Home
Login.
Artikelilmiahs
40532
Update
SUKO AMIN NANTO
NIM
Judul Artikel
Penerimaan Keluarga terhadap Penderita Gangguan Jiwa di Desa Cikidang, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Keluarga merupakan unit terkecil dari sistem sosial yang mengatur proses pemenuhan kebutuhan. Dalam proses pemenuhan kebutuhan tersebut seringkali terdapat berbagai masalah yang muncul sebagai akibat dari interaksi anggota keluarga yang tidak kondusif. Salah satu masalah yang bisa terjadi dalam keluarga adalah masalah kesehatan jiwa. Desa Cikidang merupakan desa terkecil di Kecamatan Cilongok dengan jumlah penduduk tidak lebih dari 3.356 jiwa. Dari jumlah tersebut beberapa diantaranya mengalami masalah kesehatan jiwa. Masyarakat yang terkena gangguan jiwa di Desa Cikidang disebabkan faktor himpitan ekonomi dan juga perceraian. Penelitian berjudul “Penerimaan Keluarga terhadap Penderita Gangguan Jiwa di Desa Cikidang, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas” ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses penerimaan keluarga terhadap penderita gangguan jiwa di Desa Cikidang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan purposive sampling dalam memilih sasaran penelitian. Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerimaan diri keluarga penderita gangguan jiwa terjadi penolakan di awal, tetapi seiring berjalannya waktu masing-masing keluarga mulai menerima keaadan yang dialami. Semua informan penelitian melewati tahap penolakan, tahap marah, tahap tawar menawar, tahap depresi dan akhirnya sampai pada tahap penerimaan. Setelah melakukan penerimaan terhadap keadaan yang dialami, masing-masing keluarga melakukan proses integrasi terhadap sistem keluarga yang baru. Terdapat dua pengintegrasian keluarga terhadap penderita gangguan jiwa yaitu dengan pengekangan dan pemberian kebebasan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Penerimaan tersebut juga disebabkan adanya dukungan positif dari lingkungan sekitar yang mayoritas masih terikat hubungan persaudaraan. Diharapkan pemahaman yang baik dari masyarakat akan menghilangkan stigma negatif terhadap penderita gangguan jiwa.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The family is the smallest unit of the social system that regulates the process of fulfilling needs. In the process of fulfilling these needs, there are often various problems that arise as a result of the interaction of family members that are not conducive. One of the problems that can occur in the family is mental health problems. Cikidang Village is the smallest village in Cilongok Sub-district with a population of no more than 3,356 people. Of this number, some of them experience mental health problems. People affected by mental illness in Cikidang Village are caused by economic hardship and divorce. The research entitled "Family Acceptance of Mental Illness Patients in Cikidang Village, Cilongok District, Banyumas Regency" aims to find out how the process of family acceptance of mental illness patients in Cikidang Village. This research is a descriptive qualitative research using purposive sampling in selecting research targets. The methods used are in-depth interviews, observation and documentation. The results showed that the process of family self-acceptance of people with mental disorders occurred at the beginning of rejection, but over time each family began to accept the circumstances experienced. All research informants went through the rejection stage, anger stage, bargaining stage, depression stage and finally came to the acceptance stage. After accepting the circumstances experienced, each family carries out the integration process into the new family system. There are two family integrations of people with mental disorders, namely by restraint and giving freedom to interact with the surrounding environment. This acceptance is also due to the positive support from the surrounding environment, the majority of which are still bound by fraternal relations. It is hoped that a good understanding of the community will eliminate the negative stigma against people with mental illness.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save