Artikelilmiahs

Menampilkan 30.821-30.840 dari 50.060 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3082134157E1A017062KESADARAN HUKUM MASYARAKAT TERHADAP MANFAAT KARTU IDENTITAS ANAK (KIA) DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN
(Studi Di Desa Palabuan, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka)
KESADARAN HUKUM MASYARAKAT TERHADAP MANFAAT KARTU IDENTITAS ANAK (KIA) DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN
(Studi Di Desa Palabuan, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka)

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran hukum masyarakat terhadap manfaat Kartu Identitas Anak (KIA) dalam pelayanan administrasi kependudukan dan pengaruh faktor pendidikan, faktor kedisiplinan dan faktor motivasi terhadap kesadaran hukum masyarakat tentang manfaat Kartu Identitas Anak (KIA) di Desa Palabuan, Kec.Sukahaji, Kab. Majalengka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Palabuan, Kec. Sukahaji, Kab. Majalengka dengan responden sebanyak 40 warga. Pengambilan sampel penelitian menggunakan multistage random sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode angket, dokumenter dan kepustakaan. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan metode coding, editing, dan tabulasi serta dianalisis dengan distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum masyarakat terhadap manfaat Kartu Identitas Anak (KIA) dalam pelayanan administrasi kependudukan di Desa Palabuan, Kec. Sukahaji, Kab. Majalengka adalah sedang. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 4 (empat) indikator meliputi tingginya pengetahuan hukum masyarakat, tingginya pemahaman hukum masyarakat, banyaknya sikap hukum masyarakat yang kurang setuju, dan banyaknya perilaku hukum masyarakat yang kurang sesuai terhadap manfaat Kartu Identitas Anak (KIA) dalam pelayanan administrasi kependudukan. Faktor pendidikan cenderung tidak berpengaruh terhadap tingkat kesadaran hukum masyarakat tentang manfaat Kartu Identitas Anak (KIA), sedangkan faktor kedisiplinan dan faktor motivasi cenderung berpengaruh secara positif terhadap tingkat kesadaran hukum masyarakat tentang manfaat Kartu Identitas Anak (KIA) dalam pelayanan administrasi kependudukan.

Kata Kunci: Kartu Identitas Anak (KIA); Kedisiplinan; Kesadaran Hukum Masyarakat, Pendidikan, kedisiplinan, Motivasi;
PUBLIC LEGAL AWARNESS OF THE BENEFIT OF CHILD IDENTITY CARD IN POPULATION ADMINISTRATION SERICES (STUDY AT DESA PALABUAN KEC.SUKAHAJI KAB.MAJALENGKA)

ABSTRACT

This study aims to determine the legal awareness of the community towards the benefit of child identity card in population administration serices in village palabuan, sukahaji sub-district majalengka and the factor that tend to influence public legal awareness of the benefit of child identity card in population administration serices in village palabuan, sukahaji sub-district majalengka. This research uses quantitative tesearch methods with a sociological juridical approach and descriptive research specifications. This research took place in village palabuan sukahaji sub-district majalengka with 40 residents as respondents.This research sample was taken using multistage random sampling. Types and sources of data include primary data and secondary data obtained by questionnsire, documentary and literature methods. The collected data were processed using coding, editing, and tabulation methods and analyzed by analysis frequency distribution, cross-table analysis, content analysis and comparison analysis. The results showed that the level of legal awareness of the community towards the benefit of child identity card in population administration serices in village palabuan, sukahaji sub-district majalengka district in medium. This is evidenced by the results of research on 4 (four) indicators including high legal knowledge of the community, a high understanding of community law. The influence of educational factor tends to have no effect on the level of public legal awareness about the benefits of child identity card, while discipline and motivation factor tend to have a positive effect on the benefits of child identity card in population administration services.

Keywords: Legal Awareness; Public; child identity card; educational; discipline; motivation.
3082234159E1A116041KEDUDUKAN SULTAN YOGYAKARTA SEBAGAI KEPALA PEMERINTAHAN BERDASARKAN UNDANG – UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG KEISTIMEWAAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTABentuk negara Indonesia adalah kesatuan sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 ayat (1) UUD NRI 1945, “Negara Indonesia adalah Kesatuan yang berbentuk Republik.” Negara Kesatuan Republik Indonesia terbagi atas daerah – daerah provinsi, dan daerah – daerah provinsi itu terbagi lagi menjadi daerah – daerah kabupaten dan kota. Setiap daerah kabupaten dan kota mempunyai struktur pemerintahan daerah masing – masing yang diatur dan ditetapkan oleh undang – undang. Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 18B ayat (1) sesudah amandemen disebutkan bahwa, “Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintah daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dengan undang-undang”. Ketentuan tersebut yang menjadi dasar hukum Daerah Istimewa Yogyakarta. Mengingat luasnya wilayah Indonesia, UUD NRI 1945 telah memberikan landasan konstitusional mengenai penyelenggaraan pemerintah daerah di Indonesia yang dituangkan dalam Undang-Undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu daerah istimewa di Indonesia. Hal tersebut diatur dalam Undang – Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan ketentuan tersebut menyatakan bahwa yang berhak menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur adalah Sultan Hamengku Buwono dan Adipati Paku Alam, jadi pemerintah hanya mengakui Sultan dan Adipati Paku Alam yang bertahta sebagai calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Indonesia yang menganut konsep negara kesatuan tidak mengenal adanya negara bagian atau tidak ada negara di dalam negara, dan pemerintahan yang berdaulat hanya ada satu yaitu pemerintah pusat yang memiliki kekuasaan serta wewenang tertinggi dalam bidang pemerintahan negara baik di pusat maupun daerah.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi deskriptif analitis, sumber data yang digunakan data primer dan sekunder, data yang terkumpul disajikan dengan uraian yang sistematis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan didapati bahwa hanya yang bertakhta sebagai Sri Sultan Hamengku Bowono yang dapat mengisi jabatan sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Kewenangan gubernur lebih lanjut diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah.

Kata Kunci : Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepala Daerah, Pemerintahan Daerah
The form of the Indonesian state is unitary as stated in Article 1 paragraph (1) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, "The Indonesian State is a Unity in the form of a Republic". The Unitary State of the Republic of Indonesia is divided into provincial regions, and the provincial regions are further divided into regencies and cities. Each district and city has its own regional government structure which is regulated and determined by law. In the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia Article 18B paragraph (1) after the amendment it is stated that, "The state recognizes and respects special or special regional government units that are regulated by law". These provisions are the legal basis for the Special Region of Yogyakarta. Given the vast territory of Indonesia, 1945 Constitution of the Republic of Indonesia has provided a constitutional basis for the administration of local government in Indonesia as outlined in Law No. 23 of 2014 concerning Regional Government.
The Special Region of Yogyakarta is one of the special regions in Indonesia. This is regulated in Law Number 13 of 2012 concerning the Privileges of the Special Region of Yogyakarta. Based on this provision, it is stated that those who are entitled to become Governor and Deputy Governor are Sultan Hamengku Buwono and Adipati Paku Alam, so the government only recognizes the Sultan and Duke of Paku Alam who are on the throne as candidates for Governor and candidates for Deputy Governor of the Special Region of Yogyakarta (DIY).
Indonesia, which adheres to the concept of a unitary state, does not recognize the existence of states or states within the state, and there is only one sovereign government, namely the central government which has the highest power and authority in the field of state government, both at the center and in the regions.
This study uses a normative juridical approach, with analytical descriptive specifications, the data sources used are primary and secondary data, the data collected is presented in a systematic description with qualitative normative methods. Based on the results of research and discussion, it was found that only those who enthroned as Sri Sultan Hamengku Bowono could fill the position as Governor of the Special Region of Yogyakarta. The governor's authority is further regulated in Law Number 23 of 2014 concerning Regional Government.

Keywords Special Region of Yogyakarta, Regional Leader, Local Government
3082334160F1B017073Efektivitas Pelaksanaan Program Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) Terhadap Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Di Desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag Kabupaten PurworejoPenelitian ini berjudul “Efektivitas Pelaksanaan Program Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) Terhadap Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Di Desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kemiskinan di wilayah perdesaan yang kemudian dilaksanakan suatu kebijakan publik yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di desa yaitu melalui pelaksanaan Program Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP). Agar program tersebut pelaksanaannya efektif maka diperlukan dukungan dari pelaksana program dan penerima program untuk melakukan pengembangan UMKM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang signifikan dan positif antara efektivitas pelaksanaan Program Usaha Eknomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) terhadap pengembagan UMKM di Desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo.
Sasaran dalam penelitian ini adalah masyarakat penerima program usaha ekonomi desa simpan pinjam (ued-sp) di Desa Ketawangrejo. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling. Besarnya jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 40 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu kuisioner, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu Uji Asumsi Klasik, Uji Korelasi Pearson, dan Regresi Linier Sederhana.
Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa : terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara efektivitas pelaksanaan program usaha ekonomi desa simpan pinjam (ued-sp) terhadap pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (umkm). Hal ini dapat dilihat dari hasil korelasi pearson sebesar 0,432 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sedang dan positif antara Efektivitas Pelaksanaan Program Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (ued-sp) terhadap Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (umkm). Hasil uji t menunjukkan bahwa untuk nilai Sig. sebesar 0,005 (0,005 < 0,05) maka signifikan. Untuk nilai t hitung sebesar 2,952. Nilai t hitung lebih besar dari t table (2,952 > 2,024), maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis untuk H0 ditolak dan Ha terbukti diterima. Dan hasil uji determinasi menunjukkan bahwa besaran pengaruh antara Efektivitas Pelaksanaan Program Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) (X) terhadap Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) (Y) adalah sebesar 0,165 atau 16,5% sedangkan 83,5% tidak diteliti pada penelitian ini. Meskipun demikian, kegiatan perguliran tidak lancar dimana para penerima program tidak disiplin dalam membayar cicilan per bulan sehingga pelaksana program berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan simpan pinjam agar perguliran tetap dapat berjalan meskipun tidak lancar.

Kata Kunci : efektivitas pelaksanaan, program usaha ekonomi desa simpan pinjam (ued-sp), dan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (umkm)
This research is entitled "The Effectiveness of the Implementation of the Savings and Loans Village Economic Business Program (UED-SP) on the Development of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Ketawangrejo Village, Grabag District, Purworejo Regency". This research was motivated by the high rate of poverty in rural areas which was then implemented a public policy aimed at alleviating poverty in the village, namely through the implementation of the Savings and Loans Village Economic Business Program (UED-SP). In order for the program to be effective, it requires support from program implementers and program recipients to develop MSMEs. The purpose of this study was to determine the significant and positive influence between the effectiveness of the implementation of the Savings and Loan Village Economic Business Program (UED-SP) on the development of MSMEs in Ketawangrejo Village, Grabag District, Purworejo Regency.
The target in this study is the community who receive the savings and loan village economic business program (ued-sp) in the village of Ketawangrejo. The sampling technique was carried out using a random sampling technique. The number of samples in this study was 40 respondent. The research method used is associative with a quantitative approach. Data collection methods used are questionnaires, observation, and documentation. Data analysis techniques are Classical Assumption Test, Pearson Correlation Test, and Simple Linear Regression.
Based on the results of the analysis, it can be concluded that: there is a significant and positive influence between the effectiveness of the implementation of the savings and loan village economic business program (UED-SP) on the development of micro, small and medium enterprises (MSMEs). This can be seen from the results of the Pearson correlation of 0.432 which indicates that there is a moderate and positive relationship between the Effectiveness of the Implementation of the Savings and Loans Village Economic Business Program (UED-SP) on the Development of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). The results of the t test show that for the value of Sig. of 0.005 (0.005 < 0.05) then it is significant. For the value of t count is 2,952. The value of t count is greater than t table (2,952 > 2,024), it can be concluded that the hypothesis for H0 is rejected and Ha is proven to be accepted. And the results of the determination test show that the magnitude of the influence between the Effectiveness of the Implementation of the Savings and Loans Village Economic Business Program (UED-SP) (X) on the Development of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) (Y) is 0.165 or 16.5% while 83.5 % was not investigated in this study. However, the revolving activities were not smooth, where the program recipients were not disciplined in paying monthly installments so that the program implementers tried hard to meet the savings and loan needs so that the revolving could still run even though it was not smooth.

Keywords: implementation effectiveness, savings and loan village economic business program (ued-sp), and development of micro, small and medium enterprises (msme) development.
3082434161A1D017068APLIKASI PUPUK NPK ZEO GRANUL DENGAN BERBAGAI DIAMETER UNTUK MENINGKATKAN SERAPAN P SERTA HASIL BAWANG MERAH PADA ULTISOLBawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang
mempunyai nilai ekonomis tinggi. Salah satu teknik budidaya tanaman yang penting dalam upaya
peningkatan produksi bawang merah yang optimal adalah dengan pemupukan. Pupuk NPK-Zeo
Granul merupakan pupuk yang dirakit menggunakan bahan N dari urea, P dari BFA terasidulai,
zeolit alam dan vertisol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk
NPK Zeo Granul berbagai diameter dan pemberian kompos terhadap serapan P dan hasil bawang
merah, dan menentukan diameter pupuk NPK-Zeo Granul paling baik pengaruhnya terhadap
serapan P dan hasil bawang merah. Penelitian telah dilaksanakan sejak Februari 2021 hingga Mei
2021 di Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, antara lain: screenhouse A5,
Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan, serta Laboratorium Agronomi dan Hortikultura.
Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan 2 faktor
dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu pemberian pupuk NPK-Zeo Granul yang dirakit dengan
perbedaan diameter yaitu 1 mm, 2 mm, 3 mm, 4 mm, 5 mm dan tanpa pemberian pupuk NPK-Zeo
Granul (kontrol). Faktor kedua adalah pemberian kompos dan tanpa pemberian kompos (kontrol).
Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu serapan P, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk,
bobot basah akar, bobot kering akar, bobot basah umbi, bobot kering umbi, dan klorofil. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa: pemberian pupuk NPK-Zeo Granul dengan berbagai diameter
dapat meningkatkan hasil serapan P namun tidak berpengaruh terhadap variabel yang lain.
Pemberian kompos dapat meningkatkan hasil pada serapan P, bobot basah umbi, bobot kering
umbi, dan klorofil namun tidak berpengaruh pada bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, bobot
basah akar dan bobot kering akar. Interaksi antara pemberian pupuk NPK-Zeo Granul dengan
pemberian kompos tidak berpengaruh terhadap semua variabel pengamatan kecuali serapan P.
Diameter yang berpengaruh paling baik terhadap serapan P umbi yaitu pada diameter 5 mm dan
diikuti dengan 4 mm.
Shallot (Allium ascalonicum L.) is a vegetable commodity that has high economic value. One
of the important plant cultivation techniques in an effort to increase the optimal production of
shallots is fertilization. NPK-Zeo Granule fertilizer is a fertilizer that is assembled using N from
urea, P from acidified BFA, natural zeolite and Vertisol. In line with this, this study aims to
determine the effect of application of NPK Zeo Granules of various diameters and application of
compost on P uptake and yield of shallots, and to determine the diameter of NPK-Zeo Granule
fertilizer which best influences P uptake and yield of shallots. The research was carried out from
February 2021 to Mei 2021 at several places at the Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman
University, including: screenhouse A5, Laboratory of Soil and Land Resources, and Laboratory
of Agronomy and Horticulture. The study was conducted using randomized completely block
design (RCBD) with 2 factors and 3 replications. The first factor was the application of NPK-Zeo
Granule fertilizer which is assembled with different diameters, namely 1 mm, 2 mm, 3 mm, 4 mm,
5 mm and without application of NPK-Zeo Granule fertilizer (control). The second factor was
composting and no composting (control). The variables observed in this study were P uptake,
canopy wet weight, shoot dry weight, root wet weight, root dry weight, tuber wet weight, tuber dry
weight, and chlorophyll. The results of this study showed that: the application of NPK-Zeo Granule
fertilizer with various diameters can increase the yield of P uptake but has no effect on other
variables. The addition of compost could increase the yield on P uptake, tuber wet weight, tuber
dry weight, and chlorophyll but had no effect on crown wet weight, shoot dry weight, root wet
weight and root dry weight. The interaction between the application of NPK-Zeo Granule fertilizer
and the application of compost did not affect all observed variables except P uptake. Diameter
which had the best effect on tuber P uptake was 5 mm in diameter followed by 4 mm.
3082534162C1G017036THE ROLE OF WOMEN IN INCREASING HOUSEHOLD INCOME
(CASE STUDY AT FEMALE PARTNER PT. HPAI-HALAL NETWORK INTERNATIONAL (HNI) IN PURBALINGGA REGENCY)
Penelitian ini berjudul “Peranan Perempuan Dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga (Studi Kasus Pada Mitra Perempuan PT. HPAI – Halal Network Internasional (HNI) di Kabupaten Purbalingga.” Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Pendapatan Mitra Perempuan PT. HPAI–Halal Network Internasional (HNI) di Kabupaten Purbalingga, dan variabel independen diantaranya adalah modal, jam kerja, tingkat pendidikan dan jumlah tanggungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh modal, jam kerja, tingkat pendidikan dan jumlah tanggungan keluarga terhadap pendapatan mitra perempuan PT. HPAI–Halal Network Internasional (HNI) di Kabupaten Purbalingga serta untuk mengetahui pengaruh pendapatan perempuan sebelum dan sesudah bergabung menjadi mitra perempuan PT. HPAI–Halal Network Internasional (HNI) di Kabupaten Purbalingga.
Metode dalam penelitian menggunakan metode kuesioner. Objek dari penelitian ini adalah mitra perempuan dari perusahaan tersebut. Jumlah responden terdiri dari 30 mitra perempuan, dengan teknik pengambilan sampel Quota Sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dan analisis uji beda.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel modal, jam kerja, tingkat pendidikan dan jumlah tanggungan keluarga secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan mitra perempuan PT. HPAI–Halal Network Internasional (HNI) di Kabupaten Purbalingga. Sedangkan untuk hasil analisis masing-masing menunjukan bahwa modal, tingkat pendidikan dan jumlah tanggungan keluarga berpengaruh secara positif dan signifikan. Untuk variabel jam kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan mitra perempuan perusahaan tersebut. Untuk hasil pengujian uji beda menunjukan hasil bahwa tidak adanya perbedaan pendapatan yang diterima oleh mitra perempuan antara sebelum dan sesudah bergabung di PT. HPAI– Halal Network Internasional (HNI) di Kabupaten Purbalingga.
Implikasi yang dihasilkan dari penelitian ini yaitu mitra perempuan dapat meningkatkan modalnya dengan menabung untuk memperbanyak produk yang akan dijual kepada masyarakat yang nantinya akan meningkatkan pendapatan mitra perempuan dan anggota keluarga juga dapat membantu aktifitas mitra perempuan dalam berusaha di perusahaan ini. Mitra perempuan dapat mengikuti pelatihan inovasi yang diadakan oleh perusahaan agar dapat memaksimalkan penjualannya.

Kata kunci: Pendapatan, Modal, Jam Kerja, Tingkat Pendidikan, Jumlah Tanggungan Keluarga
This research is entitled "The Role of Women in Increasing Household Income (Case Study at Female Partners PT. HPAI–Halal Network International (HNI) in Purbalingga Regency." The dependent variable in this study is the Income of Female Partners at PT. HPAI-Halal Network Internasional (HNI) in Purbalingga Regency, and the independent variables including capital, working hours, education level and number of family dependents. The purpose of this study was to analyze the effect of capital, working hours, education level and number of family dependents on the income of female partners of PT. HPAI-Halal Network International (HNI) in Purbalingga Regency and to determine the effect of women's income before and after joining as female partners of PT. HPAI-Halal Network International (HNI) in Purbalingga Regency.
The method in this research uses a questionnaire method. The object of this research is the female partners of the company. The number of respondents consisted of 30 female partners, with the Quota Sampling technique. The data analysis technique used in this research is multiple linear regression analysis and different test analysis.
Based on the results of the research, it shows that the variables of capital, working hours, education level and number of family dependents together have a positive and significant effect on the income of female partners of PT. HPAI–Halal Network International (HNI) in Purbalingga Regency. Meanwhile, the results of each analysis show that capital, education level and number of family dependents have a positive and significant effect. The working hours variable has no significant effect on the earnings of the company's female partners. The results of the different test test show that there is no significant difference in income received by female partners between before and after joining PT. HPAI–International Halal Network (HNI) in Purbalingga Regency.
The implication resulting from this research is that female partners can increase their capital by saving to increase products to be sold to the community which will increase the income of female partners and family members can also assist the activities of female partners in doing business in this company. Female partners can take part in innovation training held by the company in order to maximize its sales.

Keyword: Income, Capital, Working Hours, Education Level, Number of Family Dependents
3082634248F1B017114ANALISIS KINERJA PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK (P2TP2A) DALAM PENANGANAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI KABUPATEN PURWOREJOKekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menjadi fenomena kekerasan yang cukup tinggi di Indonesia. Jika dilihat dari data Komnas Perempuan, KDRT ini angkanya paling tinggi dibandingkan bentuk kekerasan lain. KDRT di Kabupaten juga jumlahnya cukup tinggi, namun banyak yang tidak melapor. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana kinerja P2TP2A dalam menangani KDRT dan faktor yang mempengaruhi kinerja itu sendiri. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja dari P2TP2A dalam menangani KDRT masih belum maksimal. Penelitian ini menggunakan teori dari Agus Dwiyanto yaitu produktivitas, kualitas layanan, responsibilitas, responsivitas dan akuntabilitas. Produktivitas masih ada anggaran dan SDM yang kurang memadai. Selain itu output yang dihasilkan juga masih belum maksimal. Untuk kualitas layanan juga masih kurang pada aspek sarana prasarana dan kemudahan akses informasi. Untuk responsivitas, program yang dijalankan juga masih kurang. Sedangkan untuk responsibilitas dan akuntabilitas sudah berjalan dengan baik. Kurang maksimalnya kinerja ini juga dipengaruhi oleh faktor internal pegawai, internal organisasi, dan eksternal organisasi.
Kata Kunci: Kinerja Organisasi, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Pelayanan

ABSTRACT
Domestic Violence (KDRT) is a phenomenon that is quite high in Indonesia. When viewed from Komnas Perempuan data, this figure is the highest compared to other forms of violence. Domestic violence in Purworejo Regency itself has a fairly high number. When viewed from the data and facts in the field, this number is indeed not commensurate. This is because to find out the number of cases of domestic violence cannot only be measured using the reported data. Because there are still many people in Purworejo who do not report cases of domestic violence to P2TP2A. The purpose of this study is to find out how the performance of P2TP2A in dealing with domestic violence and the factors that affect the performance itself. The research method used is descriptive qualitative research method. The results of this study indicate that the performance of P2TP2A in dealing with domestic violence is still not optimal. This study uses the theory of Agus Dwiyanto, namely productivity, service quality, responsibility, responsiveness and accountability. In terms of productivity, there is still an inadequate budget and human resources. In addition, the resulting output is still not optimal. The quality of service is also still lacking in terms of infrastructure and ease of access to information related to P2TP2A. And for responsiveness, the programs that are run are also still lacking. Meanwhile, responsibility and accountability have been going well. This lack of maximum performance is also influenced by internal factors of employees, internal organizations, and external organizations.
Keywords: Organizational Performance, Domestic Violence, Service

3082734163A1D016118PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH IKAN NILA DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.,)Penelitian bertujuan untuk mendapatkan: media tanam terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah, konsentrasi pupuk organik cair limbah ikan nila yang optimum untuk tanaman bayam merah, mengetahui pengaruh interaksi media tanam dan konsentrasi POC terhadap tanaman bayam merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2020 di Desa Selokromo, Leksono, Wonosobo. Ketinggian tempat penelitian ±200 mdpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu 3 macam media tanam (M0= 7,2 kg tanah, M1= 7,2 kg tanah+120 g pupuk kompos, M2= 7,2 kg tanah, 120 g pupuk kompos+30 g arang sekam), faktor kedua yaitu 4 taraf konsentrasi POC (P0= 0%, P1=10%, P2=20%, dan P3= 30%). Variabel yang diamati, jumlah daun, tinggi tanaman, bobot akar segar, bobot akar kering, luas daun, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji F dan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam campuran tanah+kompos+arang sekam, dan campuran tanah+kompos lebih baik dibanding media tanam tanah, dilihat dari variabel tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tanaman kering, bobot akar segar, dan bobot tajuk kering. Perlakuan M1 lebih baik dari M2 pada variabel tinggi tanaman dan jumlah daun, perlakuan M1 menghasilkan tinggi tanaman sebesar 12,95 cm dan jumlah daun sebesar 13,16 helai. Perlakuan M2 lebih baik dari M1 pada variabel bobot tanaman kering, bobot akar segar, dan bobot tajuk kering, perlakuan M2 menghasilkan bobot tanaman kering sebesar 7,66 g, bobot akar segar sebesar 9,87 g, dan bobot tajuk kering sebesar 6,82 g. Pemberian POC limbah ikan nila dengan konsentrasi 0%, 10%, 20%, dan 30% tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah. Tidak terdapat interaksi antara media tanam dan konsentrasi POC pada pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah.This research aims to determine: the best planting media for the growth and yield of red spinach plants, the optimum liquid organic fertilizer concentration of fish waste for growth and yields of red spinach, the effect of the interaction of growing media and liquid organic fertilizer concentration on the growth and yield of red spinach. This research was conducted in March until July 2020 in Selokromo, Leksono, Wonosobo at 200 meters above sea level. This study used Randomized Completely Block Design. The treatment were combinations of two factors. The first factor was three kinds of planting media M0= 7.2 kg of soil, M1= 7.2 kg of soil and 120 g of compost, M2= 7.2 kg of soil, 120 g of compost and 30 g of husk charcoal, the second factor were four levels of liquid organic fertilizer concentrations P0= 0%, P1= 10%, P2= 20%, and P3= 30%. The observed variabels were number of leaves, plant height, fresh root weight, dry root weight, leaf area, fresh crown weight, dry crown weight, fresh plant weight, and dry plant weight. The research data were analyzed by means of the F test and DMRT at the level of 5%. The result showed that the planting media of soil+compost+ husk charcoal, and soil+compost was better than soil planting media seen from the variable of plant height, number of leaves, dry plant weight, fresh root weight, and dry crown weight. M1 treatment was better than M2 on the variable of plant height and number of leaves. M1 resulted in plant height of 12,95 cm and number of leaves of 13,16 strands. M2 treatment was better than M1 on the variable of dry plant weight, fresh root weight, and dry crown weight. M2 resulted in dry plant weight of 7,66 g, fresh root weight of 9,87 g, and dry crown weight of 6,82 g. The liquid organic fertilizer of nila waste treatment did not affect plant growth and yield of red spinach. There was no interaction between liquid organic fertilizer and planting medium to the observed variables of growth and yield of red spinach.
3082834164A1D017108PENGARUH DOSIS DAN MACAM PUPUK NZEO-SR PLUS TERHADAP EFISIENSI NITROGEN, PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI DI DESA PELAYANGAN, KABUPATEN CIREBONPenelitian ini bertujuan 1) Mengetahui pengaruh macam pupuk NZEO-SR Plus terhadap efisiensi nitrogen, pertumbuhan dan hasil produksi tanaman padi, 2) Mengetahui pengaruh dosis pupuk NZEO-SR Plus terhadap efisiensi nitrogen, pertumbuhan dan hasil produksi tanaman padi, 3) Mengetahui interaksi macam dan dosis pupuk yang paling efisien untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi tanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 sampai bulan Januari 2021 di Desa Pelayangan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Laboratorium Kimia Tanah, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Perlakuan pertama yaitu macam pupuk (Urea, NZEO-SR Plus 1% dan NZEO-SR Plus 3%) dan faktor kedua yaitu dosis pupuk N (0 kg/ha, 100 kg/ha dan 200 kg/ha). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, kehijauan daun, biomassa tanaman, panjang akar, rerata luas daun, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah permalai, persentase gabah isi, bobot gabah per rumpun, bobot gabah kering giling, serapan N, efisiensi serapan N, efisiensi agronomi dan efisiensi fisiologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk Urea, NZEO-SR Plus 1% dan NZEO-SR Plus 3% tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua variabel pengamatan. Dosis optimum nitrogen berdasarkan beberapa variabel pengamatan meliputi biomassa tanaman, jumlah anakan produktif, bobot gabah perrumpun dan efisiensi fisiologi yaitu sebesar 145,03 kg/ha. Namun, hasil produksi padi menunjukkan kenaikan secara linier sampai perlakuan dosis 200 kg/ha dengan bobot gabah 5511,11 kg/ha. Tidak terjadi interaksi antara jenis pupuk dan dosis nitrogen pada semua variabel pengamatan.This study aims to 1) determine the effect of NZEO-SR Plus fertilizer on nitrogen efficiency, growth and yield of rice plant production, 2) determine the effect of NZEO-SR Plus fertilizer dose on nitrogen efficiency, growth and yield of rice plants, 3) determine the interaction the most efficient type and dose of fertilizer to increase the growth and yield of rice plants. The research was carried out from August 2020 to January 2021 in the village ofServant, Gebang District, Cirebon Regency, Soil Chemistry Laboratory, Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. This study used a Randomized Block Design (RAK) with two factors. The first treatment was the type of fertilizer (Urea, NZEO-SR Plus 1% and NZEO-SR Plus 3%) and the second factor was the dose of N fertilizer (0 kg/ha, 100 kg/ha and 200 kg/ha). The variables observed included plant height, number of tillers, leaf greenness, plant biomass, root length, mean leaf area, number of productive tillers, panicle length, number of panicle grain, percentage of grain content, weight of grain per clump, weight of milled dry grain, N uptake. , N uptake efficiency, agronomic efficiency and physiological efficiency. The results showedthat Urea, NZEO-SR Plus 1% dan NZEO-SR Plus 3% fertilizer did not have a significant effect on all observed variables. The optimum dose of nitrogen was based on several observational variables including plant biomass, number of productive tillers, weight of grain in the clump and physiological efficiency of 145.03 kg/ha. However, the yield of rice showed a linear increase up to a treatment dose of 200 kg/ha with a grain weight of 5511.11 kg/ha. There was no interaction between the type of fertilizer and nitrogen dose in all observation variables.
3082934166C1B016121PENGARUH ROTASI KERJA DAN PARTISIPASI KARYAWAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
(Studi pada Bank Jateng Cabang Purwokerto)
Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk menganalisis pengaruh Rotasi Kerja, dan Partisipasi Karyawan Dalam Pengambilan Keputusan terhadap Kinerja Karyawan dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Intervening. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap yang pernah mengalami rotasi kerja pada Bank Jateng Cabang Purwokerto. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 52 responden. Metode pengumpulan jumlah sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan alat analisis SPSS (Statistical Product and Service Solutions) menunjukan bahwa: (1) rotasi kerja mempunyai pengaruh yang signifikan positif terhadap kepuasan kerja, (2) partisipasi karyawan dalam pengambilan keputusan mempunyai pengaruh yang signifikan positif terhadap kepuasan kerja, (3) rotasi kerja mempunyai pengaruh yang signifikan positif terhadap kinerja karyawan, (4) partisipasi karyawan dalam pengambilan keputusan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, (5) kepuasan kerja mempunyai pengaruh yang signifikan positif terhadap kinerja karyawan, (6) kepuasan kerja dapat memediasi rotasi kerja terhadap kinerja karyawan. (7) kepuasan kerja tidak dapat memediasi partisipasi karyawan dalam pengambilan keputusan terhadap kinerja karyawan.The purpose of this study was to analyze the effect of job rotation and employee participation in decision making on employee performance with job satisfaction as an intervening variable. The population in this study were all permanent employees who had experienced job rotation at Bank Jateng Cabang Purwokerto. The number of samples taken in this study were 52 respondents. The method of collecting the number of samples used is the purposive sampling method. Based on the results of research and data analysis using the SPSS (Statistical Product and Service Solutions) analysis tool, it shows that: (1) job rotation has a significant positive effect on job satisfaction, (2) employee participation in decision making has a significant positive effect on job satisfaction, (3) job rotation has a significant positive effect on employee performance, (4) employee participation in decision making has no significant effect on employee performance, (5) job satisfaction has a significant positive effect on employee performance, (6) job satisfaction can mediate job rotation on employee performance. (7) job satisfaction cannot mediate employee participation in decision making on employee performance.
3083034168I1D017055HUBUNGAN PERSEPSI SERTIFIKASI HALAL DENGAN
KEPUTUSAN PEMBELIAN MINUMAN KEKINIAN PADA
MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Latar Belakang: Berkembangnya industri pangan di Indonesia memunculkan
berbagai macam makanan dan minuman kekinian yang inovatif dan popular.
Meskipun minuman kekinian saat ini digemari konsumen di Indonesia tetapi
masih banyak ditemukan minuman kekinian yang belum memiliki sertifikasi halal
dan perlu diwaspadai kehalalan bahan dan proses pembuatannya oleh konsumen
Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi sertifikasi
halal dengan keputusan pembelian minuman kekinian pada mahasiswa
Universitas Jenderal Soedirman.

Metodologi: Penelitian ini merupakan jenis penelitian explanatory research
dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 106 mahasiswa Universitas
Jenderal Soedirman diambil dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis
menggunakan uji Rank Spearman.

Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara
persepsi sertifikasi halal dengan keputusan pembelian minuman kekinian pada
mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman dengan kekuatan hubungan antar
variabel cukup kuat dan searah (p=0,000, correlation coefficient=0,583).

Kesimpulan: Terdapat hubungan antara persepsi sertifikasi halal dengan
keputusan pembelian minuman kekinian pada mahasiswa Universitas Jenderal
Soedirman.
Backgrounds: The development of the food industry in Indonesia has led to
various innovative and popular food and beverage trends. However, in spite of its
popularity there are still many contemporary drinks that don’t have halal
certification and need to be wary of the ingredients and the manufacturing
process by muslim consumers. This research is conducted mainly to seek the
correlation perception of halal certification and the contemporary drinks
purchase decision making process among Jenderal Soedirman University
students.

Methodology: This research is a type of explanatory research with a cross
sectional design. The number of samples were 106 students of Jenderal Sudirman
University using purposive sampling technique. Data were analyzed using Rank
Spearman test.

Results: The results of this research showed that there is a significant correlation
between perception of halal certification and the contemporary drinks purchase
decision making process among Jenderal Soedirman University students with the
strength of the correlation between variables being quite strong and
unidirectional (p=0,000, correlation coefficient=0,583).

Conclusion: There is significant correlation between perception of halal
certification and the contemporary drinks purchase decision making process
among Jenderal Soedirman University students.
3083134167F1B016002REPRESENTASI DALAM TATA KELOLA KOLABORATIF KOMITE EKONOMI KREATIF KABUPATEN BANYUMASRepresentasi aktor dalam setiap tata kelola kolaboratf tentu berbeda-beda demikian halnya di Komite Ekonomi Kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi deskriptif dan substantif aktor dalam tata kelola kolaboratif Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pemilihan infroman dengan purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan metode analisis interaktif dan untuk mewujudkan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian representasi dalam tata kelola kolaboratif yang dikaji dengan studi Koski berdasarkan kehadiran dan partisipasi dalam proses kolaborasi serta kehadiran isu agenda menunjukkan bahwa belum semua aktor yang terlibat dalam komite ekonomi kreatif mereperesentasikan kepentingannya dengan baik, aktor pemerintah, akademisi, komunitas, bisnis sudah cukup baik dalam merepresentasikan kepentingannya, namun pihak media masih sangat kurang dikarenakan pihak media merasa tidak sependapat dengan aktor-aktor lain didalam komite, sehingga memilih untuk menonaktifkan diri di Komite Ekonomi Kreatif (KEK). Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa perbedaan kapasitas, kurang kepercayaaan terhadap pemimpin, kurang keterbukaan dan kurang kejelasan misi dalam kolaborasi menjadi penyebab representasi substantif menjadi lebih kecil daripada representasi deskriptif.

Kata kunci : ekonomi kreatif, komite ekonomi kreatif, representasi aktor, tata kelola kolaboratif.
The representation of actors in each collaborative governance is certainly different, as is the case in the Creative Economy Committee. This study aims to determine the descriptive and substantive representation of actors in collaborative governance of the Creative Economy Committee of Banyumas Regency. This study uses a qualitative method. Selection of informants by purposive sampling and snowball sampling. Data was collected through in-depth interviews and documentation. Data analysis was carried out using interactive analysis methods and to realize the validity of the data using source triangulation. The results of the research on representation in collaborative governance that were reviewed with Koski's study based on the presence and participation in the collaboration process as well as the presence of agenda issues showed that not all actors involved in the creative economy committee represented their interests well, government actors, academics, communities, business were good enough. in representing their interests, but the media is still lacking because the media do not agree with other actors in the committee, so they choose to deactivate themselves in the Creative Economy Committee (KEK). This study found that differences in capacity, lack of trust in leaders, lack of openness and lack of clarity of mission in collaboration were the causes of substantive representations being smaller than descriptive representations.

Keywords: actor representation, collaborative governance, creative economy, creative economy committee.
3083234170F1B017009IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) DI KABUPATEN CIAMISProgram-program pembangunan yang dilakukan selama ini sebagian besar selalu memperhatikan kepada upaya pengentasan kemiskinan. Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) atau sering disebut dengan Social Safety Net merupakan program yang dirancang untuk membantu rakyat miskin yang terkena dampak akibat krisis ekonomi dan dilaksanakan melalui tahapan penyelamatan dan pemulihan menuju pada kondisi yang normal. Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah pusat untuk mengatasi masalah kemiskinan yaitu dengan adanya program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab kurang optimalnya implementasi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dapat memberikan manfaat, memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan dapat mengurangi pengeluaran. Namun pendistribusiannya masih belum menyesuaikan dengan panduan teknis yang telah tersedia. Pelaksana program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) terdiri dari Tim Koordinasi Tingkat Kabupaten, Tim Koordinasi Tingkat Kecamatan yang dibantu oleh TKSK, dan Pelaksanaan Distribusi BPNT tingkat desa yang dibantu oleh RT, RW, serta melibatkan bank penyalur yaitu Bank Mandiri. Penentuan sasaran kebijakan berdasarkan hasil musyawarah desa (musdes)/musyawarah kelurahan (muskel) yang dilakukan secara bottom-up. Penentuan komoditas bahan pangan yang akan diterima oleh setiap KPM juga sudah melibatkan Keluarga Penerima Manfaat. Ketepatan sasaran dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ini belum tepat sasaran. Peran dari fasilitator program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yaitu untuk pendampingan terhadap kelompok sasaran dan juga mendampingi para pelaksana pendistribusian bahan pangan. Sebagai fasilitator harus memiliki pengetahuan terkait program guna memahami karakteristik dari program. namun fasilitator belum bisa menerapkan perannya, hal ini karena fasilitator belum mampu memecahkan masalah dalam pelaksanaan program karena kurangnya koordinasi. Kelebihan program memberi kemudahan dalam mengontrol, memantau penyaluran dan mengurangi penyimpanan. KPM mendapatkan kualitas beras yang baik KPM dapat memilih dan membeli bahan pangan. dapat menghemat waktu, dan prosesnya cepat membuat warga antusias. Hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan program lokasi e-Warong yang terlalu jauh dengan tempat tinggal Keluarga Penerima Manfaat, kualitas sembako yang dibagikan tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Kemensos, kurang optimalnya aplikasi SIKS-NG sehingga mengakibatkan data menjadi keliru, kurangnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai pemahaman program, masih terdapat rekening kosong, dan juga kurangnya pengawasan.Most of the development programs that have been carried out so far have always paid attention to poverty alleviation efforts. The Social Safety Net Program (JPS) or often referred to as the Social Safety Net is a program designed to help the poor who are affected by the economic crisis and is carried out through rescue and recovery stages to return to normal conditions. The policy made by the central government to overcome the problem of poverty is the Non-Cash Food Assistance (BPNT) program. The purpose of this study was to determine the cause of the less than optimal implementation of the Non-Cash Food Assistance (BPNT) program in Ciamis Regency. This study uses descriptive qualitative research methods. The informant selection technique used purposive and snowball sampling. The results of the study indicate that the implementation of the Non-Cash Food Assistance (BPNT) program can provide benefits, meet the needs of daily life and can reduce expenses. However, the distribution is still not in accordance with the available technical guidelines. Implementers of the Non-Cash Food Assistance (BPNT) program consist of the District Level Coordination Team, the District Level Coordination Team assisted by TKSK, and the Village Level BPNT Distribution Implementation assisted by RT, RW, and involving the channeling bank, namely Bank Mandiri. Determination of policy targets based on the results of village deliberations (musdes)/sub-district deliberations (muskel) conducted on a bottom-up basis. Determination of food commodities that will be received by each KPM has also involved Beneficiary Families. The target accuracy in the Non-Cash Food Assistance (BPNT) program is not yet on target. The target accuracy in the Non-Cash Food Assistance (BPNT) program is not yet on target. The role of the facilitator of the Non-Cash Food Assistance (BPNT) program is to assist the target group and also assist the implementers of food distribution. As a facilitator, you must have knowledge related to the program in order to understand the characteristics of the program. but the facilitator has not been able to implement his role, this is because the facilitator has not been able to solve problems in program implementation due to lack of coordination. The advantages of the program make it easy to control, monitor dispensing and reduce storage. KPM get good quality rice KPM can choose and buy food, can save time, and the process is fast making people enthusiastic. Obstacles that occur in the implementation of the e-Warong location program which is too far from the residence of the Beneficiary Family, the quality of the food items distributed does not match the criteria set by the Ministry of Social Affairs, less than optimal SIKS-NG application, resulting in incorrect data, lack of socialization to the community regarding program understanding, there are still empty accounts, and lack of supervision.
3083334171F1B016024Efektivitas Penerapan E-planning di Kabupaten BanyumasPenelitian yang berjudul “Efektivitas Penerapan E-planning di Kabupaten Banyumas” dilakukan untuk mengetahui, menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana efektivitas dari penerapan e-planning di Kabupaten Banyumas yang bertujuan untuk memudahkan proses perencanaan pembangunan daerah serta menjadi salah satu wujud adanya good governance yang dianalisis menggunakan teori efektivitas. Dalam penelitian ini berfokus pada pencapaian tujuan, integrasi dan adaptasi dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi dan observasi. Dengan adanya e-planning juga memudahkan bagi Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Banyumas untuk menjawab kebutuhan masyarakat umum serta memberikan transparansi perencanaan hingga pengelolaan pembangunan daerah.The research about “Effectiveness of the Implementation of E-planning in Banyumas Regency” was conducted to determine, analyze and describe how the affectiveness of the impelemntation of e-planning in Banyumas Regency which is aims to facilitate the regional development planning process and become one of form of good governance which is analyze using theory of effectiveness. This reseacrh is focusing on goals achivement, integration and adaptation using form of interviews, documentation, and observation as data collection thechniques. The idea of e-planning is also make it easier to Civil Servant in Banyumas Regency to understand the need if publics and provide transparancy in planning and managing the regional development.
3083434172E1A116066PERLINDUNGAN TERHADAP SAKSI
(STUDI KOMPARATIF KUHAP DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk perlindungan saksi menurut Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan menurut Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban serta untuk mengetahui mengenai ketentuan saksi yang mendapat perlindungan berdasarkan KUHAP dan Undang-Undang Tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Jenis penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif yaitu dengan cara menelaah data sekunder berupa undang-undang dengan metode pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan teori dan pendekatan konsep. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui studi pustaka terhadap literatur-literatur dan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk perlindungan terhadap saksi yang diatur dalam KUHAP adalah perlindungan saksi dalam bentuk pemenuhan hak prosedural saksi, sedangkan Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban mengatur bentuk perlindungan saksi yang lebih komprehensif serta kompleks meliputi perlindungan dalam bentuk pemenuhan hak prosedural saksi serta memberikan perlindungan bagi fisik dan psikis saksi. Ketentuan saksi yang mendapat perlindungan dalam KUHAP adalah saksi yang memenuhi syarat materiil dan syarat formil menjadi saksi. Ketentuan saksi yang mendapat perlindungan menurut Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban ialah saksi yang mengajukan permohonan tertulis pada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) atau permintaan pejabat yang berwenang, serta dalam dalam hal tertentu saksi dapat diberikan perlindungan oleh LPSK tanpa permohonan.PROTECTION OF WITNESS
(COMPARATIVE STUDY OF KUHAP WITH THE ACT NUMBER 31 OF 2014 CONCERNING PROTECTION OF WITNESS AND VICTIM)
By:
Fitria Tafana Maulia
E1A116066
The study aims to determine how witness can be protected under the KUHAP and the Act Number 31 of 2014 concerning Protection of Witness and Victim and to know about the provisions of the KUHAP and the Protection of Witness and Victim Act. This kind of research is normative juridical research, which is by exploring secondary data in laws by methods of regulation-law, theoretical and conceptual approaches. The data used in this research was obtained through library studies against literature and regulations of the laws. The research result show that the form of witness protection arranged in KUHAP is witness protection in the form of awaiver procedural rights. Whereas the Protection of Witness and Victim Act provide for comprehensive and complex witness protection in the form of witness procedural tubing and protection for physical and psychological witnesses. The determination of the witnesses protected in KUHAP is the witness who qualifies the material and the formal conditions as the witness. The witness and the victim are the witnesses who submit a writen request or an official request tho Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), and in certain cases the LPSK may grant protection without application.
3083534173I1E017038PERAN GURU PENJAS DALAM IMPLEMENTASI 3M PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SMP NEGERI SE-PURWOKERTOVirus COVID-19 adalah penyakit menular yang mirip dengan influenza yang di sebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus2 (SARS-CoV-2). Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi menekan kasus penyebaran COVID-19. Kebijakan tersebut diikuti dengan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi COVID-19 dilakukan dengan pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan pembelajaran jarak jauh. Edukasi 3M (Mencuci tangan, Menjaga jarak, dan Memakai masker) menjelaskan bahwa dalam rangka pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease (COVID-19). Peran guru yang mendidik dan mengedukasi 3M sangat dibutuhkan untuk mengimplementasikan 3M di satuan Pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri se-Purwokerto. Menggunakan sampel 383 peserta didik dengan teknik proportionate starfied random sampling. Analisis data dengan cara mendiskripsikan bedasarkan data yang terkumpul. Hasil perhitungan keseluruhan aspek peran guru Penjas dalam implementasi 3M di SMP Negeri se-Purwokerto dirasa sangat berperan oleh peserta didik. Aspek Menjadi Teladan Edukasi 3M memperoleh nilai indeks 92,58%, Menyampaikan Edukasi 3M memperoleh nilai indeks 94,70%, Mengintegrasikan Edukasi 3M memperoleh nilai indeks 92,24%, Mengingatkan Penerapan 3M Di Luar Lingkungan Sekolah memperoleh nilai indeks 89,09%, Mengingatkan Penerapan 3M Di Lingkungan Sekolah memperoleh nilai indeks 93,17%, Berbagi Praktik Dengan Sesama Guru memperoleh nilai indeks 90,53%. Berdasarkan analisis data secara keseluruhan peran guru Penjas dalam implementasi 3M di SMP Negeri se-Purwokerto menunjukkan kategori sangat berperan pada setiap aspek, Nilai presentase terendah pada aspek Mengingatkan Penerapan 3M Di Luar Lingkungan Sekolah dengan nilai indeks 89,09%, Nilai presentase tertinggi pada aspek Menyampaikan Edukasi 3M dengan nilai indeks 94,70%.COVID-19 is an infectious disease similar to influenza caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus2 (SARS-CoV-2). The Indonesian government then established a large-scale social restriction policy (PSBB) to suppress cases of COVID-19 spread. The policy was followed by the implementation of learning during the COVID-19 pandemic carried out with limited face-to-face learning while still implementing health and distance learning protocols. 3M education (Washing hands, keeping your distance, and wearing a mask) explains that in the framework of prevention and control of Corona Virus Disease (COVID-19). The role of teachers who educate and educate 3M is needed to implement 3M in education units. This research uses quantitative descriptive methods. This research was conducted at the State Junior High School throughout Purwokerto. Using a sample of 383 learners with proportionate starfied random sampling technique. Analysis of data by describing the difference between the collected data. The results of the calculation of The overall aspect of the role of Physical Education teachers in the implementation of 3M in State Junior High School throughout Purwokerto is considered very instrumental by learners. Aspects of Being An Example of Education 3M obtained an index value of 92.58%, Conveying Education 3M obtained an index value of 94.70%, Integrating Education 3M obtained an index value of 92.24%, Reminding the Application of 3M Outside the School Environment obtained an index value of 89.09%, Reminding the Application of 3M In The School Environment obtained an index value of 93.17%, Sharing Practices With Fellow Teachers obtained an index value of 90.53%. Based on the overall data analysis, the role of Physical Education teachers in the implementation of 3M in the State Junior High School in Purwokerto shows that the category plays a role in every aspect, The lowest percentage value on the aspect of Reminding the Implementation of 3M Outside the School Environment is 89.09%, The highest percentage value in the aspect of Delivering 3M Education with an index value of 94.70%.
3083634174I1E017042ANALISA MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN METODE LURING DAN DARING DI SMKN 1 PURWOKERTOLatar Belakang: Minat diartikan sebagai suatu rasa lebih suka dan ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Pada dasarnya siswa mengikuti suatu kegiatan didasari oleh ajakan atau dorongan untuk mengikuti kegiatan tanpa tahu manfaat dan tujuannya. Dalam kenyataannya seseorang melakukan sesuatu aktivitas atau kegiatan biasanya didasari oleh minat dalam dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan metode luring dan daring.
Metodologi: Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan metode survei. Teknik pengambilan data menggunakan angket. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMKN 1 Purwokerto. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dan didapat sampel sebanyak 140 siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yang dituangkan dalam bentuk prosentase.
Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa minat siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan metode luring (offline) memperoleh kategori “Tinggi” dengan persentase sebesar 76,01% dan faktor yang paling dominan adalah faktor intrinsik berada dalam kategori “Sangat Tinggi” dengan persentase 83,33%, diikuti faktor ekstrinsik memperoleh persentase 65,04% berada dikategori “Tinggi”. Sedangkan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan metode daring (online) memperoleh kategori “Sedang” dengan persentase 51,63% dan faktor yang paling dominan pada pembelajaran metode daring adalah faktor ekstrinsik dengan persentase 58,80% berada dikategori “Sedang”, diikuti faktor intrinsik dengan persentase 45,48% dikategori “Sedang”.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa minat siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan didominasi oleh pembelajaran menggunakan metode luring/offline, dengan persentase sebesar 76,01% berada dikategori “Tinggi” dan frekuensi terbanyak pada pembelajaran metode luring adalah faktor intrinsik dengan persentase sebesar 83,33% berada dikategori “Sangat Tinggi” yang meliputi rasa senang, perhatian, aktivitas, dan bakat.
Background: Interest is defined as a sense of preference and interest in a thing or activity without anyone telling. Basically, students take part in an activity based on an invitation or encouragement to take part in an activity without knowing the benefits and objectives. In reality, a person doing an activity or activity is usually based on an interest in himself. This study aims to determine students' interest in participating in learning physical education, sports and health offline and online methods.
Methods: This research is included in the type of quantitative descriptive research, using survey methods. Data collection techniques using a questionnaire. The population in this study were students of class XI at SMKN 1 Purwokerto. The sampling of this research used simple random sampling technique and obtained a sample of 140 students. The data analysis technique used quantitative descriptive analysis as outlined in the form of a percentage.
Results: Based on data analysis, it shows that students' interest in taking part in learning physical education, sports and health offline methods (offline) obtained the "High" category with a percentage of 76.01% and the most dominant factor is intrinsic factor which is in the "Very High" category with a percentage of 83,33%, followed by extrinsic factors to obtain a percentage of 65,04% in the "High" category. Meanwhile, students' interest in taking part in learning physical education, sports and health online methods obtained the "Medium" category with a percentage of 51.63% and the most dominant factor in online learning methods was the extrinsic factor with a percentage of 58,80% in the "Medium" category, followed by intrinsic factor with a percentage of 45,48% in the “Medium” category.
Conclusion: Based on the results of the study, it can be concluded that students' interest in participating in sports and health physical education learning is dominated by learning using offline methods, with a percentage of 76.01% and the highest frequency of offline learning methods is intrinsic factor with a percentage of 83.33% which includes pleasure, attention, activity, and talent.
3083734175F1D017049Perspektif Ekofeminisme tentang Perlawanan Perempuan Suku Dani terhadap Eksploitasi Alam Lembah Baliem di Provinsi Papua dalam Novel Tanah TabuArtikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan perlawanan perempuan Suku Dani terhadap eksploitasi alam Lembah Baliem di Provinsi Papua dalam novel Tanah Tabu serta mengetahui dan menjelaskan keterkaitan perspektif ekofeminisme dengan perlawanan perempuan Suku Dani dalam novel Tanah Tabu. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan hermeneutik dalam bingkai perspektif pascastrukturalis dan paradigma konstruktivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa perlawanan perempuan Suku Dani terhadap eksploitasi alam Lembah Baliem di Provinsi papua dalam novel Tanah Tabu memiliki keterkaitan dan merepresentasikan perpektif ekofeminisme. Isu subordinasi terhadap perempuan dan alam yang mengakibatkan pemiskinan keduanya menjadi faktor utama kelompok perempuan melakukan perlawanan untuk memperjuangkan hak-hak atas perempuan dan alam yang direpresentasikan dalam karya sastra. Karakteristik perlawanan kelompok perempuan dapat dilihat dari upayanya melakukan gugatan secara individual terhadap eksploitasi dan diskriminasi yang dilakukan oleh proyek patriarki Barat dan kaum laki-laki. Oleh karena itu, perlawanan yang dilakukan oleh kelompok perempuan terhadap eksploitasi alam dengan tujuan untuk menentang kapitalisme-patriarkis merupakan wujud representasi dari perspektif ekofeminisme.This research-based paper aims to understand and describe the Dani women’s resistance to the exploitation of the Baliem Valley in Papua Province in the novel Tanah Tabu and to find out and explain the relationship between the perspective of ecofeminism and the resistance of Dani women in the novel Tanah Tabu. By using a qualitative method and hermeneutic approach in the framework of the post-structuralist perspective and the constructivism paradigm, the result of the research reveals that the Dani women’s resistance to the exploitation of the Baliem Valley in Papua Province in the novel Tanah Tabu is related and represents an ecofeminism perspective. The issue of subordination to women and nature, which results in the impoverishment of both of them, is a motivating factor for women to fight for the rights of women and nature as represented in literary works. The characteristics of women’s resistance can be seen from their efforts to make individual claims against exploitation and discrimination carried out by women’s group against the exploitation of nature with the aim of opposing patriarchal-capitalism is a form of representation from the perspective of ecofeminism
3083834176H1A014055SINSTESIS CuO SECARA HIDROTERMAL DAN APLIKASI FOTOKATALITIKNYA DALAM MENDEGRADASI ZAT WARNA METILEN BIRUPenggunaan zat warna di berbagai industri di Indonesia banyak digunakan terutama pada industri tekstil. Zat warna yang digunakan salah satunya adalah metilen biru. Metilen biru yang berada pada lingkungan perairan bersifat toksik dan sukar terdegradasi. Untuk mengatasi hal ini, limbah terlebih dahulu diolah sebelum dibuang ke perairan. Salah satu metode yang digunakan yaitu dengan menggunakan fotokatalis nanomaterial di bawah sinar tampak. CuO dapat disintesis secara hidrotermal menggunakan prekusor CuSO4.5H2O dengan bantuan larutan alkali. Hasil dari sintesis CuO diuji aktivitasnya sebagai adsorben dan fotokatalis. Penggunaan CuO sebagai adsorben bekerja secara baik pada pH 9 selama 120 menit. Efek dari bantuan penyinaran dapat meningkatkan kemampuan CuO pada pH 13 meningkat sebesar 41,68%. Penggunaan fotokatalis CuO pada metilen biru mampu mendegradasi sebesar 63,44% dengan waktu penyinaran optimum selama 120 menit. Aktifitas fotokatalitik dipengaruhi oleh pembentukan radikal hidroksil pada CuO yang dapat mendegradasi zat warna. Laju kinetika reaksi yang diperoleh yaitu orde dua. Mekanisme fotodegradasi terjadi karena adanya radikal hidroksil dan hole.The use of dyes in various industries in Indonesia is widely used, especially in the textile industry. One of the dyes used is methylene blue. The methylene blue in the aquatic environment is toxic and difficult to degrade. To overcome this, the waste is first treated before being discharged into the waters. One of the methods used is by using a photocatalyst nanomaterial under visible light. CuO can be synthesized hydrothermally using CuSO4.5H2O precursor with the help of alkaline solution. The results of the CuO synthesis were tested for its activity as an adsorbent and photocatalyst. The use of CuO as an adsorbent worked well at pH 9 for 120 minutes. The effect of irradiation aids can increase the ability of CuO at pH 13 to increase by 41.68%. The use of CuO photocatalyst on methylene blue was able to degrade 63.44% with an optimum irradiation time of 120 minutes. Photocatalytic activity is influenced by the formation of hydroxyl radicals in CuO which can degrade dyestuffs. The rate of reaction kinetics obtained is second order. The photodegradation mechanism occurs due to the presence of hydroxyl radicals and holes.
3083934177F1B017123KEPUASAN PUBLIK TERHADAP INOVASI ANTRIAN ONLINE
PELAYANAN SIM MELALUI WEBSITE RESMI POLISI RESORT
METRO (POLRESTRO) KOTA BEKASI
Penelitian ini berjudul “Kepuasan Publik terhadap Inovasi Antrian Online
Pelayanan SIM (Surat Ijin Mengemudi) Melalui Website Resmi Polisi Resort
(POLRESTRO) Kota Bekasi”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kaingintahuan
penulis tentang kepuasan publik terhadap penerapan sistem antrian online
pelayanan SIM (Surat Ijin Mengemudi) yang baru diterapkan 2 tahun terakhir di
kantor polisi resort metro Kota Bekasi divisi pelayanan SIM. Inovasi antrian online
pelayanan SIM yang berada di kantor Polisi Resort Metro Kota Bekasi bertujuan
untuk mengurai dan menertibkan antrian supaya lebih teratur demi memberikan
kepuasan pada publik pengguna layanan. Penelitian ini menggunakan metode
pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan indikator dari American
Customer Satisfaction Index yaitu perceived quality, perceived value, customer
expectation (ACSI, 1996) dan product design (Dutka, 1994) untuk mengukur
kepuasan publik pada antrian online pelayanan SIM (Surat Ijin Mengemudi) ini.
Pemilihan informan berdasarkan incidental sampling dengan total seratus
responden dengan teknik pengumpulan data yaitu kuesioner. Hasil penenlitian
menunjukan bahwa kepuasan publik terhadap ada dan diterapkannya inovasi
antrian online untuk pelayanan SIM (Surat Ijin Mengemudi) di kantor Polisi Resort
Metro Kota Bekasi dapat dikatakan sudah baik atau memuaskan. Hal ini dapat
dilihat dari jumlah angka dari ke empat indikator masing - masing selalu
mendapatkan angka di atas 75% dan kemudian dari 25 pernyataan masing - masing
pernyataan nilai angka mean selalu di atas 3.75.
This research is entitled "Public Satisfaction with Online Queue Innovation
for SIM Services Through the Official Website of the Resort Police (POLRESTRO)
Bekasi City". This research is motivated by the author's curiosity about public
satisfaction with the application of the SIM service online queuing system which
has only been implemented in the last 2 years at the metro police station, Bekasi
City, SIM service division. The innovation of the online SIM service queue at the
Bekasi City POLRESTRO office aims to break down and bring order to the queue
so that it is more organized in order to provide satisfaction to the public who use
the service. This study uses a descriptive quantitative approach using indicators of
perceived quality, perceived value, customer expectation (ACSI, 1996), and
product design (Dutka, 1994) to measure public satisfaction in the online queue for
this SIM service. The selection of informants was based on incidental sampling
with a total of one hundred respondents using a data collection technique, namely
a questionnaire. The result of the study shows that public satisfaction with the
existence and implementation of online queuing innovation for SIM services at the
Bekasi City POLRESTRO office can be said to be good or satisfactory. This can be
seen from the sum of the numbers from the four indicators, each of which always
gets a score above 75%, and then from the 25 statements of each statement, the
mean value is always above 3.75.
3084034178E1A115134KESADARAN HUKUM PERAWAT TERHADAP STANDAR
PROSEDUR OPERASIONAL ASUHAN KEPERAWATAN DI BAGIAN RAWAT INAP DALAM PELAYANAN KESEHATAN
(Studi di Rumah Sakit Umum Dadi Keluarga Purwokerto)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesadaran hukum perawat terhadap standar prosedur operasional asuhan keperawatan di bagian rawat inap dalam pelayanan kesehatan dan pengaruh faktor kedisiplinan, masa kerja dan kerjasama terhadap kesadaran hukum perawat pada standar prosedur operasional asuhan keperawatan di bagian rawat inap dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Dadi Keluarga Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di rumah sakit Umum Dadi Keluarga Purwokerto dengan responden sebanyak 31 orang perawat. Pengambilan sampel penelitian mengunakan simple random sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode angket, dokumenter dan kepustakaan. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan metode coding, editing dan tabulasi, kemudian disajikan secara naratif dan tabel data. Analisis data menggunakan metode distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum perawat terhadap standar prosedur operasional asuhan keperawatan di bagian rawat inap di Rumah Sakit Umum Dadi Keluarga Purwokerto adalah tinggi. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap empat indikator meliputi tingginya pengetahuan hukum perawat terhadap standar prosedur operasional asuhan keperawatan di bagian rawat inap, tingginya pemahaman hukum perawat terhadap standar prosedur operasional asuhan keperawatan di bagian rawat inap, banyaknya sikap hukum perawat yang setuju terhadap standar prosedur operasional asuhan keperawatan di bagian rawat inap serta banyaknya perilaku hukum perawat yang sesuai dengan standar prosedur operasional asuhan keperawatan di bagian rawat inap. Faktor kedisiplinan, masa dan kerjasama berpengaruh secara positif terhadap kesadaran hukum perawat pada standar prosedur operasional asuhan keperawatan di bagian rawat inap di Rumah Sakit Umum Dadi Keluarga Purwokerto.This study aims to determine the legal awareness of nurses on standard operating procedures for nursing care in the inpatient department in health services and the influence of discipline factors, years of service and cooperation on legal awareness of nurses on standard operating procedures for nursing care in the inpatient department in health services at the hospital. General Dadi Purwokerto Family. This research uses quantitative research methods with sociological juridical approach, and descriptive research specifications. This study took place at the Dadi Family General Hospital in Purwokerto with 31 nurses as respondents. The research sample was taken using simple random sampling. Types and sources of data include primary data and secondary data obtained by questionnaire, documentary and library methods. The collected data is processed using coding, editing and tabulation methods, then presented in a narrative and data table. Data analysis used frequency distribution analysis method, cross table analysis, content analysis and comparison analysis. The results showed that the level of legal awareness of nurses to standard operating procedures for nursing care in the inpatient department at the Dadi Family General Hospital in Purwokerto was high. This is evidenced by the results of research on four indicators including the high level of legal knowledge of nurses on standard operating procedures for nursing care in the inpatient department, high legal understanding of nurses on standard operating procedures for nursing care in the inpatient department, the magnitude of the legal attitude of nurses who agree with standard operating procedures. nursing care in the inpatient department and the magnitude of the legal behavior of nurses in accordance with standard operating procedures for nursing care in the inpatient department. Discipline, time and cooperation factors have a positive effect on the legal awareness of nurses on standard operating procedures for nursing care in the inpatient department at Dadi Family General Hospital, Purwokerto.