Artikel Ilmiah : C1I017006 a.n. ANGGAWI CAHYO PINAYUNGAN

Kembali Update Delete

NIMC1I017006
NamamhsANGGAWI CAHYO PINAYUNGAN
Judul ArtikelThe Readiness for Implementation of SAK EMKM on SME in Banyumas Regency
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana kesiapan implementasi SAK EMKM pada pelaku UKM di Banyumas and (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan dalam mengimplementasikan SAK EMKM. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Respondent dalam penelitian ini adalah Owner dan karyawan bagian keuangan dengan usaha yang berfokus kepada berverage sector. data diambil dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan menggunakan amalis model Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian yang dilakukan kepada 3 UKM di Banyumas dirasa belum siap dalam mengimplementasikan SAK EMKM ditemukan bahwa dari ketiga UKM yang menjadi objek penelitian, hanya Milkmax Management yang siap menerapkan SAK EMKM. Ini karena Milkmax Management sudah mempunyai karyawan bagian akuntansi pada usahanya, dan ketika ditanya mengenai kesanggupan dalam membuat laporan keuangan sesuai dengan SAK EMKM Milkmax Management menyanggupinya dan dilihat dari laporan keuangan yang dibuat hanya kurang beberapa akun. Sementara Kopi Kebon dan Kopi Susu Indonesia belum siap menerapkan SAK EMKM. This is because belum mempunyai karyawan mengurusi bagian pembukuan, kemudian tidak mengetahui apa itu SAK EMKM, dan dilihat pada laporan keuangan yang dibuat belum sesuai dengan Standar akuntansi keuangan yang ada khususnya SAK EMKM.
Abtrak (Bhs. Inggris)The purposes of this research are (1) to find out how the readiness for implement SAK EMKM on SMEs in Banyumas Regency and (2) to find out determine the factors that affect the readiness to implement SAK EMKM. This research is a qualitative research using primary and secondary data. Respondents in this study is the owners and the employees of the part a business that focuses on the beverage sector. The data is taken from the results of observations, interviews, and documentation. Analysis of the data used using the Miles and Huberman charity model. The results of the research conducted on 3 SMEs in Banyumas felt that they were not ready to implement SAK EMKM, it was found that of the three SMEs that were the object of research, only Milkmax Management was ready to implement SAK EMKM. This is because Milkmax Management already has accounting employees to run it, and when asked about the financial statements in accordance with SAK EMKM Milkmax Management agreed and judging from the financial statements made only a few accounts. Meanwhile, Kopi Kebon and Kopi Susu Indonesia are not ready to implement SAK EMKM. This is because they have not taken care of the bookkeeping department, then do not know what SAK EMKM is, and see that the financial statements made are not in accordance with existing financial accounting standards, especially SAK EMKM.
Kata kunciReadiness, SAK EMKM, UKM
Pembimbing 1Dra. Irianing Suparlinah, M.si. Ak., CA
Pembimbing 2Rini Widianingsih, SE., M.Acc., Ak., CA
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2022-07-27 12:02:07.777937
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.