Artikelilmiahs
Menampilkan 34.461-34.480 dari 49.942 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 34461 | 38124 | E1A018226 | IMPLEMENTASI HUKUM PELAYANAN DASAR PADA STANDAR PELAYANAN MINIMAL KESEHATAN DAERAH DI KABUPATEN BANYUMAS | Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan merupakan ketentuan jenis dan mutu pelayanan dasar kesehatan yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. Pada tahun 2021, capaian SPM Kesehatan di beberapa daerah belum memenuhi target 100%, salah satunya yakni Kabupaten Banyumas. Terdapat 2 (dua) standar yang harus dipenuhi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dan Puskesmas di Kabupaten Banyumas pada 12 (dua belas) jenis pelayanan kesehatan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi hukum pelayanan dasar pada SPM Kesehatan Daerah di Kabupaten Banyumas dan faktor-faktor yang cenderung memengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan metode pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif. Kemudian data dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil penelitian yang diukur dari 4 (empat) parameter menunjukkan bahwa implementasi hukum pelayanan dasar pada SPM Kesehatan Daerah di Kabupaten Banyumas telah terlaksana dengan baik, dimana diselenggarakan sesuai dengan standar, tupoksi dan kewenangan, serta dasar hukum yang berlaku. Namun demikian, dalam penyelenggaraannya belum dapat terlaksana secara maksimal mengingat adanya beberapa hambatan. Adapun faktor-faktor yang cenderung memengaruhi implementasi hukum pelayanan dasar pada SPM Kesehatan Daerah di Kabupaten Banyumas yakni faktor hukum; faktor penegak hukum; faktor sarana dan fasilitas; faktor masyarakat; dan faktor budaya. Pada praktiknya, faktor-faktor tersebut memiliki kecenderungan yang dapat mendukung dan/atau menghambat. Faktor pendukungnya yakni faktor hukum dan faktor budaya, sedangkan faktor penghambatnya yakni faktor sarana dan fasilitas serta faktor masyarakatnya. Faktor penegak hukum dalam hal ini dapat dikategorikan sebagai keduanya, yakni faktor pendukung maupun faktor penghambat. | The Minimum Service Standard Health is the terms of the type and quality of basic health services that compulsory affairs of region which each citizen has to receive a minimum. In 2021, the Minimum Service Standard Health in some areas had not fulfilled 100% target, among them the Banyumas Regency. There are 2 (two) standards to be fulfilled by Banyumas District Health Office and Public Health in Banyumas Regency on 12 (twelve) types of basic health services. This research aims to analyze the implementation of basic service law to Minimum Service Standard Health in Banyumas Regency and factors that tend to affect it. This research is a qualitative research, with empirical juridical approach and descriptive research specs. Then the data is analyzed using qualitative method. The research results are measured in 4 (four) parameters, it shows that the implementation of basic service law to Minimum Service Standard Health in Banyumas Regency has been well managed, whic is held according to the standard, main task and function, authority, and a legal basis that applied. Nevertheless, in the practice it has not been fully accomplished in view of a few obstacles. As for factors that tend to influence the implementation of basic service law to Minimum Service Standard Health in Banyumas Regency are law factor; law enforcement factor; facility factor; society factor; and culture factor. In practice, these factors have a tendency that can support and/or hinder. The support factor are law factor and culture factor, while the obstacle factor are facility factor and society factor. The law enforcement factor can be categorized as both, the support factor and the obstacle factor. | |
| 34462 | 38214 | C1A018072 | PENGARUH JUMLAH UNIT INDUSTRI, INFLASI, DAN UPAH MINIMUM TERHADAP KESEMPATAN KERJA SEKTOR INDUSTRI DI KABUPATEN KUDUS | Kemampuan Kabupaten Kudus dalam sektor industri pengolahan membuat mayoritas tenaga kerjanya bekerja pada sektor tersebut. Namun, apabila melihat dari kesempatan kerja sektor industri ternyata mengalami penurunan setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh jumlah unit industri, inflasi, dan upah minimum terhadap kesempatan kerja sektor industri di Kabupaten Kudus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan objek dan subjek penelitiannya adalah kesempatan kerja sektor industri pengolahan besar dan sedang di Kabupaten Kudus tahun 2005-2020. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini adalah: (1) Jumlah unit industri dan upah minimum berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesempatan kerja sektor industri di Kabupaten Kudus. (2) Inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kesempatan kerja sektor industri di Kabupaten Kudus. Implikasi pada penelitian ini adalah pemerintah perlu menekankan pertumbuhan ekonomi kearah industrialisasi melalui alih fungsi lahan nonproduktif menjadi kawasan industri baru dan diharapkan pemerintah dapat menarik lebih banyak investor, serta memberikan stimulus pada pelaku usaha untuk berkembang. | The ability of Kudus Regency in the manufacturing sector makes the majority of its workforce work in this sector. However, if look at the employment opportunity in the industrial sector, it turns out that it has decreased every year. The purpose of this study was to analyze the effect of the number of industrial units, inflation, and the minimum wage on employment opportunity in the industrial sector in Kudus Regency. This research is a type of quantitative research with the object and subject of the research are employment opportunity in the large and medium manufacturing industry sector in Kudus Regency in 2005-2020. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results of this study are: (1) The number of industrial units and the minimum wage have a positive and significant on employment opportunity in the industrial sector in Kudus Regency. (2) Inflation has no significant on employment opportunity in the industrial sector in Kudus Regency. The implication of this research is that the government needs to emphasize economic growth towards industrialization through the conversion of non-productive land into new industrial areas and it is hoped that the government can attract more investors, as well as provide a stimulus to business actors to develop. | |
| 34463 | 38178 | A1A018011 | ANALISIS NILAI TAMBAH TEH CELUP DAUN KELOR KAYANGAN (Studi Kasus: Agroindustri Rumah Tangga Teh Celup Daun Kelor Kayangan Desa Balam Jaya, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir, Riau) | Teh kelor Kayangan merupakan agroindustri rumah tangga yang bergerak dibidang pengolahan teh celup daun kelor. Agroindustri teh celup daun kelor ini berdiri untuk menambah keuntungan dengan meningkatkan nilai tambah daun kelor dan diharapkan mampu menyerap tenaga kerja yang lebih banyak. Agroindustri ini masih dalam bentuk industri rumah tangga yang mempekerjakan tiga tenaga kerja. Pengolahan daun kelor basah melalui beberapa proses yaitu penyortiran daun, pencucian, pengeringan, penyimpanan, penghalusan, dan pengemasan. Perhitungan dilakukan untuk mengetahui nilai tambah, biaya, penerimaan, keuntungan, serta kelayakan usaha teh celup daun kelor Kayangan. Tujuan penelitian adalah: (1) mengetahui sistem pengolahan tanaman kelor sebagai bahan baku utama dan proses produksi usaha agroindustri teh celup daun kelor di Desa Balam Jaya, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir, Riau (2) Mengetahui besar nilai tambah (added value) pengolahan daun kelor menjadi produk agroindustri teh celup daun kelor di Desa Balam Jaya, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir, Riau (3) Mengetahui besar biaya total, penerimaan dan keuntungan serta R/C ratio usaha pengolahan daun kelor menjadi produk agroindustri teh celup daun kelor di Desa Balam Jaya, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Penelitian dilaksanakan pada 25 Juli sampai 25 Agustus 2022 di agroindustri teh celup daun kelor Kayangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Penentuan tempat dilakukan secara sengaja (purposive) berdasarkan pertimbangan bahwa agroindustri teh celup daun kelor Kayangan merupakan satu-satunya tempat usaha yang memproduksi teh celup daun kelor di Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan tujuan bahwa purposive sampling merupakan teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian. Metode pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan pencatatan. Data dianalisis menggunakan analisis biaya, penerimaan, keuntungan, analisis revenue cost ratio (R/C ratio) dan analisis metode Hayami (1987). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai tambah daun kelor menjadi teh celup daun kelor yaitu Rp49.681,34 per kilogram dengan rasio nilai tambah sebesar 66,378 persen, rasio nilai tambah teh celup daun kelor Kayangan tergolong tinggi. Jumlah produksi teh celup daun kelor Kayangan selama periode 25 Juli sampai 25 Agustus 2022 sebanyak 24,4 kilogram dengan bahan baku sebanyak 97,8 kilogram. Besarnya total biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp3.661.998,26 dengan penerimaan sebesar Rp7.320.000,00 sehingga keuntungan yang diperoleh sebesar Rp3.658.001,74. Besarnya nilai R/C menunjukkan lebih dari satu yaitu 1,998 sehingga usaha teh celup daun kelor Kayangan layak untuk dilakukan atau sudah memberikan keuntungan karena penerimaan yang diperoleh lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan. | Kayangan moringa tea is a home agroindustry that processes moringa leaf tea bags. This moringa leaf dip tea agroindustry is built to gain profit by increasing the added value of moringa leaves and is expected to be able to absorb more workers. This agroindustry is still in the form of a home industry that employs three workers. Wet moringa leaf processing goes through several processes: leaf sorting, washing, drying, storage, refining, and packaging. Calculations were carried out to determine the added value, costs, revenues, profits, and business feasibility of moringa leaf tea. The objectives of the study were: (1) Determine the moringa plant processing system as the primary raw material and the production process of the moringa tea agroindustry in, Balam Jaya Village, Balai Jaya District, Rokan Hilir Regency, Riau (2) Determine the added value (added value) processing of moringa leaves into moringa tea agroindustry products in, Balam Jaya Village, Balai Jaya District, Rokan Hilir Regency, Riau (3) Determine the total costs, revenues and profits of the business of processing moringa leaves into tea agroindustry products moringa in Balam Jaya Village, Balai Jaya District, Rokan Hilir Regency, Riau. The research was conducted on July 25 until August 25, 2022, at the Kayangan moringa leaf dip tea agroindustry. The research method used is the case study method. The location was determined intentionally because the Kayangan moringa leaf dip tea agroindustry is the only business producing moringa leaf dip tea in Rokan Hilir Regency, Riau. The sampling method used was the purposive sampling technique, which is carried out based on the characteristics set against the target element that is adjusted to the purpose or research problem. The data collection method is done by interview, observation, and recording. Data were analyzed using cost, revenue, profit analysis, revenue cost ratio (R/C ratio) analysis, and Hayami's (1987) method analysis. The results showed that the added value of moringa leaves into moringa leaf dip tea was Rp49.681,34 for a month with a ratio of the added value of 66,378 percent, the ratio of the added value of moringa leaf dip tea was high. The total production of moringa leaf tea during the period July 25 until August 25, 2022, was 24.4 kilograms, with 97.8 kilograms of raw materials. The total production costs incurred were Rp3.661.998,26 with revenues of Rp7.320.000, so the profit obtained was Rp3.658.001,74. The magnitude of the R/C value shows more than one, namely 1.99, so the moringa leaf dip tea business is feasible or has provided benefits because the revenue earned is greater than the costs incurred. | |
| 34464 | 37380 | F1C018099 | “Pola Komunikasi Anak Rantau dan Orang Tua melalui Aplikasi Whatsapp dalam menjaga keharmonisan keluarga (Studi Mahasiswa Rantau Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Jenderal Soedirman)” | Dewasa saat ini, peran teknologi informasi dan komunikasi sangat penting dan telah banyak mengalami perubahan dengan cepat. Teknologi memberikan kemudahan dalam segala aspek bagi setiap manusia yang membutuhkan serta kemudahan akses dan kenyamanan bagi penggunanya. Dibuktikan dengan hadirnya Smartphone sebagai bukti nyata dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang diciptakan untuk mempermudah manusia dalam melakukan komunikasi. Komunikasi menjadi suatu hal yang penting dalam keluarga yang dapat dijadikan sebagai alat untuk lebih mengenal antar anggota keluarga yang didasarkan pada interaksi yang saling terbuka satu sama lain, terlebih komunikasi juga sebagai suatu media yang dapat menginterpretasikan emosi kepada anggota keluarga, seperti halnya ungkapan rasa kasih sayang anak terhadap orang tua. Terutama bagi setiap orang yang sedang menjalani hubungan jarak jauh seperti dengan pacar, saudara, orang tua, sahabat, kakek, dan nenek. Hal tersebut tentu membutuhkan alat atau sarana untuk menunjang dalam berkomunikasi secara intens walaupun tidak secara langsung bertemu. Dilihat dari perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sangat mudah dilakukan, karena dibantu dengan media alat elektromagnetik yang bukan lagi menggunakan kabel melainkan tanpa kabel. Dari perkembangan TIK tersebut muncullah suatu media komunikasi “Whatsapp” yang sangat efisien, mudah didapat dan digunakan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memaparkan, dan manganalisia bagaimana pola komunikasi antara ank rantau dengan orang tua melalui whatsapp dalam menjaga keharmonisan keluarga di kalangan mahasiswa rantau jurusan Ilmu Komunikasi, UNSOED. Dengan metode deskriptif kualitatif, dan dengan menggunakan teori CMC (computer mediiated communication). Kata kunci: Komunikasi Keluarga, Pola Komunikas, Anak rantau, Whatsapp | Abstract Today, the role of information and communication technology is very important and has changed rapidly. Technology provides convenience in all aspects for every human being who needs it as well as easy access and convenience for its users. Evidenced by the presence of Smartphones as tangible evidence of advances in information and communication technology created to facilitate humans in communicating. Communication becomes an important thing in the family that can be used as a tool to get to know family members better based on open interactions with each other, especially communication as a medium that can interpret emotions to family members, such as expressions of affection. child against parents. Especially for everyone who is in a long-distance relationship such as with girlfriends, siblings, parents, friends, grandfathers, and grandmothers. This certainly requires tools or means to support intense communication even though they do not meet directly. Judging from the development of Information and Communication Technology (ICT) it is very easy to do, because it is assisted by electromagnetic media which no longer uses cables but without cables. From the development of ICT emerged a communication media "Whatsapp" which is very efficient, easy to obtain and use. This study aims to find out, describe, and analyze how the communication pattern between overseas children and their parents through WhatsApp in maintaining family harmony among overseas students majoring in Communication Studies, UNSOED. With a qualitative descriptive method, and by using the theory of CMC (computer mediated communication). Keywords: Family Communication, Communication Pattern, Overseas Children, Whatsapp | |
| 34465 | 37385 | C1C018070 | PENGARUH KINERJA LINGKUNGAN, CITRA PERUSAHAAN, DAN UMUR PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (Studi Empiris pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2021) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisa pengaruh kinerja lingkungan, citra perusahaan, dan umur perusahaan terhadap pengungkapan corporate social responsibility pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2021. Jenis data yang digunakan berupa data sekunder yang berasal dari annual report dan/atau sustainability report serta laporan peringkat PROPER. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 18 perusahaan dengan periode penelitian selama 3 (tiga) tahun. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kinerja lingkungan berpengaruh positif terhadap pengungkapan corporate social responsibility, (2) Citra perusahaan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan corporate social responsibility, (3) Umur perusahaan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan corporate social responsibility. | This study aims to examine and analyze the effect of environmental performance, corporate image, and company age on corporate social responsibility disclosure in mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2019-2021 period. The type of data used is secondary data derived from annual reports and/or sustainability reports and PROPER rating reports. The sampling technique used was purposive sampling method so that the number of samples obtained was 18 companies with a research period of 3 (three) years. The results showed: (1) Environmental performance has a positive effect on corporate social responsibility disclosure, (2) Corporate image has no effect on corporate social responsibility disclosure, (3) Company age has no effect on corporate social responsibility disclosure. | |
| 34466 | 37386 | I1C018024 | HUBUNGAN KEPUASAN PASIEN TERKAIT PERAN PMO TERHADAP KEPUASAN TERAPI PASIEN HIPERTENSI DI KECAMATAN CIAMIS | Latar Belakang: Ketidakpatuhan terapi merupakan permasalahan yang masih sering terjadi. Salah satu potensi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan meningkatkan kepuasan pasien terkait terapi. Pengawas Minum Obat (PMO) dapat menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terkait kepuasan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kepuasan pasien terkait peran PMO terhadap kepuasan terapi pasien hipertensi. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional yang dilakukan di Kecamatan Ciamis. Responden dalam penelitian ini yaitu pasien hipertensi yang rutin menjalani terapi. Data diambil menggunakan metode total sampling dan didapatkan 48 subjek penelitian yang sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan keadaan kepuasan pasien hipertensi baik terkait peran PMO maupun terapi, kemudian dilakukan uji korelasi menggunakan Spearman’s rho untuk mengidentifikasi hubungan antara kepuasan pasien terkait peran PMO terhadap kepuasan terapi pasien. Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan sebesar 62,5% memiliki kepuasan yang tinggi terkait peran PMO dan 37,5% lainnya memiliki kepuasan yang sedang. Sebesar 70,8% memiliki kepuasan terapi yang tinggi dan 29,2% lainnya memiliki kepuasan yang sedang. Pada penelitian ini tidak ada pasien yang memiliki kepuasan rendah baik terkait peran PMO maupun terapi. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p sebesar 0,0005 dengan nilai koefisien korelasi sebesar (+) 0,639. Kesimpulan: Gambaran kepuasan pasien hipertensi di Kecamatan Ciamis baik terkait peran PMO maupun terapi mayoritas termasuk dalam kategori tinggi. Terdapat hubungan signifikan pada pasien hipertensi di Kecamatan Ciamis, ketika kepuasan pasien terkait peran PMO tinggi maka kepuasan terapi pasien juga tinggi. | Background: Non-adherence to therapy is a problem that still often occurs. One potential to overcome these problems is to increase patient satisfaction related to therapy. Peer Assistance can be one of the influential factors related to therapy satisfaction. This study aims to identify the relationship between patient satisfaction related to the role of Peer Assistance on patient therapy satisfaction. Method: This study uses a cross-sectional method conducted in Ciamis Sub-District. Respondents in this study were hypertensive patients who routinely underwent therapy. Subjects collected by using total sampling method. There are 48 research subjects who are according the inclusion criteria. This study was analyzed descriptively to describe the state of satisfaction of hypertensive patients both related to the role of Peer Assistance and therapy, then a correlation test was carried out using Spearman's rho to identify the relationship between patient satisfaction related to the role of Peer Assistance and therapy satisfaction. Result: The results showed that 62.5% had high satisfaction regarding the role of PMO and 37.5% had moderate satisfaction. Then 70.8% had high satisfaction with therapy and another 29.2% had moderate satisfaction. In this study, there were no patients who had low satisfaction regarding the role of Peer Assistance and therapy. The results of the correlation test showed a p value of 0.0005 with a correlation coefficient value of (+) 0.639. Conclusion: The description of the satisfaction of hypertension patients in Ciamis Sub-District, both related to the role of Peer Assistance and therapy, the majority are included in the high category, respectively, amounting to 62.5% and 70.8%. There is a direct relationship in hypertension patients in Ciamis Sub-District, when patient satisfaction related to the role of Peer Assistance is high, therapy satisfaction related to is also high. | |
| 34467 | 37387 | F1F015043 | PERAN UNWTO DALAM PEMBANGUNAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI INDONESIA MELALUI SUSTAINABLE TOURISM THROUGH ENERGY EFFICIENCY WITH ADAPTATION AND MITIGATION MEASURES (STREAM) DI PANGANDARAN | Penelitian yang berjudul “Peran UNWTO Dalam Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia Melalui Sustainable Tourism Through Energy Efficiency With Adaptation And Mitigation Measures (STREAM) di Pangandaran” dianalisis menggunakan teori peran yang dikemukakan oleh Clive Archer. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis peran yang dmiliki oleh UNWTO dalam upaya pengembangan pariwisata di Pangandaran. Clive Archer mngemukakan bahwa organisasi internasional memiliki tiga peran besar yaitu instrument, arena, dan aktor, peran dari UNWTO ini akan membantu mewujudkan pariwisata yang bersifat berkelanjutan di Pangandaran melalui proyek STREAM. | The research entitled "The Role of UNWTO in Sustainable Tourism Development in Indonesia Through Sustainable Tourism Through Energy Efficiency With Adaptation And Mitigation Measures (STREAM) in Pangandaran" was analyzed using the role theory proposed by Clive Archer. The focus of this research is to analyze the role of UNWTO in tourism development efforts in Pangandaran. Clive Archer stated that international organizations have three major roles, thoese roles are instruments, arenas, and actors, the role of UNWTO will help the realization of sustainable tourism in Pangandaran through the STREAM project. | |
| 34468 | 37397 | C1A018066 | Analisis Dampak Adanya Mal Mitra Terhadap Pendapatan Pedagang Pasar Baru Kutowinangun | Pembangunan pasar modern yaitu Mall Mitra di Kecamatan Kutowinangun ini berdekatan dengan pasar tradisional. Lokasi dari Mall Mitra yang berdekatan dengan pasar tradisional dapat memberikan dampak bagi masyarakat Kecamatan Kutowinangun, khususnya masyarakat yang bermata pencaharian sebagai pedagang di pasar tradisional dan warung-warung yang sudah berdiri terlebih dahulu, tetapi adanya mall ini juga memberikan pilihan lain kepada masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhannya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif yang dilakukan pada pedagang pasar tradisional di Pasar Baru Kecamatan Kutowinangun. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak adanya Mall Mitra terhadap jumlah tenaga kerja, jumlah pelanggan, dan pendapatan bersih pedagang di pasar tradisional. Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang Pasar Baru Kutowinangun di Kecamatan Kutowinangun. Pengambilan sampel menggunakan simple random dan untuk jumlah sampel responden berjumlah 52 orang yang didapat menggunakan rumus Taro Yamane. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, Statistik Deskriptif, Analisis Revenue Cost, Uji Normalitas, dan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan SPSS dapat disimpulkan bahwa variabel tenaga kerja, jumlah pelanggan, dan pendapatan bersih mengalami perubahan setelah adanya Mall Mitra. Setelah adanya Mall Mitra tenaga kerja, jumlah pelanggan, dan pendapatan bersih pedagang pasar tradisional secara bersama-sama mengalami penurunan. Implikasi dari kesimpulan diatas adalah hasil analisis tenaga kerja, pendapatan bersih, dan jumlah pelanggan keseluruhan pedagang di Pasar Baru Kutowinangun secara umum mengalami penurunan setelah di bangunnya Mall Mitra. Hal ini disebabkan oleh pasar tradisional kalah bersaing dengan pasar modern. Sehingga yang diperlukan adalah meningkatkan daya saing sehingga Pasar Baru Kutowinangun diminati oleh masyarakat. Peningkatan daya saing ini dapat dilakukan dengan promosi, mempermudah transaksi, ataupun dengan mengubah kondisi tampilan pasar tradisional menjadi lebih menarik lagi. | The construction of a modern market, namely Mitra Mall in Kutowinangun District, is adjacent to the traditional market. The location of Mitra Mall which is adjacent to the traditional market can have an impact on the people of Kutowinangun District, especially people who make a living as traders in traditional markets and stalls that have been established first, but the existence of this mall also provides other options to the surrounding community in meeting their needs. This research is a comparative quantitative research conducted on traditional market traders in Pasar Baru, Kutowinangun District. The purpose of this study is to determine the impact of the existence of Mitra Mall on the number of workers, the number of customers, and the net income of merchants in traditional markets. The population in this study was the traders of Kutowinangun New Market in Kutowinangun District. Sampling used simple random and for the total sample of respondents amounted to 52 people obtained using the Taro Yamane formula. The data analysis techniques used in this study are Descriptive Statistics, Revenue Cost Analysis, Normality Test, and Wilcoxon Signed Rank Test. Based on the results of research and data analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test with SPSS, it can be concluded that the variables of labor, number of customers, and net income have changed after the existence of The Partner Mall. After the existence of the Partner Mall, the number of customers, and the net income of traditional market merchants together decreased. The implication of the above conclusion is that the results of the analysis of labor, net income, and the number of customers of all traders in Pasar Baru Kutowinangun in general have decreased after the construction of the Partner Mall. This is due to the fact that the traditional market is less competitive than the modern market. So what is needed is to increase competitiveness so that the Kutowinangun New Market is in demand by the public. This increase in competitiveness can be done by promoting, simplifying transactions, or by changing the appearance conditions of the traditional market to be even more attractive. | |
| 34469 | 36863 | E1A017391 | PUTUSAN BANDING YANG MERUBAH PUTUSAN PIDANA 10 TAHUN MENJADI PIDANA 4 TAHUN DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI (TINJAUAN YURIDIS NOMOR:10/PID.SUS-TPK/2021/PT.DKI) | Mahkamah memandang bahwa tindak pidana korupsi telah merugikan hak asasi sosial dan hak ekonomi masyarakat adalah suatu kejahatan yang dinilai luar biasa secara keseluruhan. Korupsi di Indonesia sudah berkembang dan mengakar pada lembaga perwakilan rakyat seperti Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah, bahkan pada kerangka sistem peradilan pidana seperti kepolisian, kejaksaan dan lembaga pengadilan. Pada dasarnya keadilan adalah konsep penilaian dengan memberikan kepada siapapun sesuai dengan apa yang menjadi haknya, yakni dengan bertindak proposional dan tidak melanggar hukum. Dalam teori dan praktek mengenal ada 2 (dua) macam upaya hukum yaitu, upaya hukum biasa dan upaya hukum luar biasa. Para pihak dapat mengajukan upaya hukum banding bila merasa tidak puas dengan isi putusan Pengadilan Negeri kepada Pengadilan Tinggi melalui Pengadilan Negeri dimana putusan tersebut dijatuhkan Putusan Pidana 10 tahun menjadi 4 Tahun ini dinilai mencederai rasa keadilan masyarakat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analistis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan dan diperoleh secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan,pertimbangan hukum hakim dikategorikan menjadi pertimbangan yuridis Pinangki terbukti melakukan tiga kejahatan sekaligus, yakni suap, pencucian uang, dan pemufakatan jahat. Hal yang memberatkan Pada saat melakukakn kejahatan Jaksa Pinangki Sirna Malasari berstatus sebagai Jaksa sebagai penegak hukum. sejumlah pertimbangan majelis, Dimana terdakwa mengaku bersalah dan mengatakan menyesali perbuatannya serta telah mengikhlaskan dipecat dari profesi sebagai jaksa, Terdakwa adalah seorang ibu dari anak yang masih balita (berusia empat tahun) . | The Court views that corruption has detrimental to the social and economic rights of the community is a crimes that are judged extraordinary overall. Corruption in Indonesia has developed and is rooted in people's representative institutions such as The House of Representatives and the Regional Representatives Council, even in framework of the criminal justice system such as the police, prosecutors and court institution. Basically justice is a concept of judgment by giving to anyone according to what is their right, namely by acting proportionally and not violating the law. In theory and practice, there are 2 (two) kinds of legal remedies, namely, ordinary legal remedies and extraordinary legal remedies. The parties can file an appeal if they are dissatisfied with the contents of the District Court's decision to the High Court through the District Court where the decision was handed down. This 10-year-to-4-year criminal verdict is considered to injure people's sense of justice. The method used in this research is normative juridical with descriptive analytical research specifications. Sources of data used are secondary legal materials obtained through the literature and obtained systematically. Based on the results of research and discussion, the judge's legal considerations were categorized into juridical considerations. Pinangki was proven to have committed three crimes at once, namely bribery, money laundering, and conspiracy. The aggravating thing At the time of committing the crime, Pinangki Attorney Sirna Malasari was a prosecutor as a law enforcer. amount consideration of the panel, where the defendant pleaded guilty and said he regretted his actions and had agreed to be fired from his profession as a prosecutor, the Defendant is a mother of a child who still a toddler (four years old). | |
| 34470 | 37388 | K1C018038 | Pengembangan Desain Double Layer Beam Shaping Assembly (DLBSA) Menggunakan Extended Nozzle | Abstrak – Desain double layer beam shaping assembly (DLBSA) dibuat menggunakan exteded nozzle. Desain DLBSA dengan tambahan nozzle menggunakan bahan bahan Pb+ (LiF-PE), Bi+ (LiF-PE), Ni+ (LiF-PE). Penentuan karakteristik spektrum neutron dilakukan di ujung nozzle dan distribusinya ditinjau di dalam DLBSA dan nozzle. Penentuan jenis material didasarkan pada kemampuan menghasilkan fluks neutron epitermal tertinggi dan homogenitas berkas yang seragam serta divergensi yang rendah. Hasil penelitian menunjukan karakteristik spektrum neutron yang dihasikan DLBSA menggunakan tambahan nozzle diperoleh neutron epitermal yang dominan dengan energi (10-6 – 10-2 MeV). Distribusi fluks neutron yang dihasilkan DLBSA menggunakan tambahan nozzle lebih baik dibandingkan DLBSA tanpa nozzle. Penambahan nozzle dengan bahan Pb+ (LiF-PE), Bi+ (LiF-PE) dapat meningkatkan fluks neutron epitermal dan homogenitas berkas. Jenis Material Pb + (LiF-PE) merupakan material terbaik dalam meningkatkan fluks neutron epitermal. Secara umum penambahan nozzle tidak mengurangi divergensi berkas neutron. | Abstract – The double layer beam shaping assembly (DLBSA) design was made using an extended nozzle. The DLBSA design with an additional nozzle uses Pb+ (LiF-PE), Bi+ (LiF-PE), Ni+ (LiF-PE) materials. Determination of the characteristics of the neutron spectrum is carried out at the tip of the nozzle and its distribution is reviewed in the DLBSA and the nozzle. Determination of the type of material is based on the ability to produce the highest epithermal neutron flux and uniform beam homogeneity and low divergence. The results showed that the characteristics of the neutron spectrum produced by DLBSA using an additional nozzle were obtained with a dominant epithermal neutron with energy (10-6 – 10-2 MeV). The distribution of neutron flux produced by DLBSA using an additional nozzle is better than DLBSA without a nozzle. The addition of a nozzle with Pb+ (LiF-PE), Bi+ (LiF-PE) materials can increase the epithermal neutron flux and beam homogeneity. Pb+ (LiF-PE) is the best material for increasing epithermal neutron flux. In general, the addition of a nozzle does not reduce the divergence of the neutron beam. | |
| 34471 | 37389 | K1C018001 | ANALISIS HUBUNGAN URBAN HEAT ISLAND DENGAN INDEKS VEGETASI BERDASARKAN CITRA SATELIT TERRA-MODIS DI PULAU KALIMANTAN | Perkembangan perkotaan di Pulau Kalimantan dalam berbagai aspek pada prinsipnya dapat meningkatkan produktivitas melalui perluasan lahan terbangun. Hal tersebut dapat memberikan dampak terhadap peningkatan suhu di wilayah perkotaan dan semakin rendahnya suhu disekitarnya. Fenomena ini dikenal dengan urban heat island (UHI). Untuk itu, perlu dilakukan analisis terhadap fenomena tersebut. Analisis UHI dalam penelitian ini memanfaatkan teknologi penginderaan jauh menggunakan satelit Terra-MODIS. Citra satelit Terra-MODIS digunakan untuk mengetahui land surface temperature (LST) dan normalized difference vegetation index (NDVI). Wilayah urban yang menjadi objek analisis adalah Kota Pontianak dan Balikpapan. Datayang digunakan adalah data citra dari tahun 2001 hingga 2020. Pada pronsipnya LST dan NDVI berbanding terbalik, tetapi dalam penelitian ini dihasilkan kondisi dimana keadaannya berbanding lurus. Kondisi ini menunjukkan bahwa dalam analisis fenomena UHI dibutuhkan faktor lainnya selain kedua parameter, seperti kelembaban dan curah hujan. | An urban development in Kalimantan Island for several aspect is usually to increase productivity through spread out of the land used. The condition has impact on increasing temperature in urban areas and lowering the others area surrounding. This phenomenon is generally known as an urban heat island (UHI). Therefore, it is necessary to analyze the phenomenon. In this study, a remote sensing technology using the Terra-MODIS satellite is employed for the UHI analysis. The Terra-MODIS satellite imagery is used to determine the land surface temperature (LST) and the normalized difference vegetation index (NDVI). Pontianak and Balikpapan are the area of interest in this study. The iamgery data used in this analysis are from 2001 to 2020. In principle, LST and NDVI are inverserly proportional, but in this study, both are directly proportional. This condition indicates that the analysis of the UHI phenomenon requires other factors besides the two parameters, such as humidity and rainfall. | |
| 34472 | 38000 | J1D018049 | Perwatakan Tokoh Utama dalam Novel Orang-Orang Biasa Karya Andrea Hirata (Sebuah Kajian Psikologi Sastra) | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) perwatakan tokoh utama dalam novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata (2) konflik psikis tokoh utama dalam novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata dengan teori psikoanalisis milik Sigmund Freud. Sumber data dalam penelitian ini berupa kata-kata atau frase dalam novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra teori psikoanalisis milik Sigmund Freud. Penelitian ini merupakan penilitian deskriptif kualitatif. Adapun fokus penelitian ini adalah perwatakan tokoh utama dan konflik psikis yang dialami tokoh utama. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini berupa teknik deskriptif. Hasil penelitian dalam penelitian ini meliputi perwatakan tokoh utama dan konflik psikis dalam novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata. Perwatakan tokoh utama (Debut Awaludin) meliputi perhatian, bijaksana, berpikiran maju, tegas, simpatik, percaya diri, idealis, dan berani melawan, namun dalam kondisi tertentu Debut Awaludin juga memiliki watak yang kurang baik yaitu nekat. Sedangkan konflik psikis yang dialami tokoh utama meliputi kemarahan, keberanian, penyesalan, dan ketakutan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa ego adalah struktur kepribadian yang sering mendominasi dalam diri Debut Awaludin sebagai sosok yang berpikir rasional dan mengedepankan fakta dalam perjuangan hidupnya. Id dalam diri Debut Awaludin sebagai naluri dasar untuk bertindak juga mempengaruhi psikisnya. Super ego dalam diri Debut Awaludin juga menuntunnya untuk mengendalikan ego ketika akan melakukan sesuatu baik dalam hal tindakan ataupun perkataan karena super ego bentuk pengontrol diri suatu tokoh. Ketiga struktur kepribadian tersebut yaitu id, ego, dan super ego tersirat dan tersurat pada tokoh utama dalam novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata. | This study aims to describe (1) the representation of the main character in the novel Ordinary People by Andrea Hirata (2) the psychic conflict of the main character in the novel Ordinary People by Andrea Hirata with Sigmund Freud's psychoanalytic theory. The source of the data in this study is in the form of words or phrases in the novel Orang-Orang Biasa by Andrea Hirata. This research uses the literary psychological psychology approach of Sigmund Freud's psychoanalytic theory. This research is a qualitative descriptive study. The focus of this research is the representation of the main character and the psychic conflicts experienced by the main character. Data collection techniques use read and record techniques. The data analysis technique in this study is in the form of a descriptive technique. The results of the research in this study include the representation of the main character and psychic conflicts in the novel Ordinary People by Andrea Hirata. The representation of the main character (Debut Awaludin) includes being considerate, wise, forward-thinking, firm, sympathetic, confident, idealistic, and daring to resist, but under certain conditions Debut Awaludin also has a bad disposition, namely recklessness. Meanwhile, the psychic conflicts experienced by the main character include anger, courage, regret, and fear. From the results of the study it was found that the ego is a personality structure that often dominates in the person of Debut Awaludin as a figure who thinks rationally and puts forward facts in his life struggles. The id in The Debut Awaludin as a basic instinct to act also influenced his psychic. The super ego in Debut Awaludin also led him to control the ego when he was going to do something either in terms of actions or words because the super ego is a form of self-control of a character. The three personality structures, namely id, ego, and super ego are implied and expressed in the main character in the novel Ordinary People by Andrea Hirata. | |
| 34473 | 37391 | I1C016069 | FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL HAND SANITIZER MINYAK ATSIRI SERAI DAPUR (Cymbopogon citratus DC) TERHADAP Staphylococcus aureus | Latar Belakang: Minyak atsiri serai dapur memiliki kandungan sitral yang berfungsi sebagai antibakteri, diantaranya terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi minyak atsiri serai dapur terhadap sifat fisik dan stabilitas fisik sediaan gel hand sanitizer serta mengetahui aktivitas antibakterinya terhadap bakteri S.aureus. Metodologi: Sediaan gel hand sanitizer dibuat dengan variasi konsentrasi minyak atsiri serai dapur, yaitu 10% (F1), 15% (F2) dan 20% (F3). Pengujian organoleptis, homogenitas, uji freeze-thaw diamati secara visual dan datanya dianalisis secara deskriptif. Selain itu, dilakukan uji pH, viskositas, daya lekat, dan daya sebar dengan membandingkan hasil uji dengan literatur, kemudian data dianalisis secara statistik menggunakan uji one way ANOVA dan dilanjutkan uji Least Significant Differences (LSD) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran menghasilkan diameter zona hambat yang dianalisis secara statistik dibandingkan dengan kontrol negatif dan kontrol positif. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula sediaan gel hand sanitizer minyak atsiri serai dapur memenuhi kriteria yang baik pada parameter organoleptis, homogenitas, viskositas, pH, daya sebar, daya lekat dan uji stabilitas freeze-thaw. Formula sediaan gel hand sanitizer minyak atsiri serai dapur pada konsentrasi 10%, 15%, dan 20% memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat berturut-turut 10,66; 12; dan 14,33 mm. Kesimpulan: Semua formula gel hand sanitizer yang mengandung minyak atsiri serai dapur memenuhi persyaratan uji dan pada konsentrasi 20% (F3) menunjukkan aktivitas antibakteri paling tinggi. Peningkatan variasi konsentrasi minyak atsiri serai dapur dapat meningkatkan nilai viskositas dan daya lekat, serta menurunkan nilai daya sebar gel hand sanitizer minyak atsiri serai dapur. Kata kunci: Cymbopogon citratus DC, Gel hand sanitizer, HPMC, Serai dapur , Staphylococcus aureus | Background: Lemongrass essential oil contains citral which acts an antibacterial, including against Staphylococcus aureus. The purposes of this study were to determine the effect of concentrations variation of lemongrass essential oil on the physical properties and physical stability of hand sanitizer gel and to determine the antibacterial activity of lemongrass essential oil hand sanitizer gel against Staphylococcus aureus. Research Methodology: Hand sanitizer gel prepared with concentrations variation of lemongrass essential oil (F1), 15% (F2) dan 20% (F3). The results of organoleptic, homogenity, and physical stability test (freeze-thaw) observed visually and the date were analyzed descriptively. The test data for pH, viscosity, adhesion, and dispersibility by compering the test results with the literature, then analyzed using the one way ANOVA test and followed by the Least Significant Differences (LSD) test with a 95% confidence level. The results of antibacterial activity test using the well diffusion method analyzed by compared to negative control and positive control. Result: The results were shoewed all of the hand sanitizer gel formulations of lemongrass essensial oil have good criteria on organoleptic paramaters, homogeneity, viscosity, pH, dispersion, adhesion and freeze-thaw stability tests. Lemongrass essential oil hand sanitizer gel formulations at concentration of 10%, 15%, and 20% had antibacterial against S. aureus with inhibition zone diameter 10,66; 12; dan 14,33 mm. Conclusion: All hand sanitizer gel formulas meet the test requirements. The Cymbopogon citratus DC essential oil hand sanitizer gel at concentration of 20% had higher antibacterial activity against S. aureus. Increasing of concentrations variation of Cymbopogon citratus DC could increase the value of viscosity and adhesion, but could decrease the dispersion value of the lemongrass essential oil hand sanitizer gel. Key words: Cymbopogon citratus DC, HPMC, Hand sanitizer gel, Staphylococcus aureus | |
| 34474 | 37392 | A1F017091 | PENGARUH PEMBERIAN KEJU ANALOG SUSU JAGUNG TERHADAP PROFIL GULA DARAH DAN MDA TIKUS | Penderita DM memiliki risiko yang tinggi dalam masalah kesehatan lainnya, karena kadar gula yang tinggi secara konsisten bisa memengaruhi penyakit baru yang timbul. Salah satu inovasi makanan yang diperkirakan dapat mengontrol kadar gula darah adalah keju analog berbasis susu jagung. Keju analog adalah keju yang memadukan lemak dan protein non susu untuk menghasilkan pangan olahan yang menyerupai keju hewani. Keju oles analog susu jagung menggunakan bahan dasar susu jagung dengan penambahan Virgin Coconut Oil (VCO), Whey Protein Concentrate (WPC), dan asam laktat. Penelitian ini dilakuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh keju oles analog terhadap kadar gula darah, MDA dan kolesterol tikus | People with diabetes have a high risk of other health problems, because consistently high sugar levels can affect new diseases that arise. One of the food innovations that are thought to be able to control blood sugar levels is an analogue cheese based on corn milk. Analog cheese is a cheese that combines fat and non-dairy protein to produce processed foods that resemble animal cheeses. Corn milk analog spread cheese uses corn milk as the basic ingredients with the addition of Virgin Coconut Oil (VCO), Whey Protein Concentrate (WPC), and lactic acid. This study was conducted to determine how the effect of analog cheese spread on blood sugar, MDA and cholesterol levels of rats. | |
| 34475 | 37393 | A1A116014 | Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Petani Dalam Berusahatani Tebu Di Desa Trangkil, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati | Jumlah produksi dan produktivitas tebu di Kecamatan Trangkil cenderung menurun, namun masih banyak petani di Desa Trangkil yang masih berminat mengupayakan dan melakukan usahatani tebu untuk menambah pendapatan mereka dan memenuhi permintaan konsumen. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mengetahui karakteristik dari petani tebu di Desa Trangkil, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, 2)Mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi minat petani dalam berusahatani tebu di Desa Trangkil, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. Metode penelitian yang digunakan adalah metode wawancara, observasi dan studi dokumen. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 36 orang petani responden. Metode analisis data yang digunakan adalah minat petani, analisis pengalaman, analisis pendapatan, analisis bantuan, dan analisis pendidikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Terdapat hubungan yang singnifikan untuk semua variabel dengan nilai signifikansi sebagai berikut; a) luas lahan (0.000) b) pengalaman (0.011), c) pendapatan (0.000), d) bantuan (0.000), dan e) pendidikan (0.000), 2) Hasil analisis perhitungan menunjukkan bahwa nilai Adj R Square sebesar 0,799 yang menunjukkan bahwa pengaruh luas lahan (X1), Pengalaman (X2), Pendapatan (X3), Bantuan (X4), dan Pendidikan (X5) terhadap minat petani (Y) sebesar 79,9%, 3) Hasil Uji F menunjukkan bahwa nilai F Hitung (28,882)>F Tabel (2,485), maka variabel X secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh terhadap variabel Y (minat petani), 4) Hasil Uji t menunjukkan bahwa nilai t hitung>t tabel (1,690), maka variabel X secara parsial mempunyai pengaruh terhadap variabel Y (minat petani berusahatani tebu) adalah pendapatan dan pendidikan. | The amount of sugarcane production and productivity in Trangkil District tends to decrease, but there are still many farmers in Trangkil Village who are still interested in trying and doing sugarcane farming to increase their income and meet consumer demand. Based on these problems, this study aims to; 1) Knowing the characteristics of sugarcane farmers in Trangkil Village, Trangkil District, Pati Regency, 2) Knowing what factors influence the interest of farmers in sugarcane farming in Trangkil Village, Trangkil District, Pati Regency. The research method used is the method of interview, observation and document study. The sampling method in this study used cluster random sampling so that a sample of 36 respondents was obtained. The data analysis methods used were farmer interest, experience analysis, income analysis, assistance analysis, and education analysis. The results showed that 1) There was a significant relationship for all variables with the following significance values; a) land area (0.000) b) experience (0.011), c) income (0.000), d) assistance (0.000), and e) education (0.000), 2) The results of the calculation analysis show that the value of Adj R Square is 0.799 which shows that the influence of land area (X1), Experience (X2), Income (X3), Assistance (X4), and Education (X5) on farmers' interest (Y) is 79.9%, 3) The F test results show that the F value Count (28,882)>F Table (2,485), then the X variable together (simultaneously) has an influence on the Y variable (farmers' interest), 4) The t test results show that the value of t count> t table (1,690), then the variable X partially has an influence on the variable Y (interest of sugarcane farmers) is income and education. | |
| 34476 | 37394 | E1A115121 | REALITY SHOW PENEGAKAN HUKUM KEPOLISIAN DALAM PERSPEKTIF ASAS PRESUMPTION OF INNOCENCE DAN HUMAN RIGHTS. (Kajian Yuridis Normatif Terhadap Acara Reality Show Penegakan Hukum) | Berdasarkan perkembangannya, penegakan hukum yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia saat ini ada yang disiarkan melalui media elektronik (Televisi, Media Sosial) dan dibentuk dalam sebuah konsep Acara Reality Show. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kembali kepercayaan kepada lembaga penegak hukum . Tujuan Penelitian ini juga untuk mengetahui dan menganalisis perspektif Asas Presumption Of Innocence dan Human Rights dalam Reality Show penegakan hukum diatas. Terutama mengenai hak-hak masyarakat yang tanpa keinginannya menjadi objek dalam reality show penegakan hukum. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian preskrptif. Adapun data yang digunakan adalah data sekunder yang diolah dengan metode reduksi dan dianalisis dengan metode analisis normatif kualitatif. Bahwa berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan adanya pelanggaran terhadap asas presumption of innocence melalui publikasi identitas sesorang yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dan adanya tindakan diskresi kepolisian yang tidak sesuai (berlebihan). Selain itu adapula pelanggaran terhadap human rights yaitu pelanggaran terhadap hak atas privasi. Dimana secara tidak sah dicampuri masalah-masalah pribadi seseorang atau dicampuri hubungan surat menyurat seseorang tanpa ada pertimbangan yang sesuai. | Based on the development of law enforcement carried out by the Indonesian National Police, currently, there are broadcasts through electronic media (Television, Social Media) and formed in a concept of Reality Show Events. It aims to re-create trust in law enforcement agencies. The purpose of this study is also to find out and analyze the perspective of the Presumption of Innocence and Human Rights Principles in the Reality Show of law enforcement above. Especially regarding the rights of people who without their will become objects in law enforcement reality shows. This study uses a normative juridical approach, with prescriptive research specifications. The data used is secondary data which is processed by the reduction method and analyzed by the qualitative normative analysis method. Based on the results of this study, shows that there is a violation of the principle of presumption of innocence through the publication of someone's identity that is not following the laws and regulations, and the presence of inappropriate (excessive) police discretionary actions. In addition, there are also violations of human rights, namely violations of the right to privacy. Where is illegally interfering with someone's problems or interfering with someone's correspondence without any appropriate consideration. | |
| 34477 | 37395 | F1A018068 | PRAKTIK PEMBELAJARAN DARING BAGI ANAK SEKOLAH DASAR DI MASA PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS PADA SEKOLAH DASAR NEGERI AJIBARANG KULON, BANYUMAS) | Penelitian ini bertujuan mengetahui praktik pembelajaran secara daring beserta hambatanya saat masa pandemi Covid-19, serta implikasinya terhadap interaksi sosial siswa. Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ajibarang Kulon, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi-terstruktur dan observasi. Analisis data menggunakan teknik analisis tematik. Validasi data menggunakan triangulasi sumber data. Subjek penelitian yaitu siswa kelas 1 dan 3 Sekolah Dasar, orang tua siswa dan guru yang ikut serta dalam pembelajaran secara daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembelajaran daring pada masa pandemi di SDN Ajibarang Kulon mayoritas menggunakan whatsapp grup sebagai aplikasi yang digunakan namun pada kelas 3 aplikasi yang digunakan lebih bervariasi. Selain whatsapp grup, juga menggunakan aplikasi google classroom dan zoom. Respon terhadap pembelajaran daring bervariasi: informan ada yang menganggap menyenangkan, ada pula yang menganggapnya tidak sesuai dengan perkembangan siswa. Beberapa informan berpendapat bahwa pembelajaran secara daring tidak efektif karena memiliki banyak hambatan dan mekanismenya merepotkan, sementara informan lain menganggapnya efektif karena pembelajaran daring merupakan pilihan paling tepat di masa pandemi untuk mencegah para siswa dan guru tertular virus Covid-19 yang saat itu persebarannya sangat luas. Pembelajaran secara daring menyebabkan perubahan interaksi antar siswa dan antara siswa dengan guru karena kontak sosial dilakukan secara tidak langsung. Sebaliknya, karena siswa harus belajar di rumah, interaksi anatara siswa dan orang tua justru semakin intens. Baik guru maupun orang tua mengakui bahwa pembelajaran daring juga mempengaruhi perilaku anak; mereka cenderung lebih santai dan malas, serta kurang terlibat secara sosial. Hambatan yang muncul dalam pembelajaran secara daring meliputi ketersediaan dan kapasitas gawai yang tidak memadai, ketidakstabilan dan ketergantungan sinyal internet, serta membengkaknya pengeluaran keluarga untuk membeli paket internet. Ke-depan, pemerintah perlu menyiapkan sistem pembelajaran daring secara lebih baik agar dapat meminimalisiasi berbagai hambatan sehingga dapat menjadi alternatif model pembelajaran yang efektif dan efisien. | This study aims to determine the practice of online learning and its obstacles during the Covid-19 pandemic, as well as its implications for students' social interactions. The study was conducted at the State Elementary School (SDN) Ajibarang Kulon, Ajibarang District, Banyumas Regency using a qualitative research method with a case study approach. The technique of determining informants used purposive sampling, data collection techniques used semi-structured interviews and observation. Data analysis used thematic analysis techniques. Data validation uses data source triangulation. The research subjects were grade 1 and 3 elementary school students, parents and teachers who participated in online learning. The results showed that the practice of online learning during the pandemic at SDN Ajibarang Kulon mostly used whatsapp groups as the application used, but in grade 3 the applications used were more varied. In addition to whatsapp groups, also use the google classroom and zoom applications. Responses to online learning varied: some informants found it fun, some thought it was not in accordance with student development. Some informants argued that online learning was ineffective because it had many obstacles and the mechanism was troublesome, while other informants considered it effective because online learning was the most appropriate choice during the pandemic to prevent students and teachers from contracting the Covid-19 virus, which at that time had a very wide spread. Online learning causes changes in interactions between students and between students and teachers because social contact is done indirectly. On the other hand, because students have to study at home, the interaction between students and parents is even more intense. Both teachers and parents recognize that online learning also affects children's behavior; they tend to be more relaxed and lazy, and less socially involved. Barriers that arise in online learning include inadequate availability and capacity of devices, instability and dependence on internet signals, as well as increasing family spending to buy internet packages. In the future, the government needs to prepare a better online learning system in order to minimize various obstacles so that it can become an alternative learning model that is effective and efficient. | |
| 34478 | 37396 | F1C016058 | HUBUNGAN TERPAAN KONTEN INSTAGRAM DENGAN KESADARAN MEMATUHI PROTOKOL KESEHATAN DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA FOLLOWERS AKUN @DINKESBANYUMAS | Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan hubungan terpaan postingan konten Instagram @dinkesbanyumas dengan kesadaran mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi covid-19 pada masyarakat Banyumas dan analisis terpaan postingan konten Instagram @dinkesbanyumas dengan kesadaran mematuhi protokol kesehatan . ini merupakan penelitian dengan metode kuantitatif deskriptif yang menggunakan survey kuesioner untuk mengumpulkan data. Penelitian ini dilakukan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pemilihan lokasi wilayah tersebut didasarkan karena akun Instagram @dinkesbanyumas menyasar masyarakat Banyumas untuk mematuhi protokol yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Populasi sebanyak 800 terdiri dari seluruh followers akun Instagram @dinkesbanyumas, sehingga perhitungan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin. Metode penelitian ini menggunaka Uji T. Hasil penelitian ini menunjukkan korelasi yaitu sebesar 0,732 yang menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara Hubungan Terpaan Konten Instagram dengan kesadaran mematuhi protokol kesehatan di masa andemi COVID-19 pada followers akun @dinkesbanyumas. Indikator kuat tersebut berdasarkan uji korelasi sebesar 0,732 yang termasuk dalam kategori kuat. Mayoritas followers akun Instagram @dinkesbanyumas mempunyai kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan dan menunjukkan arah positif dalam analisis regresi. | The purpose of this study is to describe the relationship between exposure to @dinkesbanyumas Instagram content posts with awareness of complying with health protocols during the Covid-19 pandemic in the Banyumas community and analysis of exposure to @dinkesbanyumas Instagram content posts with awareness of complying with health protocols. This is a research with descriptive quantitative method that uses a questionnaire survey to collect data. This research was conducted in Purwokerto, Banyumas Regency, Central Java. The selection of the location of the area was based on the Instagram account @dinkesbanyumas targeting the people of Banyumas to comply with the protocols set by the government. This study used a simple random sampling technique. The population of 800 consists of all followers of the Instagram account @dinkesbanyumas, so the calculation of the number of samples uses the Slovin formula. This research method uses the T test. The results of this study show a correlation of 0.732 which indicates a strong relationship between the relationship between exposure to Instagram content and awareness of complying with health protocols during the COVID-19 epidemic on followers of the @dinkesbanyumas account. The strong indicator is based on a correlation test of 0.732 which is included in the strong category. The majority of followers of the Instagram account @dinkesbanyumas have awareness to comply with health protocols and show a positive direction in regression analysis. | |
| 34479 | 38001 | A1D018118 | Identifikasi Marka DNA untuk Sifat Amilosa Tinggi pada Populasi F6 Hasil Persilangan Tanaman Varietas Padi IR 36 dengan Padi Merah PWR | Padi beras merah memiliki kandungan gizi yang tinggi dengan kandungan antosianin pada lapisan kulit luar yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Beras merah baik dikonsumsi bagi pengidap diabetes karena umumnya memiliki nilai indeks glikemik (IG) yang rendah. Nilai IG berbanding terbalik dengan kandungan amilosa, jika kandungan amilosa tinggi maka nilai maka nilai IG rendah dan sebaliknya. Produksi beras merah di Indonesia belum cukup tinggi karena karakteristik agronomi padi beras merah kurang baik dan hasil produksi yang rendah. Persilangan antara Padi Merah PWR dengan Padi IR 36 dilakukan dengan tujuan mendapatkan varietas dengan sifat unggul dari kedua tetua. Penggunaan marka molekuler sebagai alat bantu seleksi hasil persilangan sangat umum digunakan saat ini karena memiliki banyak keunggulan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendapatkan marka molekuler yang dapat digunakan untuk membedakan sifat amilosa pada populasi F6 hasil persilangan Padi IR 36 dengan Padi Merah PWR; 2) Mengetahui keragaman amilosa pada populasi F6 hasil persilangan Padi IR 36 dengan Padi Merah PWR. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian dan Laboratorium Riset Universitas Jenderal Soedirman. Pelaksanaan penelitian dilakukan dari bulan Februari 2022 sampai Juli 2022. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 7 galur F6 hasil persilangan Padi Merah PWR dengan IR 36, dan 4 varietas pembanding yaitu varietas tetua (Padi IR 36 dan Padi Merah PWR), varietas dengan kandungan amilosa rendah (Inpari Arumba), dan varietas dengan kandungan amilosa tinggi (Logawa). Primer spesifik terkait sifat amilosa yang digunakan pada penelitian ini yaitu RM 225, RM 141, RM 434, RM 488, RM 253, RM 190, Wx, SSIIa, RM 7, RM 36, RM 440, dan RM 421, namun terdapat dua primer yang tidak dapat teroptimasi yaitu primer SSIIa dan RM 36. Daun tanaman tiap genotip diekstraksi dengan kit yaitu Quick-DNATM Plant/Seed Miniprep Kit (Zymo Research), kemudian diamplifikasi PCR dengan masing - masing primer. Kandungan amilosa tiap genotip dianalisis Pusat Pangan dan Gizi, Universitas Gajah Mada. Hasil amplikasi DNA diolah menjadi data biner atau skoring berdasarkan letak pita DNA, kemudian dianalisis regresi dengan menggunakan model analisis regresi linier sederhana pada program Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat terdapat keberagam kandungan amilosa pada tiap genotip. Berdasarkan hasil amplifikasi PCR, terdapat lima marka yang dapat digunakan yaitu Wx, RM 225, RM 7, RM 488, dan RM 190. Kelima marka tersebut menunjukkan adanya keterkaitan terhadap kandungan amilosa pada genotip yang diuji. Nilai koefisien determinasi (R2) yang dihasilkan yaitu dengan rentang nilai antara 0,0018 (Wx) hingga 0,4325 (RM 190). Nilai koefisien korelasi (R) yang dihasilkan yaitu dengan rentang nilai antara 0,1 (Wx) hingga 0,66 (RM 190). Marka RM 190 merupakan marka yang paling kuat untuk membedakan sifat amilosa pada beras yang diuji, namun diperlukannya uji lanjutan terhadap RM 190 dengan gen terkait amilosa pada genotip padi lainnya. | Brown rice has a high nutritional content with anthocyanin content in pericarp, which has many benefits for human health. Brown rice is good for people with diabetes because it generally has a low glycemic index (IG) value. The IG value is inversely proportional to the amylose content, if the amylose content is high, then the value is low and vice versa. Brown rice production in Indonesia is not high enough due to the poor agronomic characteristics of brown rice and low production yields. The crossing between Red Rice PWR and IR 36 was carried out with the aim of obtaining varieties with superior traits from both elders. The use of molecular markings as a selection aid in crossing of breeding is very commonly used today because it has many advantages. This study aims to: 1) Obtain molecular markings that can be used to distinguish amylose properties in F6 populations from the crossing of IR 36 with Red Rice PWR; 2) Knowing the diversity of amylose in the F6 population from the crossing of IR 36 with Red Rice PWR. The research was carried out at the Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Laboratory of the Faculty of Agriculture and the Research Laboratory of the University of Jenderal Soedirman. The research was conducted from February 2022 to July 2022. The study was conducted using 7 F6 strains from the crossing of Red Rice PWR with IR 36 and 4 comparison varieties, namely elder varieties (IR 36 Rice and Red Rice PWR), varieties with low amylose levels (Inpari Arumba), and varieties with high amylose levels (Logawa). The specific primers related to amylose properties used in this study were RM 225, RM 141, RM 434, RM 488, RM 253, RM 190, Wx, SSIIa, RM 7, RM 36, RM 440, and RM 421, but there were two primers that could not be optimized, namely SSIIa and RM 36 primers.The plant leaves of each genotype were extracted with a kit, the Quick-DNATM Plant/Seed Miniprep Kit (Zymo Research), and PCR was amplified with each primer. The amylose content of each genotype was analyzed by the Center for Food and Nutrition, Gajah Mada University. The results of DNA amplication are processed into binary data or scoring based on the location of the DNA band, then correlation analysis is analyzed using a simple linear regression analysis model in the Excel program. The results showed that there was a variety of amylose content in each genotype. Based on the pcr amplification results, there are five markers that can be used, there are Wx, RM 225, RM 7, RM 488, and RM 190. The five markers showed a linkage to amylose content in the genotype tested. The resulting coefficient of determination (R2) value has a range of values between 0.0018 (Wx) and 0.4325 (RM 190). The resulting value of the correlation coefficient (R) has a range of values between 0.1 and 0.66 (RM 190). The RM 190 mark is the strongest mark to distinguish the properties of amylose in rice. However, validation needs to be made on a broader range of genotypes to see the significance of RM 190 as a marker for amylose properties. | |
| 34480 | 37399 | A1C017047 | POLA DISTRIBUSI SUHU UDARA PADA VARIASI MATERIAL FLOATING HYDROPONIC SYSTEM DENGAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) | Floating Hydroponic System (FHS) adalah metode budidaya tanaman dengan cara menanam tanaman pada lubang styrofoam yang mengapung di atas permukaan larutan nutrisi dalam bak penampung. Iklim mikro yang optimal untuk produksi tanaman secara FHS akan mendukung produksi yang tinggi dan kualitas yang baik. Bagian penting dalam perancangan instalasi FHS adalah material chamber terutama dalam hal sebaran suhu di dalam instalasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola distribusi suhu pada beberapa variasi material instalasi FHS dan mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman dari tiap instalasi FHS. Material chamber FHS yang digunakan adalah plastik dan kayu. Penelitian dilakukan di greenhouse, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dari bulan September sampai November 2021. Pengukuran iklim mikro dilakukan pada pukul 07.00, 13.00, dan 17.00 WIB pada kondisi cuaca cerah, mendung, dan hujan. Hasil pengukuran kemudian dianalisis melalui pendekatan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) menggunakan CFDSOF dan analisis grafik untuk data pertumbuhan dan hasil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa chamber kayu menghasilkan kondisi suhu lingkungan pertumbuhan lebih rendah dibanding chamber plastik. Chamber kayu menghasilkan kisaran suhu 260C - 28,80C dan chamber plastik menghasilkan kisaran suhu 260C - 29,80C. Validasi hasil simulasi menunjukkan nilai yang cukup baik yaitu error terendah sebesar 3,61% dan error terbesar 8,60%. Perbedaan material chamber tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil panen selada. Hasil panen selada pada chamber kayu dan plastik berturut-turut sebesar 91,86 dan 91,25 gram per tanaman. | A floating Hydroponic System (FHS) is a method of cultivating plants by planting plants in styrofoam holes that float on the surface of the nutrient solution in a holding tank. The optimal microclimate for FHS crop production will support high production and good quality. An important part of the design of the FHS installation is the chamber material, especially in terms of temperature distribution within the installation. This study aims to determine the pattern of temperature distribution in several variations of FHS installation materials and to determine the growth and yield of plants from each FHS installation. The FHS chamber materials used are plastic and wood. The research was conducted in a greenhouse, at the Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University from September to November 2021. Microclimate measurements were carried out at 07.00, 13.00, and 17.00 WIB in sunny, cloudy, and rainy weather conditions. The measurement results were then analyzed through a Computational Fluid Dynamics (CFD) simulation approach using CFDSOF and graphical analysis for plant growth and yield data. The results showed that the wooden chamber produced a lower growth environmental temperature than the plastic chamber. The chamber material that produces the most optimal temperature conditions for lettuce growth is a wooden and plastic chamber during rainy weather. The wooden chamber produces a temperature range of 260C - 28.80C and the plastic chamber produces a temperature range of 260C - 29.80C. The validation of the simulation results shows a fairly good value, namely the lowest error of 3.61% and the largest error of 8.60%. The difference in chamber material had no significant effect on the growth and yield of lettuce. The yield of lettuce in the wooden and plastic chambers was 91.86 and 91.25 grams per plant, respectively. |