Artikelilmiahs
Menampilkan 34.341-34.360 dari 49.935 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 34341 | 37291 | I1A018070 | Analisis Penentuan Tarif Kamar Rawat Inap dengan Metode Full Cost Pricing di RSU Dadi Keluarga Purwokerto | Latar Belakang: Penentuan tarif kamar rawat inap pada RSU Dadi Keluarga masih menggunakan metode tradisional dan mengikuti harga pesaing salah satu rumah sakit yaitu RSUD Margono. Penentuan tarif merupakan hal yang sangat penting karena dapat mempengaruhi profitabilitas rumah sakit dan mencegah terjadinya distorsi biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tarif dengan Full Cost Pricing kamar rawat inap di RSU Dadi Keluarga. Metode: Metode analisis data yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif komparatif kuantitatif yaitu menggambarkan metode perhitungan tarif rawat inap di RSU Dadi Keluarga berdasarkan perhitungan unit cost metode Activity Based Costing kemudian menggunakan Full Cost Pricing untuk menentukan tarif. Perhitungan dilakukan menggunakan Microsoft Excel. Hasil Penelitian: Hasil perbandingan menunjukkan terdapat perbedaan antara tarif yang dihitung menggunakan metode Full Cost Pricing dengan tarif RSU Dadi Keluarga. Hasil perhitungan tarif metode Full Cost Pricing berdasarkan analisi unit cost dengan metode Activity Based Costing dengan profit 10%-20% pada kelas VIP Rp 522.073,65 – Rp 569.534,89 dengan tarif tradisional Rp 525.000,00; kelas I Rp 388.808,18 – Rp 424.154,38 dengan tarif tradisional Rp 370.000,00; kelas II Rp 334.271,81 – Rp 364.660,16 dengan tarif tradisional Rp 240.000,00; dan kelas III Rp 249.684,27 – Rp 272.382,84 dengan tarif tradisional Rp 190.000,00 pada RSU Dadi Keluarga Purwokerto. Perbedaan tarif Full Cost Pricing berdasarkan analisi unit cost dengan metode Activity Based Costing dengan profit sebesar 20% memperoleh hasil yang lebih besar pada semua kelas yaitu kelas VIP, kelas I, kelas II, dan kelas III. Kesimpulan: Terdapat perbedaan antara tarif yang dihitung menggunakan metode Full Cost Pricing dengan tarif RSU Dadi Keluarga Purwokerto saat ini. Rumah sakit perlu mempertimbangkan metode Full Cost Pricing dalam menetapkan tarif agar terhindar dari distorsi biaya dan untuk transparansi publik secara finansial. | Background: Determination of inpatient room rates at Dadi Keluarga Hospital still uses traditional methods and follows the price of Margono Hospital. Determination of rates is very important because it can affect the profitability of the hospital and prevent cost distortion. This study aimed to calculate and determine the rates of inpatient rooms using Full Cost Pricing method at Dadi Keluarga Hospital. Methods: The method of data analysis used is a descriptive comparative quantitative research design that illustrates the method of calculating inpatient rates at Dadi Keluarga Hospital based on unit cost calculations using Activity Based Costing method then using Full Cost Pricing to determine rates. The Cost was calculated by using computerized Microsoft Excel analysis. Results: The calculations indicates that there are differences between price by using Full Cost Pricing method and the current rates of Dadi Keluarga Hospital. The result of the Full Cost Pricing method based on unit cost analysis with Activity Based Costing with 10%-20% profit in the VIP class Rp 522.073,65 – Rp 569.534,89 with traditional rates Rp 525.000,00; class I Rp 388.808,18 – Rp 424.154,38 with traditional rates Rp 370.000,00; class II Rp 334.271,81 – Rp 364.660,16 with traditional rates Rp 240.000,00; dan class III Rp 249.684,27 – Rp 272.382,84 with traditional rates Rp 190.000,00 at Dadi Keluarga Hospital. The difference in Full Cost Pricing rates based on unit cost analysis with the Activity Based Costing method with a profi of 20% obtains larger results in all classes. Conclusion: The calculations indicates that there are differences between rates by using Full Cost Pricing and the current rates of Dadi Keluarga Hospital. Hospital need to consider the Full Cost Pricing method in setting rates to avoid cost distortions and for public financial transparency. | |
| 34342 | 37292 | I1C017011 | Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di RSUD RAA SOEWONDO Pati. | Latar Belakang : Implementasi tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat pada pasien rawat inap diabetes melitus tipe II mempunyai manfaat yang cukup penting antara lain untuk menurunkan tingkat kekambuhan sehingga kejadian rawat inap pasien diabetes melitus dapat berkurang, menjaga kadar gula darah pasien agar tetap stabil , dan meningkatkan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus tipe II. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus tipe II serta hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus tipe II di RSUD RAA Soewondo Pati. Metodologi : Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif melalui pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan didapatkan 50 pasien rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner pengetahuan DM dengan Diabetes knowledge Questionnaire (DKQ-24). Tetapi pada penelitian ini kuesioner pengetahuan yang digunakan adalah (DKQ-21Modifikasi), dan kuesioner kepatuhan minum obat dengan Medication compliecne Questinnaire (MCQ). Data dianalisis menggunakan Spearman-Rho untuk mengetahui hubungan karakteristik dan pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat pasien rawat inap DM tipe II di RSUD RAA Soewondo Pati. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tingkat pengetahuan pasien diperoleh kategori sedang sebesar (64%) dengan skor pengetahuan 10,8 dan untuk tingkat kepatuhan minum obat diperoleh kategori patuh sebesar (72%) dengan skor kepatuhan 26,8. hasil analisis menunjukan pengetahuan memiliki hubungan bermakna p=0,001 (p<0,05) terhadap kepatuhan minum obat. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan maka perlu adanya peningkatan konseling yang diakukan oleh apoteker kepada pasien rawat inap diabetes melitus tipe II untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan minum obat pasien rawat inap diabetes melitus tipe II di RSUD RAA Soewondo Pati. | Backround : Implementation level of knowledge on medication adherene in inpatients patients with type II diabetes melitus has significant benefit, including reduceing the recurrence rate so that the incidence of hospitalization for diabetes melitus patient can be reduce, keeping the patient’s blood sugar levels stable, and increasing the quality of patients life and increasing awareness of medication adherence in type II diabetes melitus patients. Methods : This study was a deskriptive analytic with cross sectional design. The sampling technique used total sampling and obtained 50 patients who met the inclution criteria. The instruments used were Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24), but in this study used a (DKQ-21 Modified) and Medication Complience Questionnaire (MCQ). Data were analyzed univariately and bivariately using Spearman-Rho to determine the relationship between knowledge of medication adherence in inpatient patients with type II diabetes melitus. Result : the result showed that the level of patient knowledge was in moderate category (64%) with score 10,8 and the level of adherence medications wes in adherence category (72%) with score 26,8. The knowledge has significant relationship p = 0,001 (p <0,05) with medication adherence. Conclution : There were relation between the level of knowledge and adherence. It is necessary to increase counseling carried out by pharmacist to inpatients with type II diabetes melitus to increase knowledge and adherence to taking medication for inpatients type II diabetes melitus in RSUD RAA SOEWONDO PATI hospital. | |
| 34343 | 37294 | K1B017067 | PENENTUAN RUTE TERPENDEK MENGGUNAKAN ALGORITMA DIJKSTRA DAN LOGIKA FUZZY SEBAGAI PENENTU BOBOT SISI | Rute terpendek atau lintasan terpendek merupakan suatu masalah optimasi dalam menentukan jarak terpendek dari suatu simpul awal ke simpul tujuan. Penelitian ini membahas Algoritma Dijkstra dengan logika fuzzy dalam menyelesaikan masalah rute terpendek. Logika fuzzy digunakan untuk memodelkan multi parameter pada ruas jalan, dengan input data panjang jalan dan kecepatan rata-rata yang akan menghasilkan output bobot sisi fuzzy dari arus lalu-lintas. Selanjutnya Algoritma Dijkstra digunakan untuk mencari solusi dari persoalan rute terpendek. Hasil penelitian ini diperoleh representasi jalan raya di wilayah kota Tangerang dalam bentuk graf berarah dan rute terpendek dari setiap lokasi ke lokasi tujuan di Kota Tangerang. | The shortest route or the shortest path is an optimization problem in determining the shortest distance from an initial node to a destination node. This study discusses Dijkstra's Algorithm with fuzzy logic in solving the shortest route problem. Fuzzy logic is used to model multi-parameters on roads, with input data of road length and average speed which will produce fuzzy side weight output from traffic flow. Furthermore, Djikstra’s algorithm is used to find a solution for shortest route problem. The results of this study obtained a representation of the highway in the Tangerang City in the form of a directed graph and the shortest route from each location to the destination in the Tangerang City. | |
| 34344 | 37295 | E1A016261 | GUGATAN SEDERHANA PERKARA WANPRESTASI YANG DIPUTUS NIET ONTVANKELIJKE VERKLAARD (Studi Putusan Perkara Nomor : 28/Pdt.G.S/2021/PN.Sby) | Gugatan Sederhana merupakan suatu mekanisme peradilan yaitu dengan memberikan kewenangan untuk menyelesaikan perkara didasarkan pada besar kecilnya nilai materiil objek sengketa, sehingga dapat tercapai penyelesaian perkara secara cepat, sederhana dan biaya ringan sebagaimana dalam ketentuan Pasal 4 ayat (2) Undang – undang Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman. Pengaturan penyelesaian Gugatan Sederhana terdapat pada Peraturan Mahkamah Agung RI (selanjutnya disebut Perma) Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana yang telah diperbaharui dengan Perma No.4 Tahun 2019. Materi Gugatan Sederhana hanya terkait dengan sengketa Wanprestasi dan Perbuatan Melawan Hukum. Salah satu perkara wanprestasi dalam ranah gugatan sederhana yaitu adalah Perkara Nomor 28/PDT.GS/2021/PN.Sby. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pertimbangan hakim dan akibat hukum pada putusan a quo dalam perpektif Hukum Acara Perdata. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode yuridis normatif. Penyajian data dalam bentuk uraian naratif, serta metode analisis data kualitatif. Data bahan-bahan hukum yang diperoleh akan dianalisis secara normatif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertimbangan Hukum Hakim dalam memutus gugatan sederhana dinyatakan tidak dapat diterima pada Putusan Nomor 28/PDT.GS/2021/PN.Sby yakni karena pembuktiannya yang tidak sederhana, dalam pembuktiannya masih diperlukan pemeriksaan terhadap obyek perkara (Pemeriksaan Setempat). Hakim kurang cermat dalam hal memperhatikan gugatan pada pemeriksaan pendahuluan sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Pasal 11 PERMA Nomor 2 Tahun 2015 karena seharusnya gugatan ini sudah dicoret bahkan sebelum melanjutkan ke proses persidangan. Akibat hukum yang timbul adalah penggugat dapat mengajukan upaya hukum berupa upaya keberatan yang dapat diajukan ke Panitera Pengadilan Negri setempat sebagaimana yang diatur dalam Pasal 21 ayat (1) PERMA No 4 Tahun 2019 ataupun mengajukan gugatan baru menggunakan gugatan biasa / umum. | Small claim court is a judicial mechanism, namely by giving the authority to settle cases based on the size of the material value of the object of dispute, so that a quick, simple and low cost case settlement can be achieved as stipulated in Article 4 paragraph (2) of Law Number 48 of 2009 About Judicial Power. The regulation for the settlement of small claim court is contained in the Regulation of the Supreme Court of the Republic of Indonesia (hereinafter referred to as Perma) Number 2 of 2015 concerning Procedures for Settlement of Small claim court which has been updated with Perma Number 4 of 2019. The small claim court material is only related to Default or breach of contract and Unlawful Acts disputes. One of the default cases in the small claim court is Case Number 28/PDT.GS/2021/PN.Sby. The purpose of this study is to determine the judge's considerations and the legal consequences of decisions in the perspective of the Civil Procedure Law. The approach method used is the normative juridical method. Presentation of data in the form of narrative descriptions, as well as qualitative data analysis methods. The data obtained from the legal materials will be analyzed in a normative-qualitative manner. The data obtained from the legal materials will be analyzed in a normative-qualitative manner. The results showed that the judge's legal considerations in deciding a simple lawsuit were declared unacceptable in Decision Number 28/PDT.GS/2021/PN.Sby, namely because the proof is not simple, in the proof it is still necessary to examine the object of the case (Local Examination). The judge was less careful in paying attention to the lawsuit at the preliminary examination as explained in Article 11 PERMA Number 2 of 2015 because this lawsuit should have been crossed out even before proceeding to the trial process. The legal consequence that arises is that the plaintiff can file a legal action in the form of an objection that can be submitted to the Registrar of the local District Court as regulated in Article 21 paragraph (1) PERMA No. 4 of 2019 or file a new lawsuit using an ordinary / general lawsuit. | |
| 34345 | 37296 | A1F018037 | Pendugaan Umur Simpan Mikrokapsul Bunga, Batang, dan Daun Kecombrang Menggunakan Metode Akselerasi dengan Model Pendekatan Kadar Air Kritis | Mikrokapsul merupakan produk olahan kering yang berbasis serbuk atau tepung. Mikrokapsul memiliki kadar air rendah, namun memiliki potensi untuk mengalami kerusakan karena sifatnya yang higroskopis atau mudah menyerap air. Penelitian ini bertujuan untuk menduga umur simpan dari mikrokapsul bunga, batang, dan daun kecombrang dengan metode akselerasi berdasarkan pendekatan kadar air kritis dengan menggunakan kemasan alumunium foil. Parameter yang diukur dalam penelitian ini yaitu kadar air awal, kadar air kritis, kadar air kesetimbangan sehingga diperoleh kurva sorpsi isotermis yang tepat. Selain parameter tersebut, terdapat beberapa variabel pendukung yang perlu diperhatikan dalam menentukan umur simpan. Variabel pendukung yang harus dianalisis dalam menentukan umur simpan mikrokapsul bunga, batang, dan daun adalah luas kemasan (A), berat padatan perkemasan (Ws), tekanan uap murni (Po), dan permeabilitas kemasan (k/x). Hasil perhitungan umur simpan menunjukkan bahwa mikrokapsul daun memiliki umur simpan tertinggi yaitu 41 bulan, mikrokapsul bunga 40 bulan, dan mikrokapsul batang selama 37 bulan. | Microcapsules are dry processed products based on powder or flour. Microcapsules have low water content, but have the potential to be damaged due to their hygroscopic nature or easy to absorb water.This study aims to estimate the shelf life of microcapsules of flowers, stems, and leaves of kecombrang with the acceleration method based on the critical moisture content approach using aluminium foil packaging. The parameters measured in this study were the initial moisture content, the critical moisture content, and the equilibrium moisture content to obtain the accurate isothermic sorption curve. Furthermore, there are several supporting variables that need to be considered in determining shelf life. The supporting variables that must be analyzed in determining the shelf life of microcapsules of flowers, stems, and leaves are the area of the packaging (A), the weight of the packaging solids (Ws), the pure vapour pressure (Po), and the permeability of the packaging (k/x). The results of the calculation of shelf life showed that leaf microcapsules had the highest shelf life of 41 months, flower microcapsules at 40 months, and stem microcapsules at 37 months. | |
| 34346 | 37298 | E1A016303 | KESADARAN HUKUM REMAJA TERHADAP PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN REPRODUKSI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran hukum remaja terhadap pendewasaan usia perkawinan dan kontribusi kesadaran hukum remaja terhadap pendewasaan usia perkawinan sebagai upaya peningkatan kesehatan reproduksi di Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dengan responden sebanyak 45 (empat puluh lima) orang. Pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Jenis sumber data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dengan menggunakan metode angket, kepustakaan, dan dokumenter. Data yang terkumpul diolah menggunakan teknik editing, coding, dan tabulating kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan tabel data. Analisis data kuantitatif mengunakan metode statistik sederhana yaitu distribusi frekuensi analisis dan tabel silang analisis, sedangkan analisis data kualitatif menggunakan metode analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran hukum remaja terhadap pendewasaan usia perkawinan sebagai upaya peningkatan kesehatan reproduksi di Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas adalah tinggi, hal ini dapat diukur dengan indikator sebagai berikut: sedangnya tingkat pengetahuan hukum remaja terhadap pendewasaan usia perkawinan; tingginya tingkat pemahaman hukum remaja terhadap pendewasaan usia perkawinan; banyaknya sikap setuju remaja terhadap pendewasaan usia perkawinan; dan banyaknya pola perilaku remaja yang kurang sesuai terhadap pendewasaan usia perkawinan. Kesadaran hukum remaja terhadap pendewasaan usia perkawinan cukup memberikan kontribusi secara positif terhadap upaya peningkatan kesehatan reproduksi. | This study aims to determine the level of legal awareness of adolescents and the contribution of adolescents to the maturation of the age of marriage as an effort to improve reproductive health in Kotayasa Village, Sumbang District, Banyumas Regency. This research uses quantitative research methods with a sociological juridical approach and descriptive research specifications. This research is located in Kotayasa Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency with 45 (forty five) respondents. The research sample was taken using simple random sampling. Types of data sources include primary and secondary data obtained by using questionnaires, literature, and documentary methods. The collected data is processed using editing, coding, and tabulating techniques and then presented in the form of narrative text and data tables. Quantitative data analysis used simple statistical methods, namely frequency distribution analysis and cross table analysis, while qualitative data analysis used content analysis and comparative analysis methods. The results showed that the legal awareness of adolescents towards maturation of the age of marriage as an effort to improve reproductive health in Kotayasa Village, Sub-District of Sumbang, Banyumas Regency is high, this can be measured by the following indicators: moderate level of legal knowledge of adolescents on the maturation of marriage age; the high level of legal understanding of juveniles on the maturation of the age of marriage; the number of teenagers agreeing with the maturity of the age of marriage; and the number of adolescent behavior patterns that are less appropriate for maturing age of marriage. Adolescent legal awareness of the maturation of marriage age contributes positively to efforts to improve reproductive health. | |
| 34347 | 37299 | E1A016054 | IMPLEMENTASI HUKUM PEMBUATAN AKTA KEMATIAN SEBAGAI UPAYA TERTIB DOKUMEN KEPENDUDUKAN (Studi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tasikmalaya) | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum kebijakan pembuatan akta kematian sebagai upaya tertib dokumen kependudukan dan faktor-faktor yang cenderung memengaruhi implementasi hukum kebijakan pembuatan akta kematian sebagai upaya tertib dokumen kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tasikmalaya. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer dengan wawancara sedangkan data sekunder dengan studi pustaka dan studi dokumenter. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Metode analisis data dilakukan secara analisis kualitatif dengan menggunakan metode content analysis dan comparative analysis. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi hukum kebijakan pembuatan akta kematian sebagai upaya tertib dokumen kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tasikmalaya telah terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari parameter yang meliputi pemberlakuan persyaratan pembuatan akta kematian telah dilaksanakan dengan baik dan prosedur pembuatan akta kematian telah terlaksana dengan baik. Adapun faktor-faktor yang cenderung memengaruhi implementasi hukum kebijakan pembuatan akta kematian sebagai upaya tertib dokumen kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tasikmalaya adalah faktor hukum; faktor penegak hukum; faktor sarana; dan faktor masyarakat. Faktor-faktor tersebut memiliki kecenderungan yang dapat mendukung dan menghambat implementasi hukum kebijakan pembuatan akta kematian sebagai upaya tertib dokumen kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tasikmalaya. | ABSTRACT This research aims to determine the legal implementation of making death certificate policy as effort to resident document compliance at Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tasikmalaya District. This research uses qualitative research methods with sociological juridical approach, and descriptive research specifications. The research location is at Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tasikmalaya District. The types of data used are primary data and secondary data. The primary data collection method is by interviewing while the secondary data is by literature study and documentary study. Data processing methods with data reduction, data display and data categorization. Presentation of data in the form of a qualitative matrix and narrative text. The data analysis method was carried out by qualitative analysis using content analysis and comparative analysis. The results of the study indicate that the legal implementation of making death certificates policy as effort to resident document compliance at Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tasikmalaya District has been implemented effectively. This can be seen from the parameters that include the implementation of the requirements for making a death certificate that has been carried out properly, the procedure of making a death certificate has been carried out properly. The factors that tend to influence the legal implementation of making death certificate policy as effort to resident document compliance at the Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tasikmalaya District are legal factors; law enforcement factors; facility factors; and community factors. These factors have tendencies that can support and hinder the legal implementation of making death certificate policy as effort to resident document compliance in Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tasikmalaya District. | |
| 34348 | 37986 | J1C016045 | PENGGUNAAN BENTUK KEIGO DALAM ANIME VIOLET EVERGARDEN | Keigo merupakan ragam bahasa dalam bahasa Jepang yang digunakan pembicara atau penulis dengan tujuan menghormati mitra wicara, atau pihak lain yang menjadi pokok pembicaraan. Setiap pembicara harus selalu memperhitungkan kepada siapa dia berbicara, di mana, isi pembicaraan, dan dalam suasana yang bagaimana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bentuk keigo dalam anime berjudul Violet Evergarden dengan mengkaji ragam bahasa bentuk keigo dan faktor sosial yang mempengaruhi penggunaan keigo dalam anime Violet Evergarden. Kajian ini bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik dalam metode simak yaitu Teknik menghubung-bandingkan menyamakan hal pokok (HBSP) yang dilanjutkan dengan teknik catat sebagai bentuk penyajian data. Teknik analisis data menggunakan metode padan ektralingual. Berdasarkan hasil penelitian, pada anime Violet Evergarden terdapat 21 data penggunaan ragam bahasa sonkeigo terdapat 9 data, kenjougo terdapat 7 data, dan teineigo terdapat 5 data. Faktor sosial yang mempengaruhi penggunaan keigo pada anime Violet Evergarden di antaranya: 1) faktor keakraban sebanyak 8 data, 2) status sosial sebanyak 5 data, 3) faktor hubungan sosial 10 data, 4) faktor usia sebanyak 8 data, dan 5) faktor kelompok 2 sebanyak data. Pada anime Violet Evergarden penggunaan ragam bahasa bentuk sonkeigo paling banyak dipengaruhi oleh kesenjangan usia, penggunaan kenjougo lebih dominan dipengaruhi oleh faktor hubungan sosial, dan teineigo dipengaruhi oleh pekerjaan. | Keigo is a variety of language in Japanese that is used by speakers or writers to give respect to listeners, or other parties who are the subject of conversation. Every speaker should always consider who he is speaking with, where, the content of the convesation, and in what atmosphere. This study aims to describe the keigo usage in anime Violet Evergarden by examining the keigo usage and the social factors that influence the keigo usage in the anime Violet Evergarden. This study is a qualitative descriptive study. The data collection technique uses the technique in the observe method , namely the connecting-comparing technique to equate the subject matter (HBSP), followed by the note-taking technique as a form of data presentation. based on the results of the study, in the anime Violet Evergarden, there are 21 data on the use of various languages, sonkeigo there are 9 data, kenjougo there are 7 data, and teineigo there are 5 data. Social factors that influence the use of keigo in anime Violet Evergarden include 1) familiarity factor has 8 data, 2) social status has 5 data, 3) social relationship factor has 10 data, 4) age factor has 8 data, and 5) group factor has 2 data. In the anime Violet Evergarden , the use of sonkeigo is most influenced by the age gap, the use of kenjougo is more dominantly influenced by social relations factors, and teineigo is influenced by work | |
| 34349 | 38176 | A1D018016 | Aplikasi Pupuk Kasgot dan NPK pada Budidaya Tanaman Selada Merah (Lactuca sativa var.Crispa) di Media Pasir Pantai | Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi pemupukan antara pupuk sintetik dan pupuk organik kasgot yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah (L. sativa var.Crispa) di media pasir pantai. Penelitian ini dilaksanakan di Screen house Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dari Februari hingga Mei 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kasgot: 0 ton/ha, 10 ton/ha, 20 ton/ha, dan 30 ton/ha. Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK: 25%, 50%, dan 100% dosis anjuran pemupukan dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran Kementerian Pertanian. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah daun konsumsi, panjang akar, bobot tanaman/sampel, produktivitas tanaman/ton, bobot daun, bobot akar, dan kadar klorofil daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kasgot berpengaruh sangat nyata pada variabel tinggi tanaman, dengan hasil terbaik 16,094 cm dan berpengaruh nyata pada jumlah daun dengan hasil terbaik 9,5 helai, luas daun dengan hasil terbaik 79,863 cm2, bobot akar dengan hasil terbaik 8,473 gram. Perlakuan terbaik dengan pemberian pupuk kasgot 50 g/tanaman atau 10 ton/ha. Penggunaan pupuk NPK memberikan pengaruh tidak nyata pada semua variabel pengamatan. Hasil terbaik untuk semua variabel pengamatan adalah kombinasi pemberian pupuk kasgot 50 g/tanaman atau 10 ton/ha dan pemberian pupuk NPK 0,25 g/tanaman atau 50% dosis anjuran. Aplikasi pupuk kasgot dapat mengurangi 50 persen penggunaan pupuk NPK. Kata kunci: kasgot, NPK, selada merah. | This study aimed to obtain a combination of synthetic fertilizers and kasgot that effectively increased the growth and yield of red lettuce (L. sativa var. Crispa) on beach sand media. This research was conducted at the Screen house of Rempoah Village, Baturraden District, Banyumas Regency. The study was conducted from February to May 2022. The study used a factorial Completely Randomized Block Design with two factors and three replications. The first factor is the kasgot, consisting of 0 tons/ha, 10 tons/ha, 20 tons/ha, and 30 tons/ha. The second factor is the dose of NPK fertilizer, consisting of 25%, 50%, and 100% of the recommended fertilizer dose from the Ministry of Agriculture’s Vegetable Crop Research Center. Observation variables included plant height, number of leaves and leaf area, number of leaves consumed, root length, plant weight/sample, plant productivity/ton, leaf weight, root weight, and leaf chlorophyll content. The analysis was conducted with the F test at a 95% confidence level. If the treatment showed significantly different results, continue with the Duncan test with a 95% confidence level. The results showed that the kasgot treatment significantly affected plant height variables, with the best yield of 16.094 cm. Furthermore, it also significantly affected the number of leaves with the best yield of 9.5 strands, leaf area with the best yield of 79.863 cm2, and root weight with the best yield of 8.473 grams. The best treatment is the application of kasgot of 50 g/plant or 10 tons/ha. The use of NPK fertilizer had no significant effect on all observed variables. The best results for all observational variables were a combination of 50 g/plant or 10 tons/ha of kasgot fertilizer and 0.25 g/plant of NPK fertilizer or 50% of the recommended dose. Kasgot fertilizer application can reduce the use of NPK fertilizer by 50 percent. Keyword: casgot, NPK, red lettuce | |
| 34350 | 38205 | F1F018010 | DAMPAK KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT SETELAH KELUAR DARI JOINT COMPREHENSIVE PLAN OF ACTION (JCPOA) TERHADAP KEBIJAKAN NUKLIR IRAN | Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) atau Perjanjian Nuklir Iran merupakan kesepakatan antara negara 5P + 1 (Amerika Serikat, Inggris, China, Prancis, Rusia dan Jerman) dan Iran untuk memastikan program nuklir yang dimiliki oleh Iran digunakan untuk tujuan damai. Perjanjian ini merupakan jalan diplomatis yang digunakan oleh Amerika Serikat pada masa pemerintahan Obama dan negara barat untuk mengatasi penyalahgunaan senjata nuklir yang dimiliki oleh Iran. Namun ketika pada masa pemerintahan Donald Trump, Amerika Serikat memutuskan untuk keluar dari perjanjian JCPOA karena dianggap merugikan Amerika Serikat dan justru lebih menguntungkan Iran. Oleh karena itu, pada 8 Mei 2018 Trump secara resmi menarik diri dari perjanjian JCPOA dan mulai memberlakukan kembali serangkaian sanksi ekonomi yang agresif untuk menggantikan perjanjian JCPOA yang dinilai Trump telah gagal dalam menekan program nuklir Iran. Namun berdasarkan hasil penelitian, keputusan Amerika Serikat ini juga tidak berhasil sepenuhnya dalam menghentikan pengembangan nuklir Iran. Kebijakan Amerika Serikat melalui Kampanye Maximum Pressure secara ekonomi berhasil membuat Iran mengalami keterpurukan, namun Iran tetap terus mengembangkan program nuklir mereka bahkan hingga mengeluarkan kebijakan untuk melawan kampanye Maximum Pressure Trump dan mengancam akan keluar dari perjanjian JCPOA serta tidak akan terikat oleh pembatasan apapun terkait pengembangan nuklir. | The Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) or the Iran Nuclear Agreement is an agreement between 5P + 1 countries (the United States, Britain, China, France, Russia, and Germany) and Iran to ensure that Iran's nuclear program is used for peaceful purposes. This agreement is a diplomatic avenue used by the United States during the Obama administration and western countries to address Iran's abuse of nuclear weapons. However, during the Donald Trump administration, the United States decided to leave the JCPOA agreement because it was considered detrimental to the United States and more profitable for Iran. Therefore, on May 8, 2018, Trump officially withdrew from the JCPOA agreement and began to reimpose a series of aggressive economic sanctions to replace the JCPOA agreement which Trump judged had failed in suppressing Iran's nuclear program. However, based on the research result, the United States' decision was also not fully successful in stopping Iran's nuclear development. The United States policy through the Maximum Pressure Campaign has economically succeeded in making Iran experience a slump, but Iran continues to develop their nuclear program even to issue policies to counter Trump's Maximum Pressure campaign and threaten to leave the JCPOA agreement and will not be bound by any restrictions related to nuclear development. | |
| 34351 | 37987 | B1A018129 | IDENTIFIKASI ISOLAT ACTINOMYCETES ASAL SEDIMEN MANGROVE SEGARA ANAKAN CILACAP MENGGUNAKAN METODE NUMERIK-FENETIK | Actinomycetes termasuk ke dalam kelompok bakteri Gram positif dan dapat dikenali dari struktur morfologi yang khas yaitu miselium. Actinomycetes dapat ditemukan pada ekosistem mangrove dan kawasan Segara Anakan menjadi salah satu contoh lingkungan yang dapat menjadi sumber Actinomycetes. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan kemiripan antar isolat Actinomycetes asal sedimen mangrove Segara Anakan Cilacap dan mengetahui identitas isolat Actinomycetes asal sedimen mangrove Segara Anakan Cilacap. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode numerik-fenetik. Identifikasi isolat Actinomycetes mengacu pada buku Bergey’s Manual of Systematic Bacteriology. Sebanyak 9 isolat Actinomycetes asal sedimen mangrove Segara Anakan Cilacap yang terbagi kedalam 2 klaster dan 1 subklaster memiliki hubungan kemiripan yang tinggi dengan nilai similaritas ≥70% berdasarkan metode numerik-fenetik. Sebanyak 6 isolat Actinomycetes asal sedimen mangrove Segara Anakan Cilacap yang terbagi menjadi 2 klaster yaitu SAE4034, SA91, dan SA32 pada klaster pertama, SAE404, SAE127, dan SA411 pada klaster kedua merupakan spesies anggota genus Streptomyces. | Actinomycetes belong to the group of Gram-positive bacteria and can be recognized by the characteristic morphological structure of the mycelium. Actinomycetes can be found in mangrove ecosystems and the Segara Anakan area is one example of an environment that can be a source of Actinomycetes. The purpose of this study was to determine the relationship of similarities between Actinomycetes isolates from the Segara Anakan Cilacap mangrove sediment and to find out the identity of Actinomycetes isolates from the Segara Anakan Cilacap mangrove sediment. The data obtained are analyzed using the numerical-phenetic method. The identification of Actinomycetes isolates refers to Bergey's book Manual of Systematic Bacteriology. A total of 9 Actinomycetes isolates from the Segara Anakan Cilacap mangrove sediment which are divided into 2 clusters and 1 subclaster have a high similarity relationship with a similarity value of ≥70% based on numerical-phenetic methods. A total of 6 Actinomycetes isolates from the Segara Sapling Cilacap mangrove sediment which are divided into 2 clusters, namely SAE4034, SA91, and SA32 in the first cluster, SAE404, SAE127, and SA411 in the second cluster are member species of the genus Streptomyces. | |
| 34352 | 38119 | A1A018002 | Analisis Kelayakan dan Efisiensi Ekonomi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Pada Usahatani Serai Wangi (Cymbopogon Nardus L.) di Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah | Serai wangi merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai bahan baku minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis kelayakan usahatani serai wangi di Desa Kedungrandu, (2) Mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi (luas lahan, bibit, pupuk dan tenaga kerja) terhadap jumlah produksi serai wangi di Desa Kedungrandu dan (3) Mengetahui tingkat efisiensi ekonomi masing-masing faktor produksi yang mempengaruhi produksi hasil panen dalam usahatani serai wangi di Desa Kedungrandu. Lokasi penelitian ditentukan dengan secara purposive di Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis kelayakan usahatani, analisis fungsi produksi Cobb-Douglass dan analisis Tingkat Efisiensi Ekonomi. Hasil penelitian menunjukan: (1) secara finansial, selama 2 tahun usahatani masih dalam kondisi layak dengan hasil perhitungan NPV Rp1.724.429 (>0) dan Net B/C 1,632 (>1), (2) faktor-faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap hasil produksi serai wangi di Desa Kedungrandu yaitu luas lahan, bibit, pupuk dan tenaga kerja dan (3) faktor produksi bibit yang digunakan sudah efisien secara ekonomi. Sedangkan faktor produksi luas lahan, pupuk dan tenaga kerja belum efisien. | Lemongrass is one of the plants used as raw material for essential oils. This study aims to: (1) analyze the feasibility of citronella farming in Kedungrandu Village, (2) determine the effect of the use of production factors (land area, seeds, fertilizers and labor) on the amount of citronella production in Kedungrandu Village and (3) determine the level of economic efficiency of each production factor that affects crop yields in citronella farming in Kedungrandu Village. The research location was determined purposively in Kedungrandu Village, Patikraja District, Banyumas Regency, Central Java. The data analysis used in this study is a feasibility analysis of farming, an analysis of the Cobb-Douglass production function and an analysis of the Economic Efficiency Level. The results showed: (1) financially, for 2 years the farming was still in a feasible condition with the results of the calculation of NPV Rp1.724.429(>0) and Net B/C 1,632 (>1), (2) production factors that had a significant effect on the production of citronella in Kedungrandu Village, namely the area ofland, seeds, fertilizers and labor and (3) the production factor of the seed used is economically efficient. Meanwhile, land area, fertilizer and labor factors are not efficient. | |
| 34353 | 37300 | A1A017078 | Analisis Penentuan Komoditas Unggulan Sub Sektor Tanaman Pangan dalam Meningkatkan Daya Saing Ekonomi di Kabupaten Banyumas | Tanaman pangan merupakan jenis tanaman yang di dalamnya terdapat karbohidrat dan protein sebagai sumber energi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui komoditas tanaman pangan unggulan di Kabupaten Banyumas, dan (2) Menentukan komoditas tanaman pangan unggulan yang dapat diprioritaskan untuk dikembangkan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, jenis data digunakan yaitu data primer dan sekunder dengan metode pengambilan data menggunakan dokumentasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam waktu 2016-2020. Komoditas dalam penelitian ini yaitu komoditas tanaman pangan. Analisis data digunakan yaitu analisis Location Quotient (LQ); analisis dynamic location quotient (DLQ); dan penggabungan analisis LQ dan DLQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas padi sawah prioritas dikembangkan di Kecamatan Wangon, Jatilawang, Rawalo, Kemrajen, Sumpiuh, Tambak, Banyumas, Patikraja, Ajibarang, Pekuncen, Karang Lewas, Kedung Banteng, Baturraden, Sokaraja, Purwokerto Selatan, Purwokerto Barat, Purwokerto Timur, dan Purwokerto Utara. Padi ladang prioritas dikembangkan di Kecamatan Jatilawang, Kalibagor, Patikraja, dan Purwojati. Komoditas kedelai prioritas dikembangkan di Kecamatan Wangon, Jatilawang, Kebasen, Tambak, Somagede, Banyumas, Purwojati, dan Gumelar. Komoditas kacang tanah prioritas dikembangkan di Kecamatan Lumbir, Kebasen, Somagede, Kalibagor, Purwojati, Kembaran, Sokaraja, dan Purwokerto Selatan. Komoditas kacang hijau prioritas dikembangkan di Kecamatan Wangon, Jatilawang, Rawalo, Kebasen, tambak, Somagede, Banyumas, dan Purwojati. Komoditas jagung prioritas dikembangkan di Kecamatan Sumbang, Kembaran, Purwokerto Timur, dan Purwokerto Utara. Komoditas ketela pohon prioritas dikembangkan di Kecamatan Lumbir, Somagede, Kalibagor, Purwojati, Gumelar, Cilongok. Komoditas ubi jalar prioritas dikembangkan di Kecamatan Rawalo, Kebasen, Sumpiuh, Kalibagor, Patikraja, Ajibarang, Cilongok. | Food plants are types of plants in which carbohydrates and proteins are found as a source of human energy.This studied aims to: (1) Determine the superior food crop commodities in Banyumas Regency, and (2) Determine the superior food crop commodities that can be prioritized to be developed in Banyumas Regency. This research is a quantitative descriptive study, the types of data used are primary and secondary data with the data collection method using documentation from the Central Statistics Agency (BPS) in 2016-2020.Data analysis was used, namea Location Quotient (LQ) analysis; dynamic location quotient (DLQ) analysis; and the amalgamation of LQ and DLQ analyzes.The results showed that the priority lowland rice commodities was developed in the Districts of Wangon, Jatilawang, Rawalo, Kemrajen, Sumpiuh, Tambak, Banyumas, Patikraja, Ajibarang, Pekuncen, Karang Lewas, Kedung Banteng, Baturraden, Sokaraja, South Purwokerto, West Purwokerto, East Purwokerto, and North Purwokerto. Priority rice fields are developed in the Districts of Jatilawang, Kalibagor, Patikraja, and Purwojati. The priority soybean commodities are developed in the Districts of Wangon, Jatilawang, Kebasen, Tambak, Somagede, Banyumas, Purwojati, and Gumelar. The priority peanut commodity is developed in Lumbir, Kebasen, Somagede, Kalibagor, Purwojati, Kembaran, Sokaraja, and South Purwokerto sub-districts. The priority mung bean commodity is developed in the Districts of Wangon, Jatilawang, Rawalo, Kebasen, tambak, Somagede, Banyumas, and Purwojati. The priority corn commodity is developed in the Sub-districts of Donor, Kembaran, East Purwokerto, and North Purwokerto. The priority cassava commodity is developed in Lumbir, Somagede, Kalibagor, Purwojati, Gumelar, Cilongok sub-districts. The priority sweet potato commodity is developed in the Districts of Rawalo, Kebasen, Sumpiuh, Kalibagor, Patikraja, Ajibarang, Cilongok. | |
| 34354 | 37301 | A1D018035 | APLIKASI EKSTRAK RUMPUT LAUT UNTUK MENINGKATKAN HASIL DAN KUALITAS TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI LAHAN PASIR PANTAI | Bawang merah merupakan sumber pendapatan yang memberikan kontribusi cukup tinggi terhadap perkembangan ekonomi suatu wilayah. Permintaan bawang merah yang semakin meningkat dalam jumlah yang besar sejalan dengan pertumbuhan penduduk. Upaya peningkatan hasil dengan menerapkan pupuk ekstrak rumput laut untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Penelitian ini bertujuan: 1). Mengetahui jenis pupuk ekstrak rumput laut yang paling baik meningkatkan hasil tanaman bawang merah, 2). Mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak rumput laut untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karanganyar, Kecamatan Adipala, Cilacap pada bulan Juli-Oktober 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan konsentrasi ekstrak rumput laut P1 (0 ml/l), P2 (5 ml/l), P3 (10 ml/l), konsentrasi ekstrak rumput laut komersil P4 (2 ml/l). Percobaan diulang sebanyak 10 kali. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, bobot segar total, warna umbi, bobot kering total, bobot kering askip, diameter umbi, kekerasan umbi, hasil tanaman bawang merah per petak. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F dan uji lanjut menggunakan analisis DMRT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak rumput laut meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen. Aplikasi ekstrak rumput laut 5 ml/l (P2) dapat menyebabkan jumlah umbi 8,56 buah, bobot kering total 66,2 gram, bobot kering askip 69,15 gram, diameter umbi 27,81 mm, kekerasan umbi 0,61 kg. Sedangkan aplikasi ekstrak rumput laut komersil 2 ml/l (P4) menghasilkan bobot umbi basah total 102 gram, hasil tanaman bawang merah 26,5 t/ha hasil 27,21% dan peningkatan hasil 25,66%. | Shallot is a source of income that contributes quite high to developing the economy of a region. Shallot request which is increasing in the amount of the big one in line with population growth. Efforts to increase yield with apply fertilizer seaweed extract to meet nutritional needs. The purpose of this research: 1). Knowing the type of seaweed extract fertilizer the best to increase the yield of shallot 2). Knowing the effect of seaweed extract concentration to increase the growth and yield of shallot. This research was implemented in Karanganyar Village, Adipala District, Cilacap from July-October 2021. This research used randomized block design (RCBD) with treatment of seaweed extract concentration P1 (0 ml/l), P2 (5 ml/l), P3 (10 ml/l), commercial seaweed extract concentration P4 (2 ml/l). Test repeated 10 times. Observed variables were plant height, number of leaves, number of bulbs, total fresh weight, bulb color, total dry weight, dry weight of askip, bulb diameter, bulb hardness, and yield. Obtained data were analyzed using the F test and further tested using DMRT analysis at an error rate of 5%. Research results showed that the application of seaweed extract increased the growth and yield of shallot. The concentration of seaweed extract P2 (5 ml/l) caused several bulbs 8.5 bulbs, total dry weight 66.2 grams, askip dry weight 69.15 grams, bulb diameter 27.81 mm, bulb hardness 0.61 kg. Commercial seaweed extract P4 (2 ml/l) produced the highest number on variable total wet weight of 102 grams, shallot yield of 26.5 t/ha 27.21% yield, and 25,661% increase in yield. | |
| 34355 | 38244 | F1B018040 | Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di Bank Sampah Mandiri Kelurahan Semarang Kecamatan Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara | Hingga saat ini sampah masih menjadi masalah serius. Hal ini dapat dilihat dengan adanya penumpukan sampah yang kian memburuk dari tahun ke tahun yang pada akhirnya berdampak mencemari lingkungan. Volume sampah di Kabupaten Banjarnegara tiap tahun makin meningkat. Program Bank Sampah merupakan program yang menerapkan prinsip 3R dalam pengelolaan sampah. Kelurahan Semarang merupakan salah satu wilayah yang menjalankan program Bank Sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat di Kelurahan Semarang dalam pengelolaan sampah rumah tangga berbasis 3R di Bank Sampah Mandiri Kelurahan Semarang Kecamatan Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis interaktif menurut Miles Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di Bank Sampah Mandiri Kelurahan Semarang Kecamatan Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara belum sepenuhnya baik. Ada tiga aspek yang mempengaruhi partisipasi masyarakat yaitu keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan, keterlibatan masyarakat dalam penerimaan dan pemanfaatan hasil, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan dan evaluasi hasil. 1) Keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan program mengalami penurunan dari bulan ke bulan karena sosialisasi dilakukan di awal pertemuan saja. Selain itu terdapat oknum pengepul yang merugikan masyarakat. 2) Keterlibatan masyarakat dalam penerimaan dan pemanfaatan hasil, dalam pencapaian tujuan atau manfaat yang dirasakan belum semua masyarakat merasakan manfaat yang didapatkan. 3) keterlibatan masyarakat dalam pengawasan dan evaluasi hasil cukup tinggi, tepat pada cukup banyaknya masyarakat yang turut serta memberikan kritik dan saran terhadap program. | Until now, waste is still a serious problem. This can be seen by the accumulation of garbage which is getting worse from year to year which in turn has an impact on polluting the environment. The volume of waste in Banjarnegara Regency is increasing every year. The Waste Bank Program is a program that applies 3R principles in waste management. Semarang Village is one of the areas that run the Waste Bank program. The purpose of this study was to describe community participation in Semarang Village in managing household waste based on 3R at the Mandiri Garbage Bank, Semarang Village, Banjarnegara District, Banjarnegara Regency. This study uses qualitative methods and informant selection techniques using purposive sampling. Data was collected by means of interviews, observation, and documentation. The analytical method used is an interactive analysis method according to Miles Huberman. The results showed that community participation in household waste management based on 3R (Reduce, Reuse, Recycle) at the Mandiri Garbage Bank, Semarang Village, Banjarnegara District, Banjarnegara Regency was not entirely good. There are three aspects that affect community participation, namely community involvement in implementation, community involvement in receiving and utilizing results, community involvement in monitoring and evaluating results. 1) Community involvement in program implementation has decreased from month to month because socialization is only carried out at the beginning of the meeting. In addition, there are unscrupulous collectors who are detrimental to the community. 2) Community involvement in receiving and utilizing the results, in achieving goals or perceived benefits, not all communities have experienced the benefits. 3) community involvement in the monitoring and evaluation of results is quite high, precisely when there are quite a number of people who participate in providing criticism and suggestions for the program. | |
| 34356 | 37302 | J1C016014 | Implementasi Konsep Kaizen Pada Perusahaan Dalam Dorama Rikuo (陸王) | Dorama Rikuo mengambil tema kaizen dari perjuangan pekerja dalam memproduksi tabi yaitu alas kaki tradisional Jepang. Karya populer ini dapat menguraikan implementasi konsep kaizen yang ada dalam perusahaan Jepang dengan baik dan menginspirasi penonton. Penelitian ini berjudul Implementasi Konsep Kaizen pada Perusahaan dalam Dorama Rikuo (陸王). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripisikan bentuk implementasi konsep kaizen pada perusahaan Jepang yaitu konsep 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke) dan faktor yang mempengaruhi keberhasilan bentuk implementasi konsep kaizen dalam dorama Rikuo. Penelitian ini menggunakan teori budaya kerja dari Susilo, konsep kaizen dari Imai Masaki, dan konsep 5S dari Osada Takashi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat. Hasil dari penelitian ini ditemukan 13 data diantaranya delapan data mengenai konsep 5S dan lima data mengenai faktor keberhasilan bentuk implementasi konsep kaizen. Kesimpulan yang didapat adalah melalui drama Rikuo terlihat bentuk implementasi konsep kaizen yaitu konsep 5S telah terimplementasikan dengan baik serta ada beberapa faktor yaitu kerjasama tim, disiplin pribadi, peningkatan moral, lingkaran kualitas dan saran untuk perbaikan yang menjadi fondasi keberhasilan bentuk implementasi kaizen. | Dorama Rikuo takes the theme of kaizen from the struggle of workers in producing tabi, which is traditional Japanese footwear. This popular work can describe the implementation of the kaizen concept in Japanese companies well and inspire the audience. This research is entitled Implementation of Kaizen Concept in Companies in Dorama Rikuo (陸王). This study aims to describe the form of implementation of the kaizen concept in Japanese companies, namely the 5S concept (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu and Shitsuke) and the factors that influence the success of the form of implementation of the kaizen concept in the Rikuo drama. This study uses the work culture theory from Susilo, the kaizen concept from Imai Masaki, and the 5S concept from Osada Takashi. The method used is descriptive qualitative method. The data collection technique used the note-taking technique. The results of this study found 13 data including eight data regarding the 5S concept and five data regarding the success factors of the form of implementation of the kaizen concept. The conclusion obtained is that through Rikuo's drama, it can be seen that the implementation of the kaizen concept, namely the 5S concept has been implemented well and there are several factors, namely teamwork, personal discipline, moral improvement, quality circles and suggestions for improvement which are the foundation of the successful form of kaizen implementation. | |
| 34357 | 37303 | I1C017032 | AKTIVITAS ANTIVIRUS (H5N1) DAN ANTIBAKTERI (STAPHYLOCOCCUS AUREUS dan ESCHERICHIA COLI) TERHADAP EKSTRAK AIR DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) MENGGUNAKAN METODE FREEZE DRYING | Daun kemangi (Ocimum sanctum L.) dapat digunakan sebagai antibakteri dan antifungi. Pada riset sebelumnya daun kemangi dilaporkan dapat dijadikan produk seperti hand sanitizer. Selain itu, daun kemangi dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella thyphi. Namun demikian, uji antivirus pada daun kemangi belum pernah dilaporkan. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antivi rus dan antibakteri yang terdapat pada ekstrak air daun kemangi. Daun kemangi diekstraksi dengan metode infundasi dilanjutkan dengan freeze drying. Selanjutnya, ekstrak air daun kemangi dilakukan uji dengan metode Hemagglutination Assay dan uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menggunakan metode difusi sumuran. Pada antivirus yang terbaik pada konsentrasi 12.5%, 25%, dan 35% mendapatkan hasil touch artinya bahwa hasilnya negatif, sehingga berefek sebagai antivirus terhadap H5N1. Namun, ekstrak air daun kemangi hanya konsentrasi 35% yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli dengan diameter zona hambat berturut-turut sebesar 16,44 mm dan 11,99 mm. Hasil skrining fitokimia ekstrak air daun kemangi terbukti mengandung senyawa flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin. Maka dari itu, ekstrak air daun kemangi (O. sanctum L.) mempunyai efek antivirus terhadap virus Influenza A (H5N1) dan antibakteri. | Basil leaves (Ocimum sanctum L.) can be used as antibacterial and antifungal. In previous research, basil leaves were reported to be used as products such as handsanitizers. In addition, basil leaves can inhibit the growth bacteria of escherichia coli, staphylococcus aureus and salmonella thyphi. However, antiviral tests on basil have not been reported. Therefore, this study aims to determine the antiviral and antibacterial activity contained in the water extract of basil leaves. Basil leaves were extracted by the infundation method followed by freeze drying. Furthermore, the water extract of basil leaves were tested using the hemagglutination assay method and the antibacterial activity test against staphylococcus aureus, then for the escherichia coli using disk difussion method. In the best at antiviral concentrations is 12.5%, 25%, and 35% got the touch results, which means the results were negative, so it had an effect as an antivirus against H5N1. However, only 35% water extract of basil leaves can inhibit the growth of S. aureus and E. coli bacteria with each inhibition zone diameters of 16.44 mm and 11.99 mm. The results of phytochemical screening of basil leaf water extract proved to contain flavonoid compounds, tannins, alkaloids, and saponins. And then, aqueous exctract of basil (Ocimum sanctum L.) has an antiviral effect against Influenza A virus (H5N1) and antibacterial. | |
| 34358 | 37304 | E1A016266 | EFEKTIFITAS WAJIB LAPOR BAGI PECANDU NARKOTIKA DALAM RANGKA PELAKSANAAN REHABILITASI DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas wajib lapor pecandu narkotika dalam rangka pelaksanaan rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional Kabupaten Banyumas dan faktor yang mempengaruhi efektifitas Wajib Lapor bagi pecandu narkotika dalam rangka pelaksanaan rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional Kabupaten Banyumas. Selama ini pecandu narkotika takut untuk melaporkan diri karena takut mendapatkan stigma negatif dari masyarakat. Kurangnya pengetahuan terhadap wajib lapor ini yang membuat pecandu tidak segera melaporkan dirinya. Padahal semakin banyaknya pengguna narkotika yang melaporkan diri ke Institusi Penerima Wajib Lapor, maka jumlah pecandu akan semakin berkurang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Yuridis Sosiologis dan spesifikasi penilitian deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Jalan Raga Semangsang, No. 46, Sokanegara, Purwokerto Timur, Purwokerto, Sokanegara, Banyumas. Pelaksanaan rehabilitasi oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Banyumas melalui ketentuan wajib lapor bagi pecandu narkotika belum terlaksana secara efektif dikarenakan pada diri pecandu Narkotika dan menurut beberapa komunitas penanggulangan pecandu Narkotika kurangnya pendekatan dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten Banyumas yang sangat jarang membuat kegiatan aktif yang melibatkan korban NAPZA. | This study aims to determine the effectiveness of mandatory reporting of narcotics addicts in the context of carrying out rehabilitation at the National Narcotics Agency of Banyumas Regency and the factors that affect the effectiveness of mandatory reporting for narcotics addicts in the context of carrying out rehabilitation at the National Narcotics Agency of Banyumas Regency. So far, narcotics addicts are afraid to report themselves for fear of getting negative stigma from society. Lack of knowledge of this mandatory report that makes addicts do not immediately report themselves. Whereas the more narcotics users who report themselves to the Recipient Institution for Reporting, the number of addicts will decrease. This study uses a qualitative research method with a sociological juridical approach and descriptive research specifications. This research is located at Jalan Raga Semangsang, No. 46, Sokanegara, East Purwokerto, Purwokerto, Sokanegara, Banyumas. The implementation of rehabilitation by the National Narcotics Agency of Banyumas Regency through the provision of mandatory reporting for narcotics addicts has not been carried out effectively due to Narcotics addicts and according to some communities dealing with Narcotics addicts the lack of approach from the National Narcotics Agency of Banyumas Regency which very rarely makes active activities involving drug victims | |
| 34359 | 37305 | E1A018341 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN BERAT DALAM PERNIKAHAN SIRI (Studi Kasus Putusan Nomor 466/Pid.B/2021/PN.Blb) | Fenomena tindak penganiayaan dalam bentuk kekerasan fisik dan psikis, dapat dijumpai dimana-mana seperti di tempat umum, bahkan dilingkungan kecil seperti llingkungan rumah tangga atau keluarga saja, tindakan penganiayaan dapat menimpa siapa saja bila menghadapi suatu masalah dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Pasal 338 jo Pasal 53 ayat (3) dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga pada kasus penganiayaan dalam pernikahan siri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini addalah metode yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis dan menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan yang diuraikan secara sistematis. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Majelis Hakim dalam putusannya sudah sesuai namun menurut penulis seharusnya Jaksa Penuntut Umum menambahkan Pasal 338 jo. 53 KUHP dan Pasal 44 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dalam dakwaannya agar menjadi bahan tambahan dalam Pertimbangan Hukum hakim. Saran dari penulis, Tindak pidana penganiayaan yang dilakukan Terdakwa terhadap Saksi Rina Maryana seharusnya terhadap terdakwa bisa dijatuhkan dengan Pasal 338 jo Pasal 53 Ayat (1) atau Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. | Phenomenon of The Crime of persecution in the form of physical and psychological violence, can be found everywhere such as in public places, even in small environments such as the household or family environment, acts of persecution could happen to anyone when facing a problem with other people. This research aims to find out the the application of Article 338 jo Article 53 verse (1) of the Criminal Code and Indonesia Act No. 23 of 2004 on the Elimination of Domestic Violence for the Serious Assault in unregistered marriages. This research methods used in this research are normative juridical methods, with descriptive analytical research spesification and used secondary obtained through literature and systematically deciphered. This research can be concluded that the decision of Judges is appropriate, but the Public Prosecutor in their indictment should add the Article 338 jo Article 53 verse (3) and Indonesia Act No. 23 of 2004 on the Elimination of Domestic Violence for it can be additional to The Judge’s legal consideration. Suggestions from the author on this research, the serious assault by Defandant can be penalized with the sanction of the Article 338 jo Article 53 verse (1) of the Criminal Code and Article 44 verse (1) of the Indonesia Act No. 23 of 2004 on the Elimination of Domestic Violence. | |
| 34360 | 37306 | E1A018141 | TINDAKAN PIDANA MELAKUKAN KEKERASAN TERHADAP ANAK MENGAKIBATKAN LUKA BERAT YANG DILAKUKAN ORANG TUANYA (Studi Kasus Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Sungailiat Nomor : 345/Pid.Sus/2021/PN Sgl.) | Tindakan kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang tuanya apapun bentuknya tidak dibenarkan. Anak tidak hanya menjadi korban kekejaman orang tuanya, namun juga menjadi pihak yang paling dirugikan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur tindak pidana melakukan kekerasan terhadap anak dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Negeri Sungailiat dalam menjatuhkan pidana pada perkara Nomor 345/Pid.Sus/2021/PN Sgl. Pendekatan penelitian menggunakan yuridis normatif. Spesifikasi deskriptif analisis, Sumber data putusan Pengadilan Negeri Sungailiat Nomor 345/Pid.Sus/2021/PN Sgl. Pengumpulan data studi kepustakaan, disajikan dalam bentuk uraian dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sungailiat dalam perkara Nomor 345/Pid.Sus/2021/PN Sgl. telah menerapkan unsur-unsur Pasal 80 Ayat (4) Undang-Undang Perlindungan Anak, perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi unsur : a) Setiap orang, b) Terdakwa telah melakukan kekerasan terhadap anak, menghempaskan anak korban ke tanah c) Mengakibatkan luka berat, d) Terdakwa adalah orang tua kandung dari anak korban. Dasar pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Negeri Sungailiat dalam menjatuhkan pidana sebagai berikut : a) Pertimbangan terhadap fakta hukum yang memenuhi unsur-unsur pasal dakwaan Penuntut Umum, b) Pertimbangan terhadap pembuktian berdasarkan alat-alat bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP, c) Pertimbangan adanya kesalahan pelaku d) Pertimbangan terhadap hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa, Majelis Hakim menjatuhkan putusan terhadap Terdakwa Erri Hartata alias Kodok bin Gunalan dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun dan denda sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan; Memerintahkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan. | Violence against children by their parents in any form is not justified. Children are not only victims of the cruelty of their parents, but also become the most disadvantaged parties. The research aims to determine the application of the elements of the crime of committing violence against children and to find out the legal basis for the judges of the Sungailiat District Court in imposing a crime on the case Number 345/Pid.Sus/2021/PN Sgl Research approach using normative juridical. Descriptive analysis specification, Data source of the decision of the Sungailiat District Court Number 345/Pid.Sus/2021/PN Sgl. The collection of literature study data, presented in the form of a description and analyzed by qualitative normative methods. The Panel of Judges of the Sungailiat District Court in case Number 345/Pid.Sus/2021/PN Sgl. has implemented the elements of Article 80 Paragraph (4) of the Child Protection Law, the defendant's actions have been legally and convincingly proven to meet the elements: a) Everyone, b) the defendant has committed violence against children, threw the victim's child to the ground c) resulted in seriously injured, d) The defendant is the biological parent of the victim's child. The basis for the legal considerations of the Sungailiat District Court Judge in imposing a crime as follows: a) Consideration of legal facts that meet the elements of the Public Prosecutor's indictment article, b) Consideration of evidence based on evidence as regulated in Article 184 of the Criminal Procedure Code, c) Consideration of the existence of d) Considering the aggravating and mitigating factors for the defendant, the Panel of Judges handed down a verdict against the Defendant Erri Hartata alias Kodok bin Gunalan with imprisonment for 5 (five) years and a fine of Rp. 1.000.000,- (one million rupiah) provided that if the fine is not paid, it will be replaced with imprisonment for 3 (three) months; Ordered the defendant to remain in custody. |