Artikelilmiahs

Menampilkan 32.521-32.540 dari 50.014 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3252135789K1C017060IDENTIFIKASI GUNUNG API PURBA DAERAH CIPARI KABUPATEN CILACAP BERDASARKAN DATA ANOMALI GRAVITASIAbstrak - Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode gravitasi di daerah Cipari, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur geologi bawah permukaan daerah Cipari berdasarkan hasil pola anomali gravitasi dan mengidentifikasi struktur geologi bawah permukaan daerah Cipari yang menunjukan keberadaan gunung api purba. Pengolahan data anomali gravitasi meliputi koreksi bouguer, koreksi isotatik, reduksi ke bidang datar, upward continuation, pemisahan anomali regional dan residual. Anomali residual memiliki nilai sebesar (-26,1) – 18,2 mGal. Data anomali residual di modelkan menggunakan software Oasis Montaj 8.4 . Struktur geologi bawah permukaan pada lintasan A – A’ dan B – B’ menunjukan keberadaan gunung api purba dimana batuan dengan densitas rendah berada di antara batuan dengan densitas tinggi. Struktur batuan tersebut meliputi batuanlempung dengan sisipan batuanpasir yang memiliki densitas 1 – 1,7 g/cm3, batupasir dengan sisipan napal dan breksi memiliki densitras 2,1 – 2,7 g/cm3, dan breksi dengan sisipan lava dan tuff memiliki densitas 2,7 – 3 g/cm3.Abstract - Research has been carried out using the gravity method in the Cipari area, Cilacap Regency. This study aims to determine the subsurface geological structure of the Cipari area based on the results of the gravitational anomaly pattern and identify the subsurface geological structure of the Cipari area which shows the presence of ancient volcanoes. Processing of gravity anomaly data includes bouguer correction, isostatic correction, reduction to a flat plane, upward continuation, separation of regional and residual anomalies. The residual anomaly has a value of (-26.1) – 18.2 mGal. Residual anomaly data was modeled using Oasis Montaj 8.4 software. The subsurface geological structure on the paths A - A' and B - B' shows the presence of ancient volcanoes where low density rocks are between high density rocks. The rock structure includes claystone with sandstone inserts having a density of 1 – 1.7 g/cm3, sandstone with marl insertions and breccias having a density of 2.1 – 2.7 g/cm3, and breccias with lava and tuff inserts having a density of 2, 7 – 3 g/cm3.
3252235790J0A018060TRANSLATING SHORT STORIES ENTITLED ARTI SEBUAH PERSAHABATAN, BUNGA ANGGREK DIANA, KETUPAT LEBARAN, AND HADIAH UNTUK MAK SALMAH IN RIALAN KRISMAN’S CHILDREN BOOK “HADIAH UNTUK MAK SALMAH” FROM INDONESIAN INTO ENGLISHLaporan praktik kerja ini berjudul “Translating Short Stories Entitled Arti Sebuah Persahabatan, Bunga Anggrek Diana, Ketupat Lebaran, and Hadiah Untuk Mak Salmah in Rialan Krisman’s Children Book “Hadiah Untuk Mak Salmah” from Indonesian into English”. Kegiatan praktik kerja ini dilakukan secara mandiri dan menggunakan metode praktek langsung dan studi pustaka. Tujuan dilakukan praktek kerja ini adalah untuk menerjemahkan 4 judul cerita pendek dari buku “Hadiah untuk Mak Salmah”. Alasan diterjemahkannya buku tersebut adalah untuk mendapatkan terjemahan Bahasa Inggris dari Bahasa Indonesia dan untuk mengenalkan karya anak bangsa khususnya cerita ini ke orang asing.
Dalam proses penerjemahan, ada tiga tahap yang dilakukan yaitu analisa, sintetis dan revisi. Dalam menerjemahkan 4 judul cerita pendek ini, beberapa kendala ditemui, seperti sulitnya menemukan padanan kata, menyusun kalimat kedalam Bahasa sasaran, dan menemukan padanan dari istilah keagamaan. Solusi yang dilakukan untuk menyelesaikan kendala tersebut adalah dengan mencari padanan kata di kamus cetak dan online, kembali mempelajari teori-teori menulis, mencari dan mempelajari istilah keagamaan dari berbagai sumber dan juga melakukan konsultasi kepada dosen pembimbing dan proofreader.
Kesimpulan dari pelaksanaan praktik kerja ini adalah didapatkannya pengalaman serta pengetahuan baru tentang penerjemahan.
This job training report is entitled "Translating Short Stories Entitled “Translating Short Stories Entitled Arti Sebuah Persahabatan, Bunga Anggrek Diana, Ketupat Lebaran, and Hadiah Untuk Mak Salmah in Rialan Krisman’s Children Book “Hadiah Untuk Mak Salmah” from Indonesian into English”. This work practice activity was carried out independently and used direct practice and literature study as the method. The purpose of this work practice is to translate 4 short stories from the book “Hadiah Untuk Mak Salmah”. The reasons for this work practice are to get the target language text in English from Indonesian, and to introduce Indonesian children's books, especially this book to foreigners.
In the process of translating these 4 short stories, there were three steps used, namely analysis, syntactic and revision. There were several obstacles encountered, such as the difficulty of finding equivalent words, compiling sentences into the target language, and finding the equivalent of religious terms. The solution to solve these problems is looking for equivalent words in printed and online dictionaries, relearning about writing theories, finding and studying religious terms from various sources and also doing consultation with supervisors and proofreaders.
The conclusion from the implementation of this work practice is the acquisition of new experience and knowledge about translation.
3252335785L1B016087PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK DALAM PAKAN DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP TOTAL BAKTERI SALURAN PENCERNAAN IKAN NILA SULTANA (Oreochromis niloticus)Ikan Nila Sultana memiliki beberapa keunggulan seperti pertumbuhannya yang cepat, telurnya lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik dalam pakan terhadap jumlah total bakteri pada saluran pencernaan ikan Nila Sultana serta mengetahui proporsi bakteri gram positif dan negatif pada saluran pencernaan ikan Nila Sultana yang telah diberi pakan mengandung probiotik dengan dosis yang berbeda. Metode yang di gunakan pada penelitian ini ialah metode survey dengan diambil sejumlah empat ekor ikan diakhir pemeliharaan. Ikan sampel kemudian dibedah untuk diambil saluran pencernaannya. Variabel utama yang diamati dalam penelitian ini yaitu mengamati jumlah total bakteri dan proporsi gram dari saluran pencernaan ikan Nila Sultana pada tiga bagian yaitu anterior, mideal, posterior. Sedangkan variabel pendukung pada penelitian ini yaitu mengamati proporsi bakteri. Hasil penelitian menunjukan jumlah total bakteri pada ikan Nila Sultana pada P0 yaitu 47,61 x 10^5 cfu/ml, P1 yaitu 47,61 × 10^5, pada P2 yaitu 56,71 × 10^5, dan pada P3 yaitu 69,17 × 10^5 cfu/ml. Jumlah total bakteri tertinggi terdapat pada perlakuan P3 yaitu 69,17 × 10^5 cfu/ml dan jumlah total bakteri terendah 47,61 x 10^5 cfu/ml terdapat pada perlakuan P0. Nila rata – rata proporsi bakteri dari Gram positif yaitu 57% dan bakteri Gram negatif yaitu 43%.Tilapia Sultana has several advantages such as fast growth, more eggs and more resistance to disease. This study aimed to determine the effect of probiotics in the feed on the total number of bacteria in the digestive tract of Tilapia Sultana and to determine the proportion of gram positive and negative bacteria in the digestive tract of Tilapia Sultana which had been fed feed containing probiotics with different doses. The method used in this study is a survey method by taking a total of four fish at the end of maintenance. The fish samples were then dissected to take their digestive tract. The main variable observed in this study was observing the total number of bacteria and bacterial proportion from the digestive tract of Tilapia Sultana in three parts, namely anterior, mideal, and posterior. While the supporting variables in this study are observing the proportion of bacteria. The results showed total number of bacteria Sultana Tilapia P0 was 47,61 x 10^5 cfu/ml, P1 was 51,95 × 10^5, P2 was 56,71 × 10^5 and on P3 was 69,17 × 10^5 cfu/ml. The highest total was found in P3 treatment, namely 69.17 × 10^5 cfu/ml and the lowest total number of bacteria was 47.61 x 10^5 cfu/ml in P0 treatment. The average value of the proportion of bacteria from Gram positive is 57% and Gram negative bacteria is 43%.
3252435786E1A016275PEMBINAAN ANAK TERHADAP PELAKU KEJAHATAN DARI PERSPEKTIF KRIMINOLOGI (Studi di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas I Kutoarjo)
Anak merupakan kelompok muda yang diharapkan membawa bangsa kearah yang lebih baik, namun dengan pesatnya kemajuan teknologi dan akses informasi banyak anak yang terjerumus pada pelanggaran hukum. Tidak jarang anak yang berkonflik dengan hukum harus dijatuhi hukum pidana. Lembaga Khusus Pembinaan Anak (LPKA) yang berperan dalam proses pembinaan anak harus dapat memberikan upaya yang maksimal dalam menanggulangi kejahatan yang dilakukan oleh anak. Kriminologi sebagai ilmu mencari sebab-sebab terjadinya kejahatan, diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmu dalam rangka penanggulangan kejahatan anak. Oleh karenanya tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penanggulangan kejahatan yang dilakukan anak dan faktor-faktor penghambat dalam menanggulangi kejahatan yang dilakukan oleh anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas I Kutoarjo dalam perspektif kriminologi. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Jenis dan sumber data menggunakan data primer dan data sekunder. Penentuan Informan penelitian menggunakan metode purposive sampling dan snowball sampling. Metode pengumpulan data primer diperoleh dengan wawancara, dan data sekunder diperoleh dengan studi kepustakaan. Data yang diperoleh diolah dengan reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk uraian naratif, serta metode analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, penanggulangan kejahatan yang dilakukan oleh anak telah berpijak pada sebab-sebab terjadinya kejahatan yang dilakukan oleh anak yakni terkait adanya faktor ekonomi dan faktor differential association. Penanggulangan kejahatan di LPKA Kutoarjo berorientasi pada sebab tersebut yang dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu program pembinaan kepribadian dan program pembinaan kemandirian, namun dalam pelaksanaannya masih belum berjalan optimal karena masih ditemukan adanya residivis anak. Adapun faktor penghambat LPKA Kutoarjo dalam menanggulangi kejahatan yang dilakukan oleh anak yakni lebih pada aspek struktur hukum diantaranya kurangnya anggaran, sumber daya manusia, petugas lapas, dan tenaga pendidik yang kompeten serta kurangnya sarana dan prasaran yang layak bagi anak, overpopulation.Children are a young group that is expected to bring the nation towards a better direction, but with the rapid advancement of technology and access to information, many children fall into lawlessness. It is not uncommon for children in conflict with the law to be subject to criminal law. The Special Institution for Child Development (LPKA) which plays a role in the process of fostering children must be able to provide maximum efforts in tackling crimes committed by children. Criminology as the science of looking for the causes of crime, is expected to contribute knowledge in the context of overcoming child crime. Therefore, the purpose of this study is to determine the prevention of crimes committed by children and the inhibiting factors in tackling crimes committed by children at the Class I Kutoarjo Child Special Development Institute in a criminological perspective. The approach method used in this research is a sociological juridical method with the research specification used is descriptive. Types and sources of data using primary data and secondary data. Determination of research informants using purposive sampling and snowball sampling. The primary data collection method was obtained by interview, and secondary data was obtained by literature study. The data obtained were processed by data reduction, data display, and data categorization. Presentation of data in the form of narrative descriptions, as well as qualitative data analysis methods. Based on the results of the study, it shows that the prevention of crimes committed by children has been based on the causes of crimes committed by children, namely economic factors and differential association factors. Crime prevention at LPKA Kutoarjo is oriented to this cause, which is carried out in 2 (two) ways, namely the personality development program and the independence development program, but in its implementation it is still not running optimally because there are still child recidivists. The inhibiting factors of LPKA Kutoarjo in tackling crimes committed by children are more on aspects of the legal structure including the lack of budget, human resources, prison officers, and competent educators and the lack of proper facilities and infrastructure for children, overpopulation.
3252535788I1B018071Gambaran Pengetahuan dan Sikap Masyarakat tentang Pertolongan Pertama pada Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Lingkar Utara Sumpiuh-Tambak Latar Belakang: Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu kondisi yang dapat membahayakan nyawa manusia. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih lanjut dari dokter atau paramedik. Kejadian kecelakaan lalu lintas menjadikan masyarakat yang berada disekitar daerah rawan kecelakaan menjadi saksi pertama yang menemukan korban kecelakaan lalu lintas serta diharapkan menjadi penolong pertama guna meminimalkan angka kesakitan dan kematian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap masyarakat tentang pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Lingkar Utara Sumpiuh-Tambak.

Metodologi Penelitian: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel 127 responden diruas jalan lingkar utara Sumpiuh-Tambak dengan teknik quota sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Analisis data secara univariat dengan distribusi frekuensi dan tendensi sentral pada analisis karakteristik usia.

Hasil Penelitian: Responden didominasi berusia 17 – 35 tahun (56,6%), jenis kelamin laki-laki (55,9%), pekerjaan wiraswasta (28,3%), pendidikan terakhir SMA (48,0%), dan pernah melakukan pertolongan pertama pada korban kecelakaan (50,4%). Tingkat pengetahuan responden mayoritas cukup (50,4%) dan seluruh responden memiliki sikap positif (100%).

Kesimpulan: Masyarakat yang tinggal diruas jalan lingkar utara Sumpiuh-Tambak memiliki tingkat pengetahuan yang cukup baik dan memiliki sikap positif tentang pertolongan pertama korban kecelakaan lalu lintas.
Backgrounds: Traffic accidents are one of the conditions that can endanger human life. First aid in accident (P3K) is an effort to help and temporarily treat before receiving further help from a doctor or paramedic. Traffic accidents make people living around accident-prone areas to be the first witnesses to find victims of traffic accidents and are expected to be the first helper to minimize morbidity and mortality. The purpose of this study is to describe the knowledge and attitudes of the community about first aid for traffic accident victims on the north Sumpiuh-Tambak ring road.

Method: Quantitative descriptive research with cross sectional approach. Total sample of 127 people around the north Sumpiuh-Tambak ring road with quota sampling technique. The research instrumental used a quisionnare. Univariate data analysis with frequency distribution and central tendency in the analysis of age characteristics.

Result: Respondents are predominantly aged 17 – 35 years (56,6%), male gender (55,9%), self-employed (28,3%), last education in senior high school (48,0%), and have performed first aid actions on victims of traffic accidents (50,4%). The level of knowledge of the majority of respondents is quite good (50,4%) and all respondents have a positive attitude (100%).

Conclusion: People living on the north Sumpiuh-Tambak ring road have a fairly good level of knowledge and have a positive attitude about first aid for traffic accident victims.
3252637835E1B018035LEGAL PROTECTION OF CONSUMERS BANKING SERVICES FOR CREDIT PAYMENT WAIVERS REVIEWED FROM LAW NO. 8 OF 1999 ON CONSUMER PROTECTION
(Study Verdict Number 275/Pdt/2021/PT SMG)
Keringanan kredit merupakan upaya Pemerintah dalam memberikan perlindungan hukum terhadap masyarakat yang menggunakan jasa kredit di masa Pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan mengeluarkan Peraturan Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai kebijakan Countercyclical untuk mengurangi kerugian dalam perekonomian Indonesia dimasa Pandemi Covid-19. Untuk dapat menggunakan restrukturisasi kredit ini, ada beberapa syarat yang harus diserahkan oleh konsumen kepada pelaku usaha. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis, Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder.
Metode pengumpulan data dengan studi kepustakaan dan peraturan peraturan perundang – undangan. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menurut putusan nomor 275/Pdt/2021/PT.SMG menunjukan bahwa Pengadilan Tinggi Semarang tidak berwenang dalam mengadili perkara menurut Pasal 118 ayat (4) HIR, Pasal 1338 KUHPerdata. Pt. Mpm Finance sebagai pelaku usaha telah menunjukan itikad baiknya sebagai pelaku usaha sesuai dengan pasal 7 huruf (a) kepada Purwanto sebagai konsumen.
Credit relief is the Government's effort to provide legal protection to people who use credit services during the Covid-19 pandemic. The government through the Financial Services Authority issued Regulation Number 11/POJK.03/2020 concerning National Economic Stimulus as a Countercyclical policy to reduce losses in the Indonesian economy during the Covid-19 Pandemic. To be able to use this credit restructuring, several conditions must be submitted by consumers to business actors. This study uses a normative juridical method with descriptive-analytical research specifications. The data source used in this study is secondary data.
The method of collecting data is by studying literature and laws and regulations. The data that has been obtained is then analyzed using a qualitative normative method. Based on the results of the research according to decision number 275/Pdt/2021/PT.SMG shows that the Semarang High Court is not authorized to hear cases according to Article 118 paragraph (4) HIR, Article 1338 of the Civil Code. Pt. MPM Finance as a business actor has shown good faith as a business actor by article 7 letter (a) to Purwanto as a consumer.

3252738211G1B018043PERBEDAAN EKSPRESI mRNA VASCULAR ENDOTHELIAL GROWTH FACTOR-A
(VEGF-A) PADA PENDERITA ORAL SQUAMOUS CELL CARCINOMA (OSCC)
DENGAN ANEMIA DAN NON ANEMIA
(Studi pada Pasien di Laboratorium Patologi Anatomi
RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto)
Oral Squamous Cell Carcinoma (OSCC) merupakan neoplasma epitel ganas pada rongga mulut dengan etiologi kompleks dan multifaktorial serta dapat menyebabkan gangguan mekanis dari kemampuan untuk makan atau menelan sehingga dapat memperparah malnutrisi yang mengakibatkan kondisi anemia. Anemia merupakan masalah medis yang berpotensi besar mempengaruhi tingkat keparahan pada pasien kanker dan berpengaruh pada perubahan ekspresi mRNA vascular endothelial growth factor-A (VEGF-A) yang berperan dalam proses patologi seperti angiogenesis dan vaskularisasi pada tumor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ekspresi mRNA VEGF-A pada pasien OSCC dengan anemia dan non anemia. Penelitian dilakukan secara observasional analitik dengan rancangan cross-sectional study pada 26 sampel FFPE pasien OSCC. Metode penelitian dilakukan melalui proses isolasi RNA, sintesis cDNA, dan kuantifikasi ekspresi mRNA VEGF-A dengan GAPDH sebagai reference gene menggunakan qPCR. Hasil qPCR kemudian dianalisis menggunakan rumus Livak (2-ΔΔCT) untuk mengetahui ekspresi relatif mRNA VEGF-A. Analisis statistik independent t-test dilakukan untuk melihat perbedaan ekspresi pada kelompok OSCC dengan anemia dan non anemia. Hasil rerata ΔCT VEGF-A pada kelompok OSCC dengan anemia adalah 6,21±0,51 sedangkan pada kelompok OSCC non anemia adalah 7,30±0,63 dan nilai fold change mRNA VEGF-A menunjukkan peningkatan ekspresi pada kelompok OSCC dengan anemia 2,03 (p=0,00). Simpulan dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan ekspresi mRNA VEGF-A pada pasien OSCC yang berhubungan dengan kondisi anemiaOral Squamous Cell Carcinoma (OSCC) is a malignant epithelial neoplasm in the oral
cavity with a complex and multifactorial etiology. It can cause mechanical disturbances in the ability to eat or swallow, which can make worse malnutrition leading to anemia. Anemia is a medical problem that has the potential to affect the severity of cancer patients and affect changes in the expression of vascular endothelial growth factor-A (VEGF-A) mRNA which plays a role in pathological processes such as angiogenesis and vascularization in tumors. This study aimed to determine the differential mRNA expression of VEGF-A in anemia and non anemia OSCC patients. The study was conducted by analytical observation with a cross-sectional design on 26 FFPE samples of OSCC patients. The research used RNA isolation, cDNA synthesis, and quantification of VEGF-A mRNA expression with GAPDH as a reference gene using qPCR. The qPCR results were analyzed using the Livak method to determine the relative expression of VEGF-A and an statistical independent t-test to determine differences in OSCC expression of the anemic and non anemic. The mean result of VEGF-A ΔCT mRNA value in the OSCC anemic group was 6,21±0,51 while in the OSCC non-anemic group it was 7,30±0,63 and the fold change mRNA value of VEGF-A showed an increase expression in the OSCC group with anemia 2.03 (p=0.00). This study concludes that there is a difference in the expression VEGF-A mRNA of OSCC patients associated with anemia
3252835792G1B018005AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior) TERHADAP DEGRADASI BIOFILM Fusobacterium nucleatum PENYEBAB PERIODONTITISFusobacterium nucleatum berperan penting dalam pembentukan biofilm dan terjadinya periodontitis. Ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera elatior) memiliki aktivitas antibakteri yang berpotensi sebagai alternatif pencegahan dan terapi adjuvan periodontitis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol bunga kecombrang terhadap degradasi biofilm F. nucleatum. Jenis penelitian berupa experimental laboratoris dengan rancangan post-test only control group design dengan sampel penelitian bakteri F. nucleatum yang membentuk biofilm. Sampel dikelompokkan menjadi 8 kelompok perlakuan yaitu pemberian ekstrak etanol bunga kecombrang konsentrasi 1,56 mg/mL, 3,125 mg/mL, 6,25 mg/mL, 12,5 mg/mL, 25 mg/mL, dan 50 mg/mL, chlorhexidine gluconate 0,2% sebagai kontrol positif, dan DMSO 1% sebagai kontrol negatif dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Micrtotitter plate assay digunakan sebagai metode untuk uji degradasi biofilm dengan pewarnaan kristal violet 1% yang dibaca pada panjang gelombang 450 nm. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan dilanjutkan uji Post Hoc LSD. Hasil persentase degradasi biofilm F. nucleatum oleh ekstrak etanol bunga kecombrang menunjukkan perbedaan aktivitas yang bermakna antar kelompok, yaitu berturut-turut sebesar 35,78%, 56,80%, 66,65%, 79,67%, 86,10%, dan 76,75% (p<0,01), serta lebih baik secara bermakna dibanding DMSO 1% (p<0,01). Terhadap chlorhexidine gluconate 0,2% konsentrasi 25 mg/mL tidak menunjukkan perbedaan aktivitas yang bermakna, namun pada konsentrasi lain lebih rendah (p<0,01). Konsentrasi 25 mg/mL menunjukkan aktivitas degradasi yang paling optimum. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh ekstrak etanol bunga kecombrang terhadap degradasi biofilm bakteri F. nucleatum.Fusobacterium nucleatum plays an important role in biofilm formation and the occurrence of periodontitis. Torch ginger (Etlingera elatior) ethanolic extract has antibacterial activity which has potential as alternative for prevention and adjuvant therapy of periodontitis. This study aims to determine the activity of torch ginger ethanolic extract on F. nucleatum biofilm degradation. This study was an experimental laboratory with post-test only control group design with the samples was F. nucleatum which forming biofilms. The samples were grouped into 8 treatment groups including torch ginger ethanolic extract at concentrations of 1.56 mg/mL, 3.125 mg/mL, 6.25 mg/mL, 12.5 mg/mL, 25 mg/mL, and 50 mg/mL, 0.2% chlorhexidine gluconate as a positive control, and 1% DMSO as a negative control with 3 repetitions. Microtiter plate assay used as a biofilm degradation test by staining with 1% crystal violet which read at a wavelength of 450 nm. Data were analyzed using One-Way ANOVA and followed by Post Hoc LSD test. Results of F. nucleatum biofilm degradation percentage by torch ginger ethanolic extract showed significant differences in activity between groups, 35.78%, 56.80%, 66.65%, 79.67%, 86.10%, and 76.75% respectively (p<0.01), and significantly better than 1% DMSO (p<0.01). Againts 0,2% chlorhexidine gluconate, concentration 25 mg/mL didn’t show a significant difference in activity, but at other concentrations it was lower (p<0,01). Concentration of 25 mg/mL showed the most optimum degradation activity. This study concluded that there was an effect of torch ginger ethanolic extract on F. nucleatum biofilm degradation.
3252935793E1A017119PEMBENTUKAN HAKIM PEMERIKSA PENDAHULUAN DALAM PEMBAHARUAN SISTEM PERADILAN PIDANA DI INDONESIA (Studi Perbandingan Sistem Preliminary Hearings di Amerika Serikat)Dalam rangka menjunjung tinggi hak asasi manusia perlu diupayakan pembangunan hukum nasional, hal tersebut bertujuan untuk menciptakan supremasi hukum dengan mengadakan pembaharuan hukum acara pidana menuju sistem peradilan pidana terpadu dengan menempatkan para penegak hukum pada fungsi tugas dan wewenangnya. Pembaharuan dalam Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana menyangkut lembaga baru yaitu Hakim Pemeriksa Pendahuluan(HPP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan HPP dalam Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana serta membandingkan konsep HPP dengan Sistem Preliminary Hearings dalam Sistem Peradilan Pidana di Amerika Serikat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif, dengan pendekatan undang-undang dan komparatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data sekunder yang meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan. Metode penyajian data yang digunakan berupa teks naratif, serta metode analisis data yang digunakan adalah kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa kedudukan HPP dalam Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana sebagai upaya pembaharuan lembaga praperadilan dalam sistem peradilan pidana memiliki wewenang yang lebih luas dan lengkap dibandingkan lembaga praperadilan. Dengan wewenang yang lebih luas tersebut HPP lebih menjamin hak-hak tersangka/terdakwa dalam pemeriksaan pendahuluan. Akan tetapi konsep HPP masih memiliki beberapa kekurangan yang membuat HPP tidak mungkin diterapkan di Indonesia untuk saat ini. Terdapat beberapa perbedaan pada konsep HPP dengan sistem Preliminary Hearings di Amerika Serikat, perbedaan mendasar ada pada sistem hukum yang dianut oleh kedua negara yang membuat sistem peradilan berbeda serta pada kewenangan.In order to uphold human rights, it is necessary to strive for the development of national law, it aims to create the rule of law by reforming the criminal procedure law towards an integrated criminal justice system by placing law enforcers in their duties and authorities. The update in the Draft Law on the Criminal Procedure Code concerns a new institution, namely the Preliminary Examining Judge. This research aims to determine the position of the Preliminary Examining Judge in the Draft Criminal Procedure Code and to compare the concept of Preliminary Examining Judges with the Preliminary Hearings System in the Criminal Justice System in the United States. The research method used in this research is normative, with a statute and comparative approach. Sources of data used in this study are secondary data sources which include primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. The data collection method used is literature study. The data presentation method used is in the form of narrative text, and the data analysis method used is qualitative. Based on the results of the research and discussion, it can be seen that the position of the Preliminary Examining Judge in the Draft Law on the Criminal Procedure Code as an effort to reform pretrial institutions in the criminal justice system has wider and complete authority than pretrial institutions. With this wider authority, the Preliminary Examining Judge guarantees the rights of the suspect/defendant in the preliminary examination. However, the concept of Preliminary Examining Judge still has several shortcomings that make it impossible for Preliminary Examining Judges to be applied in Indonesia at this time. There are several differences in the concept of the Preliminary Examination Judge with the Preliminary Hearings system in the United States, the basic difference is in the law system that adopted by the two countries which makes the judicial system different and the authority.
3253035794J0A018034Translating National Geographic Magazine ''133 Destination Rated'' from English into IndonesianLaporan akhir berjudul '' Translating National Geographic Magazine ''133 Destination Rated'' from English into Indonesian''. Kerja Praktek ini dilaksanakan dari tanggal 1 September 2021 - 30 September 2021.Tujuan dari pelatihan kerja ini adalah untuk menerjemahkan teks di Majalah National Geographic Traveler ''133 Destination Rated'', menggambarkan proses penerjemahan dan menjelaskan kendala saat menerjemahkan Majalah National Geographic Traveler ''133 Destination Rated'' dan solusi dari permasalahan tersebut.Dalam penulisan laporan tugas akhir ini digunakan 2 metode, yaitu Literature study dan Direct Practice.
Ada 3 tahapan dalam menerjemahkan majalah, yaitu: menganalisis teks bahasa sumber, mentransfer dari bahasa sumber ke bahasa target, dan restrukturisasi pesan teks dalam bahasa target.Selanjutnya, beberapa teknik digunakan pada saat penerjemahan, yaitu Borrowing, Descriptive, Discursive Creation dan Modulation.Selain itu, terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam menerjemahkan majalah tersebut, seperti kurangnya penguasaan kosakata bahasa sumber kemudian menemukan istilah yang tidak memiliki padanan yang tepat dan kesulitan dalam menentukan padanan kata dalam bahasa target.Dalam mengatasi kendala yang dihadapi, solusi yang dilakukan, adalah dengan menggunakan kamus digital atau kamus manual untuk mendapatkan padanan yang sesuai, menggunakan teknik terjemahan deskriptif, mencari dan mempelajari istilah dalam bahasa sumber dan berkonsultasi dengan proofreader.
ABSTRACT

The final report entitled ‘’Translating National Geographic Magazine ‘’133 Destination Rated’’ from English into Indonesian’’. The job training was carried out from September 1st, 2021- September 30, 2021.The purposes of this job training are to translating the text in the National Geographic Magazine Traveler ‘’133 Destination Rated’’, describing the process of translating and explaining the obstacles when translating the National Geographic Magazine Traveler ‘’133 Destination Rated’’ and the solutions to these problem.In writing this final report 2 methods are used, namely literature study and direct practice.
There are three steps in translate the magazine, those are analyzing source language text, transferring from source language into target language, restructuring the text message in the target language. Then, there are several techniques used when translating this magazine, namely Borrowing, Description, Discursive Creation and Modulation.In addition, there are several obstacles in translating the magazine, such as: lack of vocabulary mastery in source language then find terms that do not have the exact equivalent and difficulty in determining the equivalent of words in target language The solutions as by dealing with it, using a digital dictionary or a manual dictionary to get the appropriate equivalent, using descriptive translation technique, and searching and learning the term in the source language and consults with the proofreader.
3253137836E1A115135KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DAERAH WISATA TERHADAPPENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19(Studi di Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran hukummasyarakat
daerah wisata terhadap penerapan protokol kesehatan pada masa pandemi
Covid-19 dan pengaruh faktor kedisiplinan, motivasi dan fasilitas terhadapkesadaran hukum masyarakat daerah wisata dalam penerapan protokol kesehatanpada masa pandemi Covid-19 di Desa Ketengger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif
dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, KabupatenBanyumas dengan responden sebanyak 45 (empat puluh lima) orang. Pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Jenissumber data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh denganmenggunakan metode angket, dan kepustakaan. Data yang terkumpul diolahmenggunakan teknik coding, editing, dan tabulasi kemudian disajikan secaranaratif dan tabel data. Analisis data kuantitatif mengunakan metode statistiksederhana, sedangkan analisis data kualitatif menggunakan metode analisis isi dananalisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaranhukum masyarakat daerah wisata terhadap penerapan protokol kesehatanpadamasa pendemi Covid-19 adalah tinggi. Hal ini dibuktikan denganindikator-indikator yaitu tingginya tingkat pengetahuan hukum masyarakat daerahwisata terhadap penerapan protokol kesehatan; tingginya tingkat pemahamanhukum masyarakat daerah wisata terhadap penerapan protokol kesehatan;
banyaknya sikap hukum masyarakat daerah wisata yang setuju terhadappenerapan protokol kesehatan; dan banyaknya perilaku hukum masyarakat daerahwisata yang sesuai menerapkan protokol kesehatan. Faktor kedisiplinan, motivasi
dan fasilitas cenderung berpengaruh positif terhadap kesadaran hukummasyarakat daerah wisata dalam penerapan protokol kesehatan, artinya semakintinggi tingkat kedisiplinan dan motivasi serta baiknya fasilitas maka semakintinggi pula tingkat kesadaran hukum masyarakat terhadap penerapan protokol
kesehatan pada masa pandemi Covid-19 di Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Kata Kunci : Kesadaran Hukum ; Kedisiplinan; Motivasi; Fasilitas; Protokol
Kesehatan
This study aims to determine the level of legal awareness of the tourist areacommunity towards the application of health protocols during the Covid-19pandemic and the influence of discipline, motivation and facilities factors onthelegal awareness of the tourist area community in implementing health protocolsduring the Covid-19 pandemic in Ketengger Village, District Baturraden, Banyumas Regency. This research uses quantitative research methods withsociological juridical approach and descriptive research specifications. Thisresearch is located in Ketenger Village, Baturraden District, Banyumas Regencywith 45 (forty five) respondents. The research sample was taken using simplerandom sampling. Types of data sources include primary and secondary dataobtained using the questionnaire method, and literature. The collected dataisprocessed using coding, editing, and tabulation techniques and then presentedina narrative and data table. Quantitative data analysis used simple statistical
methods, while qualitative data analysis used content analysis and comparativeanalysis methods. The results showed that the level of legal awareness of thetourist area community towards the application of health protocols duringtheCovid-19 pandemic was high. This is evidenced by the indicators, namely the highlevel of legal knowledge of the community towards health protocols, the highlevel
of legalunderstanding of the community towards health protocols, the number of
legal attitudes that agree with the community towards health protocols andthenumber of legal behaviors of the community that are in accordance withimplementing health protocols. Discipline, motivation and facilities factors tendtohave a positiveef ect on the implementation of health protocols, meaning that thehigher the level of discipline and motivation and the better the facilities, thehigher the level of public legal awareness of the implementation of healthprotocols during the Covid-19 pandemic in Ketenger Village, Baturraden District, Regency Banyumas. Keywords: Legal Awareness; Discipline;Motivation; Facilities
3253235795E1A017103PELELANGAN HASIL PENYITAAN BARANG OLEH KOMISI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI
(Studi Peraturan Pemerintahan Nomor 105 Tahun 2021 Tentang Lelang Benda Sitaan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi)
Dalam melaksanakan tugasnya penyidik KPK berhak menyita barang yang diduga hasil tindak pidana korupsi, apabila barang tersebut terindikasi dari hasil tindak pidana korupsi, maka barang tersebut akan disita oleh negara dan akan dilakukan lelang untuk mengganti uang negara yang dikorupsi. Barang-barang hasil sitaan KPK yang disimpan terlalu lama banyak ditemukan kendala, selain terancam rusak, juga nilainya jadi merosot, akibat dari tidak ada perawatan yang dilakukan kepada barang-barang sitaan tersebut yang membuat tersangka merasa dirugikan. Maka dari itu KPK berupaya untuk melelang barang pada tahap penyidikan atau penuntutan untuk menghindari adanya kerusakan atau penurunan nilai ekonomis guna menyelamatkan kepentingan tersangka dan kepentingan negara. Skripsi ini merupakan penelitian untuk mengetahui penjelasan tentang apa saja benda sitaan yang dapat dilelang oleh KPK berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2021 Tentang Lelang Benda Sitaan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta untuk mengetahui bagaimana upaya KPK dalam melakukan proses lelang agar lelang yang dilakukan KPK berjalan dengan cepat. Metode penelitian dalam tulisan ini adalah penelitian hukum normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Data hasil penelitian kepustakaan dan hasil penelitian lapangan disajikan secara teks naratif dan dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa benda sitaan yang dapat dilakukan lelang oleh KPK adalah yang memenuhi kriteria lekas rusak, membahayakan atau biaya penyimpanannya terlalu tinggi serta upaya KPK dalam melakukan pelelangan agar berjalan secara cepat yaitu dengan menyimpan benda sitaan di tempat penyimpanan barang bukti yang dimiliki KPK itu sendiri yang tidak melibatkan lembaga lain dalam menyimpan benda sitaan tersebut.In carrying out its duties, KPK investigators have the right to confiscate goods suspected of corruption, if the goods are indicated from the proceeds of corruption, then the goods will be confiscated by the state and an auction will be conducted to replace corrupted state money. KPK confiscated goods that were stored for too long found obstacles, in addition to being threatened with damage, also the value so declined, as a result of no treatment done to the confiscated items that made the suspect feel aggrieved. Therefore, the KPK seeks to auction goods at the investigation or prosecution stage to avoid damage or decrease in economic value to save the interests of suspects and the interests of the state. This thesis is a study to find out an explanation of what confiscated objects can be auctioned by the KPK based on Government Regulation No. 105 of 2021 concerning The Auction of Confiscated Objects of the Corruption Eradication Commission and to find out how the KPK's efforts in conducting the auction process so that the auction conducted by the KPK runs quickly. The research methods in this paper are normative legal research with prescriptive research specifications. Data on the results of literature research and field research results are presented in narrative text and qualitatively analyzed. Based on the results of the study, it can be concluded that the confiscated objects that can be auctioned by the KPK are those that meet the criteria for being damaged, dangerous or the storage costs are too high and the KPK's efforts in conducting auctions to run quickly, namely by storing confiscated objects in the storage of evidence owned by the KPK itself which does not involve other institutions in storing the confiscated objects.
3253335797C1A018100Factors that Influence Household Savings on KPM PKH in Turus Village, Kemiri District, Purworejo RegencyTujuan penelitian ini yaitu menganalisis persentase kontribusi pendapatan dari PKH terhadap pendapatan total KPM PKH; menganalisis pengaruh pendapatan, usia kepala keluarga, jumlah anak dan tingkat pendidikan kepala keluarga terhadap tabungan rumah tangga; menganalisis pengaruh paling besar dari variabel independen yang digunakan terhadap tabungan rumah tangga. Informasi dari responden dikumpulkan melalui wawancara langsung dan data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi pendapatan dari PKH terhadap pendapatan total KPM PKH Desa Turus per bulan rata-rata sebesar 16,98 persen. Pendapatan dan jumlah anak berpengaruh terhadap tabungan rumah tangga KPM PKH di Desa Turus, usia kepala keluarga dan tingkat pendidikan kepala keluarga tidak berpengaruh terhadap tabungan rumah tangga KPM PKH di Desa Turus. Variabel independen yang berpengaruh paling besar terhadap tabungan rumah tangga yaitu variabel pendapatan. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu pendapatan yang diperoleh dari PKH memberikan kontribusi cukup besar terhadap pendapatan total keluarga; secara simultan pendapatan, usia kepala keluarga, jumlah anak dan tingkat pendidikan kepala keluarga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tabungan rumah tangga. Secara parsial pendapatan dan jumlah anak berpengaruh signifikan sedangkan usia kepala keluarga dan tingkat pendidikan kepala keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap tabungan rumah tangga. Variabel pendapatan merupakan variabel yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap tabungan rumah tangga.The purpose of this study is to analyze the percentage contribution of income from PKH to the total income of KPM PKH; analyze the effect of income, age of the head of the family, number of children and education level of the head of the family on household savings; analyzed the greatest effect of the independent variables used on household savings. Information from respondents was collected through direct interviews and the data obtained were analyzed using multiple regression analysis techniques. The results of this study indicate that the contribution of income from PKH to the total income of KPM PKH in Turus Village per month is an average of 16,98 percent. Income and the number of children have an effect on KPM PKH household savings in Turus Village, the age of the head of the family and the education level of the family head have no effect on KPM PKH household savings in Turus Village. The independent variable that has the greatest influence on household savings is the income variable. The conclusion in this study is that the income obtained from PKH contributes quite significantly to the total income of the family; Simultaneously income, age of the head of the family, number of children and education level of the head of the family have a significant effect on household savings. Partially, income and number of children have a significant effect, while the age of the head of the family and the education level of the head of the family have no significant effect on household savings. Income variable is the variable that has the greatest influence on household savings.
3253437837H1D017036SISTEM PAKAR DIAGNOSIS KERUSAKAN PADA MOBIL NISSAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEBSebagian besar pengguna mobil tidak mengetahui cara melakukan perawatan mobil. Pengguna mobil yang sibuk juga tidak sempat melakukan perawatan mobil ke bengkel. Ketika mobil sudah tidak beroperasi sebagaimana mestinya, pengguna akan membawanya ke bengkel. Tetapi setiap mekanik memiliki kemampuan yang berbeda. Oleh karena itu, perlu dibuat sistem pakar mendiagnosis kerusakan mobil khususnya Nissan March 1.2L AT, yang akan menyimpan pengetahuan mekanik mobil yang sudah ahli. Sistem pakar yang dikembangkan menggunakan metode forward chaining dan berupa aplikasi web.Most car users do not know how to do car maintenance. Busy car users also do not have time to do car maintenance at the repair shop. When the car is not operating properly, the user will take it to the repair shop. But each mechanic has different abilities. Therefore, it is necessary to create an expert system for diagnosing car damage, especially the Nissan March 1.2 L AT, which will store the knowledge of expert car mechanic. The expert system developed using the forward chaining method and in the form of a web application.
3253538056E1A018345PERAN DEWAN PENGUPAHAN DALAM PENETAPAN UPAH MINIMUM BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 36 TAHUN 2021 TENTANG PENGUPAHANUpah merupakan aspek penting dalam lingkup ketenagakerjaan di Indonesia bahkan diseluruh dunia. Upah yang memadai tentu bisa menjadikan pekerja mencapai tingkat kesejahteraan serta dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pengaturan mengenai pengupahan di Indonesia tidak lepas dari adanya campur tangan Pemerintah melalui Dewan Pengupahan untuk menetapkan upah minimum sehingga terwujudnya sistem pengupahan yang adil bagi semua pihak.Campur tangan pemerintah dalam hal ini adalah mengesahkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.
Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pengaturan upah minimum sebelum dan sesudah berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan serta peran Dewan Pengupahan dalam penetapan upah minimum berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Metode pendekatan yang digunakan dalam penulisan penelitian hukum ini adalah dengan pendekatan yuridis normatif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penetapan upah minimum antara Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dengan peraturan sebelumnya yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan sangatlah berbeda. Salah satunya penghapusan indikator Kebutuhan Hidup Layak. Adanya penghapusan indikator Kebutuhan Hidup Layak sebagai komponen penting dalam penetapan upah minimum berakibat terhadap peran Dewan Pengupahan dalam keikutsertaan penetapan upah minimum. Sehingga peran dan fungsi Dewan Pengupahan semakin dipersempit.
Wages are an important aspect of the scope of employment in Indonesia and even throughout the world. Adequate wages can certainly make workers achieve a level of welfare and can meet the needs of daily life. The regulation of wages in Indonesia cannot be separated from the intervention of the Government through the Wage Council to determine the minimum wage so that a fair wage system is realized for all parties. Government intervention, in this case, is to ratify Government Regulation Number 36 of 2021 concerning Wages.
This study aims to analyze the differences in minimum wage arrangements before and after the enactment of Government Regulation Number 36 of 2021 concerning Wages and the role of the Wage Council in determining minimum wages based on Government Regulation Number 36 of 2021 concerning Wages. The approach method used in writing this legal research is a normative juridical approach.Based on the results of the study that the determination of the minimum wage between Government Regulation Number 36 of 2021 concerning Wages and the previous regulation, namely Government Regulation Number 78 of 2015 concerning Wages, is very different. One of them is the Decent Living Needs indicator to be removed. The elimination of the Decent Living Needs indicator as an important component in determining the minimum wage has an impact on the role of the Wage Council in participating in determining the minimum wage so that the part and function of the Wage Council is increasingly narrowed.
3253638150J0B019012WEBSITE SISTEM INFORMASI PROFIL DINAS TENAGA KERJA, KOPERASI DAN UKM BANYUMAS BERBAHASA MANDARIN SEBAGAI PENDUKUNG SEKTOR PARIWISATATulisan berjudul “Website Sistem Informasi Profil Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Banyumas Dengan Sistem Informasi Profil Sebagai Pendukung Sektor Pariwisata” merupakan hasil kerja praktek mahasiswa di Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kabupaten Banyumas. Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan syarat penting dalam
mencapai suatu tujuan. Tanpa adanya SDM yang handal tidak akan dapat mencapai target
apapun termasuk salah satunya di sektor pariwisata. SDM dapat berasal dari dalam maupun luar negeri. Salah satu tugas Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Banyumas
adalah menangani masalah SDM. Artikel ini bertujuan untuk mengatasi kendala yang dihadapi oleh para tenaga kerja asing khususnya yang tenaga kerja pengguna bahasa Mandarin. Minimnya media informasi yang dimiliki oleh Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM kabupaten Banyumas, menyebabkan terjadi masalah pada sebagian tenaga kerja asing. Penerjemahan sistem informasi profil berbahasa Mandarin dalam website yang mereka miliki menjadi salah satu upaya mengatasikedala tersebut. Dalam kegiatan menerjemahkan penulis menggunakan metode komunikatif. Metode komunikatif dalam proses penerjemahan ini dinilai sangat efektif, karena dapat menghasilkan terjemahan yang mudah dimengerti oleh pembaca. Dalam pengumpulan data, metode yang digunakan adalah metode observasi partisipan dan jelajah internet. Hasil akhir dari kegiatan ini yaitu terjemahan profil pada website dalam bahasa Mandarin. Hal ini tentu saja sangat membantu Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kabupaten Banyumas untuk mengatasi kendala yang dihadapi tenaga kerja asing pengguna bahasa Mandarin, sekaligus meningkatkan pelayanan serta memudahkan tenaga kerja asing pengguna bahasa Mandarin dapat mengetahui dan memahami informasi tentang ketenagakerjaan. Sehingga dapat mendukung sektor pariwisata.
The article entitled "Website Profile Information System for the Office of Manpower, Cooperatives, and Banyumas UKM with a Profile Information System to Support the Tourism Sector” is the result of student practical work at the Office of Manpower, Cooperatives, and UKM Banyumas Regency. Human Resources (HR) is an important requirement in achieve a goal. Without reliable human resources will not be able to achieve the target anything including one in the tourism sector. HR can come from within as well as abroad. One of the duties of the Department of Manpower, Cooperatives and UKM Banyumas is dealing with HR issues. This article aims to overcome these obstacles faced by foreign workers, especially workers who use languages Chinese. The lack of information media owned by the Office of Manpower, Cooperatives, and SMEs in Banyumas district, causing problems for some workers foreign. Translation of the Mandarin profile information system on the website they have is one of the efforts to overcome these constraints. In activities translating the author using the communicative method. Deep communicative method This translation process is considered very effective, because it can produce translations that are easily understood by readers. In collecting data, the method used is participant observation and internet surfing. The end result of this activity is the translation of the profile on the website in Mandarin. This is of course very helpful to the Department of Manpower, Cooperatives and UKM Banyumas Regency to overcome the obstacles faced by foreign workers who speak Mandarin, as well as improve services and make it easier for foreign workers who use Mandarin to know and understand information about employment. So that it can support the tourism sector.
3253738184K1C018032Gugus Fungsi Membran Polimer Kitosan/PEG4000 Doping Garam Lithium Triflat (LiCF3SO3) sebagai Elektrolit Padat Baterai SekunderPerkembangan elektrolit baterai semakin pesat dari elektrolit bentuk cairan menuju bentuk padatan. Penggunaan elektrolit padat dalam bentuk lembaran menghilangkan risiki kebocoran cairan elektrolit. Bahan dasar elektrolit padat dalam penelitian ini adalah kitosan yang ditambahkan dengan plasticizer PEG4000 dan doping garam litium triflat (LiCF3SO3). Karakterisasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah Fourier Transform Infrared (FTIR). Karakterisasi FTIR digunakan untuk mengetahui gugus fungsi dan interaksi atom-atom pada membran dan garam litium yang ditambahkan. Hasil karakterisasi menunjukkan adanya gugus fungsi yang terbentuk pada setiap membran polimer adalah O-H dan N-H stretching pada bilangan gelombang 3425-3442 cm¬-1. Penambahan garam lithium triflat pada membran polimer Kitosan/PEG4000 menyebabkan terbentuknya gugus fungsi baru pada membran Kitosan/PEG4000/LiCF3SO3 yaitu SO3 simetrik pada bilangan gelombang 641 cm-1 dan 1027 cm-1 yang memiliki konstanta gaya sebesar 504,77 N/m. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan garam lithium triflat pada membran polimer terdisosiasi sehingga dapat digunakan sebagai elektrolit padat baterai sekunder.The development of battery electrolyte is increasing rapidly from liquid form electrolyte to solid form. The use of solid electrolyte in film eliminates the leakage of electrolyte liquid. In this study, the material of solid electrolyte is chitosan added with PEG4000 plasticizer and doping of lithium triflate salt (LiCF3SO3). The characterizations carried out in this study are Fourier Transform Infrared (FTIR). FTIR characterization is used to determine the functional groups and interactions of atoms on the membrane and the added lithium salts. The results of FTIR characterization shows that the presence of functional groups formed on each polymer membrane is O-H and N-H stretching at wave numbers 3425-3442 cm-1. The addition of lithium triflat salts to the chitosan/PEG4000 polymer membrane led to the formation of new functional groups on the chitosan/PEG4000/LiCF3SO3 membrane, namely symmetric SO3 at wave numbers 641 cm-1 and 1027 cm-1 which have a spring constant of 504.77 N/m. The results of the study can be concluded that the addition of lithium triflat salts to the polymer membrane is dissociated so that it can be used as a solid electrolyte for secondary batteries.
3253835812B1A017088DEKOLORISASI LIMBAH PEWARNA NAFTOL MENGGUNAKAN JAMUR Trametes hirsuta EDN082 TERIMOBILISASI LIGHTWEIGHT EXPANDED CLAY AGGREGATE (LECA)Limbah pewarna batik memiliki struktur yang sulit untuk diuraikan. Hal tersebut mengakibatkan meningkatnya angka pencemaran lingkungan. Aplikasi jamur pada limbah dapat dilakukan dengan mengimobilisasi jamur pada medium. Salah satu medium yang dapat digunakan adalah Light Expanded Clay Aggregate (LECA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan mekanisme dari imobilisasi sel jamur pelapuk putih T. hirsuta EDN082 terhadap dekolorisasi limbah pewarna naftol. Tujuan lain penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dekolorisasi limbah pewarna tekstil menggunakan sel jamur pelapuk putih T. hirsuta EDN082 yang terimobilisasi pada LECA terhadap toksisitas limbah. Penelitian dilakukan menggunakan metode ekperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor yang mempengaruhi penelitian ini berupa variasi perlakuan dan variasi dosis. Variasi perlakuan dilakukan untuk mengetahui pengaruh imobilisasi jamur pada persentase dekolorisasi. Variasi dosis jamur dilakukan untuk menentukan dosis jamur terimobilisasi pada LECA yang akan ditambahkan ke dalam limbah pewarna. Data hasil yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan imobilisasi jamur pada LECA mampu mendekolorisasi limbah pewarna naftol dan menurunkan toksisitas limbah pewarna naftol. Nilai persentase dekolorisasi yang didapat pada perlakuan dengan dosis jamur terimobilisasi pada LECA sebanyak 4 g yaitu limbah pewarna naftol ungu sebesar 43,3% pada panjang gelombang 524 nm dan 40,3% pada panjang gelombang 560 nm. Limbah pewarna naftol campuran memperoleh persentase dekolorisasi sebesar 49,9% pada panjang gelombang 442 nm, 55,3% pada panjang gelombang 470 nm, dan 89,9% pada panjang gelombang 532 nm. Batik dye waste is known to have a complex structure to decompose. These results can cause an increase in the number of environmental pollution. The application of fungi to the waste can be made by immobilizing the fungi in the medium. The medium that can be used is Light Expanded Clay Aggregate (LECA). The study aimed to determine the effect and mechanism of immobilization of white rot fungi T. hirsuta EDN082 on the decolorization of naphthol dye wastewater and determine the effect of decolorization treatment of textile dye waste using T. hirsuta EDN082 white-rot fungal cells immobilized in LECA on wastewater toxicity. This research was conducted using an experimental Factorial Complete Randomized Design. Factors that influence this research are in the form of variations in treatment and dose variations. Variations in treatment were carried out to determine the effect of fungal immobilization on decolorization percentage. Fungal dosage variations were carried out to determine the dose of immobilized mushrooms in LECA to be added to the dye waste. The data obtained were then analyzed using ANOVA, and it was continued with the Tukey test. The results showed that the fungal immobilization treatment in LECA could decolorize naphthol dye wastewater and reduce the toxicity of naphthol dye wastewater. The percentage of decolorization obtained in the treatment with a dose of immobilized fungal in LECA was 4 g. The percentage decolorization of purple naphthol dye waste was 43.3% at 524 nm and 40.3% at 560 nm. The mixed naphthol dye waste obtained a decolorization percentage of 49.9% at 442 nm, 55.3% at 470 nm, and 89.9% at 532 nm.
3253935796F1A017010KONTRUKSI SOSIAL MASYARAKAT ADAT KARUHUN URANG (AKUR)
SUNDA WIWITAN TERHADAP LINGKUNGAN DI KELURAHAN CIGUGUR, KECAMATAN CIGUGUR KABUPATEN KUNINGAN
Dewasa kini, kerusakan lingkungan alam semakin masif. Masyarakat seakan menghalalkan berbagai cara untuk memperoleh keuntungan dari lingkungan alam tanpa mempertimbangkan dampak negatif yang terjadi. Namun tidak demikian dengan masyarakat Adat Karuhun Urang (AKUR) Cigugur di Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Mereka memiliki nilai-nilai budaya leluhur sebagai dasar untuk hidup berdampingan dengan alam yang terjaga hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konstruksi sosial masyarakat AKUR Sunda Wiwitan terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah masyarakat AKUR Cigugur yang meliputi ketua adat dan anggota masyarakat AKUR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat AKUR memandang lingkungan alam sebagai suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari manusia, sebagaimana termaktub dalam Pikukuh Tilu. Pandangan masyarakat tersebut tidak dapat dilepaskan dari adanya konstruksi sosial melalui penyerapan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat AKUR. Nilai-nilai tersebut, diwujudkan ke dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan alam dengan menanam pohon, menjaga mata air, dan tidak mengeksploitasi alam. Pengetahuan terkait merawat lingkungan alam masih terus berjalan hingga kini. Dalam merawat lingkungan, masyarakat di luar lingkungan adat perlu meniru upaya yang dilakukan komunitas AKUR dengan cara dan kemampuannya masing-masing. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pandangan masyarakat AKUR tentang lingkungan tidak dapat dilepaskan dari adanya konstruksi sosial. Nowadays, the damage to the natural environment is getting massive. People seem to justify various ways to benefit from the natural environment without considering the negative impacts that occur. However, this is not the case with the Cigugur Karuhun Urang (AKUR) Indigenous community in Cigugur Village, Cigugur District, Kuningan Regency. They have ancestral cultural values as the basis for coexistence with nature that has been preserved to this day. This study aims to describe the social construction of the AKUR Sunda Wiwitan community on the environment. This study used qualitative research methods. The target of this research is the AKUR community in Cigugur, which includes traditional leaders and members of the AKUR community. The results show that the AKUR community views the natural environment as something that cannot be separated from humans, as stated in Pikukuh Tilu. The views of the community cannot be separated from the existence of social construction through the absorption of values prevailing in the AKUR community. These values are embodied in efforts to preserve the natural environment by planting trees, protecting springs, and not exploiting nature. Knowledge related to caring for the natural environment is still ongoing today. In caring for the environment, people outside the customary environment need to imitate the efforts made by the AKUR community in their respective ways and abilities.This study concludes that the AKUR community’s view of the environment cannot be separated from the existence of social construction.
3254035798E1A017099PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PRODUK FARMASI YANG TIDAK MEMENUHI STANDAR DAN/ATAU PERSYARATAN KEAMANAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
(Studi Putusan Pengadilan Negeri Serang Nomor 133/Pid.sus/2020/PN. Srg)
ABSTRAK
Penelitian ini meneliti tentang Perlindungan Konsumen yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Salah satu kasus perlindungan konsumen adalah kasus Murdani Bin Zainal Abidin sebagai pelaku usaha yang telah melanggar hak-hak, kewajiban dan perbuatan yang dilarang kepada konsumen terkait dengan sengaja melakukan penjualan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum konsumen dalam mengedarkan sediaan farmasi atau obat-obatan jenis Hexymer yang tidak memenuhi standar keamanan berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum premier, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis, logis dan rasional. Metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam Putusan Pengadilan Negeri Serang Nomor 133/Pid.sus/2020/PN. Srg telah memberikan perlindungan hukum kepada konsumen sesuai Pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, serta pelaku usaha telah melanggar Pasal 4 huruf a dan c UUPK dan Pasal 8 angka 1 huruf a Undang-Undang Perlindungan Konsumen.
Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Konsumen, Sediaan Farmasi.
ABSTRACT
This study examines Consumer Protection as regulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. One of the consumer protection cases is the case of Murdani Bin Zainal Abidin, a business actor, that has violated the rights, obligations, and prohibited actions of consumers related to intentionally selling pharmaceutical preparations that do not comply with safety standards. This study aims to determine the form of consumer legal protection in distributing pharmaceutical preparations or Hexymer-type drugs that do not meet the safety standards based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
The approach method used in this research is normative juridical with descriptive-analytical research specifications. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data obtained are presented in the form of descriptions that are arranged systematically, logically, and rationally. This research used the qualitative normative method as the data analysis method.
Based on the results of the conducted research, it can be concluded that in the Serang District Court Decision Number 133/Pid.sus/2020/PN. Srg has provided legal protection to consumers in accordance with Article 196 of Law Number 36 of 2009 concerning Health, and business actors have violated Article 4 letters a and c of the UUPK and Article 8 number 1 letter an of the Consumer Protection Act..

Keywords: Legal Protection, Consumers, Pharmaceutical Preparations.