Artikelilmiahs

Menampilkan 32.581-32.600 dari 50.013 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3258135832E1A018337ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN TINDAK PIDANA KORPORASI DALAM KONSEP RANCANGAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA (RKUHP)Kejahatan korporasi dari waktu ke waktu mengalami peningkatan, sedangkan peraturan perundang-undangan pidana yang mengatur tentang pertanggungjawaban pidana korporasi itu memiliki bentuk yang beragam, serta upaya pembaharuan hukum pidana dalam hal Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) revisi Tahun 2019 terkait perumusan pertanggungjawaban korporasi dengan melakukan upaya unifikasi hukum terkait pertanggungjawaban pidana. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah pengaturan pertanggungjawaban tindak pidana korporasi dalam berbagai peraturan perundang-undangan yang saat ini berlaku serta pengaturan pertanggungjawaban tindak pidana korporasi dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) revisi tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif yang kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Sumber bahan hukum yang terdapat dalam penelitian ini berasal dari data sekunder yang mencakup bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwasannya dalam berbagai peraturan perundang-undangan terdapat keberagaman dalam pertanggungjawaban pidana korporasi, keberagaman tersebut terdapat dalam teori pertanggungjawaban yang digunakan seperti teori identifikasi, teori strict liability, dan teori vicarious liability, sedangkan dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) revisi Tahun 2019 menganut teori identifikasi. RKUHP revisi Tahun 2019 jika hanya menggunakan teori identifikasi itu tidak cukup, sehingga perlu ada penambahan teori lagi yaitu teori Strict Liability.
Corporate crime from time to time has increased, while the criminal laws and regulations governing corporate criminal liability have various forms, as well as efforts to reform criminal law in terms of the revised 2019 Draft Criminal Code (RKUHP) related to the formulation of liability. corporations by undertaking legal unification efforts related to criminal liability. The main problem in this study is the regulation of corporate criminal liability in various laws and regulations that are currently in force and the regulation of corporate criminal liability in the revised 2019 Draft Criminal Code (RKUHP). The research method used in this study is normative juridical which is then analyzed in a qualitative normative manner. The sources of legal materials contained in this study come from secondary data which includes primary, secondary, and tertiary legal materials with library study data collection methods. Based on the results of this study, it can be seen that in various laws and regulations there is diversity in corporate criminal liability, this diversity is contained in the liability theory used such as identification theory, strict liability theory, and vicarious liability theory, while in the Draft Criminal Code (RKUHP) the 2019 revision adheres to identification theory. The 2019 revised RKUHP if only using identification theory is not enough, so there needs to be another theory added, namely the Strict Liability theory.
3258237842D1A018033PENGARUH PENAMBAHAN WHEY PROTEIN CONCENTRATE TERHADAP VISKOSITAS, SINERESIS DAN WATER HOLDING CAPACITY YOGURT SUSU SAPI SEGARTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan Whey Protein Concentrate (WPC) terhadap viskositas, sineresis dan Water Holding Capacity (WHC) yang merupakan penentu kualitas yogurt. Materi yang digunakan antara lain susu sapi segar sebanyak 5000g, WPC 200g dan starter yogurt 5g. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Penambahan WPC sebanyak 0%, 2%, 4%, 6% dan 8% dari total susu. Variabel yang diukur adalah viskositas, sineresis dan WHC. Data penelitian yang diperoleh dianalisis variansi dan di uji lanjut menggunakan uji orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan WPC berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap viskositas dan sineresis dan berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap WHC. Nilai viskositas antara 453,90 ± 42,44 cP hingga 604,70 ± 54,19 cP, sineresis antara 42,98 ± 4,18% hingga 29,91 ± 1,36%, nilai WHC antara 38,75 ± 2,64% hingga 47,07 ± 5,93%. Kesimpulan, penambahan WPC pada yogurt susu sapi segar mampu meningkatkan viskositas dan WHC serta menurunkan sineresis. Penambahan WPC yang disarankan sebanyak 8% dari total susu sapi yang digunakan untuk membuat yogurt.Purpose of this research is to find out the effect of Whey Protein Concentrate (WPC) addition to viscosity, syneresis, and Water Holding Capacity (WHC) that determine yogurt quality. Material of this research is 5000g of fresh cow’s milk, 200g of WPC and 5g of yogurt starter. This research used Complete Random Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. The additions are 0%, 2%, 4%, 6% and 8% WPC of the total milk. Variables that measured in this research are viscosity, syneresis and WHC. The data that has been collected are analyzed by variance analysis (ANOVA) and further tested with orthogonal polynomial test. Results of this research shows that the addition of WPC are significant of viscosity, syneresis and WHC. Viscosity number are between 453,90 ± 42,44 cP until 604,70 ± 54,19 cP, syneresis between 42,98 ± 4,18% until 29,91 ± 1,36% and WHC between 38,75 ± 2,64% until 47,07 ± 5,93%. Conclusion, the addition of WPC for cow’s milk yogurt could increase the viscosity and WHC value and also decrease the value of syneresis. The recommended level of WPC addition is 8% of the total cow’s milk that used for making yogurt.
3258338059A1A018041KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI KAPULAGA (Elettaria cardamomum) TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA CIBANGKONG KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMASDesa Cibangkong salah satu daerah penghasil kapulaga di Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Produksi kapulaga dapat dijadikan sebagai sumber tambahan pendapatan rumah tangga petani namun produksinya tidak sebanding dengan luas lahan yang ada karena masih kurang maksimal dalam pemeliharaan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan 1) Mengetahui profil usahatani kapulaga di Desa Cibangkong, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, 2) Mengetahui besarnya pendapatan rumah tangga petani kapulaga, 3) Menganalisis biaya dan pendapatan usahatani kapulaga per tahun, 4) Menghitung besarnya kontribusi pendapatan usahatani kapulaga terhadap pendapatan rumah tangga petani. Metode penelitian menggunakan survey dengan teknik teknik simple random sampling diperoleh 40 responden. Pengambilan data dengan wawancara menggunakan kuisioner. Metode analisis yang digunakan yaitu 1). Metode deskriptif, 2). π = TR-TC, 3). Kontribusi = (Pendapatan kapulaga)/(Pendapatan Rumah Tangga) x 100%. Hasil penelitian : 1). Rata-rata luas lahan usahatani kapulaga 0,34 Ha dengan jenis kapulaga lokal dan hibrida. 2). Rata-rata pendapatan rumah tangga per tahun Rp. 11.129.735,15. 3). Rata-rata biaya usahatani kapulaga Rp 5.304.216,85 per hektare dengan rata-rata pendapatan usahatani kapulaga Rp 8.095.785,15 per hektare dan rata-rata pengeluaran rumah tangga per tahun sebesar Rp 11.706.050. 4). Kontribusi usahatani kapulaga sebesar 72,7% (tinggi). Cibangkong Village is one of the cardamom producing areas in Pekuncen District, Banyumas Regency. Cardamom production can be used as an additional source of farmer household income, but the production is not proportional to the existing land area because it is still not optimal in maintenance. This research was conducted with the objectives of 1) Knowing the profile of cardamom farming in Cibangkong Village, Pekuncen District, Banyumas Regency, 2) Knowing the amount of cardamom farmers' household income, 3) Analyzing the costs and income of cardamom farming per year, 4) Calculating the contribution of cardamom farming income on farmer household income. The research method used a survey with a simple random sampling technique obtained 40 respondents. Collecting data by interview using a questionnaire. The analytical method used is 1). Descriptive method, 2). = TR-TC, 3). Contribution = (cardamom income)/(Household income) x 100%. Research results: 1). The average land area for cardamom farming is 0.34 Ha with local and hybrid cardamom types. 2). The average household income per year is Rp. 11.129.735,15. 3). The average cost of cardamom farming is IDR 5,304,216.85 per hectare, with the average income of cardamom farming IDR 8,095,785.15 per hectare and the average household expenditure per year is IDR 11,706,050. 4). The contribution of cardamom farming is 72,7% (high).
3258435837E1A018024PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) KARENA PAILIT DI TENGAH PANDEMI COVID-19Pandemi Covid-19 membuat banyak perusahaan mengalami kondisi pailit. Pailit merupakan salah satu alasan yang dapat digunakan perusahaan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja. Pengaturan mengenai ketenagakerjaan mengalami perkembangan dengan adanya Undang Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang memuat rumusan terbaru mengenai Pemutusan Hubungan Kerja. Berkaitan dengan hal tersebut penulis tertarik untuk melakukan analisa mengenai pengaturan pemutusan hubungan kerja (PHK) karena pailit dengan melakukan komparasi antara Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan mengenai PHK karena pailit dan implikasi hukumnya terhadap pekerja yang terkena PHK pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan analitis (analytical approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Spesifikasi penelitian dalam penelitian ini adalah Deskriptif Analitis.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pengaturan PHK karena Pailit di dalam UU Ketenagakerjaandan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Kerja. Ditemukan fakta normatif bahwa terdapat pengurangan hak yang diberikan kepada pekerja yang terkena PHK karena pailit, yaitu pengurangan pemberian uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) dalam ketentuan Pasal 47 Peraturan Pemerintah Nomor 35 tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat
Pandemic Covid-19 brought many companies into bankruptcy. Bankruptcy is one of the reasons that companies can use to terminate employment. Regulations regarding employment have developed with the existence of Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation which contains the latest formulation regarding Termination of Employment. In this regard, the author is interested in conducting an analysis of the arrangement for termination of employment due to bankruptcy by making a comparison between Law Number 13 of 2003 concerning Manpower and Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation. This study aims to determine and analyse the regulation regarding layoffs due to bankruptcy and its legal implications for workers affected by layoffs after the enactment of Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation.
The research method used is normative juridical with analytical approach and conceptual approach. The research specification in this research is descriptive analytical.
The results of the study show that there are differences in the arrangements for layoffs due to bankruptcy in the Manpower Act and Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation. It was found that there was a normative fact that there was a reduction in the rights granted to workers who were laid off due to bankruptcy, namely a reduction in the provision of severance pay by 0.5 (zero point five) in the provisions of Article 47 of Government Regulation Number 35 of 2021 concerning Work Agreements for Certain Time, Outsourcing, Working Time and Rest Time.


3258535840F1C018090PENGARUH AKUN INSTAGRAM HUMAS DPR RI @EDUKASIPARLEMEN TERHADAP KEPUASAN INFORMASI PEGAWAI SEKRETARIAT JENDERAL DPR RI TENTANG DPR RIInformasi adalah elemen penting dalam suatu organisasi dan sumber daya utama bagi organisasi, informasi dapat tersebar melalui Instagram. Akun Instagram Humas DPR RI @edukasiparlemen menyebarkan informasi tentang DPR RI. Skripsi ini merupakan hasil penelitian yang menggambarkan pengaruh akun Instagram Humas DPR RI @edukasiparlemen terhadap kepuasan informasi pegawai Sekretariat Jenderal DPR RI tentang DPR RI. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui terdapat kepuasan informasi atau tidak terdapat kepuasan informasi yang diperoleh Pegawai Sekretariat Jenderal DPR RI tentang DPR RI dalam akun instagram Humas DPR RI @edukasiparlemen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui metode kuesioner, Subjek penelitian berjumlah 52 orang Pegawai Sekretariat Jenderal DPR RI dengan penentuan sampel menggunakan random sampling didukung dengan rumus slovin. Instrument penelitian terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas dan uji normalitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t yang menggunakan alat bantu hitung SPSS. Hasil penelitian menunjukkan data yang diperoleh tidak signifikan antara motif dan kepuasan. Hasil uji statistik yang diterapkan di penelitian ini diperoleh nilai t jika nilai sig uji t < 0.05 maka Ha diterima, Ho ditolak. Hasil yang di dapat adalah 0.752 > 0.05 maka Ho diterima, Ha ditolak. Merujuk pada hasil analisis statistic uji t maka tidak terdapat pengaruh konten akun Instagram Humas DPR RI @edukasiparlemen terhadap kepuasan informasi Pegawai Sekretariat Jenderal DPR RI tentang DPR RI.Information is an essential element in an organization and a key resource for the organization, and information can be spread through Instagram. Public relation Instagram account of The House of Representatives of the Republic of Indonesia @edukasiparlemen spreading information about the house of representatives of the Republic of Indonesia. This thesis is the result of research that describes the influence of the House of Representatives of the Republic of Indonesia Public Relations Instagram account @edukasiparlemen on the satisfaction of information of employees of the Secretariat General of The House of Representatives of the Republic of Indonesia about The House of Representatives of the Republic of Indonesia. This research was carried out to know whether there is information satisfaction or no satisfaction of information obtained by employees of the Secretariat General of the House of Representatives about the House of Representatives of the Republic of Indonesia in the House of Representatives of the Republic Indonesia Public Relations Instagram account @edukasiparlemen. The research method used is a quantitative research method with data collection techniques through questionnaire methods. The research subjects amounted to 52 employees of the Secretariat General of the House of Representatives of the Republic of Indonesia with the determination of samples using random sampling supported by the slovin formula. Research instruments consist of validity tests, reliability tests and normality tests. The data analysis technique used is a t-test that uses SPSS as a calculation aid. The results showed that the data obtained was not significant between motive and satisfaction. The results of the statistical test applied in this study obtained the value of t if the value of sig t test < 0.05 then Ha is accepted, Ho is rejected. The results obtained are 0.752 > 0.05 then Ho was rejected, Ha received.  Referring to the results of the analysis of the t-test statistics, there is no influence on the content of The House of Representatives of the Republic Indonesia Public Relations Instagram account @edukasiparlemen on the satisfaction of information of employees of the Secretariat General of the House of Representatives toward The House of Representatives of the Republic of Indonesia.
3258637843D1A018028PENGARUH PENAMBAHAN HIDROKOLOID TERHADAP TOTAL ASAM TERTITRASI,pH, DAN TEKSTUR YOGHURT SUSU SAPI FULL FATTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan jenis hidrokoloid yang berbeda (karagenan, pektin, dan selulosa mikrokristal) terhadap Total Asam Tertitrasi (TAT), pH, dan tekstur yoghurt susu sapi full fat. Materi penelitian yang digunakan yaitu 5.000 g UHT full cream, 5 g starter yoghurt kering, jenis hidrokoloid masing-masing 12,5 gram. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu penambahan hidrokoloid berupa karagenan, pektin, dan selulosa mikrokristal masing-masing sebanyak 1%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilakukan uji lanjut BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan hidrokoloid yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap TAT, pH, dan tekstur yoghurt susu sapi full fat. Persentase TAT antara 1,00 ± 0,07% sampai dengan 1,20 ± 0,07%, nilai pH 3,87 ± 0,08 sampai dengan 4,12 ± 0,05, dan tekstur antara 8,99 ± 0,37 mm/dt sampai dengan 39,74±3,99 mm/sdt. Kesimpulan, penambahan karagenan dapat menurunkan TAT, meningkatkan pH dan tekstur yoghurt susu sapi full fat.The purpose of this study was to determine the effect of adding different types of hydrocolloids (carrageenan, pectin, and microcrystalline cellulose) to the Total Titrated Acid (TTA), pH, and texture of full-fat cow's milk yogurt. The research materials used were 5,000 g UHT full cream, 5 g dry yogurt starter, each type of hydrocolloid 12.5 grams. This study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The treatment applied was the addition of 1% hydrocolloid in the form of carrageenan, pectin, and microcrystalline cellulose. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and further HSD test was performed. The results showed that the addition of different hydrocolloids had a very significant effect (P<0.01) on TTA, pH, and texture of full fat cow's milk yogurt. TTA percentage between 1.00 ± 0.07% to 1.20 ± 0.07%, pH value 3.87 ± 0.08 to 4.12 ± 0.05, and texture between 8.99 ± 0.37 mm/s to 39 .74 ± 3.99 mm/s. In conclusion, the addition of carrageenan can reduce TAT, increase the pH and texture of yogurt full fat cow's milk.
3258735839G1A016064KORELASI ANTARA TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN
MUNCULNYA IDE BUNUH DIRI PADA PASIEN
HUMAN IMMUNODEFFICIENCY VIRUS (HIV) POSITIF
DI RSUD BANYUMAS
Kejadian bunuh diri di seluruh dunia mencapai jumlah 800.000 orang setiap tahunnya.
Keinginan untuk bunuh diri dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, diantaranya
yaitu faktor genetik, biologis, psikososial, serta stresor lingkungan. Pasien HIV+
merupakan kelompok yang rentan memiliki ide bunuh diri karena berbagai
permasalahan yang dihadapi mereka, baik dari faktor internal maupun eksternal
berisiko memicu stres yang berkepanjangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui korelasi antara tingkat stres dengan kejadian munculnya ide bunuh diri pada
pasien HIV+ di RSUD Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode analitik
observasional dengan desain cross sectional. Consecutive sampling digunakan sebagai
teknik sampling dengan jumlah sampel sebanyak 36 pasien HIV+. Tingkat stres diukur
dengan kuesioner DASS42 (Depression, Anxiety, and Stress Scale 42) dan ide bunuh diri
diukur menggunakan kuesioner BSSI (Beck Scale of Suicide Ideation). Uji Spearman
digunakan untuk mencari korelasi antar variabel. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa
tingkat stres responden secara umum berkategori normal. Tidak didapatkan adanya
kemunculan ide bunuh diri pada pasien HIV+ di RSUD Banyumas. Korelasi tingkat stres
dengan kemunculan ide bunuh diri yang diperoleh menggunakan uji spearman
menunjukkan p value = 0,515 (p > 0,05) dan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,112 yang
menunjukkan korelasi positif atau searah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak
terdapat korelasi antara tingkat stres dengan kejadian munculnya ide bunuh diri pada
pasien HIV+ di RSUD Banyumas.
The incidence of suicide worldwide reaches 800,000 people every year. The desire to
commit suicide can be influenced by various factors, including genetic, biological,
psychosocial, and environmental stressors. HIV+ patients are a group that is prone to
having suicidal ideation because of the various problems they face, both from internal and
external factors that risk triggering prolonged stress. The purpose of this study was to
determine the correlation between stress levels and the incidence of suicidal ideation in
HIV+ patients in Banyumas Hospital. This study used an observational analytic method
with a cross sectional design. Consecutive sampling was used as a sampling technique with
a total sample of 36 HIV+ patients. Stress levels were measured using the DASS42
questionnaire (Depression, Anxiety, and Stress Scale 42) and suicidal ideation was
measured using the BSSI (Beck Scale of Suicide Ideation) questionnaire. Spearman's test is
used to find correlations between variables. This study found that the respondents' stress
levels is generally categorized as normal. There is no occurrence of suicidal ideation in
HIV+ patients at the Banyumas Hospital. The correlation between stress levels and the
emergence of suicidal ideation obtained using the Spearman test shows p value = 0.515 (p
> 0.05) and the correlation coefficient (r) is 0.112 which indicates a positive or
unidirectional correlation. The conclusion of this study is that there is no correlation
between stress levels and the incidence of suicidal ideation in HIV+ patients in Banyumas
Hospital.
3258835841B1A018065Keragaman dan Infestasi Kutu pada Ayam Kampung (Gallus gallus-domesticus) di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga.Ayam kampung (Gallus gallus-domesticus) merupakan salah satu sumber protein hewani bagi masyarakat berupa daging dan telur. Ayam kampung di daerah pedesaan masih dipelihara secara tradisional dan kurang memperhatikan manajemen kebersihan. Temperatur dan kelembapan yang tinggi di daerah dataran tinggi serta sistem pemeliharaan tradisional dengan manajemen yang kurang baik merupakan salah satu faktor ayam kampung rentan terinfestasi kutu. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Oktober 2021 di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah yang secara geografis terletak di dataran tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman spesies kutu pada ayam kampung dan untuk mengetahui intensitas infestasi kutu pada ayam kampung di Desa Serang. Hasil identifikasi ditemukan 117 kutu yang terdiri dari empat spesies kutu yaitu Menopon gallinae, Menacanthus cornutus, Goniodes dissimilis, dan Lipeurus caponis. Intensitas infestasi Menopon gallinae, Menacanthus cornutus, Goniodes dissimilis, dan Lipeurus caponis, secara berurutan sebesar 3,24; 3; 1; 1,8 atau dalam kategori rendah. Perhitungan indeks keragaman sebesar 0,86 atau dalam kategori rendah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keragaman dan intensitas kutu dalam kategori ringan.Domestic chicken (Gallus gallus-domesticus) is a source of animal protein for the community in the form of meat and eggs. Domestic chickens in rural areas are traditional farm and have poor hygiene management. The highlands have temperatures and humidity that support the lice cycle.Temperature and humidity in highland area as well as tradisional rearing systems with poor management are factors that make domestic chickens susceptible to lice infestation. This research was conducted from April to October 2021 in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency, Central Java, which is located in the highlands. This study aims to determine the diversity of lice species in native chickens and to determine the intensity of lice infestations in native chickens in Serang Village. The identification results found 117 fleas consisting of four species of lice, that is Menopon gallinae, Menacanthus cornutus, Goniodes dissimilis, and Lipeurus caponis. Infestation intensity of Menopon gallinae, Menacanthus cornutus, Goniodes dissimilis, and Lipeurus caponis, respectively, was 3.24; 3; 1; 1.8 or in the low category. The calculation of the diversity index is 0.86 or in the low category. Based on the results of the study, it can be concluded that the diversity and intensity of lice is in the mild category.
3258937844D1A018093PENGARUH PENAMBAHAN WHEY PROTEIN CONCENTRATE TERHADAP VISKOSITAS, SINERESIS DAN WATER HOLDING CAPACITY YOGURT SUSU KAMBINGTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan whey protein concentrate terhadap viskositas, sineresis dan water holding capacity yogurt susu kambing. Materi penelitian yang digunakan antara lain susu kambing 5000 g, starter yogurt 5 g dan whey protein concentrate 200 g. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Penambahan whey protein concentrate sebanyak 0%, 2%, 4%, 6% dan 8%. Variabel yang diukur adalah viskositas (cP), sineresis (%) dan water holding capacity (%). Data penelitian yang diperoleh dianalisis variansi dan di uji lanjut menggunakan uji orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan whey protein concentrate tidak berbeda nyata terhadap viskositas (FHitung<0,05) tetapi berbeda sangat nyata terhadap sineresis dan water holding capacity yogurt susu kambing (FHitung<0,01). Viskositas pada yogurt memiliki rataan 585,22±128.04 cP, sineresis 12,57±1,59% hingga 22,81±1,66% dan water holding capacity 52,06±2,63% hingga 69,63±5,48%. Kesimpulan, penambahan whey protein concentrate pada yogurt susu kambing dapat menurunkan angka sineresis dan meningkatkan nilai water holding capacity yogurt susu kambing, tanpa mempengaruhi viskositas. Penambahan whey protein concentrate disarankan sebanyak 8% (w/w) dari total susu kambing yang digunakan untuk membuat yogurt.The purpose of this study was to determine the effect of adding whey protein concentrate to the viscosity, syneresis and water holding capacity of goat's milk yoghurt. The research materials used included 5000 g of goat's milk, 5 g of starter yoghurt and 200 g of whey protein concentrate. The study was conducted using a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. The addition of whey protein concentrate as much as 0%, 2%, 4%, 6% and 8%. The variables measured were viscosity (cP), syneresis (%) and water holding capacity (%). The research data obtained were analyzed for variance and further tested using the orthogonal polynomial test. The results showed that the addition of whey protein concentrate was not significantly different to the viscosity (FHitung<0.05) but significantly different to the syneresis and water holding capacity of goat's milk yogurt (FHitung<0,01). The viscosity of yogurt has an average of 585,22±128.04 cP, syneresis 12.57±1.59% to 22.81±1.66% and 52.06±2.63% to 69.63±5.48%. In conclusion, the addition of whey protein concentrate to goat's milk yoghurt can reduce the syneresis rate and increase the water holding capacity value of goat's milk yogurt, without affecting the viscosity. The addition of whey protein concentrate is recommended as much as 8% (w/w) of the total goat milk used to make yoghurt.
3259038194F1D016060POLITIK ANGGARAN DI DESA
(Politik Pendistribusian Anggaran Pada Pelaksanaan Program Pengentasan Kemiskinan di Desa Dermaji)
RINGKASAN
Desa menjadi sebuah struktur penting dalam sebuah negara terutama dalam hal desentralisasi, karena desa menjadi sebuah faktor utama dalam perkembangan ekonomi nasional. Artinya tidak akan ada entitas-entitas yang lebih besar, jika jika tidak ada desa dan tidak ada kemajuan-kemajuan signifikan, jika desa ditinggalkan. Begitupun perkembangan studi yang spesifik politik anggaran. Anggaran menjadi sebuah aspek penting untuk perencanaan dan pengendalian program. Jika distribusi yang dilaksanakan tidak tepat maka pelaksanaan program pembangunan akan berjalan kurang maksimal. Desa Dermaji menjadi salah satu di Kabupaten Banyumas yang terus berupaya dalam peningkatan kapasitas pembangunan desa dan pengentasan kemiskinan. Tentunya hal ini juga tidak lepas dari upaya pemerintah desa dan Kepala Desa Dermaji yang sudah menjabat selama 3 Periode. Dalam pelaksanaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tentunya harus banyak alokasi anggaran yang yang diturunkan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi. Selain itu pelaksanaan distribusi tersebut juga harus berjalan secara merata.

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendistribusian anggaran pada pelaksanaan program pengentasan kemiskinan di Desa Dermaji masih belum berjalan secara maksimal. Sebagian wilayah dari Desa Dermaji belum merasakan dampak dari adanya distribusi anggaran untuk program pengentasan kemiskinan terutama dalam akses pembangunan infrastruktur.

Desa Dermaji memiliki jumlah penduduk 344.402 jiwa dengan jumlah 105.620 kepala keluarga dengan rincian laki – laki 174.880 jiwa dan perempuan 169.138 jiwa. Mayoritas dari penduduk Desa Dermaji adalah lulusan Sekolah Dasar dan mayoritas bermata pencaharian petani. Berdasarkan hal tersebut bisa dikatakan bahwa tingkat kemiskinan di Desa Dermaji masih cukup tinggi. Dalam upaya pengentasan kemiskinan, pemerintah desa melakukaan distribusi anggaran untuk pembenahan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Namun dalam hal ini distribusi anggaran tersebut masih belum bisa dikatakan tepat sasaran karena pembangunan hanya dilakukan di sebagian wilayah saja. hal ini menjadi bukti upaya pemerintah desa dan Kepala Desa Dermaji yang sudah menjabat selama 3 periode belum mampu untuk mengupayakan alokasi anggaran secara maksimal untuk pembangunan desa yang merata.
SUMMARY

Villages become an important structure in a country, especially in terms of decentralization, because villages are a major factor in the development of the national economy. This means that there will be no larger entities, if there is no village and no significant progress, if the village is abandoned. Likewise, the development of specific studies of budgetary politics. Budget is an important aspect for program planning and control. If the distribution carried out is not appropriate, the implementation of the development program will run less than optimally. Dermaji Village is one of the banyumas regencies that continues to strive in increasing the capacity of village development and poverty alleviation. Of course, this is also inseparable from the efforts of the village government and the Head of Dermaji Village who has served for 3 periods. In the implementation of development and economic growth, of course, there must be a lot of budget allocations that are lowered to support economic growth. In addition, the implementation of the distribution must also run evenly.

This research uses qualitative research using a case study approach, the results of this study show that the distribution of budgets in the implementation of poverty alleviation programs in Dermaji Village is still not running optimally. Some areas of Dermaji Village have not felt the impact of the distribution of budgets for poverty alleviation programs, especially in access to infrastructure development.

Dermaji village has a population of 344,402 people with a total of 105,620 households with 174,880 males and 169,138 females. The majority of the residents of Dermaji Village are elementary school graduates and the majority are farmers. Based on this, it can be said that the poverty rate in Dermaji Village is still quite high. In an effort to alleviate poverty, the village government carried out budget distribution for infrastructure improvement and community empowerment. However, in this case, the distribution of the budget still cannot be said to be right on target because development is only carried out in part of the region. this is proof that the efforts of the village government and the Head of Dermaji Village who have served for 3 periods have not been able to strive for maximum budget allocation for equitable village development.
3259135842B1A017096OPTIMASI AKTIVITAS KITINASE ISOLAT ASAL SEDIMEN MANGROVE PANTAI LOGENDING BERDASARKAN pH DAN SUHUKitin adalah polimer paling melimpah di dunia kedua setelah selulosa yang tersusun oleh monomer β-1,4-N-asetil-D-glukosamin (GlcNac), merupakan polisakarida putih, keras, tidak elastis dan secara alami terdapat sebagai penyusun cangkang krustasea. Kitinase merupakan enzim hidrolitik yang dapat memecah kitin menjadi mono- dan oligomernya seperti N-asetiglukosamin. Bakteri kitinolitik diketahui terdapat di daerah pesisir dan berperan dalam penguraian kitin yang sejumlah besar berasal dari cangkang krustasea. Aktivitas enzim kitinase dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya suhu dan pH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH dan suhu optimum dari kitinase kasar yang dihasilkan. Penelitian  dengan metode survei dilakukan pada tahap penapisan, seleksi isolat yang memiliki indeks kitinolitik tertinggi dan identifikasi bakteri. Metode penelitian secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengetahui optimasi kitinase kasar dengan mengujinya pada berbagai variasi pH dan suhu. Variabel bebas berupa pH dan suhu dan variable tergantung berupa aktivitas kitinase. Paramater utama yang diukur yaitu aktivitas kitinase sedangkan parameter pendukungnya adalah indeks kitinolitik, jumlah sel bakteri, dan karakteristik isolat. Penapisan bakteri kitinolitik terhadap 10 isolat menunjukkan bahwa LG-6 merupakan bakteri kitinolitik dengan indeks kitinolitik tertinggi yakni 0,5. Produksi kitinase tertinggi pada lama inkubasi 6 hari yang dihasilkan oleh jumlah sel bakteri 1,005 x 1016 sel/ml. Aktivitas enzim kitinase kasar isolat LG-6 optimal pada pH 7 (0,553 U/mL) dan suhu 37°C (0,693 U/mL). Isolat LG-6 diduga termasuk ke dalam genus Enterococcus.Chitin is the second most abundant polymer in the world after cellulose which is composed of the monomer β-1,4-N-acetyl-D-glucosamine (GlcNac). Chitin is a white, hard, inelastic polysaccharide that naturally occurs as a constituent of crustacean shells. Chitinase is a hydrolytic enzyme that can break down chitin into mono- and its oligomers such as N-acetylglucosamine. Chitinolytic bacteria are known to be found in coastal areas and play a role in the decomposition of chitin, which in large quantities comes from crustacean shells. Chitinase enzyme activity can be influenced by several factors, including temperature and pH. This study aims to determine the optimum pH and temperature of the crude chitinase produced. Research by survey method will be carried out for screening, selection of isolates with the highest chinolytic index and identification of the bacteria. The experimental research method used a Completely Randomized Design (CRD) to determine the optimization of crude chitinase by testing it at various pH and temperature. The independent variables are pH and temperature and the dependent variable is chitinase activity. The main parameter measured were chitinase activity, while the supporting parameters were chitinolytic index, bacterial cell count, and isolate characteristics. Screening of chitinolytic bacteria on 10 isolates showed that LG-6 was a chitinolytic bacteria with the highest chitinolytic index of 0.5. The highest chitinase production was at 6 days of incubation which was produced by the number of bacterial cells 1,005 x 1016 cells/ml. The crude chitinase enzyme activity of LG-6 isolate was optimal at pH 7 (0.553 U/mL) and 37°C (0.693 U/mL). LG-6 isolate was thought to belong to the genus Enterococcus.
3259235843G1A016107Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Infeksi Menular Seksual dan Keputihan dengan Perilaku Personal Hygiene pada Siswi SMAN 1 Bojong Kabupaten Tegal Risiko penularan IMS tergolong tinggi pada populasi remaja, termasuk siswi SMA. Kasus IMS dapat dicegah dengan mengubah perilaku yang merupakan respon dari hasil pengetahuan yang didapatkan. Laporan menyebutkan bahwa remaja di Indonesia masih memiliki pengetahuan terkait kesehatan genitalia yang rendah. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara pengetahuan IMS dan keputihan terhadap personal hygiene siswi SMAN 1 Bojong. Penelitian observasional analitik ini menggunakan rancangan studi potong lintang terhadap siswi SMAN 1 Bojong Tegal kelas XII pada Tahun Ajaran 2020-2021. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Variabel tingkat pengetahuan dan personal hygiene diidentifikasi menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis univariat menjabarkan distribusi frekuensi relatif masing-masing variabel. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan alternatif fisher dengan taraf signifikansi 0,05. Sebanyak 88 siswi berpartisipasi dalam penelitian ini. Terdapat 61 siswi (69,3%) yang tergolong ke dalam personal hygiene baik. Sebanyak masing-masing 52 (59,1%) siswi memiliki tingkat pengetahuan IMS rendah-sedang, sementara 36 (40,9%) siswi memiliki pengetahuan yang tinggi. Sebanyak 51 (58%) siswi memiliki pengetahuan keputihan yang rendah hingga sedang, dan tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 37 (42%). Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan IMS terhadap perilaku personal hygiene (p=0,033) dan hubungan yang tidak bermakna antara pengetahuan keputihan dengan personal hygiene (p=0,389). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan infeksi menular seksual terhadap perilaku personal hygiene dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuai terkait keputihan terhadap perilaku personal hygiene pada siswi SMAN 1 Bojong Tegal.The risk of STI transmission is high in the adolescent population, including high school students. STI cases can be prevented by changing behavior which is a response to the knowledge gained. The report states that adolescents in Indonesia still have low knowledge of genital health. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge of STIs and vaginal discharge on the personal hygiene of SMAN 1 Bojong students. This analytic observational study used a cross-sectional study design for class XII students of SMAN 1 Bojong Tegal in the 2020-2021 Academic Year. Sampling was done by purposive sampling. The variable level of knowledge and personal hygiene was identified using a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Univariate analysis describes the relative frequency distribution of each variable. Bivariate analysis using chi-square test with Fisher's alternative with a significance level of 0.05. A total of 88 female students participated in this study. There are 61 students (69.3%) who belong to good personal hygiene. A total of 52 (59.1%) students each had a low-moderate level of STI knowledge, while 36 (40.9%) students had a high level of knowledge. A total of 51 (58%) female students had low to moderate knowledge of vaginal discharge, and 37 (42%). There was a significant relationship between the level of knowledge of STIs on personal hygiene behavior (p=0.033) and a non-significant relationship between knowledge of vaginal discharge and personal hygiene (p=0.389). It can be concluded that there is a relationship between knowledge of sexually transmitted infections and personal hygiene behavior and there is no relationship between knowledge related to vaginal discharge and personal hygiene behavior in SMAN 1 Bojong Tegal students.
3259335844A1A017047Analisis Tingkat Kepuasan Pengunjung Agrowisata Waras Farm di Kelurahan Cikerai Kecamatan Cibeber Kota Cilegon BantenSalah satu upaya peningkatan manfaat serta potensi sumber daya yang dimiliki oleh suatu wilayah adalah dengan melakukan diversifikasi usaha pertanian yang menggabungkan sektor pertanian dan sektor pariwisata yang biasa disebut agrowisata. Waras Farm merupakan agrowisata di Kota Cilegon yang bergerak menjalankan usahanya di bidang wisata, kuliner, dan edukasi. Jumlah pengunjung yang belum memenuhi target serta masih adanya beberapa keluhan pengunjung membuat Agrowisata Waras Farm membutuhkan informasi mengenai kepuasan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan atribut kualitas pelayanan Agrowisata Waras Farm yang harus diperbaiki dan dikembangkan, serta menganalisis tingkat kepuasan pengunjung terhadap kualitas pelayanan di Agrowisata Waras Farm. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Metode pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik accidental sampling. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 80 responden yang ditentukan menggunakan rumus linear time function. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis uji instrumen penelitian menggunakan uji validitas dan reliabilitas, analisis deskriptif, importance performance analysis (IPA), dan customer satisfaction index (CSI). Hasil analisis IPA dan diagram kartesius menunjukkan bahwa atribut yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki yaitu akses transportasi, ketersediaan handsanitizer di lokasi-lokasi yang strategis, kewajiban memakai masker ketika berada di kawasan Agrowisata Waras Farm, dan pengecekan suhu tubuh pengunjung yang masuk oleh karyawan. Nilai CSI yang diperoleh sebesar 79,60% bermakna bahwa secara keseluruhan pengunjung merasa puas terhadap kualitas pelayanan di Agrowisata Waras Farm.One of the efforts to increase the benefits and potential of resources owned by a region is to diversify agricultural businesses that combine the agricultural sector and the tourism sector which is commonly called agrotourism. Waras Farm is an agrotourism in Cilegon City which is engaged in running its business in the fields of tourism, culinary, and education. The number of visitors who have not met the target and there are still some visitor complaints make Agrowisata Waras Farm need information about visitor satisfaction. This research aims to determine the service quality attributes of Agrowisata Waras Farm that must be improved and developed, as well as to analyze the level of visitor satisfaction with service quality at Agrowisata Waras Farm. The research method used is a case study. The sampling method used non-probability sampling method with accidental sampling technique. Total samples in this research were 80 respondents who were calculated using the linear time function formula. The data analysis method used is the analysis of the data instrument research using validity and reliability tests, descriptive analysis, importance performance analysis (IPA), and customer satisfaction index (CSI). The results of the IPA analysis and cartesian diagrams show that the attributes that are the main priority for improvement are transportation access, the availability of handsanitizer in strategic locations, the obligation to wear masks when in the Agrowisata Waras Farm area, and checking the body temperature of incoming visitors by employees. The CSI value obtained is 79.60%, which means that overall visitors are satisfied with the quality of service at Agrowisata Waras Farm.
3259435845I1D017040SIFAT ORGANOLEPTIK DAN KANDUNGAN ANTOSIANIN MINUMAN FUNGSIONAL EKSTRAK SECANG DAN BERAS HITAM BERBASIS NIRA KELAPA SEBAGAI MINUMAN SUMBER ANTIOKSIDANPaparan radikal bebas yang berasal dari polutan lingkungan dapat meningkatkan stress oksidatif yang berdampak pada perkembangan berbagai penyakit degeneratif. Untuk itu perlu asupan antioksidan yang memadai. Pengembangan minuman fungsional dengan penambahan antioksidan dari bahan alami seperti kayu secang dan beras hitam merupakan salah satu alternative untuk menyediakan pangan sumber antioksidan. Jenis ekstrak dan jumlah penambahannya akan berpengaruh terhadap kadar antosiain dan sensori produk. Tujuan penelitian: 1) Mengetahui pengaruh jenis ekstrak dan jumlah penambahannya terhadap aspek sensori minuman fungsional. 2) Mengetahui pengaruh jenis ekstrak dan jumlah penambahannya terhadap kadar antosianin minuman fungsional. 3) Mengetahui formulasi terbaik produk minuman fungsional berdasarkan aspek sensori dan kadar antosianin. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari dua faktor, yaitu: 1) jenis ekstrak/J (kayu secang dan beras hitam) dan 2) konsentrasi atau jumlah penambahan ekstrak/K (15%, 20%, dan 25%). Parameter yang diamati yaitu total antosianin, total padatan terlarut, viskositas serta sensori produk. Analisis data menggunakan Anova dan Friedman dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak beras hitam memiliki total kandungan antosianin lebih tinggi dibandingkan penambahan ekstrak secang. Selain itu, semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang ditambahkan, total kandungan antosianin semakin meningkat. Penambahan ekstrak dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 15%, 20%, dan 25% menghasilkan minuman fungsional yang disukai secara sensori oleh panelis. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang ditambahkan cenderung meningkatkan kesukaan panelis terhadap minuman fungsional. Perlakuan terbaik berdasarkan uji indeks efektivitas yaitu minuman fungsional dengan penambahan ekstrak beras hitam dengan konsentrasi 25% dengan total kandungan antosianin 50,03 mg/L, total padatan terlarut 65,50Brix, viskositas 3,7, aroma agak disukai (2,68), rasa agak disukai (3,28), flavor agak disukai (3,4), dan secara keseluruhan agak disukai (3,44). Exprosure of free radicals from environmental pollutants can increase oxidative stress which has an impact on the development of various degenerative diseases. Therefore, we need adequate intake of antioxidants. The development of functional drinks with the addition of antioxidants from natural ingredients such as secang wood and black rice is one alternative to provide food sources of antioxidants. The type of extract and the amount of its addition will affect the anthocyanin and sensory of this product. This study aims to: 1) Determine the effect of the type of extract and the amount of its addition on the sensory aspects of functional drinks based on coconut sap. 2) Knowing the effect of the type of extract and the amount of its addition on the anthocyanin levels of functional drinks based on coconut sap. 3) Knowing the best formulation of functional drink products based on coconut sap based on sensory aspects. This research was conducted experimentally using a Randomized Block Design method which consisted of two factors, the first factor was the type of extract/J (secang wood and black rice) and the second factor was the concentration of the addition of the extract/K (15%, 20%, and 25%). Data analysis using Anova and Friedman followed by DMRT test. The results showed that the addition of black rice extract had a higher total anthocyanin content than the addition of secang extract. In addition the higher the concentration of the extract added, the higher the total anthocyanin content. Adding extracts with various extract concentrations of 15%, 20%, and 25% resulted in a functional drink that was sensorial favored by the panelists. The higher the concentration of the added extract tends to increase the panelists' preference for functional drinks. The best treatment based on the effectiveness indext test was functional drink with the addition of black rice extract with the concentration of 25% with a total anthocyanin content of 50.03 mg/L, total soluble solids 65.50 Brix, viscosity 3.7, slightly favorable aroma (2.68 ), the taste was moderately favorable (3.28), the taste was somewhat favorable (3.4), and overall somewhat favored (3.44).
3259537845D1A018070PENGARUH PENAMBAHAN WHEY PROTEIN CONCENTRATE TERHADAP VISKOSITAS, SINERESIS DAN WATER HOLDING CAPACITY YOGURT SUSU SAPI RENDAH LEMAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dan taraf terbaik penambahan WPC terhadap viskositas, sineresis dan WHC yogurt susu sapi rendah lemak. Materi penelitian yang digunakan antara lain susu sapi rendah lemak 5.000 g, WPC 200 g dan starter yogurt 5 g. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Penambahan WPC sebanyak 0%, 2%, 4%, 6% dan 8% dari total susu. Variabel yang diukur dalam penelitian adalah viskositas (cP), sineresis (%) dan WHC (%) pada yogurt susu sapi rendah lemak. Data penelitian yang diperoleh dianalisis variansi dan di uji lanjut menggunakan uji orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan WPC berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap viskositas, sineresis dan WHC yogurt susu sapi rendah lemak. Nilai viskositas berkisar antara 158,90 ± 9,22 cP sampai dengan 193,10 ± 9,62 cP, nilai sineresis berkisar antara 33,82 ± 1,22% sampai dengan 24,89 ± 1,38%, nilai WHC berkisar antara 35,86 ± 1,11% sampai dengan 40,46 ± 1,33%. Penambahan WPC dengan peningkatan persentase dapat meningkatkan viskositas, menurunkan sineresis dan meningkatkan WHC yogurt susu sapi rendah lemak. Penambahan WPC terbaik untuk meningkatkan kualitas dari yogurt susu sapi rendah lemak yaitu sebanyak 8% dari total susu yang digunakan.This study aims to study the effect and the best level of addition of WPC on the viscosity, syneresis and WHC of low-fat cow's milk yogurt. The research materials used included 5,000 g of low-fat cow's milk, 200 g of WPC and 5 g of starter yogurt. The study was carried out using a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. The addition of WPC was 0%, 2%, 4%, 6% and 8% of the total milk. The variables measured in this study were viscosity (cP), syneresis (%) and WHC (%) in low-fat cow's milk yogurt. The research data obtained were analyzed for variance and further tested using the orthogonal polynomial test. The results showed that the addition of WPC had a very significant effect (P < 0.01) on the viscosity, syneresis and WHC of low-fat cow's milk yogurt. Viscosity values ranged from 158.90 ± 9.22 cP to 193.10 ± 9.62 cP, syneresis values ranged from 33.82 ± 1.22% to 24.89 ± 1.38%, WHC values ranged from 35.86 ± 1.11% to 40.46 ± 1.33%. The addition of WPC with increasing percentage can increase viscosity, decrease syneresis and increase WHC of low-fat cow's milk yogurt. The best addition of WPC to improve the quality of low-fat cow's milk yogurt is as much as 8% of the total milk used.
3259635847J1A015059THE TRANSLATION STRATEGY AND ACCEPTABILITY OF ASTRONAUTIC REGISTERS IN ANDY WEIR’S THE MARTIAN NOVELPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerjemahan yang digunakan untuk menerjemahkan register astronotika di The Martian, serta aspek keberterimaan produk terjemahan tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strategi penerjemahan oleh Baker (2018) dan keberterimaan sebagai salah satu model Penilaian Kualitas Terjemahan yang dikemukakan oleh Nababan (2012). Data penelitian ini adalah 74 register astronotika yang ditemukan di The Martian dan The Martian – Si Penghuni Mars, berupa kata dan frasa. Untuk menjawab rumusan masalah, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dan total sampling. Kuesioner yang berisi masukan dari responden juga menjadi pertimbangan dalam menganalisis penelitian ini. Menurut hasil analisis, 6 strategi penerjemahan telah diterapkan di semua data. Strategi tersebut terdiri dari translation by a more general word (12%), translation by a more neutral or less expressive word (22%), translation by loan word and loan word plus explanation (17%), translation by paraphrase using related words (31%), translation by paraphrase using unrelated words (15%), translation by omission (3%). Hasil ini menyiratkan bahwa sebagian besar register dalam The Martian sebenarnya memiliki padanan yang mirip di BSa (Bahasa Sasaran), tetapi bentuknya harus dimodifikasi di BSa untuk menangkap konsep atau ide utamanya. Selain itu, sebagian besar aspek keberterimaan dari semua data dikategorikan sebagai berterima dengan presentase 58%, 35% dari data dianggap kurang berterima, dan 7% dari data dianggap tidak berterima. Hasil ini menunjukkan bahwa masih banyak terjemahan yang gagal menangkap makna register yang dimaksud, tidak bernuansa istilah teknis, dan terdengar tidak alamiah di BSa. Masalah-masalah ini sebagian besar disebabkan karena penerjemah tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai register astronautik. Sebagai saran, penerjemah novel ini sebaiknya meningkatkan keahliannya sebelum menerjemahkan novel atau karya yang mengandung banyak register, sementara itu penelitian serupa selanjutnya dapat menerapkan teori penilaian atau metode penerjemahan lain untuk menganalisis register di bidang lain, terutama yang berhubungan dengan istilah teknis.This research aims to analyze the translation strategy used to translate the astronautic register in The Martian, as well as the acceptability aspect of that particular product of translation. The theories applied in conducting this research are the translation strategy theory by Baker (2018) and the acceptability as one of the Translation Quality Assessment proposed by Nababan (2012). The data of this research are 74 astronautic registers found in The Martian and The Martian – Si Penghuni Mars, in the form of words and phrases. In order to answer the research questions, researcher used the descriptive qualitative method and total sampling. A questionnaire with inputs from the respondents is also put into consideration in analyzing this research. Conforming to the result of the analysis, 6 translation strategies are implemented in all the data. They consist of translation by a more general word (12%), translation by a more neutral or less expressive word (22%), translation by loan word and loan word plus explanation (17%), translation by paraphrase using related words (31%), translation by paraphrase using unrelated words (15%), translation by omission (3%). This result implied that most of the registers in The Martian actually has a similar equivalent in the TL, but the form has to be modified in the TL in order to capture the main concept or idea. Furthermore, the acceptability aspect of the data is predominantly acceptable by 58% of the data, 35% of the data are less acceptable, and 7% of the data are unacceptable. This result shows that there are still a high number of translations that fail to capture the intended meaning of the registers, bear no nuance as a technical term, and sound unnatural in the TL. These problems are mostly caused by the fact that the translator does not have enough knowledge regarding astronautic registers. As suggestions, the translator of this novel should improve their expertise before translating novel or works that contain a high number of registers, meanwhile further similar research can implement other theory of assessment or translation methods which analyze register in other fields, especially those that deal with technical terms.
3259737846D1A018008PENGARUH PENAMBAHAN HIDROKOLOID TERHADAP SINERESIS DAN WATER HOLDING CAPACITY YOGHURT SUSU SAPI FULL FATTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan hidrokoloid dan jenis hidrokoloid yang paling optimal terhadap sineresis dan Water Holding Capacity (WHC). Materi penelitian yang digunakan antara lain susu sapi full fat 5000 gr, hidrokoloid berupa karagenan, pektin dan Mycrocristalline celluloce (MCC) masing-masing 12,5 gr dan starter kering 5 gr. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Variabel yang diukur adalah sineresis (%) dan WHC (%). Data penelitian yang diperoleh dari analisis variansi diuji lanjut dengan menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan hidrokoloid pada yoghurt susu sapi full fat berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap sineresis dan WHC. Nilai sineresis antara 5,45±0,49% sampai dengan 35,91±0,30% dan nilai WHC antara 53,28±3,48% sampai dengan 81,69±1,29%. Kesimpulan penambahan hidrokoloid berupa karagenan, pektin dan MCC pada yoghurt susu sapi full fat dapat menurunkan sineresis. Penambahan hidrokoloid berupa karagenan dan pektin pada yoghurt susu sapi full fat dapat meningkatkan WHC, kecuali MCC.The purpose of this study was to determine the effect of the addition of hydrocolloid and the most optimal type of hydrocolloid on syneresis and Water Holding Capacity (WHC). The materials used on this study are 5000 gr of full fat cow’s milk, hydrocolloid in the form of carrageenan, pectin and Mycrocristalline celluloce (MCC) each 12,5 gr and dry starter 5 gr. The study was conducted using a Completely Randimozed Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The variables measured were syneresis (%) and WHC (%). The research data obtained from the analysis of variance were further tested using Tukey honest significant difference test (HSD). The results of the analysis of variance showed that the addition of hydrocolloid in full fat cow’s milk yoghurt had a very significant effect (P<0,01) on syneresis and WHC. The syneresis value was between 5,45±0,49% to 35,91±0,30% and the WHC value was between 53,28±3,48% to 81,69±1,29%. In conclusion, the addition of hydrocolloid in the form of carrageenan, pectin and MCC in full fat cow’s milk yoghurt can reduce syneresis. The addition of hydrocolloid in the form of carrageenan, pectin and MCC to full fat cow’s milk yoghurt can increase WHC, except for MCC.
3259835849J1E015023Using Sarah Cunningham’s Cutting Edge E-Book as Supplement Materials to Teach Vocabulary for the Seventh Grade Students at SMP Negeri 3 Purwokerto in the Academic Year of 2020/2021 ABSTRAK

Rainatama, Fachrana Nandya. 2022. ”Penggunaan Buku Elektronik Cutting Edge karya Sarah Cunningham sebagai Materi Tambahan untuk Mengajar Kosa Kata pada Siswa Kelas Tujuh SMP Negeri 3 Purwokerto Tahun Ajar 2020/2021”. Skripsi. Pembimbing 1: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum., Pembimbing 2: Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd., Penguji: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Pendidikan Bahasa, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan buku elektronik cutting edge karya Sarah Cunningham dapat membantu para siswa atau tidak untuk mempelajari kosa kata pada siswa kelas tujuh SMP Negeri 3 Purwokerto. Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari tahu bahwa buku elektronik cutting edge dapat membantu siswa dalam mempelajari kosa kata.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 3 Purwokerto. Subjeknya adalah siswa kelas VII E tahun akademis 2020/2021. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah pra-tes dan pasca-tes. Data dari pra-tes dan pasca-tes dianalisis secara statistik menggunakan SPSS 25.

Hasil tes hipotesis menentukan bahwa hipotesis alternative (Ha) menyatakan bahwa menggunakan buku elektronik cutting edge membantu siswa dalam mempelajari kosa kata adalah diterima dan hipotesis null (Ho) menyatakan bahwa menggunakan buku elektronik cutting edge tidak membantu siswa dalam mempelajari kosa kata adalah ditolak. Pada hasil penelitian ditemukan bahwa ada perbedaan signifikan antara pra-tes dan pasca-tes. Nilai rata-rata ujian pra-tes adalah 72,39 dan nilai rata-rata pasca-tes adalah 85,17. Ttest dari derajat kebebasan dengan signifikan 5% adalah 1.669 dan hasil dari tobserved adalah 1.673. Ini menunjukkan bahwa tobserved lebih besar daripada ttest. Peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan buku elektronik cutting edge karya Sarah Cunningham dapat membantu para siswa untuk mempelajari kosa kata pada siswa kelas tujuh SMP Negeri 3 Purwokerto.

Kata kunci: Kuantitatif Penelitian, Buku Elektronik Cutting Edge, Kosa Kata
ABSTRACT
Rainatama, Fachrana Nandya. 2022. ”Using Sarah Cunningham’s Cutting Edge E-Book as Supplement Materials to Teach Vocabulary for the Seventh Grade Students at SMP Negeri 3 Purwokerto in the Academic Year of 2020/2021”. Thesis. Supervisor 1: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum., Supervisor 2: Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd., Examiner: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd. Ministry of Research, Technology, and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Language Education Department, English Education Study Program, Purwokerto.

The objective of this research was to know whether the using of Sarah Cunningham’s Cutting Edge e-book can help students or not to learn vocabulary at the seventh grade of SMP Negeri 3 Purwokerto. This research was aimed to find out that the cutting edge e-book can help students in learning vocabulary.

The method use in this research was quantitative research. It was conducted in SMP Negeri 3 Purwokerto. The subject was the students of VII E in the academic year of 2020/2021. The techniques used in collecting the data were pre-test and post-test. The data from pre-test and post-test were analyzed statistically using SPSS 25.

The result of testing hypothesis determined that the alternative hypothesis (Ha) stated that using Cutting Edge e-book help the students in learning vocabulary is accepted and the null hypothesis (Ho) stated that using Cutting Edge e-book do not help the students in learning vocabulary is rejected. The result of the research was found that there is a significant difference between pre-test and post-test. The pre-test mean score was 72.39 and the post-test mean score was 85.17. The ttest of degree freedom significance 5% was 1.669 and the result of tobserved was 1.673. It showed that tobserved was higher than ttest. The researcher concluded that the using of Sarah Cunningham’s Cutting Edge E-book help the students at the seventh grade of SMP Negeri 3 Purwokerto in learning vocabulary.
3259935834J1E015035The Use of Story Mapping Technique in Teaching Reading Comprehension of Narrative Text at Eight Grade Students in SMPN 3 Purwokerto. (A Descriptive Qualitative Research at Eight Grade Students of SMPN 3 Purwokerto during COVID-19 Pandemic 2021 Academic Year 2021/2022)Latar belakang dari penelitian ini adalah adanya masalah bahwa kebanyakan guru masih bergantung pada buku teks untuk mengajar siswa dalam pemahaman bacaan teks naratif. Oleh karena itu, peneliti mengajukan story map sebagai media pembelajaran untuk mengajarkan membaca dan memahami teks naratif tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bagaimana proses penggunaan story map dalam pengajaran pemahaman bacaan teks naratif pada siswa kelas delapan di SMPN 3 Purwokerto, (2) untuk mengetahui bagaimana respon siswa terhadap penggunaan media story map untuk mengajarkan pemahaman bacaan pada teks naratif. dan (3) untuk mengetahui masalah pada siswa dalam penggunaan story map dalam pembelajaran pemahaman bacaan teks naratif.
Metode dalam penelitian ini adalah penelitian deskripsi kualitatif. Data di dapat melalui observasi, kuesioner siswa, dan wawancara terhadap siswa. Data tersebut di tulis dalam bentuk deskripsi dan grafik. Dalam menganalisa data, peneliti menyeleksi dan menampilkan data yang terkait dengan tujuan penelitian. Data disajikan melalui penjelasan deskriptif.
Hasil dari penelitian ini adalah (1) penggunaan Story Map sebagai media pengajaran menulis teks naratif sukses digunakan oleh guru dalam pembelajaran pemahaman bacaan teks naratif. (2) siswa tertarik dalam menggunakan peta cerita sebagai media pengajaran pemahaman bacaan teks naratif dengan rata-rata skor yang diperoleh oleh siswa adalah 80, (3) Terdapat dua masalah utama dalam pembelajaran pemahaman bacaan teks naratif melalui media story map yaitu; rendahnya kemampuan kosa-kata dalam Bahasa Inggris; dan siswa tidak dapat memahami konteks pada cerita.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa story map sukses digunakan dan ini membantu siswa dalam beberapa aspek membaca. Siswa juga mengakui hal ini sangat menyenangkan dan memudahkan mereka dalam belajar teks naratif melalui media ini.
The background of the research was based on the problem that many teachers still depend on the text book to teach students in teaching reading comprehension of narrative text. The objectives of this study are (1) to find out the way story mapping Technique is used by eight grade students of SMP N 3 Purwokerto, (2) to know the students’ responses toward use of story mapping technique in teaching reading comprehension of narrative text and (3) to find out students’ problems in the use of story mapping technique in learning reading comprehension of narrative text.
The method of the research was descriptive qualitative study. Data were obtained through observation, students’ questionnaire, and students’ interview. The data from those techniques were written in the form of detail description and charts. In analyzing the data, researcher selected and displayed the data related to the research objectives. The data were presented through descriptive explanation.

The results of this research are (1) the use of story map as a media in teaching reading narrative text was successfully used by the teacher in teaching reading comprehension of narrative text. (2) students were interested to use story map as a media to teach reading comprehension of narrative text with the average of students’ test score is 80. (3) students find two problems in reading comprehension of narrative text which are; lack of vocabulary; and unable to understand the content of the text.
Based on the results of the research, it can be concluded that story mapping technique was successfully used and it helped the students in many aspects of reading. Furthermore, students are interested in learning narrative text by using this media.
3260038027B1A018067VARIASI MORFOLOGI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) YANG TUMBUH PADA KETINGGIAN BERBEDATempuyung (Sonchus arvensis L.) merupakan tanaman herba tahunan yang termasuk dalam familia Asteraceae. Tempuyung dapat hidup liar di antara puing-puing bangunan, tembok, atau di pinggir jalan. Daun tanaman tempuyung dapat digunakan sebagai obat karena memiliki aktivitas antioksidan dan bersifat mampu menstabilkan membran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi morfologi dan aktivitas antioksidan tanaman tempuyung yang tumbuh pada ketinggian berbeda.
Penelitian dilakukan menggunakan metode survei, dengan teknik pengambilan sampel secara acak (random sampling). Penelitian dilakukan pada tiga lokasi dengan divergensi ketinggian yaitu 125 mdpl, 457 mdpl, dan 822 mdpl. Ketinggian tempat sebagai variabel bebas, karakter morfologi dan aktivitas antioksidan tempuyung sebagai variabel terikat. Parameter yang diamati pada variasi morfologi meliputi karakter morfologi akar, batang, daun, bunga, dan buah. Uji aktivitas antioksidan daun tempuyung dilakukan dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Data kualitatif dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui karakteristik morfologi tempuyung, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf uji 0,05, dilanjutkan dengan uji lanjut Tukey pada taraf uji 5% menggunakan SPSS.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman tempuyung yang tumbuh pada ketinggian 125 m dpl memiliki ukuran tanaman yang lebih unggul dengan karakteristik tanaman lebih tinggi, diameter batang lebih besar, dan ukuran daun yang lebih lebar. Hasil uji ANOVA didapatkan ketinggian tempat tumbuh berpengaruh pada diameter batang, panjang daun atas, lebar daun bawah, dan aktivitas antioksidan tempuyung. Tempuyung yang tumbuh pada ketinggian 822 mdpl menghasilkan aktivitas antioksidan kategori sangat kuat dengan nilai IC50 21,17 ± 7,74 ppm dibandingkan ketinggian 125 mdpl dan 457 mdpl.
Tempuyung (Sonchus arvensis L.) is an annual herbaceous plant belonging to the Asteraceae family. Tempuyung can live wild among the rubble of buildings, walls, or on the side of the road. Tempuyung leaves can be used as medicine because they have antioxidant activity and are able to stabilize membranes. The purpose of this study was to determine the morphological variation and antioxidant activity of the tempuyung plant grown at different heights. The research was conducted using a survey method, with a random sampling technique. The research was conducted at three locations with altitude divergence, namely 125 m.a.s.l, 457 m.a.s.l and 822 m.a.s.l. Altitude of place as independent variable, morphological character and antioxidant activity of tempuyung as dependent variable. Parameters observed in morphological variations included morphological characters of roots, stems, leaves, flowers and fruits. Tempuyung leaf antioxidant activity test was carried out using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method. Qualitative data were analyzed descriptively to determine the morphological characteristics of tempuyung, while quantitative data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at the 0.05 test level, followed by Tukey's advanced test at the 5% test level using SPSS. The results showed that tempuyung plants growing at an altitude of 125 m asl had superior plant size with taller plant characteristics, larger stem diameter and wider leaf size. The results of the ANOVA test showed that the height of the plant affected the stem diameter, upper leaf length, lower leaf width, and antioxidant activity of tempuyung. Tempuyung which grows at an altitude of 822 m.a.s.l produces very strong antioxidant activity with an IC50 value of 21.17 ± 7.74 ppm compared to an altitude of 125 m.a.s.l and 457 m.a.s.l.