Artikel Ilmiah : J1A019046 a.n. KINANTI DINDA HAFIDZAH

Kembali Update Delete

NIMJ1A019046
NamamhsKINANTI DINDA HAFIDZAH
Judul ArtikelSubtitling Strategies and Acceptability of Directive Speech Act in the movie 'Cruella'
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tindak tutur tidak hanya digunakan dalam situasi natural untuk berkomunikasi dalam kehidupan nyata, tetapi juga percakapan antara orang atau karakter dalam film. Tindak tutur direktif digunakan ketika pembicara ingin pendengar melakukan sesuatu untuk pembicara. Dengan demikian, peneliti menemukan banyak tuturan percakapan antara Baroness dan karakter lainnya ditentukan sebagai tindak tutur direktif. Peneliti ini menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur direktif yang paling banyak digunakan oleh Baroness adalah pertanyaan dan perintah. Selain itu, hasilnya menunjukkan lima strategi yang diterapkan di semua data tindak tutur direktif. Strategi tersebut terdiri dari strategi transfer (48%), parafrase (24%), penghapusan (22%), pemadatan (3%), dan imitasi (3%). Strategi yang paling banyak digunakan dalam penelitian ini adalah strategi transfer. Penerjemah paling banyak menggunakan strategi transfer karena tindak tutur direktif yang dituturkan oleh Baroness kebanyakan berupa ujaran sederhana dan singkat. Baik bahasa sumber maupun bahasa sasaran menggunakan istilah-istilah umum yang digunakan sehari-hari. Selanjutnya, tingkat keberterimaan data sebagian besar dapat diterima dengan total 75% data. 75% data dianggap dapat diterima karena penerjemah banyak menggunakan strategi transfer dalam menerjemahkan tindak tutur direktif pendek dan sederhana yang diucapkan oleh Baroness dan strategi parafrase untuk menerjemahkan ucapan-ucapan yang tidak biasa dari tindak tutur direktif yang diucapkan oleh Baroness agar lebih mudah dipahami. Dengan demikian, terjemahan subtitel tindak tutur direktif yang diucapkan oleh Baroness dalam film Cruella dapat diterima secara umum.
Abtrak (Bhs. Inggris)Speech acts are not only used in a natural situation to communicate in real life, but also the conversation between people or characters in the movie. The directive speech act is used when the speaker wants the hearer to do something for the speaker. Thus, the researcher finds many of the utterances of the conversation between Baroness and other characters are determined as directive speech act. This researcher used descriptive-qualitative research method. The result shows that the most used directive speech act used by Baroness is question and command. Moreover, the result shows five strategies implemented in all the data of directive speech act. The strategies consist of transfer strategy (48%), paraphrase (24%), deletion (22%), condensation (3%), and imitation (3%). The most used strategy in this research is transfer strategy. The translator uses transfer strategy the most because the directive speech acts uttered by Baroness are mostly simple and short utterances. Both source language and target language use commonly used terms which are used on daily basis. Furthermore, the acceptability level of the data is predominantly acceptable in a total of 75% of the data. 75% of the data is considered acceptable because the translator mostly used transfer strategy in translating short and simple directive speech act uttered by Baroness and paraphrase strategy to translate uncommon utterances of directive speech act uttered by Baroness to make it easier to understand. Thus, the translation of directive speech act subtitle uttered by Baroness in the movie Cruella is generally acceptable.
Kata kunciTranslation Strategies, Subtitling Strategies, Acceptability, Directive Speech Act, Cruella Movie.
Pembimbing 1Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum
Pembimbing 2Nadia Gitya Yulianita, S.Pd., M.Li
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2023-08-09 12:42:47.105741
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.