Artikel Ilmiah : H1B018058 a.n. MUHAMMAD FARID RIZQULLAH

Kembali Update Delete

NIMH1B018058
NamamhsMUHAMMAD FARID RIZQULLAH
Judul ArtikelANALISIS PERKUATAN MOMEN NEGATIF BALOK BETON BERTULANG TAMPANG T DENGAN REINFORCED UHPC MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Material beton bertulang adalah material yang paling banyak digunakan di dunia konstruksi karena dinilai memiliki kuat tekan yang lebih baik dan biaya konstruksi yang lebih murah dibandingkan material lainnya. Pada masa layaknya, struktur beton bertulang dapat mengalami kegagalan struktur. Contoh dari faktor utama penyebab kegagalan struktur dapat berupa penambahan tingkat pada bangunan gedung, alih fungsi bangunan, dan penyesuaian aturan kegempaan yang berlaku daripada bangunan itu sendiri. Penelitian memiliki tujuan untuk mengkaji perbandingan hasil uji eksperimental dengan hasil analisis metode elemen hingga pada balok beton bertulang tampang T dengan perkuatan UltraHigh Performance Concrete (UHPC) di daerah momen negatif. Daerah momen negatif terletak di bawah sepanjang balok uji, merupakan daerah kritis dikarenakan memiliki nilai maksimum baik untuk momen maupun gaya geser. Penelitian ini menggunakan 3 benda uji yaitu balok tanpa perkuatan (BK) dan balok perkuatan (BU-13 dan BU-16) untuk memperoleh hasil analisis berupa kapasitas beban lentur, daktilitas, kekakuan, penyerapan energi, dan pola keruntuhan. Perbandingan hasil uji eksperimental dengan hasil analisis MEH divalidasi dengan metode NMSE (Normalized Mean Squared Error). kapasitas beban lentur menunjukkan hasil NMSE bernilaiI 0,00084. Lendutan menunjukkan hasil dengan NMSE bernilai 0,000145. Daktilitas menunjukkan hasil dengan NMSE bernilai 0,000276. NMSE kekakuan bernilai 0,002971. Penyerapan energi menunjukkan hasil NMSE dengan nilai 0,118342. Pola keruntuhan yang terjadi yaitu memperlihatkan bahwa seluruh model benda uji mengalami keruntuhan lentur dengan retakan awal dimulai dari tengah bentang kemudian menjalar kearah tumpuan.

Abtrak (Bhs. Inggris)Reinforced concrete is a composite material widely used as a construction material. In its lifetime, reinforced concrete structures can experience structural failure. Examples of the main factors causing structural failure can be adding levels to the building, changing the function of the building, and adjusting the seismic regulations that apply to the building itself. This research aims to investigate the comparison between experimental results and finite element method (FEM) results on T-section reinforced concrete beams with ultrahigh performance concrete in the negative moment region. The negative moment region, located underneath the entire length of the test beam, is a critical area as it possesses maximum values for both moment and shear forces. The study utilizes three test specimens: beam without reinforcement (BK) and beam with reinforcements (BU-13 and BU-16) to analyze the flexural load capacity, ductility, stiffness, energy absorption, and failure patterns. The comparison of experimental results with hasil FEM analysis is validated by the Normalized Mean Squared Error (NMSE) methods. The flexural load capacity shows the NMSE value of 0,000145. Ductility shows the NMSE value of 0,000276. The stiffness shows the NMSE value of 0,002971. And the energy absorption shows NMSE value of 0,118342. The failure patterns showing that all specimens experience flexural failure with initial cracks starting from the mid-span and propagating towards the beam support.
Kata kunciKegagalan Struktur, Metode Elemen Hingga, Perkuatan Struktur, Daerah Momen Negatif.
Pembimbing 1Yanuar Haryanto, S.T., M. Eng., Ph.D.
Pembimbing 2Ir. Arnie Widyaningrum, S.T., M.T.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2023-08-07 18:34:59.264533
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.