Artikelilmiahs
Menampilkan 37.881-37.900 dari 48.974 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 37881 | 40600 | K1C019029 | Analisis Potensi Thunderstorm Berdasarkan Nilai Indeks Labilitas Atmosfer dan Citra Satelit Himawari-8 | Indonesia menjadi salah satu negara dengan curah hujan dan sambaran petir cukup tinggi. Salah satunya wilayah Cilacap yang terletak di pesisir selatan Provinsi Jawa Tengah. Fenomena petir (Thunderstorm) merupakan fenomena meteorologis dengan dampak cukup besar sehingga perlu dilakukan prakiraan potensi terjadinya Thunderstorm. Pada penelitian ini dilakukan analisis dua metode yaitu nilai indeks labilitas atmosfer (T-Indeks, K-Indeks, SWEAT Indeks) dan citra satelit Himawari-8 untuk memprakiraan potensi terjadinya thunderstorm selama Januari 2021 – Desember 2022 yang nantinya kedua metode tersebut dihitung persen kesesuaiannya menggunakan logical array mathlab. Data nilai indeks labilitas atmosfer didapatkan dari data radiosonde website weather uwyo dan citra satelit Himawari-8 diperoleh dari Stasiun Meteorologi Kelas II Yogyakarta. Waktu pengukuran pada pukul 00 UTC, dimana data radiosonde dengan menggunakan Software Rawinsonde Observation (RAOB) Versi 5.7 dan citra satelit Himawari-8 diinterpretasi suhu puncak awan perharinya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, wilayah Cilacap diketahui rentang nilai T-Indeks, K-Indeks, SWEAT-Indeks secara berturut-turut sebesar 44,84 s.d 49,8 ; 28,9 s/d 66,9 ; 205 s/d 335. Berdasarkan suhu puncak awan citra satelit Himawari-8 diduga adanya awan cumulonimbus sebagai syarat terjadinya thunderstorm dihasilkan suhu puncak awan ≤ -60°C sebesar 62,2%. Verifikasi antara dua metode menghasilkan persen kesesuaiannya sebesar 57,25% s/d 76,33% dimana antara T-Indeks, K-Indeks, SWEAT Indeks dengan suhu puncak awan secara berturut-turut sebesar 57,5 % ; 76,33% dan 64,59%. | Indonesia is one of the countries with quite high rainfall and lightning strikes. One of them is the Cilacap area which is located on the south coast of Central Java Province. The phenomenon of lightning (Thunderstorm) is a meteorological phenomenon with a large enough impact that it is necessary to predict the potential occurrence of a Thunderstorm. In this study, two methods were analyzed, namely atmospheric lability index values (T-Index, K-Index, SWEAT Index) and Himawari-8 satellite imagery to predict the potential for thunderstorms during January 2021 - December 2022. Later these two methods calculated the percent conformity using a mathlab logical array. Data on atmospheric lability index values were obtained from radiosonde data from the weather website Uwyo and Himawari-8 satellite imagery obtained from the Yogyakarta Class II Meteorological Station. The measurement time is at 00 UTC, where radiosonde data using the Rawinsonde Observation (RAOB) Software Version 5.7 and Himawari-8 satellite imagery are interpreted as the temperature of the cloud tops per day. Based on the research that has been done, it is known that the range of T-Index, K-Index, SWEAT-Index in Cilacap area is 44.84 to 49.8; 28.9 to 66.9 ; 205 to 335. Based on the cloud top temperature of Himawari-8 satellite imagery, it is suspected that the presence of cumulonimbus clouds as a condition for the occurrence of a thunderstorm produces a cloud top temperature of ≤ -60°C of 62.2%. Verification between the two methods resulted in a conformity percentage of 57.25% to 76.33% where the T-Index, K-Index, SWEAT Index and cloud top temperature were respectively 57.5%; 76.33% and 64.59%. | |
| 37882 | 40601 | L1A019008 | Dampak Program Pengembangan Klaster Bisnis Ikan Nila Salin Terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Pati | Perikanan budidaya merupakan salah satu bagian penting dari pengembangan sektor perikanan di Indonesia. Pemerintah telah melakukan beberapa upaya dalam melakukan pengembangan perikanan budidaya seperti dengan diberlakukan program Kampung Nila Salin di Pati yang dibentuk oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara yang diadakan pada Desa Tunggulsari Kabupaten Pati. Keberadaan program ini memberikan dampak terhadap perekonomian baik pembudidaya maupun wilayah setempat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh program pengembangan klaster ikan nila salin terhadap perekonomian pembudidaya dengan mengetahui Nilai Tukar Pembudidaya ikan (NTPi) dan untuk mengetahui kontribusinya terhadap PDRB Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan Mixed Methode, yaitu perpaduan antara pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara dengan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan Nilai Tukar Pembudidaya ikan (NTPi) di desa Tunggulsari dengan pembudidaya semi intensif sebesar 185,1 sedangkan pembudidaya tambak tradisional sebesar 119,9. Kemudian kontribusi budidaya nila salin terhadap PDRB Kabupaten Pati sebesar 24,79% dengan kategori sedang. Secara keseluruhan pengembangan klaster ikan nila salin sudah dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pendapatan dan daya beli pembudidaya desa Tunggulsari. | Aquaculture is an important part of the development of the fisheries sector in Indonesia. The government has made several efforts to develop aquaculture, such as implementing the Nila Salin Village which was held in Tunggulsari Village, Pati Regency. The existence of this program has an impact on the economies of both cultivators and the local area. Therefore, this study aims to find out how much influence the saline tilapia cluster development program has on the farmer's economy by knowing the fish cultivator's Exchange Rate (NTPi) and its contribution to the GRDP in Pati Regency. This study uses the Mixed Method, which is a combination of a quantitative and qualitative approach. Methods of data collection using the methods of observation and interviews with a questionnaire. The results of this study showed that the Exchange Rate of fish cultivators (NTPi) in the village of Tunggulsari with semi-intensive cultivators was 185.1, while traditional pond cultivators were 119.9. Then the contribution of saline tilapia cultivation to Pati Regency's GRDP is 24.79% in the medium category. Then as a whole the development of the saline tilapia cluster has been able to have a significant impact on the income and purchasing power of the Tunggulsari village cultivators. | |
| 37883 | 40602 | F1A016017 | KOMUNITAS KETIMBANG NGEMIS (Pengentasan Kemiskinan pada Kaum Difabel di Kabupaten Banyumas) | Difabel merupakan kondisi pada individu yang memiliki keterbatasan dan rentan akan kemiskinan. Banyumas adalah salah satu kabupaten dengan tingkat kemiskinan dan angka difabel cukup tinggi, upaya pengentasan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah tetapi seluruh elemen masyarakat salah satunya komunitas sosial yakni “Ketimbang Ngemis Purwokerto”. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan upaya yang dilakukan dan eksistensi Komunitas Ketimbang Ngemis Purwokerto dalam pengentasan kemiskinan pada kaum difabel di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan model analisis interaktif. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan kriteria relawan yang termasuk dalam struktur organisasi komunitas, anggota aktif komunitas, dan kaum difabel sebagai sasaran pendukung. Upaya pengentasan kemiskinan komunitas Ketimbang Ngemis Purwokerto pada kaum difabel di Kabupaten Banyumas dalam bentuk pemberdayaan partisipatif yang diimplementasikan melalui penentuan sasaran komunitas dan program bantuan modal usaha, jaminan kesehatan dan alat bantu jalan, bedah rumah, bakti sosial. Selain itu, penelitian ini juga menjelaskan strategi komunitas dalam mempertahankan eksistensi atau keberadaan sebagai hasil kinerja melalui pemanfaatan media sosial untuk kampanye “Say no to ngemis”, sinergitas lintas komunitas dan lembaga pemerintah, dan mewujudkan manajemen organisasi yang solid dan menjaga pola komunikasi antar anggota komunitas. Beragam upaya komunitas dapat memperkaya kajian sosiologi dan referensi penelitian selanjutnya mengenai pengentasan kemiskinan pada kaum difabel oleh komunitas sosial. | Disability is a condition in individuals who have limitations and are vulnerable to poverty. Banyumas is one of the districts with a high poverty rate and disability rate, alleviation efforts are not only carried out by the government but all elements of society, one of which is the social community namely "Ketimbang Ngemis Purwokerto". The purpose of this research is to explain the efforts made and the existence of Ketimbang Ngemis Purwokerto Community in poverty alleviation for the disabled in Banyumas Regency. This research uses descriptive qualitative research method with interactive analysis model. descriptive research method with interactive analysis model. This research used purposive sampling with the criteria of volunteers who are included in the organizational structure of the community, active members of the community, and the disabled as the target of the community. community, and people with disabilities as supporting targets. The poverty alleviation efforts of Ketimbang Ngemis Purwokerto community on people with disabilities in Banyumas Regency in the form of participatory empowerment. disabilities in Banyumas Regency in the form of participatory empowerment that is implemented through community targeting and business capital assistance programs, health insurance and walkers, house renovation, social services. In addition, this study also explains the community's strategy in maintaining existence or existence as a result of performance through the use of social media for the "Say no to begging" campaign, synergy across communities and government agencies, and realizing solid organizational management and maintaining communication patterns between community members. Various community efforts can enrich sociological studies and references for further research on poverty alleviation for people with disabilities by social communities. | |
| 37884 | 40604 | K1B019001 | PREDIKSI JUMLAH PENDUDUK PROVINSI JAWA TENGAH MENURUT KELOMPOK UMUR MENGGUNAKAN MODEL LOGISTIK | Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi jumlah penduduk Provinsi Jawa Tengah menurut kelompok umur menggunakan model logistik. Kelompok umur digunakan untuk melihat distribusi umur penduduk berdasarkan kelompok kesejahteraannya. Hasil prediksi menunjukkan bahwa nilai error minumum adalah 0,01914% yang terjadi pada kelompok umur 10-14 tahun, persentase nilai error maksimum sebesar 9,70307% yang terjadi pada kelompok umur 30-34 tahun, dan persentase nilai error rata-rata sebesar 3,99009%. Jadi model tersebut dianggap valid untuk digunakan memprediksi jumlah penduduk menurut kelompok umur Provinsi Jawa Tengah. Dalam penelitian ini, hasil yang diperoleh yaitu untuk penduduk kelompok umur 0 – 4 tahun, 5 – 9 tahun, 10 – 14 tahun, dan 15 – 19 tahun selalu mengalami penurunan setiap tahunnya. Salah satu faktor penyebab penurunan tersebut adalah keberhasilan progam Keluarga Berencana (KB) yang telah diselenggarakan pemerintah. | This study aims to predict the population of Central Java Province by age a logistic model with age groups. Age groups are used to see the age distribution of the population based on the welfare of the groups. The prediction results show that the minimum error value is 0.01914% which occurs in the 10-14 year age group, the maximum percentage error value is 9.70307% which occurs in the 30-34 year age group, and the average percentage error value is 3.99009%. So, the model with age groups to predict the population of Central Java Province. In this study, the results obtained are for the population of the age group 0 – 4 years old, 5 – 9 years old, 10 – 14 years old, and 15 – 19 years old always decreases every year. One of the factors causing the decline is the success of the Family Planning (KB) program that has been organized by the government. | |
| 37885 | 40605 | K1A019021 | APLIKASI FOTOKATALIS ZnO/PERLITE UNTUK FOTODEGRADASI ZAT WARNA METHYLENE BLUE DENGAN SINAR ULTRAVIOLET | Pembuangan limbah pada industri yang terus berkembang menyebabkan terjadinya pencemaran oleh polutan. Salah satunya adalah limbah cair yang berasal dari industri tekstil yang mengandung zat warna toksik seperti methylene blue yang sulit untuk diuraikan pada lingkungan. Maka dari itu, perlu dilakukan suatu upaya untuk menanggulangi masalah tersebut menggunakan fotokatalisis. Material fotokatalis memiliki kemampuan untuk mendegradasi polutan yang terdapat dalam limbah buangan industri. Material fotokatalis yang sering digunakan yaitu material semikonduktor oksida logam seperti ZnO. Semikonduktor ZnO masih memiliki keterbatasan dalam aplikasinya. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, katalis ZnO akan dimodifikasi dengan material pendukung seperti perlite yang merupakan bahan ringan dan berpori. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas ZnO/Perlite dalam mendegradasi methylene blue. Proses yang dilakukan meliputi sintesis dan karakterisasi ZnO/Perlite, penentuan massa ZnO/Perlite optimum, pH optimum, dan waktu optimum. Hasil penelitian menunjukkan ZnO/Perlite 20% memiliki aktivitas kerja fotokatalitik paling tinggi dibandingkan dengan ZnO/Perlite 10% dan 30%. Kondisi optimum ZnO/Perlite 20% dalam mendegradasi methylene blue dengan massa 0,3 gram dalam kondisi pH 11 selama 2 jam pengadukan pada penyinaran sinar ultraviolet dengan nilai kerja fotokatalitik sebesar 47,59% serta nilai kombinasi adsorpsi dan kerja fotokatalitik sebesar 78,1%. Hasil XRD menunjukkan puncak difraktogram yang diinterpretasikan (100), (002), (101), (102), (110), (103), dan (112) menandakan karakteristik dari kristal ZnO yang memiliki struktur wurtzite, serta sudut difraksi 2θ (10o -30o ) menunjukkan karakteristik perlite sebagai material amorf. Hasil SEM menunjukkan adanya struktur yang menggumpal yang permukaannya terdapat material berukuran kecil dan tersebar secara acak yang berarti permukaan perlite telah terlapisi oleh ZnO. Hasil FTIR menunjukkan adanya serapan pada bilangan gelombang 1018,41 cm-1 dan 1720,5 cm-1 menandakan adanya regangan dan ikatan Si-O-Si dari struktur perlite, 779,24 cm-1 mengindikasikan adanya regangan dari O-Si-O pada struktur perlite, 524,64 cm-1 mengindikasikan adanya ikatan Zn-O, dan 424,34 cm-1 menandakan adanya regangan dari struktur ZnO. Hasil DRS menunjukkan ZnO/Perlite 20% memiliki nilai band gap sebesar 3,21 eV. | The disposal of waste in industries that continue to grow causes pollution by pollutants. One of them is liquid waste from the textile industry which contains toxic colorants such as methylene blue that are difficult to break down in the environment. Therefore, an effort needs to be made to overcome this problem using photocatalysis. Photocatalytic materials have the ability to degrade pollutants found in industrial waste. The photocatalytic material commonly used is metal oxide semiconductor materials such as ZnO. ZnO semiconductors still have limitations in their application. To overcome these limitations, ZnO catalysts will be modified with supporting materials such as perlite which is a lightweight and porous material. This study aims to see the effectiveness of ZnO/Perlite in degrading methylene blue. The process involves the synthesis and characterization of ZnO/Perlite, determination of optimum ZnO/Perlite mass, optimum pH, and optimum time. The research results show that ZnO/Perlite 20% has the highest photocatalytic activity compared to ZnO/Perlite 10% and 30%. The optimum condition of ZnO/Perlite 20% in degrading methylene blue with a mass of 0,3 grams under pH 11 conditions during 2 hours of stirring under ultraviolet light irradiation has a photocatalytic activity value of 47,59% and a combination of adsorption and photocatalytic activity value of 78,1%. XRD results show diffraction peaks interpreted as (100), (002), (101), (102), (110), (103), and (112) indicating the characteristics of ZnO crystals with a wurtzite structure, while the diffraction angle 2θ (10o -30o ) shows the amorphous characteristic of perlite material. SEM results show agglomerated structures with small, randomly distributed materials on the surface, indicating that the surface of perlite has been coated with ZnO. FTIR results show absorption at wave numbers of 1018,41 cm-1 and 1720,5 cm-1 indicating stretching and bonding of Si-O-Si in the perlite structure, 779,24 cm-1 indicating stretching of O-Si-O in the perlite structure, 524,64 cm-1 indicating Zn-O bonding, and 424,34 cm-1 indicating stretching of the ZnO structure. DRS results show that ZnO/Perlite 20% has a band gap value of 3,21 eV. | |
| 37886 | 40606 | C2C017014 | ADOPSI INOVASI TEKNOLOGI PEMASARAN DIGITAL PADA UMKM BATIK (PEDEKATAN MULTIPLE CASE STUDY PADA MGA BATIK PEKALONGAN DAN R BATIK BANYUMAS) | Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian case study yang digunakan untuk memahami suatu isu atau permasalahan dengan menggunakan suatu kasus. Jenis studi kasus pada penelitian ini adalah collective or multiple case study, karena peneliti mengambil dua tempat UMKM batik yang berbeda, yaitu MGA Batik Pekalongan dan R Batik Banyumas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsep atau mekanisme yang dilakukan UMKM Batik MGA Pekalongan dan R Batik Banyumas pada pemasaran teknologi digital, mengetahui langkah yang dilakukan UMKM Batik MGA Pekalongan dan R Batik Banyumas pada pemasaran teknologi digital, sehingga dapat diketahui kategori kelompok jenis adopter. Penentuan informan pada penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling, dimana pemilihan dilakukan dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu disini adalah orang yang anggap peneliti paling tahu tentang apa yang diharapkan dan orang tersebut sebagai penguasa di bisnisnya sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi obyek/atau situasi sosial yang diteliti. Sampling dalam penelitian ini adalah owner dan pelaksana digital marketing Batik MGA dan Batik R. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data pada penelitian ini menggunakan model analisis Miles and Hubermen yang dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus samapai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Untuk memeriksa keabsahan data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukan bahwa pada (a) Tahap Pengetahuan kedua UMKM sama-sama Mengetahui inovasi, akan tetapi di batik MGA generasi digital immigrant Mengetahui cara penggunaan dan Memahami inovasi, sedangkan pada batik R Belum mengetahui cara penggunaan dan belum memahami inovasi bekerja. (b) Tahap Persuasi keduanya Mendukung adanya inovasi, namun pada generasi Baby Boomers tidak bisa aktif karena ingin fokus pada bagian produksi saja, tanpa adanya tindakan khusus. Akan tetapi terbantu atas inisiatif anaknya selaku generasi ketiga. Pada (c) Tahap Keputusan di Digital Immigrant Mendirikan perusahaan induk atau divisi baru dibidang online yang menangani pemasaran digital dengan mengangkat para generasi millenial. Sedangkan pada generasi Baby Boomers tetap ingin mengadopsi inovasi melalui anaknya. Pada (d) Tahap Penerapan generasi digital Immigrant menerapkan Pembuatan Website, Media sosial, Optimasi mesin pencari SEO, PPC Advertasing, sedangkan generasi Baby Boomers atau Batik R Baru menerapkan melalui pembuatan akun media sosial seperti facebook dan instagram. (e) Tahap Konfirmasi Pelaku usaha Batik MGA telah yakin dan akan terus menggunakan inovasi, sedangkan pada Batik R juga ingin terus mengadopsi inovasi. Pada penentuan posisi adopter batik MGA Pekalongan generasi digital immigrant yang saat ini telah mengadopsi inovasi teknologi pemasaran digital berada di posisi kelompok Early Majority dan menyentuh menuju posisi kelompok early adopter. Sedangkan posisi adopter batik R Banyumas generasi Baby Boomers yang saat ini telah mengadopsi inovasi teknologi pemasaran digital berada di posisi kelompok Laggards dan menyentuh menuju posisi kelompok Late Majority. Kata Kunci: Adopsi Inovasi Teknologi, digital marketing, UMKM Batik | Abstract This research is a case study research to understand issues or problems using some cases. Study case type in this research is collective or multiple case study because the researcher use two UMKM Batik as samples, MGA Batik Pekalongan and R Batik Banyumas. The purposes of this research are to identify concept or mechanism applied by UMKM Batik MGA Pekalongan and R Batik Banyumas and stages which are done by UMKM Batik MGA Pekalongan and R Batik Banyumas in digital technology marketing so the adopter type category can be identified. The interviewee determination in this research use purposive sampling technique, which is done by certain considerations. Certain considerations in the case mean a person who is considered as the most expert of the business and the person is the owner so the person can facilitate the researcher to explore the research objects or the social situation. The sampling of this research are the owner and the digital marketer of Batik MGA and Batik R. Data collecting use observation, interview, and documentation technique. Meanwhile, the data analysis use Miles and Hubermen model which is done interactively and continuously, so the data have been saturated. The activities in data analysing are data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The researcher apply triangulation technique to check the data validity in this research. The research result and data analysis show that (a) Knowledge Stage, both UMKM are understanding innovation. However, Batik MGA as the digital immigrant generation has understand the innovation and know how to use it while R Batik has not. (b) Persuasion Stage, both UMKM support innovation but in Baby Boomers generation they cannot actively support it because they want to focus only in production, without any special action. However, they are helped by their children initiative as the third generation. (c) Decision Stage, the Digital Immigrant generation establish a parent company or a new division which handles digital market for millennial generation. While in Baby Boomers generation, they still adopt their child innovation. (d) Application Stage, the Digital Immigrant generation makes a website and social media and optimize SEO search engine and PPC Advertising. Meanwhile, Baby Boomers generation or Batik R is only make social media accounts as facebook and Instagram. (e) Confirmation Stage, the owner of Batik MGA will definitely do innovation and the owner of Batik R also want to adopt innovation. In deciding adopter position, the Digital Immigrant Generation Batik MGA Pekalongan which has adopt digital marketing technology innovation is in Early Majority group position and almost reach Early Adopter group position. Different with Batik MGA Pekalongan, adopter position of Batik R Banyumas as the Baby Boomers generation which has adopt digital marketing technology innovation is in Laggards group position and nearly to touch Late Majority group position. Keywords: Adoption of technology, innovation, digital marketing, UMKM batik | |
| 37887 | 40607 | K1A016039 | PEMANFAATAN AMPAS KOPI DARI COFFEESHOP PURWOKERTO SEBAGAI ADSORBEN METILEN BIRU | Pembuatan karbon aktif dari ampas kopi telah dilakukan dengan metode aktivasi kimiawi menggunakan ZnCl2. Karbon aktif ampas kopi yang dihasilkan memiliki warna kehitaman dan memiliki tekstur lengket dengan rendemen sebesar 55,05%. Karbon aktif ampas kopi memiliki kadar air sebesar 11,21% dan kadar abu total sebesar 2,49% yang sesuai dengan baku mutu sesuai dengan SNI 06-3730-1995. Karbon aktif dari ampas kopi digunakan sebagai adsorben metilen biru dengan dikondisikan pada pH, massa karbon aktif, waktu kontak dan suhu yang optimum sehingga karbon aktif dari ampas kopi memiliki kapasitas adsorpsi sebesar 1,33mg/g | Activated carbon from coffee grounds has been produced by chemical activation method using ZnCl2. The resulting coffee grounds activated carbon has a black color and has a sticky texture with a yield of 55.05%. Coffee grounds activated carbon has a moisture content of 11.21% and a total ash content of 2.49% which is in accordance with the quality standards according to SNI 06-3730-1995. Activated carbon from coffee grounds is used as an adsorbent for methylene blue under conditions of optimum pH, mass of activated carbon, contact time and temperature so that activated carbon from coffee grounds has an adsorption capacity of 1.33 mg/g. | |
| 37888 | 40631 | F1C016083 | Peran Media Instagram @titut_cowongsewu dalam Membangun Eksistensi Kesenian Cowongan Sebagai Budaya Lokal Banyumas | Perkembangan new media yang begitu kompleks pada akhirnya menciptakan teknologi baru, salah satunya berupa media sosial. Sebagai contoh media sosial yang banyak digunakan adalah Instagram. Instagram ini dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk pelestarian dan sumber informasi dalam mempertahankan eksistensi kebudayaan bangsa Indonesia. Salah satunya adalah kesenian Cowongan sebagai budaya lokal dari kabupaten Banyumas yang pada awalnya adalah ritual pemanggil hujan oleh petani Banyumas agar hasil panennya berhasil. Kini Cowongan bukan hanya sekedar ritual saja, akan tetapi sudah dikembangkan menjadi sebuah seni pertunjukan yang dapat dinikmati visualnya oleh semua masyarakat karena peran dari media Instagram. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan peran media Instagram dalam membangun eksistensi kesenian cowongan sebagai budaya lokal Banyumas dan mengidentifikasi factor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi penggiat seni cowongan dalam menggunakan media Instagram untuk mempertahankan eksistensi kesenian cowongan sebagai budaya lokal Banyumas. Metode penelitian yang digunakan kualitatif, keabsahan data diuji dengan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan peran Instagram dalam membangun eksistensi kesenian cowongan sebagai budaya lokal banyumas adalah menunjukkan identitas akun, berbagi informasi kepada public, sebagai media komunikasi dengan pengguna lainnya, serta menjadi wadah untuk mendapatkan eksistensi, semuanya dilakukan dengan berbagai cara dengan memanfaatkan fitur Instagram yang beragam. | The development of new media is so complex that it eventually creates new technologies, one of which is social media. An example of social media that is widely used is Instagram. Instagram can be utilized as an opportunity for preservation and a source of information in maintaining the existence of Indonesian culture. One of them is the Cowongan art as a local culture from Banyumas regency, which was originally a ritual to summon rain by Banyumas farmers so that their crops would be successful. Now Cowongan is not jus a ritual, but has been developed into a performing art that can be enjoyed visually by all people because of the role of Instagram media. The purpose of this research is to describe the role of Instagram media in building the existence of Cowongan art as a local culture of Banyumas and identify the supporting and inhibiting factors that influence Cowongan art activists in using Instagram media to maintain the existence of Cowongan art as local culture of Banyumas and identify the supporting and inhibiting factors that influence Cowongan art as a local culture of Banyumas. The research method used is qualitative, the validity of the data is tested by triangulation. The results of this study show that the role of Instagram in building the existence of Cowongan asrt as local culture of Banyumas is to show account identity, share information with the public, as a medium of communication with other users, and become a place to gain existence, all done in various ways by utilizing various Instagram features. | |
| 37889 | 40889 | J1A019046 | Subtitling Strategies and Acceptability of Directive Speech Act in the movie 'Cruella' | Tindak tutur tidak hanya digunakan dalam situasi natural untuk berkomunikasi dalam kehidupan nyata, tetapi juga percakapan antara orang atau karakter dalam film. Tindak tutur direktif digunakan ketika pembicara ingin pendengar melakukan sesuatu untuk pembicara. Dengan demikian, peneliti menemukan banyak tuturan percakapan antara Baroness dan karakter lainnya ditentukan sebagai tindak tutur direktif. Peneliti ini menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur direktif yang paling banyak digunakan oleh Baroness adalah pertanyaan dan perintah. Selain itu, hasilnya menunjukkan lima strategi yang diterapkan di semua data tindak tutur direktif. Strategi tersebut terdiri dari strategi transfer (48%), parafrase (24%), penghapusan (22%), pemadatan (3%), dan imitasi (3%). Strategi yang paling banyak digunakan dalam penelitian ini adalah strategi transfer. Penerjemah paling banyak menggunakan strategi transfer karena tindak tutur direktif yang dituturkan oleh Baroness kebanyakan berupa ujaran sederhana dan singkat. Baik bahasa sumber maupun bahasa sasaran menggunakan istilah-istilah umum yang digunakan sehari-hari. Selanjutnya, tingkat keberterimaan data sebagian besar dapat diterima dengan total 75% data. 75% data dianggap dapat diterima karena penerjemah banyak menggunakan strategi transfer dalam menerjemahkan tindak tutur direktif pendek dan sederhana yang diucapkan oleh Baroness dan strategi parafrase untuk menerjemahkan ucapan-ucapan yang tidak biasa dari tindak tutur direktif yang diucapkan oleh Baroness agar lebih mudah dipahami. Dengan demikian, terjemahan subtitel tindak tutur direktif yang diucapkan oleh Baroness dalam film Cruella dapat diterima secara umum. | Speech acts are not only used in a natural situation to communicate in real life, but also the conversation between people or characters in the movie. The directive speech act is used when the speaker wants the hearer to do something for the speaker. Thus, the researcher finds many of the utterances of the conversation between Baroness and other characters are determined as directive speech act. This researcher used descriptive-qualitative research method. The result shows that the most used directive speech act used by Baroness is question and command. Moreover, the result shows five strategies implemented in all the data of directive speech act. The strategies consist of transfer strategy (48%), paraphrase (24%), deletion (22%), condensation (3%), and imitation (3%). The most used strategy in this research is transfer strategy. The translator uses transfer strategy the most because the directive speech acts uttered by Baroness are mostly simple and short utterances. Both source language and target language use commonly used terms which are used on daily basis. Furthermore, the acceptability level of the data is predominantly acceptable in a total of 75% of the data. 75% of the data is considered acceptable because the translator mostly used transfer strategy in translating short and simple directive speech act uttered by Baroness and paraphrase strategy to translate uncommon utterances of directive speech act uttered by Baroness to make it easier to understand. Thus, the translation of directive speech act subtitle uttered by Baroness in the movie Cruella is generally acceptable. | |
| 37890 | 40608 | C1A019079 | ANALISIS PENGARUH KONDISI JUAL KAPULAGA TERHADAP PENDAPATAN PETANI KAPULAGA DI KECAMATAN KALIWIRO KABUPATEN WONOSOBO | Kecamata Kaliwiro merupakan produsen kapulaga tertinggi di Kabupaten Wonosobo. Hal ini dikarenakan jenis lahan dan iklim yang cocok untuk ditanami kapulaga, selain itu petani di Kecamatan Kaliwiro membudidayakan kapulaga karena merupakan tanaman yang sudah diwarsikan. Petani kapulaga di Kecamatan Kaliwiro diketahui melakukan penjualan hasil produksi kapulaga dalam dua kondisi, yaitu kering dan basah. Terdapat perbedaan harga yang diperoleh dari penjualan kapulaga kering dan basah, hal ini dikarenakan kapulaga yang dijual dalam kondisi kering memerlukan proses pengeringan sehingga bobotnya akan menyusut dan harganya akan lebih tinggi dibanding kapulaga basah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang pengaruh kondisi jual kapulaga, luas lahan, jumlah tenaga kerja, dan pengalaman bertani terhadap pendapatan petani kapulaga di Kecamatan Kaliwiro Kabupaten Wonosobo. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data primer. Populasi pada penelitian ini terdiri dari seluruh petani kapulaga di Kecamatan Kaliwiro. Penentuan lokasi sampel penelitian dilakukan secara purposive dengan memilih satu desa penghasil kapulaga tertinggi di Kecamatan Kaliwiro yaitu Desa Grugu yang memiliki populasi sejumlah 506 petani. Banyaknya responden ditentukan melalui perhitungan dengan rumus Taro Yamane sehingga didapat sejumlah 84 petani dan diambil secara random sampling. Data yang diperoleh dari penelitian kemudian diolah menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi jual, luas lahan, jumlah tenaga kerja, dan pengalaman bertani secara bersama-sama berpengaruh terdahap pendapatan petani kapulaga di Kecamatan Kaliwiro. Kemudian secara parsial, variabel kondisi jual, luas lahan, dan pengalaman bertani berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani kapulaga, sedangkan untuk variabel jumlah tenaga kerja diketahui memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap pendatapan petani kapulaga di Kecamatan Kaliwiro Kabupaten Wonosobo. Implikasi dalam penelitian ini adalah petani didorong untuk menjual kapulaga dalam kondisi kering karena memiliki harga yang lebih tinggi. Petani juga perlu memperluas lahan yang digunakan untuk menaman kapulaga sehingga jumlah produksi dapat lebih banyak dan memperbesar penerimaan yang didapatkan. Petani kapulaga juga perlu menggunakan tenaga kerja yang berkualitas sehingga kegiatan usahatani kapulaga dapat dikerjakan dengan lebih efisien. | Kaliwiro District is the highest cardamom-producing district in Wonosobo Regency. This is because the land structure and climate are suitable for cardamom to grow, apart from that the average farmer in Kaliwiro District grows cardamom because it is a hereditary plant. Farming activities in Kaliwiro District are still carried out traditionally from planting to post-harvest. It is known that farmers in Kaliwiro District sell cardamom products in two conditions, which are dry and wet. There is a price difference between cardamom sold in dry and wet conditions, this is due to the post-harvest process in the form of drying which must be carried out by farmers who want to sell cardamom in dry conditions. This study analyses the effect of cardamom selling conditions, land area, number of workers, and farming experience on the income of cardamom farmers in Kaliwiro District, Wonosobo Regency to see whether there is an effect of the independent variables on the dependent variable. The aims of this research are to Analyse the effect of selling conditions, land area, number of workers, and farming experience on the income of cardamom farmers in Kaliwiro District, Wonosobo Regency. The research method used is quantitative descriptive research using primary data. The population in this study consisted of all cardamom farmers in Kaliwiro District. The determination of the location of the research sample was carried out purposively by selecting a village with the highest cardamom producer in Kaliwiro District, namely Grugu Village, which has a population of 506 farmers. The number of respondents was determined by calculating with the Taro Yamane formula so that a total of 84 farmers were obtained and taken by random sampling. The data obtained from the study were then processed using multiple linear regression analysis. The results showed that selling conditions, land area, number of workers, and farming experience all influenced the income of cardamom farmers in Kaliwiro District. Then partially, the variable selling conditions, land area, and Brave experience have a positive and significant effect on the income of cardamom farmers, while the variable number of workers is known to have a negative and significant effect on the income of cardamom farmers in Kaliwiro District, Wonosobo Regency. The implication of this research is that farmers are encouraged to sell cardamom in dry conditions because it has a higher price. Farmers also need to expand the land used to grow cardamom so that the amount of production can be more and increase the income they get. Cardamom farmers also need to use a quality workforce so that cardamom farming activities can be carried out more efficiently. | |
| 37891 | 40609 | H1B019055 | KOMPARASI PELEBARAN LUBANG BAUT 10 MM ARAH VERTIKAL DAN HORIZONTAL DENGAN LUBANG BAUT STANDAR PADA VARIASI KETEBALAN PELAT BAJA DAN BAUT DIAMETER 8 MM DENGAN ANALISIS FINITE ELEMENT PADA SAMBUNGAN TIPE PIN | Pada suatu konstruksi struktur baja, tiap elemen struktur tersebut disusun dan digabung sedemikian rupa menggunakan alat penyambung hingga menjadi suatu kesatuan struktur yang baik. Proses perancangan sambungan baja diatur dalam SNI 1729 : 2020. Meskipun begitu, pada proses fabrikasi terkadang terjadi kesalahan, salah satunya adalah lebar lubang baut mengalami pelebaran sehingga tidak sesuai dengan rencana. Pada penelitian ini, dilakukan analisis numerik dengan metode elemen hingga pada sambungan tipe pin diameter 8 mm baut ISO Grade 8.8 dan mutu pelat baja S460 pada arah horizontal dan vertikal dengan variasi ketebalan pelat untuk mengetahui kapasitas, perilaku sambungan, dan pola keruntuhannya. Adapun komparasi untuk mengetahui hasil antara sambungan dengan lubang baut standar dan dengan adanya pelebaran pada lubang baut. Hasil analisis numerik menunjukkan bahwa perilaku akibat gaya tarik tidak terjadi dikarenakan hasil gaya maksimal analisis kurang dari kapasitas fraktur, leleh pelat, dan geser blok. Pada sambungan dengan ketebalan 6 mm dan 6 mm baik arah horizontal maupun vertikal, didapat gaya maksimal melebihi gaya maksimal desain tumpu dan friksi. Sedangkan pada pelat dengan ketebalan 6 mm dan 10 mm, serta 10 mm dan 10 mm mengalami keruntuhan sebelum mencapai kapasitas rencana. Pola keruntuhan yang terjadi berdasarkan teori adalah adalah geser baut dan selip pelat. Pada analisis numerik, terjadi keruntuhan berupa geser baut, selip pelat, dan tumpu pelat. Adapun perbandingan antara sambungan dengan lubang standar dengan sambungan dengan pelebaran lubang didapat hasil tidak signifikan, baik terhadap perilaku maupun pola keruntuhannya. | In a steel structure construction, each structural element is arranged and combined in such a way as to use a connecting device to become a good structural unit. The steel connection design process is regulated in SNI 1729: 2020. Even so, in the fabrication process sometimes errors occur, one of which is that the width of the bolt hole is widened so that it does not match the plan. In this study, numerical analysis with the finite element method was carried out on pin-type connections with a diameter of 8 mm ISO Grade 8.8 bolts and S460 steel plate quality in the horizontal and vertical directions with variations in plate thickness to determine the capacity, connection behavior, and collapse patterns. Comparisons were made to determine the results between connections with standard bolt holes and with widening of the bolt holes. The results of the numerical analysis show that the behavior due to tensile forces does not occur because the maximum force analysis results are less than the fracture capacity, plate yield, and block shear. In the joints with a thickness of 6 mm and 6 mm in both horizontal and vertical directions, the maximum force exceeds the maximum design force of support and friction. Meanwhile, the plates with thicknesses of 6 mm and 10 mm, as well as 10 mm and 10 mm collapsed before reaching the planned capacity. The collapse patterns that occur based on theory are bolt shear and plate slip. In the numerical analysis, collapse occurred in the form of bolt shear, plate slippage, and plate overlap. The comparison between the connection with standard holes and the connection with widened holes obtained insignificant results, both in terms of behavior and collapse patterns. | |
| 37892 | 40610 | K1C017011 | PENGEMBANGAN KLASIFIKASI AWAN MENGGUNAKAN SPLIT-WINDOW ALGORITHM PADA CITRA SATELIT HIMAWARI-8 | Pengembangan klasifikasi awan telah dilakukan menggunakan Split-window Algorithm (SWA). Penelitian bertujuan untuk mengelompokkan jenis awan berdasarkan hasil pengolahan citra Satelit Himawari-8 menggunakan SWA, serta menguji kecocokan antara pengolahan citra menggunakan SWA dengan gambar awan yang diambil dari permukaan bumi. Metode SWA memanfaatkan nilai Brightness Temperature dan Brightness Temperature Difference yang dimiliki oleh citra infrared Satelit Himawari-8, yaitu band 13 dan band 15. Sementara itu, data awan berupa gambar diperoleh dari tangkapan kamera time-lapse dari permukaan bumi, yang kemudian dikelompokkan sesuai dengan ciri fisiknya, yaitu rupa, bentuk dan warna, mengacu pada International Cloud Atlas dan studi literatur. Pengambilan data dilakukan pada Bulan Oktober hingga November. Ada masing-masing 54 data Satelit Himawari-8, baik band 13 maupun band 15 yang diproses menggunakan pemrograman Python hingga diperoleh nilai BT-13, BT-15, dan BTD. Nilai ini selanjutnya digunakan untuk menentukan jenis awan, mengacu pada threshold yang terdapat pada skema SWA. Pada penelitian ini, diperoleh hasil pengelompokan awan sebanyak enam jenis pada metode SWA, yaitu High Cumulonimbus (Hi-Cb), Dense Cirrus (D-Ci), Thick Cirrus (Thick-Ci), Cirrus (Ci), dan Thin Cirrus (Thin-Ci). Hasil klasifikasi awan menurut SWA, selanjutnya dibandingkan dengan data observasi awan, untuk menguji kecocokan antara keduanya. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil berupa kesesuaian maupun ketidaksesuaian pada beberapa data. Perbedaan hasil klasifikasi menunjukkan variabilitas awan di setiap lapisan troposfer. | A research about the development of cloud classification using the Split-window Algorithm (SWA) has been done. The goals of this research were to obtain clouds’s classification results based on the processing of Himawari-8 Satellite images using SWA, and to check the compatibility between those results and the results of clouds observation from the earth. The SWA method uses Brightness Temperature (BT) and Brightness Temperature Difference (BTD) values, which are provided by the infrared band of the Himawari-8 Satellite, specifically band 13 and band 15. Clouds image were also taken from a time-lapse camera, and classified based on their physical characteristics, such as appearance, shape, and color, using the Cloud Atlas and other literature studies. The data acquisition was conducted from October to November. A total of 54 Himawari-8 Satellite data, including both band 13 and band 15, were processed using Python programming to obtain BT-13, BT-15, and BTD values. These values were then used to determine cloud types based on the thresholds specified in the SWA scheme. The results of this research are that six types of clouds were classified using the SWA method: High Cumulonimbus (Hi-Cb), Dense Cirrus (D-Ci), Thick Cirrus (Thick-Ci), Cirrus (Ci), and Thin Cirrus (Thin-Ci). The classification results and the observation clouds results were compared to determine their compatibility. After some analysis and comparison, it was found that there was some overlap between the results. The differences between the SWA method’s results and the cloud observation from earth are considered normal due to variability of clouds in the troposphere. | |
| 37893 | 35220 | E1A018225 | PENERAPAN SAKSI AHLI LINGUISTIK FORENSIK SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM TINDAK PIDANA TURUT SERTA MENYIARKAN BERITA BOHONG DAN MENIMBULKAN KEONARAN TERKAIT HASIL SWAB TEST (STUDI PUTUSAN NOMOR 225/PID.SUS/2021/PN.JKT.TIM) | Pemanfaatan ilmu linguistik forensik dalam rangka penegakan hukum dan keadilan digunakan dalam sidang pembuktian. Saksi ahli forensik bertugas untuk menganalisa penggunaan bahasa dalam ranah hukum serta menelaah fenomena kebahasaan yang diidentifikasi kemudian dihubungkan dengan perbuatan terdakwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembuktian mengenai tindak pidana turut serta menyiarkan berita bohong dan menimbulkan keonaran pada putusan No. 225/PID.SUS/2021/PN.JKT.TIM dalam hubungannya dengan alat bukti keterangan ahli Linguistik Forensik serta untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif dengan spesifikasi penelitian bersifat preskriptif. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan dokumentasi, disajikan dengan teks naratif, menggunakan analisis metode normatif kualitatif. Penelitian yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: a) Pembuktian tindak pidana turut serta menyiarkan berita bohong dan menimbulkan keonaran pada putusan No. 225/PID.SUS/2021/PN.JKT.TIM hakim memutus berdasarkan pada alat bukti keterangan saksi, keterangan ahli linguistik forensik serta barang bukti. Sehingga, keterangan ahli linguistik forensik yang dijadikan sebagai dasar untuk memutus dianggap sebagai pengetahuan hakim. Berdasarkan hal tersebut hakim memperoleh keyakinan akan kesalahan terdakwa. Dengan demikian pembuktian yang dilakukan sudah menerapkan sistem pembuktian menurut undang-undang secara negatif sebagimana dalam Pasal 183 KUHAP. b) Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap tindak pidana turut serta menyiarkan berita bohong dan menimbulkan keonaran pada putusan No. 225/PID.SUS/2021/PN.JKT.TIM sudah sesuai dengan ketentuan Pasal 14 ayat (1) tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Namun demikian menurut peneliti, pemidanaan yang diberikan oleh hakim tidak tepat karena tidak memperhatikan aspek non-yuridis khususnya mengenai profil terdakwa secara komperhensif dalam putusan pemidanaan. | Forensic linguistics in the world of law enforcement and justice is used in the trial of evidence. Forensic expert witnesses are in charge of analyzing the use of language as well as examining the linguistic phenomenon on broadcast, fake news, and the word of troublemaker which will be identified and associated with the defendant’s action based on law enforcement. The aim of this research is to identify how the evidence regarding the criminal offense in participating the spread of fake news and causing trouble on verdict No. 225/PID.SUS/2021/PN.JKT.TIM and its relation with the evidence of Forensic Linguistics expert testimony as well as to identify the judge's considerations in making a sentence. This research used a normative method with prescriptive research specifications. The source of data is primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data are collected by library research method and documentation presented with narrative text using qualitative normative analysis method. The results show that: a) The proof of the criminal offense in participating the spread of fake news and causing trouble on verdict No. 225/PID.SUS/2021/PN.JKT.TIM judges make decisions based on the evidence of witness statements, statements of forensic linguistic experts and evidence. Thus, the statements of forensic linguists that are used as the basis for making decisions are considered as knowledge of the judge. Based on this the judge obtained a conviction of the defendant's guilt. Thus, the evidence that has been carried out has applied the evidence system according to the law in a negative way as in Article 183 of the Criminal Procedure Code b) The judge's consideration in making a decision on a crime is participating in broadcasting false news and causing trouble in the decision No. 225/PID.SUS/2021/PN.JKT.TIM has complied with the provisions of Article 14 paragraph (1) regarding the Criminal Law Regulations Jo Article 55 paragraph (1) 1 of the Criminal Code. However, according to the researcher, the sentence given by the judge is unsuitable because it does not pay attention to non-juridical aspects, especially regarding the profile of the accused in a comprehensive manner in the sentencing decision. | |
| 37894 | 44179 | H1C020007 | GEOLOGI DAN ESTIMASI SUMBERDAYA ENDAPAN NIKEL LATERIT MENGGUNAKAN METODE NEAREST NEIGHBOUR DAN INVERSE DISTANCE WEIGHTED BLOK CSW1A DAERAH WEDA, KABUPATEN HALMAHERA TENGAH, PROVINSI MALUKU UTARA | Daerah Halmahera Tengah, Maluku Utara terdapat kelompok batuan ultrabasa, salah satunya jenis batuan peridotit. Batuan peridotit merupakan salah satu ciri adanya keterdapatan unsur Ni, yang menjadi nilai komoditas tinggi untuk saat ini di Indonesia. Kajian mengenai kondisi geologi daerah penelitian, karakteristik geokimia, jenis batuan, pengkayaan unsur, dan model estimasi daerah tersebut sangat diperlukan dalam menggali potensi nikel laterit daerah tersebut. Topik utama yang dilakukan dalam penelitian adalah pemodelan dan estimasi menggunakan Metode Nearest Neighbor (NN) dan Inverse Distance Weight (IDW) yang didukung dengan kondisi geologi daerah penelitian. Kajian geologi yang dilakukan berupa analisis petrografi, dan analisis X-ray Fluoroscence (XRF). Tujuan utama penelitian untuk mengetahui model dan estimasi sumberdaya endapan nikel laterit sehingga memudahkan dalam melakukan penambangan serta dapat memperkirakan batas-batas penambangan berdasarkan hasil pemodelan dan estimasi sumberdaya. Selain itu, penelitian yang dilakukan bertujuan untuk membandingkan hasil dari dua metode yaitu Nearest Neighbor (NN) dan Inverse Distance Weight (IDW), kecenderunan dua hasil estimasi akan didapatkan pengaruh jarak terhadap suatu block estimasi. Data yang digunakan dalam pemodelan dan estimasi sumberdaya nikel laterit terdiri dari Data Collar, Data Assay, dan Data Survey. Metoda Pengolahan dan analisa data menggunakan grid sebesar 12,5M x 12,5M dengan tebal block 2M, serta kondisi unsur yang diestimasi berupa Ni, Fe dan MgO. Hasil estimasi sumberdaya terhadap kedua metode didapatkan metode Inverse Distance Weight (IDW) menunjukkan total tonase zona limonit sebesar 408.812 ton dengan rata-rata kadar Ni 1.11%, Fe 34.56%, dan MgO 4.23% serta zona saprolite sebesar 841.844 on dengan rata-rata kadar Ni 1.73%, Fe 21.81%, dan MgO 17.25%. Sedangkan, hasil estimasi sumberdaya Metode Nearest Neighbor (NN) dengan total tonase zona limonit sebesar 408.812 ton dengan rata-rata kadar Ni 1.11%, Fe 34.55%, dan MgO 4.16% serta zona saprolite sebesar 841.844 on dengan rata-rata kadar Ni 1.75%, Fe 21.71%, dan MgO 17.56%. Hal lain yang didapatkan bahwa metode NN memiliki hasil estimasi sama dengan titik bor terdakat. Sedangkan pada metode IDW masih memperhatikan arah persebaran kompositnya. | The Central Halmahera region of North Maluku contains ultrabasic rock groups, one of which is the peridotite rock type. Peridotite rock is one of the characteristics of the presence of Ni element, which is a high commodity value for now in Indonesia. Studies on the geological conditions of the study area, geochemical characteristics, rock types, element enrichment, and estimation models of the area are needed to explore the potential of nickel laterite in the area. The main topic of the research is modeling and estimation using the Nearest Neighbor (NN) and Inverse Distance Weight (IDW) methods, supported by the geological conditions of the study area. Geological studies are carried out in the form of petrographic analysis, and X-ray fluorescence (XRF) analysis,. The main objective of the research is to determine the model and resource estimation of nickel laterite deposits to facilitate mining and to estimate mining boundaries based on the results of modeling and resource estimation. In addition, the research conducted aims to compare the results of two methods, namely Nearest Neighbor (NN) and Inverse Distance Weight (IDW). The tendency of the two estimation results will determine the effect of distance on a block estimate. The data used in modeling and estimating nickel laterite resources consists of collar data, assay data, and survey data. The data processing and analysis method uses a grid of 12.5 m x 12.5 m with a block thickness of 2 m, and the estimated elemental conditions are Ni, Fe, and MgO. The results of resource estimation of the two methods obtained by the Inverse Distance Weight (IDW) method show the total tonnage of the limonite zone of 408,812 tons with an average grade of Ni 1.11%, Fe 34.56%, and MgO 4.23% and the saprolite zone of 841,844 ounces with an average grade of Ni 1.73%, Fe 21.81%, and MgO 17.25%. Meanwhile, the resource estimation results of the Nearest Neighbor (NN) method show a total tonnage of the limonite zone of 408,812 tons with an average grade of Ni 1.11%, Fe 34.55%, and MgO 4.16% and the saprolite zone of 841,844 tons with an average grade of Ni 1.75%, Fe 21.71%, and MgO 17.56%. Another thing that is obtained is that the NN method has the same estimation results as the location of the drill points. While the IDW method still pays attention to the direction of the composite distribution. | |
| 37895 | 40586 | H1B019018 | EVALUASI PENERAPAN SISTEM KESELAMATAN KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG (STUDI KASUS BANGUNAN GEDUNG DI KAWASAN GEODIVERSITAS INDONESIA DI KARANGSAMBUNG KEBUMEN) | Perkembangan struktur bangunan yang semakin kompleks dan penggunan bangunan yang semakin tinggi, membuat pihak pemilik atau pengembang bangunan harus mulai memikirkan Fire Safety Protection. Bahaya kebakaran tidak hanya merusak bangunan gedung saja, tapi bisa menyebabkan korban jiwa, dan kerugian materil seperti kehilangan aset dan harta benda di dalamnya. Untuk pencegahan kebakaran tersebut, penulis menggunakan pedoman pemeriksaan keselamatan kebakaran bangunan gedung (Pd-T-11-2005-C) yang dikelurkan oleh Badan Litbang PU Departemen Pekerjaan Umum. Walaupun penelitian ini sudah banyak dilakukan di gedung-gedung tinggi di Indonesia, tapi belum ada penelitian untuk bangunan gedung dengan aktivitas yang tinggi di daerah yang tidak mudah untuk dijangkau atau bisa disebut tidak berada di perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi dan asesmen sistem proteksi bangunan dari bahaya kebakaran di gedung Kawasan Geodiversitas Indonesia. Metode yang dilakukan yaitu metode deskriptif – kuantitatif untuk mengetahui nilai keandalan keselamatan kebakaran gedung berdasarkan Peraturan Pd-T-11-2005-C tentang Pemeriksaan Keselamatan Kebakaran Bangunan Gedung, dan deskriptif - kualitatif atau dengan wawancara untuk mengetahui manajemen kebakaran. Hasil yang didapat yaitu nilai keandalan keselamatan kebakaran bangunan yang mendapatkan nilai B (94,36) untuk gedung Geoteknologi, nilai B (94,36) untuk gedung Geokonservasi, nilai B (94,93) untuk gedung Dormitory di Kawasan Geodiversitas Indonesia serta rencana anggaran biaya sebesar Rp.1.218.718 untuk beberapa komponen yang belum tersedia yaitu APAR dan sprinkler. Kemudian dilakukan proses evaluasi manajemen kebakaran yang belum terlaksana dengan baik di Kawasan Geodiversitas Indonesia. | The development of building structures that are increasingly complex and the use of buildings is increasingly high, forcing building owners or developers to start thinking about Fire Safety Protection. The fire hazard does not only damage buildings, but can cause loss of life and material losses such as loss of assets and property inside. To prevent these fires, the author uses the building fire safety inspection guidelines (Pd-T-11-2005-C) issued by the Public Works Research and Development Agency, Ministry of Public Works. Although this research has been carried out in many tall buildings in Indonesia, there has been no research on buildings with high activity in areas that are not easy to reach or can be called not in urban areas. This study aims to identify and assess building protection systems from fire hazard in Indonesian Geodiversity Area buildings. The method used is descriptive - quantitative method to determine the reliability value of building fire safety based on Regulation Pd-T-11-2005-C concerning Building Fire Safety Inspection, and descriptive - qualitative or by interviewing to determine fire management. The results obtained are the reliability value of building fire safety which gets a B score (94.36) for Geotechnology buildings, a B score (94.36) for Geoconservation buildings, a B score (94.93) for Dormitory buildings in the Indonesian Geodiversity Area and a budget plan a fee of Rp.1,218,718 for several components that are not yet available, namely fire extinguishers and sprinklers. Then evaluate fire management that has not been implemented properly in the Indonesian Geodiversity Area. | |
| 37896 | 40612 | K1C019078 | ANALISIS WIND SHEAR DAN KORELASINYA DENGAN MICROBURST MENGGUNAKAN PEMODELAN WEATHER RESEARCH AND FORECASTING (WRF) | Proses lepas landas (take-off) dan mendarat (landing) merupakan dua hal yang krusial dalam proses penerbangan di bandara. Dalam pengamatan untuk kedua proses tersebut terdapat fenomena yang mengancam keselamatan penerbangan. Fenomena wind Shear dan microburst sangat berpotensi dalam bahaya penerbangan. Penelitian ini akan fokus membahas bagaimana korelasi wind shear dengan microburst menggunakan pemodelan WRF di Bandara Internasional Kertajati dengan meninjau beberapa kejadian ekstrim perubahan kecepatan angin pada tahun 2021. Berdasarkan hasil analisis data kejadian gusts wind lima kejadian ekstrim pada tanggal 02, 04, 09 Januari 2021, 06 Juli 2021, dan 11 Desember 2021 menunjukkan bahwa dengan adanya kecepatan angin sebesar 1,6%- 4,2% frekuensi angin yang berhembus diatas 22 knot pada hari kejadian hal ini yang mengindikasi adanya wind shear. Untuk memperjelas fenomena ini dilakukan pediksi menggunakan WRF (Weather Research Forecasting) dengan suhu puncak awan yang teramati sebesar -73,1°C. Besar ketinggian dan ketebalan awan juga memperkuat hadirnya awan Cumulonimbus (Cb) pada saat kejadian, dengan ketinggian hingga 18 km dan ketebalan awan mencapai 150 dengan presipitasi mencapai 50 mm/jam. | Take-off and landing processes are two crucials in the flight process at the airport. In the observations for both processes, there are phenomena that threaten flight safety. The phenomenon of wind shear and microburst is very potential aviation hazard. This research is focus on discussing how to correlate wind shear with microbursts using Weather Research and Forecasting (WRF) modeling at Kertajati International Airport by reviewing several extreme events of changes in wind speed in 2021. Based on the results of data analysis of five extreme gusts of wind events on 02, 04, 09 January 2021, July 6, 2021, and December 11, 2021, showed that with wind speeds at approximately 1.6%-4.2% of the frequency of winds blowing above 22 knots on the day of the incident, this indicated wind shear. To clarify this phenomenon, predictions were made using WRF with the observed cloud top temperature of -73.1°C. The height and thickness of the clouds also strengthened the presence of Cumulonimbus (Cb) clouds at the time of the incident, with a height of up to 18 km and a cloud thickness of up to 150 with precipitation reaching 50 mm/hour. | |
| 37897 | 40611 | C1A019018 | ANALISIS PENGARUH NILAI TUKAR RUPIAH, PERTUMBUHAN EKONOMI, DAN GLOBALISASI EKONOMI TERHADAP INVESTASI LANGSUNG ASING INDONESIA TAHUN 1991-2021 | Negara sedang berkembang seperti Indonesia sangat membutuhkan dana yang cukup besar sebagai sumber pembiayaan dalam negeri untuk mengejar ketertinggalan pembangunan dari negara maju. Untuk memenuhi pembiayaan yang cukup besar selain menggali sumber pembiayaan dalam negeri, Indonesia juga memerlukan penanaman modal asing (PMA) yang sangat penting dalam menunjang pembangunan negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan investasi langsung asing di Indonesia dengan memperhatikan indikator nilai tukar rupiah, pertumbuhan ekonomi domestik, dan globalisasi ekonomi. Lokasi yang menjadi objek penelitian ini adalah Negara Indonesia. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap investasi langsung asing, sementara nilai tukar rupiah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap investasi langsung asing di Indonesia, dan variabel globalisasi ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap investasi langsung asing di Indonesia. Sementara itu, nilai tukar rupiah, pertumbuhan ekonomi, dan globalisasi ekonomi secara bersama sama berpengaruh terhadap investasi langsung asing di Indonesia. Implikasi penelitian ini yaitu pemerintah diharapkan dapat memberikan kebijakan yang dapat mengendalikan nilai tukar rupiah, dan menjaga perkembangan perekonomian dalam negeri agar pertumbuhan ekonomi dapat meningkat sehingga globalisasi ekonomi dapat berpengaruh positif dan memberikan dampak yang nyata terhadap masuknya investasi langsung asing di Indonesia. Kata Kunci: Nilai Tukar Rupiah, Pertumbuhan Ekonomi, Globalisasi Ekonomi, Investasi Langsung Asing | Development country such as Indonesia requires a large funds as a source of domestic financing to pursue the development of the other developed country. In order to fulfill the sizable financing, aside from exploring domestic financing sources, Indonesia also requires foreign direct investment (FDI), which is very important to supporting the country's development. The purpose of this study was to analyze the effect of the rupiah exchange rate, economic growth and economic globalization on foreign direct investment in Indonesia. The object of this research is located in Indonesia. The type of data used in this study is secondary data obtained from world bank. The analytical method used is multiple regression analysis or called the ordinary least square. The results of this study indicate that economic growth has no significant effect on foreign direct investment, while the rupiah exchange rate has a negative and significant effect on foreign direct investment in Indonesia, and the variable of economic globalization has a positive and significant effect on foreign direct investment in Indonesia. Meanwhile, the rupiah exchange rate, economic growth, and economic globalization simultaneously affect foreign direct investment in Indonesia. The implication of this research is that the government is expected to be able to provide policies that can control the rupiah exchange rate, and maintain domestic economic development so that economic growth can increase and the economic globalization can have a positive effect and have a real impact on the entry of foreign direct investment in Indonesia. | |
| 37898 | 44282 | I1E020057 | Pengaruh Model Latihan Y-Passing Dan Box Passing Terhadap Peningkatan Ketepatan Passing Pada Ekstrakurikuler Futsal SMA Negeri 1 Kutowinangun | ABSTRAK PENGARUH MODEL LATIHAN Y-PASSING DAN BOX PASSING TERHADAP PENINGKATAN KETEPATAN PASSING PADA EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMA NEGERI 1 KUTOWINANGUN Amin Juli Astriada1, Rohman Hidayat2, Galih Yoga Santiko2 Latar Belakang: Berdasarkan hasil observasi awal terdapat beberapa masalah yang ditemui, salah satunya yaitu akurasi passing yang kurang bagus, sehingga perlu adanya latihan untuk meningkatkan ketepatan passing futsal. Metodelogi: Penelitian termasuk metode eksperimen. Sampel berjumlah 20 siswa menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes mengumpan dan mengontrol bola dari Abdul Narlan (2017). Kriteria penskoran menggunakan PAN. Analisis data, yaitu uji prasyarat (uji normalitas & uji homogenitas) serta uji hipotesis (uji paired sample t-test & uji independent sample t-test) dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil Penelitian: Hasil uji normalitas berdistribusi normal karena nilai signifikan > 0,05. Hasil uji homogenitas termasuk distribusi data homogen karena nilai signifikan > 0,05. Hasil uji paired sample t-test nilai t hitung kelompok y-passing 13,500 dan kelompok box passing 8,485 > dari nilai t tabel 2,109 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil uji independent sample t-test tidak terdapat pengaruh yang signifikan karena 0,89 > 0,05. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari model latihan y-passing dan box passing terhadap peningkatan ketepatan passing. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara y-passing dan box passing. Saran: Model latihan y-passing dan box passing dapat digunakan sebagai tambahan variasi latihan untuk meningkatkan keterampilan passing futsal. Kata Kunci: Futsal, passing, y, box, ketepatan | ABSTRACT THE INFLUENCE OF Y-PASSING AND BOX PASSING TRAINING MODELS ON INCREASING PASSING ACCURACY IN THE FUTSAL EXTRACURRICULAR OF SMA NEGERI 1 KUTOWINANGUN Amin Juli Astriada1, Rohman Hidayat2, Galih Yoga Santiko2 Background: Based on the results of initial observations, several problems were encountered, one of which was poor passing accuracy, so there was a need for training to improve futsal passing accuracy. Methodology: Research includes experimental methods. The sample consisted of 20 students using purposive sampling. The research instrument used the passing and ball control test from Abdul Narlan (2017). Scoring criteria use PAN. Data analysis, namely prerequisite tests (normality test & homogeneity test) and hypothesis tests (paired sample t-test & independent sample t-test) with the help of SPSS version 25. Research Results: The results of the normality test are normally distributed because the significant value is > 0.05. The homogeneity test results include homogeneous data distribution because the significant value is > 0.05. The results of the paired sample t-test, the calculated t value for the y-passing group is 13,500 and the box passing group is 8,485 > the t table value is 2,109 so that Ha is accepted and Ho is rejected. The results of the independent sample t-test did not have a significant effect because 0.89 > 0.05. Conclusion: There is a significant influence of the y-passing and box passing training models on increasing passing accuracy. There is no significant influence between y-passing and box passing. Suggestion: Y-passing and box passing training models can be used as additional training variations to improve futsal passing skills. Keywords: Futsal, passing, y, box, accuracy | |
| 37899 | 40635 | F1C016035 | Analisis Semiotika Manga Horror Karangan Junji Ito | Manga dan Anime menjadi semakin populer dan dikenal masyarakat di seluruh dunia. Tidak heran bahwa banyak masyarakat di luar Jepang yang mengetahui informasi seputar bahasa dan kebudayaan Jepang melalui media Manga dan Anime. Salah satu karya populer itu adalah manga karangan Junji ito. Peneliti memiliki tujuan untuk mencari deskripsi kritik sosial dalam media fiksi dalam hal ini melalui medium manga, mengetahui pesan kritik sosial yang disampaikan dalam serial manga karangan Junji Ito serta mengetahui penyampaian pesan kritik sosial dalam serial manga karangan Junji Ito. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivistik serta melalui analisis semiotika untuk mengetahui kritik sosial yang tersirat dalam kisah Enigma of Amigara Faults Sasaran dari penelitian ini adalah salah satu cerita manga karangan Junji ito berjudul Enigma of Amigara Faults. Adapun hasil penelitian ini menemukan bahwa kritik sosial yang berada pada cerita tersebut merupakan kritik akan sikap konformitas | Manga dan Anime menjadi semakin populer dan dikenal masyarakat di seluruh dunia. Tidak heran bahwa banyak masyarakat di luar Jepang yang mengetahui informasi seputar bahasa dan kebudayaan Jepang melalui media Manga dan Anime. Salah satu karya populer itu adalah manga karangan Junji ito. Peneliti memiliki tujuan untuk mencari deskripsi kritik sosial dalam media fiksi dalam hal ini melalui medium manga, mengetahui pesan kritik sosial yang disampaikan dalam serial manga karangan Junji Ito serta mengetahui penyampaian pesan kritik sosial dalam serial manga karangan Junji Ito. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivistik serta melalui analisis semiotika untuk mengetahui kritik sosial yang tersirat dalam kisah Enigma of Amigara Faults Sasaran dari penelitian ini adalah salah satu cerita manga karangan Junji ito berjudul Enigma of Amigara Faults. Adapun hasil penelitian ini menemukan bahwa kritik sosial yang berada pada cerita tersebut merupakan kritik akan sikap konformitas Abstract Manga and Anime are gaining popularity among the public of the world. its no surpise that people outside japan has knowledge about Japanese language and culture through the medium of manga and anime. One such popular works are manga by the famed author Junji Ito. Here, researcher are aiming to describe elements of social critique in media of fiction in this case through the medium of manga, and find out what kind of social critique is in the works of Junji Ito and how is it delivered. This research is using qualitative method with constructivist paradigm using semiotic analysis to find out the social critique inside the story of Enigma of Amigara Faults. The object of this reasearch is one of many works written by the esteemed Junji Ito, Enigma of Amigara Faults. This research find out that the social critique inside this particular works are that of conformity. | |
| 37900 | 44723 | H1A020038 | Analisis Pengaruh Filter Pasif Jenis Single Tuned dan Pengaruhnya Terhadap Nilai Harmonisa Pada Jaringan Distribusi Listrik | Kualitas daya listrik adalah salah satu indikator tingkat keandalan pada sistem tenaga listrik yang penting. Kualitas daya listrik mencakup berbagai parameter dan karakteristik yang mencerminkan sejauh mana listrik yang disediakan dapat memenuhi standar dan kebutuhan pengguna. Salah satu parameter kualitas daya listrik memiliki dampak yang signifikan adalah distorsi harmonisa. Beban non-linear pada jaringan distribusi listrik menjadi penyebab utama terjadinya gangguan harmonisa seperti transformator, VSD, VFD, Soft Starter, dan jenis beban non-linier lainnya. Dampak yang ditimbulkan harmonisa diantaranya pemanasan berlebih pada peralatan listrik, kenaikan nilai rms, meningkatkan kerugian daya pada sistem distribusi listrik, penurunan faktor daya, serta mengurangi umur motor induksi dan peralatan kelistrikan. IEEE 519-2014 berisi tentang standar harmonisa dengan indeks THD (Total harmonic distortion) sebesar 8,0% dan TDD (Total Demand Distortion) sebesar 5,0% untuk sebuah jaringan yang optimal. Solusi dari distorsi harmonisa yang melebihi standar dapat direduksi dengan filter pasif jenis single-tuned dimana alat tersebut bekerja dengan mengalirkan arus harmonisa melalui rangkaian filter ini dan tidak mengalir ke sistem. Pada penelitian ini dilakukan analisis terkait dengan bagaimana cara mereduksi harmonisa dengan merancang filter pasif single-tuned. Analisis dilakukan dengan melakukan perhitungan kapasitas filter pasif single-tuned dengan perhitungan manual dan simulasinya pada software ETAP 16.0.0. Dengan bantuan perangkat lunak Electrical Power Analysis Software (ETAP), filter yang telah dirancang kemudian disimulasikan untuk menguji kinerjanya. | Electric power quality is an important indicator of the level of reliability in an electric power system. Electric power quality includes various parameters and characteristics that reflect the extent to which the electricity provided can meet user standards and needs. One of the electrical power quality parameters that has a significant impact is harmonic distortion. Non-linear loads on the electricity distribution network are the main cause of harmonic disturbances such as transformers, VSDs, VFDs, Soft Starters, and other types of non-linear loads. The impacts caused by harmonics include excessive heating of electrical equipment, increasing the RMS value, increasing power losses in the electrical distribution system, decreasing power factor, and reducing the life of induction motors and electrical equipment. IEEE 519-2014 contains harmonic standards with a THD (Total harmonic distortion) index of 8.0% and TDD (Total Demand Distortion) of 5.0% for an optimal network. The solution to harmonic distortion that exceeds the standard can be reduced with a single-tuned passive filter, where the tool works by flowing harmonic currents through this filter circuit and not flowing into the system. In this research, an analysis was carried out regarding how to reduce harmonics by designing a single-tuned passive filter. The analysis was carried out by calculating the capacity of a single-tuned passive filter using manual calculations and simulations in ETAP 16.0.0 software. With the help of Electrical Power Analysis Software (ETAP), the filter that has been designed is then simulated to test its performance. |