| NIM | A1D015128 |
| Namamhs | YOHANES DRAJAT BAGUS KUSUMA |
| Judul Artikel | KARAKTERISTIK MORFOLOGI TANAMAN AREN (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) DALAM SISTEM AGROFORESTRI DI DESA SUNYALANGU KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan mempelajari lebih jauh tentang karakter morfologi tanaman aren dalam sistem agroforestri di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2021 hingga Maret 2022, menggunakan metode survei, observasi, dan wawancara. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive Random Sampling yang diambil pada ketinggian yang berbeda yaitu ≤500 m dpl, 501-700 m dpl, dan >700 m dpl. Data yang diamati dalam penelitian meliputi, bagian vegetatif tanaman, bagian generatif tanaman, serta sistem agroforestri yang diterapkan di lokasi. Rerata tinggi batang dan diameter batang tertinggi berada pada ketinggian >700 m dpl. Sedangakan rerata jumlah pelepah tetinggi berada pada ketinggian ≤500 m dpl. Rerata jumlah anak daun tertinggi berada pada ketinggian 501-700 m dpl. Rerata lebar pangkal daun tertinggi berada pada ketinggian >700 m dpl. Sedangkan rerata panjang rachis tertinggi berada pada ketinggian 501-700 m dpl. Rerata jumlah mayang jantan dan betina paling tinggi berada pada ketinggian 501-700 m dpl. Rerata lilit tangkai mayang betina tertinggi berada pada ketinggian 700 m dpl. Rerata panjang rangkaian mayang betina berada pada ketinggian 501-700 m dpl. Sistem agroforestri yang diterapkan di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas adalah agroforestri kompleks dengan pola tanam polikultur. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study aims to learn more about the morphological characters of sugar palm in the agroforestry system in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. This research was conducted from September 2021 to March 2022, using survey, observation, and interview methods. Sampling was carried out using the purposive random sampling method which was taken at different altitudes, namely 500 m asl, 501-700 m asl, and >700 m asl. The data observed in the study included the vegetative part of the plant, the generative part of the plant, as well as the agroforestry system applied at the site. The highest average stem height and stem diameter were at an altitude of >700 m asl. Meanwhile, the highest average number of fronds is at an altitude of 500 m above sea level. The highest mean number of leaflets is at an altitude of 501-700 m above sea level. The average width of the highest leaf base is at an altitude of >700 m above sea level. While the highest average rachis length is at an altitude of 501-700 m above sea level. The highest mean number of male and female mayang is at an altitude of 501-700 m above sea level. The highest mean female mayang stalk is at an altitude of 700 m above sea level. The average length of the female mayang series is at an altitude of 501-700 m above sea level. The agroforestry system applied in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency is complex agroforestry with a polyculture cropping pattern. |
| Kata kunci | Aren, vegetatif, generatif, agroforestri, ketinggian |
| Pembimbing 1 | Dr. Rosi Widarawati, S.P., M.P. |
| Pembimbing 2 | Ir. Budi Prakoso, Grad.Dip.App.Sc., M.Sc., D.Tech.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2022-08-23 23:21:31.678664 |
|---|