Artikelilmiahs

Menampilkan 37.941-37.960 dari 48.974 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3794140651I1A019082PERILAKU DETEKSI DINI DENGAN IVA PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) USIA 30-50 TAHUN DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI PUSKESMAS TANAH SAREAL KOTA BOGORPERILAKU DETEKSI DINI DENGAN IVA PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) USIA 30-50 TAHUN DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI PUSKESMAS TANAH SAREAL KOTA BOGOR
Amalia Az Zahra

Latar Belakang: Kanker serviks merupakan penyakit yang mematikan yang menyerang leher rahim. Untuk mencegah terjadinya kanker serviks maka perlu dilakukan deteksi dini. Deteksi dini dapat dilakukan dengan melakukan screening awal dengan menggunakan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Data pemeriksaan IVA hingga bulan Oktober tahun 2022 di Puskesmas Tanah Sareal mempunyai jumlah sasaran WUS sebanyak 1.294. Namun yang telah melakukan pemeriksaan IVA sebesar 293 (22,7%) dari sasaran target puskesmas sebanyak 582 (45%) WUS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dan paling mempengaruhi perilaku deteksi dini dengan IVA pada WUS umur 30-50 tahun.

Metode Penelitian: Jenis penelitian ini merupakan penelitian studi analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Jumlah populasi WUS pada penelitian ini yaitu sebesar 1.294 WUS berumur 30-50 tahun, dengan jumlah sampel 100 responden dan teknik sampling menggunakan angka acak. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data berupa analisis univariat, bivariat dengan uji chi square, dan multivariat dengan regresi logistik.

Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa akses informasi dan sikap
merupakan faktor yang mempengaruhi perilaku deteksi dini dengan IVA pada WUS p value 0,006 OR 4,302 dan p value 0,031 OR 3,779. Variabel yang tidak berpengaruh terhadap perilaku deteksi dini dengan IVA pada WUS yaitu pengetahuan p value 0,372 OR 1,959, persepsi p value 0,831 OR 2,528, keterjangkauan akses p value 0,573 OR 1,698, dukungan keluarga p value 0,623 OR 1,698 dan dukungan petugas kesehatan p value 0,194 OR 2,029.

Kesimpulan: Faktor yang mempengaruhi perilaku deteksi dini dengan IVA pada WUS berusia 30-50 tahun di Wilayah Puskesmas Tanah Sareal Kota Bogor adalah Akses informasi yang kurang mendukung dan sikap yang tidak baik akan mempengaruhi perilaku WUS dalam melakukan deteksi dini dengan IVA.

Kata Kunci: Faktor, Pemeriksaan IVA, Perilaku Pemeriksaan IVA
EARLY DETECTION BEHAVIOR WITH VIA AMONG WOMEN OF REPRODUCTIVE AGE (WRA) AGED 30-50 YEARS AND THE FACTORS
INFLUENCING IT IN THE TANAH SAREAL PRIMARY HEALTH CARE,
BOGOR CITY.
Amalia Az Zahra

Background: Cervical cancer is a deadly disease that attacks the cervix. To prevent cervical cancer, it is necessary to do early detection. Early detection can be done by conducting initial screening using Visual Inspection with Acetic Acid (IVA). IVA examination data until October 2022 at the Tanah Sareal Health Center had a target number of 1,294 WUS. However, there were 293 (22.7%) who had carried out IVA examinations of the target population of the puskesmas as many as 582 (45%) WUS. This study aims to determine the factors related to and most influencing early detection behavior with IVA in WUS aged 30-50 years.

Research Methodology: This type of research is an observational analytic study with a cross-sectional study design. The population of WUS in this study was 1,294 WUS aged 30-50 years, with a sample of 100 respondents and the sampling technique used random numbers. The research instrument used questionnaire and data analysis in the form of univariate analysis, bivariate with chi square test, and multivariate with logistic regression.

Research Results: The results of the analysis show that access to information and
attitudes are factors that influence early detection behavior with IVA at WUS p value 0.006 OR 4.302 and p value 0.031 OR 3.779. Variables that do not affect early detection behavior with IVA in WUS are knowledge p value 0.372 OR 1.959,
perception p value 0.831 OR 2.528, affordability of access p value 0.573 OR 1.698, family support p value 0.623 OR 1.698 and support for health workers p value 0.194 OR 2,029.

Conclusion: Factors that influence early detection behavior with IVA in WUS aged
30-50 years in the Tanah Sareal Health Center in Bogor City are access to information that is not supportive and attitudes that are not good will affect WUS behavior in carrying out early detection with VIA.

Keywords: Factors, VIA Examination, Behavior of Undergoing VIA Examination
3794240652C1C019051Pengaruh Kompetensi Aparat, Kepemimpinan, Partisipasi Masyarakat dan Pengawasan terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa Persepsian di Kecamatan Jatilawang Tahun Anggaran 2021Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kompetensi aparat, kepemimpinan, partisipasi masyarakat, dan pengawasan terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa persepsian di Kecamatan Jatilawang tahun anggaran 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data penelitian menggunakan data primer yang diperoleh melalui kuesioner dan didukung dengan penggunaan data sekunder berupa laporan realisasi dana desa tahun anggaran 2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Responden pada penelitian ini berjumlah 78 responden sesuai dengan kriteria sampel. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukan bahwa: (1) Kompetensi aparat berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa persepsian, (2) Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa persepsian, (3) Partisipasi masyarakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa persepsian, dan (4) Pengawasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa persepsian.This study aims to determine and analyze the influence of apparatus competence, leadership, community participation, and supervision on the accountability of perceived village fund management in Jatilawang District for the 2021 fiscal year. This research uses a quantitative approach. The research data uses primary data obtained through questionnaires and is supported by the use of secondary data in the form of village fund realization reports for the 2021 fiscal year. The sampling technique uses a purposive sampling technique. Respondents in this study amounted to 78 respondents according to the sample criteria. Data analysis technique using multiple linear regression analysis. The results of the analysis show that: (1) Competence of officials has a positive and significant effect on perceived village fund management accountability, (2) Leadership has a positive and significant effect on perceived village fund management accountability, (3) Community participation has a positive and significant effect on village fund management accountability perceptions, and (4) Supervision has a positive and significant effect on the accountability of perceived village fund management.
3794340665I1D019019FORMULASI YOGURT KECAMBAH KACANG KORO PEDANG PUTIH (Canavalia Ensiformis) PLUS EKSTRAK KAYU MANIS (Cinnamomum Burmannii) Komplikasi DM dapat dicegah dengan mengonsumsi pangan fungsional seperti yogurt yang terbuat dari kacang-kacangan, salah satunya kacang koro pedang putih. Fermentasi yogurt menggunakan BAL. Ekstrak kayu manis dapat meningkatkan mutu yogurt. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh proporsi sucaro:skim, ekstrak kayu manis, BAL dan kombinasinya terhadap kadar vitamin C, protein terlarut dan mutu sensori; formula terbaiknya; dan takaran sajinya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan proporsi Sucaro:skim (90:10;80:20;70:30), ekstrak kayu manis (5%;10%) dan BAL (0,3%;0,5%). Dianalisis kadar vitamin C (titrasi iodium) dan protein terlarut (Lowry) Yocaroma. Formula terbaik menggunakan indeks efektivitas de Garmo (1984). Proporsi Sucaro:skim berpengaruh (p=0,00) terhadap vitamin C dan protein terlarut. Kadar ekstrak kayu manis berpengaruh terhadap vitamin C (p=0,01). Kadar BAL tidak berpengaruh terhadap vitamin C (p=0,714) dan protein terlarut (p=0,409). Kombinasi ketiganya berpengaruh (p=0,00) terhadap vitamin C, protein terlarut dan mutu sensori. Kombinasi proporsi sucaro:skim, ekstrak kayu manis dan BAL berpengaruh terhadap kadar vitamin C, protein terlarut dan mutu sensori. Formula terbaik Yocaroma terdapat pada perlakuan prorporsi Sucaro:skim 70:30, ekstrak kayu manis 10% dan BAL 0,5% dengan kandungan vitamin C 116,89mg/100g, protein terlarut 30,06%, mutu warna krem, rasa asam, aroma sedikit mencolok dan tekstur sedikit kental. Takaran saji Yocaroma adalah 250 ml.There is a need to prevent DM complications by consuming functional foods such as yogurt made from beans, one of which is jack beans. Yogurt fermentation uses LAB. Cinnamon extract can improve the quality of yogurt. This study aims to determine the effect of sucaro:skim proportion, cinnamon extract, LAB and their combination on vitamin C content, soluble protein and sensory quality; the best formula; and serving size. This study used a Randomized Group Design with the treatment of Sucaro:skim proportion (90:10; 80:20; 70:30), cinnamon extract (5%; 10%) and LAB (0.3%; 0.5%). Vitamin C (iodine titration) and soluble protein (Lowry) content of Yocaroma were analyzed. The best formula used de Garmo effectiveness index (1984). The proportion of Sucaro:skim affected (p=0.00) on vitamin C and soluble protein. Cinnamon extract concentration affected vitamin C (p=0.01). LAB content had no effect on vitamin C (p=0.714) and soluble protein (p=0.409). The combination of the three affected (p=0.00) vitamin C, soluble protein and sensory quality. The combination of sucaro:skim proportion, cinnamon extract and LAB affected the vitamin C content, soluble protein and sensory quality. The best Yocaroma formula is found in the treatment of Sucaro:skim proportion 70:30, cinnamon extract 10% and LAB 0.5% with vitamin C content 116.89mg/100g, soluble protein 30.06%, cream color quality, sour taste, slightly striking aroma and slightly thick texture. The serving size of Yocaroma is 250 ml.
3794444284F1C020009Peran Kameran dalam Membangun Identitas Visual dalam Genre Film Animasi “Duite Nang Saku, Dampake Sewu” Pemilihan Umum (Pemilu) adalah wadah bagi rakyat untuk memberikan hak suara kepada calon pemimpin selama 5 (lima) tahun ke depan. Namun, setiap menjelang kontestasi politik seringkali terjadi kecurangan-kecurangan untuk memenangkan kursi jabatan dengan cara politik uang. Saat ini, politik uang semakin bervariasi sehingga rakyat wajib mengetahui ciri-ciri dan jenis dari politik uang agar tidak merugikan rakyat nantinya. Sebab politik uang akan menghasilkan pemerintahan yang korup dan monopoli kekuasaan. Pencipta bersama dengan Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas bekerja sama untuk memberikan edukasi terkait dampak dan bahaya negatif adanya politik uang bagi nasib rakyat dan bangsa. Karya ini berbentuk video kampanye edukatif dengan memadukan wawancara dengan animasi. Kameraman memiliki peranan penting dalam proses produksi, kameraman adalah salah satu kru dalam produksi film dimana bekerjasama dengan kru lainnya untuk menciptakan produksi film, karena tugas kameraman adalah menerjemahkan isi naskah ke dalam bentuk visual. Kemudian target sasaran dari karya ini adalah pemilih muda dengan range usia 17-30 tahun yang berdomisili di Kabupaten Banyumas. The General Election (Elections) is a forum for the people to give voting rights to potential leaders for the next 5 (five) years. However, every time a political contest approaches, cheating often occurs to win a position by means of money politics. Currently, money politics is increasingly varied, so people must know the characteristics and types of money politics so that it does not harm the people in the future. Because money politics will produce a corrupt government and monopoly of power. The creator together with General Soedirman University Communication Sciences and the General Election Commission (KPU) of Banyumas Regency are working together to provide education regarding the negative impacts and dangers of money politics for the fate of the people and nation. This work takes the form of an educational campaign video combining interviews with animation. The cameraman has an important role in the production process, the cameraman is one of the crew in a film production who collaborates with other crew to create a film production, because the cameraman's job is to translate the contents of the script into visual form. Then the target audience for this work is young voters with an age range of 17-30 years who live in Banyumas Regency
3794540653I1E019012POTENSI OLAHRAGA INDIVIDU UNGGULAN DI KABUPATEN KEBUMEN Latar Belakang: Olahraga unggulan adalah keutamaan pada pembinaan cabang olahraga yang memiliki prospek prestasi. Program pengembangan olahraga unggulan meliputi perencanaan pengembangan komponen komponen yang dapat mendukung tumbuhnya olahraga potensial daerah menjadi cabang olahraga unggulan sebagai ciri khas suatu daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana potensi dan olahraga apakah yang dapat dijadikan sebagai olahraga individu unggulan di Kabupaten Kebumen.Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di Koni Kabupaten Kebumen dengan 20 sampel cabang olahraga yang diambil dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif.Hasil Penelitian: Perolehan skor dari seluruh aspek yang diukur dapat disimpukan bahwa dari 20 cabang olahraga individu terdapat 3 besar cabang olahraga individu yang memiliki poin paling tinggi dan dapat diunggulkan di Koni Kabupaten Kebumen, di peringkat pertama yaitu cabang olahraga taekwondo dengan perolehan 399 poin, diposisi kedua yaitu cabang olahraga renang denganperolehan 398 poin, diperingkat ketiga yaitu cabang olahraga atletik dengan memperoleh 338 poin.Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini bahwa olahraga potensial daerah yang dapat dijadikan sebagai olahraga individu unggulan di Koni Kabupaten Kebumen adalah cabang olahraga taekwondo.Background: Leading sports are a priority in the development of sports that have achievement prospects. The leading sports development program includes planning for the development of components that can support the growth of regional potential sports to become leading sports as a sign of the progress of a region. This study aims to find out how much potential and what sports can be used as superior individual sports in Kebumen Regency.Method: This research is descriptive quantitative. The research was conducted in Koni, Kebumen Regency with a sample of 20 sports which were taken using a purposive sampling technique. Data collection techniques using a questionnaire. Data analysis technique using descriptive analysis.Result: The acquistion of scores from all aspects measured can be concluded that out of 20 individual sports there are 3 big individual sports that have the highest points and can be excelled at Koni Kebumen Regency in first place, namely Taekwondo sports with 399 points in second place, namely sports swimming with 398 points in third place, namely athletics with 338 points. Conclusion: The conclusion in this study is that a potential regional sports that can be used as a superior individual sports for Koni Kebumen is Taekwondo.
3794640654I1E019063SURVEI MINAT SISWA EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMP-SMA/SMK DI KECAMATAN KUTASARI KABUPATEN PURBALINGGALatar Belakang: Minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Minat timbul dalam diri seseorang dalam memperhatikan, menerima, dan melakukan sesuatu tanpa adanya paksaan. Minat merupakan hal yang penting dalam suatu kegiatan olahraga, termasuk ekstrakurikuler futsal. Penelitian ini berusaha mengungkapkan minat siswa ekstrakurikuler futsal SMP-SMA/SMK di Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler futsal.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Dilaksanakan di sekolah yang terdapat di Kecamatan Kutasari. Menggunakan sampel 159 siswa dengan teknik total sampling. Analisis data yang adalah analisis deskriprif kuantitatif dengan angket.

Hasil Penelitian: Faktor intrinsik dengan indikator rasa senang memperoleh persentase 79% dan indikator ketertarikan memperoleh persentase 77%, sehingga total faktor intrinsik adalah 78% masuk ke dalam kategori tinggi. Faktor ekstrinsik dengan indikator guru/pelatih memperoleh persentase 77%, indikator lingkungan memperoleh 78%, indikator fasilitas memperoleh persentase 73%, dan indikator keluarga memperoleh persentase 70%, sehingga faktor ekstrinsik memperoleh persentase 75% yaitu masuk ke dalam kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa minat siswa ekstrakurikuler futsal SMP-SMA/SMK di Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga secara keseluruhan tinggi

Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini bahwa minat siswa ekstrakurikuler futsal SMP-SMA/SMK di Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga menunjukan kategori tinggi. Dari hasil penelitian faktor intrinsik dengan indikator rasa senang.

Kata Kunci: Minat, Faktor, Ekstrakurikuler Futsal.

1Mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani FIKes Universitas Jenderal Soedirman.
2Departemen Jurusan Pendidikan Jasmani FIKes Universitas Jenderal Soedirman.
Background: Interest is the tendency of a high heart towards something. Interest arises in a person paying attention, accepting, and doing something without coercion. Interest is an important thing in a sports activity, including futsal extracurriculars. This study seeks to reveal the interest of SMP-SMA/SMK futsal extracurricular students in Kutasari District, Purbalingga Regency in participating in futsal extracurricular activities.

Methodology: This study uses a quantitative descriptive method. Held in schools located in Kutasari District. Using a sample of 159 students with a total sampling technique. The data analysis is a quantitative descriptive analysis using a questionnaire.

Result: The results showed that the overall interest of junior high school / vocational school futsal extracurricular students in Kutasari Sub District, Purbalingga District was high. Intrinsic factors with indicators of pleasure obtained a percentage of 79% and indicators of interest obtained a percentage of 77%, so that the total intrinsic factor was 78% in the high category. Extrinsic factors with teacher/coach indicators obtained a percentage of 77%, environmental indicators obtained 78%, facility indicators obtained a percentage of 73%, and family indicators obtained a percentage of 70%, so that extrinsic factors obtained a percentage of 75%, which fell into the high category. The results showed that the overall interest of junior high school / vocational school futsal extracurricular students in Kutasari Sub District, Purbalingga District was high.

Conclusion: The conclusion from this study is that the interest of junior-high school/vocational high school futsal extracurricular students in Kutasari District, Purbalingga Regency, is in the high category. From the results of research on intrinsic factors with indicators of pleasure.

Keywords: Interest, Factors, Extracurricular Futsal.

1Student Majoring in Physical Education Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University.
2Departement of Physical Education Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University.
3794740655C1H019039THE INFLUENCE OF PACKAGE COLOR, SENSORY ATTRIBUTES,
OLFACTORY ON PURCHASE INTENTION WITH CONSUMER
PERCEIVED VALUE AS A MEDATION
(Study at Frisian Flag Consumer)
Kemasan adalah sumber daya tarik konsumen yang paling menonjol pada titik
jual. Konsumen sering mencari informasi tentang produk sehat, seperti
dengan kadar lemak, gula, kalori, vitamin, dan fosfor yang rendah. Seringkali, konsumen cari barang-barang ini dengan memeriksa klaim kemasan. Namun, sampai sekarang masih ada batasan Warna Kemasan sebagai variabel dependen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Warna kemasan, atribut sensori, aroma pada niat beli dengan konsumen nilai yang dirasakan sebagai mediasi. Sampel dalam penelitian ini adalah 280 responden dari Frisian Flag konsumen. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan alat analisis PLS menunjukkan bahwa Warna Kemasan, Atribut Sensori dan variabel Aroma mempengaruhi Niat Membeli. Variabel nilai persepsi konsumen berhasil dalam mediasi pengaruh Variable Warna Kemasan pada Niat Beli, juga berhasil dalam mediasi pengaruh Sensori Atribut pada Niat Pembelian, Nilai yang Dirasakan Konsumen mediasi yang berhasil pengaruh Aromaterhadap Niat Beli
The packaging is the most prominent source of consumer attraction at the point of
sale. Consumers frequently search for information on healthful products, such as those with low levels of fat, sugar, calories, vitamins, and phosphorus. Frequently, consumers seek for these items by examining the packaging claims. However, until nowthere are still limitations to the Package Color as a dependent variable. This study aims to analyze the effect package color, sensory attributes, olfactory on purchase intention with consumer perceived value as a mediation. The sample in this study were 280 respondents from Frisian Flag consumen. Based on the results of research using PLS analysis tool shows that Package Color, Sensory Attributes and Olfactory variables affect Purchase Intentions. The consumer perceived value variable was successful in mediation the effect of the Package
Color Variable on Purchase Intentions, also successful in mediation the effect of Sensory Attributes on Purchase Intentions, Consumer Perceived Value successful mediation the effect of Olfactory on Purchase Intention
3794840656E1A018004PERMOHONAN PERUBAHAN GANTI JENIS KELAMIN YANG DI TOLAK (SUATU STUDI PENETAPAN NOMOR 30/PDT.P/2022/PN.PWTIndonesia belum mengatur mengenai perubahan status ganti jenis kelamin saat seseorang ingin mengajukan hal tersebut hakim tidak boleh menolaknya sebab hakim dianggap tahu akan segalanya berdasarkan hal tersebut tentunya hal ini akan mengacu pada Pasal 10 ayat (1) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman bahwa pengadilan dilarang menolak untuk memeriksa, mengadili, dan memutus suatu perkara yang diajukan dengan dalih bahwa hukum tidak ada atau kurang jelas, melainkan wajib untuk memeriksa dan mengadilinya. Caranya adalah berpedoman dengan ketentuan Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, yakni Hakim dan hakim konsitusi wajib menggali, mengikuti, dan memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1). Untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim yang menolak permohonan perubahan ganti jenis kelamin dalam penetapan nomor 30/Pdt.P/2022/PN.Pwt. (2). Untuk mengetahui akibat hukum dengan ditolaknya permohonan perubahan ganti jenis kelamin dalam penetapan nomor 30/Pdt.P/2022/PN.Pwt. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Yuridis Normatif dengan spesifikasi penelitian Preskriptif. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif sistematis, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam Penetapan Nomor 30/Pdt.P/2022/PN.Pwt dapat disimpulkan bahwa: pertama, pertimbangan hukum hakim yang menolak permohonan pemohon karena pemohon tidak mampu membuktikan dalil permohonannya sehingga hakim menilai berdasarkan keterangan dua orang saksi dan keterangan ahli spesialis bedah pelastik dan ahli psikiater. Kedua, akibat hukum dengan ditolaknya permohonan perubahan ganti jenis kelamin dalam penetapan nomor 30/Pdt.P/2022/PN.Pwt maka Faqih Al Amien maka status jenis kelaminnya tetap laki-laki dan tidak ada perubahan.Indonesia has not yet regulated a change in gender change status when someone wants to submit a matter, the judge may not reject it because the judge is deemed to know everything based on this, of course this will refer to Article 10 paragraph (1) of Law Number 48 of 2009 concerning Judicial Power that the court is prohibited from refusing to examine, try and decide on a case submitted on the pretext that the law does not exist or is unclear, but is obliged to examine and adjudicate it. This method is guided by the provisions of Article 5 paragraph (1) of Law Number 48 of 2009 concerning Judicial Power, namely that judges and constitutional judges are obliged to explore, follow, and understand legal values ​​and a sense of justice that lives in society. The aims of this research are: (1). To find out the legal considerations of the judge who rejected the request for a change of sex in determining number 30/Pdt.P/2022/PN.Pwt. (2). To find out the legal consequences of rejecting an application for a change of sex in the determination of number 30/Pdt.P/2022/PN.Pwt. The method used in this research is normative juridical research with prescriptive research specifications. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data obtained is presented in a systematic narrative text, and the data analysis method used is qualitative normative method. Based on the results of the research and discussion in Determination Number 30/Pdt.P/2022/PN.Pwt it can be concluded that: first, the legal considerations of the judge who rejected the applicant's application because the applicant was unable to prove the argument for his application so that the judge assessed based on the testimony of two witnesses and the testimony of a plastic surgeon and a psychiatrist. Second, due to the rejection of the request for change of sex in the determination of number 30/Pdt.P/2022/PN.Pwt, Faqih Al Amien's gender status is still male and there is no change.
3794940657I1A019098FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEKERASAN EMOSIONAL PADA MAHASISWA S1 UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANLatar Belakang: Kasus kekerasan di Indonesia mencapai 25.275 pada kelompok umur 13-24 tahun. Menurut angka perhitungan kasar rentang usia mahasiswa berkisar antara 18-24 tahun. Kekerasan emosional dapat memicu munculnya gejala depresi, anxiety, hingga PTSD, sehingga perlu diketahui faktor-faktor yang menyebabkan kejadian kekerasan emosional pada mahasiswa untuk mencegah dan mengurangi dampak kekerasan emosional.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa aktif S1 Universitas Jenderal Soedirman dengan sampel sebanyak 168 responden yang didapatkan menggunakan teknik cluster random sampling. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat dengan Uji Chi-Square. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner yang disebar secara online menggunakan goole form dan dilakukan pada 2 Mei-12 Mei 2023.
Hasil: Terdapat hubungan antara tingkatan mahasiswa (p=0,022), riwayat mengalami kekerasan (p=0,000), tipe pola asuh (p=0,000), dan ekonomi keluarga (p=0,009) dengan kekerasan emosional pada mahasiswa S1 Universitas Jendral Soedirman. Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (p=0,688) dan status berpacaran (0,834) dengan kekerasan emosional pada mahasiswa S1 Universitas Jenderal Soedirman.
Kesimpulan: Faktor penyebab kekerasan emosional pada mahasiswa antara lain, merupakan mahasiswa senior, riwayat mengalami kekerasan berat, pola asuh otoriter-permisif, ekonomi keluarga rendah. Perlu ditingkatkannya edukasi kekerasan emosional, layanan pengaduan kekerasan dan layanan konseling di kampus untuk mengurangi kejadian tersebut.

Background: Cases of violence In Indonesia reached 25,275 in the age group of 13-24 years. According through calculations, the age group of college students is in the range of 18-24 years. Emotional abuse has adverse effects such as depression, anxiety, and PTSD, so it is necessary to know the factors that cause emotional abuse among college student to reduce and prevent impact of emotional abuse.
Methods: This study uses a descriptive quantitative research methods with cross-sectional approach The research population ia an active undergraduate student at Jenderal Soedirman University with sample of 168 participants obtained using cluster random sampling technique. Data analysis consisted of univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. The research data was obtained through a questionnaire which was distributed online using Google Form and was conducted from 2 May until 12 May 2023.
Results: Results indicate being an older student (p=0,022), ever experiencing violence (p=0,000), get an authoritarian-permissive parenting style (p=0,000), and low-income family (p=0,009) were more likely to report emotional abuse among undergraduate students of Jenderal Soedirman University. There was no statistically significant correlation of gender and relationship status with report of emotional abuse among undergraduate stundents of Jenderal Soedirman University.
Conclusion: Factors causing emotional abuse among college students is being an older student, ever experiencing violence, get an authoritarian-permissive parenting style, and low-income family. It is necessary to improve education of emotional abuse, violence complaint services and counseling services in institution to reduce emotional abuse report among college students.
3795040658C1A019031Pengaruh Pendapatan Per Kapita, Indeks Harga Konsumen, Pendidikan dan Indeks Persepsi Korupsi Terhadap Tax Ratio di ASEAN-5Tax Ratio di ASEAN-5 cenderung lebih rendah dibandingkan negara-negara OECD. Secara bersamaan variabel independen berpengaruh signifikan terhadap Tax Ratio di ASEAN-5. Sebagian, Pendapatan Per Kapita memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap Rasio Pajak di ASEAN-5, Indeks Harga Konsumen memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap Rasio Pajak di ASEAN-5, Pendidikan memiliki efek negatif yang signifikan terhadap Rasio Pajak di ASEAN-5, dan Indeks Persepsi Korupsi memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap Rasio Pajak di ASEAN-5. Pendidikan adalah variabel dengan pengaruh terbesar terhadap Rasio Pajak di ASEAN-5. Implikasi dari penelitian ini adalah meningkatkan Rasio Pajak melalui perbaikan faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti meningkatkan Pendapatan Per Kapita dengan memperbaiki kebijakan fiskal. Pemerintah dapat meningkatkan pelayanan publik dan mengurangi korupsi sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah meningkat.Tax Ratio in ASEAN-5 tends to be lower than OECD countries. It was found that simultaneously the independent variables have a significant effect on the Tax Ratio in ASEAN-5. Partially, Per Capita Income has a significant positive effect on the Tax Ratio in ASEAN-5, Consumer Price Index has an insignificant effect on the Tax Ratio in ASEAN-5, Education has a significant negative effect on the Tax Ratio in ASEAN-5, and the Corruption Perception Index has an insignificant effect on the Tax Ratio in ASEAN-5. Education is the variable with the greatest influence on the Tax Ratio in ASEAN-5. The implication of this research is to increase the Tax Ratio through improvements in the factors that influence it, such as increasing Per Capita Income by improving fiscal policy. The government can improve public services and reduce corruption so that public trust in the government increases.
3795140659J1E016013AN ANALYSIS OF TEACHING STRATEGIES IN TEACHING RECOUNT TEXT FOR GRADE VIII STUDENTS AT SMP N 4 PURWOKERTO ACADEMIC YEAR 2021/2022This research is qualitative research about the teaching strategies that teacher was used in teaching recount text for grade eight students in SMP Negeri 4 Purwokerto academic year 2021/2022. This research is focused in answer research questions regarding the kind of strategies in teaching recount text, how strategies are implemented in instructional activities, and the challenges that teacher faced during the implementation process.
In this research, the researcher chooses the SMP Negeri 4 Purwokerto in January 2022 as the research setting. The researcher takes three data which are observation data, interview data, and documentation data. The researcher observes two class in SMP Negeri 4 and interview the teacher to acquire the research data.
From this research, the researcher finds some information related to the teaching strategies that were used by the teacher to teach recount text. From the result of the data analysis, the researcher finds the fact that is the teacher uses multiple teaching strategies in teaching recount text. During the implementation of the presentation strategy the teacher uses many medias such as pictures and videos in delivering the information. The teacher also uses group discussion strategy where students are divided into some small group. The teacher also uses simple language and involve student’s smartphone in teaching. The researcher also finds some challenges in implementing the strategy such as the gap of knowledge between students, some students have less motivation, and technical problem during the implementation of a strategy.
This research is qualitative research about the teaching strategies that teacher was used in teaching recount text for grade eight students in SMP Negeri 4 Purwokerto academic year 2021/2022. This research is focused in answer research questions regarding the kind of strategies in teaching recount text, how strategies are implemented in instructional activities, and the challenges that teacher faced during the implementation process.
In this research, the researcher chooses the SMP Negeri 4 Purwokerto in January 2022 as the research setting. The researcher takes three data which are observation data, interview data, and documentation data. The researcher observes two class in SMP Negeri 4 and interview the teacher to acquire the research data.
From this research, the researcher finds some information related to the teaching strategies that were used by the teacher to teach recount text. From the result of the data analysis, the researcher finds the fact that is the teacher uses multiple teaching strategies in teaching recount text. During the implementation of the presentation strategy the teacher uses many medias such as pictures and videos in delivering the information. The teacher also uses group discussion strategy where students are divided into some small group. The teacher also uses simple language and involve student’s smartphone in teaching. The researcher also finds some challenges in implementing the strategy such as the gap of knowledge between students, some students have less motivation, and technical problem during the implementation of a strategy.
3795240660H1A019035EKSTRAKSI FITUR PADA CITRA SEL BLAST DENGAN METODE SEGMENTASI K-MEANS CLUSTERINGDarah adalah bagian yang penting pada tubuh manusia. Darah memiliki banyak peran seperti megantarkan oksigen dan sari makanan keseluruh tubuh dan melindungi tubuh dari serangan bakteri atau sejenisnya. Perkembangan abnormal dari sel darah dapat menyebabkan penyakit pada tubuh manusia, salah satunya adalah leukemia. Untuk memastikan seseorang terkena leukemia, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium secara bertahap dan proses memakan waktu yang tidak sebentar. Sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan memudahkan proses analisis citra sel blast sehingga didapatkan informasi citra yang lebih teliti dengan melakukan segmentasi pada citra, mengekstrasi fitur pada citra sel blast, dan mengetahui performa dari penggunaan fitur-fitur pada citra sel blast sebagai input pada proses pelatihan sistem identifikasi sel blast. Data citra yang digunakan merupakan dataset citra sel limfoblas berjumlah 11 dan citra mieloblas berjumlah 49. Proses segmentasi dilakukan dengan menggunakan metode k-means clustering. Proses ekstraksi fitur dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman python. Fitur yang diekstraksi dari citra berupa fitur morfologi dan fitur tekstur. Fitur morfologi yang digunakan berupa fitur area, perimeter, dan diameter. Fitur tekstur yang digunakan berupa fitur mean, standard deviation, skewness, kurtosis, dan entropy. Metode pelatihan sistem identifikasi sel blast yang digunakan adalah metode random forest, support-vector machine, dan k-nearest neighbor. Pada penelitian ini dapat diketahui bahwa penggunaan fitur tekstur sebagai input pada proses pelatihan sistem identifikasi sel blast memiliki performa yang lebih baik dengan fitur mean dan standard deviation sebagai fitur yang paling berpengaruh terhadap hasil akurasi pelatihan sistem identifikasi sel blast.Blood is an essential component of the human body. It plays various roles, such as delivering oxygen and nutrients throughout the body and protecting it against bacterial attacks or similar threats. Abnormal development of blood cells can lead to diseases in the human body, one of which is leukemia. To confirm if someone is affected by leukemia, a gradual laboratory examination is required, which is a time-consuming process. Therefore, this research aims to facilitate the analysis of blast cell images, providing more detailed information through image segmentation, feature extraction from blast cell images, and evaluating the performance of using these features as input for training a blast cell identification system. The dataset used consists of 11 lymphoblast cell images and 49 myeloblast cell images. The segmentation process is performed using the k-means clustering method, while feature extraction is conducted using the Python programming language. The extracted features from the images include morphological features and texture features. The morphological features utilized are area, perimeter, and diameter, while the texture features consist of mean, standard deviation, skewness, kurtosis, and entropy. The training methods employed for the blast cell identification system are random forest, support-vector machine, and k-nearest neighbor. The results of this study indicate that using texture features as input for training the blast cell identification system yields better performance, with mean and standard deviation being the most influential features on the accuracy of the blast cell identification system training.
3795340661E1A019099PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH PINJAMAN ONLINE
DARI PENAGIHAN DENGAN PEMERASAN DAN ANCAMAN
BERDASARKAN UU INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK
(Studi Putusan Nomor 438/Pid.Sus/2020/PN Jkt.Utr)
Perkembangan Fintech berdampak pada munculnya banyak perusahaan di bidang
keuangan salah satunya dalam bidang layanan pinjam meminjam uang berbasis
teknologi atau pinjaman online. Namun banyak permasalahan yang muncul dalam
praktik penyelenggaraan pinjol, seperti bunga yang tinggi, penagihan dengan cara
melanggar hukum seperti menggunakan ancaman dan/atau ancaman kekerasan,
penyebaran data pribadi hingga pelecehan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bentuk perlindungan hukum pada korban pemerasan dan/atau
pengancaman oleh penyelenggara pinjol dan juga upaya yang dapat dilakukan dalam
menanggulangi praktik melawan hukum yang dilakukan oleh pinjol. Jenis penelitian
ini adalah penelitian yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan kasus dan juga
pendekatan perundangan-undangan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan
melakukan studi pustaka dan juga wawancara kepada narasumber yang bersangkutan
sebagai data pendukung, data disajikan dalam teks naratif dan metode analisis data
yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Hasil dari penelitian ini
menyimpulkan bahwa bentuk perlindungan hukum terhadap nasabah pinjol dapat
dibedakan menjadi dua macam, yakni perlindungan dengan tindakan represif yaitu
melalui mekanisme penjatuhan sanksi pidana oleh pengadilan terhadap pelaku, di mana
dalam putusan ini digunakan pasal dalam UU ITE yang cenderung menitikberatkan
pada perbuatan pelaku dan tidak menyinggung pemulihan hak korban. Sedangkan
perlindungan dengan tindakan preventif dilakukan dengan patroli siber yang untuk
melakukan blokir terhadap situs-situs dan aplikasi pinjaman online yang melanggar
hukum dan juga mengedukasi masyarakat tentang penggunaan fintech agar praktik
pinjol ilegal ini tidak semakin marak dan memakan korban.
The development of Fintech has had an impact on the emergence of many companies
in the financial sector, one of which is in the field of technology-based money lending
services or online loans. However, many problems arise in the practice of
administering loans, such as high interest rates, billing in ways that violate the law,
such as using threats and/or threats of violence, dissemination of personal data, and
sexual harassment. This study aims to determine the form of legal protection for victims
of extortion and/or threats by loan organizers and also efforts that can be made to deal
with unlawful practices carried out by loan providers. This type of research is
normative juridical research using a case approach as well as a statutory approach.
The data collection method was carried out by conducting a literature study and also
interviewing the relevant informants as supporting data, the data is presented in
narrative text and the data analysis method used is a qualitative normative method.
The results of this study conclude that the form of legal protection for loan customers
can be divided into two types, namely protection with repressive measures, namely
through the mechanism of imposing criminal sanctions by the court on perpetrators, in
which this decision uses articles in the ITE Law which tend to focus on the perpetrator's
actions. and does not mention the restoration of victims' rights. Meanwhile, protection
with preventive measures is carried out by cyber patrols to block sites and online loan
applications that violate the law and also educate the public about the use of fintech so
that this illegal loan practice does not become more widespread and take victims.
3795440662C1I017028AN ANALYSIS OF GARUDA INDONESIA'S FAILURE OF IMPLEMENTATION GOOD CORPORATE GOVERNANCE: A CASE STUDY APPROACHPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif di Garuda Indonesia yang membahas seputar Corporate Governance tahun 2015 sampai dengan tahun 2021. Skripsi ini berjudul “Analisis Kegagalan Implementasi Garuda Indonesia Tata Kelola Perusahaan yang Baik: Pendekatan Studi Kasus”Penelitian ini didasarkan pada implementasi yang buruk Tata Kelola Perusahaan Garuda dan kasus-kasus yang menyebabkan skor buruk di setiap tahun dari 2015 hingga 2021 dan menjelaskan kasus mana yang menyebabkannya dan membandingkannya dengan apa yang dikatakan ahli tentang kasus serupa. Ini penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi kepatuhan penerapan GCG Garuda Indonesia serta mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan implementasi GCG Garuda Indonesia. Implikasi dari Kesimpulan adalah Situasi yang melibatkan Garuda Indonesia berfungsi sebagai pengingat bahwa bahkan ketika mekanisme tata kelola perusahaan yang solid sudah ada, implementasinya tidak selalu terjamin. Dia telah ditemukan bahwa eksekutif perusahaan, termasuk dewan, komisaris, dan anggota komite audit, serta eksekutif di kantor akuntan publik, telah mengabaikan peraturan tersebut dan standar tata kelola perusahaan dan etika bisnis. Perusahaan yang dijalankan oleh orang-orang yang tidak memiliki integritas sering menggunakan sistem yang dipoles sebagai kedok untuk aktivitas bisnis yang tidak jujur.This Research is qualitative research in Garuda Indonesia discussing around Corporate Governance from 2015 to 2021. This thesis had a title “An Analysis Of Garuda Indonesia's Failure Of Implementation Good Corporate Governance: A Case Study Approach”This Research is based on the poor implementation of Garuda Corporate Governance and with it cases that cause it’s poor score in every year from 2015 to 2021 and explaining which cases that cause it and compare it what expert says about the similar cases. This research had Purpose to know and to identify the compliance of Garuda Indonesia's implementation of GCG and to identify the weaknesses and strengths of Garuda Indonesia's implementation of GCG. Implication from Conclusion is The situation involving Garuda Indonesia serves as a reminder that even when a solid corporate governance mechanism is in place, its implementation is not always guaranteed. It has been discovered that the company's executives, including the board, commissioners, and members of the audit committee, as well as executives at the public accounting firm, have disregarded the regulations and standards of corporate governance and business ethics. A corporation run by people who lack integrity frequently employs a polished system as a front for dishonest business activities.
3795540663F2C021018PENGUNGKAPAN DIRI KOMUNITAS STOIC INDONESIA DI MEDIA SOSIAL FACEBOOKStoic Indonesia merupakan komunitas di media sosial Facebook yang bisa menjadi wadah anggotanya untuk melakukan self-disclosure. Self-disclosure para member berkaitan dengan kepopuleran aliran filsafat Stoikisme yang bisa membantu mengontrol emosi negatif dalam diri seseorang. Penelitian ini mengkaji bagaimana bentuk pengungkapan diri anggota di Komunitas Stoic Indonesia melalui media sosial Facebook. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan Teori Johari Window. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan Teknik analisis data menggunakan reduksi data, analisis data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan self-disclosure atau bentuk pengungkapan diri anggota di grup Facebook Stoic Indonesia terjadi karena adanya rasa kepercayaan, aman dan nyaman kepada anggota lain meski beberapa anggota menggunakan akun anonim. Grup Facebook Stoic Indonesia juga membantu para anggotanya untuk menemukan solusi atas berbagai permasalahan sehingga anggota mendapat imbalan atau manfaat saat melakukan self-disclosure.Stoic Indonesia is a community on Facebook where the members can do a self-disclosure. The members' self-disclosure is related to the popularity of Stoic philosophy that can help people to control negative emotions. This study examines the form of members' self-disclosure in the Indonesian Stoic Community through Facebook. The research method used in this study is descriptive qualitative method using the Johari Window Theory. The data collected with in in-depth interview techniques, observation, and documentation. Then analyzed with data reduction, data analysis, and data verification. The results of this study indicate that the members' self-disclosure Stoic Indonesia Facebook group occurs because of a sense of trust, safety and comfort for other members even though some members use anonymous accounts. The Stoic Indonesia Facebook group also helps its members to find solutions to various problems so that members get rewards or benefits when doing self-disclosure.
3795640664L1C019046SISTEM ALAT PENGUKUR PASANG SURUTBERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT)Penelitian ini berjudul Sistem Alat Pengukur Pasang Surut Berbasis Internet of Things (IoT). Internet of things (IoT) merupakan suatu konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet. Pengukuran pasang surut dengan metode konvensional tidak efektif untuk pengukuran jangka panjang. Seiring dengan perkembangan zaman dibutuhkan alat yang berbasis Internet of Things. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat pengukuran pasang surut berbasis internet of things dan menguji alat. Alat pengukur pasang surut dibuat dengan menggunakan sensor jarak ultrasonik dan mikrokontroler ESP32 serta modul pendukung lainya. Pengujian dibagi menjadi dua yaitu pengujian pengukuran dan pengujian konektivitas. Pada pengujian pengukuran dilakukan uji akurasi dan presisi, sedangkan pada pengujian konektivitas dilakukan perhitungan packet delivery ratio (PDR). Pengujian pengukuran alat menunjukkan tingkat akurasi dan presisi yang baik. Pengujian konektivitas didapatkan nilai PDR sebesar 93%.This research entitled "Internet of Things (IoT)-Based Tidal Measurement System." Internet of Things (IoT) was a concept aimed at expanding the benefits of internet connectivity. Conventional tidal measurements were ineffective for long-term measurements. With the advancement of time, there was a need for IoT-based measurement tools. The purpose of this research was to design an IoT-based tidal measurement tool and test the device. The tidal measurement tool was created using ultrasonic distance sensors, ESP32 microcontroller, and other supporting modules. The testing was divided into two parts: measurement testing and connectivity testing. In the measurement testing, accuracy and precision were assessed, while connectivity testing involved calculating the packet delivery ratio (PDR). The measurement testing of the device showed good levels of accuracy and precision. The connectivity testing yielded a PDR value of 93%
3795740666F1C017053Analisis Framing Pemberitaan Isu Childfree di Media Detikcom dan Republika OnlineManusia lahir dengan identitas dan iringan ekspektasi serta peran sosial yang dianggap masyarakat sesuai dengan gender dan jenis kelamin masing-masing (Eagley, 2009). Sebagai contoh, wanita dan keibuan. Namun, beberapa wanita kini menyadari bahwa memiliki keturunan adalah suatu pilihan, bukan suatu keharusan, dan kini jumlah individu yang memilih childfree kian meningkat, meskipun childfree dianggap menyimpang dari norma masyarakat Indonesia yang cenderung pronatalis. Dalam fenomena ini, media turut memainkan peran dalam mengkomunikasikan ide childfree kepada khalayak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bingkai yang digunakan media Detikcom dan Republika Online dalam memberitakan isu childfree. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi realitas dan metode analisis framing Robert N. Entman untuk menganalisis masing-masing empat berita terkait childfree yang dimuat oleh Detikcom dan Republika Online pada periode Januari—Februari 2023. Hasil penelitian ini menunjukan adanya perbedaan konstruksi realitas dan pembingkaian antara detikcom dan Republika Online terhadap isu childfree. Detikcom secara positif mengkonstruksi childfree sebagai pilihan hidup atau hak asasi manusia, sedangkan Republika Online secara negatif mengkonstruksi childfree sebagai masalah agama dan masalah sosial-ekonomi.Humans are born with an identity and the accompaniment of expectations and social roles considered by society, according to their respective gender and sex (Eagley, 2009). For example, women and motherhood. However, some women now realize that having children is a choice, not a necessity, and now the number of individuals who choose childfree is increasing, even though childfree is considered to deviate from the norms of Indonesian society which tend to be pronatalist. In this phenomenon, the media also plays a role in communicating the idea of childfree to the public. This study aims to describe the frame used by Detikcom and Republika Online on reporting the issue of childfree. This study uses reality construction theory and Robert N. Entman's framing analysis method to analyze each of the four news related to childfree published by Detikcom and Republika Online in the period of January-February 2023. The results of this study indicates that there are differences in reality construction and framing between Detikcom and Republika Online on the issue of childfree. Detikcom positively constructs childfree as a life choice or human’s right, while Republika Online negatively constructs childfree as a religious and socio-economic problem.
3795840726H1D018022RANCANG BANGUN GAME EDUKASI 3D BERBASIS ANDROID
UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KEAKTIFAN
BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN SEJARAH DI
SEKOLAH MENENGAH ATAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemakaian
game edukasi terhadap penambahan pengetahuan siswa sekolah menengah
atas mengenai pelajaran sejarah dan mengetahui kelayakan serta kualitas dari
game edukasi sebagai media pembelajaran untuk menambah pengetahuan
seputar sejarah. Game edukasi ini menjadikan siswa sekolah menengah atas
sebagai responden.
Penelitian ini juga menggunakan metode pengembangan GDLC
(Game Development Life Cycle) yang terdiri dari 6 fase/tahap, yaitu a)
inisiasi, b) pra- produksi, c) produksi, d) testing, e) beta dan f) distribusi atau
perilisan. Game edukasi ini dirancang menggunakan bahasa pemrograman
C# dan Unity sebagai game enginenya.
Game ini memiliki tiga menu utama yaitu, “Play”, “Materi” dan
“Quit”. Menu Play, menu ini menampilkan semua level yang ada didalam
game, sehingga pengguna dapat melihat dan memilih level yang diinginkan,
didalam setiap level terdapat pertanyaan yang harus dijawab oleh pengguna
untuk menyelesaikan sebuah level dalam game edukasi ini. Menu Materi,
menu ini menampilkan beberapa materi/pengetahuan yang perlu dipelajari
untuk menambah pengetahuan mengenai sejarah dan semua pengetahuan
yang dapat membantu pengguna dalam menjawab dan menyelesaikan semua
level game edukasi ini, dan yang terakhir, menu Quit dimana pengguna
dapat gunakan untuk keluar dari game.
This study aims to determine the effect of using educational games on the addition of high school students' knowledge about history lessons and to determine the feasibility and quality of educational games as learning media to increase knowledge about history. This educational game makes high school students as respondents. This research also uses the GDLC (Game Development Life Cycle) development method which consists of 6 phases/stages, namely a) initiation, b) pre-production, c) production, d) testing, e) beta and f) distribution or release. This educational game is designed using the C# programming language and Unity as the game engine. This game has three main menus namely, "Play", "Material" and "Quit". Play menu, this menu displays all levels in the game, so users can see and select the desired level, in each level there are questions that must be answered by the user to complete a level in this educational game. Material menu, this menu displays some material / knowledge that needs to be learned to increase knowledge about history and all knowledge that can help users in answering and completing all levels of this educational game, and finally, the Quit menu where users can use to exit the game.
3795941634A1A016019ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI PADI DI LAHAN RAWA DI DESA ROWOSARI KECAMATAN TUNTANG
KABUPATEN SEMARANG
Desa Rowosari merupakan salah satu desa di Kecamatan Tuntang yang lahan sawahnya berbatasan langsung dengan Danau Rawapening. Usahatani padi di Desa Rowosari terdapat tiga strata berdasarkan luas lahan yang dimiliki yaitu Strata I yaitu 0,05 ha - 0,36 ha, Strata II yaitu 0,37 ha - 0,68 ha, dan Strata III yaitu 0,69 ha - 1,01 ha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usahatani padi rawa, kelayakan usahatani, dan efisiensi usahatani padi rawa pada Strata I, II, dan III di Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Pendapatan, kelayakan usahatani, dan efisiensi pada strata I, II, dan III dengan menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, RC/ratio,dan Break Even Point. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive (disengaja). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2023. Metode pengambilan sampel secara stratified simple random sampling dengan strata berdasarkan luas lahan yang dimiliki petani dengan sampel penelitian yaitu 34 petani. Usahatani padi rawa memberikan pendapatan rata-rata petani sebesar Rp. 6.868.429 pada satu musim tanam. Usahatani padi rawa pada Strata I di Desa Rowosari Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang menghasilkan nilai sebesar 2,17 dan layak untuk dijalankan, Strata II menghasilkan nilai sebesar 2,58 dan layak untuk dijalankan, dan Strata III menghasilkan nilai sebesar 2,58 yang artinya layak diusahakan. Usahatani padi rawa Strata II dan III paling layak diusahakan dari pada Strata I. Usahatani padi rawa pada Strata I, II, dan III memberikan pendapatan kepada petani karena jumlah hasil produksi, penerimaan yang diperoleh dan harga jual lebih besar dari nilai BEP baik BEP penerimaan dan BEP harga. Rowosari Village is one of the villages in Tuntang Sub-district whose rice fields are directly adjacent to Rawapening Lake. There are three strata of rice farming in Rowosari Village based on the area of land owned, namely Strata I which is 0.05 ha - 0.36 ha, Strata II which is 0.37 ha - 0.68 ha, and Strata III which is 0.69 ha - 1.01 ha. This study aims to determine the income of swamp rice farming, farm feasibility, and efficiency of swamp rice farming in Strata I, II, and III in Rowosari Village, Tuntang District, Semarang Regency. Income, farming feasibility, and efficiency in strata I, II, and III using cost analysis, revenue, income, RC/ratio, and Break Even Point. The research location was determined purposively. This research was conducted in June 2023. The sampling method was stratified simple random sampling with strata based on the area of land owned by farmers with a research sample of 34 farmers. Swamp rice farming provides an average income of Rp. 6,868,429 in one growing season. Swamp rice farming in Strata I in Rowosari Village, Tuntang District, Semarang Regency produces a value of 2.17 and is feasible to run, Strata II produces a value of 2.58 and is feasible to run, and Strata III produces a value of 2.58 which means it is feasible to cultivate. Strata II and III swamp rice farming is most feasible than Strata I. Swamp rice farming in Strata I, II, and III provides income to farmers because the amount of production, revenue earned and the selling price is greater than the BEP value of both revenue BEP and price BEP.
3796040667D1A019138PENGARUH SUPLEMENTASI SELENIUM DAN VITAMIN E PADA AYAM NIAGA PETELUR TERHADAP BOBOT TELUR DAN EGG MASSPenelitian “Pengaruh Suplementasi Selenium dan Vitamin E pada Ayam Niaga Petelur terhadap Bobot Telur dan Egg Mass” bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi selenium dan vitamin E pada pakan terhadap bobot telur dan egg mass ayam niaga petelur. Penelitian dilaksanakan selama 8 minggu, bertempat di Experimental Farm, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi penelitian menggunakan ayam niaga petelur strain Hyline Brown sebanyak 100 ekor berusia 94 minggu. Bahan penelitian terdiri atas selenium yeast (SELECELL dengan kandungan 4500 ppm), vitamin E (MAX-E*), dan pakan ayam periode produksi yang terdiri atas jagung giling (50%), dedak (25%) dan konsentrat (25%) dengan kandungan nutrient energy sebesar 2900 kcal/kg, protein kasar 17,5%, Ca 3%, dan P 1,6%. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan adalah penambahan selenium dan vitamin E yang terdiri dari P0 = pakan basal (kontrol), P1 = pakan basal + 100 mg/kg selenium yeast + 100 mg/kg vitamin E, P2 = pakan basal + 150 mg/kg selenium yeast + 100 mg/kg vitamin E, P3 = pakan basal + 100 mg/kg selenium yeast + 200 mg/kg vitamin E, dan P4 = pakan basal + 150 mg/kg selenium yeast + 200 mg/kg vitamin E. Setiap unit percobaan terdiri atas 4 ekor ayam niaga petelur dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Variabel yang diukur meliputi bobot telur dan egg mass. Analisis data penelitian menggunakan analisis variansi. Hasil rataan bobot telur yaitu 64,14±2,66 g/ekor/hari dan hasil rataan egg mass yaitu sebesar 46,75±5,39 g/ekor/minggu. Berdasarkan hasil analisis variansi, suplementasi selenium dan vitamin E berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot telur dan massa telur. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu suplementasi selenium dan vitamin E pada ransum pakan ayam niaga petelur belum mampu meningkatkan bobot telur dan massa telur. The aim of the study "The Effect of Selenium and Vitamin E Supplementation in Commercial Laying Hens on Egg Weight and Egg Mass" was to determine the effect of selenium and vitamin E supplementation in feed on egg weight and egg mass of commercial laying hens. The research was carried out for 8 weeks, at the Experimental Farm, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research material used 100 laying hens of the Hyline Brown strain aged 94 weeks. The research materials consisted of selenium yeast (SELECELL containing 4500 ppm), vitamin E (MAX-E*), and chicken feed during the production period, consisting of ground corn (50%), bran (25%) and concentrate (25%) with a nutritional energy content of 2900 kcal/kg, 17,5% crude protein, 3% Ca, and 1,6% P. The research was carried out with an experimental method using a completely randomized design (CRD). The treatment given was the addition of selenium and vitamin E consisting of P0 = basal feed (control), P1 = basal feed + 100 mg/kg selenium yeast + 100 mg/kg vitamin E, P2 = basal feed + 150 mg/kg selenium yeast + 100 mg/kg vitamin E, P3 = basal feed + 100 mg/kg selenium yeast + 200 mg/kg vitamin E, and P4 = basal feed + 150 mg/kg selenium yeast + 200 mg/kg vitamin E. Each experimental unit consisted of 4 commercial laying hens and each treatment was repeated 5 times. The variables measured include egg weight and egg mass. Analysis of research data used analysis of variance. The average egg weight results were 64,14±2,66 g/head/day and the average result of egg mass is 46,75±5,39 g/head/week. Based on the results of the analysis of variance, selenium and vitamin E supplementation had no significant effect (P>0.05) on egg weight and egg mass. The conclusion of this study was that supplementation of selenium and vitamin E in the feed ration of commercial laying hens has not been able to increase egg weight and egg mass.