, JEPANG PADA STASIUN YANG BERBEDAKerang Hotate (Patinopecten yessoensis) adalah salah satu spesies dari Bivalvia yang banyak ditemukan di perairan Teluk Funka, Hokkaido, Jepang. Informasi mengenai Hubungan Panjang Berat dan Faktor Kondisi kerang Hotate penting untuk mengetahui pola pertumbuhannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang-berat dan faktor kondisi sampel kerang Hotate sebanyak 56 individu kerang hotate diambil dari dua stasiun yang berbeda pada bulan Agustus 2022. Hubungan panjang berat dan pola pertumbuhan menunjukkan kisaran nilai b pada stasiun A dan B adalah 2,45 dan 1,86 di perairan Teluk Funka dan pertumbuhannya bersifat allometrik negatif, dengan nilai r berkisar 0,90-0,92 (korelasi positif kuat). Nilai faktor kondisi kerang Hotate stasiun A, dan B adalah 5,45 dan 1,28. Faktor kondisi kerang Hotate memiliki nilai kesejahteraan (well being) yang baik karena nilai (Kn>1).
Hotate scallops (Patinopecten yessoensis) is a species of Bivalvia which is commonly found in the waters of Funka Bay, Hokkaido, Japan. Information on the relationship between length and weight and condition factors of Hotate clam is important to know its growth pattern. The purpose of this study was to determine the length-weight relationship and the condition factor for a sample of Hotate scallops as many as 56 individual hotate scallops taken from two different stations in August 2022. The relationship between length and weight and growth pattern shows a range of b values at stations A and B were 2.45 and 1.86 in Funka Bay and the growth was negative allometric, with r values ranging from 0.90 to 0.92 (strong positive correlation). The condition factor values for Hotate scallops at stations A and B were 5.45 and 1.28. The Hotate scallops condition factor has a good well-being value because the value (Kn> 1).
3831440974I1D019024ES KRIM SINBIOTIK SOYBIU UNTUK PENDERITA OBESITAS: SERAT, TOTAL BAL, OVERRUN, PH, DAN SENSORI Latar Belakang: Penggunaan pangan fungsional seperti susu kecambah kedelai dan ubi jalar ungu dalam pembuatan es krim sinbiotik dapat menjadi salah satu strategi mengatasi obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi susu kecambah kedelai dan ekstrak ubi jalar ungu dengan level inulin terhadap kadar serat, total BAL, overrun, pH, dan sensori pada formulasi es krim SoyBiu.
Metodologi: Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor, yaitu proporsi susu kecambah kedelai:ekstrak ubi jalar ungu dan level inulin. Es krim SoyBiu diukur kadar serat (Metode oven), total BAL (Metode TPC), Overrun, pH, dan sensori (hedonik). Data yang berdistribusi normal diuji menggunakan uji ANOVA, kemudian dilanjut uji DMRT jika terdapat signifikansi pada level 5%
Hasil Penelitian: Proporsi susu kecambah kedelai dan ubi jalar ungu berpengaruh terhadap overrun (p=0,042), hedonik aroma (p=0,038), dan hedonik tekstur (p=0,002). Penambahan inulin berpengaruh terhadap kadar serat (p=0,028), overrun (p=0,015), hedonik rasa (p=0,023), aroma (p=0,038), dan tekstur (p=0,000).
Kesimpulan: Formula terbaik es krim SoyBiu terbuat dari 80:20 susu kecambah kedelai:ubi jalar ungu dengan penambahan 6% inulin yang mengandung serat pangan 11,58%, total BAL 6,6x107 CFU/g, pH 4,3, Overrun 44,43% dan disukai berdasarkan parameter warna, rasa, tekstur, dan keseluruhan, tetapi aroma kurang disukai.
Background: The use of functional food like sprouted soy milk and purple sweet potato in making synbiotic ice cream can be one of the strategies to overcome obesity. This study aimed to examine the affect of the proportion of sprouted soy milk and purple sweet potato extract with the added inulin in SoyBiu ice cream formulation on the number of fibre, total LAB, overrun, pH, and sensory.
Methods: This experimental study used a factorial randomized group design with 2 factors, the proportion of sprouted soy milk:purple sweet potato extract and the level of inulin. Ice cream products were tested for fibre (oven method), total LAB (TPC method), overrun, pH, and sensory (hedonic).
Results: The proportion of sprouted soy milk and purple sweet potato extract affect overrun (p=0,042), odor (p=0,038), and texture (p=0,002). Adding inulin level affected fibre (p=0,028), overrun (p=0,015), taste (p=0,023), odor (p=0,038), and texture (p=0,000).
Conclusion: The formulation of sprouted soy milk and purple sweet potato extract 80:20 with 6% inulin was the best treatment with 11,58% dietary fibre, 6,6x107 CFU/g total LAB, pH 4,3, 44,43% Overrun and hedonic scale for color (like), taste (like), texture (like), odor (dislike slightly), and overall (like).
3831540975J1A019022MEOWLOGISMS: AN ANALYSIS ON WORD FORMATION PROCESSES OF JARGON WORD IN CAT LOVER INSTAGRAM PAGE @MEOWED
Penelitian ini mendalami jargon dan pembentukan kata para komunitas pecinta kucing, pada akun Instagram @meowed. Dengan pendekatan sosiolinguistik, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi dan makna jargon yang digunakan dalam komunitas pencinta kucing tersebut. Berdasarkan teori Brown dan Attardo, penelitian ini menganalisis peran jargon dalam membangun solidaritas dalam kelompok, mengecualikan orang di luar komunitas, dan memberikan terminologi yang jelas dan ambigu. Studi ini menggunakan purposive sampling untuk mengumpulkan dan mengkategorikan enam puluh enam istilah jargon yang dikelompokan ke dalam dua belas domain, yaitu aktivitas, hewan, hari, figur, makanan, film, netspeak, profesi, kata ilmiah, kepribadian, kata-kata umpatan, dan lainnya. Analisis diperdalam ke analisis proses pembentukan kata yang digunakan dalam penciptaan jargon menggunakan teori George Yule. Temuan mengungkapkan bahwa blending adalah proses yang paling sering digunakan, terhitung 83% dari jargon, diikuti oleh multiple processes (6%), conversion (6%), dan infiks (5%). Penelitian ini memperlihatkan kreativitas yang dimiliki komunitas pecinta kucing di akun Instagram @meowed. Memperlihatkan bahwa pentingnya sebuah jargon dalam menumbuhkan rasa solidaritas, memperkuat ikatan, dan membangun identitas linguistik yang unik.This research study delves into the realm of jargon and word formation within the cat lover community, focusing specifically on the popular Instagram account @meowed. By adopting a sociolinguistic approach, the study aims to analyze the function and meaning of jargon used in this online community. Drawing upon the theory proposed by Brown and Attardo, the research investigates the role of jargon in establishing in-group membership, excluding outsiders, and providing both clear and ambiguous terminology. The study utilizes purposive sampling to collect and categorize sixty-six identified jargon terms into twelve domains, including activity, animal, days, figure, food, movie, netspeak, other, profession, scientific, personality, and swear words. Furthermore, the analysis extends to the examination of word formation processes employed in the creation of jargon using George Yule’s theory. The findings reveal that blending is the most frequently used process, accounting for 83% of the jargon, followed by multiple processes (6%), conversion (6%), and infixes (5%). The research sheds light on the linguistic creativity and playfulness exhibited within the cat lover community on @meowed's Instagram account. It highlights the significance of jargon in fostering a sense of belonging, reinforcing shared experiences, and establishing a unique linguistic identity.
3831640976A1D019122PENGARUH ZPT SITOKININ DARI AIR KELAPA DAN BENZYL AMINO PURINE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS MELON DENGAN HIDROPONIK NFTPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ZPT sitokinin dari air kelapa dan benzil amino purine (BAP), varietas melon dan kombinasi pemberian ZPT sitokinin dan varietas melon terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon secara hidroponik. Penelitian dilaksanakan bulan Desember 2022 - Maret 2023 di di lahan dan screenhouse UKM Marsudi Tani, Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis ZPT yang terdiri dari kontrol tanpa ZPT (K1), ZPT air kelapa (K2) , ZPT Benzyl Amino Purine (K3) . Faktor kedua adalah macam varietas melon yaitu varietas Luna (V1) dan Golden Aroma (V2). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Hasil percobaan menunjukkan macam varietas berpengaruh nyata pada variabel tinggi tanaman pada usia 7 hst dan berpengaruh sangat nyata pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, kehijauan daun, luas daun, diameter buah dan berat buah. Varietas Golden Aroma menunjukkan pertumbuhan dan hasil produksi yang lebih baik dari varietas Luna. Macam hormon sitokinin berpengaruh nyata pada variabel tingkat kemanisan buah. Penggunaan hormon sitokinin benzyl amino purine (BAP) memberikan hasil lebih baik daripada hormon sitokinin dari air kelapa. Perlakuan kombinasi yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil melon adalah kombinasi antara varietas Golden Aroma dan hormon sitokinin benzyl amino purine (BAP). Perlakuan tersebut menghasilkan tingkat kemanisan buah yang tertinggi sebesar 17 brix.This study aims to determine the effect of cytokinin plant growth regulators (PGRs) administration from coconut water and benzyl amino purine (BAP), melon varieties and the combination of cytokinin plant growth regulators (PGRs) administration and melon varieties on the growth and yield of hydroponic melon plants. The research was conducted in December 2022 - March 2023 in the land and screenhouse of Marsudi Tani small and medium enterprises (SMEs), Pasir Kulon Village, Karanglewas District, Banyumas Regency and the Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The study used a Randomized Complete Block Design (RCBD) consisting of 2 factors. The first factor was the type of ZPT which consisted of a control without PGRs (K1), coconut water PGRs (K2), Benzyl Amino Purine PGRs (K3). The second factor was the variety of melon varieties, namely the Luna (V1) and Golden (V2). Each treatment combination was repeated 5 times. The experimental results showed that the variety of varieties had a significant effect on the variable plant height at the age of 7 DAT and had a very significant effect on the variables plant height, number of leaves, greenness of leaves, leaf area, fruit diameter and fruit weight. The Golden Aroma variety showed better growth and production yields than the Luna variety. Various types of cytokinin hormones have a significant effect on the variable level of fruit sweetness. The use of the cytokinin hormone benzyl amino purine (BAP) gave better results than the cytokinin hormone from coconut water. The best combination treatment to increase the growth and yield of melon is a combination of Golden Aroma variety and cytokinin hormone benzyl amino purine (BAP). This treatment resulted in the highest level of fruit sweetness of 17 brix.
3831744728K1C020075PEMETAAN JALUR EVAKUASI TSUNAMI DI KAPANEWON TANJUNGSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL BERDASARKAN PEMODELAN TSUNAMI MEGATHRUST SELATAN JAWA Penelitian ini mengkaji pemetaan jalur evakuasi tsunami di Kapanewon
Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul karena wilayah tersebut berhadapan
langsung dengan zona subduksi megathrust di selatan Pulau Jawa. Zona subduksi
megathrust tersebut memiliki risiko gempa bumi berpotensi. Tujuan penelitian ini
adalah membuat peta jalur evakuasi tsunami di Kapanewon Tanjungsari dengan
titik fokus penelitian di Kalurahan Kemadang dan Kalurahan Banjarejo berdasarkan
potensi gempa bumi pemicu tsunami di zona megathrust segmen Selatan Jawa.
Penelitian ini menggunakan perangkat lunak COMCOT v1.7 dengan skenario 8.8
Mw. Dalam pemodelan tsunami ini menggunakan tiga layer dengan resolusi yang
berbeda-beda. Berdasarkan dari hasil pemodelan menggunakan COMCOT v1.7,
diperoleh estimasi waktu kedatangan gelombang tsunami di pesisir pantai antara 36
menit hingga 38 menit setelah terjadinya gempa bumi pemicu tsunami. Dalam
skenario terburuk, gelombang diperkirakan tiba pada 36 menit 12 detik setelah
gempa terjadi. Hasil pemodelan menunjukkan ketinggian gelombang tsunami
maksimum mencapai 25 meter, sementara ketinggian minimum adalah 2 meter,
dengan jarak inundasi terjauh dari garis pantai ke daratan sekitar 700 meter.
Berdasarkan peta jalur evakuasi tsunami yang dihasilkan, terdapat 13 lokasi yang
dijadikan sebagai Tempat Evakuasi Sementara (TES), serta dua titik yang ditunjuk
sebagai Tempat Evakuasi Akhir (TEA), yaitu SMK 1 Tanjungsari di sebelah barat
dan Simpang 4 Dukuh Nglaos di sebelah timur.
This research examines mapping tsunami evacuation routes in Kapanewon
Tanjungsari, Gunungkidul Regency because this area directly faces the megathrust
subduction zone in the south of Java Island. The aim of this research is to create a
tsunami evacuation route map in Kapanewon Tanjungsari with the research focus
in Kalurahan Kemadang and Kalurahan Banjarejo based on the potential for a
tsunami-triggering earthquake in the South Java megathrust segment zone. This
research uses COMCOT v1.7 software with an 8.8 Mw scenario. In this tsunami
modeling, three layers with different resolutions are used. Based on the modeling
results using COMCOT v1.7, an estimate of the tsunami wave arrival time on the
coast is obtained between 36 minutes to 38 minutes after the tsunami-triggering
earthquake occurs. In the worst-case scenario, the waves are estimated to arrive at
36 minutes 12 seconds after the earthquake occurs. The modeling results show the
maximum tsunami wave height reaching 25 meters, while the minimum height is 2
meters, with the farthest inundation distance from the shoreline to the mainland
around 700 meters. Based on the resulting tsunami evacuation route map, there are
13 locations designated as Temporary Evacuation Sites (TES), as well as two points
designated as Final Evacuation Sites (TEA), namely SMK 1 Tanjungsari in the west
and Simpang 4 Dukuh Nglaos in the east.
3831840977C1B019079PENGARUH PENJAMINAN SIMPANAN, OPACITY, MAKROPRUDENSIAL TERHADAP BANK RISK-TAKING DENGAN SUKU BUNGA SEBAGAI VARIABEL MODERASI (STUDI PADA BANK UMUM KONVENSIONAL YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2016-2021)Studi ini ingin mengetahui apakah penjaminan simpanan, opacity, dan makroprudensial berpengaruh terhadap bank risk-taking dengan suku bunga sebagai variabel moderasi. Populasi studi ini mencakup seluruh bank umum konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2016-2021. Purposive sampling merupakan teknik sampel yang dipilih sebagai perhitungan sampel sehingga ditemukan 31 perusahaan yang lolos menjadi sampel dalam studi ini. Pada studi ini pengujian data dilakukan dengan menggunakan regresi data panel dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil menunjukan bahwa penjaminan simpanan berpengaruh secara negatif terhadap bank risk-taking, opacity berpengaruh positif terhadap bank risk-taking dan makroprudensial tidak berpengaruh terhadap bank risk-taking. Hasil pengujian dengan menggunakan variabel moderasi menunjukan bahwa suku bunga tidak memoderasi pengaruh penjaminan simpanan dan makroprudensial terhadap bank risk-taking, tetapi memoderasi pengaruh opacity terhadap bank risk-taking.This study analyze the effect of deposit insurance, opacity, and macroprudential on bank risk-taking moderated by interest rates. The object of this research is a conventional commercial bank that is listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2016-2021. This study used a purposive sampling technique with a total sample of 168 samples during 6 years of observation. In this study, data testing was carried out using panel data regression and Moderated Regression Analysis (MRA). The results show that deposit insurance has a negative
effect on bank risk taking, opacity has a positive effect on bank risk taking and macroprudential has no effect on bank risk taking. The test results using the moderating variable show that interest rates do not moderate the effect of deposit insurance and macroprudential on bank risk taking, but moderate the effect of opacity on bank risk taking.
3831940978A1A019037kelayakan dan strategi pengembangan usaha perkebunana kopi arabika di PT. Sinar Mayang LestariUsaha perkebunan kopi arabika memiliki hambatan. Hambatan yang dihadapi adalah penurunan hasil panen dikarenakan pemanasan global yang berdampak pada tanaman kopi arabika membuat gagal panen mengakibatkan tingkat produksi kopi arabika tidak optimal dikarenakan kekurangan bahan baku. permasalahan menggangu proses produksi dan berkurangnya pendapatan. Perlu dilakukannya penelitian tentang terkait kelayakan finansial usaha perkebunan kopi arabika dari aspek finansial dan strategi pengembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis kelayakan usaha perkebunan kopi arabika PT. Sinar Mayang Lestari yang ditinjau dari segi finansial; (2) Menganalisis strategi pengembangan usaha kopi arabika PT. Sinar Mayang Lestari.
Penelitian dilaksanakan di PT. sinar Mayang Lestari, sebagai salah satu perusahaan perkebunan kopi arabika di kecamatan Pangalengan yang melakukan kegiatan dari hulu sampai hilir. Objek penelitian ini adalah kelayakan finansial dari tahun 2012 sampai 2022 dan strategi pengembangan perkebunan kopi arabika di PT. Sinar Mayang Lestari yang ditinjau dari segi finansial dan strategi pengembangan. Aspek finansial dianalisis menggunakan analisis kelayakan investasi Sedangkan strategi pengembangan dianalisis menggunakan matriks IFAS-EFAS, analisis matriks IE, matriks SWOT, dan analisis QSPM.
Hasil penelitian secara finansial dengan menggunakan modal Rp. 2.257.998.438 dengan suku bunga 10.60% perusahaan memperoleh NPV Rp. 2.834.912.730, IRR 36%, Net B/C 2,26, dengan Payback period selama 2 tahun, 8 bulan, 5 hari. Hasil tersebut menyatakan bahwa usaha perkebunan kopi arabika di PT. Sinar Mayang Lestari layak untuk dilanjutkan.
Hasil penelitian strategi pengembangan yaitu (1) Kekuatan terbesar perusahaan adalah mengutamakan kualitas produk, kelemahan terbesar adalah lokasi kantor yang kurang strategis, peluang terbesar adalah permintaan pasar terhadap produk terus meningkat, ancaman terbesar adalah perkembangan teknologi sulit di ikuti karena memerlukan biaya yang cukup tinggi. (2) Hasil analsis QSPM dihasilkan strategi yang terbaik yaitu mempertahankan mutu kopi arabika dengan mengupayakan memproleh bahan baku yang berkualitas, dengan itu diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar terhadap kopi arabika di PT. Sinar Mayang Lestari yang meningkat.
The Arabica coffee plantation business had obstacles. The obstacle faced was a decrease in crop yields due to global warming, which had an impact on Arabica coffee plants, causing crop failure and non-optimal levels of Arabica coffee production due to a shortage of raw materials. Problems disrupted the production process and reduced revenue. It was necessary to conduct research regarding the financial feasibility of the Arabica coffee plantation business from a financial and development strategy perspective. The aims of this study were (1) to analyze the feasibility of the Arabica coffee plantation business of PT. Sinar Mayang Lestari from a financial perspective and (2) to analyze the Arabica coffee business development strategy of PT. Sinar Mayang Lestari.
Research was conducted at PT. Sinar Mayang Lestari, one of the Arabica coffee plantation companies in the Pangalengan sub-district, which carried out activities from upstream to downstream. The object of this research was the financial feasibility from 2012 to 2022 and the strategy for developing Arabica coffee plantations at PT. Sinar Mayang Lestari in terms of financial and development strategies. The financial aspect was analyzed using investment feasibility analysis, while the development strategy was analyzed using the IFAS-EFAS matrix, IE matrix analysis, SWOT matrix, and QSPM analysis.
Based on financial research results using a capital of Rp. 2,257,998,438 and an interest rate of 10.60%, the company obtained an NPV of Rp. 2,834,912,730, an IRR of 36%, a net B/C of 2.26, and a Payback period of 2 years, 8 months, and 5 days. The results stated that the Arabica coffee plantation business at PT. Sinar Mayang Lestari deserved to be continued.
The results of the development strategy research were: (1) The company's biggest strength was prioritizing product quality, the biggest weakness was the less strategic office location, the biggest opportunity was that market demand for products continued to increase; and the biggest threat was technological developments that were difficult to follow because they required quite high costs. (2) The results of the QSPM analysis produced the best strategy, namely maintaining the quality of Arabica coffee by seeking to obtain quality raw materials. With this, it was hoped that it would be able to meet market demand for Arabica coffee at PT. Sinar Mayang Lestari.
3832040979H1A019004PERANCANGAN DAN ANALISIS ROOFTOP GRID CONNECTED SOLAR PANEL KAPASITAS 1600 WATT PEAK DENGAN BATERAI UNTUK BALAIDESA SERAYULARANGANPLTS adalah sistem pembangkit tenaga listrik yang energinya bersumber dari radiasi matahari, melalui konversi sel photovoltaic. Semakin tinggi intensitas radiasi matahari yang mengenai photovolatic, maka semakin tinggi juga daya listrik yang dihasilkan. Dengan kondisi penyinaran energi matahari di Indonesia yang terletak di daerah tropis dan berada di garis khatulistiwa, PLTS menjadi salah satu teknologi penyediaan tenaga listrik yang potensial untuk digunakan. Provinsi Jawa Tengah memiliki radiasi matahari sebesar 3,5 kWh/m2 sampai dengan 4,67 kWh/m2. Dengan potensi yang ada tersebut, Desa Serayularangan, yang terletak di Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah dapat memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem PLTS on-grid menggunakan software PVsyst dan menganalisis ekonomi dari sistem PLTS yang telah dirancang pada balaidesa Serayu Larangan. Hasil simulasi yang akan dianalisis berupa konfigurasi serta faktor ekonomi mana yang optimal dengan menggunakan parameter pembebanan listrik saat ini yang digunakan di balaidesa Serayu Larangan.
Penelitian yang dilakukan merupakan penggambaran perencanaan dan analisis biaya penggunaan PLTS yang diterapkan pada Balaidesa Serayularangan selama proyek 20 tahun, dengan bantuan software PVsyst 7.2 dapat menentukan kombinasi sistem secara optimal seperti pemilihan modul surya sebanyak 4, 1 buah inverter, serta 8 baterai. Penentuan komponen tersebut didasari data real seperti letak geogrfis, kemiringan atap, data beban listrik yang digunakan agar sistem PLTS yang dihasilkan pada Balaidesa Serayularangan akan optimal.
Solar Power Plant (PLTS) is a power plant that converts solar energy into electrical energy using photovoltaic (PV) modules. The higher the intensity of solar radiation hitting the photovoltaic, the higher the electrical power generated. Central Java Province has solar radiation of 3.5 kWh/m2 up to 4.67 kWh/m2. By utilizing the existing potential, Serayu Larangan Village, located in Mrebet District, Purbalingga Regency, Central Java Province can use solar power plan optimally. This study aims to design a PV mini-grid system using PVsyst software and analyze the economics of the on-grid PV mini-grid system that has been designed at the Serayu Larangan village hall. The simulation results to be analyzed are in the form of configurations and which economic factors are optimal by using the parameters of the current electrical load used at the Serayu Larangan village hall. The simulation results to be analyzed are in the form of configurations and which economic factors are optimal by using the parameters of the current electrical load used at the Serayu Larangan village hall.
The research carried out is a description of the planning and cost analysis of using PLTS which is applied to Serayularangan Village Hall for a 20 years project, with the help of PVsyst 7.2 software it can determine optimal system combinations such as choosing 4 solar modules, 1 inverters, and 8 batteries. The determination of these components is based on real data such as geographic location, roof slope, electrical load data used so that the PLTS system produced on a Serayularangan Village Hall will be optimal.