Artikel Ilmiah : B1A016012 a.n. NUR OKTAVIANIE
| NIM | B1A016012 |
|---|---|
| Namamhs | NUR OKTAVIANIE |
| Judul Artikel | Kompetisi Ikan Brek (Barbonymus balleroides) dan Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) dalam Pemanfaatan Makanan Alami di Waduk Sempor |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Ikan brek (Barbonymus balleroides) dan nilem (Osteochilus vittatus) adalah anggota familia Cyprinidae yang memiliki kebiasaan makan yang relatif sama yaitu sebagai herbivora. Kelimpahan ikan brek telah mengalami penurunan di Waduk Sempor, Kebumen, Jawa Tengah. Hal ini diduga karena terjadi kompetisi dengan ikan nilem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan ikan brek dan nilem, menganalisis kompetisi makanan alami diantara keduanya, dan mengetahui kualitas perairan di Waduk Sempor yang mempengaruhi kelimpahan ikan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling technique. Data kelimpahan ikan brek dan nilem dianalisis dengan uji T, kompetisi makanan alami keduanya dianalis dengan menghitung indeks prepoderens, luas relung, dan overlap niche, dan kualitas perairan Waduk Sempor yang mempengaruhi kelimpahan kedua ikan tersebut dianalisis dengan Principal Analysis Component (PCA) menggunakan aplikasi PAST 4.0. Hasil dari penelitian ini diperoleh ikan brek sejumlah 44 individu dan ikan nilem sebanyak 36 individu. Kelimpahan keduanya tidak berbeda nyata (t= 0,556, p> 0,05). Ikan brek dan nilem memanfaatkan fitoplankton dan fraksi tumbuhan sebagai makanan utama (44,96, 50,29 dan 31,17, 68,40%) serta zooplankton dan fraksi hewan sebagai makanan pelengkap (0,01, 2,55 dan 0,02, 0,39%). Pada ikan brek ditemukan potongan ikan sebagai makanan pelengkap sebesar 2,18%. Fitoplankton sebagai salah satu makanan utama didominasi oleh kelas Bacillariophyceae dan Chlorophyceae. Nilai luas relung ikan brek lebih luas yaitu sebesar 0,64 daripada ikan nilem pada nilai 0,29. Kompetisi pemanfaatan makanan alami di antara keduanya terhitung ketat yaitu sebesar 0,75. Analisis PCA menunjukkan suhu dan pH menjadi faktor lingkungan yang paling mempengaruhi kelimpahan kedua ikan tersebut di Waduk Sempor. Keketatan kompetisi pemanfaatan pakan antara ikan brek dan nilem yang mencapai 0,75 mengakibatkan kelimpahan ikan nilem lebih sedikit daripada ikan brek, sehingga diperlukan restocking ikan nilem. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Barb (Barbonymus balleroides) and bonylip barb fish (Osteochilus vittatus) are herbivores that belong to the Cyprinidae family. The abundance of barb fish has been a decrease in Sempor Reservoir Kebumen Regency, Central Java. This decrease is due to competition with bonylip barb fish. The purposes of this research are to evaluate the abundance of barb and bonylip barb fish, to analyse the niche overlap between both, and to determine the water quality in Sempor Reservoir that affects the abundance of both species. The survey method and purposeved random sampling were applied to this research. The Barb and bonylip barb fish abundance were analyzed by T test, the analysis of competition by calculating index of prepoderance, niche breadth, and niche overlap. Then the water quality parameters for Sempor Reservoir were analyzed by Principal Component Analysis (PCA) using PAST 4.0. During this research, 44 individuals of barb and 36 individuals of bonylip barb fish were recorded. The abundances of both species in 5 sites were not significantly different (t= 0,556, p> 0,05). The composition of natural food consumed by both species were phytoplankton and plant fractions as the main food (44.96, 50.29 and 31.17.68.40%); zooplankton and animal fractions as complementary foods (0.01, 2.55 and 0.02, 0.39%) and barb fish consumes 2.18% pieces of fish as a complementary food. The Bacillariophyceae and Chlorophyceae are the most consumed phytoplankton. The niche breadth of barb fish was 0.64 wider than that of bonylip barb fish at 0,29. The niche overlap between both species was 0.75. The result of PCA showed that temperature and pH were the most determined environmental factors for the abundance of barb and bonylip barb fish. The high competition between barb and bonylip barb fish up to 0.75 causes the low abundance of bonylip barb fish, therefore restocking of bonylip barb fish is recommended. |
| Kata kunci | Kata kunci: kompetisi, ikan brek, ikan nilem, makanan alami, Waduk Sempor |
| Pembimbing 1 | Dr.rer.nat. W. Lestari, M.Sc. |
| Pembimbing 2 | Dra. Nuning Setyaningrum, M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | 2022-05-20 16:00:39.830462 |