Home
Login.
Artikelilmiahs
34205
Update
SAFIRA SAQINA
NIM
Judul Artikel
Uji Sifat Fisik dan Mekanik Kemasan Telur Berbahan Baku Limbah Tongkol Jagung
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pembuatan kemasan telur pada umumnya berbahan dasar kertas dan plastik. Penggunaan kemasan dengan bahan kertas yang terbuat dari kayu diprediksi akan mengakibatkan ekploitasi hutan secara besar-besaran. Sedangkan kemasan plastik diketahui merupakan sampah yang paling banyak dibuang oleh manusia dan dapat menimbulkan masalah lingkungan karena plastik tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme tanah karena itu perlu mendapatkan perhatian khusus. Maka solusi yang ditawarkan dari penelitian ini adalah dengan memanfaatkan limbah tongkol jagung untuk bahan baku pembuatan egg tray yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi jumlah kadar perekat tepung kanji dan ukuran bubur pulp terhadap nilai sifat fisik dan mekanik kemasan telur berbahan limbah tongkol jagung dan mengetahui kombinasi jumlah kadar perekat tepung kanji dan ukuran bubur pulp yang menghasilkan nilai sifat fisik dan mekanik kemasan telur berbahan limbah tongkol jagung terbaik. Proses pembuatan kemasan telur meliputi pembuatan dan perancangan kemasan telur menggunakan SolidWorks, pemotongan bahan baku, pemasakan bahan baku menjadi bubur kertas, pemberian perekat dan pengeringan kemasan. Variabel pengujian kemasan meliputi uji fisik (gramatur, ketebalan, densitas, daya serap air) dan uji mekanik menggunakan Universal Testing Machine (uji tarik, modulus elastisitas, sobek dan tekan). Rancangan percobaan pada penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu komposisi perekat yang terdiri dari 3 taraf yaitu 30 gr, 40 gr dan 50 gr (diberikan ke dalam 280 g pulp) dan ukuran serbuk yang terdiri dari 2 taraf yaitu 20 dan 60 mesh. Penelitian pada sampel dilakukan 3 kali pengulangan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perekat tepung kanji dan ukuran bubur pulp berpengaruh signifikan terhadap sifat fisik kemasan (Gramatur, Densitas, Ketebalan dan Daya Serap Air) dan sifat mekanik (Uji Ketahanan Tarik, Modulus Elastisitas, Uji Ketahanan Sobek, dan Uji Ketahanan Tekan pada Kuat Tekan) dimana p-value < 0,05. Komposisi pada hasil sifat fisik pengukuran gramatur dari enam perlakuan telah memenuhi standar SNI 8128:2015 tentang kertas karton kemasan pangan dan memiliki gramatur tertinggi sebesar sebesar 417,78 g/m2 pada perlakuan P1S2 (60 mesh dan 50 g perekat), densitas sebesar 522,93 kg/m3 pada perlakuan P3S2 (60 mesh dan perekat 50 g), ketebalan sebesar 1,90 mm, yaitu perlakuan P1S2 (60 mesh dan perekat 30 g) dan daya serap air sepanjang 50,33 dalam waktu 10 menit pada perlakuan P3S2 (20 mesh dan 50 g prekat). Komposisi terbaik pada hasil sifat mekanik pengukuran ketahanan tarik sebesar 9,21 Mpa dengan pertambahan panjang 1,85%, modulus elastisitas sebesar 611,35 Mpa, ketahanan sobek sebesar 1,83 Mpa dengan pertambahan panjang 1,83% dan ketahanan kuat tekan sebesar 0,82 Mpa pada perlakuan P3S2 (20 mesh dan 50 g perekat).
Abtrak (Bhs. Inggris)
The manufacture egg packaging is generally made of paper and plastic. The use of paper packaging made of wood is predicted to lead to massive forest exploitation. While plastic packaging is known to be the most waste disposed of by humans and can cause environmental problems because plastic cannot be decomposed by soil microorganisms and therefore needs special attention. So the solution offered from this research is to utilize corncob waste as raw material for making environmentally friendly egg trays. The purpose of this study was to determine the combination and its effect on the amount of starch adhesive content and the size of the pulp on the physical and mechanical properties of egg packaging made from corncob waste. The egg packaging manufacturing process includes the manufacture and design of egg packaging using SolidWorks, cutting raw materials, cooking raw materials into paper pulp, applying adhesives, and drying the packaging. The packaging testing variables include physical tests (grammage, thickness, density, water absorption) and mechanical tests using the Universal Testing Machine (tensile, tear, and compressive tests). The experimental design in this study used a completely randomized design (CRD) with two factors, namely adhesive composition consisting of 3 levels, namely 30 gr, 40 gr, and 50 gr, and powder size consisting of 2 levels, namely 20 and 60 mesh. Research on the sample was carried out three times the experiment repetition. The results showed that the combination of starch adhesive and pulp size had a significant effect on the physical properties of the packaging (Gramature, Density, Thickness, and Water Absorption) and mechanical test (Test of Tensile Streng, Modulus of Elasticity, Tear Strength Test, and Compressive Strength Test) where p-value < 0.05. The composition of the results of the physical properties of grammage measurements of the six treatments has met the standard of SNI 8128:2015 regarding food packaging paperboard and has the highest grammage of 417,78 g/m2 in the P1S2 treatment (60 mesh and 50 g adhesive), the density is 522, 93 kg/m3 in P3S2 treatment (60 mesh and 50 g adhesive), a thickness of 1.90 mm, namely P1S2 treatment (60 mesh and 30 g adhesive) and 50.33 water absorption in 10 minutes in P3S2 treatment ( 20 mesh and 50 g of adhesive). The best composition on the results of the mechanical test measurement of tensile strength is 9.21 Mpa with an increase in length of 1.85%, modulus of elasticity is 611.35 Mpa, tear strength is 1.83 Mpa with an increase in length of 1.83% and compressive strength test is 0. ,82 Mpa in P3S2 treatment (20 mesh and 50 g adhesive).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save