Artikel Ilmiah : J1A015016 a.n. DEWI SRI MULYAWATI

Kembali Update Delete

NIMJ1A015016
NamamhsDEWI SRI MULYAWATI
Judul ArtikelHYPERREAL IDENTITY IN AVATAR MOVIE (2009)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Studi yang mengkaji identitas hyperreal yang digambarkan dalam Avatar (2009) ini bertujuan untuk menganalisis alterasi Jake ke dunia virtual sebagai bentuk pelarian diri, yang mengakibatkan perubahan identitas dirinya. Penulis berpendapat bahwa identitas Jake dalam dunia virtual menjadi lebih nyata dari pada dirinya yang asli dan tanda di dalam dunia virtual pun menjadi semakin nyata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Selain itu, untuk menganalisis masalah ini, penulis menerapkan tiga tahapan teori simulasi dari Jean Baudrillard. Studi yaitu: Tahap pertama: tanda merupakan cerminan realitas. Tahap kedua: tanda telah kehilangan statusnya sebagai symbol yang normatif dan berubah menjadi sarana yang terpisah dari realitas. Tahap ketiga: tanda tidak sepenuhnya merujuk pada realitas objek (kenyataan). Hasil dari analisa studi ini mendapati bahwa Pandora sebagai media untuk menghubungkan Jake ke dalam dunia virtual adalah sebuah simulasi yang membuat batasan antara realitas dan khayalan menjadi samar. Simulacrum adalah dunia virtual itu sendiri. Dunia virtual tidak lagi sebagai representasi. Dunia virtual menjadi sebuah duplikat tanpa referensi. Identitas hyperreal merupakan indetitas Jake, sebagai avatar di planet Pandora, yang dibawanya ke dunia nyata. Pada dunia nyata, orang hanya mengenalnya sebagai Jake bukan seorang avatar. Semenjak dia tidak dapat membedakan antara realitas dan khayalan dia menjadi Avatar Jake.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study which discusses hyperreal identity as portrayed in Avatar (2009) is aimed at analyzing Jake's shift to the virtual world as a form of escaping, which results in his identity change. The writer argues that Jake's identity in virtual becomes more real than the real one beside the sign-in virtual reality toward reality. This study used a qualitative method to analyze the issue. Furthermore, the writer also applied Jean Baudrillard's three orders of simulation theory. This study finds that Pandora as a medium to connect Jake to the virtual reality world is a simulation. It processes how reality and artificial are getting blurred. The simulacrum is the virtual reality world itself. The virtual reality world is no longer a representation. Instead, it becomes a copy without any references. The hyperreal identity is when Jake, as avatar Jake in Pandora, is brought to reality. In reality, people know Jake as Jake. Since Jake is unable to differentiate between reality and artificial he has become an avatar, Jake.

Kata kuncihyperreality, identity, escape, virtual reality game, virtual world
Pembimbing 1Eni Nuraeni S.S., M.A.
Pembimbing 2Risky Februansyah S.S., M.A.
Pembimbing 3Mia Fitria Agustina S.S., M.A.
Tahun2022
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2022-04-05 15:00:13.235447
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.