Artikelilmiahs

Menampilkan 30.861-30.880 dari 50.060 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3086134210A1D017201UJI KEMAMPUAN BAKTERI ENDOFIT DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT HAWAR PELEPAH PADA TANAMAN JAGUNGJagung merupakan komoditas pangan yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku pakan ternak, pangan, dan industri. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kemampuan bakteri endofit P. fluorescens dan Bacillus sp. dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen R. solani secara in vitro, mengetahui efektivitas bakteri endofit P. fluorescens dan Bacillus sp. dalam mengendalikan penyakit hawar pelepah pada tanaman jagung secara in vivo, dan mengetahui pengaruh aplikasi bakteri endofit P. fluorescens dan Bacillus sp. terhadap pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan mulai Oktober 2020 sampai dengan April 2021, di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan bakteri endofit Bacillus sp. Kembaran B1, Bacillus sp. Baturraden B4, P. fluorescens Padamara B5. Variabel yang diamati yaitu pengujian in vitro meliputi penghambatan pertumbuhan jamur R. solani dan bobot kering miselium; pada pengujian in vivo meliputi masa inkubasi penyakit, intensitas penyakit, kejadian penyakit, AUDPC, serta komponen pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bacillus sp. Kembaran B1 memberikan pengaruh terbaik dalam menghambat jamur R. solani secara in vitro sebesar 74,6% dan bobot kering miselium dengan nilai terkecil 0,04 g. Bacillus sp. Kembaran B1 memberikan pengaruh terbaik dalam pengujian in vivo dengan penekanan kejadian penyakit sebesar 55%, penekanan intensitas penyakit sebesar 42,11%, penekanan AUDPC sebesar 61,90%. Bacillus sp. Kembaran B1 memiliki pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tanaman jagung dalam meningkatkan tinggi tanaman sebesar 150,35 cm dan bobot tanaman segar sebesar 139,65 g.Maize is an important food commodity in the needs of raw materials for animal feed, food, and industry. This research aims to determine the ability of endophytic bacteria P. fluorescens and Bacillus sp. in inhibiting the growth of the pathogenic fungus R. solani in vitro, identify the effectiveness of the endophytic bacteria P. fluorescens and Bacillus sp. in controlling sheath blight blight on maize in vivo, and observe the effect of application of endophytic bacteria P. fluorescens and Bacillus sp. on maize growth. The research was carried out from October 2020 to April 2021, at the Plant Protection Laboratory and screen house Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, Purwokerto. The research design used was a Randomized Block Design with 1 factor, the treatment of endophytic bacteria. The variables observed were in vitro testing including inhibition of the growth of the fungus R. solani and dry weight of mycelium; In vivo testing includes disease incubation period, disease intensity, disease incidence, AUDPC, and plant growth components. The results showed that in vitro testing, the treatment of Bacillus sp. Kembaran B1 gave the best effect in inhibiting the fungus R. solani 74.6% and dry weight of mycelium with the smallest value 0.04 g. Bacillus sp. Kembaran B1 gave the best effect in vivo testing with suppression of disease incidence by 55%, suppression of disease intensity by 42.11%, suppression of AUDPC by 61.90%. Bacillus sp. Kembaran B1 gave the best effect on the growth of maize plants in increasing plant height by 150.35 cm and fresh plant weight by 139.65 g.
3086234194F1B017015TRANSPARANSI KEBIJAKAN PUBLIK TERHADAP PENYALURAN BANTUAN SOSIAL BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK COVID-19 (STUDI KASUS KELURAHAN TELUK PUCUNG BEKASI UTARA)Penelitian ini berjudul Transparansi Kebijakan Publik Terhadap Penyaluran Bantuan Sosial Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19 (Studi Kasus Kelurahan Teluk Pucung Bekasi Utara). Judul tersebut dilatarbelakangi dengan adanya pandemi COVID-19 yang dengan sangat cepat tersebar luas diseluruh dunia, berdampak secara positif maupun negatif terhadap setiap individu, keluarga, maupun kelompok terkait pemenuhan kebutuhannya. Upaya telah dilakukan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yaitu mengadakan Program Keluarga Harapan (PKH) dan mengalokasikan untuk bantuan sosial, salah satunya di Kelurahan Teluk Pucung Bekasi Utara. Namun pemerintah daerah belum memperhatikan betapa pentingnya transparansi pengelolaan keuangan daerah khususnya menyangkut bantuan sosial agar masyarakat dapat mengakses dan bisa menerima bantuan sosial. Tujuan penelitian ini yaitu untuk 1) mengetahui terkait bagaimana transparansi penyaluran bantuan sosial terhadap masyarakat terdampak COVID-19 di Kelurahan Teluk Pucung Bekasi Utara, 2) mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi transparansi kebijakan publik terhadap penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat terdampak COVID-19 di Kelurahan Teluk Pucung Bekasi Utara. Metode penelitian yang digunakan yaitu yaitu dengan observasi, wawancara,dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik validitas data triangulasi. Hasil dari penelitian ini yaitu transparansi kebijakan publik terhadap penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Kelurahan Teluk Pucung belum maksimal. Hal tersebut dikarenakan masih terdapat ketidaksesuaian data dengan situasi di lapangan, dimana masyarakat yang sudah tidak seharusnya menerima bantuan sosial masih terdata sebagai penerima. Faktor-faktor yang mempengaruhi transparansi kebijakan publik dalam penyaluran bantuan sosial Covid-19 di Kelurahan Teluk Pucung, yaitu mengenai faktor standard, pihak Kelurahan Teluk Pucung belum secara maksimal melibatkan partisipasi masyarakat dalam penyaluran bantuan sosial. Selain itu faktor permohonan izin memperoleh hasil bahwa masyarakat masih memiliki kepercayaan terhadap pemerintah kelurahan. Mengenai faktor proses konsultasi, terdapat proses konsultasi antara pemerintah kelurahan dengan masyarakat, namun konsultasi tidak dilakukan secara langsung melainkan melalui perantara.
Kata Kunci: Transparansi, Kebijakan Publik, Bantuan Sosial.
This research is entitled “Transparency of public policy on the distribution of social assistance to the community” The title motivated by the existence of the COVID-19 pandemic which is rapidly spreading throughout the world, has a positive or negative impact on every individual, family, or group regarding the fulfillment of their needs. Efforts have been made by the government to meet the needs of the community, namely holding the Family Hope Program (PKH) and allocating for social assistance, one of which is in Teluk Pucung Village, North Bekasi. However, local governments have not paid attention to the importance of transparency in regional financial management, especially regarding social assistance so that the community can access and receive social assistance. The purpose of this study is to 1) find out about the transparency of the distribution of social assistance to communities affected by COVID-19 in Teluk Pucung Village, North Bekasi, 2) find out what factors affect the transparency of public policies on the distribution of social assistance to communities affected by COVID-19 in the Kelurahan. Pucung Bay, North Bekasi. The research method used is by observation, interviews, and documentation. This study uses a technique of triangulation data validity. The results of this study are that the transparency of public policies on the distribution of social assistance to communities affected by Covid-19 in Teluk Pucung Village has not been maximized. This is because there are still data discrepancies with the situation in the field, where people who are not supposed to receive social assistance are still listed as recipients. The factors that affect the transparency of public policies in the distribution of Covid-19 social assistance in Teluk Pucung Village, namely regarding standard factors, Teluk Pucung Village have not maximally involved community participation in the distribution of social assistance. In addition, the permit application factor results in the fact that the community still has confidence in the sub-district government. Regarding the factors of the consultation process, there is a consultation process between the kelurahan government and the community, but the consultation is not carried out directly but through intermediaries.
Keywords: Transparency, Public Policy, Social Assistance.
3086334195A1F017092PENGARUH METODE MIKROENKAPSULASI TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA MIKROKAPSUL EKSTRAK ETANOL TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan salah satu komoditas yang penggunaannya sangat meluas di kalangan masyarakat Indonesia dikarenakan komponen utama kurkuminoid dan minyak atsiri yang berkhasiat sebagai antibakteri dan antioksidan, serta penangkal senyawa-senyawa radikal bebas. Untuk mempertahankan kandungan bioaktif dalam temulawak, dapat melalui teknologi mikroenkapsulasi, yakni teknik menyalut suatu senyawa dengan suatu polimer pada ukuran mikro agar bahan inti terlindungi dari pengaruh eksternal, seperti proses oksidasi, dan paparan sinar UV, sehingga dapat memperpanjang umur penyimpanan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk 1) Mengetahui pengaruh metode mikroenkapsulasi terhadap sifat tingkat kelarutan, waktu larut, total fenol, kadar kurkumin, dan kapasitas penangkapan radikal DPPH dari mikrokapsul ekstrak etanol temulawak; 2) Mengetahui perlakuan terbaik yang dihasilkan dari penerapan metode mikroenkapsulasi terhadap sifat tingkat kelarutan, waktu larut, total fenol, kadar kurkumin, dan kapasitas penangkapan radikal DPPH dari mikrokapsul ekstrak etanol temulawak.
Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan acak kelompok (RAK) nonfaktorial. Faktor yang diteliti yakni metode mikroenkapsulasi, yang terdiri dari sonikasi selama 10 menit (A), 20 menit (B), 30 menit (C), serta homogenisasi selama 5 menit (D), 10 menit (E), dan 15 menit (F). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tingkat kelarutan, waktu larut, total fenol, kadar kurkumin, dan kapasitas penangkapan radikal DPPH. Analisis data menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji lanjut DMRT pada taraf 5% serta perlakuan terbaik mengggunakan uji indeks efektivitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode mikroenkapsulasi berpengaruh nyata terhadap tingkat kelarutan, waktu larut, total fenol, dan kadar kurkumin. Perlakuan terbaik yaitu D (homogenisasi selama 5 menit) dengan rata-rata tingkat kelarutan sebesar 91%, waktu larut selama 129,25 detik, total fenol sebesar 80,512 mg GAE/g, kadar kurkumin sebesar 42,161 mg/g, dan kapasitas penangkapan radikal DPPH sebesar 81,36%.
Temulawak (curcuma xanthorrhiza Roxb.) is one type of comodity that often used by the people of Indonesia because of the main components are curcuminoids and essential oils which have antibacterial and antioxidant properties, as well as antidote to free radical compounds. To maintain their presence of bioactive content, microencapsulation technology can be used, a technique that coating a compound with a polymer at a micro size to protect the core material from external influences, such as oxidation, and UV exposure, thus extending storage life. This study aims to 1) Determine the effect of microencapsulation methods on the characteristic of solubility level, dissolving duration, total phenol, curcumin levels, and DPPH radical scavenging activity from microcapsule of temulawak ethanol extract; 2) Determine the best treatment of microencapsulation methods on characteristic of solubility level, dissolving duration, total phenol, curcumin levels, and DPPH radical scavenging activity from microcapsule of temulawak ethanol extract.
The experimental design used was a Randomized Block Design (RAK). Factors that sonication for 10 minute (A), 20 minutes (B), 30 minutes (C), and homogenization for 5 minutes (D), 10 minutes (E), and 15 minutes (F). The variables observed in this study were solubility level, dissolving duration, total phenol, curcumin levels, and DPPH radical scavenging activity. Data analysis used analysis of variance (ANOVA) and further testing of DMRT at 5% and the best treatment used the efficiency index test.
The best treatment was D (homogenization for 5 minutes) with an average solubility rate was 91%, dissolving duration was 129,25 phenolic content was 80,512 mg GAE/g, curcumin content was 42,161 mg/g, and DPPH radical scavenging activity was 81,36%.
3086434196A1D017046EVALUASI KEBERADAAN BAKTERI SETELAH APLIKASI BAKTERI ENDOFIT AKAR PADIPenelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengevaluasi keberadaan bakteri setelah
aplikasi bakteri endofit akar padi pada tanah dan akar padi. (2) Mengkarakterisasi
bakteri yang terdapat di tanah dan akar padi, setelah aplikasi bakteri endofit akar
padi. (3) Menguji kemampuan bakteri yang ditemukan terhadap Xanthomonas
oryzae pv. oryzae. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan
Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada November
2020 sampai April 2021. Eksplorasi bakteri endofit diakukan dengan mengisolasi
tanaman padi yang berasal dari penelitian sebelumnya yang telah diaplikasikan
bakteri endofit SM1 (Somagede 1), SB1 (Sumbang 1) dan SB3 (Sumbang 3).
Bagian yang diisolasi yaitu bagian tanah perakaran dan akar padi. Bakteri yang
telah diisolasi kemudian dikarakterisasi secara makroskopis, mikroskopis,
biokimia dan fisiologis. Karakter makroskopis meliputi bentuk koloni, tepi koloni,
elevasi koloni, tekstur koloni dan warna koloni. Karakter mikroskopis meliputi
pewarnaan gram, bentuk sel dan pewarnaan endospora. Karakter biokimia bakteri
dengan pengujian gram menggunakan KOH 3% dan katalase dengan H2O2.
Karakter fisiologis dengan pengujian pertumbuhan bakteri pada variasi suhu, pH
dan kadar garam. Pengujian kemampuan antagonis bakteri endofit terhadap Xoo
dilakukan dengan metode double layer dan mengukur zona hambat yang
terbentuk dengan menghitung selisih diameter zona hambat dengan diameter
koloni bakteri endofit kemudian diukur menggunakan penggaris (mm).
Variabel yang diamati pada uji antagonis adalah zona bening yang terbentuk dan
diukur menggunakan penggaris dengan satuan milimeter (mm). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa: (1) Evaluasi keberadaan bakteri pada tanah dan akar padi
yang dilakukan menunjukkan keberadaan bakteri setelah aplikasi masih tersedia
dan bakteri berhasil diisolasi; (2) Hasil idetifikasi yang telah dilakukan dengan
pengujian, pengamatan morfologi koloni, sel, uji fisiologi, dan uji biokimia
menunjukkan bakteri yang ditemukan memiliki karakter yang sama dengan
bakteri SM1, SB1 dan SB3; (3) Kemampuan daya hambat bakteri dalam menekan
pertumbuhan Xoo paling besar yaitu isolat SB1 dengan rata-rata zona hambat
sebesar 9,57 mm dengan mekanisme penghambatan antagonis bersifat
bakteriostatik
This study aims to: (1) evaluate the presence of bacteria after application of
endophytic bacteria on rice roots and rice roots. (2) Characterizing the bacteria
present in the soil and rice roots, after the application of endophytic bacteria in
rice roots. (3) Testing the ability of bacteria against Xanthomonas oryzae pv.
oryzae. The research was carried out at the Plant Protection Laboratory, Faculty
of Agriculture, Jenderal Soedirman University from November 2020 to April
2021. Isolation of endophytic bacteria was carried out by isolating rice plants
from previous studies that had been applied to endophytic bacteria Somagede 1
(SM1), Sumbang 1 (SB1) and Sumbang 3 (SB3) . The isolated parts are the root
soil and rice roots. The isolated bacteria were then characterized
macroscopically, microscopically, biochemically and physiologically.
Macroscopic characters include colony shape, colony edge, colony elevation,
colony texture and colony color. Microscopic characters include gram staining,
cell shape and endospore staining. Bacterial biochemical character by gram
testing using KOH 3% and catalase with H2O2. Physiological characters by
testing the growth of bacteria on variations in temperature, pH and salt content.
Testing the antagonist ability of endophytic bacteria against Xoo was carried out
using the double layer method and measuring the inhibition zone formed by
calculating the difference between the diameter of the inhibition zone and the
diameter of the colony of endophytic bacteria and then measured using a ruler
(mm). The variable observed in the antagonist test was the clear zone formed and
measured using a ruler with units of millimeters (mm). The results showed that:
(1) The evaluation of the presence of bacteria in the soil and rice roots showed
the presence of bacteria after application was still available and the bacteria
were isolated; (2) The results of identification that have been carried out by
testing, observing colony morphology, cells, physiological tests, and biochemical
tests show that the bacteria found have the same characters as SM1, SB1 and
SB3 bacteria; (3) The ability of the inhibition of bacteria in suppressing the
growth of Xoo was greatest, namely SB1 isolate with an average inhibition zone
of 9.57 mm with a bacteriostatic antagonist inhibition mechanism
3086534198A1D017064PENGARUH KONSENTRASI DAN INTERVAL APLIKASI
POC URIN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jack) DI PEMBIBITAN AWAL PRE-NURSERY
Penelitian eksperimental ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi POC Urin kelinci dan interval aplikasi serta interaksinya terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan mulai Desember 2020 sampai dengan April 2021 di exfarm Fakultas Pertanian dan analisis tanaman dilakukan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor Pertama adalah perlakuan konsentrasi yaitu : Kontrol, 10% , 20% dan 30%. Faktor kedua adalah perlakuan interval aplikasi yaitu 1 minggu sekali, 2 minggu sekali, 3 minggu sekali.Variabel yang diamati yaitu tinggi bibit, jumlah daun, diameter batang, dan luas daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair urin kelinci dengan konsentrasi 20% terbaik untuk pembibitan kelapa sawit brengaruh pada variabel tinggi bibit. Perlakuan interval aplikasi terbaik yaitu 1 minggu sekali berpengaruh pada variabel jumlah daun. Interaksi perlakuan konsentrasi dan interval aplikasi POC urin kelinci dengan konsentrasi 20% serta aplikasi pemupukan 1 minggu sekali berpengaruh terhadap variabel jumlah daun.This experimental study aimed to determine the effect of rabbit urine POC concentration and application interval and their interaction on the growth of oil palm seedlings. The research was carried out from December 2020 to April 2021 at the exfarm of the Faculty of Agriculture and plant analysis was carried out at the Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This study used a Randomized Block Design (RAK) with two factors. The first factor is the concentration treatment, namely: control, 10%, 20% and 30%. The second factor is the application interval treatment, namely once a week, every 2 weeks, every 3 weeks. The variables observed were seedling height, number of leaves, stem diameter, and leaf area. The results showed that the concentration of liquid organic fertilizer in rabbit urine with the best concentration of 20% for oil palm nurseries had an effect on the variable height of the seedlings. The best application interval treatment, which is once a week, has an effect on the variable number of leaves. The interaction of treatment concentration and interval of application of POC rabbit urine with a concentration of 20% and application of fertilization once a week affected the variable number of leaves.
3086634003E1A116037IMPLEMENTASI HUKUM TUGAS PERAWAT DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KESEHATAN ATAS DELEGASI DOKTER (Studi di Rumah Sakit Umum Dadi Keluarga Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum tugas perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan atas delegasi dokter dan pengaruh faktor semangat kerja, motivasi, dan kedisiplinan terhadap implementasi hukum tugas perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan atas delegasi dokter studi di Rumah Sakit Umum Dadi Keluarga Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Rumah Sakit Umum Dadi Keluarga Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas dengan responden sebanyak 35 (tiga puluh lima) orang perawat. Pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Jenis data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan menggunakan metode angket, dokumenter dan kepustakaan. Data yang terkumpul diolah menggunakan teknik coding, editing, dan tabulasi serta dianalisis dengan distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum tugas perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan atas delegasi dokter di Rumah Sakit Umum Dadi Keluarga Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas adalah efektif. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 4 (empat) indikator meliputi efektifnya tindakan memasang infus; efektifnya tindakan menyuntik; efektifnya tindakan imunisasi dasar; efektifnya tindakan medis lainnya yang dilakukan sesuai dengan kompetensi perawat. Faktor semangat kerja, faktor motivasi, dan faktor kedisiplinan berpengaruh secara positif terhadap implementasi hukum tugas perawat dalam melakukan pelayanan kesehatan atas delegasi dokter di Rumah Sakit Umum Dadi Keluarga Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas.
Kata Kunci : Implementasi Hukum Tugas Perawat Atas Delegasi Dokter; semangat kerja; Motivasi; Kedisiplinan.
This study aims to determine the implementation of the law on nurses' duties in providing health services for the delegation of doctors and the influence of morale, motivation, and discipline factors on the implementation of the law on nurses' duties in providing health services for the delegation of study doctors at Dadi Keluarga General Hospital, South Purwokerto District, Banyumas. .
This research uses quantitative research methods with sociological juridical approach and descriptive research specifications. This research is located at Dadi Keluarga General Hospital, South Purwokerto District, Banyumas with 35 (thirty five) health workers as respondents. The research sample was taken using simple random sampling. Types of data sources include primary data and secondary data obtained using the questionnaire, documentary and library methods. The data collected was processed using coding, editing, and tabulating techniques and analyzed by frequency distribution analysis, cross table analysis, content analysis and comparison analysis.
The results showed that the legal implementation of the nurse's duty in providing health services for the delegation of doctors at Dadi Keluarga General Hospital, South Purwokerto District, Banyumas was effective. This is evidenced by the results of research on 4 (four) indicators including the effectiveness of the ability to put infusions; effective injecting capability; effective ability of basic immunization actions; the effectiveness of other medical actions carried out in accordance with the competence of nurses. The morale factor, motivation factor, and discipline factor have a positive effect on the legal implementation of the nurse's duty in providing health services to the delegation of doctors at Dadi Keluarga General Hospital, South Purwokerto District, Banyumas.
Keywords: Implementation of the Law on the Duties of Nurses on Delegation of Physicians; spirit at work; Motivation; Discipline
3086734201A1F017088KARAKTERISASI KADAR PROTEIN PADA KOPI ROBUSTA HASIL OPTIMASI PROSES FERMENTASIKopi merupakan salah satu hasil komoditas utama perkebunan di Indonesia yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Ada dua jenis kopi yang sangat terkenal di dunia yaitu kopi Robusta dan Arabika. Di Indonesia sendiri, produksi kopi terbanyak adalah kopi jenis Robusta. Kopi Robusta memiliki beberapa kekurangan yaitu rasanya yang terlalu pahit dan aromanya kurang disukai. Sehingga kopi Robusta perlu diolah lebih lagi yaitu dengan proses fermentasi sehingga diperoleh produk kopi Robusta rendah kafein yang terbaik. Pada proses fermentasi, terjadi degradasi senyawa protein akibat adanya aktivitas bakteri proteolitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik kadar protein kopi robusta sampel optimum. Sehingga dapat diketahui bagaimana kadar protein yang terkandung dalam biji kopi sampel optimum proses fermentasi. Penelitian ini menggunakan metode respon permukaan, kemudian sampel kopi optimum yang diperoleh dari hasil respon permukaan diuji kadar proteinnya dan dibandingkan dengan sampel kontrol tanpa perlakuan menggunakan uji T. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa kadar protein dari kopi Robusta optimum rendah kafein memiliki nilai lebih rendah jika dibandingkan dengan sampel kopi Robusta tanpa perlakuan. Hasil kadar protein sampel kopi optimum juga memiliki perbedaan yang nyata jika dibandingkan dengan sampel kopi Robusta tanpa perlakuan. Coffee is one of the main plantation commodities in Indonesia which has a high economic value. There are two types of coffee that are famous in the world, Robusta and Arabica. In Indonesia itself, the most coffee production is Robusta coffee. Robusta coffee has several drawbacks, namely the taste’s too bitter and the aroma less liked. So that Robusta coffee needs to be processed further, namely by fermentation processes so that the best low-caffeine Robusta coffee products are obtained. In the fermentation process, there is a degradation of protein compounds due to the activity of proteolytic bacteria. This study aims to determine how the characteristics of the protein content of Robusta coffee optimum. So that it can be seen how the protein content contained in the optimum sample of coffee beans for the fermentation process. This study used the surface response method, then the optimum coffee samples obtained from the surface response results were tested for protein content and compared with control samples without treatment using the T test. with untreated Robusta coffee samples. The results of the protein content of the optimum coffee sample also had a significant difference when compared to the untreated Robusta coffee sample.
3086834202F1D015059Pengaruh Religiusitas Pemilih Muslim Terhadap Preferensi Memilih Partai Politik Islam Dalam Pemilihan Umum Legislatif 2019 di Kecamatan LumbirPerilaku memilih merupakan salah satu bentuk tindakan yang dapat diketahui melalui pemilihan umum. Dengan latar belakang kemenangan partai politik Islam dan keseluruhan penduduk Kecamatan Lumbir yang beragama Islam, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan mengukur seberapa besar pengaruh religiusitas pemilih Muslim terhadap preferensi memilih partai politik Islam dalam Pemilihan Umum Legislatif tahun 2019 di Kecamatan Lumbir. Dengan dilandasi oleh perspektif behavioral dan paradigma positivisme, penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan tergolong dalam jenis penelitian survei. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara memberi seperangkat kuesioner kepada 100 responden penelitian yang diperoleh melalui teknik simple random sampling. Kemudian data tersebut dianalisa dengan tiga macam teknik analisis, yaitu teknik korelasi product moment, teknik cronbach alpha, dan teknik korelasi rank spearman.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa religiusitas berpengaruh secara signifikan terhadap preferensi memilih parpol Islam dalam Pileg 2019 di Kecamatan Lumbir. Hal tersebut dibuktikan dengan uji hipotesis menggunakan teknik rank spearman yang menghasilkan nilai signifikansi (2-tailed) antara variabel religiusitas (X) dengan preferensi memilih parpol Islam (Y) adalah <0,001. Di samping itu, kekuatan pengaruh religiusitas terhadap preferensi memilih parpol Islam di Kecamatan Lumbir tergolong sangat kuat. Hal ini dibuktikan oleh nilai koefisien korelasi antara religiusitas (X) dengan preferensi memilih parpol Islam (Y) sebesar 0,859 yang berarti bahwa pengaruh religiusitas terhadap preferensi memilih parpol Islam mencapai 85,9% dan sisanya 14,1% perilaku memilih parpol ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Nilai tersebut menunjukkan pengaruh religiusitas (X) terhadap preferensi memilih parpol Islam (Y) sangat kuat dengan arah positif. Arah positif tersebut berarti bahwa semakin tinggi tingkat religiusitas, maka semakin tinggi preferensi memilih parpol Islam dan berlaku pula sebaliknya. Dengan demikian, adanya pengaruh dari religiusitas terhadap preferensi memilih partai politik Islam menunjukkan bahwa pola politik aliran masih menjadi hal esensial dalam rangka mencapai kekuasaan politik.
Voting behavior is one form of action that can be known through general elections. With the background of the victory of Islamic political parties and the entire population of Lumbir District who are Muslim, this research aims to examine and measure the impact of Muslim voter religiosity on preferences for choosing Islamic political parties in the 2019 Legislative General Election in Lumbir District. Based on behavioral perspective and positivism paradigm, this research using quantitative method and belong as research survey. The data in this study were collected by giving a set of questionnaires to 100 research respondents obtained through simple random sampling technique. Then, that data analyzed by using three variants analytical technique, that are product moment correlation technique, cronbach alpha technique, and rank spearman correlation technique.
The results of this research indicate that religiosity has a significant effect on preferences for choosing Islamic political parties in the 2019 legislative elections in Lumbir District. This is evidenced by hypothesis testing using the Spearman rank technique which produces a significance value (2-tailed) between the religiosity variable (X) and the preference for choosing an Islamic political party (Y) is <0.001. In addition, the strength of the influence of religiosity on preferences for choosing Islamic political parties in Lumbir District is very strong. This is evidenced by the correlation coefficient between religiosity (X) and preference for choosing Islamic political parties (Y) of 0.859 which means that the influence of religiosity on preferences for choosing Islamic political parties reaches 85.9% and the remaining 14.1% behavior in choosing political parties is determined by other variables which were not investigated in this study. This value shows the influence of religiosity (X) on preferences for choosing Islamic political parties (Y) is very strong in a positive direction. The positive direction means that the higher the level of religiosity, the higher the preference for choosing Islamic political parties and vice versa. Thus, the influence of religiosity on preferences for choosing Islamic political parties shows that the pattern of political flow is still essential in order to achieve political power.
3086934203I1E015044HUBUNGAN ANTARA PANJANG TUNGKAI DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI DENGAN KEMAMPUAN SHOOTING SEPAKBOLA SISWA EKSTRA KULIKULER SMP NEGERI 2 KEDUNGBANTENG Abstrak
Afrizal Ahmad. I1E015044. Hubungan antara panjang tungkai dan kekuatan otot tungkai dengan kemampuan shooting sepakbola siswa SMP N 2 Kedungbanteng. Skripsi. Jurusan/Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan Rekreasi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto.2021.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada: (1) hubungan antara panjang tungkai dengan hasil tendangan shooting jarak jauh. (2) hubungan antara kekuatan otot kaki dengan hasil tendangan shooting jarak jauh. (3) hubungan antara panjang tungkai kaki dan kekuatan otot kaki terhadap hasil tendangan shooting jarak jauh di SMP N 2 Kedungbanteng.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler sepakbola di SMP N 2 Kedungbanteng. Penelitian ini menggunakan purposive sampel dalam pengambilan datanya dengan jumlah 25 responden. Intrumen yang digunakan adalah long passs test yang mempunyai nilai reliabilitas 0,99 dan validitas 0,94. Penelitian dilakukan pada tanggal 1 Oktober 2019.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara panjang tungkai dengan hasil tendangan shooting dengan korelasi koefisien sebesar 0.581. (2) Terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot tungkai dengan hasil tendangan shooting dengan korelasi koefisien sebesar 0.602. (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara panjang tungkai dan kekuatan otot tungkai denganhasil tendangan shooting dengan korelasi koefisien sebesar 0.726.

Kata Kunci: Panjang tungkai, kekuatan otot tungkai, shooting jarak jauh
Abstract
The relationship between length of limbs and limbs muscle strength on long shooting kicks at SMPN 2 Kedungbanteng.Final Task Study Pogram : Physical Education, faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University, 2021. This study aims to determine whether there is: (1) a relationship between limbs length and the results of long-distance shooting kicks. (2) the relationship between limbs muscle strength and long-distance shooting results. (3) the relationship between limbs length and limbs muscle strength on the results of long-distance shooting at SMP N 2 Kedungbanteng.This research is quantitative descriptive. The research was conducted on students who took part in football extracurricular at SMP N 2 Kedungbanteng. This study uses a purposive sample in data collection with 25 respondents. The instrument used is long pass test which has reliability value 0.99 and a validity 0.94. The study was conducted on October 1, 2019.The results showed that: (1) There is a significant relationship between limbs length and the results of shooting kicks with correlation coefficient 0.581. (2) There is a significant relationship between limbs muscle strength and the results of shooting kicks with correlation coefficient 0.602. (3) There is a significant relationship between limbs length and limbs muscle strength with shooting kick results with correlation coefficient 0.726.
3087034100A1A015080Kontribusi Pendapatan usahatani jamur tiram terhadap pendapatan keluarga petani jamur tiram di Desa Sindang Mekar Kecamatan Dukupuntang Kabupaten CirebonTanaman jamur di Indonesia masih memiliki peluang untuk dikembangkan dan dikelola dengan baik. Salah satu desa di Kecamatan Dukupuntang yang cukup dikenal dengan hasil jamur tiram yaitu Desa Sindang Mekar. Usahatani budidaya jamur tiram memiliki keunggulan dan mampu meberikan kontribusi yang besar terhadap pendapatan rumah tangga petani. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti kontribusi pendapatannya. Penelitian ini bertujujuan untuk: 1) Mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan dan pendapatan usahatani budidaya jamur tiram; 2) Mengetahui besarnya kontribusi pendapatan usahatani budidaya jamur tiram terhadap pendapatan rumah tangga petani. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Jumlah sampel petani ditentukan menggunakan metode sensus sejumlah 23 responden. Hasil penelitiandari rata-rata responden menunjukkan : 1) Pendapatan dari On Farm Rp24.297.162, Pendapatan dari Non farm Rp13.956.522 ; 2) Kontribusi pendapatan sebesar 63,20 %. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi usahatani jamur tiram terhadap pendapatan rumah tangga petani tergolong tinggi
Mushroom plants in Indonesia still have the opportunity to be developed and managed properly. One of the villages in Dukuntang Subdistrict which is well known for its oyster mushroom products is Sindang Mekar Village. Oyster mushroom cultivation has advantages and is able to provide a large contribution to farmers' household income. Therefore, researchers are interested in examining the contribution of income. This study aims to: 1) Determine the cost of production, revenue and income of oyster mushroom cultivation; 2) Increase the contribution of oyster mushroom farming income to farmers' household income. This research was conducted from May to June 2021. The research method used was a survey method. The number of samples of farmers was determined using the census method with a total of 23 respondents. The results of the research from the average respondents showed: 1) Income from Livestock Rp. 24.297.162, Non-Livestock Income Rp. 13.956.522; 2) Revenue contribution is63,20%. This shows that the contribution of oyster mushroom farming to the household income of farmers is low.
3087134238D1A016216Analisis Kualitas dan Produksi Susu Sapi Perah di Suzukuna Farm Co., Ltd Nishienshu Betsunishi Hamanaka-Cho, Hokkaido Jepang
(Quality Analysis and Production of Dairy Cow at Suzukuna Farm Co., Ltd Nishienshu Betsunishi Hamanaka-Cho, Hokkaido Japan)
ABSTRAK
Kegiatan magang dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2020 - 13 Februari 2021. Magang dilaksanakan di Suzukuna Farm co., ltd Nishienshu Betsunishi, Hokkaido, Jepang. Tujuan dilaksanakan magang ke Jepang yaitu mengetahui segala aspek internal peternakan di negara maju, mengimplementasikan teori secara langsung sistem pemeliharaan ternak yang difasilitasi teknologi modern, memperoleh gambaran nyata dunia kerja, mengetahui kualitas susu dan besarnya perbedaan produksi susu pada empat musim. Kegiatan magang meliputi kegiatan rutin, kegiatan insidental, dan kegiatan penunjang. Kegiatan rutin meliputi pemerahan sapi, sanitasi area pemerahan, penggantian sekam, pencampuran feed additive, sanitasi kandang, sanitasi gudang pakan, dan sanitasi tempat minum sapi. Kegiatan insidental meliputi penanganan kelahiran pedet, penanganan sapi yang sakit, menyeleksi sapi birahi, pemotongan kuku, pemotongan ekor, penggantian sekam seluruh kandang, dan membongkar salju. Kegiatan penunjang meliputi diskusi bersama karyawan perusahaan yang dapat meningkatkan skill bahasa dan teori internal peternakan.
Sapi perah yang dipelihara di Suzukuna Farm merupakan sapi FH (Friesian Hollstein). Perkawinan dilakukan secara inseminasi buatan (IB) dengan Conception Rate (CR) sebesar 60%. Populasi sapi perah berjumlah 400 ekor. Sapi laktasi diperah dua kali sehari menggunakan milking parlour produksi DeLaval dengan sistem pengoperasian dari Afimilk yang dapat memerah sampai 40 ekor sekaligus. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara inspeksi dan pengecekan suhu rektal. Suhu rektal normalnya 38 0C-39 0C jika melebihi maka diduga peradangan. Susu secara intens dilakukan pengecekan melalui uji Californian Mastitis Test (CMT). Susu disimpan pada Bulk milk cooler dengan suhu 2 0C. Pengecekan kualitas susu dilakukan setiap hari didasarkan pada standar mutu susu yang ditetapkan oleh koperasi Chienowa. Hasil uji kualitas susu di Suzukuna Farm sudah memenuhi standar mutu susu di Jepang dan di koperasi Chienowa. Susu diangkut oleh truk kontainer dari Chienowa setiap pagi sebanyak 10 ton/hari untuk didistribusikan ke perusahaan pengolah susu di daerah metropolitan. Produksi susu di Suzukuna Farm yaitu mencapai rata-rata 35,2 kg/ekor/hari. Berdasarkan hasil uji anova, musim tidak berpengaruh nyata terhadap produksi susu. Hal ini diduga karena suhu dan kelembapan udara di dalam kandang dikontrol secara intens dengan bantuan fasilitas di dalam kandang agar suhu tetap stabil pada saat menghadapi musim yang ekstrim. Pakan diberikan sebanyak 52,896 kg/ekor/hari secara Total Mixed Ratio (TMR). Media yang digunakan adalah Kuhn Knight Mixer yang berfungsi untuk mencampur pakan sekaligus mendistribusikan ke setiap kandang. Kandang yang digunakan merupakan kandang semi closed house, tipe ruangan central alley, dan tipe atap kandang monitor. Limbah ternak yang dihasilkan berupa limbah padat (feses dan alas kandang) yang disimpan secara aerob dan slurry (seluruh effluent dari kandang termasuk air sisa sanitasi) yang disimpan pada slurry tank. Limbah dimanfaatkan untuk memelihara padang rumput dan lahan pertanian.

Kata kunci: Sapi FH (Friesian Hollstein), manajemen pemeliharaan, pemerahan, teknologi modern, kualitas susu, produksi susu, musim.
ABSTRACT
The internship will be held on February 21, 2020 - February 13, 2021. The internship will be held at Suzukuna Farm co., ltd Nishienshu Betsunishi, Hokkaido, Japan. The purpose of the internship in Japan is to know all internal aspects of animal husbandry in developed countries, to directly implement the theory of livestock rearing systems facilitated by modern technology, to get a real picture of the world of work, to know the quality of milk and the difference in milk production in the four seasons. Internship activities include routine activities, incidental activities, and supporting activities. Routine activities include milking cows, sanitation of milking areas, replacement of husks, mixing of feed additives, sanitation of cages, sanitation of feed warehouses, and sanitation of drinking places for cows. Incidental activities include handling calf births, handling sick cows, selecting cows for lust, cutting hooves, cutting tails, changing the husks of all cages, and removing snow. Supporting activities include discussions with company employees who can improve language skills and internal theory of livestock.
The dairy cattle raised at Suzukuna Farm are FH (Friesian Hollstein) cattle. The marriage was carried out by artificial insemination (IB) with a Conception Rate (CR) of 60%. The population of dairy cows is 400 heads. Lactation cows are milked twice a day using DeLaval's milking parlor with Afimilk's operating system that can milk up to 40 heads at once. Health checks are carried out by inspection and checking of rectal temperature. Normal rectal temperature is 38 0C-39 0C if it exceeds then inflammation is suspected. Milk is intensively checked through the Californian Mastitis Test (CMT). Milk is stored in the Bulk milk cooler with a temperature of 2 0C. Milk quality checks are carried out daily based on the milk quality standards set by the Chienowa cooperative. The results of the milk quality test at Suzukuna Farm have met the milk quality standards in Japan and at the Chienowa cooperative. 10 tons/day of milk is transported by container trucks from Chienowa every morning to be distributed to dairy processing companies in the metropolitan area. Milk production at Suzukuna Farm reaches an average of 35.2 kg/head/day. Based on the results of the ANOVA test, season has no significant effect on milk production. This is presumably because the temperature and humidity in the cage are controlled intensely with the help of facilities in the cage so that the temperature remains stable when facing extreme seasons. Feed was given as much as 52.896 kg/head/day in Total Mixed Ratio (TMR). The media used is the Kuhn Knight Mixer which functions to mix feed and distribute it to each cage. The cages used are semi closed house cages, central alley room type, and monitor cage roof type. The livestock waste produced is in the form of solid waste (feces and cage mats) which is stored aerobically and slurry (all effluent from the cage including sanitation waste water) which is stored in a slurry tank. Waste is used to maintain pastures and agricultural land.

Keywords: FH (Friesian Hollstein) Cattle, Rearing Management, Milking, Modern Technology, Milk Quality, Milk Production, Season.
3087234205A1C017008Uji Sifat Fisik dan Mekanik Kemasan Telur Berbahan Baku Limbah Tongkol JagungPembuatan kemasan telur pada umumnya berbahan dasar kertas dan plastik. Penggunaan kemasan dengan bahan kertas yang terbuat dari kayu diprediksi akan mengakibatkan ekploitasi hutan secara besar-besaran. Sedangkan kemasan plastik diketahui merupakan sampah yang paling banyak dibuang oleh manusia dan dapat menimbulkan masalah lingkungan karena plastik tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme tanah karena itu perlu mendapatkan perhatian khusus. Maka solusi yang ditawarkan dari penelitian ini adalah dengan memanfaatkan limbah tongkol jagung untuk bahan baku pembuatan egg tray yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi jumlah kadar perekat tepung kanji dan ukuran bubur pulp terhadap nilai sifat fisik dan mekanik kemasan telur berbahan limbah tongkol jagung dan mengetahui kombinasi jumlah kadar perekat tepung kanji dan ukuran bubur pulp yang menghasilkan nilai sifat fisik dan mekanik kemasan telur berbahan limbah tongkol jagung terbaik. Proses pembuatan kemasan telur meliputi pembuatan dan perancangan kemasan telur menggunakan SolidWorks, pemotongan bahan baku, pemasakan bahan baku menjadi bubur kertas, pemberian perekat dan pengeringan kemasan. Variabel pengujian kemasan meliputi uji fisik (gramatur, ketebalan, densitas, daya serap air) dan uji mekanik menggunakan Universal Testing Machine (uji tarik, modulus elastisitas, sobek dan tekan). Rancangan percobaan pada penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu komposisi perekat yang terdiri dari 3 taraf yaitu 30 gr, 40 gr dan 50 gr (diberikan ke dalam 280 g pulp) dan ukuran serbuk yang terdiri dari 2 taraf yaitu 20 dan 60 mesh. Penelitian pada sampel dilakukan 3 kali pengulangan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perekat tepung kanji dan ukuran bubur pulp berpengaruh signifikan terhadap sifat fisik kemasan (Gramatur, Densitas, Ketebalan dan Daya Serap Air) dan sifat mekanik (Uji Ketahanan Tarik, Modulus Elastisitas, Uji Ketahanan Sobek, dan Uji Ketahanan Tekan pada Kuat Tekan) dimana p-value < 0,05. Komposisi pada hasil sifat fisik pengukuran gramatur dari enam perlakuan telah memenuhi standar SNI 8128:2015 tentang kertas karton kemasan pangan dan memiliki gramatur tertinggi sebesar sebesar 417,78 g/m2 pada perlakuan P1S2 (60 mesh dan 50 g perekat), densitas sebesar 522,93 kg/m3 pada perlakuan P3S2 (60 mesh dan perekat 50 g), ketebalan sebesar 1,90 mm, yaitu perlakuan P1S2 (60 mesh dan perekat 30 g) dan daya serap air sepanjang 50,33 dalam waktu 10 menit pada perlakuan P3S2 (20 mesh dan 50 g prekat). Komposisi terbaik pada hasil sifat mekanik pengukuran ketahanan tarik sebesar 9,21 Mpa dengan pertambahan panjang 1,85%, modulus elastisitas sebesar 611,35 Mpa, ketahanan sobek sebesar 1,83 Mpa dengan pertambahan panjang 1,83% dan ketahanan kuat tekan sebesar 0,82 Mpa pada perlakuan P3S2 (20 mesh dan 50 g perekat).The manufacture egg packaging is generally made of paper and plastic. The use of paper packaging made of wood is predicted to lead to massive forest exploitation. While plastic packaging is known to be the most waste disposed of by humans and can cause environmental problems because plastic cannot be decomposed by soil microorganisms and therefore needs special attention. So the solution offered from this research is to utilize corncob waste as raw material for making environmentally friendly egg trays. The purpose of this study was to determine the combination and its effect on the amount of starch adhesive content and the size of the pulp on the physical and mechanical properties of egg packaging made from corncob waste. The egg packaging manufacturing process includes the manufacture and design of egg packaging using SolidWorks, cutting raw materials, cooking raw materials into paper pulp, applying adhesives, and drying the packaging. The packaging testing variables include physical tests (grammage, thickness, density, water absorption) and mechanical tests using the Universal Testing Machine (tensile, tear, and compressive tests). The experimental design in this study used a completely randomized design (CRD) with two factors, namely adhesive composition consisting of 3 levels, namely 30 gr, 40 gr, and 50 gr, and powder size consisting of 2 levels, namely 20 and 60 mesh. Research on the sample was carried out three times the experiment repetition. The results showed that the combination of starch adhesive and pulp size had a significant effect on the physical properties of the packaging (Gramature, Density, Thickness, and Water Absorption) and mechanical test (Test of Tensile Streng, Modulus of Elasticity, Tear Strength Test, and Compressive Strength Test) where p-value < 0.05. The composition of the results of the physical properties of grammage measurements of the six treatments has met the standard of SNI 8128:2015 regarding food packaging paperboard and has the highest grammage of 417,78 g/m2 in the P1S2 treatment (60 mesh and 50 g adhesive), the density is 522, 93 kg/m3 in P3S2 treatment (60 mesh and 50 g adhesive), a thickness of 1.90 mm, namely P1S2 treatment (60 mesh and 30 g adhesive) and 50.33 water absorption in 10 minutes in P3S2 treatment ( 20 mesh and 50 g of adhesive). The best composition on the results of the mechanical test measurement of tensile strength is 9.21 Mpa with an increase in length of 1.85%, modulus of elasticity is 611.35 Mpa, tear strength is 1.83 Mpa with an increase in length of 1.83% and compressive strength test is 0. ,82 Mpa in P3S2 treatment (20 mesh and 50 g adhesive).
3087334206H1D017023Rancang Bangun Sistem Informasi Afiliasi Toko Online Berbasis Website Menggunakan LaravelToko online merupakan website yang digunakan untuk menjual produk-produk dari pemilik website. Pembeli dapat melihat terlebih dahulu barang yang tersedia di toko online sebelum melakukan transaksi. Penjual dan pembeli dapat bertransaksi tanpa harus tatap muka. Pada toko online juga dapat menyediakan program afiliasi, afiliasi yaitu program yang memungkinkan seseorang yang mengikuti program ini atau disebut sebagai afiliator, bisa mendapatkan komisi apabila berhasil membuat orang lain menggunakan suatu produk atau membuka toko online tersebut. Maka dengan adanya program afiliasi pada toko online dapat menguntungkan semua pengguna yaitu penjual, pembeli, dan afiliator.
An online store is a website that is used to sell products by website owners. Buyers can first see the items available in online stores before making transactions. Sellers and buyers can transact without having to face to face. Online stores can also provide affiliation programs, affiliation programs that allow someone who joins this program or referred to as an affiliate can get a commission if they succeed in getting other people to use a product or open the online store. So with an affiliation program on an online store, it can benefit all users, namely sellers, buyers, and affiliates.
3087434207A1F017007PERUBAHAN KARAKTERISTIK KIMIA DAN SENSORI KOPI INSTAN GULA KELAPA DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BERAS HITAM DAN VARIASI JENIS KEMASAN SETELAH PENYIMPANANMinuman kopi instan gula kelapa yang diperkaya ekstrak beras hitam merupakan salah satu alternatif minuman yang mengandung antioksidan yang tinggi sehingga diharapkan dapat mensuply kebutuhan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh penambahan ekstrak kopi dan ekstrak beras hitam terhadap karakteristik kimia dan sensori kopi instan gula kelapa. 2) mengetahui pengaruh variasi jenis kemasan terhadap karakteristik kimia kopi instan gula kelapa setelah disimpan selama 2 bulan. 3) menentukan kombinasi perlakuan dan hasil terbaik antara penambahan ekstrak kopi dan ekstrak beras hitam dengan variasi jenis pengemas dari aspek kimia dan sensori.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti terdiri dari 2 faktor yaitu penambahan ekstrak (kopi dan beras hitam) (E) terdiri dari tiga taraf, yaitu 20% (E1); 25% (E2); 30% (E3) dan jenis kemasan terdiri dari tiga taraf yaitu sachet (K1); pouch aluminium foil (K2); jar (K3). Faktor tersebut disusun secara faktorial dengan 9 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali, sehingga menghasilkan 27 unit percobaan. Data variabel kimia dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) dan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Data variabel sensori dianalisis menggunakan uji Friedman dan uji perbandingan ganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi terbaik didapat pada kopi instan gula kelapa yang dibuat dengan penambahan ekstrak (kopi dan beras hitam) 30% dan kemasan jar dengan karakteristik kimia sebagai berikut: kadar air sebesar 5,59%bb; kadar asam lemak bebas 0,07%bk; aktivitas antioksidan (DPPH) 83,20%; total fenolik 1,16%bk. Karakteristik sensori minuman kopi instan gula kelapa yang dihasilkan pada uji mutu hedonik memiliki aroma kopi agak kuat (2,68), rasa agak pahit (2,72), rasa agak manis (3,28), flavor agak enak (3,36), off-flavor tidak kuat (2,40) dan pada uji hedonik memiliki aroma kopi agak disukai (3,48), rasa pahit agak disukai (3,16), flavor yang agak disukai (3,36), dan kesukaan secara keseluruhan agak disukai (3,36).
The coconut sugar instant coffee drink enriched with black rice extract is one of is one of the alternative drinks that contain high antioxidant that are expected to supply antioxidant. This study aims to: 1) knowing the effect of adding black rice extract on the chemical and sensory characteristics of coconut sugar instant coffee. 2) knowing the effect of variations type of packaging on the chemical characteristics of coconut sugar instant coffee after being stored for 2 months. 3) knowing the combination of treatment and the best results between the addition of coffee extract and black rice extract with various types of packaging from chemical and sensory aspects.
This research was including in experimentally research. The experimental design used Randomized Block Design (RBD). The factors studied consisted of 2 factors, the addition of extracts (coffee and black rice) (E) consisting of three levels, 20% (E1); 25% (E2); 30% (E3) and the type of packaging consists of three levels, sachet (K1); pouch aluminum foil (K2); jars (K3). The factors was arranged factorially with 9 treatment combinations and repeated 3 times. which produce 27 experimental units. The data of chemical variables obtained were analyzed by using variance analysis (F test) and Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) Sensory variables data were analyzed by Friedman Test and Multiple Comparation Test.
The results showed that the best combination base on the effectiveness index test is the coconut sugar instant coffee by adding of extract (coffee and black rice) 30% and jar packaging (E3K3). The chemical characteristics were as follows: water content of 5.59% wb; free fatty acid content of 0.07% db; antioxidant activity (DPPH) 83.20%; total phenolic 1.16% db. The sensory characteristics of coconut sugar instant coffee of hedonic quality had slightly strong coffee aroma (2.68), slightly bitter taste (2.72), slightly sweet taste (3.28), rather good flavor (3.36), off-flavor not strong (2.40) and in the hedonic test had a slightly rather like coffee aroma (3.48), bitter taste coffe rather like (3.16), flavor rather like (3.36), and had slightly overall preference (3.36).
3087534208A1C014006ANALISIS PERILAKU BIAYA PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA TEMPE AKIBAT ADANYA FLUKTUASI HARGA KEDELAI DI DESA PLIKEN KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMASTempe adalah makanan khas Indonesia yang dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan. Tempe sebagai sumber makanan yang baik gizinya karena memiliki kandungan protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Kedelai yang dipakai untuk membuat tempe harus memiliki mutu yang baik. Desa Pliken merupakan sentra produksi tempe, karena memiliki jumlah pengrajin tempe terbanyak di Kabupaten Banyumas. Dengan adanya peningkatan harga kedelai yang terus meningkat akhir-akhir ini mengakibatkan usaha tempe menjadi berkurang karena kekurangan modal untuk meneruskan usaha tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1). Mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan sebelum dan sesudah kenaikan harga kedelai pada usaha produksi tempe di Desa Pliken. 2). Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan biaya produksi tempe. Penelitian dilaksanakan di Desa Pliken pada bulan Mei 2021 sampai Juli 2021. Sasaran penelitian ini adalah pengrajin tempe Desa Pliken yang berproduksi selama satu bulan. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling dan diperoleh sebanyak 81 orang pengrajin tempe dengan menggunakan rumus Slovin. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, dan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil dari analisis biaya, penerimaan dan pendapatan menunjukkan total biaya yang dikeluarkan pengrajin sebelum kenaikan harga kedelai sebesar Rp7.739.364 per bulan, dan setelah kenaikan harga kedelai sebesar Rp11.883.809 per bulan. Berdasarkan uji asumsi klasik terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan biaya produksi seperti harga kedelai, upah tenaga kerja keluarga, upah tenaga kerja luar keluarga, harga bensin dan harga daun pisang. Sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh terhadap kenaikan biaya produksi adalah harga ragi, harga plastik dan harga kertas bekas.

Tempe is a typical Indonesian food made fermented soybeans. Tempe is a good source of nutrition because it contains protein, carbodydrates, fat, vitamins and minerals needed by the body. Soybean used to make tempe must be of good quality. Pliken Village is a tempe production center, because it has the highest number of tempe craftsmen in Banyumas Regency. With the increase in soybean prices which have continued to increase lately, the tempe business has decreased due to lack of capital to continue the business. The purpose of this research are to: 1). Knowing the amount of costs, revenues and income before and after increase in soybean prices in the tempe production business in Pliken Village. 2). Knowing the factors that affect the increase in tempe production costs. The researh was carried out in Pliken Village from May 2021 to July 2021. The target of this research is the tempe craftsmen of Pliken Village who produce for one month. The sampling method uses simple random sampling technique and obtained by respondents as many as 81 craftsmen using the slovin formula. The analytical method used is the analysisno costs and revenues, and multiple linear regression analysis. Based on the results of the analysis of costs, revenues and income shows the total cost incurred by the craftsmen before the increase in soybean prices and after the increase in soybean prices is Rp. 11,883,809 per month. Based on the classical assumption test there are factors that affect the increase in production costs such as soybean prices, family labor wages, wages for non-family workers, gasoline prices, and banana leaf prices. While the factors that do not affect the increase in production costs are the price of yeast, the price of plastic and the price of used paper.

3087634197A1L014020PENGARUH APLIKASI BEBERAPA DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR SO-KONTAN FERT DAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA GENJAH KUNING NIAS Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pemupukan Pupuk Organik Cair (POC) SO- Kontan Fert dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan perkembangan kelapa genjah nias. Penelitian ini dilakukan di Desa Bantarwuni, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan pada Maret 2020 sampai Agustus 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 12 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. POC SO- Kontan Fert dengan rincian; P0 : Tanpa pemupukan, P1 : 2000 ml / pohon, P2 : 4000 ml / pohon, dan P3 : 6000 ml / pohon. Faktor kedua terdiri dari 4 macam dosis pupuk kandang, yaitu; K0 : 0 kg, K1 : 5 kg / pohon; setara 1 ton/ha, K2 : 15 kg / pohon; setara 3 ton/ha, K3 : 25 kg / pohon; setara 5 ton/ha. Variabel yang diamati antara lain : tinggi tanaman, jumlah daun, lingkar lilit batang, dan kandungan klorofil tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F pada taraf 5% dan dilanjutkan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang sapi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan kelapa genjah kuning Nias yang diamati. Perlakuan POC SO Kontan Fert menunjukkan hasil yang berbeda nyata terhadap variable kehijauan daun, tetapi tidak berbeda nyata dengan variable lain. Nilai kehijauan tertinggi 65 SPAD unit dicapai oleh POC 6000 ml. Interaksi POC SO Kontan Fert dan pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan kelapa genjah kuning Nias yang diamati.Research to determine the effect of fertilizing doses of Liquid Organic Fertilizer (POC) SO-Kontan Fert and manure on the growth and development of the Nias yellow dwaft coconut. This research was conducted in Bantarwuni Village, Kembaran District, Banyumas Regency. This study was conducted from March 2020 to August 2020. The design used a randomized completed block design (RCBD) with 12 treatments and was repeated 3 times. Liquid Organic Fertilizer (POC) SO-Kontan Fert with details; P0: No fertilization, P1: 2000 ml/tree, P2: 4000 ml/tree, and P3: 6000 ml/tree. The second factor consisted of 4 different doses of manure, namely; K0 : 0 kg, K1 : 5 kg / tree; equivalent to 1 ton/ha, K2 : 15 kg/tree; equivalent to 3 tons/ha, K3: 25 kg/tree; equivalent to 5 tons/ha. The results showed that farmyard mannure treatment had no significant effect on the growth of the observed Nias yellow dwaft coconut. The POC SO Kontan Fert treatment showed significantly different results on the greenness of the leaves, but not significantly different from the other variables. The highest greenish value of 65 SPAD units was achieved by POC 6000 ml. The interaction of POC SO Kontan Fert and farmyard manure had no significant effect on the growth of the Nias yellow dwaft coconut.
3087734214A1D017130Studi Kandungan Unsur Hara P dan Serapannya Oleh Tanaman Padi di Wilayah Sub DAS Serayu Kecamatan Kesugihan Kabupaten CilacapTanaman padi membutuhkan asupan nutrisi berupa unsur hara sebagai faktor pendukung pengkembangannya. Unsur hara fosfor merupakan hara esensial tanaman yang menjadi faktor pembatas pada pertumbuhan tanaman padi. Pemberian unsur hara P dapat ditentukan berdasarkan hasil analisis tanah atau melihat status hara P dari peta status hara. Penelitian bertujuan untuk : (1) mengetahui sebaran unsur hara fosfor di lahan sawah Sub DAS Serayu Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, (2) mengetahui ketersediaan fosfor tanah dan serapan fosfor pada tanaman padi di Sub DAS Serayu Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, dan (3) menentukan rekomendasi pemberian pupuk P yang tepat untuk lahan sawah di Sub DAS Serayu Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2020 hingga April 2021 di Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap dan Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilakukan dengan metode survei lapangan dan Purposive sampling. Titik sampel ditentukan atas dasar Satuan Lahan Homogen (SLH) dengan skala 1:50.000 yang didapatkan dari hasil Overlay PetaAdministrasi, Peta Penggunaan Lahan, Peta Kemiringan Lereng, dan Peta Jenis Tanah. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit disetiap lokasi pengamatan. Pengambilan tanah dan tanaman dilakukan pada masa vegetatif tanaman, yaitu usia 35-55 HST, disesuaikan dengan varietas. Varietas padi yang digunakan yaitu Inpari 32, Pandanwangi, Mapan, Ciherang, Situbagendit, Padi TW, Logawa, dan IR 64. Variabel penelitian yaitu pH H2O, pH KCL, P-total, P-tersedia, kadar serapan P oleh tanaman dan hasil tanaman padi. Hasil penelitian menunjukkan sebaran P-tersedia tanah berstatus sangat rendah, rendah dan sangat tinggi. Rekomendasi pemupukan P pada SLH 5 yaitu pemupukan fosfat sebesar 39 kg P2O5/ha atau setara dengan 108 kg SP-36/ha atau 87 kg TSP/ha. Pada SLH 6 yaitu pemupukan fosfat sebesar 48 kg P2O5/ha atau setara dengan 133 kg SP-36/ha atau 107 kg TSP/ha. Pada SLH lainnya cukup dengan pemupukan fosfat sebesar 50 kg/ha SP-36/TSP sebagai bentuk perawatan. Rice plants need nutrient intake in the form of nutrients as a contributing factor. Nutrient phosphorus is an essential nutrient of plants which is a limiting factor in the growth of rice plants. The provision of nutrient P can be determined based on the results of soil analysis or see the status of nutrient P from the hara status map. The research of this study were to: (1) knowing the distribution of phosphorus nutrients in the rice fields of Sub watershed Serayu Kesugihan District, Cilacap Regency, (2) know the availability of soil phosphorus and phosphorus uptake in rice plants in Sub watershed Serayu Kesugihan District, Cilacap Regency, and (3) determine the recommendation of providing proper P fertilizer for rice fields in Sub watershed Serayu Kesugihan District, Cilacap Regency. The research was carried out from December 2020 to April 2021 in Kesugihan District, Cilacap Regency and the Laboratory of Soil and Land Resources, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. The research was conducted by field survey methods and Purposive sampling. Sample point is determined on the basis of Homogeneous Land Units (SLH) with a scale of 1:50,000 obtained from the results of overlay Administration Maps, Land Use Map, Slope Map, and Soil Types Map. Soil sampling was carried out in a composite manner at each observation location. Soil and plant sampling was carried out during the vegetative period at the age of 35-55 days, adapted to the variety. Rice varieties used include Inpari 32, Pandanwangi, Mapan, Ciherang, Situbagendit, Padi TW, Logawa, and IR 64. The research variables were pH H2O, pH KCl, P-total soil, P-available soil, P absorption by plants and rice yields. The results showed that the distribution of P-available soil had a very low, low and very high status. Recommendation of fertilization in SLH 5 is phosphate fertilization of 39 kg P2O5 / ha or equivalent to 108 kg SP-36 / ha or 87 kg TSP / ha. In SLH 6, phosphate fertilization is 48 kg of P2O5 /ha or equivalent to 133 kg of SP-36 /ha or 107 kg of TSP / ha. In other SLH is enough with phosphate fertilization of 50 kg / ha SP-36 / TSP as a form of treatment.
3087834215F1B017057IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN KEMBALI BERSEKOLAH (GKB) DI KABUPATEN BREBES (STUDI KASUS DI KECAMATAN BANTARKAWUNG)Upaya mengembalikan anak tidak sekolah di Kabupaten Brebes melalui program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB). Salah satu wilayah yang mengimplementasikan program GKB yaitu Kecamatan Bantarkawung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) di Kecamatan Bantarkawung berdasarkan perspektif What’s Happening yang merupakan teori dari Ripley dan Franklin. Metode penelitian digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pemilihan informan berdasarkan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis alir.
Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) di Kecamatan Bantarkawung belum berjalan optimal. Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Tingkat Kecamatan belum menjalankan tugasnya secara maksimal. Program GKB mempunyai tujuan yang jelas, akan tetapi belum semua implementor memahami tujuan program karena sering terjadi mutasi jabatan. Kesulitan untuk membujuk anak tidak sekolah supaya kembali ke sekolah karena kekurangan ekonomi, kemampuan individu dan lingkungan pergaulan. Komunikasi dan koordinasi antar aktor pelaksana ditingkat kecamatan belum berjalan efektif. Kondisi ekonomi keluarga yang lemah menyebabkan kurangnya perhatian keluarga terhadap kebutuhan sekolah anak. Setelah diadakan sosialisasi program, terdapat orang tua yang menangguhkan bahkan membatalkan sebagai penerima program karena mempertimbangkan biaya. Komunikasi dan koordinasi aktor pelaksana dengan kelompok sasaran belum berjalan efektif serta keterbatasan sumber daya anggaran pemerintah kabupaten.
Kata Kunci: Implementasi kebijakan, Program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB)
Efforts to return children out of school in Brebes Regency through Gerakan Kembali Bersekolah Program (GKB). One area that implements the GKB program is Bantarkawung District. The purpose of this research is to find out the implementation of the Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) program in Bantarkawung District based on the What's Happening perspective which is the theory of Ripley and Franklin. Method that is used in this research is a qualitative method. Selection of informants using purposive sampling and snowball sampling techniques. Collecting data using interviews, observation, and documentation. The data analysis method used is the flow analysis method.
The results showed that the implementation of the Gerakan Kembali Bersekolah Program (GKB) in Bantarkawung District had not run optimally. The District Education Care Community Forum (FMPP) has not carried out its duties optimally. The GKB program has a clear goal, but not all implementers understand the program's objectives because there are frequent job transfers. Difficulty in persuading out-of-school children to return to school due to lack of economy, individual abilities and social environment. Communication and coordination between implementing actors at the sub-district level has not been effective. Weak family economic conditions lead to a lack of family attention to children's school needs. After the program socialization was held, there were parents who postponed and even canceled as program recipients because they considered costs. Communication and coordination of implementing actors with the target group has not been effective and limited budgetary resources from the district government.
Keywords: Policy implementation, Gerakan Kembali Bersekolah Program (GKB)
3087934216K1C017022EFEK PENAMBAHAN SILIKA SEKAM PADI TERHADAP KUALITAS ASPAL PENETRASI 60/70 DITINJAU DARI SIFAT MEKANIK DAN MORFOLOGI
Sekam padi merupakan salah satu sumber penghasil silika terbesar berpotensi sebagai bahan pembuatan silika gel. Penambahan silika sekam padi terhadap aspal penetrasi 60/70 sudah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sintesis paduan silika sekam padi sebagai filler aspal penetrasi 60/70. Penelitian ini menggunakan metode sol gel dengan meninjau pengaruh silika sekam padi terhadap sifat mekanik yang meliputi kuat tekan dan sifat optik meliputi struktur morfologi permukaan. Perbandingan yang digunakan dalam pembuatan paduan aspal silika sekam padi yaitu 1 : 1,5 dan 1 : 2. Pengujian sampel dilakukan menggunakan Universal Testing Machine (UTM) untuk uji mekanik dan Scanning Electron Microscope (SEM) untuk uji optik. Penambahan silika sekam padi dengan variasi komposisi 1 : 2 mengalami peningkatan pada pengujian kuat tekan. Penambahan silika sekam padi variasi komposisi 1 : 2 permukaan aspal lebih banyak dilapisi oleh silika sekam padi pada pengujian morfologi.Rice husk is one of the largest sources of silica producing potential as a material for making silica gel. The addition of rice husk siica to 60/70 penetration asphalt has been carried out with the aim of knowing the synthesis of rice husk silica alloy as a 60/70 penetration asphalt filler. This study uses the sol gel method by reviewing the effect of rice husk silica on mechanical properties including compressive strenght and optical properties including surface morphology structure. The comparisons used in the manufacture of rice husk silica asphalt mixture are 1 : 1,5 and 1 : 2. Sample testing was carried out using the Universal Testing Machine (UTM) for mechanical testing and Scanning Electrone Microscope (SEM) for optical tests. The addition of rice husk silica with a composition variation of 1 : 2 increased in the compressive strenght test. The addition of rice husk silica with a composition variation of 1 : 2, The asphalt surface was coated with more rice husk silica in the morphological test.
3088034217A1C015042RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL IRIGASI BERBASIS KELEMBABAN TANAH PADA TANAMAN HORTIKULTURA
UNTUK LAHAN BERPASIR
Pertambahan jumlah penduduk di Indonesia mengalami kenaikan setiap tahunnya. Sejalan dengan itu, kebutuhan akan lahan untuk tempat tinggal dan juga industri tentunya semakin bertambah. Hal ini menyebabkan lahan pertanian terus berkurang karena maraknya konversi lahan untuk untuk tempat tinggal, industri dan lainnya sehingga produktivitas pertanian dan ketersediaan pangan mengalami penurunan. Kondisi tersebut menjadikan lahan marginal di wilayah pesisir pantai mulai banyak digunakan sebagai media alternatif untuk pengolahan lahan pertanian. Lahan marginal dapat dimanfaatkan dengan baik jika menggunakan teknologi yang tepat, salah satunya yaitu teknologi irigasi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk 1) merancang, membuat dan menguji sistem kontrol irigasi pada tanaman hortikultura berdasarkan sensor kelembaban tanah untuk lahan berpasir, 2) mengetahui kinerja sistem kontrol irigasi pada tanaman hortikultura berdasarkan sensor kelembaban tanah untuk lahan berpasir.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2019 di Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian dilakukan dengan metode design and development yang terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap perencanaan, produksi, dan evaluasi. Variabel yang diamati dari penelitian ini yaitu simulasi relay pompa irigasi dan tandon, kinerja alat sistem penyiraman tanaman, serta kinerja sistem pengisian tandon air.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kontrol irigasi berdasarkan kelembaban tanah berhasil dibuat dan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan diagram alir sistem yang telah dirancang. Sistem dapat menyalakan dan mematikan pompa irigasi secara otomatis pada masing-masing set point yang ditentukan, yaitu pompa irigasi ON jika nilai kelembaban tanah kurang dari batas bawah (bb) dan pompa irigasi OFF jika nilai kelembaban tanah lebih dari batas atas (ba).
The population growth in Indonesia has increased every year. In line with that, the need for land for housing and industry is certainly increasing. This causes agricultural land to continue to decrease due to rampant land conversion for housing, industry, and others so that agricultural productivity and food availability have decreased. This condition makes marginal land in coastal areas widely used as an alternative medium for processing agricultural land. Marginal land can be utilized properly if using the right technology, one of which is crop irrigation technology. This study aims to 1) design, manufacture and test irrigation control systems for horticultural crops based on soil moisture sensors for sandy soils, 2) determine the performance of irrigation control systems for horticultural crops based on soil moisture sensors for sandy soils.
This research was conducted in July - August 2019 at the Laboratory of Agricultural Equipment and Machinery, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research was conducted using the design and development method which consists of three stages, namely the planning, production, and evaluation stages. Variables observed from this study were a simulation of relay irrigation pumps and reservoirs, the performance of plant watering system tools, and the performance of water reservoir filling systems.
The results showed that the irrigation control system based on soil moisture was successfully created and could run well according to the system flow diagram that had been designed. The system can turn on and off the irrigation pump automatically at each specified set point, namely the irrigation pump ON if the soil moisture value is less than the lower limit (bb) and the irrigation pump OFF if the soil moisture value is more than the upper limit (ba).