Artikel Ilmiah : F1B018034 a.n. NAFASYA AZAM DHEANZANABIL

Kembali Update Delete

NIMF1B018034
NamamhsNAFASYA AZAM DHEANZANABIL
Judul ArtikelStrategi Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam Pemulihan Ekowisata Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong di Masa Pandemi Covid-19
Abstrak (Bhs. Indonesia)Taman bumi (Geopark) merupakan wilayah geografi.tunggal atau gabungan yang memiliki situs warisan Geologi dan bentang alam yang bernilai. Kabupaten Kebumen memiliki Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong yang berada di kawasan seluas 543.599 km2 mencakup 118 desa di 12 kecamatan. Namun pada tahun 2020 adanya pandemi Covid-19 membuat sektor pariwisata yang menjadi tumpuan hidup banyak orang menjadi terhenti untuk beberapa waktu. Adanya pandemi Covid-19 membuat penurunan jumlah wisatawan yang mengunjungi kawasan GNKK. Penurunan ini berpengaruh terhadap pendapatan yang menyebabkan melemahnya perekonomian masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemerintah Kabupaten Kebumen dalam pemulihan ekowisata Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong berdasarkan teori Mintzberg, Lampel, Quinn, Ghoshal yakni dimensi strategi yang meliputi Tujuan, Kebijakan dan Program. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan adalah strategi sebagai rencana. Badan Pengelola Geopark Karangsambung-Karangbolong selaku yang bertanggung jawab penuh terhadap segala urusan Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong yang menetapkan arah strategi serta organisasi menjadi lebih baik dengan berbagai perencanaan yang disusun secara matang. Tujuan, Kebijakan dan Program yang dilakukan Badan Pengelola Geopark Karangsambung-Karangbolong dikembangkan secara sadar dan sengaja, hal ini sesuai dengan pengertian strategi sebagai rencana menurut Mintzberg, dkk.
Abtrak (Bhs. Inggris)Geopark is a single or combined geographic area that has valuable geological heritage sites and natural landscapes. Kebumen Regency has the Karangsambung-Karangbolong National Geopark which is located in an area of 543,599 km2 covering 118 villages in 12 sub-districts. However, in 2020, the Covid-19 pandemic brought the tourism sector, which is the foundation of life for many people, to a standstill for some time. The Covid-19 pandemic has reduced the number of tourists visiting the GNKK area. This decrease has an effect on income which causes a weakening of the economy of the surrounding community. This study aims to determine the strategy of the government of Kebumen Regency in the restoration of ecotourism of the Karangsambung-Karangbolong National Geopark based on the theory of Mintzberg, Lampel, Quinn, Ghoshal, namely the strategic dimensions which include objectives, policies and programs. Selection of informants using purposive sampling. The results showed that the strategy used was a strategy as a plan. The Karangsambung-Karangbolong Geopark Management Agency as fully responsible for all affairs of the Karangsambung-Karangbolong National Geopark which determines the strategic direction and organization for the better with various carefully prepared plans. The objectives, policies and programs carried out by the Karangsambung-Karangbolong Geopark Management Agency were developed consciously and deliberately, this is in accordance with the notion of strategy as a plan according to Mintzberg, et al.
Kata kunciStrategi, Geopark, Masyarakat
Pembimbing 1Dr. Ali Rokhman, M.Si
Pembimbing 2Dr. Slamet Rosyadi, M.Si
Pembimbing 3Drs.Darmanto Sahat Satyawan, M.Kes.,M.Si
Tahun2022
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2022-08-24 00:42:32.967303
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.