Artikelilmiahs

Menampilkan 37.861-37.880 dari 48.975 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3786140580E1B019008THE RESPONSIBILITY OF BUSINESS ACTORS FOR SALE GOODS EX FLOODED WITH HIDDEN DEFECTS BASED ON LAW NUMBER 8 OF 1999 CONCERNING CONSUMER PROTECTION
(Juridicial Review of Decision Number 930/Pid.Sus/2021/PN.Bdg)
Perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen. Penelitian ini dilakukan terhadap Putusan Nomor 930/Pid.Sus/2021/PN.BDG mengenai tindakan pelaku usaha yang memperdagangkan barang pangan olahan dan kebutuhan rumah tangga bekas Alfamart kebanjiran yang mengalami kerusakan dan cacat dengan cara obral seolah-olah barang tersebut tidak mengalami cacat tersembunyi.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis, sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan metode analisis data normatif kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks naratif yang disusun secara sistematis, logis, dan rasional.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa pelaku usaha sudah bertanggung jawab sebagaimana telah diatur dalam Pasal 62 ayat (2) juncto Pasal 11 huruf b Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, hal tersebut tercantum dalam amar putusan hakim yang terdapat dalam Putusan Pengadilan Negeri Bandung Nomor 930/Pid.Sus/2021/PN.Bdg, Akibat hukum atas tindakan pelaku usaha yang telah memperdagangkan barang ex kebanjiran yang cacat tersembunyi adalah pelaku usaha dinyatakan bersalah melanggar ketentuan yang terdapat dalam Pasal 62 ayat (2) juncto Pasal 11 huruf b Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, sehingga pelaku usaha diberikan sanksi pidana berupa pidana penjara selama 8 (delapan) bulan.
Consumer protection is all efforts that guarantee legal certainty to provide protection to consumers. This research was conducted on Ruling Number 930/Pid.Sus/2021/PN.BDG regarding the actions of business actors who traded processed food goods and household needs, used Alfamart flooded which were damaged and defective by way of a sale as if the goods had no hidden defects. .
The approach method used in this study is Normative Juridical with descriptive analytical research specifications. The data sources used in this research are primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. The data obtained will be analyzed using qualitative normative data analysis methods and presented in the form of narrative text which is arranged systematically, logically, and rationally.
Based on the results of the research conducted, it was found that business actors have been responsible as stipulated in Article 62 paragraph (2) in conjunction with Article 11 letter b of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, this is stated in the judge's decision contained in the Bandung District Court Decision Number 930/Pid.Sus/2021/PN.Bdg. The legal consequence for the actions of business actors who have traded ex-flooded goods with hidden defects is that the business actor is found guilty of violating the provisions contained in Article 62 paragraph (2) in conjunction with Article 11 letter b of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, so that business actors are given criminal sanctions in the form of imprisonment for 8 (eight) months.
3786239733K1B017057Pemodelan Faktor yang Mempengaruhi Angka Kasus Tuberkulosis di Jawa Tengah Tahun 2020 Menggunakan Pendekatan Regresi Nonparametrik Spline TruncatedPada penelitian ini dikaji faktor-faktor yang mempengaruhi angka kasus tuberkulosis di Jawa Tengah tahun 2020. Hal ini dikarenakan tuberkulosis menempati urutan kedua penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dan pada tahun 2020 Jawa Tengah menduduki urutan ketiga untuk kasus tuberkulosis terbanyak di Indonesia. Angka kasus tuberkulosis di Jawa Tengah mencapai 113 kasus per 100.000 penduduk dengan nilai rata-rata sebesar 106,85 dan nilai variansi 1970,94. Angka kasus tuberkulosis beserta faktor yang mempengaruhinya dimodelkan menggunakan metode regresi nonparametrik spline truncated karena hubungan antara angka kasus tuberkulosis di Jawa Tengah dengan faktor yang diduga mempengaruhinya tidak membentuk pola tertentu. Berdasarkan hasil penelitian, model terbaik dari nilai Generalized Cross Validation (GCV) minimum diperoleh pada kombinasi titik knot (1, 3, 2, 3, 1) dengan nilai GCV sebesar 0,52. Dari model tersebut, diketahui bahwa seluruh faktor berpengaruh signifikan terhadap kasus tuberkulosis di Jawa Tengah, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 92,56%. Artinya, model mampu menjelaskan keragaman kasus tuberkulosis di Jawa Tengah sebesar 92,56%.This research aims to study the factor affecting the number of tuberculosis cases in Central Java during 2020. This research is important due the fact about that the second highest deals in Indonesia is caused by tuberculosis. Besides, in 2020, the tuberculosis cases in Central Java is the third place of the highest case in Indonesia. The number of tuberculosis cases in Central Java reached 113 cases per 100,000 people with a mean of 106.85 and a variance of 1970.94. The number of tuberculosis and the factor affecting this number are modeled using a spline truncated nonparametric regression method. This is because the relationship between the number of tuberculosis in Central Java and the factors does not have a specific type of plot. The results show the best model of the minimum Generalized Cross Validation (GCV) value is the model with the knot point combination (1, 3, 2, 3, 1), which has a GCV value of 0.52. This model, indicates that all factors have a significant effect on tuberculosis cases in Central Java, with a coefficient of determination of 92.56%. This means that, the model can explain the diversity of tuberculosis cases in Central Java by 92.56%.
3786344277F1A020003GERAKAN SOSIAL GEMPADEWA (GERAKAN MASYARAKAT PEDULI ALAM):
STUDI KASUS PERLAWANAN MASYRAKAT TERHADAP PENAMBANGAN BATU
ANDESIT DI DESA WADAS, KECAMATAN BENER, KABUPATEN PURWOREJO
Konflik pertambangan banyak terjadi di Indonesia, salah satunya konflik di Desa Wadas. Konflik muncul akibat warga menolak desanya dijadikan lokasi penambangan batu
andesit. Masyarakat kemudian membentuk kelompok Gempadewa (Gerakan Masyarakat
Peduli Alam Desa Wadas). Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui mobilisasi sumber
daya yang dilakukan oleh Gempadewa dalam gerakan sosial menolak penambangan
batuan andesit di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan fenomena yang diteliti. Teknik penentuan informan menggunakan snowball sampling. Data dikumpulkan
menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Proses analisis
data menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan, Gempadewa
melakukan perlawanan dalam berbagai bentuk, meliputi: Wadas Menggugat, sebagai
upaya hukum yang dilakukan bersama LBH Yogyakarta dan LBH-AP Muhammadiyah; aksi
kolektif konfliktual, berupa aksi demonstrasi, kontak fisik dengan aparat, aksi blokade, dan aksi unjuk rasa; aksi kolektif non-konfliktual, meliputi pagelaran budaya, pameran
seni, kegiatan mujahadah, pembuatan tugu perlawanan, dan mengadakan aksi
#menolaklupa.; dan diskusi online. Gempadewa membangun framing tentang persoalan
Wadas memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Twitter, dan YouTube. Gempadewa
berhasil memobilisasi sumber daya dan memanfaatkannya untuk meraih tujuan gerakan, meliputi: sumber daya material, sosial-organisasi, sumber daya budaya, sumber daya
manusia dan sumber daya moral. Permasalahan konflik Wadas sangat kompleks sehingga
masih menyisakan banyak ruang untuk penelitian-penelitian lainnya.
Kata kunci: Wadas, gerakan sosial, Gempadewa, mobilisasi sumber daya.
Many mining conflicts occur in Indonesia, one of which is the conflict in Wadas Village. The
conflict arose because residents refused to use their village as a location for andesite stone
mining. The community then formed the Gempadewa group (Gerakan Masyarakat Peduli
Alam Desa Wadas). This study aims to determine the mobilization of resources carried out
by Gempadewa in a social movement against andesite mining in Wadas Village, Bener
District, Purworejo Regency. This research uses descriptive qualitative methods to
describe or describe the phenomenon under study. The informant determination
technique uses snowball sampling. Data were collected using in-depth interviews, observation, and documentation techniques. The process of data analysis uses interactive
analysis techniques. The results showed that Gempadewa fought in various forms, including: Wadas Sued, as a legal remedy carried out together with LBH Yogyakarta and
LBH-AP Muhammadiyah; conflictual collective action, in the form of demonstrations, physical contact with officials, blockades, and demonstrations; non-conflictual collective
action, including cultural performances, art exhibitions, mujahadah activities, making
resistance monuments, and holding #menolaklupa actions; and online discussions. Gempadewa built a framing about the Wadas issue using social media such as Instagram, Twitter, and YouTube. Gempadewa succeeded in mobilizing resources and utilizing them
to achieve the goals of the movement, including: material, socio-organizational, cultural
resources, human resources and moral resources. The problem of the Wadas conflict is so
complex that it still leaves a lot of room for other studies.
Keywords: Wadas, social movement, Gempadewa, resource mobilization.
3786440589H1B019004KAJIAN EKSPERIMENTAL SAMBUNGAN TIPE PIN PADA VARIASI TEBAL PELAT BAJA DENGAN BAUT DIAMETER 8 MMSambungan pada struktur baja memiliki tingkat kekuatan atau mutu yang lebih kecil dari pada penampang biasa. Kehancuran dapat terjadi pada alat sambung maupun pelat yang disambung. Terdapat berbagai faktor yang harus disesuaikan dengan peraturan yang berlaku agar sambungan pelat baja mampu menahan gaya tarik yang ditentukan oleh SNI 1729:2020. Pada kajian ini terdapat dua jenis variasi model sambungan dan ketebalan pelat dengan alat sambungan baut untuk menentukan perilaku sambungan, kapasitas, dan pola keruntuhan menggunakan baut tipe pin diameter 8 mm ISO Grade 8.8 dan mutu pelat baja S460N. Kemudian dibandingkan secara perhitungan analitis dan uji tarik eksperimental. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa perilaku akibat gaya tarik tidak terjadi karena hasil gaya maksimal uji eksperimental kurang dari kapasitas geser blok, fraktur, dan leleh pelat secara analitis. Perilaku sambungan dengan pemasangan baut secara melintang dan sejajar dengan ketebalan pelat 6 mm dan 6 mm, 10 mm dan 10 mm, serta 6 mm dan 10 mm berdasarkan perhitungan analitis adalah geser baut dan selip pelat. Perilaku pada uji eksperimental mengalami geser baut dan selip pelat. Gaya maksimal uji eksperimental melewati kapasitas desain awal tumpu dan friksi kecuali pemasangan baut secara melintang dengan ketebalan pelat 10 mm dan 10 mm yang runtuh sebelum mencapai kapasitas yang direncanakan. Pola keruntuhan berdasarkan perhitungan analitis adalah geser baut dan selip pelat. Pada uji eksperimental mengalami geser baut dan selip pelat. Geser baut diakibatkan akibat gaya yang diberikan tegak lurus dengan sambungan dan selip pelat dikarenakan adanya kontak antara pelat. Terdapat pula pelebaran lubang baut kurang dari 1 mm searah gaya yang diterima akibat kegagalan tumpu pelat.Connections in steel structures have a smaller level of strength or quality than ordinary cross sections. Destruction can occur in the connector or spliced plate. There are various factors that must be adjusted with the applicable regulations so the connections of the steel plate are able to withstand the tensile forces determined by SNI 1729: 2020. There are two types of variations in connection models and plate thickness with bolt devices to determine joints behavior, joints capacity, and failure patterns using pin type bolts with a diameter of 8 mm ISO Grade 8.8 and steel plate quality S460N. Then it is compared by analytical calculations and experimental tensile tests. The finding showed that the behavior due to tensile forces did not occur because the maximum force results of the experimental test were less than the shearing capacity of the block, fracture, and plate yield analytically. The behavior of the connection by transverse and parallel mounting bolts with plate thicknesses of 6 mm and 6 mm, 10 mm and 10 mm, and 6 mm and 10 mm based on analytical calculations is shear bolts and skid plates. The behavior in the experimental tests experienced shear bolts and skid plates. The maximum force of the experimental test exceeded the initial design capacity of support and friction except for the transverse installation of bolts with a plate thickness of 10 mm and 10 mm which collapsed before reaching the planned capacity. The failure pattern based on analytical calculations is shear bolts and skid plates. In the experimental test, it experienced shear bolts and skid plates. Shear bolts are caused by the force exerted perpendicular to the connections and skid plates due to contact between the plates. There was also a widening of the bolt hole of less than 1 mm in the direction of the force received due to failure of the plate supports.
3786544278K1C019075Pemodelan Fisis Sesar Ajibarang Berdasarkan Data Anomali Gravitasi Citra Satelit GGMPlusDaerah Ajibarang termasuk daerah yang terdapat sesar aktif. Untuk mengetahui jenis sesar yang berada di daerah Ajibarang maka diperlukan metode gravitasi dengan menggunakan data anomali gravitasi yang didapatkan dari data citra satelit GGMPlus2013 serta analisis First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan sesar dan untuk menentukan jenis sesar yang berada di daerah Ajibarang Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Hasil pemodelan menunjukan bahwa di daerah Ajibarang terdapat sebuah sesar normal yaitu sesar turun yang memiliki orientasi ke arah timur laut dengan kemiringan 45°. Selain itu hasil pemodelan menunjukan bahwa daerah Ajibarang tersusun atas 3 formasi batuan yaitu formasi aluvium (Qa) dengan densitas 1,71 – 2,21 g/cm3, formasi tapak (Tpt) dengan densitas 2,2 – 2,28 g/cm3, formasi halang (Tmph) dengan densitas 2,35 – 2,61 g/cm3. Dengan mengetahui jenis sesar yang berada di daerah Ajibarang maka pemerintah dapat merencanakan mitigasi bencana yang sesuai dengan jenis sesar.The Ajibarang area is an area where there are active faults. To find out the type of fault in the Ajibarang area, a gravity method is needed using gravity anomaly data obtained from GGMPlus2013 satellite image data as well as First Horizontal Derivative (FHD) and Second Vertical Derivative (SVD) analysis. This research aims to determine the existence of faults and to determine the type of faults in the Ajibarang area, Banyumas Regency, Central Java. The modeling results show that in the Ajibarang area there is a normal fault, namely a descending fault which has an orientation to the northeast with a slope of 45°. Apart from that, the modeling results show that the Ajibarang area is composed of 3 rock formations, namely alluvium formation (Qa) with a density of 1,71 – 2,21 g/cm3, tread formation (Tpt) with a density of 2,2 – 2,28 g/cm3, barrier formation (Tmph) with a density of 2,35 – 2,61 g/cm3. By knowing the types of faults in the Ajibarang area, the government can plan disaster mitigation according to the type of fault.
3786644279I1E020020HUBUNGAN PRINSIP-PRINSIP TAEKWONDO DENGAN KEPRIBADIAN ATLET USIA 12-14 TAHUN
DI KECAMATAN WONOPRINGGO
ABSTRAK

HUBUNGAN PRINSIP-PRINSIP TAEKWONDO DENGAN KEPRIBADIAN ATLET USIA 12-14 TAHUN
DI KECAMATAN WONOPRINGO
Muhammad Fahmi1, Muhamad Syafei2, Dewi Anggraeni2


Latar Belakang: Kepribadian merupakan salah satu aspek yang berhubungan dengan sikap serta perilaku seorang individu dengan orang lain. Olahraga taekwondo merupakan salah satu beladiri yang mengajarkan sikap saling menghormati, keperdulian dengan orang lain, kejujuran, serta sopan santun kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan prinsip-prinsip taekwondo dengan perkembangan kepribadian atlet usia 12-14 tahun di kecamatan wonopringgo.
Metodelogi: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk dapat mengetahui hubungan antara variabel variabel yang diteliti serta mendeskripsikan keadaan sesuai dengan yang ada di lapangan. Penelitian ini menggunakan sampel yang berasal dari 2 dojang taekwondo yang berada di kecamatan Wonopringgo yaitu dojang Koryo taekwondo club dan dojang Lembah Cobra taekwondo club yang terdiri dari 35 orang atlet serta 4 orang pelatih. Instrument penelitian yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dalam bentuk angket yang berisi pernyataan yang dapat di isi oleh sampel penelitian dengan pilihan jawaban sangat setuju, setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju sesuai dengan apa yang mereka rasakan. Data yang diperoleh dalam penelitian kemudian dilakukan pengujian korelasi pearson product momen dengan bantuan software IBM SPSS Statistics 23.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang kuat antara prinsip-prinsip taekwondo dengan perkembangan kepribadian atlet, yang ditunjukan dengan hasil uji korelasi pearson product momen dengan nilai r sebesar 0,997 dan nilai signifikansi sebesar 0,003.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang sangat kuat antara prinsip prinsip taekwondo dengan kepribadian atlet usia 12-14 tahun di kecamatan wonopringgo.
Kata Kunci: Prinsip-prinsip taekwondo, Kepribadian Atlet
1Mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani FIKes Universitas Jenderal Soedirman.
2Departemen Jurusan Pendidikan Jasmani FIKes Universitas Jenderal Soedirman.
ABSTRACT

THE RELATIONSHIP OF TAEKWONDO PRINCIPLES WITH THE PERSONALITY OF ATHLETES AGED 12-14 YEARS
IN KECAMATAN WONOPRINGGO
Muhammad Fahmi1, Muhamad Syafei2, Dewi Anggraeni2


Background: Personality is one aspect that relates to the attitude and behavior of an individual with others. Taekwondo is a martial art that teaches mutual respect, care for others, honesty, and courtesy to others. This study aims to determine the relationship between the principles of taekwondo with the personality development of athletes aged 12-14 years in Wonopringgo sub-district.
Methodology: This study uses a quantitative descriptive approach to be able to determine the relationship between the variables studied and describe the situation in accordance with those in the field. This study used samples from 2 taekwondo dojangs located in Wonopringgo sub-district, namely Koryo taekwondo club dojang and Cobra Valley taekwondo club dojang consisting of 35 athletes and 4 coaches. The research instrument used to obtain data in this study used a questionnaire in the form of a questionnaire containing statements that could be filled in by the research sample with answer choices strongly agree, agree, disagree and strongly disagree according to what they feel. The data obtained in the study was then tested pearson product moment correlation with the help of IBM SPSS Statistics 23 software.
Research Results: The results showed a strong relationship between the principles of taekwondo and the development of athletes' personalities, which was shown by the results of the pearson product moment correlation test with an r value of 0.997 and a significance value of 0.003.
Conclusion: There is a very strong relationship between the principles of taekwondo and the personality of athletes aged 12-14 years in Wonopringgo sub-district.
Keywords: Taekwondo Principles, Athlete Personality
1Student of Physical Education Department, FIKes, Jenderal Soedirman University.
2Department of Physical Education, FIKes, Jenderal Soedirman University.
3786744722H1A020076RANCANG BANGUN INSTALASI LISTRIK DAYA 7700-WATT 1 PHASE PADA HUB PKU DAN TENAYAN DI PT. LASTANA EXPRESS (LAZADA LOGISTIK)Lazada Group, platform e-commerce terkemuka di Asia Tenggara yang berdiri pada tahun 2012, beroperasi di enam negara termasuk Indonesia. Pada tahun 2016, Lazada menjadi produk unggulan dari Alibaba Group. Untuk mendukung logistik e-commerce, Lazada memperkenalkan Lazada Logistik pada tahun 2015, penyedia layanan logistik pihak ketiga (3PL) yang menawarkan layanan distribusi dan perdagangan. Infrastruktur logistik mereka mencakup mini hub, hub, mother hub, sortation, dan warehouse. Lazada Logistik berkolaborasi dengan pihak ketiga melalui kontrak, merenovasi fasilitas untuk memenuhi kebutuhan alur kerja, dengan listrik yang andal sebagai faktor kunci.Penelitian ini membahas desain instalasi listrik, desain panel distribusi, kebutuhan daya total, dan pemasangan komponen listrik. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan listrik yang tepat, mengidentifikasi potensi risiko instalasi, memastikan efisiensi, dan mematuhi regulasi. Penelitian menemukan kebutuhan daya sebesar 7700-Watt dengan sistem satu fase, berdasarkan kebutuhan pencahayaan, pendingin udara, sirkulasi, dan stop kontak. Daya didistribusikan melalui 8 MCB (7 aktif, 1 cadangan), dengan MCB utama sebesar 35 A. Sistem ini mencakup satu MDP yang disuplai oleh panel COS, dengan daya dari genset dan PLN. Renovasi juga menghasilkan desain listrik terperinci untuk lampu dan stop kontak.Lazada Group, a leading e-commerce platform in Southeast Asia established in 2012, operates in six countries, including Indonesia. In 2016, it became a flagship product of Alibaba Group. To support e-commerce logistics, Lazada introduced Lazada Logistics in 2015, a third-party logistics (3PL) provider offering distribution and trade services. Their logistics infrastructure includes mini hubs, hubs, mother hubs, sortation centers, and warehouses. Lazada Logistics collaborates with third parties through contracts, renovating facilities to meet workflow needs, with reliable electricity as a key factor. This study addresses electrical installation design, distribution panel design, total power requirements, and the installation of electrical components. The goals are to meet precise electrical needs, identify potential installation risks, ensure efficiency, and comply with regulations. The study found a power requirement of 7700 Watts with a single-phase system, based on lighting, air conditioning, circulation, and socket needs. Power is distributed across 8 MCBs (7 active, 1 backup), with a main MCB of 35 A. The system includes one MDP supplied by a COS panel, with power from both a generator and PLN. The renovation also resulted in detailed electrical designs for lights and sockets.
3786844866G1A020021PERUBAHAN KADAR HEMOGLOBIN PASIEN KANKER OVARIUM TIPE EPITELIAL PASCA KEMOTERAPI PACLITAXEL-CARBOPLATIN SIKLUS I DI RSUD MARGONO SOEKARJO TAHUN 2022-2023PERUBAHAN KADAR HEMOGLOBIN PASIEN KANKER OVARIUM TIPE EPITELIAL PASCA KEMOTERAPI PACLITAXEL-CARBOPLATIN SIKLUS I DI RSUD MARGONO SOEKARJO TAHUN 2022-2023

ABSTRAK
Latar Belakang: Kanker ovarium merupakan tumor ganas yang tumbuh dan berkembang di ovarium. Kanker ovarium yang sering terjadi ialah tipe epitel. Pada 2020 di Indonesia terdapat 14.896 kasus kanker ovarium dengan angka kematian mencapai 9.581 jiwa. Salah satu pengobatan yang dapat diberikan pada pasien kanker ovarium adalah kemoterapi paclitaxel-carboplatin. Salah satu efek hematologi dari pemberian kemoterapi adalah anemia.
Tujuan: Untuk mengetahui apakah terdapat perubahan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pemberian kemoterapi paclitaxel-carboplatin pada pasien kanker ovarium di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 86 responden yang diambil dengan metode purposive sampling. Pengaruh kemoterapi paclitaxel-carboplatin terhadap kadar hemoglobin pada pasien kanker ovarium dinilai berdasarkan hasil rekam medis.
Hasil: Terdapat penurunan kadar Hb sebelum dan sesudah kemoterapi paclitaxel-carboplatin dengan selisih 0,635 g/dl. Hasil uji paired sample t test menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil hemoglobin sebelum dan sesudah kemoterapi paclitaxel-carboplatin pada pasien kanker ovarium dengan P value = 0,000 < 0,05.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan rerata kadar hemoglobin sebelum dan sesudah kemoterapi paclitaxel-carboplatin pada pasien kanker ovarium di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Kata Kunci: Hemoglobin, Kanker ovarium, Kemoterapi paclitaxel-carboplatin
CHANGES IN HEMOGLOBIN OF EPITHELIAL OVARIAN CANCER PATIENTS POST-CHEMOTHERAPY PACLITAXEL-CARBOPLATIN CYCLE I AT RSUD MARGONO SOEKARJO FROM 2022-2023

ABSTRACT
Background: Ovarian cancer is a malignant tumor that grows and develops in the ovaries. In 2020, there were 14,896 cases of ovarian cancer in Indonesia, with the death toll reaching 9,581. One treatment that can be given to ovarian cancer patients is paclitaxel-carboplatin chemotherapy. One of the hematological effects of the administration of chemotherapy is anemia.
Objective: To find out if there are any changes in hemoglobin levels before and after the application of paclitaxel-carboplatin chemotherapy in ovarian cancer patients at RSUD Margono Soekarjo.
Methods: Observational analytical research with a cross-sectional approach. The sample was taken from 86 respondents using purposive sampling. The effect of paclitaxel-carboplatin chemotherapy on hemoglobin levels in ovarian cancer patients was assessed on the basis of medical records.
Results: There was a decrease in Hb levels before and after paclitaxel-carboplatin chemotherapy with a difference of 0.635 g/dl. The results of the test paired sample t test showed that there was a significant difference between the results of hemoglobin before and following paclitaxel-carboplatin chemotherapy in ovarian cancer patients with a P value = 0,000 < 0.05.
Conclusion: There were significant differences in the rates of haemoglobin levels prior to and after chemotherapeutic treatment with paclitaxel-carboplatin in ovarian cancer patients at RSUD Margono Soekarjo.
Keywords: Hemoglobin, ovarian cancer, paclitaxel-carboplatin chemotherapy
3786940590K1B017038SPEKTRUM DISTANCE LAPLACIAN DAN DISTANCE SIGNLESS LAPLACIAN PADA GRAF BIPARTIT LENGKAP (K_(n,n) ) DAN GRAF TRIPARTIT LENGKAP (K_(n,n,n) )
Susunan nilai eigen dari matriks ketetanggaan beserta multiplisitasnya disebut spektrum graf. Spektrum graf yang dihasilkan dari matriks distance Laplacian disebut sebagai spektrum distance Laplacian, sedangkan spektrum yang dihasilkan dari matriks distance Signless Laplacian disebut spektrum distance Signless Laplacian. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bentuk umum spektrum distance Laplacian dan distance Signless Laplacian pada graf bipartit lengkap (K_(n,n)) dan graf tripartit lengkap (K_(n,n,n)) dengan n>=2. Hasil penelitian ini diperoleh bentuk umum spektrum distance Laplacian dan spektrum distance Signless Laplacian pada graf bipartit lengkap (K_(n,n)) dan graf tripartit lengkap (K_(n,n,n)) dengan n>=2, yaitu (Spec_L_D)(K_(n,n))=[0 2n 3n; 1 1 (2n-2)], (Spec_L_D)(K_(n,n,n))=[0 3n 4n; 1 2 (3n-3)], (Spec_Q_D)(K_(n,n))=[(3n-4) (4n-4) (6n-4); (2n-2) 1 1], dan (Spec_Q_D)(K_(n,n,n))=[(4n-4) (5n-4) (8n-4); (3n-3) 2 1].A set of eigenvalues of the adjacency matrix along with their multiplicities is called the spectrum of a graph. The spectrum of a distance Laplacian matrix is called the distance Laplacian spectrum, while the spectrum of a distance Signless Laplacian matrix is called the distance Signless Laplacian spectrum. The purpose of this research study is to determine the general form of the distance Laplacian spectrum and distance Signless Laplacian spectrum of the complete bipartite graphs ( K_(n,n) ) and the complete tripartite graphs ( K_(n,n,n) ) with n≥2. (Spec_L_D)(K_(n,n))=[0 2n 3n; 1 1 (2n-2)], (Spec_L_D)(K_(n,n,n))=[0 3n 4n; 1 2 (3n-3)], (Spec_Q_D)(K_(n,n))=[(3n-4) (4n-4) (6n-4); (2n-2) 1 1], dan (Spec_Q_D)(K_(n,n,n))=[(4n-4) (5n-4) (8n-4); (3n-3) 2 1].
3787040252I4B022035Studi Kasus Penerapan Latihan Personal Hygiene Pada Klien Dengan Defisit Perawatan DiriLatar belakang: Kasus kesehatan mental meningkat setiap tahun di berbagai
dunia. Aktivitas seseorang dengan masalah ini berkurang karena sikap apatis dan
kehilangan motivasi. Pasien yang menderita gangguan jiwa kronis seringkali
mengalami ketidakpedulian dalam perawatan diri. Masalah defisit perawatan diri
dapat diatasi dengan non medis melalui penerapan personal hygiene. Klien dengan
kasus ini jika tidak diintervensi dampaknya dapat menimbulkan gangguan
kenyamanan diri maupun orang lain. Oleh karena itu diperlukannya latihan
personal hygiene untuk melatih kemampuan kebersihan diri.
Tujuan: Menganalisis penatalaksanaan latihan personal hygiene pada klien dengan
masalah defisit perawatan diri.
Metode: Dilakukan intervensi defisit perawatan diri dengan melakukan hubungan
saling percaya, melatih latihan personal hygiene yaitu melatih menjaga kebersihan
tangan dengan cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau
handsanitizer, gosok gigi, mandi, dan menyiapkan pakaian secara mandiri.
Hasil Penelitian: Terjadi penurunan tanda dan gejala dari defisit perawatan diri
seperti bau mulut berkurang, pakaian bersih, kebersihan tangan dan kaki meningkat.
Kesimpulan: Latihan personal hygiene membuat klien memiliki minat untuk
melakukan perilaku hidup sehat dengan perawatan diri yaitu dari “tidak baik”
menjadi “baik”.
Background : Mental health cases are increasing every year in various parts of the
world. The activity of a person with this problem is reduced due to apathy and loss
of motivation. Patients suffering from chronic mental disorders often experience
indifference in self-care. The problem of self-care deficit can be overcome nonmedically through the application of personal hygiene. Clients with this case if it is
not intervened, the impact can cause disturbance to the comfort of themselves and
others. Therefore it is necessary to practice personal hygiene to practice personal
hygiene skills.
Objective: Analyzing the management of personal hygiene exercises on clients
with self-care deficit problems.
Methods: Conduct interventions by a trusting relationship, practicing personal
hygiene exercises, namely practicing hand hygiene by washing hands with soap and
water or handsanitizer, brushing teeth, bathing, and preparing clothes independently
Research Results: There was a decrease in signs and symptoms of self-care deficit
such as reduced bad breath, clean clothes, increased hand and foot hygiene.
Conclusion: Personal hygiene training makes have an interest carrying out healthy
living with self-care, namely from "bad" to "good".
3787140591E1A018279TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA TERHADAP BAHAYA PEREDARAN CABAI MERAH PALSU BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN NOMOR: 24/Pid.Sus/2021/PN PwtPelaku usaha merupakan pihak yang bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan produk barang dan/atau jasanya terhadap konsumen. Artinya segala aspek yang berkaitan dengan barang dan/atau jasa yang pelaku usaha sediakan untuk di konsumsi harus sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan agar tidak merugikan konsumen. Tujuan penelitian ini berdasarkan permasalahan yang ada yaitu untuk mengetahui bagaimana tanggung jawab pelaku usaha dalam putusan Nomor: 24/Pid.Sus/2021/PN Pwt.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, buku literatur, artikel, jurnal dan dokumen resmi dengan cara studi Pustaka, dan metode analisis data yang digunakan adalah dengan metode analisis normatif kualitatif.
Hasil penelitian ini dalam Putusan Nomor 24/Pid.Sus/2021/PN Pwt adalah majelis hakim menyatakan pelaku usaha Budi Nuryanto Als. Budi Bin Siswo Sumarto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan produksi pangan untuk diedarkan menggunakan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan. Menjatuhkan pidana kepada pelaku usaha dengan pidana penjara selama 3 (tiga) bulan.
Business actors are parties who are responsible for the security and safety of their goods and/or services to consumers. This means that all aspects related to goods and/or services that business actors provide for consumption must comply with security and safety standards so as not to harm consumers. The purpose of this study is based on the existing problems, namely to find out how the responsibilities of business actors in decision Number: 24/Pid.Sus/2021/PN Pwt.
The approach method used in this study is a normative juridical approach. The data used is secondary data in the form of laws and regulations, literature books, articles, journals and official documents by means of library research, and the data analysis method used is qualitative normative analysis method.
The results of this research in Decision Number 24/Pid.Sus/2021/PN Pwt is that the panel of judges stated that the business actor Budi Nuryanto Als. Budi Bin Siswo Sumarto has been legally and convincingly proven guilty of committing a crime by intentionally producing food for distribution using materials that are prohibited from being used as food additives. Imposing criminal penalties on business actors with imprisonment for 3 (three) months.
3787240592K1B017045PERAMALAN CURAH HUJAN DI CILACAP MENGGUNAKAN SEASONAL AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERANGE PERAMALAN CURAH HUJAN DI CILACAP MENGGUNAKAN SEASONAL AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERANGE Informasi tentang curah hujan sangat penting bagi masyarakat. Hal ini membuat peramalan jumlah curah hujan di suatu daerah menjadi penting karena mendukung proses pengambilan keputusan diberbagai sektor. Tujuan dari penelitian adalah menentukan model terbaik untuk curah hujan bulanan di Cilacap dan meramalkan curah hujan dari Januari 2023 sampai Maret 2023 dengan menggunakan SARIMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model paling baik yaitu model SARIMA (2,0,2)(0,0,1)^12 dengan MSE terkecil 3,20174. Hasil peramalan curah hujan di Cilacap, yaitu curah hujan yang terjadi sebesar 299,5107 mm, 222,2574 mm dan 288,5196 mm. Model SARIMA (2,0,2)(0,0,1)^12 termasuk model yang buruk dikarenakan mempunyai MAPE 72,97215% pada data dari t=19 sampai t=168.Information about rainfall is important for the residents. The importance of information about rainfall makes predicting rainfall in most countries important because supports the decision-making process in various sectors. The purpose of this research is to determine the best model of monthly rainfall in Cilacap and forecast the rainfall from January 2023 until March 2023 using SARIMA method. This research used monthly rainfall data in Cilacap from January 2009 until December 2022. The results of this research showed that the best model is SARIMA 〖(2,0,2)(0,0,1)〗^12 with smallest MSE is 3,20174. The forecasting rainfall results in Cilacap are 299,5107 mm, 222,2574 mm dan 288,5196 mm. SARIMA 〖(2,0,2)(0,0,1)〗^12 is bad model because has MAPE 72,97215% from the data t=19 until t=168.
3787340593L1A016064POTENSI LESTARI IKAN TONGKOL (Euthynnus sp.) DI PERAIRAN KEBUMENIkan Tongkol ( Euthynnus sp.) merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Ikan Tongkol banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar Kabupaten Kebumen sebagai makanan olahan maupun mentah. Sumberdaya Ikan Tongkol merupakan sumberdaya milik bersama karena sifatnya open acces maka kelestariannya dapat terancam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai potensi lestari ikan tongkol dan tingkat pemanfaatannya di Kabupaten Kebumen. Data hasil tangkapan dan upaya dari tahun 2016-2020 yang diperoleh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kebumen. Data yang digunakan menggunakan data kuantitatif. Hasil tangkapan dan upaya dianalisis menggunakan metode Schaefer. Hasil penelitian menunjukkan nilai MSY Ikan Tongkol dengan metode Schaefer 79.649,02841 Kg/tahun,dan nilai upaya penangkapan optimum (fMSY) sebesar 496 upaya/tahun. Nilai tingkat pemanfaatan Ikan Tongkol di Kabupaten Kebumen sebesar 51,42%.Tongkol fish (Euthynnus sp.) is a fishery resource that has the potential to be utilized because it has a high economic value. Tongkol fish is widely used by people around Kebumen Regency as processed and raw food. Tongkol resources are shared resources because they are open access, so their sustainability can be threatened. The purpose of this study was to determine the value of the sustainable potential of tuna and the level of its utilization in Kebumen Regency. Data on catches and effort from 2016-2020 obtained from the Kebumen Regency Maritime Affairs and Fisheries Service. The type of data used kuantitatif data. Catch and effort data were analyzed using the Schaefer method. The results showed that the MSY value of tongkol with the Schaefer method was 79.649.02841 Kg/year, and the optimum fishing effort (fMSY) value was 496 efforts/year. The utilization rate of tongkol in Kebumen Regency is 51.42%.
3787440595C1A019014PENGARUH MODAL, JAM KERJA, LOKASI USAHA, DAN KONDISI PASAR TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG PASAR TRADISIONAL DI PASAR BINTORO DEMAK Pasar Bintoro Demak adalah pasar tradisional terbesar di Kabupaten Demak dan menjadi pasar potensial karena lokasinya terletak berdekatan pusat Kota Demak serta berada di antara dua obyek wisata religi sehingga banyak pedagang yang menggantungkan hidupnya untuk berjualan di pasar tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel modal, jam kerja, lokasi usaha, dan kondisi pasar terhadap pendapatan pedagang pasar tradisional di Pasar Bintoro Demak dan untuk menganalisis variabel yang paling berpengaruh terhadap pendapatan pedagang pasar tradisional di Pasar Bintoro Demak. Pengambilan sampel dilakukan secara proportional stratified random sampling dimana responden dipilih secara acak dari setiap sub populasi heterogen dengan jumlah sampel terambil sebanyak 92 pedagang. Hasil penelitian melalui hasil analisis regresi linear berganda yang mempengaruhi pendapatan hanya modal, jam kerja, dan lokasi usaha. Sedangkan, kondisi pasar tidak mempengaruhi pendapatan pedagang. Berdasarkan hal tersebut untuk meningkatkan pendapatan pedagang Pasar Bintoro Demak diperlukan adanya kemudahan dalam akses permodalan melalui kredit perbankan; mempromosikan penjualan barang dagangannya melalui marketplace atau iklan menggunakan aplikasi secara online dan mempertimbangkan adanya persaingan non harga seperti memperbaiki kualitas pelayanan dengan konsumen misalnya dapat memberikan tambahan produk kepada konsumen langganan serta menjaga penampilan agar terlihat lebih menarik.
Pasar Bintoro Demak is the largest traditional market in Demak Regency and is a potential market because it is located near the center of Demak City and is located between two religious tourism objects so that many traders depend on their lives to sell in the market. This study aims to analyze the effect of capital variables, working hours, business location, and market conditions on the income of traditional market traders in Pasar Bintoro Demak and to analyze the variables that have the most influence on the income of traditional market traders in Pasar Bintoro Demak. Sampling was carried out by proportional stratified random sampling where respondents were randomly selected from each heterogeneous sub-population with a total sample size of 92 traders. The results of the study through multiple linear regression analysis results that affect income only capital, working hours, and business location. Meanwhile, market conditions do not affect the income of traders. Based on this to increase the income of Bintoro Demak Market trader : it is necessary to facilitate access to capital through bank credit; promote the sale of merchandise through marketplaces or advertisements using online applications and consider the existence of non-price competition such as improving the quality of service with consumers for example being able to provide additional products to subscription consumers and maintaining appearance to make them look more attractive.
3787540596I1A019059Studi Komparasi Perilaku Pencarian Informasi Pencegahan Kista Ovarium pada Mahasiswi Kesehatan dan Non-Kesehatan Tingkat Akhir Universitas Jenderal SoedirmanLatar Belakang: Kista ovarium merupakan tumor berisi cairan salah satu penyebabnya adalah stres dan pola hidup tidak sehat. Fenomena gaya hidup mahasiswa saat ini cenderung mengikuti gaya hidup tidak sehat dan rentan mengalami stres, terutama bagi mahasiswa akhir. Kesadaran untuk mencegah penyakit muncul apabila seseorang terpapar informasi. Perilaku pencarian informasi kesehatan memiliki peran penting dalam upaya pencegahan penyakit.
Tujuan: Mengetahui perbedaan perilaku pencarian informasi pencegahan kista ovarium pada mahasiswi kesehatan dan non-kesehatan tingkat akhir di Universitas Jenderal Soedirman
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan jenis komparatif dan pendekatan cross sectional, dengan analisis univariat serta bivariat menggunakan uji T independen dan Mann-whitney.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan perilaku pencarian informasi pencegahan kista ovarium pada mahasiswi kesehatan dan non-kesehatan tingkat akhir Universitas Jenderal Soedirman, dengan p value sebesar 0,000. Perbedaan lain juga terlihat dari adanya perbedaan berdasarkan faktor-faktor perilaku pencarian informasi, diantaranya kondisi psikologis, kondisi demografis, peran dalam masyarakat, lingkungan, dan karakteristik sumber informasi.
Kesimpulan: Perilaku pencarian informasi pencegahan kista ovarium pada mahasiswi kesehatan lebih baik dibandingkan mahasiswi non-kesehatan.
Background: Ovarian cysts are fluid-filled tumors, one of the causes of which is stress and an unhealthy lifestyle. The phenomenon of the current student lifestyle tends to follow an unhealthy lifestyle and is prone to stress, especially for final students. Awareness to prevent disease arises when someone is exposed to information. Health information seeking behavior has an important role in disease prevention efforts.
Objective: To find out the differences in the behavior of seeking information on the prevention of ovarian cysts in final year health and non-health students at Jenderal Soedirman University
Methods: This study used a quantitative design with a comparative type and cross-sectional approach, with univariate and bivariate analysis using the Independent T test and Mann-Whitney test.
Results: The results of the study showed that there were differences in the behavior of seeking information on prevention of ovarian cysts in female and non-health final year students at Jenderal Soedirman University, with a p value of 0,000. Other differences can also be seen from differences based on factors of information seeking behavior, including psychological conditions, demographic conditions, roles in society, environment, and characteristics of information sources.
Conclusion: Information-seeking behavior on prevention of ovarian cysts in health female students is better than non-medical female students.
3787640597C1A019057ANALISIS PENGARUH PRODUK DOMESTIK BRUTO, INFLASI, SUKU BUNGA TABUNGAN DAN NILAI TUKAR TERHADAP TABUNGAN MASYARAKAT PADA BANK UMUM PEMERINTAH DI INDONESIATabungan masyarakat merupakan nilai tabungan yang dimiliki masyarakat pada bank umum pemerintah yang penarikannya dapat dilakukan sesuai perjanjian antara bank dengan nasabah. Tabungan masyarakat ini memiliki perkembangan yang lebih tinggi jika dibandingkan produk perbankan lainnya. Namun, meskipun memiliki kontribusi terbesar dalam periode tahun 2015 sampai 2019 terjadi penurunan kontribusi tabungan terhadap simpanan pada bank umum pemerintah. Dalam penelitian ini dikembangkan model yang lebih lengkap dengan memasukkan variabel PDB, inflasi, suku bunga tabungan dan nilai tukar yang sebelumnya beberapa variabel tersebut masih terpisah-pisah dan memiliki hasil yang belum konsisten. Selain itu, penelitian ini menggunakan lag tabungan masyarakat menjadi salah satu variabelnya untuk menunjukkan pengaruh selang waktu terhadap observasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi tabungan masyarakat pada bank umum pemerintah.
Penelitian ini menggunakan data yang berasal dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik dengan penyajian data per triwulan dari tahun 2010 sampai 2022. Teknik analisis yang digunakan adalah Autoregresive Distributed lag (ARDL). ARDL sebagai model dinamis menggabungkan antara model AR (Autoregresive) dan DL (Distributed Lag). Model AR menggunakan satu atau lebih data masa lampau dari variabel terikat diantara variabel bebas, sedangkan DL melibatkan data pada waktu sekarang dan waktu masa lampau (lagged) dari variabel bebas yang diteliti.
Berdasarkan hasil analisis, diperoleh hasil PDB dan nilai tukar berpengaruh positif signifikan dalam jangka pendek terhadap tabungan masyarakat pada bank umum pemerintah di Indonesia, sedangkan dalam jangka panjang dua variabel tersebut tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tabungan masyarakat pada bank umum pemerintah di Indonesia. Inflasi berpengaruh negatif signifikan dalam jangka pendek dan jangka panjang terhadap tabungan masyarakat bank umum pemerintah di Indonesia, sedangkan suku bunga tabungan berpengaruh positif signifikan dalam jangka pendek dan berpengaruh negatif signifikan dalam jangka panjang terhadap tabungan masyarakat pada bank umum pemerintah di Indonesia. Selain itu, Variabel PDB, inflasi, suku bunga tabungan dan nilai tukar secara bersama-sama dalam jangka pendek dan jangka panjang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tabungan masyarakat pada bank umum pemerintah di Indonesia.
Implikasi yang diberikan dalam penelitian ini yaitu agar dapat meningkatkan tabungan masyarakat pada bank umum pemerintah di Indonesia dengan kenaikan PDB, dan menjaga kestabilan inflasi, suku bunga tabungan dan nilai tukar. Pemerintah dapat menetapkan kebijakan guna mendorong kenaikan PDB seperti kebijakan yang memfasilitasi pelaku usaha seperti UMKM dalam mengembangkan bisnisnya. Bank Indonesia dan pemerintah secara konsisten melakukan koordinasi dalam pengendalian inflasi, terutama pada faktor non moneter seperti ketidakpastian ekonomi dunia. Di samping itu, Bank Indonesia perlu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menetapkan suku bunga tabungan. Selain itu, beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga kestabilan nilai tukar yaitu lebih mengawasi supaya tidak terjadi penimbunan dolar oleh masyarakat, mengetatkan kebijakan kuota impor pada barang-barang yang dapat di produksi sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada barang impor, dan konsisten mendukung ekspor dan investasi di dalam negeri yang dapat meningkatkan nilai tukar rupiah.
Public Savings is the value of savings owned by the public in government commercial banks whose withdrawals can be made according to the agreement between the bank and the customer. This public savings has a higher development when compared to other banking products. However, despite having the largest contribution in the period 2015 to 2019 there was a decrease in the contribution of savings to deposits in government commercial banks. In this study, a more complete model was developed by including GDP, inflation, savings interest rates and exchange rates variables, some of which were previously separated and had inconsistent results. In addition, this study uses the lag of public savings as one of its variables to show the effect of the time interval on observations.The purpose of this study is to analyze the factors that affect public savings in government commercial banks.
This study uses data from Indonesia Central Bank and the Central Bureau of Statistics with quarterly data presentation from 2010 to 2022. The analysis technique used is Autoregresive Distributed lag (ARDL). ARDL as a dynamic model combines AR (Autoregressive) and DL (Distributed Lag) models. The AR model uses one or more past data from the dependent variable among the independent variables, while the DL model involves present and past data (lagged) from the independent variables studied.
Based on the results of the analysis, the results of GDP and the exchange rate have a significant positive effect in the short term on public deposits at government commercial banks in Indonesia, while in the long term these two variables do not have a significant effect on public deposits in government commercial banks in Indonesia. Inflation has a significant negative effect in the short and long term on public savings at government commercial banks in Indonesia, while interest rates on savings have a significant positive effect in the short term and a significant negative effect in the long term on public savings at government commercial banks in Indonesia. In addition, the variables GDP, inflation, interest rates on savings and exchange rates together in the short and long term have a significant influence on public savings at government commercial banks in Indonesia.
The implications given in this study are being able to increase public savings at government commercial banks in Indonesia by increasing GDP, and maintaining the stability of inflation, savings interest rate and exchange rates. The government can establish policies to encourage an increase in GDP such as policies that encourage business actors such as SMEs to develop their businesses. Bank Indonesia and the government have consistently coordinated inflation control, especially on non-monetary factors such as world economic defense. In addition, Bank Indonesia needs to apply the precautionary principle in setting deposit rates. In addition, there are several things the government can do to maintain exchange rate stability, namely monitoring more to prevent hoarding of dollars by the public, tightening import quota policies on self-produced goods to reduce dependence on imported goods, and consistently supporting exports, and domestic investment that can increase the rupiah exchange rate.
3787744280K1C020036ESTIMASI ZONA BAHAYA TSUNAMI DI WILAYAH KECAMATAN
NUSAWUNGU KABUPATEN CILACAP BERDASARKAN HASIL
SIMULASI MULTI-SKENARIO GEMPABUMI
Kecamatan Nusawungu merupakan kecamatan di Kabupaten Cilacap yang
berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, sehingga apabila terjadi gempabumi
dengan magnitudo besar dapat memicu terjadinya tsunami dan wilayah Kecamatan
Nusawungu akan terdampak tsunami. Sebagai upaya mitigasi bencana, maka
dilakukan penelitian untuk mengetahui penjalaran tsunami, ketinggian tsunami,
dan luas wilayah terendam tsunami menggunakan data sekunder yaitu dari GEBCO,
ETOPO, dan DEMNAS menggunakan Software COMCOT v1.7. Hasil pemodelan
menunjukkan penjalaran tsunami di Kecamatan Nusawungu menjalar ke segala
arah dengan waktu tiba 48 menit setelah gempabumi terjadi, ketinggian maksimum
tsunami dengan magnitudo 7,7; 8,5; dan 9,0 masing – masing adalah 5,51; 8,98;
dan 10,73 meter. Jarak inundasi pada masing – masing magnitudo 7,7; 8,5; dan 9,0
adalah 579, 1.665, dan 3.047 m. Luas wilayah yang terendam tsunami di Kecamatan
Nusawungu pada magnitudo 7,7; 8,5; dan 9,0 yaitu seluas 214,50; 6.380,51; dan
6.388,71 Ha.
Nusawungu subdistrict is a subdistric in Cilacap Regency that directly
borders the Hindia Ocean. Hence, in the event of a major earthquake, it could
trigger a tsunami, impacting the Nusawungu subdistrict area. As a disaster
mitigation effort, research was conducted to understamd the propagation of
tsunamis, tsunami heights, dan the extent of tsunami inundation areas using
secondary data from GEBCO, ETOPO and DEMNAS through COMCOT v1.7
Software. The modeling result indicate that the tsunami propagation in Nusawungu
District spreads in all directions with an arrival time of 48 minutes after the
eartquake occurs.The maximum tsunami heights with magnitudes of 7.7; 8.5; dan
9.0 respectively are 5.51; 8.98; and 10.73 meters. The inundation distance for each
magnitude 7.7; 8.5; dan 9.0 are 579; 1,665; dan 3,047 meters respectively. The area
inundated by the tsunami in Nusawungu District for magnitudes 7.7; 8.5; dan 9.0
are 214.50; 6,380.51; and 6,388.71 hectares respectively
3787840598H1B019027STUDI EKSPERIMENTAL PELEBARAN LUBANG BAUT 10 MM ARAH VERTIKAL PADA DAERAH SAMBUNGAN TIPE PIN DENGAN VARIASI TEBAL PELAT BAJA DAN BAUT DIAMETER 8 MM Baja merupakan bahan konstruksi yang memiliki ketahanan yang cukup baik dalam menahan beban tarik dibandingkan bahan konstruksi lain (Silviana, 2017). Setiap elemen dalam konstruksi baja dihubungkan dengan menggunakan alat pengikat/penyambung sehingga secara garis besar terdapat tiga bagian yaitu elemen yang disambung, jenis penyambung, dan pelat penyambung jika diperlukan. Sambungan pada struktur baja yang digunakan salah satunya adalah sambungan dengan baut, yang terdiri dari kepala baut pada salah satu sisinya dan mempunyai ulir sebagai alur untuk mur mengencangkan sambungan baik secara manual maupun dengan mesin (Arifi dan Setyowulan, 2020). Pelaksanaan konstruksi struktur baja, terutama dalam sambungan baut, harus sesuai dengan kriteria desain yang telah diatur dalam SNI 1729:2020 atau AISC 360:2016. Namun, dalam proses pabrikasi material kadangkala terjadi pergeseran posisi lubang baut sehingga tidak sesuai dengan desain yang telah dibuat. Dalam rangka untuk mengetahui pengaruh pelebaran lubang baut pada sambungan pelat, akan dilakukan studi eksperimental pengaruh pelebaran lubang baut sebesar 10 mm arah vertikal dengan variasi tebal pelat 6 mm dan 10 mm. Hasil kapasitas semua benda uji yang dibuat mengalami kegagalan setelah gaya maksimal benda uji melewati kapasitas desain awal tumpu dan friksi dengan pola kegagalan yang terjadi pada semua benda uji adalah kegagalan selip pelat, kegagalan tumpu pelat, dan kegagalan geser baut.Steel is a construction material that has good resistance in resisting tensile loads compared to other construction materials (Silviana, 2017). Each element in steel construction is connected using a fastener / connector so that there are generally three parts, namely the connected element, the type of connector, and the connecting plate if needed. One of the connections in the steel structure used is a bolt connection, which consists of a bolt head on one side and has a thread as a groove for the nut to tighten the connection either manually or by machine (Arifi and Setyowulan, 2020). The implementation of steel structure construction, especially in bolt connections, must comply with the design criteria set out in SNI 1729: 2020 or AISC 360: 2016. However, in the material fabrication process, sometimes there is a shift in the position of the bolt holes so that it does not match the design that has been made. In order to determine the effect of widening the bolt holes on the plate connection, an experimental study will be conducted on the effect of widening the bolt holes by 10 mm in the vertical direction with a plate thickness variation of 6 mm and 10 mm. The results of the capacity of all test specimens made failed after the maximum force of the test specimen passed the initial design capacity of fulcrum and friction with the failure pattern that occurred in all test specimens was plate slip failure, plate fulcrum failure, and bolt shear failure.
3787940599K1C019061Pengaruh Suhu Dan Tekanan Udara Terhadap Daya Angkat Pesawat Pada Saat Take-off Dan Landing Di Bandara Internasional YogyakartaDalam operasi penerbangan ada tiga tingkat fase yang sangat penting dan berhubungan dengan meteorologi yaitu lepas landas (take-off), penerbangan (crusing), dan mendarat (landing). Dalam hal ini sejumlah unsur meteorologi dapat berpengaruh terhadap kemampuan pesawat pada saat-saat kritis. Diantara unsur yang dapat menunjang kelancaran ketiga fase diatas adalah suhu dan tekanan udara, dimana unsur cuaca tersebut harus dimengerti dan diperhitungkan yang selanjutnya akan kerapatan udaranya dan selanjutnya akan menentukan daya angkat pesawat (lift). Penelitian ini menggunakan metode regresi linier, kemudian mencari koefisien korelasi dengan metoe korelasi pearson. Hasil penelitian di Bandara Internasional Yogyakarta menunjukkan bahwa pengaruh suhu dan tekanan udara sangat kuat terhadap daya angkat pesawat (lift). Menggunakan data F-Klim 71 tahun 2021-2022, suhu udara dari ketiga jenis pesawat besar di Bandara Internasional Yogyakarata mempunyai pengaruh terkuat dari bulan januari sampai Desember dengan nilai korelasi 78,1 % dengan nilai terkecil 61,0 %. Tekanan udara di setiap bulan januari – desember periode tahun 2021-2022 yaitu 0,714 dan memiliki tingkat hubungan yang kuat terhadap daya angkat pesawat (lift).
Kata kunci: Daya angkat, Penerbangan, Suhu Udara, Tekanan Udara
In flight operations there are three phases that are very important and related to meteorology, namely take-off, crusing and landing. In this case a number of meteorological elements can affect the ability of the aircraft at critical moments. Among the elements that can support the smooth running of the third phase above are temperature and air pressure, where these weather elements must be understood and taken into account which in turn will be the density of the air and will then determine the lift of the aircraft (lift). This study uses the linear regression method, then look for the correlation coefficient with the Pearson correlation method. The results of research at Yogyakarta International Airport show that the influence of temperature and air pressure is very strong on the lift of the aircraft (lift). Using F-Klim 71 data for 2021-2022, the air temperature of the three types of large aircraft at Yogyakarata International Airport has the strongest influence from January to December with a correlation value of 78.1% with a smallest value of 61.0%. The air pressure in January – December 2021-2022 is 0.714 and has a strong relationship with the lift of the aircraft.
Keywords: Aviation, lift, Air Temperature, Air Pressure
3788040600K1C019029Analisis Potensi Thunderstorm Berdasarkan Nilai Indeks Labilitas Atmosfer dan Citra Satelit Himawari-8 Indonesia menjadi salah satu negara dengan curah hujan dan sambaran petir cukup tinggi. Salah satunya wilayah Cilacap yang terletak di pesisir selatan Provinsi Jawa Tengah. Fenomena petir (Thunderstorm) merupakan fenomena meteorologis dengan dampak cukup besar sehingga perlu dilakukan prakiraan potensi terjadinya Thunderstorm. Pada penelitian ini dilakukan analisis dua metode yaitu nilai indeks labilitas atmosfer (T-Indeks, K-Indeks, SWEAT Indeks) dan citra satelit Himawari-8 untuk memprakiraan potensi terjadinya thunderstorm selama Januari 2021 – Desember 2022 yang nantinya kedua metode tersebut dihitung persen kesesuaiannya menggunakan logical array mathlab. Data nilai indeks labilitas atmosfer didapatkan dari data radiosonde website weather uwyo dan citra satelit Himawari-8 diperoleh dari Stasiun Meteorologi Kelas II Yogyakarta. Waktu pengukuran pada pukul 00 UTC, dimana data radiosonde dengan menggunakan Software Rawinsonde Observation (RAOB) Versi 5.7 dan citra satelit Himawari-8 diinterpretasi suhu puncak awan perharinya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, wilayah Cilacap diketahui rentang nilai T-Indeks, K-Indeks, SWEAT-Indeks secara berturut-turut sebesar 44,84 s.d 49,8 ; 28,9 s/d 66,9 ; 205 s/d 335. Berdasarkan suhu puncak awan citra satelit Himawari-8 diduga adanya awan cumulonimbus sebagai syarat terjadinya thunderstorm dihasilkan suhu puncak awan ≤ -60°C sebesar 62,2%. Verifikasi antara dua metode menghasilkan persen kesesuaiannya sebesar 57,25% s/d 76,33% dimana antara T-Indeks, K-Indeks, SWEAT Indeks dengan suhu puncak awan secara berturut-turut sebesar 57,5 % ; 76,33% dan 64,59%.Indonesia is one of the countries with quite high rainfall and lightning strikes. One of them is the Cilacap area which is located on the south coast of Central Java Province. The phenomenon of lightning (Thunderstorm) is a meteorological phenomenon with a large enough impact that it is necessary to predict the potential occurrence of a Thunderstorm. In this study, two methods were analyzed, namely atmospheric lability index values (T-Index, K-Index, SWEAT Index) and Himawari-8 satellite imagery to predict the potential for thunderstorms during January 2021 - December 2022. Later these two methods calculated the percent conformity using a mathlab logical array. Data on atmospheric lability index values were obtained from radiosonde data from the weather website Uwyo and Himawari-8 satellite imagery obtained from the Yogyakarta Class II Meteorological Station. The measurement time is at 00 UTC, where radiosonde data using the Rawinsonde Observation (RAOB) Software Version 5.7 and Himawari-8 satellite imagery are interpreted as the temperature of the cloud tops per day. Based on the research that has been done, it is known that the range of T-Index, K-Index, SWEAT-Index in Cilacap area is 44.84 to 49.8; 28.9 to 66.9 ; 205 to 335. Based on the cloud top temperature of Himawari-8 satellite imagery, it is suspected that the presence of cumulonimbus clouds as a condition for the occurrence of a thunderstorm produces a cloud top temperature of ≤ -60°C of 62.2%. Verification between the two methods resulted in a conformity percentage of 57.25% to 76.33% where the T-Index, K-Index, SWEAT Index and cloud top temperature were respectively 57.5%; 76.33% and 64.59%.