Artikelilmiahs

Menampilkan 34.361-34.380 dari 49.942 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3436137307A1C016017PENDUGAAN KANDUNGAN KIMIA JERUK SIAM (Citrus nobilis sp.) SECARA NON DESTRUCTIVE DENGAN SENSOR INFRAMERAH AS7263Penggunaan metode near infrared spectroscopy (NIRS) banyak diaplikasikan oleh para peneliti untuk pendugaan kandungan mutu buah. Saat ini telah dikembangkan sensor inframerah AS7263 berbasis arduino yang prinsip kerjanya mengukanan metode NIRS namun penggunaannya lebih sederhana, sensor AS7263 mempunyai 6 saluran (R, S, T, U, V, W) dengan panjang gelombang 610nm, 680nm, 730nm, 760nm, 810nm, dan 860 nm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi perubahan mutu jeruk siam dengan lama penyimpanan dan mengetahui korelasi antara nilai keluaran sensor AS7263 dengan nilai kandungan kimia serta mengetahui tingkat kesalahannya. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2021-Agustus 2021 di Laboratorium TPPHP Universitas Jenderal Soedirman. Pengambilan data dilakukan setiap 5 hari dengan modulasi tiga kali pengulangan dan dilanjutkan analisis regresi menggunakan Microsoft excel. Hasil penelitian menunjukkan semakin lama penyimpanan kandungan total padat terlarut (TPT) semakin meningkat dan kandungan vitamin C semakin menurun. Prediksi TPT terbaik diperoleh dari metode regresi linier berganda 6 variabel nilai keluaran channel R-S-T-U-V-W dimana koefisien determinasinya sebesar R2 = 0,55 sedangkan prediksi vitamin C diperoleh dari metode regresi linier berganda 4 variabel nilai keluaran channel S-T-U-W dimana koefisien determinasi sebesar R2 = 0,4113. Korelasi antara kandungan kimia dengan nilai keluaran sensor inframerah AS7263 memiliki tingkat hubungan yang cukup baik hal ini dikarenakan faktor cahaya dari lingkungan sekitar yang masuk ke sampel, ketebalan, kerapatan, dan warna dari kulit jeruk siam, serta tidak semua gelombang dapat ditransmisikan.The use of the near infrared spectroscopy (NIRS) method is widely applied by researchers for estimating the content of fruit quality. Currently, an Arduino-based AS7263 sensor has been developed whose working principle uses the NIRS method but its use is simpler, the AS7263 sensor has 6 channels (R, S, T, U, V, W) with wavelengths of 610nm, 680nm, 730nm, 760nm, 810nm, and 860 nm. The purpose of this study was to determine the correlation between changes in the quality of Siamese orange with storage time and to determine the correlation between the output value of the AS7263 sensor with the value of the chemical content and to determine the error rate.. The research was conducted start from in July 2021 to August 2021 at the TPPHP Laboratory of Jenderal Sudirman University. Data were collected every 5 days with three repetitions of modulation and followed by regression analysis using Microsoft excel. The results showed that the longer the storage time the total dissolved solids (TPT) increased and vitamin C decreased. The best TPT prediction was obtained from the multiple linear regression method with 6 variables of the output value of the R-S-T-U-V-W channel where the coefficient of determination was R2 = 0,55 while the vitamin C prediction was obtained from the multiple linear regression method 4 variables of the S-T-U-W channel output value where the coefficient of determination was R2 = 0,4113. The correlation between chemical content and the output value of the AS7263 infrared sensor has a fairly good level of relationship, this is due to the light factor from the surrounding environment that enters the sample, the thickness, density, and color of the Siamese orange peel, and not all waves can be transmitted.
3436237308E1A018264PENYELESAIAN PERSELISIHAN HAK ATAS UPAH KARENA PUTUSNYA HUBUNGAN KERJA DENGAN ALASAN MENGUNDURKAN DIRI (Studi Kasus Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor : 190/Pdt.Sus-PHI/2020/ PN.Jkt.Pst )Pemutusan hubungan kerja merupakan salah satu jenis perselisahan hubungan industrial. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, jenis-jenis perselisihan yakni meliputi Perselisihan Hak, Perselisihan Kepentingan, Perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK, Perselisihan Antara Serikat Pekerja atau Buruh hanya dalam satu perusahaan. Sebagai mana yang terjadi dalam kasus pemutusan hubungan kerja oleh PT. Perintis Geo Tekindo terhadap pekerjanya, Suhendra Sudiraja dan Subhan Sahlan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mengkaji dan menganalisis Penyelesaian perselisihan Hak Atas Upah Dengan Alasan Mengundurkan Diri berdasarkan peraturan perundang-undangan tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial serta pertimbangan hukum hakim dalam menetapkan putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor : 190/Pdt.Sus-PHI/2020/ PN.Jkt.Pst. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian invertarisasi hukum positif dengan menemukan hukum untuk suatu perkara in concerto. Data penelitian bersumber dari data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka. Metode penyajian data dalam bentuk teks naratif. Metode analisis data yang digunakan adalah normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pengajuan Penyelesaian perselisihan hak atas upah dapat dilakukan oleh Pekerja atau Buruh ke Pengadilan Hubungan Industrial dengan mekanisme sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Pasal 3, 4, 5. Dan putusan hakim dirasa kurang tepat karena dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial tidak ada ketentuan yang mengatur tentang Tuntutan Hak Normatif harus terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan oleh Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan.


Termination of employment is one type of industrial relations dispute. Based on Law No. 2 of 2004 concerning Settlement of Industrial Relations Disputes, the types of disputes include Rights Disputes, Interest Disputes, Disputes on Termination of Employment or Layoffs, Disputes Between Trade Unions or Labor only in one company. As what happened in the case of termination of employment by PT. Pioneer Geo Tekindo towards its workers, Suhendra Sudiraja and Subhan Sahlan. This study aims to find out, examine and analyze to settle disputes over the right to wages with the reasons for resigning based on the laws and regulations regarding the settlement of industrial relations disputes and the judges' legal considerations in determining the decisions of the Industrial Relations Court at the Central Jakarta District Court Number: 190/Pdt .Sus-PHI/2020/ PN.Jkt.Pst. This study uses a normatif juridical approach with a specification of positive law inventory research by finding the law for a case in concerto. Research data sourced from secondary data. The method of data collection is done by literature study. Method of presenting data in the form of narrative text. The data analysis method used is normatif qualitative. Based on the results of the study, it can be concluded that the application for settlement of disputes over rights to wages can be made by Workers or Labors to the Industrial Relations Court with the mechanism as stipulated in Law Number 2 of 2004 concerning Settlement of Industrial Relations Disputes Articles 3, 4, 5. And the judge's decision is deemed not quite right because in Law Number 2 of 2004 concerning Settlement of Industrial Relations Disputes there is no provision that stipulates that claims on normatif rights must first be examined by a labor inspector.


Keywords: Rights Disputes, Termination of Employment, Industrial Relations Disputes.
3436337988F1B018062ANALISIS KOMPARASI DAN HUBUNGAN KARAKTERISTIK LINGKUNGAN SOSIAL DENGAN EFEKTIVITAS KEBIJAKAN PROGRAM INDONESIA PINTAR SEKOLAH DASAR (PIP-SD) DI KECAMATAN GARUNG KABUPATEN WONOSOBOProgram Indonesia Pintar (PIP) merupakan salah satu bagian dari kebijakan pendidikan yang ditujukan untuk mengurangi angka putus sekolah akibat terkendala biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas PIP-SD pada dua kelompok sasaran di Kecamatan Garung, serta hubungannya dengan karakteristik lingkungan sosial. Karakteristik lingkungan sosial dianalisis berdasarkan dimensi budaya, teknologi, pendidikan, hubungan sosial, dan ekonomi. Sedangkan efektivitas PIP diukur berdasarkan indikator tepat kebijakan, tepat pelaksanaan, tepat target, tepat lingkungan, dan tepat proses. Setelah dilakukan uji perbedaan efektivitas PIP menggunakan uji U Mann Whitney, dihasilkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata efektivitas PIP-SD pada dua kelompok sasaran di Kecamatan Garung dengan nilai Asymp.Sig.(2-tailed)<0,1 (taraf signifikansi yang ditentukan). Sedangkan uji hubungan karakteristik lingkungan sosial dengan efektivitas PIP dilakukan dengan uji korelasi Rank Spearman yang menghasilkan nilai Sig.(2-tailed)<0,1 atau terdapat hubungan antara karakteristik lingkungan sosial dengan efektivitas kebijakan PIP-SD di Kecamatan Garung.Indonesia Pintar Program (PIP) is a part of an education policy aimed at reducing dropout rates due to financial constraints. This study aims to determine the differences in the effectiveness of PIP-SD in the two target groups in Garung District, and its relationship with the characteristics of the social environment. Characteristics of the social environment are analyzed based on the dimensions of culture, technology, education, social relations, and economy. While the effectiveness of PIP is measured based on the indicators of the right policy, the right implementation, the right target, the right environment, and the right process. After testing the differences in the effectiveness of PIP using the Mann Whitney U test, it was found that there were differences in the average effectiveness of PIP-SD in the two target groups in Garung District with a value of Asymp.Sig.(2-tailed)<0.1 (significance level determined). While testing the relationship between the characteristics of the social environment and the effectiveness of PIP was carried out using the Rank Spearman correlation test which resulted in a value of Sig.(2-tailed) <0.1 which means that there is a relationship between the characteristics of the social environment and the effectiveness of the PIP-SD policy in Garung District
3436437991F1A018089TAKTIK SELF-PRESENTATION GANJAR PRANOWO DAN SUDIRMAN SAID DALAM PEMILIHAN GUBERNUR JAWA TENGAH 2018 DI INSTAGRAMPemilihan calon Gubernur Jawa Tengah tahun 2018 melibatkan dua kandidat, yakni Ganjar Pranowo dan Sudirman Said. Kedua kandidat berlomba-lomba memenangi kontestasi politik dengan berkampanye melalui berbagai media, salah satunya melalui media sosial Instagram. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan taktik self-presentation yang digunakan keduanya sebagaimana yang ditampilkan di Instagram. Metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan varian analisis isi deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Bahan penelitiannya adalah unggahan pada akun Instagram milik Ganjar Pranowo @ganjar_pranowo dan Sudirman Said @sudirmansa1d selama masa kampanye, yakni 15 Februari-23 Juni 2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa saat berkampanye di media sosial Instagram, baik Ganjar Pranowo maupun Sudirman Said melakukan taktik presentasi diri (self-presentation) sebagai upaya membentuk kesan tertentu di hadapan calon pemilih agar sesuai harapan mereka. Baik Ganjar Pranowo maupun Sudirman Said banyak menggunakan taktik ingratiation, yakni tindakan yang didesain untuk membangkitkan daya tarik agar disukai orang lain. Namun terdapat perbedaan pada taktik kedua terbanyak yang digunakan mereka selama kampanye. Di samping taktik ingratiation, Ganjar Pranowo memilih menggunakan taktik exemplification, yakni menunjukkan dirinya bermoral dan memiliki integritas; sedangkan Sudirman Said memilih menggunakan taktik enhacement untuk menunjukkan bahwa dirinya memiliki kompetensi.The election for the governor of Central Java in 2018 involved two candidates, namely Ganjar Pranowo and Sudirman Said. The two candidates competed to win political contests by campaigning through various media, one of which was Instagram social media. The study aims to describe the self-presentation tactics used by both of them as displayed on Instagram. A descriptive quantitative research method with a descriptive content analysis variant is used in this study. The research material is uploaded to the Instagram account of Ganjar Pranowo @ganjar_prannowo and Sudirman Said @sudirmansa1d during the campaign period, which is 15 February-23 June 2018. The sampling technique used was the purposive sampling method. Data analysis used descriptive statistical methods. The results showed that when campaigning on Instagram social media, both Ganjar Pranowo and Sudirman Said used self-presentation to form a certain impression in front of prospective voters to match their expectations. Both Ganjar Pranowo and Sudirman Said use a lot of ingratiation tactics, in which fractionation is designed to generate attraction to be liked by others. But there is a difference in the second-most tactics they used during campaigning. In addition to ingratiation tactics, Ganjar Pranowo chose to use exemplification tactics, namely showing himself to be moral and have integrity; while Sudirman Said chose to use enhancement tactics to show that he had competence.
3436537992F1A018041CITRA GIBRAN RAKABUMING DALAM KAMPANYE POLITIK PADA PILKADA SURAKARTA 2020 MELALUI TINDAKAN SOSIAL (ANALISIS ISI DALAM MEDIA SOSIAL FACEBOOK GIBRAN RAKABUMING)Saat ini berbagai platform media sosial menjadi pilihan para kandidat calon saat
berkampanye dalam pemilu karena dinilai efektif dan efisien dalam menampilkan citra diri,
salah satunya adalah Facebook. Penelitian ini berupaya mendeskripsikan tindakan sosial
yang dilakukan Gibran Rakabuming dalam rangka membangun citra diri guna menarik
masyarakat pemilih pada Pilkada Surakarta 2020 yang diunggah di laman Facebook.
Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif deskriptif berupa analisis isi. Bahan
penelitian berupa unggahan pada halaman beranda Facebook Gibran Rakabuming yang
mengandung unsur kampanye pada periode 26 September 2020 – 5 Desember 2020 dengan
kata kunci dan tagar “Kota Solo”, “Surakarta”, #GibranRakabuming, #GibranWalikota,
#LompatanUntukSolo, #LompatanKotaSolo. Teknik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling. Total sampel sebanyak 66 unggahan. Analisis data menggunakan
metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menemukan bahwa tindakan rasional
instrumental yang dominan dalam kampanye Gibran Rakabuming pada Pilkada Surakarta
2020 yakni penggunaan atribut kampanye sebanyak 47%; tindakan afektif yang dominan
dalam kampanye Gibran adalah memberikan himbauan kepada masyarakat untuk menjaga
kesehatan dan menaati protokol kesehatan (30,6%) dan tindakan tradisional yang paling
dominan yakni (18%) mengapresiasi budaya. Tindakan rasional nilai, yakni penggunaan
simbol keagamaan (3,0%) yang dimunculkan dalam dua unggahan. Kemudian secara
keseluruhan tindakan sosial yang paling mendominasi dalam kampanye Gibran
Rakabuming pada gelaran Pilkada Surakarta 2020 yang termuat di media sosial Facebook
adalah tindakan rasional instrumental.
Currently, various social media platforms are the choice of prospective candidates campaigning in elections because they are considered effective and efficient in presenting self-image, one of them is Facebook. This research seeks to describe social action what Gibran Rakabuming did in order to build self-image to attract voters in the 2020 Surakarta Pilkada which was uploaded on the Facebook page. This study uses a descriptive quantitative methodology in the form of content analysis. Ingredient research in the form of uploads on Gibran Rakabuming's Facebook home page which contains campaign elements in the period 26 September 2020 – 5 December 2020 with keywords and hashtags “Solo City”, “Surakarta”, #GibranRakabuming, #GibranWalikota, #LempatanUntukSolo, #LempatanKotaSolo. Sampling technique usingpurposive sampling. The total sample is 66 uploads. Data analysis using statistical methods. The results of the study found that rational action dominant instrumental in Gibran Rakabuming's campaign in the Surakarta Pilkada 2020, namely the use of campaign attributes by 47%; dominant affective action in Gibran's campaign is to give an appeal to the public to take care health and adhere to health protocols (30.6%) and most traditional measures dominant (18%) appreciate culture. The rational act of value, i.e. use religious symbols (3.0%) that appear in two posts. Then by the overall social action that dominates the Gibran campaign Rakabuming at the 2020 Surakarta Pilkada which was posted on Facebook social media is an instrumental rational act.
3436637309B1A016024Struktur Vegetasi Penyusun Lahan Pekarangan di Lereng Selatan Gunung Slamet Kabupaten Banyumas.Pekarangan merupakan salah bentuk agroforestri yang memiliki ciri-ciri yang khas yang relatif berbeda dibanding dengan ekosistem lainnya. Perkembangan komposisi dan struktur vegetasi ekosistem pekarangan secara alami dipengaruhi oleh arah lereng, ketinggian tempat, dan faktor-faktor lingkungan alami lainnya. Di samping faktor lingkungan, ekosistem pekarangan dipengaruhi pula oleh pemilik lahannya. Kondisi sosial, budaya, dan ekonomi pemilik lahan pekarangan sangat menentukan struktur dan komposisi ekosistem lahan pekarangan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa struktur dan komposisi vegetasi suatu ekosistem pekarangan akan berbeda antar ekosistem pekarangan yang berada di suatu wilayah lingkungan dan kepemilikan yang berbeda.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur vegetasi penyusun lahan pekarangan di Lereng Selatan Gunung Slamet Kabupaten Banyumas, serta mengetahui pengaruh ketinggian tempat dan faktor lingkungan lainnya terhadap struktur vegetasi penyusun lahan pekarangan di Lereng Selatan Gunung Slamet. Penelitian dilakukan pada lahan pekarangan di desa-desa yang termasuk wilayah Lereng Selatan Gunung Slamet Kabupaten Banyumas mulai dari ketinggian <250 mdpl (Kelurahan Pabuaran dan Desa Kebumen), ketinggian 250-500 mdpl (Desa Karanggintung dan Desa Kemutug Kidul), dan ketinggian >500 mdpl (Desa Limpakuwus dan Desa Kemutug Lor). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Pengambilan sampel menggunakan kuadrat. Variabel penelitian terdiri atas variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas meliputi ketinggian tempat, intensitas cahaya, kelembapan udara, temperatur, dan pH tanah, sedangkan variabel terikat meliputi jumlah individu, jumlah jenis vegetasi, dan diameter pohon penyusun lahan pekarangan. Data yang diperoleh dihitung menggunakan Indeks Keanekaragaman jenis Shannon Wiener (H’), Indeks Nilai Penting (INP), dan Indeks Kesamaan Komunitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keanekaragaan Shannon Wiener (H’) vegetasi penyusun lahan pekarangan menurun sejalan dengan semakin tingginya tempat di atas permukaan laut. Jumlah jenis vegetasi pada ketinggian tempat <250 mdpl ditemukan 29 jenis dengan indeks keanekaragaman 3,19 dan didominasi oleh Tectona grandis (28,05%). Di lokasi penelitian dengan ketinggian tempat >250 – 500 mdpl jumlah jenis vegetasi yang ditemukan sebanyak 29 jenis dengan indek keanekaragaman sebesar 3,18 dan didominasi oleh Artocarpus heterophyllus (31,19%), sedangkan jumlah jenis vegetasi di lokasi penelitian pada ketinggian >500 mdpl sebanyak 24 jenis dengan jenis yang dominan yaitu Durio zibethinus (31,58%) dan indeks keanekaragaman sebesar 3,12.
Yard is a form of agroforestry that has characteristics that are relatifly different from other ecosystems. The development of the composition and tree structure of a park ecosystem is naturally influenced by the direction of the slope, altitude, and other natural environmental factors. In addition to environmental factors, park ecosystems are also influenced by land owners. The social, cultural, and economic conditions of the owner of the yard will determine the structure and composition of the yard ecosystem. Thus, it can be said that the structure and composition of trees in a garden ecosystem will be different between the garden ecosystem in a different environment and ownership.
This aims of this study were to determine the structure of the trees that make up the yard on the South Slope of Mount Slamet, Banyumas Regency, and to determine the effect of altitude and other environmental factors on the structure of the trees that make up the yard on the South Slope of Mount Slamet. The research was conducted in house yards in villages included in the South Slope area of Mount Slamet, Banyumas Regency starting from an altitude of <250 m above sea level (Pabuaran Village and Kebumen Village), an altitude of 250-500 m above sea level. (Karanggintung Village and Kemutug Kidul Village), and an altitude of >500 m above sea level (Limpakuwus Village and Kemutug Lor Village). The method used in this research is a survey method. Sampling using a square. Research variables consist of independent variables and dependent variables. The independent variables include altitude, light intensity, air humidity, temperature, and soil pH, while the dependent variable includes the number of individuals, the number of tree species, and the diameter of the trees that make up the yard. The data obtained were calculated using the Shannon Wiener Diversity Index (H'), Importance Value Index (IVI), and the Community Similarity Index.
The results of this study showed that the Shannon Wiener (H') diversity index of the trees making up the yard decreased with increasing altitude above sea level. The number of tree species at an altitude of <250 masl found 29 species with a diversity index of 3.19 and dominated by Tectona grandis (28.05%). At the research location with an altitude of >250-500 m above sea level the number of tree species found was 29 species with a diversity index of 3.18 and dominated by Artocarpus heterophyllus (31.19%), while the number of tree species in the study site was at an altitude of >500 m as many as 24 species above sea level with the dominant species Durio zibethinus (31.58%) and the diversity index of 3.12.
3436737150A1A018020Faktor yang Memengaruhi Produksi Padi Sawah Tadah Hujan Pada Lahan Pasir Pantai Sodong, Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Kabupaten CilacapLahan pasir Pantai Sodong merupakan salah satu lahan pasir pantai yang digunakan untuk budidaya padi. Penggunaan lahan pasir pantai untuk budidaya padi ini memerlukan usaha yang lebih intensif jika dibandingkan dengan pengelolaan pada lahan biasa dan walaupun budidaya di lahan marginal, usahatani padi ini harus tetap menghasilkan keuntungan bagi petani agar dapat dikatakan sebagai usahatani yang layak secara ekonomis. Dari uraian diatas peneliti ingin meneliti pengaruh faktor produksi yang digunakan terhadap produksi dan bagaimana kelayakan usahatani padi di lahan pasir Pantai Sodong. Penelitian ini menggunakan analisis fungsi produksi Cobb Douglas untuk mengetahui pengaruh faktor produksi (luas lahan, benih, pupuk sumber nitrogen, pupuk sumber fosfor, pupuk sumber kalium, insektisida, pestisida, tenaga kerja, dan musim tanam) terhadap produksi padi di lahan pasir Pantai Sodong. Selain itu juga dihitung kelayakan usahatani secara ekonomis dengan menghitung biaya, penerimaan, pendapatan, dan R/C ratio usahatani padi. Responden penelitian ini yaitu sebanyak 62 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, variabel bebas yang berpengaruh secara nyata terhadap variabel terikat yaitu luas lahan, penggunaan pupuk sumber nitrogen, tenaga kerja dan musim tanam. Sedangkan variabel jumlah benih, pupuk sumber kalium, insektisida, dan herbisida tidak berpengaruh secara nyata terhadap produksi padi. R/C Ratio musim tanam 1 sebesar 1,18 sedangkan musim tanam 2 sebesar 0,84 yang artinya usahatani padi pada musim tanam 1 layak dilakukan, sementara pada musim tanam 2 kurang layak dilakukan.

Kata kunci : padi, lahan pesisir, faktor produksi, dan kelayakan usahatani
Sodong Beach sand land is one of the coastal sand areas used for rice cultivation. The use of coastal sandy land for rice cultivation requires a more intensive effort when compared to management on ordinary land and even though cultivation is on marginal land, this rice farming must still generate profits for farmers so that it can be said to be an economically viable farm. From the description above, the researcher wants to examine the effect of the production factors used on the production and how the feasibility of rice farming in the sandy land of Sodong Beach. This study uses Cobb Douglas production function analysis to determine the effect of production factors (land area, seeds, nitrogen source fertilizer, phosphorus source fertilizer, potassium source fertilizer, insecticide, pesticide, labor, and growing season) on rice production in the sandy land of Sodong Beach. . In addition, the economic feasibility of farming is calculated by calculating the costs, revenues, income, and R/C ratio of rice farming. The respondents of this study were 62 respondents who were selected using random sampling technique. The results showed that the independent variables that significantly influenced the dependent variable were land area, use of nitrogen source fertilizers, labor and planting season. While the variable number of seeds, potassium source fertilizer, insecticide, and herbicide did not significantly affect rice production. The R/C Ratio for planting season 1 is 1.18 while planting season 2 is 0.84, which means that rice farming in planting season 1 is feasible, while planting season 2 is less feasible.

Keywords: rice, coastal land, production factors, and farming feasibility
3436837310A1F018015OPTIMASI FORMULA DAN KARAKTERISASI SIFAT FISIKOKIMIA MI BERBASIS TEPUNG SINGKONG TERMODIFIKASI DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG KEDELAI DAN SUSU SKIMSaat ini mi merupakan salah satu produk pangan yang populer di masyarakat. Biasanya, mi terbuat dari tepung terigu, hal ini menyebabkan tingkat ketergantungan terhadap tepung terigu meningkat. Pada penelitian sebelumnya, telah ditemukan alternatif penggunaan tepung singkong termodifikasi sebagai pengganti dari tepung terigu dan sudah didapatkan produk mi yang baik, namun memiliki kelemahan yaitu kadar proteinnya yang rendah. Sehingga pada penelitian ini dilakukan modifikasi dengan menambahkan tepung kedelai dan susu skim sebagai upaya untuk meningkatkan kadar protein pada mi mocaf. Tujuan dari penelitian ini yaitu menetapkan proporsi tepung kedelai dan susu skim pada produksi mi berbasis tepung singkong termodifikasi, mengkaji pengaruh proporsi tepung tepung mocaf : tepung kedelai dan susu skim terhadap karakteristik sifat fisik dan sensori dari mi yang dihasilkan, dan membandingkan karakteristik sensori, fisik dan kimia antara produk mi yang menggunakan formula optimum dan kontrol (100% tepung terigu).
Penelitian ini menggunakan metode permukaan respon (Response Surface Methodology) dengan rancangan percobaan menggunakan Central Composite Design. Hasil penelitian ini yaitu formula optimum mi kering mocaf dengan nilai desirability tertinggi sebesar 0,786 pada formula tepung kedelai 8,02% dan susu skim 17,07%. Hasil uji sensori mi kering mocaf tersubstitusi tepung kedelai dan susu skim menunjukan bahwa peningkatan proporsi tepung kedelai menyebabkan peningkatan respons warna, beany flavor, cooking loss, dan waktu rehidrasi serta menyebabkan penurunan kekenyalan, flavor singkong, milky flavor, elastisitas, kesukaan, dan elongasi. Peningkatan proporsi susu skim menyebabkan peningkatan kekenyalan, warna, milky flavor, elastisitas, kesukaan, cooking loss, dan waktu rehidrasi. Serta menyebabkan penurunan flavor singkong, beany flavor, dan elongasi. Rataan hasil uji kimia produk optimum memiliki perbedaan nilai yang lebih tinggi yaitu kadar lemak 1,12%, kadar abu sebesar 1,22%, dan karbohidrat 5,22%. Sementara itu, kadar air dan kadar protein memiliki perbedaan nilai yang lebih rendah yaitu kadar air sebesar 0,26% dan kadar protein 7,29%.
Nowadays noodles are one of the popular food products. In most cases, noodles are made from wheat flour, this causes the level of dependence on wheat flour increase. In previous research, an alternative to the use of modified cassava flour as a substitute for wheat flour has been found and a good product has been obtained, but the product has the disadvantage of low protein content. So that in this study, modifications were made by adding soy flour and skim milk to increase protein levels in mocaf noodles. This research aims to set the proportion of soy flour and skim milk in producing noodles with modified cassava. The other aim is to examine te effect of the proportion of mocaf flour : soy flour and skim milk on the characteristic of the physicochemical and sensory properties of the noodles produced; and comparing physicochemical and sensory characteristics between noodles products using optimum formula, and control (100% wheat flour). This research uses the Response Surface Methodology (RSM) with an experimental design using Central Composite Design (CCD). The results of this research are the optimum formula of mocaf dried noodles with the addition of soy flour and skim milk with the highest desirability at 0.786 in the soy flour formula at 8.02%, and skim milk 17.07%. The sensory test results of mocaf dried noodles show that an increase in the proportion of soy flour causes an increase in color response, beany flavor, cooking loss, and rehydration time, as well as causing a decrease in chewiness, cassava flavor, milky flavor, elasticity, preference, and elongation. Increasing the concentration of skim milk causes an increase in chewiness, color, milky flavor, elasticity, preference, cooking loss, and rehydration time and causes a decrease in cassava flavor, beany flavor, and elongation. The average results of the optimum product chemical test have a higher difference in values, including fat content of 1.12%, ash content at 1.22%, and carbohydrates of 5.22%. Meanwhile, water content and protein content have a lower value difference, i.e., the water content of 0.26% and protein content of 7.29%.
3436937311I1C017086Analisis Farmakognosi dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Pada Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea L.)Bunga telang (Clitoria ternatea L.) secara tradisional digunakan untuk mengobati beberapa penyakit. Mutu dan kualitas yang baik serta adanya data keamanan pada simplisa maupun ekstrak sangat penting sebagai bahan baku obat tradisional. Bunga telang mengandung berbagai senyawa bioaktif, salah satunya flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis farmakognosi dan kandungan senyawa flavonoid total pada ekstrak etanol bunga telang. Penelitian ini meliputi pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, kadar air, kadar abu, kadar abu tidak larut asam dan kadar sari larut etanol, kadar sari larut air, dan kadar flavonoid total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunga telang memiliki warna ungu kebiruan dengan kelopak berbentuk corong, panjang 3 cm dan lebar 1,5 cm, tidak memiliki rasa dan bau mencirikan simplisia. Mikroskopik bunga telang terdapat fragmen pengenal berupa fragmen mesofil dan fragmen sel epidermis. Pada pemeriksaan kadar air, kadar abu, kadar abu tidak larut asam, kadar sari larut etanol dan kadar sari larut air diperoleh hasil berturut – turut 8,55 %; 6,36 %; 1,20 %; 12,65 %; dan 27,51 %. Flavonoid total pada ekstrak etanol bunga telang sebesar 11,126 % b/b ± 0,0115.Blue pea flower (Clitoria ternatea L.) is traditionally used to treat several diseases. Safety and good quality and the availability of safety data are important for herbal drug product. Blue pea flower contains various bioactive compounds, one of which is flavonoids. This study aims to results of pharmacognosy analysis and determine the total flavonoid content in the ethanol extract of blue pea flower. This research includes macroscopic, microscopic, moisture content, ash content, acid insoluble ash content and ethanol soluble extract content, water soluble extract content, and total flavonoid content. The results showed that telang flower (C. ternatea L.) had a bluish-purple color with funnel-shaped petals, 3 cm long and 1.5 cm wide, had no taste and odor, which characterizes simplicia. Microscopic results show that there is fragments in the form of mesophyll fragments and epidermal cell fragments. In the examination of water content, ash content, acid insoluble ash content, ethanol soluble extract content and water soluble extract content, the results obtained successively 8,55%; 6,36%; 1,20%; 12,65%; and 27,51%. Phytochemical screening showed the presence of flavonoid compounds, tannins and saponins. Total flavonoids in the ethanol extract of telang flower were 11,126 % b/b ± 0,0115.
3437037312A1A017005ANALISIS DINAMIKA KELOMPOK WANITA TANI TANI REJO DESA NGALIYAN, KECAMATAN LIMPUNG. KABUPATEN BATANGKWT Tani Rejo terdapat di Desa Ngaliyan Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang dengan fokus kegiatan pada pengolahan emping melinjo. Peningkatan kemampuan kelompok wanita tani akan terwujud berdasarkan bagaimana kelompok itu mencapai tujuannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Karakteristik dan menganalisis pengaruh unsur-unsur dinamika kelompok terhadap kedinamisan KWT Tani Rejo. Penelitian menggunakan metode sensus. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis dinamika kelompok meliputi uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebesar 79,0 persen variabel X berpengaruh terhadap variabel Y. Berdasarkan uji-F (simultan) terdapat pengaruh variabel tujuan kelompok (X1), struktur kelompok (X2), fungsi tugas kelompok (X3), pengembangan dan pemeliharaan kelompok (X4), kekompakan kelompok (X5), suasana kelompok (X6), efektifitas kelompok (X7) tekanan pada kelompok (X8) secara simultan terhadap variabel kedinamisan kelompok (Y). Berdasarkan uji-t (parsial), menghasilkan variabel X1, X2, X3, X7, dan X8 berpengaruh secara parsial pada variabel terikat. Sedangkan variabel X4, X5 dan X6 tidak berpengaruh secara parsial terhadap variabel kedinamisan kelompok (Y).KWT Tani Rejo is located in Ngaliyan Village, Limpung District, Batang Regency with a focus on processing melinjo chips. Capacity building for women farmer groups will be realized based on how the group achieves its goals. The purpose of this study was to determine the characteristics and analyze the influence of the elements of group dynamics on the dynamics of KWT Tani Rejo. The study used the census method. The analysis used is descriptive analysis and group dynamics analysis including normality test, heteroscedasticity test, multicollinearity test, autocorrelation test, and multiple linear regression analysis. The results showed that 79.0 percent of the X variable affected the Y variable. Based on the F-test (simultaneous) there was an effect on the group goal variable (X1), group structure (X2), group task function (X3), and group development and maintenance (X1). X4), group cohesiveness (X5), group atmosphere (X6), group effectiveness (X7) group pressure (X8) simultaneously on the group dynamics variable (Y). Based on the t-test (partial), the variables X1, X2, X3, X7, and X8 have a partial effect on the dependent variable. While the variables X4, X5, and X6 have no partial effect on the group dynamics variable (Y).
3437137313A1D017150Pengaruh Berbagai Jenis Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Fisiologi Bibit Tanaman TomatTomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan salah sayuran yang berasal dari famili Solanaceae yang dapat ditemui hampir di seluruh wilayah Indonesia. Produktivitas lahan yang berkurang menjadi salah satu kendala produksi tomat belum optimal. Salah satu yang dapat diupayakan adalah memanfaatkan lahan yang sempit untuk budidaya tomat dengan menggunakan media tanam selain tanah, yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan serta hasil tanaman tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh masing-masing komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan fisiologi bibit tanaman tomat serta mengetahui komposisi media tanam selain tanah yang terbaik pada pertumbuhan dan fisiologi bibit tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2021 di Greenhouse dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan satu faktor dan tiga ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F pada taraf 5%, dilanjutkan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam abu sekam dan kompos (1:1) memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman dengan rerata 25,17 cm, jumlah daun dengan rerata 25 helai, luas daun dengan rerata 12,75 cm2, bobot tajuk segar dengan rerata 6,55 g, bobot tajuk kering dengan rerata 1,32 g, panjang akar dengan rerata 17,92 cm, bobot akar segar dengan rerata 0,86 g, bobot akar kering dengan rerata 0,286 cm, laju pertumbuhan nisbi dengan rerata 0,341 g/hari, dan laju asimilasi bersih dengan rerata 0,036 g/cm2/hari.Tomato (Lycopersicum esculentum Mill.) is one of the vegetables from the Solanaceae family available in almost all parts of Indonesia. Reduced land productivity has hampered the optimality of tomato production. One solution worth to be tried is to utilize a narrow land for tomato cultivation by using planting media other than soil. This method is expected to increase the growth and yield of tomato plants. This study aims to determine the effect of each composition of planting media on the growth and physiology of tomato plant seedlings and to determine the best composition of planting media other than soil on the growth and physiology of tomato plant seedlings. This research was conducted from March to May 2021 at the Greenhouse and Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, Purwokerto. The research method was the Completely Randomized Block Design (CRBD) with one factor and three replicated designs. The data obtained was analyzed using the F test with 5% level, followed by the Duncan's Multiple Range Test (DMRT) with 5% level. The result shows that the planting medium of husk ash and compost (1:1) gave the best effect on plant height with an average of 25.17 cm, number of leaves with an average of 25 strands, leaf area with an average of 12.75 cm2, fresh crown weight with an average of 6 .55 g, dry crown weight with an average of 1.32 g, root length with an average of 17.92 cm, fresh root weight with an average of 0.86 g, dry root weight with an average of 0.286 cm, relative growth rate with an average of 0.341 g/day, and the net assimilation rate was 0.036 g/cm2/day.
3437237314F1C018085Strategi Komunikasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH) dalam Pembentukan Citra Positif Kaum WariaPenelitian ini membahas strategi komunikasi LPPSLH dalam pembentukan citra positif kaum waria. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis strategi komunikasi LPPSLH dalam pembentukan citra positif kaum waria yang meliputi tujuan pesan, penyusunan pesan, serta metode dan media. Teori yang digunakan adalah teori difusi inovasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan adalah purposive sampling dan validitas data dengan triangulasi. Hasil penelitian ini yaitu strategi komunikasi LPPSLH bertujuan agar masyarakat menilai waria secara positif sehingga diskriminasi akan berkurang. Pesan disampaikan melalui media lisan seperti presentasi, penyampaian pesan dari mulut ke mulut, media sosial dan riset. Strategi komunikasi ini menunjukkan mulai terbentuknya citra positif dan tingkat diskriminasi mulai berkurang.
This research discusses the communication strategy of LPPSLH in forming a positive image of transgender people. The purpose of this research is to analyze LPPSLH’s strategies to forming a positive image of transgender people, such as message purpose, message composing process, methods and media used. This research used diffusion of innovation model in theory. The research also applied qualitative approach method and data collection techniques include interview, observation, and documentation. Informant selection technique is purposive sampling and data validity using triangulation. The result of this research suggests that strategies used by LPPSLH the aim is for the public to be able to evaluate transgenders positively. Those messages then delivered by oral media such as presentations, social media, and research. These strategies shows the forming of a positive image and discrimination is reduced.

3437337315I1E018065PENGARUH MODEL LATIHAN PASSING ZIG-ZAG DAN PASSING SEGITIGA TERHADAP PENINGKATAN KETEPATAN PASSING TIM FUTSAL FIKes PUTRA Futsal merupakan permainan sepakbola mini yang dimainkan diluar maupun dalam ruangan. Salah satu olahraga yang dimainkan beregu yang dimainkan 5 orang saling berlawanan dengan durasi waktu tertentu. Penelitian ini menggunakan metode latihan passing zig-zag dan passing segitiga, bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan passing zig-zag dan passing segitiga terhadap peningkatan Ketepatan passing Tim Futsal FIKes Putra. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan desain penelitian two group pretest and posttest design. Sampel pada penelitian ini berjumlah 20 anak. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan nilai signifikasi <0,05 yang dibantu dengan aplikasi SPSS versi 25. Hasil yang diperoleh dari analisis data menggunakan uji paired sample t-test tes ketepatan passing kelompok treatment yaitu nilai signifikansi sebesar 0,000 dan kelompok kontrol sebesar 0,000. Kemudian, hasil yang diperoleh dari analisis menggunakan uii independedent sample t-test tes ketepatan passing yaitu nilai signifikansi sebesar 0,633..Ada pengaruh signifikan dari latihan passing segitiga terhadap peningkatan ketepatan passing. Ada pengaruh signifikan dari latihan passing zig-zag terhadap ketepatan passing. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok treatment dan kelompok control terhadap ketepatan passing.Futsal is a mini soccer game that can be played both indoors and outdoors. One of the sports that is played in teams which is played by 5 people against each other for a certain duration of time. . This study uses the zig-zag and triangular passing training methods, aims to determine the effect of zig-zag and triangular passing exercises on increasing the passing accuracy of the Men's FIKes Futsal Team. This study is a quasi-experimental study, with a two group pretest and posttest research design. design. The sample in this study amounted to 20 children.data analysis technique used a t-test with a significance value <0.05 which was assisted by the SPSS version 25 application. The results obtained from data analysis used a paired sample t-test test for the accuracy of the passing treatment group, namely the significance value of 0.000 and the control group. of 0.000. Then, the results obtained from the analysis using the independent sample t-test test for passing accuracy are a significance value of 0.633. There is a significant effect of triangular passing practice on increasing passing accuracy. There is a significant effect of zigzag passing practice on passing accuracy. There is a significant difference between the treatment group and the control group on the accuracy of passing.
3437437989A1D018156PENGARUH PUPUK KASGOT DAN ZEOLIT TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH
DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA
TANAH INCEPTISOL
Pupuk Kasgot memiliki nilai N, P dan K yang tinggi dan pupuk zeolit memiliki nilai
KTK yang tinggi. Penggabungan kasgot dan zeolit ini diharapkan mampu mengoptimalkan
penyerapan nitrogen oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
pemberian dosis pupuk kasgot dan dosis zeolit terhadap sifat kimia tanah dan produksi tanaman
bawang merah pada tanah Inceptisol. Percobaan ini dilaksanakan di Laboratorium Tanah dan
Sumber Daya Lahan dan screen house A23 Fakultas Pertanian Universitasa Jenderal Soedirman
dan berlangsung selama 6 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok
Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa: Pemberian dosis pupuk kasgot mampu meningkatkan secara nyata pada pH H2O, N-
Total, K-Tersedia dan Bobot umbi segar dengan dosis terbaik yaitu 1500kg/ha. Pemberian dosis
zeolit memberikan hasil terbaik pada variabel Daya Hantar Listrik dengan dosis terbaik pada
500kg/ha. Terdapat interaksi antara dosis pupuk kasgot dan zeolit dengan kombinasi terbaik
terhadap Daya hantar listrik pada dosis pupuk kasgot 1500kg/ha dan dosis zeolit 500kg/ha.
Kasgot fertilizer has high N,P and K values and zeolite fertilizer has high CEC value.
The combination of Kasgot and Zeolite is expected to optimize nitrogen absorption by plants.
This research aims to determine the effect of dose of Kasgot and Zeolite on soil chemical
properties and production of shallots on Inceptisol soil. The experiment was carried out at the
Laboratory of Soil and Land Resources and the screen house A23 of the Faculty of Agriculture,
Jenderal Sudirman University and lasts for 6 months. This research unsed a Completely
Randomized Block (CRBD) with 2 treatment factors and 3 replications. The result of this
research showed that: the dose of Kasgot fertilizer was able to significantly increase the pH
H2O, N-total, K-available and Weight of Fresh Tubers with the best dose: 1500kg/ha. The dose
of zeolite gave the best result on the Electrical Conductivity variable with the best dose at:
500kg/ha. There’s an interaction between the dose of Kasgot fertilizer and Zeolite, which is the
best combination of Ecelctrical Conductivity at a dose of 1500kg/ha Kasgot fertilizer and
500kg/ha Zeolite fertilizer dose.
3437537318I1D018036PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL, DURASI TIDUR DAN KONSUMSI NATRIUM MAKANAN KOREA PADA KPOPERS DAN NON-KPOPERSLatar Belakang: Berkembangnya budaya K-Pop di Indonesia menyebabkan peningkatan penggunaan media sosial, berkurangnya durasi tidur dan membawa makanan khas Korea instan dengan kadar natrium tinggi menjadi populer, baik pada penggemar K-Pop maupun penggemar non K-Pop. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan intensitas penggunaan media sosial, durasi tidur dan tingkat konsumsi natrium makanan Korea instan pada penggemar K-Pop dan non K-Pop.
Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional, pada 108 penggemar K-Pop dan non K-Pop usia 18-34 tahun di Indonesia, mengunakan teknik simple random sampling. Penelitian dilakukan secara daring menggunakan kuesioner SONTUS, STQ dan SQ-FFQ. Analisis bivariat menggunakan uji Mann-Whitney.
Hasil Penelitian: Tidak terdapat perbedaan signifikan pada intensitas penggunaan media sosial (p = 0,488) dan durasi tidur (p = 0,353), namun terdapat perbedaan signifikan pada tingkat konsumsi natrium makanan Korea instan antara penggemar K-Pop dan non K-Pop (p = 0,013).
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan pada intensitas penggunaan media sosial dan durasi tidur serta terdapat perbedaan pada tingkat konsumsi natrium makanan Korea instan antara penggemar K-Pop dan non K-Pop.
Background: K-Pop culture in Indonesia has led to an increase in the use of social media, reduced sleep duration and bringing instant Korean food with a high sodium content to become popular, both for K-Pop fans and non-K-Pop fans. The purpose of this study was to determine the differences of social media usage intensity, sleep duration and sodium consumption levels of instant Korean food on K-Pop and non-K-Pop fans.
Methods: Cross-sectional quantitative study in 108 K-Pop and non K-Pop fans aged 18-34 years in Indonesia, was taken with simple random sampling. The research was conducted online using Social Networking Time Use SCALE (SONTUS) questionnaire, Sleep Timing Questionnaire (STQ) and Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Bivariat analysis used Mann-Whitney test.
Results: There was no difference on social media usage intensity (p = 0.488) and sleep duration (p = 0.353) meanwhile there was a significant difference in the sodium consumption levels of instant Korean food between K-Pop and non-K-Pop fans (p = 0.013).
Conclusion: There was no difference on social media usage intensity and sleep duration meanwhile there is a difference in the sodium consumption levels of instant Korean food between K-Pop and non-K-Pop fans.
3437637319L1A017026CLUSTERING KERAPATAN MANGROVE PANTAI UTARA JAKARTAPantai Utara Jakarta merupakan ekosistem mangrove yang berada di pesisir Jakarta Utara yang berdekatan dengan muara sungai angke, sentra industri, daerah pasang surut serta pemukiman penduduk. Ekosistem mangrove mengalami kerusakan yang disebabkan oleh kegiatan antropogenik serta sampah yang terbawa dari aliran sungai. Kerusakan ekosistem diduga mempengaruhi tingkat kerapatan mangrove. Tujuan penelitian ini Mengetahui faktor lingkungan di pantai utara Jakarta, mengetahui tingkat kerapatan mangrove di Pantai Utara Jakarta dan mengetahui clustering mangrove di Pantai Utara Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey. Berdasarkan hasil penelitian kerapatan mangrove di Pantai Utara Jakarta termasuk dalam kriteria jarang hingga sedang (740 – 1.800 indv/ha). Jenis mangrove yang ditemukan yaitu Avicennia marina, Bruguiera gymnorhiza, Calophyllum inophyllum, Cerbera manghas, Excoecaria agallocha, Nypa fruticans, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Sonneratia caseolaris, Terminalia catappa, dan Thespesia populnea. Cluster mangrove berdasarkan kerapatan mangrove terbentuk menjadi 2 pola cluster.
The North Coast of Jakarta is a mangrove ecosystem located on the coast of North Jakarta, which is close to the mouth of the Angke River, industrial centers, tidal areas and residential areas. Mangrove ecosystems are damaged due to anthropogenic activities and waste carried from rivers. Ecosystem damage is thought to affect the mangrove density level. The purpose of this study is to determine environmental factors on the north coast of Jakarta, determine the level of mangrove density on the north coast of Jakarta and determine the clustering of mangroves on the north coast of Jakarta. The method used in this research is a survey. Based on the research results, the mangrove density on the North Coast of Jakarta is included in the criteria of rare to moderate (740 – 1,800 indv/ha). The types of mangroves found were Avicennia marina, Bruguiera gymnorhiza, Calophyllum inophyllum, Cerbera manghas, Excoecaria agallocha, Nypa fruticans, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Sonneratia caseolaris, Terminalia catappa, and Thespesia. clusters based on mangrove density are formed into 2 cluster.
3437737320A1D018010PERTUMBUHAN SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L.) PADA PEMBERIAN BAHAN ORGANIK DAN PUPUK NITROGEN DI TANAH ULTISOLSerai wangi (Cymbopogon nardus L.) merupakan salah satu komoditas tanaman penghasil minyak atsiri di Indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi serai wangi adalah dengan memanfaatkan lahan marginal seperti lahan ultisol dengan penambahan bahan organik dan pupuk nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan organik dan dosis pupuk nitrogen yang tepat serta interaksinya terhadap pertumbuhan serai wangi (Cymbopogon nardus L.) pada tanah ultisol. Penelitian dilaksanakan di lahan percbaaan Fakultas Pertanian Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 2 perlakuan yaitu bahan organik yang terdiri dari 3 taraf (kontrol, arang sekam dan pupuk kandang sapi) dan dosis pupuk nitrogen (0 kg urea/ha, 25 kg urea/ha, 50 kg urea/ha, 75 kg urea/ha dan 100 kg urea/ha), ulangan 3 kali, dan setiap unit terdiri dari 4 tanaman sehingga terdapat 180 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk nitrogen pada tanah ultisol tanpa pemberian bahan organik dan diberi bahan organik menunjukkan respon yang berbeda. Pada tanah ultisol yang tidak diberi bahan organik (kontrol), pemberian pupuk nitrogen menghasilkan bobot kering tajuk yang selalu meningkat mengikuti regresi linier dan di atas dosis 100 kg urea/ha akan terus meningkatkan bobot kering tajuk. Pemberian pupuk nitrogen di tanah ultisol yang diberi bahan organik berupa arang sekam akan meningkatkan bobot kering tajuk sampai dosis optimal 64,6 kg urea/ha dan lebih tinggi dari dosis tersebut akan menurunkan bobot kering tajuk. Pemberian pupuk nitrogen pada tanah ultisol yang diberi bahan organik berupa pupuk kandang sapi akan meningkatkan bobot kering tajuk sampai dosis optimal 82,7 kg urea/ha dan lebih tinggi dari dosis tersebut akan menurunkan bobot kering tajuk.Citronella (Cymbopogon nardus L.) is one of the essential oil-producing plant commodities in Indonesia. One of the efforts to increase the production of citronella is by utilizing marginal land such as ultisol land with the addition of organic matter and nitrogen fertilizer. This study aims to determine the effect of organic matter and the right dose of nitrogen fertilizer and their interactions on the growth of citronella (Cymbopogon nardus L.) on ultisol soils. The research was carried out in the experimental field of the Faculty of Agriculture, Kedungrandu Village, Patikraja District, Banyumas Regency. The experimental design used was a completely randomized block design with 2 treatments, namely organic matter consisting of 3 levels (control, husk charcoal and cow manure) and a dose of nitrogen fertilizer (0 kg/ha, 25 kg/ha, 50 kg/ha, 75 kg/ha and 100 kg/ha), replicated 3 times, and each unit consisted of 4 plants so that there were 180 experimental units. The results showed that the application of nitrogen fertilizer on ultisol soil without organic matter and organic matter gave different responses. In ultisol soils that were not given organic matter (control), nitrogen fertilizer application resulted in an increase in canopy dry weight following linear regression and above a dose of 100 kg urea/ha, the canopy dry weight continued to increase. The application of nitrogen fertilizer in ultisol soil which was given organic matter in the form of husk charcoal will increase the dry weight of the crown to an optimal dose of 64.6 kg urea/ha and higher than that dose will reduce the dry weight of the canopy. The application of nitrogen fertilizer to ultisol soil that was given organic material in the form of cow manure would increase the dry weight of the canopy to an optimal dose of 82.7 kg urea/ha and higher than this dose would reduce the dry weight of the canopy.
3437837362F1A018039Tingkat Pendidikan dan Ketahanan Ekonomi Keluarga saat Pandemi Covid-19 di Dusun Kalipagu Kabupaten BanyumasKebijakan penutupan obyek wisata pada masa pandemi Covid-19 menimbulkan dampak ekonomi bagi keluarga di sekitar Wisata Curug Jenggala Dusun Kalipagu, Kabupaten Banyumas. Keluarga melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketahanan ekonomi keluarganya dengan memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh dari tingkat pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan permasalahan ekonomi yang dihadapi keluarga dan untuk menjelaskan hubungan tingkat pendidikan dengan upaya menjaga ketahanan ekonomi keluarga saat pandemi Covid-19 di Dusun Kalipagu. Penelitian menggunakan metode kuantitatif eksplanatif melalui pendekatan survei. Populasi sebanyak 202 kepala keluarga dan 135 kepala keluarga sebagai sampel dengan menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling. Hipotesis penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan upaya menjaga ketahanan ekonomi keluarga saat pandemi Covid-19 di Dusun Kalipagu, Kecamatan Baturaden. Alat uji statistik yang digunakan yaitu Uji Korelasi Tau Kendall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi penurunan pendapatan keluarga dari Rp 500.000,00 s/d Rp 999.999,00 menjadi di bawah Rp 500.000,00 dan ketimpangan antara pendapatan dengan pengeluaran keluarga di Dusun Kalipagu pada masa pandemi Covid-19, (2) terdapat hubungan yang signifikan sebesar 0,008 antara tingkat pendidikan dengan upaya menjaga ketahanan ekonomi keluarga pada masa pandemi Covid-19 di sekitar Wisata Curug Jenggala Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturaden.The policy of closing tourism objects during the Covid-19 pandemic has an economic impact on families around the Jenggala Waterfall Tourism in Kalipagu Hamlet, Banyumas Regency. Families make various efforts to maintain their family's economic resilience by utilizing the knowledge gained from the level of education. This study aims to explain the economic problems faced by families and to explain the relationship between education level and efforts to maintain family economic resilience during the Covid-19 pandemic in Kalipagu Hamlet. The research uses an explanatory quantitative method through a survey approach. The population of 202 families and 135 families as a sample using disproportionate stratified random sampling technique. The hypothesis of this research is that there is a significant relationship between education level and efforts to maintain family economic resilience during the Covid-19 pandemic in Kalipagu Hamlet, Baturaden District. The statistical test tool used is the Tau Kendall Correlation Test. The results showed that (1) there was a decrease in family income from Rp. 500,000.00 to Rp. 999,999.00 to below Rp. 500,000.00 and the gap between income and family expenses in Dusun Kalipagu during the Covid-19 pandemic, (2) there is a significant relationship of 0.008 between the level of education and efforts to maintain family economic resilience during the Covid-19 pandemic around the Jenggala Tourism Waterfall, Kalipagu Hamlet, Ketenger Village, Baturaden District.
3437937474F2A018006ANALISIS KINERJA BADAN USAHA MILIK DESA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA (STUDI KASUS PADA BUMDES MUGI BERKAH DESA PRAPAGAN KECAMATAN JERUKLEGI)Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja BUM Desa Mugi Berkah Desa Prapagan dalam meningkatkan PADes dan melihat faktor-faktor yang menghambat kinerja BUM Desa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Sasaran penelitian ini adalah pihak-pihak yang terlibat langsung di dalam BUM Desa Mugi Berkah. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesipulan. Sedangkan untuk validasi data menggunakan triangulasi data. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan beberapa poin kesimpulan. Pertama, aspek keluaran (output), dalam menjalankan usahanya masyarakat desa Prapagan masih mengeluhkan bahwa harga jual barang/jasa yang ditawarkan BUM Desa masih tinggi. Kedua, aspek hasil (outcomes), BUM Desa memiliki unit usaha yang dapat memberikan kualitas yang terbaik dan meningkatkan pendapatan BUM Desa. Ketiga, aspek dampak (impact), setelah adanya BUM Desa dapat memberikan dampak pada peningkatan PADes desa Prapagan dan dapat memberikan dampak pada potensi ekonomi desa. Terdapat beberapa kendala yang menghambat kinerja BUM Desa, seperti tenaga pelaksana yang kurang dan keterbatasan modal yang dimiliki. Sehingga BUM Desa kesulitan dalam mengembangkan usahanya.This study aims to describe the performance of BUM Desa Mugi Berkah Desa Prapagan in increasing PADes and look at the factors that obstruct the performance of BUM Desa. The research method used in this research is descriptive qualitative method. The target of this research is the parties directly involved in the BUM Mugi Berkah Village. Data collection methods used include interviews and documentation. The data analysis method uses data reduction, data presentation, and verification or drawing conclusions. Meanwhile, for data validation, data triangulation is used. Based on the results of the research that has been done, it shows several points of conclusion. First, the output aspect, in carrying out its business the Prapagan village community still complains that the selling
price of goods/services offered by BUM Desa is still high. Second, aspects of outcomes (outcomes), BUM Desa has a business unit that can provide the best quality and increase BUM Desa income. Third, the impact aspect, after the Village BUM can have an impact on increasing the PADes of Prapagan village and can have an impact on the village's economic potential. There are several obstacles that hinder the performance of BUM Desa, such as a lack of implementing staff and limited capital owned. So that BUM Desa has difficulty in developing its business.
3438036074J1D015005DEIKSIS PERSONA PADA NOVEL HUJAN
KARYA TERE LIYE
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk deiksis persona pada novel Hujan karya Tere Liye. Pengelompokan deiksis berdasarkan fungsi dan jenisnya memudahkan pembaca dalam memahami materi tentang deiksis.
Fokus penelitian ini pada pencarian deiksis persona yang terdapat pada novel Hujan karya Tere Liye. Pokok permasalahan yang diteliti dalam penelitian adalah mendeskripsikan bentuk deiksis persona secara rinci dalam kajian pragmatik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini ditemukan banyaknya tuturan yang didalamnya terdapat penggunaan deiksis persona. Peneliti menemukan 32 data tuturan deiksis persona dalam novel Hujan karya Tere Liye. Deiksis persona yang sering banyak muncul pada novel Hujan karya Tere Liye adalah deiksis persona ketiga berupa kata dia. Kata dia dalam tuturan novel ini merujuk pada kata ganti orang ketiga yang sering dibicarakan atau orang yang sering muncul pada pembicaraan sebagai objek atau subjek dalam cerita. Deiksis yang jarang ditemukan dalam novel Hujan ini yaitu, deiksis persona pertama tunggal berupa kata -ku. Bentuk deiksis persona kedua ini merujuk pada penutur yang sedang berbicara. Keberadaan deiksis persona pertama jarang muncul karena dipengaruhi oleh penggambaran sudut pandang tokoh yang dilakukan pengarang.
The research is intended to describe the persona deixis from the precipitation novel by Tere Liye. Deixis grouping by function and type make it easier for the reader to understand the material about deixis.
The focus of this research on the persona deixis searches on the precipitation Hujan novel. The subject of research is to describe persona deixis in detail in pragmatic studies. The study uses qualitative descriptive methods.
The results of this study have yielded many directives throughout which there have been persona degenerative usage. The researchers found 32 persona deixis in the Hujan novel by Tere Liye. The persona deixis that frequently appears on the rainy novel of Tere Liye is the third persona deixis of his word. He said in the narrative the novel refers to the third spoken person’s pronoun or the person who frequently appears at the conversation as on object or subject in the story. Deixis which is rarely found in this Hujan novel is,the first personalized deixis refers of my word. The second persona deixis refers to speakers who are speaking. The exisstence of the first persona deixis rarely occurs because of representation of the perspective of the figure employed by the author.