Home
Login.
Artikelilmiahs
35277
Update
AAM AMALIYAH
NIM
Judul Artikel
PENERIMAAN DIRI TERHADAP TERAPI ARV (Antiretroviral) PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) DI KOTA PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Penularan penyakit HIV/AIDS seringkali dikaitkan dengan perilaku penyimpangan sosial sehingga dapat mengundang stigma dari masyarakat, hal ini mempengaruhi perilaku penerimaan orang dengan HIV/AIDS terhadap status penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerimaan diri ODHA dengan pendekatan teori Health Belief Models (HBM) yang mengemukakan bahwa persepsi individu tentang penyakitnya akan mempengaruhi perilaku kesehatan. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik penelitian dirancang menggunakan purposive sampling yaitu dengan wawancara dan observasi. Penelitian ini melibatkan 5 informan utama. Triangulasi dilakukan kepada pendamping ODHA kelompok beresiko WPS dan LGBT, suami dan teman ODHA. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menemukan bahwa persepsi kerentanan ODHA meliputi riwayat penularan dan respon terhadap penyakit dalam tubuhnya. Persepsi keseriusan yang dirasakan oleh informan meliputi konsekuensi klinis, medis dan konsekuensi sosial yang dirasakan, dimana ODHA merasa bahwa penyakit HIV/ADS adalah penyakit yang berat dan serius sehingga konsekuensi yang akan diterimapun akan berat. Persepsi hambatan yang dirasakan oleh ODHA berupa stigma dan diskriminasi masyarakat, infeksi oportunistik, rentan terkena penyakit lain dan efek samping obat. Persepsi keuntungan yang dirasakan ODHA diperoleh ketika memutuskan untuk melakukan sebuah tindakan, dalam hal ini tindakan yang dilakukan oleh informan utama berupa menjalankan terapi ARV. Kesimpulan : Adanya persepsi individu yang meliputi persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi hambatan dan persepsi keuntungan dapat memberi pengaruh pada perilaku penerimaan diri ODHA terhadap penyakit yang dideritanya. Perilaku penerimaan diri yang baik dapat membatu ODHA memiliki pola pikir yang positif untuk melakukan upaya-upaya pengobatan yakni melakukan tindakan menjalankan terapi ARV.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background : Transmission of HIV/AIDS is often associated with social deviant behavior so that it can invite stigma from the community, this affects the acceptance behavior of people with HIV/AIDS on their disease status. This study aims to describe how self-acceptance of people with HIV/AIDS Health Belief Models (HBM) theoretical approach which suggests that individual perceptions of their illness will affect health behavior. Method : This study uses a qualitative research method with a descriptive approach. The research technique was designed using purposive sampling , namely interviews and observations. This study involved 5 main informants. Triangulation was carried out for people with HIV/AIDS companions at risk groups for WPS and LGBT, husbands and friends of people with HIV/AIDS. Data analysis includes data reduction, data presentation and conclusion drawing. Result : The results of the study found that the perception of people with HIV/AIDS vulnerability included a history of transmission and response to diseases in their bodies. The perceived seriousness of the informants included clinical, medical and social consequences, where people with HIV/AIDS felt that HIV/ADS was a serious and serious disease, so the consequences would be severe. Perceptions of barriers felt by people with HIV/AIDS in the form of stigma and community discrimination, opportunistic infections, vulnerability to other diseases and side effects of drugs. The perception of the benefits felt by people with HIV/AIDS is obtained when they decide to take an action, in this case the action taken by the main informant is in the form of carrying out ARV therapy. Conclusion : The existence of individual perceptions which include perceptions of vulnerability, perception of seriousness, perceived barriers and perceived benefits can have an influence on the self-acceptance behavior of people with HIV/AIDS towards the disease they are suffering from. Good self-acceptance behavior can help people with HIV/AIDS have a positive mindset to make treatment efforts, namely taking action on ARV therapy.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save