Artikelilmiahs
Menampilkan 31.921-31.940 dari 50.033 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 31921 | 35464 | L1B017036 | PENGARUH PEMBERIAN PAKAN FERMENTASI LIMBAH SAYUR PASAR TERHADAP PERTUMBUHAN UDANG HIAS RED CHERRY (Neocaridina davidi) | Udang Red Cherry (Neocaridina davidi) merupakan salah satu dari berbagai macam varian udang hias (Neocaridina sp.) dengan ciri warna merah cerah. Udang hias ini disukai karena memiliki ukuran kecil dan kontras warna tinggi sehingga sangat bagus untuk mengisi aquascape. Pemilihan jenis pakan yang tepat dapat meningkatkan kualitas sekaligus meningkatkan keuntungan ekonomis dalam usaha budidaya udang Red Cherry. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan berupa fermentasi limbah sayur pasar terhadap pertumbuhan udang hias Red Cherry (Neocaridina davidi). Empat jenis limbah sayuran dari pasar yaitu sawi (P1), wortel (P2), tauge (P3) dan kol (P4) difermentasi dan dijadikan pakan untuk udang Red Cherry berukuran panjang 1 ± 0,5 cm yang dipelihara dengan kepadatan satu ekor per liter selama 40 hari pemeliharaan. Sebagai kontrol digunakan tablet spirulina (P0) dan setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan panjang mutlak, berat mutlak dan pertumbuhan spesifik udang Red Cherry pada P1, P3 dan P4 tidak berbeda nyata (P>0,05) dibandingkan P0. Demikian juga tidak terjadi perbedaan nyata (P>0,05) pada sintasan udang hias dalam lima perlakuan yang digunakan. Oleh karena itu ketiga jenis limbah sayuran tersebut dapat dijadikan sebagai pakan pengganti dalam budidaya udang hias ini. | Red Cherry Shrimp (Neocaridina davidi) is a variant of ornamental shrimp (Neocaridina sp.) characterized with bright red color. They are being favourite due to it’s small sized and high color contrast with so suitable for aquascape. The quality of shrimp as well as their economic value could be increased by a suitable type of feed. This research was conducted to determine the effect of feeding in the form of fermented market vegetable waste on the growth of Red Cherry (Neocaridina davidi) ornamental shrimp. Four types of vegetable waste from the market i.e mustard greens (P1), carrots (P2), bean sprouts (P3) and cabbage (P4) were fermented and used as a feed for Red Cherry shrimp measuring 1 ± 0.5 cm long in which reared at density of one fish per liter for 40 days rearing. As a control, spirulina tablets (P0) were used and each treatment were replicated three times. The results showed that the absolute length, absolute weight and specific growth of Red Cherry shrimp at P1, P3 and P4 were not significantly (P>0.05) different from P0. Likewise, there was no significantly (P>0.05) difference in the survival rate of ornamental shrimp in all treatments. Therefore, the three types of vegetable waste can be used as substitute feed in this ornamental shrimp culture. | |
| 31922 | 35096 | A1L114027 | APLIKASI TIGA JENIS PUPUK KALIUM PADA TANAMAN BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) VARIETAS TAJUK DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG | Peningkatan produksi tanaman bawang merah dapat dilakukan melalui pemupukan. Kalium merupakan salah satu jenis pupuk yang penting bagi tanaman itu. Ada tiga jenis pupuk kalium yang umum di pasaran yaitu ZK, KCl, KNO3. Penelitian ini bertujuan 1). Mengetahui respon pertumbuhan tanaman bawang merah setelah aplikasi pemupukan 3 jenis pupuk kalium, 2) Mengetahui hasil tanaman bawang merah setelah aplikasi pemupukan 3 jenis pupuk kalium. Penelitian ini dilakukan di lahan petani, terletak di Desa Bantarwaru, Kecamatan Madukara, Banjarnegara, ketinggian 320 meter di atas permukaan laut dengan suhu berkisar 23-30º C. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan jenis/sumber pupuk kalium, yaitu K0 = tanpa penambahan pupuk kalium, K1 = pupuk ZK, K2 = pupuk KCl, K3 = pupuk KNO3. Percobaan diulang 6 kali. Dosis yang digunakan 10 g/m2 diberikan pada saat tanaman berumur 35 HST (Hari Setelah Tanam). Variabel yaang diamati: tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai/tanaman), jumlah anakan atau umbi per rumpun, bobot umbi segar tanaman (g), bobot umbi kering angin per tanaman (g), diameter umbi (mm). Data hasil percobaan yang diperoleh dianalisis dengan uji F, kemudian dilakukan uji lanjutan dengan Uji BNT dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Aplikasi pupuk kalium mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman bawang merah. 2) Aplikasi pupuk kalium juga mampu meningkatkan hasil tanaman. 3) Jenis pupuk yang terbaik adalah KNO3. Kata kunci : bawang merah, pupuk kalium, hasil, umbi | ABSTRACT This research aimed to 1) find out the best of type of potassium fertilizer that increase growth of shallot plants. 2) ) find out the best of type of potassium fertilizer that increase yield of shallot plants. The research was carried out on farmer land, located at Bantarwaru Village, Madukara, Banjarnegara, 320 meters above sea level with temperatures ranging from 23-30º C. The study was conducted from February 2021 to April 2021. This study used a non-factorial randomized block design (RAK). The type of treatment is a type of potassium fertilizer. The experiment was repeated 6 times. Treatment of potassium fertilizer as follows: K0 = without adding potassium fertilizer, K1 = ZK fertilizer, K2 = KCl fertilizer, K3 = KNO3 fertilizer. Fertiliation with K was carried out each with a dose of 10 (g/m2) when the plants were 35 DAP (Days After Planting). The variables observed were plant height (cm), number of leaves (strands/plant), number of tillers/bulb per clump, weight of fresh bulbs (g), weight of wind-dried bulbs per plant (g), bulb diameter (mm). The experimental data were analyzed by the F test, followed using BNT with an error rate of 5%. The results showed that: 1) Application of potassium fertilizer was able to increase the growth and yield of shallots. 2) The treatment used in the study had a very significant effect on plant variables. 3) The best fertilizer wat KNO3. Keywords: Shallots, potassium fertilizer, yield, bulb | |
| 31923 | 35569 | L1A017024 | PENGARUH LAMA PERENDAMAN BERBAGAI JENIS OLAHAN UDANG DALAM AIR ES TERHADAP NILAI ORGANOLEPTIK DAN BOBOT UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) | Salah satu produksi udang yang diminati adalah udang vaname dalam bentuk olahan udang seperti Head On, Head Less dan Peeled Tail On. Produk olahan udang memiliki standar dan kualitas mutu yang baik sedangkan udang sangat mudah mengalami kerusakan dan kemunduran mutu. Penanganan udang harus dilakukan secara cepat, hati-hati dan dipertahankan kesegaran serta mutu udang, dengan menerapkan sistem rantai dingin (perendaman air es, es curah dan pembekuan). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama perendaman berbagai jenis olahan udang (HO, HL, PTO) dalam air es terhadap nilai organoleptik dan bobot udang vaname. Metode yang digunakan adalah experimental berupa RAK sederhana terhadap variabel bobot terdiri dari keragaman (perlakuan) dan waktu perendaman. Hasil penelitian menunjukan nilai organoleptik udang vaname sebesar 7.17, udang dalam kondisi utuh, kebeningan agak hilang, sedikit kusam, antar ruas kurang kokoh ,bau spesifik jenis netral, kurang elastis, kompak dan padat. Pertambahan bobot udang olahan PTO lebih besar dibandingkan dengan produk olahan HO dan HL. Semakin lama waktu perendaman udang maka bobot udang akan semakin bertambah berkisar antara 1.02 ± 1.79 dan waktu optimal perendaman udang yaitu 6 jam perendaman jika melebihi 6 jam bobot udang akan stabil. Rata-rata nilai rendemen untuk proses HO-HL 66.02% dan HL-PTO 89.69%. | One of the shrimp productions that are in demand is vaname shrimp in the form of processed shrimp such as Head On, Head Less and Peeled Tail On. Processed shrimp products have a quality standards are good, while shrimp are very easy to damage and decline in quality. Shrimp handling must be done quickly, carefully and must maintain the freshness quality of shrimp by applying a cold chain system (ice water soaking, bulk ice and freezing). The purpose of this study was to determine the effect of soaking of various types processed shrimp (HO, HL, PTO) in ice water on the organoleptic value and weight of vaname shrimp.The method used is experimental in the form of simple RAK on weight variables consisting of diversity (treatment) and soaking time (T). The results showed that the organoleptic value of vaname shrimp was 7.17, the shrimp was in intact condition, the clarity was slightly lost, slightly dull, less sturdy between segments, the specific odor was neutral, less elastic, compact and dense. The weight gain of PTO processed shrimp was greater than that of HO and HL processed products. The longer the time of soaking the shrimp, the weight of the shrimp will increase, ranging from 1.02 ± 1.79 and the optimal time of soaking of the shrimp is 6 hours of soaking if it exceeds 6 hours the weight of the shrimp will be stable. The average yield value for the HO-HL process was 66.02% and HL-PTO 89.69%. | |
| 31924 | 35097 | F1B014051 | KUALITAS PELAYANAN PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 7 PURWOKERTO | Kualitas pelayanan pendidikan dapat dinilai dari seberapa besar tujuan dari penyelenggaraan pendidikan itu dapat tercapai. Kualitas pelayanan pendidikan erat kaitannya dengan kepuasan peserta didik, ketika peserta didik merasa puas akan pelayanan pendidikan yang diberikan maka mereka akan memberikan hasil dan prestasi yang baik dalam upaya pencapaian tujuan dari penyelenggaraan pendidikan. Salah satu tujuan yang hendak dicapai adalah menghasilkan generasi muda yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. Untuk mewujudkan itu semua tentunya pemerintah harus menyediakan fasilitas dan akses pendidikan yang memadai. Urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan pendidikan adalah Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidikan (SPM Pendidikan). Salah satu jenis pelayanan dasar pada SPM Pendidikan daerah kabupaten/kota adalah pelayanan dasar pada jenjang pendidikan dasar yang kemudian disebut Standar Pelayanan Pendidikan Dasar (SPM Dikdas). SPM Dikdas adalah tolak ukur kinerja pelayanan pendidikan dasar melalui jalur pendidikan formal yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 7 Purwokerto dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, pengamatan langsung dan dokumentasi. Penelitian ini melihat kualitas pelayanan pendidikan melalui aspek pengelolaan sarana dan prasarana, pendidik dan tenaga kependidikan, kurikulum, penilaian pendidikan, dan manajemen sekolah. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kualitas pelayanan pendidikan yang berdasarkan pada indikator pelaksanaan SPM Pendidikan Dasar (SPM Dikdas) di SMP Negeri 7 Purwokerto sudah baik dan hampir semua komponen terpenuhi. Namun masih ada beberapa kendala yang terjadi, diantaranya mengenai jumlah pendidik dan tenaga kependidikan. SMP Negeri 7 Purwokerto masih kekurangan guru, dan jumlahnya cukup banyak. Mengingat guru merupakan komponen utama dalam mendukung mutu pendidikan itu sendiri. | The quality of educational services can be assessed from how much the goals of the education administration can be achieved. The quality of educational services is closely related to student satisfaction, when students are satisfied with the educational services provided, they will provide good results and achievements in an effort to achieve the goals of education. One of the goals to be achieved is to produce a young generation of high quality, character, and competitiveness. To achieve this, the government must provide adequate facilities and access to educationMandatory government affairs related to education services are Minimum Service Standards for Education (SPM Pendidikan). One type of basic service in the district/city education MSS is the basic service at the basic education level which is then called the Basic Education Service Standard (SPM Dikdas). SPM Dikdas is a benchmark for the performance of basic education services through formal education conducted by the Regency/City Government This research was conducted at junior highschool state 7 Purwokerto with descriptive qualitative research methods. Informants in this study were determined through purposive sampling technique. Data collection by in-depth interviews, direct observation and documentation. This study looks at the quality of education services through the management of facilities and infrastructure, educators and education personnel, curriculum, educational assessment, and school management. The results of this study indicate that the quality of education services based on the implementation indicators of the Basic Education SPM (SPM Dikdas) at junior highschool state 7 Purwokerto is good and almost all components are met. However, there are still some obstacles that occur, including the number of educators and education staff. Junior highschool state 7 Purwokerto still lacks teachers, and there are quite a number of them. Given that teachers are the main component in supporting the quality of education itself. | |
| 31925 | 35098 | E1A017086 | PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG HAK TERDAFTAR BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR : 618K/PDT.SUS-HKI/2020 | Semakin pesatnya perkembangan ekonomi Indonesia, membawa pengaruh terhadap penggunaan dan pemanfataan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), HKI adalah hak eksklusif yang diberikan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. Secara sederhana HKI mencakup Hak Cipta, Hak Paten dan Hak Merek. Merek tersebut digunakan sebagai pembeda agar tidak memiliki kesamaan serta menjadikan ciri khas. Pengaturan terhadap hak merek ini diatur dalam Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan metode analisis data secara normatif kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan, Majelis Hakim yang memeriksa perkara pada Putusan Mahkamah Agung Nomor : 618K/Pdt.Sus-HKI/2020 telah menunjukkan upaya perlindungan hukum kepada pemegang hak merek terdaftar dengan menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi atau penggugat pembatalan merek, dan menghukum pemohon kasasi atau penggugat pembatalan merek untuk membayar biaya perkara tingkat kasasi sebesar Rp. 5.000.000. | The rapid development of the Indonesian economy, has an impact on the use and utilization of Intellectual Property Rights (IPR), IPR is an exclusive right granted to a person or group of people for their copyrighted works. In simple terms, IPR includes Copyrights, Patents and Brand Rights. The brand is used as a differentiator so that it does not have similarities and makes it unique. The regulation of these trademark rights is regulated in Law Number 20 of 2016 concerning Marks and Geographical Indications. The research method used in this study uses a normative juridical approach with descriptive analytical research specifications. Sources of data used are secondary data obtained from literature studies in the form of primary, secondary, and tertiary legal materials. The collected data is processed and analyzed by using qualitative normative data analysis methods. The results of the study can be concluded, the Panel of Judges who examined the case on the Supreme Court Decision Number: 618K/Pdt.Sus-HKI/2020 has shown legal protection efforts to registered trademark rights holders by rejecting the cassation application from the cassation applicant or the plaintiff for the cancellation of the mark, and punishing the applicant. the cassation or the plaintiff for the cancellation of the mark to pay the court fee for the cassation level of Rp. 5,000,000. | |
| 31926 | 35099 | C1B014015 | ANALISIS PERBANDINGAN RETURN, ABNORMAL RETURN, DAN TRADING VOLUME ACTIVITY SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN RIGHT ISSUE (Studi Pada Perusahaan Perbankan Periode 2016-2018) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan terhadap return, abnormal return, dan trading volume activity sebelum dan sesudah right issue pada perusahaan-perusahaan perbankan. Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan-perusahaan perbankan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Terdapat sebanyak 9 perusahaan yang dijadikan sebagai sampel. Pengujian hipotesis menggunakan paired sample t-test. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara return, abnormal return, dan trading volume activity sebelum dan sesudah right issue. Implikasi dari penelitian ini yaitu meskipun hasil penelitian ini tidak terbukti menemukan adanya perbedaan yang signifikan actual return, average abnormal return dan average trading volume activity pada perusahaan perbankan di Indonesia, bukan berarti investor dapat mengabaikan pengumuman right issue dalam menentukan keputusan investasinya, terlebih dalam merespon aksi-aksi korporasi yang dilakukan oleh perusahaan. | This study aims to analyze the differences in returns, abnormal returns, and trading volume activity before and after the rights issue in banking companies. The population in this study are banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange. Determination of the sample in this study using purposive sampling method. There are as many as 9 companies that are used as samples. Hypothesis testing using paired sample t-test. The results of the study indicate that there is no difference between return, abnormal return, and trading volume activity before and after the rights issue. The implication of this research is that although the results of this study are not proven to find any significant differences in actual return, average abnormal return and average trading volume activity in banking companies in Indonesia, it does not mean that investors can ignore the announcement of the rights issue in determining their investment decisions, especially in responding to the Corporate actions taken by the company. | |
| 31927 | 35100 | H1A017057 | Klasifikasi Keretakan Beton dengan Metode Convolutional Neural Network (CNN) dan Support Vector Machine (SVM) | Saat ini, telah banyak gedung bertingkat serta jembatan di penjuru dunia yang menggunakan beton. Beton merupakan bahan yang mudah dibentuk, tahan temperatur tinggi dan memiliki kekuatan tinggi tetapi kuat tariknya rendah sehingga mudah retak. Penyebab retak pada beton dapat diakibatkan oleh pembebanan dan bisa juga karena penyusutan dari perbedaan temperatur yang tinggi atau karena proses kimia antara semen dan agregat pada waktu pengerjaan. Keretakan beton tentu dapat menimbulkan masalah yang cukup serius dan dapat menimbulkan korban jiwa jika terus diabaikan. Dalam pendeteksian retakan, Convolutional Neural Network (CNN), diterapkan untuk mengekstrak fitur yang dioptimalkan secara otomatis untuk Support Vector Machine (SVM) untuk mengklasifikasikan, yang menunjukkan hasil pengenalan yang lebih baik. Sistem dibangun dengan arsitektur CNN Alexnet, Resnet50, dan Googlenet untuk mendapatkan data ekstraksi fitur dari layer fully connected. Data ekstraksi fitur kemudian dilatih dengan algoritma optimized SVM untuk mendapatkan nilai parameter terbaik pada model SVM tersebut. Keretakan beton diklasifikasikan kedalam 3 kelas yaitu tidak retak, retak kecil dan retak besar. Hasil pelatihan dan pengujian pada sistem dengan ekstraksi fitur dari model CNN arsitektur Alexnet dan optimizes SVM mendapatkan nilai akurasi 95,1% dan 97,94%, lalu ekstraksi fitur dari Resnet50 yaitu sebesar 96% dan 98,87%, dan pada ekstraksi fitur dari Googlenet yaitu sebesar 94,4% dan 94,51%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem dengan ekstraksi fitur menggunakan arsitektur CNN Resnet50 dan optimized SVM dapat digunakan dengan baik dan siap untuk diimplementasikan kedalam bentuk tampilan antarmuka GUI (Graphical User Interface). | Currently, there are many high-rise buildings and bridges around the world that use concrete. Concrete is a material that is easy to shape, withstands high temperatures and has high strength but low tensile strength so it is easy to crack. The cause of cracks in concrete can be caused by loading and can also be due to shrinkage from high temperature differences or due to chemical processes between cement and aggregate at the time of work. Concrete cracks can certainly cause quite serious problems and can cause fatalities if it continues to be ignored. In crack detection, Convolutional Neural Network (CNN), is applied to extract features optimized automatically for Support Vector Machine (SVM) to classify, which shows better recognition results. The system is built with the CNN Alexnet, Resnet50, and Googlenet architectures to get feature extraction data from the fully connected layer. The feature extraction data is then trained with the optimized SVM algorithm to get the best parameter values in the SVM model. Concrete cracks are classified into 3 classes, namely no cracks, small cracks and large cracks. The results of training and testing on a system with feature extraction from the CNN model of the Alexnet architecture and optimizes SVM get accuracy values of 95.1% and 97.94%, then feature extraction from Resnet50 is 96% and 98.87%, and feature extraction from Resnet50 Googlenet is 94.4% and 94.51%, respectively. From these data, it can be concluded that a system with feature extraction using CNN Resnet50 architecture and optimized SVM can be used properly and is ready to be implemented in the form of a GUI (Graphical User Interface) interface. | |
| 31928 | 35101 | F1F017078 | ANALISIS HUMAN SECURITY DALAM KONFLIK ISRAEL-PALESTINA: TINJAUAN TERHADAP RESOLUSI DEWAN KEAMANAN PERSATUAN BANGSA-BANGSA (DK PBB) NO. 2334 TAHUN 2016 | Penelitian yang berjudul “Analisis Human Security dalam Konflik Israel-Palestina: Tinjauan Teradap Resolusi Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (DK PBB) No. 2334 Tahun 2016” ini memiliki tujuan penelitian untuk menganalisis human securiy yang terkandung dalam resolusi DK PBB no. 2334 tahun 2016. Konflik antara Israel dan Palestina telah mempengaruhi segala aspek kehidupan yang kemudian mengancam keamanan manusia. Selain itu Israel beberapa kali telah melakukan pelanggaran terkait hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia, sehingga dibutuhkan resolusi yang dibangun berdasarkan konsep keamanan manusia. Penelitian ini dianalisis berdasarkan konsep human security, dengan menggunakan metode deskriptif, dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui literatur review. Berdasarkan data-data yang diperoleh, jika dilihat dari perspektif keamanan manusia, resolusi no. 2334 telah sesuai dengan aspek keamanan manusia karena di dalamnya telah menegaskan kembali dan menekankan kewajiban kedua negara untuk mematuhi hukum Konvensi Jenewa IV, hukum humaniter internasional, pendapat Mahkamah Internasional, Peta Jalan Kuartet, serta resolusi-resolusi yang relevan sebelumnya, yang mana di dalamnya sebagian besar mengerucut kepada pembahasan mengenai perlindungan dari adanya ancaman ekonomi, pangan, kesehatan, lingkungan, pribadi, komunitas, politik, dan hak asasi manusia, yang mana semua itu merupakan bagian dari keamanan manusia. | The research entitled “Human Security Analysis in the Israeli-Palestinian Conflict: An Overview of the United Nations Security Council (UNSC) Resolution No. 2334 of 2016” has a research objective to analyze the human security contained in the UN Security Council resolution no. 2334 of 2016. The conflict between Israel and Palestine has affected all aspects of life which threatens human security. In addition, Israel has several times committed violations related to international humanitarian law and human rights, so a resolution is needed based on the concept of human security. This study was analyzed based on the concept of human security, using descriptive methods, and data collection thechniques were carried out through literature review. Based on the data obtained, resolutions no. 2334 is in accordance with the human security aspect because it has reafirmed and emphasized the obligations of both countries to comply with the Fourth Geneva Convention, international humanitarian law, the opinion of the International Court of Justice, the Quartet Road Map, as well as previous relevant resolutions, which in part The Major focus is on the discussion of protection from threats to the economic, food, health, environmental, personal, community, political, and human rights threats, which are part of human security. | |
| 31929 | 35103 | I1B017016 | GAMBARAN MOTIVASI BERORGANISASI DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | GAMBARAN MOTIVASI BERORGANISASI DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Resti Fauzie¹, Keksi Girindra Swasti², Lita Heni Kusumawardani² Latar Belakang: Organisasi merupakan satu dari sekian banyak tempat bagi mahasiswa untuk mengembangkan softskill. Demikian adanya pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan efektifitas dalam keberlangsungan organisasi mahasiswa. Hal ini dapat memengaruhi motivasi mahasiswa untuk mengikuti organisasi di masa pandemi Covid-19 Tujuan: Mengetahui gambaran motivasi beroganisasi mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman di masa pandemi Covid-19 berdasarkan teori kebutuhan dasar Maslow. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode cluster random sampling dengan jumlah sampel 109 yang dihitung menggunakan rumus Slovin. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang telah diadaptasi dan telah lulus uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji univariat. Hasil: Pada masa pandemi Covid-19, responden memiliki tingkat motivasi berorganisasi pada tingkat sedang sebesar 56%, kuat 43,1%, dan rendah 0,9%. Berdasarkan teori kebutuhan dasar Maslow, 4 dari 5 aspek motivasi berorganisasi mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman berada pada tingkat sedang. Kebutuhan fisiologis (60,4%), kebutuhan keamanan (69,8%), kebutuhan sosial (64,2%), kebutuhan harga diri (65,2%), dan kebutuhan aktualisasi diri (63,2%). Kesimpulan: Pada masa pandemi Covid-19, mayoritas motivasi berorganisasi mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman berada pada tingkat sedang. | PICTURE OF MOTIVATION TO PARTICIPATE IN ORGANIZATION DURING THE COVID-19 PANDEMIC ON STUDENTS OF JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY Resti Fauzie¹, Keksi Girindra Swasti², Lita Heni Kusumawardani² Background: The organization is a forum created for students to develop softskills. The organization has experienced a decrease in its operational effectiveness due to the Covid-19 pandemic. This could affect student motivation to join organizations during the Covid-19 pandemic. Aim: the aims of this research is to describe the motivation of Jenderal Soedirman University students to join organizations during pandemic based on Maslow's theory of basic needs Methodology: this research is a quantitative descriptive study using a cross sectional approach. The sampling method used cluster random sampling. The number of respondents is 109 which is calculated using the Slovin formula. The research instrument is a questionnaire that has been adapted, has been tested for validity and reliability. The data analysis used is univariate analysis. Results: During the Covid-19 pandemic, respondents had a moderate level of organizational motivation of 56%, strong 43.1%, and low 0.9%. Based on Maslow's theory of basic needs, 4 out of 5 aspects of the organizational motivation of Jenderal Soedirman University students are at a moderate level. Physiological needs (60.4%), security needs (69.8%), social needs (64.2%), self-esteem needs (65.2%), and self-actualization needs (63.2%). Conclusion: in the Covid-19 pandemic, the majority of Jenderal Soedirman University student organizational motivations were at a moderate level. | |
| 31930 | 35102 | A1F017027 | Karakteristik Kimia Dan Sensori Cookies Jagung Dengan Berbagai Jenis Formula. | Tepung kacang hijau dan tepung jagung dapat dijadikan alternatif dalam pembuatan cookies yang merupakan salah satu produk makanan yang cukup populer dan tidak memerlukan bahan yang volumenya dapat mengembang besar. Selain untuk mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu, tepung jagung yang tinggi serat dan tepung kacang hijau yang tinggi akan protein sangat baik bagi kesehatan tubuh. Pada pembuatan cookies memerlukan bahan pemanis, bahan pemanis yang digunakan adalah gula pasir dan gula kelapa kristal. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh berbagai jenis formula terhadap sifat kimia cookies yang dihasilkan. 2) Mengetahui pengaruh berbagai jenis formula cookies terhadap tingkat kesukaan panelis berdasarkan uji organoleptik. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yang dicoba yaitu jenis tepung dan jenis gula. Terdapat 6 perlakuan dan 3 ulangan sehingga didapat 18 unit percobaan. Faktor yang diteliti yaitu (T1G1) cookies jagung kacang hijau (67 : 33) gula pasir (100%), (T1G2) cookies jagung kacang hijau (67 : 33) gula kelapa kristal (100%), (T2G1) cookies jagung (100%) gula pasir (100%), (T2G2) Cookies jagung (100%) gula kelapa kristal (100%), (T3G1) cookies terigu (100%) gula pasir (100%) dan (T3G2) cookies terigu (100%) gula kelapa kristal (100%). Data kimia dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan 95% dan jika terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Data sensori dianalisis menggunakan Uji Friedman pada taraf kepercayaan 95% dan jika terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji banding ganda taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan formula bahan cookies pada setiap perlakuan berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar karbohidrat dan kadar zat besi, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar lemak, kadar serat pangan dan kadar gula total. Pengujian sensori pada produk cookies menunjukan bahwa perbedaan formula bahan cookies pada setiap perlakuan berpengaruh nyata terhadap parameter warna, aroma, tekstur, flavor dan Overall. Cookies yang memiliki kandungan gizi paling baik yaitu jenis cookies jagung dan kacang hijau pemanis gula pasir dengan kadar air 4,03%, kadar abu 1,83%, protein 18,62%, karbohidrat 48,17% dan zat besi 1,52%. | Mung bean flour and cornflour can be used as alternatives in making cookies, which are one of the most popular food products and do not require ingredients that can expand in volume. In addition to reducing dependence on wheat flour, cornflour which is high in fiber and green bean flour which is high in protein are very good for health. In making cookies, sweeteners are needed, the sweeteners used are granulated sugar and crystalline coconut sugar. This study aims to: 1) Determine the effect of various types of formulas on the chemical properties of the resulting cookies. 2) Knowing the effect of various types of cookie formulas on the panelists' preference level based on organoleptic tests. This research was conducted experimentally using a Randomized Block Design (RAK) with two factors being tested, namely the type of flour and the type of sugar. There were 6 treatments and 3 replications so 18 experimental units were obtained. The factors studied were (T1G1) mung bean corn cookies (67: 33) granulated sugar (100%), (T1G2) mung bean corn cookies (67: 33) crystal coconut sugar (100%), (T2G1) corn cookies (100 %) granulated sugar (100%), (T2G2) corn cookies (100%) crystal coconut sugar (100%), (T3G1) wheat cookies (100%) granulated sugar (100%) and (T3G2) wheat cookies (100% ) crystalline coconut sugar (100%). Chemical data were analyzed using ANOVA at the 95% confidence level and if there was a significant effect, it was continued with the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the 95% confidence level. Sensory data were analyzed using the Friedman test at a 95% confidence level and if there was a significant effect, it was followed by a double comparison test with a 95% confidence level. The results showed that the different formulas for cookies in each treatment had a significant effect on water content, ash content, protein content, carbohydrate content, and iron content, but had no significant effect on fat content, dietary fiber content, and total sugar content. Sensory testing on cookie products showed that the differences in the cookie ingredient formula in each treatment had a significant effect on the color, aroma, texture, flavor, and overall parameters. cookies that have the best nutritional content are corn cookies and green beens sweetened with sugar with a water content of 4.03%, ash content of 1.83%, protein 18.62%, carbohydrates 48.17% and iron 1.52%. | |
| 31931 | 35465 | I1E017030 | PROFIL KONDISI FISIK ATLET DAYUNG KABUPATEN BANYUMAS | Abstrak PROFIL KONDISI FISIK ATLET DAYUNG KABUPATEN BANYUMAS Galih Bagus Prakoso1 , Ngadiman2 , Didik Rilastiyo Budi3 Latar Belakang: Mendayung merupakan salah satu olahraga yang sarana utamanya adalah air dan dayung. Cabang olahraga dayung ada yang bersifat permainan dan bersifat perlombaan. Olahraga dayung membutuhkan kondisi fisik yang baik. Beberapa komponen kondisi fisik antara lain: kekuatan otot perut, kekuatan otot lengan, daya tahan, power, dan Kelentukan togok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan komponen kondisi fisik atlet dayung Banyumas. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey. Sampel pada penelitian ini adalah atlet PODSI Banyumas yang berjumlah 10 atlet menggunakan purprosive samping. Hasil: Hasil tes kekuatan otot perut menunjukan 4 atlet (40%) termasuk kategori baik, Hasil tes kekuatan otot lengan menunjukan 5 atlet (50%) termasuk kategori kurang, Hasil tes daya tahan menunjukan 5 atlet (50%) termasuk kategori baik dan sedang, Hasil tes power menunjukan 10 atlet (100%) termasuk kategori sangat baik, Hasil tes kelentukan togok menunjukan 4 atlet (40%) dengan kategori sedang. Kesimpulan: Kemampuan otot perut rata-rata 42 (baik), kemampuan otot lengan rata-rata 31 (cukup), daya tahan rata-rata 40,71 (sedang), power rata-rata 22 (baik), kelentukan togok rata-rata 16 (sedang). Kata Kunci: Dayung, Profil, Kondisi Fisik. 1Mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani FIKes Universitas Jenderal Soedirman 2Dosen Jurusan Pendidikan Jasmani FIKes Universitas Jenderal Soedirman 3Dosen Jurusan Pendidikan Jasmani FIKes Universitas Jenderal Soedirman | ABSTRACT PROFILE OF PHYSICAL CONDITION OF BANYUMAS DISTRICT ROWING ATHLETES Galih Bagus Prakoso1, Ngadiman2, Didik Rilastiyo Budi3 Background: Rowing is one of the sport whose means are water and rowing. The sport of rowing there ia a game and a race. The sport rowing requires good physical condition. Some components of physical condition inclaude: abdominal muscle stength, arm mucle strength, endurance, power and flexibility. The purpose of this study was to describe the components of the physical condition of Banyumas rowing athletes. Methodology: This research is a quantitative descriptive study with a survet approach. The sample in this study was PODSI Banyumas athletes who numbered 10 athletes using side purprosive. Result: Abdominal muscle strength test result showed 4 athletes (40%) belonged to the good category, arm muscle strength test result showed 5 (50%) belonged to the category less, endurance test result showed 5 (50%) belonged to the good category and moderate categories, power test result showed 10 athletes (100%) belonged to the category very good, the result of the flexibility test showed 4 athletes (40%) with Moderate categories. Conclusion: the average abdominal muscle ability is 42 (good), the ability of the arm muscles average 31 (enough), the average endurance 40.71 (medium), the average power 22 (good), the lentness of flexibility average 16 (moderate) Keywords: Rowing, Profile, Physiical Condition 1Student departement of Physical Education Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University. 2Lecturers departement of Physical Education Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University. 3Lecturers departement of Physical Education Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University. | |
| 31932 | 35570 | H1A017032 | PERANCANGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) DENGAN OPTISYSTEM DAN ALGORITMA GENETIKA DI DESA BUMIAYU | Akses internet dapat dikatakan sebagai salah satu kebutuhan utama dalam menunjang kehidupan disamping dibidang perkembangan dan pemberdayaan masyarakat termasuk di Desa Bumiayu. untuk penggunaan pribadipun, akses internet telah dibutuhkan secara luas oleh masyarakat awam. Oleh karena itu, akses internet yang baik dengan kualitas dan kecepatan yang mumpuni dirasa telah menjelma sebagai kebutuhan utama mengingat kebutuhan serta permintaan yang semakin meningkat. Peningkatan kualitas jaringan dapat dilakukan dengan menggunakan fiber optic, fiber optic adalah adalah serat fleksibel dan transparan yang dibuat dengan kaca atau plastik dengan diameter yang hampir setipis diameter rambut manusia. Dalam penelitian ini, penulis akan mebuat sebuah rancangan fiber to the home untuk Desa Bumiayu yang diharapkan memiliki tingkat efisiensi yang lebih baik dari yang sudah ada dilapangan, dengan mengggunakan travelling salesman problem (TSP) yang diselesaikan dengan metode algoritma genetika untuk optimalisasi penentuan rutenya. Dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa metode algoritma genetika yang dikombinasikan dengan teorema travelling salesman problem dapat digunakan untuk menentukan rute dengan baik. Pada perhitungan manual Power Link Budget dengan konfigurasi downstream, didapatkan hasil -15,77816 dB untuk ONT terdekat dan -16,36616 dB untuk ONT terjauh. Kemudian untuk konfigurasi upstream didapatkan hasil -15,7902 dB untuk ONT terdekat dan -16,5252 dB untuk ONT terjauh. Perbandingan hasil perhitungan manual dan simulasi yang dilakukan pada Optisystem mendapatkan hasil yang baik dan sesuai standarisasi dengan tingkat eror kurang dari 5%. Pada pengujian Rise Time Budget, perancangan ini mendapatkan hasil dengan kategori baik dan sesuai dengan standarisasi dari PT. Telkom Indonesia dengan nilai konfigurasi downstream dan upstream lebih kecil dari equivalent rise time. | Internet access is one of the main needs in supporting life in the field of community development and empowerment including in Bumiayu Village, and even for personal use, internet access has been widely needed by ordinary people. Therefore, good internet access with high quality and speed is considered to have become a major necessity given the ever increasing needs and demands. Network quality improvement can be done using fiber optic, fiber optic is a flexible and transparent fiber made of glass or plastic with a diameter almost as thin as a human hair. In this research, the writer will make a fiber to the home design in Bumiayu Village which is expected to have a better level of efficiency than that already in the field, by using the traveling salesman problem (TSP) which is solved by a genetic algorithm method to optimize the route determination. In this study, it can be seen that the genetic algorithm method combined with the traveling salesman problem theorem can be used to determine the route properly. In manual calculation of Power Link Budget with downstream configuration, the result is -15,77816 dB for the nearest ONT and -16,36616 dB for the farthest ONT. Then for the upstream configuration, the results are -15.7902 dB for the nearest ONT and -16.5252 dB for the farthest ONT. Comparison of the results of manual calculations and simulations performed on Optisystem get good results and according to standardization with an error rate of less than 5%. In the Rise Time Budget test, this design got results in a good category and in accordance with the standardization of PT. Telkom Indonesia with downstream and upstream configuration values smaller than the equivalent rise time. | |
| 31933 | 35530 | C1L016050 | PENGARUH FASILITAS LABORATORIUM, LITERASI INFORMASI, DAN EKSPEKTASI KARIR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SMK BUDI BHAKTI KUNINGAN, JAWA BARAT | Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan menguji pengaruh fasilitas laboratorium, literasi informasi, dan ekspektasi karir terhadap motivasi belajar siswa SMK Budi Bhakti Kuningan, Jawa Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa aktif SMK Budi Bhakti Kuningan, Jawa Barat kelas 12 tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 218 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan proportionate random sampling. Berdasarkan teknik tersebut, ditetapkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 141 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Fasilitas laboratorium berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa SMK Budi Bhakti Kuningan, Jawa Barat, 2) Literasi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa SMK Budi Bhakti Kuningan, Jawa Barat, 3) Ekspektasi karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa SMK Budi Bhakti Kuningan, Jawa Barat, 4) Fasilitas laboratorium, literasi informasi, dan ekspektasi karir secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa SMK Budi Bhakti Kuningan, Jawa Barat. | Research conducted is a quantitative study with the purpose of knowing, analyzing, and testing the impact of laboratory facilities, information literacy and career expectation on student learning motivation at Budi Bhakti vocational high school Kuningan, Jawa Barat. The population in this study is the entire active Budi Bhakti vocational high school student 12th grade class of 218 students. Sampling techniques in this research are using proportionate random sampling. Based on the technique, samples were prescribed in this study as many as 141 students. This study suggests that: 1) Laboratory facilities has a positive and significant impact on student learning motivation at Budi Bhakti vocational high school, Kuningan, West Java 2) Information Literacy has a positive and significant impact on student learning motivation at Budi Bhakti vocational high school, Kuningan, West Java 3) Career Expectation has a positive and significant impact on student learning motivation at Budi Bhakti vocational high school, Kuningan, West Java 4) Laboratory facilities, information literacy, and career expectation together has positive and significant impact on student learning motivation at Budi Bhakti vocational high school, Kuningan, West Java. | |
| 31934 | 35104 | K1B018001 | CLUSTERING WILAYAH DI PROVINSI JAWA TENGAH BERDASARKAN PEMFAKTORAN INDIKATOR INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA PADA TAHUN 2020 | Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan suatu indeks komposit yang digunakan untuk mengukur keberhasilan capaian dalam usaha pembangunan kualitas hidup manusia. Terdapat tiga dimensi utama dalam IPM, yaitu dimensi umur panjang dan hidup sehat, dimensi pendidikan, serta dimensi standar hidup layak. Pada setiap dimensi IPM terdapat indikator yang mempengaruhi tingkat IPM, data indikator yang digunakan pada penelitian ini bersumber dari Badan Pusat Statistik Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian adalah memetakan pengelompokan wilayah dari hasil analisis cluster berdasarkan kelompok pemfaktoran indikator yang mempengaruhi IPM pada analisis faktor. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa terbentuk 2 kelompok pemfaktoran indikator yang terdiri dari kelompok faktor standar hidup layak dan kelompok faktor kesehatan dengan hasil analisis cluster kelompok faktor standar hidup layak terdapat 8 cluster wilayah dan pada kelompok faktor kesehatan terdapat 10 cluster wilayah. | The Human Development Index (HDI) is a composite index that is used to measure the success of achievements in efforts to develop the quality of human life. There are three main dimensions in the HDI, namely the dimensions of a long and healthy life, the dimensions of education, and the dimensions of decent living standards. In each dimension of HDI there are indicators that affect the HDI level, the indicator data used in this study is sourced from the Central Java Statistics Agency. The purpose of this research is to map the regional groupings from the results of the cluster analysis based on the group of factoring indicators that affect HDI in factor analysis. The results of this study showed that 2 groups of factoring indicators were formed consisting of a decent living standard factor group and a health factor group with the results of cluster analysis in the decent living standard factor group there were 8 regional clusters and in the health factor group there were 10 regional clusters. | |
| 31935 | 35466 | E1A018001 | IMPLIKASI UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2020 TENTANG CIPTA KERJA TERHADAP HAK KONSTITUSIONAL WARGA NEGARA | Hak konstitusional sebagai hak-hak yang diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 memiliki kaitan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang memuat peraturan perundang-undangan pada sektor berbeda sehingga berimplikasi terhadap pemenuhan hak asasi manusia. Setiap materi muatan dalam peraturan perundang-undangan termasuk UU Cipta Kerja harus mencerminkan asas kemanusiaan yakni perlindungan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia serta harkat dan martabat sertiap warga negara dan penduduk Indonesia. Penelitian ini membahas mengenai pengaturan hak konstitusional yang diatur di Indonesia dan implikasi Undang-Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja terhadap hak konstitusional warga negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analisis, yaitu penelitian dengan menggambarkan peraturan perundang-undanga yang berlaku dikaitkan dengan teori-teori hukum dan praktik pelaksanaan hukum positif yang berkaitan dengan permasalahan. Penelitian menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan dan diuraikan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hak konstitusional mengalami dinamika mulai dalam UUD 1945 (18 Agustus 1945) sampai dengan hak konstitusional dalam UUD 1945 setelah perubahan. UU Cipta Kerja sebagai suatu produk hukum berimplikasi pada degradasi pemenuhan hak konstitusional warga negara yaitu hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak, hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat, dan hak berserikat, berkumpul, dan mengemukakan pendapat. | Constitutional rights as rights stipulated in the Constitution of the Republic of Indonesia year 1945 have a connection with Law No. 11 of 2020 on Job Creation which contains laws and regulations in different sectors that have implications for the fulfillment of human rights. Any content material in the laws and regulations including the Law No. 11 of 2020 on Job Creation must reflect the principle of humanity, namely the protection and respect for human rights and the dignity and dignity of indonesian citizens and residents. This research discusses the regulation of constitutional rights regulated in Indonesia and the implications of Law No. 11 of 2020 on Job Creation on the citizen’s constitutional rights. The method used in this research is normative juridical with descriptive research specifications of analysis, namely research by describing applicable laws and regulations associated with legal theories and practices of positive legal implementation related to problems. Research uses secondary data obtained through literature and systematically deciphered. The results showed that the regulation of constitutional rights experienced dynamics ranging from the 1945 Constitution (August 18, 1945) to constitutional rights in the 1945 Constitution after the amendment. The Law No. 11 of 2020 on Job Creation as a legal product has implications for the degradation of the fulfillment of the constitutional rights of citizens, namely the right to a decent job and livelihood, the right to a good and healthy environment, and the right to unionize, assemble, and express opinions. | |
| 31936 | 35529 | C1L018027 | PENGARUH LINGKUNGAN KAMPUS, MINAT PROFESI KEGURUAN, DAN PROGRAM MAGANG KEPENDIDIKAN TERHADAP KESIAPAN MENJADI GURU | Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif pada Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Angkatan 2018 Unsoed dengan total populasi sebanyak 50 mahasiswa dan sampel sebanyak 49 mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) pengaruh lingkungan kampus terhadap kesiapan menjadi guru mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2018 Unsoed; (2) pengaruh minat profesi keguruan terhadap kesiapan menjadi guru mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2018 Unsoed; (3) pengaruh program magang kependidikan terhadap kesiapan menjadi guru mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2018 Unsoed; (4) pengaruh lingkungan kampus, minat profesi keguruan, dan program magang kependidikan secara bersama-sama terhadap kesiapan menjadi guru mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2018 Unsoed. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik sensus yang memperoleh 49 mahasiswa sebagai sampelnya. Metode penelitian untuk analisis data menggunakan Analisis Regresi Berganda, Uji t, Uji Koefisien Determinasi, dan Uji F. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPSS 23 menunjukkan bahwa : (1) Lingkungan kampus berpengaruh positif terhadap kesiapan menjadi guru mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2018 Unsoed; (2) Minat profesi keguruan berpengaruh positif terhadap kesiapan menjadi guru mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2018 Unsoed; (3) Program magang kependidikan berpengaruh positif terhadap kesiapan menjadi guru mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2018 Unsoed; (4) Lingkungan kampus, minat profesi keguruan, dan program magang kependidikan secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap kesiapan menjadi guru mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2018 Unsoed. | This research is a survey research with a quantitative approach to the 2018 Unsoed Economics Education Students with a total population of 50 students and a sample of 49 students. This study aims to analyze: (1) the influence of the campus environment on readiness to become a teacher for economic education students class 2018 Unsoed; (2) the influence of interest in the teaching profession on readiness to become a teacher for economic education students class 2018 Unsoed; (3) the effect of the educational apprenticeship program on readiness to become a teacher for the 2018 Unsoed economic education students; (4) the influence of the campus environment, interest in the teaching profession, and the educational internship program together on readiness to become a teacher for the 2018 Unsoed class of economic education students. The sampling technique in this study used the census technique which obtained 49 students as the sample. The research method for data analysis uses Multiple Regression Analysis, t-test, Coefficient of Determination Test, and F-Test. Based on the results of research and data analysis using SPSS 23 shows that: (1) Campus environment has a positive effect on readiness to become a teacher of economic education students class 2018 Unsoed ; (2) The interest in the teaching profession has a positive effect on the readiness to become a teacher for the 2018 Unsoed economic education students; (3) The educational internship program has a positive effect on the readiness to become a teacher for the 2018 Unsoed economic education students; (4) The campus environment, interest in the teaching profession, and the educational internship program together have a positive effect on the readiness to become a teacher for the 2018 Unsoed economic education students. | |
| 31937 | 35571 | I1B018047 | Gambaran Kejadian Kelahiran dan Kesakitan Bayi Prematur Selama Pandemi Covid-19 Di RSUD Banyumas | Latar Belakang: Gambaran kejadian kelahiran bayi prematur dan kesakitan bayi prematur di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas belum teridentifikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proporsi kelahiran bayi prematur pada tahun 2021 dan mencari perbedaan proporsi kesakitan yang dialami bayi prematur dibandingkan bayi cukup bulan pada gelombang kedua puncak Covid-19 di Indonesia (Mei-Juli 2021). Metodologi: Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan retrospektif melibatkan convenience sample data dari 61 bayi prematur dan 61 bayi cukup bulan yang dirawat pada Mei-Juli, serta jumlah total kelahiran bayi di RSUD Banyumas pada tahun 2021. Analisis data menggunakan analisis univariat dan uji Chi-Square dan Fisher Exact. Hasil Penelitian: Proporsi kelahiran bayi prematur di RSUD Banyumas pada tahun 2021 sebesar 5, 3%. Penelitian menemukan adanya perbedaan proporsi kesakitan yang bermakna (p<0,05) pada bayi prematur dibandingkan bayi cukup bulan khususnya kasus Neonatal Jaundice (60,7% versus 0%), Pneumonia (29,5% versus 0%), Asfiksia (23% versus 0%), Sepsis (16,4% versus 0%), Hipoglikemia (14,8% versus 0%), Anemia (14,8% versus 0%), dan Hyaline Membran Disease (9,8% versus 0%). Kesimpulan: Terdapat satu bayi terlahir prematur diantara 20 kelahiran bayi prematur Di RSUD Banyumas pada tahun 2021.Tenaga kesehatan di RSUD Banyumas termasuk perawat anak perlu meningkatkan kewaspadaan terkait risiko kelahiran prematur dan kualitas asuhan keperawatan untuk penanganan kasus Neonatal Jaundice, Pneumonia, Asfiksia, Sepsis, Hipoglikemia, Hyaline Membran Disease, dan Anemia. | Background: The incidence of premature infant births and the morbidity of premature infants at the Banyumas Hospital has not been identified. Therefore, the purpose of this study was to determine the ratio of premature infants born in 2021 and to find the ratio of premature infants morbidity at the peak of the second wave of Covid-19 (May-July 2021). Method: The study used a survey method with retrospective approach involving convenience sample data from 61 premature infants and 61 term infants who were treated in May-July, as well as the total births at Banyumas Hospital in 2021. Data analysis used univariate analysis and the Chi-Square and Fisher Exact test. Results: The ratio of premature infants born in Banyumas Hospital in 2021 is 5, 3%. The study found a significant difference in the ratio of pain (p<0,05) in premature infants compared to term infants, especially for cases of Neonatal Jaundice (60,7% versus 0%), Pneumonia (29,5% versus 0%), Asphyxia (23% versus 0%), Sepsis (16,4% versus 0%), Hypoglycemia (14,8% versus 0%), Anemia (14,8% versus 0%), and Hyaline Membrane Disease (9,8% versus 0%). Conclusion: At the Banyumas Hospital in 2021, for every birth of 20 infants there is 1 chance of a infant being born prematurely. Health workers at Banyumas Hospital including pediatrics nurses need to increase awareness regarding the risk of premature birth and the quality of nursing care for handling cases of Neonatal Jaundice, Pneumonia, Asphyxia, Sepsis, Hypoglycemia, Anemia, and HMD. | |
| 31938 | 35105 | H1D014052 | Analisis Kinerja Saluran Drainase (Studi Kasus Saluran Jalan Komodor Halim Perdana Kusuma DKI Jakarta) | Permasalahan banjir terjadi pada beberapa tahun terakhir, dimana secara hidrolika disebabkan karena beban pengaliran melampaui kapasitas pengaliran saluran drainase. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi rasio beban pengaliran terhadap kapasitas pengaliran saat ini. Metode untuk menghitung beban pengaliran menggunakan Metode Rasional, sedangkan untuk menghitung kapasitas pengaliran saluran yang ada menggunakan rumus Qc = v x A. Rasio diperoleh dengan cara membandingkan beban pengaliran dan kapasitas pengaliran. Penelitian dilakukan di saluran drainase di Jalan Komodor Halim Perdana Kusuma DKI Jakarta. Lokasi penelitian dibagi menjadi 4 ruas saluran, yaitu ruas saluran Warga Utara-Selatan, Warga Selatan-Utara, Halim Utara-Selatan, dan Halim Selatan-Utara. Di ruas saluran Halim Utara-Selatan dan Halim Selatan-Utara terdapat lubang drainase yang berasal dari Bandara Halim. Oleh karena itu perhitungan analisis juga membandingkan beban pengaliran dengan menghitung perkiraan luas limpasan langsung dari Bandara Halim dan tanpa menghitung perkiraan luas limpasan tersebut. Hasil analisis menunjukan bahwa tanpa menghitung perkiraan luas limpasan Bandara Halim keempat ruas saluran tersebut dapat menampung beban pengaliran yang terjadi, sedangkan dengan menghitung perkiraan luas limpasan Bandara Halim ruas saluran Halim Utara-Selatan dan Halim Selatan-Utara tidak dapat menampung beban pengaliran yang terjadi. Beberapa penyebab terjadinya banjir di daerah penelitian adalah penggunaan lahan yang mengakibatkan berkurangnya lahan resapan, pengaliran limpasan yang kurang baik, dan adanya endapan sampah atau sedimen di dalam saluran. Solusi dari masalah tersebut adalah memperbaiki saluran yang ada, khususnya saluran dari Bandara Halim dan melakukan perawatan saluran secara berkala. | The problem of flooding has occured in the last few years, which hydraulically is caused by the flow load exceeding the capacity of the drainage channel. This research was conducted to evaluate the flow load ratio to the current flow capacity. The method to calculate the drain load uses the Rational Method, while to calculate the drainage capacity of the existing channel using the formula Qc = v x A. The ratio is obtained by comparing the flow load and drainage capacity. The research was conducted in a drainage channel on Jalan Komodor Halim Perdana Kusuma DKI Jakarta. The channel location is divided into 4 channel sections, namely the North-Sourh Residents (BA channel), South-North Residents (CA channel), North-South Halim (ED channel), and South-North Halim (FD channel). In the North-South Halim (ED channel) and South-North Halim (FD channel) sections, there are drainage holes originating from Halim Airport. Therefore, the analysis calculation also compares the flow load by calculating the estimated runoff area directly from Halim Airport and without calculating the estimated runoff area. The results of the analysis show that without calculating the estimated runoff area of Halim Airport, the four channel sections can accommodate the current flow load, while by calculating the estimated runoff area of Halim Airport, the North-South Halim (ED channel) and South-North Halim (FD channel) sections cannot accommodate the current flow load. Some of the causes of flooding in the study area are land use which results in reduced infiltration land, poor runoff drainage, and the presence of the garbage or sediment deposits in the canal. The solution to this problem is to repair the existing channel, especially the channel from Halim Airport and carry out regular channel maintenance. | |
| 31939 | 35108 | I1A017100 | FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEKAMBUHAN PADA PENDERITA SKIZOFRENIA DI PURWOKERTO | Latar Belakang : Permasalahan utama pada penderita skizofrenia yaitu terjadinya kekambuhan. Kekambuhan dapat memberikan dampak kepada penderita itu sendiri maupun orang lain. Dengan mengetahui faktor yang menyebabkan kekambuhan, upaya yang tepat dapat dilakukan untuk menurunkan kejadian kekambuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kekambuhan pada penderita skizofrenia di Purwokerto. Metodologi : Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 379 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling dengan jumlah sebanyak 91 orang. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner kepada anggota keluarga penderita skizofrenia. Hasil Penelitian : Mayoritas penderita berusia 18-40 tahun, berjenis kelamin laki-laki, tidak bekerja, lama menderita >10 tahun, tidak ada penyakit penyerta, kepatuhan minum obat yang rendah, jenis obat antipsikotik tipikal dan atipikal, pengetahuan keluarga yang baik, sikap keluarga yang kurang, dukungan keluarga yang kurang, peran petugas kesehatan yang kurang dan tingkat kekambuhan yang rendah. Variabel yang berhubungan dengan kekambuhan adalah pekerjaan penderita (p-value 0,003), kepatuhan minum obat (p-value 0,000), pengetahuan keluarga (p-value 0,000), sikap keluarga (p-value 0,001), dukungan keluarga (p-value 0,001) dan peran petugas kesehatan (p-value 0,012). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara pekerjaan penderita, kepatuhan minum obat, pengetahuan keluarga, sikap keluarga, dukungan keluarga dan peran petugas kesehatan dengan kekambuhan pada penderita skizofrenia di Purwokerto. Kata Kunci : Skizofrenia, Kekambuhan | Background : The main problem in people with schizophrenia is the occurrence of relapse. Relapse can have an impact on the patient itself and others. By knowing the factors that cause relapse, appropriate efforts can be made to reduce the incidence of relapse. This study aims to determine the factors associated with relapse in schizophrenic patients in Purwokerto. Methods : This type of research is quantitative with a cross-sectional approach. The population in this study were 379 people. The sampling technique used proportional random sampling with a total of 91 people. Data were collected by interview using a questionnaire to family members of people with schizophrenia. Results : Most of the patients are aged 18-40 years, male, unemployed, having suffered >10 years, no comorbidities, low medication adherence, typical and atypical types of antipsychotic drugs, good family knowledge, family attitudes less, less family support, less role of health workers and low relapse rate. Variables associated with relapse were the patient's occupation (p-value 0.003), medication adherence (p-value 0.000), family knowledge (p-value 0.000), family attitudes (p-value 0.001), family support (p-value 0.001) and the role of health workers (p-value 0.012). Conclusions : It has been observed that the patient's occupation, medication adherence, family knowledge, family attitudes, family support, and the role of health workers have a significant relationship to relapse in people with schizophrenia in Purwokerto. Keywords : Schizophrenia, Relapse | |
| 31940 | 35109 | A1D015005 | ISOLASI KARAKTERISASI DAN UJI POTENSI PGPR DARI PERAKARAN Dendrobium sp. Phalaenopsis sp. DAN Vanda douglas | Tanaman anggrek memiliki keberagaman dan banyak manfaat. Anggrek memiliki nilai jual tinggi akan tetapi persediaan yang ada terbatas karena pertumbuhannya lamban. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah intensifikasi budidaya. Intensifkasi budidaya tanaman ditunjang dengan pemberian pupuk hayati berasal dari mikroorganisme yang memiliki peran sebagai Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). PGPR dapat diperoleh dari akar tanaman dengan potensial penghasil IAA, pelarut fosfat, penambat N, penghasil enzim protease, biokontrol, dan memiliki aktivitas ACC Deaminase. Penelitian ini bertujuan mengetahui diversitas populasi bakteri pontesial PGPR yang ada di perakaran anggrek Dendrobium sp., Phalaenopsis sp., dan Vanda douglas, mengetahui keragaman aktivitas bakteri potensial PGPR yang ada di perakaran anggrek, serta memperoleh dan mengetahui potensi bakteri dari perakaran anggrek sebagai kandidat pupuk hayati. Penelitian dilakukan secara deskriptif. Isolat bakteri dari sample perakaran tanaman anggrek dilakukan pengamatan total populasi, multiaktivitas, makromorfologi dan karakterisasi, dan pengaruh isolat terhadap tanaman (bioassay). Pengujian dilakukan di laboratorium Mikrobiologi Pertanian Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cibinong Bogor. Hasil penelitian menunjukkan terdapat isolat bakteri potensial penghasil IAA, yaitu IAA DO U1 B2, IAA HY U3 B1, dan NFB HY U2 (2), pelarut fosfat, yaitu PK DY U2 B2, PK HO U3 B1, NFB HO U1, dan NFB HY U2 (2), penghasil enzim protease, yaitu PRO VY U1 (4) dan PRO VY U3 (2), penambat N, yaitu PK DY U2 B2, NFB HO U1, dan NFB HY U2 (2), dan penghasil ACC Deaminase, yaitu PK DY U2 B2. Isolat bakteri pada penelitian ini tidak berpotensi sebagai agen biokontrol. | Orchid plants have diversity and many benefits. Orchids have a high selling value but the available supply is limited due to slow growth. One of the efforts that can be done is intensification of cultivation. The intensification of plant cultivation is supported by the provision of biological fertilizers derived from microorganisms that have a role as Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). PGPR can be obtained from plant roots with potential to produce IAA, phosphate solvent, N fixing, protease enzyme producer, biocontrol, and has ACC Deaminase activity. This study aims to determine the population diversity of potential PGPR bacteria present in the roots of orchids Dendrobium sp., Phalaenopsis sp., and Vanda douglas, to determine the diversity of potential PGPR bacterial activity in the roots of orchids, and to obtain and determine the potential of bacteria from orchid roots as fertilizer candidates biological. The research was conducted descriptively. Bacterial isolates from root samples of orchid plants were observed for total population, multiactivity, macromorphology and characterization, and the effect of isolates on plants (bioassay). The test was carried out at the Agricultural Microbiology Laboratory of the LIPI Biology Research Center, Cibinong Bogor. The results showed that there were potential IAA-producing bacteria isolates IAA DO U1 B2, IAA HY U3 B1, and NFB HY U2 (2), phosphate solvents PK DY U2 B2, PK HO U3 B1, NFB HO U1, and NFB HY U2 (2), producing protease enzymes PRO VY U1 (4) and PRO VY U3 (2), N fixing PK DY U2 B2, NFB HO U1, and NFB HY U2 (2), and producing ACC Deaminase PK DY U2 B2. The bacterial isolates in this study had no potential as biocontrol agents. |