Artikelilmiahs

Menampilkan 32.541-32.560 dari 50.028 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3254135799G1A018087Pengaruh Kadar Testosterone Saliva Terhadap Heart Rate Recovery Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNSOEDLatar belakang: Testosterone adalah hormon steroid yang diproduksi oleh sel Leydig melalui aksis HPT. Testosterone saliva adalah salah satu pengukuran noninvasif. Testosterone memiliki efek terhadap kesehatan jantung. Efek kardioprotektif tersebut berupa struktur dan otonom jantung. Status testosterone berbanding lurus dengan intensitas aktivitas fisik. Heart rate recovery (HRR) merupakan salah satu parameter kesehatan otonom jantung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar testosterone saliva terhadap heart rate recovery pada mahasiswa FK Unsoed. Metode: Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan studi potong lintang. Jumlah subjek dalam penelitian ini berjumlah 32 mahasiswa yang diambil dengan consecutive sampling dengan kriteria inklusi laki-laki berusia 18-25 tahun, menyetujui informed consent, IMT 18- 24,9 kg/m2, dan tingkat aktivitas fisik rendah hingga sedang. Pengukuran kadar testosterone menggunakan kit Salimetrics ELISA. Pengukuran HRR menggunakan POLAR M400 heart rate monitor, metronom, dan bangku step test. Uji normalitas menggunakan Saphiro-Wilk dan analisis bivariat menggunakan uji parametrik korelatif Pearson. Hasil: Hasil pengukuran pada subjek didapatkan kadar testosterone saliva 12,34±3,65 pg/mL dan HRR 33,03±5,55. Hasil uji korelasi Pearson testosterone terhadap HRR didapatkan nilai p = 0,883 dan r =0 0,27 berarti tidak terdapat korelasi bermakna pada testosterone saliva terhadap HRR. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat pengaruh antara kadar testosterone saliva terhadap HRR pada subjek mahasiswa FK UNSOED.Introduction: Testosterone is a steroid hormone produced by Leydig cells through HPT axis. Salivary testosterone is one of noninvasive measurement level. Testosterone has effect on cardiac health. Its cardioprotective role consist of structural and autonomical function wellness. Testosterone status is horizontally correlated with physical activity intensity. Heart rate recovery is one parameter of autonomic cardiac health. Objective: This study aims to determine the effect of salivary testosterone level on HRR in FK Unsoed students. Methods: This study is observational with cross sectional approach. The number of subject participants were 32 students taken with consecutive sampling, with inclusion criteria consift of male aged 18-25 years, signed the informed consent, BMI 18-24,9 kg/m2, with low to moderate physical activity intensity. Testosterone level was measured with Salimetrics ELISA kit. HRR was measured with POLAR M400 heart rate monitor, metronome, and step test chair. Normality test that used is Saphiro-Wilk and bivariate analyses was performed with parametric Pearson correlative. The results of measurement of salivary testosterone and HRR consequently is 12,34±3,65 pg/mL and 33,03±5,55 on subject participants. Results: The results of Pearson correlation test salivary testosterone on HRR show the value of p = 0,883 and r = 0,27 which means that there is no significant correlation between salivary testosterone levels and HRR. Conclusions: The conclusion of this study is there no effect between testosterone saliva levels and HRR on FK UNSOED students.
3254235808F1A017092IDE DAN PEMIKIRAN R.A. KARTINI DALAM “PANGGIL AKU KARTINI SAJA” KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER (1962/2018) Penelitian ini membahas tentang buku “Panggil Aku Kartini Saja” karya Pramoedya Ananta Toer, dikarenakan banyaknya persepsi masyarakat Indonesia yang diproduksi oleh media tentang Raden Ajeng Kartini yang merupakan pahlawan nasional Indonesia. Penelitian ini ingin mendeskripsikan dan menjelaskan ide dan pemikiran R.A. Kartini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan model penelitian hermeneutika. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah mengkaji isi buku dan melakukan klasifikasi berdasarkan permasalahan yang sudah ditentukan, yaitu kolonialisme dan feodalisme.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ide dan pemikiran R.A. Kartini dipengaruhi oleh literasi Barat terutama dalam memandang problematika pada saat itu dan juga melakukan mimikri sebagai upaya perlawanan terhadap wacana kolonial. R.A. Kartini menentang feodalisme Jawa yang melanggengkan stratifikasi sosial masyarakat Jawa untuk kepentingan kolonial Belanda dan tidak adil karena menutup akses mobilitas secara vertikal untuk masyarakat kelas bawah.
This study discusses a book titled "Panggil Aku Kartini Saja" by Pramoedya Ananta Toer, due to many indonesian perceptions produced by mass media about Raden Ajeng Kartini who is seen as an Indonesian national hero. This study wants to describe and explain the ideas and thoughts of R.A. Kartini. This study used a qualitative method with a hermeneutic research model. The data collection technique used for this study was book assessment and classification based on predetermined problems, namely colonialism and feudalism.

The result of this study shows that the ideas and thoughts of R.A. Kartini are influenced by the Western literacy especially when looking at the problems at that time. In addition, R.A. Kartini did mimicry as an effort to fight against colonial discourse. R.A. Kartini also fought Javanese feudalism, which perpetuated the social stratification of Javanese society for Dutch colonial importance and was not fair because it closed vertical access to mobility for lower classes.
3254338192A1A018071Strategi Peningkatan Kontribusi Pendapatan Usahatani Pala terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani di Kecamatan TamansariDalam menjalankan usahataninya, petani pala di Kecamatan Tamansari menghadapi permasalahan baik internal maupun eksternal dan diperlukan strategi dalam mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui besarnya kontribusi pendapatan usahatani pala terhadap pendapatan rumah tangga di Kabupaten Bogor, (2) mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam usahatani pala, dan (3) menyusun strategi yang tepat untuk meningkatan pendapatan usahatani pala dalam pendapatan rumah tangga di Kabupaten Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode wawancara. Penentuan sampel responden menggunakan metode Cluster Random Sampling diperoleh 89 petani pala. Hasil analisis menunjukkan: (1) rata-rata kontribusi pendapatan usahatani pala per tahunnya sebesar 17,24 persen, (2) Faktor Internal: kekuatan yaitu kualitas pala, pengalaman usahatani pala, ketersediaan sarana produksi pertanian, kesesuaian agroklimatologis, dan potensi SDA. Kelemahan yaitu kurangnya pengetahuan petani terhadap budidaya pala, rendahnya tingkat pendidikan petani, kurangnya informasi terkait peminjaman modal, keterbatasan modal, dan penggunaan input produksi yang kurang maksimal. Faktor Eksternal: peluang yaitu permintaan pasar tinggi, saluran pemasaran dekat, tersedianya lembaga pendukung pertanian, dukungan Pemda setempat untuk budidaya pala, dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, dan (3) strategi yang dapat diterapkan di daerah penelitian adalah strategi agresif, yaitu menjaga kualitas pala untuk menghasilkan produk unggulan yang akan menciptakan kepuasan konsumen.In carrying out their farming, nutmeg farmers in Tamansari District face both internal and external problems and a strategy is needed to overcome these problems. This study aims to: (1) determine the contribution of nutmeg farming income to household income in Bogor Regency, (2) determine the supporting and inhibiting factors in nutmeg farming to farmer household income in Bogor Regency, and (3) develop appropriate strategies to increase nutmeg farming income in household income in Bogor Regency. The research method used is the interview method. Determination of the respondent sample using Cluster Random Sampling obtained by 89 nutmeg farmers. The results of the analysis show: (1) the average annual contribution of nutmeg farming income is 17.24 percent, (2) Internal factors: strength, namely the quality of nutmeg, nutmeg farming experience, availability of agricultural production facilities, agro-climatological suitability, and natural resource potential. Weaknesses are the lack of farmers' knowledge of nutmeg cultivation, the low level of education of farmers, the lack of information related to borrowing capital, limited capital, and the use of production inputs that are less than optimal. External factors in the form of opportunities, namely high market demand, close marketing channels, availability of agricultural support institutions, local government support for nutmeg cultivation, and creating jobs for the surrounding community, and (3) Strategies that can be implemented is an aggressive strategy, maintain the quality of nutmeg to produce superior products that will create consumer satisfaction.
3254435800A1A017086PERAN KOMODITAS PADI SAWAH DALAM PEMBANGUNAN DAERAH DI KABUPATEN CILACAPPadi sawah merupakan komoditas yang memiliki jumlah produksi tertinggi dibandingkan dengan tanaman pangan lainnya di Kabupaten Cilacap. Setiap kecamatan di Kabupaten Cilacap terdapat usahatani padi sawah dengan jumlah produksi yang berbeda-beda dan belum dapat dipastikan apakah padi sawah merupakan komoditas basisnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian peran komoditas padi sawah dalam pembangunan daerah di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui daerah basis padi sawah di Kabupaten Cilacap, (2) mengetahui karakteristik penyebaran komoditas padi sawah berdasarkan lokalita dan spesialisasi di Kabupaten Cilacap, dan (3) mengetahui peranan padi sawah sebagai sektor basis dalam mendukung kegiatan sektor pertanian tanaman pangan di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, jenis data digunakan yaitu data sekunder dengan metode pengambilan data menggunakan metode dokumentasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam kurun waktu 2014-2019. Data sekunder diolah menggunakan Software Excel 2010. Objek penelitian yaitu produksi padi sawah tahun 2014-2019. Metode analisis data digunakan yaitu Analisis Location Quotient (LQ); Analisis Lokalita dan Spesialisasi; dan Analisis Basic Service ratio (BSR) dan Regional Multiplier (RM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) wilayah basis komoditas padi sawah di Kabupaten Cilacap tahun 2014-2019 adalah Kecamatan Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Kedungreja, Patimuan, Bantarsari, Kampung Laut, Adipala, Maos, Sampang, Kroya, Binangun, dan Nusawungu, (2) karakteristik penyebaran komoditas padi sawah di Kabupaten Cilacap tidak terkonsentrasi pada suatu kecamatan dan tidak satu pun kecamatan yang menspesialisasikan pada komoditas padi sawah saja, dan (3) sektor basis komoditas padi sawah tahun 2014-2019 mampu mendukung kegiatan pertanian di Kabupaten Cilacap.Lowland rice is a commodity that has the highest amount of production compared to other food crops in Cilacap Regency. Each sub-district in Cilacap Regency has lowland rice farming with different amounts of production and it is not certain whether lowland rice is the basic commodity. Therefore, it is necessary to research the role of lowland rice commodities in regional development in Cilacap Regency. This study aims to: (1) determine the base area for lowland rice in Cilacap Regency, (2) find out the characteristics of the distribution of lowland rice commodities based on locality and specialization in Cilacap Regency, and (3) determine the role of lowland rice as the base sector in supporting agricultural sector activities. food crops in Cilacap Regency. This research is a quantitative descriptive study, the type of data used is secondary data with the data collection method using the documentation method from the Central Statistics Agency (BPS) in the period 2014-2019. Secondary data was processed using Excel 2010 software. The object of the research was the production of lowland rice in 2014-2019. The data analysis method used is Location Quotient (LQ) analysis; Locality Analysis and Specialization; and Analysis of Basic Service Ratio (BSR) and Regional Multiplier (RM). The results showed that (1) the base area for lowland rice commodities in Cilacap Regency in 2014-2019 was the Districts of Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Kedungreja, Patimuan, Bantarsari, Kampung Laut, Adipala, Maos, Sampang, Kroya, Binangun, and Nusawungu, (2) the characteristics of the distribution of lowland rice commodities in Cilacap Regency are not concentrated in one sub-district and none of the sub-districts specializes in lowland rice only, and (3) the lowland rice commodity base sector in 2014-2019 is able to support agricultural activities in Cilacap Regency.
3254535801E1A017115TINJAUAN YURIDIS TANGGUNG JAWAB NOTARIS DAN KEKUATAN PEMBUKTIAN TERHADAP AKTA DIBAWAH TANGAN YANG DILAKUKAN LEGALISASI DAN WAARMERKINGNotaris memiliki kewenangan untuk membuat akta autentik, selain itu, notaris juga memiliki kewenangan lainnya, diantaranya melakukan pengesahan (legalisasi) dan pendaftaran dengan membukukan ke dalam buku khusus (waarmerking) atas akta dibawah tangan. Penelitian ini membahas mengenai tanggung jawab notaris dan kekuatan pembuktian terhadap akta dibawah tangan yang dilakukan legalisasi dan waarmerking. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tanggung jawab notaris terhadap akta dibawah tangan yang dilakukan legalisasi dan waarmerking olehnya serta kekuatan pembuktian terhadap akta dibawah tangan yang dilakukan legalisasi dan waarmerking. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan menggunakan data sekunder dengan menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Analisis data dilakukan secara normatif kualitatif
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa tanggung jawab notaris dalam melakukan legalisasi ialah memastikan bahwa akta dibawah tangan yang dilakukan legalisasi olehnya tidak melanggar hukum, menjaga rahasia berkaitan dengan isi/atau keterangan akta yang dibawakan kepadanya untuk dilakukan legalisasi, memastikan kebenaran aspek formil dalam perjanjian yang tercantum dalam akta tersebut, serta memastikan para pihak yang hendak menandatanganinya paham dan mengerti dengan isi akta tersebut. Lalu dengan tanggung jawab notaris dalam melakukan waarmerking,, memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa akta dibawah tangan yang dilakukan waarmerking olehnya tidak melanggar hukum, menjaga rahasia berkaitan dengan isi/atau keterangan akta yang dibawakan kepadanya untuk dilakukan Waarmerking, serta memastikan bahwa telah terjadi perjanjian oleh para pihak pada saat dibawakannya akta tersebut kepada notaris untuk dilakukan waarmerking. Lalu berkaitan dengan akta dibawah tangan yang dilakukan legalisasi, memiliki kekuatan pembuktian untuk dapat memastikan aspek formil dari akta tersebut, diantaranya identitas para pihak yang menandatangani, kebenaran tanda tangan, serta tanggal penandatanganan, serta akta dibawah tangan yang dilakukan waarmerking memiliki kekuatan pembuktian untuk dapat memastikan bahwa akta tersebut telah ada dan lahir perjanjian pada saat dibawakannya akta tersebut kepada notaris untuk dilakukan waarmerking.
Notary have the authority to make an authentic deed. In addition, the notary also has other authority, including legalization and waarmerking, so this research discusses the responsibility of notaries and the power of proof against private deeds of legalization and waarmerking. The purpose of this study is to analyze how the notary's responsibility to the private deed is carried out by legalization and waarmerking by them and how the power of proof against the private deed is carried out legalization and waarmerking.The study uses normative juridical approach methods and uses secondary data using primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. Data analysis is done in a qualitative normative manner.
Based on the results of the research conducted, it was obtained that the responsibility of the notary in legalization is to ensure that the private deed they legalized does not violate the law, keep a secret related to the contents / or information of the deed presented to them for legalization, ensure the truth of the formal aspects in the agreement contained in the deed, and ensure the parties who want to sign it acknowledge and understand the law and the contents of the deed. Then with the responsibility of the notary in waarmerking, they have the responsibility to ensure that the private deed carried out by waarmerking by them does not violate the law, keep the secret related to the contents / or information of the deed presented to him for Waarmerking, and ensure that there has been an agreement by the parties at the time of bringing the deed to the notary for waarmerking.Then with regard to the private deed of legalization, has the power of proof to be able to ascertain the formal aspect of the deed, including the identity of the parties who signed, the correctness of the signature, the date of signing, and the private deed carried out by waarmerking has the power of proof to be able to ensure that the deed has existed and the agreement was born at the time of bringing the deed to the notary for waarmerking.
3254637838H1B017090ANALISIS PERANGKAT MODELING PROSEDURAL BERBASIS BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) UNTUK DESAIN JALAN DI INDONESIAProses desain sebuah jalan adalah pekerjaan yang kompleks karena untuk terbentuknya sebuah jalan yang aman dan nyaman, diperlukan kolaborasi antar berbagai disiplin ilmu teknik. Adapun hal lain yang membuat kompleks adalah ketika jalan tersebut terbangun akan mempengaruhi kondisi dan situasi berbagai aspek ekonomi, lingkungan, sosial, bahkan budaya lokasi jalan tersebut dibangun. Hal tersebut membuat proses desain menjadi sulit dan sering terjadi eror karena banyaknya parameter-parameter perhitungan yang saling terkait satu dengan lainnya dan perlu waktu yang tidak sedikit untuk menemukan solusi dari eror desain tersebut. Selain kompleks, proses desain jalan juga harus sesuai dengan peraturan dan standar desain tempat lokasi jalan tersebut dibangun agar tercipta desain jalan yang aman. Dari kekakuan terhadap peraturan tersebut, maka akan banyak sekali pekerjaan item desain yang serupa dan dikerjakan secara berulang-ulang untuk proyek jalan dengan tipe yang sama.
Dari dua permasalahan besar itulah diperlukan sebuah metode baru dalam mendesain sebuah jalan, metode yang dapat mengubah parameter-parameter dalam desain dengan mudah dan efisien serta yang dapat mengotomatiskan pekerjaan berulang-ulang saat mendesain jalan berbasis BIM. Penelitian ini dilakukan di Jalan Mayjend. Sungkono, Blater, Kalimanah, Purbalingga yang sebagian besar menggunakan perangkat lunak Dynamo yang terhubung dengan Civil 3D untuk pembuatan pemrograman visual. Data informasi geografis lokasi penelitian didapatkan dari ekstraksi data koordinat pada Google Earth Pro. Data geometrik jalan didapatkan dengan melakukan pengamatan dan pengukuran langsung, sedangkan data perkerasan merupakan data dummy yang digunakan untuk menjalan program. Peraturan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota (TCPGJAK) tahun 1997 untuk perhitungan geometrik dan Manual Desain Perkerasan (MDP) tahun 2017 untuk perhitungan perkerasan. Penelitian dimulai dengan menyiapkan data-data masukan, kemudian dilakukan pembuatan program menggunakan Dynamo.
Penelitian ini berhasil menghasilkan sebuah metode baru dalam mendesain jalan, yaitu dengan memanfaatkan program ekstensi Dynamo yang dipadukan dengan pemrograman Python. Secara umum pemrograman visual Dynamo dapat menggantikan pekerjaan desain yang berulang-ulang dengan baik, tetapi hal tersebut hanya terbatas pada pekerjaan yang tidak terlalu kompleks karena fungsi perintah/node yang terdapat pada Dynamo masih terbatas dan sedang dalam tahap pengembangan oleh Autodesk. Beberapa pekerjaan yang kompleks dapat dilakukan dengan memanfaatkan fitur Python Code yang berguna untuk memasukkan skrip pemrograman bahasa Python ke dalam Dynamo. Penggunaan Dynamo juga dapat membantu desainer ketika adanya perubahan desain, karena hanya diperlukan untuk mengubah data masukan yang mengalami perubahan kemudian skrip program dapat dijalankan lagi dengan data baru.
The process of designing a road is a complex job because to form a safe and comfortable road, a collaboration between various engineering disciplines is required. Another thing that makes it complex is that when the road is built, it will affect the conditions and situations of various economic, environmental, social, and even cultural aspects of the location where the road is built. This makes the design process difficult, and errors often occur because of the many calculation parameters that are interrelated with each other and it takes a lot of time to find a solution for the design error. In addition to being complex, the road design process must also comply with the regulations and design standards where the location of the road is built in order to create a safe road design. From the rigidity of these regulations, there will be a lot of work on similar design items and will be done repeatedly for road projects of the same type.
From these two big problems, a new method is needed in designing a road, a method that can change the parameters in the design quickly and efficiently and that can automate repetitive work when designing BIM-based roads. This research was conducted on Jalan Mayjend. Sungkono, Blater, Kalimanah, Purbalingga mostly use Dynamo software connected to Civil 3D for visual programming. The geographic information data of the research location was obtained from the extraction of coordinate data on Google Earth Pro. The road geometric data is obtained by direct observation and measurement, while the pavement data is dummy data used to run the program. The regulations used in this study are the 1997 Intercity Road Geometric Planning Procedure (TCPGJAK) for geometric calculations and the 2017 Pavement Design Manual (MDP) for pavement calculations. The research begins by preparing input data, then making a program using Dynamo.
This research succeeded in producing a new method for designing roads, namely by utilizing the Dynamo extension program combined with Python programming. In general, Dynamo visual programming can replace repetitive design work well, but it is limited to work that is not too complex because the command/node functions contained in Dynamo are still limited and under development by Autodesk. Some difficult work can be done by taking advantage of the useful Python Code feature to include Python programming scripts in Dynamo. The use of Dynamo can also help designers when there is a design change because it is only needed to change the input data that has changed and then the program script can be run again with the new data.
3254738057K1B018028Kontrol Optimal Model Matematika Penyakit Campak dengan Pengaruh Vaksinasi dan PengobatanCampak merupakan salah satu penyakit menular yang terdapat di dunia, termasuk di Indonesia. Pada bidang matematika dalam menyelesaikan permasalahan penyakit yang menular dapat dibentuk dalam model matematika untuk menganalisis penyebaran penyakit tersebut, salah satunya model SEIR. Model SEIR terbagi menjadi empat subpopulasi individu, subpopulasi individu rentan (susceptible), subpopulasi individu yang terinfeksi tetapi belum muncul gejala (exposed), subpopulasi individu terinfeksi (infected) dan subpopulasi individu sembuh (recovered). Pada penelitian sebelumnya telah diteliti mengenai model SEIR penyakit campak. Supaya dapat meminimalisir penyebaran penyakit campak dengan maksimal dan biaya yang minimum pemberian vaksinasi dan pengobatan pada model perlu dikontrol. Dalam penelitian ini, dibahas mengenai kontrol optimal model matematika penyakit campak dengan pengaruh vaksinasi dan pengobatan yang diselesaikan menggunakan prinsip maksimum Pontryagin dan disimulasikan secara numerik dengan metode Runge Kutta orde empat dengan software Matlab R2015a. Pada hasil simulasi numerik menunjukkan bahwa kontrol optimal vaksinasi dan pengobatan dapat mempercepat penurunan individu rentan dan individu terinfeksi dengan biaya yang minimum.Measles is one of the infectious diseases found in the world, including in Indonesia. In the field of mathematics in solving infectious disease problems, it can be formed in mathematical models to analyze the spread of the disease, one of which is model SEIR. Model SEIR is divided into four individual subpopulations, subpopulations of susceptible individuals, subpopulations of infected but not yet appearing symptoms (exposed), subpopulations of infected individuals (infected) and subpopulations of recovered individuals (recovered). In previous studies, it has been studied regarding model SEIR measles disease. In order to minimize the spread of measles with the maximum and minimum costs of providing vaccinations and treatment in the model, it needs to be controlled. In this study, it was discussed about the optimal control of the mathematical model of measles disease with the influence of vaccination and treatment which was completed using the pontryagin maximum principle and simulated numerically with the Runge Kutta orde four method with Matlab R2015a software. Numerical simulation results show that optimal control of vaccination and treatment can accelerate the decline of vulnerable individuals and infected individuals at minimum cost.
3254843905H1C019054KARAKTERISTIK GEOKIMIA DAN MINERALOGI PADA ENDAPAN NIKEL-KOBALT LATERIT, DAERAH UNGKAYA DAN SEKITRANYA, KECAMATAN WITA PONDA, KABUPATEN MOROWALI, SULAWESI TENGAHSecara regional, daerah penelitian berada pada Sabuk Ofiolit Sulawesi Timur, khususnya pada Kompleks Ultramafik (Ku) yang tersusun atas persebaran batuan beku mafik – ultramafik. Tersingkapnya batuan ultramafik, menyebabkan daerah penelitian memiliki kandungan unsur yang bernilai ekonomis seperti nikel dan kobalt. Daerah Ungkaya dan Sekitarnya, Morowali, Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah yang memiliki batuan beku ultramafik berjenis dunit dan lherzolit. Proses pelapukan pada batuan beku ultramafik ini akan menghasilkan profil endapan nikel–kobalt laterit. Dari proses tersebut akan menghasilkan karakteristik baik dari segi geokimia dan mineralogi dari profil endapan nikel–kobalt laterit. Dengan menggunakan beberapa metode seperti analisis X-Ray Fluoresence (XRF) untuk mengetahui kadar geokimia pada endapan nikel - kobalt laterit, analisis Petrografi, analisis X-Ray Diffraction (XRD), dan analisis Scanning Electron Microscope (SEM) digunakan sebagai mengidentifikasi karakteristik mineral pada endapan nikel - kobalt laterit daerah penelitian.
Berdasarkan hasil analisis didapatkan himpunan mineral pada zona batuan dasar, dengan jenis batuan dasar yaitu dunit dan lherzolit terserpentinisasi. Pada zona saprolit terdapat dominasi mineral sekunder seperti serpentin, klinoklor. Sedangkan pada zona limonit didominasi mineral seperti goetit, hematit, dan maghemit. Sedangkan terkait karakteristik kadar geokimia seperti SiO2, MgO, dan CaO meningkat ke arah bawah profil karena memiliki sifat mobilitas dan kelarutan yang tinggi, dan kadar Fe, Al2O3, Mn, dan Co menurun ke arah bawah profil karena memiliki sifat kelarutan dan mobilitas rendah, sedangkan Ni yang memiliki sifat kelarutan dan mobilitas terbatas meningkat hingga zona saprolit. Berdasarkan analisis geokimia dan mineralogi didapatkan mineral pembawa unsur ekenomis seperti nikel dan kobalt adalah serpentin dan goetit.
Regionally, the study area is located in the East Sulawesi Ophiolite Belt, especially in the Ultramafic Complex (Ku) which is composed of mafic - ultramafic igneous rocks. The exposure of ultramafic rocks causes the study area to contain economically valuable elements such as nickel and cobalt. The Ungkaya and surrounding area, Morowali, Central Sulawesi is one of the areas that has ultramafic igneous rocks of the dunite and lherzolite types. The weathering process in these ultramafic igneous rocks will produce laterite nickel-cobalt deposit profiles. The process will produce characteristics both in terms of geochemistry and mineralogy of the laterite nickel-cobalt deposit profile. By using several methods such as X-Ray Fluoresence (XRF) analysis to determine the geochemical content of nickel-cobalt laterite deposits, Petrographic analysis, X-Ray Diffraction (XRD) analysis, and Scanning Electron Microscope (SEM) analysis are used to identify mineral characteristics in nickel-cobalt laterite deposits in the study area.
Based on the results of the analysis, a set of minerals was obtained in the bedrock zone, with bedrock types namely dunite and serpentinized lherzolite. In the saprolite zone there is a dominance of secondary minerals such as serpentine, clinochlor. While the limonite zone is dominated by minerals such as goethite, hematite and maghemite. While related to the characteristics of geochemical levels such as SiO2, MgO, and CaO increase towards the bottom of the profile because they have high mobility and solubility properties, and Fe, Al2O3, Mn, and Co levels decplated towards the bottom of the profile because they have low solubility and mobility properties, while Ni which has limited solubility and mobility properties increases to the saprolite zone. Based on geochemical and mineralogical analysis, it was found that the minerals bearing economic elements such as nickel and cobalt are serpentine and goethite.
3254935802J0A018056Translating Ravacana Films’ Javanese Short Movie Subtitile Entitled “UBAG-UBEG” (from Indonesian to EnglishPraktik kerja yang dilakukan penulis ialah menerjemahkan subtitle film pendek berjudul “UBAG-UBEG” dengan judul laporan “Translating Ravacana Films’ Javanese Short Movie Subtitile Entitled “UBAG-UBEG” (from Indonesian to English)”. Praktik kerja dilaksanakan pada 4 Juni—2 Juli 2021 sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pembelajaran di Program Studi D3 Bahasa Inggris, Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan paling utama dari dilaksanakannya praktik kerja ini ialah untuk menerjemahkan subtitle film pendek dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris.

Film pendek tersebut merupakan film pendek berbahasa Jawa yang menceritakan tentang perbuatan baik yang disalahartikan sebagai perbuatan buruk sebab adanya kesalahpahaman, tetapi dengan adanya penjelasan kesalahpahaman pun dapat diatasi. Pemilihan film pendek tersebut sebagai objek penerjemahan memiliki tujuan guna memperkenalkan bahasa Jawa sebagai salah satu bagian dari budaya bagi mereka yang hendak mengenal dan atau mempelajari bahasa Jawa.

Dalam proses menerjemahkan film pendek, penulis menggunakan teknik penerjemahan literal translation, linguistic compression, amplification, adaptation, calque, borrowing, modulation, dan compensation. Lantas kendala yang ditemui dalam proses menerjemahkan ialah kurangnya perbendaharaan kata dalam bahasa sasaran yang sepadan dikarenakan kurangya penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa sasaran dan kecenderungan dengan tata bahasa bahasa Indonesia dalam menerjemahkan. Kemudian, solusi yang diterapkan adalah memahami dan mencari arti kosakata dari bahasa sasaran dengan bantuan kamus, baik online maupun offline, membaca referensi dan adanya bantuan dari dosen pembimbing dan proofreader untuk mendapatkan hasil terjemahan yang lebih baik sepadan.
The job training was done to translate short movie entitled “UBAG-UBEG” under the report “Translating Ravacana Films’ Javanese Short Movie Subtitile Entitled “UBAG-UBEG” (from Indonesian to English)”. The job training was implemented between June 4th and July 2nd, 2021 as one of the requirements to finish the study in English Diploma Program, Jenderal Soedirman University. The purposes of the job training are to translate the short movie subtitle from Indonesian to English, to describe the processes and techniques of translation used, to describe the obstacle while translating the short movie subtitle, and to describe the solutions to the obstacles in translating the short movie subtitile.

In writing this report, the method used are literature study and direct practice. Those are used in order to collect the data in writing this report. The short movie is Javanese spoken movie which tells about a good deed that is misunderstood as a bad deed, but it still obtains good result as long as we explain the misunderstanding. The reason of choosing of the short movie as the translation object is to introduce Javanese language—as a part of cultures—to people who are willing to know and learn about Javanese language.

There are three stages of processes in translating the short movie subtitle in this report—analysis, transfer, and restructure. Moreover, during the process of translating the short movie, the translation techniques used were literal translation, linguistic compression, amplification, adaptation, calque, borrowing, modulation, and compensation. The obstacles found in the process of translating the short movie are the lack of mastering target language vocabulary and the tendency of the use of the Indonesian language. Then, the solutions are understanding and finding the meaning of the source language vocabulary using the help of dictionary—whether online or offline, reading references and receiving help from supervisors and a proofreader to have a better and equivalent translation result.
3255035803J0A018054Translating Stephen Hancock’s and Evan Muir’s Scientific Horror Short Film “SCP: Overlord” from English to IndonesianLaporan praktik kerja ini berjudul Translating Stephen Hancock’s and Evan Muir’s Scientific Horror Short Film “SCP: Overlord” from English to Indonesian. Praktik kerja ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2021. Karena film ini memiliki konsep yang unik, menarik, dan dikemas dengan baik, maka tujuan dilaksanakannya praktik kerja ini adalah untuk menghasilkan terjemahan dalam bahasa Indonesia, mendeskripsikan proses dan kesulitan, serta mencari solusi dalam menerjemahkan film SCP: Overlord. Pada penulisan laporan praktik kerja ini digunakan dua metode, yaitu studi pustaka dan praktik langsung.

Proses pernerjemahan film ini menggunakan empat tahap, yaitu tahap analisis, tahap transfer, tahap restrukturisasi, dan tahap evaluasi. Selain itu, beberapa teknik penerjemahan yang telah digunakan adalah Borrowing, Established Equivalent, Literal Translation, Discursive Creation, dan Modulation. Dalam proses penerjemahan film pendek SCP: Overlord ditemukan beberapa kendala seperti kurangnya penguasaan kosakata di bahasa sumber dan bahasa sasaran, sulitnya mencari padanan kata di bahasa sasaran karena banyak menemukan istilah dalam militer yang jarang diketahui oleh orang awam, sulitnya sinkronisasi dialog menggunakan aplikasi Aegisub, dan hasil terjemahan masih terlihat kaku karena dipengaruhi oleh bahasa sumber. Solusi yang dilakukan dalam mengatasi kendala tersebut adalah mencari tahu kata dalam bahasa sumber yang sulit dipahami dengan bantuan kamus online maupun offline, mencoba mendengarkan sambil menonton bagian tertentu dari film secara berulang-ulang hingga dialog sinkron dengan film, kemudian melakukan konsultasi kepada dosen pembimbing mengenai diksi yang sepadan dalam bahasa sasaran.
The title of this practical work report is Translating Stephen Hancock’s and Evan Muir’s Scientific Horror Short Film “SCP: Overlord” from English to Indonesian. This practical work started in August 2021. Because this film has a unique, interesting, intriguing, and well-packaged concept, this practical work aimed to produce an Indonesian translation, to describe the process and obstacles, and to find solutions in translating the film SCP: Overlord. In writing the practical work report, it used two methods, namely literature study and direct practice.

In the translation process of this film, it used four stages, such as the analysis stage, the transfer stage, the restructuring stage, and the evaluation stage. In addition, several translation techniques that have been used are Borrowing, Established Equivalent, Literal Translation, Discursive Creation, and Modulation. In the process of translating the short film SCP: Overlord, several obstacles were found, such as the lack of mastery of vocabulary in the source and target languages, the difficulty of finding equivalent words in the target language because there were many military terms that ordinary people rarely knew, the difficulty of synchronizing dialogue using the Aegisub application, and the translation results still looked stiff because of the source language influenced it. The solutions that have been carried out in overcoming these obstacles were finding out words in the source language that are difficult to understand with the help of online and offline dictionaries, trying to listen while watching a specific part of the film repeatedly until the dialogue sync with the film and then consulting the supervisors about the equivalent diction in the target language.
3255135804J0A018038Translating Booklet "Menuju Indonesia Digital" by Indonesia Ministry of communication and Information from Indonesian to English Laporan Tugas Akhir ini disusun berdasarkan praktik kerja yang telah dilaksanakan pada 22 Maret 2021 – 22 April 2020. Tujuan dari praktik kerja ini adalah untuk menerjemahkan Buklet “Menuju Indonesia Digital” yang dipublikasikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Buklet ini berisi perjalanan Bangsa Indonesia dalam menghadapi era digitalisasi. Praktik kerja ini dilakukan untuk memberikan informasi pendukung. Salah satu buklet ditulis dalam bahasa Indonesia, sedangkan yang lain ditulis dalam bahasa Inggris. Jadi, informasinya akan lebih mendunia, tidak hanya untuk masyarakat Indonesia
Terdapat tiga tahap dalam proses penerjemahan, yaitu tahap analisa, tahap pengalihan, tahap merekontruksi ulang. Dalam menerjemahkan teks deskripsi, terdapat beberapa kendala sepertikurangnya penguasaan mengenai bahasa sasaran,kesulitan dalam mencari dan menemukan istilah-istilah yang sesuai dalam bahasa sasaran, serta banyaknya informasi yang disajikan tersirat dalam bentuk tabel atau diagram. Solusi yang dilakukan penulis untuk mengatasi kendala-kendala tersebut adalah dengan mencoba memahami isi dan maksud dari informasi yang terdapat dalam teks bahasa sumber, menggunakan bantuan dari kamus cetak maupun elektronik untuk menemukan arti dari istilah yang tidak familiar, dan berkonsultasi dengan dosen pembimbing untuk menghasilkan terjemahan yang berkualitas.
Kesimpulan dari praktik kerja ini adalah hasil terjemahan diharapkan dapat bermanfaat bagi orang yang membutuhkan informasi tentang perkembangan bangsa Indonesia di dunia digital serta dapat menambah kosa kata kita.
The final report is written based on job training that was held on Februari 21st – March 21st2020. The purpose of the job training is to translate the Booklet “Menuju Indonesia Digital” published by Indonesian Ministry of Communication and Information Technology from Indonesian to English. This booklet contains a lot information about Indonesia's entire journey in the digitalization era. This practical work is carried out in order to give supporting information. The one is booklet written in Indonesian, while the other one is written in English. So, the information will be more global, not only for Indonesian people.
There are three stages in translating process; they are analyzing, transferring, and reconstructing. In translating process, there are some obstacles; those are difficulties in mastering the target language, searching for and finding appropriate terms in the target language, A lot of information is provided implicitly in the form of tables or diagrams. The solutions to overcome these obstacles are by trying to understand the content and intent of the information contained in the source language text, using electronic and printed dictionaries to find the meaning of unfamiliar terms, and consulting with the supervisor to produce high-quality translations.
The conclusion is the result of the translation will be beneficial for people who needinformation about Indonesia in the digital world and can incrase our vocabulary.
3255235805I1B017085GAMBARAN KUALITAS HIDUP PERAWAT DI RUANG ISOLASI COVID-19 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMASLatar Belakang: Merawat pasien Covid-19 dalam rentang waktu yang lama dapat menimbulkan kelelahan. Kondisi ini dapat berdampak pada kualitas hidup perawat. Kualitas hidup tersebut meliputi beberapa aspek yaitu aspek kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial dan hubungan dengan lingkungan.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode penelitian desktiptif non-analitik dengan pendektan observasional. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah 60 perawat di ruang isolasi Covid-19 RSUD Banyumas. Teknik pengambilan sampel pada penelitian menggunakan teknik total sampling. Pengukuran kualitas hidup perawat menggunakan instrumen WHOQOL-BREF.

Hasil penelitian: Hasil penelitian berdasarkan masing-masing domain menyebutkan bahwa 60% responden berada pada kategori kesehatan fisik yang baik, 55% responden berada pada kategori kesehatan psikologis yang baik, 48,3% responden berada pada kategori hubungan sosial yang sangat baik, dan 46,7% responden berada pada kategori hubungan lingkungan yang baik.

Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa kualitas hidup perawat di ruang isolasi Covid-19 di RSUD Banyumas yang meliputi aspek kesehatan fisik, kesehatan psikologis, hubungan sosial dan hubungan dengan lingkungan mayoritas baik.
Background: Caring for Covid-19 patients for long periods of time can lead to fatigue. This condition can have an impact on the quality of life of nurses. The quality of life includes several aspects, namely aspects of physical health, psychological, social relations and relationships with the environment.

Methodology: This study uses a non-analytic descriptive research method with an observational approach. The sample used in the study was 60 nurses in the Covid-19 isolation room at the Banyumas Hospital. The sampling technique in this study used a total sampling technique. Measurement of the quality of life of nurses using the WHOQOL-BREF instrument.

Results: The results of the study based on each domain stated that 60% of respondents were in the category of good physical health, 55% of respondents were in the category of good psychological health, 48.3% of respondents were in the category of very good social relations, and 46.7% respondents are in the category of good environmental relations.

Conclusion: It can be concluded that the quality of life of nurses in the Covid-19 isolation room at the Banyumas Hospital which includes aspects of physical health, psychological health, social relations and relationships with the environment is mostly good.
3255335806H1B018010Analisis Pengaruh Penggunaan Kawat Ram dan Geogrid terhadap Karakteristik Marshall dan Modulus Elastisitas Campuran AC-WCGeogrid telah digunakan beberapa ruas jalan di Indonesia sebagai bahan perkuatan untuk mengurangi rutting, memberi pengaruh terhadap lendutan, dan ketebalan struktur perkerasan. Namun, bahan geogrid masih sulit ditemukan dan cukup mahal karena belum tersebar secara merata di Indonesia. Kawat ram menjadi pilihan sebagai pengganti bahan geogrid karena memiliki bentuk hampir serupa yaitu berbentuk jaring dengan nilai kuat tarik. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja Marshall, modulus elastisitas, dan pengaruh penggunaan bahan perkuatan terhadap ketebalan struktur perkerasan lentur. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan alat uji Marshall modifikasi dengan mengacu pada SNI 06-2489-1991. Benda uji yang digunakan sebanyak tiga variasi yaitu variasi dengan bahan geogrid, variasi dengan bahan kawat ram, dan variasi tanpa bahan perkuatan sebagai sampel kontrol. Hasil pengujian menunjukkan bahan perkuatan kawat ram dan geogrid memiliki kinerja yang hampir sama dengan membandingkannya pada sampel kontrol. Kinerja stabilitas kawat ram sebesar 2% dan bahan geogrid sebesar 3% dari sampel kontrol. Kinerja flow kawat ram sebesar 9% dan bahan geogrid 13% dari sampel kontrol. Nilai MQ kawat ram sebesar 13% dan bahan geogrid 18% dari sampel kontrol. Campuran beraspal dengan bahan kawat ram menghasilkan nilai modulus elastisitas sebesar 15% dan bahan geogrid sebesar 20% jika dibandingkan dengan sampel kontrol. Pada segi pengaruh terhadap ketebalan, perkerasan dengan bahan perkuatan kawat ram dan geogrid memberi pengaruh yang lebih tinggi dibandingkan dengan sampel kontrol masing- masing sebesar 6,7% dan 11,5%. Geogrids have been used in several roads in Indonesia as reinforcement material to reduce rutting, affect deflection, and pavement structure thickness. However, geogrid materials are still difficult to find and quite expensive because they are not evenly distributed in Indonesia. Ram wire is an option as a substitute for geogrid material because it has almost the same shape, namely in the form of a net with a tensile strength value. The general purpose of this study was to determine Marshall's performance, modulus of elasticity, and the effect of using reinforcing materials on the thickness of the flexible pavement structure. The method used in this research is the experimental method with modified Marshall test equipment with reference to SNI 06-2489-1991. The test specimens used were three variations, namely variations with geogrid materials, variations with ram wire materials, and variations without reinforcement as control samples. The test results show that the ram wire and geogrid reinforcement materials have almost the same performance by comparing them to the control sample. The stability performance of ram wire is 2% and geogrid material is 3% of the control sample. Performance flow of ram wire is 9% and geogrid material is 13% from the control sample. The MQ value of the ram wire was 13% and the geogrid material was 18% from the control sample. The mixture of asphalt with ram wire material produces a modulus of elasticity of 15% and geogrid material of 20% when compared to the control sample. In terms of the effect on thickness, pavement with ram wire and geogrid reinforcement materials gave a higher effect than the control sample at 6.7% and 11.5%, respectively.
3255435807F1F017057Adopsi United Nations Security Council Resolution (UNSCR) 1325: Studi Kasus Partisipasi Women Peacekeepers Indonesia dalam Misi United Nations Interim Force in Lebanon Tahun 2015-2019Penelitian yang berjudul “Adopsi United Nations Security Council Resolution (UNSCR) 1325: Studi Kasus Partisipasi Women Peacekeepers Indonesia Dalam Misi United Nations Interim Force In Lebanon Tahun 2015-2019”. Penelitian ini memiliki fokus penelitian untuk menganalisis bagaimana adopsi United Nations Security Council Resolution (UNSCR) 1325 terhadap partisipasi Women Peacekeepers Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon tahun 2015-2019. Penelitian ini dianalisis berdasarkan konsep rezim internasional, peacekeeping operations, dan gender equality. Berdasarkan data-data yang diperoleh, bahwa UNSCR 1325 oleh Dewan Keamanan PBB tentang Women, Peace, and Security, diadopsi karena semakin banyaknya kasus kekerasan seksual yang mengarah pada perempuan, anak perempuan dan laki-laki, di wilayah konflik. Indonesia sebagai salah satu negara pengirim pasukan perdamaian, memiliki target untuk terus meningkatkan partisipasi pasukan. Sehingga pada tahun 2015-2019 terjadi peningkatan partisipasi women peacekeepers Indonesia, khususnya dalam misi UNIFIL. Selain itu, Indonesia senantiasa memasukkan perspektif gender dalam setiap misi yang dilakukan.This research, entitled “United Nations Security Council Resolution (UNSCR) 1325 Adoption: A Case Study of Indonesian Women Peacekeepers Participation in the United Nations Interim Force in Lebanon 2015-2019”. This research focuses on analyzing how the adoption of the United Nations Security Council Resolution (UNSCR) 1325 on the participation of Indonesian Women Peacekeepers in the United Nations Interim Force in Lebanon mission in 2015-2019. This research is analyzed based on the concept of international regime, peacekeeping operations, and gender equality. Based on the data obtained, that UNSCR 1325 by the UN Security Council on Women, Peace, and Security, was adopted due to the increasing number of cases of sexual violence that lead to women, girls and boys, in conflict areas. Indonesia as one of the sending countries for peacekeeping troops, has a target to continue to increase troop participation. So that in 2015-2019 there was an increase in the participation of Indonesian women peacekeepers, especially in the UNIFIL mission. In addition, Indonesia always incorporates a gender perspective in every mission it undertakes.
3255535809I1A018065Analisis Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Puskesmas Rawat Inap di Kabupaten BojonegoroSumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) membutuhkan ketercukupan kuantitas, kualitas, jenis, serta distribusi yang adil dan merata. Fakta di lapangan menunjukkan kuantitas SDMK belum memadai, penyebaran yang belum merata dan mutu SDMK yang belum maksimal. Ketidakmerataan jumlah tenaga kesehatan di puskesmas rawat inap mengakibatkan tenaga kesehatan banyak merangkap tugas atau bekerja tidak sesuai dengan keilmuan tenaga kesehatan. Hasil studi pendahuluan menunjukkan adanya beban kerja SDMK yang bertambah akibat kurangnya SDMK di tengah kebutuhan pelayanan kesehatan dan program puskesmas yang harus berjalan. Keterbatasan SDMK memicu permasalahan mutu pelayanan kesehatan antara lain kurangnya pendidikan dan pelatihan terhadap tenaga kesehatan di puskesmas, terbatasnya jam pelayanan puskesmas, serta bertambahnya beban kerja tenaga kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk mengidentifikasi perencanaan sumber daya manusia kesehatan puskesmas rawat inap di Kabupaten Bojonegoro. Puskesmas melakukan perencanaan kebutuhan SDMK melalui aplikasi Renbut yang hasilnya akan diusulkan oleh dinas kesehatan ke BKPP kemudian ditindaklanjuti dengan perencanaan pengadaan tenaga CPNS atau BOK dengan penempatan sesuai SK yang berlaku atau kebijakan internal puskesmas. Pada perencanaan pengembangan, dinas kesehatan merencanakan pelatihan dan evaluasi pelatihan yang diikuti oleh puskesmas. Selain itu, puskesmas bisa mengadakan pelatihan mandiri atau SDMK mengikuti tugas belajar. Keterbatasan SDMK mengakibatkan pelayanan kesehatan tidak dilakukan oleh SDMK sesuai kompetensinya serta merangkap tugas sehingga dilakukan konsultasi oncall, rotasi petugas, dan penambahan durasi jaga rawat inap untuk mengupayakan pelayanan berjalan dengan optimal. Puskesmas mengikuti kebijakan dinas kesehatan dalam perencanaan SDMK yang memiliki dampak terhadap pelayanan kesehatan dan SDMK puskesmas. Dibutuhkan penyelenggaraan puskesmas BLUD sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan SDMK.Health Human Resources (HHR) requires sufficient quantity, quality, type, and fair distribution. Facts shows that the quantity of HHR is not sufficient, has uneven distribution, and lack of maximum quality. The inequality number of HHR in inpatient public health centers (PHC) has resulted in many HHR having double workload or working incompatible their knowledge. Preliminary studies show that increasing workload of the HHR had occur in PHC. This workload caused by high demand of health services and programs to run. The limitations of HHR causing problems in health services quality, including lack of education and training for HHR, limited hours of health services, and increasing workload of HHR. This research is a qualitative research with case study design. This study aimed to identify HHR planning for inpatient PHC in Bojonegoro District. The PHC plans HHR needs through Renbut application which the result will be submitted by the health office to BKPP, then the procurement of HHR will be conducted through CPNS and BOK recruitment that placed according to government’s decree or through internal policies of PHC. The health office plans training and evaluation that is followed by PHC. In addition, PHC can provide internal training and the HHR can took a part of education. The lack of HHR number have resulted in HHR not providing health services according to their competencies and increasing their workload, so strategies was run to seek optimal health services thorugh on-call consultation, staff rotation, and adding duty hours of HHR. Public health centes follow health office’s policy in HHR planning. which has impact on health service quality and HHR itself. It is necessary to organize BLUD PHC as an alternative to fulfill HHR needs
3255635815B1A017057PRODUKSI BAKTERIOSIN ISOLAT LG10 DAN LG15 ASAL SEDIMEN MANGROVE PANTAI LOGENDING DAN UJI PENGHAMBATANNYA TERHADAP Propionibacterium acnesBakteri Asam Laktat (BAL) merupakan bakteri Gram positif yang mampu menghasilkan senyawa-senyawa metabolit seperti asam-asam organik, diasetil, hidrogen peroksida, etanol dan bakteriosin selama fermentasi gula. Bakteriosin merupakan senyawa metabolit primer yang dihasilkan oleh BAL dan bersifat bakterisidal maupun bakteriostatik. Aktivitas hambat bakteriosin berpeluang digunakan sebagai senyawa antibakteri dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat Propionibacterium acnes. Isolat LG10 dan LG15 diisolasi dari sedimen mangrove Pantai Logending Kebumen, diketahui sebagai isolat BAL. Penelitian bertujuan untuk menentukan identitas isolat LG10 dan LG15, dan mengetahui aktivitas bakteriosin yang dihasilkannya dalam menghambat pertumbuhan P. acnes. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei. Parameter utama yang diamati adalah zona hambat ekstrak kasar bakteriosin isolat LG10 dan LG15 terhadap P. acnes. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan karakterisasi isolat bakteri dianalisis berdasarkan Bergey’s Manual of Systematic Bacteriology. Isolat BAL LG10 dan LG15 yang diisolasi dari sedimen mangrove Pantai Logending Kebumen teridentifikasi sebagai bakteri Gram positif anggota dari genus Enterococcus. Isolat LG10 dan LG15 mampu menghasilkan senyawa bakteriosin dengan aktivitas penghambatan bakteriosinnya terhadap P. acnes yaitu berturut-turut sebesar 12,5 mm dan 14 mm. Aktivitas penghambatan bakteriosin yang dihasilkan oleh kedua isolat terhadap P. acnes dikategorikan daya hambat kuat.Lactic Acid Bacteria (LAB) are Gram positive bacteria capable of producing metabolites such as organic acids, diacetyl, hydrogen peroxide, ethanol and bacteriocins during sugar fermentation. Bacteriocins are primary metabolites produced by LAB and are bactericidal and bacteriostatic. The inhibitory activity of bacteriocin has the opportunity to be used as an antibacterial compound in inhibiting the growth of the acne-causing bacteria, Propionibacterium acnes. LG10 and LG15 isolates were isolated from the mangrove sediments of Logending Beach, Kebumen, known as LAB isolates. The aim of this study was to determine the identity of the isolates LG10 and LG15 and to determine the activity of the bacteriocins they produce in inhibiting the growth of P. acnes. The research was conducted using a survey method. The main parameter observed was the diameter of the inhibition zone of the crude bacteriocin against P. acnes. The research data were analyzed descriptively and the characterization of bacterial isolates was analyzed based on Bergey's Manual of Systematic Bacteriology. LAB isolates LG10 and LG15 isolated from mangrove sediments at Logending Beach, Kebumen were identified as Gram-positive bacteria belonging to the genus Enterococcus. LG10 and LG15 isolates were able to produce bacteriocin compounds with bacteriocin inhibitory activity against P. acnes which were 12.5 mm and 14 mm, respectively. The bacteriocin inhibitory activity produced by the two isolates against P. acnes was categorized as strong inhibitory.
3255735810J1C015046Internalisasi Budaya Kaizen pada Hijasu (Himpunan Jepang Unsoed)Tujuan penelitian untuk mengetahui mengenai budaya Jepang yaitu Kaizen yang dipraktikan oleh pengurus Hijasu (Himpunan Jepang Soedirman) menggunakan studi fenomologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Informan dari penelitan ini berjumlah 8 orang. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah budaya Kaizen yang dipraktikan oleh pengurus Hijasu berfokus pada penerapan metode 5S dan PDCA. Metode 5S meliputi seiri (ringkas) memuat aturan yang mengharuskan para pengurus Hijasu untuk memisahkan barang-barang atau berkas dokumen yang diperlukan dan tidak diperlukan. Seiton (rapi) mewajibkan para pengurus Hijasu untuk meletakkan barang-barang maupun berkas dokumen sesuai dengan posisi yag telah ditetapkan serta mengatur kembali ruang penyimpanan. Seiso (resik) mengharuskan pengurus Hijasu untuk menjaga kebersihan barang-barang milik organisasi maupun lingkungan kerja. Seiketsu (rawat) pengurus Hijasu melakukan prosedur standarisasi untuk menjaga keberlangsungan ketiga tahap yang telah dilakukan. Shitsuke (rajin) ketua himpunan maupun ketua tiap divisi Hijasu memberikan dorongan motivasi kepada para pengurus untuk komitmen dalam hal menaati peraturan metode 5S. Sedangkan pada metode PDCA meliputi (plan) untuk menetapkan tema permasalahan dan tujuan perbaikan pada acara FJU, serta (do) implementasi proses, (check) memonitor dan mengukur proses, (act) melakukan standarisasi pada perbaikan acara FJU. Pengurus di Himpunan Jepang Soedirman juga menyadari bahwa Kaizen merupakan budaya Jepang yang sangat baik untuk diterapkan di Hijasu.This research aims to embrace the challenge of Japanese culture; Kaizen, which was practiced by member of “Hijasu” (Himpunan Jepang Soedirman) through phenomenology analysis. This research is a qualitative descriptive study using interview techniques to 8 relevant stakeholder as a data collection technique. The result found that the Kaizen culture practiced by member of Hijasu focuses on the application of the 5S and PDCA methods. The 5S method includes seiri (sort) containing rules that require Hijasu administrators to examine or determine files whether it needed or not. Seiton (straighten) requires member of Hijasu to place items and document files in accordance with the predetermined position and rearrange the storage space. Seiso (scrub) requires member of Hijasuu to keep the organization's belongings and work environment to remain clean. Seiketsu (systematize) Hijasu members carry out standardization procedures to maintain the sustainability of the three stages that have been carried out. Shitsuke (standardize) the head of Hijasu in collaboration with head division provide motivational encouragement to members for commitment to complying with the rules of the 5S method. Meanwhile PDCA method includes (plan) to determine the theme of the problem and improvement objectives at the FJU event, as well as (do) process implementation, (check) monitor and measure the process, (act) standardize the improvement of the FJU event. Hence Hijasu members realize that Kaizen is a very good Japanese culture to apply in Hijasu.
3255835822G1B018030AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior) TERHADAP DEGRADASI BIOFILM Porphyromonas gingivalis PENYEBAB PERIODONTITISPorphyromonas gingivalis merupakan bakteri pembentuk biofilm sebagai penyebab utama periodontitis. Terapi obat kumur jangka panjang dapat menyebabkan mukositis bahkan kanker mulut. Potensi antibakteri bunga kecombrang (Etlingera elatior) dapat dikembangkan sebagai alternatif terapi adjuvan periodontitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol bunga kecombrang terhadap degradasi biofilm P. gingivalis. Ekstrak etanol bunga kecombrang yang digunakan pada penelitian ini yaitu konsentrasi 1,56 mg/mL, 3,125 mg/mL, 6,25 mg/mL, 12,5 mg/mL, 25 mg/mL, dan 50 mg/mL. Chlorhexidine gluconate 0,2% digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO 1% digunakan sebagai kontrol negatif. Aktivitas degradasi biofilm P. gingivalis diuji dengan metode microtiter plate assay dengan pewarnaan kristal violet 1% yang dibaca densitas optiknya pada panjang gelombang 450 nm. Data dianalisis dengan one way ANOVA dan Post hoc LSD. Persentase degradasi biofilm P. gingivalis pada ekstrak etanol bunga kecombrang secara berturut-turut adalah 12,47%, 30,56%, 57,12%, 71,36%, dan 74,83%. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p<0,05) antar kelompok perlakuan ekstrak etanol bunga kecombrang, serta antar kelompok perlakuan ekstrak etanol bunga kecombrang dengan DMSO 1% dan chlorhexidine gluconate 0,2%. Konsentrasi optimum ekstrak etanol bunga kecombrang terhadap degradasi biofilm P. gingivalis adalah 25 mg/mL dan menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif chlorhexidine gluconate 0,2% (p>0,05). Simpulan penelitian ini adalah terdapat aktivitas degradasi biofilm P. gingivalis oleh ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera elatior).Porphyromonas gingivalis is bacteria that can form biofilms as the main cause of periodontitis. Mouthwash therapy in long term can cause mucositis and even oral cancer. Antibacterial potential of torch ginger flower (Etlingera elatior) can be developed as an alternative adjuvant therapy for periodontitis. Aims of this research was to determine the effect of torch ginger flower ethanol extract against degradation of P. gingivalis biofilm. This research used ethanolic extract of torch ginger flower with concentrations 1,56 mg/mL, 3,125 mg/mL, 6,25 mg/mL, 12,5 mg/mL, 25 mg/mL, and 50 mg/mL. Chlorhexidine gluconate 0,2% was used as positive control and DMSO 1% was used as negative control. Measurement of P. gingivalis biofilm degradation used microtiter plate assay with crystal violet 1% staining which reads its optical density at wavelength of 450 nm. Data were analyzed by one way ANOVA and Post hoc LSD. The percentage of P. gingivalis biofilm degradation with torch ginger flower ethanol extract sequentially were 12,47%, 30,56%, 57,12%, 71,36%, and 74,83%. The analysis showed that there was a significant difference (p<0,05) between treatment groups torch ginger flower ethanol extract, as well as between torch ginger flower ethanol extract with DMSO 1% and chlorhexidine gluconate 0,2%. Optimum concentration of ethanol extract of torch ginger flower on P. gingivalis biofilm degradation was 25 mg/mL and showed no significant difference with chlorhexidine gluconate 0,2% (p>0,05). Conclusion of this research is torch ginger flower (Etlingera elatior) ethanol extract has P. gingivalis biofilm degradation activity.
3255935811F1A017088Eksistensi Upacara Adat Seren Taun Kelurahan Cigugur Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan Di Era GlobalisasiMasyarakat adat merupakan masyarakat yang dalam kesehariannya memegang teguh ajaran dari leluhur. Globalisasi mempengaruhi berbagai aspek kehidupan di masyarakat adat, seperti yang terjadi pada Upacara Adat Seren Taun yang dilaksanakan oleh Masyarakat Adat Sunda Wiwitan Cigugur Kabupaten Kuningan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi Upacara Adat Seren Taun di era globalisasi dan mengetahui upaya Masyarakat Adat Sunda Wiwitan Cigugur dalam menjaga kebertahanan Upacara Adat Seren Taun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sasaran dalam penelitian ini adalah Masyarakat AKUR Cigugur dengan kriteria yaitu masyarakat adat yang terlibat dalam Upacara Adat Seren Taun dan Girang Pangaping (Pengurus AKUR). Hasil penelitian menunjukan eksistensi Upacara Adat Seren Taun di era globalisasi masih terjaga dengan baik dan masyarakatnya masih melakukan upaya dalam menjaga kebertahanan Upacara Adat Seren Taun. Masyarakat AKUR Sunda Wiwitan Cigugur memegang teguh prinsip Ngindung ka Waktu Ngabapa Ka Zaman yang memiliki makna bahwa Masyarakat AKUR harus senantiasa beradaptasi dengan perubahan zaman. Upacara Adat Seren Taun menjadi tuntunan hidup bagi masyarakatnya, upaya yang dilakukan dalam menjaga kebertahanan Upacara Adat Seren Taun di era globalisasi adalah menanamkan nilai-nilai Seren Taun sejak usia dini. Sinergitas perlu ditingkatkan lagi oleh berbagai pihak dalam mempertahankan Seren Taun di masa yang akan datang.Indigenous peoples are people who in their daily lives adhere to the teachings of their ancestors. Globalization affects various aspects of life in indigenous peoples, as happened at the Seren Taun Traditional Ceremony held by the Sunda Wiwitan Community of Cigugur, Kuningan Regency. This study aims to determine the existence of the Seren Taun Traditional Ceremony in the era of globalization and to find out the efforts of the Sunda Wiwitan Cigugur Indigenous Community in maintaining the survival of the Seren Taun Traditional Ceremony. This research uses descriptive qualitative method. The target in this research is the AKUR community in Cigugur with the criteria of indigenous peoples involved in the Seren Taun and Girang Pangaping ceremonies (AKUR administrators). The results show that the existence of the Seren Taun Traditional Ceremony in the era of globalization is still well maintained and the community is still making efforts to maintain the survival of the Seren Taun Traditional Ceremony. The AKUR Sunda Wiwitan Cigugur community adheres to the principle of Ngindung ka Waktu Ngabapa Ka Zaman which means that the AKUR community must always adapt to changing times. The Seren Taun Traditional Ceremony is a life guide for the community, the efforts made in maintaining the survival of the Seren Taun Traditional Ceremony in the era of globalization are to instill the Seren Taun values from an early age. Synergy needs to be improved by various parties in maintaining Seren Taun in the future.
3256035813H1B016045PENGARUH JUMLAH BAHAN TAMBAH CALCIUM STEARATE PADA KAPASITAS KUAT LENTUR BALOK BETON MUTU 30 MPa DENGAN PORTLAND POZZOLAN CEMENTBalok merupakan elemen struktur yang menahan beban dan menyalurkannya ke kolom. Beban yang bekerja pada balok menimbulkan tegangan tekan dan tarik pada balok. Tegangan tarik yang terjadi ini ditahan oleh tulangan yang terpasang pada balok. Besarnya kapasitas tegangan tarik pada beton dipengaruhi oleh lekatan antara tulangan dan beton. Penulangan pada beton terdiri dari penulangan lentur dan penulangan geser yang memiliki fungsi masing-masing. Penulangan lentur berfungsi untuk menahan pembebanan momen lentur, sedangkan penulangan geser (penulangan sengkang) untuk menahan pembebanan geser yang terjadi pada balok . Calcium stearate ditambahkan ke dalam campuran beton dapat membuat beton bersifat tidak menyerap air atau hydrophobic, sehingga beton sulit ditembus oleh air atau bahan kimia lainnya. Calcium stearate akan bereaksi dengan semen yang akan menghasilkan senyawa yang menyerupai lilin. Beton bertulang yang digunakan adalah balok berukuran (150x100x1000) mm3 dengan baja tulangan utama diameter 16 mm, serta sengkang diameter 8 mm. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi penambahan calcium stearate sebesar 0 kg/m3, 1 kg/m3, 5 kg/m3, dan 10 kg/m3 terhadap nilai kuat lentur serta pola keruntuhan lentur yang terjadi pada balok beton bertulang. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai tegangan lentur rerata untuk setiap penambahan calcium stearate sebesar 0 kg/m3 yaitu 34,151 MPa, 1 kg/m3 yaitu 30,916 MPa, 5 kg/m3 yaitu 25,991 MPa, dan 10 kg/m3 yaitu 27,464 MPa. Disimpulkan secara garis kecenderungan (Trendline) bahwa nilai tegangan lentur akan menurun seiring semakin banyak kadar penambahan calcium stearate. Selain itu, pola keruntuhan yang terjadi adalah keruntuhan geser (web shear crack).Beams are structural elements that support loads and direct them into columns. The load working on the beam generates a compressive and tensile stresses. This tensile stress is held back by the reinforcement attached to the beam. The amount of tensile stress capacity in concrete is affected by the bonding between reinforcement and concrete. In reinforced concrete beams, there are bending reinforcement and shear reinforcement which have their respective functions. The bending reinforcement can function to withstand the load of bending moment, while the shear reinforcement (stirrup reinforcement) is to withstand the shear load that occurs in the beam. Calcium stearate is added to the concrete mixture can make the concrete does not absorb water as known as hydrophobic, which the concrete will difficult to penetrated by water or other chemicals. Calcium stearate will react with cement to produce a wax-like compound. Reinforced concrete that used is beams measuring (150x100x1000) mm3 with reinforcing steel with a diameter of 16 mm, and stirrups with a diameter of 8 mm. This study intends to determine the effect of variations in the addition of calcium stearate was 0 kg/m3,1 kg/m3,5 kg/m3 and 10 kg/m3 to the value of flexural strength and collapse pattern that occurred in reinforced concrete beams. The reasearch results showed that the average value of the bending stress mean for each addition of calcium stearate at 0 kg / m3 it was 34.151 MPa, at 1 kg / m3 it was 30.916 MPa, at 5 kg / m3 it was 25.991 MPa, and 10 kg / m3 it was 27.464 MPa . It can be concluded from a trendline that the bending stress value of reinforced concrete beam will decrease over the moreadded the calcium stearate. In addition, the pattern of collapse that occurs is shear collapse (web shear crack).