Artikelilmiahs
Menampilkan 37.741-37.760 dari 48.975 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 37741 | 40488 | G1B019012 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI RENCANA DOKTER GIGI DALAM MELANJUTKAN PENDIDIKAN SPESIALIS (Penelitian Mixed Method di Kabupaten Banyumas) | Latar belakang: Jumlah dokter gigi dan dokter gigi spesialis di Indonesia masih mengalami ketimpangan. Ketidakmerataan antara dokter gigi dan dokter gigi spesialis menyebabkan tidak meratanya pelayanan kesehatan. Pertimbangan dokter gigi dalam melanjutkan pendidikan spesialis tidak terlepas dari banyak faktor yang memengaruhinya. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi rencana dokter gigi di Kabupaten Banyumas dalam melanjutkan pendidikan spesialis. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian mixed method dengan tipe sequential explanatory design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuantitatif analitik menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam (in depth interview). Populasi penelitian ini adalah dokter gigi di Kabupaten Banyumas. Teknik pengambilan sampel penelitian kuantitatif menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 68 dokter gigi. Teknik pengambilan sampel penelitian kualitatif menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 14 dokter gigi. Analisis data penelitian kuantitatif dilakukan secara bivariat dan analisis data penelitian kualitatif dilakukan secara kualitatif deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel jenis kelamin dan penghasilan dengan rencana melanjutkan pendidikan spesialis (p < 0,05). Tidak ada hubungan yang signifikan antara status pernikahan, pendidikan orang tua, dan profesi orang tua dengan rencana melanjutkan pendidikan spesialis (p > 0,05). Faktor yang ditemukan pada penelitian kualitatif adalah faktor yang mendukung dan faktor yang menghambat. Simpulan: Terdapat hubungan antara faktor jenis kelamin dan pendapatan dengan rencana melanjutkan pendidikan spesialis. Tidak terdapat hubungan antara faktor status pernikahan, tingkat pendidikan orang tua, dan profesi orang tua dengan rencana melanjutkan pendidikan spesialis. Faktor yang paling banyak disebutkan responden pada faktor yang mendukung adalah ketersediaan lapangan pekerjaan. Faktor yang paling banyak disebut responden pada faktor yang menghambat adalah karakteristik universitas penyelenggara PPDGS. | Introduction: The number of dentists and dental specialists in Indonesia is still experiencing inequality. Inequality between dentists and dental specialists causes uneven health services. The consideration of dentists in continuing specialist education is inseparable from the many factors that influence it. Aim: The aim of this study is to determine the factors that influence the plan of dentists in Banyumas Regency in continuing specialist education. Methods: The data collection technique used was quantitative analytics using questionnaires and in-depth interviews. The population of this research is dentists in Banyumas Regency. The sampling technique for quantitative research used total sampling with a total sample of 68 dentists. The sampling technique for qualitative research used purposive sampling with a total sample of 14 dentists. Quantitative research data analysis was carried out in a bivariate manner and qualitative research data analysis was carried out in a qualitative descriptive manner. Results: The results of the study showed a significant relationship between gender and income with plans to continue specialist education (p <0.05). There was no significant relationship between marital status, parents' education, and parents' profession with plans to continue specialist education (p> 0.05). Factors found in qualitative research are supporting factors and inhibiting factors. The factor that gets the most attention on the supporting factors is the availability of jobs. The factor that gets the most attention on the inhibiting factors is the characteristics of specialist education universities Conclusion: The conclusion of this study is that there is a relationship between gender and income factors with plans to continue specialist education. There is no relationship between the factors of marital status, parents' educational level, and parents' profession with plans to continue specialist education. The factor most mentioned by respondents in the supporting factors is the availability of jobs. The factor that most respondents mentioned in the inhibiting factors was the characteristics of the PPDGS implementing university. | |
| 37742 | 40500 | F1A019105 | Favoritisme pada Drama Korea Melancholia | Drama Korea merupakan salah satu produk budaya populer yang digemari di Indonesia. Tayangan ini memiliki genre yang bervariasi. Salah satunya adalah Melancholia. Drama Korea Melanchola ditayangkan oleh tvN pada tahun 2021, dan bercerita tentang favoritisme di sebuah sekolah bergengsi. Perlakuan istimewa diberikan berdasarkan karakteristik pribadi orang yang memiliki kendali. Fasilitas eksklusif hanya diberikan pada siswa tertentu, karena penilaian terhadap seseorang dilihat dari latar belakang sosial yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi favoritisme pada drama Korea Melancholia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis semiotika Peirce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa favoritisme disebabkan oleh perbedaan kelas sosial di masyarakat. Keberadaan perilaku istimewa mengakibatkan pengutamaan kepentingan dari kelompok yang disukai, dan ketidaksetaraan terhadap pemberian fasilitas di sekolah. Bentuk favoritisme pada drama ini adalah kesepakatan untuk memenuhi kepentingan pribadi, kecurangan terhadap nilai ujian, penentuan wakil sekolah berdasarkan relasi khusus, dan penerimaan siswa berdasarkan koneksi. | Korean drama is a product of popular culture that well-known in Indonesia. This show has a variety of genres. One of them is Melancholia. The Korean drama Melanchola is broadcast by tvN in 2021, and tells the story of favoritism at a prestigious school. Preferential treatment is given based on personal characteristics of the person who has control.Exclusive facilities are only given to certain students, because the assessment of a person is seen from their social background. This study aims to determine the representation of favoritism in the Korean drama Melancholia. The research method used is qualitative with Peirce's semiotic analysis. The results of the study show that favoritism is caused by social class differences in society. Special behavior results in prioritizing interests of the favored group, and inequality towards provision of facilities in schools.The forms of favoritism in this drama are agreements to fulfill personal interests, cheating on test scores, determining school representatives based on special relationships, and student acceptance based on connections. | |
| 37743 | 40489 | H1B019003 | PERKEMBANGAN TEKNOLOGI METODE PENGUKURAN PRODUKTIVITAS PEKERJAAN KONSTRUKSI | Produktivitas konstruksi adalah hal yang penting dalam proyek konstruksi. Produktivitas yang bagus bisa membawa keberhasilan dalam proyek dan produktivitas yang buruk bisa membawa kegagalan dalam proyek. Oleh karena itu, pengukuran produktivitas menjadi penting untuk mengetahui nilai produktivitas dari sebuah pekerjaan. Dengan berkembangnya zaman, penggunaan teknologi dalam pengukuran produktivitas semakin banyak. Penelitian ini bertujuan menggali informasi perkembangan teknologi yang digunakan dalam pengukuran produktivitas lalu merangkum dan memetakan teknologi yang digunakan dalam pengukuran produktivitas dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dengan studi literatur menggunakan metode PRISMA. Hasilnya didapatkan bahwa perkembangan penggunaan teknologi dalam pengukuran produktivitas dalam kurun waktu 10 tahun terakhir masih perlu ditingkatkan. Hasil studi literatur dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu teknologi (elektronik dan pemrograman) dan proses pengukuran produktivitas. | The most important factor in a construction project is productivities of construction. Project success can be attributed to productivity, whereas project failure can be attributed to insufficient productivity. Due to this, evaluating productivity has become essential in order to understand the level of productivity inside a certain job. With the advancement of society, technology's use in increasing productivity has increased dramatically. The purpose of this study is explore the advancement of technology used in boosting productivity, then to discuss and analyze that technology over the course of the next 10 years by doing a literature review using the PRISMA method. The result is that the development of the use of technology in measuring productivity over the past 10 years is still need to improve. The results of literature studies can be classified into two, namely technology (electronic and programming) and productivity measurement processes. | |
| 37744 | 40490 | J1B017031 | KONSTRUKSI SOSIAL TOKOH RUMANTI DALAM NOVEL PEREMPUAN JOGJA KARYA ACHMAD MUNIF | Skripsi ini berjudul “Konstruksi Sosial Tokoh Rumanti Dalam Novel Perempuan Jogja Karya Achmad Munif”. Rumusan masalah yang disusun dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana konstruksi sosial membentuk karakter tokoh Rumanti?. Tujuan penelitian ini adalah membedah sosial dalam novel yang membentuk karakter dari tokoh Rumanti dan bagaimana Tokoh Rumanti merespon kejadian dalam kesehariannya dengan karakter yang diciptakan oleh sekitarnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Cara kerja metode penelitian ini adalah menyusun data terlebih dahulu secara sistematis, rinci, dan jelas, serta data yang diperoleh dikemas dengan bahasa peneliti sendiri yakni jelas dan mudah dipahami pembaca. Skripsi ini menggunakan teknik analisis kondensasi data, penyajian data, serta penarikan, dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian pada skripsi ini dengan teknik analisis ini adalah ditemukan bahwa berdasarkan novel, kondisi sosial tempat tokoh Rumanti hidup memiliki pengaruh yang besar dalam pembentukan karakter tokoh Rumanti. Sosial yang dimaksud meliputi lingkup keluarga inti, keluarga pasangan, dan budaya masyarakat Jogja. | This thesis is entitled "The Social Construction of Rumanti's Figure in Achmad Munif's Jogja Women's Novel". The formulation of the problems in this thesis are (1) How does social construction shape the character of Rumanti? The purpose of this study is to dissect the social in the novel that forms the character of Rumanti's character and how Rumanti's character responds to events in his daily life with the characters created by his surroundings. The method used in this research is descriptive qualitative. The way this research method works is to first compile data in a systematic, detailed, and clear manner, and the data obtained is packaged in the researcher's own language, which is clear and easy for readers to understand. This thesis uses data condensation analysis techniques, data presentation, as well as drawing and verifying conclusions. The results of research on this thesis with this analysis technique is found that based on the novel, the social conditions where the character Rumanti lives has a great influence on the formation of the character of Rumanti. The social in question includes the scope of the nuclear family, the partner's family, and the culture of the Jogja people. Keywords: social construction, Berger, Luckmann, Jogja people | |
| 37745 | 44260 | A1F020005 | Pengaruh Konsentrasi Pemanis Stevia dan Waktu Inkubasi terhadap Karakteristik Yoghurt Susu Jagung Tinggi Protein | Jagung (Zea mays L.) merupakan bahan pangan yang kaya akan komponen pangan fungsional dan dapat berpotensi untuk dijadikan yoghurt. Namun pada umumnya pembuatan yoghurt menggunakan sukrosa sebagai pemanis yang jika terlalu banyak mengonsumsinya akan menimbulkan resiko seperti obesitas, diabetes mellitus, dan lainnya. Jumlah pemanis pada yoghurt mempengaruhi pertumbuhan bakteri asam laktat. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri asam laktat lainnya adalah lama waktu inkubasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji pengaruh dari variasi konsentrasi pemanis stevia dan lama inkubasi terhadap sifat fisik, kimia, mikrobiologi, serta sensori yoghurt susu jagung tinggi protein. Metode yang digunakan pada penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu konsentrasi pemanis stevia (0,2; 0,5; 0,8%) dan lama inkubasi (12, 18, 24 jam) dengan tiga kali ulangan analisa. Yoghurt susu jagung tinggi protein dianalisa proksimat, jumlah energi, viskositas, sineresis, total padatan, dan uji pH, analisis mikrobiologi meliputi uji total bakteri asam laktat, serta analisis evaluasi sensoris yoghurt yang meliputi uji mutu hedonik. Selanjutnya untuk perlakuan terbaik akan dilakukan pengujian kadar betakaroten dan kadar antioksidan. Pengolahan data statistik menggunakan ANOVA, dengan aplikasi software SPSS dan excel. Untuk mengidentifikasi perbedaan antara perlakuan, dilakukan analisis lanjutan metode Duncan. Perlakuan terbaik dipilih dengan metode indeks efektivitas. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yoghurt susu jagung tinggi protein adalah dengan penambahan pemanis 0,5% dengan lama inkubasi 12 jam yang menghasilkan nilai viskositas terbaik yaitu 615,94 mPa.s. Sampel ini menghasilkan kadar protein 5,14%, kadar lemak 0,51%, kadar air 82,21%, kadar abu 1,11%, kadar karbohidrat 11,08%, jumlah energi 393, 57 kkal, sineresis 33,80%, pH 3,7, total padatan 11,67 °Brix, total BAL 9,18 x 10^7 log cfu/ ml, antioksidan 32,24% dan betakaroten 11,03 μg/ 100 g, dengan hasil organoleptik menghasilkan warna hijau dengan intensitas agak hijau, flavor jagung yang agak tajam, beany flavor yang agak tajam, spirulina flavor yang agak tajam, rasa yang sedikit asam, tingkat kekentalan yang agak kental, dan tingkat kesukaan agak suka. | Corn (Zea mays L.) is a food ingredient that is rich in functional food components and has the potential to be used as yoghurt. However, in general, making yoghurt uses sucrose as a sweetener, if you consume too much it will cause risks such as obesity, diabetes mellitus, and others. The amount of sweetener in yoghurt affects the growth of lactic acid bacteria. One factor that influences the growth of other lactic acid bacteria is the length of incubation time. This research was conducted with the aim of examining the effect of variations in the concentration of stevia sweetener and incubation time on the physical, chemical, microbiological and sensory properties of high-protein corn milk yoghurt. The method used in the research was a Completely Randomized Design (CRD) with two factors, namely the concentration of stevia sweetener (0.2; 0.5; 0.8%) and incubation time (12, 18, 24 hours) with three replicate analyzes. High protein corn milk yoghurt was analyzed proximately, total energy, viscosity, syneresis, total solids, and pH test, microbiological analysis including total lactic acid bacteria test, as well as sensory evaluation analysis of yoghurt which included hedonic quality tests. Next, for the best treatment, beta-carotene levels and antioxidant levels will be tested. Statistical data processing uses ANOVA, with SPSS and Excel software applications. To identify differences between treatments, further analysis was carried out using the Duncan method. The best treatment is selected using the effectiveness index method. The results of the research show that the best treatment for high protein corn milk yoghurt is with the addition of 0.5% sweetener with an incubation time of 12 hours which produces the best viscosity value, namely 615.94 mPa.s. This sample produced a protein content of 5.14%, fat content of 0.51%, water content of 82.21%, ash content of 1.11%, carbohydrate content of 11.08%, total energy of 393.57 kcal, syneresis 33.80% , pH 3.7, total solids 11.67 °Brix, total LAB 9.18 x 10^7 log cfu/ ml, antioxidant 32.24% and beta-carotene 11.03 μg/ 100 g, with organoleptic results producing a green color with the intensity is slightly green, the corn flavor is slightly sharp, the beany flavor is slightly sharp, the spirulina flavor is slightly sharp, the taste is slightly sour, the viscosity level is slightly thick, and the level of liking is somewhat like it. | |
| 37746 | 44718 | E1A019021 | PERMOHONAN DISPENSASI PERKAWINAN TERHADAP ANAK (Tinjauan Yuridis Nomor 1264/Pdt.P/2023/PA.Cbn) | ABSTRAK Pemerintah Indonesia telah menetapkan peraturan mengenai batasan minimal usia untuk dapat melangsungkan perkawinan. Batas usia perkawinan diatur dalam Pasal 7 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 yaitu perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun. Namun apabila terdapat keadaan mendesak yang menyebabkan seseorang harus melangsungkan perkawinan dibawah umur, maka orang tua pihak wanita dan/atau pria dapat meminta dispensasi kepada pengadilan agama dengan alasan sangat mendesak disertai bukti-bukti pendukung yang cukup. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan yang diajukan dan untuk mengetahui akibat hukum dari dikabulkannya permohonan Pemohon. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, metode pendekatan kasus dan metode pendekatan konseptual dimana spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif analitis. Sumber dan jenis data adalah data sekunder dengan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data menggunakan metode kepustakaan. Metode pengolahan data dilakukan dengan mereduksi data dilanjutkan editing bahan hukum dan kemudian mengklasifikasikan bahan-bahan hukum. Metode analisis adalah penelitian doktrinal dengan menggunakan logika deduktif analisis normatif kualitatif dengan penyajian data berbentuk teks naratif. Hasil penelitian permohonan dispensasi perkawinan anak pemohon berusia 16 tahun 02 bulan dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah kesadaran diri sendiri untuk menikah. Faktor eksternal adalah faktor yang memengaruhi anak untuk menikah dibawah umur seperti faktor ekonomi, faktor keterbataasan Pendidikan dan tradisi/agama serta alasan utama pemohon mengajukan permohonan diepensasi perkawinan ialah karena anak pemohon saling mengenal dan menjalin hubungan selama kurang lebih 1 tahun, menikah bukan karena paksaan orangtua dan khawatir akan terjerumus dikemudian hari. Hakim Pengadilan Agama Cibinong berwenang mengadili perkara dengan Nomor 1264/Pdt.P/2023/PA.Cbn. berdasarkan Pasal 49 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 jo Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 Tentang Peradilan Agama. Permohonan dispensasi kawin usia anak Pemohon 16 tahun 02 bulan maka majelis hakim dalam putusannya mengabulkan permohonan dispensasi kawin berdasarkan Pasal 7 ayat (1) dan (2) Undang- Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang batas usia perkawinan dan adanya alasan serta bukti yang cukup. Akibat hukum yang timbul atas dikabulkannya permohonan dispensasi kawin pada Penetapan Nomor 1264/Pdt.P/2023/PA.Cbn. Anak para pemohon yang bernama Rani Mahrani bin Masum dapat melangsungkan perkawinan meski anak tersebut masih belum mencapai umur 19 tahun. Kata kunci: Permohonan, Dispensasi, Perkawinan. | ABSTRACT The Indonesian government has established regulations regarding the minimum age for marriage. The age limit for marriage is regulated in Article 7 paragraphs (1) and (2) of Law Number 16 of 2019, which states that marriage is only permitted if both the man and woman have reached the age of 19. However, in urgent circumstances that necessitate marriage below this age, the parents of the prospective bride and/or groom can request a dispensation from the religious court with compelling reasons and sufficient supporting evidence. The purpose of this research is to understand the basis of the judges' considerations in granting the submitted requests and to determine the legal consequences of granting the petitioners' requests. This study is a normative legal research employing statutory, case, and conceptual approaches, with a descriptive-analytical research specification. The sources and types of data used are secondary data, including primary, secondary, and tertiary legal materials. Data collection is conducted through literature review. The data processing method involves reducing data, followed by editing legal materials, and then classifying these legal materials. The analysis method is doctrinal research using deductive logic and qualitative normative analysis, with the data presented in narrative text form. The research results on the petition for marriage dispensation for a 16 years and 2 months old applicant conclude that there are internal and external factors involved. Internal factors include personal awareness and willingness to marry. External factors influencing underage marriage include economic issues, educational limitations, traditions/religion, and the primary reason for the petition is that the applicant’s child has known and been in a relationship for approximately one year, desires to marry not due to parental coercion, and fears of future pitfalls. The Religious Court of Cibinong has jurisdiction over the case with Number 1264/Pdt.P/2023/PA.Cbn, based on Article 49 of Law Number 3 of 2006 in conjunction with Law Number 50 of 2009 on Religious Courts. The petition for marriage dispensation for a 16 years and 2 months old applicant was granted by the panel of judges based on Article 7 paragraphs (1) and (2) of Law Number 16 of 2019 on the marriage age limit, with sufficient reasons and evidence. The legal consequence of granting the marriage dispensation petition under Decision Number 1264/Pdt.P/2023/PA.Cbn is that the petitioners' child, Rani Mahrani bin Masum, is permitted to marry despite not having reached the age of 19. Keywords: Request, Dispensation, Marriage | |
| 37747 | 40494 | F1D019062 | Relasi Segitiga dalam Pemanfaatan Lumpur Lapindo Sebagai Obyek Wisata di Kabupaten Sidoarjo | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan kawasan bencana Lumpur Lapindo sebagai obyek wisata di Kabupaten Sidoarjo dan memahami bagaimana aktor-aktor di dalamnya terlibat. Metode yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa bencana Lumpur Lapindo menghadirkan akibat yang cukup kompleks. Menyikapi keadaan yang ada, masyarakat berupaya menjadikan Kawasan Lumpur Lapindo sebagai obyek wisata dan meningkatkan perekonomian warga sekitar yang terdampak. Karena kawasan tersebut adalah kawasan bencana yang harus diantisipasi kerentanannya, maka upaya pemanfaatannya melibatkan aktor-aktor yang memiliki peran masing-masing. Aktor-aktor yang terlibat adalah pemerintah melalui PPLS, masyarakat setempat dan wisatawan. Keterlibatan aktor-aktor tersebut membentuk relasi segitiga yang membawa keuntungan bagi masing-masing pihak. | This article describe the utilization of the Lapindo Mud disaster area as a tourist attraction in Sidoarjo Regency and understand how the actors are involved. The method used in this research is qualitative with a case study approach. The results of the study revealed that the Lapindo Mud disaster had quite complex consequences. Responding to the existing conditions, the community is trying to make the Lapindo Mud Area a tourist attraction and improve the economy of the affected local residents. Because the area is a disaster area whose vulnerability must be anticipated, efforts to utilize it involve actors who have their respective roles. The actors involved are the government through PPLS, local communities and tourists. The involvement of actors form a triangular relationship that brings benefits to each party. | |
| 37748 | 40495 | D1A019154 | PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN BERBEDA TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN FEED CONVERSION RATIO (FCR) AYAM BROILER | Ayam broiler menjadi salah satu jenis unggas pedaging dengan pertumbuhan yang pesat dalam waktu yang singkat. Salah satu faktor untuk penunjang pertumbuhan ayam broiler yaitu dengan manajemen frekuensi pemberian pakan. Hal ini ditujukan agar pemanfaatan pakan dapat dilakukan secara maksimal, sebab pakan menjadi biaya variabel terbesar dari total biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh frekuensi pemberian pakan yang berbeda terhadap konsumsi pakan dan feed conversion ratio (FCR) pada ayam broiler. Sampel yang digunakan adalah ayam broiler strain cobb dari 2 kandang yang tiap kandang dengan populasi 5.000 dan 4300 ekor selama 32 hari pemeliharaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan metode observasi dari data sekunder kandang. Metode analisis menggunakan uji T berpasangan. Variabel yang digunakan berupa Konsumsi Pakan dan Feed Conversion Ratio (FCR). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai FI tidak berbeda nyata pada frekuensi satu kali dan dua kali dengan t-hitung (0.386) < t-tabel (2.131). Nilai FCR tidak berbeda nyata pada frekuensi satu kali dan dua kali dengan t-hitung (1.191) < t-tabel (2.131). | Broiler chicken is a type of broiler chicken with rapid growth in a short time. factor to support the growing of broiler chicken is the management of the feeding frequency. That is intended so feed utilization can being maximized because feed is the huges variable cost of the total production cost. This study aims to examine the effect of different feeding frequency on feed intake and feed conversion ratio (FCR) on broiler chicken. The samples used were cobb strain broiler chickens from 2 cages, each cage containing with a population of 5.000 and 4.300 during 32 days of maintenance. Data were analyzed using T-test analysis and descriptive analysis Feed Intake and Feed Conversion Ratio (FCR) are the variables used. The results showed that the FI value had no significant effect on once and twice frequencies with t-count (0.386) < t-tabel (2.131). The IP value had a no significant effect on once and twice frequencies with t-count (1.191) < t-tabel (2.131). | |
| 37749 | 40496 | A1D019082 | Pengaruh Aplikasi Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) terhadap Serapan P dan Karakter Fisiologis Tanaman Padi pada Media Salinitas Tinggi | Budidaya varietas toleran salinutas adalah salah satu untuk produksi tanaman di daerah salin. Strategi dalam meningkatkan produktivitas padi sawah toleran salin dapat dilakukan dengan bantuan pengaplikasian bakteri pelarut fosfat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh bakteri pelarut fosfat tehadap karakter fisiologis dan serapan P tanaman padi pada media salinitas tinggi. Penelitian dilaksanakan di Screen House Experimental Farm dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dimulai dari September 2022 sampai Mei 2023. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan delapan perlakuan dan ulangan sebanyak empat kali. Perlakuan yang dicoba terdiri dari kontrol tanpa inokulasi bakteri pelarut fosfat dan dengan inokulasi bakteri pelarut fosfat isolat E3, E9, E16, JF2, JF4, KF, dan KF1. Data hasil percobaan dianalisis dengan menggunakan analisis ANOVA pada taraf kepercayaan 95%, jika hasil yang didapat menunjukkan pengaruh nyata, maka dilanjutkan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri pelarut fosfat mampu meningkatkan hasil serapan P tanaman padi pada media salinitas tinggi. Selain itu, aplikasi bakteri pelarut fosfat juga mampu meningkatkan komponen karakteristik fisiologis tanaman yaitu luas daun pada 6 MST, luas daun spesifik pada 3-6 MST. Namun BPF belum mampu meningkatkan bobot kering tanaman, laju pertumbuhan relatif, laju asimilasi bersih, kerapatan stomata, relative water contains, kandungan klorofil a, b, total. Isolat JF4 dan KF1 memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan hasil serapan P, sedangkan isolat E3 dan E9 memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan komponen karakteristik fisiologis. | The cultivation of salinity-tolerant varieties is one for crop production in saline areas. Strategies in increasing the productivity of saline-tolerant wetland rice can be done with the help of the application of BPF. This study aims to assess the effect of phosphate solubilizing bacteria on physiological characters and P uptake of rice plants in high salinity media. The research was conducted at Screen House Experimental Farm and Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto starting from September 2022 to May 2023. The design used was a Randomized Complete Block Design (RCBD) with eight treatments and repeated four times. The treatments consisted of control without phosphate solubilizing bacteria inoculation and inoculation with phosphate solubilizing bacteria isolates E3, E9, E16, JF2, JF4, KF, and KF1. Data from the experiment were analyzed using ANOVA analysis at the 95% confidence level, if the results obtained showed a real effect, then continued the Duncan Multiple Ranfe Test (DMRT) test at the 5% error level. The results showed that phosphate solubilizing bacteria was able to increase the P uptake of rice plants in high salinity media. In addition, the application of phosphate solubilizing bacteria is also able to increase the components of plant physiological characteristics, namely leaf area at 6 weeks after planting, specific leaf area at 3-6 weeks after planting. However, BPF has not been able to increase plant dry weight, relative growth rate, net assimilation rate, stomatal density, relative water contains, chlorophyll a, b, total content. Isolates JF4 and KF1 gave the best results in increasing P uptake, while isolates E3 dan E9 gave the best results in increasing the components of physiological characteristics. | |
| 37750 | 40497 | A1A019082 | WILLINGNESS PENGGUNA PROGRAM “SAMPAH ONLINE BANYUMAS (SALINMAS)” DALAM PENGELOLAAN MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOR | Pencemaran lingkungan di Indonesia disebabkan oleh pengelolaan sampah yang buruk terutama sampah rumah tangga salah satunya adalah minyak goreng bekas atau jelantah. Pengelolaan minyak jelantah yang tidak tepat dapat menimbulkan pencemaran dan berbahaya bagi kesehatan. Pemerintah Kabupaten Banyumas dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencetuskan program bernama Sampah Online Banyumas (SALINMAS) untuk mengelola sampah rumah tangga dari masyarakat akan tetapi belum berfokus kepada minyak jelantah. Maka dari itu peneilitan ini dilakukan yang bertujuan mengetahui niat atau willingness pengguna SALINMAS dalam mengelola minyak jelantah mengetahui faktor menjadi pengaruh terhadap niat pengguna SALINMAS dalam mengelola minyak jelantah dan menganalisis pengaruh sikap mengelola jelantah, norma subjektif, persepsi kontrol kepada niat dan perilaku mengelola minyak jelantah. Penelitian ini dilakukan di Purwokerto Utara, Timur, Barat, dan Selatan pada Juni - Agustus 2022 dengan objek yaitu pengguna SALINMAS. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan juga wawancara kemudian dianalisis dengan teknik SEM-PLS menggunakan Smart-PLS 3.0. Niat pengguna Sampah Online Banyumas (SALINMAS) untuk melakukan pengelolaan minyak jelantah termasuk dalam kategori yang sangat tinggi Sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol berpengaruh langsung signifikan terhadap variabel niat. Pada sisi lain sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol tidak berpengaruh langsung terhadap variabel perilaku mengelola minyak jelantah. Pengaruh tidak langsung, sikap dan persepsi kontrol berpengaruh terhadap perilaku mengelola minyak jelantah melalui variabel mediasi yaitu niat sedangkan norma subjektif tidak berpengaruh. Niat berpengaruh langsung signifikan terhadap perilaku mengelola minyak jelantah | Environmental pollution in Indonesia is caused by poor waste management, especially household waste, one of which is used or used cooking oil. Improper management of used cooking oil can cause pollution and be harmful to health. The Government of Banyumas Regency together with the Environmental Service (DLH) initiated a program called Banyumas Online Garbage (SALINMAS) to manage household waste from the community but has not yet focused on used cooking oil. Therefore, this research was carried out with the aim of knowing the intention or willingness of SALINMAS users to manage used cooking oil, knowing the factors that influence the intention of SALINMAS users in managing used cooking oil and analyzing the influence of attitudes towards managing used cooking oil, subjective norms, perceptions of control on intentions and behavior of managing used cooking oil. This research was conducted in North, East, West and South Purwokerto in June - August 2022 with the object being SALINMAS users. Data collection using questionnaires and interviews was then analyzed using the SEM-PLS technique using Smart-PLS 3.0. Intention of Sampah Online Banyumas users (SALINMAS) to manage used cooking oil included in the very high category. Attitudes, subjective norms, and perceived control have a significant direct effect on the intention variable. On the other hand attitudes, subjective norms, and perceptions of control do not have a direct effect on the behavioral variable of managing used cooking oil. Indirect influence, attitudes and perceptions of control influence the behavior of managing used cooking oil through a mediating variable, namely intention, while subjective norms have no effect. Intention has a significant direct effect on the behavior of managing used cooking oil | |
| 37751 | 40498 | B2A020007 | PENAMBAHAN PEPTON PADA PERTUMBUHAN MISELIUM Lentinula edodes SERTA EFEKTIVITAS EKSTRAKNYA TERHADAP KEMATIAN SEL HepG2 MELALUI UJI SITOTOKSIK DAN APOPTOSIS | Kanker hati termasuk dalam kanker yang umum dijumpai pada organ hati dan menempati urutan keenam kasus kanker tertinggi di dunia. Perawatan yang telah diberikan kepada penderita kanker saat ini yaitu dengan pembedahan, radioterapi dan kemoterapi, namun ketiga terapi tersebut khususnya kemoterapi memiliki efek samping yang berdampak buruk pada kualitas hidup pasien. Salah satu solusi untuk mengurangi efek samping tersebut yaitu dengan menggunakan bahan alam seperti jamur Lemtinula edodes. Jamur Shiitake (Lentinula edodes) merupakan salah satu jamur pangan yang mampu menghasilkan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Salah satu peran dari senyawa bioaktif tersebut yaitu sebagai senyawa antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pepton dan waktu inkubasi terbaik terhadap pertumbuhan miselium jamur L. edodes, mengetahui efek sitotoksik dan apoptosis ekstrak L. edodes terhadap sel kanker hati (HepG2) secara in vitro dan mengetahui kandungan senyawa bioaktif dari L. edodes. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, dengan tahap pertama menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap pola faktorial (RAL faktorial) yang terdiri atas tiga perlakuan kosentrasi pepton dan enam perlakuan waktu inkubasi yang diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 54 unit percobaan. Faktor pertama adalah konsentrasi pepton dan waktu inkubasi sebagai faktor kedua. Tahap kedua yaitu uji sitotoksik dan apoptosis yang dilakukan secara eksperimental in vitro. Uji sitotoksik menggunakan metode MTT assay. Uji apoptosis menggunakan metode flowcytometry. Uji senyawa bioaktif menggunakan KLT dan GC-MS. Data bobot kering miselium yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan uji DMRT. Data dari uji sitotoksisitas (absorbansi) diubah menjadi persentase hidup sel dan dihitung nilai IC50 menggunakan analisis regresi linier. Uji apoptosis, KLT dan GC-MS dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pepton terbaik yaitu 3 g/L dengan masa inkubasi 30 hari yang menghasilkan bobot kering miselium rata-rata 0,2967 g/L. Efek sitotoksik dari ekstrak jamur L. edodes yang terbaik yaitu ekstrak kloroform tubuh buah jamur Shiitake dengan nilai IC50 399,05 µg/ml. Pemberian ekstrak L. edodes dapat menyebabkan apoptosis sel HepG2. Jamur L. edodes mengandung senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, terpenoid dan flavonoid serta senyawa asam palmitat, Z-Citral dan valencen yang merupakan senyawa bioaktif antikanker. | Liver cancer is one of the most common cancers found in the liver and ranks sixth with the highest cancer cases in the world. Treatments that have been given to cancer patients today are surgery, radiotherapy and chemotherapy, but these three therapies, especially chemotherapy, have side effects that have a negative impact on the patient's quality of life. One solution to reduce these side effects is to use natural ingredients such as the fungus Lemtinula edodes. Shiitake mushroom (Lentinula edodes) is one of the food mushrooms that can produce bioactive compounds that are beneficial to health. One of the roles of these bioactive compounds is as an anticancer compound. The purpose of this research were to determine the best peptone concentration and effective incubation time on the weight gain of L. edodes mycelium, to determine the cytotoxic and apoptosis effect of n-hexan, chloroform and ethyl acetate extract of L. edodes on HepG2 cancer cell lines and to know the group of secondary metabolites produced by L. edodes. This research was done experimentally using a Factorial Completely Randomized Design consisted of three peptone concentration treatments and six incubation treatments repeated three times to obtain 54 experimental units. The first factor were peptone concentration and incubation time as the second factor. The concentration of peptone used were 1, 2 and 3 gram. The incubation time used were 5, 10, 15, 20, 25 and 30 days. The design of cytotoxic and apoptotic test was experimental laboratory research using the in-vitro method. Cytotoxicity assay was carried out using the MTT method. Apoptosis test by anexin V-PI flowcytometry. Phytochemical compounds detection were carried out by TLC and GC-MS. Data analysis using Analysis of Variance (ANOVA) at the 95% confidence level and continued with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) for dry weight mycelia. Data from the cytotoxicity (absorbance) test were converted into cell survival percentages and converted into IC50 using linear regression analysis. Apoptotic assay, TLC and GC-MS were analyzed descriptively. The results showed that the best pepton concentration was 3 g/L with a 30 day incubation period which resulted in dry weight of mycelium averaging 0.2967 g/L. Chloroform extract of fruiting body L. edodes showed the best result with IC50 399,05 µg/ml. The flowcytometry showed that n-hexan, chloroform and ethyl acetate can induced apoptosis. L. edodes contains secondary metabolite compounds class of alkaloids, flavonoids, and terpenoids as well as palmitic acid, z-citral and valencen compounds which are anticancer bioactive compounds. | |
| 37752 | 43987 | J1A020035 | Preference Organization Analysis on The NCT Show: Music Space with Johnny and Mark | Penelitian ini menggunakan analisis percakapan untuk menggali lebih dalam tentang percakapan manusia, khususnya dalam konteks gelar wicara. Acara gelar wicara yang digunakan dalam penelitian ini adalah The NCT Show: Music Space episode 1. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tipe-tipe organisasi preferensi yang digunakan oleh partisipan dalam talkshow. Teori yang digunakan adalah teori organisasi preferensi Levinson. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya 61 data, dengan distribusi 5 data permintaan, 4 data ajakan, 33 data penilaian, 18 data pertanyaan, dan 1 data menyalahkan. Kesimpulannya, tanggapan yang disukai sangat dominan dalam gelar wicara ini. Banyaknya jumlah tanggapan yang disukai dalam gelar wicara ini mengindikasikan lingkungan komunikasi yang secara umum positif dan kooperatif. Hal ini disebabkan oleh hubungan yang erat di antara para peserta. Mereka memiliki pengetahuan yang sama tentang topik diskusi. | This research uses conversation analysis to dig deeper into human conversation, especially in the context of talk show. The talk show used in this research is The NCT Show: Music Space episode 1. The main purpose of this research is to examine the types of preference organization used by participants in talk show. The theory used is Levinson’s preference organization theory. The research method applied is a descriptive qualitative method. The result of this research is that there are 61 data found, with a distribution of 5 request data, 4 invite data, 33 assessment data, 18 question data, and 1 blame data. In conclusion, preferred responses are dominant in this talk show. The large number of preferred responses in the talk show indicates a generally positive and cooperative communication environment. This is due to the close relationship between the participants. They share the same knowledge of the topic of discussion. | |
| 37753 | 40501 | B1A019005 | Performa Pertumbuhan Larva Black Soldier Fly (Hermetia illucens) dengan Kombinasi Makronutrien Pakan yang Berbeda | Larva Black Soldier Fly (Hermetia illucens) merupakan serangga yang memiliki potensi besar sebagai sumber protein alternatif untuk pakan ternak maupun ikan karena mengandung protein dan lemak cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan performa pertumbuhan larva BSF (H. illucens) dengan kombinasi makronutrien pakan yang berbeda dengan mengukur efisiensi konversi pakan yang dicerna (Efficiency of Conversion Digested-feed/ ECD), perkiraan pakan yang tercerna (Approximate Digestibility/AD), kemampuan biokonversi (Waste Reduction Index/(WRI)), dan biomassa larva BSF. Empat perlakuan diantaranya yaitu P1 = kombinasi pakan 1 (35% limbah kulit nanas : 35% limbah ikan : 30% minyak jelantah), P2 = kombinasi pakan 2 (50% limbah kulit nanas : 25% limbah ikan : 25% minyak jelantah), P3 = kombinasi pakan 3 (25% limbah kulit nanas : 50% limbah ikan : 25% minyak jelantah), P4 = kombinasi pakan 4 (25% limbah kulit nanas : 25% limbah ikan : 50% minyak jelantah). Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah proporsi makronutrien pakan secara signifikan mempengaruhi performa pertumbuhan larva BSF (P<0.05). Nilai ECD tertinggi diperoleh pada larva BSF dengan pakan 50% minyak jelantah (P4) yaitu 32,43%. Sedangkan, nilai AD dan WRI tertinggi diperoleh pada larva BSF dengan pakan 50% limbah ikan (P3) yaitu 49,72% dan 0,94%. Pakan yang memiliki proporsi limbah ikan 50% memberikan dampak terbaik bagi pertumbuhan dengan biomassa akhir larva paling tinggi yaitu 4,07 gram. | Black Soldier Fly (Hermetia illucens) larvae are insects that have potential as an alternative source of protein for livestock and fish feed because it contains quite high protein and fat. This study aims to determine differences in the growth performance of BSF (H. illucens) larvae with different combinations of feed macronutrients by measuring the efficiency of conversion digested feed (ECD), approximate digestibility of feed (Approximate Digestibility/AD), bioconversion ability (Waste Reduction Index/WRI), and BSF larval biomass. The four treatments included P1 = feed combination 1 (35% pineapple skin waste : 35% fish waste : 30% waste cooking oil), P2 = feed combination 2 (50% pineapple skin waste : 25% fish waste : 25% waste cooking oil), P3 = feed combination 3 (25% waste pineapple skin : 50% fish waste : 25% waste cooking oil), P4 = feed combination 4 (25% pineapple skin waste : 25% fish waste : 50% used cooking oil). The results obtained in this study were the proportion of feed macronutrients significantly affecting the growth performance of BSF larvae (P<0.05). The highest ECD value was obtained for BSF larvae fed 50% used cooking oil (P4) 32.43%. Meanwhile, the highest AD and WRI values were obtained for BSF larvae with 50% fish waste (P3) feed, 49.72% and 0.94%. Feed that has a proportion of 50% fish waste has the best impact on growth with the highest final larval biomass of 4.07 gram. | |
| 37754 | 40453 | C1C019003 | PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN PANDEMI COVID-19 TERHADAP MANAJEMEN LABA RIIL PERUSAHAAN MANUFAKTUR | Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh good corporate governance dan pandemi Covid-19 terhadap manajemen laba perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan teori keagenan dan teori akuntansi positif sebagai dasar dari penelitian ini. Jumlah sampel perusahaan yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 37 perusahaan manufaktur yang paling terdampak pandemi Covid-19. Purposive sampling merupakan metode yang digunakan dalam penentuan sampel penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kepemilikan manjerial berpengaruh signifikan negatif terhadap manajemen laba riil, (2) Kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba riil, (3) Komisaris Independen tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba riil, (4) Kualitas audit tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba riil dan (5) Pandemi Covid-19 berpengaruh signifikan positif terhadap manajemen laba riil. Implikasi dari hasil penelitian ini menyatakan bahwa manajemen laba riil abnormal discretionary expenditure terbukti menjadi manajemen laba dengan pengaturan yang bersih bagi manajemen karena tidak terdeteksi dan oleh tata kelola perusahaan atau corporate governance. Perusahaan juga perlu melakukan perbaikan terhadap tujuan dan prinsip-prinsip corporate governance dan bukan hanya untuk menjaga legitimasi perusahaan. Selain itu, perusahaan perlu meningkatkan transparansi dan akuntabilitasnya, seperti memberikan penjelasan terkait kebijakan ketika menghadapi kondisi tertentu. | The purpose of this study is to investigate the influence of good corporate governance and Covid-19 pandemic on earnings management of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI). This study is based on agency theory and positive accounting theory. The sample consists of 37 manufacturing companies most affected by the Covid-19 pandemic, selected using purposive sampling. The research findings indicate that: (1) Managerial ownership has a significant negatif effect on real earnings management, (2) Institutional ownership does not have a significant effect on real earnings management, (3) Independent commissioners does not have a significant effect on real earnings management, (4) Audit quality does not have a significant effect on real earnings management, and (5) The Covid-19 pandemic has a significant positive effect on real earnings management. The implications of these findings suggest that abnormal discretionary expenditures in real earnings management are proven to be a manipulation strategy that remains undetected by corporate governance. Companies need to improve their corporate governance objectives and principles, not just for maintaining corporate legitimacy. Additionally, companies need to enhance transparency and accountability, such as providing explanations regarding policies when facing specific conditions. | |
| 37755 | 40509 | E1B019022 | A COMPARATIVE STUDY OF THE LEGAL FRAMEWORKS ON CYBER SECURITY AND PERSONAL DATA PROTECTION IN INDONESIA AND SINGAPORE | Keamanan siber dan perlindungan data pribadi merupakan bentuk dasar yang sangat berpengaruh dalam dunia proteksi akan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) maupun dalam dunia hukum. Kerangka kerja keamanan siber dan perlindungan data yang kuat dapat memberikan titik awal yang penting dan mendasar untuk memastikan bahwa adanya peraturan dan hukum yang baik diterapkan untuk melindungi data pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan serta kelebihan dan kelemahan akan kerangka hukum keamanan siber pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik secara bersama-sama disebut UU ITE di Indonesia dan Cybersecurity Act Tahun 2018 di Singapura, serta kerangka hukum perlindungan data pribadi pada Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) di Indonesia dan Personal Data Protection Act Tahun 2012 (PDPA) di Singapura. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum secara yuridis normatif, dengan metode pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan komparatif (comparative approach). Spesifikikasi penelitian ini adalah deskriptif-analitis dengan jenis dan sumber data sekunder, dan analisis data dilakukan secara kualitatif. Berdasarkan hasil pembahasan, menunjukkan bahwa Singapura memiliki aturan keamanan siber yang lebih unggul daripada Indonesia karena memiliki ketentuan yang lebih lengkap serta fokus pada aspek keamanan siber yang lebih tertuju. Indonesia sudah memiliki aturan hukum perlindungan data pribadi yang baik apabila dibandingkan dengan Personal Data Protection Act milik Singapura. Kelemahan dalam UU ITE maupun UU PDP di Indonesia dapat menjadi evaluasi pemerintah untuk dapat merobak pengaturan hukum akan keamanan siber dan perlindungan data pribadi di Indonesia menjadi lebih baik. | Cybersecurity and protection of personal data is a basic form that is very influential in the world of protection of information and communication technology (ICT) as well as in the legal world. A good cybersecurity and data protection framework can provide an important and fundamental starting point for ensuring that strong laws and regulations are in place to protect personal data. This research aims to determine the comparisons as well as the strengths and weaknesses of the cybersecurity legal framework in Act Number 19 of 2016 concerning Amendments to Act Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions which are referred to as the ITE Act in Indonesia and the Cybersecurity Act 2018 in Singapore, as well as the legal framework for personal data protection in Act Number 27 of 2022 concerning Personal Data Protection (PDP) in Indonesia and the Personal Data Protection Act 2012 (PDPA) in Singapore. This research uses a normative legal research type, with a statute approach and a comparative approach. The specification of this research is descriptive-analytical with secondary data types and sources, and data analysis was carried out qualitatively. Based on the results of the discussion, it shows that Singapore has cybersecurity regulations that are superior to Indonesia because they have more complete provisions. Indonesia already has a good personal data protection law when compared to Singapore's Personal Data Protection Act. The weakness in the ITE Act and the PDP Act in Indonesia can be an evaluation for the government to be able to change legal regulations regarding cybersecurity and personal data protection in Indonesia for the better. | |
| 37756 | 40503 | E1A018157 | PERLINDUNGAN BENDA BUDAYA PADA SAAT SENGKETA BESENJATA MENURUT HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL (Studi tentang Kasus Penghancuran Kota Kuno Bosra di Suriah pada 2015) | Perang merupakan suatu kejadian yang tidak diinginkan yang berdampak bukan hanya pada manusia, tetapi juga pada objek-objek yang digunakan untuk kepentingan dan kelangsungan hidup manusia. Objek sipil merupakan objek yang tidak boleh diserang pada saat terjadinya sengketa bersenjata. Salah satu objek sipil yang dilindungi dalam hukum humaniter adalah benda budaya, namun seringkali benda budaya mengalami penghancuran pada saat sengketa bersenjata. Salah satu kasus penghancuran benda budaya pada saat konflik bersenjata terjadi di Kota Kuno Bosra di Suriah pada 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan benda budaya pada saat sengketa bersenjata menurut ketentuan hukum humaniter internasional dan menganalisis pelanggaran perlindungan benda budaya dalam kasus penghancuran Kota Kuno Bosra di Suriah pada 2015. Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data berdasarkan studi kepustakaan yang disajikan dalam bentuk teks naratif serta menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa benda budaya sebagai salah satu objek sipil yang dilindungi dalam hukum humaniter internasional. Perlindungan benda budaya terdiri dari perlindungan umum, khusus dan ditingkatkan, pengaturan perlindungan benda budaya telah diatur dalam Pasal 36 dan 44 Kode Lieber, Pasal 27 Konvensi Den Haag 1899, Pasal 4 dan 9 Konvensi Den Haag 1907, Pasal 4 Konvensi Den Haag 1954, Pasal 53 Protokol Tambahan I dan Pasal 16 Protokol Tambahan II 1977 untuk Konvensi Jenewa 1949, dan Pasal 4 Konvensi Warisan Budaya dan Alam Dunia 1972. Penghancuran Kota Kuno Bosra di Suriah pada 2015 melanggar prinsip pembedaan dalam hukum humaniter dan merupakan sebuah kejahatan perang yang melanggar ketentuan internasional terkait perlindungan benda budaya yang diatur dalam Pasal 4 Konvensi Den Haag 1954, dan Pasal 53 Protokol Tambahan I 1977 Konvensi Jenewa 1949. | War is an undesirable event that has an impact not only on humans, but also on objects used for the benefit and survival of humans. Civilian objects are objects that should not be attacked in the event of an armed conflict. One of the civilian objects protected in humanitarian law is cultural property, but often cultural property is the subject to destruction at the time of armed conflict. One of the cases of the destruction of cultural objects at the time of armed conflict occurred in the Ancient Syrian City of Bosra in 2015. This study aims to determine the protection of cultural objects during armed disputes under the provisions of international humanitarian law as well as to analyze violations of the protection of cultural objects in the case of the destruction of the Ancient City of Bosra in Syria in 2015. This research is a normative juridical law with the method of statute approach and case approach. The data used is secondary data with data collection method based on literature study which then presented in the form of narrative texts and using qualitative normative analysis method. The results of the research and discussion showed that cultural property as a civilian object that is protected under international humanitarian law. Protection of cultural property consists of general, special and enhanced protection, arrangements for the protection of cultural property have been regulated in Articles 36 and 44 of the Lieber Code, Article 27 of the 1899 Hague Convention, Article 53 Additional Protocol I and Article 16 Additional Protocol II 1977 to the 1949 Geneva Conventions, the 1949 Geneva Convention, and Articles 4 of the Cultural and Natural Heritage Convention World 1972. The destruction of the Ancient City of Bosra in Syria in 2015 was the violation of distinction principle in international humanitarian law and is a war crime that violated international provisions regarding the protection of cultural property stipulated in Article 4 of the 1954 Hague Convention, and Article 53 Additional Protocol I 1977 to the 1949 Geneva Conventions, and the destruction is inconsistent with the principle of distinction in international humanitarian law. | |
| 37757 | 40505 | E1A018111 | TINJAUAN YURIDIS PERBUATAN MELAWAN HUKUM PENYESATAN MAKET DALAM JUAL BELI VILA (Studi Putusan No. 57/Pdt.G/2021/PN.Cbi) | Penelitian ini dilakukan terhadap Putusan Pengadilan Negeri Cibinong Nomor 57/Pdt.G/2021/PN.Cbi terkait adanya gugatan perbuatan melawan hukum dalam jual beli sebuah vila karena penyesatan melalui media pemasaran yaitu maket. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir unsur-unsur/kriteria perbuatan melawan hukum dan menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam menentukan ganti rugi dalam pelaksanaan perjanjian jual beli vila. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan analitik, sumber data sekunder dengan metode penyajian dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis. Metode analisis yang digunakan normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertimbangan majelis hakim yang menyatakan bahwa Tergugat melakukan menyembunyikan informasi/menyesatkan pada saat pemasaran vila merupakan perbuatan melawan hukum karena bertentangan dengan hak orang lain sudah tepat. Menurut penulis perbuatan Tergugat merupakan perbuatan melawan hukum karena bertentangan dengan hak orang lain dan bertentangan dengan kewajiban hukumnya sendiri yaitu melanggar ketentuan pasal 1491 K.U.H.Perdata dan melanggar kewajiban sebagai penjual pada pasal 1338 ayat 3 K.U.H.Perdata dan Pasal 7 angka 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pertimbangan majelis hakim dalam menentukan ganti rugi dalam putusan ini sudah tepat karena telah memenuhi syarat Pasal 1365 KUH Perdata dan ganti rugi yang dikabulkan adalah berupa bunga yang sudah sesuai dengan Yursiprudensi Mahkamah Agung RI No. 1076 K/Pdt/1996 tanggal 6 Maret 2000. | This research was conducted against the Decision of the Cibinong District Court Number 57/Pdt.G/2021/PN.Cbi regarding a lawsuit against the law in buying and selling a villa due to misdirection through marketing media, namely mockups. This study aims to analyze the legal considerations of judges in qualifying the elements/criteria of unlawful acts and to analyze the legal considerations of judges in determining compensation in the implementation of the villa sale and purchase agreement. This study uses a normative juridical method with analytic, secondary data sources with the presentation method in the form of narrative text and arranged systematically. The analytical method used is normative qualitative. The results of the study show that the consideration of the panel of judges stating that the Defendant concealed/misled information during the marketing of the villa was an unlawful act because it conflicted with the rights of other people. According to the author, the Defendant's actions were unlawful because they conflicted with the rights of other people and contradicted his own legal obligations, namely violating the provisions of Article 1491 of the Civil Code and violating his obligations as a seller in Article 7 point 1 and 2 of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. The consideration of the panel of judges in determining the compensation in this decision is correct because its fulfill article 1365 civil code and the compensation that is granted is in the form of interest which is in accordance with the Jurisprudence of the Supreme Court of the Republic of Indonesia No. 1076 K/Pdt/1996 dated 6 March 2000. | |
| 37758 | 44261 | A1F019072 | PENDUGAAN UMUR SIMPAN ABON IKAN NILA DENGAN BERBAGAI JENIS KEMASAN MENGGUNAKAN METODE PENDEKATAN KADAR AIR KRITIS | Abon ikan nila adalah produk olahan hasil perikanan dengan bahan baku ikan nila segar yang diberi bumbu, diolah dengan cara perebusan, penggorengan, dan pemisahan minyak. Penggunaan ikan nila pada pengolahan abon bertujuan untuk memberikan cita rasa dengan sumber bahan alami dan optimalisasi potensi lokal. Abon ikan dapat mengalami penurunan mutu akibat perubahan kimiawi, biologis, dan fisik yang terjadi selama penyimpanan. Abon sebagai salah satu produk industri pangan memiliki standar mutu yang telah ditetapkan oleh Departemen Perindustrian. Salah satu hal wajib yang harus disertakan dalam label kemasan yakni keterangan umur simpan atau masa kadaluwarsa untuk memberikan informasi kepada konsumen. Produk abon ikan nila tersebut belum diketahui umur simpannya. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menduga umur simpan dan mengetahui kandungan asam lemak bebas abon ikan nila yang disimpan pada berbagai jenis kemasan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pertanian selama 5 bulan dari bulan Oktober 2023 hingga Februari 2024 dengan tahapan penelitian meliputi persiapan alat dan bahan, pembuatan abon ikan nila, pengujian kadar asam lemak bebas, dan pendugaan umur simpan abon ikan nila dengan pendekatan kadar air kritis. Variabel yang diamati meliputi kadar air awal (g H2O/g padatan), kadar air kritis (g H2O/g padatan), kadar air kesetimbangan (g H2O/g padatan), kemiringan/slope kurva sorpsi isotermis, konstanta permeabilitas uap air kemasan (g/m2.hari.mmHg), luas permukaan kemasan (m2 ), berat kering produk dalam kemasan (g padatan), dan tekanan uap air jenuh (mmHg). Data yang diperoleh dihitung menggunakan aplikasi Ms. Excel dan dimasukkan kedalam persamaan model Bell dan Labuza (2000). Hasil penelitian menunjukkan kadar asam lemak bebas abon ikan nila sebelum penyimpanan sebesar 0,09% dan setelah dilakukan penyimpanan selama 30 hari dengan berbagai jenis kemasan mengalami peningkatan. Kadar asam lemak bebas abon yang dikemas menggunakan plastik polietilen (PE) menjadi sebesar 0,19%, kertas kraft (KK) senilai 0,23%, dan aluminium foil (AF) yaitu 0,16%. Umur simpan abon ikan nila yang dikemas menggunakan plastik polietilen (PE), kertas kraft (KK), dan aluminium foil (AF) pada RH 75% masingmasing memiliki umur simpan yang berbeda yaitu plastik polietilen 6,05 bulan, kertas kraft 5,27 bulan, dan aluminium foil 8,07 bulan. | Seasoned fish meat floss (“abon ikan”) is a processed fishery product made from fresh tilapia fish that is seasoned and processed by boiling, frying, and separating the oil. The use of tilapia in processing shredded meat aims to provide flavor with natural ingredients and optimize local potential. Fish floss can experience a decrease in quality due to chemical, biological, and physical changes that occur during storage. Abon, as a food industry product, has quality standards that have been set by the Ministry of Industry. The shelf life of this tilapia fish floss product is unknown. One of the mandatory things that must be included in the packaging label is information on the shelf life or expiration date to provide information to consumers. This research aims to estimate the shelf life and determine the free fatty acid content of tilapia floss stored in various types of packaging. The research was carried out at the Agricultural Technology Laboratory for 5 months, from October 2023 to February 2024, with research stages including the preparation of tools and materials, making tilapia floss, testing free fatty acid levels, and estimating the shelf life of tilapia floss using a critical water content approach. The variables observed include initial water content (g H2O/g solids), critical water content (g H2O/g solids), equilibrium water content (g H2O/g solids), slope of the isotherm sorption curve, packaging water vapour permeability constant (g/m2.day.mmHg), packaging surface area (m2), dry weight of packaged product (g solids), and saturated water vapor pressure (mmHg). The data obtained was calculated using the Ms. Excel and entered into the Bell and Labuza (2000) model equation. The research results showed that the free fatty acid content of tilapia floss before storage was 0,09%, and after storage for 30 days in various types of packaging increased. The content of shredded free fatty acids packaged using polyethylene (PE) plastic is 0,19%, kraft paper (KK) is 0,23%, and aluminium foil (AF) is 0,16%. The shelf life of shredded tilapia fish packaged using polyethylene plastic (PE), kraft paper (KK), and aluminium foil (AF) at RH 75% each has a different shelf life, namely polyethylene plastic 6,05 months, kraft paper 5,27 months, and aluminium foil 8,07 months. | |
| 37759 | 40504 | L1C019008 | Analisis Kelayakan Ekowisata Mangrove Berdasarkan Karakter Ekologi Di Pantai Laguna Lembupurwo, Kebumen, Jawa Tengah | Ekowisata merupakan pariwisata yang memiliki tujuan berupa pembangunan pariwisata secara ekologis, memberikan manfaat yang layak secara ekonomi, dan adil secara etika. Ekosistem mangrove termasuk dalam ekowisata Bahari, salah satunya terdapat di Pantai Laguna Lembupurwo, Kebumen, Jawa Tengah. Analisis kelayakan ekowisata perlu mempertimbangkan karakter ekologi mangrovenya seperti keanekaragaman jenis mangrove, komposisi jenis mangrove, kerapatan mangrove, biota disekitar kawasan mangrove, dan kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ekologi mangrove dan untuk mengetahui kelayakan ekowisata mangrove berdasarkan karakter ekologi di Pantai Laguna Lembupurwo. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 5 Maret dan 21 Maret 2023. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dengan penentuan titik sampling menggunakan metode random sampling sebanyak 9 titik pengamatan. Untuk mendapatkan hasil dilakukan analisis deskriptif dan kuantitatif dengan melakukan perhitungan menggunakan rumus indeks keanekaragaman jenis mangrove, komposisi jenis mangrove, kerapatan mangrove, dan analisis kelayakan kawasan menjadi ekowisata. Berdasarkan penelitian diperoleh keanekaragaman mangrove yang ditemukan terdiri dari 2 jenis yaitu Rhizophora mucronata dan Avicennia marina dengan komposisi jenis tertinggi terdapat di Rhizophora mucronata, kerapatan mangrove berkisar diantara kriteria jarang hingga sangat baik, memiliki komposisi jenis biota dan kualitas perairan yang baik sehingga ekosistem mangrove di Pantai Laguna Lembupurwo termasuk dalam kategori layak bersyarat hingga layak untuk dikembangkan menjadi ekowisata. Dalam pengembangannya diperlukan strategi yang melibatkan pemerintah, pengelola, dan partisipasi masyarakat setempat agar tetap dapat menjaga kelestarian ekosistem mangrovenya. | Ecotourism is tourism that has the goal of developing tourism ecologically, providing economically viable benefits, and ethically fair. Mangrove ecosystems are included in marine ecotourism, one of which is found at Lembupurwo Lagoon Beach, Kebumen, Central Java. Ecotourism feasibility analysis needs to consider the ecological characteristics of mangroves such as mangrove species diversity, mangrove species composition, mangrove density, biota around mangrove areas, and water quality. This study aims to determine the ecological characteristics of mangroves and to determine the feasibility of mangrove ecotourism based on ecological characteristics at Lembupurwo Lagoon Beach. Data collection was carried out on 5 and 21 March 2023. The research method used is the survey method with the determination of sampling points using random sampling method as many as 9 observation points. To get the results, descriptive and quantitative analysis was carried out by calculating using the mangrove species diversity index formula, mangrove species composition, mangrove density, and analyzing the feasibility of the area into ecotourism. Based on the research obtained mangrove diversity found consists of 2 types, namely Rhizophora mucronata and Avicennia marina with the highest species composition found in Rhizophora mucronata, mangrove density ranges from rare to very good criteria, has a good biota species composition and water quality so that the mangrove ecosystem at Lembupurwo Lagoon Beach is included in the conditionally feasible to feasible category to develop into ecotourism. In its development, a strategy is needed that involves the government, managers, and local community participation in order to maintain the sustainability of the mangrove ecosystem. | |
| 37760 | 40502 | E1A018009 | CERAI GUGAT KARENA SUAMI GEMAR BERJUDI (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Tanjung Karang Nomor 941/Pdt.G/2022/PA.Tnk) | ABSTRAK CERAI GUGAT KARENA SUAMI GEMAR BERJUDI (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Tanjung Karang Nomor 941/Pdt.G/2022/PA.Tnk) Oleh : DHIA RAFIF MUALLIM E1A018009 Pasal 1 Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang berbunyi “Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. dan Pasal 3 Kompilasi Hukum Islam yang menyebutkan bahwa “Perkawinan bertujuan untuk mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara cerai gugat pada Putusan Pengadilan Agama Tanjung Karang Nomor 941/Pdt.G/2022/PA.Tnk. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah perspektif analisis. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil simpulan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara cerai gugat karena suami gemar berjudi pada Putusan Pengadilan Agama Tanjung Karang Nomor 941/Pdt.G/2022/PA.Tnk hanya mendasarkan pada Pasal 39 ayat (2) Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo. Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (f) Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam, dapat ditambahkan penjelasan Pasal 39 ayat (2) huruf a dan d Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo. Pasal 19 huruf (a) dan (d) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (a), dan (d) atau huruf (a) dan (d) Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam dan Pasal 19 huruf (g) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (g) Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam dalam dasar hukumnya. Akibat hukum berdasarkan putusan tersebut adalah putusnya ikatan perkawinan antara Penggugat dan Tergugat, secara normatif akibat hukum terhadap anak dalam kasus ini hak asuh anak jatuh kepada Penggugat, mengenai harta bersama selama tidak di tentukan dalam perjanjian maka di bagi seperdua untuk masing – masing pihak, dan terkait nafkah, isteri berhak mendapat nafkah iddah dari Tergugat dan Tergugat tetap wajib memberi nafkah kepada anak. Kata Kunci : Cerai Gugat, Judi, Akibat Hukum. | ABSTRACT DIVORCE SUIT BECAUSE HUSBAND LOVES GAMING (Juridical Review of Tanjung Karang Religious Court Decision Number 941/Pdt.G/2022/PA.Tnk) By : DHIA RAFIF MUALLIM E1A018009 Article 1 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage which reads "Marriage is an inner and outer bond between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family or household based on Belief in the One Almighty God". and Article 3 of the Compilation of Islamic Law which states that "Marriage aims to create a sakinah, mawaddah, and rahmah household life". The problem in this study is how the basis for the judge's legal considerations in deciding the divorce case was contested in the Tanjung Karang Religious Court Decision Number 941/Pdt.G/2022/PA.Tnk. The approach method used is a normative juridical approach. The research specification used is an analytical perspective. The data analysis method used is a qualitative normative analysis method. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the judge's legal considerations in deciding the divorce suit because the husband likes to gamble at the Tanjung Karang Religious Court Decision Number 941/Pdt.G/2022/PA.Tnk only based on Article 39 paragraph (2) of the Law – Law Number 1 of 1974 concerning Marriage jo. Article 19 letter (f) Government Regulation Number 9 of 1975 jo. Article 116 letter (f) Presidential Instruction No. 1 of 1991 concerning Compilation of Islamic Law, an explanation can be added to Article 39 paragraph (2) letters a and d of Law No. 1 of 1974 concerning Marriage jo. Article 19 letters (a) and (d) Government Regulation Number 9 of 1975 jo. Article 116 letters (a), and (d) or letters (a) and (d) Presidential Instruction Number 1 of 1991 concerning Compilation of Islamic Law and Article 19 letter (g) Government Regulation Number 9 of 1975 jo. Article 116 letter (g) Presidential Instruction Number 1 of 1991 concerning Compilation of Islamic Law in its legal basis. The legal consequence based on the decision is the breaking of the marriage bond between the Plaintiff and the Defendant, normatively the legal consequences for the child in this case the custody of the child falls to the Plaintiff, regarding joint property as long as it is not specified in the agreement then it is divided in half for each party, and related to maintenance, the wife has the right to receive iddah maintenance from the Defendant and the Defendant is still obliged to provide maintenance to the child. Keywords: Divorce Lawsuit, Gambling, Legal Consequences |