Artikelilmiahs
Menampilkan 31.721-31.740 dari 50.037 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 31721 | 35449 | C1I017040 | The Influence of Management Turnover, Size of Client Company, and Size of Public Accounting Firm on Auditor Switching (Empirical Study on Manufacturing Companies Listed in the Indonesia Stock Exchange from 2016-2019). | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan memperoleh bukti secara empiris pengaruh pergantian manajemen, ukuran perusahaan klien, dan ukuran kantor akuntan publik terhadap auditor switching. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Subjek dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2016–2019. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Total sampel penelitian yang diperoleh sebanyak 172 sampel. Jumlah perusahaan manufaktur yang menjadi sampel sebanyak 43 perusahaan dengan periode pengamatan selama 4 tahun. Metode analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis regresi logistik sebagai alat uji hipotesis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pergantian manajemen, ukuran perusahaan klien, dan ukuran Kantor Akuntan Publik secara simultan berpengaruh terhadap auditor switching. Sementara itu, variable ukuran kantor akuntan publik secara parsial berpengaruh signifikan terhadap auditor switching. Sedangkan variabel lain dalam penelitian ini yaitu pergantian manajemen dan ukuran perusahaan klien secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap auditor switching. | The objectives of this research are to determine and obtain empirical evidence concerning the effect of management turnover, size of the client company, and size of public accounting firms on auditor switching. This research is quantitative research using secondary data. The subjects in this study were manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during 2016–2019. Sampling was carried out by the purposive sampling method. The total number of research samples obtained is 172 samples. Within the number of manufacturing companies that became the sample are 43 companies with an observation period of four years. The data analysis method uses descriptive statistical analysis and logistic regression analysis as a hypothesis testing tool. The results of this study indicate that management turnover variables, client firm size, and public accounting firm size simultaneously have an effect on auditor switching. Meanwhile, the variable size of the public accounting firm has a significant effect on auditor switching partially. While other variables in this study, namely management turnover, and client company size have no significant effect on auditor switching partially. | |
| 31722 | 34929 | F1B114028 | PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA SOKARAJA KULON (STUDI KASUS PROGRAM KAMPUNG KB, BUMDES, DAN KAMPUNG BATIK) | Implementasi dana desa diwujudkan untuk meningkatkan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat di Desa Sokaraja Kulon pada tahun 2018. Total anggaran desa yang dialokasikan di Desa Sokaraja Kulon pada tahun 2018 ialah sebesar Rp. 2.156.365.510.- yang mana sesuai dengan Pasal 1 Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa pada tahun 2018. Dari total pendapatan tersebut, alokasi dana sebesar Rp. 846.571.145 untuk dilaksanakannya program dalam bidang pembangunan desa dan alokasi dana sebesar Rp. 407.900.000 yang mana dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat. Pemerintah Kabupaten mengalokasikan dana perimbangan yang telah diterima oleh Kabupaten dan kemudian diteruskan kepada perangkat desa dengan memperhatikan prinsip keadilan dan menjamin pemerataan distribusi. Selain itu, dalam bidang pembangunan desa adanya pembinaan masyarakat difungsikan sebagai bentuk dari pemberdayaan masyarakat yang memiliki tujuan yaitu untuik mensejahterakan kehidupan desa. Desa sokaraja kulon memiliki masalah menumpuknya sampah, sehingga membuat desa tersebut menjadi darurat akan permasalahan mengenai sampah. Atas permasalahan tersebut Bumdes Sokaraja Kulon akan mendirikan tempat pengelolaan sampah. Yang nanti pada tempat tersebut akan mengelola berbagai macam sampah menjadi pupuk dan barang yang memiliki nilai jual. Desa Sokaraja juga membangun desanya dalam hal kesehatan dan kepadatan penduduk melalui kampung KB. Kampung Kb ini merupakan jawaban atas permasalahan kepadatan penduduk pada pemukiman kumuh. Selain pengelolaan sampah dan kampung KB, BUMDes Sokaraja Kulon juga memfasilitasi ambulance untuk masyarakat disekitar Sokaraja Kulon yang diberi nama ‘Sulon Sehat’ dengan kepanjangan Sokaraja Kulon Sehat. | The implementation of village funds was realized to improve village development and community empowerment in Sokaraja Kulon Village in 2018. The total village budget allocated in Sokaraja Kulon in 2018 were Rp. 2,156,365,510.- which is in accordance with Article 1 of the Village Revenue and Expenditure Budget in 2018. From the total income, the allocation of funds is Rp. 846,571,145 for the implementation of programs in the field of village development and the allocation of funds amounting to Rp. 407.9 million of which is allocated for community empowerment. The Regency Government allocates the balancing funds that have been received by the Regency and then forwarded to the village apparatus by taking into account the principles of justice and ensuring equitable distribution. In addition, in the field of village development, community development is functioned as a form of community empowerment which has the goal of prospering village life. Sokaraja Kulon village has a problem with piling up garbage, thus making the village an emergency regarding waste problems. For this problem, Bumdes Sokaraja Kulon will establish a waste management site. Which later in the place will manage various kinds of waste into fertilizer and goods that have a selling value. Sokaraja village is also developing its village in terms of health and population density through the KB village. Kampung Kb is the answer to the problem of population density in slum settlements. In addition to waste management and the KB village, BUMDes Sokaraja Kulon also facilitates an ambulance for the community around Sokaraja Kulon which is named 'Sulon Sehat' which stands for Sokaraja Kulon Sehat. | |
| 31723 | 34930 | C1A018097 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REGENERASI TENAGA KERJA PERTANIAN DI DESA KAPANDAYAN KECAMATAN CIAWIGEBANG KABUPATEN KUNINGAN | ABSTRAK Regenerasi pertanian merupakan suatu proses meneruskan kegiatan usaha pertanian dari petani tua ke petani muda. Krisis regenerasi pertanian menjadi suatu masalah di berbagai negara. Hal tersebut didukung dengan menurunnya jumlah produksi padi maupun produktivitas pertanian. Apabila hal tersebut dibiarkan maka akan terjadi krisis pangan di negara. Indonesia khususnya Desa Kapandayan, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang terdampak masalah regenerasi pertanian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif serta memiliki tujuan untuk menganalisis regenerasi pertanian untuk melanjutkan usaha pertanian milik keluarga di Desa Kapandayan, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi regenerasi dan melihat variabel manakah yang paling berpengaruh dalam regenerasi pertanian di Desa Kapandayan. Variabel yang digunakan yaitu pendidikan, jenis kelamin, luas lahan, dan pendapatan dari sektor lain. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi berganda dengan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara langsung dan kuesioner kertas. Berdasarkan analisis yang sudah dilakukan menggunakan aplikasi SPSS 25 memperoleh hasil: (1) pendidikan, jenis kelamin, luas lahan, dan pendapatan dari sektor lain tidak berpengaruh signifikan dan positif terhadap regenerasi pertanian, (2) tidak ada variabel yang paling berpengaruh atau dominan di Desa Kapandayan, Kecamatan Ciawigebnag, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Implikasi dari kesimpulan diatas ialah para responden yang tidak ingin melanjutkan usaha pertanian diharapkan dapat tertarik dengan adanya kerja sama antara pemerintah, investor dan masyarakat. Pemerintah lebih menekankan tentang potensi dan ancaman di sektor pertanian kepada generasi muda melalui sosialisasi maupun kebijakan dalam mengembangkan potensi sumber daya manusia dan alat teknologi pertanian. | Agricultural regeneration is a process of continuing agricultural business activities from old farmers to young farmers. The crisis of agricultural regeneration has become a problem in many countries. This is supported by the decline in the amount of rice production and agricultural productivity. If this is allowed to be eaten, there will be a food crisis in the country. Indonesia, especially Kapandayan Village, Ciawigebang District, Kuningan Regency, West Java Province is one of the areas affected by the problem of agricultural regeneration. This study uses quantitative and qualitative methods and aims to analyze agricultural regeneration to continue a family-owned farming business in Kapandayan Village, Ciawigebang District, Kuningan Regency, West Java Province. Analyze the factors that affect regeneration and see which variabels have the most influence on agricultural regeneration in Kapandayan Village. The variabels used are education, gender, land area, and income from other sectors. The analytical method used is multiple regression analysis with primary data collected through direct interviews and paper questionnaires. Based on the analysis that has been carried out using the SPSS 25 application, the results obtained are: (1) education, gender, land area, and income from other sectors have no significant and positive effect on agricultural regeneration, (2) there is no dominant or most influential variabel in the village. Kapandayan, Ciawigebnag District, Kuningan Regency, West Java Province. The implication of the conclusion above is that respondents who do not want to continue their agricultural business are expected to be interested in the cooperation between the government, investors and the community. The government emphasizes more on the potential and threats in the agricultural sector to the younger generation through socialization and policies in developing the potential of human resources and agricultural technology tools. | |
| 31724 | 43900 | A1D019109 | PENGUJIAN FORMULA BIOFERTILIZER BERBAHAN AKTIF BAKTERI PENAMBAT NITROGEN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN PADA PEMBIBITAN TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) | Biofertilizer adalah salah satu upaya mendukung pertanian berkelanjutan karena menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi konsorsium isolat bakteri dan media pembawa yang terbaik ditinjau dari variabel kuantitas dan kualitas. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agroekologi Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan November 2022 – Maret 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pada variabel kuantitas akan disajikan dalam tabel dan analisis statistik Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 2 faktor, yaitu konsorsium bakteri dan media pembawa. Sedangkan untuk variabel kualitas akan dilakukan metode organoleptik pada variabel aroma dan warna, dan pada variabel pH akan disajikan menggunakan tabel. Variabel yang diamati dari variabel kuantitas, yaitu total populasi bakteri, daya kecambah benih, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar dan bobot kering tanaman dan variabel yang diamati dari analisis kualitas biofertilizer, yaitu kompatibilitas isolat bakteri, pH, warna, dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan semua isolat bakteri berhasil dikonsorsiumkan dengan baik. Berdasarkan uji daya simpan, perlakuan yang terbaik, yaitu pada perlakuan konsorsium bakteri (CL5s + CR2s) dan media pembawa air kelapa, molase, dan limbah cair tahu. Berdasarkan bioassay formula biofertilizer yang berpotensi menunjukkan hasil rerata terbaik, yaitu pada perlakuan konsorsium bakteri (CL5s + CR2s) dengan media pembawa air kelapa, molase, dan limbah cair tahu. | Biofertilizer is one of the efforts to support sustainable agriculture because it uses environmentally friendly materials. This study aims to determine the best combination of bacterial isolate consortium and carrier media in terms of quantity and quality variables. This research was carried out at the Agroecology Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University in November 2022 – March 2023. The method used in this study, namely on quantity variables will be presented in tables and statistical analysis of Group Random Design (RAK) consisting of 2 factors, namely a consortium of bacteria and carrier media. As for the quality variable, an organoleptic method will be carried out on the aroma and color variables, and on the pH variable will be presented using a table. The variables observed from the quantity variables, namely the total bacterial population, seed germination, plant height, number of leaves, root length, fresh weight and dry weight of plants and variables observed from the analysis of biofertilizer quality, namely the compatibility of bacterial isolates, pH, color, and aroma. The results showed that all bacterial isolates were successfully consorted. Based on the shelf life test, the best treatment, namely the treatment of a consortium of bacteria (CL5s + CR2s) and coconut water carrier media, molasses, and tofu liquid waste. Based on bioassay biofertilizer formula that has the potential to show the best average results, namely in the treatment of bacterial consortium (CL5s + CR2s) with coconut water carrier media, molasses, and tofu liquid waste. | |
| 31725 | 34956 | B1A017011 | APLIKASI NAA PADA PROPAGASI KANTONG SEMAR Nepenthes adrianii Batoro, Wartono & Jebb | Nepenthes adrianii merupakan spesies endemik di Gunung Slamet yang keberadaannya sudah mulai terancam. Keadaan seperti ini mendorong upaya untuk melakukan konservasi N. adrianii, yang salah satunya adalah melalui perbanyakan menggunakan stek batang N. adrianii. Agar perbanyakan stek batang tumbuh dengan baik diperlukan penambahan zat pengatur tumbuh (ZPT) dari golongan auksin seperti NAA (Napthalene Acetic Acid). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian NAA terhadap pertumbuhan stek batang N. adrianii dan menentukan konsentrasi NAA yang efektif untuk pertumbuhan stek batang N. adrianii. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok. Pengelompokan didasarkan atas banyaknya daun. Blok 1 stek batang tanpa daun, blok 2 stek batang dengan satu daun, blok 3 stek dengan dua daun, dan blok 4 stek batang dengan tiga daun. Konsentrasi NAA yang digunakan adalah 0, 5, 10, 15, 20, dan 25 ppm. Total ada 24 satuan percobaan. Variabel yang diamati yaitu pertumbuhan stek batang N. adrianii. Parameter yang diamati meliputi waktu muncul tunas, jumlah tunas, jumlah daun, panjang daun, dan lebar daun. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam dan dilakukan uji lanjut dengan Uji Tukey pada taraf 0,05 pada saat perlakuan signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bawa aplikasi NAA tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan stek batang N. adrianii. Konsentrasi NAA tidak dapat ditentukan karena tidak terdapat pengaruh NAA terhadap pertumbuhan stek batang N. adrianii. | Nepenthes adrianii is an endemic species of Mount Slamet. The existence of this species has begun to be threatened. This situation encourages efforts to conserve N. adrianii, which is through propagation using stem cuttings of N. adrianii. In order for the propagation of stem cuttings to grow properly, it is necessary to add growth hormone (ZPT) from the auxin group such as NAA (Napthalene Acetic Acid). This research has been conducted to study the effect of NAA and its effective consentration for the growth of N. adrianiistem cuttings. This research was conducted using experimental methods. The experimental design used was a Randomized Completely Block Design (RCBD). The block in this study is total leaves per cuttings. Block 1 is the leafless cuttings, block 2 is cuttings with one leaf, block 3 is cuttings with two leaves, and block 4 is cuttings with three leaves. The NAA concentrations in this study are 0, 5, 10, 15, 20, and 25 ppm. There are a total of 24 experimental units. The variable observed was the growth of N. adrianii stem cuttings. Parameters observed in this study are days taken for sprouting, number of shoots, number of leaves, leaf length, and leaf width. The results were analyzed using Variety Analysis and then analyzed with Tukey's test at the test level of 0.05 at the time of significant treatment. The results showed that the application of NAA did not affect the growth of the stem cuttings of N. adrianii. The best concentration of NAA could not be determined because there was no effect of NAA on the growth of N. adrianii stem cuttings. | |
| 31726 | 34957 | B1A017053 | APLIKASI IBA PADA PROPAGASI KANTONG SEMAR Nepenthes gymnamphora Nees | Tingginya animo masyarakat untuk memelihara kantong semar membuat jumlah N. gymnamphora di alam makin sedikit, padahal N. gymnamphora merupakan salah satu tumbuhan yang dilindungi. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbanyakan agar N. gymamphora lestari. Metode propagasi menggunakan stek batang menjadi salah satu upaya untuk menghasilkan anakan yang memiliki sifat yang sama dengan induk yang digunakan sehingga pelestarian dapat dilakukan dengan intensif. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh IBA terhadap pertumbuhan stek batang kantong semar N. gymnamphora dan menentukan konsentrasi IBA yang efektif dalam memacu pertumbuhan stek batang kantong semar N. gymnamphora. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan rancangan percobaan Randomized Completely Block Design (RCBD) dengan blok berupa banyaknya daun per stek. Blok 1 berupa stek tanpa daun, blok 2 berupa stek dengan 1 daun, blok 3 berupa stek dengan 2 daun, dan blok 4 berupa stek dengan 3 daun. Konsentrasi IBA yang digunakan adalah 0, 5, 10, 15, 20, dan 25 ppm. Dengan demikian, total ada 24 satuan percobaan. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan stek kantong semar N. gymnamphora. Parameter yang diamati adalah waktu muncul tunas, jumlah tunas, jumlah daun, panjang daun, dan lebar daun. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam (Uji F) dan dianalisis dengan uji Tukey pada taraf uji 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi blok berdaun 2 merupakan stek yang paling efektif dan efisien dalam memacu pertumbuhan tunas pada stek batang kantong semar N. gymnamphora. | High public interest in pitcher cultivation has led to a reduction of N. gymnamphora less in nature, even though N. gymnamphora categorizes as protected plants. Therefore, it is necessary to propagate N. gymamphora to maintain its sustainability. Propagation using stem cuttings is method that can be used to produced the new plants that are genetically identical to the parent plant, so the conservation can be done intensively. This research aims to study the effect of IBA on the growth of N. gymnamphora stem cuttings and to determine the concentration of IBA that is effective for the growth of N. gymnamphora stem cuttings. This research conducted experimentally with Randomized Completely Block Design (RCBD). Blocks in this study are leafless cuttings, cuttings with 1 leaf, 2 leaves, and 3 leaves. The IBA concentrations used in this sudy are 0, 5, 10, 15, 20, and 25 ppm. Therefore, there are totals of 24 units of experiments. The variable observed in this study is the growth of N. gymnamphora stem cuttings. Parameters observed in this study are number of days taken for sprouting, number of shoots, number of leaves, leaves length, and leaves width. Data were analyzed using Variety Analysis (Test F) and then analyzed with Tukey test at the test level of 0,05. The results showed that cuttings with 2 leaves affected the growth of number of shoots in stem cuttings of N. gymnamphora. | |
| 31727 | 35046 | K1B015022 | PENERAPAN ANALISIS SURVIVAL PADA BIDANG EKONOMI: STUDI KASUS PEMOGOKAN BURUH DI INDUSTRI MANUFAKTUR AMERIKA SERIKAT | Analisis survival adalah metode analisis yang menghasilkan fungsi survival dan fungsi hazard dengan menggunakan data lamanya waktu. Satuan waktu tersebut dimulai dari suatu titik awal sampai dengan terjadinya suatu ‘kejadian’ atau titik akhir. Kejadian yang diperhatikan tidak selalu sesuatu yang ‘terminate’ yaitu kejadian yang sekali saja terjadi dan berhenti, misalnya kematian. Titik akhir atau kejadian bisa juga berupa status yang lebih umum, misalnya pemogokan. Pemogokan tidak termasuk dalam kasus yang bersifat terminate, karena setelah pemogokan berlangsung bisa saja individu tersebut melakukan pemogokan yang berulang. Pemogokan adalah tindakan sekelompok karyawan yang direncanakan dan dilaksanakan secara bersama untuk menyampaikan tuntutan atau aspirasi. Pemogokan berakibat pada penghentian atau perlambatan pekerjaan. Analisis survival yang diterapkan pada data pemogokan bertujuan untuk melihat peluang berakhirnya mogok kerja bergantung atau tidak bergantung pada lama waktu (durasi) pemogokan. Hasil dari fungsi hazard yang diperoleh dengan metode non-parametrik menunjukkan adanya ketergantungan durasi pemogokan. Fungsi hazard yang diperoleh dengan metode parametrik dengan mengasumsikan data distribusi eksponensial menghasilkan fungsi hazard yang konstan. Oleh karena itu, peluang mogok kerja yang terjadi tidak ada ketergantungan terhadap durasi pemogokan, yang berarti laju berakhirnya aktivitas mogok kerja tidak bergantung kepada durasi pemogokan. | Survival analysis is an analytical method that produces a survival function and a hazard function using data for the length of time. The unit of time starts from a clear starting point until the occurrence of an 'event' or end point. The event or end point that is considered is not always something that is 'terminated', namely an event that only happens once and stops, for example, death. The end point or event can also be a more general state, such as a strike. Strikes are not included in cases that are terminated, because after the strike, the individual does not end (die) and the individual may carry out repeated strikes. A strike is an action by a group of employees that is planned and carried out jointly to convey demands or aspirations. Strikes result in the termination or deceleration of work. Survival analysis applied to strike data aims to see the probability of ending the strike depending or not depending on the length of time (duration) of the strike. The results of the hazard function obtained by the non-parametric method show that there is a dependence of the duration value. The hazard function obtained from the parametric method by assuming the exponential distribution data produces a constant hazard function. Therefore, the probability of a strike does not depend on the duration of the strike, which means that the rate of ending the strike activity does not depend on the duration of the strike. | |
| 31728 | 34931 | J1D016010 | ANALISIS STRUKTUR PUISI DALAM KUMPULAN SAJAK HYANG KARYA ABDUL WACHID B.S. SEBAGAI PEMBELAJARAN PUISI DI SMP | Penelitian ini berjudul “Analisis Struktur Puisi dalam Kumpulan Sajak Hyang Karya Abdul Wachid B.S. Sebagai Bahan Ajar Materi Puisi di SMP“. Penelitian ini membahas struktur fisik dan strukur batin empat judul sajak dalam kumpulan sajak Hyang karya Abdul Wachid B.S. yaitu Hujan Abu Gunung Kelud di Yogya, Berterimakasihlah, Saat Shalat Subuh, dan Wajah Wudlu serta direlevansikan sebagai pembelajaran puisi di SMP. Data diperoleh menggunakan pendekatan struktural serta teknik analisis heuristik dan hermeneutik. Teknik analisis data data menggunakan analisis data kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data deskriptif. Hasil penelitian menunjukan 66 data struktur fisik dan 16 data struktur batin yang terdiri dari 4 diksi, 14 pengimajian, 6 kata konkret, 22 bahasa figuratif, 16 versifikasi, 4 tata wajah, 4 tema, 4 perasaan, 4 nada dan suasana, dan 4 amanat. Relevansi hasil penelitian mengenai analisis struktur fisik dan struktur batin puisi dapat digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia SMP kelas VIII KD 3.8 Menelaah unsur-unsur pembangun teks puisi (perjuangan, lingkungan hidup, kondisi sosial, dll) yang diperdengarkan atau dibaca. | This research is titled "Analysis of The Structure of Poetry in A Collection of Poems Hyang by Abdul Wachid B.S. as Teaching Material Poetry in Junior High". This research discusses the physical structure and inner structure of four rhyme titles in the collection of Hyang poems by Abdul Wachid B.S. namely Rain Ash Mount Kelud in Yogya, Thank You, During Dawn Prayer, and Wudlu Face and relevansikan as poetry learning in junior high school. The data was obtained using structural approaches as well as heuristic and hermeneutic analysis techniques. Data analysis techniques use qualitative data analysis. The data obtained in this study is descriptive data. The results showed 66 physical structure data and 16 inner structure data consisting of 4 dictions, 14 acceptance, 6 concrete words, 22 figurative languages, 16 versifications, 4 facial procedures, 4 themes, 4 feelings, 4 tones and atmospheres, and 4 mandates. Relevance of research results regarding the analysis of the physical structure and inner structure of poetry can be used in the learning Indonesian of junior high school class VIII KD 3.8 Studying the elements of poetry text building (struggle, environment, social conditions, etc.) that are listened to or read. | |
| 31729 | 34932 | J1D017008 | ANALISIS KELAYAKAN ISI DAN BAHASA BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 KELAS IX SMP/MTS TERBITAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN EDISI REVISI 2018 | Buku teks tersebut pasti sudah melewati uji layak sebelum disebarkan ke seluruh penjuru negeri, walaupun demikian pasti ada hal-hal kecil terlewatkan dan perlu mendapat perhatian bagi pendidik, peserta didik, atau orang tua peserta didik sebelum menggunakan buku teks tersebut.. Kemudian, tujuan penelitian ini untuk mengetahui bertujuan medeskripsikan kualitas buku teks berdasarkan kelayakan isi dan kelayakan bahasa buku teks bahasa Indonesia kelas IX SMP. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan data kualitatif yang didapatkan dalam buku teks bahasa Indonesia kelas IX untuk SMP/MTS edisi revisi 2018. Metode pengumpulan data dengan cara reduksi data buku teks dan selanjutnya disinkronisasikan dengan instrumen berupa skala yang diadaptasi dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan pedoman penskoran penilaian buku teks yang diterbitkan jurnal Universitas Sebelas Maret (UNS). Teknik analisis data yang digunakan adalah mengubah skor menjadi persentase dan menggolongkannya berdasarkan kelas persentase kelayakan. Hasil penelitian analisis kelayakan isi pada buku teks “Bahasa Indonesia SMP/MTS Kelas IX Edisi Revisi 2018” yang diterbitkan Kemendikbud sudah sangat baik dengan rata-rata persentase 89,5% dan 95% untuk kelayakan bahasanya. Buku teks bahasa Indonesia kelas IX tersebut sudah layak dan dapat digunakan sebagai buku pedoman utama dalam pembelajaran bagi pendidik dan peserta didik. | Before spread it throughout Indonesia, the text book must have passed the eligibity test, although there may still be minor mistakes that missed and need more attention from teacher, student, or student parents before they used it.. Then, the purpose is to describe book quality based on content and language eligibility in Indonesian Textbooks Curriculum 2013 Class IX junior high school. This research method is a qualitative descriptive sourced from Indonesian language textbooks for Junior High School grade IX revised edition 2018. The data collection used an instrument in the form of a scale adapted from the National Education Standards Agency (BSNP) and a textbook assessment rubric published in the journal Sebelas Maret University (UNS). The data analysis technique, used is to accumulate the score obtained in data collection. Then, it is coverted in the form of percentages that have a feasibility class category. The data is presnted in the from of description and the process of obtaining a feasibility class category. The The results of the study show that the eligibility of the contents of the Indonesian language textbook for Junior High School Class IX Revised 2018 Edition that published by the Ministry of Education and Culture is very good with an average percentage of 89,5% and 95% for language eligibility. Class IX Indonesian textbook is feasible and can be used as the main guidebook in learning for educators and students. | |
| 31730 | 34933 | J1C015040 | Analisis Makna Kanji dengan Bushu Hihen | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna kanji yang memiliki bushu hihen yang terdapat dalam manga Barakamon volume ke 10, 11, dan 12. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat. Data penelitian berupa kanji yang memiliki bushu hihen yang terdapat dalam manga Barakamon volume ke 10, 11, dan 12. Metode yang digunakan untuk menganalisis adalah naritachi kanji, yaitu teori pembentukan kanji rikusho untuk menemukan makna dari kanji-kanji yang telah dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 96 data yang ditemukan, yang kemudian dikelompokkan menjadi sepuluh kategori sesuai dengan bushu hihennya, terdapat sepuluh kanji yang memiliki bushu hihen dalam manga Barakamon volume ke 10,11 dan 12. Dari ke sepuluh kanji tersebut ditemukan bahwa kanji-kanji yang memiliki bushu hihen memiliki kaitan yang erat dengan matahari, baik itu berupa sifat-sifat matahari, maupun fungsi matahari bagi manusia, dan juga fenomena yang terjadi karena matahari. | The purpose of this research to describe the meaning of the kanji that has hihen character in the manga Barakamon volume 10th, 11th, and 12th. This research is a qualitative descriptive study and data collection techniques uses note-taking techniques. The research data was in the form of kanji that has hihen character in the manga Barakamon, volume 10th, 11th, and 12th. The method used to analyze and find out the meaning of the kanji is the rikusho kanji formation theory of naritachi kanji. The results show that there are 96 data found and grouped to ten kanji with the same categories in the manga Barakamon, volume 10th, 11th, and 12th that has hihen character. Then, it was found the kanji that has hihen character have a similar characteristic to the sun, both in the form of the nature of the sun, the function of the sun for humans, and the phenomena that occur because of the sun. | |
| 31731 | 34934 | E1A017292 | PERAN DEWAN KEAMANAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA (PBB) DALAM MENANGANI KONFLIK DI NEGARA SIPRUS TAHUN 1963 | Peran Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan aspek penting dalam dunia internasional untuk menjaga kedamaian dan keamanan dunia. Permasalahan yang sering timbul adalah banyaknya konflik internasional yang berlarut-larut dan tak kunjung usai, sehingga menjadi sebuah pertanyaan bagaimana peran Dewan Keamanan PBB dalam melaksanakan tugasnya untuk menyelesaikan konflik atau permasalahan internasional? Tujuan dari penelitian ini agar dapat mengetahui peran Dewan Keamanan PBB dalam upaya perdamaian dunia dan untuk menganalisis peran Dewan Keamanan PBB dalam menangani sebuah konflik pada kasus konflik di Negara Siprus tahun 1963. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian perspektif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka dan diuraikan secara teks naratif dan table dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dewan Keamanan PBB dalam menangani konflik di Siprus tahun 1963 telah sesuai dengan Pasal 33 Piagam PBB dan Konvensi Den Haag I 1899 dan 1907 yang mengatur terkait tata cara penyelesaian sengketa. Hal ini dibuktikan dengan tindakan Dewan Keamanan PBB yang telah memfasilitasi negosiasi antarpihak yang bersengketa di Siprus, membuat sejumlah resolusi, dan mendelegasikan Sekretaris Jenderal PBB untuk merancangkan solusi dalam rangka menyelesaikan konflik di Siprus telah memenuhi tugas yang dilimpahkan untuk menjaga perdamaian dan kedamaian dunia sesuai dengan prinsip-prinsip PBB (Pasal 39 sampai dengan 51 Piagam PBB) dalam menyelesaikan suatu sengketa. | The role of the Security Council of the United Nations (UN) is an important aspect in the international world to maintain world peace and security. The problem that often arises is the number of international conflicts that are protracted and never ending, so that it becomes a question what is the role of the UN Security Council in carrying out its duties to resolve international conflicts or problems? The aim of this study are to find out the role of the UN Security Council in world peace efforts and to analysed the role of the UN Security Council in dealing with a conflict in the case of the conflict in Cyprus in 1963. This study uses a normative juridical approach with a specific perspective research. This study uses secondary data obtained through literature study and described in narrative text and tables using qualitative methods. The results showed that the role of the UN Security Council in dealing with the conflict in Cyprus in 1963 was in accordance with Article 33 of the UN Charter and the Hague Conventions I 1899 and 1907 which regulates the procedure for resolving disputes. This is evidenced by the actions of the UN Security Council which have facilitated negotiations between the parties to the dispute in Cyprus, made a number of resolutions, and delegated the UN Secretary General to design solutions in order to resolve the conflict in Cyprus. - United Nations principles (Articles 39 to 51 of the United Nations Charter) in resolving a dispute. | |
| 31732 | 34939 | A1D017072 | APLIKASI BIOCHAR LIMBAH TONGKOL JAGUNG DAN PUPUK P PADA ULTISOL TERHADAP HASIL JAGUNG (Zea mays) | Biochar merupakan senyawa organik berkarbon tinggi hasil proses pyrolisis (karbonisasi) yang resisten terhadap pelapukan. Fosfor (P) mempunyai peranan sangat penting bagi tanaman jagung dalam fotosintesis dan perkembangan akar, namun ketersediaaanya didalam tanah khususnya pada tanah ultisol sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi yang terjadi antara aplikasi biochar limbah tongkol jagung dan dosis pupuk P terhadap peningkatan P tanah, pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada Ultisol. Penelitian ini dilaksanakan di screen house Balai Benih Tanaman Pangan Bojongsari, Laboratorium Agroekologi, Laboratorium Ilmu Tanah serta Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dari bulan Februari hingga Oktober 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah dosis biochar limbah tongkol jagung, yaitu B0: 0 ton/ha, B1: 5 ton/ha, dan B2: 10 ton/ha. Faktor kedua adalah dosis pupuk P, yaitu P1: 100 kg/ha, P2: 200 kg/ha, dan P3: 300 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi 10 ton/ha biochar mampu meningkatkan variabel jumlah daun, bobot tanaman segar, P total, dan P tersedia sedangkan untuk dosis 5 ton/ha biochar mampu meningkatkan variabel diameter batang. Pemberian pupuk P dosis 300 kg/ha dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot tanaman segar, P total dan P tersedia. Aplikasi biochar limbah tongkol jagung dengan pupuk P pada dosis yang berbeda di ultisol belum mampu meningkatkan di semua variabel pengamatan. | Biochar is a high carbon organic compound resulting from the pyrolysis (carbonization) process that is resistant to weathering. Phosphorus (P) has a very important role for corn plants in photosynthesis and root development, but its availability in the soil, especially in ultisol soils, is very limited. This study aims to determine the interaction that occurs between the application of corncob waste biochar and the dose of P fertilizer on the increase in soil P, growth and yield of corn on untisols. This research was carried out at the screen house of the Bojongsari Food Crop Seed Center, Agroecology Laboratory, Soil Science Laboratory and Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University from February to October 2021. This study used a factorial Completely Randomized Block Design with two treatment factors. . The first factor is the dose of corncob waste biochar, namely B0: 0 tons/ha, B1: 5 tons/ha, and B2: 10 tons/ha. The second factor is the dose of P fertilizer, namely P1: 100 kg/ha, P2: 200 kg/ha, and P3: 300 kg/ha. The results showed that the application of 10 tons/ha of biochar was able to increase the variable number of leaves, fresh plant weight, total P, and available P, while for a dose of 5 tons/ha of biochar it was able to increase the variable stem diameter. The application of P fertilizer at a dose of 300 kg/ha can increase plant height, number of leaves, stem diameter, fresh plant weight, total P and available P. The application of corncob waste biochar with P fertilizer at different doses in ultisol has not been able to increase in all observed variables. | |
| 31733 | 34911 | J1C017052 | Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Perbandingan Dalam Puisi Karya Shuntaro Tanikawa | Penelitian ini berjudul Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Perbandingan Dalam Puisi Karya Shuntaro Tanikawa. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan gaya bahasa perbandingan apa saja yang ditemukan dalam puisi karya Shuntaro Tanikawa, besrta makna dari penggunaan gaya bahasa perbandingan tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori stilistika oleh Halliday. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak dan catat. Data dalam penelitian ini berupa bait puisi dari Shuntaro Tanikawa. Jumlah data penelitian ini sebanyak 20 data. Analisis data dilakukan dengan meneliti puisi karya Shuntaro Tanikawa dan mengambil bait puisi yang mengandung gaya bahasa perbandingan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ditemukan empat jenis gaya bahasa yaitu majas simile, majas metafora, majas personifikasi dan majas pleonasme dan tautologi. Pada penelitian ini ditemukan bahwa gaya bahasa perbandingan yang paling sering digunakan adalah majas personifikasi, dengan makna penggunaan yang relatif sama yaitu untuk menunjukkan rendahnya manusia. Hal ini selaras dengan tema puisi yang paling sering ia gunakan yakni metafisika dan semi-religius, serta ayah dari Shuntaro Tanikawa yang merupakan seorang filsuf terkemuka yang membuat kesinambungan dari pemilihan tema dan gaya bahasa perbandingan yang digunakan dalam puisi-puisinya. | This research is entitled Analysis of the Use of Comparative Language Styles in Poetry by Shuntaro Tanikawa. The purpose of this study is to describe what comparative language styles are found in Shuntaro Tanikawa's poetry, along with the meaning of the use of these comparative language styles. The theory used in this research is the stylistic theory by Halliday. This type of research is descriptive qualitative with data collection techniques refer to and note. The data in this study is a verse of poetry from Shuntaro Tanikawa. The amount of data in this research is 20 data. Data analysis was carried out by examining the poems by Shuntaro Tanikawa and taking poetry stanzas containing comparative language styles. The results of the analysis show that there are four types of language styles, namely simile, metaphorical, personification, and pleonasm and tautology figure of speech. In this study, it was found that the most frequently used comparative language style is personification figure of speech, with the meaning of the use being relatively the same, namely to show the lowness of humans. This is in line with the themes of poetry that he uses most often, namely metaphysics and semi-religion, as well as the father of Shuntaro Tanikawa who is a prominent philosopher who makes a continuation of the choice of themes and comparative language styles used in his poems. | |
| 31734 | 34935 | K1C017066 | RANCANG BANGUN RUANG TINDAKAN PENYINARAN RADIOTERAPI LINAC 6 MV MENGGUNAKAN SHIELDING Pb DAN BETON | Linear Accelerator (Linac) adalah alat kesehatan yang memproduksi foton dan elektron yang digunakan sebagai alat terapi radiasi eksternal pada pasien kanker. Namun, jika terpapar terlalu lama foton dan elektron yang dihasilkan Linac dapat merusak sel tubuh manusia dan dapat memicu tumbuhnya sel kanker. Modeling shielding diperlukan sebagai tindakan pengendalian terhadap radiasi bagi pekerja, pasien, dan masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spektrum radiasi sinar-X yang terserap oleh shielding, dan mengetahui ketebalan material shielding Pb dan beton yang efektif untuk keselamatan radiasi berdasarkan metode Monte Carlo dengan simulasi menggunakan program PHITS. Penelitian dilakukan III tahap, yaitu: tahap I memodelkan unit kepala pesawat Linac 6 MV, tahap II memodelkan ruangan tindakan penyinaran radioterapi dengan material Pb dan beton, tahap III melakukan simulasi dimana shielding menyerap radiasi sinar-X hingga batas maksimum BAPETEN yaitu 20 mSv dalam satu tahun atau 10,42 µsV/jam. Hasil penelitain dari simulasi Monte Carlo didapatkan spektrum sinar-X dengan puncak bremssthrahlung pada energi 100 keV dan pucak fotolistrik pada energi 5 keV. Berdasarkan hasil penelitian, material Pb dan beton efektif sebagai bahan proteksi dengan ukuran secara keseluruhan ruangan radioterapi setelah optimasi (4 x 5 x 3) m3. Material Pb dan beton dengan ketebalan masing-masing Pb 16 cm dan beton 125 cm efektif sebagai shielding radiasi sinar-X dan mampu mereduksi radiasi sinar-X yang dihasilkan pesawat Linac 6 MV. | Linear Accelerator (Linac) is a medical device that produces photons and electrons which is used as an external radiation therapy device in cancer patients. However, if exposed for too long the photons and electrons produced by Linac can damage cells in the human body and can trigger the growth of cancer cells. Modeling shielding is needed as a control measure against radiation for workers, patients, and the surrounding community. This study aims to determine the X-ray spectrum used based on shielding, and to determine the effective thickness of Pb and concrete shielding materials for radiation safety using the Monte Carlo method by simulation using the PHITS program. The research was carried out in stage III, namely: stage I modeling the head unit of the Linac 6 MV, stage II modeling the radiotherapy irradiation room with Pb and concrete materials, stage III simulating where the shield absorbs X-radiation to the maximum limit of BAPETEN which is 20 mSv in one year or 10.42 sV/hour. The results of the research from the Monte Carlo simulation get an X-ray spectrum with a bremssthrahlung peak at 100 keV energy and a photoelectric peak at 5 keV energy. Based on the research results, Pb and concrete are effective as protective materials with the overall size of the radiotherapy room after optimization (4 x 5 x 3) m3. Pb and concrete materials with a thickness of 16 cm Pb each and 125 cm concrete are effective as X-ray radiation shields and are able to reduce X-ray radiation produced by the Linac 6 MV aircraft. | |
| 31735 | 34936 | A1H014024 | PENGARUH KONSENTRASI SACCHAROMYCES CEREVISIAE DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP KUALITAS BIOETANOL KULIT NANAS DENGAN HIDROLISIS ASAM KLORIDA (HCl) | Kebutuhan energi di dunia semakin lama semakin meningkat. Peningkatan konsumsi bukan hanya pada negara-negara maju, namun juga pada negara berkembang seperti Indonesia dan tidak diikuti dengan dikembangkannya sumber energi yang ada demi mencukupi kebutuhan tersebut. Untuk mengantisipasi krisis bahan bakar minyak bumi pada masa yang akan datang saat ini telah dikembangkan berbagai macam energi terbarukan. Salah satu energi alternatif yang mudah dibuat dan mampu mengganti energi tak terbarukan adalah bioetanol. Bioetanol adalah etanol yang bahan utamanya dari tumbuhan dan umumnya menggunakan proses fermentasi dengan bantuan mikroorganisme. Nanas merupakan salah satu buah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Berdasarkan kandungan nutriennya, ternyata kulit buah nanas mengandung karbohidrat dan gula yang cukup tinggi. Tujuan dilaksanakanya penelitian ini yaitu (1) bagaimana pengaruh konsentrasi mikroba Saccharomyces cerevisiae terhadap kualitas bioetanol yang dihasilkan? (2) bagaimana pengaruh lama fermentasi terhadap kualitas bioetanol yang dihasilkan? dan (3) bagaimana pengaruh kombinasi konsentrasi mikroba Saccharomyces cerevisiae dan waktu fermentasi terhadap kualitas bioetanol yang dihasilkan?. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktor dengan 9 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Variabel yang diukur dalam penelitian ini meliputi kadar gula sebelum dan sesudah fermentasi, kandungan etanol hasil fermentasi, dan juga rendemen bioetanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidrolisis kulit nanas menghasilkan kadar glukosa tertinggi sebesar 0,593% pada konsentrasi HCl 0,3M dalam waktu hidrolisis 5 jam. Pembuatan bioetanol dari kulit nanas dengan fermentasi menggunakan mikroba Saccharomyces cerevisiae menghasilkan kadar bioetanol tertinggi yaitu sebesar 88,66% pada perlakuan konsentrasi ragi 10% dengan lama fermentasi 21 hari, dan rendemen bioetanol tertinggi sebesar 1,766% pada konsentrasi ragi 12,5% dengan lama fermentasi 7 hari. | The demand for energy in the world is increasing day by day. The increase in consumption is not only in developed countries but also in developing countries such as Indonesia and is not followed by the development of existing energy sources to meet these needs. To anticipate the crisis of petroleum fuel in the future, various kinds of renewable energy have been developed. One alternative energy that is easy to make and can replace non-renewable energy is bioethanol. Bioethanol is ethanol whose main ingredients are from plants and generally uses a fermentation process with the help of microorganisms. Pineapple is one of the fruits that can be used as raw material for making bioethanol. Based on the nutrient content, it turns out that pineapple skin contains carbohydrates and sugars that are quite high. The objectives of this research are (1) how is the effect of the concentration of Saccharomyces cerevisiae on the quality of the bioethanol produced? (2) how does the duration of fermentation affect the quality of the bioethanol produced? and (3) what is the effect of the combination of Saccharomyces cerevisiae concentration and fermentation time on the quality of the bioethanol produced?. This study used a two-factor Completely Randomized Design with 9 treatment combinations and 3 replications. The results showed that hydrolysis of pineapple peel produced the highest glucose content of 0.593% at 0.3M HCl concentration within 5 hours of hydrolysis. Production of bioethanol from pineapple peel by fermentation using the microbe Saccharomyces cerevisiae resulted in the highest bioethanol content of 88.66% at 10% yeast concentration treatment with 21 days of fermentation, and the highest bioethanol yield was 1.766% at 12.5% yeast concentration with 7 days of fermentation. | |
| 31736 | 34937 | L1C017023 | Hubungan Tutupan Karang Hidup Dengan Struktur Komunitas Megabenthos di Perairan Anambas Kepulauan Riau | Penelitian berjudul “Hubungan Tutupan Karang Hidup Dengan Struktur Komunitas Megabenthos di Perairan Anambas Kepulauan Riau”. Perairan Kepulauan Anambas merupakan salah satu Kawasan Konservasi Laut (KKL) yang memiliki potensi alami diantaranya hamparan terumbu karang yang luas dan berbagai jenis biota laut seperti megabenthos. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi tutupan terumbu karang hidup, jenis dan struktur komunitas megabenthos, dan hubungan antara tutupan karang hidup dengan struktur komunitas megabenthos di Perairan Anambas. Pengambilan data menggunakan metode survey. Metode UPT (Underwater Photo Transect) digunakan untuk pengamatan tutupan karang, dan metode Belt Transect untuk pengamatan megabenthos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tutupan karang hidup termasuk dalam kategori cukup hingga baik (27,53–54,07%). Diketahui terdapat 6 jenis biota megabenthos target, diantaranya adalah Bulu babi (Dieadema setosum), siput Drupella sp., Kima (Tridacna sp.), Keong Trochus sp., Timun laut (Holothuriidae), dan Bintang laut biru (Linckia laevigata), kelimpahan megabenthos berkisar antara 0,03–0,40 individu/m2, keanekaragaman (H’) termasuk kategori rendah hingga sedang (0-1,37), keseragaman (E) termasuk kategori tertekan hingga stabil (0-1), dan dominansi (C) termasuk kategori rendah hingga tinggi (0,26-1). Hasil analisis korelasi pearson menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang sangat lemah hingga lemah antara persentase tutupan karang hidup dengan struktur komunitas megabenthos. | The research entitle "The Correlation of Live Coral Cover and Megabenthos Community Structure in Anambas Waters Riau Island”. Anambas Island is one of the Marine Conservation Areas (MPAs) which has natural potensials the large coral reefs area and various types of marine biota such as megabenthos. The purpose of the research is to know the condition of live coral cover, types and structures of megabenthos communities, and correlation of between live coral cover and community structure of megabenthos in Anambas Waters. Collecting data was used survey method. The UPT (Underwater Photo Transect) method was used to observe live coral cover, and Belt Transect method to observe megabenthos. The results show that live coral cover condition is on category from good enough-good (27.53–54.07%), and we found 6 types of megabenthos target, there are Sea urchin (Dieadema setosum), snail (Drupella sp.), Kima (Tridacna sp.), Trochus sp., Sea Cucumber (Holothuriidae), and Blue Starfish (Linckia laevigata), with an abundance of megabenthos from 0.03–0.40, individuals/m2, the diversity index (H') is on low-moderate category (0-1.37), uniformity index (E) is on depressed-stable category (0-1), and dominance index (C) is on low-high category (0.26-1). the result of Pearson correlation analysis, showed that there was a so weak to weak correlation between the percentage of live coral cover and megabenthos community structure. | |
| 31737 | 34938 | J1C017026 | Representasi Konsep Ganbaru Tokoh Etsuko Kono dalam Drama Jimi ni Sugoi (Analisis John Fiske) | Penelitian ini menggunakan objek penelitian berupa konsep ganbaru pada tokoh utama perempuan Etsuko Kono dalam drama Jepang yang berjudul “Jimi ni Sugoi”. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan representasi konsep ganbaru tokoh Etsuko Kono dalam drama Jepang Jimi ni Sugoi. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori semiotika John Fiske (The Codes of Television) yang terbagi menjadi tiga level analisis yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya konsep ganbaru pada keseharian Etsuko Kono yang terjadi dalam drama Jepang Jimi ni Sugoi, yang di analisis melaui tiga level kode televisi milik John Fiske. Berdasarkan hasil analisis ditemukan 16 data dari potongan adegan dan 14 data dari dialog dalam drama yang mebunjukkan adanya konsep ganbaru. Hasil pada level realitas menunjukkan adanya hubungan antara kode kostum dan kode gerakan dari Etsuko yang merepresentasikan suatu konsep ganbaru. Lalu hasil pada level representasi yaitu pada kode dialog yang menunjukkan adanya konsep ganbaru. Kemudian hasil pada level ideologi ditemukan ideologi feminisme yang mendukung konsep ganbaru pada Etsuko Kono seperti bagaimana arti dari konsep ganbaru tersebut. | This study uses the object of research in the form of a new concept for the female main character Etsuko Kono in the Japanese drama entitled "Jimi ni Sugoi". The purpose of this study is to describe the representation of the ganbaru concept by Etsuko Kono's character in the Japanese drama Jimi ni Sugoi. This research uses John Fiske's semiotic theory approach (The Codes of Television) which is divided into three levels of analysis, namely the level of reality, the level of representation and the level of ideology. The method in this study used a qualitative descriptive research method. The result of this research is the discovery of ganbaru concept in Etsuko Kono's daily life that occurs in the Japanese drama Jimi ni Sugoi, which is analyzed through three levels of John Fiske's television code. Based on analysis found 16 data from scene cuts and 14 data from dialogues in dramas which show the existence of ganbaru concept. The results at the reality level show that there is a relationship between the costume code and the movement code from Etsuko which represents the ganbaru concept. Then the results at the representation level are in the dialogue code which shows the existence of ganbaru concept. Then the results at the ideological level found the ideology of feminism that supports the ganbaru concept in Etsuko Kono such as what the meaning of the ganbaru concept is. | |
| 31738 | 34940 | H1B018009 | KINERJA PAVING BLOCK CAMPURAN LIMBAH PLASTIK, STYROFOAM, OLI, DAN KACA MENGGUAKAN SNI 03-0691-1996 | Paving block memiliki karakteristik seperti mortar, dimana pasir sebagai bahan pengisi (filler) dan semen sebagai bahan pengikat. Namun, proses produksi semen tidak ramah lingkungan dan menggunakan semen secara berlebihan akan meyebabkan bahan dasar pembuat semen itu berkurang serta menimbulkan polusi. Solusi yang diambil untuk mengurangi penggunaan semen yaitu menggunakan limbah plastik, styrofoam, oli, dan kaca sebagai bahan penyusun paving block. Disamping itu penggunaan paving block berbahan limbah dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja paving block campuran limbah plastik, styrofoam, kaca, dan oli menurut SNI 03-0691-1996. Pengujian paving block menurut SNI 03-0691-1996 meliputi pengujian kuat tekan, ketahanan aus, dan penyerapan air. Benda uji sebanyak empat variasi dibuat berdasarkan persentase limbah penyusun paving block pada temperatur pencampuran 175 C dan 200 C. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada benda uji yang memenuhi kategori mutu paving block berdasarkan SNI 03-0691-1996 hal tersebut disebabkan oleh nilai kuat tekan tidak memenuhi nilai kuat tekan minimum walaupun nilai ketahanan aus dan penyerapan air sudah memenuhi ketentuan SNI 03-0691-1996. Proses pencampuran bahan limbah paving block pada temperatur 200°C lebih mudah dibandingkan dengan temperatur 175°C. Tingkat kemudahan pencampuran bahan limbah paving block paling dipengaruhi oleh persentase sebruk kaca. Semakin tinggi serbuk kaca, maka semkin tinggi tinggi tingkat kesulitan pencampuran limbah paving block. | Paving blocks have characteristics such as mortar, where sand as fillers and cement as a binding material. However, the cement production process is not environmentally friendly and using cement excessively will cause the basic material of the cement maker to be reduced and cause pollution. The solution taken to reduce the use of cement is to use plastic waste, styrofoam, oil, and glass as paving block building materials. In addition, the use of paving blocks made from waste can reduce the impact of environmental pollution. This study aims to find out the performance of paving blocks mixed with plastic waste, styrofoam, glass, and oil according to SNI 03-0691-1996. Paving block testing according to SNI 03-0691-1996 includes hard press testing, wear resistance, and water absorption. Four variations of the test were made based on the percentage of waste that makes paving blocks at mixing temperatures of 175 C and 200 C. The results of this study can be concluded that there are no test objects that meet the paving block quality category based on SNI 03-0691-1996 this is due to strong pressure values not meeting the minimum press strong value even though the value of wear resistance and water absorption has met the provisions of SNI 03-0691-1996. The process of mixing paving block waste materials at 200 °C is easier than the temperature of 175 ° C. The ease of mixing of paving block waste materials is most influenced by the percentage of a piece of glass. The higher the glass powder, the higher the difficulty level of mixing paving block waste. | |
| 31739 | 34941 | H1B018062 | KINERJA PAVING BLOCK CAMPURAN LIMBAH BAN BEKAS, STYROFOAM, KACA DAN OLI MENGGUNAKAN SNI 03-0691-1996 | Paving block merupakan produk bahan bangunan yang mudah dicetak dan dirawat. Paving block dengan bahan beton menimbulkan polusi akibat proses hidrasi. Pemanfaatan limbah ban bekas, serbuk kaca, styrofoam dan oli dalam paving block mempunyai berat ringan sehingga tidak membebani struktur konstruksi bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan paving block bahan limbah dengan komposisi masing-masing variasi limbah karet ban : styrofoam : serbuk kaca : oli yaitu A (20% : 30% : 20% : 30%), B (25% : 25% : 25% : 25%), C (17% : 33% : 17% : 33%) dan D (20% : 20% : 40% : 20%). Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan optimum pada suhu 220℃ sebesar 4,06 MPa dan untuk suhu 250℃ sebesar 5,6 MPa dengan variasi D, sedangkan untuk hasil penyerapan air optimum sebesar 0,76% yang menunjukkan banyak pori dengan variasi D. Sedangkan untuk ketahanan aus optimum sebesar 0,097 mm/menit pada variasi D. Dan untuk hasil workability variasi yang mudah untuk dibuat yaitu variasi C. Hasil dari kuat tekan, ketahanan aus, dan penyerapan air dapat disimpulkan tidak ada satupun variasi paving block limbah yang memenuhi mutu SNI 03-0691-1996. | Paving block is a building material product that is easy to print and maintain. Paving blocks with concrete materials cause pollution due to the hydration process. Utilization of waste tires, glass powder, styrofoam and oil in paving blocks has a light weight so that it does not burden the building construction structure. This study aims to determine the strength of paving blocks of waste materials with the composition of each variation of waste rubber tires: styrofoam: glass powder: oil, namely A (20% : 30% : 20% : 30%), B (25% : 25% : 25% : 25%), C (17% : 33% : 17% : 33%) and D (20% : 20% : 40% : 20%). The test results show that the optimum compressive strength at 220℃ is 4.06 MPa and for a temperature of 250℃ it is 5.6 MPa with a variation of D, while the optimum water absorption result is 0.76% which indicates a lot of pores with a variation of D. As for the optimum wear resistance of 0.097 mm/minute on variation D. And for the workability results the variation that is easy to make is variation C. The results of compressive strength, wear resistance, and water absorption can be concluded that none of the waste paving block variations meet the requirements. quality SNI 03-0691-1996. | |
| 31740 | 34942 | G1A014044 | HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang - Prestasi akademik merupakan salah satu indikator keberhasilan proses pendidikan. Penilaian terhadap keberhasilan studi mahasiswa bertujuan untuk mengetahui apakah mahasiswa telah mencapai tingkat penguasaan kompetensi seperti yang diharapkan. Prestasi akademik dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu internal dan eksternal. Faktor eksternal meliputi lingkungan keluarga, kampus, dan masyarakat, sedangkan faktor internal meliputi kadar hemoglobin, intelegensi dan motivasi belajar. Tujuan - Mengetahui hubungan kadar hemoglobin, motivasi belajar dan lingkungan keluarga dengan prestasi akademik pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Metode - Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek yang diteliti sebanyak 77 mahasiswi dengan teknik pengambilan probability sampling metode proportionate stratified random sampling. Kadar hemoglobin diukur dengan menggunakan metode sianmethemoglobin, sedangkan pada motivasi belajar dan lingkungan keluarga diukur dengan menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji Fisher. Hasil - Rerata kadar hemoglobin adalah 12 ± 0,08. Rerata nilai Prestasi Akademik adalah 71,9 ± 0,73. Hasil uji Fisher kadar hemoglobin dengan prestasi akademik menunjukkan nilai p=0,105 (p>0,05). Hasil uji Fisher motivasi belajar dengan prestasi akademik menunjukkan nilai p=0,018 (p<0,05). Hasil uji Fisher lingkungan keluarga dengan prestasi akademik menunjukkan nilai p=0,105 (p>0,05). Kesimpulan - Tidak terdapat hubungan kadar hemoglobin dan lingkungan keluarga dengan prestasi akademik, namun pada aspek motivasi belajar berhubungan dengan prestasi akademik pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. | Background - Academic achievement is a generally used measure of success in the educational process. The purpose of student assessment is to determine whether students have acquired the knowledge as expected. Academic achievement can be influenced by two factors, internal and external. External factor consists of family environment, campus, and society, while internal factor consists of hemoglobin level, intelligence and learning motivation. Objective - This study aims to determine the association between hemoglobin level, learning motivation and family environment with academic achievment in female medical students of medical faculty of Jenderal Soedirman University. Methods - This research used observational method with cross sectional approach. Subjects studied were 77 female students with probability sampling technique with proportionate stratified random sampling. Hemoglobin level were measured using the cyanmethemoglobin method, while learning motivation and family environment were measured using questionnaires. Data were analyzed statistically with Fisher test. Results - The mean of the hemoglobin level is 12 ± 0.08. The mean of the academic achievement score is 71.9 ± 0.73. The results of the Fisher's test between hemoglobin level and academic achievement shows the value of p = 0.105 (p>0.05). The results of the Fisher's test between learning motivation and academic achievement shows the value of p = 0.018 (p<0.05). The results of the Fisher's test between family environment and academic achievement shows the value of p = 0.108 (p>0.05). Conclusion - There is no association between hemoglobin level and family environment with academic achievement but there is a significant association between learning motivation with academic achievment in female students of medical faculty of Jenderal Soedirman University. |