Home
Login.
Artikelilmiahs
40631
Update
FITRIANI TRI LESTARI
NIM
Judul Artikel
Peran Media Instagram @titut_cowongsewu dalam Membangun Eksistensi Kesenian Cowongan Sebagai Budaya Lokal Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perkembangan new media yang begitu kompleks pada akhirnya menciptakan teknologi baru, salah satunya berupa media sosial. Sebagai contoh media sosial yang banyak digunakan adalah Instagram. Instagram ini dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk pelestarian dan sumber informasi dalam mempertahankan eksistensi kebudayaan bangsa Indonesia. Salah satunya adalah kesenian Cowongan sebagai budaya lokal dari kabupaten Banyumas yang pada awalnya adalah ritual pemanggil hujan oleh petani Banyumas agar hasil panennya berhasil. Kini Cowongan bukan hanya sekedar ritual saja, akan tetapi sudah dikembangkan menjadi sebuah seni pertunjukan yang dapat dinikmati visualnya oleh semua masyarakat karena peran dari media Instagram. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan peran media Instagram dalam membangun eksistensi kesenian cowongan sebagai budaya lokal Banyumas dan mengidentifikasi factor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi penggiat seni cowongan dalam menggunakan media Instagram untuk mempertahankan eksistensi kesenian cowongan sebagai budaya lokal Banyumas. Metode penelitian yang digunakan kualitatif, keabsahan data diuji dengan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan peran Instagram dalam membangun eksistensi kesenian cowongan sebagai budaya lokal banyumas adalah menunjukkan identitas akun, berbagi informasi kepada public, sebagai media komunikasi dengan pengguna lainnya, serta menjadi wadah untuk mendapatkan eksistensi, semuanya dilakukan dengan berbagai cara dengan memanfaatkan fitur Instagram yang beragam.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The development of new media is so complex that it eventually creates new technologies, one of which is social media. An example of social media that is widely used is Instagram. Instagram can be utilized as an opportunity for preservation and a source of information in maintaining the existence of Indonesian culture. One of them is the Cowongan art as a local culture from Banyumas regency, which was originally a ritual to summon rain by Banyumas farmers so that their crops would be successful. Now Cowongan is not jus a ritual, but has been developed into a performing art that can be enjoyed visually by all people because of the role of Instagram media. The purpose of this research is to describe the role of Instagram media in building the existence of Cowongan art as a local culture of Banyumas and identify the supporting and inhibiting factors that influence Cowongan art activists in using Instagram media to maintain the existence of Cowongan art as local culture of Banyumas and identify the supporting and inhibiting factors that influence Cowongan art as a local culture of Banyumas. The research method used is qualitative, the validity of the data is tested by triangulation. The results of this study show that the role of Instagram in building the existence of Cowongan asrt as local culture of Banyumas is to show account identity, share information with the public, as a medium of communication with other users, and become a place to gain existence, all done in various ways by utilizing various Instagram features.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save