Home
Login.
Artikelilmiahs
34215
Update
BRIGETSA DWI MARISTA
NIM
Judul Artikel
IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN KEMBALI BERSEKOLAH (GKB) DI KABUPATEN BREBES (STUDI KASUS DI KECAMATAN BANTARKAWUNG)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Upaya mengembalikan anak tidak sekolah di Kabupaten Brebes melalui program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB). Salah satu wilayah yang mengimplementasikan program GKB yaitu Kecamatan Bantarkawung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) di Kecamatan Bantarkawung berdasarkan perspektif What’s Happening yang merupakan teori dari Ripley dan Franklin. Metode penelitian digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pemilihan informan berdasarkan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis alir. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) di Kecamatan Bantarkawung belum berjalan optimal. Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Tingkat Kecamatan belum menjalankan tugasnya secara maksimal. Program GKB mempunyai tujuan yang jelas, akan tetapi belum semua implementor memahami tujuan program karena sering terjadi mutasi jabatan. Kesulitan untuk membujuk anak tidak sekolah supaya kembali ke sekolah karena kekurangan ekonomi, kemampuan individu dan lingkungan pergaulan. Komunikasi dan koordinasi antar aktor pelaksana ditingkat kecamatan belum berjalan efektif. Kondisi ekonomi keluarga yang lemah menyebabkan kurangnya perhatian keluarga terhadap kebutuhan sekolah anak. Setelah diadakan sosialisasi program, terdapat orang tua yang menangguhkan bahkan membatalkan sebagai penerima program karena mempertimbangkan biaya. Komunikasi dan koordinasi aktor pelaksana dengan kelompok sasaran belum berjalan efektif serta keterbatasan sumber daya anggaran pemerintah kabupaten. Kata Kunci: Implementasi kebijakan, Program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB)
Abtrak (Bhs. Inggris)
Efforts to return children out of school in Brebes Regency through Gerakan Kembali Bersekolah Program (GKB). One area that implements the GKB program is Bantarkawung District. The purpose of this research is to find out the implementation of the Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) program in Bantarkawung District based on the What's Happening perspective which is the theory of Ripley and Franklin. Method that is used in this research is a qualitative method. Selection of informants using purposive sampling and snowball sampling techniques. Collecting data using interviews, observation, and documentation. The data analysis method used is the flow analysis method. The results showed that the implementation of the Gerakan Kembali Bersekolah Program (GKB) in Bantarkawung District had not run optimally. The District Education Care Community Forum (FMPP) has not carried out its duties optimally. The GKB program has a clear goal, but not all implementers understand the program's objectives because there are frequent job transfers. Difficulty in persuading out-of-school children to return to school due to lack of economy, individual abilities and social environment. Communication and coordination between implementing actors at the sub-district level has not been effective. Weak family economic conditions lead to a lack of family attention to children's school needs. After the program socialization was held, there were parents who postponed and even canceled as program recipients because they considered costs. Communication and coordination of implementing actors with the target group has not been effective and limited budgetary resources from the district government. Keywords: Policy implementation, Gerakan Kembali Bersekolah Program (GKB)
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save