Artikelilmiahs

Menampilkan 30.781-30.800 dari 50.060 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3078134120I1A015095LITERATURE REVIEW: DAMPAK KEBIJAKAN KESEHATAN KARANTINA WILAYAH SAAT PANDEMI COVID-19 PADA KEKERASAN TERHADAP PEREMPUANLatar Belakang: Kebijakan karantina wilayah diterapkan untuk menekan laju penyebaran virus dan mengurangi angka kasus COVID-19. Karantina wilayah dalam upaya pencegahan COVID-19 berdampak pada seluruh aspek kehidupan. Berdasarkan kondisi krisis sebelumnya perempuan dan anak-anak perempuan mengalami efek yang lebih buruk dibandingkan laki-laki karena ketidakpastian kondisi ekonomi, beban ganda, dan adanya peningkatan kasus kekerasan domestik pada perempuan dan anak. Laporan dan telepon ke kontak darurat terkait kekerasan terhadap perempuan meningkat di Argentina, Cina, Indonesia, Italia, Jerman, Kanada, Perancis, Siprus, Spanyol, UK, dan USA. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren, jenis, dan faktor risiko terkait kekerasan terhadap perempuan sebagai dampak dari kebijakan karantina wilayah.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur berdasarkan penelitian orisinal yang dipublikasi pada tahun 2020. Penelitian ini menggunakan tiga portal jurnal sebagai sumber artikel dan ditemukan tujuh artikel untuk ditinjau. Proses seleksi literatur dilakukan melalui empat tahap, yaitu identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan artikel termasuk. Analisis artikel dilakukan dengan menemukan persamaan dan perbedaan antar artikel kemudian dirangkum.
Hasil Penelitian: Kebijakan karantina menyebabkan peningkatan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan perubahan tren pelaporan oleh para korban. Kekerasan terhadap perempuan dalam berbagai bentuk seperti fisik, seksual, emosional, dan ekonomi terjadi pada perempuan dan anak-anak perempuan dengan pola yang berbeda setelah kebijakan karantina diterapkan. Hal ini karena kebijakan karantina memperburuk kondisi psikologis, ekonomi, penyalahgunaan zat, dan sosial budaya di masyarakat sebagai faktor risiko perilaku kekerasan.
Kesimpulan: Kebijakan karantina wilayah memperburuk faktor-faktor risiko perilaku kekerasan dan kondisi rentan perempuan dan anak perempuan yang sebelumnya sudah ada.
Background: The quarantine policy is implemented to suppress the virus transmission and reduce the number of COVID-19 cases. The quarantine policy in an effort to prevent COVID-19 has an impact on all aspects of life. Based on the previous crisis, women and girls experienced worse effect than men due to uncertain economic conditions, double burdens, and an increase in cases of domestic violence against women and children. Reports and calls to emergency contacts regarding violence against women are increasing in Argentina, China, Indonesia, Italy, Germany, Canada, France, Cyprus, Spain, UK and USA. This study aims to identify trends, types, and risk factors related to violence against women as an externality of the quarantine policy.
Methodology: This study used literature review method based on original research published in 2020. Three journal portals as a source of literature were searched and seven articles were identified for review. The literature selection process went through four stages, i.e., identification, screening, eligibility, and articles included. The articles are analyzed by finding the similarities and dissimilarities and then being summarized.
Research’s Result: The quarantine policy has led to an increase in the amount of violence against women cases and a change in reporting trends by the victims. Violence against women in various types such as physical, sexual, emotional, and economic occurred to women and girls in different patterns after the quarantine policy was implemented. Quarantine policy worsens the psychological, economic, substance abuse, and socio-cultural conditions in society as risk factors of violent behavior.
Conclusion: The existing risk factors of violent behavior and the vulnerable conditions of women and girls have been exacerbated by quarantine policy.
3078234132I1A016099LITERATURE REVIEW : KAJIAN PREMESNTRUASI SYNDROME(PMS) TERKAIT KESEHATAN PADA REMAJAPremenstruasi syndrome merupakan gejala klinis yang ditandai dari gangguan emosi, fisik, psikologis, dan suasana hati yang terjadi setelah ovulasi wanita dan biasanya berakhir dengan keluarnya menstruasi. Bagi beberapa wanita, gejala pada premenstruasi sindrom masuk kedalam kategori ringan hingga berat, sehingga mengganggu aktivitas. Faktor genetik, kimiawi, pola hidup dan psikologis menyebabkan defisiensi endorfin dalam tubuh sehingga mengakibatkan sindrom premenstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab gejala Premenstruasi syndrome dan faktor-faktor yang mempengaruhi Premenstruasi syndrome. Metode yang digunakan adalah literature review dengan mengumpulkan dan menganalisis artikel penelitian terkait. Penyebab gejala premenstruasi sindrom pada remaja, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil Penelitian: Berdasarkan pencarian literatur yang sudah ditemukan pada search engine Google Scholar, Neliti dan Garuda, selanjutnya literatur tersebut dilakukan proses seleksi dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi database dan didapatkan 3 artikel untuk dilakukan review. Sehingga dari 634 artikel didapatkan 341 artikel yang sesuai, dari 341 artikel dilakukan seleksi faktor metode penelitian sehingga peneliti memilih 3 artikel yang layak untuk di kaji berdasarkan kesesuaian dari isi artikel. Terdapat 6 faktor yang mempengaruhi premenstruasi sindrom pada remaja meliputi faktor hormonal, faktor kimiawi, faktor genetik, faktor psikologis, faktor gaya hidup, dan faktor sosiodemografi. Terdapat 3 gejala premenstruasi sindrom pada remaja meliputi gejala fisik, gejala psikologis dan gejala perilaku.Premenstrual syndrome is a symptom characterized by emotional, physical, psychological, and mood disturbances that occur after a woman's ovulation and usually ends with menstruation. For some women, the symptoms of premenstrual syndrome fall into the category of mild to severe, thus interfering with activities. Genetic, chemical, lifestyle, and psychological factors cause endorphin deficiency in the body, resulting in premenstrual syndrome. This study aims to determine the factors that cause the symptoms of Premenstrual Syndrome and the factors that influence Premenstrual Syndrome. The method used is literature review by collecting and analyzing related research articles. Causes of premenstrual syndrome symptoms in adolescents, and the factors that influence it. Research Results: Based on the literature search that has been found on the search engines Google Scholar, Neliti and Garuda, then the literature is selected using the inclusion and exclusion criteria database and 3 articles are obtained for review. So that from 634 articles, 341 articles were obtained that were suitable, from 341 articles a selection of research method factors was carried out so that the researchers chose 3 articles that were worthy of review based on the suitability of the contents of the article. There are 6 factors that cause Premenstrual syndrome symptoms in adolescents and the influencing factors include hormonal factors, chemical factors, genetic factors, psychological factors, lifestyle factors and sosiodemographic factors.
3078334122I1C017082ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN DAN INTENSI
PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA IBU-IBU PEMBINAAN
KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DI DESA CILEUNYI
KULON, KECAMATAN CILEUNYI, KABUPATEN BANDUNG
Antibiotik merupakan salah satu obat yang paling
banyak digunakan untuk mengobati penyakit infeksi
yang disebabkan oleh bakteri. Pengetahuan dan praktik
ibu tentang penggunaan antibiotik yang tepat sangat
diperlukan untuk pengelolaan penyakit dan
menurunkan prevalensi penyalahgunaan antibiotik di
ruang lingkup keluarga. Penelitian ini betujuan untuk
mengetahui tingkat pengetahuan antibiotik secara
umum dan pengetahuan penggunaan antibiotik,
mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan
berdasarkan usia, tingkat pendidikan terakhir dan
pekerjaan, serta intensi penggunaan antibiotik pada ibuibu PKK di Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi,
Kabupaten Bandung. Penelitian ini merupakan
penelitian non-eksperimental dengan desain crosssectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan JuniJuli 2021 pada ibu-ibu PKK di Desa Cileunyi Kulon,
Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Instrumen
penelitian ini berupa kuesioner mengenai pengetahuan
dan penggunaan antibiotik serta intensi penggunaan
antibiotik. Teknik sampling yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu total sampling. Analisis data
dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan
uji Mann-Whitney atau uji Krusskal-Wallis sesuai
dengan variabel yang dianalisis. Hasil penelitian yang
dilakukan kepada 80 responden menunjukkan bahwa
80% (n=64) ibu-ibu PKK memiliki tingkat pengetahuan
antibiotik secara umum yang baik dan 65% (n=52)
memiliki tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik
yang baik. Terdapat perbedaan yang signifikan
berdasarkan tingkat pengetahuan antibiotik secara
umum dan pengetahuan penggunaan antibiotik
berdasarkan tingkat pendidikan terakhir (p=0,045) dan
pekerjaan (p=0,004), tetapi tidak terdapat perbedaan
yang signifikan berdasarkan usia (p= 0,314).
Responden pada penelitian ini memiliki intensi atau
niatan yang cukup terhadap penggunaan antibiotik
(59,2%). Responden penelitian ini memiliki
pengetahuan yang baik terkait antibiotik secara umum
dan penggunaan antibiotik, serta memiliki intensi atau
niatan yang cukup dalam menggunakan antibiotik.
Antibiotics are the medicine that are most widely used
drugs to treat infectious diseases caused by bacteria.
Mother's knowledge and practice about the proper use
of antibiotics is needed for disease management and
reducing the prevalence of antibiotic abuse in the
family. This study aims to determine the level of
knowledge and use of antibiotics, to determine
differences in the level of knowledge and use of
antibiotics based on age, last education level and
occupation, and the intention to use antibiotics among
PKK mothers in Cileunyi Kulon Village, Cileunyi
District, Bandung Regency. This research was nonexperimental study with a cross-sectional design. Data
collection was carried out in June-July 2021 on PKK
women in Cileunyi Kulon Village, Cileunyi District,
Bandung Regency. The instrument of this study was a
questionnaire regarding general knowledge of
antibiotics and knowledge of antibiotic use and the
intention of using antibiotics. The sampling technique
used in this research is total sampling. Data analysis was
carried out univariate and bivariate using the MannWhitney test or Krusskal-Wallis test according to the
variables analyzed. The results of research conducted
on 80 respondents showed that 80% (n=64) of PKK
mothers had a good general level of knowledge of
antibiotics and 65% (n=52) had a good level of
knowledge of the use of antibiotics. There was a
significant difference based on the level of knowledge
of antibiotics in general and knowledge of antibiotic use
based on the latest education level (p = 0.045) and
occupation (p = 0.004), but there was no significant
difference based on age (p= 0.314). Respondents in this
study had sufficient intention to use antibiotics (59.2%).
Respondents in this study had good knowledge of
antibiotics in general and the use of antibiotics, and had
sufficient intention or intention to use antibiotics.
3078434123F1C016075STRATEGI PROGRAM RADIO “SATU JAM BERSAMA OPD (ORGANISASI PERANGKAT DAERAH)” SEBAGAI MEDIA SOSIALISASI PEMERINTAH KABUPATEN PURBALINGGAKemajuan teknologi informasi dan komunikasi memberikan dampak yang besar terutama bagi eksistensi media komunikasi masa seperti Radio yang kian menurun peminatnya akibat terjadinya konvergensi media yang merubah tatanan radio sebagai media komunikasi masa yang pernah eksis. Program Satu Jam Bersama OPD dibuat oleh Radio Gema Soedirman sebagai media sosialisasi Pemerintah Daerah Purbalingga diharapkan mampu untuk meningkatkan kualitas dan eksistensi media radio saat ini.
Penelitian ini mengambil sebuah rumusan masalah penelitian yaitu bagaimana Strategi Program Radio “Satu Jam Bersama OPD” sebagai Media Sosialisasi Pemerintah Kabupaten Purbalingga, dengan tujuan penelitian untuk mengetahui strategi yang digunakan Radio Gema Soedirman pada Program Satu Jam Bersama OPD sebagai media sosialisasi Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan menggunakan teknik pemilihan informan secara purposive sampling. Dalam mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi.
Hasil Penelitian ini menemukan bahwa Radio Gema Soedirman melakukan kerjasama dengan OPD dan lintas OPD yang ada sebagai narasumber dari Program Satu Jam Bersama OPD sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan perencanaan yang memperhatikan faktor capital, types of content dan types of audiens yang ada dalam tugas dan fungsinya Radio Gema Soedirman sebagai Lembaga Penyaran Publik Lokal.
Advances in information and communication technology have had a major impact, especially for the existence of mass communication media such as radio, which is decreasing in demand due to media convergence which has changed the order of radio as a mass communication medium that has ever existed. The “Satu Jam Bersama OPD” program was created by Radio Gema Soedirman as a medium of socialization for the Purbalingga Regional Government which is expected to be able to improve the quality and existence of the current radio media.
This study took a research problem formulation, namely how the " Satu Jam Bersama OPD" Radio Program Strategy as a Media for Socialization of the Purbalingga Regency Government, with the aim of research to determine the strategy used by Radio Gema Sudirman in the One Hour Joint OPD Program as a medium of socialization of the Purbalingga Regency Government. The method used in this research is descriptive qualitative and uses a purposive sampling technique to select informants. In collecting data, this study uses interviews, observation and documentation.
The results of this study found that Radio Gema Sudirman collaborated with OPD and other existing OPDs as resource persons from the “Satu Jam Bersama OPD” Program while at the same time conducting socialization to the community with a plan that took into account the factors of capital, types of content and types of audience in their duties and functions. Radio Gema Sudirman as a Local Public Broadcasting Agency.
3078534124I1C017018NARRATIVE REVIEW: HERBAL NANOSPRAY SEBAGAI ANTI-AGING

Anti-aging menjadi upaya untuk mengurangi tanda-tanda penuaan kulit seperti adanya kerutan, kusam, dan flek hitam pada kulit. Banyak herbal yang memiliki aktivitas anti-aging dan dapat dikembangkan dengan teknologi nanospray. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui secara ilmiah mengenai herbal nanospray yang dapat digunakan sebagai anti-aging dengan menggunakan desain studi Narrative review. Metode review dilakukan dengan menelusuri artikel-artikel ilmiah pada Google scholar, PubMed, dan Science Direct dengan menggunakan kata kunci “Skin aging”, “nanospray”, “herbal nanotechnology”, “herbal anti-aging”, “natural products” atau yang berkaitan dengan judul. Artikel-artikel ilmiah yang sesuai kemudiaan dikumpulkan, ditabulasi, dan dianalisis. Hasil dari artikel yang ditemukan berisikan herbal yang berpotensi sebagai anti-aging yang dibedakan berdasarkan aktivitasnya, seperti mampu melindungi dari penuaan kulit, mampu melindungi matriks kulit, dan mampu melembabkan kulit. Senyawa pada herbal yang berpotensi sebagai anti-aging yaitu senyawa polifenol dan vitamin sebagai antioksidan. Nanoteknologi dapat dimodifikasi menjadi teknologi nanospray sebagai anti-aging karena memiliki karakteristik berupa cairan sehingga dapat dimaksukkan ke alat spray. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa herbal yang dapat berpotensi sebagai anti-aging umumnya karena mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antioksidan. Herbal tersebut dapat dimodifikasi menjadi nanospray melalui pendekatan nanoteknologi berbasis cairan.Anti-aging is an effort to reduce signs of skin aging such as wrinkles, dullness, and black spots on the skin. Many herbs have anti-aging activity and can be developed with nanospray technology. The purpose of this research is to find out scientifically herbs nanospray that can be applied as an anti-aging by a Narrative review study design. The review method was conducted by searching for scientific articles on Google scholar, PubMed and Science Direct using the keywords “Skin aging”, “nanospray”, “herbal nanotechnoloyi”, “herbal anti-aging”, “natural products” or related to the title. Appropriate articles will be collected, tabulated and analysed. Result of the articles found contained herbs that have anti-aging properties are classified based on their activities, such as being able to protect against skin aging. Anti-aging compounds in the herb are polyphenol compounds and vitamins as antioxidants, generally. Nanotechnology can modify to nanospray technology as an anti-aging because it characteristics of a liquid then inserted into the spray tools. Thus, it can be concluded that herbs can be considered as anti-aging because its secondary metabolites namely antioxidant activity. The herbs could modify into nanospray through nanotechnology approach liquid based.
3078634121F1C017036Konvergensi Harian Warta Kota Jakarta
dalam Menghadapi Era Digital
Perkembangan teknologi digital dan media baru dewasa ini mulai menggerus tren media cetak. Menyikapi hal tersebut, media cetak mengupayakan cara untuk bertahan di era digital dengan menerapkan konvergensi media. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa media massa khususnya surat kabar Warta Kota dalam melakukan konvergensi media untuk mempertahankan diri di era digital beserta kesulitan dan hambatan yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dan pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa Harian Warta Kota menerapkan strategi konvergensi media dengan mengembangkan inovasi Tiga Pilar (Print, Digital, Event) untuk bertahan di era digital. Dalam praktik konvergensi media, Warta Kota menerapkan jurnalisme online dengan sistem multitasking. Warta Kota juga melakukan sindikasi pers dalam skala grup untuk memperkuat bisnis dan keredaksiannya.The development of digital technology and new media nowdays is starting to erode the trend of print media. In response to this, the media is trying to survive in the digital era by implementing media convergence. This study aims to describe and analyze the mass media, especially Warta Kota newspaper in conducting media convergence to defend themselves in the digital era along with the difficulties and obstacles.This research used qualitative method with case study and the data collection uses observation, interviews, and documentation with purposive sampling technique. The results of this study conclude that Warta Kota Daily applies a media convergence strategy by developing the Three Pillars (Print, Digital, Event) innovation to survive in the digital era. In the practice of media convergence, Warta Kota applies online journalism with a multitasking system. Warta Kota also conducts press syndication on a group scale to strengthen its business and editorial.
3078734125L1B017015Penapisan Bakteri Proteolitik pada Sedimen dan Air Tambak Udang Vanname (Litopenaeus vannamei) Di Desa Bunton Kabupaten CilacapUsaha budidaya udang menghadapi kendala seperti penurunan mutu perairan akibat akumulasi limbah organik dari proses budidaya udang. Limbah organik berasal dari sisa pakan dan feses. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keberadaan dan indeks aktivitas bakteri proteolitik pada sedimen dan air tambak udang vanname. Sedimen dan air yang digunakan diambil dari inlet, pond, dan outlet. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Bakteri proteolitik dapat ditemukan pada sedimen dan air tambak udang vanname dengan proporsi (sedimen;air) yaitu inlet (28%;48%), pond (52%;47%), dan outlet (40%;64%). Indeks aktivitas bakteri proteolitik sedimen pada inlet berkisar antara 0,14-1,78, sedimen pada pond berkisar antara 0,23-1,34, dan sedimen pada outlet berkisar antara 0,20-2,36. Sedangkan indeks aktivitas bakteri proteolitik air pada inlet berkisar antara 0,21-2,60, air pada pond berkisar antara 0,08-1,41, dan air pada outlet berkisar antara 0,10-2,45. Indeks aktivitas bakteri proteolitik tertinggi pada sedimen yaitu 2,36, sedangkan pada air 2,60.
Kata kunci : udang vanname, bakteri proteolitik, proporsi dan indeks aktivitas bakteri proteolitik
Shrimp farming businesses face obstacles such as decreasing water quality due to the accumulation of organic waste from the shrimp farming process. Organic waste comes from the rest of the feed and feces. The purpose of this research is knowing presence and activity index of proteolytic bacteria in the sediment and water of vanname shrimp ponds. Sediment and water used were taken from inlet, pond, and outlet. The method used in this study is an observation method with a sampling technique carried out by purposive sampling. Proteolytic bacteria can be found in the sediment and water of vanname shrimp ponds with proportion (sediment;water) at the inlet (28%;48%), at the pond (52%;47%), and at the outlet (40%;64%). The activity index of proteolytic bacteria in sediments at the inlet ranged 0,14-1,78, at the pond ranged 0,23-1,34, and at the outlet ranged 0,20-2,36. While the activity index of proteolytic bacteria in water at the inlet ranged 0,21-2,60, at the pond ranged 0,08-1,41, and at the outlet ranged 0,10-2,45. The highest activity index of proteolytic bacteria in sediment was 2,36, while in water was 2,60.
Keywords : vannamei shrimp, proteolytic bacteria, proportion and activity index of proteolytic bacteria
3078834126C1A018063FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI PADI DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI PLIKENSektor pertanian khususnya usahatani padi memiliki peranan yang sangat penting bagi penduduk Indonesia. Selain itu, terkait dengan isu ketahanan pangan Indonesia, sektor tersebut juga memiliki pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat karena sebagian besar penduduk Indonesia memperoleh pendapatan dari sektor pertanian dan tidak sedikit yang menggantungkan hidupnya pada sektor tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh umur, tingkat pendidikan, pengalaman bertani, luas lahan, dan sistem panen terhadap pendapatan usahatani padi, mengukur kontribusi pendapatan usahatani padi terhadap pendapatan rumah tangga dan mengukur kelayakan hidup petani dengan membandingkan pendapatan usahatani padi dengan UMK.tingkat pendidikan, pengalaman bertani, luas lahan, dan panen. sistem pendapatan usahatani padi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara berdasarkan kuesioner sedangkan teknik analisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini adalah variabel pendidikan, luas lahan dan sistem panen berpengaruh terhadap pendapatan usahatani padi, sedangkan variabel umur dan pengalaman usahatani tidak berpengaruh. Rata-rata kontribusi pendapatan usahatani padi terhadap pendapatan rumah tangga masih rendah. Petani termasuk dalam kategori tidak hidup layak karena pendapatan dari usahatani padi masih di bawah UMK.The agricultural sector, especially rice farming, has a very important role for the Indonesian population. In addition, related to the issue of Indonesian food security, the sector also has a very large influence on the community because most of the Indonesian population earns income from the agricultural sector and not a few who depend on the sector for their livelihood. The purpose of this study were to analyze the effect of age, education level, farming experience, land area, and harvesting system on rice farming income measure the contribution of rice farming income to household income, and measure the living feasibility of farmers by comparing the income of rice farming with the UMK. The data collection technique is using the interview method based on a questionnaire while the analysis technique uses multiple linear regression. The result of this research is that the variables of education, land area and harvesting system have an effect on rice farming income, while the variables of age and farming experience have no effect. Average contribution of rice farming income to household income is still low. Farmers are included in the category of not living properly because their income from rice farming is still below the UMK.
3078934127C1A018043FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI PADI MEMILIH SISTEM PANEN : STUDI KASUS DI DESA PLIKEN KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMASPemilihan sistem panen berpengaruh terhadap keuntungan usahatani padi. Petani di Desa Pliken memanen padinya dengan sistem panen mandiri dan tebasan. Sistem panen tebasan terus diminati petani dan hidup di masyarakat, sementara pendapatan yang diperoleh diduga lebih kecil dari petani dengan sistem panen mandiri. Tujuan penelitian ini yaitu (1) membandingkan keuntungan antara petani padi dengan sistem panen tebasan dan petani padi dengan sistem panen sendiri di Desa Pliken. (2) menganalisis pengaruh umur, tingkat pendidikan, luas lahan, status kepemilikan lahan, pengalaman bertani, jumlah tanggungan dalam keluarga, serta kontribusi pendapatan usahatani padi terhadap pendapatan rumah tangga tani terhadap keputusan petani memilih sistem panen.
Populasi dalam penelitian ini adalah 409 petani padi padi di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Sampel sebanyak 80 petani padi dipilih dengan metode proportionate random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara berdasarkan kuesioner. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi logistik biner (regresi logit).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) rata – rata keuntungan petani padi dengan sistem panen mandiri lebih tinggi 57,22 persen atau senilai Rp1.851.299,18 per hektar per musim tanam daripada petani padi dengan sistem panen tebasan, (2) variabel umur, tingkat pendidikan, luas lahan, pengalaman bertani, berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani padi memilih sistem panen.
The selection of the harvest system affects the profits of rice farming. Farmers in Pliken Village harvest their rice using an independent harvesting and tebas system. The tebas harvesting system continues to be in demand by farmers and lives in the community, while the income obtained is thought to be lower than farmers with independent harvesting systems. The aims of this study are (1) to compare the profits between rice farmers with the tebas harvesting system and rice farmers with their own harvesting system in Pliken Village. (2) analyze the effect of age, education level, land area, land ownership status, farming experience, number of dependents in the family, and the contribution of rice farming income to farm household income on farmers' decisions to choose harvesting systems.
The population in this study were 409 rice farmers in Pliken Village, Kembaran District, Banyumas Regency. A sample of 80 rice farmers was selected by proportionate random sampling method. Data was collected through the interview method based on a questionnaire. The analytical method used is binary logistic regression analysis (logit regression).
The results of this study indicate that 1) the average income of rice farmers with independent harvesting systems is 57.22 percent or Rp. 1,851,299.18 per hectare per growing season than rice farmers with tebas harvesting systems, 2) age, education level, land area, farming experience, have a significant effect on the decision of rice farmers to choose the harvest system.
3079034128C1B015036PENGARUH KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI DAN EMPLOYEE ENGAGEMENT TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA GURU SD IT HARAPAN BUNDA PURWOKERTOPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan, budaya organisasi dan employee engagement terhadap komitmen organisasi pada guru SD IT Harapan Bunda Purwokerto. Responden dalam penelitian ini adalah guru SD IT Harapan Bunda Purwokerto. Penelitian ini menggunakan 40 responden yang ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data meliputi validitas dengan person product moment menunjukan bahwa: (1) Kepemimpinan memiliki pengaruh positif terhadap komitmen organisasi, (2) Budaya organisasi memiliki pengaruh positif terhadap komitmen organisasi, (3) Employee engagement memiliki pengaruh positif terhadap komitmen organisasi.
Implikasi berdasarkan hasil penelitian adalah komitmen organisasi pada guru akan semakin meningkat apabila organisasi terus meningkatkan employee engagement pada guru dan mempunyai pemimpin yang mampu meyakinkan tentang orientasi masa depan yang lebih baik, mampu bersikap tegas saat terjadi permasalahan maupun pengambilan keputusan, berani mengambil resiko terhadap kebijakan yang ditetapkan dan selalu bersedia menjadi pendengar yang baik bagi semua guru. Komitmen pada guru juga dapat ditingkatkan apabila kemampuan guru ditingkatkan misalnya membiasakan guru untuk saling membantu.
This study aims to determine the effect of leadership, organizational culture and employee engagement on organizational commitment to SD IT Harapan Bunda Purwokerto teachers. Respondents in this study were teachers of SD IT Harapan Bunda Purwokerto. This study used 40 respondents who were determined using simple random sampling technique.
Based on the results of research and data analysis including validity with person product moments, it shows that: (1) Leadership has a positive influence on organizational commitment, (2) Organizational culture has a positive influence on organizational commitment, (3) Employee engagement has a positive influence on organizational commitment.
The implication based on the research results is that organizational commitment to teachers will increase if the organization continues to improve employee engagement on teachers and has leaders who are able to convince about a better future orientation, are able to be firm when problems occur or make decisions, dare to take risks against policies that are implemented. determined and always willing to be a good listener to all teachers. Commitment to teachers can also be increased if the ability of teachers is improved, for example, getting teachers used to helping each other.
3079134129C1L017004Pengaruh Lingkungan Keluarga, Lingkungan Teman Sebaya dan Pembelajaran Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha dengan Efikasi Diri sebagai Variabel InterveningAbstrak
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif dengan tujuanuntuk mengetahui, menganalisis, dan menguji pengaruh lingkungan keluarga,lingkungan teman sebaya, dan pembelajaran kewirausahaan terhadap minatberwirausaha dengan efikasi diri sebagai variabel intervening mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman. Teknik analisis data yang digunakan yaituanalisis regresi linear berganda, uji t dan metode kausal step. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Lingkungan keluarga berpengaruh langsung terhadap minat berwirausaha mahasiswa. 2) Lingkungan teman sebaya berpengaruh langsung terhadap minat berwirausaha mahasiswa. 3) Pembelajaran kewirausahaan berpengaruh langsung terhadap minat berwirausaha mahasiswa. 4) Lingkungan keluarga berpengaruh langsung terhadap efikasi diri mahasiswa. 5) Lingkungan teman sebaya berpengaruh langsung terhadap efikasi diri mahasiswa. 6) Pembelajaran kewirausahaan berpengaruh langsung terhadap efikasi diri mahasiswa. 7) Terdapat pengaruh tidak langsung lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha melalui efikasi diri mahasiswa. 8) Terdapat pengaruh tidak langsung lingkungan teman sebaya terhadap minat berwirausaha melalui efikasi diri mahasiswa. 9) Terdapat pengaruh tidak langsung pembelajaran kewirausahaan terhadap minat berwirausaha melalui efikasi diri mahasiswa.
Kata Kunci: Lingkungan Keluarga, Lingkungan Teman Sebaya, Pembelajaran Kewirausahaan, Efikasi Diri, Minat Berwirausaha
Abstract
The research is a quantitative study aimed at knowing, analyzing, andtesting the impact of family environment, peer environment, and entrepreneurshiplearning toward entrepreneurship interests with an self efficacy as an variableintervening of economics education student jenderal soedirman university.The dataanalysis techniques used are linear berganda regression analysis, test t andkausal step.This study suggests that: 1) The family environment affects the entrepreneurial interest of Student. 2) The peer environment affects directly the entrepreneurship interest of Student. 3) Entrepreneurship students directly affect the entrepreneurship interest of Student. 4) The family environment affect the self-efficacy of Student. 5) The peer environment affects the self-introduction of Student. 6) Entrepreneurship learning affect the self-efficacy of Student. 7) There is an indirect effect on entrepreneurship interests through the self-education of Student. 8) There is an indirect influence of peer education students through the development of Student. 9) There is a indirect impact of entrepreneurship education students through the absence of Student.
Keywords: Family Ward, Peer Ward, Entrepreneurship Learning, Self-Cation, Entrepreneurship Interests.
3079234130F1C017056STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN VIRTUAL EVENT DIENG CULTURE FESTIVAL SEBAGAI ALTERNATIF PENYELENGGARAAN ATRAKSI WISATA DI ERA COVID-19Salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah wisatawan atau pengunjung di suatu event wisata yaitu bagaimana strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh penyelenggara. Dengan adanya strategi komunikasi pemasaran yang dirancang dan dijalankan, maka akan diketahui bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi ketertarikan wisatawan untuk berkunjung dan selalu ingin kembali mengunjungi event tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran pada event virtual Dieng Culture Festival Era Pandemi Covid-19 tahun 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Dieng Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa dalam melakukan strategi komunikasi pemasaran pada virtual event DCF, panitia penyelenggara menggunakan satu elemen unsur dalam bauran pemasaran (marketing mix) yaitu elemen public realtion dengan mengiklankan virtual event DCF menggunakan sosial media panitia maupun para stakeholder yang juga dibantu dengan periklanan secara konvensional guna meningkatkan ketertarikan khalayak untuk menonton DCF secara virtual untuk pertama kalinya.

One of the factors that influence the number of tourists or visitors at a tourist event is how the marketing communication strategy is carried out by the organizing committee. With the marketing communication strategy that is designed and executed, it will be known how it can affect the interest of tourists to visit and always want to return to visit the event. This study aims to find out how the marketing communication strategy at the Dieng Culture Festival virtual event in Covid-19 Pandemic Era 2020. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The informants were selected using purposive sampling technique This research was conducted in Dieng Banjarnegara, Central Java Province.
The results of this study indicates that in carrying out marketing communication strategies at DCF virtual events, the organizing committee uses one element in the marketing mix, namely public relation element using social media, especially assisted by conventional advertising in order to increase public interest in watching DCF virtually for the first time.

3079334131L1B017018ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI Vibrio sp. PADA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) YANG DIBUDIDAYAKAN DI DESA BUNTON, KECAMATAN ADIPALA, KABUPATEN CILACAPABSTRAK
Bakteri vibrio sebagai agen penyakit vibriosis sering menjadi kendala utama dari budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang dapat menimbulkan mortalitas pada udang hingga 100%. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan proporsi bakteri Vibrio sp. pada udang vaname yang dibudidayakan di desa Bunton, kecamatan Adipala, kabupaten Cilacap. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, dimana bakteri diisolasi dari sampel udang vaname menggunakan media TCBS. Karakter morfologi dari bakteri yang tumbuh diamati dan dicatat. Sampel DNA diisolasi dari sampel bakteri dan gen 16S rDNA diamplifikasi menggunakan primer spesifik. Kemudian isolat bakteri dikelompokan bedasarkan pola potongan gen 16S rDNA menggunakan enzim RSal. Hasil PCR dari seriap kelompok disekuensing dan hasilnya digunakan untuk identifikasi bakteri menggunakan analisis BLAST. Hasil penelitian menunjukan bahwa bakteri vibrio yang teridentifikasi yakni Vibrio metschnikovii yang memiliki tingkat patogenitas yang rendah dan merupakan jenis bakteri yang dapat menyebabkan keracunan pada manusia. Proporsi bakteri Vibrio metschnikovii yang ditemukan adalah 25-27%.
Kata kunci: Udang vaname, vibriosis, Vibrio metschnikovii, 16S rDNA
ABSTRACT
Vibrio bacteria as disease agents of vibriosis are often the main obstacle in the cultivation of white shrimp (Litopenaeus vannamei) which can cause mortality of shrimp up to 100%. This study aimed to identify and to determine proportion of Vibrio on vaname shrimp cultivated in Bunton village, Adipala sub-district, Cilacap district. This research was conducted by observation method, in which bacteria were isolated from vaname shrimp samples using TCBS media. The morphological characters of the bacterial colonies were observed and recorded. Samples of DNA were isolated from bacterial samples and the 16S rDNA gene was amplified using specific primers. Then the bacterial isolates were grouped based on the fragment pattern of the 16S rDNA gene digested using the RSal enzyme. The PCR results from each group were sequenced and the results were used for bacterial identification using BLAST analysis. The results showed that a bacterial isolate was identified as Vibrio metschnikovii. The bacteria has a low level of pathogenicity and was a type of bacteria that could cause intoxication in humans. The proportion of Vibrio metschnikovii was 25-27%.
Keywords: Vannamei shrimp, vibriosis, Vibrio metschnikovii, 16S rDNA
3079434134A1A015011Hubungan Faktor Internal dan Eksternal Dengan Persepsi Petani Terhadap Usahatani Padi Organik di Kecamatan Banyumas Kabupaten BanyumasPertanian organik merupakan suatu kegiatan dalam pertanian yang diterapkan untuk mencapai kondisi pertanian, lingkungan dan ekonomi yang harmoni. Pertanian organik dapat membantu memperbaiki kualitas tanah dan pendapatan petani. Hal tersebut yang membuat petani beralih untuk menerapkan pertanian organik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui analisis usahatani padi organik (2) Mengetahui persepsi petani terhadap usahatani padi organik di Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas dan (3) Mengetahui faktor internal dan eksternal dengan persepsi petani terhadap usahatani padi organik di kecamatan banyumas kabupaten banyumas. Penelitian dilakukan secara survai di Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas dan tempat penelitian ditentukan secara purposive. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Februari 2020. Sasaran penelitian adalah petani padi organik di Desa Dawuhan dan Kalisube Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas dengan metode sensus dan diperoleh responden sebanyak 26 orang petani padi organik. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan bantuan alat ukur Likert’s Summated Ratings yang dilanjutkan dengan metode Succesive Interval, dan analisis korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Usahatani padi organik di Desa Dawuhan dan Kalisube menguntungkan dan layak dengan nilai R/C ratio sebesar 2,153; (2) Persepsi petani terhadap usahatani padi organik secara keseluruhan berada dalam kategori sedang yang digambarkan oleh komponen biaya (sedang), pemasaran (sedang) dan ketersediaan sarana produksi (sedang); (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor internal dengan persepsi petani padi organik yaitu pada variabel pendidikan nonformal dengan nilai signifikan sebesar 0,026<0,05 maka dapat dikatakan signifikan.
Kata Kunci: Persepsi, Padi Organik, Faktor Internal dan Eksternal, Hubungan.
Organic agriculture is an activity in agriculture that is applied to achieve harmonious agricultural, environmental and economic conditions. Organic farming can help improve soil quality and farmers' income. This is what makes farmers switch to applying organic farming. This study aims to (1) Knowing the analysis of organic rice farming (2) Know the farmers 'perceptions of organic rice farming in Banyumas District, Banyumas Regency and (3) Know the internal and external factors with farmers' perceptions of organic rice farming in Banyumas sub-district Banyumas district. The research was conducted by survey in Banyumas District, Banyumas Regency and the research location was determined purposively. Data collection was carried out in February 2020. The research targets were organic rice farmers in Dawuhan and Kalisube Villages, Banyumas District, Banyumas Regency using the senssus method and obtained 26 organic rice farmers as respondents. The data analysis used is descriptive analysis using Likert's Summated Ratings method , followed by the Succesive Interval method, and spearman rank correlation analysis. The results showed that (1) Organic rice farming in Dawuhan and Kalisube Villages is profitable and feasible with an R/C ratio of 2.153; (2) farmers' perceptions of organic rice farming as a whole were in the medium category which was described by the components of cost (moderate), marketing (medium) and availability of production facilities (moderate); (3) There is a significant relationship between internal factors and the perception of organic rice, namely the non-formal education variable with a significant value of 0.026 <0.05, it can be said to be significant.
Keywords: Perception, Organic Rice, Internal and External Factors, Relationships.

3079534136F1A015107POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP ANAK YANG MENGIKUTI PROGRAM HOMESCHOOLING DI PURWOKERTO Penelitian ini berjudul “Pola Asuh Orangtua Terhadap Anak Yang Mengikuti Program homeschooling”. Penelitian ini berlatar belakang dari adanya fenomena homeschooling yang sedang mengalami peningkatan minat oleh orang tua sebab dinilai menjadi sekolah alternatif dan mampu mengembangkan sikap dan karakter anak sesuai dengan nilai dan ajaran yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola asuh yang dilakukan oleh orangtua kepada anak yang mengikuti program homeschooling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik analisa data yang digunakan oleh peneliti menggunakan model teknik interaktif dari Miles & Huberman. Sasaran utama penelitian ini adalah orangtua murid homeschooling Andalan Bangsa, sedangkan sasaran pendukung dalam penelitan ini adalah murid yang bersangkutan, staf guru, dan ketua yayasan PKBM Andalan Bangsa. Hasil dari penelitian ini adalah terlihat pola asuh demokratis, permisif, dan otoriter yang dilakukan orangtua kepada anak yang mengikuti program homeschooling. Because of motif yang terlihat terdiri dari faktor internal yang berasal dari dalam keluarga, dan faktor eksternal yang berasal dari lingkungan sosial dan tekanan dari dunia luar. In order to motif setiap keluarga adalah ingin agar karakter yang dimiliki anaknya dapat berkembang kearah positif.This research is entitled "Parenting Patterns of Children Who Take Homeschooling Programs". This research is based on the homeschooling phenomenon which is experiencing increasing interest by parents because it is considered an alternative school and is able to develop the attitudes and character of children in accordance with applicable values and teachings. The purpose of this study was to find out how parenting is carried out by parents to children who follow the homeschooling program. The research method used is descriptive qualitative research method. The data analysis technique used by the researcher uses an interactive engineering model from Miles & Huberman. The main targets of this research are the parents of Andalan Bangsa homeschooling students, while the supporting targets in this research are the students concerned, the teacher staff, and the head of the Andalan Bangsa PKBM foundation. The results of this study are visible democratic, permissive, and authoritarian parenting by parents to children who follow the homeschooling program. Because of the visible motive consists of internal factors that come from within the family, and external factors that come from the social environment and pressures from the outside world. In order to the motive of each family is to want the character of their child to develop in a positive direction.
3079634135F2A019004REFORMASI PELAYANAN PUBLIK JASA KENAVIGASIAN PADA KANTOR DISTRIK NAVIGASI KELAS III CILACAPReformasi memiliki tujuan untuk pelayanan publik yang merata dan memiliki prinsip keadilan serta yang menguatkan kesejahteraan seluruh elemen masyarakat. Pelayanan yang akuntabel, tranparan, dan berkualitas akan menjadi harapan masyarakat dalam memperoleh pelayanan publik. Reformasi pelayanan publik dapat tercapai dengan baik dengan melihat beberapa aspek diantaranya adalah function, confirmance, reliability, serviceability dan assurance. Tujuan penelitian ialah untuk menganalisis dan mengetahui reformasi pelayanan publik jasa kenavigasian pada Kantor Distrik Navigasi Kelas III Cilacap. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data yaitu wawancara sebagai data utama penelitian, dan observasi serta dokumentasi sebagai pengumpulan data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Reformasi pelayanan publik jasa kenavigasian pada Kantor Distrik Navigasi Kelas III Cilacap telah berjalan dengan baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan ketersediaan sumber daya manusia pada Kantor Distrik Navigasi Kelas III Cilacap telah mencukupi untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik. Selanjutnya kemampuan sumber daya manusia dalam menjalankan tugasnya pun mempunyai kompetensi sesuai dengan tugas dan bidangnya masing – masing. Terpenuhinya jasa layanan yang sesuai dengan harapan dari pengguna jasa baik secara offline maupun online menjadi poin penting dalam aspek ini. Namun terdapat pelayanan yang belum dapat dipenuhi secara online seperti pelayanan master kabel. Pelayanan yang berkaitan dengan kecepatan pelayanan telah berjalan dengan baik dengan terlaksananya standar operasional prosedur secara benar dan dengan memanfaatkan penggunaan teknologi terkini. Selanjutnya keandalan yang berkaitan dengan petugas pelayanan telah dapat memenuhi kebutuhan pengguna jasa dengan kompetensi spesifik yang dimiliki oleh petugas pelayanan. Kemampuan petugas layanan Kantor Distrik Navigasi kelas III Cilacap dalam menanggapi komplain/aduan telah terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat karena setiap ada komplain/aduan langsung diatasi. Pengguna jasa yang merasa aman dan nyaman, serta sikap petugas yang peduli dan tidak membeda-bedakan pengguna layanan.The purpose of this research is to analyze and find out the reform of public service navigation services at the Class III Navigation District Office of Cilacap. The research method uses qualitative methods with data collection, namely interviews as the main research data, and observation and documentation as supporting data collection. Informant retrieval technique using purposive sampling technique. The validity of the data used in this study using source triangulation techniques. The data analysis technique used is an interactive model, namely data condensation, data presentation and drawing conclusions or verification. The results showed that the public service reform of navigation services at the Class III Cilacap Navigation District Office had been going well. This is indicated by the availability of human resources at the Class III Cilacap Navigation District Office to be able to provide the best service. Furthermore, the ability of human resources in carrying out their duties also has competence in accordance with their respective duties and fields. The fulfillment of services that meet the expectations of service users both offline and online is an important point in this aspect. However, there are services that cannot be fulfilled online, such as the cable master service. Services related to speed of service have been running well with the correct implementation of standard operating procedures and by utilizing the latest technology. Furthermore, reliability related to service personnel has been able to meet the needs of service users with specific competencies possessed by service officers. The ability of the Cilacap Class III Navigation District Office service officers in responding to complaints / complaints has been carried out well. This can be seen because every complaint / complaint is immediately addressed. Service users who feel safe and comfortable, as well as the attitude of officers who care and do not discriminate between service users.
3079723612A1M014022Evaluasi GMP (good manufacturing practices) studi kasus serta implementasinya di ekasari catering purwokertoTujuan penelitian adalah untuk mengetahui implementasi SMM ISO 9001:2008, hambatan dan penyelesaiannya dalam implementasi SMM ISO 9001:2008. Penelitian ini menggunakan desain campuran untuk mendeskripsikan implementasi SMM ISO 9001:2008. . Objek penelitian adalah SMM ISO 9001:2008. Pengumpulan data menggunakan lembar pengamatan dokumen, kuesioner dan wawancara. Tingkat implementasi SMM ISO dinyatakan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa di Ekasari catering, implementasi SMM ISO 9001:2008 memperoleh nilai fokus pada pelanggan 83,95%, kepemimpinan 65,53%, partisipasi karyawan 76,67%, pendekatan proses 72%, pendekatan sistem 75%, perbaikan berkelanjutan 75,13%, pendekatan faktual 64%, hubungan pemasok 74,64%. Hambatan yang terjadi dalam implementasi SMM ISO 9001:2008 adalah pada pendekatan faktual dalam pengambilan keputusan kurang efektif. Penyelesaian hambatan tersebut adalah dengan melakukan penetapan data, penghimpunan data yang sesuai dan efektif, dan analisis data kefektifan sistem manajemen mutu.

The purpose of this study is to determine the implementation of QMS ISO 9001: 2008, the constraints and the solutions in the implementation of QMS ISO 9001: 2008. This study used a mixed design to describe the implementation of QMS ISO 9001: 2008. The objects of this study were QMS ISO 9001: 2008. The data was collected through the observation sheet documents, questionnaires and interviews. The ISO QMS implementation level was in a percentage. The results of this study show that in Eka sari catering, implementation of QMS ISO 9001: 2008 obtained a value of customer focus 83.95%, leadership 65.53%, employee participation 76.67%, process approach 72%, system approach 75 %, continual improvement75.13%, factual approach 64%, and supplier relationships 74.64%. The constraint that occurs in the implementation of QMS ISO 9001: 2008 is in the management principle of factual approach to decision making, and the solution is the determination of the data, appropriate and effective data collection, and the analysis of the effectiveness of the quality management system.
3079834138F1D015017Pengaruh Status Sosial Ekonomi Terhadap Partisipasi Politik Masyarakat pada Pilkada Kabupaten Banyumas Tahun 2018 di Kelurahan MersiArtikel hasil penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis dan mengukur besar pengaruh status sosial ekonomi terhadap partisipasi politik masyarakat pada Pilkada Kabupaten Banyumas tahun 2018 di Kelurahan Mersi. Dengan menggunakan metode kuantitatif dalam bingkai perspektif behavioral dan paradigma positivism, penelitian ini berjenis penelitian verifikatif. Hasil peneltian tersebut mengungkapkan bahwa terhdapat pengaruh yang signifikan antara status sosial ekonomi dengan partisipasi politik masyarakat pada Pilkada Kabupaten Banyumas tahun 2018 di Kelurahan Mersi. Hal tersebut dibuktikan oleh hasil uji hipotesis penelitian menggunakan teknik korelasi rank spearman yang menghasilkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,009. Nilai positif pada koefisien korelasi juga menunjukkan adanya hubungan antara varibael status sosial ekonomi dengan partisipasi masyarakat yang artinya bahwa semakin tinggi statstus sosial ekonomi masyarakat, maka semakin tinggi pula partisipasi masyarakat. Begitu pula jika semakin rendah status sosial ekonomi masyarakat, maka semakin rendah pula tingkat partisipasi masyarakatnya. Dengan demikian, maka proposisi sejumlah penelitian ahli yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh antara status sosial ekonomi terhadap partisipasi politik dapat diterima. Namun, untuk meningkatkan nilai koefisien determinasi pada variabel status sosial ekonomi (x) dengan variabel partisipasi politik masyarakat (Y), diperlukan variabel bebas lainnya.The article on the results of this study aims to test the hypothesis and measure the influence of socio-economic status on people's political participation in the 2018 local leaders election in sub-district Mersi. By using quantitative methods in the framework of the behavioral perspective and positivism paradigm, this research is a verification research type. The result of this study reveals that there is a significant influence between socio-economic status and community political participation in the 2018 local leaders election in sub-district Mersi. This is evidenced by the results of the research hypothesis test using the Spearman rank correlation technique which produces a significance value (2-tailed) of 0.009. The positive value on the correlation coefficient also shows a relationship between the variables of socio-economic status and political participation, which means that the higher the socio-economic status of the community, the higher the participation. Likewise, if the lower the socio-economic status of the community, the lower the level of participation. Thus, the proposition of a number of expert studies which states that there is an influence between socio-economic status on political participation is acceptable. However, to increase the coefficient of determination on the socio-economic status variable (x) with the public political participation variable (Y), other independent variables are needed.
3079934137C1A016034Analisis perbandingan pendapatan usahatani padi konvensional dengan usahatani minapadi dan faktor yang memepengaruhi keputusan usahatani minapadi di Desa Kertayasa, Kecamatan Mandiraja, Kabupataen BanjernageraPengolahan lahan merupakan salah satu faktor yang penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan petani yaitu dengan mengubah strategi usahatani yang dilakukan dari pertanian padi konvensional ke pertanian minapadi.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel luas lahan, umur, lamanya usaha bertani dan tigkat pendidikan formal yang mempengaruhi keputusan petani untuk melakukan sistem minapadi dan menganalisis perbandingan pendapatan para petani konvensional dan petani minapadi. Penelitian ini dilakukan di Desa Kertayasa, Kec. Mandiraja, Kab. Banjarnegara dengan luas lahan pertanian terbesar Penelitian ini dilakukan dengan wawancara langsung berdasarkan kuisioner dengan 83 responden yang masing-masing terdiri dari 60 petani konvensional dan 23 petani minapadi. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi logistik dan analisis perbandingan pendapatan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Faktor-faktor yang mempangaruhi keputusan usahatani di Desa Kertayasa ialah faktor luas lahan dan tingkat pendidikan, sedangkan faktor umur dan lamanya usahatani tidak berpengaruh terhada keputusan usahatani minapadi di Desa Kertayasa. (2) Pendapatan usahatani minapadi lebih besar dari usahatani konvensional dengan rata-rata pendapatan usahatani minapadi sebesar Rp. 40.749.756,00 sedangkan usahatani konvensional sebesar Rp. 11.778.400,00 hal ini dikarenakan usahatani minapadi memperoleh penghasilan dari dua komoditi yaitu penjualan gabah kering dan ikan.

Implikasi dari penelitian ini ialah pendapatan usahatani minapadi lebih besar dari usahatani padi konvensional sehingga diharapkan petani melakukan sistem minapadi pada usahataninya
Land cultivation is one of the important factors to increase agricultural productivity. One way to increase farmers' income is to change the farming strategy from conventional rice farming to Minapadi farming.

This study aims to analyze the variables of land area, age, length of farming and level of formal education that influence the decision of farmers to carry out the Minapadi system and analyze the income comparison of conventional farmers and Minapadi farmers. This research was conducted in Kertayasa Village, Kec. Mandiraja, Kab. Banjarnegara with the largest agricultural land area. This research was conducted by direct interviews based on a questionnaire with 83 respondents, each consisting of 60 conventional farmers and 23 minapadi farmers. The analytical tool used is are logistic regression and income comparison analysis.

The results showed that (1) The factors that influenced farming decisions in Kertayasa Village were land area and level of education, while the age and length of farming had no effect on Minapadi farming decisions in Kertayasa Village. (2) Minapadi farming income is greater than conventional farming with an average Minapadi farming income of Rp. 40,749,756 while conventional farming is Rp. 11,778,400, this is because Minapadi farming earns income from 2 commodities, namely the sale of dry grain and fish.

The implication of this research is that the income of Minapadi farming is greater then conventional farming so that farmers are expected to implement the Minapadi system in their farming.
3080034139J0A018058English Promotion on Instagram to Promote Serulingmas Banjarnegara Interactive ZooLaporan praktik kerja ini berjudul “Promosi Bahasa Inggris di Instagram untuk mempromosikan Serulingmas Banjarnegara Interactive Zoo”, kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan pada 10 Februari – 9 Maret 2021 di Serulingmas Banjarnegara Interactive Zoo. Tujuan dilaksanakan praktik kerja ini adalah untuk membuat konten berbahasa Inggris di akun Instagram @serulingmas_zoo, mengetahui kendala dan menemukan solusi dalam pembuatan konten berbahasa Inggris di akun resmi Instagram Serulingmas Banjarnegara Interactive Zoo.
Dalam melakukan praktik kerja, data dikumpulkan dengan menggunakan metode praktik langsung, metode observasi, metode dokumentasi dan metode wawancara.
Penulis telah mengunggah lima konten di Instagram diantaranya tiga foto di feed Instagram, satu video di feed Instagram dan satu Insta story disertai dengan caption promosi berbahasa Inggris dan Indonesia di dalamnya. Terdapat beberapa kendala ditemukan saat membuat promosi berbahasa Inggris seperti membuat caption pendek yang berisikan seluruh informasi yang diperlukan, memilih diksi dan membuat terjemahan yang baik dalam pembuatan caption dua bahasa. Namun, terdapat pula solusi untuk menghadapi kendala tersebut seperti membuat kalimat efektif, mencari referensi dan menggunakan kalimat percakapan. Penulis menemukan bahwa dengan konten berbahasa Inggris dapat meningkatkan jumlah interaksi pengikut dengan meningkatnya jumlah suka.
This final report is entitled “English Promotion on Instagram to Promote Serulingmas Banjarnegara Interactive Zoo”. The job training was conducted on February 10, 2021 – March 9, 2021, at the Serulingmas Banjarnegara Interactive Zoo. The purposes of this job training is to make English promotion content on Instagram account @serulingmas_zoo, to know the problem and to overcome the problems in making English promotion content on Serulingmas Banjarnegara Interactive Zoo’s official Instagram account.
In conducting the job training, data was collected through direct practice method, observation method, documentation method and interview method.
There were five contents uploaded on Instagram, three photos in the feed, one video in the feed and one Insta story which includes bilingual promotion content. Several obstacles found in the making English promotion on Instagram such as writing short captions that include all the information needed, choosing the diction and writing bilingual captions. However, there are also solutions to overcome those problems such as writing effective sentences, looking for references and using conversational sentences. The engagement of English promotion on Instagram increased. It can be seen from the increasing number of likes in the posts.