Artikelilmiahs
Menampilkan 37.761-37.780 dari 48.975 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 37761 | 40510 | F1F019058 | Kepatuhan Indonesia Terhadap UNFCCC: Studi Kasus Penanganan Deforestasi dan Degradasi Hutan di Kalimantan Tengah Tahun 2012-2021 | Tingginya tingkat deforestasi di negara-negara dunia, termasuk Indonesia telah menjadi salah satu pemicu dari terjadinya krisis perubahan iklim. Setelah munculnya komitmen dunia internasional dalam menangani deforestasi dan degradasi hutan melalui mekanisme Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation atau REDD+, Indonesia sebagai negara pihak UNFCCC berkewajiban untuk turut serta dalam berkontribusi terhadap penanganan deforestasi dan degradasi hutan melalui mekanisme REDD+. Untuk mendukung perwujudan kewajiban tersebut, Indonesia memperoleh dukungan dan bantuan pendanaan dari lembaga multilateral dan mitra bilateral dalam pelaksanaan kegiatan REDD+. Di bawah dukungan tersebut, pemerintah Indonesia menunjuk Provinsi Kalimantan Tengah sebagai provinsi percontohan REDD+ Indonesia pada Desember 2010. Namun, disamping pelaksanaan proyek percontohan REDD+ di Kalimantan Tengah, penerbitan kebijakan moratorium yang juga menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam penanganan deforestasi dan degradasi hutan melalui mekanisme REDD+ di bawah dukungan dan bantuan pendanaan dari lembaga multilateral dan mitra bilateral diketahui belum dapat berkontribusi dalam menurunkan emisi gas rumah kaca sebagai dampak dari kebijakan ekonomi yang korup pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya Indonesia mematuhi prinsip REDD+ Safeguards dalam pelaksanaan komitmennya terhadap penanganan deforestasi dan degradasi hutan melalui mekanisme REDD+. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dan kerangka pemikiran Teori Kepatuhan oleh Ronald B. Mitchell, penelitian menunjukan bahwa kepatuhan Indonesia terhadap REDD+ Safeguards termasuk ke dalam tingkat treaty-induced compliance, karena Indonesia telah berupaya untuk melaksanakan tindakan yang sesuai dengan prinsip-prinsip REDD+ Safeguards yang ditandai dengan diadopsinya prinsip REDD+ Safeguards ke dalam hukum nasional dan subnasional, adanya perubahan perilaku Indonesia yang muncul setelah diadopsinya prinsip REDD+ Safeguards, dan adanya perbaikan kualitas lingkungan sebagai dampak dari diadopsinya prinsip REDD+ Safeguards. | The high rate of deforestation in world countries, including Indonesia, has become one of the triggers for the climate change crisis. After the emergence of international commitments to dealing with deforestation and forest degradation through the Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation or REDD+ mechanism, Indonesia as a state party to the UNFCCC is obliged to participate in contributing to handling deforestation and forest degradation through the REDD+ mechanism. To support the realization of these obligations, Indonesia has received financial support and assistance from multilateral institutions and bilateral partners in the implementation of REDD+ activities. Under this support, the Indonesian government appointed Central Kalimantan Province as Indonesia's REDD+ pilot province in December 2010. However, apart from implementing the REDD+ pilot project in Central Kalimantan, the issuance of a moratorium policy is also part of Indonesia's commitment to addressing deforestation and forest degradation through the REDD+ mechanism under the support and funding assistance from multilateral institutions and bilateral partners it is known that they have not been able to contribute to reducing greenhouse gas emissions as a result of corrupt economic policies during the reign of President Soeharto. Therefore, this study aims to find out how Indonesia's efforts comply with the principles of REDD+ Safeguards in implementing its commitment to tackling deforestation and forest degradation through the REDD+ mechanism. Using descriptive research methods and the framework of Compliance Theory by Ronald B. Mitchell, the research shows that Indonesia's compliance with REDD+ Safeguards is included in the level of treaty-induced compliance because Indonesia has endeavored to carry out actions by the principles of REDD+ Safeguards marked with the adoption of the principles of REDD+ Safeguards into national and sub-national laws, there have been changes in Indonesian behavior that emerged after the adoption of the principles of REDD+ Safeguards, and there have been improvements in environmental quality as a result of the adoption of the principles of REDD+ Safeguards. | |
| 37762 | 40511 | C1B019003 | PENGARUH REGULASI EMOSI DAN STRES KERJA TERHADAP KUALITAS HIDUP KERJA YANG DIMODERASI OLEH ETIKA KERJA ISLAM | Penelitian ini memiliki judul “Pengaruh Regulasi Emosi dan Stres Kerja terhadap Kualitas Hidup Kerja Yang Dimoderasi Oleh Etika Kerja Islam”. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif dan uji regresi moderasi dengan menggunakan IBM SPSS 25. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel regulasi emosi dan stress kerja yang ditinjau dari aspek psikologis pada kualitas hidup kerja karyawan. Responden penelitian ini adalah para pengajar pada dua sekolah islam swasta yaitu SMP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto dan SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto dengan populasi sebanyak 120 orang serta dengan menggunakan metode simple random sampling diambil sebanyak 86 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas hidup kerja. Sedangkan, stres kerja berpengaruh signifikan terhadap kualitas hidup kerja. Etika kerja islam dapat memoderasi hubungan antara regulasi emosi terhadap kualitas hidup kerja, namun etika kerja islam tidak memoderasi hubungan antara stress kerja terhadap kualitas hidup kerja. Implikasi dalam penelitian ini yaitu dalam upaya meningkatkan kualitas hidup kerja karyawan, maka diharapkan untuk tetap memberikan dukungan serta perhatian terutama dari sisi psikologis guna meningkatkan kesejahteraan mereka dalam bekerja. Etika kerja islam yang juga telah diterapkan hendaknya tetap dipertahankan dan ditingkatkan. | This study is entitled "The Effect of Emotion Regulation and Work Stress on the Quality of Work Life Moderated by Islamic Work Ethics". This study is a quantitative research using descriptive analysis techniques and moderation regression analysis using IBM SPSS 25. The study aims to examine the influence of the variables of emotional regulation and work stress in terms of psychological aspects on the quality of work life. The respondents of this study were teachers at two private Islamic schools, namely Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto Middle School and Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto IT High School. The population is 120 people by using simple random sampling method which is taken as 86 samples. The results of the study show that emotion regulation has no significant effect on the quality of work life. Meanwhile, work stress has a significant effect on the quality of work life. Islamic work ethics can moderate the relationship between emotional regulation and quality of work life, but Islamic work ethics do not moderate the relationship between work stress and quality of work life. The implication is that in an effort to improve the quality of work life, it is hoped that they will continue to provide an attention, especially from a psychological perspective in order to improve their well-being at work. The Islamic work ethic that has also been implemented should be maintained and improved. | |
| 37763 | 40512 | K1A019010 | Pengaruh Konsentrasi PS-PEG terhadap Karakteristik Membran dari Kulit Jagung dalam Penurunan Nilai BOD, COD dan TSS Limbah Cair Batik | Serbuk kulit jagung dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan membran selulosa asetat. Serbuk kulit jagung diubah menjadi selulosa asetat melalui proses asetilasi. Selulosa asetat digunakan untuk pembuatan membran yang akan diaplikasikan untuk menurunkan kadar BOD, COD dan TSS pada limbah cair batik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik membran selulosa asetat dari serbuk kulit jagung berdasarkan nilai fluks dan persentase penurunan nilai BOD, COD dan TSS pada limbah cair batik. Membran selulosa asetat dari serbuk kulit jagung dibuat dengan dua variasi konsentrasi aditif yaitu 6 dan 12%. Hasil penelitian menunjukkan aditif 6% memiliki nilai fluks air sebesar 29,167 L/m2.jam dan fluks limbah sebesar 26,576 L/m2.jam, sedangkan aditif 12% memiliki nilai fluks air sebesar 33,777 L/m2.jam dan fluks limbah sebesar 32,495 L/m2.jam. Persentase penurunan BOD, COD, dan TSS pada membran aditif 6% adalah sebesar 57,163; 64,706; dan 66,667% dan pada membran aditif 12% adalah sebesar 42,873; 52,941; dan 55,556%. | The corn husk powder was used as the main material to produce cellulose acetate membrane. The corn husk powder transformed into cellulose acetate through acetylation process. Cellulose acetate was used to produce a membrane that would be applied to decrease BOD, COD, and TSS level on batik liquid waste. The purpose of this research is to determine the characteristic of cellulose acetate membrane made from corn husk powder based on flux value and the percentage of BOD, COD, and TSS reduction on batik liquid waste. Cellulose acetate membrane from corn husk powder made in two additive concentration variation of 6 and 12%. The result showed that additive of 6% had water flux value of 29.167 L/m².hour, waste flux of 26.576 L/m².hour and for additive 12% had water flux value of 33,777 L/m2.hour and waste flux value of 32.495 L/m2.hour. The precentage decrease of BOD, COD and TSS for the 6% additive membrane were 57.163; 64.706; and 66.667%, and for 12% additive membrane were 42.873; 52.941; and 55.556%. | |
| 37764 | 40391 | I1A019009 | FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA SASAK HOME INDUSTRY RAMBUT PALSU DESA KARANGBANJAR | Latar Belakang: Kecelakaan kerja merupakan kejadian tidak terduga yang terjadi di tempat kerja yang dapat menimbulkan korban. Faktor penyebab kecelakaan kerja meliputi umur, jenis kelamin, masa kerja, pengetahuan penggunaan APD, tingkat pendidikan, perilaku, pencahayaan, dan letak alat. Hasil survei awal dari 20 pekerja sasak yang diamati, terdapat 3 pekerja (15%) mengalami tertusuk, 7 pekerja (35%) tergores, dan 9 pekerja (45%) mengalami luka lecet. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja pada pekerja di Home Industry bagian sasak rambut palsu di Desa Karangbanjar, Kabupaten Purbalingga. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasinya adalah 190 pekerja bagian sasak rambut palsu, dengan rumus Lemeshow didapatkan jumlah sampel 128 pekerja menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara dengan kuesioner dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi-Square, dan analisis multivariat dengan regresi logistik metode enter. Hasil Penelitian: Variabel yang paling berpengaruh terhadap kecelakaan kerja yaitu umur (p-value 0,037 OR 11,229), pengetahuan penggunaan APD (p-value 0,025 OR 3,291), dan penerangan (p-value 0,040 OR 2,934). Kesimpulan: Variabel yang paling berpengaruh adalah umur. Saran: Pekerja dapat selalu meningkatkan pengetahuan pentingnya K3 dengan mengikuti pelatihan. Kata Kunci: Kecelakaan Kerja, Faktor Kecelakaan Kerja, Pekerja Sasak. | Background: Occupational accidents are unexpected events that occur in the workplace can cause casualties. Factors work accidents include age, gender, years of service, knowledge of using PPE, education, behavior, lighting, and location of tools. The results survey of 20 sasak workers observed, 3 workers (15%) stabbed, 7 workers (35%) scratched, and 9 workers (45%) abrasions. The purpose of this study was to determine the factors that influence work accidents among workers in the Home Industry section of false hair in Karangbanjar Village, Purbalingga. Methodology: This study is a quantitative study with a cross-sectional approach. The population is 190 workers, using the Lemeshow formula, sample of 128 workers is obtained using simple random sampling technique. Collecting data using interviews with questionnaires and observation. Analysis used was univariate analysis, bivariate analysis with Chi-Square test, and multivariate analysis logistic regression with enter method. Research Results: The variables that have the most influence on work accidents are age (p-value 0.037 OR 11.229), knowledge of using PPE (p-value 0.025 OR 3.291), and lighting (p-value 0.040 OR 2.934). Conclusion: The most influential variable is age. Suggestion: Worker can always increase their knowledge of the importance of OSH training. Keywords: Work Accident, Occupational Accident Factors, Sasak Workers. | |
| 37765 | 44262 | H1B020075 | Analisis Pemodelan Sebaran Banjir Rob Akibat Penurunan Muka Tanah di Kecamatan Pekalongan Utara | Penurunan tanah terjadi di Kecamatan Pekalongan Utara selama 5 tahun terakhir. Hal tersebut, dipengaruhi oleh proses geologi seperti aktifitas tektonik. Selain itu, pengambilan bahan cair di dalam tanah seperti air tanah juga menjadi penyebab terjadinya penurunan muka tanah di Kecamatan Pekalongan Utara. Apabila terus terjadi, dapat menyebabkan elevasi tanah semakin turun sehingga aliran air pada Sungai dan muara akan meluap dan menyebabkan banjir saat hujan deras maupun limpasan pasang air laut. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui keterkaitan antara penurunan tanah dan banjir rob yang terjadi serta dampak kerugian ekonomi akibat banjir tersebut di Kecamatan Pekalongan Utara. Hal tersebut diketahui dengan menentukan besar penurunan tanah dan tinggi banjir beberapa tahun terdekat yang kemudian sebagai Upaya antisipasi dilakukan pula prediksi kondisi yang sama di masa depan. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan mencari data statistik pada kedua fenomena yang dianalisis. Pada proses analisis kedua fenomena tersebut, dilakukan teknik DinSAR pada penurunan tanah menggunakan software SNAP, dan pemodelan numeris 2D pada banjir dengan software HEC-RAS. Hasil dari penelitian kedua fenomena di Kecamatan Pekalongan Utara tersebut menunjukkan penurunan tanah rata-rata setiap tahun sebesar -11 cm dan banjir tahun 2022 setinggi rata-rata 67,2 cm yang menggenangi 19,69% Kecamatan Pekalongan Utara. Dari kejadian banjir tersebut berakibat pada kerugian di sektor pendidikan dan ekonomi. Kemudian, prediksi tahun 2027 elevasi tanah turun sebesar -55 cm yang menyebabkan ketinggian banjir menjadi 122,99 cm yang menggenangi 31% Kecamatan Pekalongan Utara. | Land subsidence has occurred in North Pekalongan District over the last 5 years. This is influenced by geological processes such as tectonic activity. Apart from that, the extraction of liquid materials from the ground such as groundwater is also the cause of land subsidence in North Pekalongan District. If this continues, it can cause the land elevation to fall further so that the water flow in rivers and estuaries will overflow and cause flooding during heavy rain or tidal runoff. The aim of the research is to determine the relationship between land subsidence and tidal floods that occurred as well as the impact of economic losses due to these floods in North Pekalongan District. This is known by determining the amount of land subsidence and the height of the flood in the nearest few years and then as an anticipatory effort, predictions of the same conditions in the future are also carried out. This research is quantitative in nature by looking for statistical data on the two phenomena being analyzed. In the process of analyzing these two phenomena, the DinSAR technique was carried out on land subsidence using SNAP software, and 2D numerical modeling on flooding using HEC-RAS software. The results of research on these two phenomena in North Pekalongan District show that the average annual land subsidence is -11 cm and the 2022 flood will be an average of 67.2 cm, inundating 19.69% of North Pekalongan District. The flood incident resulted in losses in the education and economic sectors. Then, in 2027, the prediction is that the land elevation will drop by -55 cm, causing the flood level to be 122.99 cm, inundating 31% of North Pekalongan District. | |
| 37766 | 40514 | F1F019077 | ANALISIS PERAN UNITED NATIONS OF WOMEN FOR GENDER EQUALITY AND WOMEN’S EMPOWERMENT DALAM MENANGANI ISU FEMISIDA DI TURKI TAHUN 2017 - 2021 | Isu femisida menjadi sebuah permasalahan mengenai kejahatan yang sering muncul di berbagai negara terutama negara Turki. Kejahatan yang disebabkan oleh rasa ketidaksukaan terhadap kaum perempuan tersebut dinamakan sebagai misogyny dimana pria dapat melakukan kekerasan bahkan pembunuhan terhadap perempuan Turki. Dilakukannya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dari Entitas PBB yaitu UN Women dalam menghadapi isu femisida di Turki yang memuncak pada tahun 2019 dengan menggunakan metode kualitatif dan Konsep Hak Perempuan dan Kesetaraan Gender serta Teori Peran Organisasi Internasional. UN Women di Turki menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi internasional yang membantu Turki dalam menekan angka kasus femisida dalam kurun waktu 2017-2021 dilihat dari peran nya yang signifikan sebagai instrumen, arena dan aktor independen melalui penerapan sebuah kebijakan dan program evaluasi yang dinilai efektif dalam menghadapi tantangan dan hambatan terkait penanganan isu femisida di Turki. | The issue of femicide has become a problem regarding crimes that often arise in many countries, especially Turkey. Crimes caused by dislike for women are known as misogyny where men can commit violence and even murder against Turkish women. The purpose of this research aims to find out the role of the United Nations Entity, UN Women, in dealing with the issue of femicide in Turkey which peaked in 2019 uses a qualitative methode and the Concept of Women's Rights and Gender Equality also the Theory Role of International Organizations. UN Women in Turkey shows its existence as an international organization that assists Turkey in reducing the number of femicide cases in the 2017-2021 period seen from its significant role as an instrument, arena and independent actor through the implementation of a policy and evaluation program which is considered effective in dealing with challenges and obstacles related to the handling of femicide issues in Turkey. | |
| 37767 | 40515 | G1A016114 | ANALISIS FAKTOR RISIKO DISPEPSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA BULAN JUNI-JULI TAHUN 2023 | Latar belakang Dispepsia dapat menyebabkan tekanan fisik dan mental yang mempengaruhi kualitas hidup pasien. Berbagai kondisi yang menjadi faktor risiko dispepsia penting untuk diidentifikasi. Identifikasi faktor risiko ini bertujuan untuk memodifikasi gaya hidup pada masyarakat sehingga dapat meningkatkan pencegahan kejadian dispepsia. Tujuan Mengetahui faktor risiko dispepsia di wilayah kerja Puskesmas Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Metode Penelitian observasional analitik ini mengambil populasi pasien di wilayah kerja Puskesmas Manonjaya bulan Juni tahun 2023. Desain potong lintang dengan pengambilan sampel menggunakan metode consecuitve sampling diterapkan pada penelitian ini. Diagnosis dispepsia berdasarkan kriteria ROME III. Kuesioner digunakan untuk pengambilan data sosiodemografis dan faktor risiko dispepsia. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan uji alternatif Fischer pada taraf signifikansi 0,05. Rasio prevalensi menunjukkan interpretasi hubungan antarvariabel. Hasil Sebanyak 28 dari 72 pasien (38,9%) mengalami dispepsia. Terdapat hubungan yang bermakna antara frekuensi makan kurang dari 3 kali sehari (RP=2,20 (1,02 – 4,73); p=0,046), konsumsi makanan pedas (RP= 2,45 (1,06 – 5,65); p=0,032), dan konsumsi makanan asam (RP=2,24 (1,14 – 4,40); p=0,022) terhadap kejadian disepepsia. Kesimpulan Makan kurang dari 3 kali sehari, sering mengonsumsi makanan pedas, dan sering mengonsumsi makanan asam merupakan faktor risiko dispepsia. | Introduction Dyspepsia can cause physical and mental pressure that affects the quality of life of patients. Various conditions that serve as risk factors for dyspepsia need to be identified. The identification of these risk factors aims to modify the lifestyle of the community, thereby improving the prevention of dyspepsia incidents. Objective To identify the risk factors of dyspepsia in the working area of Puskesmas Manonjaya, Tasikmalaya Regency. Method This analytical observational study included patients from the population in the working area of Manonjaya Community Health Center in June 2023. A cross-sectional design with consecutive sampling method was applied in this study. The diagnosis of dyspepsia was based on ROME III criteria. A questionnaire was used to collect sociodemographic data and dyspepsia risk factors. Data analysis was performed using the Chi-square test with Fischer's alternative test at a significance level of 0.05. Prevalence ratios were used to interpret the relationship between variables. Result A total of 28 out of 72 patients (38.9%) experienced dyspepsia. There was a significant association between eating frequency of less than 3 times a day (PR=2.20 (1.02 - 4.73); p=0.046), consumption of spicy foods (PR=2.45 (1.06 - 5.65); p=0.032), and consumption of acidic foods (PR=2.24 (1.14 - 4.40); p=0.022) with the occurrence of dyspepsia. Conclusion Eating less than 3 times a day, frequent consumption of spicy foods, and frequent consumption of acidic foods are risk factors for dyspepsia. | |
| 37768 | 40516 | K1A019048 | FRAKSINASI EKSTRAK METANOL DAGING BUAH KETAPANG (Terminalia catappa L.) DAN UJI AKTIVITASNYA TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus | Infeksi bakteri Staphylococcus aureus dapat menyebabkan bisul, impetigo, selulitis dan lainnya. Penggunaan antibiotik jangka panjang untuk mengatasi infeksi bakteri menjadi penyebab resistensi. Ketapang (Terminalia catappa L.) merupakan tanaman yang dikenal masyarakat sebagai tanaman obat tradisional. Penelitian sebelumnya telah banyak melaporkan senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ketapang seperti flavonoid, terpenoid, saponin, alkaloid, dan tanin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol dan hasil fraksinasinya terhadap S.aureus. Fraksi teraktif dianalisis menggunakan GC-MS untuk mengetahui senyawa yang dominan di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan zona hambat tertinggi dimiliki oleh FHEM (8,965 mm), FEEM (5,85 mm), EM (3,5985 mm), dan FREM (2,465 mm). Berdasarkan uji fitokimia, FHEM positif mengandung golongan fenolik, steroid, terpenoid, dan saponin. Hasil analisis GC-MS menunjukkan FHEM mengandung senyawa asam heksadekanoat, metil ester; asam 8,11-oktadekadienoat, metil ester; bis (2etilheksil) ftalat; asam 9-oktadekanoat (Z), metil ester; dan asam benzenepropanoat, 3,5-bis(1,1-dimetiletil)-4-hidroksi, metil ester. | Staphylococcus aureus bacterial infection can cause boils, impetigo, cellulitis and others. Long-term use of antibiotics to treat bacterial infections is a cause of resistance. Ketapang (Terminalia catappa L.) is a plant known to the public as a traditional medicinal plant. Previous studies have reported many secondary metabolites contained in ketapang such as flavonoids, terpenoids, saponins, alkaloids, and tannins. This research was conducted to determine the antibacterial activity of methanol extract and its fractionation results against S.aureus. The most active fraction was analyzed using GC-MS to determine the dominant compound in it. The results showed that the highest inhibition zone was owned by the FHEM (8.965 mm), FEEM (5.85 mm), EM (3.5985 mm), and FREM (2.465 mm). Based on the phytochemical test, FHEM contained phenolic, steroid, terpenoid, and saponin groups. The results of the GC-MS analysis showed that the FHEM contained hexadecenoic acid, methyl ester; 8,11-octadecadienoic acid, methyl ester; bis(2-ethylhexyl) phthalate; 9-octadecenoic acid (Z), methyl ester; and benzenepropanoic acid, 3,5-bis(1,1-dimethylethyl)-4-hidroxy, metil ester. | |
| 37769 | 40517 | G1B018045 | PERBEDAAN SUDUT GONIAL ANTARA MALOKLUSI KELAS 1 TIPE 2 DAN MALOKLUSI KELAS 2 DIVISI 1 (Analisis Radiografi Panoramik di Poli Spesialis Ortodontik RSPAD Gatot Soebroto Jakarta Pusat) | Maloklusi merupakan oklusi abnormal yang ditandai dengan ketidaksesuaian hubungan rahang atas dan rahang bawah. Indikator untuk mendiagnosis jenis maloklusi dapat dilakukan dengan pengukuran sudut gonial menggunakan radografi panoramik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan ukuran sudut gonial pada maloklusi kelas I tipe II dan maloklusi kelas II divisi I berdasarkan teknik Martila. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dengan rancangan penelitan cross-sectional study ini menggunakan sampel berupa 48 radiografi panoramik yang terdiri dari 24 sampel radiografi maloklusi kelas I tipe II dan 24 sampel radiografi maloklusi kelas II divisi I yang didapatkan dari RSPAD Gatot Seobroto Jakarta Pusat. Pengukuran sudut gonial pada masing-masing oklusi menggunakan teknik Martila dengan parameter garis ML (Mandibular Line) dan RL (Ramus Line). Hasil analisis independent t-test menunjukkan bahwa ukuran sudut gonial pada maloklusi kelas I tipe II dan maloklusi kelas II divisi I terdapat perbedaan yang signifkan dengan nilai p sebesar 0,001 (p>0.05). Kesimpulan penelitian ini terdapat perbedaan yang signifkan antara sudut gonial maloklus kelas I tipe I dan maloklusi kelas II divisi I. Kata kunci : maloklusi kelas 1 tipe 2, maloklusi kelas 2 divisi, sudut gonial | Malocclusion is an abnormal occlusion characterized by a misalignment relationship between the upper and lower jaw. Indicators to diagnose the type of malocclusion can be done by measuring the gonial angle using panoramic radiography. The purpose of this study was to determine whether there are differences in the size of the gonial angle in class I type II malocclusion and class II division I malocclusion based on the Martila technique. This type of research is descriptive comparative research with quantitative approach. Research with research design cross-sectional study using a sample 48 panoramic radiographs with consisted of 24 samples of radiographs of class I type II malocclusion and 24 samples of radiographs of class II division I obtained from Gatot Subroto Army Hospital Central Jakarta. Measurement of the gonial angle in each occlusion using Martila technique with ML (Mandibullar Liner) and RL (Ramus Liner) parameter line. The results of independent t-test analysis showed that the size of gonial angle in class I type II malocclusion and class II division I malocclusion there is a significant difference with a p-value of 0,05 with a p-value of 0,0001 (p<0,05). The conclusion of this study is a significant defference between the gonial angle of class I type II malocclusion and class II division I malocclusion. Keywords: gonial angle, malocclusion class I type II, malocclusion class II division I | |
| 37770 | 40518 | H1A019040 | ANALISIS KINERJA JARINGAN GATEWAY SAJADI (SAJADAH DIGITAL) DI MASJID DARUL IHSAN TCUC MENGGUNAKAN PARAMETER QUALITY OF SERVICE | Keberadaan internet memberikan kemudahan dalam mengakses dan mengirim informasi data dari berbagai tempat tanpa batasan dimana hal tersebut membuat teknologi seperti Internet of Things menjadi penting saat ini. SajaDi (Sajadah Digital) merupakan implementasi IoT di Masjid Darul Ihsan Telkom Corporate University Center (TCUC) dengan menerapkan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) guna melakukan tracking dan deteksi penggunaan sajadah di lingkungan masjid. Perangkat SajaDi mengirimkan data pembacaan tag RFID secara real time ke Telkom IoT Platform menggunakan konektifitas Wi-Fi melalui gateway namun terkadang data pembacaan RFID Reader pada dashboard NOC SajaDi tidak terupdate sebagaimana mestinya ketika dilakukan monitoring. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan pengujian QoS (Quality of Service) terhadap proses pengiriman data melalui jaringan gateway SajaDi untuk mengetahui kinerja pengiriman data berdasarkan nilai parameter sesuai standarisasi TIPHON. Parameter yang digunakan pada penelitian ini meliputi packet loss, delay dan jitter. Data pada penelitian ini berupa dumpfile dalam format pcap yang memuat traffic raw lalu lintas data di jaringan. Pengambilan data dumpfile menggunakan utilitas tcpdump kemudian hasilnya dianalisis dengan software network analyzer wireshark. Hasil penelitian ini berdasarkan pengambilan data analisis didapatkan hasil pengujian parameter packet loss memiliki indeks 4 di gateway selatan dan indeks 3 di gateway timur dengan rata-rata packet loss gateway selatan dan gateway timur pada jaringan gateway SajaDi bernilai 0,21% dan 3,49%. Untuk hasil pengujian parameter delay memperoleh indeks 4 dengan rata-rata delay pada gateway selatan dan gateway timur bernilai 3,376654 ms dan 22,105994 ms. Kemudian hasil pengujian parameter jitter memperoleh indeks 3 pada gateway selatan dan gateway timur dengan rata-rata jitter bernilai 0,00003467 ms dan 0,00602886 ms. | The existence of the internet makes it easy to access and send data information from various places without restrictions which makes technology such as the Internet of Things important today. SajaDi (Sajadah Digital) is an IoT implementation at the Darul Ihsan Mosque Telkom Corporate University Center (TCUC) by applying RFID (Radio Frequency Identification) technology to track and detect the use of prayer rugs in the mosque environment. The SajaDi device sends real-time RFID tag reading data to the Telkom IoT Platform using Wi-Fi connectivity through a gateway, but sometimes the RFID Reader reading data on the SajaDi NOC dashboard is not updated properly when monitoring is carried out. This research was conducted by applying QoS (Quality of Service) testing to the process of sending data through the SajaDi gateway network to determine the performance of data transmission based on parameter values according to the TIPHON standard. The parameters used in this study include packet loss, delay and jitter. The data in this study is in the form of a dumpfile in pcap format which contains raw data traffic on the network. Retrieval of dumpfile data using tcpdump utility then the results are analyzed with wireshark network analyzer software. The results of this study based on data analysis showed that the packet loss parameter test results had an index of 4 on the south gateway and an index of 3 on the east gateway with an average packet loss of the south gateway and the east gateway on the SajaDi gateway network worth 0.21% and 3.49%. For the delay parameter test results obtained index 4 with an average delay on the south gateway and east gateway worth 3.376654 ms and 22.105994 ms. Then the results of testing the jitter parameter obtained an index of 3 on the south gateway and east gateway with an average jitter value of 0.00003467 ms and 0.00602886 ms. | |
| 37771 | 40520 | E1A019088 | PENYIDIKAN KASUS KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK (Studi Di Polres Purbalingga) | Penyidikan dilakukan dengan tujuan untuk mengumpulkan bukti guna membuat terang suatu tindak pidana dan menemukan tersangkanya. Penyidikan dapat diterapkan pada kasus tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak yang dapat dilakukan oleh orang dewasa maupun oleh anak. Proses penyidikan tersebut dilakukan oleh pihak kepolisian dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak yang mana dalam pelaksanaannya memiliki banyak perbedaan dengan penyidikan yang hanya menyangkut orang dewasa. Penelitian ini membahas tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Purbalingga khususnya tentang bagaimana penyidikan melindungi hak-hak anak korban kekerasan seksual dan bagaimana hambatan yang dilalui penyidik mengingat proses penyidikan yang menyangkut anak berhadapan dengan hukum memiliki proses berbeda dengan yang hanya menyangkut orang dewasa. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis, spesifikasi penelitian deskriptif, dengan menggunakan sumber data primer dan data sekunder yang diurai secara sistematis dengan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemenuhan hak-hak anak korban kekerasan seksual dalam penyidikan dapat dipenuhi apabila ada turut serta lembaga lain, disamping itu hambatan yang dialami penyidik berasal dari faktor masyarakat dan faktor budaya. | Investigations are carried out with the aim of gathering evidence to clarify a crime and find the suspect. Investigations can be applied to crimes of sexual violence against children which can be carried out by adults or by children. The investigation process was carried out by the police from the Women and Children Service Unit which in practice had many differences from investigations which only concerned adults. This study discusses the crime of sexual violence against children in Purbalingga Regency, especially about how the investigation protects the rights of child victims of sexual violence and how the obstacles that investigators go through considering that the investigation process involving children dealing with the law has a different process than that which only involves adults. This study uses a sociological juridical approach, descriptive research specifications, using primary and secondary data sources which are analyzed systematically using qualitative analysis methods. The results of the study show that the fulfillment of the rights of child victims of sexual violence in investigations can be fulfilled if other institutions participate, besides that the obstacles experienced by investigators come from social and cultural factors. Keywords: Investigation, Sexual Violence, Child Victims | |
| 37772 | 40521 | J0A019012 | TRANSLATING CAITLYN ROUX’S “SELF-LOVE, BE INTENTIONAL” AND DR. ANDREA PENNINGTON’S “MY JOURNEY TO SELF-LOVE” FROM TEDX TALK | TED adalah organisasi nirlaba yang mengabdikan diri pada gagasan untuk menyebarkan ide. TED membuat program bernama TEDx, sebuah acara yang diselenggarakan secara independen dan membawa semangat TED ke komunitas lokal di seluruh dunia dengan cara mempresentasikan pengalaman para pembicara. Contohnya adalah kedua TEDx Talk, “Self-love, be Intentional” oleh Caitlyn Roux dan “My journey to self-love” oleh Dr. Andrea Pennington yang menceritakan tentang perjalanan mereka untuk mencintai diri sendiri. Tujuh teknik penerjemahan digunakan dalam proses penerjemahan “Selflove, be Intentional” oleh Caitlyn Roux dan “My journey to self-love” oleh Dr. Andrea Pennington. Teknik tersebut yaitu deskripsi, peminjaman, amplifikasi linguistik, transposisi, kompensasi, padanan lazim, dan kompresi linguistik. Kendala dalam proses penerjemahan adalah kurangnya pemahaman tentang teknik penerjemahan, kurangnya pengetahuan dalam beberapa frasa dan istilah asing yang terkait dengan psikologi, dan kurangnya keterampilan dalam menyampaikan makna sebenarnya dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran. Kendala tersebut diselesaikan dengan mempelajari lebih dalam tentang teknik penerjemahan, memeriksa frasa atau istilah asing di kamus kemudian menyesuaikan artinya dengan konteks dalam kalimat atau teks, membaca kembali transkrip dari kedua TEDx Talk dan mencoba menerjemahkan maknanya. Pembimbing juga membantu untuk mengatasi kendala dengan melakukan konsultasi. | TED is a non-profit organization that is devoted to the idea of spreading ideas. TED created a program called TEDx, which is an independently organized event that brings the spirit of TED to local communities around the world by presenting the experiences of the speakers. The examples are the two TEDx Talk, Caitlyn Roux’s “Self-love, be Intentional” and Dr. Andrea Pennington’s “My journey to self-love” which tell about their journey to love themselves. Seven translation techniques were used in the translating process of Caitlyn Roux’s “Self-love, be Intentional” and Dr. Andrea Pennington’s “My journey to self-love”. These techniques were description, borrowing, linguistic amplification, transposition, compensation, established equivalent and linguistic compression. The obstacles in the translation process were a lack of understanding of translation techniques, a lack of knowledge in some unfamiliar phrase and terms related to psychology, and a lack of skill in conveying the true meaning of the source language into the target language. The problems were solved by learning more about translation techniques, checking unfamiliar phrase and terms in the dictionary then adjusting their meaning to the context of the sentence or text, rereading the transcript of the two TEDx Talk, and trying to translate the meaning. The supervisors also help to overcome obstacles by conducting consultations. | |
| 37773 | 40522 | E1A019015 | PELAKSANAAN HAK JAMINAN HARI TUA PADA PEKERJA YANG TERPUTUS HUBUNGAN KERJA (Studi Pada BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Banyumas) | Latar belakang penelitian ini adalah diperlukannya Jaminan Hari Tua sebagai dana darurat saat pekerja kehilangan nafkah karena mengalami pemutusan hubungan kerja. Klaim BPJS Ketenagakerjaan didominasi oleh klaim Jaminan Hari Tua sebesar 36.487 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Jaminan Hari Tua sebagai hak pekerja di Kabupaten Banyumas berdasarkan peraturan yang berlaku melalui studi pada BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Banyumas serta mengetahui kendala dan upaya dalam hal pencairan klaim Jaminan Hari Tua di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris, sumber data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan dikaitkan dengan data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan program Jaminan Hari Tua di Kabupaten Banyumas telah dilaksanakan dilihat dari data mengenai daftar PKBU BPJSTK Kabupaten Banyumas Tahun 2022 yang terdiri dari 4.167 badan yang terdaftar dalam program Jaminan Hari Tua dengan total klaim pada tahun 2022 sebanyak 36.847 kasus. Pemerintah memfasilitasi masyarakat melalui badan hukum yaitu BPJS Ketenagakerjaan dalam menyelenggarakan program Jaminan Hari Tua sebagai kewajiban pemerintah memberikan perlindungan bagi pekerja. Namun terdapat kendala saat klaim yaitu mengenai ketidaksesuaian data dan kurangnya pemahaman peserta dalam menggunakan sosial media. Maka perlu dilakukan verifikasi dan dibuat Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Banyumas. | The background of this study is the need for Old Age Security as an emergency fund when workers lose their livelihood due to termination of employment. BPJS Employment claims were dominated by Old Age Security claims amounting to 36,487 cases. This study aims to determine the implementation of Old Age Security as a worker's right in Banyumas Regency based on applicable regulations through a study on BPJS Employment of Banyumas Regency and find out the obstacles and efforts in terms of disbursement of Old Age Security claims in Banyumas Regency. This research uses empirical juridical methods, the source of data used is primary data obtained from interviews and is associated with secondary data in the form of primary, secondary and tertiary legal materials. The data analysis used in this study is a content analysis method. The results showed that the implementation of the Old Age Security program in Banyumas Regency has been carried out judging from data regarding the list of PKBU BPJSTK Banyumas Regency list consisting of 4,167 entities registered in the Old Age Security program with the number of claims in 2022 as 36.487 cases. The government facilitates the community through a legal entity, namely BPJS Employment, in organizing the Old Age Security program as the government's obligation to protect workers. However, there are obstacles when claiming, namely regarding data discrepancies and lack of understanding of participants in using social media. Therefore, it is necessary to verify and make Standard Operating Procedures (SOP) by BPJS Employment of Banyumas Regency. | |
| 37774 | 40523 | H1A018025 | Analisa Setting Relay Arus Lebih Dan Relai Gangguan Tanah Pada Transformator Daya Di Gardu Induk Langkapura | Sistem distribusi adalah bagian dari sistem tenaga listrik yang digunakan untuk menyalurkan energi ke konsumen. Dalam pengoperasiannya sistem distribusi akan mengalami banyak gangguan baik dari faktor lingkungan atau faktor lainnya, sehingga sistem akan membutuhkan sistem proteksi untuk melindungi dan mengamankan peralatan sistem tenaga listrik. Sistem proteksi memiliki persyaratan karakteristik untuk mengurangi gangguan dengan selektivitas, sensitifitas, keandalan, dan kecepatan. Gangguan yang sering terjadi pada jaringan adalah gangguan arus hubung singkat. Sistem proteksi yang paling sering digunakan adalah relai arus lebih dan relai gangguan tanah, relai ini berfungsi Ketika ada arus lebih yang dirasakan oleh relai karena gangguan hubung singkat maupun beban lebih, dan kemudian memberi perintah untuk pemutus tegangan untuk membuka dengan karakteristik waktunya. Analisa yang dilakukan bertujuan untuk menghitung nilai besar arus gangguan hubung singkat, kemudian menghitung nilai setting relai proteksi serta membandingkannya dengan data yang ada di lapangan, selanjutnya membandingkan data hasil perhitungan dengan hasil simulasi dengan menggunakan software ETAP untuk mendapatkan persentase error dan melakukan simulasi urutan kerja relai dan pemutus tegangan. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan didapatkan nilai arus gangguan hubung singkat tiga fase sebesar 13.244,64 A dan nilai terkecil dari arus gangguan hubung singkat ke tanah sebesar 227,55 A. Hasil perbandingan data perhitungan dengan data lapangan dan data simulasi mendekati sama atau tidak berbeda jauh yaitu perbedaan di bawah 5%. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi relai yang digunakan masih dalam kondisi baik atau bekerja sesuai dengan nilai setting. | The distribution system is part of the electric power system that is used to distribute energy to consumers. In operation, the distribution system will experience a lot of disturbances either from environmental factors or other factors, so the system will need a protection system to protect and secure the electric equipment. The protection system to reduce interference needs the characteristic requirements of selectivity, sensitivity, reliability, and speed. The disturbance that often occurs in the system is short circuit current fault. The protection systems most often used are overcurrent relays and ground fault relays, these relay function when there is an overcurrent sensed by the relay due to a short circuit or overload, and then gives the command for recloser to open with its time characteristics. The analysis carried out aims to calculate the value of the short circuit fault current that could be experience, then calculate the value of the protective relay setting and compare it with the data in the field, then compare the calculated data with the simulation results using ETAP software to get the error percentage and simulate the relay work sequence. and voltage breaker. According to the result of the analysis through manual calculation and simulation it’s found that the highest overcurrent fault the system experienced is from the three phased fault at 13.244,64 A and the lowest overcurrent fault is from one phase to ground at 227,55 A. Looking at the result of the calculation and comparing it to the data at the field at Langkapura substation it is concluded the result is almost the same or with neglectable difference with the difference being at average at 0.2%. This result implies that the relays that already in place is still in good condition and working as intended and not needed to be change. | |
| 37775 | 44719 | E1A019284 | ITSBAT NIKAH TERHADAP PERKAWINAN SEBELUM LAHIRNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN (Tinjauan Yuridis Penetapan Pengadilan Agama Pinrang Nomor 852/Pdt.G/2021/PA.Prg.) | ABSTRAK Perkawinan merupakan peristiwa yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Fenomena pernikahan di bawah tangan masyarakat muslim di Indonesia atau nikah siri menjadi istilah dari pernikahan yang sah dan memenuhi rukun dan syarat yang ditetapkan dalam syariat Islam. Pencatatan perkawinan atau itsbat nikah bertujuan untuk mendapatkan kepastian hukum atau legalitas dari suatu hubungan perkawinan, dengan kepastian hukum. Permasalahan dalam penelitian ini adalah, bagaimana keabsahan perkawinan sebelum lahirnya Undang - Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam penetapan Pengadilan Agama Pinrang Nomor 852/Pdt.G/2021/Pa.Prg. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Sumber data dalam penelitian ini adalah bersumber dari data sekunder yang meliputi bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan menggunakan metode analisis data yang dilakukan secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengindikasikan bahwasanya permohonan itsbat nikah orang yang beragama Islam diajukan pada Pengadilan Agama dengan dalih atau alasan permohonan mengacu berdasarkan Pasal 7 Ayat (3) huruf (d) Kompilasi Hukum Islam (KHI) bahwa permohonan Itsbat Nikah dapat diajukan ke Pengadilan Agama. Perkawinan sebelum lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan adalah sah sesuai dengan ketentuan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dengan mempertimbangkan rukun dan syarat perkawinan yang diatur dalam Pasal 14 Kompilasi Hukum Islam. Dalam putusan tersebut, pernikahan dilakukan pada tahun 1951 sehingga pernikahan tersebut belum dicatatkan di KUA dan untuk mendapatkan buku nikah. Untuk dicatatkan dan mendapatkan buku nikah Hj Sunre bin Nohong (Pemohon) mengajukan permohonan Itsbat Nikah pada Pengadilan Agama Pinrang guna untuk mengurus uang duka dan peralihan gaji janda PT. Taspen, dengan pertimbangan hukum hakim Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan serta Pasal 7 ayat (3) huruf (d) Kompilasi Hukum Islam tentang alasan itsbat nikah atas perkawinan yang dilakukan sebelum lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Kata Kunci : Istibat Nikah, Sebelum Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan | ABSTRACT Marriage is a very important event in human life. The phenomenon of marriage under the hands of the Muslim community in Indonesia or unregistered marriage has become a term for a marriage that is legal and fulfills the pillars and requirements set out in Islamic law. Marriage registration or marriage registration aims to obtain legal certainty or legality of a marriage relationship, with legal certainty. The problem in this research is, what was the validity of marriage before the enactment of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage and what was the basis for the judge's legal considerations in determining the Pinrang Religious Court Number 852/Pdt.G/2021/Pa.Prg. The research method used is a normative juridical approach with descriptive analysis research specifications. The data source in this research comes from secondary data which includes primary, secondary and tertiary legal materials using normative qualitative data analysis methods. Based on the results of research and discussion, it is indicated that applications for Muslim marriage Hisbat are submitted to the Religious Court with the pretext or reasons for the application referring to Article 7 Paragraph (3) letter (d) of the Compilation of Islamic Law (KHI) that the Marriage Itsbat application can be submitted to the Religious Court . Marriages before the enactment of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage are valid in accordance with the provisions of Article 64 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage by taking into account the harmony and conditions of marriage as regulated in Article 14 of the Compilation of Islamic Law. In this decision, the marriage took place in 1951 so the marriage had not yet been registered at the KUA and required to obtain a marriage book. To be registered and obtain a marriage book, Hj Sunre bin Nohong (Petitioner) submitted a Marriage Itsbat application at the Pinrang Religious Court in order to arrange condolence money and the transfer of the PT widow's salary. Taspen, with the judge's legal consideration of Article 2 paragraph (1) and Article 64 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage as well as Article 7 paragraph (3) letter (d) of the Compilation of Islamic Law concerning the reasons for marriage itsbat for marriages carried out before the birth of the Law. Law Number 1 of 1974 concerning Marriage. Keywords: Itsbat Marriage, Before Law Number 1 of 1974 concerning Marriage | |
| 37776 | 40485 | L1A019057 | Pengaruh Intensitas Cahaya yang Berbeda Terhadap Warna Ikan Sumatra (Puntius tetrazona) | Ikan Sumatra (Puntius terazona) banyak dimanfaatkan sebagai ikan hias akuarium. P. tetrazona memiliki ciri khas empat garis hitam yang melintang pada tubuhnya dan menjadi daya tarik para pembudidaya. Namun selama pemeliharaan ikan hias, warna sering menjadi kusam, kualitas warna menurun sehingga ikan hias tidak menarik lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh besaran intensitas, lamanya waktu pemeliharaan dan interaksi keduanya terhadap kepadatan warna P. tetrazona. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan faktorial yang terdiri dari 2 perlakuan 3 level. Intensitas cahaya yang digunakan yaitu 100 lux, 200 lux dan 300 lux. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 4 kali ulangan. Penelitian dilakukan selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas cahaya tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kepadatan warna ikan Sumatra (P. tetrazona). Sedangkan waktu pemeliharaan menunjukkan adanya pengaruh terhadap kepadatan warna ikan Sumatra (P. tetrazona) pada kanal warna red, green, blue dengan hasil terbaik yaitu hari ke 14. Interaksi antara intensitas cahaya dan lama waktu pemeliharaan juga tidak menunjukkan pengaruh yang nyata. | Sumatran fish (Puntius tetrazona) is widely used as an ornamental aquarium fish. P. tetrazona is characterized by four black lines running across its body and is an attraction for cultivators. However, during the maintenance of ornamental fish, the color often becomes dull, and the color quality decreases so that the ornamental fish is no longer attractive. This study aims to determine the effect of different light intensities, length of maintenance time, and interaction between the two on the color density of P. tetrazona. The research method used is experimental with a factorial design consisting of 2 treatments of 3 levels. The light intensity used was 100 lux, 200 lux, and 300 lux. Sampling was done 4 times a replicate. The research was conducted for 21 days. The results showed that light intensity did not significantly affect the color density of Sumatran fish (P. tetrazona). While the maintenance time showed a significant affect in the color density of Sumatran fish (P. tetrazona) in the red, green, and blue color channel with the best results on day 14. The interaction between light intensity and length of maintenance time also showed no significant difference. | |
| 37777 | 40525 | C1H019041 | THE INFLUENCE OF ESG DISCLOSURE AND CAPITAL STRUCTURE ON FIRM VALUE WITH PROFITABILITY AS AN INTERVENING VARIABLE | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengungkapan Lingkungan, Sosial, Tata kelola (LST) dan struktur modal terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel intervening. Nilai perusahaan menggunakan Tobin's Q, struktur modal menggunakan Debt-to-Equity Ratio, dan profitabilitas menggunakan Return on Equity. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 19 perusahaan. Metode analisis yang digunakan yaitu data panel dengan alat analisis Eviews 12 dan Uji Sobel untuk mengetahui pengaruh variable intervening. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengungkapan lingkungan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, pengungkapan sosial tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, pengungkapan tata kelola berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, struktur modal berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, struktur modal berpengaruh positif terhadap profitabilitas, profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, dan profitabilitas mampu memediasi pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan. Implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan dan investor harus memperhatikan prinsip- prinsip keberlanjutan dalam mengelola bisnisnya, lebih transparan dalam melaporkan isu-isu Lingkungan, Sosial, Tata kelola (LST), tingkat struktur modal, dan profitabilitas. Untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui profitabilitas, perusahaan harus meningkatkan efisiensi operasi bisnis dan menentukan target yang ingin dicapai. Penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. | The research aims to analyze the effect of Environmental, Social, and Governance (ESG) disclosure and capital structure on firm value with profitability as an intervening variable. Company value uses Tobin's Q, capital structure uses Debt-to-Equity Ratio, and profitability uses Return on Equity. The population in this study are manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2017-2021. The sampling technique used purposive sampling, thus 19 companies were obtained. The analysis method used is panel data with Eviews 12 analysis tools and the Sobel Test to determine the effect of intervening variables. The results of this study indicate that environmental disclosure has no effect on firm value, social disclosure has no effect on firm value, governance disclosure has a positive effect on firm value, capital structure has a positive effect on firm value, capital structure has a positive effect on profitability, profitability has a positive effect on firm value, and profitability can mediate the effect of capital structure on firm value. This study implies that companies and investors should pay attention to sustainability principles in managing their business, and be more transparent in reporting Environmental, Social, and Governance (ESG) issues, the level of capital structure, and profitability. To increase company value through profitability, companies must improve the efficiency of business operations and determine the targets to be achieved. This research is expected to help companies provide information for decision-making. | |
| 37778 | 44264 | E1A020139 | PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG HAK ATAS MEREK DAGANG OSAKA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 DALAM PUTUSAN NOMOR 1/Pdt.Sus-HKI/Merek/2023/PN Niaga Mks. | Meningkatnya persaingan usaha menjadi penyebab munculnya sengketa merek seperti peniruan dan penggunaan merek tanpa hak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum pemegang hak atas Merek OSAKA dan akibat hukum terhadap pihak lain yang secara tanpa hak menggunakan merek yang memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dalam putusan pengadilan Nomor 1/Pdt.Sus-HKI/Merek/2023/PN Niaga Mks. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian yaitu yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif dalam bentuk teks naratif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dikabulkannya gugatan penggunaan merek tanpa hak “OSAKAFOM” milik Tergugat sesuai dengan Pasal 83 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap pemilik merek terdaftar. Perlindungan hukum berupa mengajukan gugatan ganti rugi dan/atau penghentian perbuatan yang berkaitan dengan merek tersebut kepada Pengadilan Niaga. Akibat hukum terhadap pihak yang menggunakan merek yang memiliki persamaan dengan Merek “OSAKA” milik Penggugat adalah penghentian semua perbuatan yang berkaitan dengan penggunaan merek tersebut. | Increased business competition is the cause of the emergence of trademark disputes such as imitation and the use of trademarks without rights. The research aims to find out the legal protection of right holders of OSAKA trademarks and the legal consequences for other parties who unlawfully use trademarks that are substantially or wholly similar in court decision No. 1/Pdt.Sus-HKI/Merek/2023/PN Niaga Mks. The approach method used in the research is normative juridical with descriptive analysis research specifications. The data source used is secondary data with literature study data collection methods then processed and analyzed using qualitative normative methods in the form of narrative text. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the granting of the lawsuit for the use of the trademark without the right "OSAKAFOM" owned by the Defendant in accordance with the provisions of Article 83 Paragraph (1) of Law Number 20 Year 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications as a form of legal protection against registered trademark owners. Legal protection in the form of filing a lawsuit for compensation and/or cessation of acts related to the trademark to the Commercial Court. The legal effect on the party who uses the trademark that has similarities in essence with the Trademark “OSAKA” owned by the Plaintiff is the cessation of all acts related to the use of the trademark. | |
| 37779 | 40279 | G1B019009 | AKTIVITAS NANOPARTIKEL KARBOKSIMETIL KITOSAN KULIT UDANG TERHADAP PENGHAMBATAN PEMBENTUKAN BIOFILM BAKTERI Fusobacterium nucleatum PENYEBAB PERIODONTITIS KRONIS | Fusobacterium nucleatum merupakan bakteri mediator perlekatan antara koloni primer dan koloni sekunder dalam pembentukan biofilm dan infeksi periodontitis kronis. Kitosan kulit udang diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Modifikasi struktur kimia menjadi karboksimetil kitosan (KMK) dan bentuk nanopartikel meningkatkan potensinya sebagai alternatif terapi adjuvan periodontitis kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas nanopartikel KMK kulit udang terhadap penghambatan pembentukan biofilm F. nucleatum. Jenis penelitian adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan posttest-only control group design. Pembentukan nanopartikel dengan gelasi ionik menggunakan CaCl2. Ukuran dan morfologi nanopartikel diuji dengan Particle Size Analyzer dan Transmission Electron Microscopy. Metode penghambatan biofilm microtitter plate assay dengan pewarnaan kristal violet 1% dan dibaca pada λ 620 nm. Penelitian terdiri dari kelompok perlakuan nanopartikel KMK kulit udang konsentrasi 0,281 mg/mL, 0,562 mg/mL, 1,125 mg/mL, 2,25 mg/mL, 4,5 mg/mL, 9 mg/mL, kontrol positif chlorhexidine gluconate 0,2%, dan kontrol negatif larutan Aquades + CaCl2. Data dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan nanopartikel KMK kulit udang berukuran 115,2 nm dan berbentuk sferis. Terdapat aktivitas penghambatan biofilm oleh nanopartikel KMK kulit udang dibandingkan kontrol negatif (p<0,05). Aktivitas penghambatan tersebut meningkat seiring dengan kenaikan konsentrasi. Penghambatan tertinggi pada konsentrasi 9 mg/mL sebesar 85,75% namun masih sedikit lebih rendah didandingkan kontrol positif (p≤0,05). Simpulan penelitian ini adalah nanopartikel KMK kulit udang memiliki aktivitas penghambatan terhadap pembentukan biofilm bakteri F. nucleatum sehingga berpotensi dikembangkan sebagai alternatif terapi adjuvan periodontitis kronis. | Fusobacterium nucleatum is a mediator bacterial attachment between primary and secondary colonies in biofilm formation and chronic periodontitis infection. Shrimp shell chitosan is known to have antibacterial activity. Modification of chemical structure to carboxymethyl chitosan (CMChi) and the form of nanoparticle increases its potential as an alternative adjuvant therapy for chronic periodontitis. This study aimed to determine the activity of CMChi shrimp shell nanoparticle on the inhibition of F. nucleatum biofilm formation. This type of study was an experimental laboratory with a posttest-only control group design. The formation of nanoparticle by ionic gelation using CaCl2. The size and morphology of nanoparticle were analyzed by Particle Size Analyzer and Transmission Electron Microscopy. Biofilm inhibition method used microtitter plate assay with crystal violet 1% and read at λ 620 nm. The study consisted of the CMChi shrimp shell nanoparticle treatment group with concentration 0,281 mg/mL, 0,562 mg/mL, 1,125 mg/mL, 2,25 mg/mL, 4,5 mg/mL, 9 mg/mL, positive control chlorhexidine gluconate 0,2%, and negative control Aquades + CaCl2 solution. Data were analyzed using Kruskal-Wallis and followed by MannWhitney test. The results showed that the size of CMChi shrimp shell nanoparticles were 115,2 nm and spherical in shape. There was biofilm inhibition activity by CMChi shrimp shell nanoparticle compared to negative control (p<0,05). The inhibition activity increased with increasing concentration. The highest inhibition was found at 85,75% of concentration 9 mg/mL but still slightly lower than the positive control (p≤0,05). The conclusion of this study is that CMChi shrimp shell nanoparticle has inhibition activity against F. nucleatum biofilm formation that also has potential to be developed as an alternative adjuvant therapy for chronic periodontitis. | |
| 37780 | 44266 | C1C020053 | Pengaruh Karakteristik Komite Audit terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Studi Empiris pada Perusahaan di Sektor Keuangan yang Terdaftar di BEI Tahun 2020-2022) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tentang pengaruh positif antara karakteristik komite audit yang mencakup ukuran komite audit, keahlian keuangan komite audit, frekuensi rapat komite audit, dan independensi komite audit terhadap kualitas laporan keuangan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Data yang diambil dalam penelitian ini berupa data sekunder yang berasal dari laporan tahunan perusahaan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang termasuk dalam sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020-2022, yaitu sebanyak 100 perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling sebanyak 88 perusahaan dan data penelitian sebanyak 264 data. Hasil uji menggunakan regresi data panel menunjukkan bahwa: (1) Ukuran komite audit tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan, (2) Keahlian keuangan komite audit berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan, (3) Frekuensi rapat komite audit tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan, dan (4) Independensi komite audit tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. Implikasi yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah perusahaan agar dapat mencermati peraturan yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan terkait komite audit yang dimilikinya beserta karakteristik yang ada di dalamnya. Perusahaan juga diharapkan dapat memperhatikan kembali pedoman pengungkapan informasi dalam laporan tahunan sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan yang berlaku. Dengan demikian, perusahaan dapat memenuhi harapan para pemangku kepentingan dengan penyampaian informasi yang transparan dan berkualitas. | This research aims to determine and analyse the positive influence of audit committee characteristics which include the size of the audit committee, the financial expertise of the committee audit, the frequency of audit committee meetings, and the independence of the audit committee on the quality of financial reports. This research is included in quantitative research with a causal associative approach. The data taken in this research is secondary data from the company’s annual report. The population used in this research is financial sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2020-2022, totalling 100 companies. The sampling technique used in this research was purposive sampling of 88 companies and 264 research data. Test results using panel data regression show that: (1) The size of audit committee has no effect on the quality of financial reports, (2) Audit committee financial expertise has a positive effect on the quality of financial reports, (3) Audit committee meeting frequency has no effect on the quality of financial reports, and (4) Audit committee independence has no effect on the quality of financial reports. The implication obtained from the results of this research is that companies can pay attention to the regulations issued by the Financial Services Authority regarding their audit committees and their characteristics. Companies are also expected to pay attention to the guidelines for disclosing information in annual reports in accordance with the applicable Financial Services Authority Circular Letter. Thus, companies can meet the expectations of stakeholders by providing transparent and quality information. |