Home
Login.
Artikelilmiahs
34913
Update
PADMA PRAMITHA PRAMESHWARI
NIM
Judul Artikel
PENERAPAN KONSEP MUSIM PADA CORAK KIMONO DALAM FILM LIVE-ACTION CHIHAYAFURU (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kimono sebagai pakaian tradisional dari Jepang adalah salah satu bentuk dari kebudayaan yang mencerminkan masyarakat Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna semiotika dari corak kimono, serta menganalisis penerapan konsep musim pada kimono yang dikenakan oleh pemeran utama Chihaya dalam film live-action Chihayafuru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data, teknik simak catat. Data berupa gambar, terdiri atas 12(dua belas) corak kimono dan penggalan dialog sebagai data dukung yang diambil dari 3 (tiga) kimono yang dikenakan oleh Chihaya dalam film live-action Chihayafuru yang dianalisis dengan menggunakan teori semiotika dari Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan dua belas corak tersebut yang masing-masing memiliki makna denotasi, konotasi serta mitos di dalamnya. Selain itu, dari 12 (dua belas) corak kimono, terdapat 10 (sepuluh) corak yang termasuk ke dalam suatu musim, yaitu 4 (empat) corak musim semi, 2 (dua) corak musim gugur, 4 (empat) corak musim dingin dan 2 (dua) corak yang termasuk ke dalam corak yang digunakan pada tahun baru. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa berjalannya waktu menunjukkan bahwa praktik penggunaan beberapa corak dari berbagai musim dalam satu kimono mulai digunakan. Hal ini bertujuan agar pemakaian kimono dapat bisa dipergunakan di setiap musimnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Kimono is a traditional dress from Japan is a form of culture that reflects Japanese society. The purpose of this research is to describe the semiotic meaning of the kimono pattern and to analyze the application of the concept of season from the kimono that worn by the main character Chihaya in live-action film called Chihayafuru. This research is a descriptive qualitative study with data collection techniques using the note-taking technique. Data in the form of images, consisting of 12 kimono’s patterns and some dialogues fragments as supporting data taken from 3 kimono worn by Chihaya in the live-action Chihayafuru, which were analyzed using the semiotic theory of Roland Barthes. The results of the study show that 12 of each patterns have denotative, connotative and mythical meanings in them. In addition, from the 12 patterns of kimono, there are 10 patterns that belong to a season, namely 4 spring patterns, 2 autumn patterns, 4 winter patterns and 2 patterns that belong to be used in the new year. The conclusion of this research shows that as the times goes by it showed that the practice of using several patterns from different seasons in one kimono began to be used. This is because the use of the kimono can be used in every season.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save