Artikelilmiahs
Menampilkan 34.381-34.400 dari 49.942 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 34381 | 37321 | I1A018081 | GAMBARAN KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI (KIPI) VAKSIN COVID-19 DI KECAMATAN KEBUMEN KABUPATEN KEBUMEN | Latar Belakang: KIPI merupakan segala kejadian medis yang dirasakan seseorang setelah vaksin diberikan. Pencatatan dan pelaporan KIPI penting dilakukan, adanya kemungkinan timbul efek samping setelah vaksinasi harus ditangani dengan cepat dan efektif, untuk melihat keamanan dan efektivitas vaksin serta membantu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi. Studi pendahuluan yang telah dilakukan saat ini pencatatan masih kurang lengkap serta belum adanya evaluasi terkait KIPI di Kecamatan Kebumen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran KIPI yang terjadi di Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah masyarakat Kecamatan Kebumen yang telah divaksinasi minimal dosis pertama. Sampel penelitian ini sebanyak 403 responden, menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan google form. ariabel yang diamati yaitu umur, jenis kelamin, pekerjaan, riwayat penyakit, riwayat covid-19, jenis vaksin, dosis vaksin, kejadian KIPI dan lama waktu awal gejala muncul, kecemasan, upaya penanganan KIPI, dan pelaporan KIPI Analisis data yang digunakan adalah uji univariat. Hasil Penelitian: Masyarakat sebagian besar mengalami KIPI (75,9%), sebagian besar perempuan pada rentang umur 17-25 tahun, tidak memiliki riwayat penyakit penyerta, tidak pernah menderita Covid-19, gejala yang paling banyak dirasakan adalah pegal di lokasi suntikan (80,7%), paling banyak merasakan pada vaksinasi dosis kedua, jenis vaksin Sinovac, waktu awal gejala muncul <24 jam, sembuh tanpa obat, dan sebagian besar tidak melakukan pelaporan. Simpulan: Gejala KIPI yang dialami masyarakat masih masuk dalam kategori KIPI ringan (non-serius). Saran : Bagi masyarakat tidak perlu takut untuk divaksinasi karena gejala yang dialami oleh masyarakat yang mengalami KIPI masih masuk dalam kategori ringan. | Background: AEFIs are all medical events that a person feels after the vaccine is given. Recording and reporting of AEFIs is important, the possibility of side effects after vaccination must be handled quickly and effectively, to determine the safety and effectiveness of the vaccine and to help maintain public trust in the immunization program. Preliminary studies that have been carried out are currently still incomplete and there is no evaluation related to AEFI in Kebumen District. The purpose of this study was to determine the description of AEFI in Kebumen District, Kebumen Regency. Method: This research is a descriptive study with a cross sectional approach. The population of this study was the people of Kebumen District who had been vaccinated at least the first dose. The sample of this study is 403 respondents, using accidental sampling technique. Data collection is done using google form. The variables observed were age, gender, occupation, history of illness, history of covid-19, vaccine type, vaccine dose, incidence of AEFI and duration of onset of symptoms, anxiety, efforts to handle AEFIs, and reporting of AEFIs. The data analysis used was univariate test. Research result: Most people experience AEFI (75.9%), most of them are women in the age range of 17-25 years, have no history of comorbidities, have never suffered from Covid-19, the most felt symptom is soreness at the injection site (80.7 %), most felt on the second dose of vaccination, type of Sinovac vaccine, the initial time of symptoms appeared <24 hours, recovered without medication, and most of them did not report. Conclusion: Symptoms of AEFI experienced by the community are still in the category of mild AEFI (non-serious). Suggestion: There is no need to be afraid to be vaccinated because the symptoms experienced by people experiencing AEFI are still in the mild category. | |
| 34382 | 37322 | F1C015070 | RESEPSI USER TERHADAP KONTEN HOROR KAKAK BERADIK PODCAST DALAM MOP CHANNEL YOUTUBE | Kakak Beradik Podcast menjadi hal menarik karena walaupun hanya progam tapi mampu menarik User untuk menjadi penonton. Terlebih lagi menjadi salah satu tayangan horor yang saat ini banyak diminati orang. Selain itu, juga memiliki keunikan dibanding dengan Channel Youtube horor lainnya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk Mendeskripsikan resepsi user mengenai konten dalam MOP Channel, pendapat user dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda melihat adegan mistik yang ada, dan pemaknaan user terkait konten Horor Kakak Beradik Podcast memakai teori encoding yaitu dominan, oposisi, dan negosiasi Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan adalah user yang memiliki intensitas cukup sering dalam mengakses channel Kakak Beradik Podcast. Metode pengumpulan data yang digunakan focus group discussion dan dokumentasi. Metode Analisis data menggunakan analisis interaktif dan validasi data menggunakan triangulasi data sumber. Berdasarkan penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa tiap pemaknaan yang diberikan dan dinyatakan oleh user berdasarkan pada sudut pandang dan latar belakang masing-masing informan. Tentunya setiap informan memiliki pendapat yang berbeda berdasarkan pemaknaan yang mereka maknai. Peneliti mengambil kesimpulan channel youtube Kakak Beradik Podcast melalui video horornya memberikan informasi kepada setiap usernya. Selain itu, channel youtube Kakak Beradik Podcast melalui tayangan-tayangan horror juga dianggap menyebarkan ketakutan meskipun di sisi lainnya informan juga menganggap bahwa video horor channel youtube Kakak Beradik Podcast bersifat menghibur. | Kakak Beradik Podcasts are interesting because even though they are only programs, they are able to attract users to become viewers. Moreover, it is one of the horror shows that are currently in great demand by people. In addition, it also has a uniqueness compared to other horror Youtube Channels. Therefore, the purpose of this study is to describe the user's reception of the content in the MOP Channel, the opinions of users with different backgrounds and experiences seeing the mystical scenes that exist, and the meaning of users regarding Kakak Beradik Podcast content using encoding theory, dominant, opposition, and negotiatio The research method used in this research is qualitative with a descriptive approach. Informants are users who have a fairly frequent intensity in accessing the Brothers Podcast channel. The data collection method used was focus group discussion and documentation. Methods Data analysis uses interactive analysis and data validation uses source data triangulation. Based on the research conducted, it is concluded that each meaning given and stated by the user is based on the point of view and background of each informant. Of course, each informant has a different opinion based on the meaning they interpret. The researcher concludes that the Brothers Brothers Podcast youtube channel through its horror video provides information to each user. In addition, the Brothers and Sisters Podcast youtube channel through horror shows is also considered to spread fear, although on the other hand the informant also thinks that the horror videos of the Brothers Podcast YouTube channel are entertaining. | |
| 34383 | 37323 | K1C018070 | Uji Akurasi Spektrometer Gamma Dengan Detektor HPGe Menggunakan Sumber Standar Co-57 dan Co-60 Di Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran BRIN | Alat pencacah spektrometer gamma yang terdapat di bidang keselamatan kerja dan proteksi radiasi setelah digunakan sekian lama maka perlu untuk mengetahui apakah masih memiliki kinerja seperti yang diharapkan. Karena itu dilakukan uji akurasi dan presisi alat pencacah menggunakan sumber standar yaitu Co-57 dan Co-60. Uji akurasi dan presisi dilakukan dengan cara menghitung aktivitas sumber standar yang difungsikan sebagai sampel. Untuk mendapatkan nilai aktivitas maka dilakukan pencacahan sampel selama 300 detik dengan pengulangan dari tegangan 2.300 ˗ 2.600 volt dengan rentang 50 volt, serta tegangan pembanding 2.869 volt. Sumber standar Co-57 dan Co-60 dinyatakan lulus atau diterima berdasarkan hasil uji akurasi dan presisi. Metode control chart juga dilakukan untuk mengontrol fungsi spektrometer gamma dengan tujuan memantau keabsahan suatu hasil pengujian. Control chart diperoleh dari hasil database Quality Assurance (QA) spektrometer gamma pada software GammaVision. Dari Control Chart tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja spektrometer gamma masih cukup baik dilihat dari nilai control chart yang berada pada kategori daerah batas aman yang diizinkan. | Gamma spectrometer counters are available in the field of work safety and radiation protection after being used for a long time, it is necessary to find out whether they still have the expected performance. Therefore, the accuracy and precision of the chopper was tested using standard sources, namely Co-57 and Co-60. The accuracy and precision test is carried out by calculating the activity of a standard source that is used as a sample. To get the activity value, the sample was counted for 300 seconds with a repetition of a voltage of 2.300 ˗ 2.600 volts with a range of 50 volts, and a comparison voltage of 2.869 volts. Co-57 and Co-60 standard sources are declared passed or accepted based on the results of accuracy and precision tests. The control chart is also used to control the function of the gamma spectrometer with the aim of monitoring the validity of a test result. Control chart is obtained from database Quality Assurance (QA) gamma spectrometer on software GammaVisionFrom the Control Chart , it can be concluded that the performance of the gamma spectrometer is still quite good, judging from the control chart which is in the category of the permitted safe limit area. | |
| 34384 | 37324 | A1D018134 | PENGUJIAN DOSIS CAMPURAN JAMUR PATOGEN GULMA TERHADAP RUMPUT BELULANG (Eleusine indica L.) In Vivo | Eleusine indica (L.) Gaertn (rumput belulang) mampu berkembangbiak dengan cepat dan tumbuh liar pada area pertanian sehingga menimbulkan kerugian. Perlu dicari alternatif lain untuk mengendalikan gulma agar ramah lingkungan yaitu dengan memanfaatkan jamur patogen gulma. penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis yang tepat untuk jamur patogen gulma baik tunggal ataupun campuran dalam mengendalikan gulma rumput belulang. Penelitian ini dilaksanakan di Lapangan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Agustus 2021 hingga januari 2022. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama perlakuan patogen jamur Fusarium sp., Curvularia sp., Chaetomium sp., Campuran jamur patogen gulma Fusarium sp., & Curvularia sp., Campuran jamur patogen gulma Fusarium sp., & Chaetomium sp., Campuran jamur patogen gulma Curvularia sp., & Chaetomium Sp., Campuran jamur patogen gulma Fusarium sp., Curvularia sp., & Chaetomium sp. Faktor kedua yaitu Dosis 500 L/Ha, 750 L/Ha, dan 1000 L/Ha. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah masa inkubasi, intensitas penyakit, AUDPC, tinggi tanaman, bobot segar gulma dan bobot kering gulma. Berdasarkan hasil penelitian bahwa perlakuan campuran Fusarium sp & Chaetomium sp. memiliki intensitas penyakit 61 % AUDPC 79%, serta mampu menekan tinggi gulma 5%, bobot segar 44% dan bobot kering 37% lebih besar dibandingkan kontrol. Dosis 500 L/Ha direkomendasikan dalam mengendalikan gulma rumput belulang. | Eleusine indica (L.) Gaertn (bone grass) is able to reproduce quickly and grow wild in agricultural areas, causing losses. It is necessary to look for other alternatives to control weeds so that they are environmentally friendly, namely by utilizing weed pathogenic fungi. This study aims to determine the right dose for weed pathogenic fungi, either singly or mixed in with controlling weed grass. This research was carried out in the experimental field of the Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, from August 2021 to January 2022. The design used in this study was a Factorial Randomized Block Design (RAK) consisting of two factors. The first factor was the treatment of fungal pathogens like Fusarium sp., Curvularia sp., Chaetomium sp., and mixed weed pathogenic fungi Fusarium sp., & Curvularia sp., Mixed weed pathogenic fungi Fusarium sp., & Chaetomium sp., Mixed weed pathogenic fungi Curvularia sp. , & Chaetomium Sp., Mixture of weed pathogenic fungi Fusarium sp., Curvularia sp., & Chaetomium sp. The second factor is the dose of 500 L/Ha, 750 L/Ha, and 1000 L/Ha. The variables observed in this study were incubation period, disease intensity, AUDPC, plant height, weed fresh weight, and weed dry weight. Based on the results of the study, the mixed treatment of Fusarium sp & Chaetomium sp. had a disease intensity of 61% AUDPC 79% and was able to suppress weed height 5%, fresh weight 44%, and dry weight 37% greater than the control. A dose of 500 L/Ha is recommended for controlling bone grass weeds | |
| 34385 | 37325 | F1A018004 | PERAN BUDAYA PAMALI DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN DI KAMPUNG KUTA KABUPATEN CIAMIS | Pencegahan dan penanganan kerusakan lingkungan adalah tanggungjawab semua lapisan masyarakat, salah satunya dapat dilakukan melalui optimalisasi kearifan lokal. Dari banyaknya kearifan lokal yang ada di Indonesia, budaya pamali merupakan salah satu budaya yang cukup terkenal sebagai warisan leluhur. Selain itu, pamali juga merupakan ketentuan hidup yang mengikat pada masyarakat adat, salah satunya adalah masyarakat Kampung Kuta di Kabupaten Ciamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran budaya pamali dalam pelestarian lingkungan di Kampung Kuta. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran budaya pamali ini cukup signifikan dalam pelestarian lingkungan di Kampung Kuta. Budaya pamali ini dijadikan sebagai pedoman dan kontrol sosial masyarakat lokal Kampung Kuta dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dan pelestarian lingkungan khususnya Leuweung Gede atau hutan keramat yang dianggap sebagai tempat yang suci di Kampung Kuta. Ketaatan masyarakat Kampung Kuta ini dilaksanakan dengan penuh kesadaran karena aturan dan larangan tersebut bersifat mengikat masyarakat. | Prevention and handling of environmental damage is the responsibility of all levels of society, one of which can be done through optimizing local wisdom. Of the many local wisdoms that exist in Indonesia, pamali culture is one that is quite well known as an ancestral heritage. In addition, pamali is also a condition of life that is binding on indigenous peoples, one of which is the community of Kampung Kuta in Ciamis Regency. This study aims to determine the role of pamali culture in environmental conservation in Kampung Kuta. While the research method used is a qualitative research method. The results show that the role of pamali culture is quite significant in environmental conservation in Kampung Kuta. This pamali culture is used as a guide and social control for the local community of Kuta Village in carrying out their daily lives and preserving the environment, especially Leuweung Gede or sacred forest which is considered a sacred place in Kuta Village. The obedience of the people of Kampung Kuta is carried out with full awareness because these rules and prohibitions are binding on the community. | |
| 34386 | 37326 | A1D015128 | KARAKTERISTIK MORFOLOGI TANAMAN AREN (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) DALAM SISTEM AGROFORESTRI DI DESA SUNYALANGU KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan mempelajari lebih jauh tentang karakter morfologi tanaman aren dalam sistem agroforestri di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2021 hingga Maret 2022, menggunakan metode survei, observasi, dan wawancara. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive Random Sampling yang diambil pada ketinggian yang berbeda yaitu ≤500 m dpl, 501-700 m dpl, dan >700 m dpl. Data yang diamati dalam penelitian meliputi, bagian vegetatif tanaman, bagian generatif tanaman, serta sistem agroforestri yang diterapkan di lokasi. Rerata tinggi batang dan diameter batang tertinggi berada pada ketinggian >700 m dpl. Sedangakan rerata jumlah pelepah tetinggi berada pada ketinggian ≤500 m dpl. Rerata jumlah anak daun tertinggi berada pada ketinggian 501-700 m dpl. Rerata lebar pangkal daun tertinggi berada pada ketinggian >700 m dpl. Sedangkan rerata panjang rachis tertinggi berada pada ketinggian 501-700 m dpl. Rerata jumlah mayang jantan dan betina paling tinggi berada pada ketinggian 501-700 m dpl. Rerata lilit tangkai mayang betina tertinggi berada pada ketinggian 700 m dpl. Rerata panjang rangkaian mayang betina berada pada ketinggian 501-700 m dpl. Sistem agroforestri yang diterapkan di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas adalah agroforestri kompleks dengan pola tanam polikultur. | This study aims to learn more about the morphological characters of sugar palm in the agroforestry system in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. This research was conducted from September 2021 to March 2022, using survey, observation, and interview methods. Sampling was carried out using the purposive random sampling method which was taken at different altitudes, namely 500 m asl, 501-700 m asl, and >700 m asl. The data observed in the study included the vegetative part of the plant, the generative part of the plant, as well as the agroforestry system applied at the site. The highest average stem height and stem diameter were at an altitude of >700 m asl. Meanwhile, the highest average number of fronds is at an altitude of 500 m above sea level. The highest mean number of leaflets is at an altitude of 501-700 m above sea level. The average width of the highest leaf base is at an altitude of >700 m above sea level. While the highest average rachis length is at an altitude of 501-700 m above sea level. The highest mean number of male and female mayang is at an altitude of 501-700 m above sea level. The highest mean female mayang stalk is at an altitude of 700 m above sea level. The average length of the female mayang series is at an altitude of 501-700 m above sea level. The agroforestry system applied in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency is complex agroforestry with a polyculture cropping pattern. | |
| 34387 | 37327 | I1I020002 | Analisis Kualitas Makanan Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Tingkat Kepuasan Karyawan Pada Penyelenggaraan Makanan Di PT Arteria Daya Mulia Cirebon | Latar Belakang: Penyelenggaraan makanan karyawan pada industri dapat mempengaruhi produktivitas kerja. Keberhasilan penyelenggaraan makanan di perusahaan dapat dilihat dari kepuasan karyawan terhadap kualitas makanan dan pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas makanan dan pelayanan terhadap tingkat kepuasan karyawan pada penyelenggaraan makan siang di PT Arteria Daya Mulia. Metode: Desain penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel 94 responden diambil secara purposive sampling. Kualitas makanan, kualitas pelayanan dan kepuasan karyawan diukur dengan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Hasil Penelitian: PT Arteria Daya Mulia memiliki kantin yang menyediakan makanan untuk karyawannya yang dikelola oleh perusahaannya sendiri. Sebanyak 72,3% responden berjenis kelamin laki-laki, 34% responden berusia 40-49 tahun, 79,8% responden memiliki pendidikan terakhir SMA/SMK, dan 53,2% responden bekerja <10 tahun. Sebanyak 55,3% responden menilai kualitas makanan yang disajikan baik, 72,3% responden menilai kualitas pelayanan yang diberikan baik dan 78,7% responden merasa puas. Hasil uji Chi Square menunjukkan ada hubungan kualitas makanan(p=0,000) dan kualitas pelayanan(p=0,000) terhadap tingkat kepuasan karyawan pada penyelenggaraan makan siang di PT Arteria Daya Mulia Cirebon. Kesimpulan: Ada hubungan kualitas makanan dan kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan karyawan pada penyelenggaraan makan siang. | Latar Belakang: Provision of employee meals in the industry can affect work productivity. The success of food administration in the company can be seen from employee satisfaction with food quality and service quality. This study aims to determine the relationship between quality of food and service to the level of employee satisfaction at the luncheon at PT Arteria Daya Mulia. Methods: The design of this study was observational with a cross sectional approach, a sample of 94 respondents was taken by purposive sampling. Food quality, service quality and employee satisfaction are measured by questionnaires that have been tested for validity and reliability. Results: PT Arteria Daya Mulia has a canteen that provides food for its employees which is managed by its own company. A total of 72.3% of respondents are male, as many as 34% of respondents are aged 40-49 years, 79.8% of respondents have the last education of SMA/SMK, and 53.2% of respondents work <10 years. As many as 55,3% of respondents rated the quality of the food served as good, 72.3% of respondents considered the quality of service provided to be good and 78,7% of respondents were satisfied. The results of the Chi Square test showed that there was a relationship between food quality (p = 0.000) and service quality (p = 0.000) on the level of employee satisfaction at the luncheon at PT Arteria Daya Mulia Cirebon. Conclusion: There is a relationship between quality of and service on the level of employee satisfaction at the luncheon. | |
| 34388 | 37054 | C2A018014 | Determinan Permintaan Reasuransi Pada Sektor Asuransi Umum Indonesia | Penelitian ini berbentuk riset asosiatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan obyek industri asuransi sektor umum yang beroperasi di Indonesia. Penelitian ini mengambil judul Determinan Permintaan Reasuransi Pada Sektor Asuransi Umum Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan pengaruh secara bersama-sama variabel harga reasuransi, pertumbuhan premi, likuiditas, risiko underwriting, risiko solvabilitas, inflasi, suku bunga dan pertumbuhan ekonomi terhadap permintaan reasuransi pada sektor asuransi umum Indonesia. Data yang digunakan merupakan data time series dari tahun 2015 sampai tahun 2020 dan data cross section sebanyak 63 perusahaan asuransi umum. Pemilihan model regresi setelah dilakukan Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier (LM), model terbaik adalah Random Effect Model (REM). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa secara parsial: (1) harga reasuransi berpengaruh positif, (2) pertumbuhan premi berpengaruh negatif, (3) likuiditas berpengaruh negatif, (4) risiko underwriting berpengaruh positif, (5) risiko solvabilitas tidak berpengaruh, (6) inflasi tidak berpengaruh, (7) suku bunga berpengaruh negatif dan (8) pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh. Sedangkan, Hasil pengaruh secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap permintaan reasuransi dan menerima hipotesis. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu perusahaan asuransi umum sebaiknya lebih memperhatikan tingkat likuiditas dan risiko underwriting. Hasil ini juga mendorong perusahaan asuransi, untuk meningkatkan kapasitas permodalannya sehingga dapat menerima risiko lebih banyak untuk polis dengan beragam risiko, mendorong segera terbentuknya perusahaan reasuransi domestik dengan kapasitas yang besar, dan meningkatkan jumlah dan kualitas sumber daya manusia di sektor asuransi umum. Tingkat likuiditas yang semakin baik dapat meningkatkan kapasitas retensi sendiri untuk dapat menanggung sendiri risiko polis yang diterbitkan. Pendapatan premi yang diterima dari pemegang polis tidak seluruhnya harus diserahkan ke reasuransi, perusahaan dapat memanfaatkan untuk pertumbuhan bisnis. | This research is in the form of associative research using a quantitative approach with the object of the general sector insurance industry operating in Indonesia. This study takes the title Determinants of Reinsurance in the Indonesian General Insurance Sector. The purpose of this study was to determine the partial and joint effect of reinsurance price variables, premium growth, liquidity, underwriting risk, solvency risk, inflation, interest rates, and economic growth on reinsurance demand in general insurance sector in Indonesia. The data used is time series data from 2015 to 2020 and cross-section data of 63 general insurance companies. In the selection of the regression model after the Chow Test, Hausman Test, and Lagrange Multiplier (LM) test, the best model is the Random Effect Model (REM). The results of statistical tests show that partially: (1) reinsurance prices have a positive effect, (2) premium growth has a negative effect, (3) liquidity has a negative effect, (4) insurance risk has a positive effect, (5) solvency risk has no effect, (6) inflation has no effect, (7) interest rates have a negative effect and (8) economic growth has no effect. Meanwhile, the joint influence has a positive effect on reinsurance demand and accepts the hypothesis. The implication of the conclusion above is those general insurance companies should pay more attention to the level of liquidity and risk of underwriting. This result also encourages insurance companies to increase their capital capacity so that they can accept more risks for policies with various risks, encourage the immediate formation of domestic reinsurance companies with large capacities, and increase the number and quality of human resources in the general insurance sector. A better level of liquidity can increase its retention capacity to be able to enjoy the risks of the policies issued. Premium income received from policyholders does not have to be entirely submitted to reinsurance, the company can use it for business growth. | |
| 34389 | 45219 | C1C020093 | Analisis Kinerja Usaha PT Mozaik Furniture Dengan Pendekatan Balanced Scorecard | Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilakukan pada PT Mozaik Furniture yang beralamat di Jl. Raya Pondok Gede No.17A, Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, DKI Jakarta. Penulis menilai kinerja perusahaan dengan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard dalam penelitian ini. Balanced Scorecard merupakan metode holistik dalam menilai kinerja yang diciptakan oleh Kaplan dan Norton pada tahun 1996. Teknik ini bertujuan untuk menilai kinerja suatu perusahaan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan seluruh sudut pandang penilaian kinerja, yaitu: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan. Perspektif finansial menilai sejauh mana kontribusi finansial perusahaan dapat berdampak positif terhadap kesuksesan perusahaan secara keseluruhan. Perspektif pelanggan didefinisikan oleh kapasitas perusahaan untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada dan menarik konsumen baru. Perspektif proses bisnis internal dinilai berdasarkan kapasitas perusahaan dalam mengelola operasinya dengan sukses dan efisien. Efisiensi dapat dicapai ketika organisasi berhasil memenuhi seluruh tujuan bisnisnya dalam proses operasionalnya. Efisiensi suatu perusahaan sebagian besar ditentukan oleh kemampuannya memangkas biaya, sehingga menghasilkan penghematan yang signifikan. Sementara dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, efektivitas program pelatihan perusahaan dapat diukur dari sejauh mana program tersebut meningkatkan keterampilan dan kemampuan seluruh karyawan, yang menunjukkan dampaknya terhadap pembelajaran dan pengembangan. Seiring dengan semakin berkembangnya pengetahuan dan keterampilan karyawan, maka secara konsisten akan dihasilkan barang-barang inovatif yang banyak dicari oleh konsumen. Berdasarkan analisis Balanced Scorecard yang dilakukan di PT Mozaik Furniture, penelitian ini menentukan bahwa kinerja perusahaan pada seluruh perspektif Balanced Scorecard, antara lain perspektif keuangan, konsumen, proses bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, dinilai “memadai” dan mendekati a tingkat "baik". Kata Kunci: Balanced Scorecard, keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, pembelajaran dan pertumbuhan. | This study is a case study conducted at PT Mozaik Furniture, which is located at Jl. Raya Pondok Gede No. 17A, Dukuh, Kramat Jati, East Jakarta, DKI Jakarta. The author assesses the company's performance by employing the balanced scorecard approach in this study. The balanced scorecard is a holistic method for assessing performance that was created by Kaplan and Norton in 1996. This technique aims to completely assess the performance of a firm by considering all viewpoints of performance assessment, namely: finance, customers, internal business processes, and learning and growth. The financial perspective assesses the degree to which the company's financial contribution can positively impact its overall success. The customer perspective is defined by the company's capacity to maintain existing customers and attract new consumers. The internal business process perspective is assessed based on the company's capacity to successfully and efficiently manage its operations. Efficiency can be attained when the organization successfully meets all of its business objectives in its operational processes. The efficiency of a corporation is mostly determined by its ability to cut costs, resulting in significant savings. Meanwhile for learning and growth perspective, the effectiveness of the company's training programs can be measured by the degree to which they enhance the skills and capabilities of all employees, indicating their impact on learning and development. As employees' knowledge and skills continue to grow, they will consistently generate innovative items that are highly sought after by consumers. Based on the balanced scorecard analysis conducted at PT Mozaik Furniture, this study determines that the company's performance in all perspectives of the balanced scorecard, including financial, consumer, internal business processes, and learning and growth perspectives, is considered "adequate" and approaching a "good" level. Keywords: Balanced Scorecard, finance, customers, internal business processes, learning and growth. | |
| 34390 | 37990 | F1A018096 | STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA CURUG JENGGALA BERBASIS COMMUNITY BASED TOURISM DI MASA PANDEMI COVID-19 | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengelola wisata dalam melakukan pengembangan objek wisata Curug Jenggala, hambatan dan solusi dalam melakukan pengembangan objek wisata Curug Jenggala. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif. Informan ditentukan dengan teknik purposive sampling, yang terpilih adalah pengelola objek wisata Curug Jenggala. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Curug Jenggala merupakan objek wisata berbasis Community Based Tourism yang menempatkan masyakat lokal sebagai subjek utama dalam melakukan pengembangan wisata. Keberadaan objek wisata Curug Jenggala mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dengan terbukanya lapangan pekerjaan. Strategi yang diterapkan pengelola objek wisata Curug Jenggala sesuai dengan konsep manajemen strategi Karhi, yaitu pertama pembuatan, penerapan, dan evaluasi strategi. Kedua promosi, riset dan pengembangan setelah riset. Hambatan utama yang dialami oleh pengelola objek wisata adalah terkait keuangan, oleh sebab itu perhatian lebih dari pihak luar (pemerintah dan investor) menjadi penting dalam pengembangan objek wisata Curug Jenggala. | This study aims to describe the strategy of tourism managers in developing the Curug Jenggala tourist attraction, obstacles and solutions in developing the Curug Jenggala tourist attraction. The research was conducted using qualitative methods. Informants were determined by purposive sampling technique, the chosen one was the manager of the Jenggala Curug tourist attraction. Research data were collected through interviews, observation, and documentation. The data analysis technique uses the Miles and Huberman data analysis model. The results of the study show that Curug Jenggala is a community-based tourism object that places the local community as the main subject in tourism development. The existence of the Jenggala Curug tourist attraction is able to improve the welfare of local communities by opening up jobs. The strategy implemented by the manager of the Jenggala Curug tourist attraction is in accordance with the concept of Karhi's strategic management, namely the first is the creation, implementation and evaluation of strategies. Second promotion, research and development after research. The main obstacle experienced by tourism object managers is related to finance, therefore more attention from outsiders (government and investors) is important in developing the Curug Jenggala tourist attraction. | |
| 34391 | 37328 | A1F018022 | KARAKTERISTIK SENSORI NASI DAN SIFAT KIMIA BERAS PROTEIN TINGGI UNSOED GN 95 DIBANDINGKAN BERAS KOMERSIAL IR 64 DAN PANDAN WANGI | Padi adalah biji-bijian (sereal) dari keluarga rumput-rumputan (gramine) yang berasal dari tanaman padi. Beras merupakan makanan sumber energi yang memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Beras sebagai makanan pokok kurang mampu memenuhi asupan protein harian karena kandungan proteinnya yang rendah. Peneliti dari Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman berhasil mengembangkan beras varietas baru yang memiliki kandungan protein lebih tinggi dari beras komersial yang telah beredar di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia beras, mengetahui pengaruh perbandingan beras dan air terhadap karakteristik sensori nasi dari beras varietas Unsoed GN 95, IR 64 dan pandan wangi. Faktor-faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah varietas padi (GN 95 (V1), Pandan wangi (V2), dan IR 64 (V3)) dan rasio beras dan air (1:1,6 (R1), 1 :1,7 (R2), 1:1,8 (R3)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beras varietas GN 95 memiliki kadar air, abu, karbohidrat, serat kasar, dan kadar amilosa paling rendah di antara beras pandan wangi dan IR 64. Namun memiliki kadar protein, lemak, dan amilopektin tertinggi. Beras IR 64 memiliki kandungan air, abu, karbohidrat, serat kasar dan amilosa tertinggi. Beras pandan wangi memiliki kandungan pati tertinggi antara GN 95 dan IR 64 yaitu 79,70%. Rasio beras dan air memiliki pengaruh besar pada tekstur, kecerahan, rasa dan keseluruhan. Rasio beras dan air tidak berpengaruh nyata terhadap aroma. Faktor varietas beras memiliki pengaruh nyata pada semua atribut sensorik yang diuji. Panelis lebih menyukai beras Pandan wangi dan GN 95 dibandingkan IR 64. | Rice is a grain (cereal) from the family of grasses (gramine) derived from the rice plant. Rice is a food source of energy that has a high carbohydrate content. Rice as a staple food is less able to meet the daily protein intake due to its low protein content. Researchers from the Faculty of Agriculture Jenderal Soedirman Univeristy have successfully developed new varieties of rice that have a higher protein content than commercial rice that has been circulating in the market. This study aims to determine the chemical characteristics of rice, determine the effect of the ratio of rice and water on the sensory characteristics of cooked rice from rice varieties Unsoed GN 95, IR 64 and pandan wangi. The factors that used in this study are the variety of rice (GN 95 (V1), Pandan wangi (V2), and IR 64 (V3)) and the ratio of rice and water (1:1,6 (R1), 1:1,7 (R2), 1:1,8 (R3)). The results showed that the variety of GN 95 rice had the lowest water content, ash, carbohydrate, crude fiber, and amylose content among pandan wangi and IR 64. However, it had the highest levels of protein, fat, and amylopectin. IR 64 rice has the highest water, ash, carbohydrate, crude fiber and amylose content. Pandan wangi rice has the highest starch content between GN 95 and IR 64 which is 79.70%. The ratio of rice and water has a great influence on texture, brightness, flavor and overall. The ratio of rice and water does not have a major influence on aroma. The variety of rice factor has a major influence on all the sensory attributes tested. Panelists prefer Pandan wangi rice and GN 95 than IR 64. | |
| 34392 | 37329 | A1D017090 | Keragaman Tanaman Aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) Di Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas | Tanaman aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) merupakan tanaman perkebunan yang termasuk ke dalam keluarga Araceae atau pinang-pinangan. Pengetahuan tentang karakter agronomi yang meliputi aspek vegetatif dan generatif tanaman aren diperlukan untuk mengetahui pengaruh terhadap produk nira yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui keragaman agronomi tanaman aren di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. 2) Mengetahui pengaruh faktor agronomi terhadap hasil nira pada tanaman aren. Penelitian ini dilakukan dengan cara survei di Dusun Semaya Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2021 sampai Maret 2022. Survei dilakukan untuk menentukan titik sampel tanaman aren, data wawancara terkait aspek sosial petani penderes aren dan kondisi lingkungan sekitar sampel. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan penentuan tanaman aren menghasilkan (TM) yang sedang dipanen hasilnya. Pengukuran dilakukan terhadap karakter vegetatif dan karakter generatif serta hasil nira aren, kemudian dianalisis menggunakan alat bantu Excel. Hasil penelitian menunjukan Hasil pengamatan tanaman aren di Desa Sunyalangu berdasarkan ketinggian tempat yaitu ≤600, 600 – 700, dan ≥ 700 m dpl menunjukan adanya keragaman terhadap karakter vegetatif dan generatif tanaman, serta hasil nira yang terkait dengan faktor usia tanaman. Faktor agronomi tanaman aren pada variabel vegetatif berupa jumlah anak daun memiliki pengaruh terhadap volume produksi dan kadar gula terkandung (brix), sedangkan pada faktor agronomi lainnya pada variabel vegetatif dan variabel generatif tidak berpengaruh terhadap volume produksi, kadar gula terkandung (brix), dan kadar pH nira. | Sugar palm (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) is a plantation plant that belongs to the Araceae family or areca nut. Knowledge of agronomic characters which include vegetative and generative aspects of sugar palm plants is needed to determine the effect on the resulting sap product. This study aims to 1) determine the agronomic diversity of sugar palm in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. 2) Knowing the influence of agronomic factors on the yield of sap production on sugar palms. This research was conducted by means of a survey in Semaya Hamlet, Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. The research was carried out from August 2021 to March 2022. The survey was conducted to determine the sample points of sugar palm plants, interview data related to the social aspects of sugar palm farmers and environmental conditions around the sample. The sampling method was carried out by determining the yield of sugar palm (TM) plants that were being harvested. Measurements were made on the vegetative and generative characters and the yield of sap production, then analyzed using Excel tools. The results showed that the results of observations of sugar palm plants in Sunyalangu Village based on altitude, namely 600, 600-700, and 700 m above sea level showed a diversity of vegetative and generative characters of plants, as well as the yield of sap production associated with the age factor of the plant. Sugar palm agronomic factors in vegetative variables in the form of number of leaflets have an influence on production volume and sugar content contained (brix), while other agronomic factors on vegetative and generative variables have no effect on production volume, sugar content (brix), and sugar content. sap pH. | |
| 34393 | 37330 | I1I020003 | HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MAKAN DAN SCREEN BASED ACTIVITY DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI SMA NEGERI 7 KOTA CIREBON | Latar Belakang : Usia remaja sudah bisa memilih makanan maupun media bermain sesuai keinginan mereka. Aktivitas menggunakan layar yang berlebih serta perilaku makan yang buruk dapat memicu terjadinya obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku makan dan screen based activity dengan status gizi remaja di SMA Negeri 7 Kota Cirebon. Metode : Desain penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel 95 orang diambil secara purposive sampling. Perilaku makan diukur dengan kuesioner EBPQ (Eating Behaviour Patterns Questionnaire) dan kuesioner SBA. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian : Terdapat 50,5% responden berjenis kelamin laki-laki dan sebanyak 36,8% berusia 17 tahun. Berdasarkan status gizi, 48,4% status gizi normal, 67,4% responden memiliki perilaku makan tidak sehat dan sebanyak 91,6% responden memiliki durasi screen based activity yang tinggi. Hasil uji Chi Square menunjukkan tidak ada hubungan antara perilaku makan (p=0,558) dan screen based activity (p=0,335) dengan status gizi. Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara perilaku makan dan screen based activity dengan status gizi. Kata Kunci : Status gizi, screen based activity, perilaku makan, remaja. | Background : Adolescent age can choose food and media to play according to their wishes. Excessive screen-based activity and poor eating behavior can lead to obesity. This study aimed to determine the relationship between eating behavior and screen based activity with the nutritional status of adolescents in SMA Negeri 7 Cirebon City. Methods : The design of his research was observasional with a cross sectional approach, a sample of 95 students taken by purposive sampling. Eating behavior was measured by the EBPQ (Eating Behavior Patterns Questionnaire) and the SBA questionnaire. Data analysis using Chi Square test. Results : 50,5% the respondents were male and 36,8% were 17 years old. Based on nutritional status, 48,4% of respondents had good nutritional status, 67,4% of respondents had unhealthy eating behavior and 91,6% of respondents had high duration of screen based activity. The Chi Square test showed that there was no correlation between eating behavior (p=0,558) and screen based activity (p=0,335) with nutritional status. Conclusion : There is no correlation between eating behavior and screen based activity with nutritional status. Keyword : Nutritional status, screen based activity, eating behavior, adolescent. | |
| 34394 | 38253 | C1A018044 | PRODUKSI DAN KONSUMSI BERAS RUMAH TANGGA TANI KECAMATAN KANDANGSERANG KABUPATEN PEKALONGAN | Sektor pertanian merupakan salah satu sektor penting dalam kehidupan, salah satunya berperan sebagai penyedia penyedia pangan pokok yaitu padi sebagai bahan baku beras. Kecamatan Kandangserang merupakan salah satu produsen padi di Kabupaten Pekalongan dengan struktur lahan sawah bersekat-sekat dan didominasi jenis tanah vulkanik yaitu latosol. Selain jenis tanah, produksi padi dapat dipengaruhi oleh luas lahan, benih, pupuk, tenaga kerja, dan penggunaan teknologi. Namun, keterbatasan sumber daya membuat petani sulit untuk meningkatkan produksi. Hal ini membuat hasil produksi yang rendah sehingga marketable surplus juga rendah atau bahkan tidak ada karena sebagian besar hasil produksi difokuskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga. Tujuan penelitian ini untuk (1) Menganalisis pengaruh luas lahan, benih, pupuk, tenaga kerja dan penggunaan teknologi terhadap produksi padi (2) Menganalisis pengaruh pendapatan, jumlah anggota keluarga, dan harga beras terhadap konsumsi beras (3) Menganalisis marketable surplus beras rumah tangga tani di Kecamatan Kandangserang. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda berbasis OLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Benih (BN), pupuk (PPK) dan dummy teknologi (DT) berpengaruh signifikan terhadap produksi padi di Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan sedangkan variabel luas lahan (LL), tenaga kerja (TK), dummy teknologi.tenaga kerja (DT.TK) tidak berpengaruh signifikan (2) Jumlah anggota keluarga (JAK) berpengaruh signifikan terhadap konsumsi beras rumah tangga tani di Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan sedangkan variabel pendapatan (P) dan harga beras (H) tidak berpengaruh signifikan (3) Marketable surplus beras di Kecamatan Kandangserang yaitu 17.958 kg/mt atau sebesar 46,26 persen. | The agricultural sector is one of the important sectors in life, one of which plays a role as a provider of staple food, namely rice as a raw material for rice. Kandangserang sub-district is one of the rice producers in Pekalongan Regency with a rice field structure that is divided and dominated by volcanic soil types, namely latosol. In addition to soil type, rice production can be affected by land area, seeds, fertilizers, labor, and the use of technology. However, limited resources make it difficult for farmers to increase production. This results in low production yields so that the marketable surplus is also low or even non-existent because most of the production is focused on meeting household consumption needs. The purpose of this study is to (1) analyze the effect of land area, seeds, fertilizers, labor and the use of technology on rice production (2) to analyze the effect of income, number of family members, and rice prices on rice consumption (3) to analyze the marketable household surplus of rice. farmers in Kandangserang District. The analysis technique used is OLS-based multiple linear regression. The results showed that (1) Seed (BN), fertilizer (PPK) and technology dummy (DT) had a significant effect on rice production in Kandangserang District, Pekalongan Regency while the variables of land area (LL), labor (TK), technology dummy.labor (DT.TK) does not have a significant effect (2) The number of family members (JAK) has a significant effect on rice consumption by farmer households in Kandangserang District, Pekalongan Regency while the income variable (P) and rice price (H) have no significant effect (3) Marketable surplus of rice in Kandangserang District is 17,958 kg/mt or 46.26 percent. | |
| 34395 | 37331 | A1A018031 | Pengaruh Lingkungan Keluarga, Pengetahuan Kewirausahaan, Ekspektasi Pendapatan, E-Commerce dan Mata Kuliah Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa | Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman memiliki tujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, professional dan kemampuan kewirausahaan. Untuk mendukung tujuan Fakultas Pertanian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha mahasiswa agribisnis Universitas Jenderal Soedirman, 2) Pengaruh pengetahuan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha mahasiswa agribisnis Universitas Jenderal Soedirman, 3) Pengaruh ekspektasi pendapatan terhadap minat berwirausaha mahasiswa agribisnis Universitas Jenderal Soedirman, 4) Pengaruh e-commerce terhadap minat berwirausaha mahasiswa agribisnis Universitas Jenderal Soedirman, dan 5) Pengaruh mata kuliah kewirausahaan terhadap minat berwirausaha mahasiswa agribisnis Universitas Jenderal Soedirman. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan angket atau kuesioner yang diberikan kepada seluruh populasi. Pengujian instrumen penelitian dilakukan dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Uji hipotesis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan keluarga, pengetahuan kewirausahaan, ekspektasi pendapatan, dan e-commerce berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha mahasiswa, artinya semakin tinggi pengaruh lingkungan keluarga, pengetahuan kewirausahaan, ekspektasi pendapatan, dan e-commerce maka semakin tinggi minat berwirausaha mahasiswa. Hasil penelitian ini mendukung grand theory yang digunakan yaitu Theory of Planned Behavior. Mata kuliah kewirausahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa. | The Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University has a goal to produce graduates who have academic competence, professional and entrepreneurial abilities. To support the goals of the faculty of agriculture, this research aims to know: 1) the effect of family environment to interest in entrepreneurship agribusiness students in Jenderal Soedirman University, 2) the effect of entrepreneurship knowledge to interest in entrepreneurship agribusiness students in Jenderal Soedirman University, 3) the effect of income expectations to interest in entrepreneurship agribusiness students in Jenderal Soedirman University, 4) the effect of ecommerce to interest in entrepreneurship agribusiness students in Jenderal Soedirman University, and 5) the effect of entrepreneurship course to interest in entrepreneurship agribusiness students in Jenderal Soedirman University. Methods of data collection in this research using questionnaires given to the entire population. Research instrument testing is carried out with validity and reliability tests. Classic assumption test including normality test, multicollinearity test, and test heteroskedastisitas. Hypothesis test used is multiple linear regression. | |
| 34396 | 37334 | A1G019002 | FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI TEMPE DI DESA PLIKEN KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS | Pengrajin di Desa Pliken mengalami beberapa kendala seperti kenaikan harga kedelai, harga minyak goreng, harga cabai hingga kondisi pandemic COVID - 19 yang membuat turunnya omzet dan keuntungan bagi pengrajin. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 572 pengrajin tempe. Kapasitas produksi tempe di Desa Pliken terbilang relatif besar, karena memenuhi lebih dari seperempat total produksi tempe di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode wawancara, observasi dan studi dokumen. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 93 pengrajin tempe. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda, uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolinearitas dan uji Heteroskedastisitas) serta uji kelayakan usaha menggunakan R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa R/C Ratio pengrajin tempe di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran sebesar 1,25 yang dapat diartikan bahwai usaha efisien dan menguntungkan. Hasil penelitian Uji F disimpulkan F Hitung (17,640) > F Tabel (2,48) dan nilai Sig 0,000 < 0,05 sehingga terdapat pengaruh Kedelai (X1), Ragi (X2), Tenaga Kerja (X3) dan Modal Operasional (X4) secara simultan terhadap Hasil Produksi (Y). Hasil penelitian dalam Uji T disimpulkan bahwa Kedelai (X1) dan Tenaga Kerja (X3) terdapat pengaruh parsial (sendiri) terhadap Hasil Produksi (Y), sedangkan nilai Ragi (X2), dan Modal Operasiongal (X4) tidak terdapat pengaruh parsial (sendiri) terhadap Hasil Produksi (Y). | Craftsmen in Pliken Village experienced several obstacles, such as the increase in soybean prices, cooking oil prices, chili prices to the COVID-19 pandemic which resulted in a decrease in turnover and profits for craftsmen. The population in this study were 572 tempe craftsmen. The tempe production capacity in Pliken Village is relatively large, because it fulfills more than a quarter of the total tempe production in Banyumas Regency. The research method used is the method of interview, observation and document study. The sampling method in this study used simple random sampling in order to obtain a sample of 93 tempe craftsmen. The data analysis method used is multiple linear regression analysis, classical assumption test (normality test, multicollinearity test and heteroscedasticity test) and business feasibility test using R/C Ratio. The results showed that the R/C Ratio of tempe craftsmen in Pliken Village, Kembaran District was 1.25 which means that the business is efficient and profitable. The results of the F-test research concluded that F Count ( 17.640 ) > F Table (2.48) and the value of Sig 0.000 <0.05 so that there was an effect of Soybean (X1), Yeast (X2), Labor (X3) and Operational Capital (X4) simultaneously on Production Results (Y). The results of the research in the T-test concluded that Soybean (X1) and Labor (X3) had a partial effect (alone) on Production Results (Y), while the value of Yeast (X2), and Operational Capital (X4) had no partial effect (alone). to Production Results (Y). | |
| 34397 | 37333 | A1F018073 | KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI ES KRIM SANTAN KELAPA DENGAN SUBSTITUSI SUSU KACANG TANAH DAN PENGGUNAAN TEPUNG UMBI PORANG SEBAGAI PENSTABIL | Es krim merupakan suatu produk olahan susu berbentuk semi padat yang umumnya dibuat menggunakan bahan baku utama yakni susu sapi. Pada penelitian ini, digunakan bahan alternatif sebagai subtitusi susu sapi dalam pembuatan es krim yaitu dengan menggunakan proporsi santan kelapa dengan susu kacang tanah. Bahan lainnya yang juga berperan penting dalam pembuatan es krim adalah penstabil, sehingga dilakukan pemanfaatan tepung umbi porang yang berfungsi sebagai penstabil alami. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh proporsi santan kelapa dan susu kacang tanah terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori es krim, mengetahui pengaruh konsentrasi tepung umbi porang terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori es krim, serta untuk menentukan kombinasi perlakuan yang memberikan hasil yang terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Kedua faktor yang digunakan yaitu proporsi santan kelapa : susu kacang tanah dengan taraf S1 (90:10), S2 (80:20), dan S3 (70:30), serta konsentrasi tepung umbi porang dengan taraf P1 (0,1%), P2 (0,3%), dan P3 (0,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan sifat sensori adalah S1P2, yaitu es krim dengan proporsi santan kelapa dan susu kacang tanah 90 : 10, serta konsentrasi tepung umbi porang sebesar 0,3%. Karakteristik fisikokimia dan sensori perlakuan terbaik yaitu viskositas 5392 mPa.s, overrun 86,92%, waktu leleh 32,98 menit, total padatan terlarut 32oBrix, kadar protein 1,22%, kadar lemak 11,01%, warna putih (skor 1,20), aroma santan kelapa kuat (skor 3,50), aroma kacang tanah tidak kuat (skor 2,25), tekstur lembut (skor 4,35), rasa manis (skor 4,15), dan keseluruhan (overall) disukai oleh panelis (skor 3,75). | Ice cream is a semi-solid dairy product, which generally made using milk as the main raw material. In this study, an alternative material used as a substitute for milk in the manufacture of ice cream by using the proportion of coconut milk with peanut milk. Another ingredient that also plays an important role in making ice cream is a stabilizer, so that porang tuber flour used as a natural stabilizer. The purpose of this study was to determine the effect of the proportions of coconut milk and peanut milk on the physicochemical and sensory characteristics of ice cream, to determine the effect of the concentration of porang tuber flour on the physicochemical and sensory characteristics of ice cream, and to determine the combination of treatments that gave the best results. The experimental design used was a Randomized Block Design (RBD), which repeated three times. There are two factors used, there are the proportion of coconut milk: peanut milk with a level of S1 (90:10), S2 (80:20), and S3 (70:30), and the concentration factor of porang tuber flour with a level of P1 (0.1%), P2 (0.3%), and P3 (0.5%). Based on sensory data, the best ice cream resulted from treatment of 90:10 coconut milk to peanut milk ratio (S1P2) and 0.3% porang tuber flour. The product characteristics included fat content of 11.01%, protein content of 1.22%, viscosity of 5392 mPa.s, overrun of 86.92%, melting time of 32.98 minutes, total dissolved solids of 32oBrix, colour was white (score 1.20), the aroma of coconut milk was strong (score of 3.50), the aroma of peanuts was not strong (score of 2.25), texture was soft (score of 4.35), taste was sweet (score of 4.15), and overall was liked by panelist (score of 3.75). | |
| 34398 | 37335 | A1A018028 | STUDI RANTAI NILAI BERAS ORGANIK DI DESA KEDUNGJATI KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian ini bertujuan mengetahui rantai nilai, pemetaan rantai nilai dan strategi penguatan rantai nilai beras organik di desa Kedungjati. Metode pegambilan sampel petani menggunakan sampel jenuh dengan jumlah 40 petani, pengambilan sampel lembaga pemasaran menggunakan snowball sampling, sedangkan keyperson untuk penguatan rantai nilai ditentukan secara sengaja. Hasil analisis menunjukkan pendapatan rata-rata petani per musim panen sebesar Rp 439.475, dihasilkan dari penerimaan sebesar Rp 2.460.000 dikurangi total biaya sebesar Rp 2.020.525. Pendapatan rata-rata penggilingan per musim panen sebesar Rp 10.765.000, dihasilkan dari penerimaan sebesar Rp 132.300.000 dikurangi total biaya sebesar Rp 121.535.000. Pendapatan rata-rata pedagang besar per musim panen sebesar Rp 3.025.000, dihasilkan dari penerimaan sebesar Rp 46.166.667 dikurangi total biaya sebesar Rp 43.141.667. Pendapatan rata-rata pedagang pengecer per musim panen sebesar Rp. 755.000, dihasilkan dari penerimaan sebesar Rp 11.250.000 dikurangi total biaya sebesar Rp 10.495.000. Total margin pemasaran pada saluran 1 sebesar Rp 9.000, total margin pemasaran pada saluran 2 sebesar Rp 8. 000. Dimensi pemetaan rantai nilai beras organik meliputi kegiatan: memetakan proses inti, mengidentifikasi dan memetakan para pelaku rantai nilai, memetakan alur produk serta memetakan jumlah pelaku, volume produk dan nilai pada setiap tingkatan rantai nilai. Strategi penguatan rantai nilai beras organik dilakukan melalui:. meningkatkan produktivitas beras organik yang belum kontinue, meningkatkan informasi pasar, meningkatkan posisi tawar petani, memperpendek rantai nilai dan memperluas jaringan pemasaran. | This study aims to determine the value chain, value chain mapping and strategies for strengthening the organic rice value chain in Kedungjati Village. The farmer sampling method uses a saturated sample with a total of 40 farmers, the marketing agency sample uses snowball sampling, while the keyperson for value chain strengthening is determined intentionally. The results of the analysis show that the average income of farmers per harvest season is Rp. 439,475, resulting from revenues of Rp. 2,460,000 minus the total cost of Rp. 2,020,525. The average income of milling per harvest season is Rp. 10,765,000, resulting from revenues of Rp. 132,300,000 minus the total cost of Rp. 121,535,000. The average income of wholesalers per harvest season is Rp. 3,025,000, resulting from revenues of Rp. 46,166,667 minus the total cost of Rp. 43,141,667. The average income of retailers per harvest season is Rp. 755,000, resulting from receipts of Rp. 11,250,000 minus the total cost of Rp. 10,495,000. The total marketing margin on channel 1 is IDR 9,000, the total marketing margin on channel 2 is IDR 8,000.The dimension of mapping the organic rice value chain includes activities: mapping the core process, identifying and mapping value chain actors, mapping product flow and mapping the number of actors , product volume and value at each level of the value chain. The strategy for strengthening the organic rice value chain is carried out through: increase the productivity of organic rice that is not continuous, improve market information, improve the bargaining position of farmers, shorten the value chain and expand the marketing network. | |
| 34399 | 37332 | F1B018034 | Strategi Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam Pemulihan Ekowisata Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong di Masa Pandemi Covid-19 | Taman bumi (Geopark) merupakan wilayah geografi.tunggal atau gabungan yang memiliki situs warisan Geologi dan bentang alam yang bernilai. Kabupaten Kebumen memiliki Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong yang berada di kawasan seluas 543.599 km2 mencakup 118 desa di 12 kecamatan. Namun pada tahun 2020 adanya pandemi Covid-19 membuat sektor pariwisata yang menjadi tumpuan hidup banyak orang menjadi terhenti untuk beberapa waktu. Adanya pandemi Covid-19 membuat penurunan jumlah wisatawan yang mengunjungi kawasan GNKK. Penurunan ini berpengaruh terhadap pendapatan yang menyebabkan melemahnya perekonomian masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemerintah Kabupaten Kebumen dalam pemulihan ekowisata Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong berdasarkan teori Mintzberg, Lampel, Quinn, Ghoshal yakni dimensi strategi yang meliputi Tujuan, Kebijakan dan Program. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan adalah strategi sebagai rencana. Badan Pengelola Geopark Karangsambung-Karangbolong selaku yang bertanggung jawab penuh terhadap segala urusan Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong yang menetapkan arah strategi serta organisasi menjadi lebih baik dengan berbagai perencanaan yang disusun secara matang. Tujuan, Kebijakan dan Program yang dilakukan Badan Pengelola Geopark Karangsambung-Karangbolong dikembangkan secara sadar dan sengaja, hal ini sesuai dengan pengertian strategi sebagai rencana menurut Mintzberg, dkk. | Geopark is a single or combined geographic area that has valuable geological heritage sites and natural landscapes. Kebumen Regency has the Karangsambung-Karangbolong National Geopark which is located in an area of 543,599 km2 covering 118 villages in 12 sub-districts. However, in 2020, the Covid-19 pandemic brought the tourism sector, which is the foundation of life for many people, to a standstill for some time. The Covid-19 pandemic has reduced the number of tourists visiting the GNKK area. This decrease has an effect on income which causes a weakening of the economy of the surrounding community. This study aims to determine the strategy of the government of Kebumen Regency in the restoration of ecotourism of the Karangsambung-Karangbolong National Geopark based on the theory of Mintzberg, Lampel, Quinn, Ghoshal, namely the strategic dimensions which include objectives, policies and programs. Selection of informants using purposive sampling. The results showed that the strategy used was a strategy as a plan. The Karangsambung-Karangbolong Geopark Management Agency as fully responsible for all affairs of the Karangsambung-Karangbolong National Geopark which determines the strategic direction and organization for the better with various carefully prepared plans. The objectives, policies and programs carried out by the Karangsambung-Karangbolong Geopark Management Agency were developed consciously and deliberately, this is in accordance with the notion of strategy as a plan according to Mintzberg, et al. | |
| 34400 | 37336 | E1A016287 | AKIBAT HUKUM WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN DENGAN JAMINAN FIDUSIA (Studi Putusan PN Nomor 4/Pdt.G.S/2020/PN.Tanjung Pandan) | Penelitian ini membahas tentang Akibat Hukum Wanprestasi dalam PerjanjianPembiayaan Konsumen dalam Jaminan Fidusia (Studi Putusan PN Nomor 4/Pdt.G.S/2020/PN.Tanjung Pandan). PT. Mandala Multi Finance selaku tergugat menggugat Meliza, dengan tujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam memutus gugatan wanprestasi dan pertimbnagan hukum hakim dalam memberikan hak kepada kreditur untuk melakukan obejek jaminan fidusia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dan data yang digunakan adalah dengan pengumpulan bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang kemudian di analisis dengan metode analisis kualitatif. Data tersebut kemudian disajikan dalam bentuk uraian teks secara sistematis sebagai suatu kesatuan yang utuh. Berdasarkan penelitian tersebut diperoleh hasil yang pertama Pertimbangan hukum hakim dalam memutuskan gugatan wanprestasi telah tepat, karena debitur terbukti terlambat berprestasi dan terdapat unsur salah karena tetap tidak melakukan prestasinya walaupun sudah di berikan surat somasi sebanyak 3 kali. Kedua Dasar pertimbangan hakim dalam memberikan hak kepada kreditur untuk melakukan penjualan objek jaminan fidusia yaitu isi dari Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 18/PUU-XVII/2019, bahwa sepanjang pemberi hak fidusia (debitur) telah terbukti melakukan wanprestasi dan secara sukarela menyerahkan benda yang menjadi objek fidusia kreditur dapat melakukan parate eksekusi | This study discusses the Legal Consequences of Default in Consumer Financing Agreements in Fiduciary Guarantees (Study of PN Decision Number 4/Pdt.G.S/2020/PN.Tanjung Pandan). PT. Mandala Multi Finance as the defendant sued Meliza, with the aim of analyzing the judge's legal considerations in deciding the default lawsuit and the judge's legal considerations in giving creditors the right to carry out fiduciary guarantee objects. The research method used in this study is normative juridical, and the data used is by collecting primary, secondary and tertiary legal materials which are then analyzed by qualitative analysis methods. The data is then presented in the form of text descriptions systematically as a unified whole. Based on the research, the first results were obtained. The judge's legal considerations in deciding the default suit were correct, because the debtor was proven to be late in achieving and there was an element of wrongdoing because he still did not perform his achievements even though he had been given a subpoena 3 times. Second, the basis of the judge's consideration in granting the right to the creditor to sell the object of the fiduciary guarantee is correct, that as long as the fiduciary rights giver (the debtor) has proven that the debtor has defaulted and voluntarily surrenders the object that is the object of the fiduciary (creditor) to be able to perform parate executions. |