Artikel Ilmiah : C1A019079 a.n. TRISNA MAULIDA DIYANTI
| NIM | C1A019079 |
|---|---|
| Namamhs | TRISNA MAULIDA DIYANTI |
| Judul Artikel | ANALISIS PENGARUH KONDISI JUAL KAPULAGA TERHADAP PENDAPATAN PETANI KAPULAGA DI KECAMATAN KALIWIRO KABUPATEN WONOSOBO |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kecamata Kaliwiro merupakan produsen kapulaga tertinggi di Kabupaten Wonosobo. Hal ini dikarenakan jenis lahan dan iklim yang cocok untuk ditanami kapulaga, selain itu petani di Kecamatan Kaliwiro membudidayakan kapulaga karena merupakan tanaman yang sudah diwarsikan. Petani kapulaga di Kecamatan Kaliwiro diketahui melakukan penjualan hasil produksi kapulaga dalam dua kondisi, yaitu kering dan basah. Terdapat perbedaan harga yang diperoleh dari penjualan kapulaga kering dan basah, hal ini dikarenakan kapulaga yang dijual dalam kondisi kering memerlukan proses pengeringan sehingga bobotnya akan menyusut dan harganya akan lebih tinggi dibanding kapulaga basah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang pengaruh kondisi jual kapulaga, luas lahan, jumlah tenaga kerja, dan pengalaman bertani terhadap pendapatan petani kapulaga di Kecamatan Kaliwiro Kabupaten Wonosobo. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data primer. Populasi pada penelitian ini terdiri dari seluruh petani kapulaga di Kecamatan Kaliwiro. Penentuan lokasi sampel penelitian dilakukan secara purposive dengan memilih satu desa penghasil kapulaga tertinggi di Kecamatan Kaliwiro yaitu Desa Grugu yang memiliki populasi sejumlah 506 petani. Banyaknya responden ditentukan melalui perhitungan dengan rumus Taro Yamane sehingga didapat sejumlah 84 petani dan diambil secara random sampling. Data yang diperoleh dari penelitian kemudian diolah menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi jual, luas lahan, jumlah tenaga kerja, dan pengalaman bertani secara bersama-sama berpengaruh terdahap pendapatan petani kapulaga di Kecamatan Kaliwiro. Kemudian secara parsial, variabel kondisi jual, luas lahan, dan pengalaman bertani berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani kapulaga, sedangkan untuk variabel jumlah tenaga kerja diketahui memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap pendatapan petani kapulaga di Kecamatan Kaliwiro Kabupaten Wonosobo. Implikasi dalam penelitian ini adalah petani didorong untuk menjual kapulaga dalam kondisi kering karena memiliki harga yang lebih tinggi. Petani juga perlu memperluas lahan yang digunakan untuk menaman kapulaga sehingga jumlah produksi dapat lebih banyak dan memperbesar penerimaan yang didapatkan. Petani kapulaga juga perlu menggunakan tenaga kerja yang berkualitas sehingga kegiatan usahatani kapulaga dapat dikerjakan dengan lebih efisien. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Kaliwiro District is the highest cardamom-producing district in Wonosobo Regency. This is because the land structure and climate are suitable for cardamom to grow, apart from that the average farmer in Kaliwiro District grows cardamom because it is a hereditary plant. Farming activities in Kaliwiro District are still carried out traditionally from planting to post-harvest. It is known that farmers in Kaliwiro District sell cardamom products in two conditions, which are dry and wet. There is a price difference between cardamom sold in dry and wet conditions, this is due to the post-harvest process in the form of drying which must be carried out by farmers who want to sell cardamom in dry conditions. This study analyses the effect of cardamom selling conditions, land area, number of workers, and farming experience on the income of cardamom farmers in Kaliwiro District, Wonosobo Regency to see whether there is an effect of the independent variables on the dependent variable. The aims of this research are to Analyse the effect of selling conditions, land area, number of workers, and farming experience on the income of cardamom farmers in Kaliwiro District, Wonosobo Regency. The research method used is quantitative descriptive research using primary data. The population in this study consisted of all cardamom farmers in Kaliwiro District. The determination of the location of the research sample was carried out purposively by selecting a village with the highest cardamom producer in Kaliwiro District, namely Grugu Village, which has a population of 506 farmers. The number of respondents was determined by calculating with the Taro Yamane formula so that a total of 84 farmers were obtained and taken by random sampling. The data obtained from the study were then processed using multiple linear regression analysis. The results showed that selling conditions, land area, number of workers, and farming experience all influenced the income of cardamom farmers in Kaliwiro District. Then partially, the variable selling conditions, land area, and Brave experience have a positive and significant effect on the income of cardamom farmers, while the variable number of workers is known to have a negative and significant effect on the income of cardamom farmers in Kaliwiro District, Wonosobo Regency. The implication of this research is that farmers are encouraged to sell cardamom in dry conditions because it has a higher price. Farmers also need to expand the land used to grow cardamom so that the amount of production can be more and increase the income they get. Cardamom farmers also need to use a quality workforce so that cardamom farming activities can be carried out more efficiently. |
| Kata kunci | Usahatani Kapulaga, Pendapatan Petani, Kondisi Jual |
| Pembimbing 1 | Istiqomah, S.E, M.Sc., Ph.D |
| Pembimbing 2 | Dr. Barokatuminalloh, S.E, M.Sc |
| Pembimbing 3 | Dwita Aprillia Floresti, S.E, M.Si |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 102 |
| Tgl. Entri | 2023-07-29 12:50:08.981625 |