Artikelilmiahs

Menampilkan 32.601-32.620 dari 50.013 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3260135850H1B017064Analisis Pengaruh Atribut Perjalanan Terhadap Pola Pergerakan Perempuan Di Perdesaan Dengan Structural Equation Modelling (Studi Kasus Kabupaten Purbalingga)Pergerakan yang dilakukan oleh perempuan semakin hari semakin kompleks. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kontribusi perempuan di setiap aspek kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, model, dan pengaruh atribut perjalanan terhadap pola pergerakan perempuan di perdesaan. Pada penelitian ini digunakan teknik analisis structural equation modelling (SEM) untuk mengkonfirmasi hipotesis bahwa atribut pergerakan perempuan perdesaan mempengaruhi pola pergerakan pada perempuan yang terbentuk dengan menggunakan variabel laten dan variabel terukur. Data yang digunakan adalah data primer berupa data pergerakan perempuan di perdesaan dan data sekunder berupa data jumlah penduduk perempuan. Pada penelitian ini atribut perjalanan yang digunakan sebanyak 5 (lima) atribut, yaitu maksud dan tujuan perjalanan, moda transportasi, jarak tempuh, waktu dilakukannya perjalanan, dan perjalanan multistop. Dari kelima atribut perjalanan, dirumuskan 7 (tujuh) pertanyaan untuk mengidentifikasi karakteristik pola pergerakan perempuan, model persamaan, serta pengaruh atribut perjalanan. Berdasarkan analisis yang dilakukan diidentifikasikan bahwa pergerakan perempuan perdesaan di Kabupaten Purbalingga mayoritas menggunakan kendaraan pribadi, perjalanan yang dilakukan lebih ke perjalanan multistop, jarak perjalanannya adalah menengah – jauh, tujuan perjalanan mayoritas untuk bekerja, dan waktu dilakukannya perjalanan pada pagi hari. Penganalisisan data menghasilkan bahwa atribut perjalanan memengaruhi pola pergerakan perempuan.The women movements are now becoming more complex. This is in line with the increasing women contribution in many aspects of life. This study aims to determine the characteristics, models, and the effect of travel attributes on women's movement patterns in rural areas. This research used structural equation modeling (SEM) analysis techniques to confirm the hypothesis that the attributes of rural women's movement affect the movement patterns of women formed by using latent variables and measured variables. The data used is primary data in the form of data on the movement of women in rural areas and secondary data in the form of data on the number of female. There are 5 (five) travel attributes to be used, i.e. the purpose and objective of the trip, the mode of transportation, the distance traveled, the time of the trip, and the multistop trip. Of the five travel attributes, 7 (seven) questions were formulated to identify the characteristics of women's movement patterns, equation models, and the influence of travel attributes. Based on the analysis, it was identified that the majority of rural women's movements in Purbalingga Regency use private vehicles, the trips made are more like multi-stop trips, the distances are medium - long distances, the majority of travel destinations are for work, and the time of travel is in the morning. Analysis of the data resulted that travel attributes affect women's movement patterns.
3260235853B1A016073Identifikasi Protein pada Jamur Makroskopik Asal Kebun Raya Baturraden Menggunakan Metode SDS-PAGEIdentifikasi merupakan proses pengenalan, menempatkan obyek atau individu dalam suatu kelas sesuai dengan karakteristik tertentu. Bahan organik seperti protein, lignin, selulosa, hemiselulosa, dan senyawa pati dapat diuraikan salah satunya oleh jamur dengan bantuan enzim. Enzim ekstraseluler yang terdapat pada jamur adalah enzim peroksidase meliputi lignin peroksidase (LiP), mangan peroksidase (MnP) dan lakase (Lac). Analisis enzim ekstraseluler dapat secara kuantitatif dengan metode (Polymerase Chain Reaction) SDS-PAGE yang merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi pola pita protein. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeteksi pita protein yang terdapat pada jamur makroskopik asal Kebun Raya Baturraden dengan metode SDS-PAGE dan mengidentifikasi protein yang terkandung pada jamur makroskopik asal Kebun Raya Baturraden dengan metode SDS-PAGE. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei secara kuantitatif dengan metode SDS-PAGE yang dianalisis secara deskriptif dan secara kualitatif dengan uji Bavendamm untuk mengetahui jenis jamur yang digunakan dalam penelitian. Jamur dengan kode 110 (Mycena sp.) merupakan jamur makroskopik asal Kebun Raya Baturraden dengan ketebalan pita protein paling baik yakni dengan berat molekul antara lain 15 kDa, 45 kDa yang merupakan enzim LiP dan 100 kDa merupakan enzim lakase. Uji potensi kemampuan lignolitik yang dilakukan dengan uji Bavendamm pada jamur 110 (Mycena sp.) juga mengahasilkan zona berwarna coklat disekitar koloni pada media yang paling baik. Identification is the process of recognizing, placing objects or individuals in a class according to certain characteristics. Organic materials such as protein, lignin, cellulose, hemicellulose, and starch compounds can be broken down by fungi with the help of enzymes. Extracellular enzymes found in fungi are peroxidase enzymes including lignin peroxidase (LiP), manganese peroxidase (MnP) and laccase (Lac). Analysis of extracellular enzymes can be qualitatively using Bavendamm's test and quantitative analysis using the SDS-PAGE (Polymerase Chain Reaction) method which is one technique that can be used to identify protein banding patterns. The purpose of this study was to detect protein bands found in macroscopic mushrooms from the Baturraden Botanical Gardens using the SDS-PAGE method and to identify the proteins contained in macroscopic mushrooms from the Baturraden Botanical Gardens using the SDS-PAGE method. This research was conducted with a quantitative survey method with the SDS-PAGE method which was analyzed descriptively and qualitatively with the Bavendamm test to determine the type of fungus used in the study. Mushroom with code 110 (Mycena sp.) is a macroscopic fungus from Baturraden Botanical Gardens with the best protein band thickness with a molecular weight of 15 kDa, 45 kDa which is the LiP enzyme and 100 kDa is the laccase enzyme. The lignolytic potential test conducted with Bavendamm's test on fungus 110 (Mycena sp.) also produced a brown zone around the colony on the best medium.
3260338060H1D015038SISTEM INFORMASI INVENTARIS ALAT DATA CENTER PERUSAHAAN XYZ MENGGUNAKAN FRAMEWORK CODEIGNITERSaat ini kebanyakan dalam mengelola alat masih melakukan secara manual dengan cara disimpan dalam
arsip ataupun catatan tradisional. Hal tersebut menyebabkan sering terjadi kehilangan catatan alat dan juga
informasi tentang alat masih belum lengkap. Apalagi jika terjadi masalah pada server maka harus di cek secara
manual. Maka dari itu yang membuat pusat data membutuhkan sistem inventaris alat yang dapat membantu
pengelolaan data alat, pencarian server, informasi server serta pencarian berdasarkan sistem. Berdasarkan
permasalahan tersebut, penulis mempunyai solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut, yakni dengan
membuat sistem inventaris alat pusat data.
Sistem inventaris akan membantu mengatasi masalah para teknisi dalam mengelola pusat data. Melalui
sistem ini, teknisi akan mudah dalam menemukan tempat server, mencari sistem yang berjalan atau bermasalah,
dan mengawasi aktivitas pengguna sistem. Tujuan pengembangan sistem ini adalah untuk memudahkan teknisi
dalam pengelolaan data center dan mencari informasi alat yang berjalan atau bermasalah. Sistem ini nantinya
dikembangan dengan metode pengembangan waterfall dengan bahasa pemrograman HTML, PHP untuk sistem
frontend dan backend, dan Codeigniter sebagai kerangka kerja dalam membuat aplikasi.
Currently, most of the tools in managing tools are still done manually by being stored in archives or
traditional records. This causes frequent loss of tool records and also incomplete information about tools.
Moreover, if there is a problem with the server, it must be checked manually. Therefore, what makes a data
center requires a tool inventory system that can help manage tool data, search servers, server information and
search by system. Based on these problems, the author has a solution to overcome these problems, namely by
creating a data center tool inventory system.
The inventory system will help solve the problems of the technicians in managing the data center.
Through this system, technicians will find it easy to locate servers, look for systems that are running or
problematic, and monitor the activities of system users. The purpose of developing this system is to make it
easier for technicians to manage the data center and find information on equipment that is running or has
problems. This system will be developed using the waterfall development method with HTML programming
language, PHP for frontend and backend systems, and Codeigniter as a framework for creating applications..
3260435848J1E015045STUDENTS’ PERCEPTION TOWARD THE ROLE OF AMERICAN CULTURE IN ENGLISH LANGUAGE LEARNINGPenelitian ini berjudul “Persepsi Siswa Terhadap Peranan Budaya Amerika dalam Pembelajaran Bahasa Inggris (Studi Kualitatif Siswa Bahasa Inggris Purwokerto Tahun Ajaran 2017/2019)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa, serta perubahan linguistik dan sosial yang dialami siswa dalam kaitannya dengan peran budaya Amerika dalam pembelajaran bahasa Inggris. Dilakukan di sebuah program Access Microscholarship di Purwokerto, Jawa Tengah, penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Program Microscholarship Access Purwokerto. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Metode triangulasi digunakan untuk meningkatkan validitas penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa percaya bahwa penting untuk mengintegrasikan budaya Amerika ke dalam pembelajaran bahasa Inggris. Siswa menyatakan sikap positif terhadap peran budaya Amerika. Selain itu, pembelajaran budaya Amerika juga membantu dalam mengembangkan kemampuan siswa dalam memahami, menghubungkan dan mengevaluasi budaya siswa sendiri dan budaya lain baik secara linguistik maupun secara sosial.This research is entitled “Students’ Perception toward the Role of American Culture in English Language Learning (A Qualitative Study of English Access Microscholarship Students Site Purwokerto in the Academic Year of 2017/2019)”. The research aimed at finding what were the students perception and the linguistic and social changes experienced by the students in relation with the role of American cultures in their English learning. This research was a qualitative research design. This research was conducted in Access Purwokerto program in Purwokerto, Central Java. To improve the validity of this qualitative research, triangulation method was used. The data were collected using questionnaire, interview and document. The population was all students of the Access Microscholarship Program site Purwokerto. The sampling technique used is purposive sampling. The results showed that students believed that integrating American cultures to the English language learning is important. They expressed a positive attitudes toward the role of American culture. In addition, it helped them develop their ability in understanding, relating and evaluating their own and the other cultures linguistically and socially.
3260535852J1E015028THE IMPLEMENTATION OF PICTURE SERIES IN TEACHING SPEAKINGTujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan penerapan gambar seri dalam pengajaran berbicara pada siswa kelas dua SMPIT Bina Insan Kamil Sidareja Tahun Pelajaran 2021/2022. (2) Mendeskripsikan masalah yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan gambar seri untuk berbicara bahasa Inggris. (3) Mendeskripsikan persepsi siswa tentang penerapan gambar seri di kelas berbicara mereka.
Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif dan merupakan penelitian eksploratif. Peneliti menggunakan VIII C sebagai sampel. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan observasi, angket, dokumentasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan melakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penerapan gambar seri dalam pengajaran berbicara guru memiliki tiga peran sebagai pembisik, peserta, dan pemberi umpan balik. Penerapan media ini disesuaikan dengan tiga kegiatan pengajaran dalam pengajaran berbicara: kegiatan pra-mengajar, kegiatan saat mengajar, dan kegiatan pasca-mengajar. Media ini tidak harus diterapkan untuk semua pertemuan dan perlu disederhanakan karena guru menyatakan bahwa persiapannya memakan banyak waktu dan memperbaiki prosedur pelaksanaan untuk mengatasi masalah kedepannya. Para siswa juga memberikan pandangan positif terhadap penerapan gambar seri. Sebagian besar siswa setuju bahwa penggunaan media ini berguna untuk kompetensi berbicara mereka. Hasil kuisioner menunjukkan bahwa 84,5% siswa memberikan pandangan positif terhadap penerapan ini. Kesimpulannya, penggunaan gambar seri dalam pengajaran berbicara dapat menjadi alternatif bagi guru untuk meningkatkan kompetensi berbicara siswa SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja. Peneliti menyarankan guru bahasa Inggris untuk menggunakan media dalam pengajaran seperti gambar seri untuk menarik minat siswa dalam belajar bahasa Inggris.
The purpose of this research are (1) To describe the implementation of picture series in teaching speaking in the second-year students of SMPIT Bina Insan Kamil Sidareja in the Academic Year of 2021/2022. (2) To describe the problems faced by teacher in implementing the picture series to speak English. (3) To describe the students’ perception on the implementation of picture series in their speaking class.
The research was designed as qualitative research and it was explorative research study. The researcher used VIII C as sample. The researcher collected the data by using observation, questionnaire, documentation, and interview. The data are analyzed by doing data reduction, data display and conclusion drawing.
The research result showed that in the implementation of picture series in teaching speaking the teacher has three roles as prompter, participant, and feedback provider. The implementation of this media was adapted to the three teaching activity in teaching speaking: pre-teaching activity, whilst teaching activity, and post-teaching activity. This media did not have to be implemented for all meetings and needed to be simplified since the teacher stated that the preparation took much time and improve the procedure implementation to overcome problem in the future. The students also gave positive perception towards the implementation of picture series. Most students agree that the use of this media was useful for their speaking competence. The result of the questionnaire showed that 84,5% students gave positive perception toward this implementation.
In conclusion, using picture series in teaching speaking can be an alternative for the teacher to improve the students' speaking competence of students of SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja. The researcher suggests English teacher to use media in teaching such as picture series to attract the students' interest in learning English.
3260635854J1E015006STUDENTS' PERCEPTION TOWARD THE TEACHERS' CODE SWITCHING IN CLASSROOM COMMUNICATIONPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan guru menggunakan alih kode dan persepsi siswa terhadap hal tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian dalam penelitian ini diambil dari seluruh guru dan siswa Bahasa Inggris Komunikatif Tingkat Dasar untuk Siswa SMA di ELTI Purwokerto. Hanya ada 2 kelas yang berjalan, EL13.1 (1 guru dan 5 siswa) dan EL3.2 (1 guru dan 6 siswa). Jadi, total populasi dan sampel dalam penelitian ini ada 2 guru dan 11 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan pra-observasi, observasi dan pencatatan, angket, dan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teori Mushtaq&Rabbani dan Walgito, kemudian disajikan melalui penjelasan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru menggunakan alih kode untuk membantu siswa memahami topik yang sulit dengan mudah (22,9%), menjelaskan kata-kata dan istilah yang tidak dikenal (11,4%), mengklarifikasi sesuatu (51,4%), dan membangun solidaritas dengan siswa (14,3%)., (2) siswa menganggap baik penggunaan alih kode oleh guru karena dapat membantu mereka memahami materi mudah dengan mengetahui kosakata baru, memahami tata bahasa dengan mudah, dan membuat komunikasi berjalan dengan baik, bahkan mereka juga menginginkan para guru untuk meminimalkan penggunaan bahasa Indonesia dalam bentuk alih kode.This research aims to seek out the teachers’ reasons in using code switching and the students’ peceptions towards it. This research belongs to descriptive qualitative. The research subject in this research was taken out from all the teachers and the students of Elementary Level of Communicative English for SMA Students at ELTI Purwokerto. There were only 2 ongoing classes, EL13.1 (1 teacher and 5 students) and EL3.2 (1 teacher and 6 students). So in total, there were 2 teachers and 11 students as the population and sample. The data were collected by using pre-observation, observation and recording, questionnaire, and interview. The data gathered were analysed by using Mushtaq&Rabbani and Walgito’s theory, then were presented through descriptive explanation.The result shows that (1) the teachers made use of code switching for helping the students understand the difficult topics easily (22.9%), explaining unfamiliar words and terms (11.4%), clarifying something(51.4%), and building solidarity with the students(14.3%)., (2) the students perceived well the use of code switching by the teachers as it can help them to grasp the materials easily by knowing new vocabulary, understanding grammar easily, and make the communication runs well, even they also want the teachers to minimize the use of Bahasa Indonesia in the form of code switching.
3260737847F1D016039POLITIK ANGGARAN TRANSPARANSI PELAPORAN KEUANGAN DESA UNTUK MEWUJUDKAN GOOD VILLAGE GOVERNANCEPenelitian ini berfokus pada politik anggaran transparasi pelaporan keuangan desa untuk mewujudkan good village governance di Desa Panggisari, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara. Tujuan Penelitian ini adalah (1) menjelaskan sebab-sebab transparansi pengelolaan keuangan desa masih belum berjalan dengan maksimal; (2) menyusun rekomendasi kebijakan pelaporan keuangan desa untuk mewujudkan prinsip transparansi dalam good village governance; sebagai bentuk politik anggaran transparasi pelaporan keuangan desa untuk mewujudkan good village governance. Dengan menggunakan metode kualitatif, hasilnya adalah: (1) Terjadinya kejanggalan keuangan di Desa Panggisari tidak lepas dari pertanggungjawaban yang telah dibuat oleh Pemerintah Desa Panggisari setiap tahunnya. Pemerintah Desa Panggisari belum transparan dalam pelaporan; (2) Prinsip transparansi pelaporan keuangan di perdesaan masih belum maksimal karena disebabkan oleh laporan fiktif seperti laporan kepada pemerintah supra desa tidak sesuai dengan bukti transaksi yang asli; (3) Rekomendasi kebijakan pada pelaporan keuangan desa yang transparan berupa pemanfaatan web desa yang terhubung siskeudes sebagai media online yang mudah diakses dimanapun dan kapanpun. Website desa yang terhubung siskeudes dapat digunakan sebagai sistem pengelolaan anggaran transparan yang menampilkan secara detil, mulai dari proses perencanaan, penganggaran, penatausahaan, pelaporan hingga pertanggungjawaban.This study focuses on the politics of budget transparency in village financial reporting to realize good village governance in Panggisari Village, Mandiraja District, Banjarnegara Regency. The objectives of the study are (1) to explain the reasons for the transparency of village financial management that is still not running optimally; (2) formulating policy recommendations for village financial reporting to realize the principle of transparency in good village governance; as a political form of budget transparency in village financial reporting to realize good village governance. By using qualitative methods, the results are; (1) The occurrence of financial irregularities in Panggisari Village cannot be separated from the accountability that has been made by the Panggisari Village Government every year. The Panggisari Village Government has not been transparent in reporting; (2) The Principle of transparency of financial reporting in rural areas is still not maximized because it is caused by fictitious reports such as reports to the supra-village government that are not in accordance with the original transaction evid. Policy recommendations on transparent village financial reporting are in the form of using village webs that are connected to the siskeudes as an online media that is easily accessible anywhere and anytime. Village website linked siskeudes can be used as a transparent budget management system that displays in detail, from the planning, budgeting, administration, reporting to accountability processes.
3260838061K1B018008KONTROL OPTIMAL VAKSINASI DAN PENGOBATAN MODEL SEIR PENYAKIT PNEUMONIA PADA BALITAPneumonia merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan di dunia termasuk Indonesia. Permasalahan penyakit menular seperti pneumonia dapat dikaji secara matematis. Laju penyebaran suatu penyakit dapat diprediksi menggunakan sebuah model matematika sehingga dapat ditentukan penyelesaian masalah penyebaran penyakit tersebut. Salah satu model untuk penyakit pneumonia adalah model SEIR. Sebagai upaya menekan laju penyebaran penyakit pneumonia tersebut maka diberikan kontrol vaksinasi dan pengobatan. Pemberian kontrol perlu dilakukan secara optimal namun dengan biaya yang minimum. Dalam penelitian ini, dikaji penerapan teori kontrol optimal ke dalam model SEIR dengan tujuan mengurangi proporsi individu rentan dan terinfeksi dengan biaya minimum. Penyelesaian masalah kontrol optimal dilakukan dengan Prinsip Maksimum Pontryagin dan disimulasikan secara numerik. Hasil simulasi numerik menunjukkan bahwa kontrol optimal efektif menurunkan proporsi individu rentan dan terinfeksi dengan biaya yang minimum.Pneumonia is one of the infectious diseases still a problem in the world, including Indonesia. The problem of infectious diseases as pneumonia can be studied mathematically. The rate of spread disease can be predicted using a mathematical model and then the solution of spread disease can be determined. One of models for pneumonia is SEIR model. As an effort to reduce the spread of pneumonia, control is given over vaccination and treatment. The provision of control needs to given optimally with minimum cost. In this study, the optimal control theory applied to SEIR model with the intention of reducing the proportion of susceptible and infected individuals at minimum cost. The problems of optimal control solved by Pontryagin Maximum Principle and simulated numerically. The results of numerical simulations show that optimal control effectively lowers the proportion of susceptible and infected individuals at minimum cost.
3260938151I1D018056FAKTOR DETERMINAN POLA KONSUMSI BUAH DAN SAYUR PADA ANAK DI SEKOLAH DASAR NEGERI 2 SERDANG KABUPATEN LAMPUNG SELATANKonsumsi buah dan sayur yang kurang menjadi salah satu faktor penyebab anak mengalami overweight. Prevalensi overweight mengalami peningkatan dalam jangka waktu 10 tahun terkhir yaitu sebanyak 2,5% pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan pola konsumsi buah dan sayur pada anak SDN 2 Serdang Kabupaten Lampung Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasional dengan dengan pendekatan cross sectional. Responden adalah ibu siswa kelas V dan VI di SDN 2 Serdang sebanyak 58 ibu siswa. Pengambilan data menggunakan kuesioner karakteristik siswa, pengetahuan ibu, ketersediaan buah dan sayur di rumah, penampilan sajian buah dan sayur, pola konsumsi buah dan sayur. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Karakteristik siswa sebagian besar berusia 11 tahun (72,4%), berjenis kelamin laki-laki (56,9%), dan memiliki status gizi normal (75,9%). Karakteristik ibu siswa sebagian besar berpengetahuan kurang (55,2%), ketersediaan buah dan sayur di rumah baik (60,3%), penampilan sajian buah dan sayur kurang (53,4%), serta pola konsumsi buah dan sayur baik (63,8%). Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan pola konsumsi buah dan sayur (p=0,015<0.05), terdapat hubungan antara ketersediaan buah dan sayur di rumah dengan pola konsumsi buah dan sayur (p=0,009<0,05), dan terdapat hubungan antara penampilan sajian buah dan sayur dengan pola konsumsi buah dan sayur (p=0,009<0,05). Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu, ketersediaan buah dan sayur di rumah serta penampilan sajian buah dan sayur dengan pola konsumsi buah dan sayur pada anak SDN 2 Serdang Kabupaten Lampung Selatan.
Consumption of less fruit and vegetables is one of causing factor of overweight in children. The purpose of this study was to determine the determinant factors of fruit and vegetable consumption patterns in children at State Elementary School 2 Serdang, South Lampung Regency. The research method used is an observational method with a cross sectional approach. Respondents were mothers of fifth and sixth grade students at State Elementary School 2 Serdang as many as 58 mothers. Data were collected using a questionnaire on student characteristics, mother's knowledge, availability of fruit and vegetables at home, appearance of fruit and vegetable servings, fruit and vegetable consumption patterns and analyzed using the Chi-Square test. The characteristics of the students are mostly 11 years old (72.4%), male gender (56.9%), and have normal nutritional status (75.9%). The characteristics of students' mothers are mostly lack of knowledge (55.2%), the availability of fruit and vegetables at home is good (60.3%), the appearance of fruit and vegetable servings is less (53.4%), and fruit and vegetable consumption patterns are good (63. 8%). There was a relationship between mother's knowledge and fruit and vegetable consumption patterns (p= 0.015<0,05), there was a relationship between the availability of fruit and vegetables at home and fruit and vegetable consumption patterns (p= 0.009<0,05), and there was a relationship between the appearance of fruit and vegetable servings and fruit consumption patterns. and vegetables (p=0.009<0,05). There was a relationship between mother's knowledge, availability of fruit and vegetables at home and the appearance of fruit and vegetable servings with fruit and vegetable consumption patterns in children at State Elementary School 2 Serdang, South Lampung Regency.
3261043907D1A020017The Effect of Vitamin A and Magnesium Supplementation on Consumption and Digestibility of Dry Matter and Organic Matter in Sheep FeedA study to determine the effect of vitamin A and magnesium supplementation on Dry Matter Digestibility (DMD) and Organic Matter Digestibility (OMD) in sheep. The research was conducted experimentally using a Randomized Completely Block Design (RCBD) using 18 rams aged 7 - 8 months with an average initial body weight of 20 kg ± 2.38 kg. The feed was given at 4% Dry Matter (DM) of body weight with a ratio of ammoniated rice straw and concentrate of 25%:75%. The treatments tested were T0 (control), T1 (25% ammoniated rice straw, 75% concentrate, plus 2000 IU of vitamin A), and T2 (25% ammoniated rice straw, 75% concentrate, plus 2000 IU of vitamin A, plus 1 gram of magnesium). The results showed that the average dry matter consumption of T0, T1, and T2 was 797.70 ± 86.69 g/head/day, 857.19 ± 83.96 g/head/day, and 914.75 ± 113.62. g/head/day. The average consumption of organic matter T0, T1, and T2 was 776.88 ± 68.93 g/head/day, 774.54 ± 77.11 g/head/day, and 879.56 ± 106.80 g/head /day. The average dry matter digestibility of T0, T1, and T2 was 88.54 ± 0.02%, 88.84 ± 0.01% and 89.70 ± 0.01%. The average digestibility of organic matter T0, T1, and T2 was 91.49 ± 1.17%, 91.19 ± 0.85%, and 92.24 ± 1.02%. Further tests using the Honestly Significant Difference (HSD) showed that Magnesium supplementation could increase organic matter digestibility by 1.15% (P<0.05) (T2 vs T1). Supplementation with 2000 IU of vitamin A and 1 gram of Magnesium affected increasing the digestibility of organic matter but did not have a real effect on the consumption and digestibility of dry matter and consumption of organic matter in sheep feed.A study to determine the effect of vitamin A and magnesium supplementation on Dry Matter Digestibility (DMD) and Organic Matter Digestibility (OMD) in sheep. The research was conducted experimentally using a Randomized Completely Block Design (RCBD) using 18 rams aged 7 - 8 months with an average initial body weight of 20 kg ± 2.38 kg. The feed was given at 4% Dry Matter (DM) of body weight with a ratio of ammoniated rice straw and concentrate of 25%:75%. The treatments tested were T0 (control), T1 (25% ammoniated rice straw, 75% concentrate, plus 2000 IU of vitamin A), and T2 (25% ammoniated rice straw, 75% concentrate, plus 2000 IU of vitamin A, plus 1 gram of magnesium). The results showed that the average dry matter consumption of T0, T1, and T2 was 797.70 ± 86.69 g/head/day, 857.19 ± 83.96 g/head/day, and 914.75 ± 113.62. g/head/day. The average consumption of organic matter T0, T1, and T2 was 776.88 ± 68.93 g/head/day, 774.54 ± 77.11 g/head/day, and 879.56 ± 106.80 g/head /day. The average dry matter digestibility of T0, T1, and T2 was 88.54 ± 0.02%, 88.84 ± 0.01% and 89.70 ± 0.01%. The average digestibility of organic matter T0, T1, and T2 was 91.49 ± 1.17%, 91.19 ± 0.85%, and 92.24 ± 1.02%. Further tests using the Honestly Significant Difference (HSD) showed that Magnesium supplementation could increase organic matter digestibility by 1.15% (P<0.05) (T2 vs T1). Supplementation with 2000 IU of vitamin A and 1 gram of Magnesium affected increasing the digestibility of organic matter but did not have a real effect on the consumption and digestibility of dry matter and consumption of organic matter in sheep feed.
3261143908H1B020080ANALISIS KINERJA STRUKTUR BANGUNAN BETON BERTULANG TERHADAP GAYA GEMPA BERDASARKAN TINGKATAN INTENSITAS SEISMIK MENGGUNAKAN JAPAN METEOROLOGICAL AGENCY SEISMIC INTENSITY SCALE (JMAI) DENGAN METODE TIME HISTORY ANALYSISPeristiwa gempa bumi dapat menyebabkan dampak yang cukup besar, baik berupa kerusakan pada bangunan-bangunan maupun korban jiwa. Salah satu parameter yang menjadi ukuran dari besaran gempa bumi yaitu intensitas. Setiap gempa bumi tentunya memiliki intensitas yang beragam, besar kecilnya intensitas gempa bumi ini dapat digunakan sebagai alat untuk mengestimasi tingkat kerusakan suatu daerah ataupun bangunan yang terdamapak akibat dari terjadi gempa bumi. Pihak yang sampai saat ini terus melakukan pengembangan terkait ukuran intensitas gempa yaitu, Japan Meteorological Agency (JMA). JMA membuat pengklasifikasian dampak gempa bumi berdasarkan besaran intensitasnya atau disebut sebagai skala intensitas seismik yang mana pengklasifikasiannya dibagi menjadi 10 tingkatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari gempa bumi berdasarkan setiap tingkatan intensitas dari JMA terhadap kinerja struktur bangunan beton bertulang dengan sistem struktur SRPM atau sistem rangka pemikul momen pada kelas biasa, menengah, dan khusus. Kinerja struktur pada penelitian ini ditentukan berdasarkan kemunculan sendi plastis. Oleh karena itu, metode analisis gaya gempa yang digunakan pada penelitian ini yaitu nonlinear time history analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur bangunan dengan kelas struktur SRPMB mengalami totally collapse akibat gempa dengan intensitas di tingkat IV, SRPMM akibat gempa dengan intensitas di tingkat VUpper, dan SRPMK akibat gempa dengan intensitas di tingkat VILower. Selain itu, berdasarkan peningkatan sendi plastis di setiap level intensitas, Model SRPMB dan SRPMM memiliki rata-rata peningkatan sebanyak 68 sendi plastis, serta untuk Model SRPMK sebanyak 67 sendi plastis.Earthquakes can cause quite a large impact, both in the form of damage to buildings and loss of life. One of the parameters that measures the magnitude of an earthquake is intensity. Each earthquake certainly has varying intensities, the size of the earthquake intensity can be used as a tool to estimate the level of damage to an area or building affected by an earthquake. The figure who continues to develop measures of earthquake intensity is the Japan Meteorological Agency (JMA). JMA classifies the impact of earthquakes based on their intensity or what is known as the seismic intensity scale, where the classification is divided into 10 levels. The aim of this research is to determine the effect of earthquakes based on each intensity level of JMA on the performance of reinforced concrete building structures with MRF structural systems or moment-resisting frame systems in ordinary, medium and special classes. The performance of the structure in this study was determined based on the appearance of plastic delivery. Therefore, the earthquake force analysis method used in this research is nonlinear time history analysis. The research results show that building structures with an ordinary structure class experienced total collapse due to an earthquake with an intensity at level IV, medium structure classes collapsed due to an earthquake with an intensity at the VUpper level, and special structure classes collapsed due to an earthquake with an intensity at the VILower level. In addition, based on the increase in plastic hinges at each intensity level, ordinary and medium structure class models have an average increase of 68 plastic hinges, and for special structure class models it is 67 plastic hinges.
3261235855J1E015017ENGLISH TEACHER’S STRATEGIES IN TEACHING READING COMPREHENSION
(An Explorative Study of Teacher’s Strategies in Teaching Reading Comprehension at the 8th Grade Students of SMP Muhammadiyah Maos Academic Year 2020/2021)
Wijayanti, Amalia.2022.”Strategi Guru Bahasa Inggris dalam Pengajaran Pemahaman Membaca. (Studi Eksploratif dari Strategi Guru Bahasa Inggris dalam Pengajaran Pemahaman Membaca di Siswa-siswa kelas 8 SMP Muhammadiyah Maos Tahun Ajaran 2020/2021)
Latar belakang dari penelitian ini adalah strategi dalam pembelajaran diperlukan oleh setiap guru agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Membaca adalah salah satu keterampilan bahasa yang harus dipelajari dan dikuasai oleh siswa-siswa di Indonesia. Para siswa membutuhan keterampilan membaca dalam mempelajari bahasa Inggris. Ketika mereka menguasai keterampilan membaca maka mereka akan memahami bacaan dalam bahasa Inggris dan juga dapat menambah kosakata siswa. Strategi dalam pembelajaran dibutuhkan untuk membantu siswa dalam memahami teks bahasa Inggris agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui strategi yang digunakan guru dalam mengajar pemahaman membaca, (2) untuk mendeskripsikan proses implementasi dari strategi yang digunakan guru dalam kegiatan mengajar pemahaman membaca pada kelas 8 di SMP Muhammadiyah Maos. Penelitian ini menggunakan penelitian eksploratif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam menganalisis data, peneliti memilih data, menampilkan data dan menyajikan data melalui penjelasan deskriptif. Hasil dari penelitian ini: (1) strategi yang digunakan guru adalah membangun pengetahuan latar belakang, menggunakan gambar sensorik dan bertanya, (2) proses implementasi strategi dibagi menjadi 3 tahap: pra-pembelajaran, tahap pembelajaran dan tahap akhir pembelajaran.
Berdasarkan data diatas maka disimpulkan bahwa guru bahasa Inggris menggunakan membangun latar belakang pengetahuan, menggunakan gambar dan sesi bertanya.
Kata Kunci: strategi, pengajaran, pemahaman membaca.
Wijayanti, Amalia. 2021. “English Teacher’s Strategies in Teaching Reading Comprehension (Explorative Study of English Teacher in Teaching Reading Comprehension at Eight Grade Students in SMP Muhammadiyah Maos in the Academic Year 2020/2021)”. Thesis. Supervisor 1: Drs. Ashari, M.Pd., Supervisor 2: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum., Examiner: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Department of Language Education, English Education Study Program, Purwokerto.
The background of this research was that learning strategies were needed by teacher so that learning process can run well. Reading is one kind of language skills that should be learned and mastered by Indonesians students. They need reading skills to learn English. When students has mastered reading skill, the will understand text in English easily and the students can add their vocabularies. Teachers were required to use strategies that make students understand the material easily. It was not easy to teach English subject included in reading comprehension class so the teacher was required to use interesting strategies to help students in learning English especially in reading comprehension. The objectives of this research were (1) to know out the strategies that used by teacher in teaching reading comprehension, (2) to describe the process of implementation strategies that used by teacher in teaching reading comprehension at eight grade students in SMP Muhammadiyah Maos.
The method in this research was explorative qualitative research. The data were obtained through observation, interview with teacher and documentation. In analyzing the data, the researcher selected and displayed the data and presented the data into descriptive explanation.
The result of this research were (1) the strategies that used by teacher in teaching reading comprehension were activating or building background knowledge, using sensory images and questioning. There were 3 stages of the process in teaching reading: pre-teaching activities, whilst-teaching activities and post-teaching activities. (2) the implementation process of strategies is divided in the 3 stages: Pre-teaching activities, Whilst-teaching activities and Post-teaching activities
Based on the results of research, it can be concluded that the teacher used strategies: activating or building background knowledge, using sensory images and questioning.
Keywords : Strategy, teaching, reading comprehension.
3261335759C1L017043PENGARUH KEADAAN SOSIAL EKONOMI ORANG TUA, PENGETAHUAN KEUANGAN DAN PENDIDIKAN KEUANGAN KELUARGA TERHADAP MANAJEMEN KEUANGAN PRIBADI MAHASISWAPenelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan menguji pengaruh keadaan sosial ekonomi orang tua, pengetahuan keuangan dan pendidikan keuangan keluarga terhadap manajemen keuangan pribadi mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Angkatan 2017 – 2019 Universitas Jenderal Soedirman yang berjumlah 146 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini berdasarkan metode slovin.Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda, uji asumsi klasik, uji F, uji t dan koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Keadaan sosial ekonomi orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen keuangan pribadi mahasiswa. 2) Pengetahuan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen keuangan pribadi mahasiswa. 3) Pendidikan keuangan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen keuangan pribadi mahasiswa. This research is a quantitative research with the aim of knowing, analyzing, and testing the influence of parents' socio-economic conditions, financial knowledge and family financial education on students' personal financial management. The population in this study were all students of the Department of Economics Education Class of 2017 – 2019 at Jenderal Sudirman University, totaling 146 students. The sampling technique in this study is based on the slovin method. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis, classical assumption test, F test, t test and coefficient of determination. The results of this study indicate that: The results of this study indicate that: 1) The socioeconomic status of parents has a positive and significant effect on students' personal financial management. 2) Financial knowledge has a positive and significant effect on students' personal financial management. 3) Family finance education has a positive and significant effect on students' personal financial management.
3261435857J1E015011The Use of Instagram As Media in Writing Descriptive Paragraph”. (An Explorative Study on The Use of Instagram As Media in Writing Descriptive Paragraph For 10th Grade Students of Madrasah Aliyah Al-Ikhsan Academic Year 2020/2021).Penelitian ini bertujuan untuk menemukan penggunaan instagram dalam menulis paragraf deskriptif dan bagaimana Instagram membantu siswa dalam menulis paragraf deskriptif. Penelitian ini merupakan penelitian Eksploratif. Penelitian ini dilakukan di Madrash Aliyah Al-Ikhsan Beji. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, angket dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Madarash Aliyah Al-Ikhsan Beji. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Untuk meningkatkan validitas penelitian kualitatif ini menngunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instagram membantu siswa dalam beberapa aspek menulis seperti isi, pengorganisasian, penggunaan kosa kata, penggunaan bahasa dan mekanik. Sebagian besar siswa mampu mengikuti kegiatan dalam proses penulisan deskriptif sebagai hasil dari penerapan Instagram. Dapat disimpulkan bahwa, Instagram layak untuk digunakan dalam penulisan dan disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan instagram sebagai media dalam menulis jenis teks tulisan lainnya.The research aimed at finding the use of instagram in writing descriptive paragraph and how Instagram helps the students in writing descriptive paragraph. This research was an Explorative study. This research was conducted in Madarash Aliyah Al-Ikhsan Beji.The data were collected using Observation, questionnaire and interview . The population was the 10th grade students of Madarash Aliyah Al-Ikhsan Beji .The sampling technique used is purposive sampling. To improve the validity of this qualitative research, triangulation method was used. The results showed that instagram helped the students in some aspect of writing such as contents ,organization, vocabulary use ,language use and mechanic. Most of the students were able to follow the activity in descriptive writing process as the result of the Instagram implementation. In conclusion, Instagram is applicable to be used in writing and it is suggested for future researchers to use instagram as media in writing other types of writing text.
3261535863J1E015010AN ERROR ANALYSIS ON THE USE OF PAST TENSE IN COMPLETING NARRATIVE TEXT AT THE NINTH GRADE OF SMP ISLAM ANDALUSIA 2 KEBASEN IN 2021/2022 ACADEMIC YEARAbstract
Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional menjadi standar untuk menciptakan komunikasi. Inilah alasan mengapa siswa di Indonesia harus belajar bahasa Inggris dengan baik, karena mereka akan menghadapi perkembangan dunia dan bahasa adalah modal dasar untuk berkomunikasi dengan orang-orang baru dari seluruh dunia.
Kurikulum baru di Indonesia diharapkan lebih berdaya guna menjawab tantangan global yang dihadapi siswa, sehingga sekolah-sekolah di Indonesia dapat menciptakan lulusan yang berintegritas tinggi. Yaitu, kurikulum pendidikan di Indonesia telah diubah agar lebih sesuai dengan kebutuhan siswa di era baru ini.
Simple past juga digunakan dalam penulisan teks naratif. Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua memiliki perbedaan dengan bahasa pertama siswa. Bahasa Indonesia tidak mengenal konsep waktu dalam penggunaan kata kerja. Hal ini menyebabkan siswa harus belajar lebih banyak tentang penggunaan kata kerja. Ada dua jenis kata kerja dalam simple past. Yang pertama adalah regular verb dan yang kedua adalah irreguar verb.
Berdasarkan pernyataan di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian analisis kesalahan terkait penggunaan past tense dalam penulisan teks naratif. Peneliti berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi untuk meminimalisir kesalahan mahasiswa.
Abstract
English as International Languages become standard to create communication. This is the reason why students in Indonesia should learn English well, because they will face world developments and language is the basic asset to communicate with the new people from all over the world.
The new curriculum in Indonesia expected to be more powerful to answer global challenges faced by the students, so the schools in Indonesia can create the graduation who has high integrity. Those, the curriculum of education in Indonesia has been changed to be more suitable with student’s necessary in this new era.
Simple past is also used in narrative text writing. English as second language has the difference with the first language of students. Indonesian does not recognize the concept of time in the use of verbs. This causes students have to learn more about the use of verbs. There are two types of verb in simple past. The first is regular verb and the second is irreguar verb.
Based on the statement above, The researcher is interested to conduct an error analysis research related to the use of past tense in narrative text writing. The researcher hopes that this research will contribute to minimize the errors of the student.
3261635858I1B018081Gambaran Gaya Hidup Sehat pada Remaja Penggemar K-Pop di SMP Nurul ImanBudaya Korea Selatan saat ini berkembang dengan pesat dan menyebarkan budayanya ke dunia internasional. Budaya yang disebarkan oleh Korea Selatan itu ada berbagai macam mulai dari film, drama, fashion, make up, gaya hidup, lagu dan lain-lain. Datangnya budaya Korea di Indonesia dapat memengaruhi dan merubah gaya hidup penggemar K-pop. K-pop tentu saja dapat memengaruhi gaya hidup sehat para penggemarnya yang mayoritas adalah remaja. Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 51 remaja penggemar k-pop di SMP Nurul Iman dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil Penelitian ini adalah seluruh responden berusia 12-16 tahun, jenis kelamin responden mayoritas adalah perempuan (84.3%), uang saku perbulan <200 ribu (62.7%), dan mereka sudah bergabung atau menyukai k-pop selama 1 tahun lebih (56.9%). Seluruh responden penelitian ini telah menerapkan komponen gaya hidup sehat dengan baik dilihat dari hasil persentase tiap komponen dengan nilai tinggi yaitu pertumbuhan spiritual, hubungan interpersonal, manajemen stres, pola eliminasi, seksualitas, dan promosi kesehatan. Hasil presentase nilai sedang yaitu aktivitas fisik, pola makan bernutrisi dan pola istirahat tidur. Hasil presentase nilai rendah terdapat pada pola makan bernutrisi (5.9%), pertumbuhan spiritual (5.9%), manajemen stress (2.0%), pola istirahat tidur (7.8%), seksualitas (5.9%), dan promosi kesehatan (3.9%) Kesimpulan dari penelitian ini adalah remaja penggemar k-pop di SMP Nurul Iman memiliki gaya hidup sehat yang sedang. Kata Kunci : Gaya Hidup Sehat, K-Pop, Korean Wave, Remaja.South Korean culture is currently growing rapidly and spreading its culture to the international world. There are various kinds of culture spread by South Korea, ranging from films, dramas, fashion, make-up, lifestyle, songs and others. The arrival of Korean culture in Indonesia can influence and change the lifestyle of K-pop fans. K-pop can affect the healthy lifestyle of their fans, the majority of whom are teenagers.
Methodology : Quantitative descriptive research with cross sectional approach. Total sample of 51 teenager k-pop fan at Nurul Iman Junior High School with total sampling technique. The research instrument used a questionnaire. Analysis of data using univariate analysis.
Research result : All respondents are 12-16 years old, the gender of the majority of respondents is female (84.3%), monthly allowance <200 thousand (62.7%), and they have liked k-pop for >1 year (56.9%). All respondents have implemented the components of a healthy lifestyle well seen from the results of the percentage of each component with high scores are spiritual growth, interpersonal relationships, stress management, elimination patterns, sexuality, and health promotion. The results of mediums scores percentage are physical activity, nutritious eating patterns and sleep rest patterns. The results of the low percentage values were found in a nutritious diet (5.9%), spiritual growth (5.9%), stress management (2.0%), sleep rest patterns (7.8%), sexuality (5.9%), and health promotion (3.9%).
Conclusion : Teenagers k-pop fan at Nurul Iman Junior High School has a medium healthy lifestyles.
3261735859J1E015001AN ANALYSIS OF INDONESIAN - ENGLISH CODE MIXING USED BY THE TEACHER OF SMP IT HARAPAN BUNDA PURWOKERTO IN TEACHING LEARNING PROCESSPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis campur kode yang digunakan guru, mendeskripsikan alasan guru menggunakan campur kode, dan persepsi siswa terhadap campur kode. Penelitian ini dilakukan di SMP IT Harapan Bunda Purwokerto. Subjek penelitian ini adalah semua guru dan siswa kelas VII. Populasinya adalah 3 guru bahasa Inggris dan 207 siswa. Karena penelitian ini menggunakan purposive sampling, jadi secara kesuluruhan jumlah sampel dalam penelitian ini hanya ada 1 guru dan semua siswa kelas 7A. Data dikumpulkan dari observasi, wawancara dan angket. Data dianalisis dengan menggunakan teori Musyken dan teori Hoffman serta disajikan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan pengumpulan data, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru menggunakan tiga jenis campur kode; penyisipan (56 ucapan), pergantian (130 ucapan), dan leksikalisasi kongruen (37 ucapan). Alasan guru menggunakan campur kode adalah karena siswa memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda, tingkat kemampuan bahasa Inggris yang rendah dan kosakata yang terbatas. Dari persepsi siswa, Siswa setuju ketika guru menggunakan campur kode dalam proses belajar mengajar, karena dapat membantu mereka memahami materi dengan mudah dan meningkatkan kosa kata mereka.The research aims to find out the types of code mixing that is used by the teacher, describe the teacher’s reasons of using code mixing, and the students’ perception towards code mixing. This research was conducted in SMP IT Harapan Bunda Purwokerto. The subject of this research are both the teachers and the students of the 7th grade. There are 3 English teachers and 207 students as the population. As this research uses purposive sampling the sample are only 1 teacher and all the students of 7A. The data were collected from observation, interview and questionnaire. The data are analyzed by using Musyken’s theory and Hoffman’s theory and it is presented by using descriptive qualitatif. Based on the data collection, the result of this research shows that the teacher used three types of code mixing; insertion (56 utterances), alternation (130 utterances), and congruent lexicalization (37 utterances). The teacher’s reasons of using code mixing are because of the students have different educational background, low level of English proficiency and limited vocabulary. From the students perception, The students agreed when the teacher used code mixing in teaching learning- - process, because it can help them understand the materials easily and improve their vocabulary.
3261843909C1A018113Strategi Pengembangan Desa Wisata Banjarpanepen Kecamatan Sumpiuh Kabupaten BanyumasPenelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pengembangan Desa Wisata Banjarpanepen. penelitian ini mengambil judul: “Strategi Pengembangan Desa Wisata Banjarpanepen Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas”.
Strategi ditentukan menggunakan metode Analytical Network Process (ANP) untuk menentukan skala prioritas dari masing-masing cluster yang berisi kriteria dan alternative yang ada. Metode ini digunakan dalam bentuk penyelesaian dengan pertimbangan atas penyesuaian kompleksitas masalah dengan penguraian sintesis disertai adanya skala prioritas yang menghasilkan pengaruh prioritas terbesar.
Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 7 orang dengan pertimbangan berkompeten sesuai dengan kriteria dan mewakili keseluruhan populasi. Responden yang dipilih dalam survey penelitian ini dibagi menjadi 3 kelompok yaitu akademisi, pemerintah dan community.
Desa Banjarpanepen sangat berpontensi untuk dijadikan destinasi wisata. Dengan diterapkannya desa wisata Banjarpanepen diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di Desa Banjarpanepen melalui peningkatan minat dan kunjungan wisatawan. Untuk itu diperlukan adanya sebuat strategi untuk mengembangan Desa Wisata Banjarpanepen agar potensi yang dimiliki Desa Banjarpanepoen dapat dikembangan secara optimal.
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu terdapat enam aspek yang mempengaruhi pengembangan Desa Wisata Banjarpanepen di Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas diantaranya aspek atraksi, aspek amenitas, aspek aksesbilitas, aspek SDM, aspek kelembagaan dan aspek pemasaran. Strategi yang menjadi prioritas utama dalam pengembangan Desa Wisata Banjarpanepen adalah menyusun rencana pengembangan desa wisata. Strategi ditentukan sesuai dengan hasil dari keseluruhan masing-masing prioritas aspek, masalah dan solusi yang ada.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pengembangan Desa Wisata Banjarpanepen. penelitian ini mengambil judul: “Strategi Pengembangan Desa Wisata Banjarpanepen Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas”.
Strategi ditentukan menggunakan metode Analytical Network Process (ANP) untuk menentukan skala prioritas dari masing-masing cluster yang berisi kriteria dan alternative yang ada. Metode ini digunakan dalam bentuk penyelesaian dengan pertimbangan atas penyesuaian kompleksitas masalah dengan penguraian sintesis disertai adanya skala prioritas yang menghasilkan pengaruh prioritas terbesar.
Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 7 orang dengan pertimbangan berkompeten sesuai dengan kriteria dan mewakili keseluruhan populasi. Responden yang dipilih dalam survey penelitian ini dibagi menjadi 3 kelompok yaitu akademisi, pemerintah dan community.
Desa Banjarpanepen sangat berpontensi untuk dijadikan destinasi wisata. Dengan diterapkannya desa wisata Banjarpanepen diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di Desa Banjarpanepen melalui peningkatan minat dan kunjungan wisatawan. Untuk itu diperlukan adanya sebuat strategi untuk mengembangan Desa Wisata Banjarpanepen agar potensi yang dimiliki Desa Banjarpanepoen dapat dikembangan secara optimal.
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu terdapat enam aspek yang mempengaruhi pengembangan Desa Wisata Banjarpanepen di Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas diantaranya aspek atraksi, aspek amenitas, aspek aksesbilitas, aspek SDM, aspek kelembagaan dan aspek pemasaran. Strategi yang menjadi prioritas utama dalam pengembangan Desa Wisata Banjarpanepen adalah menyusun rencana pengembangan desa wisata. Strategi ditentukan sesuai dengan hasil dari keseluruhan masing-masing prioritas aspek, masalah dan solusi yang ada.
3261935862B1A016012Kompetisi Ikan Brek (Barbonymus balleroides) dan Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) dalam Pemanfaatan Makanan Alami di Waduk SemporIkan brek (Barbonymus balleroides) dan nilem (Osteochilus vittatus) adalah anggota familia Cyprinidae yang memiliki kebiasaan makan yang relatif sama yaitu sebagai herbivora. Kelimpahan ikan brek telah mengalami penurunan di Waduk Sempor, Kebumen, Jawa Tengah. Hal ini diduga karena terjadi kompetisi dengan ikan nilem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan ikan brek dan nilem, menganalisis kompetisi makanan alami diantara keduanya, dan mengetahui kualitas perairan di Waduk Sempor yang mempengaruhi kelimpahan ikan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling technique. Data kelimpahan ikan brek dan nilem dianalisis dengan uji T, kompetisi makanan alami keduanya dianalis dengan menghitung indeks prepoderens, luas relung, dan overlap niche, dan kualitas perairan Waduk Sempor yang mempengaruhi kelimpahan kedua ikan tersebut dianalisis dengan Principal Analysis Component (PCA) menggunakan aplikasi PAST 4.0.
Hasil dari penelitian ini diperoleh ikan brek sejumlah 44 individu dan ikan nilem sebanyak 36 individu. Kelimpahan keduanya tidak berbeda nyata (t= 0,556, p> 0,05). Ikan brek dan nilem memanfaatkan fitoplankton dan fraksi tumbuhan sebagai makanan utama (44,96, 50,29 dan 31,17, 68,40%) serta zooplankton dan fraksi hewan sebagai makanan pelengkap (0,01, 2,55 dan 0,02, 0,39%). Pada ikan brek ditemukan potongan ikan sebagai makanan pelengkap sebesar 2,18%. Fitoplankton sebagai salah satu makanan utama didominasi oleh kelas Bacillariophyceae dan Chlorophyceae. Nilai luas relung ikan brek lebih luas yaitu sebesar 0,64 daripada ikan nilem pada nilai 0,29. Kompetisi pemanfaatan makanan alami di antara keduanya terhitung ketat yaitu sebesar 0,75. Analisis PCA menunjukkan suhu dan pH menjadi faktor lingkungan yang paling mempengaruhi kelimpahan kedua ikan tersebut di Waduk Sempor. Keketatan kompetisi pemanfaatan pakan antara ikan brek dan nilem yang mencapai 0,75 mengakibatkan kelimpahan ikan nilem lebih sedikit daripada ikan brek, sehingga diperlukan restocking ikan nilem.
Barb (Barbonymus balleroides) and bonylip barb fish (Osteochilus vittatus) are herbivores that belong to the Cyprinidae family. The abundance of barb fish has been a decrease in Sempor Reservoir Kebumen Regency, Central Java. This decrease is due to competition with bonylip barb fish. The purposes of this research are to evaluate the abundance of barb and bonylip barb fish, to analyse the niche overlap between both, and to determine the water quality in Sempor Reservoir that affects the abundance of both species. The survey method and purposeved random sampling were applied to this research. The Barb and bonylip barb fish abundance were analyzed by T test, the analysis of competition by calculating index of prepoderance, niche breadth, and niche overlap. Then the water quality parameters for Sempor Reservoir were analyzed by Principal Component Analysis (PCA) using PAST 4.0. During this research, 44 individuals of barb and 36 individuals of bonylip barb fish were recorded. The abundances of both species in 5 sites were not significantly different (t= 0,556, p> 0,05). The composition of natural food consumed by both species were phytoplankton and plant fractions as the main food (44.96, 50.29 and 31.17.68.40%); zooplankton and animal fractions as complementary foods (0.01, 2.55 and 0.02, 0.39%) and barb fish consumes 2.18% pieces of fish as a complementary food. The Bacillariophyceae and Chlorophyceae are the most consumed phytoplankton. The niche breadth of barb fish was 0.64 wider than that of bonylip barb fish at 0,29. The niche overlap between both species was 0.75. The result of PCA showed that temperature and pH were the most determined environmental factors for the abundance of barb and bonylip barb fish. The high competition between barb and bonylip barb fish up to 0.75 causes the low abundance of bonylip barb fish, therefore restocking of bonylip barb fish is recommended.
3262035860F1A018098PERAN BADAN PENASEHATAN, PEMBINAAN, DAN PELESTARIAN PERKAWINAN (BP4) DALAM PENCEGAHAN KDRT DI KABUPATEN BANYUMAS
Kasus perceraian di Kabupaten Banyumas menunjukan peningkatan setiap tahunnya. Faktor penyebab perceraian salah satunya muncul, karena terjadinya KDRT. KDRT sebagai bentuk tindakan yang meliputi kekerasan fisik, psikis, seksual, kekerasan ekonomi, dan pemaksaan. KDRT menyebabkan lemahnya keharmonisan dan kesejahteraan rumah tangga, sehingga pemerintah sewajarnya melakukan langkah – langkah mengatasi masalah sosial yang mengancam ketahanan keluarga melalui BP4. BP4 merupakan lembaga yang bertugas meningkatkan mutu perkawinan agar terbangun keluarga sakinah dan mencegah perceraian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan bersifat deskriptif analitis dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan pengumpulan dokumen yang berkaitan dengan topik penelitian. Lokasi penelitian ini berada di BP4 Kecamatan Sumbang, Kecamatan Baturaden, Kecamatan Purwokerto Timur, Kecamatan Banyumas dan Kecamatan Purwokerto Utara. Peran lembaga BP4 dalam mencegah terjadinya KDRT di Kabupaten Banyumas tidak efektif, karena tupoksi BP4 berjalan dan dilaksanakan setelah pernikahan dan setelah pihak pasangan telah mengalami konflik termasuk KDRT. Peran BP4 berjalan dalam mengatasi pencegahan perceraian melalui proses konsultasi, mediasi, dan advokasi. Kemudian program bimbingan perkawinan sebagai upaya pencegahan KDRT dalam proses pelaksanaanya tidak melibatkan BP4. Sehingga peran BP4 dirasa kurang efektif, kurang maksimal dan kurang tersosialisasikan kepada masyarakat sebagai lembaga yang dapat membantu meningkatkan mutu perkawinan dan mencegah perceraian.

Kata kunci : Perceraian, KDRT, Kualitatif, BP4
Divorce cases in Banyumas Regency show an increase every year. One of the factors that cause divorce is the emergence of domestic violence. Domestic violence is a form of action that includes physical, psychological, sexual violence, economic violence, and coercion. Domestic violence causes weak harmony and household welfare, so the government should take steps to overcome social problems that threaten family resilience through BP4. BP4 is an institution tasked with improving the quality of marriage in order to build a sakinah family and prevent divorce. This study uses qualitative research methods and is descriptive analytical with data collection techniques, namely interviews, observations, and collection of documents related to the research topic. The location of this research is in BP4 Sub-District of Sumbang, District of Baturaden, District of East Purwokerto, District of Banyumas and District of North Purwokerto. The role of BP4 institutions in preventing domestic violence in Banyumas Regency is not effective, because BP4's tupoksi run and are carried out after marriage and after the couple has experienced conflict, including domestic violence. The role of BP4 runs in addressing divorce prevention through a process of consultation, mediation, and advocacy. Then the marriage guidance program as an effort to prevent domestic violence in the implementation process does not involve BP4. So that the role of BP4 is felt to be less effective, less than optimal and less socialized to the community as an institution that can help improve the quality of marriage and prevent divorce.

keywords : Divorce, Domestic Violence, Qualitative, BP4