Home
Login.
Artikelilmiahs
39981
Update
ABHITA DAFFA KORESSA
NIM
Judul Artikel
KERAGAAN KARAKTER AGRONOMIK DAN PARAMETER GENETIK GALUR-GALUR PADI HITAM F7 HASIL PERSILANGAN PADI HITAM DENGAN MENTIK WANGI DI DESA PANICAN KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tanaman padi merupakan tanaman semusim dan termasuk golongan rerumputan. Terdapat 25 spesies padi tersebar di daerah tropik Asia. Spesies tanaman padi yang umum ditanam di Indonesia adalah Oryza sativa. Berdasarkan sistem budidaya, tanaman padi dibedakan menjadi dua tipe yaitu padi lahan kering (gogo) dan padi lahan sawah yang ditanami di lahan yang selalu tergenang air. Varietas tanaman padi sawah yang dikenal di Indonesia adalah varietas Padi Hitam dan Mentik Wangi. Padi Hitam merupakan padi yang menghasilkan beras berwarna hitam dengan gabah berwarna coklat. Padi Hitam berpotensi sebagai sumber makanan sehat dengan kandungan antosianin yang tinggi. Mentik Wangi merupakan padi dengan aroma khas pada nasi yang dihasilkan, sehingga termasuk golongan padi aromatik. Penelitian dilaksanakan pada lahan sawah di Desa Panican yang terletak di Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga (titik koordinat: 7°26'42.0"S 109°23'27.7"E). Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 1 faktor dengan 3 ulangan. Galur dan varietas yang digunakan terdiri dari 6 galur Padi Hitam hasil persilangan Padi Hitam dengan Mentik Wangi, dan 2 varietas tetua yaitu Padi Hitam dan Mentik Wangi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F pada taraf kesalahan 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila hasil analisis menunjukan ada beda nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) taraf kesalahan 5%. Keragaan agronomik galur-galur F7 sebagian besar menunjukkan hasil sifat kualitatif yang sama dengan tetuanya Padi Hitam dan Mentik Wangi. Adapun untuk variabel kuantitatif terdapat perbedaan yang signifikan antara galur-galur F7 dan tetua Padi Hitam dengan tetua Mentik Wangi. Hasil Panen Per Hektar (HPPH) 8 genotipe padi, daya hasil galur 482-1-4 cukup baik yaitu 5,5 Ton/Ha dibandingkan dengan Padi Hitam sebesar 4,09 Ton/Ha dan Mentik Wangi 4,08 Ton/Ha. Heritabilitas yang tinggi terdapat pada variabel tinggi tanaman, panjang malai, jumlah gabah per malai, bobot gabah per malai dan bobot gabah per rumpun. Variabel dengan heritabilitas tinggi dapat digunakan sebagai kriteria seleksi galur-galur hasil persilangan Padi Hitam dan Mentik Wangi. Nilai Koefisien Keragaman Genotip (KKG) untuk semua variabel kuantitatif memiliki skor rendah. Informasi nilai heritabilitas dan koefisien keragaman genotip padi galur F7 berguna untuk seleksi tanaman pada tahap pengembangan varietas selanjutnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Rice plants are annuals and belong to the grass group. There are 25 species of rice distributed in tropical Asia. The common rice plant species grown in Indonesia is Oryza sativa. Based on the cultivation system, rice plants are divided into two types, namely upland rice (gogo) and rice paddy fields planted on land that is always flooded. The varieties of rice plants known in Indonesia are black rice varieties and Mentik Wangi. Black rice is rice that produces black rice with brown grain. Black rice has the potential as a source of healthy food with high anthocyanin content. Mentik Wangi rice is rice with a special aroma in the rice produced, so it belongs to the aromatic rice group. The research was conducted on rice fields in Panican Village located in Kemangkon District, Purbalingga Regency (coordinate points: 7°26'42.0"S 109°23'27.7" E). The experimental design used in this study was a Group Randomized Design (RAK) consisting of 1 factor with 3 repeats. The strains and varieties used consist of 6 strains of Black Rice from crossing Black Rice with Mentik Wangi, and 2 varieties of parentals, namely Black Rice and Mentik Wangi. The data obtained were analyzed using the F test at an error level of 5% to determine the effect of treatment. If the results of the analysis show that there is a real difference, further tests are carried out using DMRT (Duncan's Multiple Range Test) error rate of 5%. The agronomic traits of F7 strains mostly show the same qualitative properties as its parental’s black rice and Mentik Wangi. As for quantitative variables, there are significant differences between F7 strains and black rice parental and Mentik Wangi parental. Yield Per Hectare (HPPH) 8 rice genotypes, the yield of the 482-1-4 strain is better at 5.5 Tons / Ha compared to black rice at 4.09 Tons / Ha and Mentik Wangi at 4.08 Tons / Ha. High heritability is found in the variables of plant height, panicle length, number of grains per panicle, grain weight per panicle, and grain weight per clump. Variables with high heritability can be used as selection criteria for strains resulting from crosses of black rice and Mentik Wangi. The Coefficient of Genotypic Diversity (KKG) for all quantitative variables has a low score. Information on heritability values and the coefficient of the genotypic diversity of F7 rice lines are useful for plant selection at later varieties development stages.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save