Home
Login.
Artikelilmiahs
34918
Update
Karina Nuur Annisa
NIM
Judul Artikel
Kinerja Implementasi Kebijakan Relokasi Pedagang Kaki Lima Di Purbalingga Food Center
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Kebijakan relokasi merupakan keputusan atau tindakan pemerintah dalam upaya penempatan kembali PKL dari satu tempat ke tempat lain yang dianggap lebih tepat untuk beberapa alasan dan tujuan. Dikarenakan banyaknya jumlah pedagang kaki lima yang tersebar dipusat kota menjadikan tata kota menjadi terlihat kurang tertib. Sehingga membuat Bupati Purbalingga membuat relokasi untuk PKL kebijakan yang awalnya berdagang di sekitar alun-alun, dan GOR Goentor Darjono menjadi satu tempat di Purbalingga Food Center seperti yang tercantum dalam Peraturan Bupati Nomor 94 Tahun 2019 Tentang Penataan dan Penunjukan Lokasi Sebagai Tempat Berjualan Bagi Pedagang Kaki Lima di Kecamatan Purbalingga. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana kinerja implementasi kebijakan relokasi di Purbalingga Food Center berdasarkan aspek komunikasi, akses, cakupan, akuntabilitas, dan penyesuaian program dengan kebutuhan. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa kinerja implementasi kebijakan relokasi ini jika dilihat berdasarkan aspek komunikasi, akses akuntabilitas, dan kesesuaian program dengan kebutuhan yang sudah berjalan dengan baik. Namun, pada aspek cakupan mengenai pemberian fasilitas dan prasarana pedagang masih belum berjalan secara maksimal. Untuk dapat meningkatkan kinerja implementasi kebijakan relokasi ini maka penyelenggara kebijakan harus memberikan pelatihan dan pembinaan kepada para pelaku di Purbalingga Food Center secara konsisten dan berkelanjutan serta mempertahankan dan meningkatkan semua aspek yang telah berjalan dengan baik agar dapat mencapai tujuan kebijakan dengan maksimal.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACK A relocation policy is a government decision or action in an effort to replace street vendors from one place to another that is considered more appropriate for several reasons and purposes. Due to the large number of street vendors scattered in the city center, the city planning becomes less orderly. This made the Regent of Purbalingga make a relocation for policy vendors who initially traded around the square, and GOR Goentor Darjono became one place in the Purbalingga Food Center as stated in Regent Regulation No. 94 of 2019 concerning Structuring and Designating Locations as Selling Places for Pedestrians. Five in Purbalingga District. The purpose of this study is to find out how the performance of the implementation of the relocation policy at the Purbalingga Food Center is based on aspects of communication, access, coverage, accountability, and program adjustment to needs. The results of this study explain that the performance of the implementation of this relocation policy when viewed based on the aspects of communication, access to accountability, and the suitability of the program with needs has been going well. However, the coverage aspect regarding the provision of facilities and infrastructure for traders is still not running optimally. To be able to improve the performance of the implementation of this relocation policy, the policy organizers must provide training and guidance to the actors at the Purbalingga Food Center consistently and sustainably and maintain and improve all aspects that have been running well in order to achieve the policy objectives to the fullest.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save