Home
Login.
Artikelilmiahs
35860
Update
MAESAROH
NIM
Judul Artikel
PERAN BADAN PENASEHATAN, PEMBINAAN, DAN PELESTARIAN PERKAWINAN (BP4) DALAM PENCEGAHAN KDRT DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kasus perceraian di Kabupaten Banyumas menunjukan peningkatan setiap tahunnya. Faktor penyebab perceraian salah satunya muncul, karena terjadinya KDRT. KDRT sebagai bentuk tindakan yang meliputi kekerasan fisik, psikis, seksual, kekerasan ekonomi, dan pemaksaan. KDRT menyebabkan lemahnya keharmonisan dan kesejahteraan rumah tangga, sehingga pemerintah sewajarnya melakukan langkah – langkah mengatasi masalah sosial yang mengancam ketahanan keluarga melalui BP4. BP4 merupakan lembaga yang bertugas meningkatkan mutu perkawinan agar terbangun keluarga sakinah dan mencegah perceraian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan bersifat deskriptif analitis dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan pengumpulan dokumen yang berkaitan dengan topik penelitian. Lokasi penelitian ini berada di BP4 Kecamatan Sumbang, Kecamatan Baturaden, Kecamatan Purwokerto Timur, Kecamatan Banyumas dan Kecamatan Purwokerto Utara. Peran lembaga BP4 dalam mencegah terjadinya KDRT di Kabupaten Banyumas tidak efektif, karena tupoksi BP4 berjalan dan dilaksanakan setelah pernikahan dan setelah pihak pasangan telah mengalami konflik termasuk KDRT. Peran BP4 berjalan dalam mengatasi pencegahan perceraian melalui proses konsultasi, mediasi, dan advokasi. Kemudian program bimbingan perkawinan sebagai upaya pencegahan KDRT dalam proses pelaksanaanya tidak melibatkan BP4. Sehingga peran BP4 dirasa kurang efektif, kurang maksimal dan kurang tersosialisasikan kepada masyarakat sebagai lembaga yang dapat membantu meningkatkan mutu perkawinan dan mencegah perceraian. Kata kunci : Perceraian, KDRT, Kualitatif, BP4
Abtrak (Bhs. Inggris)
Divorce cases in Banyumas Regency show an increase every year. One of the factors that cause divorce is the emergence of domestic violence. Domestic violence is a form of action that includes physical, psychological, sexual violence, economic violence, and coercion. Domestic violence causes weak harmony and household welfare, so the government should take steps to overcome social problems that threaten family resilience through BP4. BP4 is an institution tasked with improving the quality of marriage in order to build a sakinah family and prevent divorce. This study uses qualitative research methods and is descriptive analytical with data collection techniques, namely interviews, observations, and collection of documents related to the research topic. The location of this research is in BP4 Sub-District of Sumbang, District of Baturaden, District of East Purwokerto, District of Banyumas and District of North Purwokerto. The role of BP4 institutions in preventing domestic violence in Banyumas Regency is not effective, because BP4's tupoksi run and are carried out after marriage and after the couple has experienced conflict, including domestic violence. The role of BP4 runs in addressing divorce prevention through a process of consultation, mediation, and advocacy. Then the marriage guidance program as an effort to prevent domestic violence in the implementation process does not involve BP4. So that the role of BP4 is felt to be less effective, less than optimal and less socialized to the community as an institution that can help improve the quality of marriage and prevent divorce. keywords : Divorce, Domestic Violence, Qualitative, BP4
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save