Home
Login.
Artikelilmiahs
36547
Update
SHENNY TEYA NURALITA
NIM
Judul Artikel
Analisis permintaan transportasi KRL CommuterLine dari Bogor menuju Jakarta
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini merupakan hasil survei kepada para pekerja yang berasal dari kota Bogor menuju kota Jakarta dan kemudian memiliki dua moda pilihan yang dapat digunakan untuk melakukan perjalanan kerja yaitu kendaraan pribadi dan kendaraan umum khususnya KRL Commuterline. Meskipun sebagian besar para pekerja memiliki kendaraan pribadi, tetapi KRL tetap menjadi moda pilihan utama, dengan penilitian ini, analis tertarik untuk menyelidiki elemen apa yang memengaruhi seseorang dalam menggunakan KRL Commuterline untuk pergi bekerja sehingga penelitian ini mengambil judul : “Analisis Permintaan Transportasi KRL Commuterline Dari Bogor Menuju Jakarta”. Variabel bebas yang digunakan adalah pendapatan, biaya isi ulang tiket Commuterline, biaya bahan bakar, jenis kelamin, dan kepemilikan kendaraan serta variabel terikat yaitu jenis kendaraan yang digunakan para commuter yang berasal dari Bogor untuk melakukan perjalanan kerja ke Jakarta. Responden dari penelitian ini yaitu sebanyak 100 orang sebagai sampel dengan menggunakan teknik simple probability sampling. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dan uji asumsi klasik yang kemudian diolah dengan menggunakan Eviews 10 dan Microsoft Excel 2016. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan, biaya perjalanan menggunakan KRL, serta jenis kelamin, tidak memiliki pengaruh terhadap permintaan KRL Commuterline sedangkan harga bahan bakar dan kepemilikan kendaraan pribadi menjadi variabel yang berpengaruh terhadap permintaan KRL Commuterline. Implikasi dari penelitian kali ini adalah masih cukup banyaknya para pekerja dari Bogor yang menggunakan kendaraan pribadi menuju tempat kerjanya di Jakarta dikarenakan jumlah kereta dinilai masih belum cukup memenuhi pemintaan. Oleh karena itu pihak berwenang diharapkan dapat menambah jadwal KRL Commuterline serta memperbaiki fasilitas yang dimiliki kendaraan umum seperti KRL agar masyarakat beralih ke kendaraan umum agar mengurangi angka kemacetan dan juga polusi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is the result of a survey of workers who come from the city of Bogor to the city of Jakarta and then have two modes of choice that can be used to travel to work, namely private vehicles and public transportation, especially KRL Commuterline. This research takes the title: "Demand Analysis of KRL Commuterline Transportation From Bogor to Jakarta". Although most of the workers have private vehicles, KRL remains the main mode of choice, with this research, analysts are interested in investigating what elements influence someone in using KRL Commuterline to go to work. The independent variables used are income, the cost of refilling Commuterline tickets, fuel costs, gender, and vehicle ownership and the dependent variable is the type of vehicle used by commuters from Bogor to travel to work to Jakarta. Data analysis used multiple linear regression and classical assumption test which was then processed using Eviews 10 and Microsoft Excel 2016. Respondents from this study were 100 people as a sample using simple probability sampling technique. The results of this study indicate that income, travel costs using KRL, and gender, have no effect on the demand for KRL Commuterline while fuel prices and private vehicle ownership are variables that affect the demand for KRL Commuterline. The implication of this research is that there are still quite a number of workers from Bogor who use private vehicles to their workplaces in Jakarta. Therefore, the authorities are expected to increase the schedule for the KRL Commuterline and improve facilities owned by public transportation such as KRL so that people switch to public transportation in order to reduce congestion and pollution.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save