Artikelilmiahs

Menampilkan 37.921-37.940 dari 48.974 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3792140633C1C016106Pengaruh Dewan Pengawas Syariah, Ukuran Perusahaan, dan Umur Perusahaan Terhadap Pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR) pada Bank Umum SyariahPenelitian ini berjudul Pengaruh Dewan Pengawas Syariah, Ukuran Perusahaan dan Umur Perusahaan Terhadap Pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR) Pada Bank Umum Syariah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan memprediksi pengaruh Dewan Pengawas Syariah, Ukuran Perusahaan dan Umur Perusahaan Terhadap Pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR) Pada Bank Umum Syariah. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan data sekunder yang berasal dari website Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan website masing – masing bank umum syariah. Populasi dari penelitian ini berjumlah 15 bank umum syariah. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu sehingga menghasilkan 13 bank umum syariah. Teknik analisis data yang digunakan adalah analysis regresi linier data panel dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini memnunjukan bahwa variabel dewan pengawas syariah tidak berpengaruh terhadap pengungkapan ISR, ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan ISR, dan umur perusahaan tidak berpengaruh negatif terhadap pengungkapan ISR.The title of this research is The Effect of Shariah Board of Supervisors, Size of the Company, and The Age of the Company on Islamic Social Reporting (ISR) Disclosure to Bank Umum Syariah (General Sharia Bank). The purpose of this research is to test and predict the effect of Sharia Board of Supervisors, Size of the Company, and The Age of the Company on the Disclosure of Islamic Social Reporting (ISR) to General Sharia Bank. This research uses secondary data from website of Indonesia’s Financial Service Authority, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) and website of each general shariah bank. The population of this research consists of 15 general sharia bank. The method of data collection in this research is purposive sampling, using certain criteria to result in 13 general sharia bank. Data analysis technique is used in analysing the linear regression of the panel data with the help of SPSS. The result of this research shows that variable of board of supervisors does not affect the disclosure of ISR, the size of the company gives positive effect towards the disclosure of ISR, and the age of the company does not give negative effect towards the disclosure of ISR.
3792240634I1A019072PENGARUH FAKTOR SOSIOKULTURAL TERHADAP CITRA DIRI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANLatar Belakang: Perubahan ukuran dan bentuk tubuh dapat terjadi pada remaja setelah melewati masa pubertas. Ada remaja yang merasa bahwa perubahan tersebut membuat tubuhnya tidak sesuai standar tubuh ideal di masyarakat. Hal ini dapat mempengaruhi seseorang dalam memandang dan menilai diri. Citra diri dipengaruhi oleh faktor sosiokultural, yaitu media, keluarga, dan teman sebaya. Berdasarkan survei tahun 2017 pada 10.020 remaja didapatkan hasil 42% responden pernah mengalami cyberbullying di media sosial Instagram.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada September 2022-Juni 2023. Teknik pengambilan data menggunakan cluster random sampling dengan jumlah 358 mahasiswa. Analisis data meliputi uji univariat, uji bivariat dengan chi square, dan uji multivariat dengan regresi logistik berganda.
Hasil Penelitian: Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (71,2%), berusia <20 tahun (55,3%), memiliki berat badan 35-50 kg (49,7%), memiliki tinggi badan 151-160 cm (54,5%), memiliki IMT dengan berat badan tidak normal (53,4%), tidak tinggal bersama keluarga (72,3%), penggunaan media sosial Instagram tinggi (52%), peran keluarga buruk (50,3%), peran teman sebaya baik (57,5%), dan citra diri positif (58,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara IMT, tempat tinggal, penggunaan media sosial Instagram, peran keluarga, dan peran teman sebaya dengan citra diri pada mahasiswa, serta tidak ada hubungan antara jenis kelamin dan usia dengan citra diri pada mahasiswa. Hasil multivariat menunjukkan bahwa penggunaan media sosial Instagram (OR 3,453), peran keluarga (OR 1,909), dan peran teman sebaya (1,926) berpengaruh terhadap citra diri pada mahasiswa.
Kesimpulan: Penggunaan media sosial Instagram merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap citra diri pada mahasiswa. Mahasiswa dengan penggunaan media sosial Instagram rendah berpeluang 3,453 kali memiliki citra diri positif dibandingkan mahasiswa dengan penggunaan media sosial Instagram tinggi. Mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan media sosial secara bijak.
Background: Changes in body size and shape can occur in adolescents after going through puberty. There are teenagers who feel that these changes make their bodies not match the ideal body standards in society. This can affect a person's view and self-assessment. Body image is influenced by sociocultural factors, namely the media, family, and peers. Based on a 2017 survey of 10,020 teenagers, 42% of respondents had experienced cyberbullying on Instagram social media.
Methods: This study used a quantitative method with a cross-sectional approach. The research was conducted from September 2022 to Juni 2023. The data collection technique used cluster random sampling with a total of 358 students. Data analysis included univariate test, bivariate test with chi square, and multivariate test with multiple logistic regression.
Results: The majority of respondents were female (71,2%), aged <20 years (55,3%), had a body weight of 35-50 kg (49,7%), had a height of 151-160 cm (54,5%), have BMI with abnormal weight (53,4%), do not live with family (72,3%), high use of Instagram (52%), bad family role (50,3%), good peer role (57,5%), and positive body image (58,1%). The results of the bivariate analysis show that there is a relationship between BMI, place of residence, the use of Instagram (OR 3,453), family role (OR 1,909), and peer role (1,926) with body image in college students, and there is no relationship between gender and age with body image in college students. Multivariate results show that the use of Instagram, family role, and peer role have an influence on student body image.
Conclusion: The use of Instagram is the most influential factor on student body image. Students with low use of Instagram are 3,453 times more likely to have positive body image than students with high use of Instagram. Students are expected to be able to use social media wisely.
3792340460C1C017080Analisis Penerapan Perhitungan Production Cost dan Food Cost pada Coffee Shop di PurwokertoPendapatan Indonesia berasal dari berbagai sumber, salah satunya yaitu UMKM. Coffee shop merupakan salah satu contoh UMKM di bidang kuliner. Dalam mengembangkan bisnisnya, coffee shop harus memperhitungkan harga pokok produksi dan food cost dengan cermat karena menjadi dasar penentuan harga jual menu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis apakah pencatatan dan perhitungan harga pokok produksi telah sesuai dengan metode perhitungan full costing serta kesesuaian penerapan food cost dengan menggunakan rumus actual food cost.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini adalah perwakilan dari coffee shop seperti owner, pengelola, manajer, atau pegawai yang memiliki wewenang dan akses pada data keuangan dan informasi penting terkait coffee shop yang masih aktif berlokasi di Purwokerto. Sampel penelitian ini sebanyak 47 coffee. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan kuisioner dan wawancara.
Data dianalisis dengan Koefisien Reprodusibilitas dan Koefisien Skalabilitas sebagai uji validitas, Kuder Richarson 20 sebagai uji reliabilitas, sehingga menghasilkan persentase jumlah coffee shop yang menerapakan metode full costing dan actual food cost. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Coffee shop yang mencatat harga pokok produksi sesuai dengan teori yang ada hanya sebanyak 11 coffee shop atau 23% , (2) Coffee shop yang menerapkan perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing sebanyak 13 coffee shop atau 28%, dan (3) Coffee shop yang menerapkan perhitungan food cost sebanyak 33 coffee shop atau 70%.
Indonesia's income comes from various sources, one of which is MSMEs. Coffee
shop is an example of MSMEs in the culinary field. In developing its business, a coffee shop must take into account the cost of production and food costs carefully because they are the basis for determining the selling price of the menu. This study aims to test and analyze whether the recording and calculation of the cost of production is in accordance with the full costing calculation method and the suitability of applying food costs using the actual food cost formula.
This research is a qualitative descriptive study. The population of this study are
representatives of coffee shops such as owners, managers, managers, or employees who have the authority and access to financial data and important information related to an active coffee shop located in Purwokerto. The sample of this study consisted of 47 coffee shops. Data collection techniques in this study were questionnaires and interviews.
Data were analyzed with the Reproducibility Coefficient and Scalability Coefficient as a validity test, Kuder Richarson 20 as a reliability test, resulting in the percentage of the number of coffee shops that apply the full costing method and actual food cost. The results showed that: (1) There were only 11 coffee shops or 23% of the coffee shops that recorded the cost of production according to the existing theory, (2) The coffee shops that applied the calculation of the cost of production using the full costing method were 13 coffee shops or 28 %, and (3) Coffee shops that apply food cost calculations are 33 coffee shops or 70%.
3792440645I1E019015PERSEPSI GURU PJOK SD DAN MI DI KECAMATAN SUMBANG TERHADAP OBJEK WISATA RANDU BENGKONG SEBAGAI PRASARANA PENDIDIKAN LUAR KELAS
Latar belakang : Pendidikan luar kelas adalah suatu pembelajaran yang dilakukan diluar ruangan yang menghasilkan sebuah permainan dan olahraga. Sebagai upaya untuk mendukung tercapainya pembelajaran luar kelas maka perlu diperhatikan sarana dan prasarana pendukung kegiatan tersebut. Salah satu hal yang perlu diperhatikan yaitu pengelolaan yang dilakukan pada objek wisata sebagai bentuk pengembangan sarana dan prasarana aktivitas luar kelas. Pentingnya penelitian ini untuk melihat bagaimana penilaian dari guru PJOK yang melihat wisata Randu Bengkong dapat digunakan untuk prasarana pendidikan luar kelas.

Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan sampel berjumlah 30 guru PJOK SD dan MI di kecamatan sumbang.

Hasil penelitian: Hasil dalam penelitian ini menunjukkan tingkat sarana dan prasarana sebesar 71,3% berada dikategori baik, aksesibilitas sebesar 67,9% berada dikategori baik, dan keamanan sebesar 72,9% berada dikategori baik. Diperoleh hasil rata-rata Persepsi guru pjok SD dan MI di Kecamatan Sumbang terhadap Objek Wisata Randu Bengkong sebagai prasarana pendidikan luar kelas dilihat dari aspek sarana dan prasarana, aksesbilitas, dan keamanan sebesar 70,7% atau jika dilihat dari acuan penilaian masuk ke dalam kategori baik sesuai dengan acuan penilaian yang telah ditetapkan.

Kesimpulan : Hasil analisis data Objek Wisata Randu Bengkong memenuhi aspek-aspek yang mendukung untuk dijadikan sebagai prasaran pendidikan luar kelas, antara lain Randu Bengkong memenuhi sarana dan prasarana, aksesibilitas ,dan keamanan, dapat disimpulkan bahwa Objek Wisata Randu Bengkong Desa Sikapat Kabupaten Banyumas baik digunakan untuk sebagai prasarana pendidikan luar kelas.

Kata kunci : Pendidikan luar kelas, persepsi, prasarana

Background : Outdoor education is a learning that is carried out outside the room which results in games and sports. As an effort to support the achievement of Outdoor education, it is necessary to pay attention to the facilities and equipment supporting these activities. One of the things that needs to be considered is the management carried out on tourism objects as a form of developing facilities and equipment for outdoor activities. The importance of this research is to see how the assessment of the PJOK teacher who sees Randu Bengkong tourism can be used for Outdoor education equipment.

Methodology : This research is a quantitative study using an instrument in the form of a questionnaire. This study used a total sampling technique with a sample of 30 elementary PE teachers in Sumbang sub-district.

Research results: The results in this study indicate that the level of facilities and equipment of 71.3% is in the good category, accessibility of 67.9% is in the good category, and security of 72.9% is in the good category. The average result of the perception of elementary and MI pjok teachers in Sumbang Subdistrict towards the Randu Bengkong Tourism Object as an Outdoor education infrastructure seen from the aspects of facilities and equipment, accessibility, and security of 70.7% or when viewed from the assessment reference falls into a good category in accordance with the predetermined assessment reference.

Conclusion : The results of the data analysis of the Randu Bengkong Tourism Object meet the aspects that support it to be used as an Outdoor education infrastructure, including Randu Bengkong meeting facilities and equipment, accessibility, and security, it can be concluded that the Randu Bengkong Tourism Object in Sikapat Village, Banyumas Regency is good to use as an Outdoor education equipment.

Keywords: education, perception, equipment
3792540636D1A019064MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN SAPI SIMMENTAL, LIMOUSIN DAN PEGON DI SAUDAGAR FARM Keberlangsungan usaha peternakan agar terus berjalan harus memahami dalam aspek bibit, pakan, dan manajemen. Tujuan dilaksanakannya studi ini untuk memahami metode penggemukan sapi di Saudagar Farm teurtama tentang manajemen pakan. Studi dilaksanakan pada hari Senin, 13 September 2021 sampai dengan Kamis, 13 Januari 2022. Manajemen pakan yang diamati meliputi pengadaan bahan pakan, jenis bahan pakan, pencampuran bahan pakan, jumlah pemberian pakan, frekuensi pemberian pakan, cara pemberian pakan serta pemberian air minum. Pakan yang diberikan adalah rumput gajah, konsentrat, dan ampas tahu. Air minum diberikan secara ad libitum. Konsentrat diberikan sebanyak 6 kg/ekor/hari, hijauan sebanyak 33,5 kg/ekor/hari, dan ampas tahu sebanyak 5 kg/ekor/hari. Evaluasi kecukupan pakan sapi Simmental, yaitu BK +0,81 kg, TDN +0,19 kg, PK +0,62 kg, Ca -41,4 g, P -32,9 g. Evaluasi kecukupan pakan sapi Limousin, yaitu BK +0,45 kg, TDN +0,03 kg, PK +0,54 kg. Ca -43,2 g, dan P -33,0 g. Evaluasi kecukupan pakan sapi Pegon, yaitu BK +0,18 kg, TDN +0,09 kg, PK +0,37 kg. Ca -43,4 g, dan P -33,4 g.The sustainability of the livestock business in order to continue to run must understand the aspects of seeds, feed, and management. The purpose of this study is to understand the method of fattening cattle at Saudagar Farm, especially regarding feed management. The study was carried out on Monday, 13 September 2021 to Thursday, 13 January 2022. The feed management observed included procurement of feed ingredients, types of feed ingredients, mixing of feed ingredients, amount of feeding, frequency of feeding, method of feeding and provision of drinking water. The feed given is elephant grass, concentrate, and tofu dregs. Drinking water is provided ad libitum. Concentrate was given as much as 6 kg/head/day, forage as much as 33.5 kg/head/day, and tofu dregs as much as 5 kg/head/day. Evaluation of the feed adequacy of Simmental cattle, namely BK +0.81 kg, TDN +0.19 kg, PK +0.62 kg, Ca -41.4 g, P -32.9 g. Evaluation of the adequacy of feed for Limousin cattle, namely BK +0.45 kg, TDN +0.03 kg, PK +0.54 kg. Ca -43.2 g, and P -33.0 g. Evaluation of the adequacy of feed for Pegon cattle, namely BK +0.18 kg, TDN +0.09 kg, PK +0.37 kg. Ca -43.4 g, and P -33.4 g.
3792644283F1A020100MENEMBUS BATAS PATRIARKI:
REPRESENTASI PERLAWANAN PEREMPUAN TERHADAP KULTUR PATRIARKI DALAM FILM THE GREAT INDIAN KITCHEN (2021)
Film The Great Indian Kitchen menceritakan tentang Nimisha, seorang perempuan India yang mengalami ketidakadilan gender akibat kultur patriarki. Penelitian ini bertujuan menggambarkan peran gender dan norma patriarki dalam keluarga, serta representasi emansipasi perempuan melawan kultur patriarki dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis semiotika Charles S. Pierce untuk menganalisis makna di balik tanda; makna dapat ditemukan dan diungkapkan melalui ikon, indeks dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa adegan dalam film tersebut yang merepresentasikan peran gender dan norma patriarki dalam keluarga, serta emansipasi perempuan. Adegan-adegan tersebut meliputi adegan perempuan yang berperan penuh dalam keluarga, kehidupan seksual seorang istri, sikap direndahkan, dalam hal pekerjaan dan juga budaya yang merugikan perempuan. Film ini berhasil menunjukkan berbagai manifestasi ketidakadilan gender yang dialami perempuan yang bersumber pada kultur patriarki dan keberhasilan perempuan keluar dari kultur tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi meningkatkan pemahaman masyarakat tentang berbagai isu gender dalam kultur patriarki, sekaligus meningkatkan kesadaran kritis masyarakat tentang budaya tersebut.The film The Great Indian Kitchen tells the story of Nimisha, an Indian woman who experiences gender injustice due to patriarchal culture. This research aims to describe gender roles and patriarchal norms in the family, as well as the representation of women's emancipation against patriarchal culture in the film. This research uses qualitative methods with Charles S. Pierce's semiotic analysis techniques to analyze the meaning behind signs; Meaning can be found and expressed through signs (representations/symbols), objects, and interpretants. The research results show that there are several scenes in the film that represent gender roles and patriarchal norms in the family, as well as women's emancipation. These scenes include scenes of women playing a full role in the family, a wife's sexual life, humiliating attitudes towards work and also a culture that is detrimental to women. This film succeeds in showing various manifestations of gender injustice
experienced by women which originate from patriarchal culture and the success of women in escaping this culture. It is hoped that this research can contribute to increasing people's understanding of various gender issues in patriarchal culture, as well as increasing people's critical awareness about this culture.
3792744285J1D019004STUDI KASUS KEMAMPUAN MENELAAH STRUKTUR
DAN ASPEK KEBAHASAAN DALAM TEKS CERPEN
PADA PESERTA DIDIK KELAS IX SMP NEGERI 6 PURWOKERTO
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) penilaian, (4) kendala yang dihadapi, dan (5) upaya untuk mengatasi kendala yang ada dalam pembelajaran materi struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen kelas IX SMP Negeri 6 Purwokerto berdasarkan penerapan kurikulum 2013. Bentuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif karena berfokus terhadap analisis studi kasus dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia dari tahap perencanaan hingga tahap evaluasi pada peserta didik tingkat sekolah menengah pertama. Populasi dari penelitian ini adalah kelas IX SMP Negeri 6 Purwokerto dengan sampel yang terpilih yakni kelas IX D. Teknik pengambilan sampel dilakukan berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik pengambilan data diambil berdasarkan triangulasi teknik, yaitu, dokumentasi, observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif. Uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini adalah deskripsi dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) penilaian, (4) kendala yang dihadapi, dan (5) upaya untuk mengatasi kendala yang ada dalam pembelajaran materi struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen kelas IX SMP Negeri 6 Purwokerto berdasarkan penerapan K13. Kendala yang dihadapi guru meliputi (a) peserta didik tidak menyelesaikan lembar penilaian tepat waktu, (b) peserta didik kurang mencermati isi teks cerpen, dan (3) sarana dan prasarana sekolah yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kurang efisien. Kendala yang dihadapi peserta didik yaitu (1) mengantuk, (2) kurangnya pemahaman terhadap materi yang diajarkan, dan (3) kondisi kelas yang panas. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala guru dan peserta didik.
This research aims to describe (1) planning, (2) implementation, (3) assessment, (4) obstacles faced, and (5) efforts to overcome existing obstacles in learning material, structure and linguistic aspects of short story texts for class IX State Middle Schools. 6 Purwokerto based on the implementation of the 2013 curriculum.The form of this research is descriptive research with a qualitative approach because it focuses on case study analysis in the Indonesian language learning process from the planning stage to the evaluation stage for junior high school level students. The population of this study was class IX of SMP Negeri 6 Purwokerto with the selected sample being class IX D. The sampling technique was carried out based on purposive sampling technique. The data collection technique was taken based on technical triangulation, namely, documentation, observation and interviews. The data analysis technique used is an interactive model. The data validity test used is source triangulation.
The results of this research are a description of (1) planning, (2) implementation, (3) assessment, (4) obstacles faced, and (5) efforts to overcome existing obstacles in learning the structure material and linguistic aspects of class IX SMP short story texts. Negeri 6 Purwokerto based on the implementation of K13. Obstacles faced by teachers include (a) students not completing assessment sheets on time, (b) students not paying attention to the content of short story texts, and (3) school facilities and infrastructure that can be used as learning media are less efficient. The obstacles faced by students are (1) sleepiness, (2) lack of understanding of the material being taught, and (3) hot classroom conditions. Efforts that can be made to overcome teacher and student obstacles.
3792844286E1A020147MEKANISME DAN PERLINDUNGAN HUKUM PEMENUHAN HAK PESERTA PROGRAM JAMINAN KECELAKAAN KERJA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN Jaminan kecelakaan kerja merupakan jaminan yang diberikan kepada tenaga kerja oleh BPJS Ketenagakerjaan, dengan tujuan untuk memberikan perlindungan dan bantuan kepada tenaga kerja beserta keluarganya, yang terkena dampak akibat hilangnya penghasilan serta pekerjaan yang disebabkan oleh kecelakaan kerja atau penyakit yang muncul akibat pekerjaan, usia lanjut, dan sebagainya. Kendala yang sering terjadi dalam pelaksanaan Program JKK yaitu masih banyak Pemberi yang tidak melakukan pemenuhan hak Pekerjanya dengan tidak membayarkan iuran Program JKK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pemenuhan hak dan perlindungan hukum yang diberikan bagi Peserta program JKK. Penelitian ini meruapakan penelitian yuridis normatif dengan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan dan analisis. Penelitain ini menggunakan spesifikasi penelitian preskriptif, serta menggunakan metode pengumpulan data studi kepustakaan (Bibliographycal study), sumber data berupa data sekunder. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode analisis data normatif kualitatif, yang selanjutnya disajikan dalam bentuk teks naaratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mekanisme pemenuhan hak bagi Peserta Program JKK meliputi tahap pelaporan, tahap pemeriksaan, dan tahap penetapan manfaat. Perlindungan hukum bagi Peserta Program JKK telah diberikan dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai Program JKK. Work accident insurance is a guarantee provided to workers by BPJS Ketenagakerjaan, with the aim of providing protection and assistance to workers and their families, who are affected by the loss of income and work caused by work accidents or diseases that arise from work, old age, and so on. The obstacle that often occurs in the implementation of the JKK Program is that there are still many employers who do not fulfill the rights of their workers by not paying JKK Program contributions. This study aims to analyze the mechanism of fulfilling rights and legal protection provided for JKK program participants. This research is a normative juridical research using the statutory and analytical approach methods. This research uses prescriptive research specifications, and uses bibliographycal study data collection methods, data sources in the form of secondary data. The data collected is analyzed using a qualitative normative data analysis method, which is then presented in the form of narrative text. The results of this study indicate that the mechanism for fulfilling rights for JKK Program Participants includes the reporting stage, the examination stage, and the benefit determination stage. Legal protection for JKK Program Participants has been provided in the laws and regulations governing the JKK Program.
3792940638I1A019054Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Tifoid di Wilayah Kerja Puskesmas Kawunganten Tahun 2022Latar Belakang : Demam tifoid menjadi salah satu dari 10 penyakit dengan kasus tinggi di Puskesmas Kawunganten, Kabupaten Cilacap tahun 2022. Kejadian demam tifoid merupakan penyakit yang dapat diakibatkan oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid di wilayah kerja Puskesmas Kawunganten tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan case control yang meneliti hubungan variabel bebas berupa usia, jenis kelamin, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, kebiasaan mencuci tangan setelah buang air besar, kebiasaan makan atau jajan di luar, kepemilikan jamban sehat, dan sarana sumber air bersih dengan variabel terikat berupa kejadian demam tifoid. Penelitian ini memiliki jumlah sampel sebesar 82 responden dengan perbandingan 1:1 dimana 41 sampel kasus dan 41 sampel kontrol dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian terdapat dua variabel yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid yaitu usia (p-value = 0,000), kebiasaan makan/jajan di luar rumah (p-value = 0,004). Didapatkan lima variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian demam tifoid yaitu jenis kelamin (p-value = 0,655), kebiasaan mencuci tangan sebelum makan (p-value = 0,649), kebiasaan mencuci tangan setelah buang air besar (p-value = 0,065), kepemilikan jamban sehat (p-value = 0,166), dan sarana sumber air bersih (p-value = 0,150). Kesimpulan: faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid di wilayah kerja Puskesmas Kawunganten, Kabupaten Cilacap tahun 2022 adalah usia dan kebiasaan makan atau jajan di luar rumah.Background: Typhoid fever is one of 10 diseases with high cases at the Kawunganten Health Center, Cilacap Regency in 2022. The incidence of typhoid fever is a disease that can be caused by various factors. This study aims to determine the factors associated with the incidence of typhoid fever in the working area of the Kawunganten Health Center in 2022. Methods: This study uses a quantitative method with a case control approach which examines the relationship of independent variables such as age, gender, habit of washing hands before eating, the habit of washing hands after defecation, the habit of eating/snacking outside, owning a healthy latrines, and clean water sources with the dependent variable being the incidence of typhoid fever. This study had a sample size of 82 respondents with a ratio of 1:1 where 41 case samples and 41 control samples used consecutive sampling techniques. Data were analyzed by univariate and bivariate. The results of the study showed that there were two variables related to the incidence of typhoid fever, namely age (p-value = 0.000), eating or snacking outside the home habits (p-value = 0.004). Five variables were found that were not related to the incidence of typhoid fever, namely gender (p-value = 0.655), habit of washing hands before eating (p-value = 0.649), habit of washing hands after defecation (p-value = 0.065), ownership of healthy latrines (p-value = 0.166), and clean water sources (p-value = 0.150). Conclusion: the factors associated with the incidence of typhoid fever in the working area of the Kawunganten Health Center, Cilacap Regency in 2022 are age and eating or snacking outside the home habits.
3793040637L1C016021MUATAN PADATAN TERSUSPENSI
DI PERAIRAN CILACAP
MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8
Perairan Cilacap memiliki dua sungai utama, yaitu Sungai Serayu di bagian timur dan Sungai Citanduy di bagian barat. Distribusi Muatan Padatan Tersuspensi (MPT) yang mengalir ke Perairan Cilacap berasal dari kedua sungai tersebut. Konsentrasi MPT meningkat secara proporsional terhadap kekeruhan perairan. Pemantauan sebaran MPT dapat diketahui dengan menggunakan platform google earth engine yang diekstrak dari citra Landsat 8. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui algoritma empiris yang sesuai untuk konsentrasi MPT di Perairan Cilacap serta mengetahui pola sebaran MPT di Perairan Cilacap berdasarkan citra Landsat 8. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi dengan pengolahan data citra satelit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma empiris yang sesuai yaitu algoritma Budhiman dengan nilai RMSE sebesar 6,09 mg/l dan nilai NRMSE sebesar 19,65%. Sebaran MPT dengan konsentrasi tertinggi terjadi di musim penghujan yaitu pada bulan Desember 2022, dan sebaran MPT dengan konsentrasi terendah terjadi di musim kemarau yaitu pada bulan Juni 2018. Sebaran MPT terluas terjadi pada bulan Agustus 2018. Sebaran MPT pada bagian timur dan barat Perairan Cilacap mengikuti pola musiman.Cilacap waters have two main river, Serayu River in the east and Citanduy River in the west. The distribution of Total Suspended Solid (TSS) to Cilacap waters originated fom those rivers. The TSS concentration increased proportionally to the turbidity of the waters. Monitoring the TSS distribution extracted form Landsat 8 imagery using google earth engine platform. This study aimed to determine the appropriate empirical algorithm of TSS concentration and to know the distribution patterns of TSS in Cilacap Waters extracted form Landsat 8 Imagery. The study used the observation method by using satellite imagery data processing. The results showed that the appropriate empirical algorithm is the Budhiman algorithm with RMSE value of 6,09 mg/l and NRMSE value of 19,65%. The distribution of TSS with the highest concentration occurred during the rainy season in December 2022, and the distribution of TSS with the lowest concentration occurred during the dry season in June 2018. The widest distribution area occurred in August 2018. The distribution of TSS in the east and west of Cilacap follows a seasonal pattern.
3793140648B1A019084EVALUASI PEMERIKSAAN BAKTERI DARI SAMPEL KLINIS PASIEN RAWAT INAP DI RSPI SULIANTI SAROSO MENGGUNAKAN MALDITOF-MS DAN
VITEK 2 COMPACT
Kasus infeksi nosokomial yang terjadi disebabkan oleh kontaminasi agen mikroorganisme. Perkembangan teknologi berpengaruh terhadap metode identifikasi bakteri yang kini dapat dilakukan secara cepat dan akurat menggunakan MALDITOF-MS dan Vitek 2 Compact yang berbasis spektrometri massa dan biokimiawi otomatis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis bakteri dan mengetahui nilai kesepakatan (degree of agreement) antara MALDITOF-MS dan Vitek 2 Compact.
Penelitian ini dilakukan dengan berbasis survei dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling hingga memenuhi syarat minimal jumlah sampel yaitu 30 sampel bakteri dari spesimen pasien. Kriteria inklusi sampel yaitu kultur bakteri yang berasal dari pasien rawat inap dengan usia inkubasi 18-24 jam. Tingkat kemaknaan yang dikehendaki dari penelitian ini adalah sebesar 95% dengan nilai signifikansi sebesar 5%. Variabel bebas yang diamati adalah sampel spesimen pasien di RSPI Sulianti Saroso. Variabel terikat penelitian ini adalah keragaman bakteri. Parameter penelitian yang diamati adalah bakteri yang teridentifikasi dan nilai kesepakatan (degree of agreement) antara teknik biokimiawi otomatis MALDITOF-MS, distribusi karakter sampel berdasarkan jenis kelamin, sampel spesimen, dan waktu yang digunakan untuk mengidentifikasi.Data hasil penelitian dianalisis menggunakan aplikasi SPSS 25.0 dengan metode koefisien Cohen’s Kappa dan penjelasan secara deskriptif . Nilai H0 diterima apabila skor p value > 0.05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman bakteri dari sampel klinis pasien RSPI Sulianti Saroso yaitu Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, Streptococcus mitis/oralis, Staphylococcus haemolyticus, Staphylococcus epidermidis, Acinetobacter baumanii, Klebsiella pneumonia, Enterococcus faecalis, dan Stenothropomonas maltophilia. MALDITOF-MS lebih efisien waktu dan lebih akurat dibandingkan Vitek 2 Compact dengan hasil uji statistik Cohen’s Kappa didapatkan hasil K-value sebesar 0.962. Hasil yang didapatkan ini menunjukkan adanya hubungan kesepakatan antara kedua teknik identifikasi yang berarti bahwa fungsi identifikasi dapat saling menggantikan.
Cases of nosocomial infections that occured on infected patiens are caused by contamination by microorganism agents. The Development of Technology has affected the way how the microorganism is identified, which can be carried out more quickly and accurate by using MALDITOF-MS and Vitek 2 Compact based on automated biochemistry and mass spectrometry. The purpose of this study is to determine the types of bacteries and the degree of agreement between MALDITOF-MS and Vitek 2 Compact.
This research was conducted based on a survey with cross -sectional approach. The sampling technique used was taking the speciment samples of patients at RSPI Sulianti Saroso with at least 30 samples. The criteria for inclucion sample was from bacterial culture from inpatients with time of incubation about 18-24 hours. The dependent variable in this research were specimen sample of patiens at RSPI Sulianti Saroso. The independent variable is kinds of bacteria from sample. The parameter used in this research were kinds of bacteria, degree of agreement from Vitek 2 Compact and MALDITOF-MS, sample based on gender, kind of samples specimen, and times for identification. The results of this were analyzed within method Cohen Kappa Koefisien within SPSS 25.0. The H0 is accepted if p-value>0.05.
The results of research is many kinds of bacteria from clinical sampel of patiens such as Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, Streptococcus mitis/oralis, Staphylococcus haemolyticus, Staphylococcus epidermidis, Acinetobacter baumanii, Klebsiella pneumonia, Enterococcus faecalis, and Stenothropomonas maltophilia. MALDITOF-MS is more effieciency and accuracy rather than Vitek 2 Compact. From the results statistical test Cohen‟s Kappa it is found that K-value is 0.962 which mean there is a relationship of agreement both this techniques, the value indicating that the function of identification bacteria could replace each other.
3793240640H1D019017APPLICATION OF THE FUZZY C-MEANS CLUSTERING METHOD IN SONG LIST BASED ON EMOTIONAL MOODLagu telah menjadi salah satu media hiburan yang populer dan melekat pada masyarakat luas di seluruh dunia. Kepopulerannya membuat lagu tersebut terus berkembang dan meningkat sehingga dapat mencakup berbagai jenis, genre dan suasana emosional atau mood yang dibawakan oleh lagu tersebut. Dalam beberapa kasus, penikmat/pendengar lagu menggunakan beberapa aplikasi pemutaran musik ingin mendengarkan daftar lagu dengan mood yang sesuai dengan mood pendengarnya. Karena jumlahnya yang sangat banyak, diperlukan suatu cara atau metode untuk menata lagu-lagu tersebut agar proses navigasi lagu berdasarkan suasana emosional yang disampaikan oleh pengguna menjadi lebih mudah dan efektif. Metode pengelompokan data seperti Fuzzy C-Means Clustering dapat digunakan sebagai solusi untuk memecahkan masalah pengelompokan data yang akan digunakan dalam penelitian ini dengan menerapkan logika fuzzy untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan data lagu yang dinormalisasi sesuai dengan karakteristiknya yang dihitung dengan fitur tertentu. /parameter. Setelah data lagu dikelompokkan menjadi beberapa cluster, analisis akhir akan dilakukan untuk mengklasifikasikan mood yang dibawakan oleh cluster lagu tersebut. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model Clustering untuk daftar lagu untuk mengklasifikasikan data lagu berdasarkan mood lagu tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah model Clustering dengan nilai FPC 0,56303 dan nilai Silhouette 0,35861 beserta daftar lagu yang dikelompokkan berdasarkan suasana emosional yang dibawakan oleh lagu tersebut.Song has become one of the popular entertainment media and is embedded in the wider community around the world. Its popularity has made the song continue to grow and increase so that it can cover various types, genres and the emotional atmosphere or mood that the song conveys. In some cases, connoisseurs/listeners of songs using several music playback applications want to listen to a list of songs with a mood according to the mood of the listeners. Because there are so many of them, a way or method is needed to organize these songs to enable the process of navigating songs based on the emotional atmosphere conveyed by users more easily and effectively. Data grouping methods such as Fuzzy C-Means Clustering can be used as a solution to solving the data grouping problem that will be used in this study by applying fuzzy logic to identify and group the normalized data of songs according to their characteristics calculated by specific features/parameters. After the data of songs already grouped into few clusters, a final analysis will be implemented to classify which mood that the song clusters delivered. In this way, this study aims to develop a Clustering model for song lists to classify song data based on the song’s mood. The results of this study are a Clustering model with an FPC value of 0.56303 and a Silhouette value of 0.35861 along with a list of grouped songs based on the emotional atmosphere conveyed by the song.
3793340646B1A018146KERAGAMAN BAKTERI ENTEROBACTERIACEAE PADA PERMUKAAN TUBUH KECOAK ASAL PASAR CERME PURWOKERTOKecoak merupakan serangga yang termasuk vektor penyakit. Habitat kecoak adalah area yang hangat, lembap, terdapat makanan, air, maupun tempat persembunyian seperti lingkungan rumah, industri, moda transportasi, dan pasar. Adanya kecoak di area pasar berpotensi menyebarkan penyakit karena bakteri yang terbawa kecoak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman, frekuensi, dan identitas bakteri Enterobacteriaceae yang ada pada permukaan tubuh kecoak pasar secara numerik fenetik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive menggunakan baiting jar trap yang diletakkan pada lima titik sampling dan diulang tiga kali setiap tiga hari sekali. Variabel bebas adalah kecoak asal Pasar Cerme Purwokerto, sedangkan variabel terikat adalah keragaman bakteri Enterobacteriaceae. Parameter penelitian ini adalah keragaman, frekuensi, dan karakteristik bakteri Entereboacteriaceae. Data karakteristik bakteri dianalis secara numerik fenetik menggunakan algoritma UPGMA dengan parameter similaritas Jaccard’s Coefficient. Hasil penelitian diperoleh yaitu kecoak yang tertangkap sebanyak delapan ekor. Kecoak yang tertangkap merupakan kecoak Amerika (Periplaneta americana). Isolat bakteri yang ditemukan pada permukaan tubuh kecoak asal Pasar Cerme Purwokerto sebanyak 27 isolat antara lain genera Serratia, Salmonella, Enterobacter, Klebsiella, dan Escherichia. Spesies anggota genus Serratia memiliki frekuensi sebesar 7%, Salmonella 11%, Klebsiella 22%, Enterobacter 22%, dan Escherichia 37%. Berdasarkan metode numerik fenetik nilai similaritas spesies bakteri anggota Enterobacteriaceae sebesar 61-90%.Cockroaches are insects that can cause various diseases and act as vectors. The main habitat of cockroaches is an area that warm, humid, and wherever the place if it has food and water, and also concealed in housing, industrial area, transportation, and market. The presence of cockroaches in the market area has the potential to spread disease due to bacteria carried by cockroaches. This study aims to determine the diversity, frequency, and identity of Enterobacteriaceae bacteria on the body surface of cockroaches from Pasar Cerme using the phenetic numerical method. This research was conducted using a survey method with purposive sampling using baiting jar traps that were placed at five sampling points and repeated three times every three days. The independent variable in this study was cockroaches from Pasar Cerme Purwokerto, while the dependent variable was the diversity of Enterobacteriaceae bacteria. The parameters of this study were the diversity, frequency, and characterization of Enterobacteriaceae bacteria. Bacterial characteristics data were analyzed numerically and phenetically using the UPGMA algorithm with the Jaccard's Coefficient similarity. The results of the study obtained that there were eight cockroaches caught. The caught cockroaches are American cockroaches (Periplaneta americana). Isolates bacteria found on the body surface of cockroaches from Pasar Cerme Purwokerto were 27 isolates including Serratia, Salmonella, Enterobacter, Klebsiella, and Escherichia. The frequency of found bacteria was Genus Serratia 7%, Salmonella 11%, Klebsiella 22%, Enterobacter 22%, and Escherichia 37%. The highest frequency of bacteria is Escherichia 37%. The phenetic numerical identity of Enterobacteriaceae bacteria has a similarity value of 61-90%.
3793440639A1C019022Analisis Titik Konvergensi Teknologi di Bidang Pertanian Presisi Menggunakan Social Network AnalysisPerkembangan sektor pertanian menghasilkan berbagai jenis teknologi yang mana penerapannya secara global seringkali tampak tidak terstruktur tetapi memiliki pola tersembunyi apabila dihubungkan. Pola tersebut direpresentasikan ke dalam graf lalu menunjukkan interaksi penerapan teknologi pertanian presisi. Penelitian ini menelusuri teknologi yang banyak digunakan pada pertanian presisi yang dilaksanakan pada Februari hingga Mei 2023 di pusat kegiatan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman menggunakan social network analysis. Data yang digunakan adalah paten pertanian presisi yang dianalisis menggunakan Gephi 0.9.7. Penelitian ini menganalisis karakteristik jaringan sosial serta hubungan antarklasifikasi paten. Berdasarkan analisis, jaringan sosial klasifikasi paten tergolong memiliki hubungan yang lemah. Satu sama lain tidak terikat kuat dan cenderung membentuk komunitas yang berbeda. Hal ini dibuktikan dari nilai density yang rendah, yaitu 0,001 dan nilai average path length relatif tinggi sebesar 5,999. Modularity jaringan sosial mencapai 0,720 yang cenderung tinggi, menandakan terdapat komunitas yang terpisah jelas di dalam jaringan. Sementara itu, berdasarkan centrality tertinggi, hubungan antarklasifikasi banyak dipengaruhi oleh metode pengerjaan tanah, adaptasi, dan visualisasi. Ketiganya memberikan pengaruh dalam kemajuan teknologi pertanian presisi selama 2020 – 2023.The development of the agricultural sector produces various types of Technology whose global application often appears unstructured but has hidden patterns when connected. The pattern is represented in a graph and then shows the interaction of the application of precision agriculture technology. This research traces the technology that is widely used in precision agriculture which was carried out from February to May 2023 at the Jenderal Soedirman University Student Activity Center using social network analysis. The Data used were precision agricultural patents analyzed using Gephi 0.9.7. This study analyzes the characteristics of social networks as well as the relationship between patent classification. Based on the analysis, social network patent classification classified as having a weak relationship. Each other is not strongly attached and tends to form different communities. This is evidenced by the low-density value, which is 0.001 and a relatively high average path length value of 5.999. The Modularity of the social network reaches 0.720 which tends to be high, indicating that there are clearly separate communities in the network. Meanwhile, based on the highest centrality, the relationship between classifications is much influenced by the method of earthwork, adaptation, and visualization. All three have an influence on the progress of precision agriculture technology during 2020 – 2023.
3793540641J1C016044Analsis Struktural Novel Tsurune : Kazemai Koukou Kyuudou-bu karya Ayano KotokoPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik yang terdapat pada novel Tsurune: Kazemai Koukou Kyuudou-bu. Meliputi, alur, tema, tokoh dan penokohan, latar serta amanat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan struktural sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Tsurune: Kazemai Koukou Kyuudou-bu karya Ayano kotoko, yang meliputi, narasi-nasari, dialog antar tokoh serta monolog. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat, peneliti membaca dengan sesama novel tersebut dan mengklasifikasikannya kedalam unsur unsur intrinsik novel.. Hasil dari penelitian ini dapat dikemukakan bahwa terdapat unsur intrinsik pada novel Tsurune: Kazemai Koukou Kyuudou-bu karya Ayano Kotoko yang berupa; 1) Alur pada novel Tsurune: Kazemai Koukou Kyuudou-bu dibagi menjadi tiga tahapan; tahapan awal, tahapan tengah, dan tahapan akhir dengan masing-masing memiliki satu data. 2) Tema utama pada novel Tsurune: Kazemai Koukou Kyuudou-bu adalah persahabatan dengan satu data yang dikumpulkan 3) Tokoh-tokoh yang menonjol pada novel Tsurune: Kazemai Koukou Kyuudou-bu adalah Narumiya Minato, Takigawa Masaki, Takehaya Seiya, Onogi Kaito dan Kisaragi Nanao, dengan lima data yang dikumpulkan. 4) Latar tempat pada novel ini terdapat sepuluh data yang dikumpulkan. 5) Latar waktu dengan enam data yang dikumpulkan, serta 6) Amanat berupa pesan moral dari cerita yang turut membangun cerita pada novel Tsurune: Kazemai Koukou Kyuudou-bu.The purpose of this study is to describe the intrinsic elements present in the novel Tsurune: Kazemai Koukou Kyuudou-bu, which include plot, theme, characters, setting, and message. The research method used is a qualitative descriptive approach with a literary structural approach. The data source for this study is the novel Tsurune: Kazemai Koukou Kyuudou-bu by Ayano Kotoko, which includes narration, dialogue between characters, and monologues. The data collection technique used is note-taking, where the researcher reads and classifies the novel's intrinsic elements. The results of this study show that there are intrinsic elements in the novel Tsurune: Kazemai Koukou Kyuudou-bu by Ayano Kotoko, which include: 1) the plot is divided into three stages; the beginning, middle, and end, with one data collected for each stage. 2) The main theme of the novel is friendship, with one data collected. 3) The prominent characters in the novel are Narumiya Minato, Takigawa Masaki, Takehaya Seiya, Onogi Kaito, and Kisaragi Nanao, with five data collected. 4) The setting has ten data collected. 5) The time setting has six data collected. 6) The message is a moral lesson that contributes to the story in the novel Tsurune: Kazemai Koukou Kyuudou-bu.
3793640642K1A019008IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI HASIL KROMATOGRAFI KOLOM FRAKSI n-HEKSANA DARI EKSTRAK METANOL DAGING BUAH KETAPANGKetapang (Terminalia catappa L.) merupakan spesies dari family Combretaceae yang dikenal sebagai tanaman obat. Senyawa aktif dalam tanaman ketapang memiliki banyak aktivitas biologis, salah satunya sebagai antibakteri. Fraksi nheksana daging buah ketapang berdasarkan penelitian sebelumnya dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri yang potensial terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini mengkaji mengenai senyawa aktif dan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dari fraksi n-heksana ekstrak metanol daging buah ketapang yang telah melalui pemisahan lebih lanjut menggunakan kromatografi kolom. Pemisahan yang dilakukan menghasilkan sebanyak 6 subfraksi untuk kemudian ditentukan aktivitas antibakterinya terhadap bakteri
Staphylococcus aureus melalui metode difusi sumuran. Subraksi IV diketahui memiliki aktivitas antibakteri tertinggi dengan diameter zona hambat sebesar 5,15 mm dan dikategorikan memiliki aktivitas antibakteri sedang. Subfraksi IV selanjutnya diidentifikasi lebih lanjut melalui skrining fitokimia dan menggunakan instrumen GC-MS. Skrining fitokimia menunjukkan positif senyawa golongan terpenoid dan saponin. Hasil analisis GC-MS diperoleh diperoleh 3 senyawa dominan yaitu bis(2-etilheksil) ftalat (34.44%); asam n-heksadekanoat (27.85%); dan asam oktadekanoat (9.15%).
Ketapang (Terminalia catappa L.) is a species of the Combretaceae family and is commonly used as a medicinal plant. The active compounds in the ketapang plant have several biological activities, one of which is antibacterial. Based on previous studies, the n-hexane fraction of ketapang fruit flesh was reported to have potential antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria. This research examines the active compounds and antibacterial activity tests against Staphylococcus aureus bacteria from the n-hexane fraction of ketapang fruit flesh which has been further separated using column chromatography. The separation obtained 6 subfractions to determine their antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria through well-diffusion method. Subfraction IV is known to have the highest antibacterial activity with an inhibition zone diameter of 5.15 mm and is categorized as having moderate antibacterial activity. Subfraction IV was further identified through phytochemical screening and using GC-MS instruments. Phytochemical screening showed positive compounds of the terpenoid and saponin groups. The results of the GC-MS analysis showed that there were 3 dominant compounds namely bis(2-ethylhexyl) phthalate (34.44%); nhexadecanoic acid (27.85%); and octadecanoic acid (9.15%)
3793740643D1A019183PENGARUH ADSORBEN SEKAM PADI DENGAN AKTIVATOR HCl TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN PERSENTASE KARKAS PADA AYAM BROILERCATUR BAYU PAMUNGKAS. Penelitian berjudul “Pengaruh Adsorben Sekam Padi dengan Aktivator HCl terhadap Pertambahan Bobot Badan dan Persentase Karkas pada Ayam Broiler” bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan adsorben sekam padi dengan Aktivator HCl dengan level HCl yang berbeda-beda terhadap pertambahan bobot badan dan persentase karkas ayam broiler. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlukan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu A0 (tanpa diberi adsorben sekam padi); A1 (dicampur dengan adsorben sekam padi dengan aktivator HCl 1 N); A2 (dicampur dengan adsorben sekam padi dengan aktivator 2 N); A3 (dicampur dengan adsorben sekam padi dengan aktivator 3 N); A4 (dicampur dengan adsorben sekam padi dengan aktivator 4 N); A5 (dicampur dengan adsorben sekam padi dengan aktivator HCl 5 N). Materi yang digunakan yaitu 180 ayam broiler Day Old Chick (DOC) berumur 1 hari strain CP 707. Pakan yang diberikan yaitu pakan komersial CP 511 produksi PT Charoen Pokphand, kandang litter dengan bahan sekam padi. Hasil peneltian menujukan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap pertambahan bobot badan dan persentase karkas. Hasil rataan pengukuran pertambahan bobot badan yaitu A0 (1216,45 ± 172,23); A1 (1146,55 ± 104,48); A2 (1099,08 ± 227,82); A3 (1157,08 ± 138,82); A4 (1068,50 ± 210,21); A5 (1109,66 ± 180,05). Hasil rataan pengukuran persentase karkas yaitu A0 (78,68 ± 8,56 %); A1 (72,73 ± 1,19 %); A2 (72,88 ± 1,01 %); A3 (71,00 ± 1,40 %); A4 (74,04 ± 1,66 %); A5 (74,36 ± 1,76 %). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemberian adsorben sekam padi dengan aktivator HCl yang diaplikasikan pada level yang berbeda-beda memiliki pada pertambahan bobot badan dan persentase karkas pada ayam broiler memiliki hasil yang relatif sama.CATUR BAYU PAMUNGKAS. The study entitled "The Effect of Rice Husk Adsorbent with HCl Activator on Body Weight Gain and Carcass Percentage in Broiler Chickens" aims to examine the effect of using rice husk adsorbents with HCl Activators with different HCl levels on body weight gain and the percentage of broiler chicken carcasses. The study design used a Complete Randomized Design (RAL) with 6 requirements and 4 repeats. The treatment given is A0 (without rice husk adsorbent); A1 (mixed with rice husk adsorbent with HCl 1 N activator); A2 (mixed with rice husk adsorbent with 2 N activator); A3 (mixed with rice husk adsorbent with 3 N activator); A4 (mixed with rice husk adsorbent with 4 N activator); A5 (mixed with rice husk adsorbent with HCl 5 N activator). The material used was 180 Day Old Chick (DOC) broiler chickens aged 1 day strain CP 707. The feed provided is CP 511 commercial feed produced by PT Charoen Pokphand, litter cages with rice husk material. The results showed an intangible effect (P>0.05) on body weight gain and carcass percentage. The average result of measuring body weight gain is A0 (1216.45 ± 172.23); A1 (1146.55 ± 104.48); A2 (1099.08 ± 227.82); A3 (1157.08 ± 138.82); A4 (1068.50 ± 210.21); A5 (1109.66 ± 180.05). The average result of measuring the percentage of carcass is A0 (78.68 ± 8.56 %); A1 (72.73 ± 1.19 %); A2 (72.88 ± 1.01 %); A3 (71.00 ± 1.40 %); A4 (74.04 ± 1.66 %); A5 (74.36 ± 1.76 %). The results of the study concluded that the effect of giving rice husk adsorbent with HCl activator applied at different levels had relatively the same results on body weight gain and carcass percentage in broiler chickens.
3793840644J1E016016THE INFLUENCE OF STUDENTS’ LEARNING STYLES ON THEIR ENGLISH ACHIEVEMENT
(A Correlational Study in English Class of the 7th-grade Students at SMP Negeri 8 Purwokerto in Academic Year 2022/2023)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pengaruh gaya terutama dalam gaya belajar visual dan auditori pada prestasi belajar Bahasa Inggris siswa kelas 7 di SMP Negeri 8 Purwokerto tahun ajaran 2022/2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed-method Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 7 di SMP Negeri 8 Purwokerto. Dalam penelitian in peneliti menggunakan pengambilan sample secara purposive, dimana peneliti telah menetapkan kriteria khusus dalam penentuannya. Peneliti mengumpulkan dan mengolah data menggunakan aplikasi SPSS melalui hasil kuesioner, dokumentasi nilai, dan wawancara sebagai pelengkap data penelitian.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan 24 (66, 7%) siswa dengan gaya belajar auditori dan sekitar 12 (33, 3%) siswa dengan preferensi gaya belajar Visual. Nilai rata-rata prestasi bahasa Inggris siswa adalah 85, 92 yang ditafsirkan sebagai "Sangat Tinggi" yang menunjukkan bahwa siswa memiliki prestasi yang tinggi dalam belajar bahasa Inggris dan gaya belajar siswa adalah 75, 33 dengan skor kuesioner maksimum 83 dan skor minimum 67 yang dianggap sebagai "Baik" yang berarti bahwa siswa mengetahui dengan tepat preferensi mereka sendiri. Koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,449** pada taraf 0,01 (2-tailed) dan terletak pada interval 0,40 - 0,599 yang diinterpretasikan sebagai korelasi sedang dan tingkat probabilitas (p) signifikansi 0,006 lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05) dengan taraf signifikansi 5% maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima.Kesimpulan dari penelitian ini, gaya belajar yang paling dominan digunakan oleh siswa ialah gaya belajar audtori dan terdapat pengaruh yang signifikan antara dua gaya belajar tersebut terhadap prestasi belajar bahasa Inggris siswa.
This research mainly focuses on describing the influence of students’ learning styles on their English Achievement mainly in visual and auditory styles of 7th-grade students at SMP Negeri 8 Purwokerto in the academic year 2022/2023. The methodology used in this research is mixed-method. The population in this research were 7th-grade students of SMP Negeri 8 Purwokerto. This researcher used purposive sampling, where the researcher determined a special characteristic in choosing the sample. The researcher used a questionnaire, documentation of students’ English scores, an interview and SPSS 29 program to collect and analyze the data.
The results of this research show 24 or (66, 7%) students with auditory learning styles and around 12 or (33, 3%) students with Visual Learning style preferences. The mean score of student’s English achievement was 85, 92 which is interpreted as a "Very High" indicating that students have high achievement in learning English and students’ Learning styles were 75, 33 with a maximum questionnaire score of 83 and a minimum score of 67 considered as "Good" it means that students know exactly their own preference. The correlation coefficient (rxy) 0.449** at the 0.01 level (2-tailed) and lay on the interval 0.40-0.599 interpreted as Medium correlation and the level of probability (p) significance 0.006 was less than 0.05 (p<0.05) with significance level in 5% It is also said that the null hypothesis (Ho) was rejected and the alternative hypothesis (H1) was accepted. The conclusion of this research is, the most dominant learning style used was auditory learning styles and there were significant correlations between students’ learning styles on their English Achievement.
3793940647I1E016046TINGKAT KETERAMPILAN TEKNIK DASAR SEPAKBOLA PADA SISWA LPSB MUTIARA PURWOKERTO USIA 14-15 TAHUNLatar Belakang: Teknik dasar sepak bola merupakan hal yang perlu dikuasai oleh pemain sepak bola untuk mendukung performa yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil keterampilan sepakbola dari pemain sepakbola usia 14-15 tahun yang bermain di level kompetitif di wilayah tertentu.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode survei. Teknik sempling yang digunakan yaitu teknik purposive sampling dengan sampel siswa berusia 14-15 tahun di LPSB Mutiara Purwokerto. Pengambilan data menggunaan instrumen tes keterampilan sepak bola (passing, controlling, dribbling, shooting, dan heading).

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemain dalam kelompok usia ini memiliki keterampilan teknis yang bervariasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterampilan teknik dasar passing rata-rata sebesar 10,16 (kategori baik), dribbling rata-rata sebesar 14,82 (kategori cukup), shooting rata-rata sebesar 9,75 (kategori cukup), heading rata- rata sebesar 16,20 (kategori cukup), controlling rata-rata sebesar 9,55 (kategori cukup).

Kesimpulan: Hasil dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keterampilan teknik dasar passing berada dalam kategori baik, sedangkan teknik dasar dribbling, shooting, heading, controlling berada dalam kategori cukup. penelitian ini memiliki keterbatasan dalam ukuran sampel yang relatif kecil dan fokus pada kelompok usia dan wilayah tertentu.

Kata Kunci: Sepak bola, teknik dasar sepak bola, pemain usia 14-15 tahun
Background: Basic soccer techniques are things that need to be mastered by soccer players to support maximum performance. This study aims to identify the football skill profile of footballers aged 14-15 years who play at a competitive level in a particular region.

Methodology: This study used survey method. The sempling technique used is a purposive sampling technique with a sample of students aged 14-15 years at LPSB Mutiara Purwokerto. Data collection using football skill test instruments (passing, controlling, dribbling, shooting, and heading).

Research Results: The results showed that players in this age group have varied technical skills. The results showed that basic passing technique skills averaged 10.16 (good category), dribbling average 14.82 (sufficient category), shooting average 9.75 (sufficient category), average heading 16.20 (sufficient category), and controlling average 9.55 (sufficient category).

Conclusion: The results of this study can be concluded that the basic passing technique skills are in a good category, while the basic techniques of dribbling, shooting, heading, and controlling are in the sufficient category. The study had limitations in its relatively small sample size and focused on specific age groups and region.

Keywords: Soccer, basic soccer techniques, 14-15-year-old players
3794040650I1A019033FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN BUKU KIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS PURWOKERTO SELATANLatar Belakang: Optimalisasi buku KIA merupakan salah satu strategi untuk menurunkan angka kematian ibu. Buku KIA diberikan pada saat K1 dan digunakan sampai anak berusia 6 tahun. Dari 40 puskesmas yang ada di Kabupaten Banyumas, Puskesmas Purwokerto Selatan memiliki angka ibu hamil terbanyak yaitu 1.148 orang. Namun, dari cakupan KIA, puskesmas tersebut termasuk ke dalam 10 besar puskesmas dengan cakupan K4 terendah yaitu 89,6%.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penggunaan buku KIA pada ibu hamil di Puskesmas Purwokerto Selatan.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan dari bulan November 2022–Mei 2023 di Puskesmas Purwokerto Selatan. Populasi adalah 1.094 ibu hamil yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 180 orang yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data meliputi univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik ganda.
Hasil Penelitian: Terdapat hubungan antara minat membaca, pengetahuan, sikap, dukungan bidan, dan dukungan keluarga dengan penggunaan buku KIA. Tidak terdapat hubungan antara umur, kehamilan, pendidikan, pekerjaan, dan ketersediaan sumber informasi online dengan penggunaan buku KIA. Variabel yang paling berpengaruh terhadap penggunaan buku KIA adalah dukungan keluarga (p=0,001; OR=3,248; 95% CI 1,591–6,633), artinya ibu hamil yang mendapatkan dukungan dari keluarga berpeluang 3,248 kali untuk menggunakan buku KIA daripada ibu hamil yang tidak mendapatkan dukungan dari keluarga.
Kesimpulan: Ibu hamil yang mendapatkan dukungan dari keluarga akan menggunakan buku KIA lebih baik daripada ibu hamil yang tidak mendapatkan dukungan dari keluarga.
Background: Optimizing MCH handbook is one of strategies in reducing maternal mortality rate. MCH handbook is given in the 1st visit and used until the child is 6 years old. Of the 40 public health centers in Banyumas district, the South Purwokerto Public Health Center has the highest number of pregnant women with 1.148 people. However, it is included in the top 10 public health centers with the lowest 4th visit coverage, counted 89,6%.
Objective: This study aims to determine the factors influence the use of the MCH handbook for pregnant women in the South Purwokerto Public Health Center.
Methods: This study used a cross-sectional approach conducted from November 2022–May 2023 at the South Purwokerto Public Health Center. The population was 1.094 pregnant women who lived in the working area of the South Purwokerto Public Health Center. Respondents in this study was 180 selected by accidental sampling. The data is analyzed in univariate, bivariate, and multivariate.
Results: There is a relationship between reading interest in the MCH handbook, attitude, midwife support, and family support with the use of the MCH handbook. There is no relationship between age, pregnancy, education, employment, and the availability of online information sources with the use of the MCH handbook. The variable that most influenced the use of the MCH handbook is family support (p = 0,001; OR = 3,248; 95% CI 1,591–6,633). It means that pregnant women who receive support from their families have a 3,248 times greater chance of using the MCH handbook than pregnant women who do not receive support from their families.
Conclusion: Pregnant women who receive support from their families will use the MCH handbook more likely than pregnant women who receive less support from their families.