Home
Login.
Artikelilmiahs
34195
Update
DEVILTHA NAYA DEVARA
NIM
Judul Artikel
PENGARUH METODE MIKROENKAPSULASI TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA MIKROKAPSUL EKSTRAK ETANOL TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan salah satu komoditas yang penggunaannya sangat meluas di kalangan masyarakat Indonesia dikarenakan komponen utama kurkuminoid dan minyak atsiri yang berkhasiat sebagai antibakteri dan antioksidan, serta penangkal senyawa-senyawa radikal bebas. Untuk mempertahankan kandungan bioaktif dalam temulawak, dapat melalui teknologi mikroenkapsulasi, yakni teknik menyalut suatu senyawa dengan suatu polimer pada ukuran mikro agar bahan inti terlindungi dari pengaruh eksternal, seperti proses oksidasi, dan paparan sinar UV, sehingga dapat memperpanjang umur penyimpanan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk 1) Mengetahui pengaruh metode mikroenkapsulasi terhadap sifat tingkat kelarutan, waktu larut, total fenol, kadar kurkumin, dan kapasitas penangkapan radikal DPPH dari mikrokapsul ekstrak etanol temulawak; 2) Mengetahui perlakuan terbaik yang dihasilkan dari penerapan metode mikroenkapsulasi terhadap sifat tingkat kelarutan, waktu larut, total fenol, kadar kurkumin, dan kapasitas penangkapan radikal DPPH dari mikrokapsul ekstrak etanol temulawak. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan acak kelompok (RAK) nonfaktorial. Faktor yang diteliti yakni metode mikroenkapsulasi, yang terdiri dari sonikasi selama 10 menit (A), 20 menit (B), 30 menit (C), serta homogenisasi selama 5 menit (D), 10 menit (E), dan 15 menit (F). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tingkat kelarutan, waktu larut, total fenol, kadar kurkumin, dan kapasitas penangkapan radikal DPPH. Analisis data menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji lanjut DMRT pada taraf 5% serta perlakuan terbaik mengggunakan uji indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode mikroenkapsulasi berpengaruh nyata terhadap tingkat kelarutan, waktu larut, total fenol, dan kadar kurkumin. Perlakuan terbaik yaitu D (homogenisasi selama 5 menit) dengan rata-rata tingkat kelarutan sebesar 91%, waktu larut selama 129,25 detik, total fenol sebesar 80,512 mg GAE/g, kadar kurkumin sebesar 42,161 mg/g, dan kapasitas penangkapan radikal DPPH sebesar 81,36%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Temulawak (curcuma xanthorrhiza Roxb.) is one type of comodity that often used by the people of Indonesia because of the main components are curcuminoids and essential oils which have antibacterial and antioxidant properties, as well as antidote to free radical compounds. To maintain their presence of bioactive content, microencapsulation technology can be used, a technique that coating a compound with a polymer at a micro size to protect the core material from external influences, such as oxidation, and UV exposure, thus extending storage life. This study aims to 1) Determine the effect of microencapsulation methods on the characteristic of solubility level, dissolving duration, total phenol, curcumin levels, and DPPH radical scavenging activity from microcapsule of temulawak ethanol extract; 2) Determine the best treatment of microencapsulation methods on characteristic of solubility level, dissolving duration, total phenol, curcumin levels, and DPPH radical scavenging activity from microcapsule of temulawak ethanol extract. The experimental design used was a Randomized Block Design (RAK). Factors that sonication for 10 minute (A), 20 minutes (B), 30 minutes (C), and homogenization for 5 minutes (D), 10 minutes (E), and 15 minutes (F). The variables observed in this study were solubility level, dissolving duration, total phenol, curcumin levels, and DPPH radical scavenging activity. Data analysis used analysis of variance (ANOVA) and further testing of DMRT at 5% and the best treatment used the efficiency index test. The best treatment was D (homogenization for 5 minutes) with an average solubility rate was 91%, dissolving duration was 129,25 phenolic content was 80,512 mg GAE/g, curcumin content was 42,161 mg/g, and DPPH radical scavenging activity was 81,36%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save