Artikelilmiahs

Menampilkan 31.941-31.960 dari 50.033 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3194135110E1A017255Kepatuhan Hukum Masyarakat Pengguna Transportasi Umum Terhadap Aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (Studi di Terminal Bulupitu Purwokerto)Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bagi masyarakat pengguna transportasi umum merupakan salah satu kebijakan Pemerintah Indonesia untuk mencegah penyebaran penyakit COVID-19. Aturan ini membatasi bagaimana sarana transportasi umum beroperasi di masa pandemi Covid-19. Aturan ini akan berhasil mencapai tujuannya apabila setiap warga masyarakat patuh melaksanakan aturan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan hukum masyarakat pengguna transportasi umum terhadap aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dan pengaruh faktor kedisiplinan, motivasi, pendidikan terhadap kepatuhan hukum masyarakat pengguna transportasi umum pada aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Terminal Bulupitu, Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis, dengan spesifikasi penilitan deskriptif. Pengambilan sampel melalui metode simple random sampling. Jenis data yang digunakan data primer dan sekunder yang diperoleh melalui metode angket, studi kepustakaan dan studi dokumenter. Metode pengolahan data dengan editing, coding, dan tabulasi. Penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan tabel silang, serta teks naratif. Analisis data dilakukan dengan distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan hukum masyarakat pengguna transportasi umum terhadap aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Terminal Bulupitu Purwokerto adalah sedang. Hal ini dibuktikan dengan 5 (lima) indikator yaitu : sedangnya kepatuhan hukum penumpang angkutan umum dalam menunjukkan surat telah mengikuti vaksin COVID-19, sedangnya kepatuhan hukum penumpang angkutan umum dalam menunjukkan surat RT-Antigen H-1 sebelum perjalanan, tingginya kepatuhan hukum penumpang angkutan umum dalam menggunakan masker, sedangnya kepatuhan hukum penumpang angkutan umum dalam menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, sedangnya kepatuhan hukum penumpang angkutan umum dalam menjaga kebersihan. Faktor kedisiplinan dan faktor motivasi cenderung berpengaruh secara positif, tetapi faktor pendidikan cenderung kurang berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan hukum masyarakat pengguna transportasi umum terhadap aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Terminal Bulupitu, Purwokerto.The implementing of community activities restrictions for people who use public transportation is one of the policies of the Indonesian government to prevent the spread of the COVID-19 disease. This rule limits how public transportation facilities operate during the Covid-19 pandemic. This rule will succeed in achieving its objectives if every member of the community obeys to implement these rules. This study aims to determine the passenger’s legal compliance of the public using public transportation to the rules for Implementing of Community Activity Restrictions at the Bulupitu Purwokerto Bus Station. This study uses a sociological juridical research method, with descriptive research specifications. The types of data used are primary and secondary data. Sampling as primary data through random sampling method. Secondary data collection was carried out using a questionnaire method and literature study. Data processing method with editing, coding, and tabulation steps. Presentation of data in the form of frequency distribution tables and cross tables, as well as narrative text. The data analysis method is carried out by quantitative and qualitative analysis with content analysis and comparative analysis. The results of the study show that the level of legal compliance of the public using public transportation to the rules for the Implementing of Community Activities Restrictions at the Bulupitu Terminal Purwokerto is medium, this is evidenced by looking at 5 (five) indicators that show the medium level of community legal compliance, namely the medium of compliance the law of public transport passengers against showing that the letter has followed the COVID-19 vaccine, the medium of legal compliance for public transport passengers against showing the letter RT-Antigen H-1 before the trip, the high of legal compliance using mask, the medium of legal compliance of public transport passengers against keeping their distance and away from crowds, and the medium of legal compliance for passengers public transport to maintain cleanliness. Disciplinary factors and motivational factors have a positive influence, but educational factors tend to have less effect on the level of passenger’s legal compliance with the rules for Implementing of Community Activity Restrictions Activities at the Bulupitu Purwokerto Bus Station.
3194235113L1B016022INVENTARISASI EKTOPARASIT DAN DIFERENSIASI LEUKOSIT PADA IKAN KONSUMSI AIR TAWAR YANG DIBUDIDAYAKAN DI BBIAT KARANGANYAR, PEKLAONGANABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis ektoparasit, mengetahui kisaran nilai prevalensi dan intensitas ektoparasit, dan mengetahui proporsi setiap jenis leukosit pada benih Tawes (Barbonymus gonionotus), ikan Nila (Oreochromis nilaticus), dan Karper (Cyprinus carpio) yang dibudidayakan di BBIAT Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi dengan mengambil sampel secara acak sebanyak 10 ekor tiap spesiesnya dari BBIAT Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Semua sampel diamati ektoparasitnya, lalu 5 ekor ikan dari masing-masing spesies diambil darahnya untuk pengamatan diferensiasi leukosit. Hasil penelitian menunjukkan jenis ektoparasit yang ditemukan yaitu Ichtyopthirius multifilis, Zoothamnium intermedium, Lernea sp., Oodinium sp., dan Trichodina sp. Prevalensi dan intensitas ektoparasit tertinggi yaitu jenis Ichtyophthirius multifilis berturut-turut sebanyak 20-40% dan 1.125 ind/ekor. Persentase nilai limfosit yaitu 74.3±5.3% untuk Karper, 74.7±3.9% untuk ikan Nila, dan 72.5±6.1% untuk Tawes, persentase nilai monosit yaitu 8,8±3,7% untuk Karper, 8,5±2,5% untuk ikan Nila, dan 10,5±4,4% untuk Tawes, dan persentase nilai polymorfonuklear yaitu 16,8±3,4% untuk Karper, 16,8±4,0% untuk ikan Nila, dan sebesar 17±3,4% untuk Tawes. Persentase Analisis korelasi menunjukkan bahwa nilai limfosit dan polymorfonuklear memiliki korelasi negatif sedangkan nilai monosit memiliki korelasi positif.
This study aimed to determine the types of ectoparasites, determine the range of prevalence and intensity of ectoparasites, and determine the proportion of each type of leukocyte in Tawes fish (Barbonymus gonionotus), Tilapia (Oreochromis nilaticus), and Carp (Cyprinus carpio) fish cultured at BBIAT Karanganyar, Pekalongan Regency. This research was conducted using the observation method by taking 10 random samples of each species from BBIAT Karanganyar, Pekalongan Regency. All samples were observed for ectoparasites, then the blood sample were taken from 5 fish from each species for observation of leukocyte differentiation. The results showed that the types of ectoparasites found were Ichtyophthirius multifilis, Zoothamnium intermedium, Lernea sp., Oodinium sp., and Trichodina sp. The highest prevalence and intensity of ectoparasites was Ichtyophthirius multifilis, which were 20-40% and 1,125 ind/head, respectively. The percentage of lymphocyte values was 74,3±5.3% for carp, 74,7±3.9% for tilapia, and 72.5±6.1% for Tawes, the percentage of monocyte value was 8.8±3.7% for carp, 8.5±2.5% for tilapia, and 10.5±4.4% for Tawes, and the percentage of polymorphonuclear values were 16.8±3.4% for Carp, 16,8±4.0% for Tilapia, and 17±3.4% for Tawes. Percentage correlation analysis showed that the lymphocyte and polymorphonuclear values had a negative correlation, while the monocyte values had a positive correlation.
3194335112E1A017055PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP JASA LAYANAN PANDA MANDA WEDDING ORGANIZER BERDASARKAN UNDANG - UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Putusan Pengadilan Negeri Depok Nomor: 225/Pid.B/2020/PN. Dpk)Perlindungan konsumen telah diatur dalam Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Salah satu kasus perlindungan konsumen adalah kasus Anwar Bin Sodikin selaku pelaku usaha yang telah melanggar hak, kewajiban, dan perbuatan yang dilarang kepada konsumen terkait penggunaan jasa layanan Wedding Organizer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum bagi konsumen dalam penggunaan jasa Wedding Organizer berdasarkan Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum premier, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dalam teks naratif sistematis, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam Putusan Pengadilan Negeri Depok Nomor: 225/Pid.B/2020/PN Dpk telah memberikan perlindungan hukum kepada konsumen sebagaimana telah diatur dalam Pasal 62 ayat (1) UUPK jo. Pasal 55 ayat (1) KUHP. Dan melanggar Pasal 4 huruf a dan h UUPK, Pasal 7 huruf d dan g UUPK, dan Pasal 9 ayat (1) huruf e Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Konsumen, Wedding Organizer
Consumer protection has been regulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. This research is studying about legal protection for consumers based on Law Number 8 of 1999 Concerning Consumer Protection. One of the consumer protection cases is the case about Anwar Bin Sodikin as a bussiness actor who has violated the rights, obligations, and act of prohibited actions to consumers regarding the use of Wedding Organizer services. This study aims to determine the legal protection for consumers in the use of Wedding Organizer services based on Law Number 8 of 1999 Concerning Consumer Protection.
The research method that will be used is normative juridical with a descriptive analytical research specifications. Data sources of this research are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The acquired research data will be presented with a systematic narrative text, and the data analysis method that will be used in this research is a qualitative normative method.
Based on the results of this study, according to Depok Court Decision Study Number: 225/Pid.B/2020/PN Dpk, consumers have received legal protection as regulated in Article 62 paragraph (1) jo. Article 55 paragraph (1) of the Criminal Code.. And against Article 4 point a and h, Article 7 point d and g, and Article 9 paragraph (1) point e of Law Number 8 of 1999 Concerning Consumer Protection.

Keywords: Legal Protection, Consumer, Wedding Organizer
3194435534E1A018035Beban Ganda Istri Pada Masyarakat “Kampung Janda Musiman” Terhadap Pembagian Kerja di Keluarga Dalam Perspektif Keadilan Gender ( Studi di Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga )BEBAN GANDA ISTRI PADA MASYARAKAT “KAMPUNG JANDA MUSIMAN” TERHADAP PEMBAGIAN KERJA DI KELUARGA DALAM PERSPEKTIF KEADILAN GENDER
( Studi di Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga)

Oleh
Intan Meliana Luxsari
E1A018035

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembagian kerja suami dan istri yang diatur dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, menganalisis faktor-faktor yang cenderung menyebabkan para istri di Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga mengalami beban ganda dalam keluarga, menganalisis problem-problem yang muncul dalam keluarga mereka serta untuk menganalisis persepsi keadilan gender dalam pembagian kerja di keluarga menurut para istri dan suami di Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis data secara kualitatif menggunakan analisis isi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh empat hasil penelitian. Pertama, terdapat perbedaan status perempuan pada hukum positif di Indonesia. Menurut Undang-Undang No 1 Tahun 1974 tentang perkawinan senada dengan yang diatur dalam KHI yaitu istri sebagai ibu rumah tangga yang bertugas mengatur urusan rumah tangga sebaik-baiknya. Tetapi menurut UU No 23 Tahun 2004 tentang PKDRT terdapat status yang berbeda dimana istri lebih fleksibel apakah sebagai pencari nafkah atau penerima nafkah. Kedua, budaya perantauan menjadi faktor yang mendominasi penyebab para istri mengalami beban ganda. Ketiga, terdapat beberapa problem saat suami merantau antara lain tidak diberikannya nafkah, beban kerja istri yang lebih berat, kurang terpenuhinya kebutuhan seksual dan ketidakmampuan istri mendidik anak seorang diri. Keempat, persepsi keadilan gender menurut suami istri berbeda di tentukan berdasarkan tingkat pendidikan, pada tingkat pendidikan yang relatif lebih rendah persepsi keadilan gender menurut suami istri adalah sama, dimana antara suami dan istri dapat saling membantu pada urusan domestik maupun publik. Namun pada kenyataannya keterlibatan suami dalam urusan domestik belum signifikan. Sementara dalam keluarga yang memiliki pendidikan relatif lebih tinggi keadilan gender dimaknai sebagai persamaaan dalam hal terwujudnya tujuan bersama keluarga.
Kata Kunci : Beban Ganda Istri, Pembagian Kerja Dalam Keluarga, Keadilan Gender
DOUBLE BURDEN OF THE WIFE IN THE COMMUNITY OF “SEASONAL JANDA KAMPUNG” ON THE DISTRIBUTION OF WORK IN THE FAMILY IN A GENDER JUSTICE PERSPECTIVE
( Study in Sumampir Village, Rembang District, Purbalingga Regency )

By
Intan Meliana Luxsari
E1A018035

ABSTRACT
This study aims to analyze the division of labor between husband and wife as regulated in Law No. 1 of 1974 concerning marriage, analyze the factors that tend to cause wives in Sumampir Village, Rembang District, Purbalingga Regency to experience double burdens in the family, analyze problems problems that arise in their families and to analyze perceptions of gender justice in the division of labor in the family according to wives and husbands in Sumampir Village, Rembang District, Purbalingga Regency. This research is a qualitative research with a sociological juridical approach and descriptive research specifications. The type of data used is primary data obtained from interviews and secondary data obtained from library research. Methods of data collection by interview, observation, literature study and documentation study. Data processing method with data reduction, data display and data categorization. Presentation of data in the form of narrative text with qualitative data analysis method using content analysis. Based on the research results obtained four research results. First, there are differences in the status of women in positive law in Indonesia. According to Law No. 1 of 1974 concerning marriage in line with what is regulated in the KHI, namely the wife as a housewife who is in charge of managing household affairs as well as possible. However, according to Law No. 23 of 2004 concerning PKDRT, there is a different status where the wife is more flexible, whether as a breadwinner or as a breadwinner. Second, overseas culture is a dominating factor that causes wives to experience a double burden. Third, there are several problems when the husband migrates, including not being given a living, the wife's workload being heavier, the lack of fulfillment of sexual needs and the inability of the wife to educate children alone. Fourth, the perception of gender justice according to husband and wife is different based on the level of education, at a relatively lower level of education the perception of gender justice according to husband and wife is the same, where husband and wife can help each other in domestic and public affairs. However, in reality, the husband's involvement in domestic affairs is not significant. Meanwhile, in families with relatively higher education, gender justice is interpreted as equality in terms of realizing common family goals.
Keywords: Wife's Double Burden, Division of Work in the Family, Gender Justice
3194535111E1A017048PEMBATALAN MEREK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS DALAM PUTUSAN NOMOR 3/PDT.SUS-HKI/2020/PN NIAGA MKS.Pendaftaran merek merupakan proses mendaftar suatu produk agar memiliki perlindungan hukum dan terjamin untuk di perjual belikan oleh pemilik merek. Penelitian yang dilatarbelakangi oleh permasalahan dalam hal perlindungan merek terkait dengan adanya merek yang memiliki kesamaan dengan merek yang telah terdaftar lebih dulu sebelumnya dalam Daftar Umum Merek, seperti kasus antara merek SOLARIA dengan merek SOLARIS.
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang di peroleh dari studi kepustakaan berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data yang terkumpul akan dianalisis secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim Pengadilan Niaga dalam perkara a quo telah sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 21 ayat (1) huruf a dan b, serta ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Merek milik Tergugat terbukti memiliki persamaan dengan Merek milik Penggugat, sehingga secara tidak langsung membuktikan bahwa Tergugat memiliki iktikad tidak baik dalam mendaftarkan Merek.
Trademark registration is the process of registering a product so that it has legal protection and is guaranteed to be traded by the brand owner. This research is motivated by problems in terms of brand protection related to the existence of a brand that has similarities with a trademark that has been previously registered in the General Register of Marks, such as the case between the SOLARIA brand and the SOLARIS brand.
This research is a normative juridical research. Sources of data used are secondary data obtained from library studies in the form of primary, secondary, and tertiary legal materials. The collected data will be analyzed in a qualitative normative manner.
Based on the results of the research, it shows that the Panel of Judges of the Commercial Court in the a quo case has complied with the provisions in Article 21 paragraph (1) letters a and b, and paragraph (3) of Law Number 20 of 2016 concerning Marks and Geographical Indications. The Defendant's Mark is proven to have similarities with the Plaintiff's Mark, thus indirectly proving that the Defendant has bad faith in registering the Mark.
3194635114E1A015061EFEKTIVITAS REHABILITASI SOSIAL TERHADAP PENGGUNA NAPZA di BALAI REHABILITASI SOSIAL KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA SATRIA BATURADEN ABSTRAK

Narkotika dalam Pasal 1 angka (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, sintetis atau semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Undang - undang Narkotika mengelompokkan rehabilitasi menjadi 2 (dua) jenis yaitu rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Rehabilitasi yang saat ini di teliti yaitu rehabilitasi sosial di Balai Rehabiitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA Satria Baturaden.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah pelaksanaan rehabilitasi sosial di balai rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan NAPZA di satria Baturaden terhadap pengguna Napza telah efektif dan apa saja hambatan-hambatan dalam pelaksanaan Rehabilitasi Sosial di Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA Satria Baturaden terhadap pengguna NAPZA. Metode penelitian yang digunakan berupa pendekatan yuridis sosialogis, spesifikasi penelitian deskriptif analisis, metode peumpulan data yaitu wawancara dan studi kepustakaan (Library Research), metode analisis kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah disimpulkan, pelaksanaan rehabilitasi sosial terhadap pengguna Narkotika di Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA Satria Baturaden telah efektif dilihat dari indikator rehabilitasi dan program diselengarakan secara prosedur. Faktor Penghambat pelaksanaan rehabilitasi sosial di Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA Satria Baturaden yaitu Kurangnya Sumber Daya Manusia dalam tim Psikolog Klinis, Kurangnya Sarana Prasarana seperti tempat atau ruangan tambahan untuk tim Psikolog Klinis, Serta kurangnya perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap NAPZA dan residen.


ABSTRACT

Narcotics in Article 1 number (1) of Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics are substances or drugs derived from plants or non-plants, synthetic or semisynthetic, which can cause a decrease lowered or altered consciousness, loss of taste, reduce to eliminate pain, and can lead to dependence. The Narcotics Law classifies rehabilitation into 2 (two) types, medical rehabilitation and social rehabilitation. The rehabilitation currently in research is social rehabilitation at the Social Rehabilitation Center for Drug Abuse Victims Satria Baturaden.
The formulation of the problem in the study is whether the implementation of social rehabilitation at the social rehabilitation center for drug abuse victims in Satria Baturaden against drug users has been effective and what are the obstacles in implementing Social Rehabilitation at the Satria Baturaden Social Rehabilitation Center for Drug Abuse Victims against drug users. The research method used is a sociological juridical approach, descriptive analysis research specifications, data collection methods is interviews and library research, qualitative analysis methods.
Based on the results of research and discussion that have been concluded, the implementation of social rehabilitation for drug users at the Social Rehabilitation Center for Drug Abuse Victims Satria Baturaden has been effective from the rehabilitation indicators and programs implemented procedural. The inhibiting factors for the implementation of social rehabilitation at the Satria Baturaden Social Rehabilitation Center for Drug Abuse Victims are the lack of human resources in the clinical psychologist team, lack of infrastructure such as additional places or rooms for the clinical psychologist team, and the lack of public attention and concern for drugs and residents.

Keywords: Rehabilitation, Drug Users, Effectiveness
3194735115I1B016024Hubungan Motivasi Dengan Strategi Belajar Mahasiswa Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman Saat PandemiLatar Belakang: Pandemi Covid-19 yang merebak sejak bulan Maret 2020 membuat pemerintah mengeluarkan peraturan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring untuk mencegah proses penyebaran Covid-19. Pembelajaran secara daring yang terus menerus dapat menyebabkan beberapa kesulitan, seperti menurunnya motivasi belajar yang juga akan menyebabkan menurunnya atau tidak efektifnya strategi belajar mahasiswa. Beberapa ahli mengungkapkan bahwa terdapat hubungan antara motivasi dengan strategi belajar, namun di Indonesia sendiri jarang yang meneliti akan hal ini terlebih saat kondisi pandemi Covid-19.
Metodologi: Penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman semester 3, 5 dan 7 dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner melalui Google formulir. Analisis data univariat menggunakan tujuh skala Likert, dan analisis data bivariat menggunakan uji korelasi Spearman.
Hasil Penelitian: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat motivasi kategori sedang (n=115; 64,6%), dan tingkat strategi belajar kategori sedang (n= 116; 65,2%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara motivasi dengan strategi belajar (p=0,00; r=0,640) dengan kekuatan korelasi yang kuat.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang positif antara motivasi dengan strategi belajar mahasiswa Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman saat pandemi.
Background: The Covid-19 pandemic that has been emerging since March 2020 forced the government to issue regulations to carry out online teaching and learning activities however, continuous online learning can cause several difficulties, such as decreased of learning motivation which will also cause student learning strategies to decrease or ineffective. Several experts argued that there is a correlation between motivation and learning strategies, but research about this issue is still rare to find in Indonesia, especially during the Covid-19 pandemic.
Method: This research deployed quantitative analytic methods with a cross-sectional design. The population is the students of the Department of Nursing at Jenderal Soedirman University in semesters 3, 5, and 7 with a sampling technique using purposive sampling. Univariate data analysis used seven Likert scales, while bivariate data analysis used the Spearman correlation test.
Results: The results of the univariate analysis suggested that most of the students had a medium level of motivation (n=115; 64,6%) and a medium level of learning strategies (n= 116; 65,2%). The results of the bivariate analysis showed that there was a positive correlation between motivation and learning strategies (p=0.00; r=0.640) with a strong correlation strength.
Conclusion: There is a positive correlation between motivation and learning strategies in Nursing students at Jenderal Soedirman University during the pandemic.
3194835116C1A017105FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI ROKOK MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
(Studi Kasus pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Angkatan Tahun 2017-2020)
Penelitian ini berjudul “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Rokok Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiwa FEB UNSOED Jurusan IESP Angkatan Tahun 2017-2020)”. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi konsumsi rokok mahasiswa FEB UNSOED Jurusan IESP Angkatan Tahun 2017-2020. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Populasi dari penelitian ini yaitu mahasiwa FEB UNSOED Jurusan IESP Angkatan Tahun 2017-2020, dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 40 responden. Penelitian ini menggunakan data primer yang disebarkan melalui kuesioner dalam bentuk google form. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda.
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu variabel harga rokok merek lain dan pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi rokok mahasiswa FEB UNSOED Jurusan IESP Angkatan Tahun 2017-2020. Hal ini menunjukkan peningkatan harga rokok merek lain akan meningkatkan konsumsi rokok mahasiswa. Begitu pun peningkatan pendapatan akan meningkatkan konsumsi rokok mahasiswa. Variabel harga rokok memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap konsumsi rokok mahasiswa. Hal ini menunjukkan peningkatan harga rokok mengurangi konsumsi rokok mahasiswa. Sedangkan pengaruh teman tidak memiliki pengaruh dalam konsumsi rokok mahasiswa.
Implikasi dari penelitian ini yaitu bagi pemerintah perlu menaikan cukai rokok tiap tahunnya untuk pengguna rokok supaya dapat mengurangi konsumsi rokok utama serta rokok merek lainnya. Dan pemerintah perlu memberikan edukasi untuk perokok supaya dapat mengalokasi pendapatan untuk kebutuhan pokok seperti makan, pendidikan, dan kesehatan.
This research is entitled "Factors Affecting Student Cigarette Consumption (Case Study on FEB UNSOED Students, Class of IESP 2017-2020)". The purpose of this study is to analyze the factors that influence cigarette consumption FEB UNSOED IESP Department student class of 2017-2020. This research uses purposive sampling method. The population of this study were FEB UNSOED students, IESP Department, Class of 2017-2020, and the sample used in this study amounted to 40 respondents. This study uses primary data distributed through a questionnaire in the form of a google form. The analytical tool used in this research is multiple linear regression analysis.
The results obtained from this study are the variable prices of other brands of cigarettes and have a positive and significant effect on cigarette consumption by FEB UNSOED students, IESP Department, Class of 2017-2020. This shows that an increase in the price of other brands of cigarettes will increase student cigarette consumption. Likewise, an increase in income will increase student cigarette consumption. The cigarette price variable has a negative and significant effect on student cigarette consumption. This shows that an increase in cigarette prices reduces student consumption of cigarettes. While the influence of friends has no effect on student cigarette consumption.
The implication that can be concluded from this research is that the government needs to increase the cigarette excise tax every year for cigarette users in order to reduce the consumption of main cigarettes and other brands of cigarettes. And the government needs to provide education for smokers so that they can allocate income for basic needs such as food, education, and health.
3194935117C1A017064Analisis Industri Bawang Goreng Dengan Pendekatan Structure-Condact-Performance (SCP) (Studi Kasus di Kabupaten Kuningan)Salah satu kerangka dasar dalam analisis ekonomi industri adalah hubungan antara structure-condact-performance (SCP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk struktur pasar pada industri bawang goreng di Kabupaten Kuningan dan untuk menganalisis pengaruh intensitas modal (capital intensity) sebagai indikator struktur pasar, pengaruh capital labour ratio (CLR) dan intensitas iklan sebagai indikator perilaku industri, dan pengaruh efisiensi internal (Xeff) terhadap price cost margin (PCM) sebagai indikator kinerja industri pada industri bawang goreng di Kabupaten Kuningan. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari 55 responden melalui wawancara dan kuisioner. Penelitian ini menggunakan metode regresi linear berganda sebagai analisis kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan, bahwa struktur pasar yang terbentuk pada industri bawang goreng di Kabupaten Kuningan adalah persaingan monopolistik dengan nilai CR4 yaitu sebesar 28,76 persen. Berdasarkan hasil analisis regresi menunjukkan, bahwa intensitas modal sebagai indikator struktur pasar tidak berpengaruh signifikan terhadap price cost margin (PCM), capital labour ratio (CLR) sebagai indikator perilaku industri berpengaruh positif dan signifikan terhadap price cost margin (PCM), intensitas iklan sebagai indikator perilaku industri tidak berpengaruh signifikan terhadap price cost margin (PCM), dan efisiensi internal (Xeff) berpengaruh positif dan signifikan terhadap price cost margin (PCM) sebagai indikator kinerja industri pada industri bawang goreng di Kabupaten Kuningan. Implikasi penelitian ini adalah pemerintah Kabupaten Kuningan perlu melakukan pengawasan yang ketat dan memberikan dukungan serta perhatian agar tidak muncul perilaku-perilaku industri yang tidak sehat. Untuk meningkatkan price cost margin (PCM), industri bawang goreng di Kabupaten Kuningan harus terus meningkatkan efisiensi internal.One of the basic frameworks in industrial economic analysis is the relationship between structure-condact-performance (SCP). This study aims to analyze the shape of the market structure in the Fried Onion Industry in Kuningan Regency and to analyze the effect of capital intensity as an indicator of market structure, the effect of Capital Labor Ratio (CLR) and advertising intensity as an indicator of industrial behavior, and the effect of internal efficiency (Xeff) on Price Cost Margin (PCM) as an indicator of industrial performance in the Fried Onion Industry in Kuningan Regency. This study uses primary data obtained from 55 respondents through interviews and questionnaires. This study uses multiple linear regression as quantitative analysis. Based on the results of research and data analysis shows that the market structure formed in the fried onion industry in Kuningan Regency is monopolistic competition with a CR4 value of 28.76 percent. Based on the results of regression analysis shows that capital intensity as an indicator of market structure has no significant effect on price cost margin (PCM), capital labor ratio (CLR) as an indicator of industrial behavior has a positive and significant effect on price cost margin (PCM), advertising intensity as an indicator Industrial behavior has no significant effect on price cost margin (PCM), and internal efficiency (Xeff) has a positive and significant effect on price cost margin (PCM) as an indicator of industrial performance in the fried onion industry in Kuningan Regency. The implication of this research is that the Kuningan Regency government needs to carry out strict supervision and provide support and attention so that unhealthy industrial behaviors do not appear. To increase the Price Cost Margin (PCM), the Fried Onion Industry in Kuningan Regency must continue to improve its internal efficiency.
3195034977B1A017006AKTIVITAS TRIPSIN-LIKE DAN AMILASE IKAN LUNJAR (Rasbora lateristriata Blkr.) PADA TEMPERATUR BERBEDAIkan lunjar (Rasbora lateristriata Blkr.) tergolong kedalam ikan omnivora. Kemampuan ikan dalam mencerna pakan tergantung pada ketersediaan enzim pencernaan. Aktivitas enzim dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, salah satunya adalah temperatur. Penelitian yang berhubungan dengan ikan lunjar (R. lateristriata Blkr.) telah banyak dilakukan, namun kajian aktivitas enzim pencernaan terutama tripsin-like dan amilase terkait dengan perbedaan temperatur masih belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas tripsin-like dan amilase ikan lunjar pada temperatur berbeda dan temperatur optimalnya. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan, yaitu temperatur 20, 30, 40, 50, 60, dan 70ºC. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 5 kali. Ikan lunjar yang digunakan adalah ikan dengan panjang tubuh berkisar 4,6±0,2 cm dan berat tubuh berkisar 0,81±0,09 g sebanyak 122 ekor. Konsentrasi tirosin dan maltosa diukur dengan metode spektrofotometer. Data yang diperoleh dianalisis dengan one way analysis of variance (ANOVA) dengan tingkat kesalahan 5% dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD) pada tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas tripsin-like ikan lunjar (R. latersitriata Blkr.) tinggi pada temperatur 20-50ºC (0,656±0,26 U.mg-1 protein hingga 1,039±0,232 U.mg-1 protein) dan aktivitasnya rendah pada temperatur 60-70ºC (0,018±0,003 U.mg-1 protein hingga 0,546±0,146 U.mg-1 protein). Aktivitas amilase ikan lunjar tinggi pada temperatur 20-40ºC (3,922±1,061 U.mg-1 protein hingga 8,739±1,805 U.mg-1 protein) dan aktivitasnya rendah pada temperatur 50-70ºC (0,133±0,161 U.mg-1 protein hingga 2,28±1,599 U.mg-1 protein). Aktivitas tripsin-like dan amilase memiliki perbedaan yang signifikan (p<0.05) pada temperatur berbeda.Yellow rasbora (Rasbora lateristriata Blkr.) is classified in the omnivore. The ability of a fish to digest food depends on the availability of digestive enzymes. Enzyme activity is influenced by environmental conditions, one of which is temperature. Research on yellow rasbora (R. lateristriata Blkr.) has been done a lot. However, studies of enzyme activity mainly trypsin-like and amylase related to temperature differences have not been done. The purpose of this study was to determine trypsin-like and amylase of yellow rasbora at different temperatures and the optimum temperature.The study was conducted experimental, with a completely randomized design (CRD) consisting of 6 treatments, temperatures of 20, 30, 40, 50, 60, and 70ºC. Each treatment was repeated 5 times. In this study, 122 yellow rasbora with a body length of 4.6±0.2 cm and a body weight of 0.81±0.09 g were used. The concentration of tyrosine and maltose was measured by the spectrophotometric method. Data obtained by analysis with one way analysis of variance (ANOVA) with a 5% error rate, continued by Least Significant Difference (LSD) test with a 5% error rate.The results showed that trypsin-like activity of yellow rasbora (R. latersitriata Blkr.) was high at a temperature of 20-50ºC (0,656±0,26 U.mg-1 protein to 1,039±0,232 U.mg-1 protein) and low activity at a temperature of 60- 70ºC (0,018±0,003 U.mg-1 protein to 0,546±0,146 U.mg-1 protein). Amylase activity was high at a temperature of 20-40ºC (3,922±1,061 U.mg-1 protein to 8,739±1,805 U.mg-1 protein) and low activity at a temperature of 50-70ºC (0,133±0,161 U.mg-1 protein to 2,28±1,599 U.mg-1 protein). Trypsin-like and amylase activities of yellow rasbora (R. lateristriata Blkr.) had significant differences (p<0.05) at different temperatures. Based on the results obtained, it can be concluded that trypsin-like and amylase activities of yellow rasbora (R. lateristriata Blkr.) had significant differences at different temperatures. Trypsin-like activity was the same at 20-50ºC and amylase activity increased at 20-30ºC.
3195135118A1D017110UJI KEMAMPUAN BAKTERI RHIZOSFER DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT HAWAR PELEPAH JAGUNGJagung merupakan komoditas penting yang mempunyai peranan strategis dalam pembangunan pertanian sebagai bahan pangan, bahan pakan, bahan bakar, dan bahan baku industri. Kendala pada proses budidaya jagung diantaranya yaitu penyakit hawar pelepah akibat jamur patogen Rhizoctonia solani. Pengendalian alternatif ramah lingkungan dengan memanfaatkan bakteri Bacillus spp. dan Pseudomonas fluorescens dilakukan untuk menekan perkembangan penyakit hawar pelepah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan bakteri rhizosfer Pseudomonas fluorescens dan Bacillus sp. terhadap pertumbuhan jamur patogen Rhizoctonia solani secara in vitro, mengetahui efektivitas bakteri Pseudomonas fluorescens dan Bacillus sp. dalam mengendalikan penyakit hawar pelepah pada tanaman jagung secara in vivo, dan mengetahui pengaruh aplikasi bakteri Pseudomonas fluorescens dan Bacillus sp. asal rhizosfer terhadap pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan bakteri rhizosfer Bacillus sp. R3, Bacillus sp. R5, Pseudomonas fluorescens R1. Variabel yang diamati yaitu pengujian in vitro meliputi penghambatan pertumbuhan R. solani dan bobot kering miselium; pada pengujian in vivo meliputi masa inkubasi penyakit, intensitas penyakit, kejadian penyakit, AUDPC, serta komponen pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri Bacillus sp. R3 mampu menghambat pertumbuhan jamur R. solani dengan tingkat penghambatan tertinggi sebesar 69,91% dan nilai bobot kering miselium terkecil sebesar 0,20 g. Hasil pengujian secara in vivo perlakuan bakteri Bacillus sp. R3 memberikan pengaruh terbaik dalam mengendalikan penyakit hawar pelepah dengan menunda masa inkubasi selama 19 hari, penekanan intensitas penyakit sebesar 51,06% dan nilai AUDPC sebesar 53,40%. Bakteri Pseudomonas fluorescens R1 memiliki pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tanaman jagung dalam meningkatkan tinggi tanaman sebesar 142,6 cm; jumlah daun 18,95; bobot segar tanaman 89,78 g, dan bobot kering akar 2,01 g.Maize is an important commodity with strategic role in agricultural development as food, feed, fuel and industrial raw materials. There is an obstacle during the maize cultivation process, out of which sheath blight disease is caused by the pathogenic fungus Rhizoctonia solani. Using rhizosphere bacteria such as Bacillus sp. and Pseudomonas fluorescens would be an alternative method to control the disease. This research aims to determine the ability of rhizosphere bacteria Pseudomonas fluorescens and Bacillus sp. in inhibiting the growth of the pathogenic fungus R. solani in vitro, to identify the effectiveness of the rhizosphere bacteria Pseudomonas fluorescens and Bacillus sp. in controlling sheath blight on maize in vivo, and to observe the effect of application of rhizosphere bacteria Pseudomonas fluorescens and Bacillus sp. on maize growth. The research design used was a Randomized Block Design with 1 factor, the treatment of rhizosphere bacteria. The variables observed were in vitro testing including inhibition of the growth of the fungus R. solani and dry weight of mycelium; In vivo testing includes disease incubation period, disease intensity, disease incidence, AUDPC, and plant growth components. The result showed that the treatment of Bacillus sp. R3 gave the best effect in inhibiting R. solani with the inhibition level of 69,91% and dry weight of mycelium with the value 0,20 g. Bacillus sp. R3 gave the best effect in vivo testing; delayed the incubation period for 19 days, reduced the intensity of the disease by 51.06% and the AUDPC value by 53.40%. Application of rhizosphere bacteria Pseudomonas fluorescens R1 gave the best effect on the growth of maize plants in increasing plant height by 142.6 cm; number of leaves 18.95; plant fresh weight 89.78 g, and root dry weight 2.01 g.
3195235119F1B114027EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PUBLIC SAFETY CENTER 119 SIGAP DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul Efektivitas Pelaksanaan Public Safety Center 119 di Kabupaten Banyumas. Kualitas dari pelayanan pra hospital kegawatdaruratan menjadi tanggung jawab pemerintah sebagai pelayanan publik terhadap masyarakat karena dengan meningkatnya kasus gawat darurat di Kabupaten Banyumas akan meningkatkan pula kebutuhan masyarakat akan akses pelayanan kesehatan yang optimal. Pelaksanaan Public Safety Center 119 dilakukan dengan memperhatikan peraturan yang ada dan dilaksanakan bersama oleh mitra-mitra yang saling bersinergi untuk mencapai tujuan bersama.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektivitas pelaksaan Public Safety Center 119 Sigap di Kabupaten Banyumas menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Fokus penelitian ini adalah prinsip efektivitas implementasi kebijakan oleh Riant Nugroho yaitu : 1) Ketepatan Kebijakan, 2) Ketepatan Pelaksana, 3) Ketepatan Target, 4) Ketepatan Lingkungan, 5) Ketepatan Proses. Teknik pemilihan Informan dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan: 1) Wawancara, 2) Observasi, 3) Dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Efektivitas pelaksanaan Public Safety Center 119 di Kabupaten Banyumas dilaksanakan bersama oleh Dinas Kesehatan, rumah sakit pemerintah dan swasta, rumah sakit dengan pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK), PMI Kabupaten Banyumas, Kepolisian, Pemadam Kebakaran, dan BPBD Kabupaten Banyumas. Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Banyumas sudah cukup baik tetapi kasus kegawatdaruratan di Kabupaten Banyumas masih sangat tinggi, sehingga masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan pra hospital yang tepat dan cepat di Kabupaten Banyumas.
This research is entitled Effectiveness Implementation of Public Safety Center 119 Sigap in Banyumas Regency. The quality of emergency pre-hospital services is the responsibility of the government as a public service to the community because the increase in emergency cases in Banyumas Regency will also increase the community's need for access to optimal health services. The implementation of the Public Safety Center 119 is carried out with due observance of existing regulations and is carried out jointly by partners who work together to achieve common goals.
The purpose of this study was to determine how effective the implementation of the Public Safety Center 119 Sigap in Banyumas Regency was using descriptive qualitative research methods. The focus of this research is the principle of effectiveness of policy implementation by Riant Nugroho, namely: 1) Policy Accuracy, 2) Implementing Accuracy, 3) Targeting Accuracy, 4) Environmental Accuracy, 5) Process Accuracy. Informant selection technique using purposive sampling. Collecting data in this study using: 1) Interview, 2) Observation, 3) Documentation. The data analysis method used in this study is to use the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana.
The results of this study indicate that the effectiveness of the implementation of the Public Safety Center 119 in Banyumas Regency is carried out jointly by the Health Service, government and private hospitals, hospitals with Comprehensive Emergency Neonatal Obstetrics services (PONEK), PMI Banyumas Regency, Police, Fire Department, and BPBD Banyumas Regency. Health services in Banyumas Regency are quite good but emergency cases in Banyumas Regency are still very high, so people need appropriate and fast pre-hospital health services in Banyumas Regency.
3195335120C1H018008THE ROLE OF SOCIAL MEDIA MARKETING AND ONLINE CUSTOMER REVIEW TOWARDS CUSTOMER PURCHASE DECISION (STUDY OF MIE GACOAN INSTAGRAM FOLLOWERS)
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis peran social media marketing dan customer online review terhadap keputusan pembelian customer. Responden penelitian ini sebanyak 185 orang yang merupakan follower Instagram Mie Gacoan dan berdomisili di kota Purwokerto..
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam bentuk survey dengan kuesioner online sebagai instrument pengambilan data. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan: 1) Hiburan, Trendi dan Kustomisasi berpengaruh positif terhadap Kesadaran Merek, 2) Kesadaran Merek berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian, 3) Review Online Kustomer berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumeni, 4) Kesadaran Merek memediasi pengaruh pemasaran sosial media terhadap keputusan pembelian konsumen.
Implikasi manajerial dari kesimpulan dalam penelitian ini adalah, 1) Diharapkan Mie Gacoan dapat memberikan hiburan yang lebih menarik, 2) Diharapkan Mie Gacoan dapat memberikan informasi dan tren yang up to date, 3) Diharapkan Mie Gacoan dapat memberikan informasi yang lengkap dan dibutuhkan oleh konsumen, 4) Diharapkan Mie Gacoan dapat meningkatkan kesadaran merek dengan cara berkolaborasi dengan foodvlogger, 5) Diharapkan Mie Gacoan dapat mendengarkan, merespon dan mengevaluasi berbagai kritik dan saran dari konsumen agar menjadi lebih baik.
Batasan penelitian ini adalah 1)Dalam pengisian kuesioner, banyak responden yang tidak mengisi pertanyaan terbuka sehingga sulit untuk mengidentifikasi karakteristik responden, 2)Beberapa responden yang melakukan pengisian kuesioner berasal dari kota di luar Purwokerto.
This research is performed to analyze the role of social media marketing and customer online review towards customer purchase decision. The respondents of this study as many 185 people who followed Mie Gacoan Instagram Account and domiciled in Purwokerto City.
This research has quantitative method by survey online with a questionnaire as an instrument of data collection and using Structural Equation Model to analyze the data. Based on the result of this research , it has come to the conclusion: 1) Entertainment, Trendiness and Customization has a positive effect towards Customer Purchase Decision, 2) Brand Awareness has a positive effect towards Customer Purchase Decision, 3) Customer Online Review has a positive effect towards Customer Purchase Decision, 4) Brand Awareness mediates the effect of Social Media Marketing towards Customer Purchase Decision.
The managerial implication from the conlusion in this research are: 1) Mie Gacoan is expected to provide more interesting entertainment, 2) Mie Gacoan is expected to provide an information and up to date trend, 3) Mie Gacoan is expected to increasing awareness of a brand in way such as collaborates with foodvlogger, 4) Mie Gacoan is expected to listen and responding more about criticism and suggestions to evaluate the quality to make it even better.
The limitation of this research are: 1) In filling out the questionnaire, many respondents did not fill out open-ended questions so it was difficult to identify the characteristics of the respondents, 2) Some of the respondents who filled out the questionnaire came from cities outside Purwokerto.
3195435140E1A015013PERLINDUNGAN HUKUM MASYARAKAT DALAM PENGATURAN KEHAMILAN DAN KONTRASEPSI PADA STRUKTUR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN INDONESIAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan perlindungan hukum dan bentuk perlindungan hukum masyarakat dalam pengaturan kehamilan dan kontrasepsi pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (statue approach), pendekatan analitis (analytical approach), pendekatan konseptual (conceptual approach). Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah inventarisasi hukum, sinkronisasi hukum dan penemuan hukum in concreto. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan dan dokumenter. Hasil penelitian diketahui bahwa perlindungan hukum masyarakat dalam pengaturan kehamilan dan kontrasepsi pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia telah menunjukkan adanya taraf sinkronisasi yang artinya bahwa antara peraturan yang derajatnya lebih rendah tidak bertentangan dengan peraturan yang derjatnya lebih tinggi dan peraturan yang lebih tinggi menjadi dasar dibentuknya peraturan yang lebih rendah serta adanya keserasian antara peraturan yang sederajat. Akan tetapi, Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi tidak mencantumkan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dalam mengingat, padahal substansi kedua peraturan tersebut sangat berkaitan. Bentuk perlindungan hukum masyarakat dalam pengaturan kehamilan dan kontrasepsi pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia meliputi: jaminan pengaturan masyarakat memperoleh pelayanan prakontrasepsi; jaminan pengaturan masyarakat memperoleh pelayanan kontrasepsi; jaminan pengaturan masyarakat memperoleh pelayanan pasca kontrasepsi.This study aims to determine the synchronization of legal protection arrangements and forms of community legal protection in the regulation of pregnancy and contraception in the structure of Indonesian legislation. The research method used in this study is a normative juridical method with a statutory approach, an analytical approach, and a conceptual approach. The research specifications used are legal inventory, legal synchronization and legal discovery in concreto. The type of data used is secondary data obtained from literature and documentary studies. The results of the study show that the legal protection of the community in the regulation of pregnancy and contraception in the structure of Indonesian legislation has shown a level of synchronization, which means that lower-level regulations do not conflict with higher-level regulations and higher-level regulations are the basis for the formation of regulations. lower and there is harmony between equal regulations. However, Government Regulation No. 61 of 2014 concerning Reproductive Health does not include Law Number 52 of 2009 concerning Population Development and Family Development in remembering, even though the substance of the two regulations is very related. Forms of legal protection for the community in the regulation of pregnancy and contraception in the structure of Indonesian legislation include: guarantees for regulating the community to obtain pre-contraception services; guarantee that the community will obtain contraceptive services; guarantee that the community will obtain post-contraception services.
3195535160A1A016057ANALISIS POTENSI WILAYAH KECAMATAN BERBASIS KOMODITAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN KENDALKendal merupakan salah satu kabupaten di provinsi Jawa Tengah yang memiliki potensi tanaman pangan dan hortikultura yang cukup besar. Optimalisasi potensi tanaman pangan dan hortikultura untuk ketahanan pangan dengan cara mengembangkan subsektor tanaman pangan dan hortikultura yang spesifik di masing-masing kecamatan di Kabupaten Kendal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi komoditas basis di masing- masing kecamatan, mengetahui tingkat pertumbuhan cepat dan daya saing baik di masing-masing kecamatan serta membuat pemetaan komoditas tanaman pangan dan hortikultura basis untuk dikembangkan di Kabupaten Kendal. Metode yang digunakan yaitu Analisis deskriptif, Location Quotient, Koefisien Lokalisasi, Koefisien Spesialisasi, Shift Share Analysis, dan Tipology klassen. Hasil penelitian menunjukan komoditas basis yang dibudidayakan di paling banyak kecamatan yaitu tanaman pangan meliputi padi sawah, jagung dan ubi kayu; tanaman hortikultura sayuran meliputi cabai rawit, cabai besar dan bawang merah; serta tanaman hortikultura buah-buahan meliputi mangga dan pisang. Komoditas yang memiliki pertumbuhan cepat meliputi jagung, ubi jalar, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, bawang daun, jambu biji, mangga, durian, dan nangka. Komoditas yang memiliki daya saing baik meliputi padi sawah, jagung, kedelai, kacang hijau, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, kubis, bawang daun, jambu biji, pisang, mangga, durian, dan nangka. Komoditas yang dijadikan pertimbangan untuk dikembangkan yaitu: padi sawah, jagung, kedelai, kacang hijau, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, kubis, bawang daun, jambu biji, pisang, mangga, durian, dan nangka. Kendal is one of the regencies in Central Java province which has a large potential for food crops and horticulture. Optimizing the potential of food crops and horticulture for food security by developing specific food crops and horticulture sub-sectors in each sub-district in Kendal Regency. This study aims to identify the potential of basic commodities in each sub-district, to determine the rate of rapid growth and good competitiveness in each sub-district and to make a mapping of basic food crops and horticulture commodities to be developed in Kendal Regency. The method used is descriptive analysis, location quotient, localization coefficient, specialization coefficient, shift share analysis, and klassen typology. The results showed that the base commodities cultivated in the most sub-districts were food crops including lowland rice, corn and cassava; vegetable horticultural crops include cayenne pepper, large chili and shallots; and horticultural fruit crops including mango and banana. Commodities that have fast growth include corn, sweet potatoes, shallots, large chilies, cayenne pepper, leeks, guava, mango, durian, and jackfruit. Commodities with good competitiveness include lowland rice, corn, soybeans, green beans, peanuts, cassava, sweet potatoes, shallots, large chilies, cayenne pepper, cabbage, leeks, guava, bananas, mangoes, durians and jackfruit. The commodities considered for development are: lowland rice, corn, soybeans, green beans, peanuts, cassava, sweet potatoes, shallots, large chilies, cayenne pepper, cabbage, leeks, guava, banana, mango, durian, and jackfruit.
3195637809A1C018020Pengaruh Pemberian Ethylene Scavenger Film dari Campuran Kalium
Permanganat (KMnO4) dan Arang Aktif Tempurung Kelapa Terhadap
Perubahan Kualitas Buah Tomat (Solanum lycopersicum L.) Selama
Penyimpanan
Pada penelitian yang dilakukan, ethylene scavenger dibuat dalam bentuk film
sehingga disebut sebagai ethylene scavenger film. Hal ini bertujuan agar penggunaannya
lebih mudah dan praktis, selain itu juga biaya pembuatannya yang lebih rendah.
Lembaran ethylene scavenger film disesuaikan dengan berat yang dibutuhkan, yakni
dalam satu lembar ethylene scavenger film memiliki berat 2 gram.Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ethylene scavenger film dengan
campuran kalium permanganat (KMnO4) dan arang aktif tempurung kelapa dalam
perubahan kualitas buah tomat selama penyimpanan. Indikator mutu buah yang diamati
diantaranya kekerasan, indeks warna, susut bobot, serta total padatan terlarut (%brix)
buah tomat. Jenis penelitian ini eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap.
Objek yang digunakan dalam penelitian adalah buah tomat varietas Gustavi dengan
tingkat kematangannya 75% (warna kuning kejinggaan) dengan bobot sekitar ± 30 – 40
gram. Tomat diberi perlakuan dengan penambahan ethylene scavenger film pada kotak
kardus berukuran 15 x 15 x 7,5 cm yang terbuat dari bahan corrugated cardboad flute
tipe E, berisi 3 buah tomat kemudian pada bagian dalam atas dari kotak kardus tersebut
diberi ethylene scavenger film dengan merekatkannya menggunakan double tape agar
tidak bersentuhan langsung dengan buah tomat. Tomat dibagi menjadi 4 kelompok
perlakuan, yaitu A0K (kontrol), A1K (2 gram ethylene scavenger film), A2K (4 gram
ethylene scavenger film), dan A3K (6 gram ethylene scavenger film), perlakuan
dilakukan selama 10 hari.
In the research that be carried out, ethylene scavenger is made in the form of a
film so it is called ethylene scavenger film. This is intended to make it easier and more
practical to use, but also lower manufacturing costs. Sheets of ethylene scavenger film
are adjusted to the required weight, namely in one sheet of ethylene scavenger film
weighing 2 grams. This study aims to determine the effect of giving ethylene scavenger
film with a mixture of potassium permanganate (KMnO4) and coconut shell activated
charcoal on changes in tomato fruit quality during storage. The indicators of fruit
quality observed included hardness, color index, weight loss, and total dissolved solids
(% brix) of tomatoes. This type of research is an experimental study using a completely
randomized design. The object used in this study was the Gustavi variety of tomatoes
with a maturity level of 75% (yellow-orange color) with a weight of about ± 30-40
grams. Tomatoes were treated with the addition of ethylene scavenger film on a
cardboard box measuring 15 x 15 x 7.5 cm made of corrugated cardboad flute type E,
containing 3 tomatoes then on the top inside of the cardboard box given ethylene
scavenger film by gluing it using double-sided tape so as not to come into direct
contact with the tomatoes. Tomatoes were divided into 4 treatment groups, namely A0K
(control), A1K (2 grams of ethylene scavenger film), A2K (4 grams of ethylene scavenger
film), and A3K (6 grams of ethylene scavenger film), the treatment was carried out for
10 days.
3195735124A1C014036Analisis Biaya dan Pendapatan Usahatani Padi di desa Sambeng Kulon Kecamatan Kembaran Kabupaten BanyumasBerdasarkan survey awal yang dilakukan pada petani padi di Desa Sambeng Kulon petani belum memperhitungkan secara rinci biaya dan pendapatannya dalam bentuk suatu pembukuan, hal ini penting untuk mengetahui secara pasti berapa besar pendapatan yang dihasilkan dan biaya yang harus dikeluarkan serta petani belum mengetahui seberapa besar kontribusi usahatani padi terhadap pendapatan rumah tangga mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1). Menghitung besarnya biaya produksi, penerimaan dan pendapatan usahatani padi di Desa Sambeng Kulon Kabupaten Banyumas. 2). Menghitung besarnya R/C rasio usahatani padi di Desa Sambeng Kulon Kabupaten Banyumas.3). Menghitung besarnya kontribusi pendapatan usahatani padi terhadap total pendapatan rumah tangga petani. Penelitian ini dilakukan di desa Sambeng Kulon dari 25 September sampai 30 Oktober 2020. Tempat penelitian ini dipilih berdasarkan purposive. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis penerimaan, analisis R/C rasio dan analisis kontribusi pendapatan. Hasil penelitian menunjukan: (1). Rata – rata umur petani adalah 16 – 64 tahun, sebagian besar tingkat pendidikan formalnya sekolah dasar, pengalaman usahatani rata-rata 21 – 30 tahun, rata-rata luas lahan 0,23 hektar, rata-rata jumlah tanggungan keluarga satu orang(2) rata-rata pendapatan usahatani padi per hektar per musim tanam Rp12.389.631,00. (3) Hasil R/C ratio adalah 2,98. (4) Kontribusi pendapatan usahatani padi sebesar 19,32 persen. Pendapatan rumah tangga berasal dari pendapatan off farm sebesar Rp161.864,00 dan pendapatan non farm sebesar Rp3.534.746,00Based on an initial survey conducted on rice farmers in Sambeng Kulon Village, farmers have not taken into account in detail their costs and income in the form of a bookkeeping, this is important to know for sure how much income is generated and the costs that must be incurred and farmers do not know how much the contribution of farming is rice to their household income. The purpose of this research are to: 1). Calculating the amount of costs, revenues and income from rice farming in Sambeng Kulon Villages, Banyumas Regency. 2). Calculating R/C ratio of rice farming in Sambeng Kulon Village, Banyumas Regency. 3). Calculating the amount of income contribution from rice farming to farmer household income. The researh was carried out in Sambeng Kulon Village from 25 September 2020 to 30 Oktober 2020. The place is selected on purpose (purposive). The sample technique that has been done is simple random. The data analysis methods used are cost and income analysis, revenue analysis, R/C ratio analysis, income contribution analysis. The results of this research showed: (1) the average age is about 15 – 64 years, the most of formal education is elementary school, average rice farming experience is for 21 - 30 years, the average of the land area is 0,23 hectares, the average number of dependents of the family is one people (2) The average income each hectare of rice farming was IDR 12.389.631 (3)The results of R/C ratio is 2,98 (4) the contribution of rice farming income was 19,32 persent. Household income came from off farm income of IDR Rp161.864, and non-farm income of IDR Rp3.534.746
3195835125E1A116028KESADARAN HUKUM PERAWAT TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN (STUDI DI RUMAH SAKIT UMUM SINAR KASIH PURWOKERTO)KESADARAN HUKUM PERAWAT TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN (STUDI DI RUMAH SAKIT UMUM SINAR KASIH PURWOKERTO)

Oleh:
Rizqi Maulud Irvani
(E1A116028)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesadaran hukum perawat terhadap protokol kesehatan dalam memberikan asuhan keperawatan di Rumah Sakit Umum Sinar Kasih Purwokerto dan kontribusi tingkat kesadaran hukum perawat tentang protokol kesehatan terhadap pemberian asuhan keperawatan di Rumah Sakit Umum Sinar Kasih Purwokerto.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di Rumah Sakit Umum Sinar Kasih Purwokerto dengan responden sebanyak 45 perawat. Pengambilan sampel penelitian mengunakan simple random sampling atau sampel random acak. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode angket, dokumenter dan kepustakaan. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan metode coding, editing dan tabulasi serta dianalisis dengan analisis statistik sederhana, content analysis dan comparative analysis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum perawat terhadap protokol kesehatan dalam memberikan asuhan keperawatan di Rumah Sakit Umum Sinar Kasih Purwokerto adalah tinggi. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 4 (empat) indikator meliputi tingginya pengetahuan hukum perawat, tingginya pemahaman hukum perawat, banyaknya sikap hukum perawat yang setuju serta banyaknya perilaku hukum perawat yang sesuai. Kesadaran hukum perawat terhadap protokol kesehatan cenderung memberikan kontribusi secara positif terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan.

Kata Kunci : Kesadaran Hukum, Perawat, Protokol Kesehatan, Asuhan Keperawatan.
NURSES LEGAL AWARENESS OF HEALTH PROTOCOL IN PROVIDING NURSING CARE
(STUDY AT SINAR KASIH PURWOKERTO PUBLIC HOSPITAL)

By:
Rizqi Maulud Irvani
(E1A116028)

ABSTRACT

This study aims to determine the legal awareness of the nurses in Sinar Kasih Purwokerto Public Hospital towards health protocol in providing nursing care. and it’s contribution to the provision of nursing care.
The research uses quantitative research methods with a sociological juridical approach and descriptive research specifications. This research taken place at Sinar Kasih Purwokerto Public Hospital with 45 nurses as the respondents. The research samples were taken using multistage random sampling. The types and sources of data includes primary data and secondary data that obtained by questionnaires, documentary and, literature methods. The collected data were processed by coding, editing and, tabulation methods and analyzed by simple statistical analysis, content analysis, and comparative analysis.
The results portray that the nurses’ legal awareness level of health protocols in providing nursing care at the Sinar Kasih Purwokerto Public Hospital is high. This is proven by the results of research on 4 (four) indicators including the high rate of nurses’ legal knowledge, the high rate of nurses’ legal understanding, the number of agreed-nurses’ to legal attitudes, and the number of appropriate-nurses’ to legal behavior. Nurses' legal awareness of health protocols tends to contribute positively to the implementation of nursing care.

Keywords : Legal Awareness, Nurse, Health Protocol, Nursing care.
3195935121A1D017182PENGARUH DOSIS KOMPOS LIMBAH TONGKOL JAGUNG MODIFIKASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L.) Merril)
Kompos merupakan bahan organik yang mampu mendaur ulang nutrisi dan memperbaiki sifat fisik dan biologi tanah. Penggunaan kompos limbah tongkol jagung modifikasi pada beberapa varietas kedelai memiliki perbedaan respon terhadap lingkungan tumbuh baru di tanah pasir pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis kompos limbah tongkol jagung modifikasi terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai, keragaman pertumbuhan dan hasil tiga varietas kedelai pada media tanah pasir pantai dan interaksi antara dosis kompos limbah tongkol jagung modifikasi dengan tiga varietas kedelai terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2020 hingga Agustus 2021 di Screen House Fakultas Pertanian, Laboratorium Tanah, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura serta Laboratorium Agroekologi Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis kompos limbah tongkol jagung modifikasi, yaitu K0 = tanpa kompos, K1 = kompos 20 ton/ha, K2 = kompos 40 ton/ha dan K3 = kompos 60 ton/ha. Faktor kedua adalah varietas kedelai, yaitu V1 = Varietas Detap-1, V2 = Varietas Devon-2 dan V3 = Varietas Grobogan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis kompos limbah tongkol jagung modifikasi 60 ton/ha memiliki hasil terbaik pada total luas daun, kadar klorofil daun, bobot polong segar, bobot polong kering, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, serapan nitrogen tanaman, jumlah polong, jumlah biji dan bobot biji. Penggunaan varietas Devon-2 memberikan hasil terbaik pada bobot akar segar, bobot akar kering, jumlah total bintil akar, serapan nitrogen tanaman, jumlah polong, jumlah biji dan sedangkan penggunaan varietas Grobogan memberikan hasil terbaik pada bobot biji, bobot 100 biji, umur bunga dan umur panen. Interaksi antara pemberian kompos limbah tongkol jagung modifikasi dan penggunaan varietas mampu meningkatkan jumlah polong.
Compost is organic material that can recycle nutrients and improve the the physical and biological properties of the soil. The use of modified corn cob waste compost in some varieties of soybeans has different responses to the new growing environment in the sand land. The purpose of research for knowing the effect of the dose of modified corn cob waste compost on the growth and yield of soybeans, diversity of the growth and yield from three soybean varieties on beach sand soil media and interaction between dose of modified corn cob waste compost and three soybean varieties on the growth and yield. This research was carried out from December 2020 until August 2021 at screen house of Faculty of Agriculture, Soil Science Laboratory, Agronomy and Horticulture Laboratory, Agroecology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The experiments were done with a randomized design with 2 factors. First factor is dose of corn cob waste, K0 = without compost, K1 = compost 20 ton/ha, K2 = compost 40 ton/ha dan K3 = compost 60 ton/ha. Second factor is the type of variety, namely V1 = Detap-1 variety, V2 = Devon-2 variety and V3 = Grobogan variety.
The results of research showed that the dose of modified corn cob waste compost 60 tons/ha had the best results on total leaf area, leaf chlorophyll content, fresh pod weight, dry pod weight, fresh canopy weight, dry canopy weight, plant nitrogen uptake, number of pods, number of seeds and seed weight. The use of the Devon-2 variety gave the best results on fresh root weight, dry root weight, total number of root nodules, plant nitrogen uptake, number of pods, number of seeds, while the Grobogan variety gave the best results on seed weight, weight of 100 seeds, flower and harvest age. The interaction between composting modified corn cob waste and the use of different varieties was able to increase the number of pods the number of pods
3196035122F1D017037DEMOKRASI DI MEDIA SOSIAL TWITTER PADA PEMBAHASAN RANCANGAN UNDANG-UNDANG PENGHAPUSAN KEKERASAN SEKSUAL PADA TAHUN 2019
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan mengenai pola-pola demokrasi didalam media sosial twitter pada proses pembahasan rancangan undang-undang penghapusan kekerasan seksual (RUU P-KS). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan paradigma non-positivisme dengan bingkai penelitian perspektif pasca-strukturalisme. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa adanya demokrasi dalam bentuk demokrasi deliberatif didalam media sosial twitter pada pembahasan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) pada tahun 2019. Pada pembahasan tersebut menunjukan adanya interaksi yang menjadikan media sosial twitter sebagai wadah dalam berdemokrasi. Tetapi dalam interaksinya terbatas oleh pendapat yang cenderung homogen antara tagar #TolakRUUPKS dengan #SahkanRUUPKS. Pembahasan mengenai RUU P-KS sendiri masih berputar antara kelompok liberal dengan islam konservatif. Selain itu, dalam penelitian ini pada proses berdeliberasi banyak ditemui penggunaan flooding pada tagar #TolakRUUPKS yang digunakan untuk mempengaruhi pengguna twitter. Adanya hal tersebut, memliki dampak yang begitu besar didalam kampanye RUU P-KS dikarenakan perbedaan yang cukup mencolok mengenai label liberal yang diberikan kepada RUU P-KS, dibandingkan dengan penolak RUU P-KS yang merupakan mayoritas muslim. This research based aim paper aims at describe and understand the democracy in twitter as a social media during the discussion of sexual violence abolition bill (RUU P-KS) in 2019. By using qualitative method and non-positivism. The research apporoach framework of the research post-structuralism. The results reaveal that showed deliberative democracy on twitter during the discussion abolition of sexual violence bill (RUU P-KS) in twitter in 2019. During the deliberation showed interaction between twitter and democracy and used as media to socialize. Although, in this research found in the deliberation process has the same topic between #TolakRUUPKS and #SahkanRUUPKS. The deliberation process frequently talking about the diversity between liberal group and islam conservative. Furthermore, in this research found in the deliberation process there is “flooding” which relate #TolakRUUPKS to influence twitter user. In this case has big impact to abolition of sexual vioa lence bill due to the liberal label which gave before. Moreover, Indonesia is country which has islam as majority and #TolakRUUPKS enlivened by political deliberation of identity as main topic.