Artikelilmiahs

Menampilkan 37.781-37.800 dari 48.974 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3778144266C1C020053Pengaruh Karakteristik Komite Audit terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Studi Empiris pada Perusahaan di Sektor Keuangan yang Terdaftar di BEI Tahun 2020-2022)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tentang pengaruh positif antara karakteristik komite audit yang mencakup ukuran komite audit, keahlian keuangan komite audit, frekuensi rapat komite audit, dan independensi komite audit terhadap kualitas laporan keuangan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Data yang diambil dalam penelitian ini berupa data sekunder yang berasal dari laporan tahunan perusahaan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang termasuk dalam sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020-2022, yaitu sebanyak 100 perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling sebanyak 88 perusahaan dan data penelitian sebanyak 264 data. Hasil uji menggunakan regresi data panel menunjukkan bahwa: (1) Ukuran komite audit tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan, (2) Keahlian keuangan komite audit berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan, (3) Frekuensi rapat komite audit tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan, dan (4) Independensi komite audit tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. Implikasi yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah perusahaan agar dapat mencermati peraturan yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan terkait komite audit yang dimilikinya beserta karakteristik yang ada di dalamnya. Perusahaan juga diharapkan dapat memperhatikan kembali pedoman pengungkapan informasi dalam laporan tahunan sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan yang berlaku. Dengan demikian, perusahaan dapat memenuhi harapan para pemangku kepentingan dengan penyampaian informasi yang transparan dan berkualitas.This research aims to determine and analyse the positive influence of audit committee characteristics which include the size of the audit committee, the financial expertise of the committee audit, the frequency of audit committee meetings, and the independence of the audit committee on the quality of financial reports. This research is included in quantitative research with a causal associative approach. The data taken in this research is secondary data from the company’s annual report. The population used in this research is financial sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2020-2022, totalling 100 companies. The sampling technique used in this research was purposive sampling of 88 companies and 264 research data. Test results using panel data regression show that: (1) The size of audit committee has no effect on the quality of financial reports, (2) Audit committee financial expertise has a positive effect on the quality of financial reports, (3) Audit committee meeting frequency has no effect on the quality of financial reports, and (4) Audit committee independence has no effect on the quality of financial reports. The implication obtained from the results of this research is that companies can pay attention to the regulations issued by the Financial Services Authority regarding their audit committees and their characteristics. Companies are also expected to pay attention to the guidelines for disclosing information in annual reports in accordance with the applicable Financial Services Authority Circular Letter. Thus, companies can meet the expectations of stakeholders by providing transparent and quality information.
3778244263K1C020007Analisis Karakteristik Percentage Depth Dose (PDD) dan Profil Dosis pada Pesawat Cobalt-60 Menggunakan Program PHITSUji dan kendali mutu pada pesawat radioterapi Cobalt-60 dilakukan untuk mengetahui keluaran berkas radiasi. Berkas radiasi perlu diverifikasi lebih lanjut dengan melakukan simulasi pesawat Cobalt-60 menggunakan metode Monte Carlo. Kualitas berkas radiasi dapat dilihat dari distribusi dosis dan profil berkas radiasi di dalam phantom air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persentase dosis pada kedalaman (PDD) dan profil dosis radiasi sehingga menjadi referensi dalam pengukuran eksperimen menggunakan TPS radioterapi. Penelitian dilakukan menggunakan metode Monte Carlo program PHITS untuk membuat model unit kepala pesawat Cobalt-60 beserta phantom air. Simulasi PHITS menghasilkan transport partikel di sepanjang komponen unit kepala pesawat Cobalt-60 dan phantom air, sehingga dapat diketahui distribusi dosis radiasi di dalam phantom air. Hasil penelitian mencakup spektrum energi radiasi sinar gamma, kurva PDD, dan kurva profil dosis. Spektrum energi radiasi sinar gamma terjadi puncak energi pada energi 1,17 dan 1,33 MeV, kurva PDD dengan nilai faktor build-up pada kedalaman 0,5 cm sesuai dengan referensi, serta kurva profil dosis menunjukkan bahwa keluaran sinar gamma dapat digunakan untuk terapi pada kedalaman 0,5 dan 10 cm dengan nilai Flatness < 5%.Test and quality control on the Cobalt-60 radiotherapy device is carried out to determine the radiation beam output. The radiation beam needs to be further verified by simulating the Cobalt-60 beam plane using the Monte Carlo method. Radiation beam quality can be seen from the dose distribution and radiation beam profile in the water phantom. This study aims to analyze the percentage depth dose (PDD) and radiation dose profile so that it becomes a reference in experimental measurements using radiotherapy TPS. The research was conducted using the Monte Carlo method of PHITS program to model the Cobalt-60 head beam plane unit along with the water phantom. PHITS simulation produces particle transport along the components of the Cobalt-60 head beam plane unit and water phantom, so that the radiation dose distribution in the water phantom can be known. The results include gamma radiation energy spectrum, PDD curve, and dose profile curve. The energy spectrum of gamma radiation has energy peaks at 1.17 and 1.33 MeV, the PDD curve with the value of the build-up factor at a depth of 0.5 cm is in accordance with the reference, and the dose profile curve shows that the output of gamma rays can be used for therapy at a depth of 0.5 and 10 cm with a Flatness value <5%.
3778340528K1A019064PENURUNAN NILAI BOD, COD DAN TSS MENGGUNAKAN MEMBRAN SELULOSA ASETAT DARI KULIT JAGUNG DENGAN PENAMBAHAN PS-MSG PADA LIMBAH CAIR BATIKKulit jagung merupakan salah satu tanaman yang mengandung selulosa yang cukup tinggi, sehingga kulit jagung dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan membran selulosa asetat dengan cara mensintesis selulosa dengan proses asetilasi. Membran selulosa asetat dibuat melalui metode inversi fasa dengan penambahan aditif PS-MSG untuk meningkatkan kinerjanya. Membran merupakan lapisan tipis yang dapat digunakan untuk filtrasi sehingga dapat menurunkan nilai BOD, COD, dan TSS limbah cair batik. Membran selulosa asetat dari kulit jagung dibuat variasi penambahan MSG yaitu 0, 6, dan 12%. Berdasarkan penelitian ini, penambahan MSG 6% merupakan hasil terbaik untuk menurunkan nilai BOD, COD, dan TSS limbah cair batik. Limbah cair batik hasil filtrasi dengan membran SA-PS + MSG 6% mengalami penurunan nilai BOD, COD, dan TSS berturut-turut sebesar 52,16, 128, dan 48 mg/L dan dengan persentase penurunan sebesar 57,1, 63,6, dan 55,5%.Corn husk is one of many various types of plants that has a high cellulose. The corn husk can be used as a raw material for making cellulose acetate membranes by synthesizing cellulose with the acetylation process. Cellulose acetate membranes are made through phase inversion methode by adding PS-MSG additives to improve their performance. Membrane is a thin layer that can be used for filtration so that it can lower the BOD, COD, and TSS values of the batik liquid waste The cellulose acetate membrane of corn husk is made in variations of the addition of MSG i.e 0.6, and 12%. The result of this study, the addition of 6% MSG is the best result for reducing the BOD, COD, and TSS values of batik liquid waste. The result showed that filtration with SA-PS + MSG membranes 6% decreases in BOD, COD, and TSS values by 52.16, 128, and 48 mg/L and the percentation were 57.1, 63.6, and 55.5%.
3778440529D1A019081KONSUMSI DAN KECERNAAN BAHAN KERING PAKAN SAPI BALI JANTAN YANG DISUPLEMENTASI COMPLETE RUMEN MODIFIERTujuan penelitian adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian Complete Rumen Modifier (CRM) terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering pakan sapi bali jantan serta memberikan solusi pencegahan asidosis pada sapi. Materi yang digunakan yaitu 3 ekor sapi bali jantan umur 24 bulan dengan rata-rata bobot badan 209kg. Rancangan penelitian menggunakan RBSL 3x3, perlakuan yang diuji yaitu P1 (jerami padi + konsentrat 2% dari bobot badan), P2 (P1 + CRM 0,5% dari BK konsentrat), dan P3 (P1 + CRM 1% dari BK konsentrat). Variabel yang diukur yaitu konsumsi dan kecernaan Bahan Kering (BK), data yang diperoleh diuji menggunakan analisis variansi dan uji Orthogonal Polynomial. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pakan perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan Bahan Kering (BK). Uji Orthogonal Polynomial menunjukkan bahwa semakin tinggi pemberian CRM sampai taraf 1%, konsumsi dan kecernaan bahan kering semakin meningkat secara linier masing-masing dengan persamaan y = 4,41x + 63,10 dengan r2=0,50 dan y = 5,79x + 70,43 dengan r2=0,84. Kesimpulan yang diperoleh yaitu pemberian pakan konsentrat dengan penambahan CRM sampai taraf 1% dapat meningkatkan konsumsi dan kecernaan BK. The purpose of this study was to examine the effect of Complete Rumen Modifier (CRM) administration on dry matter consumption and digestibility of male Bali cattle feed and to provide a solution to prevent acidosis in cattle. The material used was 3 male Bali cattle aged 24 months with an average body weight of 209 kg. The research design used RBSL 3x3, the treatments tested were P1 (rice straw + 2% concentrate of body weight), P2 (P1 + CRM 0.5% from DM concentrate), and P3 (P1 + CRM 1% from DM concentrate). The variables measured were consumption and digestibility of dry matter (BK), the data obtained was tested using analysis of variance and the Orthogonal Polynomial test. The results of the analysis of variance showed that the treated feed had a significant effect (P<0.05) on consumption and dry matter digestibility (BK). The Orthogonal Polynomial test shows that the higher the administration of CRM up to 1% level, the consumption and digestibility of dry matter increases linearly respectively with the equation y = 4,41x + 63,10 with r2=0,50 dan y = 5,79x + 70,43 with r2=0,84. The conclusion obtained is that the provision of concentrate feed with the addition of CRM up to 1% level can increase consumption and digestibility of BK.
3778540530H1B019013ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN PADA BANJIR PESISIR DI PEKALONGAN DENGAN PEMODELAN HEC-RAS 2D STUDI KASUS DAS KUPANGBanjir pesisir (rob) akhir – akhir ini sering melanda wilayah Pekalongan yang terletak di DAS Kupang. Banjir pesisir ini merupakan banjir yang terjadi akibat pasang air laut lebih tinggi dari bibir bantai atau daratan di pesisir pantai, sehingga mengakibatkan air laut masuk ke daratan dan terjadi banjir di wilayah tersebut. Salah satu penyebab yang memperparah banjir rob adalah perubahan tata guna lahan. Pada Tahun 2018, terdapat 5 Kecamatan pada 20 Desa di Kabupaten Pekalongan dan 1 Kecamatan pada 7 Kelurahan di Kota Pekalongan yang terdampak banjir rob. Banjir terbesar juga terjadi baru – baru ini yaitu pada 5 Februari 2022 dimana terdapat 32.332 korban jiwa dan 5.978 rumah yang terdampak banjir rob. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dimana penulis menggunakan data spasial dan data hidrologi yang diperoleh secara tidak langsung (data sekunder). Metode penelitian ini dimulai dari analisis hidrologi dengan data curah hujan selama 10 tahun terakhir dan dilanjutkan dengan simulasi HEC-RAS 2D dengan menggunakan peta tata guna lahan 2011 dan 2019 untuk mengatahui luas sebaran daerah yang terdampak banjir. Berdasarkan hasil simulasi model banjir, tampak bahwa luas limpasan banjir pada tahun 2011 sebesar 21,23 km2, sedangkan pada tahun 2019 sebesar 21,06 km2 dimana luas sebaran banjir tersebut masih tinggi dan tidak pengalami penurunan yang signifikan. Kedalaman banjir pada wilayah pemukiman tahun 2011 hingga 2019 juga mengalami peningkatan. Atas kondisi ini penulis memberikan upaya alternatif yang dapat dilakukan pemerintahan daerah sekitar DAS Kupang dalam menangani banjir dengan membagi 2 wilayah antara daerah hulu dan hilir.Coastal floods (rob) have recently frequently struck the Pekalongan region, located in the Kupang Watershed. These coastal floods occur when high tides exceed the elevation of the coastal areas, resulting in seawater entering the land and causing flooding in the affected areas. One of the exacerbating factors of rob floods is the change in land use. In 2018, five districts comprising 20 villages in the Pekalongan Regency and one district consisting of seven urban villages in the city of Pekalongan were affected by rob floods. The largest flood occurred recently on February 5, 2022, resulting in 32.332 fatalities and 5.978 houses being impacted by rob floods. The research method used in this study was quantitative research, where the author utilized spatial data and hydrological data obtained indirectly (secondary data). The research method began with hydrological analysis using rainfall data from the past 10 years, followed by 2D HEC-RAS simulation using land use maps from 2011 and 2019 to determine the extent of the flood-affected areas. Based on the flood simulation results, it is evident that the flood extent in 2011 covered an area of 21,23 km2, while in 2019, it was 21,06 km2, indicating a high and relatively unchanged flood extent. The flood depth in residential areas also increased from 2011 to 2019. Given these conditions, the author proposes alternative measures that local authorities in the Kupang Watershed area can undertake to address the floods by dividing the region into two areas: the upstream and downstream areas.
3778640531B1B019009Morphological and molecular Tracing of Two Ornamental Vampire Crabs from Central JavaGeosesarma dennerle dan G. hagen memiliki karakteristik yang mirip berdasarkan karapas persegi, gigi orbit luar yang besar, segitiga, melengkung ke luar, ujung melampaui karapas lateral dan spesies air tawar sepenuhnya, tetapi mereka dapat dibedakan dengan variasi warna pada karapas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Asymp. sig pada tabel uji Mann-Whitney U adalah 0,988. Berdasarkan hipotesis (0,988 > 0,05), hasil tersebut menggambarkan bahwa tidak terdapat perbedaan morfometrik yang signifikan antara Geosesarma dennerle dan G. hagen.
Referensi gen COI G. dennerle dan G. hagen tidak tersedia di GenBank dan juga gen 16s RNA dari G. dennerle. Namun, urutan RNA 16s untuk G. hagen dari tangkapan alam, seperti BIC-0552, BIC-0553, BIC-0554, BIC-0555, dan BIC-0556, memiliki identitas berpasangan masing-masing sekitar 99,6%, 99,6%, 99,4%, 99,6%, dan 99,6%. Sementara itu, sampel perdagangan G. hagen, BIC-0565, memiliki identitas berpasangan sebesar 99,6% dibandingkan dengan G. hagen pada GenBank untuk gen RNA 16s [Tsang et al., 2022]. Pohon filogenetik menunjukkan dua perbedaan klade antara Geosesarma hagen dan G. dennerle, dengan nilai bootstrap pendukung di atas 70. Ambang batas jarak genetik antara Geosesarma dennerle dan G. hagen adalah 1,8%, sedangkan Geosesarma sp.1 (BIC-0562) memiliki kisaran yang relatif lebih besar sekitar 17,4-18,5% dibandingkan dengan G. hagen dan sekitar 17,6-19,8% dibandingkan dengan G. denner le, sedangkan Geosesarma sp.2 (BIC-0566) memiliki rentang jarak genetik yang lebih rendah masing-masing sekitar 2,8-3,4% dan 2,5-18,1% untuk Geosesarma hagen dan G. dennerle.
Geosesarma dennerle and G. hagen have similar characteristics based on square carapace, large outer orbit teeth, triangular, outwardly curved, tip extends beyond lateral carapace and completely freshwater species, but they can be distinguished by color variations on the carapace. The results show that the value of Asymp. sig in the Mann-Whitney U test table is 0.988. Based on the hypothesis (0.988 > 0.05), the results illustrate that there are no significant morphometric differences between Geosesarma dennerle and G. hagen.
The references of COI gene of G. dennerle and G. hagen were not available on GenBank and 16s RNA gene of G. dennerle as well. However, the 16s RNA sequences for G. hagen from natural catch, such as BIC-0552, BIC-0553, BIC-0554, BIC-0555, and BIC-0556, have pairwise identities about 99.6%, 99.6%, 99.4%, 99.6%, and 99.6%, respectively. Meanwhile, trade sample G. hagen, BIC-0565, has a pairwise identity of 99.6% compared to G. hagen on GenBank for 16s RNA gene [Tsang et al., 2022]. The phylogenetic trees show a two differences clade between Geosesarma hagen and G. dennerle, with supporting bootstrap value aboves 70. The genetic distance threshold between Geosesarma dennerle and G. hagen is at 1.8%, while Geosesarma sp.1 (BIC-0562) has a relatively larger range approximately 17.4-18.5% compared to G. hagen and around 17.6-19.8% compared to G. dennerle, whereas Geosesarma sp.2 (BIC-0566) has lower ranges of genetic distance about 2.8-3.4% and 2.5-18.1% for Geosesarma hagen and G. dennerle, respectively.
3778740532F1A016076Penerimaan Keluarga terhadap Penderita Gangguan Jiwa di Desa Cikidang, Kecamatan Cilongok, Kabupaten BanyumasKeluarga merupakan unit terkecil dari sistem sosial yang mengatur proses pemenuhan
kebutuhan. Dalam proses pemenuhan kebutuhan tersebut seringkali terdapat berbagai
masalah yang muncul sebagai akibat dari interaksi anggota keluarga yang tidak kondusif.
Salah satu masalah yang bisa terjadi dalam keluarga adalah masalah kesehatan jiwa. Desa
Cikidang merupakan desa terkecil di Kecamatan Cilongok dengan jumlah penduduk tidak
lebih dari 3.356 jiwa. Dari jumlah tersebut beberapa diantaranya mengalami masalah
kesehatan jiwa. Masyarakat yang terkena gangguan jiwa di Desa Cikidang disebabkan
faktor himpitan ekonomi dan juga perceraian.
Penelitian berjudul “Penerimaan Keluarga terhadap Penderita Gangguan Jiwa di Desa
Cikidang, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas” ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana proses penerimaan keluarga terhadap penderita gangguan jiwa di Desa
Cikidang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan
purposive sampling dalam memilih sasaran penelitian. Metode yang digunakan adalah
wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
proses penerimaan diri keluarga penderita gangguan jiwa terjadi penolakan di awal, tetapi
seiring berjalannya waktu masing-masing keluarga mulai menerima keaadan yang dialami.
Semua informan penelitian melewati tahap penolakan, tahap marah, tahap tawar
menawar, tahap depresi dan akhirnya sampai pada tahap penerimaan. Setelah melakukan
penerimaan terhadap keadaan yang dialami, masing-masing keluarga melakukan proses
integrasi terhadap sistem keluarga yang baru. Terdapat dua pengintegrasian keluarga
terhadap penderita gangguan jiwa yaitu dengan pengekangan dan pemberian kebebasan
berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Penerimaan tersebut juga disebabkan adanya dukungan positif dari lingkungan sekitar
yang mayoritas masih terikat hubungan persaudaraan. Diharapkan pemahaman yang baik
dari masyarakat akan menghilangkan stigma negatif terhadap penderita gangguan jiwa.
The family is the smallest unit of the social system that regulates the process of fulfilling needs. In the process of fulfilling these needs, there are often various problems that arise as a result of the interaction of family members that are not conducive. One of the problems that can occur in the family is mental health problems. Cikidang Village is the smallest village in Cilongok Sub-district with a population of no more than 3,356 people. Of this number, some of them experience mental health problems. People affected by mental illness in Cikidang Village are caused by economic hardship and divorce.
The research entitled "Family Acceptance of Mental Illness Patients in Cikidang Village, Cilongok District, Banyumas Regency" aims to find out how the process of family acceptance of mental illness patients in Cikidang Village. This research is a descriptive qualitative research using purposive sampling in selecting research targets. The methods used are in-depth interviews, observation and documentation. The results showed that the process of family self-acceptance of people with mental disorders occurred at the beginning of rejection, but over time each family began to accept the circumstances experienced. All research informants went through the rejection stage, anger stage, bargaining stage, depression stage and finally came to the acceptance stage. After accepting the circumstances experienced, each family carries out the integration process into the new family system. There are two family integrations of people with mental disorders, namely by restraint and giving freedom to interact with the surrounding environment.
This acceptance is also due to the positive support from the surrounding environment, the majority of which are still bound by fraternal relations. It is hoped that a good understanding of the community will eliminate the negative stigma against people with mental illness.
3778840533C1C019002ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NIAT PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA MERCHANT E-COMMERCE DI BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh positif harapan kinerja, harapan usaha, pengaruh sosial, kondisi yang memfasilitasi, motivasi hedonis, nilai harga, dan kebiasaan terhadap niat penggunaan Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Teori yang digunakan adalah teori UTAUT 2. Jenis data yang digunakan adalah data primer berupa kuesioner yang disebarkan secara door to door. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 105 sampel berupa UMKM bidang makanan dan minuman dalam wujud merchant Go-food, Grab-Food, dan Shopee-Food di Kabupaten Banyumas. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode cluster sampling. Hasil penelitian menggunakan SmartPLS versi 4.0.9.1 menunjukkan bahwa: (1) harapan kinerja tidak berpengaruh terhadap niat penggunaan SIA, (2) harapan usaha tidak berpengaruh terhadap niat penggunaan SIA, (3) pengaruh sosial tidak berpengaruh terhadap niat penggunaan SIA, (4) kondisi yang memfasilitasi berpengaruh positif terhadap niat penggunaan SIA, (5) motivasi hedonis berpengaruh positif terhadap niat penggunaan SIA, (6) nilai harga tidak berpengaruh terhadap niat penggunaan SIA, dan (7) kebiasaan berpengaruh positif terhadap niat penggunaan SIA.This study aims to analyze the positive influence of performance expectations, effort expectations, social influence, facilitating conditions, hedonic motivation, price values, and habits on the intention to use the Accounting Information System (AIS). The theory used is the UTAUT 2. The type of data used is primary data in the form of questionnaires distributed door to door. The number of samples used in this study amounted to 105 samples in the form of MSMEs in the food and beverage sector: Go-food, Grab-Food and Shopee-Food merchants in Banyumas Regency. The sampling technique used the cluster sampling method. The results of the study using SmartPLS version 4.0.9.1 show that: (1) performance expectations have no effect on intention to use SIA, (2) effort expectations have no effect on intention to use SIA, (3) social influence has no effect on intention to use SIA, (4) facilitating conditions have a positive effect on intention to use SIA, (5) hedonic motivation has a positive effect on intention to use SIA, (6) price value has no effect on intention to use SIA, and (7) habits have a positive effect on intention to use SIA.
3778944265B2A022007Sea Turtle Species in Turtle Bay of Cilacap, Indonesia Revealed by DNA Barcoding
Technique
DNA barcoding is an invaluable tool for swiftly and accurately identifying marine
turtle species, especially when faced with challenges in morphological identification. This
study aimed to address the limited data on the diversity of turtle species in Turtle Bay,
Cilacap, Indonesia. The research employed morphological identification through meticulous observations and precise measurements of parameters (carapace length, clutch size,
plastron color, and track width) and mtDNA barcoding for species identification. Four specific primers (VF2_t1, FishF2_t1, FishR2_t1, FR1d_t1) amplified two tissues and two embryos from different individuals, showing 100% similarity and identity with sequences in
BOLDsystems and GenBank. Among the four known sea turtle species in Turtle Bay of Cilacap (Lepidochelys olivacea, Chelonia mydas, Eretmochelys imbricata, and
Dermochelys coriacea), the study identified L. Olivacea (3 samples) and E. imbricata (1
sample). L. olivacea dominated the study area, and the absence of nesting Hawksbill sea
turtles (E. imbricata) prompted the analysis of tissues from a deceased turtle found offshore. This data significantly contributes to ongoing marine turtle conservation efforts. Further research is imperative to identify the two additional species, validating the existence of four turtle species in Turtle Bay of Cilacap, Indonesia.
DNA barcoding is an invaluable tool for swiftly and accurately identifying marine
turtle species, especially when faced with challenges in morphological identification. This
study aimed to address the limited data on the diversity of turtle species in Turtle Bay,
Cilacap, Indonesia. The research employed morphological identification through meticulous observations and precise measurements of parameters (carapace length, clutch size,
plastron color, and track width) and mtDNA barcoding for species identification. Four specific primers (VF2_t1, FishF2_t1, FishR2_t1, FR1d_t1) amplified two tissues and two embryos from different individuals, showing 100% similarity and identity with sequences in
BOLDsystems and GenBank. Among the four known sea turtle species in Turtle Bay of Cilacap (Lepidochelys olivacea, Chelonia mydas, Eretmochelys imbricata, and
Dermochelys coriacea), the study identified L. Olivacea (3 samples) and E. imbricata (1
sample). L. olivacea dominated the study area, and the absence of nesting Hawksbill sea
turtles (E. imbricata) prompted the analysis of tissues from a deceased turtle found offshore. This data significantly contributes to ongoing marine turtle conservation efforts. Further research is imperative to identify the two additional species, validating the existence of four turtle species in Turtle Bay of Cilacap, Indonesia.
3779040537B1A019067Pengujian Beberapa Model Trap untuk Memonitor Populasi Kecoak Jerman, Blattella germanica L. pada Beberapa Hotel di Kota SemarangKecoak jerman menjadi hama permukiman dan menginfestasi tempat tinggal manusia secara luas. Metode pengendalian kecoak seperti penggunaan insektisida dalam waktu lama menimbulkan kasus resistensi kecoak jerman terhadap bahan aktif insektisida. Trap berbasis gel atraktan menjadi metode alternatif pengendalian kecoak jerman dengan berbagai model. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas berbagai model trap, mengetahui kelimpahan dan indeks populasi kecoak jerman di hotel-hotel Kota Semarang. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan split plot design dengan empat jenis baiting trap sebagai perlakuan dan satu trap kontrol. Pengambilan sampel dilakukan di empat hotel dengan menempatkan lima trap berbeda pada masing-masing hotel. Perlakuan diulang sebanyak lima kali pada setiap hotel. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis, kepadatan populasi kecoak dianalisis menggunakan rumus indeks populasi kecoak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trap yang paling efektif menangkap kecoak jerman adalah sticky trap. Stadium yang paling banyak tertangkap adalah stadium nimfa. Terdapat perbedaan kelimpahan spesies kecoak yang signifikan pada p<0,1. Kelimpahan relatif spesies tertinggi ditemukan di Hotel A sejumlah 56% dan terendah ditemukan di Hotel C sejumlah 1%. Hasil analisis indeks populasi kecoak menunjukkan bahwa tiga dari empat hotel yaitu Hotel A, B, dan D mempunyai nilai indeks populasi >2 sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian terpadu. Hotel A termasuk dalam kategori kepadatan sangat tinggi, Hotel B sedang, Hotel C sangat rendah, dan Hotel D tinggi.German cockroaches are becoming a residential pest and infesting human dwellings widely. Cockroaches control methods such as the use of insecticide active ingredients. Attractant gel-based traps are an alternative method of controlling German cockroach with various models. This study aims to compare the effectiveness of various trap models, determine the abundance and population index of German cockroaches in Semarang City hotels. The research was conducted experimentally using a split plot design with four types of baiting traps as treatments and one control trap. Sampling was conducted in four hotels by placing five different traps in each hotel. Treatments were repeated five times in each hotel. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test, cockroach population density was analyzed using the cockroach population index formula. The result showed that the most effective trap catching cockroaches is sticky trap. The most captured stage is the nymph stage. There were significant differences in the abundance of cockroach species at p<0,1. The highest relative abundance of cockroach species was found in Hotel A at 56% and the lowest was found in Hotel C at 1% which only found in Hotel C at 1%. The result of the cockroach population index analysis shows that three of the four hotels, namely Hotel A, B, and D, have a population index value >2 so that integrated control need to be carried out. Hotel A is in the category of very high density, Hotel B is medium, Hotel C is very low, and Hotel D is high.
3779140534I1D019030HUBUNGAN TINGKAT STRES, EMOTIONAL EATING,
DAN KUALITAS TIDUR TERHADAP STATUS GIZI
MAHASISWA AKTIF ORGANISASI DI TINGKAT
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Latar Belakang : Mahasiswa aktif organisasi dihadapkan dengan berbagai peran dan tanggung jawab sehingga dapat memicu timbulnya stres, emotional eating, dan kualitas tidur yang terganggu. Beberapa hal tersebut berpotensi menyebabkan perubahan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres, emotional eating, dan kualitas tidur terhadap status gizi mahasiswa aktif organisasi di tingkat Universitas Jenderal Soedirman.
Metodologi : Penelitian cross sectional ini diikuti 100 responden, pengambilan data dengan pengukuran antropometri serta kuesioner PSS 10, EEQ, dan PSQI. Analisis data dilakukan melalui uji Likelihood Ratio.
Hasil Penelitian : Sebanyak 86% responden memiliki tingkat stres sedang, 45% dengan kategori emotional eater, 94% memiliki kualitas tidur yang buruk, serta 46% memiliki status gizi normal. Tidak terdapat hubungan antara tingkat stres, emotional eating, dan kualitas tidur dengan status gizi mahasiswa aktif organisasi di tingkat Universitas Jenderal Soedirman (p 0,388 ; p 0,251 ; p 0,104).
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara tingkat stres, emotional eating, dan kualitas tidur dengan status gizi mahasiswa aktif organisasi di tingkat Universitas Jenderal Soedirman.
Background: Active student organizations act face various roles and responsibilities that can trigger stress, emotional eating, and disturbed sleep quality. Some of these things are potential to cause changes in nutritional status. This study aims to determine the relationship between stress levels, emotional eating, and sleep quality on the nutritional status of active student organizations at the Jenderal Soedirman University level.
Methodology: This cross-sectional study followed by 100 respondent. Data were collected using anthropometric measurements and the PSS 10, EEQ, and PSQI questionnaires. Data analyzed by Likelihood ratio test.
Research Results: As many as 86% of respondents had moderate stress levels, 45% were in the emotional eater category, 94% had poor sleep quality, and 46% had normal nutritional status. There is no relationship between stress level, emotional eating, and sleep quality with nutritional status of active student organizations at the Jenderal Soedirman University level ( p 0,388 ; p 0,251 ; p 0,104).
Conclusion: There is no relationship between stress level, emotional eating, and sleep quality with the nutritional status of active student organizations at the Jenderal Soedirman University level.
3779240507I1D018037KARAKTERISTIK MUTU HEDONIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN YOGURT DENGAN EKSTRAK DAUN MENIRAN DAN KAYU MANIS Yogurt merupakan salah satu produk pangan fungsional hasil olahan susu yang banyak diminati oleh masyarakat selain rasanya yang agak asam serta memiliki manfaat kesehatan lain karena mengandung probiotik yang berperan sebagai antioksidan. Ekstrak kayu manis dan daun meniran memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi yang dapat berperan sebagai penangkal radikal bebas. Tujuan penambahan ekstrak kayu manis dan daun meniran pada yogurt selain untuk meningkatkan daya terima yogurt juga untuk meningkatkan aktivitas antioksidannya. Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu variasi penambahan meniran (taraf 4% dan 6%) dan kayu manis (taraf 1%, 3% dan 5%). Pengujian yang dilakukan meliputi uji mutu hedonik dengan metode skoring, analisis aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Data hasil uji mutu hedonik diuji menggunakan Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney 5%. Aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan Anova dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Formula terbaik diperoleh dengan metode Indeks Efektivitas. Variasi penambahan ekstrak meniran dan kayu manis berpengaruh terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur yogurt namun tidak berpengaruh nyata terhadap aftertaste yogurt. Penambahan meniran dan kayu manis berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan yogurt dimana aktivitas antioksidan tertinggi berada pada sampel M2K3 (meniran 6% dan kayu manis 5%). Formula terbaik yaitu pada sampel yogurt M1K2 (meniran 4% dan kayu manis 3%). Penambahan ekstrak daun meniran dan kayu manis berpengaruh nyata terhadap mutu serta aktivitas antioksidan yogurt, namun tidak berpengaruh nyata terhadap mutu aftertaste yogurt. Formula terbaik diperoleh dengan variasi penambahan ekstrak meniran (4%) dan kayu manis (6%).Yogurt is a functional food product made from dairy which is in great demand by the public, besides its slightly sour taste and other health benefits because it contains probiotics which act as antioxidants. Cinnamon extracts and meniran leaves have high antioxidant activity which can act as free radical scavengers. The purpose of adding cinnamon extract and meniran leaves to yogurt is not only to increase the acceptability of yogurt, but also to increase its antioxidant activity. This experimental study used a completely randomized design (CRD) with 2 factors, namely variations in the addition of meniran (4% and 6% level) and cinnamon (1%, 3% and 5% level). Tests carried out included the hedonic quality test with the scoring method, analysis of antioxidant activity with the DPPH method. Data from the hedonic quality test were tested using Kruskal-Wallis and followed by the 5% Mann Whitney test. Antioxidant activity was analyzed using ANOVA followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The best formula is obtained by the Effectiveness Index method. Variations in the addition of meniran and cinnamon extracts had an effect on the color, aroma, taste and texture of the yogurt but had no significant effect on the aftertaste of the yogurt. The addition of meniran and cinnamon affected the antioxidant activity of yogurt where the highest antioxidant activity was in the M2K3 sample (6% meniran and 5% cinnamon). The best formula is the M1K2 yogurt sample (4% meniran and 3% cinnamon). The addition of meniran leaf extract and cinnamon had a significant effect on the quality and antioxidant activity of yogurt, but had no significant effect on the aftertaste quality of yogurt. The best formula was obtained by adding meniran extract (4%) and cinnamon (6%).
3779344267I1B020057GAMBARAN MEKANISME KOPING ORANG TUA
DALAM MERAWAT ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
DI SLB C & C I YAKUT PURWOKERTO
Latar Belakang : Dalam merawat Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), banyak orang tua yang mengalami stres dalam parenting, sehingga orang tua memerlukan mekanisme koping yang baik untuk merawat ABK. Akan tetapi, hasil penelitian tentang mekanisme koping orang tua dengan ABK masih bervariasi.

Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2024 di SLB C & C1 Yakut Purwokerto. Penelitian ini melibatkan 75 orang tua ABK dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Kuesioner yang digunakan adalah karakteristik responden dan brief cope inventory. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat.

Hasi Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua dengan anak berkebutuhan khusus memiliki mekanisme koping yang cukup baik (57,33%) dan kurang baik (42,66%). diikuti oleh domain problem solving (pemecahan masalah) dengan skor cukup baik (54,66%) dan kurang baik (45,33%) social support (dukungan sosial) sebesar cukup baik (56%) dan kurang baik (44%). Akan tetapi domain Avoidance (menghidari masalah) memiliki skor cukup baik (49,33%) dan kurang baik (50,66%).

Kesimpulan: Mekanisme koping orang tua dengan anak berkebutuhan khusus (ABK) pada kategori cukup baik dengan skor tertinggi domain positive thinking (berpikir positif).

Kata Kunci: Anak berkebutuhan khusus, disabilitas, mekanisme koping, orang tua.

Background: In caring for children with disabilities, many parents experience stress in parenting, so parents require adequate coping mechanisms to care for children with disabilities. However, the results of research on coping mechanisms of parents with children with disabilities still vary.

Methodology : This study used descriptive research with a cross sectional approach. This research was conducted in January 2024 at SLB C & C1 Yakut Purwokerto. This study involved 75 parents of children with disabilities using stratified random sampling technique. The questionnaires used were respondent characteristics and brief of COPE. Data were analyzed using univariate analysis.

Results: The research result showed that the majority of parents with children with special needed have quite good coping mechanisms The highest score of coping mechanisms that parents have was in the domain of positive thinking (57,33%), followed by the domain of problem solving (54,66%), social support (56%), and avoidance (50,66%).

Conclusion: Coping mechanisms of parents with children with special needs in the category quite good and the highest score was in the Positive thinking domain.

Keywords: Children with special needs, disabilities, coping mechanisms, parents.
3779444271E1A020087PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP MEREK TERKENAL “PUMA & KUCING MELOMPAT” BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS
(Studi Kasus Putusan Nomor 16/PDT.SUS-HKI/2023/PN. Niaga Jkt.Pst)
Merek menjadi salah satu bagian dari hak kekayaan intelektual yang berperan penting bagi kelancaran dan peningkatan perdagangan barang atau jasa. Perlindungan hukum terhadap merek dapat dilakukan dengan pendaftaran merek. Pendaftaran merek ditujukan agar pemilik merek mendapatkan hak atas merek dan mempunyai dasar hukum ketika merek usahanya dipakai atau disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, khususnya pada merek terkenal. Pendaftaran merek memberikan perlindungan hukum bagi pemilik merek apabila terhadap merek terdaftar timbul sengketa pelanggaran merek. Penelitian ditujukan untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap merek "PUMA & Kucing Melompat" dan akibat hukum atas putusan hakim dalam perkara Nomor 16/Pdt.Sus-HKI/2023/PN Niaga Jkt.Pst ditinjau dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ialah metode yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang dikumpulkan dengan studi kepustakaan, dan diolah serta dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif disajikan dalam bentuk teks naratif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa putusan Majelis Hakim yang mengabulkan gugatan pembatalan merek "PUMA & Kucing Melompat" milik Tergugat sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 21 ayat (1) huruf c dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis telah memberikan perlindungan hukum terhadap merek terkenal "PUMA & Kucing Melompat " milik Penggugat. Akibat hukum atas putusan hakim adalah peniadaan suatu keadaan hukum berupa pencoretan merek "PUMA & Kucing Melompat” milik Tergugat dari Daftar Umum Merek yang diumumkan dalam Berita Resmi oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.
Trademark constitutes a pivotal component of intellectual property rights essential for the facilitation and enhancement of trade in goods or services. Legal protection of trademarks is achievable through trademark registration. The registration process aims to confer rights to the trademark owner and establish a legal basis for recourse when the business mark is utilized or misappropriated by irresponsible parties, particularly concerning well-known trademarks. Trademark registration affords legal protection to the trademark owner in the event of disputes arising from trademark infringement. This research aims to analyze the legal protection afforded to the trademark "PUMA & Jumping Cat" and the legal ramifications of the court decision in case number 16/Pdt.Sus-HKI/2023/PN Niaga Jkt.Pst, with a focus on the provisions of Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications.
The methodological approach employed in this research is the normative juridical method with analytical descriptive research specifications. Secondary data collected through literature review serve as the primary data source, which is processed and analyzed utilizing qualitative normative methods presented in narrative text form.
Based on the research findings and discussion, it can be concluded that the decision of the Panel of Judges to grant the defendant's lawsuit for the cancellation of the "PUMA & Jumping Cats" trademark aligns with the provisions stipulated in Article 21 paragraph (1) letter c and paragraph (3) of Law Number 20 of 2016 concerning Marks and Geographical Indications, thereby providing legal protection to the renowned "PUMA & Jumping Cats" trademark owned by the plaintiff. The legal consequence of the judicial decision entails the nullification of the legal status of the "PUMA & Jumping Cats" trademark owned by the defendant from the General Trademark Register as announced in the Official Gazette by the Directorate General of Intellectual Property
3779544276K1C020042Pemetaan Jalur Evakuasi Berdasarkan Pemodelan Gelombang Tsunami Menggunakan Perangkat Lunak COMCOT di Desa Sidayu, Kecamatan Binangun, Kabupaten CilacapKabupaten Cilacap memiliki potensi tinggi terdampak bencana gempabumi dan tsunami karena terletak pada Zona Subduksi Jawa. Berdasarkan data Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) tahun 2017, area Selatan Jawa berpotensi menjadi sumber gempa megathrust dengan magnitudo 8,7. Gempa tersebut dapat mengakibatkan tsunami yang berdampak pada daerah pesisir pantai, salah satunya Desa Sidayu yang terletak di Kecamatan Binangun. Sebagai langkah mitigasi, penelitian ini membahas mengenai pemodelan tsunami menggunakan perangkat lunak COMCOT (Cornell Multi-grid Coupled Tsunami model) dengan pendekatan Shallow Water Equations (SWE) berdasarkan skenario magnitudo 8,7. Hasil pemodelan menunjukkan ketinggian tsunami mencapai 15,9081 meter dengan waktu tiba 43 menit 38 detik. Hasil tersebut juga menunjukkan hampir seluruh Desa Sidayu terendam. Berdasarkan peta jalur evakuasi tsunami, masyarakat diarahkan menuju beberapa lokasi sebagai Tempat Evakuasi Sementara (TES), antara lain Balai Desa Jepara Wetan, Lapangan Jepara Wetan, SMP Negeri 2 Binangun, SD Negeri 2 Jepara Wetan, dan MI Guppi Jepara Wetan dengan estimasi waktu 30 – 35 menit berjalan kaki. Selain itu, masyarakat juga diarahkan ke Kantor PWRI Binangun, Lapangan Sriwijaya Bangkal, Balai Desa Bangkal, dan Masjid Darussalimin sebagai Tempat Evakuasi Akhir (TEA) dengan estimasi waktu 16-20 menit mengendarai sepeda motor dengan kecepatan rata-rata 38 km/jam.Cilacap Regency has a high potential to be affected by earthquakes and tsunamis because it is located in the Java Subduction Zone. Based on data from the National Earthquake Study Center (PuSGeN) in 2017, the South Java area has the potential to be a source of megathrust earthquakes with a magnitude of 8.7. The earthquake can cause a tsunami that has an impact on coastal areas, one of which is Sidayu Village located in Binangun District. As a mitigation step, this study discusses tsunami modeling using COMCOT (Cornell Multi-grid Coupled Tsunami model) software with a Shallow Water Equations (SWE) approach based on a magnitude 8.7 scenario. The modeling results showed the height of the tsunami reached 15,9081 meters with an arrival time of 43 minutes 38 seconds. The results also showed that almost the entire Sidayu Village was submerged. Based on the tsunami evacuation route map, the community was directed to several locations as Temporary Evacuation Sites (TES), including Jepara Wetan Village Hall, Jepara Wetan Square, SMP Negeri 2 Binangun, SD Negeri 2 Jepara Wetan, and MI Guppi Jepara Wetan with an estimated time of 30-35 minutes on foot. In addition, the community was also directed to the PWRI Binangun Office, Sriwijaya Bangkal Field, Bangkal Village Hall, and Darussalimin Mosque as a Final Evacuation Place (TEA) with an estimated time of 16-20 minutes riding a motorcycle with an average speed of 38 km / hour.
3779640539C1A019094Analisis Pengaruh PAD, DAU, DAK, DBH, dan PDRB Terhadap Belanja Modal Pada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa TengahBelanja daerah yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah masih memiliki kualitas yang rendah, hanya 30 persen dari APBD yang berdampak langsung kepada masyarakat. Belanja daerah lebih banyak digunakan untuk belanja operasional yang umumnya kurang produktif, sedangkan belanja modal paling sedikit dibandingkan belanja lainnya, padahal penggunaannya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Realisasi belanja modal pada provinsi Jawa Tengah masih di bawah 30 persen, belum mencapai target sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari PAD, DAU, DAK, DBH, dan PDRB terhadap belanja modal. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) PAD dan DBH berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap belanja modal, 2) DAU dan DAK berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja modal, 3) PDRB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap belanja modal. Implikasi dari penelitian ini adalah Pemerintah Daerah harus mengoptimalkan penggalian sumberdaya yang memberikan kontribusi terhadap PAD dan DBH. Pemerintah Daerah lebih meningkatkan anggaran DAU dan DAK yang dialokasikan ke anggaran belanja modal untuk meningkatkan pelayanan publik. Pemerintah daerah dapat meminimalisir belanja rutin yang tidak perlu, lebih banyak dialokasikan pada belanja modal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong peningkatan ekonomi dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.Regional expenditure carried out by the Regional Government is still of low quality, only 30 percent of the APBD has a direct impact on the public. Regional expenditure is used more for operational expenditure which is generally less productive, while capital expenditure is the least compared to other expenditure, even though their use can be felt directly by the public. The realization of capital expenditure in Central Java Province is still below 30 percent, it has not yet reached the target according to the direction of the Ministry of Home Affairs. The purpose of this study is to analyze the effect of PAD, DAU, DAK, DBH, and PDRB on capital expenditure. The data analysis technique in this study uses panel data regression analysis. The results of this study indicate that: 1) PAD and DBH have a positive effect but not significant on capital expenditure, 2) DAU and DAK have a positive and significant effect on capital expenditure, and 3) PDRB has a negative and significant effect on capital expenditure. The implication of this research is that Regional Government must optimize the extraction of resources that contribute to PAD and DBH. The Regional Government further increase the DAU and DAK budgets allocated to the capital expenditure budget to improve public service. Regional Government can minimize unnecessary routine expenditure, more allocated to capital expenditure in order to improve people’s welfare and encourage economic development and community self-sufficiency in a sustainable manner.
3779740538F1A019045Hubungan Pola Pengasuhan dan Dukungan Fasilitas Bahan Bacaan dengan Kemampuan Membaca Siswa Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan hubungan pola pengasuhan dengan kemampuan membaca siswa, (2) menjelaskan hubungan dukungan fasilitas bahan bacaan dengan kemampuan membaca siswa, (3) menjelaskan hubungan secara bersama-sama antara pola pengasuhan dan dukungan fasilitas bahan bacaan dengan kemampuan membaca siswa. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) hubungan pola pengasuhan dengan kemampuan membaca siswa, terbukti signifikan dengan nilai Sig. sebesar 0,044 < 0,05 dan hasil correlation coefficient bernilai positif sebesar (.235*), (2) hubungan dukungan fasilitas bahan bacaan dengan kemampuan membaca siswa, terbukti signifikan dengan nilai Sig. sebesar 0,002 < 0,05 dan hasil correlation coefficient bernilai positif sebesar (.354**), (3) hubungan secara bersama-sama antara pola pengasuhan dan dukungan fasilitas bahan bacaan anak dengan kemampuan membaca siswa terbukti signifikan dengan nilai Sig. sebesar 0,05 > 0,004 dan hasil Fhitung > Ftabel yakni 5,968 > 3,126.This research aims to (1)explain the correlation of parenting style with the reading ability, (2)explain the correlation of the support of reading material facilities with the reading ability, (3)explain the crrelation of both parenting style and support of reading material facilities with the reading ability. The results of this study show that (1) the correlation between parenting style with the reading ability, is proven to be significant with a Sig. of 0.044 < 0.05 and the results of correlation coefficient is positive, it is (.235*), (2) the correlation between support of reading material facilities with the reading ability, is proven to be significant with a Sig. of 0.001 < 0.05 and the results correlation coefficient is positive value of (.354**), (3) the correlation between parenting style and support for reading material facilities with the reading ability is proven to be significant with a Sig. of 0.05 > 0.004 and the results of Fcount > Ftable are 5,968 > 3.126.
3779844720B1A019040RESPON BEBERAPA PUTATIVE MUTANT TEBU (Saccharum officinarum L.) cv. NX1 1-3 TERHADAP CEKAMAN GARAM DALAM KULTUR IN VITROKebutuhan gula nasional pada tahun 2022 mencapai 6,48 juta ton sedangkan rata-rata produksi gula nasional dalam 5 tahun terakhir hanya 2,35 juta ton per tahun. Penurunan produksi gula nasional disebabkan oleh beberapa faktor seperti: ketidaksesuaian varietas tebu yang dibudidayakan, penurunan luasan lahan pertanaman tebu, dan pergeseran budidaya tebu ke lahan marginal. Ekstensifikasi lahan pertanian ke lahan marginal termasuk lahan salin sangat diperlukan untuk meningkatkan produksi gula nasional. Untuk itu diperlukan varietas tebu baru yang dapat tumbuh dan berproduksi baik pada lahan salin tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh cekaman garam pada tunas mikro putative mutant tebu (S. officinarum) NXI 1-3 dalam kultur in vitro; dan 2) mendapatkan putative mutant tebu NXI 1-3 yang toleran terhadap cekaman salinitas dalam kultur in vitro.
Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dengan rancangan petak terpisah (split-plot design). Sebagai main-plot adalah wild type (11.00) dan putative mutant (11.201 dan 11.202) tebu cv. NXI 1-3. Sebagai sub-plot adalah konsentrasi NaCl yang terdiri dari empat taraf yaitu 0 mM; 25 mM; 50 mM; 75 mM. Setiap kombinasi perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 5 kali, sehingga diperoleh 60 unit percobaan. Variabel bebas yang dicobakan pada penelitian ini adalah konsentrasi NaCl dan klon tebu NXI 1-3. Variabel terikat yang diamati adalah pertumbuhan tunas mikro tebu. Parameter yang diukur meliputi jumlah tunas, jumlah daun, dan tinggi tanaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis of variance (ANOVA) pada tingkat kesalahan 1 % dan 5%, dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cekaman garam berpengaruh terhadap pertumbuhan tunas tebu NXI 1-3 dalam kultur in vitro. Putative mutant Tebu NXI 1-3 hasil iradiasi sinar gamma Co60 memiliki toleransi yang lebih baik terhadap cekamanan salinitas dalam kultur in vitro.
The Indonesian sugar demand in 2022 reached 6.48 million tons, while the average domestic sugar production in the last 5 years only around 2.35 million tons.year-1. The decline in national sugar production is caused by several factors such as the unsuitable cultivated sugarcane varieties, a decrease in sugarcane cultivation area, and a shifting in sugarcane cultivation are to marginal lands, such as saline areas. Extending agricultural land to saline lands is crucial to increase national sugar production. Therefore, new sugarcane varieties that can grow and produce well in these saline lands are needed. This research aims to: 1) study the effect of salt stress on putative mutant sugarcane (S. officinarum) NXI 1-3 microshoots in in vitro culture; and 2) obtain putative mutant sugarcane NXI 1-3 that is tolerant to salinity stress in in vitro culture.
The research has been conducted experimentally with a split-plot design. The main plot consisted of wild type (11.00) and putative mutants (11.201 and 11.202) of sugarcane cv. NXI 1-3. The sub-plot comprised of 4 NaCl concentrations levels: 0 mM; 25 mM; 50 mM; 75 mM. Each treatment combination was replicated 5 times, resulted in 60 experimental units. The independent variables tried were NaCl concentration and sugarcane NXI 1-3 clones. The dependent variable observed was microshoot growth, as measured on number of shoots, number of leaves, and shoot height. The data obtained were analyzed using an analysis of variance (ANOVA) at a 5% and 1% significance levels, followed by Duncan's multiple range test at a 5% significance level. The results showed that salt stress affected the growth of sugarcane NXI 1-3 microshoot in in vitro culture. Putative mutant Tebu NXI 1-3 derived from gamma ray Co60 radiation had a better tolerance toward salt stress in in vitro culture.
3779940541D1A019060Pengaruh Tipe Kandang yang Berbeda Terhadap FCR dan Bobot Panenvdi PT. Berkat Unggas Sehat Sejahtera SukabumiAyam broiler dikenal dengan ternak yang pertumbuhan badannya sangat cepat dengan
pertambahan bobot badan yang tinggi dalam waktu singkat. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui produktivitas ayam broiler khususnya FCR dan bobot panen pada kandang terbuka dan
semi tertutup. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 13 September 2021 sampai 21 Desember
2021, bertempat di Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa
Barat. Penelitian dilakukan dengan metode survei, dengan sasaran penelitian kandang A2 yang
merupakan kandang terbuka dan kandang A3 yang merupakan kandang semi tertutup pada flock A
Pasir Nagrak farm PT. BUSS Sukabumi. Metode analisis yang digunakan yaitu uji-T dan analisis
deskriptif. Berdasarkan perhitungan dengan analisis uji-T didapatkan hasil nilai
signifikan t > 0,05 yang berarti bahwa FCR ayam broiler pada kandang semi tertutup tidak berbeda
nyata dengan kandang terbuka. Rata-rata bobot panen kandang terbuka (kandang A2) yaitu 1,59
kg dan kandang semi tertutup (kandang A3) yaitu 1,16 kg. Rata-rata FCR pada kandang terbuka
(kandang A2) yaitu 1,19 dan kandang semi tertutup (kandang A3) yaitu 1,20. Kesimpulan, FCR pada
kandang terbuka sama dengan kandang semi tertutup dan bobot panen pada kandang terbuka
lebih tinggi dibandingkan kandang semi tertutup.
Broiler are livestock whose body growth is very fast with the acquisition of high body weight scales
in a relatively short time. This study aims to determine the productivity of broiler, especially FCR
and harvest weight in opened house and semi-closed house. The research has been carried out
from September 13, 2021 to December 21, 2021, located in Bojongtipar Village, Jampang Tengah
District, Sukabumi Regency, West Java. The research was conducted using a survey method, with
the research target of cage A2 which is an opened house and cage A3 which is a semi-closed house
in flock A Pasir Nagrak farm PT. BUSS Sukabumi. The analysis methods used are T-test and
descriptive analysis. Based on calculations with T-test analysis, a significant value of t > 0.05 was
obtained, which means that the FCR of broiler chickens in semi-closed house is not significantly
different from opened house. The average harvest weight of an opened house (Cage A2) is 1.59
kg and a semi-closed house (Cage A3) is 1.16 kg. The average FCR in opened house (A2 cages) is
1.19 and semi-closed house (A3 cages) is 1.20. In conclusion, FCR in opened house is the same as
semi-closed house and the harvest weight in opened house is higher than in semi-closed house.
3780040543J1B016002ANALISIS SATUAN ISI CERITA DALAM NOVEL PERTEMUAN DUA HATI KARYA NH DINISkripsi ini berjudul “Analisis Satuan Isi Cerita dalam Novel Pertemuan Dua Hati karya NH Dini”. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana analisis satuan isi cerita yang ditunjukkan pada sekuen. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analisis, dengan mendeskripsikan fakta-fakta cerita dalam novel kemudian dilanjutkan dengan analisis.
Penelitian ini menggunakan strukturalisme yang berfokus pada satuan isi cerita (sekuen) yang menghasilkan hubungan logis dan kronologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam novel Pertemuan Dua Hati karya Nh Dini terdapat hubungan kronologis yang terdiri dari 218 sekuen yang berada pada saat penceritaan, 30 sekuen terdapat pada sorot balik tahap pertama ( 3.1, 3.2, 56.2, 56.3, 56.4, 56.5, 56.6, 56.7, 56.8, 56.9, 56.10, 56.11, 56.12, 56.13, 56.14, 56.15, 56.16, 56.17, 56.18, 115.1, 115.2, 115.3, 124.1, 124.2, 124.3, 127.1, 127.2, 127.3), serta adanya 14 sekuen deskriptif (3.2.1, 3.2.2, 3.2.3, 3.2.4, 4.1, 47.1, 47.2, 47.3, 55.1, 55.2, 55.3, 213.1, 213.3). jadi secara keseluruhan berjumlah 262 sekuen. Adapun hubungan logis novel Pertemuan Dua Hati karya NH Dini mempunyai 18 fungsi utama. Fungsi utama tersebut membentuk kerangka cerita yang di dalamnya memiliki 4 komponen warna yang berbeda. Setiap fungsi dan komponen warna tersebut saling berkaitan satu sama lain. Hubungan logis ditampilkan menggunakan tanda panah yang menghasilkan hubungan sebab-akibat serta membentuk alur yang digambarkan melalui diagram pohon.
This research is entitled “Analisis Satuan Isi Cerita dalam Novel Pertemuan Dua Hati karya Nh Dini”. The purpose of this research is to describe how the story unit analysis shown in the sequence. The method that is used in this research is descriptive analysis, by describing the facts of the story in the novel, which is followed by the analysis.
This research uses structuralism theory that focuses on the order of story units (sequence) which produces a logical and chronological order. The results of this study indicate that in Pertemuan Dua Hati novel by Nh Dini there are chronological orders consisting of 218 sequences in the narratives, 30 sequences in the flashbacks of the first stage (3.1, 3.2, 56.2, 56.3, 56.4, 56.5, 56.6, 56.7, 56.8, 56.9, 56.10, 56.11, 56.12, 56.13, 56.14, 56.15, 56.16, 56.17, 56.18, 115.1, 115.2, 115.3, 124.1, 124.2, 124.3, 127.1, 127.2, and 127.3), as well as 14 sequences which are description sequences (3.2.1, 3.2.2, 3.2.3, 3.2.4, 4.1, 47.1, 47.2, 47.3, 55.1, 55.2, 55.3, 213.1, 213.3). Therefore, there are 262 sequences in all. Furthermore, the logical orders in Pertemuan Dua Hati novel by Nh Dini have 18 main functions. The main functions form a storyboard that has 4 different color components. Each function and component of that color are interrelated to each other. The logical orders are depicted with arrows that produce a cause-effect relationship and form a plot that is depicted through the tree diagram.