| NIM | H1D011059 |
| Namamhs | AJENG AYU KUNWARDANI |
| Judul Artikel | Estimasi Biaya Tidak Langsung Pada Proyek Bangunan Gedung di Kota Surakarta |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Estimasi biaya merupakan suatu perkiraan yang paling mendekati biaya sesungguhnya, karena nilai sebenarnya dari suatu proyek tidak akan diketahui sampai suatu proyek terselesaikan secara lengkap. Jadi estimasi biaya merupakan hal yang penting dalam dunia konstruksi. Biaya tidak langsung sulit untuk diprediksikan namun merupakan komponen penting dalam memenangkan suatu tender bangunan gedung, karena tidak adanya informasi dan kajian yang mendalam bagaimana menetapkan besarnya biaya tidak langsung, tidak seperti biaya langsung yang mengacu pada gambar dan spesifikasi teknis. Praktek yang umumnya digunakan oleh kontraktor dalam menetapkan biaya tidak langsung yaitu dengan pengalaman kontraktor itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui cara praktek estimasi biaya tidak langsung yang dilakukan oleh kontraktor kecil dan menengah serta mengetahui tingkat pengetahuan kontraktor kecil dan menengah mengenai estimasi biaya tidak langsung. Diharapkan penelitian ini memberikan manfaat bagi penelitian selanjutnya dalam mengidentifikasi dan memperhitungkan komponen dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap biaya konstruksi. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner pada kontraktor kualifikasi kecil dan menengah yang ada di kota Surakarta secara langsung. Mekanisme estimasi biaya tidak langsung yang dilakukan oleh kontraktor kualifikasi kecil dan menengah menggunakan persen (%) nilai dan nilai tertentu. Kecenderungan model pada kontraktor dengan kualifikasi kecil menggambarkan bahwa semakin besar nilai kontrak maka rasio biaya tidak langsungnya semakin kecil dengan persamaan Y = 0.1914239x-0.0206855 dan hubungan nilai kontrak dengan nilai biaya tidak langsung adalah semakin besar nilai kontrak maka semakin besar nilai biaya tidak langsungnya dengan persamaan Y = 82,635,649ln(x) – 1,549,631,979. Kemudian kecenderungan model pada kontraktor dengan kualifikasi menengah menggambarkan bahwa semakin besar nilai kontrak maka rasio biaya tidak langsungnya semakin kecil dengan persamaan Y = 6.04E-22 x2-8.48E-12x+1.32E-1 dan hubungan nilai kontrak dengan nilai biaya tidak langsung adalah semakin besar nilai kontrak maka semakin besar nilai biaya tidak langsungnya dengan persamaan Y = 161,025,005ln(x) – 3,067,766,376. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Cost estimate is an estimation that is closest to the actual costs, because the actual value of a project will not be known until a project is completed. So the cost estimate is important in construction. Indirect costs is difficult to predict but it is an important component in winning a buildings, due to the absence of information and in-depth study of how to determine the amount of indirect costs, such as expenses not directly referring to the drawings and technical specifications. A practice used by contractors in determining the indirect cost is that the contractor's own experience. This study aims to know the way the practice of indirect cost estimates made by small and medium contractors and know the level of knowledge of small and medium contractors regarding the estimation of indirect costs. This research is expected to provide benefits for future research to identify and take into account the components and factors that affect the cost of construction. This research was conducted by distributing questionnaires to qualifying small and medium contractors in the city of Surakarta directly. Mechanism estimate indirect costs undertaken by small and medium contractors using percent (%) value and a certain value. The tendency of the model to the contractors with small qualification illustrates that the greater the value of the contract then the ratio of indirect costs is getting smaller by the equation Y = 0.1914239x-0.0206855 relations value of the contract to the value of the indirect cost is the greater value of the contract, the greater the value of their indirect costs Y = 82,635,649ln(x) – 1,549,631,979. Then the tendency of the model to the contractor with medium qualifications illustrates that the greater the value of the contract then the ratio of indirect costs is getting smaller by the equation Y = 6.04E-22 x2-8.48E-12x+1.32E-1 and relationship value of the contract to the value of indirect costs is the greater the value of the contract, the greater the value of indirect costs to the equation Y = 161,025,005ln(x) – 3,067,766,376. |
| Kata kunci | estimasi biaya, biaya tidak langsung, kontraktor kecil, kontraktor menengah, bangunan gedung |
| Pembimbing 1 | Paulus Setyo Nugroho, S.T., M.T. |
| Pembimbing 2 | Bagyo Mulyono, S.T., M.T. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 82 |
| Tgl. Entri | 2015-11-13 08:52:36.532051 |
|---|